Saturday, June 25, 2016

Bersarana Kepada Siapa?



Ditulis oleh Lotuschef – 26 Mei 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 皈依谁? Take Refuge in Whom?



Dari arsip email:

[--- Hi, Fashi. Kalau-kalau saja Anda lupa, nama saya DS dari Jakarta.
Akhirnya saya telah berlindung (bersarana) di bulan Maret.
Saya dan ibu saya.

Namun di bulan ini saya juga kehilangan pekerjaan saya :’(

Saya sudah bekerja di tempat ini selama 12 tahun. Tiba-tiba diakhiri tanpa alasan yang jelas. Saya merasa heran, apakah ini karma? Atau karena hal lain?

Fashi, saya butuh nasihat spiritual darimu. Mungkin Anda bisa membantu :-)

Salam, ---]

~~~~~~~~~~~~

Mengutip dari artikel Ultimate Enlightenment 至尊的開悟- Sayonara 再会?:

[--- Dengan semua hal yang Mahaguru Lu telah ajarkan kepadamu, cobalah dengarkan ceramahnya berulang kali.
Apa yang akhirnya kamu sadari ataupun pelajari dari ceramah tersebut, menentukan tingkat pelatihan dirimu!

Ingatlah selalu, bahwa di dalam Tantrayana, Sang Guru Akar berada di atas segala-galanya!

Bila kamu ingin mencapai Kebuddhaan, KAMU & Guru Akarmu harus berada dalam pancaran gelombang yang SAMA, YA! SENADA dan MANUNGGAL!


Jangan berbohong ataupun memaksakan interpretasi awammu serta menghalangi dirimu sendiri!

Kamu harus ingat bahwa bahasa Buddha ditransmisikan dari Hati ke Hati, dari Pikiran ke Pikiran, semuanya di dalam keheningan! ---]

~~~~~~~~~~~~~

Teman-temanku yang terkasih,
Banyak dari kalian yang bersarana kepada si ini dan si itu, atau di rumah ibadah tertentu.

Namun sungguhkah kamu paham apa yang sedang kamu lakukan?
Jelas sekali tidak!

Penulis email di atas juga salah satu dari yang tak paham!

Saat kamu bersarana dengan Guru atau Master pilihanmu, Kamu mulai menjalin hubungan dalam hal pelatihan Kebatinan dan berlatih bersama dengan yang kamu pilih.

Jadi bila kamu bersarana dengan Mahaguru Lu, maka kamu mulai membangun sebuah hubungan dan memperpendek jarak antara BELIAU dan dirimu.
Bersadhana adalah hal yang bersifat pribadi dan harus dilakukan sendiri!

DAN bila kamu butuh bantuan atau hendak bertanya, seharusnya kamu menujukannya kepada guru yang kamu pilih, bukan orang lain!

Mengenai metode untuk menjangkau Mahaguru Lu, aku sudah banyak membagikannya di blog ini.
Terserah masing-masing individu apakah mau berusaha mempelajarinya, bukan aku yang harus memberi nasihat individual ataupun bantuan apapun.

Satu hal yang perlu dimengerti, bahkan bila kamu bersarana kepada Mahaguru Lu, aku ini ibaratnya hanyalah teman sejawatmu, tidak lebih dari itu!

Bila kamu menginginkan sesuatu, mohon DIY (melakukan sendiri)!


Salam metta,


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Wenshi / 23 Juni 2016



Ditulis oleh Lotuschef – 23 Juni 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 23-6-2016 问事 Wenshi



Kasus 1:

Seorang perempuan dengan aura yang gelap memberitahuku kalau anak laki-lakinya tidak pulang ke rumah, dan setiap hari pergi ke Batam setelah pulang kerja.
Ia punya kekasih seorang wanita Malaysia dan juga seorang anak di sana.
Kutanya kepadanya memangnya ada masalah dengan hal itu.
Ia bilang ia tak suka anaknya menikah dengan orang yang bukan dari etnis China!
Ia juga bilang ia memohon pada “Tian-gong” – Raja Surga, untuk memisahkan mereka……
Temannya menyambungnya dan bilang bahwa mungkin si wanita Malaysia tersebut mengguna-gunai anaknya dengan “gong-tow” (ilmu hitam) dan menipunya bahwa si bocah adalah anaknya, meski si wanita tidur dengan banyak pria lain.

Teman yang membawanya untuk berkonsultasi denganku juga turut menambahkan opini-opininya!

Hahaha!

Kuberitahu orang yang berkonsultasi kepadaku bahwa auranya gelap dan ia seharusnya tak boleh memohon kepada siapapun untuk memutuskan hubungan tersebut hanya karena ia tak menyukainya!
Selama anak lelakinya bahagia dan mencintai si wanita yang dipertanyakan ini, ia juga dengan senang hati akan menerima si bocah tersebut sebagai anaknya, tanpa mempermasalahkan statusnya!
Aku merekomendasikan supaya ia melakukan persembahan untuk musuh karma bagi dirinya sendiri dan juga anak lelakinya.

Sepertinya si anak sangat takut kepadanya dan dengan apa yang akan dilakukannya, sehingga ia hanya pulang ke rumah untuk mengurus keperluan pribadinya saja, serta tak makan ataupun minum apapun di sana.

Kujelaskan bahwa kalaupun si wanita adalah penagih hutang anaknya, maka memberikan persembahan bagi musuh karma akan membantu mengurangi dan akhirnya menghapus sisa hutang karmanya.

Juga merekomendasikan agar ia menjapa sutra Maharaja Avalokiteshvara (Gaowang). Ia bilang ia hanya tahu menjapa Amituofo, jadi aku beritahukan supaya menjapa sambil melihat gambar Amitabha Buddha.
Dengan cara ini, ia akan bisa berfokus dan menenangkan diri.

Kemudian ia menyambung dengan masalah suaminya!


Kasus 2:

Seorang wanita muda yang mencari pekerjaan.
Kuberitahu dia kalau ia tak percaya diri dan harus mengubah pola pikirnya.
Ia bisa memberikan persembahan kepada Jin-mu, Bunda Emas dari Kolam Yao, dan mengungkapkan permohonannya dengan jelas, mengenai spesifikasi pekerjaan yang diinginkannya.

Ibunya turut bicara “Aku tak suka dia bekerja sebagai pramugari”.
Sepertinya saudara laki-lakinya meninggal dalam kecelakaan pesawat.

~~~~~~~~~~~~

Teman-temanku yang terkasih,

Pure Karma menawarkan layanan “Wenshi” (konsultasi pribadi) dengan ongkos SGD 3000 per 20 menit, dan Hanya boleh mengajukan Satu Pertanyaan saja!
Kami juga tak menerima komisi untuk melakukan ritual yang akan mencelakai/merugikan siapapun!

Bila kamu bertanya lebih dari Satu Pertanyaan di waktu yang telah dialokasikan, kamu hanyalah membuang-buang waktumu.
Tak akan menuruti maumu yang akan menanyakan berbagai hal yang terlintas di pikiranmu :)

Jadi pertimbangkanlah sebaik-baiknya sebelum mengajukan satu pertanyaan!

Kalau kamu membawa serta teman-temanmu ke sesi wenshi, masukan dari mereka tak akan dihiraukan!

Pure Karma tak menganjurkan wenshi yang asal-asalan, jadi mohon hindari melakukan hal tersebut.

Kedua kasus di atas dibawa oleh seorang murid veteran yang memaksaku untuk melayani teman-temannya dengan berkedok acara makan siang!

Hahaha!
Aku sudah banyak mengalami hal seperti ini, dan belajar untuk tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, namun hanya merekomendasikan supaya mereka menjapa ataupun memberikan persembahan supaya pahalanya dilimpahkan!

Berterima kasih atas berbagai pengalaman seperti ini, mulai dari sekarang aku tak akan menerima ajakan makan lagi!

Bersadhana adalah solusimu satu-satunya!
Berhentilah mencari solusi dari luar!


Salam Metta,


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


23-6-2016 问事 Wenshi


Terjemahan Indonesia: Wenshi / 23 Juni 2016


Case 1:

A lady with dark aura told me that her son don't come home and goes everyday to Batam after work.
He has a Malay woman there and also a child.
I asked her whats wrong with that.
She said she don't like the son to marry anyone other than of ethnic Chinese!
She said she ask "Tian-gong" - Heavenly lord, to break them up ......
A friend of hers butted in and said that the Malay woman might cast "gong-tow" - black magic on the son and conned him that the child is his, despite the woman sleeping with many men.

The friend that brought her to consult me, also added her say!

Hahaha!

I told the principle who consulted me that her aura is dark and she should not ask anyone to break up the relationship just because she don't like it!
As long as the son is happy and loves the woman in question, he will also gladly accept her child be it his or not!
I recommend that she do karmic offering for herself as well as her son.

It seems her son is so scared of her and what she might do that he only return home for his personal stuff and won't eat or drink anything there.

I explained that if the woman is a Karmic creditor than doing Karmic offering will help to reduce and eventually eliminate the Karmic debts.

Also, recommended that she chant High King sutra and she said she only knows Amituofo, so I told her to chant while looking at a picture of Amitabha Buddha.
In this way, she can stay focus and calm down.

Then she mentioned her husband's matters!


Case 2:

A young lady looking for a job.
I told her that she is not confident and must change her mindset.
She can do offering to Jin-mu, Golden Mother of Yao Pond, and make her request clear, pertaining to Job's specification.

Then her mother butted in with - " I don't like her working as air-stewardess".
Seems her brother died in a plane crash.

~~~~~~~~~~~~

Dear all,
Pure karma offers "Wenshi" services at SGD 3000/block of 20minutes, and Only can ask One Question!
Also, we do not accept commission to perform any rituals detrimental to anyone!

If you ask more than One Question during the allotted time, you are wasting your time only.
Will not cater to your whim of asking everything that comes to your mind. :)

So, do consider well before you ask your one question!

If you bring friends along to the session, their input will be ignored!

Pure Karma do not encourage wenshi at whim, so please refrain from doing so.

Both cases above was brought forth by a veteran student that forced me to cater to her friends in the guise of Luncheon meeting!

Hahaha!
I have had many such experiences and learned not to answer questions but only recommend that they do chanting in dedication or offering in dedication!

Thanks to several experiences, I do not accept anymore meeting up for meals too!

Cultivation is your only solution!
Stop seeking for solution externally!


With Metta,


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


20-6-2016 Preparing Special Karmic Pack

 Above: Filled with 108 pieces of lotuses. Then topped with shirts.
Below: 6 realm vajra mandala added.


Above: Addition of ingots.
Below: Addition of stacks of incense paper and colored paper bundles.



Above: Addition of the 3 stupas to affix the talismans.
Lastly: Addition of incense sticks.
~~~~~~~~~~~~

Note: Special Karmic packs of 108 pieces of lotuses only applies to more than 3 packs done together in ONE dedication of offering.

Not applicable for Single dedication of Karmic pack.

** Contents of Karmic packs may vary as per availability of individual items.
Only Talismans, stupa, variety of incense paper and lotus/lotuses are the standard items.


Cheers all

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Friday, June 24, 2016

15-6-2016 Meeting Interesting People [2]


When I see ghostly spirits, the color is close to Willow Green from the above chart and sometimes Greyish Olive.
These appeared as mist or smoke.
Hehe!
Yup!
Ghostly spirits do not appear with scary faces or forms to me!

Now, after the group of ladies and exercises, a lady and her daughter sat on the seat that I vacated.

A look at the little girl, I sighted an old lady!
I asked the the lady how old is her daughter.
She told me 4.
Then she told her daughter to tell Shi-fu how old she is.
The little girl replied: Four.
I asked her to repeat in a louder voice for a few times, pretending I didn't hear her clearly.

Then I asked her name, and also made her repeat a few times.

I told the mother that her daughter has the aura of an old lady, and her health is not good.
The mother told me that her daughter has been sick since 2 years of age and they come into Singapore to consult a specialist every month since the onset of the sickness.

Like the group of ladies that I helped, they are residents of Medan.

I informed them of the coming Pure Karma Medan event and gave them contacts to register and attend the event.

The contents of the dialogue between the mother and me, is strictly confidential.

When I arrived that evening at my lodgings in Medan, I was informed that the mother has sent and pay for registration to attend our event on Saturday.
Wow! Real fast!

That night, my routine chat with GM Lu, before sleeping, I asked GM Lu how can I best help the little girl.
GM Lu told me that the old lady's spirit is from the paternal branch.
A failed pregnancy!
Thus a foetus spirit!

When I met the father of the little girl, I saw the resemblance in father's and daughter's features.

Wow! GM Lu is truly great!!!

While explaining on proposed resolution to the foetus spirit problem, I saw a grey-green smoke surfaced on the little girl's right face.
In less than a minute, the little girl touched her right face and cried "pain".
I stretched out my hand and touch the part I saw the grey-green smoke, and her pain subsided.

I recommended that we start with doing offering to the girl's karmic foes for this and all past lifetimes. 3 or 7 packs of dedication to the Karmic foes to soften them up and then negotiate.
And the parents observe her closely.
Sometimes when the karmic foes considering to leave or stay, the girl will suffer great discomfort from the karmic foes' struggles.

I explained that as I just met them, and each Karmic pack is SGD 88, I would recommend doing 3 first to gauge the respond.
I do not want anyone to accuse me of being a religious cheat and out for making money from unfortunate folks! :)

If the Karmic foes willing to let go and leave, then can proceed with Bardo Delivery that cost about SGD 3000.


During the offering of the 3 karmic packs:-

[Date: Mon, Jun 20, 2016 at 10:55 PMHi,
I did the packages at about 9:30pm - Medan Time.

I sighted these animals in the following order in the fire:-
Tiger, wolf, serpent, rodent & toad.
Please also keep a close watch on SY and keep me inform.
I propose to do the remaining 4 packs on Sunday.
Please advice.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef]

From the dad:
[Fashi, for the remaining karmic I wish to do it also.
please help process.
SY yesterday night sleep quite good. On 11pm wake up a while and sleep.
Thanks.

Fashi, it is the spirit reflect positive for wat we have done?
]

Above: 4 karmic packs for offering this Sunday, from the little girl.


Above: This one has 7 Karmic packs for a fellow student, also will be offered this Sunday.

These Karmic Packs are for those that need to soften their Karmic Foes up first, in order for them to "agree" to listen and negotiate with them.

I have done these [One-shot - 7 Karmic packs] for emergencies cases like those sudden illness attacks and hospitalised in Intensive Care Units.

BUT, remember that these are to "Say sorry" and when these people are better, they must not commit sins of the same or any sins, else they will be "attack" again.

To repent is to say sorry and that one knows that they have done wrong and Vow not to repeat again!

I do not accept registration of repeated dedication of offering to Karmic foes from the same individual for more than 3 times.

In my view, this individual is not sincere in apologising and turning over a new leaf!

Hahaha!
I told one of this repeated "offender", I will not involve GM Lu in anymore Negotiation that made us liars!

Yes! No amount of money will make me repeat negotiation with GM Lu's help, on behalf of Repeated Offenders!


With Metta

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Biografi Mahasiddha Virupa



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 7 Juni 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 7-5-2016 Mahasiddha Virupa 畢哇巴





【道果本頌金剛句偈疏】作者是畢哇巴,原來本身的道果不是一篇文章,是一句一句的,九個字或七個字。其實不長,只是薄薄幾張紙,但每一句話的含義非常的多,所以才變成那一大本的道果。

Mahaguru Lu menceritakan sepotong bagian awal dari kisah kehidupan Virupa (Penulis Lamdre) di sesi tersebut.  Lamdre dalam naskah aslinya hanya terdiri dari 9 atau 7 kata saja, tidak berhalaman-halaman. Demikianlah Lamdre tidaklah panjang, hanya beberapa lembar tipis saja, NAMUN setiap kalimat yang tertulis mengandung arti yang mendalam, dari situlah buku mengenai Lamdre muncul.

~~~~~~~~~~~~~~

Di dalam artikel berikut ini berisi sebagian dari yang Mahaguru Lu telah bagikan.
Selamat membaca dan menikmati!
Dan perhatikanlah kunci-kunci penting yang dibagikan di dalamnya!

~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku melakukan beberapa riset dan menemukan kisah hidup Virupa yang menakjubkan. Diekstrak untuk dibagikan sebagai berikut:

Syukur dan terima kasih kepada Lama Choedak Yuthok yang telah membagikannya!

Mahasiddha Virupa & Arya Tara, karya Samudra Man Singh Shrestha

Biografi Mahasiddha Virupa

Oleh Lama Choedak Yuthok, Sakya Losal Choe Dzong, Canberra, Australia.


Ekstrak: Setelah menyelesaikan studinya di sana, ia pergi menuju Nalanda di mana Dharma telah berdiri dengan kokoh.
Di sana ia menerima pentahbisan sebagai Bhiksu dari kepala biara, Dharmamitra, yang juga dikenal sebagai Jayadeva, dari Universitas Nalanda.
Ia kemudian diberi nama Shri Dharmapala 护法.
Ia melanjutkan studinya di bawah bimbingan sang kepala biara yang sangat senang dengannya dan memberinya banyak ajaran privat mengenai sadhana-sadhana umum Vajrayana 金刚乘 dan khususnya Tantra Chakrasamvara 胜乐金刚.

Sang kepala biara meninggalkan berbagai instruksi di dalam surat wasiatnya bahwa Shri Dharmapala nantinya akan diangkat sebagai penggantinya, dan meminta kepada para petugas biara untuk memberikan respek yang setara dan menghormati penggantinya karena Dharmapala ditunjuk sebagai kepala biara Nalanda.
Ia mengawasi upacara pemakaman agung sang pendahulunya dan mengatur supaya seluruh jasad sang kepala biara ditransformasikan menjadi relik yang ia kemudian bagikan secara seksama kepada berbagai raja, donatur, dan bhiksu.

Dharmapala melatih Chakrasamvara dengan tekun setiap malam sesuai dengan instruksi rahasia yang diterimanya dari sang kepala biara.
Hari-harinya dibaktikannya untuk mengajar dan komposisi.
Meski ia juga mengajarkan baik naskah Theravada maupun Mahayana, ia membaktikan sebagian besar waktu dan energinya kepada sadhana esoterik Vajrayana. Ia terus melatih Chakrasamvara dengan sepenuh hati dari tahun ke tahun.

Namun, di umurnya yang ke-70, meski telah bertahun-tahun sangat setia bersadhana, Dharmapala masih belum mengalami tanda-tanda pencapaian spiritual.

Ia juga harus berjuang melawan penyakit-penyakit lamanya yang menjangkiti tubuh dan pikirannya.
Ia menjadi sedih dan takut oleh gangguan yang selalu dilancarkan oleh para Yaksha dan roh jahat.
Menambah keputusasaan dan frustrasinya, ia juga terus mendapatkan mimpi yang sangat menakutkan.
Di salah satu mimpinya, ia melihat api besar membakar di bagian bawah sebuah lembah, dan banjir muncul dari bagian atasnya.
Ia melihat badai salju, gletser, formasi tetesan es dan gunung es jatuh dari langit.
Ia melihat Guru, Yidam, dan para kalyanamitra-nya tergantung terbalik, atau dengan wajahnya terkoyak, hidungnya terpotong, matanya tercungkil keluar dan meneteskan darah.
Tak heran Dharmapala menginterpretasikan mimpi-mimpi tersebut sebagai pertanda buruk.
Ia menyimpulkan bahwa ia pasti kurang jodoh karma untuk mendapatkan realisasi melalui jalur Vajrayana di kehidupannya kali itu.
Akhirnya ia memutuskan untuk melepaskan sadhana Vajrayana-nya sepenuhnya.

Kemudian, pada hari ke-22 bulan imlek ke-4, malam harinya ia menghentikan sadhana Yidam Yoga-nya, dan melempar japamala-nya ke dalam jamban.
Mimpi-mimpi tersebut sebenarnya adalah indikasi bahwa Dharmapala hampir mencapai realisasi spiritual yang besar melalui sadhana Tantra-nya.
Namun ia tak punya cara untuk mengetahuinya di saat itu, sehingga salah kaprah membaca berbagai pertanda yang muncul.
Ia tak sadar bahwa ia telah menyempurnakan Jalur Akumulasi (Sambhara-marga), Jalur Persiapan (Prayoga-marga) dan hampir mencapai Jalur Melihat (Darsana-marga).

Di saat itu energi vital dan pikirannya telah melebur di dalam bija aksara Ksa dan Ma di bawah Chakra Pusar.
Hal ini menciptakan simbolisme yang tampak menyeramkan di dalam mimpi-mimpinya.
Ia gagal mengenali tanda-tanda yang sedang terjadi kepadanya karena kepala biaranya telah meninggal dunia sebelum sempat mentransmisikan instruksi inti secara lengkap.
Sebenarnya hal tersebut akan mampu menjelaskan perubahan drastis yang terjadi di dalam aliran energi halus di dalam tubuh psikisnya (batin) dan menjernihkan pengalaman mimpinya.

Shri Dharmapala mulai dari saat itu memutuskan untuk membaktikan seluruh waktunya untuk mengajar, menulis dan menyelesaikan tugas-tugas lainnya bagi komunitas Sangha; tak lagi menghabiskan berjam-jam waktunya dalam sehari untuk melatih meditasi Yidam Yoga.
Namun, di malam yang sama, ia bermimpi Dewi Nairatmya 无我母 (Nairātmyā atau Dagmema adalah seorang buddha wanita, pendamping Hevajra 喜金刚 di dalam tantra Hevajra. Namanya berarti “wanita tanpa ego”) muncul di hadapannya dalam wujud wanita cantik bertubuh biru mengenakan kain sutra surgawi, dan demikianlah beliau berkata:

“Oh putra yang mulia, sungguhlah tak baik kamu bertindak seperti ini, di mana kamu sudah hampir mencapai Siddhi. Meski semua Buddha memiliki welas asih yang tak membeda-bedakan, Aku-lah sang dewata yang punya jodoh karma yang paling erat denganmu dan aku akan memberkatimu supaya mendapatkan Siddhi dengan cepat. Pergilah dan ambillah kembali japamala-mu, cucilah dengan air wangi, bertobatlah atas segala kesalahanmu dan kembalilah bersadhana dengan baik.”

Beliau kemudian menghilang.

Dharmapala terbangun dari tidurnya dengan perasaan campur aduk antara menyesal dan bahagia.
Ia mengikuti instruksi tersebut, kembali bersadhana di pagi hari tersebut. Dan kemudian Mandala aspek Nirmanakaya Lima Belas Dewi Nairatmya muncul di hadapannya dan memberinya empat inisiasi dengan lengkap.
Demikianlah ia mencapai Jalur Melihat dari Bhumi Pertama.
Barulah sekarang ia menyadari arti sebenarnya dari mimpi-mimpinya.

Mimpi-mimpi kasar dan penampakan para Yaksa merupakan manifestasi interdependen dari pikiran dan energi vitalnya yang melebur ke dalam bija Ksa dan Ma di bawah Chakra Pusar.
Ini disebabkan oleh simpul-simpul nadi yang sedang melepaskan diri, yang menyebabkan Peleburan Pertama Elemen-elemen dan pertanda energi vital Candali mulai memanas.


{Tummo (Bhs. Tibet: gtum-mo, Bhs. Sansekerta: caṇḍālī) adalah salah satu bentuk pernafasan, yang bisa ditemukan di dalam ajaran Enam Yoga Naropa, Lamdre, Kalachakra dan Anuyoga dari Vajrayana Tibet.
Tummo berasal dari tradisi Vajrayana India, meliputi instruksi dari Mahasiddha Krishnacarya dan Tantra Hevajra.
Tujuan dari tummo adalah untuk mengendalikan proses di dalam tubuh ini saat berada di tahap penyelesaian “Tantra Yoga Tertinggi” (Tantra Anuttarayoga) atau Anuyoga.
}

Berbagai pengalaman di luar kebiasaan yang muncul di dalam pikiran konseptualnya adalah hasil dari proses adaptasi ulang antara nadi dan pikirannya.
Sebagai sebuah tanda peralihan Peleburan Elemen-elemen, api Candali membakar ke atas dan menyebabkan nektar Bodhicitta mengalir ke atas.
Manifestasi interdependen berbagai peristiwa internal seperti ini akan dialami secara konseptual oleh seorang Yogi sebagai api yang membakar dari bawah lembah dan banjir yang datang dari bagian atas lembah.
Sirkulasi yang kuat dari tetesan-tetesan halus di dalam nadi-nadi kecil juga tercerminkan di dalam mimpi dengan adanya badai salju, dan gunung-gunung es yang jatuh dari langit.

Peleburan yang Ke-3 dan Terakhir dari Elemen-elemen menampilkan wajah telanjang dari kebijaksanaan transendental yang mulus sempurna.

Efeknya adalah menghancurkan segala kemelekatan atas berbagai penampilan rupa fana.
这有融化所有对于一般显示相的执着功效。

Manifestasi interdependen ini tercerminkan di dalam mimpi-mimpinya dalam bentuk wajah-wajah Guru dan Yidamnya yang terkoyak.
Ia mulai menyadari bahwa semua pertanda tersebut merupakan pengalaman meditatif yang berhubungan dengan 3 peleburan elemen-elemen halus yang berurutan di dalam tubuhnya.

Dengan kemunculan dan bimbingan dari Vajranairatmya yang tepat waktu, Shri Dharmapala akhirnya mencapai penyadaran.
Mulai dari saat itu, setiap harinya ia mencapai Bhumi yang lebih tinggi, hingga pada pagi hari di hari ke-29 di bulan yang sama ia mencapai Bhumi ke-6.
Ia kini menjadi seorang Bodhisattva agung yang berdiam di dalam Bhumi ke-6.

Bukti penerimaan empat inisiasi lengkap mengkonfirmasi bahwa aliran abhiseka selalu mengalir tiada henti. 认证了传承加持并没有中断过
Pencapaian Bhumi ke-6 merupakan peneguhan bahwa silsilah pemberkatan tidaklah terputus.
Kegagalannya dalam mengenali berbagai tanda pencapaian sebelumnya dan kesalahannya dalam mengartikan tanda-tanda tersebut sebagai pertanda buruk menegaskan bahwa saat itu ia belum mendapatkan instruksi intisari tertentu.
Hal ini memampukannya untuk menyadari bahwa urutan instruksi yang diterimanya tidaklah salah.

Karena itu, pengabdian Dharmapala kepada ajaran terpulihkan dan menjadi berlipat ganda.
Ia menjadi yakin bahwa ia pasti akan mencapai realisasi Pencerahan Sempurna, seperti yang dicapai oleh Sang Buddha.
Dengan cara ini ia diberkati dengan Empat Silsilah yang Dibisikkan, yang kemudian dikenal sebagai “Instruksi dari Empat Silsilah yang Dibisikkan”.

~~~~~~~~~~~~~~~

Teman-temanku yang terkasih,
Kuharap kalian menyukai artikel di atas! :)

Aku juga telah menandai dan menerjemahkan beberapa kalimat di sana!

Apakah kamu menyadari bahwa kamu perlu:
  1. Mengikuti instruksi Guru Akarmu dengan ketat?
  2. Berlatih dengan tekun dan teratur, atau setiap hari?
  3. Bahkan dengan berkat dari dewata seperti Nairatmya 无我母, kamu masih harus berusaha sendiri?
  4. Merealisasikan Kebenaran – meneguhkan bahwa aliran abhiseka tak pernah berhenti 认证了传承加持并没有中断过.
  5. Memahami: Peleburan yang Ke-3 dan Terakhir dari Elemen-elemen menampilkan wajah telanjang dari kebijaksanaan transendental yang mulus sempurna.
    Efeknya adalah menghancurkan segala kemelekatan atas berbagai penampilan rupa fana.
    这有融化所有对于一般显示相的执着功效。

~~~~~~~~~~~

Ingatlah bahwa yang paling kamu butuhkan dari semuanya adalah Seorang Yogi Sejati sebagai seorang guru,
Ajaran dan bimbingannya, terutama Instruksi-instruksi Intisari,
Dan Iman yang Teguh digabung dengan Ketekunan dalam sadhana harian!

TENTU SAJA kamu harus ingat bahwa “Tak ada Jalan Pintas”!

Virupa saat itu berumur 70 tahun saat ia mencapai Siddhi! :)


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


15-6-2016 Meeting Interesting People [1]

Above: High tea at Dnata lounge before my flight to Medan.

I was sitting outside the waiting lounge waiting for boarding.
Two ladies walked towards where I was sitting.
I noticed one of them is extremely breathless and greyish white in aura.

One of them sat one seat away from me to my left and the breathless one went to sit on another row of seats further to the left.

I was talking to GM Lu about how to approach and help the breathless one. :)

Hehe!
She got up and came to seat beside me but turned from me and kept talking to the lady she came with.
She handed her mobile phone over to her companion and turned and greet me: Shifu, ni hao.

I replied: Amituofo.

With this opening, I told her that she is breathing from her mouth and her blood circulation is poor, thus her face is pale and whitish.

Then I taught her to do simple massage of her 'Heart root' - 心根 - located under both clavicles.

With light pressure of index & middle fingers, trace the clavicle from sternum towards shoulder and repeat from sternum out.
Do not draw fingers backwards towards the sternum.
ONE direction only!

The next one is to hold out both arms, bend them at elbow and hold up to level with shoulders.
Keeping the body straight, start with using the right arm to draw the left arm over, loosening the right arm-shoulder joint.
Only swing in one direction!
Return arms to centre position and repeat for 5 to 10 times.
Then change to the left swing.

After these, still locking both arms by holding on to opposite elbows, bring arms upwards above head and backwards.
Rotate the arm-shoulder joints only, do not bend at waist.
Keep spine straight and just move the locked arms backwards and back to centre.

Then glide the locked arms to the right for 5 or 10 times and repeat with left side.

This will stretch and loosen muscles from the neck to the hips, and also the arm-shoulder joint.
This simple exercise will aid Qi energy and blood flow and in some cases help to move stagnant Qi.

The breathless lady took off a long sleeve sweater she was wearing before we proceeded to the arm swings.
Her face and lips became rosy and she started to 'shine' or glow!

The by-standers also came forward to learn these simple movements and the breathless lady was able to help some of them.

I asked this lady to go get me a cup of water in return for my help. :)

For those that accused me of being very greedy for money, you are wrong! :)

Another lady that learned this movements is actually working at a nearby food outlet and she made me a cup of coffee with milk, as thanks for my sharing.
She said her tired & aching muscles disappeared after the exercises.

Hahaha!

I get assignments like this all the time!

Cheers all

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef