Sunday, November 6, 2011

6-11-2011 [16-1-2011 Bunuh Diri! [1, 2, 3]]



16-1-2011 Suicide! [combined & translated]
16-1-2011 Bunuh Diri! [1, 2, 3]
Translated by Lotus Nino
Sumber:


Diekstrak dari Buku Shizun No.166 Perjalanan Gaib.
Judul: Menyelamatkan seorang korban bunuh diri.
Saya akan coba menerjemahkannya sebaik mungkin. Haha!

Pada salah satu perjalanan gaib saya, saya melihat seorang lelaki yang berdiri di ujung atap sebuah bangunan yang tinggi. Tujuannya – Bunuh diri.
Orang-orang di bawah sudah mulai berkerumun. Pasukan pemadam kebakaran beserta dengan semua peralatannya sudah siap siaga di sana.
Para negosiator yang mencoba mendekati orang tersebut harus berhenti karena lelaki tersebut mengancam untuk meloncat.

Dari langit, saya melihat Iblis di dalam hati orang tersebut (Depresi) dan di sekelilingnya ada roh anak-anak (hantu dari hasil aborsi); roh-roh Jing (Jing adalah hantu yang mati penasaran), roh-roh Yuan (Roh Penagih Hutang).

Roh anak: Kamu mengambil nyawa saya, sekarang kamu mati saja!
Roh jing: Begitu mati maka semuanya akan kembali seperti semula, semua penderitaan akan hilang.
Roh penagih hutang: Saya kutuk kamu supaya segera mati, mari kita mati bersama!

Saya amati kesungguhannya untuk bunuh diri cukup kuat.
Saya ingat banyak orang-orang yang terkenal dan kaya yang juga melakukan bunuh diri. Mengapa demikian? Karena mereka merasa hidup sungguh membosankan atau sungguh terlalu banyak penderitaan!

Maka seorang yogi yang melatih diri haruslah berhati-hati ---

Bila Anda melatih ‘visualisasi tulang-belulang’ sampai kebablasan, maka Anda akan merasa hidup ini sudah tidak ada artinya.
Bila Anda melatih ‘visualisasi kekotoran tubuh’ sampai kebablasan, maka Anda akan merasa hidup ini sungguh membosankan!

Yogi yang melatih diri harus memperhatikan supaya tidak berlatih hingga berlebihan dan di satu sisi malah kurang melatihnya. Kedua-duanya sama tidak baiknya.

Ia haruslah menyadari dan dengan satu hati melatih diri dengan tekun untuk mengatasi semua penderitaan di dunia yang penuh dengan emosi ini. Anda datang ke alam ini adalah untuk melatih diri dan oleh karenanya harus punya sukacita Dharma, dengannya Anda baru dapat mencapai sukacita murni atau tanah suci tingkat ke-9.

Pelatihan diri adalah bagaikan “batu giok emas”. Sedangkan bunuh diri adalah bagaikan “batu pasir”.

Anda harus memahami dengan jelas perbedaan antara kualitas baik dan kasar. Pikiran harus dijaga supaya tidak carut marut dan tersesat.

Agama Buddha mengajarkan kita untuk meninggalkan penderitaan dan mencapai kebahagiaan.

Di sisi lain, bunuh diri malah akan mendapatkan penderitaan dan sama sekali tidak ada kebahagiaan. Tindakan ini sama saja dengan membunuh Buddha!

Anda harus tahu bahwa untuk melatih diri, kita membutuhkan sebuah tubuh, dan tubuh tersebut harus bisa bertahan hidup.
Oleh sebab itu, berhubung kita sudah tahu betapa berharganya pelatihan diri, maka kita harus menjalani hidup dengan benar.
Hidup kita ini dikendalikan oleh diri kita sendiri dan bukan oleh orang lain ataupun lingkungan sekitar kita.
Begitu juga jangan sampai kritik-kritik orang lain mempengaruhi kita. [Catatan penerjemah: kritik di sini adalah kritik yang tidak membangun]

Oleh karenanya, seorang yogi haruslah:
Tahu tujuan hidup ini.
Tahu sifat alami Buddha di dalam diri sendiri.
Tahu bagaimana dari merelakan maka dapat mendapatkan keleluasaan.
Tahu bagaimana dari keleluasaan maka dapat mendapatkan sukacita.
Dan secara teratur menambah nilai plus bagi diri sendiri sehingga kehidupannya menjadi bersinar terang.

Saya kembali melihat lelaki yang hendak bunuh diri tersebut. Hati saya yang berwelas asih langsung timbul keinginan untuk menyelamatkannya.
Saya memancarkan [Sinar Buddha], [Sinar Roh], [Sinar Putih]. Tiga sinar suci murni memancar kepadanya.
Roh-roh di sekelilingnya lari ketakutan dan menghilang saat melihat ketiga sinar ini.
Lelaki itu tiba-tiba tersadarkan diri. Saya menunjukkan beberapa suasana bunuh diri dari tempat-tempat yang tinggi dan skenario-skenario tersebut sungguh mengerikan sehingga dia tidak berani melihatnya. Pada saat yang bersamaan, suara orang tuanya yang memohonnya untuk turun mulai terdengar di telinganya.
Hatinya melunak dan dia segera menghentikan niat bunuh dirinya. Para negosiator bergerak maju, lalu merangkulnya dan membawanya ke lokasi yang aman.

Saat Shizun meninggalkan tempat tersebut, Beliau menuliskan sebuah puisi mengenai insiden tersebut.

~                    ~                   ~

Ada beberapa poin yang saya ingin teman-teman perhatikan:

1.      Iblis di dalam hatinya dan roh-roh yang mendesaknya untuk melakukan bunuh diri.

2.      Shizun memancarkan sinar-sinar murni dan roh-roh tersebut menghilang.

3.      Kebablasan melatih ataupun kurang melatih.

Teman-teman pembaca sekalian mungkin dapat kembali membaca artikel sebelumnya mengenai Aura Bunuh diri yang pernah saya tulis.

Saat ada Iblis dan Roh-roh di dalam dan sekitar Anda, maka Aura Anda menjadi terlihat. Maka hal yang terbaik adalah melatih diri sehingga Shizun dapat secara teratur membersihkan diri Anda.

Bacalah mantra Shizun saat Anda ada waktu sehingga Anda dapat langsung berhubungan dengan Shizun, bahkan saat Anda sedang disudutkan oleh roh-roh di dalam mimpi Anda.

Tidak hanya Shizun saja yang dapat memancarkan sinar, Anda sendiri juga mampu bila Anda melatih diri dengan tekun dan memvisualisasikan diri Anda memancarkan sinar kepada para insan saat Anda sedang membaca mantra manapun.

Kekuatan Dharma --- adalah kekuatan untuk memancarkan sinar untuk menyelamatkan seseorang.

Bagi mereka yang mengejar Kekuatan Dharma, mohon renungkan lagi definisi Anda mengenai Kekuatan Dharma dan juga tujuannya.

Anda melatihnya sampai kebablasan atau kurang melatihnya --- ceramah dharma Shizun kemarin mengandung beberapa bagian dari hal ini. Coba dengarkan apa yang dikatakan Shizun.

Dengan tulus saya berharap semua insan membuat ASPIRASI/NIAT untuk melatih diri dan mengikuti langkah Shizun dalam jalan Bodhi-Nya untuk menyelamatkan semua insan.


Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School

No comments:

Post a Comment