Sunday, April 15, 2012

Berjalan Menuju Kegelapan

Ditulis oleh Lotuschef – 8 April 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Going towards Darkness

 

Murid TBS ini dengan cepat dipromosikan hanya dalam satu tahun.


Tapi kenaikan jenjangnya yang cepat ini malah menjadi halangan terbesar dalam jalan pelatihan dirinya.


EGO-nya tumbuh membesar.


Dan mulai suka mengontrol wilayah kekuasaan di sekitarnya.


Dan mulai berharap untuk diperlakukan dengan hormat.



Saat mengurus acara-acara keagamaan, tidak pernah turut membantu tapi menginginkan orang lain untuk melakukan semua perintahnya.


Saat acara makan, mengharap untuk dilayani terlebih dahulu sebelum yang lain diperbolehkan menyentuh makanannya.


Kemudian menolak orang-orang yang tidak disukainya dan menyuruh mereka untuk tidak datang ke wilayahnya bila tidak diundang.


Juga suka memulai ceramahnya dengan kalimat: “Apa yang akan saya beritahukan kepada Anda sekalian kelihatannya cukup sulit, saya pikir mungkin kalian semua tidak akan memahaminya.”



Gayanya yang suka pamer menciptakan ketidaknyamanan bagi para tetangganya hingga Kantor Pusatnya ditutup oleh pihak yang berwenang kurang dari setahun setelah dirinya dipromosikan.


Akses-akses menguntungkan yang bisa memberinya pendapatan reguler lewat memberikan pemberkatan dalam acara-acara yang sering diadakan segera menurun drastis.


Kemudian juga menyelenggarakan upacara pertobatan yang menarik para murid Buddhis dari aliran Hinayana dan Mahayana… tapi hanya sedikit sekali yang dari Ordo Satya Buddha.


Dengan ini dia kehilangan banyak uang.



Di babak kedua, turut mengundang murid yang telah “diakui” untuk bersama-sama menyelenggarakan sebuah upacara. Ia mengklaim kalau telah mencapai titik break even (impas).


Kini, pada babak ketiga… malah mencetak tulisan berikut pada pamflet acaranya: Dibatasi untuk para murid Satya Buddha saja! [Revisi terakhirnya tertulis: Berhubung tempat yang terbatas, tidak terbuka untuk umat luar.]



Kemarin, sekali lagi Guru menekankan mengenai Bodhicitta dan pola pikir Mahayana di mana kita semua mau mempedulikan semua insan.


Sungguh sayang murid ini malah berjalan ke arah sebaliknya, mengucilkan mereka yang bukan dari Ordo Satya Buddha dari acara yang diadakannya.


Padahal acara-acara yang diadakan sebelumnya kebanyakan dihadiri oleh para murid non-Satya Buddha dan dia menganggap bahwa akan mendapatkan keuntungan bila mengecualikan mereka.


Ideologinya: hanya murid-murid Satya Buddha yang akan mengeluarkan dana untuk membeli paket-paket dedikasi saat upacara pemberkatan atau penyeberangan bardo.



Guru tidak mengajarkan kita untuk mengecualikan siapapun juga.


Apa teman-teman setuju kalau orang ini kurang welas asih terhadap para insan?


Apa teman-teman juga berpikir kalau Guru dan para Dewata akan memberkati dan mendukung upaya kerja kerasnya?


Hahaha!



Saya heran saja kapan para penyebar Dharma akan berhenti mencabik-cabik para insan demi membangun sarangnya sendiri?


Kapankah mereka akan berhenti Mengkomersialisasikan Penyebaran Dharma demi kesejahteraan diri mereka sendiri?


Kemarin Guru bilang kalau kamu ingin memiliki vihara tempat kamu berada, lebih baik melepaskan diri saja dari Satya Buddha dan buatlah viharamu sendiri!


Guru tentu saja tidak akan membuat pernyataan demikian tanpa ada penyebabnya, bukan?


:)

 

Amituofo
Pure Karma
Lama Lotuschef
True Buddha School

1 comment:

  1. [...] by lotuschef on April 8, 2012 Terjemahan Indonesia : Berjalan Menuju Kegelapan [...]

    ReplyDelete