Showing posts with label lotuschef. Show all posts
Showing posts with label lotuschef. Show all posts

Monday, March 8, 2021

Usia Panjang = Dharma Satya Buddha – 长生不老=真佛密法

 

Ditulis oleh Lotuschef – 6 Maret 2020
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 长生不老=真佛密法 Longevity = True Buddha Dharma


Teman-teman yang terkasih,

Mahaguru Lu di ceramahnya yang terbaru membahas mengenai prediksi dari para peramal nasib yang termasyhur perihal lama waktu hidupnya, NAMUN beliau juga menjelaskan tentang Kisah Liao-Fan, yang dengan melatih Bodhicitta dapat memutarbalikkan ramalan kehidupannya seperti yang telah diprediksi oleh para ahli nujum!

Masih dengan saran yang sama untuk kawan-kawan sekalian: Bersadhanalah dengan sungguh-sungguh dan berfokus pada bimbingan dari Mahaguru Lu. Jangan biarkan siapapun membingungkan dan mengalihkanmu dari bimbingan Mahaguru Lu!

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom

Lama Lotuschef

–––

Mengutip dari artikel 千变万化 Perubahan Yang Tak Terhingga [2]:

Meringkas dari yang dikatakan Mahaguru Lu atau komentar beliau atas ceramah dharma pertamaku di tanggal 7 November 2009 di Vajragarbha Seattle.

Silakan baca: Ceramah Dharma 7 November 2009 di Seattle


2009-11-07 要廣傳真佛密法


什麼叫做「大乘佛法」?

大乘佛法就是說視眾生重於自己的,叫做「大乘佛法」。

什麼叫做「小乘佛法」呢?小乘就是視自己重於眾生的,就是「小乘佛法」。

大小乘是這樣子分的。


所以,剛才蓮廚法師講的,「四無量心」、「菩提心」、「利他的心」最重,就是大乘佛法,可以成就佛。

Oleh karenanya, yang Reverend Lotuschef baru saja katakan perihal [Empat Apramana / Batin Yang Tak Terhingga], [Bodhicitta], [Hati Yang Memberi Manfaat Bagi Para Insan] adalah hal yang sangat penting, demikianlah Dharma Buddha dari Mahayana, dengannya BISA mencapai Kebuddhaan.


小乘佛法不能成佛,為什麼不能,因為他利己,沒有利他,沒有菩提心。

佛菩薩是有菩提心的,沒有菩提心只能夠證到阿羅漢,只能夠證到緣覺。

嗡嘛呢唄咪吽。


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom

Lama Lotuschef


Saturday, March 6, 2021

长生不老=真佛密法 Longevity= True Buddha Dharma


Terjemahan Bahasa: Usia Panjang = Dharma Satya Buddha – 长生不老=真佛密法

Dear all, 

In his recent sermon, GM Lu talks about top fortune teller's prediction of his lifespan, BUT he also mentioned the Story of Liao-Fan, who with cultivation of Bodhicitta attain changes that put experts prediction of his life into negative territory!

Still the same humble suggestion to all : Diligence cultivation with focus on GM Lu's guidance and do not let anyone distract you from GM Lu's guidances! 

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom

Lama Lotuschef


千变万化 Immeasurable Transformation [2]


extract: 
Let us recap on GM Lu's statements or comments on my 7 November 2009's maiden dharma speech in Seattle Temple.

From Media Centre in this blog: http://lotuschef.blogspot.com/p/blog-page_3782.html

Lotuschef, the maiden dharma speech
Seattle Vajragarbha, November 7, 2009
[Read the article], [Watch the video]

The full transcript of Grand Master Lu during Lotuschef's maiden dharma speech:
[Read the article], [Watch the video]


2009-11-07 要廣傳真佛密法

什麼叫做「大乘佛法」?
大乘佛法就是說視眾生重於自己的,叫做「大乘佛法」。
什麼叫做「小乘佛法」呢?小乘就是視自己重於眾生的,就是「小乘佛法」。
大小乘是這樣子分的。

所以,剛才蓮廚法師講的,「四無量心」、「菩提心」、「利他的心」最重,就是大乘佛法,可以成就佛。
Therefore, just now Reverend Lotuschef's statements of [4 Immeasurable Heart], [Boddhicitta], [Benefit Others' Heart] of most import, that is Mahayana's Buddha Dharma, CAN attain Buddhahood.


小乘佛法不能成佛,為什麼不能,因為他利己,沒有利他,沒有菩提心。
佛菩薩是有菩提心的,沒有菩提心只能夠證到阿羅漢,只能夠證到緣覺。
嗡嘛呢唄咪吽。

Monday, May 11, 2020

Bantuan Visual – Bumerang Vajra VS Covid-19



Ditulis oleh Lotuschef – 15 April 2020
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Visual Helper – Vajra Boomerangs VS Covid-19


Teman-teman sekalian yang terkasih,

Seperti yang telah kutuliskan di artikel sebelumnya:

[01:45, 14/04/2020] Lotuschef: Ini memberiku sebuah ide untuk melatih sadhana Marici dan menggunakan bumerang api vajra untuk membunuh virus-virus covid!
[01:46, 14/04/2020] Aku di sini sedang duduk dan menjapa mantra Marici sambil bervisualisasi meledakkan Covid-19.


Dan juga di artikel Mimpi Aneh – Dharmakaya:

[--- Dalam sekejap mata, aku terbang ke satu sisi sambil meraih si perempuan kecil tadi bersamaku. Aku tak tahu kenapa, tapi aku seperti ingin menyelamatkan setidaknya salah satu dari anak-anak di bawah kendalinya.

Beberapa menit dari saat terbang tadi, sebuah Cahaya berbentuk bola meriam besar menghantam kami.

Si perempuan kecil meledak dan hilang.
Begitu juga dengan si wanita dan si anak laki-laki, setelah terhantam bola meriam cahaya tadi langsung meledak dan hancur.

Diriku dalam wujud cahaya tetap utuh sama sekali!!! ---]


Dan berikut ini adalah visualisasi yang dapat kamu gunakan untuk melatih sadhana tersebut.

Sadhana ini menggunakan Bodhisattva Marici sebagai Sang Yidam. Tentunya kamu perlu mendapatkan abhiseka Bodhisattva Marici dari Mahaguru Lu dan memulainya dengan tahap-tahap awal sadhana.

Kini memasuki bagian yidam yoga:
1. Di bagian Guru Yoga sebelum tahap ini, kamu telah mengubah Guru Padmakumara menjadi bunga lotus yang mekar di chakra hatimu.

2. Kini bentuklah mudra Marici dan visualisasikan Bodhisattva Marici muncul di hadapanmu dan memberkatimu dengan Cahaya Putih (Om), Merah (Ah), dan Biru (Hom) untuk membersihkan tumpukan karmamu dari berbagai kehidupan lampau dan saat ini.

Bija Aksara ‘Mo’

3. Di chakra hati Bodhisattva Marici, visualisasikan munculnya bija aksara ‘Mo’ dan cahayanya terpancar ke chakra hatimu. Bija Mo kini terduplikasi di chakra hatimu dan ia duduk di atas Bunga Lotus Putih Guru Padmakumara. Saat ini kamu adalah pemanunggalan antara Guru Padmakumara dan Bodhisattva Marici.

4. Kemudian visualisasikan ada begitu banyak Bumerang Vajra yang keluar dari tubuhmu dan menembak ke virus-virus Covid-19 (lihat ke bantuan visual di bawah ini), menghancurkan mereka satu demi satu.

Bumerang Vajra berwarna biru keunguan menghantam virus-virus Covid-19.
Saat Bumerang Vajra meledak dan menghancurkan virus-virus tersebut.

5. Pertahankan visualisasi tersebut dan mulailah menjapa mantra Bodhisattva Marici sebanyak mungkin:
嗡。摩利支玉。梭哈。
Om. Mo Li Zhi Yu. Soha.

Ingat-ingatlah selalu, sadhana apapun yang kamu latih, agar ia menjadi efektif, sangat tergantung pada seberapa besarnya Bodhicitta, ketulusan dan ketekunanmu dalam meyakinkan Para Dewata untuk mengulurkan bantuan mereka dan mengabulkan keinginanmu.


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, May 1, 2020

Melahap Virus-virus Covid-19!



Ditulis oleh Lotuschef – 14 April 2020
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Gobbling up Covid-19 Viruses!







Di ceramah di atas, Mahaguru Lu mengatakan bahwa Ucchusma melahap virus-virus Covid-19 (yang dilambangkan lewat biji wijen hitam) di saat homa!





Hari ini, saat bersadhana aku melihat Mahamayuri melahap virus-virus Covid-19 layaknya anak-anak melahap permen!

Demikianlah aku melakukan visualisasi tersebut, membentuk mudra Mahamayuri dan menjapa mantranya.


Hahaha!
Kata siapa bersadhana itu membosankan?

Selamat bersadhana!



Ini adalah kotak amal yang aku persembahkan untuk para arwah terlantar, para korban dari berbagai bencana baru-baru ini (terutama Covid-19) dan berbagai dewa.

Persembahan reguler ini dilakukan setelah aku melakukan 3 kali atau 7 kali sadhana.


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Thursday, April 30, 2020

Perang Bintang ~ Bumerang Vajra VS Covid-19?



Ditulis oleh Lotuschef – 14 April 2020
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Star Wars ~ Vajra Boomerang VS Covid-19?


Bodhisattva Marici adalah bunda dari semua konstelasi bintang, atau bisa dibilang sebagai Penguasa Bintang!

Di atas ini adalah lipatan yang sudutnya membentuk bumerang dan telah ditempeli mandala Bodhisattva Marici!

[01:45, 14/04/2020] Lotuschef: Ini memberiku sebuah ide untuk melatih sadhana Marici dan menggunakan bumerang api vajra untuk membunuh virus-virus covid!

[01:46, 14/04/2020] Aku di sini sedang duduk dan menjapa mantra Marici sambil bervisualisasi meledakkan Covid-19.


Sumber: Commentary: Science goes viral, thanks to COVID-19. But there are roadblocks along the way


Sumber: Residents in west Wales report seeing 'mysterious blue light' in the sky

Mengutip dari artikel Mimpi Aneh – Dharmakaya:

[--- Dalam sekejap mata, aku terbang ke satu sisi sambil meraih si perempuan kecil tadi bersamaku. Aku tak tahu kenapa, tapi aku seperti ingin menyelamatkan setidaknya salah satu dari anak-anak di bawah kendalinya.

Beberapa menit dari saat terbang tadi, sebuah Cahaya berbentuk bola meriam besar menghantam kami.

Si perempuan kecil meledak dan hilang.
Begitu juga dengan si wanita dan si anak laki-laki, setelah terhantam bola meriam cahaya tadi langsung meledak dan hancur.

Diriku dalam wujud cahaya tetap utuh sama sekali!!! ---]

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Teman-teman sekalian, apakah sudah mendapatkan anugerah abhiseka Bodhisattva Marici dari Mahaguru Lu?

Bila kamu mungkin ingin bergabung bersamaku dan teman-teman sedharma melatih sadhana Bumerang Vajra ini (cahaya biru keunguan yang menyilaukan) untuk meledakkan virus-virus Covid-19.


Kalau membutuhkan bantuan visualisasi, bisa menonton Star Wars atau pertempuran dengan pistol Laser!

Selamat bersadhana dan lakukanlah dengan Bodhicitta agar sadhanamu menjadi efektif.


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


** Silakan layangkan surel ke purekarmaservices@gmail.com bila kamu membutuhkan file mandala kecil Marici.


Wednesday, April 29, 2020

Mimpi Aneh – Dharmakaya



Ditulis oleh Lotuschef – 9 Januari 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Bizarre Dram – Dharmakaya


Seseorang sedang mengejarku!
Aku merasakan suatu bahaya dari sumber yang sangat kuat dan bermusuhan.

Agar terhindar, seakan-akan aku berubah menjadi Tubuh Cahaya dan terbang di angkasa dengan cepat.
Dari belakang seperti ada yang menahanku, aku menoleh ke belakang untuk memeriksa apakah aku telah pergi menjauhi sumber tersebut.

Dari belakangku ada suara kencang: Hor! Hor!

Aku melihat seorang wanita yang gemuk dan bulat mengenakan baju berwarna coklat tua, matanya besar dan gelap, wajahnya kuyu kehitaman, duduk di atas panggung yang panjang dan lebar.
Di depanku ada 2 anak, seorang laki-laki dan seorang perempuan.
Aku terjepit di antara mereka!!!

Aku merasa si wanita ini menginginkan kekayaan besar dariku dan aku memberitahunya bahwa aku seorang Lama dan tak punya kekayaan seperti itu untuk diberikan kepadanya.

Ia pun mengancam akan mencelakaiku bila tidak melakukan sesuai keinginannya.

Dalam sekejap mata, aku terbang ke satu sisi sambil meraih si perempuan kecil tadi bersamaku. Aku tak tahu kenapa, tapi aku seperti ingin menyelamatkan setidaknya salah satu dari anak-anak di bawah kendalinya.

Beberapa menit dari saat terbang tadi, sebuah Cahaya berbentuk bola meriam besar menghantam kami.

Si perempuan kecil meledak dan hilang.
Begitu juga dengan si wanita dan si anak laki-laki, setelah terhantam bola meriam cahaya tadi langsung meledak dan hancur.

Diriku dalam wujud cahaya tetap utuh sama sekali!!!

-------------------------------------------------------------------

Hahaha!!!
Mendapatkan mimpi ini setelah sesi penjapaan di hari Sabtu.

Bola meriam dari cahaya adalah dari Para Pelindung Dharma!

Wujud Dharmakaya tidak dapat dihancurkan!

Kedua anak tersebut sebenarnya adalah asisten si wanita itu dan membantunya menjalankan perintah-perintah jahatnya, oleh karenanya mereka turut hancur saat dihantam bola-bola meriam cahaya.

Wow! Wee!
Tampak seperti pratinjau (pertanda) akan sesuatu hal yang akan terjadi.

Mendorongku untuk berlatih hingga mencapai Kebuddhaan! Juga menunjukkan kepadaku apa itu wujud Dharmakaya…

Hahaha!!!

Kodrat Buddha kita selalu Kokoh dan Tak Dapat Dihancurkan.

Para Pelindung Dharma sungguh melindungi kita dari segala macam celaka.

Selamat bersadhana!!!



Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School


Wednesday, April 15, 2020

Visual Helper – Vajra Boomerangs VS Covid-19


Terjemahan Bahasa: Bantuan Visual – Bumerang Vajra VS Covid-19


Dear all,

As I have written in the previous post:

[01:45, 14/04/2020] lotuschef: these gave me an idea to practice Marici & use the boomerang of vajra fire to kill covid viruses!
[01:46, 14/04/2020] lotuschef: I am sitting here chanting Marici's mantra n doing the visualisation of blasting away covid 19.


And also in the Bizzare Dream – Dharmakaya article:

[--- In a blink of an eye, I took flight to one side grabbing the little girl with me. I don’t know why, but I somehow wanted to save at least one of the children in her control.

About few minutes into flight, a huge cannon ball of Light (this is purplish blue in color pretty similar to the one sighted by residents in West Wales)  hit us.

The little girl somehow exploded and disappeared.
Likewise the woman and the boy also got hit by huge cannon ball of light and exploded and kind of disintegrated.

The Light form that is Me, remained completely intact!!! ---]


Now here's the visualisation that you can use to practise the related sadhana.

This sadhana employs Marici Bodhisattva as the yidam. Of course you have to obtain the abhiseka of Marici Bodhisattva from Grandmaster Lu and commence with the preliminary steps.

Now advancing into this yidam yoga part:
1. In the earlier Guru Yoga part, you have changed Guru Padmakumara into a white lotus blossom in your heart chakra.

2. Now form the Marici's mudra and visualise Marici Bodhisattva appears before you and blesses you with the White (Om) light, Red (Ah) light and Blue (Hom) light to clease your accummulated karmas from your past lives and this lifetime.

'Mo' Seed Syllable

3. Visualise in the heart chakra of Marici Bodhisattva appears the 'Mo' Seed Syllable and beaming it into your heart chakra. The Mo syllable is now duplicated in your heart chakra and sit on top the White Lotus of Guru Padmakumara. You are now the amalgamation of Guru Padmakumara and Marici Bodhisattva herself.

4. Then visualise copious amount of Vajra Boomerang continuously emits from your body and shoots at Covid-19 viruses (see the visual helper below), destroying them one by one.

Vajra Boomerangs in purplish blue colour
hitting at Covid-19 viruses.
When Vajra Boomerangs explode and destroy the viruses.

5. Maintain this visualisation and start to recite Marici Bodhisattva's mantra as many times as possible:
嗡。摩利支玉。梭哈。
Om. Mo Li Zhi Yu. Soha.


Remember, as for the effectiveness of any sadhana that you practise, it immensely depends on your Bodhicitta, sincerity and diligence to convince Divinities to extend their help and grant your wishes.


With Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Tuesday, April 14, 2020

Gobbling up Covid-19 Viruses!



Terjemahan Bahasa: Melahap Virus-virus Covid-19!








In the above sermon, GM Lu said Ucchusma gobbled up the Covid 19 viruses (black sesame seeds) during the homa!






Today, during cultivation I sighted Mahamayuri gobbles up the Covid 19 viruses like kids do with candies!

So I did the visualisation, form Mahamayuri's mudra and chanted the mantra.



Hahaha!
Who said cultivation is boring?

Happy cultivating!


One of the Charity tub I offered to homeless spirits, victims of recent disasters (esp. Covid 19) and various deities.
This is a regular offering done either after 3 or 7 sessions of cultivation by me.


With Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Star Wars ~ Vajra Boomerang VS Covid 19?





Marici Bodhisattva is the mother of the star constellation or boss of the Stars!

The above boomerang shaped corners affixed with Marici Bodhisattva's mandala!

[01:45, 14/04/2020] lotuschef: these gave me an idea to practice Marici & use the boomerang of vajra fire to kill covid viruses!

[01:46, 14/04/2020] lotuschef: I am sitting here chanting Marici's mantra n doing the visualisation of blasting away covid 19.


Source: Commentary: Science goes viral, thanks to COVID-19. But there are roadblocks along the way


Source: Residents in west Wales report seeing 'mysterious blue light' in the sky


Quoting from Bizarre Dream – Dharmakaya:

[--- ....

In a blink of an eye, I took flight to one side grabbing the little girl with me. I don’t know why, but I somehow wanted to save at least one of the children in her control.

About few minutes into flight, a huge cannon ball of Light (this is purplish blue in color pretty similar to the one sighted by residents in West Wales)  hit us.

The little girl somehow exploded and disappeared.
Likewise the woman and the boy also got hit by huge cannon ball of light and exploded and kind of disintegrated.

The Light form that is Me, remained completely intact!!! ---]

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dear all, have you received Marici Bodhisattva's abhiseka from GM Lu?

If you, perhaps you can join me and some fellow students cultivate this practice of using Vajra Boomerang ( purplish blue dazzling light) to blast away Covid 19 viruses.


If you need help in visualisation go watch some star wars video or battles with Lasers guns!

Happy Cultivating and please do so with Bodhicitta for your practice to be effective.

With Metta


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


**If you would like to have the file for the little Marici mandala, please write to purekarmaservices@gmail.com.


Tuesday, April 7, 2020

Sadhana Alternatif Untuk Membantu Menanggulangi Covid-19



Ditulis oleh Lotuschef – 7 April 2020
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Alternative Sadhana To Help Cope with Covid-19




Rujukan: Ceramah Dharma Pertama Lotuschef

Di bawah ini menuliskan 2 buah sadhana yang dapat teman-teman latih untuk membantu menanggulangi Covid-19. Dengan konsep yang sudah pernah kubagikan di saat ceramah dharma pertamaku, kamu dapat mencobanya sesuai dengan langkah-langkah berikut:

** [KUNCI Utamanya adalah kamu mampu mengundang kehadiran Guru Akar (Mula Guru) dan beliau akan menjadi Penghubung yang akan sukses membantumu mengundang Yidam pilihanmu. Dengan ini maka kamu akan mampu MENJALANKAN DENGAN LELUASA segala permohonan atau harapanmu!
Tentunya, Abhiseka untuk Yidam yang bersangkutan dari Mula Guru adalah hal mendasar yang diperlukan!]

Harus ingat berbagai tahapan awal sadhana seperti yang telah diajarkan oleh Mula Guru. Ini merupakan hal penting yang harus dilakukan sebelum menuju tahap sadhana Guru ataupun Yidam Yoga!

---

Alternatif berikut ini dengan Mahapadmakumara Putih sebagai sang yidam.


1. Bentuklah mudra Mahapadmakumara Putih dan visualisasikan beliau berada di pusat bumi dengan gelombang cahaya putih memancar keluar, mengusir segala kegelapan dan virus-virus Covid-19 yang mematikan dengan setiap suara dan vibrasi mantra.


2. Kemudian visualisasikan bumi kini menjadi bersinar putih cemerlang dan permukaan bumi dipenuhi dengan Mahapadmakumara Putih ~ sebanyak insan yang ada di bumi.
Sebagai alternatifnya, kamu bisa menggunakan bija aksara HOM berwarna Putih untuk memenuhi bumi (lihat alternatif ke-2 di bawah dengan Bhaisajyaguru Tathagata sebagai yidam).


3. Kini visualisasikan bulatan bola tebal yang terbuat dari cahaya putih melapisi seluruh bagian bumi.

4. Pertahankan visualisasi ini dan mulailah menjapa Mantra Padmakumara (merekomendasikan versi panjang karena terdapat bagian “Ah He Sa Sha Ma Ha” yang memiliki pahala penyeberangan bardo, terutama untuk mereka yang meninggal karena pandemi Covid-19).

嗡。啞。吽。咕嚕貝。啞訶薩沙嗎哈。蓮生。悉地。吽。
"OM. AH. HOM. GURU BEI. A-HE-SHA-SA-MA-HA. LIEN-SHEN. SIDDHI. HOM."


---


Berikut ini adalah alternatif ke-2: Mula Guru Yoga yang dipadukan dengan Bhaisajyaguru Yoga.

Kamu dapat menggunakan Bhaisajyaguru Tathagata (Buddha Pengobatan) sebagai tambahan yidam.

** [Harus melalui berbagai tahapan awal sadhana seperti yang diajarkan oleh Mula Guru!
Undanglah kehadiran Mula Guru dan japalah Mantra Guru 108x.
Kemudian kamu dapat melanjutkan dengan menambahkan Bhaisajyaguru ke dalam sesi sadhana ini.]


1. Sama seperti langkah pertama di atas, mengganti yidam menjadi Bhaisajyaguru Tathagata dan bentuklah mudra-Nya.


2. Juga sama seperti langkah ke-2 di atas dan untuk versi ini kamu dapat memvisualisasikan banyak sekali Bhaisajyaguru atau bija aksara HOM berwarna Biru memenuhi permukaan bumi.
[Bhaisajyaguru bersama dengan semua duta dan pengiringnya melenyapkan berbagai penyakit yang ada di dunia ini serta melindungi semua insan di dunia.]


3. Khusus untuk versi ini, sebagai ganti dari sinar putih, visualisasikan semua duta dan pengiring Bhaisajyaguru Tathagata berubah menjadi bulatan bola cahaya berwarna kuning lemon keemasan yang melingkupi seluruh bagian bumi.
[Bulatan bola yang bercahaya kuning lemon keemasan menandakan Kesehatan & Keberuntungan ~ Mendoakan Kesehatan & Kemanggalaan bagi semua insan.]

4. Pertahankan visualisasi ini dan mulailah menjapa Mantra Bhaisajyaguru.

爹雅他。嗡。別卡子也。別卡子也。媽哈別卡子也。辣炸娑摩伽德黑。梭哈。
"Die-ya-ta. Om. Bie-ka-zi-ye. Bie-ka-zi-ye. Maha-bie-ka-zi-ye. La-zha-sha-mo-kya-de-hei. Soha."


---


Bersadhana itu berlandaskan Bodhicitta, dan seberapa efektifnya kamu memainkan peranmu dalam Pandemik ini sebagian besar BERGANTUNG pada seberapa besar ketulusan dan kesungguhanmu dalam meyakinkan Sang Ilahi untuk menghentikan Pandemi ini dengan cepat dan mengembalikan bumi ini ke keadaan normal.

Mari kita lihat berakhirnya pandemi ini SECEPATNYA!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Alternative Sadhana To Help Cope with Covid-19





Refer to Lotuschef's maiden dharma speech here.


Written below are two sadhanas that you can practise to help fight Covid-19. With the concept that I shared during my maiden dharma speech, you can try the followings:

**[KEY is you are able to invoke Root Guru and with Root Guru as Link or Connector, help you successfully invoke Yidam of choice to EXECUTE AT WILL, your request or wish!
Of course, Yidam Abhiseka from Root Guru is the Basic essential!]

Remember the initial steps of sadhana as set down by Root Guru is Essential to proceed before Guru or Yidam yoga practices!


---


This alternative with White Mahapadmakumara as the yidam.


1. Form the White Mahapadmakumara mudra and visualise White Mahapadmakumara in the core of the earth with waves like white light radiating outwards, chasing out the darkness and all the deadly Covid-19 viruses with the sound and vibration of each mantra.


2. Then visualise that the earth is now shining with brilliant and dazzling white light and the whole global earth is patched with White Mahapadmakumaras ~ as many as all the beings existing on the earth.
Alternatively you can use white HOM seed syllable to fill the whole earth (see the 2nd alternative below with Bhaisajyaguru Tathagata as the yidam).


3. Now visualise a thick sphere of white light enclosing the global earth.

4. Maintain this visualisation and start to chant Padmakumara Mantra (the long version is recommended as it has the "Ah He Sa Sha Ma Ha" part that renders bardo deliverance as well, especially towards those who have died from the Covid-19 pandemic).

嗡。啞。吽。咕嚕貝。啞訶薩沙嗎哈。蓮生。悉地。吽。
"OM. AH. HOM. GURU BEI. A-HE-SHA-SA-MA-HA. LIEN-SHEN. SIDDHI. HOM."


---


This is Root Guru Yoga Combined with Bhaisajyaguru yoga.

You can also employ Bhaisajyaguru Tathagata (Medicine Buddha) as an additional yidam.

** [You must go through the initial steps of sadhana as set out by Root Guru! 
Invoke Root Guru's presence & chanting 108x of Guru's mantra. 
Then you can proceed to adding Bhaisajyaguru into this session of cultivation.]


1. The same with the first step above, change the yidam to Bhaisajyaguru Tathagata and form his mudra accordingly.


2. Also the same as the second step above and for this version you can visualise the patching of the earth surface with either Bhaisajyagurus or Blue HOM seed syllables.
[Bhaisajyaguru & associates eliminating the Illnesses from global earth & protecting all beings on global earth.]


3. Particularly for this version, in lieu of white light, visualise the assembly of Bhaisajyaguru Tathagata transforming into lemon-golden-coloured sphere of light enclosing the global earth.
[The lemon gold lighted sphere signifies Health And Auspiciousness ~ Wishing all beings Health & Auspiciousness.]

4. Maintain this visualisation and start to chant Bhaisajyaguru Mantra.

爹雅他。嗡。別卡子也。別卡子也。媽哈別卡子也。辣炸娑摩伽德黑。梭哈。
"Die-ya-ta. Om. Bie-ka-zi-ye. Bie-ka-zi-ye. Maha-bie-ka-zi-ye. La-zha-sha-mo-kya-de-hei. Soha."


---


Practice is based on Bodhicitta & how effective you are in playing a part in this Pandemic DEPENDS largely on how sincere & diligent your are, to convince Divinity to stop this Pandemic fast and return the world to normalcy.

Lets see an end to this Pandemic ASAP!


With Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Friday, February 28, 2020

Makanan – Dikuduskan Terlebih Dahulu Ataukah Dipersembahkan Terlebih Dahulu? [2]



Ditulis oleh Lotuschef – 2 November 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Food – Purify First or Offer First? [2]




Subjek di dalam artikel ‘Makanan – Dikuduskan Terlebih Dahulu Ataukah Dipersembahkan Terlebih Dahulu?’ adalah seorang reverend. Oleh karenanya aku menyajikan pandangan Guru mengenai hal ini, seperti yang terlampir di kutipan berikut.



[--- Buddhisme Tantra menganggap bahwa semua Buddha adalah mahluk yang berdiam di dalam pikiran non-diskriminatif.

Seorang praktisi dengan pencapaian nyata mampu mengubah arak menjadi nektar, dan daging menjadi makanan yang bersih.
Karena ia menyeberangkan roh dari hewan yang dijagal, maka tak ada bahaya tindakan jahat yang timbul di dalam mengkonsumsi arak dan daging.

Seorang praktisi yang tak punya stamina batin akan meminum arak hingga mabuk, dan makan daging karena rakus. Demikianlah ia melanggar sila utama Buddhisme Tantra, dan menciptakan karma berat bagi dirinya sendiri, yang akan menariknya ke Neraka Vajra saat ia meninggal dunia.

Di luaran, kedua skenario nampak mirip, namun mereka terpisahkan oleh kutub suci dan tidak suci! ---]


[--- Mengkonsumsi makanan vegetarian tentunya ada pahalanya tersendiri, namun bukan kunci mutlak untuk mencapai kebuddhaan.

Bila bervegetarian sendiri dapat membawa menuju kebuddhaan, maka kuda, sapi dan kambing sudah dari dulu mencapai pencerahan!

Namun para praktisi yang memakan daging harus menyucikan daging tersebut dengan ‘meniupkan’ dan menjapa Mantra Penyeberangan Manjushri.
Ini berarti mengaplikasikan metode Tantra untuk menyeberangkan roh-roh hewan tersebut, mengubah daging menjadi makanan yang terkuduskan.

Setelah menyalurkan pahala kepada roh-roh hewan yang dagingnya akan dikonsumsi, maka daging tersebut boleh dimakan.

Ini karena saat kamu telah mengulurkan belas kasihmu dan menyeberangkan roh tersebut, maka sudah tak ada lagi ikatan jodoh karma negatif antara kamu dengan roh si hewan tersebut. ---]


Baca juga: Persembahan Internal dan Eksternal


[--- Ini berarti mengaplikasikan metode Tantra untuk menyeberangkan roh-roh hewan tersebut, mengubah daging menjadi makanan yang terkuduskan. ---]

Hahaha! Ini adalah jawaban Guru. Si reverend tidak paham mengapa kita harus melakukan penyeberangan hewan dan lainnya ‘untuk menyucikan makanan, sebelum mempersembahkannya kepada para Buddha di dalam’.

Oleh karenanya si reverend sebaiknya tidak asal menjawab bahwa: [--- DL: Fo Pusa (Buddha & Bodhisattva) tentunya harus makan sebelum punya tenaga untuk bekerja (melakukan penyeberangan)! ---]

Aku sungguh berharap tak ada orang yang mengajukan pertanyaan yang sama kepadaku lagi, bahkan bila si reverend yang bersangkutan kebetulan juga terlihat sedang makan di hadapanmu dan kemudian melakukan penyucian setelah Buddha & Bodhisattva-nya telah punya kekuatan untuk bekerja!

Hal ini juga membuat kita tahu bahwa orang ini bukan seorang yogi sejati dan sama sekali tidak mendengarkan Guru, atau mencari tahu pandangan Guru mengenai hal ini. Suatu saat bila seorang murid mengajukan pertanyaan kepada seorang reverend, kadang kala bisa jadi Guru sedang hendak memberitahu si reverend itu untuk belajar metode yang benar dan tidak menyampaikan informasi yang salah dan tanpa dasar kepada para umat.

Aku ingin menyampaikan bahwa para murid/umat terkadang ingin mencari kesalahan berhubung aku orang baru, sedangkan si reverend DL sudah menjadi reverend bertahun-tahun sebelum aku. Seperti para murid yang mengatakan bahwa aku tidak melakukan penjapaan sutra untuk orang meninggal seperti yang telah dilakukan oleh para reverend lain semenjak lama!

Hahaha! Aku pun hendak memberitahukan kepada mereka semua yang berpikir demikian, bahwa [Penjapaan sutra untuk orang meninggal ada versi standarnya tersendiri yang telah diajarkan oleh Vihara Vajragarbha Seattle dan Taiwan], dan upacara penjapaan yang dilakukan oleh para reverend yang telah melakukannya semenjak dulu itu adalah Versi Pribadi mereka sendiri. Lagipula banyak dari mereka TIDAK menghadiri pelatihan di salah satu vihara vajragarbha tersebut.

Seperti yang telah kusarankan berkali-kali, lihatlah baik-baik para reverend itu dan bandingkan mereka dengan Guru. Mengapa beberapa orang telah melakukan upacara penjapaan untuk mendiang tapi (roh yang bersangkutan) masih gentayangan?
Dalam bahasa Guru: “Murid-murid ini masih belum berhasil beryoga dengan-Ku.”

Saat kamu tak mampu mengundang kehadiran Guru, maka kegiatan yang kamu lakukan menjadi tak karuan, menyia-nyiakan sumber daya, dan dalam situasi tertentu, KAMU, bisa dianggap sebagai Penipu Berkedok Agama!

Di dalam Tantrayana, si praktisi dapat melatih diri dengan cepat untuk naik, namun dapat jatuh terjerumus dengan cepat pula. Ingat-ingatlah hal ini.

Guru bilang bahwa beliau gemar membaca. Tentunya kita semua juga perlu untuk selalu mencari jawaban bagi diri kita sendiri.

Salam semuanya. Jawaban menurut versi Guru adalah Sucikan Makanan Terlebih Dahulu!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Thursday, February 27, 2020

Makanan – Dikuduskan Terlebih Dahulu Ataukah Dipersembahkan Terlebih Dahulu?



Ditulis oleh Lotuschef – 20 November 2011
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Food – Purify First Or Offer First?


Baca juga:


Pada waktu makan di dalam penerbangan, LJ melihat DL melakukan persembahan mandala terlebih dahulu baru kemudian mengkuduskan (menyucikan) persembahan tersebut.

LJ bertanya kepada DL mengapa ia tidak menyucikan makanan tersebut terlebih dahulu sebelum mempersembahkannya.

DL: Fo Pusa (Buddha & Bodhisattva) tentunya harus makan sebelum punya tenaga untuk bekerja (melakukan penyeberangan)!

Hahaha!

Bagaimana pandangan Mahaguru Lu mengenai hal ini?

Dari 2 artikel di atas, mari kita lihat bagaimana kita bisa bantu LJ menemukan jawabannya.

Aku juga sudah membaca artikel-artikel lainnya yang Mahaguru tulis seputar topik ini.

Mari saling berbagi bila teman-teman pembaca ada bahan bacaan lain tentang topik ini.


Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School


Persembahan Dalam & Luar 内供养/ 外供养



Ditulis oleh Lotuschef – 22 Agustus 2011
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 内供养/ 外供养 Internal & External Offering


Saat berada di HSR, Taichung, kami membeli beberapa bungkus nasi kotak dengan menu daging.

Setelah melakukan penyeberangan dan penyucian, kami melakukan persembahan maha mandala dan mulai makan.

E berbagi makanan dengan si V, istrinya.

Kuberitahu Si V untuk menjapa [Om Ah Hom] untuk menyucikan sebelum mempersembahkan/makan.
[Buddha/para dewata di dalam tubuh juga perlu memakan makanan yang ‘tersucikan’.]

J dan S bertanya kepadaku mengapa Si V masih harus melakukan persembahan lagi dengan kotak makanan yang sama yang telah dipersembahkan oleh Si E.

Teman-teman pembaca yang terkasih, apakah kalian membaca tulisan-tulisan di blog ini?

Apa yang Mahaguru katakan perihal persembahan? Baru-baru ini aku telah mempublikasikannya.

Melakukan persembahan, kemudian memakannya, dengan demikian orang yang bersangkutan sesungguhnya sedang memberikan persembahan kepada Buddha dan Para Dewata DI DALAM TUBUHNYA.

Saat kita melakukan Puja Api Homa, kita sedang melakukan SECARA LUARAN kepada para dewata, dan mereka yang tertulis di dalam naskah doa sebagai yang mempersembahkan akan menerima berkat atau pahala. Tentunya para peserta juga merupakan pihak penerima dari sesi persembahan ini.

Si V adalah satu-satunya yang mengangkat topik [内供养/ 外供养 Persembahan Dalam dan Luar].

Ia pun patuh melakukan penyucian dan kemudian mempersembahkan.

Haha!

Mahaguru katakan bahwa segala hal yang kita lakukan adalah PELATIHAN DIRI!
Sering-sering bacalah artikel Mahaguru karena mengandung kebijaksanaan agung dari seorang yang telah Tercerahkan.


Amituofo
Lotuschef
Pure Karma
True Buddha School


Wednesday, February 26, 2020

Lotuschef Bercakap-cakap – Makanan Tercemar



Ditulis oleh Lotuschef – 11 Juni 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Conversation – Tainted Food

Rouleau des Etres Affamés, Collection of Kyoto National Museum

Aku menuliskan Kebenaran mengenai Makanan yang Tercemar.

Di bulan Maret silam, aku makan bersama Si Y, seorang temanku, yang mampu berkomunikasi dengan para roh. Ia memberitahuku bahwa ia sering menolak memakan makanan yang ada di hadapannya karena ia bisa melihat roh-roh memakannya dan meninggalkan air liur dan kadang kala malah lendir pada makanan tersebut.

Sedangkan Si M, seorang perempuan kecil dengan roh saudara kandungnya berada di badannya, tidak bisa melihat hal tersebut. Namun, ia memberitahuku bahwa ia sering menolak makanan pesanannya padahal saat itu memesan dengan nafsu makan yang besar, dan saat makanan pesanan datang, ia seperti tidak ingin memakannya lagi.
Ia seperti mampu merasakan bahwa makanan tersebut tercemari oleh sekresi dari para roh?

Kembali lagi ke Bhiksu Besar kita yang dulu bilang kepadaku supaya tidak makan bersama para umat karena makanan yang mereka sentuh akan menjadi Makanan Tercemar!

Sedangkan para umat sendiri mengeluh bahwa ia ingin makan duluan dan menghentikan mereka sewaktu mereka hendak mengambil makanan yang dihidangkan. Ia bilang bahwa ia harus makan duluan atau harus dilayani duluan!

Merasa setinggi dan berkuasa seperti itu, ia lupa bahwa Guru mengajarkan “Om Ah Hom” mampu menyucikan apapun juga!

Atau jangan-jangan ia tak punya keyakinan dalam menarik cahaya dengan “Om Ah Hom” untuk menyucikan makanan?

Guru juga mengajarkan kita Mantra Penyeberangan Manjushri untuk menyucikan makanan dan juga mempersembahkan kepada para dewata dan berbagi dengan semua insan di 6 alam melalui transformasi menjadi segala macam hal yang hati mereka dambakan.

Poin yang hendak kusampaikan adalah apapun yang kita pelajari, kita juga harus menggunakannya, bukan? 😊

Bertanya:

Kiranya Si Bhiksu itu merasa sebegitunya bersih dan suci sampai-sampai menganggap orang lain sebagai mahluk rendahan yang akan mencemari makanannya saat tersentuh?

Kalau iya lantas mengapa ia menerima undangan orang-orang untuk makan gratis?

Saatnya kamu mengaplikasikan pengetahuan Buddha Dharma.

Apakah ia tahu apa yang seorang Buddha sungguh-sungguh lihat di dalam diri semua insan?

Sungguhkah ia tahu beberapa dasar Buddha Dharma dan mempraktikkannya?

Ah! Oh! 😊

Melatih Tantrayana, butuh Bodhicitta sebagai Kunci Akhir menuju Kebuddhaan.

Dan Bodhicitta berarti memprioritaskan orang lain, diri sendiri belakangan!

Sekarang kamu tahu mengapa aku bilang bahwa si bhiksu tersebut tak punya Bodhicitta?

Aku menganalisanya untuk berbagi denganmu cara menggunakan Jalan Utama Berunsur 8.

Si Bhiksu hanyalah salah satu contoh bagus untuk menjelaskan salah satu poin saja.

Menulis artikel ini tanpa prasangka!


Amituofo
Pure Karma
Lama Lotuschef
True Buddha School


Tuesday, February 25, 2020

Mempersembahkan Arak dan Daging Kepada Buddha 酒肉供佛



Karya tulis Mahaguru Lu Sheng Yan, Buku No.154 ‘Aura Kebijaksanaan’ 智慧的光環.
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh True Buddha Foundation Translation Team
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: Offering Wine and Meat to the Buddha


Bab 32 – Mempersembahkan Arak Dan Daging Kepada Buddha


Sewaktu kepala Buddhisme Tibet dari Ordo Gelug, Yang Mulia Ganden Tripa, mengunjungi Vajragarba Seattle, beliau menghadiahkan sebuah jubah dharma kepadaku.

Di saat beliau berkunjung ternyata bertepatan dengan hari ulang tahun seorang Vajra Buddha yang dipujanya.

Yang Mulia kemudian meminta para bhiksu di Vihara Vajragarbha untuk membantunya membeli sebotol arak, daging sapi dan kambing dari supermarket.
Beliau hendak bersadhana dan memberikan persembahan kepada Vajra Buddha.

Kemudian, seorang bhiksu bertanya kepadaku secara privat, “Bolehkan kita mempersembahkan arak dan daging kepada para Buddha?”

Kujelaskan kepada si bhiksu bahwa dalam pandangan tradisi Sutra, minum arak dan makan makanan berdaging dianggap melanggar sila. Namun tidak begitu halnya di dalam ajaran Tantra.

Buddhisme Tantra menganggap bahwa semua Buddha adalah mahluk yang berdiam di dalam pikiran non-diskriminatif.

Oleh karenanya, di mata para buddha, arak dan daging tak terlihat sebagai arak dan daging.

Sebagai contoh, di mata manusia, arak adalah arak.
Di mata Asura, arak adalah pedang dan pisau.
Bagi setan kelaparan (preta), arak menjadi api yang membakar.
Mahluk neraka melihat arak bermanifestasi menjadi kolam darah.
Namun, bagi para buddha, arak adalah nektar berkualitas.

Aku katakan:
Terhadap praktisi yang suci, arak dan daging yang dikonsumsi akan menjadi suci.
Sehingga tindakan mengkonsumsi arak dan daging juga suci.
Sebaliknya, terhadap praktisi yang kotor, arak dan daging yang dikonsumsi akan menjadi kotor.
Demikianlah maka tindakan mengkonsumsi arak dan daging menjadi kotor.
Mohon renungkan baik-baik dan pahamilah kebenarannya!

Seorang praktisi dengan pencapaian nyata mampu mengubah arak menjadi nektar, dan daging menjadi makanan yang bersih.
Karena ia menyeberangkan roh dari hewan yang dijagal, maka tak ada bahaya tindakan jahat yang timbul di dalam mengkonsumsi arak dan daging.

Seorang praktisi yang tak punya stamina batin akan meminum arak hingga mabuk, dan makan daging karena rakus. Demikianlah ia melanggar sila utama Buddhisme Tantra, dan menciptakan karma berat bagi dirinya sendiri, yang akan menariknya ke Neraka Vajra saat ia meninggal dunia.

Di luaran, kedua skenario nampak mirip, namun mereka terpisahkan oleh kutub suci dan tidak suci!

Aku merasa sama saja dan tidak membeda-bedakan dalam mempersembahkan makanan vegetarian ataupun berdaging kepada para buddha.
Namun bila kamu ingin mengkonsumsi arak dan daging, kamu harus paham akan kapasitas stamina batinmu sendiri.
Bila terkorupsi oleh konsumsi daging dan arak, maka lebih baik menjalani sila dengan ketat dan menahan diri dari mengkonsumsi arak dan daging!


Amituofo
Lotuschef
Pure Karma Vihara
True Buddha School


Makan Makanan Berdaging atau Bervegetarian



Karya tulis Mahaguru Lu Sheng Yan, Buku No.154 ‘Aura Kebijaksanaan’ 智慧的光環.
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh True Buddha Foundation Translation Team
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: Taking Meat or Vegetarian Meals




Bab 31 – Makan Makanan Berdaging atau Bervegetarian


Suatu saat seseorang bertanya kepada Dalai Lama, “Bagaimana pandangan Buddhisme Tantra perihal bervegetarian dan makan makanan berdaging?”

Dalai Lama menimpalinya, “Saya pribadi seorang vegetarian, tapi para lama tidak bervegetarian.”

Si penanya kemudian mengangkat isu berikut: “Bila seseorang bukan vegetarian, maka ia sedang melakukan pembunuhan. Bukankah hal itu sebuah pelanggaran dari Lima Sila?”
Jawaban yang diberikan oleh Dalai Lama juga ambigu, memberikan kesan bahwa menjadi non-vegetarian bukan berarti membunuh, dan bahwa tak ada hubungan antara membunuh dengan mengkonsumsi makanan vegetarian.

Bahkan Dalai Lama dengan malu-malu tertawa dan mengatakan, “Para lama tidak membunuh demi makanan, dan mereka pun juga bukan vegetarian.”

Saat aku sedang berada di Biara Drepung Loseling dan makan bersama dengan Sang Khenpo di sana, hanya daging saja yang disajikan.

Sejauh yang kuketahui, aturan yang diberlakukan kepada pemeluk agama Buddha Tiongkok ini diturunkan oleh Xiao Yan, Kaisar Tiongkok Wu dari Dinasti Liang, yang memerintahkan agar para bhiksu dan bhiksuni menjalani gaya hidup vegetarian.
Ini merupakan karakteristik Buddhisme Tiongkok, yang bertujuan untuk memelihara welas asih dan menghindari menciptakan karma negatif.

Mengkonsumsi makanan vegetarian tentunya ada pahalanya tersendiri, namun bukan kunci mutlak untuk mencapai kebuddhaan.

Bila bervegetarian sendiri dapat membawa menuju kebuddhaan, maka kuda, sapi dan kambing sudah dari dulu mencapai pencerahan!

Banyak pemula yang mempelajari agama Buddha tidak terbiasa dengan gaya hidup bervegetarian. Jadi mereka disarankan untuk mengkonsumsi ‘tiga daging bersih’
(di mana tidak melihat saat hewan sedang dibunuh, tidak mendengar saat si hewan menangis saat sedang dibunuh, dan diri sendiri tidak secara khusus melakukan pembunuhan untuk konsumsi pribadi).

Hal ini merupakan solusi kemudahan sebagai alternatif pengganti gaya hidup vegetarian.

Lantas apakah praktisi Satya Buddha harus menjalani gaya hidup vegetarian secara ketat?

Jawabanku adalah: “Terserah kamu.”

Namun para praktisi yang memakan daging harus menyucikan daging tersebut dengan ‘meniupkan’ dan menjapa Mantra Penyeberangan Manjushri.
Ini berarti mengaplikasikan metode Tantra untuk menyeberangkan roh-roh hewan tersebut, mengubah daging menjadi makanan yang terkuduskan.

Setelah menyalurkan pahala kepada roh-roh hewan yang dagingnya akan dikonsumsi, maka daging tersebut boleh dimakan.

Ini karena saat kamu telah mengulurkan belas kasihmu dan menyeberangkan roh tersebut, maka sudah tak ada lagi ikatan jodoh karma negatif antara kamu dengan roh si hewan tersebut.

Ada perbedaan dalam pandangan yang diimani oleh tradisi Sutra dan Tantra perihal makan makanan berdaging dan bervegetarian, namun mohon ingatlah ayat yang dibabarkan oleh Sang Buddha berikut ini:
“Seteguk air bersih
Mengandung 84000 ekor cacing
Bila kamu tidak menjapa mantra
Sama artinya dengan melakukan pembunuhan.”

Kebenaran subtil semacam ini harus dipahami secara hati-hati!


Amituofo
Lotuschef
Pure Karma Vihara
True Buddha School

Sunday, January 19, 2020

Nasib Bertumbuh Dari Hati 相由心生



Ditulis oleh Lotuschef – 3 Januari 2020
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 相由心生 Fate Grows from Heart


Di atas adalah sebagian dari nampan persembahan utama untuk Homa.

Dari rekaman ceramah Mahaguru Lu berikut:
20191228聖尊蓮生活佛盧勝彥開講「道果」

Di ceramah tersebut, Mahaguru Lu mengatakan bahwa Nasib seseorang bertumbuh dari hati orang yang bersangkutan dan efek akumulatif dari karmanya bisa dilihat dari wajahnya!
Beliau katakan bahwa orang-orang yang sudah lanjut usia yang sepanjang hidupnya punya sifat buruk, licik, jahat ~ semua ini terlihat jelas di wajah mereka!

Ini mengingatkanku akan suatu wajah yang menarik perhatian yang kulihat di atas kapal pesiar saat berlibur kemarin.
Orang ini memiliki aura yang sungguh menakutkan yang membuat orang merasa seram!
Yang muncul di dalam benak adalah Hitler!
Kuberitahu anakku supaya menghindari orang ini!

Di facebook juga pernah melihat beragam orang dan menyarankan mereka untuk bersadhana.
Dua dari mereka menjapa 108x mantra 100 aksara Vajrasattva setiap harinya, dan wajah salah satu dari mereka telah berubah menjadi mirip dengan rupang Mahaguru Lu di altarnya, wajah yang satunya lagi juga bersinar dan karirnya pun membaik.

Ingatlah Mahaguru Lu mengatakan bahwa Pertobatan Vajrasattva adalah yang teragung dari segala macam pertobatan!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, January 3, 2020

相由心生 Fate Grows from Heart




Above: Part of the master tray of offering for Homa.

Referring to GM Lu's recorded speech:
20191228聖尊蓮生活佛盧勝彥開講「道果」

In the above speech, GM Lu said that One's fate grows from One's heart and the accumulative effect of One's karmic deeds can be seen from One's face!
He said there are old people that have been nasty and mean for the most part of their lives, and all these can be seen clearly imprinted on their faces!

Well, reminds me another interesting face I saw recently during my cruise vacation.
This person has a real spooky aura that gives one the creeps!
What pops up in mind was Hitler!
I told my daughter to avoid this person or steer clear of his path!

I remember faces that I saw from Facebook of various individuals and advised them to cultivate.
2 of them chanted 108 times of 100-syllables mantra daily and one of them the facial changes and pretty similar to GM Lu's statue on his altar, the other one has shine and has mark improvement in career.

Remember that GM Lu said that Vajrasatta's Repentance is the greatest of all repentances!

With Metta

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef