Showing posts with label tubuh. Show all posts
Showing posts with label tubuh. Show all posts

Friday, September 6, 2019

Tanggapan Mutual berarti Melebur Manunggal



Sumber: Karya tulis Mahaguru Lu 蓮生活佛 > 師尊文集 > 249_來自佛國的語言
Diterjemahkan oleh Lotuschef ke Bahasa Inggris – 27 Oktober 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 「相應」即是「合一」Mutual Response is Merge as One




Catatan: 
相 Xiāng – mutual, saling, timbal balik
應 Yīng – respon (tanggapan)

蓮生活佛 > 師尊文集 > 249_來自佛國的語言


有人問我:「什麼是相應?」
Seseorang bertanya kepadaku: Apakah yang dimaksud dengan Tanggapan Mutual (Yoga)?

我答:「合一。」
Aku menjawabnya: Melebur manunggal menjadi satu.

人問:「如何合一?」
Orang-orang bertanya: Bagaimana mencapai pemanunggalan itu?

我答:「制心一處。」
Aku menjawabnya: Satu hati yang terfokus.

我又說:「佛陀說,制心一處,無事不辦!」
Aku melanjutkan: Sang Buddha mengatakan, hati yang mampu berfokus, tak ada hal yang tak bisa diselesaikan!

佛的意思是說:只要能制心一處,任何事都可以成功。
Sang Buddha bermaksud mengatakan: Hanya saat hati berfokus pada satu hal, maka segala hal akan berhasil dilakukan.

這和老子說的:「人能守一,萬事畢!是同一的道理。」
Sama seperti yang dikatakan Lao-zi: Mereka yang mampu menjaga Satu, semua persoalan akan terselesaikan! Prinsipnya sama.



我們常說:天人合一。
我說:
神人合一。
天我合一。
佛我合一。
心氣合一。
本尊與我合一。
上師與我合一。
護法與我合一。
諸尊與我合一。
智慧與我合一。
宇宙與我合一。

這「合一」就是彼此互融,入我我入,祂進入我,我進入祂。
[Manunggal] ini sesungguhnya adalah saling menampung, memasuki aku – aku memasuki, Ia memasukiku, Aku memasuki-Nya.

我的精神集中力,完全投射在本尊的身、口、意上。
Kemampuan konsentrasi vitalitasku semuanya terproyeksikan/terfokus pada tubuh, ucapan dan pikiran Sang Yidam.

我的觀想,全是本尊的莊嚴寂靜。
Visualisasiku, semuanya adalah sang yidam yang tampil dalam segala kemuliaannya yang hening nan khidmat.

我的咒語,全是本尊的心咒。
Mantraku, semuanya adalah mantra hati sang yidam.

我的手印,全是本尊的身。
Tanganku yang membentuk mudra, semuanya merupakan tubuh sang yidam.

從這裡去覺受!
Dari sini bisa dirasakan!

慈悲。
愛。
光明。
遼闊。

由專一而進入寂靜。
由專一而進入宏觀。
由專一而進入溫暖。(法樂)

密教修「相應法」,是藉觀想(意)、手印(身)、咒語(口)。
三者合一,清淨,進入三昧之中。
這裡面蘊藏著:
神祕。
高遠。
無限。
永恆。
從實實在在的修持上,去達到合一相應的境界。

淨土宗教你,念佛達到合一相應。
禪宗教你參話頭,禪修達到合一相應。
律宗教你守戒律,讓精神達到合一相應。
密教教你身口意清淨,以手印、持咒、觀想達到合一相應。

這裡一個最重要的口訣: 「一」。
Di sini, kunci rahasia yang sangat penting adalah: [Satu].

世上萬事都是喧囂嘈雜的。
紛紛擾擾而無休無止。

你只要實修「一」。
Kamu hanya perlu tekun melatih [Satu].

你的心靈就昇華了,達到與本尊合一。
Hati, ruh, atau sukmamu akan membubung menjadi bunga lotus, mencapai pemanunggalan dengan sang yidam.

~~~~~~~~~~~~~

Bahasa Buddha?

Hahaha!

Ini adalah kunci-kunci yang Mahaguru Lu berulang kali ajarkan selama ini!

Aku yakin mereka yang tekun pasti mengingatnya di dalam hati!

Apakah kamu masih mengejar hal-hal yang tidak bajik dan tidak penting seperti Nama, Ketenaran, Gelar, Kemuliaan, Penghormatan, Citra Diri, …?

Sayang sekali banyak yang tertinggal di belakang karena tersesatkan oleh orang-orang yang telah menjual jiwanya kepada Mara atau sejenisnya!

Karena mengikuti para pemimpinnya yang telah rusak, mereka terjatuh bersama ke 3 alam rendah, atau malah lebih buruk, ke Neraka Vajra Tiada Akhir.


Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Monday, March 13, 2017

Hanya Butuh [Tubuh Ucapan Pikiran]!



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 10 Maret 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 只需[身口意]Only Need [Body Speech Mind]!


Dari arsip percakapan:

A: Hendak berbagi artikel denganmu karena tulisannya masuk akal dan juga logis.
Metode untuk memperkuat frekuensi dari jarak yang terpisah jauh supaya bisa mendekat.
Jadi hal ini menjelaskan mengapa abhiseka jarak jauh itu memungkinkan.

---


Keajaiban Pengamalan Tiga Misteri

Oleh Maha Acharya Feng Da An
...

Berbagai macam Energi Buddha dan Medan Energi Para Insan menembus ke dalam tubuh dan pikiran orang-orang secara bersamaan dan terus-menerus. Energi Buddha sifatnya lembut (karena ia menampilkan kodrat sejati Dharmadatu) dan halus, jadi pengamalannya bersifat suci. Sedangkan Medan Energi Para Insan itu keruh (karena terbentuk dari berbagai khayalan), sehingga pengamalannya bersifat kotor. 

Para insan tak mampu mengalami/merasakan Energi Buddha karena Medan Energi mereka telah menyelubunginya. Di dalam Medan Energi, semakin jauh suatu objek, semakin lemah Medan Energinya. Medan Energi yang kuat bisa menutupi yang lemah. Oleh karenanya, berbagai objek yang mampu dilihat, didengar dan disentuh oleh para insan adalah yang berada di dekat mereka saja.

Sedangkan perihal suara, semakin jauh jaraknya, maka akan semakin lemah dan ia akan menghilang saat terpisah sangat jauh. Tapi bila saja ada sebuah cara untuk menaikkan kekuatan panjang gelombang, maka suara yang berada di kejauhan juga bisa didengar atau bahkan lebih kencang daripada suara dari objek-objek yang berada lebih dekat, contohnya adalah radio. Televisi dan mesin faksimili juga punya fungsi yang mirip, mereka membuat orang-orang bisa melihat objek yang jauh dalam warna yang sempurna; Medan Energi sebuah objek yang jauh tersebut telah diperkuat sehingga mampu mengalahkan Medan Energi objek yang lebih dekat. 

Sama halnya, Energi Buddha juga bisa diperkuat dengan berbagai cara yang menakjubkan sehingga ia menjadi lebih kuat daripada Medan Energi Para Insan.

Ada berbagai macam fasilitas siaran untuk meninggikan suara. Lalu, bagaimana cara memperkuat Energi Buddha?

Adalah dengan tiga pengamalan yang ajaib:
  • Berbagai macam Mudra untuk melahirkan benih pencerahan.
  • Berbagai macam Mantra untuk mengairi dan menumbuhkan benih pencerahan.
  • Berbagai macam perenungan suci untuk mengalami kondisi-kondisi yang berhubungan dengannya.

---

B: hahaha!
Bija aksara bisa dipelihara dengan mudra, mantra, dan juga visualisasi!
种子字让手印,真言,观想而滋润!

Adalah konsep dari artikel yang baru saja kutulis :)

Masih ingatkah rasanya berkat energi saat kamu menonton siaran langsung atau bahkan dari rekaman?
Ini sama seperti yang hendak dijelaskan oleh artikel di atas!

Tapi mereka harus merasakannya sendiri barulah bisa dibilang “nyata” adanya!


A: Ya, aku juga ingat saat puja di sini, kamu memberitahu bahwa bija aksara akan tumbuh bila dipelihara dengan bodhicitta dan penjapaan mantra.
Sekali lagi mengucap terima kasih kepadamu.


B: hahaha! 
Tidak banyak orang yang menghargai hal-hal yang kubagikan! :)
Kunci-kunci yang kubagikan juga berakhir di telinga-telinga yang tuli!
Padahal yang dibutuhkan hanyalah inti-inti dasar saja!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

你还在追什么?
Apa lagi yang masih kamu kejar?


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, June 28, 2016

Pemusatan Perhatian – Perenungan Atas Wujud [1]



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 23 November 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Mindfulness – Contemplation of Form [1]


Sutra Kayagata-sati: Pemusatan Perhatian di dalam Tubuh
Diterjemahkan dari Bahasa Pali oleh Bhiksu Thanissaro
Sumber: MN 119 PTS: M iii 88 | Kayagata-sati Sutta: Mindfulness Immersed in the Body


Ekstrak:
“Lebih lanjut lagi, bhiksu merenungi tubuhnya sendiri mulai dari telapak kaki ke atas, dari ujung kepala ke bawah, semuanya dibungkus oleh kulit dan penuh dengan berbagai macam hal yang kotor:
‘Di tubuh ini terdapat rambut kepala, rambut di badan, kuku, gigi, kulit, daging, otot, tulang, sumsum, ginjal, jantung, hati, selaput paru-paru, limpa, usus besar, usus kecil, esofagus (kerongkongan), feses, empedu, lendir dahak, nanah, keringat, lemak, air mata, minyak kulit, ludah, ingus, cairan di persendian, air kencing.’

Bagaikan sebuah karung dengan dua bukaan di ujungnya yang penuh dengan bermacam-macam biji-bijian – gandum, beras, kacang hijau, kacang merah, biji wijen, beras yang telah dikupas –
Dan seorang pria dengan penglihatan yang baik, saat menuangkannya, ia akan merenungkan,
‘Ini gandum. Ini beras. Ini kacang hijau. Ini kacang merah. Ini biji wijen. Ini beras yang telah dikupas’;

Dengan cara yang sama, bhiksu merenungi tubuhnya sendiri dari telapak kaki ke atas, dari ujung kepala ke bawah, semuanya dibungkus oleh kulit dan penuh dengan berbagai macam hal yang kotor:
‘Di tubuh ini terdapat rambut kepala, rambut di badan, kuku, gigi, kulit, daging, otot, tulang, sumsum, ginjal, jantung, hati, selaput paru-paru, limpa, usus besar, usus kecil, esofagus (kerongkongan), feses, empedu, lendir dahak, nanah, keringat, lemak, air mata, minyak kulit, ludah, ingus, cairan di persendian, air kencing.’

Dan ia selalu peka, bersemangat dan tak ragu-ragu, segala ingatan dan keputusan mengenai kehidupan rumah tangga ditinggalkannya, dan dengan meninggalkannya maka pikirannya terfokuskan dan batinnya menjadi tenang, menyatu dan terpusat.

Demikianlah bagaimana seorang bhiksu mengembangkan pemusatan perhatiannya yang melebur ke dalam tubuhnya.

“Lebih lanjut lagi, bhiksu merenungi tubuhnya – tegak ataupun dalam posisi lain – dalam hubungannya dengan berbagai karakterisiknya:
‘Di dalam tubuh ini terdapat karakteristik tanah, karakteristik cairan, karakteristik api, dan karakteristik angin.’
** [Empat elemen utama 四大 – Tanah air api angin 地 水 火 风]

Seperti halnya seorang penjagal ataupun muridnya yang terampil, setelah menjagal seekor sapi, akan duduk di perempatan jalan sambil memotongnya menjadi bagian-bagian kecil, maka bhiksu merenungi tubuhnya – tegak ataupun dalam posisi lain – dalam hubungannya dengan berbagai karakterisiknya:
‘Di dalam tubuh ini terdapat karakteristik tanah, karakteristik cairan, karakteristik api, dan karakteristik angin.’

Dan ia selalu peka, bersemangat dan tak ragu-ragu, segala ingatan dan keputusan mengenai kehidupan rumah tangga ditinggalkannya, dan dengan meninggalkannya maka pikirannya terfokuskan dan batinnya menjadi tenang, menyatu dan terpusat.

Demikianlah bagaimana seorang bhiksu mengembangkan pemusatan perhatiannya yang melebur ke dalam tubuhnya.

“Lebih lanjut lagi, seperti saat ia melihat jasad yang dibuang di tanah pemakaman – telah mati selama satu hari, dua hari, tiga hari – mengembung, menjadi hitam kelabu dan mengeluarkan nanah, ia menerapkannya kepada tubuhnya sendiri, ‘Tubuh ini juga: Karena kodratnya yang seperti itu, masa mendatangnya juga akan seperti itu, dan tak bisa dihindari pula’…


“Atau sekali lagi, seperti saat ia melihat jasad yang dibuang di tanah pemakaman, mulai diambili oleh burung gagak, burung bangkai, elang, anjing, hyena, dan berbagai binatang lain… seonggok kerangka yang ternoda oleh daging dan darah, tersambungkan oleh otot-otot… seonggok kerangka tanpa daging yang ternoda oleh darah, tersambungkan oleh otot-otot… seonggok kerangka tanpa daging ataupun darah, tersambungkan oleh otot-otot… tulang-tulang yang terlepas dari otot-ototnya, berserakan di segala arah – di sana ada tulang tangan, di sana ada tulang kaki, di sana ada tulang kering, di sana ada tulang paha, di sana ada tulang pinggul, di sana ada tulang punggung, di sini tulang rusuk, di sana tulang dada, di sini tulang bahu, di sana tulang leher, di sini tulang rahang, di sana ada gigi, di sini sebuah tengkorak… tulang-tulang yang memutih, bagaikan warna kerang… bertumpukan selama lebih dari setahun lamanya… membusuk dan terurai menjadi serbuk: Ia menerapkan hal yang serupa kepada tubuhnya, ‘Tubuh ini juga: Karena kodratnya yang seperti itu, masa mendatangnya juga akan seperti itu, dan tak bisa dihindari pula.’

Dan ia selalu peka, bersemangat dan tak ragu-ragu, segala ingatan dan keputusan mengenai kehidupan rumah tangga ditinggalkannya, dan dengan meninggalkannya maka pikirannya terfokuskan dan batinnya menjadi tenang, menyatu dan terpusat.

Demikianlah bagaimana seorang bhiksu mengembangkan pemusatan perhatiannya yang melebur ke dalam tubuhnya.

~~~~~~~~~

Hahaha!
Masih ada sambungannya lagi!

Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Saturday, June 4, 2016

Perubahan yang Aneh



Ditulis oleh Lotuschef – 2 Juni 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 怪异变化 Weird Transformation



Di dalam Tantrayana, melatih sadhana ada kemungkinan malah menjadi “aneh” atau “sakit jiwa”.
Hahaha!
Aku tidak guyon loh!

Kamu ingatkah 10 Tahap Pengembangan Pikiran oleh Kobo Daishi? Aku pernah membagikannya di dalam blog ini.
Mahaguru Lu juga mengajarkan hal yang sama!

Kamu ingatkah Mahaguru Lu pernah menulis tentang Membaca Tengkorak?
Dan aku juga menulis tentang Membaca Tulang?
YA!
Tak hanya Membaca Aura saja, namun juga tulang!

Artikel ini merupakan pengingat di saat yang tepat untuk melakukan Evaluasi Diri yang Sejujur-jujurnya!

Mulailah dari Wajahmu!
Fotolah dirimu sekarang ini!
Dan bandingkan dengan foto kira-kira 5 hingga 10 tahun yang lalu.

Sekarang: tiliklah seluruh tubuhmu!
Lihatlah bentuk badanmu dari paling atas hingga ke ujung kaki.
Kamu lihat ada yang berbeda?
Apakah bobot badanmu bertambah mungkin di sekitar perut dan pinggulmu?

Kemudian: Apakah kiranya tulang punggungmu bengkok?
Seperti orang bongkok?

Lalu: Jari-jarimu!
Apakah mereka kaku dan bengok, serta tak bisa diluruskan?

Lanjutkan dengan: tangan-bahu, pinggul-tubuh bagian bawah, sendi-sendinya masih fleksibel?
Bisakah kamu memutar sendi-sendi tangan-bahumu dengan mudah dan tanpa rasa sakit?
Bisakah juga kamu melenturkan/merenggangkan tubuh bagian bawahmu dan menekuk lututmu dengan mudah tanpa merasa sakit ataupun kaku?

Hahaha!

Maka kini, dengan menggunakan data Mahaguru Lu sebagai Konstanta-nya, bandingkanlah!

Wajah: Apakah sekarang kamu tampak semakin muda daripada sebelumnya?
Apakah kamu bersinar dan memancarkan kehangatan dan kegembiraan?
Ataukah kamu malah menjadi kelihatan tua dan lelah sampai-sampai sebuah senyuman juga tak bisa membuat wajahmu nampak gembira?
KEDUA MATAMU kelihatan lelah oleh berbagai persoalan dunia ini? Dan kelihatan kalau beban masalahmu bertambah dan kamu mengunci dirimu sendiri ke dalam berbagai kebutuhan duniawi?!

Bentuk Tubuh: Aku telah melihat banyak master pria yang menjadi gemuk, bentuk badannya menjadi seperti wanita, bertingkah seperti wanita, dan bahkan bicara dan gerak-geriknya juga seperti wanita!

Oleh karenanya lakukanlah sisa evaluasi lainnya dengan menggunakan kata-kata Mahaguru Lu sebagai panduanmu!
Kalau kamu tak ingat apapun, ini adalah saatnya bagimu untuk benar-benar memahami apa itu seorang Guru Akar, dan MENGAPA kamu memilih untuk bersarana kepada-Nya!

Lamdre, yang baru mulai dibabarkan oleh Mahaguru Lu, memberimu kesempatan baru untuk memahami Pelatihan Buddha Dharma dari Titik Awal!

Jangan lewatkan kesempatan besar ini untuk belajar dan menyelamatkan dirimu sendiri!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Wednesday, December 3, 2014

Membaca Sajak-sajak Milarepa


Dikutip dari dari artikel Mahaguru Lu: 師尊文集 > 172_隨風的腳步走 > 讀密勒日巴之偈
Kumpulan Karya Tulis Lu Sheng Yan No.172 {Mengikuti Jejak Angin}
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 21 November 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 讀密勒日巴之偈 Reading Milarepa's Verses



Di atas adalah sebuah lukisan yang menggambarkan Milarepa.
Di web hanya bisa menemukan gambar itu, yang paling mirip dengan yang pernah kulihat.
Aku pernah melihat Milarepa duduk di atas sebuah batu, di hamparan padang rumput.
Angin meniup ujung kain jubahnya sehingga terlihat “mengambang”! :)
Kamu punya thangka seperti itu untuk dibagikan?


讀密勒日巴之偈
蓮生活佛/文

  偶讀「密勒日巴」的四句偈,令我心中戚戚然。其四偈如下:

  當我觀察此身時,覺彼無常似朝露,不久當老幻死滅。
Saat aku mencermati tubuh ini, aku merasa ia tak kekal bagaikan embun di pagi hari, selang beberapa saat akan menua, mati, dan hancur.

  我觀伴侶親眷時,悟彼實如眾商客,不久離去難常聚。
Saat aku mengamati pasangan dan sanak saudara, menjadi sadar bahwa perjumpaan ini bagaikan para pedagang yang saling bertemu, selang beberapa saat akan berpisah dan sulit untuk sering bertemu.

  我觀血汗財寶時,恰似勤蜂所聚蜜,為他人忙終成空。
Saat aku melihat harta yang dikumpulkan dengan keringat, bagaikan lebah yang bekerja keras mengumpulkan madu, menyibukkan diri sendiri demi orang-orang lain dan pada akhirnya juga menghilang.

  我觀事業家園時,悟彼實如大牢獄,惡業罪行之淵藪。
Saat aku melihat rumah dan pekerjaan/karir dalam hidup ini, aku menyadari bahwa hal itu bagaikan penjara yang besar, sarang berkumpulnya berbagai kejahatan.

  我讀此四偈,汗涔涔下。
Aku membaca empat baris sajak di atas, keringatku bercucuran kemana-mana.

  看世間行者,「密勒日巴」如此說:
Melihat para sadhaka duniawi, Milarepa mengatakan hal berikut:

  貪慾深入心,兢兢患得失,為文字所縛,心無決定見,升斗必計較,以養愛慾女,散亂並逸樂,役身心如奴,身披懶惰枷,繫輪迴巨錨,口云依佛法,實做諸罪行,矯揉順世情,己鼻被人牽,如斯學佛者,時在苦惱中。
Keserakahan yang merasuk hingga ke dalam hati, selalu ketakutan (paranoid) akan untung dan rugi, terpaku oleh berbagai macam tulisan, hati tak bisa tegas, untuk hal-hal untung-rugi yang kecil juga sangat perhitungan, dengan cinta yang memelihara menjadi mendamba wanita, kacau dan menjadi jauh dari sukacita, tubuh dan pikiran dijadikan budak, badan juga bermalas-malasan, mencoba untuk mencapai target utama dari Transmigrasi, mulut mengaku mematuhi ajaran Buddha Dharma, namun malah berbuat banyak dosa, mengikuti sentimen dunia, hidung sendiri dicucuk (disetir) oleh orang-orang lain, kalau mau belajar Buddha Dharma dengan cara seperti ini, pastinya pikirannya akan mendapat banyak gangguan.

  警惕啊!警惕!
Waspadalah Ah! Waspadalah!

  讀「密勒日巴之偈」,深印我心,我也是常常如此觀察的,尤其第二偈,我深深的體會。

  我依止山林時,我觀察親眷,知道難常相聚了,又很多很多的親朋好友,難常相聚了,又佷多很多的聖弟子,難常相聚了,我那一點情,歸何處?

  第一偈,更不用說,一息不來,就是一坯黃土。

  嗟嘆的寫下一詩:

  如何敢說不滿足

  慶幸自己尚能知行止

  只剩那一點情

  不容我死

  看破大牢獄

  看破之時

  才能親證那真如

  活的時候不會永遠的迷糊

  感恩聖者的指引

  提供陽光與空氣

  忍辱之人終於達到淨土

~~~~~~~~~~~~

Jetsun Milarepa


Dikutip dari situs Karma Triyana Dharmachakra, The North American Seat of His Holiness the Gyalwa Karmapa ~ Jetsun Milarepa.


Ekstrak:

[--- Bagaimana caranya kita sampai kebingungan dan terperdaya samsara sehingga terus menerus terjerat di dalamnya? Melekat kepada samsara ternyata yang memperdaya kita sendiri.

Justru bukan karena penampakan enam alam samsara atau dunia di luar lingkungan kita yang menyebabkan kita terjerat dan kebingungan: ternyata kemelekatan kita terhadap hal-hal itulah yang mengikat kita.

Demikianlah Tilopa memberitahu Naropa: “Anakku, kita ini tak terbelenggu oleh berbagai macam penampilan; kita justru terbelenggu oleh kemelekatan kita terhadap mereka.”

Bila kita tak menganalisa samsara, hanya dengan mengandalkan kecerdasan kita untuk melihat apapun sebagaimana adanya, kita bisa berdiam di dalam semacam kebahagiaan atau sukacita. Namun hal ini tentunya mengindikasikan kalau kita belum melihat langsung ke dalam samsara dan menganalisanya secara lebih teliti.
Harus menggunakan kecerdasan untuk mengamati berbagai macam rupa (wujud) yang merupakan penampilan para insan: besar, kecil, dan seterusnya, dan berbagai macam rupa yang kita lihat di lingkungan sekitar.
Kita bisa menganalisa itu semua untuk menemukan penyebab dan kondisi kemunculan mereka. Untuk melihat keberadaan para insan, kita bisa melihat pikiran dan tubuh kita sendiri dan bagaimana kedua aspek tersebut menciptakan karma.
Kalau kita mengusutnya lewat cara ini, kita akan mulai paham bagaimana alam keberadaan kita ini muncul, dan kita juga akan melihat bahwa sifat alamiah dari samsara adalah penderitaan.
Secara tradisional, penderitaan dibagi menjadi tiga macam: penderitaan yang meliputi semuanya, penderitaan karena perubahan, dan derita dari penderitaan. ---]


Ekstrak:

[--- Milarepa menimpali: “Terima kasih atas berkat dari para Buddha, Bodhisattva, Lama Guru-ku dan istrinya, sehingga aku bisa mendapatkan secercah pengalaman, secercah realisasi.

Dengan tubuh yang telah matang seutuhnya ini, rupa fisikku ini, memang memungkinkan untuk mencapai Kebuddhaan.

Tubuh ini adalah perahu yang akan menyeberangkanku melewati Samsara menuju Kebuddhaan.

Namun, juga memungkinkan di mana aku bisa menggunakan tubuh ini untuk menumpuk karma buruk, dan nantinya terlahir kembali ke neraka.


Di sini ada sebuah pilihan.

Aku bisa mengarahkan pikiranku ke aktivitas yang positif dan mencapai Kebuddhaan dalam satu kehidupan, atau aku bisa mengarahkannya ke aktivitas yang negatif dan menuju ke neraka. ---]

~~~~~~~~~~~~

Hahaha! Aku khan selalu mengatakan tentang [Pilihan]!

Gunakan Sisa Hidupmu yang Terbatas di kehidupan kali ini dalam Cangkang Manusia dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat, bukannya sembrono asal-asalan!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Friday, October 3, 2014

Karma – Ketertarikan yang Membawa Maut


Ditulis oleh Lotuschef – 3 Oktober 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Karma – Lethal Attraction 业-桃花
Dalam Bahasa Mandarin: 业-桃花 Karma – Lethal Attraction



Foto-foto yang dipajang di atas diambil dari salah satu sesi puja api homa di sebuah taman atap, Semarang, Indonesia.
Kurukulle (Tara Merah) menjadi salah satu Yidam Tamunya.
Cukup manggala!

Di sana melatih sadhana “Afinitas Besar”!

---

1. Baru-baru ini bertemu dengan seorang pria muda yang punya [mata Bunga Persik] – jenis mata yang mampu menarik lawan jenis namun mematikan!

Sayangnya, orang ini punya wajah yang melankolis dan menderita, nampak menyedihkan. Ia mampu menarik lawan jenis namun hubungan asmaranya tak akan berlangsung lama. Selalu saja cintanya diputus!


2. LY bunuh diri saat cintanya ditolak oleh kekasihnya. Mahaguru-lah yang dengan sepenuh tenaga menariknya kembali ke dunia. Ia seorang dosen dan juga professor!


3. Seorang mahasiswa, cintanya selalu diputus oleh para wanita.
Setiap kali terjadi, rasanya seperti mau mati saja!
Lalu dia bertanya: Reverend, kenapa cintaku selalu putus di tengah jalan?

Kujawab: Kamu memilih orang, orang-orang juga punya HAK untuk memilihmu atau orang lain dong.

Kusarankan dia untuk merenung: Sebelum ini, saat dia tak berhubungan dengan wanita itu, bagaimana dia bisa (tetap bertahan) hidup.


4. Seseorang datang untuk sesi konsultasi pribadi.
Ia menikah dengan seorang janda.
Di tempat kerjanya, seorang rekan kerja tertarik untuk menjalin hubungan asmara dengannya.
Orang yang berkonsultasi ini punya [Mata Bunga Persik].
Masalahnya semua wanita, baik yang di rumah maupun yang di luar sana, semuanya datang untuk [Menagih Hutang Karma] darinya.
“Menyentuh” wanita manapun di luaran sana akan membawa maut baginya.
Semua penagih hutang karmanya dalam tubuh wanita sudah mengantri untuk menagih darinya.

Orang ini benar-benar menumpuk banyak [Hutang Cinta] dari berbagai kehidupan lampaunya!
Tak sampai 3 bulan sejak sesi konsultasi tadi, ia meninggal karena ditabrak truk barang!
Jelas sekali orang ini tak mendengarkan nasihatku.

---

Teman-temanku sekalian yang terkasih,

Tahukah bahwa Hui Neng, Sang Patriak Zen ke-6, adalah orang yang buta huruf?

Begitu seseorang mendapatkan Pengetahuan, bila tak di-[Gunakan], maka jadi [Nol] – tak berguna.

Hahaha!

Di dalam Buddha Dharma, ada berbagai “Penawar Racun” atau Metode Kemudahan, yang dirancang untuk menyelesaikan berbagai persoalan duniawi.

Harus [Digunakan]!

[Merelakan] adalah cara Menggunakannya dengan baik!

Di dunia saha ini, bila kamu bisa [Memahami] bahwa semua hal hanyalah bagaikan Gelembung-gelembung Mimpi, maka segala Kemuliaan atau Kementerengan yang cuman sesaat ini akan [Lewat] semuanya.
Itulah yang disebut sebagai [Memahami] [Ketidakkekalan]!

Tahu cara [Merelakan], maka kamu akan mendapatkan [Tubuh – Ucapan – Pikiran] yang [Suci].
Demikianlah Mahaguru Lu mengatakan: Saat [Tubuh – Ucapan – Pikiran]-mu bersih atau suci, maka kamu adalah seorang Buddha.

Dengan kemelekatan dan belitan yang tiada habisnya ini!
Dan kamu sendiri tak bisa lepas darinya!
Bertanya: Bagaimana caranya kamu bisa melatih diri untuk berhasil Beryoga dengan Yidam?


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Saturday, July 19, 2014

Tugas


Ditulis oleh Lotuschef – 18 July 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Assignment 作业



Pure Karma mencetak kertas sembahyang ini dalam dua sisi.
Satu sisi dengan mantra Usnisa Wijaya dan sisi satunya lagi dengan mandala mantra vajra 6 alam.

Untuk Puja Api Homa, kertas tersebut dipakai untuk melilit potongan kayu cendana, seperti gambar di atas.
Untuk keperluan lain, digunakan juga untuk melilit Sertifikat Sarana.


Dan tugas kali ini:
Kertas Sembahyang Mantra Vajra yang Membebaskan Enam Alam [1]
Kertas Sembahyang Mantra Vajra yang Membebaskan Enam Alam [2]


Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Bacalah kedua artikel di atas dan beritahukan pandanganmu mengenai email BB kepadaku dalam kata-katamu sendiri.
Kalau kamu memang ingin belajar, maka kerjakanlah tugas rumah ini.
Pikirkan baik-baik sebelum kamu mengajukan pertanyaan lagi!
Salam dan marilah bermain-main.

---

Mengutip dari obrolan:

[--- PK: Dicoba lagi ya. :)
Sayangku, kamu belum mengerjakannya dengan baik.
Hehe! Bacalah ulang email BB dan pikirkan sekali lagi.
Salam.

AA: Ok fashi, menyenangkan, aku menemukan beberapa petunjuk hehehe :)

PK: Hehe!
Mahaguru bilang untuk melatih kalian semua dalam hal Pola Pikir juga!
Kebijaksanaan akan muncul dari pikiran dan Bodhicitta yang dilatih dengan baik! :)
Dan aku rela mengajar kalian semua tanpa meminta uang.
Jadi mereka yang bahkan tak ingin mencobanya, wah sayang sekali!
Mintalah W dan J untuk turut mencobanya juga!
Yang aku bagikan kepadamu untuk tugas ini tak boleh dibagikan dengan orang lain.
Salam dan ayo bermain-main!

Bukankah pembelajaran interaktif seperti ini sungguh bagus?

AA: Ya, benar. Bisa belajar cara melihat dari sisi lain hahaha.
Kasus yang bagus buat tugas kita :)
Ok, aku akan beritahu W dan J untuk turut mencoba dan belajar.
Selamat malam, fashi.
---]


[--- PK ke BB: Sayangku, jawablah semua pertanyaan di sana terlebih dulu sebelum kamu mengirimkan email dengan topik ini kepadaku!
Salam.

BB: Ok, aku coba lagi ya.

PK: Masih belum benar.
Petunjuk dariku adalah Pikirkan: tubuh, ucapan, dan pikiran!
Kamu bisa coba lagi.

BB: :D ya lor, sementara ini itu panah terbaik dariku dan masih belum kena. ---]


[--- PK ke CC: Hi sayang, beberapa sudah benar.
Tapi berikut adalah beberapa pertanyaan yang kamu belum pikirkan: -----
Hahaha!
Pikirkan lagi dan coba jawablah pertanyaan di artikel ke-[2].
Salam. ---]


[--- DD: Hi Fashi, mohon lihat jawaban-jawabanku di bawah ini. Terima kasih!

PK ke DD: Bukan. Yang ini lebih mendalam lagi dan juga diambil dari emailnya!
Kamu tak menggunakan apa yang kubagikan lewat artikel-artikelku, dan juga yang kuajarkan kepada kalian semua secara privat.
Lihatlah dari berbagai sudut pandang daripada yang kamu lakukan sekarang.
Pikirkan: Tubuh, Ucapan, Pikiran. ---]


[--- PK ke EE: 这点也不明确!再想想!
这样有来有往才真正的用脑,学思维!
再用心一点吧!

请不要给任何看我的评语!

EE: Terima kasih Fashi, aku akan diam dan mengerjakannya kembali.
Salam. ---]


[--- FF: Aku juga ingin turut main-main dan mengirimkan tugasku.

PK: Pasti, ganti sudut pandangnya dan kali ini cobalah lebih definitif. Mahaguru bilang bahwa Pencerahan adalah Tunggal nan Absolut! ---]


[--- PK ke GG: Tak banyak yang bisa melakukan 敬师 重法 实修!
Cobalah pikirkan, dari Ketiga ini, kamu harus meleburnya ke dalam kehidupanmu dan menjadikannya sebagai kebiasaanmu hingga mereka layaknya udara yang kau hirup! :)
Lakukan salah satu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di artikel ke-[2] ya.
Ayo bermain-main! ---]


[--- HH: Fashi... ini PR-nya ^_^

PK ke HH: Hahaha!
Beberapa sudah benar tapi masih harus berpikir lebih dalam. :)
Coba lagi! ---]

---

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Mau turut serta mencobanya? :)

Batas akhir mengumpulkan tugas ini adalah Senin, 12 Juli 2014, jam 12 siang.

Ingatlah: Bila kamu ingin belajar, maka kamu harus mau berusaha. :)

Buang jauh-jauh: Ego, Kesombongan, Muka, karena mereka adalah racun yang Menghalangi kemajuan pelatihan dirimu.

Salam dan ayo bersenang-senang!

Aku hanya Menolong mereka yang mau Menolong diri mereka sendiri! :)
Ingatlah: Tubuh, Ucapan, dan Pikiran. Dan jangan tinggalkan rumah tanpa membawa Empat Kebenaran Mulia juga!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, July 18, 2014

Kertas Sembahyang Mantra Vajra yang Membebaskan Enam Alam [2]


Ditulis oleh Lotuschef – 16 Juli 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Vajra Six Realms Liberating Mantra Joss Paper [2]



Baca juga: Kertas Sembahyang Mantra Vajra yang Membebaskan Enam Alam [1]

Bertanya:
  1. Kenapa email dari BB tergolong permohonan pribadi untuk mencari pengetahuan sehingga dikenakan biaya?
  2. Kenapa biaya yang dikenakan dialihkan ke Kegiatan Amal yang hanya disetujui oleh Pure Karma saja?
  3. Kenapa jawaban atas email pendek tersebut ditangguhkan oleh Pure Karma?
  4. Kenapa mengarahkan BB ke Guru Akarnya sendiri?
  5. Kenapa email tersebut ia layangkan ke gmail Lama Lotuschef, bukannya ke email resmi Pure Karma?
  6. Lama Lotuschef melihat bahwa orang tersebut saat ini belum cocok untuk diedukasi. Kenapa kiranya?

---

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Mohon kirimkan pendapatmu ke purekarmaservices@gmail.com.
Kamu juga boleh mengirimkannya dalam Bahasa Indonesia.

Namun ingatlah selalu bahwa Pure Karma tak berkewajiban untuk menjawab semua pertanyaan yang kamu layangkan!

Pikirkanlah tentang: Tubuh – Ucapan – Pikiran.


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, May 13, 2014

Altar Fisik – Perlukah?


Ditulis oleh Lotuschef – 17 April 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Physical Altars – Need Them? 有形坛城-需要吗?



Di atas adalah altar di salah satu aula Nirvana Memorial Garden, Singapura.
Di sana melakukan pelimpahan pahala secara sukarela. Semua biaya ditanggung oleh Lotuschef & teman-teman murid, termasuk semua suplai yang didonasikan untuk kegiatan amal setelah sesi puja.

 Altar temporer (sementara) yang dibangun oleh Pure Karma untuk setiap sesi puja api homa di luar ruangan.

Altar Pure Karma di dalam ruangan. Sangat cemerlang dan sederhana, dan yang terpenting: hangat dan menyambut!

Yang ini adalah perayaan di China untuk memperingati patriak Zen, Hui Neng.
Perlu dicatat bahwa pola-pola pikir duniawi telah mengotori Kesucian Agama Buddha Aliran Zen yang diajarkan oleh Reverend Hui Neng.
Hahaha! Pikiran-pikiran duniawi “BERPIKIR” kalau banyak hal dibutuhkan (untuk melakukan sesuatu)!

Satu lagi yang dibangun Pure Karma untuk puja api homa di luar ruangan.
Tak ada perasaan yang kacau, bukan?

Yang ini dibangun oleh VM Lian Ye menurut interpretasinya akan panduan yang dipublikasikan oleh Komite Pusat!
Apakah di atas memberimu perasaan yang “MENYENANGKAN”? :)

Yang ini baru saja dibagikan di artikel kemarin. TERASA ANEH!

Dua altar di atas salah peletakan. Patung-patung yang seharusnya ada di sisi naga malah diletakkan di sisi macan, begitu juga sebaliknya. Pandangan mata dari patung-patung buddha juga memancarkan kesinisan dan aneh!

Altar ditata ulang dan kemudian kembali mengundang para Dewata yang bersangkutan untuk memuliakan atar dengan kehadiran mereka dan supaya mereka mau terus berdiam di sana!


Dalam Tantrayana, saat kamu mulai bersadhana, kamu hanya butuh altar yang sederhana saja.
Demikianlah jangan membangun altar yang rumit dengan banyak patung yang KAMU PIKIR atau orang lain bilang KAMU BUTUH INI DAN ITU!

Hahaha!
Dan semakin kamu mendapatkan kemajuan dalam tingkat pelatihan dirimu, menurut Guru, kamu adalah altar atau mandala itu sendiri.
Atau lebih tepatnya: tubuhmu adalah mandalamu!

Bahkan di banyak rumah ibadah, banyak patung malah membikin tambah rumit rumah ibadah itu sendiri!

Bagi kita semua di Satya Buddha, KITA CUMAN BUTUH GURU AKAR KITA, PADMAKUMARA, BUDDHA HIDUP LIAN SHENG!

Sebuah altar yang patung-patungnya “didiami” oleh roh-roh binatang, hantu, dan sebagainya?
Lebih baik jangan punya altar! :)

Di dalam blog ini sudah banyak dibagikan artikel mengenai Altar.
Baca-bacalah kembali.

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Disunting dari Jurnal Lotuschef

Related Posts:


Sunday, May 4, 2014

Lotuschef Bermain-main – Wajah-wajah


Ditulis oleh Lotuschef – 28 April 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Faces 脸孔



Berikut ini dicuplik dari upacara di Vajragarbha Taiwan, 26 April 2014 lalu.

2014年4月26日聖尊蓮生活佛盧勝彥主持「高王觀世音菩薩」護摩大法會+開示-台灣雷藏寺

04/26/2014 Nine Stages Dharma of the Great Perfection Dzogchen by Grand Master Lu-Taiwan Lei Tsang Temple


Amat-amati juga foto-foto candid dari orang-orang di sekitarmu. :)
Beberapa dari mereka akan menunjukkan Wajah ASLINYA kepadamu bila penglihatanmu cukup Tajam!
Ada orang yang mengatakan kalau di sekitar Guru bagaikan tempat berkumpulnya binatang, seperti kebun binatang kiranya.

Hahaha! Di sini mau menyampaikan apa?

Bahwa semua Pengaruh Karma Pribadimu itu terukir dengan jelas di wajahmu!

Di artikel-artikel yang kutulis baru-baru ini tentang “Pertemuan Menarik”, ada beberapa wajah yang aku sendiri tak ingin “melihatnya” meski hanya sebentar saja!

Tapi Guru bilang “lihatlah baik-baik”, jadi aku melaksanakan seperti yang beliau inginkan.

Lalu ada pula orang-orang yang “memaksa” menyodorkan foto-foto keluarga atau teman-teman mereka supaya “kulihat”!

Mohon maaf sekali bila kamu berpikir dengan memaksaku melihat foto-foto yang disodorkan di hadapanku adalah hal yang sia-sia! Mereka tak akan mendapatkan berkat dariku!

Yang ada malah mereka dengan karma buruk yang berat bisa kena efek negatifnya setelah dilihat!

Rasa Benci dari Keserakahan & Kebodohan dalam dirimu bisa muncul sendiri saat sesi Pembacaan Aura atau “Dilihat”!

Maksudnya: Saat para Dharmapala atau Dewata dipaksa untuk melihat orang-orang tertentu, orang-orang tersebut malah bisa dihukum lebih awal daripada dibiarkan berjalan secara alamiah!

Jangan paksa siapapun ke hadapan para Yogi Sejati karena kamu mungkin tak akan suka dengan hasilnya setelah itu!

Ingatkah yang tertulis di dalam Sutra Hevajra?
Ia yang mampu beryoga dengan Hevajra akan mampu menggunakan visualisasi untuk mengambil nyawa insan yang sangat jahat, dengan menggunakan Pisau Purbha.



Seingatku aku pernah menuliskan artikel tersebut di blog ini!
Kalau tak salah di seri Senjata Astral.

Ingatlah selalu bahwa Tubuh – Ucapan – dan Pikiranmu adalah petunjuk siapa dirimu sebenarnya! :)

Lebih baik jangan menjadi pusat perhatian kalau auramu tanpa kau sadari selalu menunjukkan dirimu sebenarnya!

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Disunting dari Jurnal Lotuschef

Related Posts:


Saturday, February 8, 2014

Lotuschef Bermain-main – Kata-kata Guru atau Darimu?


Ditulis oleh Lotuschef – 22 Januari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – SZ’s Words or Yours?




Kutipan dari artikel Lotuschef Bercakap-cakap – Negosiasi Dengan Alam Roh:

[--- Hahaha! Saat menerjemahkan Metode Penyucian yang Guru ajarkan baru-baru ini, aku menemukan satu artikel Ringkasan dalam Bahasa Mandarin di situs resmi Ordo Satya Buddha yang ditulis oleh seorang VM.

Aku sempat berpikir untuk menggunakannya dan menerjemahkannya, tapi ngeri sekali aku melihat yang tertulis selain tak akurat juga Poin-poin Pentingnya dihilangkan atau tak dituliskan!

Artikel itu ditulis dengan catatan tanggal 20 Januari 2014, hanya 2 hari setelah Guru memberikan ceramah tersebut! ---]

Bukan itu saja yang sangat ngawur!
Judul artikelnya juga salah!
口清淨 – berarti Mulut atau Ucapan yang Bersih.


【TBSN最新】2014年1月18日蓮生活佛盧勝彥主持「準提佛母護摩法會」開示大圓滿口訣--口清淨

接著,蓮生法王繼續開示「大圓滿法口訣部--口清淨
一個行者無論再微小的事情都要細心的做好,但要如何清淨自己與環境呢?蓮生法王提到四種以「吽」字(ཧཱུྃ)的修持口訣--

四種「口清淨」的方法:
一、 行者觀想心際蓮花開放,內立有一藍色的「吽」字(ཧཱུྃ),此時行者口輕聲唸「吽、吽、吽…」,觀想藍吽字從右鼻孔出,藍吽字由小變大,藍吽字變多,佈滿房子的牆壁四周、家人身上,再向外推展至整個山河大地…,甚至整個地球,全部佈滿藍色吽字。

然後,再將外在所有藍色的「吽」字,一一從左鼻孔吸回,行者自身充滿藍色吽字,最後再將自身內在與環境外在世界,用力大聲唸一藍色大吽字,
全部變成藍色的光,內在、外在全部清淨。

Bagian terakhir berarti [Saat semua telah berubah menjadi Sinar berwarna biru, semua hal Internal dan Eksternal menjadi Bersih].


Bukankah si penulis artikel ini tidak mencatat ceramah Guru dengan Sebenarnya?

Penyucian, menurut Guru, adalah Membersihkan atau Menyucikan [Tubuh, Ucapan, dan Pikiran]!
Namun si penulis hanya menuliskan Penyucian Mulut/Ucapan saja!

Guru yang selalu menekankan 3 faktor utama dalam Sadhana: [Mudra – mewakili Tubuh; Mantra – mewakili Ucapan; Visualisasi – mewakili Pikiran], maka melakukan 3 faktor dalam Sadhana tersebut dengan cermat pasti akan menyucikan si praktisi!


Saat pertama kali aku menyampaikan ceramah dharmaku tanggal 7 November 2009 di Seattle, Guru juga membahas mengenai Interpretasi (Pengartian) dan Terjemahan, beserta dengan tingkat Akurasinya.

Tapi ini bukan TERJEMAHAN!

Membuat ringkasan ceramah Guru dengan jujur dan akurat dalam bahasa Mandarin, bahasa yang digunakan Guru, tak membutuhkan kemampuan Menerjemahkan, berhubung  hal tersebut berada dalam lingkup bahasa yang sama!

Guru katakan bahwa saat kamu belum mencapai Kebuddhaan, jangan memberikan opini atau saran; karena kamu bisa menyesatkan orang-orang dan ke belakangnya akan membuat masalah tambah kacau!

Hal seperti ini istilahnya “Kalau tak tahu, jangan berlagak atau berpura-pura tahu!”


Teman-temanku sekalian yang terkasih, kini pahamilah kenapa aku selalu menekankan semua orang untuk MENDENGARKAN GURU AKAR SAJA, BUKAN YANG LAINNYA!

Hahaha!

Sungguh! Pernyataan-pernyaataan yang dipublikasikan tanggal 22 September 2013 kemarin, dibilang berasal dari Guru dan diunggah di situs resmi Satya Buddha juga!

Lebih baik memastikan ada rekaman video Guru atau tulisan Guru sendiri, sebelum kamu mengandalkan atau belajar dari sumber tersebut!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, October 29, 2013

Reinkarnasi Para Dewata


Ditulis oleh Lotuschef – 25 Oktober 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on Reincarnation of Deities & Divinities 仙佛转世


Berikut adalah pranala ceramah dharma Guru tanggal 20 Oktober 2013 di Vajragarbha Pelangi, Seattle:
10/20/2013 Nine Stages Dharma of the Great Perfection (Dzogchen) by Grand-Master Lu – Rainbow Temple

Di ceramah tersebut, Guru membahas mengenai berbagai Reinkarnasi.
Beliau mengatakan bahwa seorang Buddha atau Bodhisattva mampu membelah dirinya menjadi berbagai pengejawantahannya dalam wujud awam.
Cucu laki-laki Guru adalah seorang reinkarnasi dari Tetua Gunung Buddha 佛山长老.
Sedangkan cucu perempuannya adalah seorang Bodhisattva Tingkat ke-7 七地菩萨.

Namun beliau mengatakan bahwa para reinkarnasi tersebut masih harus MELATIH DIRI untuk KEMBALI TERHUBUNG dengan Wujud Asal mereka.


Aku ingat pernah menulis sebuah artikel mengenai Reinkarnasi Para Dewata juga.

Hahaha! Baik mereka merupakan reinkarnasi ataupun bukan, sungguh tak ada artinya dan bukan masalah juga!
KUNCINYA adalah Dirimu sendiri yang Berlatih.
Semua sepenuhnya bersandar pada usaha dan ketulusanmu sendiri!

Kembalilah mempelajari dasar-dasar yang dibutuhkan dan pelajarilah Karakteristik Para Dewata atau yidam yang kamu pilih.
Perhatikanlah, di atas kutulis sebagi YIDAM, yang berarti satu (tunggal).
Sementara ini latihlah SATU YIDAM saja!
Belajar berjalan dulu sebelum belajar TERBANG!

Teman-teman murid yang membuang-buang waktunya mengejar para reinkarnasi atau yang di dalam Satya Buddha adalah para Teratai Besar warna XX; kini saatnya untuk bangun dan sadar!
Mereka mau jadi apapun atau berasal dari manapun, Sungguh tak ada hubungannya denganmu!
Hahaha!


Mengutip dari Wikipedia – Trikaya:

Doktrin ajaran mengatakan bahwa seorang Buddha mempunyai tiga kaya atau tubuh:
  1. Dharmakaya atau Tubuh Kebenaran yang mengejawantahkan prinsip utama dari pencerahan dan ia tiada batasnya;
  2. Sambhogakaya atau Tubuh Kenikmatan Pahala yang berupa tubuh manifestasi kenikmatan atau cahaya terang;
  3. Nirmanakaya atau tubuh ciptaan yang mengejawantah di dalam waktu dan ruang.

Mengutip dari Rigpa Shedra – Nirmanakaya:

Nirmanakaya (Bhs. Sansekerta: nirmāṇakāya; Bhs. Tibet: སྤྲུལ་སྐུ་, tulku; Trans. Wylie: sprul sku), atau ‘dimensi manifestasi yang tiada pernah berhenti’ adalah sebuah rupakaya atau tubuh berwujud yang muncul dari kuasa sambhogakaya dan tampil sebagai ia yang menjinakkan berbagai insan, baik yang suci maupun tak suci.

Saat dibagi ke dalam kategori, Nirmanakaya ada empat jenis:
  1. Nirmanakaya dari kelahiran, seperti para guru kita yang lahir di Surga Tushita sebagai anak para dewa, Dampa Tok Karpo.
  2. Nirmanakaya maha unggul (Skt. uttamanirmāṇakāya; Tib. མཆོག་གི་སྤྲུལ་སྐུ་, Wyl. mchog gi sprul sku), seperti Buddha Shakyamuni yang menampilkan dua belas karya pencerahan (Skt. dvadaśabuddhakārya; Wyl. mdzad pa bcu gnyis) di sini, Jambudwipa.
  3. Nirmanakaya beragam (Skt. janmanirmāṇakāya; Tib. སྐྱེ་བ་སྤྲུལ་སྐུ, Wyl. skye ba sprul sku) yang mengejawantah demi menjinakkan para insan mulai dari Indra hingga seorang gadis belia.
  4. Nirmanakaya ketrampilan (Skt. śilpinnirmāṇakāya; Tib. བཟོ་བོ་སྤྲུལ་སྐུ་, Wyl. bzo bo sprul sku) seperti manifestasi seorang pemain kecapi demi menjinakkan Gandharva Rabga, kemudian juga mengejawantah menjadi makanan enak, jembatan, taman hiburan, dan pulau-pulau, juga bisa dalam wujud pahatan, lukisan, tenunan bergambar, dan rupang-rupang hasil cor logam.

Atau, seperti yang ditulis oleh Sogyal Rinpoche:

Di dalam Buddhisme Tibet, nirmanakaya digambarkan sebagai pengejawantahan pencerahan, dalam berbagai wujud dan cara yang tiada batasnya, di dalam dimensi fisik. Ia secara tradisional didefinisikan dalam tiga bagian.

Pertama adalah pengejawantahan dari seorang Buddha yang telah tercerahkan sepenuhnya, seperti Siddhartha Gautama, yang terlahir ke dan mengajar di dunia ini;

Yang ke-dua adalah yang kelihatannya seperti orang awam namun ia terberkati dengan kapasitas khusus untuk memberi manfaat bagi banyak insan: seorang tulku; dan

Yang ke-tiga adalah insan dengan tingkat pencerahan tertentu yang berkarya untuk memberi manfaat dan menginspirasi insan-insan lain melalui berbagai karya seni, ketrampilan, dan ilmu pengetahuan (sains). Maksudnya, seperti yang dikatakan oleh Kalu Rinpoche, adalah “ekspresi spontan, seperti sinar yang terpancar dengan spontan dari matahari, tanpa sang matahari harus menyuruhnya atau sadar memikirkan tindakan memancarkan ini. Demikianlah sang matahari dalam memancarkan sinarnya.”


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sunday, March 3, 2013

Sutra Avatamsaka: Buku 1, Bagian 1.3 – Ulasan

Buddha Locana (Mata Buddha) mengenakan mahkota singa

Ditulis oleh Lotuschef – 26 Februari 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Avatamsaka Sutra: Book 1, Part 1.3 – Review

{AA: Hampir lupa memberitahumu.
Pagi ini, Guru datang ke dalam mimpiku dan menyuruhku mengulang kalimat yang diucapkannya:
“Tubuh dan mata Buddha adalah Vajra. Buddha. Buddha. Buddha.”
Beliau tersenyum setelah aku mampu mengulangnya.

Masih ada beberapa orang lagi di sebelahku.
Meski aku lupa kalimat lengkapnya, tapi bagian yang diulang tadi sekiranya adalah inti dari mimpi hari ini.

Kita tunggu saja apa yang Guru ingin sampaikan.
Salam, fashi tersayang :) }

{AA: Aku baru saja membaca artikel terbarumu: Aku Bantu Kamu Meminta Kepada Guru.
Lucu sekali.
Tapi itu membuatku menyadari saat melihat Guru yang telah membabarkan banyak kunci rahasia sadhana untuk yidam-yidam tertentu; itu sama artinya dengan beliau yang rela berbagi dan tak takut kehilangan apapun karena diambil orang.
Sungguh kerelaan dan amal yang tiada tara, tapi sebaliknya para VM sepertinya malah takut akan kebenaran ini.}

{LC: Hahaha! Meski belum tentu benar, tapi kalau aku boleh menebak, Guru memberitahumu untuk menggunakan tubuh dan matamu serta aksimu sebagai vajra, menjalankan bodhicitta dan menegakkan Buddha Dharma!
Dan itu sudah kamu lakukan lewat terjemahan!
Hehe!

VM ini si mamasan dari XX!
Ia sama sekali tidak melatih diri layaknya seorang pemeluk agama Buddha!}

AA sayang, kamu juga menakutkan! Sutra Avatamsaka bagian 1.3 membahas mengenai tubuh Buddha: berbagai metode untuk menyelami pencerahan para Buddha dari segala masa semuanya nampak dalam Tubuh Buddha ~ Inilah pembebasan yang didapatkan oleh Suara Kebebasan.}

Hehehe!
Ya! Aku masih melanjutkan berbagi sutra ini betapapun letihnya diriku! :)

[Tubuh Buddha bagaikan angkasa, tanpa bentuk dan tiada habisnya; leluasa, ia mencakupi sepuluh penjuru...] }

{AA: Wah, ya sekarang jadi kelihatan seram! Hahaha.}


{LC: Aku akan mengunggahnya sekarang.
Sabda-sabda di dalamnya memang mengerikan (baca: mengagumkan).
Kau ingat foto-foto di mana patung Buddha menjadi terang sekali hingga tak jelas dilihat saat Lian Yi fashi dan aku difoto?
Hilang lalu Muncul dan kemudian Lebih Menghilang lagi?
Ada potongan dari bagian 1.3 ini yang juga membahas tentang hal tersebut!
Hahaha!

Berikut kutipan dari Sutra:

[Tubuh Buddha yang suci dan selalu tenang damai; Terang sinarnya menjangkau hingga ke seluruh dunia; Ia tidak berlambang, tanpa corak, tanpa citra, bagaikan awan-awan di angkasa, demikianlah ia dilihat.]

[Tubuh Buddha bagaikan angkasa, tanpa bentuk dan tiada habisnya; leluasa, ia menyerap sepuluh penjuru. Semua manifestasi yang muncul sesuai dengan jodoh dan kebutuhan bagaikan ilusi sihir:...] }

---

Teman-teman sekalian yang terkasih,
Masih turut bersamaku dan menikmati perjalanan kita dalam Merayakan Pencerahan Sang Buddha?
Tetaplah bersama dan jangan sampai terpencar dari teman-teman.
:)

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts:

Monday, January 16, 2012

Aura Kebijaksanaan [Bab 21] Kebodohan


Diambil dari buku karya Buddha Hidup Lian Sheng, Shen-yen Lu:
No. 154 – The Aura of Wisdom, Bab 21: Kebodohan
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh True Buddha Foundation Translation Team
Dibagikan dengan komentar oleh Lotuschef – 24 Juni 2011
Diterjemahkan oleh Lotus Nino

Sumber: The Aura of Wisdom [Ch.21] Ignorance 无明


BAB 21 – Kebodohan


Saat Sang Buddha mencapai Pencerahan di bawah pohon bodhi, beliau mengatakan hal berikut, “Sifat Sejati yang telah ada di dalam diri semua insan tiada bedanya dari Dharmakaya Tathagata (Vairocana).

Semua pahala duniawi dan transendental milik para insan oleh karenanya telah sempurna dan lengkap. Dan ternyata kebodohan-lah yang membutakan mata mereka dari menyadari sinar dan pahala yang telah ada di dalam diri mereka sendiri.

Perhatikanlah kata “kebodohan” ini.
Saat kebodohan telah disingkirkan, para insan dan Buddha ternyata setara dan tiada berbeda.

Pelatihan agama Buddha aliran Tantra selalu menggunakan Tiga Rahasia berikut:
Rahasia Tubuh – dengan membentuk mudra.
Rahasia Ucapan – dengan menjapa mantra.
Rahasia Hati (Pikiran) – dengan merenungkan pikiran yang benar (Visualisasi Kesucian)

Seseorang pernah berkata, “Praktek agama Buddha aliran Tantra menekankan pada visualisasi, seperti visualisasi persembahan yang dirubah dari satu menjadi banyak dan memenuhi seluruh alam semesta. Berhubung visualisasi ini hanyalah imajinasi yang tak nyata (hanya membayangkan), dan imajinasi yang tak nyata merupakan pikiran yang melompat kesana kemari, maka mempersembahkan imajinasi yang tak nyata ini sama artinya dengan membohongi para buddha dan bodhisattva. Bukankan ini merupakan kebodohan?”

Aku menimpalinya, "Untuk mampu menyingkirkan kebodohan, ada hal yang penting di sini yang perlu diterapkan, yaitu menggunakan metode ‘mengakhiri ilusi dengan ilusi’. Jadi, kamu menyingkirkan pikiran-pikiran yang tak beraturan dengan menggunakan pikiran-pikiran juga, yang berarti menggapai kenyataan dengan menggunakan ilusi.”

“Meski visualisasi transformasi (perubahan) persembahan merupakan sebuah proses berpikir, walau begitu ia dilakukan dengan ketulusan. Saat digabungkan dengan kekuatan pemberkatan dari penjapaan mantra dan pembentukan mudra, visualisasi persembahan tersebut terberkati oleh kekuatan dharma dari Tiga Rahasia Tathagata. Sebegitu hebatnya hingga segala keinginanmu bisa terkabulkan.

Demikianlah perubahan yang menakjubkan dari pemberkatan, ia menyingkap pemahaman yang sesungguhnya akan hati (pikiran) seseorang.


Bagi orang di luar sana (orang yang tak tahu menahu), semua hal adalah dibuat-buat dan palsu.
Namun di dalam Tantra, semua imajinasi yang tak nyata, saat diberkati dengan kekuatan perubahan yang menakjubkan dari Tathagata, akan berubah menjadi kenyataan.


Orang-orang jaman sekarang sudah berjumpa dengan dharma tantra Satya Buddha yang kubabarkan.

Pada kenyataannya, “Tathata/Dharmata (Sifat Sejati dari Kenyataan)” adalah aku, dan Buddha dharma adalah aku.

Melalui penerapan Tiga Rahasia “Tubuh, Ucapan dan Pikiran”, begitu banyak dimensi yang sangat menakjubkan dan rahasia akan terekspresikan.

Namun saat seseorang meninggalkan Tiga Rahasia tersebut, sungguhlah tak ada harapan lagi untuk mencapai Kebuddhaan!

‘Mantra’, ‘mudra’, ‘visualisasi’: ‘Tubuh’, ‘ucapan’, ‘pikiran’.


Saat mendapatkan kontak spiritual melalui Tiga Rahasia ini, melakukan pemberkatan melalui transformasi yang menakjubkan, dan menyadari Kebenaran melalui berbagai dukungan dan visualisasi, si praktisi pada akhirnya mampu mencapai Kebudhaan dalam kehidupan ini juga.

---

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
“Kebodohan” ini merupakan topik favoritku!!!

Ada banyak artikel di dalam blogku yang menunjukkan bahwa visualisasi yang kita lakukan adalah Benar dan Manjur.

Transformasi persembahan untuk para insan di 6 alam samsara – aku memberitahu si Y untuk memvisualisasikan sinar-sinar warna putih yang turun dari angkasa dan menghujani semua insan, lalu Y berkata: bukan putih, tapi ada banyak warna seperti Pelangi.

Mandala chakra mantra vajra 6 alam – saat mandala ini berputar, si M mengatakan kalau dia melihat sinar-sinar pelangi yang memancar ke seluruh penjuru dan memberkati semua insan.

Kebodohan juga bisa muncul dari rasa takut akan Sesuatu Yang Tak Diketahui, atau malah karena tak tahan melihat orang lain yang lebih cerdas daripada dirinya sendiri, sehingga akhirnya memfitnah, menjadi bengis dan mengancam.
Hal-hal seperti ini sudah banyak kutemui.


Amituofo
Lotuschef
TBS
Pure Karma Vihara