Showing posts with label sutra. Show all posts
Showing posts with label sutra. Show all posts

Tuesday, February 25, 2020

Mempersembahkan Arak dan Daging Kepada Buddha 酒肉供佛



Karya tulis Mahaguru Lu Sheng Yan, Buku No.154 ‘Aura Kebijaksanaan’ 智慧的光環.
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh True Buddha Foundation Translation Team
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: Offering Wine and Meat to the Buddha


Bab 32 – Mempersembahkan Arak Dan Daging Kepada Buddha


Sewaktu kepala Buddhisme Tibet dari Ordo Gelug, Yang Mulia Ganden Tripa, mengunjungi Vajragarba Seattle, beliau menghadiahkan sebuah jubah dharma kepadaku.

Di saat beliau berkunjung ternyata bertepatan dengan hari ulang tahun seorang Vajra Buddha yang dipujanya.

Yang Mulia kemudian meminta para bhiksu di Vihara Vajragarbha untuk membantunya membeli sebotol arak, daging sapi dan kambing dari supermarket.
Beliau hendak bersadhana dan memberikan persembahan kepada Vajra Buddha.

Kemudian, seorang bhiksu bertanya kepadaku secara privat, “Bolehkan kita mempersembahkan arak dan daging kepada para Buddha?”

Kujelaskan kepada si bhiksu bahwa dalam pandangan tradisi Sutra, minum arak dan makan makanan berdaging dianggap melanggar sila. Namun tidak begitu halnya di dalam ajaran Tantra.

Buddhisme Tantra menganggap bahwa semua Buddha adalah mahluk yang berdiam di dalam pikiran non-diskriminatif.

Oleh karenanya, di mata para buddha, arak dan daging tak terlihat sebagai arak dan daging.

Sebagai contoh, di mata manusia, arak adalah arak.
Di mata Asura, arak adalah pedang dan pisau.
Bagi setan kelaparan (preta), arak menjadi api yang membakar.
Mahluk neraka melihat arak bermanifestasi menjadi kolam darah.
Namun, bagi para buddha, arak adalah nektar berkualitas.

Aku katakan:
Terhadap praktisi yang suci, arak dan daging yang dikonsumsi akan menjadi suci.
Sehingga tindakan mengkonsumsi arak dan daging juga suci.
Sebaliknya, terhadap praktisi yang kotor, arak dan daging yang dikonsumsi akan menjadi kotor.
Demikianlah maka tindakan mengkonsumsi arak dan daging menjadi kotor.
Mohon renungkan baik-baik dan pahamilah kebenarannya!

Seorang praktisi dengan pencapaian nyata mampu mengubah arak menjadi nektar, dan daging menjadi makanan yang bersih.
Karena ia menyeberangkan roh dari hewan yang dijagal, maka tak ada bahaya tindakan jahat yang timbul di dalam mengkonsumsi arak dan daging.

Seorang praktisi yang tak punya stamina batin akan meminum arak hingga mabuk, dan makan daging karena rakus. Demikianlah ia melanggar sila utama Buddhisme Tantra, dan menciptakan karma berat bagi dirinya sendiri, yang akan menariknya ke Neraka Vajra saat ia meninggal dunia.

Di luaran, kedua skenario nampak mirip, namun mereka terpisahkan oleh kutub suci dan tidak suci!

Aku merasa sama saja dan tidak membeda-bedakan dalam mempersembahkan makanan vegetarian ataupun berdaging kepada para buddha.
Namun bila kamu ingin mengkonsumsi arak dan daging, kamu harus paham akan kapasitas stamina batinmu sendiri.
Bila terkorupsi oleh konsumsi daging dan arak, maka lebih baik menjalani sila dengan ketat dan menahan diri dari mengkonsumsi arak dan daging!


Amituofo
Lotuschef
Pure Karma Vihara
True Buddha School


Wednesday, June 29, 2016

Pemusatan Perhatian – Perenungan Atas Wujud [2]



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 23 November 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Mindfulness – Contemplation of Form [2]


Solusi dari agama Buddha untuk mengatasi nafsu, deraan cinta, cinta yang tak terbalas.
佛教对治 欲望、爱折磨、单恋、的方法.

Sumber foto: Meditation on Foulness: the Buddha advised those who are ardent on attaining nirvana (release) to contemplate the body's manifold impurities.
(Meditasi Akan Kekotoran: Sang Buddha menyarankan mereka yang bersemangat untuk mencapai nirwana [pembebasan] supaya merenungi berbagai kekotoran tubuh.)


Berikut ini dikutip dari Sutra Surangama 大佛頂首楞嚴經.

Dua Puluh Lima Cara Untuk Mencapai Pencerahan

Jilid 5, Bab 2
Ekstrak:

N2 Upanishad: Objek Wujud

Sutra:

Upanishad bangkit dari tempat duduknya, berlutut di kedua kaki Sang Buddha, dan berkata kepada Sang Buddha, “Aku juga melihat Sang Buddha saat beliau pertama kali mencapai Sang Jalan (Tao). Aku belajar untuk merenungi penampilan yang tak bersih hingga aku menjadi muak dan memahami bahwa kodrat dari segala wujud adalah tak bersih. Tulang belulang dan debu-debu halus semuanya kembali kepada kekosongan, sehingga demikianlah cara menyingkirkan kekosongan maupun wujud. Dengan penyadaran ini, aku mencapai jalur yang telah melampaui pembelajaran.”

Komentar:

Nama Upanishad berarti “kekosongan dari kodrat wujud” (se xing kong). Ia selalu terganggu oleh nafsu birahinya yang menggebu-gebu.
Karenanya, Sang Buddha mengajarinya untuk melatih perenungan atas kekotoran di mana ia mengamati bagaimana kotornya tubuh fisik sendiri maupun milik orang lain.

Ada praktik tertentu yang dinamakan “merenungi 9 aspek kekotoran”:
  1. Merenungi pembengkakan. Setelah mati, badan mulai membengkak.
  2. Merenungi daging yang berburik hijau. Setelah membengkak, badan mulai muncul area-area berwarna hijau seperti lebam-lebam besar.
  3. Merenungi daging yang pecah terbuka. Setelah menjadi hijau, ia meletus terbuka.
  4. Merenungi darah dan kotoran. Saat meletus terbuka, darah dan hal-hal lain mengalir keluar.
  5. Merenungi nanah dan pembusukan. Nanah mulai keluar dari tubuh saat ia mulai membusuk.
  6. Merenungi tubuh dimakan oleh cacing-cacing. Dari nanah dan badan yang membusuk keluar banyak cacing yang memakan daging.
  7. Merenungi tubuh mulai tercerai-berai. Daging mulai berjatuhan.
  8. Merenungi tulang-belulang. Begitu daging sudah menghilang, yang tersisa hanyalah tulang saja.
  9. Merenungi tulang yang terbakar. Ia terbakar oleh api dan berubah menjadi abu. Abu itu melayang ke dalam kekosongan dan berubah menjadi debu, hingga akhirnya tak ada lagi yang tersisa.

Upanishad sangat melekat pada wujud. Ia akan secara khusus memperhatikan setiap wanita yang dilihatnya untuk kemudian dikomentari betapa cantiknya yang ini, betapa indahnya yang itu, dan betapa menariknya yang lain lagi. Ia menggunakan segala upayanya untuk hal-hal seperti ini.
Hingga saat ia bertemu dengan Sang Buddha, beliau mengajarinya cara melatih perenungan 9 aspek kekotoran.

Upanishad bangkit dari tempat duduknya, berlutut di kedua kaki Sang Buddha, dan berkata kepada Sang Buddha, “Aku juga melihat Sang Buddha saat ia pertama kali mencapai Sang Jalan (Tao).
Aku belajar untuk merenungi penampilan yang tak bersih hingga aku menjadi muak.
Aku, juga, bersama dengan Sang Buddha saat setelah beliau mencapai Tao, dan Buddha mengajariku untuk melatih perenungan 9 aspek kekotoran.

Dari sini aku menyadari bahwa mau secantik apapun seseorang saat ia hidup,
betapa menarik atau indahnya perempuan tersebut, sehingga semakin kamu memikirkannya maka semakin dirinya menjadi memikat, namun saat ia mati, ia akan melepuh sama anehnya seperti orang-orang lain juga.
Ia akan menjadi hijau dan penuh dengan burik, serta dagingnya akan pecah terbuka.
Masihkah kamu bisa mencintainya setelah itu?

Lalu darah dan kotoran akan keluar, jasadnya mulai berbau busuk.
Di tahap ini, anjing akan menyukainya, tapi orang-orang akan menjauhinya.

Kemudian nanah mulai terbentuk dan tubuhnya mulai membusuk.
Membayangkannya saja membuatmu ingin muntah!

Di saat ini sudah tak mungkin lagi untuk menciumnya.
Lalu cacing-cacing mulai tumbuh berkembang: yang besar maupun yang kecil.
Sekawanan lalat dan lalat biru (Calliphora vomitoria) datang mengerumuni.
Mereka mendekatinya dan di saat itu kamu bahkan tak akan merasa cemburu sedikitpun.

Daging mulai tercerai-berai dan tinggallah tulang-belulang yang tersisa.
Kemudian ia terbakar dan segalanya menghilang.

Beritahukan kepadaku, kemana orang cantik tersebut pergi?

Melalui perenungan seperti ini ia semakin muak akan wujud, dan menjadi paham bahwa kodrat dari segala macam wujud adalah tidak bersih.

Ia menyadari mau seberapa cantiknya suatu wujud, sumbernya sendiri sudahlah kotor.

Semen dari ayah dan darah dari ibu pada dasarnya tidak bersih.

Tulang dan debu-debu halus berpulang pada kekosongan, demikianlah kekosongan maupun wujud disingkirkan.

Dengan penyadaran ini, aku mencapai jalur yang melampaui pembelajaran, yaitu buah pencapaian yang ke empat – Arahat.

~~~~~~~~~~~

Jadi?
Buddha Dharma merupakan metode-metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas semua insan!
Selama efektif, maka metode tersebut adalah metode yang baik! :)

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Monday, June 27, 2016

佛說眼明經 The Clear Vision Sutra




Click the link below to see the video in Youtube:

佛說眼明經 Fo Shuo Yan Ming Jing (The Clear Vision Sutra)
Recited by Lama Lotuschef
Dijapakan oleh Lama Lotuschef

---

佛說眼明經

The Clear Vision Sutra


南無光明地藏王菩薩 摩訶薩。(3x)
Namo the All Illuminating Ksitigarbha Bodhisattva. (3x)

千手千眼觀世音。
The Thousand-arms Thousand-eyes Kuan Yin Bodhisattva.

兩眼似金燈。
The two eyes resemble two golden lamps.

佛座西方一座塔。
In the west where the Buddha throne is lies a pagoda.

如來會上一藏經。
In the assembly of the Tathagata exists one sutra.

文殊菩薩騎獅子。
Manjushri Bodhisattva is riding his lion.

普賢菩薩騎象王。
Samantabadra Bodhisattva is riding on the elephant king.

兩眼似天堂。
The two eyes resemble the heaven.

人裡魔。眼裡魔。
Mara within man. Mara within the eyes.

眼中翳障盡消磨。
All the hindrances within the eyes shall be removed.

人裡膜。眼裡膜。
Veil within man. Veil within the eyes.

眼中雲霧盡消落。
All the cloud and fog within the eyes shall be cleared.

人裡明。眼裡明。
Clarity within man. Clarity within the eyes.

眼中斗點盡光明。
All the light spots within the eyes are glowing brightly.

有人誦得眼明經。
When someone recites this Clear Vision Sutra.

生生世世眼光明。
The individual shall gain clear vision in every live.

孔雀明王靈感應。
Mahamayura Vidyarajni, the Peacock Dharma Protector is spiritually in tune.

觀音菩薩保安寧。
The Kuan Yin Bodhisattva offers peace and tranquility.

嗡 悉殿多。薄俱那。
Om Xidianduo Baojuna.

南無光明地藏王菩薩。梭哈。
Namo the All Illuminating Ksitigarbha Bodhisattva Svaha.

---

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom

Monday, November 23, 2015

Mindfulness – Contemplation of Form [2]


Terjemahan Indonesia: Pemusatan Perhatian – Perenungan Atas Wujud [2]


Buddhist solution to lust, love torture, crushes.
佛教对治 欲望、爱折磨、单恋、的方法.

Source of the above photo: Meditation on Foulness: the Buddha advised those who are ardent on attaining nirvana (release) to contemplate the body's manifold impurities.


The following is from: Shuragama sutra 大佛頂首楞嚴經


Twenty-Five Means to Enlightenment

VOLUME 5, Chapter 2
Extract:

N2 Upanishad: the object of form.

Sutra:

Upanishad arose from his seat, bowed at the Buddha's feet, and said to the Buddha, "I also saw the Buddha when he first accomplished the way. I learned to contemplate the appearance of impurity until I grew to loathe it and came to understand that the nature of all form is unclean. Bare bones and subtle dust all return to emptiness, and so both emptiness and form are done away with. With this realization, I accomplished the path beyond learning."

Commentary:

Upanishad's name means "the emptiness of the nature of form" (se xing kong). He'd always been plagued with strong sexual desire.
Because of it, the Buddha taught him to cultivate the contemplation of impurity. This means that he observed how his own physical body, as well as everyone else's, was unclean. 
The specific practice is called "contemplating the nine aspects of impurity":

1. Contemplate swelling. After death, the body starts to swell up.

2. Contemplate the green mottled flesh. After the swelling, the body breaks out in green areas like big bruises.

3. Contemplate flesh broken open. After it turns green, it pops open.

4. Contemplate blood and filth. When it breaks open, the blood and other things flow out.

5. Contemplate pus and rot. The pus begins to ooze out of the body as it starts to rot.

6. Contemplate it being eaten by worms. Out of the pus and rot emerge worms which feast on the flesh.

7. Contemplate it scattering. The flesh begins to fall off.

8. Contemplate the bare bones. Once the flesh is gone, there are just the bones underneath.

9. Contemplate it being burned. It is burned by the fire and turns into ashes. The ashes drift into emptiness and turn into dust, until at last there's nothing left.

Upanishad was very attached to forms. He would take special notice of every woman he saw to remark on how beautiful this one was, how exquisite that one was, and how attractive another was. He put all his efforts into this kind of thing.

After he met the Buddha, the Buddha taught him to cultivate the contemplation of nine aspects of impurity.

Upanishad arose from his seat, bowed at the Buddha's feet, and said to the Buddha: I also saw the Buddha when he first accomplished the way. 
I learned to contemplate the appearance of impurity until I grew to loathe it. 
I, too, was with the Buddha just after he accomplished the Way, and the Buddha taught me to cultivate the contemplation of nine aspects of impurity.

From this I realized that no matter how beautiful a person may be while alive, 
no matter how attractive or how exquisite she is, so that the more you think about her the more enticing she becomes, nevertheless, once she dies, she will swell up just as grotesquely as anyone else. 
She'll get just as green and mottled, and her flesh will break open. 
Could you love her then? 

Then the blood and filth oozes out, and the corpse starts to stink. 
Dogs like it at this stage, but people stay far away from it. 

Then the pus and rot forms. 
Just thinking about it makes you want to vomit! 

It would be impossible to kiss her by this time. 
Then the worms grow: big ones and little ones. 
The flies and blueflies come in swarms. 
They draw near to her and at that point you wouldn't even get jealous.

The flesh scatters and the bare bones are all that remain. 
Then it's burned and the entire thing disappears. 

Tell me, where has that beautiful person gone? 

Through this contemplation he grew to loathe forms, and came to understand that the nature of all form is unclean. 

He realized that no matter how beautiful the form was, its source was impure. 

The father's semen and the mother's blood is an unclean origin. 

Bare bones and subtle dust all return to emptiness, and so both emptiness and form are done away with. 

With this realization, I accomplished the path beyond learning, that is, the fourth fruition of Arhatship.

~~~~~~~~~~~

Well?

Buddha Dharma are methods to be use for the betterment of all beings! 

As long as can work, then the method is good method! :)


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sunday, March 16, 2014

Avatamsaka Sutra yang Menakjubkan


Ditulis oleh Lotuschef – 7 Maret 2014
Diterjemahkan  oleh Lotus Nino
Sumber: Discover Wondrous Avatamsaka Sutra 华严经


Sketsa John Leech dari Punch 1848

Hahaha!

Sutra ini memang sungguh panjang.
Tapi apa banyak yang tak menyentuhnya karena terlalu panjang?
Tidak sepenuhnya benar!

Banyak insan yang EGO-nya besar sekali!
Mereka tak pernah mau mengakui dirinya sendiri bodoh, bahkan berani berbohong demi mendongkrak EG-nya!

Umumnya hal ini disebut: MUKA (citra) 脸!

死要脸 – berarti matipun masih mengharap Muka. Tetap menjaga pencitraan diri sampai akhir hayat! :)


Seorang murid berkata: Aku belum ada waktu untuk membacanya.
Yang lain bilang: Aku tak paham jadi berhenti membacanya.

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Seperti Cara yang kuajarkan kepadamu saat kamu tak paham apa yang Guru katakan, kamu bisa memohon Guru untuk mengajarkan dan memandumu dengan mengundangnya terlebih dulu, lalu sampaikan permohonanmu, dan lanjutkan dengan menjapa mantra-Nya sebanyak mungkin.
Sebenarnya, kamu bisa menjapa mantranya 10 putaran japamala berbiji 108, atau hingga kamu merasa ringan dan terang, dipenuhi berkat dan tenaga!


Lalu kamu bisa melanjutkan dengan mendengarkan atau membaca tulisan Guru, atau bisa meminta bantuan dari Guru untuk naskah atau video Buddha Dharma yang ingin kau pelajari.

SUNGGUH!
Saat kamu melakukan hal ini, berarti kamu sepenuhnya mempercayai Guru Akarmu untuk memandumu secara astral!

Skenario seperti ini dinamakan: Kamu berjalan bersama dengan Guru Akarmu di sepanjang Jalan Bodhi, bernaungkan panduannya yang teliti, beserta dengan ajarannya akan kebijaksanaan Buddha.

Dan skenario selanjutnya: Kamu berhasil mencapai Guru Yoga!!! :)


Bukankah sederhana?

Kini bagaimana caranya supaya benar-benar menghargai ajaran Guru dan juga sutra seperti Avatamsaka?

Kamu harus mulai dengan Menyucikan Dirimu Sendiri!

Sadhana yang dilakukan Pure Karma selalu dimulai dengan 3 Tarikan Nafas yang Mendalam, ditambah dengan visualisasi yang menyertainya.
Di Media Centre blog ini telah dipublikasikan naskah sadhana dalam Bahasa Inggris, Mandarin, dan Indonesia.

Bacalah juga Ulasan Sutra Avatamsaka di dalam blog ini!

Kamu berjalan santai bersama Guru dan semua insan menelusuri Alam Avatamsaka 华严世界.

Santai berarti kamu menyingkirkan semua kekuatiran dunia dan segala pikiran buruk!


Berjalan-jalan dan menelusuri berarti kamu turut BERSENANG-SENANG!

Sutra Avatamsaka dimulai dengan Perayaan Sejagat atas Pecerahan Buddha Shakyamuni!

Sampai saat ini aku telah membagikannya hingga buku ke-38 dengan topik 离世间品 – Meninggalkan keduniawian.

Buku tersebut mengajarkan mereka dengan Jodoh Sejati tentang konsep Kebuddhaan yang paling mendasar dan juga yang tertinggi!

Oh ya, tak perlu mengingatnya semua.

Baca dan katakan pada dirimu sendiri: Oh! Ini ternyata tentang pola pikir, ah.

Kiranya bila kamu sungguh tulus dan tekun, konsep-konsep di sana akan muncul dengan sendirinya saat kamu membutuhkannya dalam menjalani kehidupanmu sehari-hari!

Benar sekali. Konsep dan skenario di dalamnya akan terpatri di dalam Hati atau Pikiranmu! :)

Sewaktu membacanya pertama kali, jangan paksa dirimu untuk memahaminya saat kamu memang tak mampu.
Bacalah lagi di kesempatan lain, atau tanyakan kepada atau bahaslah dengan orang lain.


Guru selalu mendukungmu dari belakang! :)


Akupun juga mau membantumu bila kamu jujur bertanya (tak ada maksud lain di baliknya).
Tentunya untuk beberapa sutra, aku tak mampu menjelaskannya secara lengkap dan mendetil!

Pilihan terbaikmu tetap jatuh pada Guru!

Demikianlah jangan biarkan EGO menjeratmu selamanya di dalam Kebodohan!



Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Disunting dari Jurnal Lotuschef

Saturday, November 16, 2013

Mimpi – Mantra Padmasambhava


Ditulis oleh Lotuschef – 31 Oktober 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on Dream – Padmasambhava Mantra

[--- BB: Omong-omong, aku ingin berbagi sesuatu.
Hari di mana kalian mengirimkan email kepadaku mengenai proyek mantra ini, di malam yang sama aku mendapatkan mimpi yang menarik.

Aku bermimpi sedang berada di dalam hutan bambu, dan pohon-pohon bambu di sana tumbuh seperti pan flute (sejenis seruling) yang besar.

Tiap bambu pan flute berwarna tembaga dan ada ukiran mantranya. Masing-masing bergetar dan menghasilkan suara japaan mantra yang harmonis.

Sebuah suara memintaku untuk turut menjapa mantra yang menggema dari hutan bambu tersebut.
Japaannya terdengar tak asing, dan saat berfokus aku tahu bahwa itu adalah mantra Guru Padmasambhava. Sungguh menarik karena aku tahu aku sedang tidur tapi pikiranku bisa secara otomatis menjapa. Malam itu aku bisa tidur dengan nyenyak.

Terima kasih. ---]



{--- Pan flute atau pan pipe adalah instrumen musik jaman dahulu yang dibuat dengan menggunakan prinsip pipa tertutup. Ia biasanya terdiri dari lima pipa atau lebih, yang panjangnya (dan terkadang ketebalannya) juga semakin bertambah. Pan flute sudah lama menjadi instrumen tradisional yang populer dan dianggap sebagai orgel mulut yang pertama. Ia merupakan leluhur dari orgel pipa dan harmonika. Nama pan flute mempunyai hubungan dengan Pan, seorang dewa Yunani. Pipa pan flute umumnya dibuat dari bambu atau tebu raksasa; material lain yang juga digunakan meliputi kayu, plastik, logam dan gading.

Istilah lain untuk pan flute adalah syrinx, yang diambil dari mitologi Yunani, dalam kisah Pan. Syrinx dalam bentuk jamaknya disebut syringes, sebagai asal kata moderen dari syringe. (Pan pipes adalah frase yang digunakan baik dalam bentuk tunggal maupun jamak). Nama lain untuk instrumen ini adalah orgel mulut, pipa pandean, dan dalam Bahasa Latin disebut sebagai fistula panis.

Dikutip dari Wikipedia – Pan Flute ---}


[--- PKV:  Hai Hai,
Hahaha! Terlalu banyak istilah profesional dan teknis yang aku tak tahu!
Aku oke saja dengan keputusan kalian berdua.
Dan seperti biasa, jangan kuatir dengan biaya.
Guru akan menyediakan!

BB sayang, bagian paling atas dari tubuhmu sudah menunjukkan Padmasambhava. Dari ujung kepala hingga mata sudah terlihat seperti Padmasambhava.
Jadi kamu perlu berlatih lebih tekun untuk mengubah hidung dan mulutmu menjadi Padmasambhava lol!
Hehe!

Desain yang tercetak dengan warna hitam bukanlah seperti yang kumaksud.
Aku lebih suka bila kata-katanya Bersinar.

Sesuai dengan visi penglihatanku akan kata-kata tersebut, mereka bersinar dan perlahan-lahan melayang ke surga dan tanah suci, seperti yang tertulis di dalam sutra Satya Buddha dari Guru: 一咒即升双莲池 yang berarti: Dengan satu mantra mampu membawa seseorang ke Maha Kolam Teratai Kembar.

Hahaha! Aku yakin kalian dua orang aneh ini pasti paham maksudku!
Harus menjadi orang aneh untuk bisa memahami diriku yang gila ini!
Salam. ---]


[--- NN: Selamat BB. Guru Rinpoche punya banyak terma yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Inggris juga hahaha :) ---]


[--- BB: Ya, aku membacanya yang dalam versi Bahasa Mandarin. Aku rasa semua hal itu bermula dari sana :) ---]


[--- PKV: Dua hari yang lalu, di pagi hari, aku juga sedang menjapa mantra Padmasambhava di dalam tidurku. Aku pertama kali juga tak tahu itu mantra siapa. Hahaha!
Lalu Padmasambhava muncul dan tersenyum kepadaku! Hahaha!

Buku-buku Bahasa Inggris yang NN pinjamkan kepadaku mengenai ajaran-ajaran Padmasambhava dan Dakini diterjemahkan dengan sangat baik.
Jauh lebih bagus daripada karya orang yang menerjemahkan Sutra Avatamsaka (Hua Yan Jing).

Tanpa berbekal pengetahuan Tantrayana, mereka tak akan mampu menerjemahkan berbagai isi Sutra dengan maksimal! ---]

---

Teman-temanku sekalian yang terkasih, BB sepertinya mengalami tahap awal dari Yoga Mimpi. :)

Padmasambhava atau Guru Rinpoche datang untuk mengajarnya secara astral dan pribadi.

Oh tak harus percaya omonganku juga. Temukan sendiri dan saat kamu bersadhana dengan tekun dan tulus, disertai dengan pola pikirmu yang sikron dengan Guru atau yidam manapun, kamu akan mendapatkan pengalaman yang TAK ADA seorangpun yang akan percaya saat kamu menceritakannya!!!

Hahaha! Aku tak bohong!

Mereka yang tak percaya pengalaman kami pasti menganggap kami ini orang aneh!!!
Dan mengutip Guru: Aku tak peduli dan tak terganggu akan apa yang orang-orang lain pikir dan katakan.

Aku pun punya sentimen yang sama dengan beliau!

Aku ingat PP yang membantu menguruskan akomodasi di KL dan Ipoh. Ia memenangkan undian lotere bernilai besar saat ia selesai melakukan booking untuk transportasi dan akomodasi!

Guru sungguh-sungguh menyediakan semua yang dibutuhkan!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Sunday, July 28, 2013

Lotuschef Bercakap-cakap – Prajna Kebijaksanaan Agung (Maha Prajna)

Prajnaparamita
Repro oleh Biksu Ajahn Vimalo (Paul Hendrick)

Ditulis oleh Lotuschef – 23 Juli 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Chat – Maha Prajna


Prajñā (Bhs. Sansekerta: प्रज्ञा) atau paññā (Bhs. Pāli) dalam agama Buddha merujuk pada kebijaksanaan, pemahaman, kemampuan untuk menilai, wawasan, atau ketajaman berpikir.

Ia adalah salah satu dari tiga divisi dalam Jalan Mulia Beruas Delapan.

Kebijaksanaan seperti ini dianggap sudah ada di dalam arus universal dalam diri tiap insan, dan secara intuitif mampu dialami lewat meditasi.

Dalam beberapa ordo agama Buddha, ia secara khusus dianggap sebagai kebijaksanaan yang hanya bisa muncul lewat realisasi langsung dari berbagai konsep seperti Empat Kebenaran Mulia, ketidakkekalan, hukum sebab-musabab yang saling bergantungan (Pratityasamudpada), tiada diri dan kekosongan.

Prajna adalah kebijaksanaan yang mampu menghancurkan penderitaan (klesha) dan membawa kepada pencerahan.

[Dikutip dari Wikipedia – Wisdom in Buddhism]

---

Guru membahas mengenai AGUNG atau Maha di Seattle, 21 Juli 2013.
Maha adalah proporsi seagung alam semesta!
Prajna sebenarnya juga disebut sebagai Kebijaksanaan Universal oleh beberapa orang.
Menggunakan Buddha Dharma untuk menghapus penderitaan, sebenarnya adalah menggunakan Maha Prajna untuk mengubah atau mentransformasi atau mengosongkan penderitaan.

Menurut Guru, seorang praktisi harus mengharmoniskan lingkungan luar dan dalam, menyucikan mereka, dan melebur mereka sehingga mampu mencapai penyatuan (yoga).

Mari dipikirkan: Bila kamu adalah salah seorang di antara murid-murid generasi awal di Ordo Satya Buddha, namun selama 20 atau 30 tahun ini kamu tak mampu memahami kunci-kunci untuk membuka berbagai pintu yang bahkan baru di tingkat pertama – Hinayana.
Kamu juga tak tahu cara menggunakan Empat Kebenaran Mulia untuk menyelesaikan dan keluar dari berbagai permasalahan hidupmu.

Berarti: Kamu bahkan sama sekali belum mulai melatih diri dengan benar!

Selalu ingatlah yang Guru katakan: Hormati Guru-mu, Hargailah Dharma yang diajarkannya, dan Berlatihlah dengan tekun.

Bila tak tahu atau tak paham, berarti harus mencari bantuan dari mereka yang tahu, atau melakukan riset dari internet atau perpustakaan.

Kalau cuman bisa membaca dan menghafal juga sama sekali tak ada gunanya.

Saat membaca sebuah Dharani, yang harus kamu perhatikan adalah: dharani ini sebenarnya mau memberitahu tentang apa?

Dharani – adalah Sutra atau Mantra.

Berhubung hidup ini pendek, maka lebih baik tidak membuang-buang sisa waktumu lagi.

Guru berkata bahwa beliau selama ini hanya memberikan abhiseka tingkat ke-3 kepada Empat orang murid.
Pastinya si professor yang mampu mempertahankan kenikmatan agung selama 24 jam adalah salah satu dari mereka! :)

Banyak Buddha Hidup yang juga akan muncul dari Ordo Satya Buddha!

Selama kamu mendengarkan Guru dan berlatih dengan tekun sesuai dengan yang diajarkan olehnya, kamu pasti akan mendapatkan keberhasilan yang sama atau bahkan lebih tinggi.

Guru, beliau seorang Buddha, tak pernah berbohong!

Salam.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Wednesday, April 17, 2013

Lotuschef Bercakap-cakap – Ceramah Guru [6 April 2013]: Beberapa poin penting


Ditulis oleh Lotuschef – 7 April 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Chat – Guru’s Speech [6 April 2013]: Points Picked Up

Wow! Ceramah dharma yang mengesankan dari Guru!
  1. Makan daging – Beliau bilang tidak suka Hijau-hijau tapi Kuning-kuning!!! :)
  2. Karma (tindakan) tubuh, ucapan, dan pikiran yang suci.
  3. Arti Kalachakra.
  4. Beliau beritahukan kepada dunia bahwa VM Chang Chi adalah yang merekomendasikan para calon VM, dan Guru hanya menerima rekomendasi tersebut. Jadi karma dari memilih VM yang salah akan jatuh pada VM Chang Chi, bukan Guru!!!

    Hahaha! Perhatikanlah bahwa Guru mengatakan bahwa ia tak tahu para kandidat yang direkomendasikan! :)

    Bertanya: Mungkinkah Guru tak tahu siapapun, apalagi mereka adalah para murid-Nya? Maka seperti yang dikatakan Guru: Sangat Zen!!!
  5. Yang ini paling menarik: mengenai menjelaskan sutra!!!
    Untuk melakukannya, yang bersangkutan harus sudah tercerahkan, dan juga telah melatih hingga mencapai tingkat Bodhisattva atau lebih tinggi!!!

Ada yang membuat tuduhan palsu mengenai aku yang berbagi (membahas) Sutra Avatamsaka???
Guru bilang bila kamu katakan Buddha telah membabarkan Dharma, berarti kamu memfitnah-Nya!

Hahaha!
Jadi apakah aku membahas/tidak membahas sutra???
Dari awal memangnya ada sutra Buddha untuk dibahas???


Menggelikan???
Bila Buddha tidak membabarkan apapun, jadi akupun tak punya apapun dari Buddha untuk kubagikan, khan?

:) :) :)

---

[LC: Hari ini aku pergi memeriksa altar AA sesuai instruksi dari Guru.
Setelah dilihat memang ternyata altarnya berada di tempat yang salah, dan patung-patungnya serta banyak perangkat lainnya perlu dirubah posisinya!
Ia juga punya banyak benda Taois di dalam rumahnya. :)

AA memberitahuku bahwa ZZ, seorang pembabar dharma dari rumah ibadah sekitar, bertanya kepadanya sudah berapa lama ia mengenalku dibanding mereka?
Dan mengapa ia mendengarkan semua yang kukatakan, mempercayaiku dan melakukan sesuai yang kuinstruksikan?

Hahaha!]

---

[MM: Poin terakhir sangat zen ah seperti yang beliau katakan hahaha.

Pahala dan prajna kebijaksanaan sudah sempurna semenjak awal.
Bahkan hal tersebut dituliskan dalam pujian untuk sadhana persembahan beras.


Di sesi Medan, saat aku melempar dupa batang ke dalam tungku homa, BB menasehatiku kalau yang aku lakukan itu salah.
Ia tunjukkan kalau kita harus memegang dupa tersebut, lalu menyentuhkannya ke japamala kita dan barulah dilemparkan ke dalam tungku.
Aku mengangguk saja karena memang tak punya waktu untuk bertanya lagi padanya: salahkah bila tanganku beserta dupa tersebut memancarkan sinar dan memenuhi angkasa tanpa harus menyetuhkannya ke japamala.

CC juga melarangku untuk mengisi kertas teratai dengan garam yang banyak. Ia katakan bahwa kita tak ingin hidup kita menjadi asin, seharusnya manis.

Wah tuhan, bukannya garam adalah salah satu rasa dan jumlahnya juga bukan masalah?
Ia bisa digunakan untuk mengusir energi buruk juga.

Bisakah menjelaskan kepada kita mengenai hal-hal ini?
Aku hanyalah peserta dalam puja api homa, bukan pengurus.]

---

[LC: Hahaha! Terlalu Zen dan banyak orang yang tak paham lah!

BB belum paham bahwa menyentuhkan persembahan ke japamala hanyalah dilakukan demi memuaskan cara pikir duniawi saja. [Berbagai macam bentuk yang mereka bisa pahami untuk mempertemukan dan memuaskan kebutuhan dan ideologi mereka demi MENYUCIKAN PERSEMBAHAN!]

Penyucian sudah dilakukan untuk segala macam persembahan saat kita menjapa mantra pemberkatan persembahan, dan akupun juga berjalan keliling sambil membunyikan Lonceng dan Vajra untuk melakukannya!

Ya tentu saja Cara Pikir Duniawi haruslah MELIHAT atau MENYENTUH sesuatu barulah bisa terpuaskan.
 

Efek-efek mantra, lonceng dan vajra masih terlalu “ZEN” bagi banyak orang untuk dipahami.]

---

Bertanya: Berapa banyak dari teman-teman sekalian yang saat melihat Guru melakukan penyucian dan pemberkatan persembahan tiap minggunya benar-benar paham apa yang Guru lakukan?
 

Berapa banyak yang tahu kalau Guru menggunakan energi cahaya yang dimobilisasi (digerakkan) dengan Qi, yang merupakan Visualisasi atau Kekuatan Pikiran, untuk melakukan penyucian atau pemberkatan? :)

Garam adalah komoditas yang berharga sejak jaman dahulu!
Di masa lampau, para pedagang garam adalah orang-orang yang paling kaya. Namun resiko berdagang garam juga tinggi karena proses transportasi garam ada bahayanya tersendiri.
Orang-orang akan merampok atau merampas kargo-kargo garam dengan kekerasan!!!

Tontonlah drama dari HK tentang Para Pedagang Garam dan kamu akan dapat gambaran betapa berharganya GARAM!!! :)
Tak harus percaya omonganku sebagai Kebenaran, cari tahu saja sendiri!

Garam adalah salah satu persembahan penting dalam Puja Api Homa.
Ia merupakan elemen utama dalam menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh kita.
Tentu saja, BILA JUMLAHNYA KEBANYAKAN juga akan berefek buruk – sama halnya dengan makanan-makanan lain bila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.

Tapi bila kita berada dalam arena cara pikir duniawi, bagaimana mungkin pikiran untuk menyimpan persembahanmu dan menggunakannya saat dibutuhkan tak terlintas dalam pikiranmu? :)

Guru katakan bahwa persembahan dalam setiap puja api homa setara dengan persembahan dalam satu tahun penuh!
Oleh karenanya adalah logis bila beberapa dari persembahan tersebut akan disimpan untuk DIGUNAKAN DALAM UPACARA DI KEMUDIAN HARI, bukan?


Analogi yang sama adalah, saat kamu punya segepok uang, apakah kiranya kamu akan menghabiskannya dalam SEKALI JALAN? :)

Inilah salah satu poin yang juga dibahas oleh Guru!
Kebijaksanaan Buddha!
Hahaha! Seorang umat berkata bahwa Fashi tak boleh menonton film dll., karena hal-hal tersebut akan merusak pikiranku dan juga menggangguku dalan Berkonsentrasi Penuh!!! :)

Setelah menonton perjuangan Para Pedagang Garam untuk mentransportasikan Garam ke pasar, maka teman-teman seharusnya menyadari betapa berharganya garam itu, meski jaman sekarang sudah jadi komoditas yang kurang dianggap. :)

Dan mengenai pandangan pribadi dari umat yang ingin hidup harusnya manis dan bukan asin???
Itu hanyalah Pendapat Pribadi!

Jumlahnya juga cukup abstrak atau relatif, karena kita bisa mengubah semua persembahan untuk memenuhi alam semesta!

Hahaha!
Karma pribadi sungguh faktor utama yang membuat hidup seseorang menjadi manis atau asin. Benarkah kiranya?

Mari kita tenangkan lidah-lidah yang suka bergosip! :)

Lihatlah bagaimana aku berbagi Sutra Avatamsaka, Sutra Satya Buddha, Sutra Maharaja Avalokiteshvara dan lainnya. :)
Aku mendorong semua umat untuk membaca dan “MERASAKAN” khan?
KAMU diundang untuk “MEMASUKI” peristiwa-peristiwa yang ada di dalam sutra, sambil “MENIKMATI” semua keajaibannya?
KAMULAH sendiri yang harus mendapatkan RASA dan interpretasi dari SUTRA itu sendiri, bukan?

Oleh karenanya, apakah aku berbagi Sutra denganmu??? Hahaha!

Yang Guru maksudkan adalah mereka yang belum mencapai PENCERAHAN PENUH dan YOGA, tak boleh menggunakan cara pandangnya dan interpretasinya yang salah untuk membabarkan Dharma!

Begitu juga, yang Beliau katakan mengenai kata “SHI” dari Shangshi (Vajra Master), dari Fashi (Reverend). “SHI” ini adalah Pengajar atau Guru!
Guru katakan bahwa “SHI” ini berarti ia yang telah belajar atau mempelajari Ilmu Pengetahuan dan kemudian mampu membagikannya untuk orang-orang lain.
Oleh karenanya, bila kamu tidak punya pengetahuan yang dipersyaratkan, kamu tak boleh berbagi dan MENIRU (berpura-pura) mengajar, karena kamu akan menjadi Guru PALSU!

Ingatlah bahwa Guru pernah mengatakan [Bila ragu, maka tanyalah GURU atau para VM yang tahu!].
Yang artinya tidak semua dari mereka tahu cara memberikan pengetahuan atau jawaban yang kamu cari, kecuali mereka telah mempelajari topik yang bersangkutan dan memahami sepenuhnya juga! :)

Hahaha!
Kawan-kawan yang terkasih, sebenarnya ada banyak hal “Di balik layar” yang kalian tak bisa lihat atau sentuh!
Jadi bukalah pikiranmu saat melatih Buddha Dharma! :)

Apakah kiranya aku telah membuat ceramah Guru menjadi lebih menarik bagimu sehingga kamu mau mendengarkannya semua berkali-kali?

Salam semuanya :)

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sunday, April 7, 2013

Lotuschef in Chat – Guru's Speech [6 April 2013]: Points Picked Up



Wow! Guru gave another fantastic speech !

1. Eating Meat - he said he don't like Greens but Yellows!!! :)

2. Pure Karma of Speech mind & body

3. What is the main meaning of Kalachakra

4. He told the world that VM Chang Chi is the one that recommendsVMs n he just accepts the recommendation. So the Karma of choosing wrong VMs falls on VM Chang Chi n not Guru!!!

Hahaha! Note that Guru shows that he didn't know the candidates recommended! :)

Question: Is it possible that Guru don't know anyone, and what more these are his students?

As Guru said: Very Zen!!!

5. this is the most interesting bit!!! - about explaining sutra!

To do so, One has to be enlightened, and also cultivate to Boddhisattva level or higher!!!

Someone make a false complaint about my sharing Avatmasaka sutra???

Guru said if you said that Buddha has expounded Dharma, you slander him!

Hahaha!
So did I or did I not, share Buddha's sutra???
Is there any Buddha's sutra to share in the first place???


Hilarious???

If Buddha didn't share anything, then I also have nothing of Buddha's to share, correct?

: ) :) :)

---

[LC: Today went to check on AA's altar as per Guru's instruction.

Well, the altar is in the wrong place n the statues and etc also need to change position!
He also has lots of Taoist stuff all aound his house..:)

He told me that ZZ, dharma propagator, from local temple asked him how long he has known me as compared to them?
Why he listen to all I said and believe me and do accordingly?

Hahaha]


---

[MM: The last point is very zen ah as he said hahahaha.

Merits and prajna wisdom are complete from the beginning.
It's even written in the praise in the rice offering sadhana.


During medan session, when I threw the incense sticks into the fire pit, BB reprimanded me that I did wrong.

He demonstrated that we needed to hold the sticks and touch them with our prayer beads and throw them afterwards into the pit.

I just nodded, I didn't have the time to ask him was it wrong if my hands and the sticks shone and filled up the sky without having to touch the prayer beads.

CC forbade me to fill up the small lotus offering with salt, said that we didn't want our lives to be salty, it had to be sweet.

Dear lord, isn't the salt one of the tastes and the amount shouldn't be a problem?
It can be used for exorcising bad energies as well.

Could you enlighten us on this stuff?
I've been a participant in the fire puja, not the caretaker.]


---

[LC: Hahaha! Too Zen and many won't understand la!

BB has yet to understand that touching the prayer beads is done for the sake of giving the Sentient mind [Forms that they can understand to reconcile and appease their Needs and ideology of PURIFYING OFFERING!]

Purifying was already done on all offerings when we chant the blessing of offering mantra & I went around with the Bell & Dorje to do so too!

Of course, Sentient Mindset is to SEE or TOUCH something, then they are appeased.

The effects of mantra and Bell and Dorje too "ZEN" for most to grasp.
]

---

Question: How many of you when watching Guru doing the purifying and blessing of offering every weekend, really understand what Guru is doing?

How many knows that Guru uses Light energy, mobilize by Qi, that is Visualization or Will Power of Mind, to perform purifying or blessing?
:)


Salt is a valued commodity from time immemorial!

In olden days, Salt merchants are the wealthiest, however, the risks are high, because transporting the Salt is dangerous.

People would rob or seize these Salt cargoes with Violence!!!

Go watch the drama from HK about Salt Merchants, and you will get an idea how precious is SALT!!! :)  You really do not need to take my words as the Gospel Truth, go find out for yourselves!

Salt is another essential offering for Fire Puja.

It constitutes a basic requirement to maintain the electrolytes balances in our bodies.

Of course, EXCESSIVE AMOUNTS are harmful, just like any other food items if consume in excess for Prolong Period.

However, if we are in the Sentient Mindset Arena, how come the Thought of your offering being store and use when required, didn't cross your mind? :)

Guru said that the offering for each Fire Puja is equivalent to a Whole year of offering!
Therefore, the Logically Deduction is that some of these will be stored for LATER USE, correct?

Similarly, when you are holding a stack of money, do you go spend them all at ONE GO? :)

This is an Item that Guru talks about too!
Buddha's Wisdom!

Hahaha! A student said that I, a Fashi, cannot watch movies & etc..... as these will corrupt my mind and also distract me from Full Concentration!! :)

Having watch the one on the Salt Merchants' struggles to transport the Salt to the markets, One should realized how precious is Salt, although a much overlooked commodity nowadays. :)


As to the Personal view of the student wanting life to be sweet and not salty???

It is only Personal View!

The amounts are pretty abstract or relative, as we can transform all offering to fill the Universe!
Hahaha!

A person's own Karma is the sole culprit to his/her own life being sweet or saltish, concur?


Let us set those wagging tongues at peace please! :)

Lets go and see how I shared the Avatamsaka sutra, True Buddha Sutra, High King Avalokitesvara Sutra and etc....:)

I encouraged all to read and "FEEL", didn't I?

YOU are invited to "ENTER" the Sutra's Scene and "ENJOY" or "Luxuriate" in all their wonders, correct?

YOU are the One that has to get your OWN FEEL and Interpretation of the SUTRA, correct?

Did I share any Sutras with you??? Hahaha!

What Guru means is that those that has yet to reach FULL ENLIGHTENMENT and YOGA, should not use their misguided views and interpretations to expound Dharma!

Likewise, Guru's statements concerning the "SHI" part of VMs' Shangshi, Reverend's Fashi; "SHI" is Teacher or Guru!

Guru said this "SHI" means One that has studied or learned Knowledge and then able to share these with others.

Therefore, if you have not the required knowledge, you can't share and MIMIC Sharing, you are a FAKE Teacher!

Remember Guru said that [IF in Doubt, ask me (GURU) or those VMs that know!

Means not all of them know how to give you the knowledge or answers you are seeking, unless they had learned or studied that Topic and Fully Comprehend them too! :)

Hahaha!


Dear all, there is a lot of "Behind the Scene" stuff that you can't see or touch!

So Open Your Minds when Cultivating Buddha Dharma! :)

Have I made Guru's speech more interesting for you to go listen to them all repeatedly?

Cheers all. :)


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Kesederhanaan adalah Kuncinya – Bunga Mawar Asli & Palsu



Ditulis oleh Lotuschef – 3 Maret 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Simplicity is the Key – Real & Fake Roses

Sempat ingat pernah menulis kalau Tantrayana adalah mengenai Kesederhanaan! :)

Kemarin tanggal 2 Maret 2014 dalam ceramah dharma Guru, beliau menanyakan: Kapankah bunga mawar yang asli dan palsu bisa sama atau setara?

[LC: Apa kamu sadar bahwa ceramah Guru sedikit diarahkan ke artikel yang kutulis sebelum ceramahnya hari ini?
--- Apa arti Aliran Satya Buddha Bagimu? ---

Cara-cara yang sederhana adalah pencerahan, bukannya yang rumit!!!

Mawar asli dan mawar plastik akan menjadi setara saat mereka dilempar ke dalam tong sampah.
Hehehe!!! Berarti aku tercerahkan liao!!!

Hahaha!]

[AA: Hehe aku juga berpikir hal yang sama. Singa dan anjing juga akan setara saat mereka dalam kondisi belum lahir atau saat mati.]

[LC: Guru menjelaskan mengenai cincin-cincin giok yang mengikat, dan sang putri membantingnya hingga pecah untuk memisahkannya.
Bagi si putri kecil, berharganya batu giok tidak ada artinya.
Kecantikan batu tersebut juga tidak ada artinya.

Berpikir dengan sederhana dan tidak berputar-putar.
Itulah pencerahan.

Bunga-bunga segar dan palsu hanyalah umpan untuk membingungkan saja.]

[AA: Sang putri dengan rantai giok sungguh kunci untuk melepaskan segalanya.
Sederhana, memecahkan kerumitan, dan tidak memberikan penilaian/harga pada apapun.
Aku kira itu satu cara untuk mengingatkan kita semua juga.
Hahaha.]

[LC: Seperti cerita Guru yang bertanya kepada seorang fashi saat menuju sebuah vihara dan melihat bendera berkibar: matanya yang mana yang melihat bendera vihara berkibar.

Si fashi menebak-nebak jawaban pertanyaan tadi dan menjawabnya: hatinya yang melihat!

Lalu guru bertanya kepadanya di mana hatinya?

Hahaha!
Jangan terlalu rumit!

Salam.]

---

Teman-teman sekalian yang terkasih, jangan buat hidupmu menjadi rumit sendiri. :)

Apakah itu mawar yang asli ataupun palsu, Ketulusan dalam Memberi Persembahan-lah yang diterima oleh para Buddha dan semuanya.

Kamu lihat perebutan kendali dan kekuasaan dalam Aliran Satya Buddha. Sungguh-sungguh hal yang sebenarnya bukan milik siapapun, dan jadi sangat menggelikan karena menunjukkan hasrat duniawi akan materi-materi duniawi yang tak penting!

Apa ada yang salah dengan mendirikan aliran mereka sendiri dengan berkat dari Guru?
Kenapa harus menikmati Buah dari kerja keras Guru?

Skenario terburuk adalah semua kandidat tak terkualifikasi sebagai Buddha Sejati. Bagaimana ceritanya mau duduk di atas Tahta Buddha Sejati?

Semua Buddha Sejati punya Tahta Teratainya masing-masing!!!

Kiranya dengan rendah hati kusarankan: mohonlah kepada Guru untuk membabarkan Sutra Avatamsaka supaya bisa menyelamatkan mereka yang masih bernafsu akan status, kuasa, kekayaan, dll.

Ketahuilah bahwa kamu semua tak pernah ditinggalkan oleh Buddha, karena Buddha pasti punya solusi yang paling sesuai dengan kategori orang sepertimu, semuanya demi menyelamatkanmu! :)

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Meditasi – Memikirkan terlalu banyak hal???



Ditulis oleh Lotuschef – 3 April 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Meditation – Think Too Much???

Sabtu kemarin aku memberi konseling kepada M. Ia bukan umat Satya Buddha.
Ia katakan kepadaku bahwa ia tak mampu berkonsentrasi bahkan saat membaca Sutra Hati.

Lalu? Hahaha!
Aku ajarkan dia untuk melihat (mengamati) kata-kata di dalam sutra itu. Kata per kata. Saat berkonsentrasi dengan metode itu, ia akan dapat melupakan pikiran-pikiran lainnya, yang baik maupun yang yang buruk.

Wah pas sekali, pada hari yang sama Guru juga membahas mengenai konsentrasi!

Guru katakan saat kamu berkonsentrasi membayangkan Buddha Amitabha dan menjapa nama-Nya “Namo Amituofo”, kamu juga bisa melupakan pikiran-pikiran lain yang menarik perhatianmu.

Cara ini harus dilatih dengan memulainya dalam hitungan detik, lalu melangkah hingga menit, dan lama-lama bisa diperpanjang periodenya antara munculnya satu pikiran dengan munculnya pikiran selanjutnya! :)

Untuk teman-teman di Satya Buddha, aku ajarkan mereka untuk melihat foto Guru, dan mempertahankan visualisasi Guru tersenyum dengan welas asih dan memperhatikanmu, lalu kamu melanjutkan dengan menjapa mantranya.

Begitu pikiranmu mulai keluyuran, kamu mulai lagi dari awal dengan melihat Guru yang sedang tersenyum!

Sebenarnya ini cara yang sangat bagus juga karena kamu akan mampu mengingat gambaran Guru dengan jelas sejalan dengan berlalunya waktu.
Dengannya kamu juga akan terbantu dalam Guru Yoga! :)

Aku juga sudah mengajarkan teman-teman untuk mengikuti kata-kata di dalam Sutra Maharaja Avalokiteshvara (Gao Wang) juga!

Jadi lakukanlah dengan cara apapun yang kamu sukai dan yang menurutmu paling nyaman.

Jangan paksakan dirimu!!!

Harus bisa santai dan leluasa, ingatlah hal ini!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Wednesday, April 3, 2013

Meditation – Think Too Much???




On Saturday, I counseled M. She is not a TBS' student.
She told me that she couldn't concentrate even when she chanted Heart Sutra.

Well? Hahaha!
I taught her to look at the words of the sutra, Word for Word, in concentrating, she can then exclude any thoughts, whether wholesome or unwholesome.

What a Great Coincidence that on the same day, Guru spoke about concentration too! 

He said: When you concentrate on Visualization of Amitabha Buddha & chant his Title of "Namo Amituofo"; you can also exclude any thoughts from drawing your attention away.

This method should be practised by starting with seconds and progressing to minutes and you will gradually be able to prolong the time between the Interference of Thoughts! :)

For many TBS' students, I taught them to stare at Guru's photo, and maintain the visualization of Guru smiling compassionately and caringly at you, then you chant mantra.

Once your mind starts to wander, you start from beginning again of staring at the smiling Guru! 

Actually this method is good too as you have a very deeply inscribed image of Guru as time passes.
This helps you in Guru Yoga too! :)

I have also taught students to follow the words of High King Avalokitesvara Sutra too! 

Just do it with anything that you like and feel comfortable with.

Do Not Force Yourself!!!

You must be relax and at ease, remember these! 


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sunday, March 10, 2013

Apa Arti Aliran Satya Buddha Bagimu?

Mandala berkumpulnya bintang
Di pusat: Ekaksara-usnisa-cakra; Lingkaran ke-2: Bintang-bintang biduk sebelah utara; Lingkaran ke-3: Sembilan Pemancar Cahaya yang Sangat Terang (Nava-graha); Lingkaran ke-4: Konstelasi zodiak; Paling luar: 28 Konstelasi tiongkok

Ditulis oleh Lotuschef – 2 Maret 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: What is True Buddha School to You?

Terjemahan Bahasa Mandarin: 真佛宗对你来讲是什么?

VM ZZ masih pemeran utama dalam kisah ini!

Baca juga: Sutra Avatamsaka: Buku 1, Bagian 1.7 – Ulasan

VM ZZ katakan kalau aku tidak benar-benar melihat dan mengobrol dengan Guru.
Itu hanyalah Pikiran-pikiran Batinku saja!
Lian Y dan aku juga merasa dia bicara sampah! Hahaha!

Aku tanya kepadanya: Menurutmu, apa arti Aliran Satya Buddha bagimu?
Ia tak menjawab!

Guru katakan: Aliran Satya Buddha ini adalah pemberian para Buddha & Bodhisattva, oleh karenanya saat aku mengundurkan diri, ia akan kembali kepada mereka!
Hahaha!

Kamu paham maksud beliau?

Sumpah kita adalah untuk membabarkan Buddha Dharma dan menyelamatkan semua insan, benarkah?
Lalu kenapa kamu membiarkan [Aliran Satya Buddha] mengikatmu?

Guru yang penuh welas asih membiarkanmu membuka/mendirikan rumah ibadah dan aliranmu sendiri, pahamkah kiranya?
Hal tersebut diperbolehkan selama kamu bisa memenuhi sumpahmu  saat bersarana dan sewaktu ditahbiskan!

Baru-baru ini Guru berkata: Bahkan bila tubuh fisik-Ku tak hadir, Dharmakaya-Ku selalu [abadi hadir]!

Bagimu semua, apakah hal tersebut berarti bahwa mereka yang berada di luar Aliran Satya Buddha bukan para insan? Hehehe!
Kamu semua terus Berperang dan Berebut kuasa; bukankah itu hal yang sangat bodoh – tak berintelek – tanpa substansi (tidak ada intinya) – tidak punya keberhasilan dalam pelatihan diri - ...

Maka bangunlah dan bertobatlah! Mulai lagi dari awal!

Membusuk dari bagian intinya, bukankah hal ini sangat memalukan?
Tentu saja, bagi seorang Buddha, “Muka” sama sekali tidak penting!

Hahaha!

Rasa Hormat: adalah perilaku yang ditujukan kepada mereka yang layak dihormati!
Bukan diukur oleh jumlah yang telah kamu rebut dan miliki secara material!

Delapan Garudhamma (Delapan Sumpah Penghormatan – 八敬法): dijalankan oleh mereka yang Menghormati Guru, yang mengagungkan jalan Bodhi, dan yang bersyukur kepada mereka yang berbagi denganmu dan memperhatikanmu.
Mereka yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut mana boleh menggunakan konsep tersebut untuk menekan atau mengontrol siapapun!

Disiplin sila juga tidak terkecuali!

Mari dipikirkan: Apakah kamu punya pahala atau kualifikasi yang memadahi untuk menggunakan konsep tersebut untuk menguliahi/menghakimi orang lain?

Disiplin sila juga termasuk Buddha Dharma, oleh karenanya tidak boleh digunakan untuk membuat orang lain tambah menderita!

Agama Buddha adalah suatu bentuk pendidikan dan filosofi yang “tanpa peperangan” – ia tidak cocok bagi mereka yang menggunakannya untuk melukai seseorang atau siapapun juga!

Yang ZZ katakan semuanya benar-benar memotong Nyawa Kebijaksanaan orang-orang lain!
Saat diri sendiri kurang pintar atau kurang paham Kebijaksanaan Buddha, maka sekiranya tak boleh bicara sampah, karena hal tersebut akan memotong Nyawa Kebijaksaan orang lain, benarkah?

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama LotusChef

Sutra Avatamsaka: Buku 1, Bagian 1.7 – Ulasan



Ditulis oleh Lotuschef – 2 Maret 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 华严经 Avatamsaka Sutra: Book 1, Part 1.7 – Review

VM yang menarik jubahku dan kemudian memberiku ceramah yang “mencerahkan”, juga memberitahuku sesuatu yang sangat menarik! :)

Ia katakan kalau selama ini aku hanya berimajinasi membayangkan percakapanku dengan Guru. Mereka adalah pengejawantahan dari proses kebatinan dan pikiranku saja!

Hahaha!
Kalau kamu benar-benar mengikuti hal-hal yang aku tulis selama ini dan juga pembahasan mengenai sutra ini, kamu akan sadar bahwa dia belum beryoga dengan Guru.

Di tahun 2009 akhir saat aku masih berada di Seattle, di Villa Pelangi setelah puja api homa, Guru katakan bahwa Padmakumara ada di mana saja. Kamu hanya perlu memanggil “Shizun (Guru), tolong aku”, dan beliau pasti akan menolongmu, di manapun dan kapanpun!

Itu sudah tiga tahun lalu dan sepertinya yang dikatakan oleh Guru tidak masuk atau menembus otak orang ini.

Di dalam sutra ini, Buddha/para Buddha berdiam di segala penjuru. Mereka membimbing semua insan menuju Kebahagiaan dan Nirvana pada akhirnya!

Aku tuliskan sebagian yang VM ini katakan kepadaku di: Ucapanmu Melambangkan Dirimu [2].

Hahaha! Masih ada lagi berhubung dia menempel kepadaku terus selama lebih dari 30 menit! :)

Hanya membaca sutra ini dan bagian tersebut langsung mengingatkan banyak hal.

Konsep dan Pola Pikir sungguh tidak mudah dipahami banyak orang.
Guru di Rumah Ibadah Xiang Hua kemarin sekali lagi memberi kita Kunci untuk memahami dan berlatih dengan baik!

Bersih Suci [清净] adalah Kuncinya.
Makanya orang dengan terlalu banyak nafsu duniawi tak akan bisa mencapai yoga yang sejati dengan para dewata.

Tak perlu dibicarakan lagi, saat Guru menunjukkan bahwa mereka yang mengenakan topi mahkota dan duduk di sebelah-sebelahnya, semuanya pergi mengejar orang yang menang lotere – mereka juga menginginkan sebagian dari uang lotere itu untuk mereka sendiri.

Kenapa kepemilikan materi-materi duniawi menjadi prioritas utama dalam agenda-agenda mereka?

Dengan segala kerendahan hati, aku masih memberikan saran yang sama: bila kamu benar-benar serius dalam melatih diri, jagalah jarak dengan orang-orang seperti ini. Jauhilah dan jangan dengarkan mereka. Hanya dengarkan Guru sudahlah cukup bagi mereka yang tulus dalam melatih diri.

Salam semuanya. Tetaplah bersamaku melanjutkan perjalanan ke dalam sutra yang menakjubkan ini. :)

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sutra Avatamsaka: Buku 1, Bagian 1.5 – Ulasan

Shri Vajrasattva beserta semua anggota
dalam majelisnya

Ditulis oleh Lotuschef – 28 Februari 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 华严经 Avatamsaka Sutra: Book 1, Part 1.5 – Review
Image © Victoria and Albert Museum, London, UK

Banyak orang suka ramal-meramal, tapi saat kamu membaca bagian ini, kamu akan tahu bahwa mereka para pelatih diri atau Yogi yang Sejati, mampu membaca kehidupanmu di masa lampau, saat ini, dan masa mendatang hanya dengan sekilas pandang!

Kuncinya adalah keberhasilan dalam beryoga dengan Sang Guru Akar dan Vajrasattva, bukannya mereka yang kamu bayar dengan jumlah yang fantastis untuk memuaskan “pola pikir duniawimu” sehingga mereka bisa memperkaya diri dengan uangmu.

Jadi segera sadarlah!

---

Hari ini aku menerima email berikut:

{Kakak,
Berikut adalah brosur acara pengumpulan dana dari Vihara XXX dalam bahasa Mandarin dan Inggris, yang bisa kamu unduh juga dari situs berbahasa Inggrisnya di: www.......
Mereka masih menyelesaikan situsnya yang dalam bahasa Mandarin.
Mohon bantuan juga untuk menyebarkannya supaya orang-orang lain tahu kesempatan untuk turut berdana untuk mendukung pembangunan Vihara XXX.}

Balasan surat dariku:

Halo sayang,
Hahaha!
Aku tidak mendukung pembangunan vihara ini.
Karena aku percaya bila tujuan mereka adalah memberi manfaat para insan, maka para Buddha-Bodhisattva pasti akan memberikan semua dukungannya kepada mereka.
Kamu dengar apa yang dikatakan Guru di ceramah-Nya di Xiang Hua hari Minggu kemarin?
Beliau katakan bahwa pelatih diri yang sejati adalah ia yang terkaya!
Salam.

---

Teman-teman yang terkasih, banyak rumah ibadah yang selalu kekurangan dana saat sedang dalam tahap pembangunan.
KENAPAKAH? Karena mereka masih belum paham apa arti sesungguhnya dari sebuah RUMAH IBADAH!

Dengan Festival Qing Ming yang akan datang sebentar lagi, di mana banyak orang akan memberikan persembahan untuk para leluhur, para tim VM dan master yang seperti biasa akan pergi berkeliling untuk mengisi kantongnya dan terus mengatakan apa yang ingin kamu dengar.
Maka belajarlah Kebijaksanaan untuk Membedakan (mendeteksi). :)

Persembahan kepada para lelulur sepenuhnya bergantung pada Ketulusanmu, bukannya seberapa besar yang kamu bisa bayarkan!

VM yang melarang para umat menghadiri acara yang tak disetujui olehnya, pernah berkata kepada seorang umat yang telah melihat semua keanehannya dan berhenti menghadiri acara di rumah ibadahnya, bahwa “leluhurnya sedang menangis”!
Hahaha!

Ini tidak berprasangka loh!
Guru katakan masih banyak yang belum beryoga dengan-Nya, demikianlah para VM – Master – dan para pemimpin atau pengurus rumah-rumah ibadah tersebut benar-benar para pembohong kelas kakap. Apa tujuan utama mereka?
Mengeruk uang dari semua korban yang mudah dibohongi atau para insan yang bodoh!!

Ingatlah juga bahwa Ksitigarbha mengajarkan Rasa Bakti!
Maka siapapun ang mengadakan acara sadhana dengan Ksitigarbha sebagai Yidam Utamanya, harus punya Rasa Bakti dan Bodhicitta untuk semua insan, bukannya memikirkan cara untuk mengisi kantongnya sendiri lewat berbohong dan menipumu.
Yang orang ini lakukan, sungguhlah tak punya “kekuatan dharma” ataupun efek sama sekali! :)
Hahaha!

Dari sutra ini, kamu belajar bahwa Buddha menyerap semua dunia untuk menyelamatkan semua insan.
Maka kenapa masih membiarkan dirimu tertidur di dalam kebodohan dan rela dikeruk terus-menerus?

SAATNYA BANGUN!!!

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sunday, March 3, 2013

Sutra Avatamsaka: Buku 1, Bagian 1.3 – Ulasan

Buddha Locana (Mata Buddha) mengenakan mahkota singa

Ditulis oleh Lotuschef – 26 Februari 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Avatamsaka Sutra: Book 1, Part 1.3 – Review

{AA: Hampir lupa memberitahumu.
Pagi ini, Guru datang ke dalam mimpiku dan menyuruhku mengulang kalimat yang diucapkannya:
“Tubuh dan mata Buddha adalah Vajra. Buddha. Buddha. Buddha.”
Beliau tersenyum setelah aku mampu mengulangnya.

Masih ada beberapa orang lagi di sebelahku.
Meski aku lupa kalimat lengkapnya, tapi bagian yang diulang tadi sekiranya adalah inti dari mimpi hari ini.

Kita tunggu saja apa yang Guru ingin sampaikan.
Salam, fashi tersayang :) }

{AA: Aku baru saja membaca artikel terbarumu: Aku Bantu Kamu Meminta Kepada Guru.
Lucu sekali.
Tapi itu membuatku menyadari saat melihat Guru yang telah membabarkan banyak kunci rahasia sadhana untuk yidam-yidam tertentu; itu sama artinya dengan beliau yang rela berbagi dan tak takut kehilangan apapun karena diambil orang.
Sungguh kerelaan dan amal yang tiada tara, tapi sebaliknya para VM sepertinya malah takut akan kebenaran ini.}

{LC: Hahaha! Meski belum tentu benar, tapi kalau aku boleh menebak, Guru memberitahumu untuk menggunakan tubuh dan matamu serta aksimu sebagai vajra, menjalankan bodhicitta dan menegakkan Buddha Dharma!
Dan itu sudah kamu lakukan lewat terjemahan!
Hehe!

VM ini si mamasan dari XX!
Ia sama sekali tidak melatih diri layaknya seorang pemeluk agama Buddha!}

AA sayang, kamu juga menakutkan! Sutra Avatamsaka bagian 1.3 membahas mengenai tubuh Buddha: berbagai metode untuk menyelami pencerahan para Buddha dari segala masa semuanya nampak dalam Tubuh Buddha ~ Inilah pembebasan yang didapatkan oleh Suara Kebebasan.}

Hehehe!
Ya! Aku masih melanjutkan berbagi sutra ini betapapun letihnya diriku! :)

[Tubuh Buddha bagaikan angkasa, tanpa bentuk dan tiada habisnya; leluasa, ia mencakupi sepuluh penjuru...] }

{AA: Wah, ya sekarang jadi kelihatan seram! Hahaha.}


{LC: Aku akan mengunggahnya sekarang.
Sabda-sabda di dalamnya memang mengerikan (baca: mengagumkan).
Kau ingat foto-foto di mana patung Buddha menjadi terang sekali hingga tak jelas dilihat saat Lian Yi fashi dan aku difoto?
Hilang lalu Muncul dan kemudian Lebih Menghilang lagi?
Ada potongan dari bagian 1.3 ini yang juga membahas tentang hal tersebut!
Hahaha!

Berikut kutipan dari Sutra:

[Tubuh Buddha yang suci dan selalu tenang damai; Terang sinarnya menjangkau hingga ke seluruh dunia; Ia tidak berlambang, tanpa corak, tanpa citra, bagaikan awan-awan di angkasa, demikianlah ia dilihat.]

[Tubuh Buddha bagaikan angkasa, tanpa bentuk dan tiada habisnya; leluasa, ia menyerap sepuluh penjuru. Semua manifestasi yang muncul sesuai dengan jodoh dan kebutuhan bagaikan ilusi sihir:...] }

---

Teman-teman sekalian yang terkasih,
Masih turut bersamaku dan menikmati perjalanan kita dalam Merayakan Pencerahan Sang Buddha?
Tetaplah bersama dan jangan sampai terpencar dari teman-teman.
:)

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts:

Simplicity is the Key – Real & Fake Roses

Terjemahan Indonesia: Kesederhanaan adalah Kuncinya – Bunga Mawar Asli & Palsu


I remembered writing about Tantrayana is Simplicity! :)

2 March 2013 - Guru's speech.
Guru asked when will a real and a fake rose be the same or equal?


[LC: Did you find that guru's speech a little bit directed at the article i wrote before his speech today?

it is the simple ways that is enlightenment n not the complicated ones!!!

the real rose n the plastic one will become equal when they are thrown away in the rubbish bins.
hehe! that means I am enlightened liao!!!! 
Hahaha! ]


[AA: Hehe I was thinking the same.The lion and the dog will be the same when either they are in the unborn state or they die.
Lol.]


[LC: Guru explain the jade rings all chained up
N the princess broke it to separate it.
To the little girl, worth of jade means nothing
The beauty of the item also means nothing

Simple minded n straight forward
That's enlightenment.
The fresh n fake flowers are decoys to confuse only

Hahaha]


[AA: The princess with the jade chains is truly the key of letting go.
Simple, breaking complexities, and not putting any whatsoever value on anything.
I think it's great reminder for all as well.
Hahaha.]


[LC: Like the story that guru asked the fashi about which one of his eyes sighted the temple's flag they are going to.
The fashi second guess guru's question n said his heart sighted!
Then guru asked him where is his heart
Hahaha!
Must not be too complex!
Cheers]

---

Dear all, don't make life too complicated for yourself. :)
Whether Real or Fake roses, it is the Sincerity in Offering that is Received by Buddhas and all.

See the struggling of control and power for TBS, something that don't truly belong to anyone in particular is hilarious and showed up Sentient Minded cravings for Unnecessary Sentient Materials!

What is wrong with setting up on their own with Guru's blessings?
Why need to enjoy the Fruits of Guru's toils?

The worst scenario is the Aspirants all do not qualify as True Buddhas, so how to sit on a True Buddha Throne?

All True Buddhas have their own Lotus Throne!!!

My humble suggestion is to beg Guru to expound on the Avatamsaka Sutra so as to save all those Aspirants of status, power, wealth...

Know that you are never left out by Buddha as you will surely find that you fit into one or more categories that Buddha has Solution for, to succor you! :)

Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef



Related Posts: