Showing posts with label tugas. Show all posts
Showing posts with label tugas. Show all posts
Sunday, April 17, 2016
Mahaguru Lu & Mujizat [2] – Waktu
Ditulis oleh Lotuschef – 17 April 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 卢师尊与奇迹 GM Lu & Miracles [2] – 时空 TIME
Mengutip dari artikel Menunjukkan Langsung [1]:
Di atas dan di bawah ini: Lotuschef di saat sesi sadhana bersama di Singapura.
Kita akan mampu “bersinar”, hanya saat kita benar-benar bersadhana dan mempraktikkan bodhicitta!
Di atas: Di Vajragarbha Seattle, di saat ceramah dharma pertama Lotuschef. Lotuschef saat itu berumur 53 tahun, tapi masih nampak muda dan berseri, tak seperti seorang ibu tua, khan? :)
Di atas: Saat bersadhana sendirian di Singapura, dan di bawah: sesi puja bersama di Indonesia.
Mengutip dari artikel Kosong akan menjadi Tak Terhingga, Tak Terbatas, Tak Terukur!:
[--- A: Hehe. Tiga tugas yang menyaring. Aku akan menerjemahkan ke bahasa terlebih dahulu.
B: Ya! Filter atau menyaring.
Hehe! Yang pertama memberitahu Mahaguru bahwa hampir semua tak punya dasar yang dibutuhkan!
7/29/14, 7:38 PM
A: Apakah kata “waktu” ini mengacu pada “periode”?
Karena artinya sedikit berbeda di dalam Bahasa Indonesia.
B: Yang ke-2 memberitahu Mahaguru bahwa para murid ini berbohong selama ini, dan tak sudi melakukan riset untuk belajar cara yang benar.
Tidak juga. “Waktu” di sana adalah suatu tingkat di dalam pelatihan diri, bukan “periode”.
.......
B: Ya! Kalau kamu tak bersadhana dengan benar, kamu tak akan mampu menjawab bagian ke-2 dengan baik!
Boleh dibilang bahwa kamu mampu mengosongkan segalanya dan dari segi WAKTU, kamu mampu menjelajahi jagad raya hanya dengan Satu Pikiran. Jadi bagaimana cara mengukur WAKTU? Atau bahkan Jarak yang ditempuh, ataupun Kecepatannya?
Mahaguru bilang: Dengan satu pikiran dan aku akan sampai ke tempat yang kuinginkan.
Hahaha! Tiada satupun yang mampu mengukur seorang Buddha!
7/29/14, 11:38 PM ---]
~~~~~~~~~~~~
Kemarin Mahaguru Lu bercerita bahwa buku-buku karya tulisnya menyala!
Dan juga rekaman-rekaman videonya punya “kesaktian” yang sama untuk menyembuhkan!
Cetakan kata-kata dan gambar menangkap citra Mahaguru Lu, seorang Buddha Hidup!
Hahaha!
Di dalam Tugas [3] yang dibagikan di dalam blog ini, WAKTU adalah faktor atau topik yang Mahaguru Lu instruksikan kepadaku untuk dibagikan denganmu semua.
Namun dari berbagai ceramah Mahaguru Lu setelah Tugas [3] tersebut, masih banyak teman-teman murid yang tak paham apa yang sedang beliau ajarkan selama ini.
Menyedihkan? Namun itulah yang terjadi!
Cetakan kata-kata maupun Citra yang tertangkap sesungguhnya adalah hadiah dari Mahaguru berupa Waktu Ilahi-NYA! :)
Kalau kamu tulus dan punya jodoh yang relevan, hadiah-hadiah seperti ini atau Kapsul Waktu dapat dibuka untuk kamu GUNAKAN, demi memberi manfaat bagi para insan!
Hahaha!
Masihkah kamu berpikir kalau aku hanya bicara sampah selama ini?
Oh! Jangan abaikan ataupun melewatkan berbagai Hadiah dari para buddha di dalam Dharani juga!
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
Bahasa Indonesia,
dharani,
kapsul waktu,
lotuschef,
Mahaguru Lu,
tugas,
waktu
Wednesday, April 15, 2015
Pengembangan Pikiran – Pola Pikir Orang Awam
Ditulis oleh Lotuschef – 13 April 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Mind Development – Sentient Mindset
Baca juga: Tiga Ceramah yang diberikan oleh Bodhidharma:
[---莲花净译 yang terkasih, kenapa menyia-nyiakan waktumu untuk berputar-putar terus?
Guru bilang Tiada yang Baik maupun yang Tak Baik.
Terhadap seorang sadhaka yang serius, hal tersebut merupakan TIADA PIKIRAN!
Seperti yang dijelaskan oleh Guru, Pikiran tak diberikan kesempatan untuk memicu serangkaian pikiran, demikianlah baru bisa menghentikan aksi karma yang muncul dari serangkai pikiran tersebut.
Di sini aku menyarankan:
Jangan sampai terlalu melekat pada mendaki tingkatan dalam pelatihan diri. Saat Dharma menjadi persoalan utamanya, maka tak ada yang namanya tingkatan.
Sama halnya dengan Gelar, ia hanyalah klasifikasi duniawi – demi kemudahan saja.
Sungguh tak ada gunanya mengejar atau mengikuti siapapun yang dianggap telah berhasil melatih diri. Apa yang Guru ajarkan sudah lebih dari cukup bila kamu berlatih dengan tekun dan sungguh-sungguh.
Hahaha!
Menghormati Guru, Menghargai Dharma, dan Melatih diri dengan tekun!
Adalah yang dikatakan oleh Guru Rinpoche Padmasambhava.
Oleh karenanya yang namanya Pelatihan Diri adalah untuk Diri Sendiri, namun tanpa Bodhicitta, si pelatih tak akan mampu melepaskan diri dari Samsara.
Memberitahumu sebuah tip khusus: Semakin banyak kamu berbagi, semakin kamu memahami Dharma! ---]
~~~~~~~~~~~~~
Dari tulisan si murid, kita bisa melihat bahwa ia berputar-putar tiada henti MENCOBA dengan segala tenaga untuk Memaksakan pandangan-NYA!
Hahaha!
Inilah salah satu orang yang menyia-nyiakan kehidupannya kali ini untuk menjaga EGO – sebuah pengejaran yang sungguh tak penting!
Ia suka “memberitahu” orang-orang, juga mengenai apa yang Benar & Salah!
Ia memberitahuku kalau “Fashi, tak boleh menonton film atau TV”!
Juga yang mencoba mengerjaiku untuk menggunakan “kesaktianku” untuk mengenyahkan 2 hantu wanita dari sebuah unit apartemen yang ia sedang pasarkan!
Memintaku supaya duduk di belakangnya saat sesi sadhana untuk MELIHAT apakah ia sedang melakukan "入定" atau Meditasi atau Memasuki Samadhi dengan benar atau tidak!
Memberitahuku bahwa ia akan menginstruksikan para Dharmapala yang menjaga kediamannya untuk mempersilakanku masuk, untuk memeriksa apakah ia mampu “Memasuki Samadhi” dengan benar atau tidak! (Ia bilang kalau selalu bersadhana tiap pagi dan sekitar 7:30 pagi akan berada di sesi “Memasuki Samadhi”.)
Memberitahuku cara mendapatkan “kesaktian” dengan lebih cepat pula! – Seperti yang kutuliskan dalam artikel seperti “Cara cepat untuk menjadi sakti”…
Ia HARUS menonton Siaran Upacara secara Langsung (Live), bukan versi yang telah direkam!
Lalu?
Dari model berpikir seperti ini, menurutmu apakah pikirannya telah berkembang/maju dalam undakan pelatihan diri?
BETAPA TIDAKNYA!
Yang ada malah LEBIH terbebani dengan berbagai persoalan duniawi, mengikatkan diri lebih erat ke dalam lingkaran samsara!
Ia juga “menghilang” setelah opininya dipublikasikan di dalam blog ini. Akun Facebook-nya juga berganti dan dikunci olehnya.
~~~~~~~~~
Guru bilang Tiada yang Baik maupun yang Tak Baik.
Terhadap seorang sadhaka yang serius, hal tersebut merupakan TIADA PIKIRAN!
Seperti yang dijelaskan oleh Guru, Pikiran tak diberikan kesempatan untuk memicu serangkaian pikiran, demikianlah baru bisa menghentikan aksi karma yang muncul dari serangkai pikiran tersebut.
Di sini aku menyarankan:
Jangan sampai terlalu melekat pada mendaki tingkatan dalam pelatihan diri. Saat Dharma menjadi persoalan utamanya, maka tak ada yang namanya tingkatan.
Sama halnya dengan Gelar, ia hanyalah klasifikasi duniawi – demi kemudahan saja.
Sungguh tak ada gunanya mengejar atau mengikuti siapapun yang dianggap telah berhasil melatih diri. Apa yang Guru ajarkan sudah lebih dari cukup bila kamu berlatih dengan tekun dan sungguh-sungguh.
Hahaha!
Menghormati Guru, Menghargai Dharma, dan Melatih diri dengan tekun!
Adalah yang dikatakan oleh Guru Rinpoche Padmasambhava.
Oleh karenanya yang namanya Pelatihan Diri adalah untuk Diri Sendiri, namun tanpa Bodhicitta, si pelatih tak akan mampu melepaskan diri dari Samsara.
Memberitahumu sebuah tip khusus: Semakin banyak kamu berbagi, semakin kamu memahami Dharma! ---]
~~~~~~~~~~~~~
Dari tulisan si murid, kita bisa melihat bahwa ia berputar-putar tiada henti MENCOBA dengan segala tenaga untuk Memaksakan pandangan-NYA!
Hahaha!
Inilah salah satu orang yang menyia-nyiakan kehidupannya kali ini untuk menjaga EGO – sebuah pengejaran yang sungguh tak penting!
Ia suka “memberitahu” orang-orang, juga mengenai apa yang Benar & Salah!
Ia memberitahuku kalau “Fashi, tak boleh menonton film atau TV”!
Juga yang mencoba mengerjaiku untuk menggunakan “kesaktianku” untuk mengenyahkan 2 hantu wanita dari sebuah unit apartemen yang ia sedang pasarkan!
Memintaku supaya duduk di belakangnya saat sesi sadhana untuk MELIHAT apakah ia sedang melakukan "入定" atau Meditasi atau Memasuki Samadhi dengan benar atau tidak!
Memberitahuku bahwa ia akan menginstruksikan para Dharmapala yang menjaga kediamannya untuk mempersilakanku masuk, untuk memeriksa apakah ia mampu “Memasuki Samadhi” dengan benar atau tidak! (Ia bilang kalau selalu bersadhana tiap pagi dan sekitar 7:30 pagi akan berada di sesi “Memasuki Samadhi”.)
Memberitahuku cara mendapatkan “kesaktian” dengan lebih cepat pula! – Seperti yang kutuliskan dalam artikel seperti “Cara cepat untuk menjadi sakti”…
Ia HARUS menonton Siaran Upacara secara Langsung (Live), bukan versi yang telah direkam!
Lalu?
Dari model berpikir seperti ini, menurutmu apakah pikirannya telah berkembang/maju dalam undakan pelatihan diri?
BETAPA TIDAKNYA!
Yang ada malah LEBIH terbebani dengan berbagai persoalan duniawi, mengikatkan diri lebih erat ke dalam lingkaran samsara!
Ia juga “menghilang” setelah opininya dipublikasikan di dalam blog ini. Akun Facebook-nya juga berganti dan dikunci olehnya.
~~~~~~~~~
TUGAS – per 13 April 2015
Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Bagaimana kiranya kamu bisa membantu murid ini dengan Buddha Dharma?
Kirimkanlah komentar atau bantuanmu ke purekarmaservices@gmail.com.
Kamu boleh menggunakan referensi ceramah Patriak Zen Bodhidharma untuk tugas ini.
“Belajar” dan “Menggunakan” adalah kunci penting di dalam Buddha Dharma!
Batas akhir untuk tugas ini adalah 20 April 2015.
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Kirimkanlah komentar atau bantuanmu ke purekarmaservices@gmail.com.
Kamu boleh menggunakan referensi ceramah Patriak Zen Bodhidharma untuk tugas ini.
“Belajar” dan “Menggunakan” adalah kunci penting di dalam Buddha Dharma!
Batas akhir untuk tugas ini adalah 20 April 2015.
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
aplikasi,
Bahasa Indonesia,
bodhidharma,
buddha dharma,
ceramah,
ego,
lotuschef,
orang awam,
Pola Pikir,
tugas,
zen
Friday, November 28, 2014
Tugas – Kontak Batin (18 November 2014)
Ditulis oleh Lotuschef – 18 November 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 18-11-2014 作业-感应 Assignment – Spiritual Response
Baca juga:
Kontak Batik Tak Muncul Lagi?
Iman yang Murni?
[所以,依密教所講,證驗是祕密的,不能講得太早,有感應就講出來,講到最後將所有的感應全講光了,就變成沒有感應了。
有時候祂讓你有了證驗,就是增加你自己本身的信心。]
[Demikianlah di dalam Tantrayana, Afirmasi adalah hal yang rahasia, tak boleh diungkapkan terlalu dini. Bila mendapatkan kontak batin lalu menceritakannya ke mana-mana, maka semua kontak batin tersebut akan hilang.
Kadang kala, saat kamu mendapatkan afirmasi, hal tersebut berguna untuk meningkatkan Iman-mu.]
[只要不是妄念所產生的,都是屬於真傳。]
[Selama bukan berkhayal, semuanya bisa dianggap sebagai Transmisi yang Sejati.]
Tugas berikut adalah supaya masing-masing individu mengaplikasikan berbagai pengetahuan Buddha Dharma.
Topik:
Mampukah kamu menjelaskan Mekanisme di balik (Kenapa Mahaguru Lu selalu membahas Kontak Batin, namun berbagai kontak batin tersebut tak “menghilang” atau berhenti)?
Kontak-kontak batin meliputi penglihatan akan para dewata dan perasaan akan mereka menyatu dengan-Nya.
Juga menerima “informasi” dan “bantuan” para dewata selama ini.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku akan berlibur hingga pertengahan Desember, jadi kamu bisa meluangkan waktumu untuk merenungkan topik ini. Kirimkanlah komentarmu sebelum 15 Desember 2014.
Mari bersantai dan bersenang-senang!
Ini merupakan salah satu Pelatihan untuk Pengembangan Pikiran.
CATATAN: Hanya komentar-komentar yang edukatif yang akan dipublikasikan ke dalam blog.
Kamu bisa mengirimkan komentarmu dalam Bahasa Inggris, Mandarin, ataupun Bahasa Indonesia.
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
Bahasa Indonesia,
buddha dharma,
kontak batin,
lotuschef,
mekanisme,
transmisi,
tugas
Sunday, November 23, 2014
Tugas Koan – Komentar [2]
Dibagikan dari masukan teman-teman beserta tambahan anotasi oleh Lotuschef – 15 November 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 公安作业 Koan Assignment – Comments [2]
Baca juga: Tugas – Koan
Cobalah lihat foto-foto di atas dengan lebih dekat. Mereka diambil saat Mahaguru mengunjungi Singapura di bulan Desember 2008.
Mahaguru sungguh dilindungi oleh banyak Dharmapala, mereka tak kasat mata! :)
~~~~~~
[--- Fashi sayang,
Setelah membaca kutipan tugas, berikut beberapa pandangan dariku:
ZZ telah melakukan sebuah hal baik karena masih berniat untuk menolong orang-orang, meski ia sudah keluar dari (kepengurusan) 2 rumah ibadah yang ia telah bantu dirikan sebelumnya.
Sampai sekarang masih mempraktikkan bodhicitta lewat menolong orang-orang.
Ia mendirikan YY setelah keluar dari 2 rumah ibadah.
Bukan hal yang mudah untuk dihadapi saat orang-orang di dalam organisasi menyusahkannya dan ia masih melaksanakan sumpahnya.
Meski begitu, aku tak tahu apa yang terjadi hingga ZZ akhirnya memutuskan untuk keluar dari 2 rumah ibadah tersebut.
Selain menjadi orang penting di dalam organisasi, pastinya ada banyak usaha, sumber daya, dan waktu yang ZZ telah abdikan. Buat kebanyakan orang, hal seperti ini pasti menimbulkan sebuah kekecewaan besar, dan bisa banyak yang pergi dan melupakan sumpah yang telah dibuatnya.
Tapi, ZZ masih terus menolong orang.
Bagian dari kutipan yang tertulis “MENOLONG PARA INSAN DI LUAR” mengesankan kalau ia membeda-bedakan orang-orang.
Dan kukira mempraktikkan kesetaraan adalah salah satu hal yang Mahaguru selalu ajarkan.
Di kutipan tersebut tertulis “berperan penting dalam membangun 2 cabang rumah ibadah, namun karena ada beberapa perselisihan ia keluar dan mendirikan YY”, aku tak yakin tentang hal ini tapi memberiku kesan kalau dia berpikir bisa menjalankan sumpahnya lewat organisasi.
Kalau dia berpikir demikian, berarti dia mungkin berpikir sama sepertiku dulu.
Dulu aku sering berpikir kalau kita ingin mendukung pembabaran dharma atau aksi amal, kita perlu mendirikan rumah ibadah (berhubung rumah ibadah adalah tempat untuk orang-orang berdoa) dan mengadakan acara amal untuk berbuat kebaikan bagi sesama.
Tapi setelah merenungi artikel-artikel yang kamu tulis dan publikasikan, kurasa memang ada banyak cara untuk mendukung Mahaguru dan pembabaran dharma. Kita pun bisa melatih diri dengan berbagai macam cara.
"... Ia ingin memastikan dharma Ordo Satya Buddha tetap terus disebarkan, demi membalas budi kemurahan hati Mahaguru."
Dari kutipan di atas, adalah hal yang baik untuk berbagi dharma Ordo Satya Buddha, tapi turut berharap supaya dia membabarkan versi yang benar.
Seperti yang kuamati, ada banyak murid Ordo Satya Buddha yang punya niat untuk membabarkan dharma, tapi malah berakhir membimbing orang-orang ke pola pikir yang salah.
Begitulah pandanganku untuk tugas kali ini. Kiranya bila tidak menganalisanya dengan benar, mohon berikan petunjuk sehingga aku bisa belajar dari hal ini juga.
Terima kasih fashi, dan semoga hari Sabtu-mu menyenangkan! ---]
~~~~~~~~~~~~
Murid di atas menuliskan pandangannya yang jujur. :)
Ia juga membawa sudut pandang yang baru juga! (Lihatlah bagian yang digarisbawahi).
Hahaha!
Ada apa yang kurang dalam semua komentar yang kuterima?
Adalah arti dari Pelatihan Diri!
Mengapa seseorang memilih untuk melatih diri?
Berikut ini adalah tulisan dari Mahaguru:
[--- 修九節佛風可通中脈
所以,我們行者修行的「行」字就是在這裡。
Demikianlah arti dari [Menjalankan/Melaksanakan] ada di sini.
如果你像一般人一樣,稱甚麼修行人呢?
Kalau jadi seperti kebanyakan orang, maka tak bisa disebut sebagai Sadhaka.
修行人就是跟一般人不同才叫做行者。
Ia yang menjadi sadhaka akan berbeda dari kebanyakan orang.
不同的原因在哪裡呢?
Di mana letak perbedaannya?
世俗人有的七情六欲、愛恨情仇都是有病的。
Insan awam punya 7 macam emosi dan 6 nafsu – Cinta dan Benci sama saja semuanya juga merupakan penyakit.
只有修行人可以平等視眾生,對任何人不會起厭憎仇恨,這樣的行者才叫做修行,這是最基本的。
Hanya para sadhaka yang mampu melihat semua insan dengan Kesetaraan, oleh karenanya Kebencian tak akan muncul. Demikianlah sadhaka semacam ini barulah yang disebut melatih diri. Ini hal yang sangat mendasar.
所謂修行人就是修正自己的行為,能夠禮佛就要懺悔;只要犯了一次過就要跟佛菩薩做真正的懺悔;身體有疾病,跟佛菩薩做真正的懺悔。
Istilah Sadhaka berarti melatih untuk Memperbaiki Kebiasaan Diri Sendiri, menghormati para Buddha dan mau bertobat; tiap kali melakukan kesalahan berarti juga harus bertobat dengan sungguh-sungguh; saat tubuh dilanda penyakit, bertobatlah dengan sungguh-sungguh.
因為都是業障,病就是病的業障,恨就是恨的業障,所有的業障要消除,你才能夠成就。
Seperti halnya penyakit dan kebencian, mereka muncul dari karma buruk diri sendiri. Saat semua karma buruk telah dihapus, kamu pasti akan mendapatkan keberhasilan! ---]
~~~~~~
Sepertinya tak ada yang memperhatikan bagian berikut! :)
[--- "... Ia ingin memastikan dharma Ordo Satya Buddha tetap terus disebarkan, demi membalas budi kemurahan hati Mahaguru." ---]
Bagaimana hanya dengan pola pikir seorang sadhaka yang sejati dan tulus?
Kutipan mengenai membalas budi kemurahan hati Mahaguru juga ada tingkatannya, seperti 4 tingkat Yoga! Hahaha!
Aku sudah sering berbagi ajaran tentang Pola Pikir, dan dengan segala ketulusan berharap supaya teman-teman pembaca mencari tahu apa yang kumaksud di tulisanku di atas!
Perlu diketahui juga kalau seorang Yogi Sejati harus belajar dan mempraktikkan 6 Paramita.
{--- Pāramitā (Pāli; Sansekerta; Dewanagari: पारमिता) atau pāramī (Pāli) berarti "kesempurnaan".
Di dalam agama Buddha, paramita mengacu pada kesempurnaan atau puncak dari berbagai kemuliaan tertentu. Kemuliaan-kemuliaan tersebut dilatih sebagai sarana untuk menyucikan diri, menyucikan karma dan membantu si penekun yang bersangkutan untuk menjalani hidup tanpa rintangan, sambil berjalan menuju titik akhir pencerahan.
Enam paramita atau “kesempurnaan transenden” (Bhs. Sansekerta. ṣaṭpāramitā; Tibet. ཕ་རོལ་ཏུ་ཕྱིན་པ་དྲུག་, parol tu chinpa druk; Transliterasi Wylie. pha rol tu phyin pa drug) merupakan pelatihan yang dijalankan oleh seorang bodhisattva, yang merupakan pelaksanaan dari bodhicitta.
- Kemurahan Hati (Skt. dāna; Tib. སྦྱིན་པ་, jinpa): Melatih sifat kemurahan hati.
- Disiplin (Skt. śīla; Tib. ཚུལ་ཁྲིམས་, tsultrim): Tidak mencelakai.
- Kesabaran (Skt. kṣānti; Tib. བཟོད་པ་, zöpa): Kemampuan untuk tak terganggu oleh apapun juga.
- Ketekunan (Skt. vīrya; Tib. བརྩོན་འགྲུས་, tsöndrü): Turut bersukacita dalam segala hal yang bajik, positif dan luhur.
- Konsentrasi Meditatif (Skt. dhyāna; Tib. བསམ་གཏན་, samten): Tidak terpengaruh maupun kebingungan.
- Kebijaksanaan (Skt. prajñā; Tib. ཤེས་རབ་, sherab): Mampu membedakan (mendiskriminasikan) berbagai macam fenomena, semua hal yang dapat diketahui.
Lima paramita pertama berhubungan dengan akumulasi (kumpulan) pahala, dan yang ke-enam berhubungan dengan akumulasi kebijaksanaan. Paramita yang ke-enam bisa dipecah menjadi 4 bagian sehingga semuanya menjadi 10 paramita. ---}
~~~~~~~
Boleh dikata kalau ZZ tak mempraktikkan paramita?
Dengan menggabungkan semua paramita, ZZ seharusnya akan punya sebuah cara yang Harmonis untuk terus membantu lewat aksi-aksi amal meski Mahaguru menugaskan orang lain untuk memimpin?
Ingatlah Mahaguru pernah bilang kalau beliau tak suka dan tak mau menjadi “Orang yang ingin berkuasa dan tahu segalanya”!
Hahaha!
Mendirikan badan lain yang melakukan aksi amal berarti “melarikan diri” dari situasi di mana orang yang bersangkutan sudah tak punya kuasa (di sana)!
Semua rintangan dan kesulitan bisa dihadapi dengan menggunakan Empat Kebenaran Mulia!
Bagaimana caranya membabarkan atau memastikan supaya dharma satya buddha terus disebarkan kalau orang yang ingin membabarkannya tak punya fondasi buddha dharma yang paling mendasar?
Hmmm... kamu sudah paham apa yang sedang kutunjukkan?
Aku diminta untuk mengalokasikan 30 menit di awal acara amal untuk memberikan ceramah dharma!
DAN apa yang kukatakan?
Aku tak mau “memaksa” siapapun untuk mendengarkan sesuatu hal, hanya karena kita memberi mereka suplai barang-barang kebutuhan!
Karena itu akan jadi seperti menukar barang kebutuhan dengan waktu mereka!
Bila paham akan apa itu Buddha Dharma, orang yang bersangkutan akan membagikannya dengan semua insan dengan cara yang kondusif, dengan selalu mengingat kepribadian dan tingkat akseptansi si penerima.
Contoh yang bagus adalah bagaimana Mahaguru Lu berbagi dharma dengan semua insan!
Berapa banyak yang mampu melakukannya seperti beliau – mampu memikat para pendengarnya dan tetap menjaganya supaya tetap tertarik hingga sesi pembabaran berakhir?
Aku tak berpihak pada mereka yang terus menerus mencoba menjelaskan berbagai konsep dari suaty dharani. Mereka ini, seperti yang Mahaguru bilang, bagai Batu yang tak punya nyawa dan sungguh tak menarik (membosankan)!
Keluwesan adalah apa yang di dalam Pelatihan Diri dinamakan sebagai “Melaksanakan dengan leluasa kapanpun juga”!
Teman-temanku sekalian yang terkasih, kadang kala bila kamu mencoba menjadi “bawahan”, kamu nantinya akan sadar bahwa kamulah yang memberikan kontribusi lebih banyak daripada mereka yang menjadi si ketua!
Aku sudah pernah melihat para “boss besar” atau ketua dari berbagai organisasi amal, yang datang dengan membawa operator kamera, dan setelah penampilannya didokumentasikan, mereka segera menghilang dari lokasi.
Justru para “bawahan”-lah yang berada di sana dan melakukan aksi amal yang sebenarnya dengan menolong dan mendistribusikan barang-barang kebutuhan kepada mereka yang membutuhkan!
Hahaha!
Para boss atau ketua itu benar-benar tak mempraktikkan Bodhicitta sama sekali?
Lihatlah dari lebih banyak sudut pandang, dan Pencerahan akan terwujud dengan usahamu yang tekun dan tulus!
Demikianlah, apakah kamu benar-benar melatih Buddha Dharma?
Salam semuanya.
Lama Lotuschef
Related Posts:
- Tugas Koan – Komentar [1]
- Secara Alamiah
- Lotuschef Bercakap-cakap – Memangnya tak ada hal yang…
- Lotuschef Bermain-main – Bodhicitta? Bukan!
- Lotuschef Bermain-main – Wilayah Kekuasaan
Saturday, November 15, 2014
Tugas Koan – Komentar [1]
Dibagikan dari masukan teman-teman beserta tambahan anotasi oleh Lotuschef – 14 November 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 公安作业 Koan Assignment – Comments [1]
Baca juga: Tugas – Koan
** Catatan: batas akhir mengirimkan komentar untuk tugas ini adalah Sabtu, 15 November 2014.
[--- Beberapa komentar untuk tugas koan.
Aku ingin memberikan beberapa pandanganku mengenai kasus ini.
Secara pribadi aku merasa kalau ZZ telah mencoba sebaik mungkin untuk mengaplikasikan konsep bodhicitta dengan ingin menolong para insan, tapi ada sesuatu yang agak mengganggu dengan hanya menolong para insan DI LUAR, yang artinya bukan mereka yang dari Ordo Satya Buddha. Tak jelas kenapa dia memilih untuk melakukan hal tersebut, apakah karena perselisihan atau alasan-alasan lain.
Satu lagi adalah saat Mahaguru memberikan tanggung jawab XX kepada si WW, bukan kepada si ZZ, menjadi cukup jelas kalau ZZ tak cocok untuk peran tersebut.
Mungkin kamu benar kalau dia suka memerintah karena mungkin merasa jadi orang penting yang pernah membantu pembangunan beberapa rumah ibadah. Suaranya perlu dipertimbangkan.
Dengan beberapa pointer berikut:
1. Hanya menolong DI LUARAN
2. Memastikan bahwa Dharma Satya Buddha terus disebarkan
Adalah hal yang bagus, tapi menurutku, kalau aku menjadi si ZZ, menolong berarti dengan melihat jodoh dan keadaan mau mengulurkan tangan tanpa membeda-bedakan.
Saat ada orang dari Dalam (menurut kasus) yang butuh pertolongan, ya akan jadi aneh kalau tak menghiraukannya.
Memastikan Dharma Satya Buddha untuk terus disebarluaskan juga bagus, tapi hal ini harus dilakukan sesuai dengan jodoh dan tingkat pencapaian mereka yang membabarkan buddha dharma, untuk memastikan versi buddha dharma Satya Buddha yang benarlah yang dibabarkan, begitu juga dengan mengukur kapasitas penerimanya.
Tak bisa mengajar dengan membabi buta.
Pertama, perlu menyadari tingkat realisasi diri sendiri; dan
Kedua, membabarkan dharma bukan dibatasi sebagai kewajiban dari murid-murid Mahaguru generasi awal saja, berhubung lamanya berlindung (bersarana) bukan jaminan murid tersebut punya keberhasilan/realisasi.
Kalau saja si ZZ bisa mengaplikasikan 3 Roda Kesunyataan, ia tak akan memperumit keadaan dengan menarik batas untuk menolong orang Luar dan orang Dalam, karena dari awal dia akan tahu bahwa semua insan adalah Satu adanya.
Kiranya ZZ hanya perlu membenahi pola pikirnya sedikit lagi dan semuanya akan berubah menjadi lebih baik.
Melakukan amal untuk pendidikan dan para manula tentunya merupakan hal yang baik untuk dilakukan; dan ada banyak cara untuk beramal pula.
Salam. ---]
~~~~~~~~~
Tanggapan:
Komentar-komentarmu sudah tepat.
Tapi pertimbangkan juga bahwa ringkasan mengenai si ZZ ditulis oleh orang lain!
Hahaha! Jadi kita hanya bisa “Berasumsi” akan pandangan si penulis akan catatan sejarah si ZZ.
Kalau aku membaca si ZZ, memang sungguh ada unsur “kepemilikan” mengenai dirinya yang merasa perlu menjadi “pusat perhatian” dan menduduki “kursi pemimpin” juga!
Kulihat dia juga terpaku dalam berbagi dharma Satya Buddha menurut VERSI-nya sendiri!
Para relawan di sana juga kebanyakan bukan murid Mahaguru Lu.
Di dalam grup Whatsapp yang berisikan beberapa orang, ia menunjukkan kepada kami mengenai kunjungan yang dilakukan keesokan harinya setelah kunjungan kita!
Ia juga dengan tegas menuliskan bagaimana ia ingin semua kunjungannya dipersingkat! :)
Seperti Shimu, mengklaim telah mengabdikan 41 tahun untuk kesejahteraan Ordo Satya Buddha, namun orang-orang tak paham sama sekali bahwa dengan ia memaksa atau mendikte orang-orang sungguhlah bertolak belakang dengan ajaran Buddha!
Mengklaim kredit atas usaha diri dalam sebuah Pasamuan Umat Buddha atau acara amal, juga bertolak belakang dengan ajaran Buddha!
Hahaha!
Orang ini sungguh Tak Menunjukkan kalau ia percaya pada Mahaguru, dan juga belum paham tujuan dari beramal, serta definisi Pembabaran Dharma pula.
Dharma adalah berbagai macam cara atau metode!
Sayangnya tak banyak yang paham konsep dasar ini dengan benar! :)
~~~~~~~
Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Aku sudah bertanya kepada banyak murid “apakah kamu mutlak 100% percaya dan beriman pada Mahaguru Lu?” dan jawabannya selalu 100% percaya pada Mahaguru Lu!
Hahaha!
Mari kita pelajari data yang diberikan di dalam Koan ini.
Saat Mahaguru menugaskan orang lain untuk mengurus badan amal tertentu, dan bila kamu percaya 100% kepada Mahaguru, maka kamu tak akan merasa bahwa semua usaha dan kerja kerasmu di masa lalu menjadi sia-sia.
Kamu harus mengakui bahwa [Mahaguru tahu yang terbaik!]
Karena memang begitulah seorang Guru Akar akan bertindak kepada semua muridnya, tanpa memperhitungkan seberapa banyak usaha dan waktu yang kamu pikir telah dedikasikan untuk membabarkan dharma!
Juga perlu dicatat bahwa: Sebenarnya Tak Ada “Dharma Satya Buddha” juga!
Jadi ternyata Diri Sendiri-lah yang menciptakan berbagai diskriminasi atau pandangan Dualisme akan “Buddha Dharma”!
Sayangnya, banyak yang tak sadar bahwa “Buddha Dharma” hanyalah metode, sekedar cara untuk menolong semua insan; dan cara-cara ini juga banyaknya tak terhingga.
Tapi harus diketahui bahwa semua cara tersebut akan sangat spesifik dan disesuiakan dengan setiap individu!
Kamu membaca Sutra Avatamsaka?
Semua yang pernah kutulis dan bagikan, dijelaskan dengan sangat baik di sutra yang mengagumkan tersebut!
Orang yang menuliskan sejarah si ZZ sedang mencoba untuk membenarkan usaha si ZZ.
Tapi mari kita lihat dari sudut pandang [Amal]!
Konsep 3 Roda Kesunyataan dari Bodhicitta, akan menjelaskan apa arti [Amal] dari perspektif Buddha dengan sangat baik.
Ingin mencapai Kebuddhaan, berarti si sadhaka harus punya pola pikir yang sama dong? :)
Benar sekali! Beramal ke orang dalam dan orang luar Ordo Satya Buddha, merupakan dualisme.
Membuat program untuk semua aktivitas amal hanya dari sudut pandang satu orang saja, sudah menjadi semacam Keterpakuan!
Kalaupun yang ditulis mengenai si ZZ di atas adalah benar, boleh dibilang ZZ telah menyia-nyiakan waktunya selama bertahun-tahun sebagai murid Mahaguru Lu!
Hahaha!
Kamu baca ringkasan ceramah Mahaguru dari situs TBS yang ditulis oleh para VM?
Mereka seperti ZZ dan banyak lainnya, sungguh Tak Punya Iman yang Absolut kepada Guru Akar mereka sendiri, oleh karenanya gagal mempelajari berbagai dharma yang diperlukan untuk Menyelamatkan Diri Mereka sendiri, dan tentunya, tak tahu cara untuk menyelamatkan orang-orang lain pula!
Lalu?
Bagaimana dengan membaca Aura?
Kamu hanya perlu melihat satu kuncinya – Penuaan!
Sungguh!
Mahaguru bilang kalau seseorang akan menjadi lebih muda atau awet muda saat menjalani pelatihan dalam berbagai tingkat menuju Kebuddhaan!
Jadi kalau kamu ternyata malah sakit-sakitan, menua dengan cepat, punya raut wajah yang tak bersahabat:... berarti kamu sungguh tersesat atau kelenger berat!
Bagaimana halnya dengan Pahala? Mohon renungkan akan 3 Roda Kesunyataan!
Bila pemikiranmu akan Amal dan Pembabaran Dharma ternyata lebih membawa kerugian daripada kebaikan, maka lebih baik berhenti saja dan jangan lakukan apapun!
Salam semuanya.
Lama Lotuschef
Related Posts:
- Secara Alamiah
- Lotuschef Bercakap-cakap – Memangnya tak ada hal yang…
- Menentang Atasan?
- Ucapanmu Melambangkan Dirimu! [1]
- Lotuschef Dalam Topik Mempelajari Buddha Dharma
Labels:
3 roda kesunyataan,
amal,
Bahasa Indonesia,
Bodhicitta,
koan,
lotuschef,
pahala,
pembabaran dharma,
tugas
Sunday, November 9, 2014
Tugas – Koan
Ditulis oleh Lotuschef – 7 November 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 公安-作业 Koan – Assignment
[ZZ1989年皈依了,第一批老弟子,ZZ幫了兩個堂開荒,最外亦因人事問題離開道場,設立YY,在外幫忙眾生,佢立了願,要為師尊眾生,如布施教育,老人等。
因為本來XX做布施的,早期師尊答應給佢做,但WW從西雅圖回国設道場,就交給WW去做。
所以ZZ為何要在坊間傳佛法,因為佢係早期跟師尊弟子,佢亦希望真佛宗佛法能廷續下來,來報答師佛的恩情。這個就是因緣。]
[Si ZZ berlindung (bersarana) di tahun 1989 dan merupakan murid generasi awal.
Ia berperan penting dalam membangun 2 cabang rumah ibadah, namun karena ada beberapa perselisihan ia keluar dan mendirikan YY yang bertujuan untuk membantu para insan DI LUAR!
Bersumpah untuk menyelamatkan semua insan demi Mahaguru Lu, seperti dengan mengadakan acara amal untuk pendidikan dan para manula. Sebenarnya XX adalah untuk kegiatan amal dan Mahaguru berjanji supaya si ZZ yang mengurusnya, namun si WW kembali untuk membangun rumah ibadah, jadi Mahaguru memberikan tanggung jawab kepengurusan XX kepadanya.
Demikianlah si ZZ membabarkan dharma kepada umat awam, karena ia adalah murid Mahaguru di generasi awal. Ia ingin memastikan dharma Ordo Satya Buddha tetap terus disebarkan, demi membalas budi kemurahan hati Mahaguru. Ini merupakan sebab dan jodoh.]
读了,请思考然后写写你的见解。
Setelah membaca kutipan di atas, cobalah renungkan dan tuliskan pandanganmu.
我们修行,除了懂得佛法,也要懂得运用。
Kita ini sebagai sadhaka, selain harus memahami Buddha Dharma, juga perlu tahu cara menggunakannya.
所以,要懂得分析资料。
Oleh karenanya perlu memahami dan menganalisa data.
~~~~~~~~~~~~~
请将您的观点和意见邮寄到:purekarmaservices@gmail.com
Tuliskan pendapat dan komentarmu ke: purekarmaservices@gmail.com
截止日期:2014 年 11月15日
Batas akhir: Sabtu, 15 November 2014
Related Posts:
- 公安-作业 Koan – Assignment
- Lotuschef Bermain-main – Bodhicitta? Bukan!
- Menangkap Empat Cacing Parasit [抓出四条蛔虫]
- Tugas Baru [23 Juli 2014]
- Menghabiskan Tenaga Guru Akan Sendiri…
Tuesday, July 29, 2014
Tugas Baru ke-3 [28 Juli 2014] Waktu
Ditulis oleh Lotuschef – 28 Juli 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 23-7-2014 Assignment 3 – Time 时间
在修行中的什么阶段 [时间]是 [精华/要]?
又在什么阶段 [时间]不是 [精华/要]?
Dalam pelatihan diri, di tingkat manakah [Waktu] merupakan [Inti Sari / Sesuatu Yang Penting]?
Dan dalam pelatihan diri, di tingkat manakah [Waktu] bukan merupakan [Inti Sari / Sesuatu Yang Penting]?
Teman-teman sekalian dipersilakan untuk mengirimkan jawaban atau komentar dari tugas baru di atas ke: purekarmaservices@gmail.com
Batas waktu pengiriman: Kamis, 31 Juli 2014, jam 12 malam.
Hahaha!
Topik di atas adalah [Hal Mudah] bagi para murid dan khalayak umum yang benar-benar dan tulus memperhatikan apa yang telah diajarkan oleh Buddha Guru, Mahaguru Lu selama ini.
Catatan khusus:
Mohon menuliskan komentar atau jawaban dengan rapi.
Jangan menuliskan semua hal dalam satu paragraf.
Jangan mengajukan pertanyaan, tapi berikanlah komentar atau jawabanmu dengan jujur.
Ini bukanlah Ujian, namun hanya sebagai Alat Bantu bagimu untuk mengukur apa yang terlewatkan olehmu, atau apa yang kurang dalam pemikiranmu.
Oleh karenanya lakukanlah riset terlebih dulu sebelum mengirimkan jawabanmu.
Pure Karma tidak berkewajiban untuk memberikan jawaban kepadamu juga.
Mahaguru Lu mengatakan bahwa setiap individu harus melatih diri dengan bergantung sepenuhnya pada Usaha dan Motivasi Diri Sendiri.
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Related Posts:
- Tugas Baru [23 Juli 2014]
- Lotuschef Bercakap-cakap – Memangnya tak ada hal yang…
- Lotuschef Dalam Topik Mempelajari Buddha Dharma
- Sampai Merasa Tercubit
- Kebijaksanaan yang nampak gila – Siapa Menjebak Siapa?
Wednesday, July 23, 2014
Tugas Baru [23 Juli 2014]
Ditulis oleh Lotuschef – 23 Juli 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 23-7-2014 New Assignment 新课题
Sinar biru yang mulia, warna dari Sifat Sejati Buddha (Tathagatagarbha) kita. 宝蓝光,我们佛性的颜色。
Ekstrak dari: No evidence of Mindfulness [2]
Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Berapa banyak orang yang mampu memahami dan mencapai kondisi dari ungkapan berikut:
修行以无念为正觉佛宝?
Dalam melatih diri, kunci untuk merealisasi pencerahan harta Buddha adalah Tiada Pikiran.
修行 – Melatih hati (melatih diri)
以无念 – dengan menggunakan Tiada Pikiran
为正觉 – sebagai esensi atau realisasi
佛宝 – Harta Buddha (Buddha Ratna)
Di atas adalah topik tugas yang baru, sebagian ungkapan dari Sutra Satya Buddha.
Teman-teman sekalian dipersilakan mengirimkan komentar atau penjabarannya.
Emailkan ke: purekarmaservices@gmail.com
Batas akhir pengiriman: Sabtu, 26 Juli 2014, jam 12 siang.
Di dalam melatih diri, tentunya sangat penting kalau kamu tahu apa yang kamu lakukan dan katakan.
Semua terlihat dari Tubuh – Ucapan – dan Pikiranmu.
Untuk mengembangkan pikiran atau melatih hatimu, setiap pikiran dan tindakan merupakan faktor yang penting, dan kamu harus menggunakan pemahamanmu akan filosofi buddha untuk merancang berbagai metode (Dharma) untuk benar-benar melatih diri di segala waktu demi memberi manfaat bagi semua insan.
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Related Posts:
- Lotuschef
Bercakap-cakap – Prajna Kebijaksanaan Agung…
- Alasan
Bagus untuk Melatih Diri
- Guru
Membahas Mahamudra [3B] – 5 Kriteria
- Membebaskan
Diri 解脱 [1]
- Lotuschef
Bercakap-cakap – Samaya & Abhiseka
Koan Zen – Tugas [Kesimpulan]
Ditulis oleh Lotuschef – 20 Juli 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Zen Koan – Assignment 禅公案 - 作业
[--- Tanggal 15 Juli 2014, 22:40
Subjek: Vajra Six Realms Liberating Mantra Joss Paper
Kepada: lotuschef.ven@gmail.com
Selamat siang,
Aku telah melatih Dhumapuja (Puja Asap) selama beberapa waktu dan berniat untuk membakar kertas sembahyang mantra vajra yang membebaskan 6 alam di saat ritual.
Kiranya mohon saran bagaimana aku bisa menggunakan kertas sembahyang ini untuk memaksimalkan efek pembebasan.
Salam terhangat, ---]
[--- Rabu, 16 Juli 2014, 2:54 AM
Baca juga: Kertas Sembahyang Mantra Vajra yang Membebaskan Enam Alam [1]
---
BB yang terkasih,
- Apakah yang kamu maksud dengan mandala mantra vajra 6 alam adalah seperti yang ditampilkan di atas?
- Kamu belum memberikan informasi apakah kamu murid yang telah berlindung (bersarana) kepada Buddha Hidup Lian Sheng, Mahaguru Lu.
- Mohon mengirimkan email ke Pure Karma – purekarmaservices@gmail.com.
- Emailmu adalah Permohonan Pribadi, jadi ada biaya yang harus dibayarkan.
- Kamu bisa mendonasikan SGD 800,- ke Kegiatan Amal yang dilakukan Pure Karma, atau kegiatan amal lainnya yang disetujui oleh Pure Karma di negara tempat tinggalmu.
- Apakah kamu sudah mendapatkan abhiseka untuk sadhana Dhumapuja?
- Kami menyarankanmu untuk bertanya atau menuliskan surat kepada Guru Akarmu mengenai pertanyaanmu tersebut.
---
Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Menginformasikan bahwa Pure Karma tidak memberikan layanan pribadi secara cuma-cuma (gratis).
Email di atas adalah Permohonan Pribadi untuk meminta saran atau pengetahuan, jadi ada biaya yang dikenakan.
Konsultasi Pribadi akan dikenakan biaya sebesar $3000 (tiga ribu dollar) per 20 menit.
Menyarankanmu kalau ada pertanyaan, bertanyalah kepada Guru Akarmu sendiri.
Sebagai orang yang telah ditahbiskan bukan berarti ia memberikan layanan secara gratis atau kapanpun orang lain memintanya. :)
Salam.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef ---]
[--- Jumat, 18 Juli 2014, 4:08 AM
BB yang terkasih,
Kamu pikir aku telah meninggalkanmu?
Hahaha!
TIDAK!
Sabar ya.
Sementara waktu ini, japalah mantra Guru dan Sutra Maharaja Avalokiteshvara (Gao Wang) sebanyak mungkin dan limpahkan pahalanya untuk semua insan, semoga mereka mendapatkan kehidupan yang baik!
Saat kamu menjapanya, bayangkan kamu menjadi seperti bola lampu yang dihidupkan, dengannya kamu memancarkan sinar yang cemerlang, membagikannya dengan semua insan!
Aku akan menjelaskan apa yang akan kulakukan untuk menolongmu membersihkan rintangan karmamu! :)
Kalau kamu terlanjur marah dan mengata-ngataiku, tak masalah!
Aku tak sakit hati koq. :)
Email ini sangat rahasia.
Jangan bagikan dengan orang-orang lain dulu. Tunggu sampai aku beri tanda! :)
Ingatlah, aku hanya membantu mereka yang mau membantu dirinya sendiri!
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Salam
Lotuschef Lama ---]
[--- Jumat, 18 Juli 2014, 10:53 PM
Hai Master,
Aku paham.
Salam terhangat. ---]
[--- Jumat, 18 Juli 2014, 11:17 PM
Sama-sama!
Sementara ini bacalah dan nikmatilah artikel-artikel yang berhubungan dengan topik ini!
Salam
Lotuschef ---]
[--- Sabtu, 19 Juli 2014, 12:08 PM
BB yang terkasih,
Beberapa adalah materi untuk membantumu memahami pelatihan diri:
真佛经观想 True Buddha Sutra Visualization
The True Buddha Sutra 真佛经[英文版]
Live Cast for 12 July 2014 Event
5-7-2014 Vajrasattva Repentance & Purification Practice
Pure Karma Cultivation of Vajrasattva Repentance
Saat memulai sadhana, kita membawa semua insan dari 6 alam duduk bersama kita untuk turut bersadhana bersama.
Selama kamu tulus bersadhana, dan kamu Percaya pada Guru Akarmu 100%, kamu akan baik-baik saja!
Bagaimana halnya dengan Kertas Sembahyang mantra vajra 6 alam?
Hahaha!
Ia punya kekuatan hanya bila kamu tulus dan tahu cara menggunakannya untuk memberi manfaat bagi semua insan di 6 alam, yang juga termasuk dirimu sendiri, sebelum kamu bisa membebaskan diri dan siklus 6 alam samsara.
Kalau kamu bisa santai dan percaya bahwa apa yang kamu lakukan ini bermanfaat bagi semua insan, tanpa memprioritaskan diri sendiri, maka apapun yang kamu lakukan akan bekerja atau menjadi efektif!
Jangan memperumit hidup dan pikiranmu dengan “LEBIH EFEKTIF”!
Hahaha!
Karena itu adalah faktor awal dari Penderitaan di 6 alam samsara!
Apapun metode yang kamu latih, lakukanlah dengan hati yang tulus dan santai, serta jangan membebani pikiranmu sendiri akan efektivitasnya.
Pikiran yang Suci adalah kuncinya. :)
Aku mengubah emailmu menjadi sebuah Koan Zen untuk berbagi Buddha Dharma.
Lewat cara ini, emailmu menjadi Studi Kasus untuk membantu orang-orang lain belajar Buddha Dharma.
Secara tak langsung kamu telah memberi manfaat dengan menolong orang-orang tersebut, dan oleh karenanya rintangan karmamu berkurang! :)
Banyak orang, rumah ibadah, atau “para guru” yang Bukan guru akarmu belum berhasil mencapai Yoga dengan Buddha atau Bodhisattva manapun. Jadi mereka benar-benar tak bisa mengajarmu cara-cara yang dilakukan oleh para Buddha.
Kalau mereka berjualan kepadamu, mengatakan bahwa kamu harus membayar $$ lebih banyak untuk mendapatkan berkat atau keberuntungan lebih banyak, SEGERA LARI DARI ORANG-ORANG SEPERTI ITU!
Kenapa menyarankanmu untuk berdonasi di kegiatan amal?
Kamu bisa beramal kepada mereka yang tak kamu kenal, dengan hati yang tulus – di sini artinya kamu telah paham ajaran buddha tentang Tak Ada Perbedaan, Segregasi, dan Diskriminasi.
Kamu juga akan melihat semua insan sebagai Tunggal, Satu Adanya!
Seorang buddha punya kebijaksanaan dan welas asih yang tak terbatas.
Pada akhirnya ini adalah tujuan yang akan dicapai oleh semua sadhaka!
Salam.
Kuharap aku telah menolongmu.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef ---]
---
Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Transformasi [变化] adalah sesuatu hal yang Kamu juga bisa lakukan saat kamu sepenuhnya memahami CARA untuk menggunakan pengetahuan Buddha Dharmamu dengan ketekunanmu dalam bersadhana, DITAMBAH dengan Bodhicitta Aspirasi yang dilaksanakan untuk memberi manfaat bagi SEMUA INSAN!
Saat BB meminta saran untuk Memaksimalkan Efek Pembebasan dari kertas sembahyang mantra vajra 6 alam, berarti Ia butuh bantuan! Untuk mengurangi beban karma buruknya.
Maka solusinya adalah dengan Beramal! :)
Pola pikir BB pada saat itu belum “ideal” untuk langsung dijelaskan mengenai Fakta-fakta yang ada secara gamblang! :)
Jadi pertama kali sengaja kubuat kaget dulu, tapi juga dengan welas asih memberinya tautan untuk mempelajari mandala mantra vajra 6 alam yang aku sudah pernah publikasikan di blog-ku.
Hahaha!
Dari sejak awal aku tak pernah meninggalkanya! :)
Tapi kalian semua kebanyakan menggambarkannya sebagai orang yang tidak baik!
Ingatlah selalu, apa yang kamu gambarkan mengenai BB adalah gambaran dari dirimu sendiri sebenarnya!
Duplikat persis dari DIRIMU!
Sungguh! Aku mungkin cukup kasar dengan kalian semua? :)
NAMUN COBA RENUNGKAN:
Apa yang kuajarkan kepadamu semua di saat Paling Awal dalam bersadhana?
Masih ingat Berapa Kali aku bertanya kepadamu semua “Ada yang ingin ditanyakan?”
Ternyata tak ada pertanyaan!
Kubilang: Salah satu apakah kamu tahu semua hal, atau kamu tak tahu apa yang perlu kamu ketahui, atau kamu sama sekali tak tahu apa-apa!
Saat kamu bersadhana bersamaku, aku menjelaskan dengan detil bahwa aku tak menganjurkan siapapun bersadhana Hanya Demi Diri Sendiri!
Mahaguru Lu juga mengajarkan hal yang sama pula!
Saatnya Sadar!
Saat berlindung (bersarana), sumpah apa yang kamu ucapkan?
Melakukan yang terbaik untuk Semua Insan. Bukannya begitu?
Kini kenapa seseorang bersadhana?
Apa yang kita lakukan di bagian paling awal dalam sesi sadhana?
Empat Hati yang Tiada Batas [Brahmavihara], bukan?
Itulah Bodhicitta!
Jadi mau seberapapun amburadulnya teknik seseorang dalam bersadhana, bila ia bisa membawa semua insan dari 6 alam untuk turut bersadhana bersamanya, itulah Maha Bodhicitta!
Kenapa menuduh BB tak punya bodhicitta?
Justru kamu yang kurang punya bodhicitta karena tak punya welas asih kepada orang yang meminta saran!
Mandala mantra vajra 6 alam – aku sudah menjelaskan yang ini berkali-kali beserta dengan visualisasinya saat kamu menjapa mantra ini!
Ia memberi manfaat bagi semua insan di 6 alam samsara!
Bisakah kamu berpikir bahwa BB tahu tentang manfaat dari mantra ini, dan ingin membantu menyelamatkan lebih banyak insan?
Hahaha! Semua orang melabeli BB dengan berbagai atribut negatif!
Tapi terima kasih atas semua komentar negatif yang diarahkan ke BB, karma buruknya Jelas Sekali Berkurang!
Tugas ini adalah studi kasus yang dibuat untuk Membantumu membuka hati kepada semua insan, layaknya seorang buddha atau bodhisattva.
Tak bisakah melihat beberapa sisi baik dari BB?
Kalau BB bukan orang baik, berarti kamu juga bukan!
Bukankah Satu adalah Semua, dan Semua adalah Satu?
Masih ada banyak “masalah” tapi tak ada gunanya disebutkan di sini.
Sekarang ini, kebanyakan dari kalian sama sekali tak punya jodoh untuk ajaran-ajaran yang lebih mendalam!
Ingatlah bahwa semua hal yang Mahaguru ajarkan jauh lebih mendalam dibandingkan bayanganmu, oleh karenanya pahamilah setiap ajaran beliau secara menyeluruh, dan janganlah sia-sia mengejar apapun yang orang-orang lain katakan sebagai “Lebih Sakti, Lebih Efektif”!
Mereka semua yang tergesa-gesa untuk membeli buku Mahaguru No.240 adalah contoh yang pas untuk menunjukkan betapa banyaknya orang yang tak benar-benar mendengarkan Mahaguru dengan baik!
Kenapa kamu tak berhasil mencapai Guru Yoga?
Atau lebih jelasnya, Yoga dengan yidam manapun?
Kamu lupa satu bahan yang sangat penting: Bodhicitta!
Hahaha!
Apapun yang selama ini orang-orang katakan kepadamu, bisakah mereka menggunakannya untuk memberi manfaat bagi semua insan?
Aku rasa sih tidak?
Mereka hanya mengumbar versi palsu demi mendapatkan penghormatan, sikap tunduk, kepatuhan, dan harta darimu, serta membuatmu menjadi budaknya!
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Related Posts:
- Kertas Sembahyang Mantra Vajra yang Membebaskan Enam Alam…
- Kebijaksanaan yang nampak gila – Tidak Jelek, Tapi…
- Lotuschef Bercakap-cakap – Memangnya tak ada hal yang…
- Tugas
- Lotuschef Merenung – Tahap Mengumpulkan Bekal
Labels:
amal,
Bahasa Indonesia,
Bodhicitta,
dhumapuja,
efektif,
kertas sembahyang,
koan zen,
lotuschef,
puja asap,
sadhana,
santai,
tugas,
vajra enam alam,
Yoga
Subscribe to:
Posts (Atom)





























