Friday, September 16, 2011

6-11-2010 Karma - Bahasa Indo


6-11-2010 Karma

Lots of people talk about KARMA.
How much do we truly understand about Karma?

I like this version best & I use it often.

Visualize a still pond. You threw a pebble into the pond.
Ripples form & spread out circularly. They hit shore or resistance at different velocity.
The impact caused ripples & return to the origin at its own velocity dependent on the speed & force at impact.
Note that the ripples form by the return has more than one origin.
Like in scientific terms, Action & Reaction. The stronger the initial force, the faster & stronger the return.

Let us say you make someone very unhappy. He in turn take out his unhappiness on others around him.
You are the initiator of the Negative karmic action which spread out to impact many.
When these karmic negatives return, their impact is a total of all that had been touch by your negative.


I met a girl of about 30 years old. She is classified as Retarded. She speaks in many different 'voices'. When you ask her who is she, she will sometime tell you she is 'gor gor' (brother). Then her speech changes & you ask her again who are you. Her answer can be 'jie jie' or 'mei mei'.(older sister or younger sister). She has a total of at least 4 children in her. Her Mother said she is sometime very violent when she throws tantrum. She also make loud noises at night and disturb the neighbours.

Another one is 36 years old male who drips saliva & mentally of 15 year old as he started being a 'retard' at that age. If left alone at home, he causes damges to the house.

Another 5year old boy cannot form words & just utter noises. General health Ok. Only cannot speak to communicate. Parents tried many channels to seek help but not effective.

I read this story about this man who cannot learn to form meaningful speech. He can only repeat one word out of a sentence taught to him. No matter who teaches him also gave up eventually. Buddha taught him to sweep floor and chant "Sweep dust rid earthly dirt". Buddha told all that come upon him to chant that to him to help him.

Buddha saw his previous life as a learned monk who is well versed with many sutras & teachings. He become too prideful & forgotten humbleness. He also become impatient and shouted at those that slow to learn.
His Karma made him one of those "fools" he labelled others.

Lost of speech ability and others are all result of Negative Karma one started in which one has to 'pay back' this life time or subsequent life time.

I saw lawyers that lie to win cases for their clients & gather fame. These are like Trophies of skull they had beheaded & carry around with them to exhibit their victories. They charges exorbitant fees as they gather more skulls. Last week I happened to have brief eye contact with one 'fresh from the kill'.

When cultivating I told GM I had a funny feeling like something poke my heart though not lethal but just make me uneasy. Yesterday in meditation I got my answer. I came face to face with a demon clothed in human form that’s all. 
Haha! I am so relief that I understand what has me uneasy for the pass few days.

GM's advice was to watch but do not act to stop their rampage. Karma is not to be interfere with. It has to take its course. 
We can help when they are ready to repent only.

Well, I keep hearing GM chants Heart Sutra within my hearing like he did in Australia recently. 
He wants me to observe but at ease. Don't take action to stop these lawyers, their time will come.

Well, people suffering from many chronic ailments and we want to help them. 
Please teach them to say sorry and also do community work to help all sentient beings.

They have to lessen their own negative karmic forces.

With metta, Amituofo

===
6-11-2010 Karma

Translated by Lotus Nino Candra

Banyak orang sering bicara mengenai KARMA.
Tapi seberapa jauh kita mengenal kata ‘Karma’ itu sendiri?

Saya suka versi yang akan saya jelaskan berikut dan saya juga sering menggunakannya sebagai analogi untuk menjelaskannya.

Bayangkan mengenai sebuah kolam yang airnya tenang. Anda lemparkan sebuah batu kecil ke dalam kolam tersebut.
Riak-riak akan terbentuk dan menyebar melingkar. Mereka akan menghempas ke tepian atau melamban dengan kekuatan yang berbeda.
Pantulannya akan menciptakan riak-riak dan kembali ke sumbernya yang kecepatannya bergantung pada kekuatan pantulan tadi.
Perhatikan bahwa riak-riak yang terbentuk dari pantulan tersebut mempunyai lebih dari satu sumber.

Seperti dalam istilah sains, Aksi & Reaksi. Semakin kuat kekuatan awalnya, maka akan semakin cepat dan kuat pantulannya.
Mari kita ambil contoh: saat Anda membuat orang menjadi sangat tidak bahagia, orang tersebut nantinya akan menyebarkan ketidakbahagiaannya kepada orang-orang lain di sekelilingnya.
Anda adalah sang penyebabnya dan tindakan karma negatif ini ternyata menyebar dan mempengaruhi banyak orang.
Saat (efek) karma negatif ini kembali, dampaknya sama dengan total dari semua yang telah terkena pengaruh negatif yang Anda sebabkan.

Saya bertemu seorang anak perempuan yang berumur sekitar 30 tahun. Dia bisa digolongkan orang yang ‘terbelakang’ secara mental. Dia berbicara dengan berbagai macam ‘suara’. Saat Anda tanya siapa dia sebenarnya, maka dia kadang akan memberitahu bahwa dia adalah ‘gor gor’ (saudara laki). Lalu saat nada bicaranya berubah dan Anda tanya lagi siapa dia, maka jawabannya bisa ‘jie jie’ (saudara perempuan yang lebih tua) atau ‘mei mei’ (saudara perempuan yang lebih muda). Total ada 4 anak di dalam tubuhnya. Ibunya berkata bahwa anak tersebut kadang menjadi sangat bengis saat marah. Dia juga membuat suara-suara yang gaduh dan berisik pada malam hari sehingga mengganggu para tetangga.

Kasus lain adalah seorang pria berumur 36 yang air liurnya masih menetes dan secara mental terlihat seperti masih berumur 15 tahun – karena dia mulai menjadi terbelakang secara mental pada umur itu. Jika ditinggalkan sendirian di dalam rumah, dia akan membuat berbagai kerusakan pada rumah tersebut.

Masih kasus lain lagi adalah seorang anak laki-laki berumur 5 tahun yang tidak dapat mengucapkan kata-kata. Dia hanya bisa mengeluarkan suara gaduh. Secara umum dia terlihat sehat, hanya tidak bisa menngucapkan kata-kata untuk berkomunikasi. Orang tuanya sudah mencari berbagai macam bantuan dan mencoba berbagai macam cara tapi tidak ada yang efektif.

Saya membaca sebuah cerita mengenai seorang pria yang tidak dapat belajar untuk mengucapkan kalimat yang berarti – dalam arti dia hanya dapat mengulangi satu kata dari sebuah kalimat yang diajarkan kepadanya. Siapapun yang mengajarnya juga akhirnya menyerah.
Buddha mengajar dia untuk menyapu lantai sambil menjapa “menyapu debu membersihkan kotoran duniawi”. Buddha memberitahu kepada semua yang bertemu dengan dia (orang diajar oleh Buddha) untuk menjapakan kalimat tersebut kepadanya untuk membantunya.
Buddha melihat kehidupan lampau orang tadi. Dia adalah seorang rahib yang berpendidikan dan mampu memahami berbagai sutra dan ajaran dengan baik. Tapi sayang dia menjadi terlalu sombong dan lupa akan kerendahhatian. Dia juga menjadi kurang sabar dan suka berteriak pada mereka yang lambat dalam belajar.
Karmanya membuatnya menjadi salah satu orang ‘bodoh’ seperti label yang dia berikan kepada orang lain.

Hilangnya kemampuan berbicara dan lain-lainnya adalah hasil dari Karma Negatif yang dilakukan oleh seseorang – di mana hal tersebut harus ‘dibayarnya’ pada kehidupan kali ini atau kehidupan selanjutnya.

Saya melihat banyak pengacara yang melakukan pembohongan demi memenangkan kasus para kliennya dan untuk meningkatkan popularitasnya. Ini bagaikan piala-piala trofi yang terbuat dari tengkorak orang-orang yang telah mereka jagal dan dibawanya untuk memamerkan kemenangannya. Mereka juga mematok harga yang tidak masuk akal sejalan dengan proses mengumpulkan tengkorak-tengkorak tersebut.

Minggu lalu saya tidak sengaja bertemu dan saling pandang dengan orang yang ‘usai menjagal’.

Saat bersadhana, saya memberitahu Shizun bahwa saya merasa aneh seperti ada sesuatu yang menusuk hati saya, meski tidak mematikan tapi tetap saja rasanya tidak nyaman. Kemarin di dalam meditasi saya mendapatkan jawabannya. Saya bertatap muka dengan seorang iblis yang mengenakan tubuh manusia. Ya begitulah. Haha! Saya lega setelah mengetahui hal yang membuat saya tidak nyaman dalam beberapa hari ini.

Shizun menyarankan agar saya cukup melihatnya saja tapi jangan bertindak untuk menghentikan amukan mereka. Jangan turut campur tangan dengan karma orang lain. Karma tersebut harus berjalan secara alamiah. Kita dapat membantu hanya saat mereka siap untuk bertobat.

Oh ya, saya terus mendengar Shizun menjapa Sutra Hati dalam pendengaran saya seperti saat yang dilakukan Beliau di Australia baru-baru ini. Beliau ingin saya mengamati tapi dengan hati yang tenang. Jangan mengambil tindakan untuk menghentikan para pengacara ini. Waktu mereka akan datang.

Ya ya, orang-orang menderita berbagai penyakit kronis dan kita ingin menolongnya. Maka ajarilah mereka untuk bertobat dan juga melakukan aksi sosial untuk membantu para insan.

Mereka harus mengurangi ‘gempuran’ karma negatif mereka sendiri.

Salam metta.

Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School

No comments:

Post a Comment