Monday, October 17, 2011

17-10-2011 [24-12-2010 Pertobatan Satya Buddha - Samadhi]

佛定印hand mudra of  all Buddha


24-12-2010 True Buddha Repentance – Samodhi

True Buddha Repentance:
After the dedication, sit quietly & visualize....
Sit cross-legged, tongue touch roof of mouth, adjust breath to fine,form main hand mudra of  all Buddha.
First visualize there is a dot of white light within heart chakra, this gradually transform into bright moon light.
Then visualize many dots of white star light densely spread over the universe, these light dots are in fact all Buddhas & Boddhisattvas.
A Yogi secretly apply the [] (za) - refer to seed syllabus in the attached text. Gathering all the "seed" characteristic of all Buddhas & Boddhisattvas, transform these into one beam of great white light descending & entering the Yogi through the top accupoint to the heart chakra, merging with the moonlight within.
Yogi now feels like heart chakra blooms into flower, feel joyful.
At this time, the Yogi feels his body rise up to the sky sitting amidst  a sea of clouds.
All Buddhas & Boddhisattvas using their individual abilities & power, shower the yogi with all these, just like countless fairies showering flowers, floating down upon the Yogi. Resulting in a phenomenon of showering flowers amidst a sea of clouds.
This is such a wonderful way to go into Samodhi & its a real loss to those that gave this a miss after kneeling & bowing & repenting to all the Buddhas & Boddhisattvas, do you agree?
===
24-12-2010 Pertobatan Satya Buddha - Samadhi
Translated by Lotus Nino Candra
Pertobatan Satya Buddha:
Setelah melakukan pelimpahan jasa, duduklah dengan tenang dan visualisasikan...
Duduklah bersila, lidah menyentuh langit-langit mulut, aturlah nafas sampai menjadi tenang, bentuklah mudra dari semua Buddha.
Pertama-tama, visualisasikan sebuah titik sinar putih dalam chakra hati, yang perlahan-lahan berubah menjadi sinar bulan yang terang.
Lalu visualisasikan banyak titik-titik sinar bintang berwarna putih yang memadati alam semesta. Titik-titik sinar ini sebenarnya adalah semua Buddha dan Bodhisattva.

Sang Yogi secara rahasia menggunakan [] (za) – bija aksara seperti yang tertera pada buku teks. Ia mengumpulkan semua karakteristik bija aksara semua Buddha dan Bodhisattva, lalu merubahnya menjadi satu sinar putih yang terang benderang yang mengarah ke Sang Yogi dan memasuki dirinya lewat ubun-ubun kepala hingga mencapai chakra hatinya. Sinar tersebut menyatu dengan sinar bulan di dalam hatinya.
Sang Yogi kini merasa chakra hatinya mekar bagaikan bunga, penuh sukacita.
Pada saat ini, Sang Yogi merasakan tubuhnya melayang ke angkasa dan duduk di antara samudera awan-awan.
Semua Buddha dan Bodhisattva menghujani Sang Yogi dengan daya pemberkatan dan kekuatan mereka, bagaikan peri-peri yang tak terhitung banyaknya menaburkan bunga-bunga, melayang-layang turun ke arah Sang Yogi.
Inilah fenomena bunga-bunga yang bertaburan di antara samudera awan-awan.
Tentu saja ini merupakan sebuah cara yang mengagumkan untuk memasuki Samadhi dan sungguh merupakan sebuah kerugian yang besar bagi mereka yang melewatkan bagian ini setelah berlutut, membungkuk dan bertobat kepada semua Buddha dan Bodhisattva. Setujukah teman-teman?

Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School

No comments:

Post a Comment