Showing posts with label buddha hidup lian sheng. Show all posts
Showing posts with label buddha hidup lian sheng. Show all posts

Wednesday, September 14, 2016

Sang Yidam Datang Untuk Mengajarmu



Ditulis oleh Lotuschef – 6 Juni 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 本尊来教你 Yidam Comes To Teach You


Di atas: Shakyamuni Buddha, yidam yang hadir di saat Samadhi.
Di bawah: Vajrasattva yang hadir di saat itu.


Di atas: Duduk di luar aula Jin-mu di Vajragarbha Caotun, Jin-mu hadir sebagai yidam yang memberikan bimbingan.


Di atas dan di bawah: Kehadiran bola-bola cahaya yang menunjukkan kehadiran para dewata.


Di atas: Penampakan bola cahaya keemasan, bertepatan dengan visi Sharpyinma Prajnaparamita.


Beberapa jam setelah aku bersarana kepada Mahaguru Lu, beliau muncul di dalam mimpiku, sambil tersenyum dan melihat-lihat orang-orang yang mengerumuni diriku dalam versi muda, mereka meminta Eliksir Panjang Umur. Aku menjadi 30 tahun lebih muda!
Mahaguru Lu bilang bahwa beliau sedang melatih sadhana 回春法 (kembali menjadi remaja).


Empat hari setelah itu, aku sedang berada di dalam pesawat, terbang kembali dari Hong Kong.
Di tengah-tengah perjalanan, pesawat bergoncang dengan kuatnya.
Aku menyentuh gelang mala yang kukenakan dan melepaskannya dari pergelangan tangan untuk memulai menjapa mantra.
Bahkan sebelum aku memulai penjapaan, seorang Buddha muncul di hadapanku, ia berdiri dan nampak tinggi, tangan kanannya menyeimbangkan pesawat ke dalam telapak tangannya.
Goncangan langsung berhenti!
Aku menjapakan mantra Vairocana Buddha beberapa hari sebelum itu dengan menggunakan gelang yang terbuat dari semacam lilin wax yang kubeli di sebuah kios di luar Rumah Ibadah Wong Tai Sin, Hong Kong.


Dua puluh satu hari setelah bersarana, aku menjapa sutra Maharaja Avalokiteshvara (Gao Wang), muncul penampakan bunga lotus berwarna putih susu yang mulai mekar di Chakra Hatiku!
Total penjapaan saat itu sekitar 400+.

Sang Bodhisattva menampakkan diri dan mengajariku visualisasi bunga lotus yang mekar di Chakra hati dan penempatan semua dewata yang namanya disebutkan di dalam sutra!
Aku juga menjadi tahu bahwa Chakra Hati kita berada di tengah-tengah dada atau sternum kita, bukan seperti organ jantung yang posisinya lebih ke sebelah kiri dari sternum.


Banyak penglihatan yang muncul di saat bersadhana maupun di dalam Samadhi.

Yang kubagikan di Vajragarbha Seattle tanggal 7 November 2009 sewaktu ceramah dharma pertamaku, adalah salah satu yang menarik.

Kira-kira sekitar bulan Maret 2009, saat melatih sadhana 4 Prayoga di rumah ibadah setempat;
di saat kami menjapa 108 kali Mantra Guru sebelum memasuki bagian inti sadhana Yidam;
baru saja saat menjapa mantra tersebut sebanyak 7 kali, Mahaguru menampakkan diri di pusat bumi dan aku tahu saat itu aku adalah (telah berubah menjadi) Mahaguru!
Sejalan dengan penjapaan mantra, cahaya memancar dari Mahaguru ini dan membersihkan bagian dalam bumi, mengenyahkan segala kegelapan.
Begitu kegelapan tersebut meninggalkan permukaan Bumi, ada banyak duplikasi Mahaguru yang muncul dan memenuhi permukaan Bumi.
Semua Mahaguru melanjutkan menjapa mantra, memancarkan cahaya, dan menyelimuti bumi ini dengan cahaya putih yang tebal nan berkilau.

Betapa luar biasa dan nyatanya visi Transformasi atau Yoga ini, semua insan diselamatkan dan ditransformasikan menjadi Mahaguru, Buddha Hidup Lian Sheng.

Mahaguru yang datang dan mengajariku hal tersebut!

Hahaha! Ini berlangsung sebelum Visualisasi Kesunyataan pula!

Oh ya! Visualisasi kekosongan adalah hal yang baru saja dibahas Mahaguru Lu. Beliau katakan bahwa mereka perlu memvariasikannya, jangan terus-menerus dengan cara yang sama!


Di saat sesi sadhana bersama yang kupimpin.
Aku meletakkan murid WW ke barisan paling depan, di sebelah kananku.
Ia butuh bantuan.

Saat aku membentuk mudra Vajrasattva, beliau muncul dan menunjukkan kepadaku visualisasi berikut.
Vajrasattva muncul dari alam semesta yang kosong, dan dari chakra hatinya tampak roda mantra 100 aksara yang berputar, ia menyorotkan cahaya putih yang berkilau ke chakra hati si WW.
Jadi kujelaskan penampakan ini dan kita menggunakan metode visualisasi tersebut untuk sesi sadhana bersama di sana.
WW mendapatkan berkat yang melimpah dan ia masih terus menjapa mantra 100 aksara sebanyak 108 kali ataupun lebih setiap harinya! :)


Di acara lain, saat aku sedang bersiap menjapa mantra Maha Mayura, aku menyaksikan diriku sedang duduk dengan santai di atas seekor burung merak yang berwarna keemasan. Sang merak berjalan sambil mengayun dan bergoyang sambil menyusuri sepanjang lintasan yang di kanan kirinya berjejer pepohonan.

Aku tak membawa ornamen maupun senjata di tanganku juga saat itu!

Aku belajar untuk tak terpaku tangan mana sedang memegang apa, karena ada berbagai variasi dari citra umumnya.


Saat sedang mengunjungi Taiwan bersama dengan sekelompok murid dari rumah ibadah setempat;
aku  duduk di depan rumah ibadah bersama dengan raja naga danau di sana, aku melihat mural (lukisan dinding) bergambar 8 peri dan Jin-mu versi muda.

Seperti yang Mahaguru katakan, ada Jin-mu dalam versi muda!


Aku pun berkali-kali mengatakan bahwa selama kamu tulus, Mahaguru Lu akan mencari jalan untuk mengajarimu atau menunjukkan kepadamu cara bersadhana!

KUNCINYA: kamu harus percaya mutlak kepada Mahaguru Lu!

Banyak pengalamanku yang menjadi metode visualisasi dalam sadhana, dan aku juga banyak menuliskannya ke dalam blog ini!

Bila kamu sungguh-sungguh tertarik untuk memperluas pikiranmu, ikutilah tulisan-tulisanku dari awal!

Oh! Perlu diingat juga bahwa aku hanya bisa digerakkan oleh instruksi pribadi dari Mahaguru Lu, dan bukan oleh siapapun juga kecuali beliau!

Jadi mohon jangan buang-buang waktumu dengan memerintahku untuk melakukan ini itu!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Thursday, May 21, 2015

Layanan Penyeberangan Bardo untuk Para Arwah Janin



Ditulis oleh Lotuschef – 20 Mei 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Bardo Services for Fetus Spirits



Arwah janin adalah mereka yang meninggal sebelum terlahirkan (meninggal saat masih di dalam rahim).
Sedangkan yang sudah lahir namun kemudian meninggal, tidak dianggap sebagai Arwah Janin, tapi sebagai Arwah Bayi.

Meski keduanya sama-sama punya tingkat kekesalan hati yang besar karena gagal dalam “usahanya” untuk terlahir sebagai Manusia, proses penyeberangan bardonya sedikit berbeda.

Arwah janin biasanya belum dinamai dan oleh karenanya didaftarkan sebagai “Arwah janin dari XX (nama ibu atau nama ayahnya).

Sedangkan arwah bayi yang meninggal biasanya sudah diberi nama, demikianlah maka penyeberangan bardonya perlu dilakukan secara individual, masing-masing sesuai dengan namanya, dan tak dicampur dengan Arwah Janin XX.

Kenapa memberikan penjelasan ini?
Karena ada permohonan untuk layanan ini dan perbedaan antara kedua jenis arwah ini harus dijelaskan dengan baik.

Penyeberangan bardo untuk Arwah Janin biasanya cukup memakan waktu karena perlu bernegosiasi dengan si arwah, perlu meyakinkan mereka untuk meninggalkan segala kekesalan hati dan mau mengikuti dewata menuju ke Tanah Suci.

Pure Karma memberikan layanan penyeberangan bardo ini dengan ketentuan sebagai berikut:
Si orang tua dan si arwah janin atau arwah bayi/anak HARUS berlindung (bersarana) kepada Guru Akar, Buddha Hidup Lian Sheng. Begitu juga dengan para musuh karma mereka.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan kirimkan email ke purekarmaservices@gmail.com.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sunday, October 5, 2014

Aura Kebijaksanaan [Bab 22] Pengesahan Secara Liberal


Diambil dari buku karya Buddha Hidup Lian Sheng, Shen-yen Lu:
No. 154 – The Aura of Wisdom, Bab 22: Pengesahan Secara Liberal
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh True Buddha Foundation Translation Team
Dibagikan oleh Lotuschef – 24 Juni 2011
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: The Aura of Wisdom [Ch.22] Liberal Authentication



Bab 22 – Pengesahan Secara Liberal


Selain mendapatkan pengesahan dari Guru Akar yang bersangkutan, seorang praktisi tantra juga bisa mengesahkan dirinya sendiri, dan hal seperti ini dinamakan “pengesahan secara liberal”?

Aku merasa kalau hal ini hanya bisa dilakukan oleh praktisi yang punya pandangan yang benar perihal pelatihan diri.
Ia harus punya pencapaian aktual yang dihasilkan dari praktik yang benar, dan juga punya welas asih agung terhadap individu lain. Ia pun harus sepenuhnya menguasai pelatihan diri dalam berbagai aspek teoretis dan praktisnya. Ia orang yang bijaksana dan rendah hati, serta mampu mengubah lima racun menjadi Lima Kebijaksanaan Transendental.

Demikianlah berikut ini ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk memeriksa saat melakukan pengesahan secara liberal:
Apakah pikiranmu (hatimu) telah tersucikan?
Apakah ucapanmu telah tersucikan?
Apakah tubuhmu telah tersucikan?
Apakah prana (qi) vitalmu cukup?
Apakah semua nadimu tak ada yang terblokir?
Apakah tetesan bindumu sudah tak ada yang bocor?
Sudahkah kamu mendapatkan sukha (kenikmatan)?
Apakah sinar terang telah muncul?
Apakah pikiran telah terkosongkan?
Sudahkah kamu mendapatkan keberhasilan dari bhumi pencapaian?

Pengesahan terakhir adalah, “Bahkan para bodhisattva yang telah mencapai Tingkat Pencerahan Buddha tak mampu memahami doktrin realisasi batin yang dicapai oleh Dharmakaya Tathagata. Ia hanya bisa dipahami oleh sesama buddha saja.”

Orang-orang jaman sekarang ini hidup di era kemunduran.
Karenanya, bila pengesahan secara liberal diterapkan, pasti akan menemui kesulitan untuk membedakan mana guru yang sejati dan mana yang palsu.
Banyak pula yang tak berani mengumandangkan kebenaran, namun mengklaim dirinya sendiri telah mencapai pencerahan padahal belum sama sekali.

Guru-guru palsu semacam ini hanya mencari jalan pintas untuk bisa kaya. Mereka mendamba ketenaran dan peruntungan, dan oleh karenanya malah menipu dirinya sendiri dan orang-orang lain.
Mereka mengenakan topeng palsu dan berlagak sebagai sang ahli yang sejati. Sayangnya, tak dinyana mereka justru memasuki jalan iblis dan akan terjatuh ke neraka di akhir hayatnya.

Pengesahan secara liberal akan menghasilkan berbagai kejadian berikut:
  1. Pembohong akan mengaku telah tercerahkan.
  2. Yang gila (pasien sakit jiwa) juga mengaku telah tercerahkan.
  3. Seseorang yang dirasuki Mara juga mengaku telah tercerahkan.
  4. Mereka yang dirasuki hantu mengaku punya kesaktian besar.
  5. Seorang ahli yang sepertinya kelihatan tercerahkan, ternyata dikelabui oleh Mara.

Demikianlah aku merasa kalau lebih baik orang-orang perlu jujur dengan pelatihan dirinya sendiri.
Jangan berpikir kalau dirinya telah mencapai suatu tingkatan atau alam kebatinan tertentu.
Yang alamiah saja, karena bila tidak ia akan mudah melekat pada berbagai wujud ilusi dan beresiko menghancurkan nyawa kebijaksanaannya sendiri.

Banyak para penganut agama buddha yang suka berbelanja dharma, berpindah-pindah dari satu ordo ke ordo lainnya.
Pola semacam ini disebut sebagai “berkelana mengitari berbagai ordo”, di mana para murid menyambangi dari satu aliran pemikiran ke aliran lainnya lagi.
Para insan sungguhlah plin-plan dan gampang gonta-ganti. Bagaikan air, di suatu waktu akan mengalir ke Timur, dan lain waktu tiba-tiba ada di Barat.

Suatu saat aku mendengar desas-desus berikut: “Buddha Hidup Lian Sheng, Sheng-yen Lu telah berlindung (bersarana) kepada banyak guru dan bhiksu. Kalau aku juga bercita-cita menjadi seperti dia, bersarana dan menerima abhiseka dari berbagai guru di mana-mana, memangnya salah?” Saat orang yang menyarankan hal sebaliknya mendengar argumen seperti ini, ia bisa saja merasa hal tersebut masuk akal dan tak bisa menyangkalnya.

Hari ini aku akan memberikan jawabanku. Ia yang berharap mempelajari Buddha Dharma boleh berkelana ke berbagai aliran pemikiran, bukan demi sensasi, tapi supaya mereka bisa membandingkan ajaran-ajaran yang didapatkannya.

Setelah mendapatkan gambaran yang jelas mengenai ajaran-ajaran di dalam Ordo Satya Buddha, dan puas dengan apa yang ditawarkanya, maka boleh bersarana kepadaku.

Aku tak pernah menghalangi orang untuk mencari pengetahuan dan mengunjungi berbagai guru yang luhur. Sebaliknya, kamu mungkin juga ingin tahu apa yang ditawarkan di dalam Dharma Tantra Satya Buddha. Mulai dari Sadhana Empat Prayoga hingga ke Maha Kesempurnaan (Paripurna), sadhana eksternal hingga internal, sadhana duniawi hingga transendental, Yoga untuk Yidam dalam wujud Damai hingga Angkara Murka, sadhana umum hingga khusus, puja api homa dan puja air, dan bahkan Tantra Yoga Agama Buddha aliran Tibet yang Maha Tinggi seperti Dzogchen, Mahamudra, Kebijaksanaan Unggul dari Maha Paripurna, dan Sadhana Yamantaka – semua tercakup dalam sistem dharma tantra Satya Buddha.

Dharma Tantra Satya Buddha adalah sistem praktik agama buddha yang paling komprehensif (lengkap). Apapun yang kamu ingin pelajari, semuanya ada di sini.

Kalau boleh jujur, aku akan katakan kepada semua orang bahwa sadhana apapun yang kamu ingin pelajari dari ordo-ordo lain, aku telah menyertakannya semua di dalam Ordo Satya Buddha. Mereka dikemas dalam wujud yang paling otentik dan dapat diandalkan. Kamu bahkan bisa menemukan berbagai sadhana yang tak ada di tempat lain. Aku adalah orang yang punya pencapaian yang menggabungkan berbagai ajaran dan praktik dari semua ordo buddhis dan taois.

Saat kamu bersarana kepada Buddha Hidup Lian Sheng, Sheng-yen Lu, hal tersebut sama artinya dengan bersarana dengan beberapa lusin guru dan bhiksu. Apa masih belum cukup?

Kenyataannya, malah harus dikatakan bahwa saat seseorang bersarana di dalam Ordo Satya Buddha, ia telah bersentuhan dengan ajaran yang definitif (keunggulannya terbukti). Ia tak akan menemukan ordo lainnya dengan sistem yang selengkap Ordo Satya Buddha. Bila ia masih ingin berkelana tanpa tujuan dari satu aliran ke aliran-aliran lainnya bagaikan seekor ayam tanpa kepala, maka ia patut ditabok!

---

Amituofo
Lotuschef
True Buddha
Pure Karma Vihara

Related Posts:



Tuesday, May 13, 2014

Altar Fisik – Perlukah?


Ditulis oleh Lotuschef – 17 April 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Physical Altars – Need Them? 有形坛城-需要吗?



Di atas adalah altar di salah satu aula Nirvana Memorial Garden, Singapura.
Di sana melakukan pelimpahan pahala secara sukarela. Semua biaya ditanggung oleh Lotuschef & teman-teman murid, termasuk semua suplai yang didonasikan untuk kegiatan amal setelah sesi puja.

 Altar temporer (sementara) yang dibangun oleh Pure Karma untuk setiap sesi puja api homa di luar ruangan.

Altar Pure Karma di dalam ruangan. Sangat cemerlang dan sederhana, dan yang terpenting: hangat dan menyambut!

Yang ini adalah perayaan di China untuk memperingati patriak Zen, Hui Neng.
Perlu dicatat bahwa pola-pola pikir duniawi telah mengotori Kesucian Agama Buddha Aliran Zen yang diajarkan oleh Reverend Hui Neng.
Hahaha! Pikiran-pikiran duniawi “BERPIKIR” kalau banyak hal dibutuhkan (untuk melakukan sesuatu)!

Satu lagi yang dibangun Pure Karma untuk puja api homa di luar ruangan.
Tak ada perasaan yang kacau, bukan?

Yang ini dibangun oleh VM Lian Ye menurut interpretasinya akan panduan yang dipublikasikan oleh Komite Pusat!
Apakah di atas memberimu perasaan yang “MENYENANGKAN”? :)

Yang ini baru saja dibagikan di artikel kemarin. TERASA ANEH!

Dua altar di atas salah peletakan. Patung-patung yang seharusnya ada di sisi naga malah diletakkan di sisi macan, begitu juga sebaliknya. Pandangan mata dari patung-patung buddha juga memancarkan kesinisan dan aneh!

Altar ditata ulang dan kemudian kembali mengundang para Dewata yang bersangkutan untuk memuliakan atar dengan kehadiran mereka dan supaya mereka mau terus berdiam di sana!


Dalam Tantrayana, saat kamu mulai bersadhana, kamu hanya butuh altar yang sederhana saja.
Demikianlah jangan membangun altar yang rumit dengan banyak patung yang KAMU PIKIR atau orang lain bilang KAMU BUTUH INI DAN ITU!

Hahaha!
Dan semakin kamu mendapatkan kemajuan dalam tingkat pelatihan dirimu, menurut Guru, kamu adalah altar atau mandala itu sendiri.
Atau lebih tepatnya: tubuhmu adalah mandalamu!

Bahkan di banyak rumah ibadah, banyak patung malah membikin tambah rumit rumah ibadah itu sendiri!

Bagi kita semua di Satya Buddha, KITA CUMAN BUTUH GURU AKAR KITA, PADMAKUMARA, BUDDHA HIDUP LIAN SHENG!

Sebuah altar yang patung-patungnya “didiami” oleh roh-roh binatang, hantu, dan sebagainya?
Lebih baik jangan punya altar! :)

Di dalam blog ini sudah banyak dibagikan artikel mengenai Altar.
Baca-bacalah kembali.

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Disunting dari Jurnal Lotuschef

Related Posts:


Wednesday, April 30, 2014

Pertemuan yang Menarik 趣遇 [2]


Ditulis oleh Lotuschef – 25 April 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Interesting Encounters 趣遇 [2]



Kasus 3 – Seseorang bertanya kepadaku tentang mantra “Om Mani Padme Hom”!
Aku jelaskan kepadanya bahwa itu mantra Bodhisattva Avalokiteshvara (Guanyin).
Ia mencakupi enam alam samsara!
Aku mengajarkannya untuk memandangi gambar Guanyin dan membayangkan chakra hati dirinya bersinar bagaikan bola lampu, berbagi sinar dengan semua insan tanpa membeda-bedakan.
Juga memberikan penekanan pada aksara Om dan Hom.

Bila dia melakukannya dengan benar, hanya dalam seminggu ia pasti akan melihat orang-orang mulai tertarik kepadanya. :)


Kasus 4 – Yang ini bilang kalau ia punya firasat akan melayaniku di mejanya setelah melihatku di antrian. :)
Setelah menjawab semua pertanyaanku untuk urusan-urusan resmi, kami mulai mengobrol.
Aku beritahu dia kalau Guru Akarku adalah Padmakumara, Buddha Hidup Lian Sheng.
Ia bilang kalau pernah dengar tentang Guru.

Hehe! Kubilang padanya bahwa banyak orang yang menyebarkan desas-desus kalau kita ini “sesat”!
......

Dia bertanya kepadaku di mana MH370.
Aku bertanya balik kepadanya menurutnya pesawat itu ada di mana.

Ia menutup matanya sejenak dan memberitahu bahwa menurutnya pesawat itu ada di sekitar Thailand.

Kubilang bahwa aku tahu kalau orang-orang di sana masih hidup, tapi mengenai lokasi tak boleh diberitahukan.
Teman-teman murid juga sudah bertanya kepada Guru, dan beliau hanya tersenyum saja.

Saat aku bertanya kepada Guru, beliau juga tersenyum.

Demi keselamatan para penumpang, yang terbaik adalah jangan berspekulasi, karena mereka malah akan dipindahkan ke lokasi-lokasi lain yang lebih tersembunyi.
Begitu pula mereka nantinya malah harus menyesuaikan diri lagi ke lingkungan yang baru dan mungkin lebih “tak bersahabat”.

Tapi aku sempat melihat wajah seorang politikus. Jadi kemungkinan hal ini memang berkaitan dengan masalah politik dan yang paling baik adalah tak turut campur tangan.
Seperti perang politik yang sangat disayangkan melibatkan orang-orang yang tak bersalah!


Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Di kasus ke-4 ini, orang tersebut tak sadar bahwa dalam area pandangku selama lebih dari semenit, dengan otomatis aku telah mendapatkan gambaran dirinya secara menyeluruh. :)

Saat ia menutup kedua matanya dan sedikit menggerakkan kepalanya, kepalanya melengkung dan tulang punggungnya tak lurus – berarti ia tak menarik “energi cahaya” untuk membantunya “mencari” subjeknya!

Hahaha!

Ingatkah aku pernah menulis tentang CL yang membuka sesi konsultasi setelah jam 10 atau 11 malam?
Tentang bagaimana ia akan menarik telinganya untuk mendapatkan informasi dari roh-roh di sekitarnya untuk menjawab Wen-shi 问事.

Aku baru saja membagikan thesis 10 kondisi pola pikir dari Kobo Dhaishi yang dijelaskan dalam Bahasa Mandarin oleh Guru.
Mengundang roh-roh binatang, roh-roh janin, roh-roh manusia, ... adalah tingkatan awal dari tahapan pengembangan pikiran!
Menurut Guru, akurasinya sangat jauh di bawah mereka yang mampu beryoga dan mengundang kehadiran para Buddha dan Bodhisattva! :)

Oh ya! Saat kamu mampu beryoga dengan Guru atau Buddha atau Bodhisattva manapun; sungguh kiranya tak perlu bertanya apapun saat mereka (orang-orang yang bersangkutan) berada di hadapanmu, KARENA KAMU mampu membaca pikiran mereka dengan akurat! 他心通

Hahaha!
Semua hal ini sudah pernah diajarkan oleh Guru!

Demikianlah bila kamu masih Mencari Jawaban Dari Luar setelah berpuluh-puluh tahun berlindung (bersarana) kepada Guru, berarti KAMU tak benar-benar memperhatikan ajaran Guru, serta tak pernah tulus dan tekun bersadhana pula!



Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Disunting dari Jurnal Lotuschef

Related Posts:

Tuesday, March 4, 2014

Kebijaksanaan yang nampak gila – Menyaksikan Karma Ditanggung oleh Orang yang Bersangkutan


Ditulis oleh Lotuschef – 3 Maret 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Crazy Wisdom – 目睹因果自负 Witness Karma is One's Own Responsibility


"Karma", karya seni dari pemahat berkebangsaan Korea, Do Ho Suh.
Fotografi oleh Alan Teo.

Mengutip dari: 佛教高僧禅宗祖师慧能大师生平历史纪实-佛陀正法...

六祖大师不识字的平民身份,成为一代祖师,
令佛教在中国实现平等普度,
佛教的众生平等、
佛法世出世间结合在六祖慧能的禅法中得到了展现,
为众生指明了正信正修的菩提大道。

Patriak Zen ke-6 adalah orang biasa. Beliau tak paham tulisan karakter, tapi menjadi seorang patriak di masanya.
Ia memberdayakan agama Buddha di China untuk Menunjukkan Kesetaraan dalam Menyelamatkan Semua Insan.
Konsep dalam agama Buddha mengatakan bahwa Semua Insan adalah Setara,
Demikianlah Hui Neng, Sang Patriak ke-6, dengan Dharma Zen-nya, mampu menggabungkan ajaran Buddha Dharma di Dunia Awam ini menjadi sebuah pembabaran ajaran yang menunjukkan Iman yang Benar dan Pelatihan Maha Bodhi yang Benar secara komprehensif kepada semua insan.

禅宗不立文字,是为了破除当时修行者着文字相,
当时很多人陷入了文字相,认为学佛只能限于读书人,
没有文化的穷苦人看不懂佛经,无法修行。

Aliran Zen tidak Menggunakan Kata-kata, karena tujuannya adalah untuk menghancurkan kemelekatan pada Wujud Naskah dan Tulisan, yang merupakan rintangan bagi para sadhaka di masa itu.
Di jaman itu, banyak yang jatuh dan melekat pada Wujud Karakter-karakter tertulis.
Mereka menganggap bahwa Buddha Dharma Hanya Terbatas untuk dipelajari oleh para Cendekiawan saja,
Sedangkan mereka yang buta huruf atau orang miskin tanpa karakteristik kebudayaan, tak mampu membaca dan memahami Sutra-sutra Buddha, sehingga tak mampu melatih diri.

禅宗打破了种种的限制,破除了文化、出身、职业上的限制,无论各个阶层都可以学佛修行,在日常生活中去体悟自性光明,

Demikianlah Aliran Zen menghancurkan segala macam rintangan seperti Kebudayaan, Status Kelahiran, Batasan Karir; dan tanpa menghiraukan seseorang berasal dari status apapun, masing-masing individu punya kesempatan untuk Mempelajari Buddha Dharma dan Bersadhana, dan dari sana mampu mempraktekkan ajaran dan lewat pengalaman hidup sehari-hari akhirnya mencapai penyadaran bahwa Sifat Sejati Dari Awal Masa yang ada dalam dirinya sudah Terang dan Bijaksana adanya.

[** Catatan: di artikel sumber, terjemahan dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Inggris oleh Lama Lotuschef]

Baca juga: Professor, Bisakah Kamu Menyingkirkan Semua Rintangan yang Menghadangimu?

---

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Kutipan di atas sedang bicara apa?

Hahaha!

Kebijaksanaan Buddha akan Kesetaraan dengan tambahan bumbu Kebijaksanaan Pengamatan yang Tajam juga! :)

Bila kita melihat para VIP spesial yang berisikan sekelompok professor elit, yang “disusun” oleh Shi-mu, sang gurudhara, bukankah malah menentang Pentingnya Kesetaraan tersebut?

Kesetaraan adalah syarat bagi mereka yang bercita-cita atau berlatih untuk menjadi Buddha!

Dan ia adalah karakteristik utama dari semua Buddha, serta salah satu Bentuk dari Bodhicitta juga!


Sedari awal, aku, Lotuschef, selalu menjelaskan mengenai VIP, VVIP, dan berbagai Hak Khusus yang mereka minta dan sepelekan demi Status dalam Hidup mereka, adalah bagai mengadu dan melawan Filosofi dan Dharma Buddha itu sendiri.

Hahaha!
Namun banyak orang menganggapku gila dan edan!

Berhubung kini Guru telah mengajarkan Dharma Maha Kesempurnaan yang beliau katakan sama dengan agama Buddha aliran Zen, di sini aku dengan tulus berharap bahwa semua murid Padmakumara, Buddha Hidup Lian Sheng, mulai menyadari bahwa pencapaian Kebuddhaan di dalam agama Buddha TIDAKLAH BERGANTUNG pada tingginya statusmu dalam Hidup ini!

Bagaimana halnya dengan mereka yang menciptakan Kepalsuan semacam ini?
Guru-pun berkali-kali mengatakan: 因果自负  Karma adalah Tanggungan Individu yang Bersangkutan!
Beliau juga mengatakan: Kalau tak mampu menyelamatkanmu dalam kehidupan ini, maka akan menunggu di kehidupan selanjutnya saat Jodohmu telah Matang!



Kini menjawab mereka yang kehilangan Iman dan Kepercayaan pada Guru karena mereka selalu melihat orang-orang antik yang menciptakan Jurang Pemisah, Diferensiasi, Ketidaksetaraan, hingga menyebabkan banyak orang jadi tak bahagia – mereka yang antik itu adalah orang-orang dengan pikiran awam dan pasti akan jatuh ke 3 Alam Rendah, atau bahkan Neraka Vajra karena perbuatannya sendiri!

Kembalilah segera ke rangkulan Padmakumara, Buddha Hidup Lian Sheng!

Dan teman-teman pembaca setia blog-ku dan suka akan apa yang aku tuliskan di sana, mari jadilah teman-teman murid bersamaku!

Berlindunglah (bersarana) segera pada Padmakumara, Buddha Hidup Lian Sheng!

Oh, dan pastikan Buddha Hidup Lian Sheng adalah Mahaguru Lu Sheng Yan!
Jangan biarkan para penipu membohongimu!



Mereka yang berpikir kalau namanya disebut oleh Guru adalah hal yang bagus karena merasa “Elit”, hahaha, mohon dipikirkan ulang.
Sudah pernahkah kamu benar-benar berkontribusi dalam Pembabaran Dharma untuk Memberi Manfaat bagi para insan?

Oh ingatkah teman-teman tentang insiden saat Guru mengeluarkan selembar NTD 100?

Beliau bilang bahwa itu hanyalah KERTAS!

Kini sadarkah maksud beliau setelah beliau mengajarkan Dharma Maha Kesempurnaan?

Hehe!

Sekarang ini melihat rumah ibadah setempat mengusulkan untuk membangun sebuah vihara untuk atraksi turis, VIP seperti para pejabat pemerintah, politikus, bankir, pengacara, dokter, dll., sungguhlah sebuah ide menakjubkan dari seorang VM LH!

Aku bilang: Saat ada para insan yang butuh diselamatkan dengan Buddha Dharma, maka para dewata akan memilih seseorang atau sekelompok Yogi Sejati untuk mendirikan bangunan yang relevan untuk memfasilitasi kebutuhan yang bersangkutan!
Setujukah?


Dalam kasus ini, rumah ibadah yang bersangkutan akan dibangun dengan mudah dan hanya membutuhkan usaha manual yang sangat kecil!



Vihara Pure Karma dengan Wujud dan Tanpa Wujud, tersebar di segala penjuru ribuan dunia!
Dan buka 24/7 untuk semua insan yang berjodoh “memasukinya” atas kemauan sendiri. :)


Tak perlu mendesain rencana penipuan untuk menggalang dana Pembangunan Vihara!!!

Hahaha!

Selamat melatih diri!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotsuchef


Disunting dari Jurnal Lotuschef



Related Posts:

Tuesday, February 25, 2014

Mahaguru adalah Keajaiban Bagimu! [2]


Ditulis oleh Lotuschef – 24 Februari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in SZ is Your Miracle! 师尊是你的奇迹! [2]



Cuplikan layar di atas adalah Guru di hari Tahun Baru Lunar, di Vajragarbha Caotun.

Mari kembali sejenak ke sesi upacara di Rainbow Villa di suatu hari Minggu, saat seorang murid Kaukasian datang ke depan untuk menceritakan mujizat yang dialaminya.
Berhubung dia tak paham Bahasa Mandarin, yang bisa dia lakukan hanyalah menjapa mantra Guru.

Ia bilang bahwa menjapa mantra Guru sekitar satu bulan, kanker yang dideritanya hampir hilang dan ia sudah bisa berjalan lagi.

Guru jugalah yang merupakan Keajaiban baginya!

Begitu juga halnya dengan Mantra Guru!


Seorang murid lain lagi di Panama, kembali mendapatkan penglihatan matanya setelah mengusap matanya dengan selembar tissue yang diberikan oleh seorang reverend – tissue bekas Guru gunakan untuk mengusap matanya sendiri!

Guru jugalah yang menjadi Keajaiban baginya!


Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Hanya perlu menjapa mantra Guru dengan ketulusan dan secara berkala saja yang dibutuhkan!

Kenapa kamu masih saja tersesat dan mengejar kesana-kemari untuk hal yang sudah Guru anugerahkan kepadamu di awal kamu Berlindung (Bersarana)?

Dengarkanlah Dharma Maha Kesempurnaan yang Guru ajarkan dan yang beliau katakan sungguh benar adanya – terkesan sederhana tapi rumit saat dilatih!

Namun bila kamu telah bersadhana dengan tekun dimulai dari hal yang paling mendasar, maka Dharma Maha Kesempurnaan tak akan membuatmu ketakutan, ragu dan bingung!!!

Di artikel sebelum ini, saudari sedharma tersebut mampu melakukan visualisasi sesuai yang kuperintahkan padanya.

Berarti ia jelas sekali telah bersadhana secara berkala, bukan?!


Sedangkan seorang saudari sedharma lainnya yang bertemu denganku di dalam pesawat, memberitahuku kalau dia tak mampu memahami apa yang Guru ajarkan.

Aku juga mengajarkannya untuk cukup menjapa mantra Guru disertai dengan visualisasi.
Masih saja ia tak mampu melakukannya.
Maksudku, pada bagian visualisasinya.

Pancaran auranya menunjukkan bahwa ia kebingungan dan terus-menerus bertanya apakah VM ini dan itu bagus atau tidak?

Kubantu dia sedikit dengan liontin sarira Sariputra yang kukenakan.

Untuk yang satu ini, aku mengubah langkah terakhir dan memintanya untuk menyesuaikan tempo nafasnya dengan japaan mantra Guru.
Hal ini membantunya untuk lebih mudah berkonsentrasi, dan ternyata memang bekerja dengan cepat dan bagus untuknya.

Belum ada orang yang pernah mengajarkannya seperti ini.
Hanya dengan menjapa mantra Guru, efeknya segera bekerja dengan cepat, dan ia merasa terberkati setelahnya.

Menakjubkan bukan?

Tidak juga! :)

Karena Guru adalah seorang Buddha, tentu saja mantra-Nya bekerja dengan baik pada para murid-Nya dan mereka yang tulus dalam bersadhana!!!

Maka berhentilah mengejar orang-orang yang belum mencapai Kebuddhaan!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Disunting dari Jurnal Lotuschef

Related Posts:


Mahaguru adalah Keajaiban Bagimu! [1]


Ditulis oleh Lotuschef – 24 Februari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in SZ is Your Miracle! 师尊是你的奇迹! [1]



Foto di atas adalah Guru Akar kita tercinta, Buddha Hidup Lian Sheng.

Tahun lalu, aku bertemu dengan salah satu petugas rumah ibadah dari Taiwan saat ia sedang mengepel lantai di toilet wanita.

Cuman melihat sepintas saja tapi berakhir aku “mengamatinya” dengan cepat dan memintanya untuk menungguku sementara aku akan menggunakan toilet terlebih dulu.

Setelah selesai dari toilet, aku lihat dia sudah tak ada di sana. Kucari dia dan segera menemukannya.

Kubilang kalau aku ingin bicara dengannya, dan kami pergi ke suatu sudut di area luar yang mirip balkon.

Lalu kuberitahu dia bahwa kesehatannya tak baik, ia punya masalah dengan ginjal dan jantung.
Ia mengiyakan kata-kataku dan memberitahuku bahwa ia sudah memohon Guru untuk menolongnya.

Dia bilang: Guru memberitahuku “Sebuah mujizat akan menyembuhkanku!”
[她说:师尊跟我说 - 奇迹就能治疗好我!]

Lalu kuajarkan dia untuk menjapa mantra Guru dalam 3 cara yang berbeda!
[以下 --- 我教她用3 个不同方式 (念上师心咒)而已!]

Aku tersenyum.

Lalu memintanya untuk menjapa mantra Guru.

Setelah beberapa saat, aku memintanya untuk berhenti dan memberitahunya supaya melakukannya dengan membayangkan Guru memberkatinya dengan sinar saat ia menjapa mantra-Nya!

Selang beberapa saat kemudian, aku menyuruhnya berhenti lagi dan bertanya kepadanya bagaimana rasanya sekarang?
Aku bisa melihat ia sudah mulai sedikit bersinar. :)

Ia menjawabku kalau sudah merasa sedikit lebih baik.

Hahaha! Dan kemudian kini Bagian Akhirnya!

Aku mengajarkannya untuk menjapa mantra Guru, sambil membayangkan kalau dia adalah Guru dan memancarkan Cahaya kepada semua insan, tanpa membeda-bedakan siapapun mereka!
Sekedar berbagi kebaikan Energi Semesta dalam bentuk Cahaya! :)


Kali ini dia berhenti dan tersenyum. Ia bilang bahwa dirinya merasa bahagia dan takjub, serta mengatakan bahwa aku pastilah Mujizat yang Guru beritahu supaya dia mencarinya!
[这次,她自动停下来, 微笑着对我说,她觉得很好,接着说道, 我应该是师尊叫她找的奇迹!]


Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Bila kamu benar-benar paham kata-kata Guru dalam kasus di atas, kamu pasti akan segera melakukan Maha Namaskara untuk berterima kasih pada-Nya!
[如果你了解师尊的话,你会即刻做大礼拜,感谢师尊!]

KENAPA?

[为什么?]

Karena Guru adalah Keajaiban yang kau cari!!!
 [师尊就是你的奇迹! ]

Bukan diriku! :)

[不是我! :) ]

Aku hanyalah sekedar utusan yang dikirim Guru untuk menolongmu berhubung kamu tak paham kata-kata-Nya!!!
[我只是师尊派来传话的,因为你听不懂师尊的话!!!]

Hahaha!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Disunting dari Jurnal Lotuschef

Related Posts:

Wednesday, June 12, 2013

Kebijaksanaan yang nampak gila – Didedikasikan untuk para murid Indonesia dan Melbourne


Ditulis oleh Lotuschef – 11 Juni 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Crazy Wisdom – Dedicated to Indonesian & Melbourne Students


Di akhir tahun 2009, sekelompok umat dari Indonesia datang ke Seattle untuk mengundang Guru supaya hadir di Indonesia untuk memimpin upacara. Untuk keperluan verifikasi, teman-teman bisa mencari rekaman video dan reportasenya di tanggal tersebut.

Di tahun 2010, kita diberitahu kalau Guru akan memimpin upacara di tanggal 19 Februari 2011 di Jakarta. Namun acara ini dibatalkan dan sebagai gantinya Guru pergi berkeliling ke cabang-cabang rumah ibadah. LHO KENAPA?

Ingatkah saat mengunjungi cabang di Karawaci? Guru dikawal oleh mobil-mobil tank tentara?
Lalu bulan Oktober 2010 di Melbourne, Guru dijaga oleh para pengawal di sekelilingnya saat hadir di Vajragarbha Yan Ming!!!



{宗教 == 幫派; 幫派 == 展現實力 Religion - Gang, Gang -Show off Strength / Agama = Komplotan Geng, Komplotan Geng = Unjuk Kekuatan

---蓮生法王2012年9月29日美國西雅圖雷藏寺週六同修阿彌陀如來本尊法法語開示精要---

Ringkasan Ceramah Dharma Guru tanggal 29 September 2012
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari terjemahan Bahasa Inggris oleh Lama Lotuschef

Guru: Di dunia ini, ada beberapa hal yang berbau politis. Dan pada kenyataannya, sekte agama juga tak terlepas darinya, hingga hampir berubah menjadi suatu bentuk politik.

Tentunya aku tak mengatakan itu berasal dari negara mana, mereka  [Agama = Komplotan Geng / Sekte Teroganisir, Komplotan Geng = Unjuk Kuasa] ini seperti itulah.


---

Hahaha! Apa Guru sedang menunjukkan kepada khalayak bahwa beliau tahu kalau beberapa dari mereka memang sedang “berbisnis” demikian?

Inilah KOMPLOTAN YANG UNJUK KEKUATAN ATAU KEKUASAAN!!!


Menurutmu apa ada yang bisa dirahasiakan dari Guru?
:) }

[Guru: Hari ini kita melatih sadhana Buddha Amitabha, tapi kenapa tiba-tiba membahas Politik dan Agama?
Sebenarnya tujuan utama dari Ordo kita adalah Melatih Diri, seharusnya tiada lagi selain hal ini, ....]


Tahukah kamu seorang tanpa nama yang mengirimkan surat langsung ke kantor Guru di Seattle, MENGANCAM UNTUK MEMBUNUH BELIAU BILA BELIAU MELETAKKAN KAKINYA DI TANAH INDONESIA?

Apa yang Guru lakukan untuk mengatasi ANCAMAN tersebut?
Siapa saja orang-orang yang mencoba menghentikan Guru dan dengan alasan apa?


Sekarang ayo kita lihat seberapa bagus ingatan para umat di Indonesia! :)

Ingatkah di salah satu sesi di Seattle, Guru mengumumkan dan mengangkat Lian Ning sebagai penerus?
Hahaha!
Masih ingatkah pernyataan-pernyataan yang dikemukakan setelah itu?

Guru mengatakan: Sekarang karena aku sudah punya pengganti, aku sudah bisa pergi ke Indonesia!!!
 

Semua umat Indonesia yang hadir di sana segera berdiri dan bertepuk tangan terus-menerus dalam waktu yang cukup lama!
 

Itu semua aku dokumentasikan di dalam blog-ku juga!!!

Untuk pergi ke Indonesia, Guru dipaksa untuk mengangkat seorang Penerus!!!

Pengawal pribadi di Melbourne, juga salah satu Ancaman yang dibuat oleh SESEORANG terhadap Guru!!!

KINI menurutmu siapa DALANG di balik semua ini?
Siapa yang mendapat keuntungan dari semua hal ini?


SIAPA Orang di balik layar dari Surat yang dikirim kepada Guru yang berisikan “Sekarang karena kamu sudah punya Penerus, kamu bisa pensiun”?

Kita tahu si pembabar dharma berkerah biru yang menulis surat itu, tapi siapa BOSS-nya?
Hahaha!
Kebanyakan dari kita tahu kepada siapa dia menjilat dan selalu terlihat bersama orang tersebut juga!!!
Sang Penerus kita!!!

Kepada semua umat Indonesia dan Melbourne, bersadhanalah dengan tekun untuk berterima kasih kepada Guru karena dengan berani beliau menantang semua ancaman demi datang ke negaramu atau negara bagian tempatmu berada!!!

Perhatikan ceramah Guru dan gunakanlah Kebijaksanaan Pengamatanmu untuk menerjemahkan pernyataan-pernyataan Guru dan apa yang beliau ingin sampaikan kepadamu!

Kendalikan nasibmu sendiri dan dengan bimbingan dari Guru, bersadhanalah dengan tekun, tinggalkan samsara sejauh mungkin!!!



Mengenai siapa aku dan apa yang mampu maupun tak mampu kulakukan, Sungguh Tak Penting dalam hubungannya dengan keberhasilan pelatihan dirimu!
KAMU sendirilah yang bertanggung jawab atas nasibmu, bukannya aku!!!
Maka berhentilah memarahiku atau memfitnahku bila kamu adalah murid Buddha yang otentik dan sejati!!!

Hahaha!

Orang yang tak punya Kebijaksanaan untuk mengartikan pernyataan-pernyataan Guru dan menelan mentah-mentah pernyataan yang dikeluarkan oleh Komite Pusat atau Lian Ning sebagai yang “Selalu Benar”, maka berarti KAMU masih merangkak jauh untuk keluar dari liang gelap karena KAMU membiarkan Komite Pusat dan para acharya lain menuntunmu ke dalamnya!!!

Apakah aku masih seorang Fashi atau tidak, juga tak penting bagimu!
Kalau kamu memang punya Jodoh Sejati dengan Buddha, kamu tak akan terganggu oleh apa yang Ketua Komite Pusat lakukan untuk mengamankan dan melekatkan diri pada Kerajaan Duniawinya!!!


Maka benarlah saat Guru bilang: Dunia yang tak kekal ini tidaklah penting! Tapi di atas sanalah yang penting!!!
Ke sanalah tujuan yang kita semua harus capai!

Lotuschef bila harus membangun Ordo Pure Karma atau Teratai Putih yang Agung sebagai entitas terpisah juga bisa, NAMUN ia masih murid dari Buddha Hidup Lian Sheng, Mahaguru Lu; bukan Buddha Hidup Lian Sheng, XXX yang palsu!

Dan selama kita membabarkan dharma Buddha yang otentik dan menyelamatkan insan sebanyak mungkin, maka kita JUJUR dan TULUS menjalankan sumpah samaya kita terhadap Guru Akar kita!

Bila kamu kamu paham ceramah Guru mengenai Penyebutan Gelar, maka kamu akan sadar kalau ada banyak Guru-guru palsu di mana-mana, termasuk para anggota Komite Pusat, sungguh berani memalsukan pernyataan-pernyataan Guru demi keuntungan mereka sendiri dan mengklaim hal tersebut berasal dari Guru!!!

Maka demikianlah Guru berkata: kamu harus tahu kamu sedang menyebut siapa!
Bagi Guru, gelar tidaklah penting. Kamu ingatkah?

Belajar dari Guru, seorang Buddha Hidup, jangan hanya tahu kulit luarannya saja!
:)

Kalau kamu SEKARANG disuruh MEMIHAK; aku tanya kamu memihak siapa?

Jawabanmu selain GURU AKARKU, Buddha Hidup Lian Sheng, Mahaguru Lu, berarti kamu telah menghancurkan Samaya antara dirimu dan Guru Akarmu!!!

Kamu bahkan bisa menyerahkan nasibmu dan kehidupan-kehidupanmu selanjutnya kepada orang lain untuk dikendalikan dan dimanipulasi, bila kamu terlalu malas untuk melatih diri dan malah mengikuti orang lain selain Guru Akarmu sendiri!

Pada akhirnya, pilihan selalu ada di tanganmu sendiri!!!
Apakah Bapamu adalah Buddha Hidup Lian Sheng, Mahaguru Lu? :)

Hahahahahahahahahahaha.......

Kenapa aku masih menulis ini semua saat aku terus-menerus difitnah, dimarahi, dituduh berkelakuan buruk, mengejek, ....?
Ya kamu tanya saja ke Guru!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, May 24, 2013

Lotuschef Bermain-main – Dengan Niat Kejahatan Kriminal [2]

Saijuku Jizo (Ksitigarbha yang menebus penderitaan dan kesukaran kita),
oleh Saint Mankei yang melihat Jizo sendiri dalam salah satu meditasinya.

Ditulis oleh Lotuschef – 21 Mei 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – With Criminal Intent [2]


Ekstrak dari Facebook Lama Lotuschef / Francesca Poon

[Per 20 Mei 2013]

Tok Chef (berteman dengan Master Zhen) mengomentari post dari Lotuschef Lama : "我祈請偉大的師尊佛光注照蓮廚法師的心,讓她懂她現在 發生何事,祈請真佛護法引蓮廚法師回歸正途。" 9:33am

Tok Chef (berteman dengan Master Zhen) mengomentari post dari Lotuschef Lama: "我祈請偉大的師尊佛光注照蓮廚法師的心,讓她懂她現在 發生何事,祈請真佛護法引蓮廚法師回歸正途。" 9:33am

Tok Chef (berteman dengan Master Zhen) mengomentari post dari Lotuschef Lama: "我祈請偉大的師尊佛光注照蓮廚法師的心,讓她懂她現在 發生何事,祈請真佛護法引蓮廚法師回歸正途。" 9:33am

Tok Chef (berteman dengan Master Zhen) mengomentari post dari Lotuschef Lama: "我祈請偉大的師尊佛光注照蓮廚法師的心,讓她懂她現在 發生何事,祈請真佛護法引蓮廚法師回歸正途。" 9:33am

Tok Chef (berteman dengan Master Zhen) mengomentari post dari Lotuschef Lama: "我祈請偉大的師尊佛光注照蓮廚法師的心,讓她懂她現在 發生何事,祈請真佛護法引蓮廚法師回歸正途。" 9:33am

---

Lihatlah potongan di atas.
Komentar yang sama untuk 5 artikel yang berbeda HANYA DALAM 1 MENIT!
Hahaha!

Tok Chef tak peduli akan relevansi komentar-komentarnya sama sekali. Pokoknya hanya ingin memaksakan pendapatnya kepada Lotuschef yang menurutnya “Tak tahu masalah apa yang sedang melandanya, dan memohon para Dharmapala Satya Buddha untuk menolong Lotuschef kembali pada Jalan Kebenaran.”

Teman-teman sekalian yang terkasih, di sini SUNGGUH TERSIRAT NIAT KEJAHATAN KRIMINAL dalam bentuk ANCAMAN!

Kembali kepada Jalan Kebenaran menyiratkan Lotuschef berada pada Jalan yang Salah!
Tak tahu masalah apa yang sedang melandanya – juga sebuah bentuk ancaman.
Digabung dengan nama Lotuschef dan Pure Karma, menyamakannya dengan Lian Jie yang menurut Tok Chef “Berulang-ulang melanggar disiplin sila”!

Tok Chef MENYIRATKAN bahwa Lotuschef butuh pemberkatan Guru yang menyinari hatinya!

Semua artikel dalam blog Pure Karma dan Lotuschef akan menjadi salah bila dilihat dengan mentalitas seperti ini!

Sepertinya hal-hal tersebut sudah cukup untuk menempatkan Tok Chef di kotak pembelaan, dan memberitahu Pengadilan kenapa dia punya niat kejahatan kriminal terhadap Lotuschef & Pure Karma!

Lotuschef dan Pure Karma dengan welas asih hendak meringankan hukuman yang akan dijatuhkan kepada Tok Chef bila:

1. Ia mengakui niat jahatnya dan menunggu keputusan pengadilan atas hukuman yang akan dijatuhkan kepadanya dan kompensasi relevan yang akan diberikan kepada si pengadu.

ATAU

2. Ia mempublikasikan Permohonan Maaf Kepada Publik seperti yang ditentukan oleh Lotuschef dan Pure Karma, serta memberikan donasi uang tunai sejumlah USD 50.000 (Lima Puluh Ribu dolar Amerika) kepada Lotus Light Charity atas nama Buddha Hidup Lian Sheng, dan kemudian mengirimkan buktinya kepada kami. [Ini juga merupakan amal favorit Pure Karma & Lotuschef, dan donasi Anda akan menjadi kado ulang tahun untuk Sang Guru Akar, Buddha Hidup Lian Sheng].

Anda (Tok Chef) diharapkan mematuhi perihal di atas dan mengabari kembali dengan identitas lengkap paling lambat tanggal 15 Juni 2013 ke purekarmaservices@gmail.com.

Lotuschef & Pure Karma berhak memproses kasus ini secara hukum bila Tok Chef tidak melakukan pembenahan dan permohonan maaf seperti yang diminta.


Pure Karma
Lama Lotuschef

Saturday, April 20, 2013

Sadhana Pertobatan & Penyucian Kembali [Sadhana Vajrasattva dari Empat Prayoga dengan tambahan anotasi]


Sadhana Shri Bhagavan Vajrasattva
Untuk Pertobatan & Penyucian Kembali


— Liturgi Empat Prayoga —

NASKAH SADHANA SATYA BUDDHA

Ditransmisikan oleh Buddha Hidup Lian-sheng, Sheng-yen Lu.
Dengan tambahan anotasi oleh Lama Lotuschef.


———


Mengenai Buddha Hidup Lian-sheng

SEBUAH PENGANTAR SINGKAT


Buddha Hidup Lian-sheng, yang juga dihormati sebagai Maha Guru, adalah guru silsilah akar dari Ordo Satya Buddha (True Buddha School). Beliau merupakan manifestasi dari Mahavairocana yang bertransformasi menjadi Buddha Locana yang kemudian bertransformasi lagi menjadi Guru Padmakumara. Dalam tradisi Buddhisme Tibet, Maha Guru memegang silsilah dari Ordo Nyingma, Kagyu, Sakya dan Gelug.

Beliau merupakan salah seorang figur religius yang terkemuka di dunia, dan per tahun 2006 sudah ada lebih dari 5 juta orang yang berlindung (bersarana) kepada-Nya di dalam Ordo Satya Buddha. Dengan lebih dari 300 cabang rumah ibadah yang tersebar di seluruh dunia, Satya Buddha dikenali sebagai salah satu komponen agama Buddha yang terbesar di masa ini.

Buddha Hidup Lian-sheng juga telah menulis lebih dari 220 buku dalam Bahasa Mandarin dengan berbagai topik yang membahas Buddhisme Tantra, Geomansi (Fengshui), Buddhisme Zen, dan Taoisme. Banyak dari buku-buku tersebut yang kini telah dan sedang diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa lainnya.

———

Caveat


Bila Anda ingin melatih sarana pencapaian keberhasilan dharma (sadhana) yang ditulis di dalam artikel ini, Anda harus berlindung (bersarana) terlebih dahulu di dalam Ordo Satya Buddha dan menerima pemberkatan inisiasi dari Buddha Hidup Lian-sheng atau para acharya Satya Buddha yang berwenang dan mampu memberikan pemberkatan sarana.

Di dalam artikel ini, mantra diterjemahkan dengan lafal Bahasa Indonesia. Sutra Maharaja Avalokiteshvara (Gao Wang Jing) diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan Han Yu pinyin tanpa mengubah pelafalannya. Sadhaka pelatih perlu mengetahui bahwa terjemahan tertulis ini tidak bisa sepenuhnya mendekati pelafalan yang diucapkan oleh Guru Akar. Oleh karenanya sadhaka pelatih kebatinan sangat direkomendasikan untuk mendapatkan dan mendengarkan rekaman pelafalan asli yang bisa didapatkan di rumah-rumah ibadah Satya Buddha setempat.

Buklet ini hanya berfungsi sebagai panduan untuk sadhana harian Anda. Mohon mengacu pada buku-buku yang ditulis oleh Buddha Hidup Lian-sheng atau hubungi para acharya atau venerable yang berwenang untuk mendapatkan penjelasan yang lebih mendetil. Bila Anda masih mempunyai pertanyaan-pertanyaan lain, silakan menuliskan dan mengirimkannya kepada True Buddha Foundation.

Semoga yang mulia dan maha welas asih Buddha Hidup Lian-sheng, para Buddha, Bodhisattva, dan Pelindung Dharma memberkati terjemahan sadhana ini. Dan semoga Dharma Tantra Satya Buddha menyeberangkan semua insan yang berada di Enam Alam Transmigrasi (Samsara).

Bacalah isi buklet ini dengan pikiran terbuka dan gunakanlah hanya sebagai bahan acuan. Risiko ditanggung oleh si praktisi yang bersangkutan bila melatihnya tanpa mendapatkan transmisi pemberkatan yang dibutuhkan atau belum membangun fondasi pelatihan yang memadahi.

Kunjungilah situs-situs berikut untuk mendapatkan informasi dan materi lain mengenai Satya Buddha:
www.tbsn.org
www.padmakumara.org

Ditransmisikan oleh Buddha Hidup Lian-sheng, Sheng-yen Lu.
Terjemahan asli oleh Janny Chow, Luljeta Subasic, dan Alice Yang.
Disunting dengan tambahan anotasi oleh Lama Lotuschef dan Lotus Nino.
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino.
Hak Cipta © Pure Karma.
www.lotuschef.blogspot.com
www.purekarmavihara.org

Bila Anda adalah pemilik salah satu atau beberapa dari gambar yang ditampilkan dalam artikel ini, harap hubungi kami, dan kami dengan senang hati akan memasukkan nama Anda sebagai pemilik hak cipta dari gambar yang bersangkutan.

Versi 2.2 – per 4 Februari 2015

Credits: Vajrasattva  © Yoji Nishi

———

Daftar Isi


  1. Mengawali Sadhana
  2. Mantra Pemurnian
  3. Mantra Pengundangan
  4. Penghormatan Agung (Maha Namaskara)
  5. Mandala Persembahan Agung
  6. Empat Perlindungan (Empat Sarana)
  7. Perisai Perlindungan
  8. Sutra Maharaja Avalokiteshvara (Gao Wang Jing)
  9. Dharani Penyeberangan Amitabha
  10. Empat Batin Yang Tiada Batas (Empat Apramana)
  11. Guru Yoga
  12. Bagian Inti
  13. Penjapaan Dharani 100 Aksara
  14. Keluar dari Samadhi dan Mengucapkan Pujian
  15. Mantra Hati Delapan Yidam Utama
  16. Melafalkan Nama Buddha Amitabha
  17. Pelimpahan Pahala
  18. Menyempurnakan Sadhana dengan Dharani 100 Aksara
  19. Penghormatan Agung (Maha Namaskara)
  20. Mantra Paripurna
  21. Lampiran Tambahan

———

1. Mengawali Sadhana


Pertama-tama kosongkan pikiran dan lakukanlah langkah berikut 3x:

Ambil nafas panjang dengan perlahan dan tahan sebentar. Setelah itu sebarkan sinar tersebut ke seluruh tubuh Anda.  Saat Anda merasakan angin atau sinar bergerak mendorong di bawah lapisan kulit Anda, bayangkan seluruh pori-pori tubuh Anda membuka bagaikan bunga yang sedang mekar, lalu hembuskanlah nafas sambil memancarkan sinar – Anda bagikan sinar putih tersebut dengan semua insan di sekeliling Anda, dan semua insan kemudian berubah menjadi cahaya.

Kemudian, visualisasikan Silsilah Satya Buddha – Namo Buddha Vairocana, Buddha Locani, Buddha Amitabha, Padmakumara, Buddha Hidup Lian-sheng, muncul dari Alam Semesta, bersama-sama memancarkan sinar pada semua yang hadir.

Mudra Padmakumara

Bentuklah Mudra Padmakumara dan japalah mantra Guru Akar versi panjang:
OM. AH. HUM. GURU BEI. A-HE-SHA-SA-MA-HA. LIEN-SHEN. SIDDHI. HUM. (7x)

Bayangkan semua insan dari 6 alam samsara turut bergabung bersama Anda dalam sesi sadhana ini. Berdoalah pada Guru Akar dan semua dewata supaya memberkati kita semua sehingga semua hal menjadi mujur nan sempurna.

Mudra Mengundang: 
Tepuk tangan (2x), lalu silangkan tangan dan petikkan ibu jari dengan jari tengah.


2. Mantra Pemurnian


Saat menjapa masing-masing mantra, bayangkan bagian tubuh yang bersangkutan bersinar terang.

Memurnikan Ucapan:
OM, SYULI SYULI, MAHA SYULI, SYUSYULI, SOHA.

Memurnikan Tubuh:    
OM, SYUTOLI, SYUTOLI, SYUMOLI, SYUMOLI, SOHA.

Memurnikan Pikiran:    
OM, WADZILA DAM, HO HO HUM.

Mantra Dewa Bumi:  
NAMO, SAMMANTO, MOTOHNAM, OM, TULU TULU TEIWEI, SOHA.


3. Mantra Pengundangan


Bayangkan Anda memancarkan sinar putih yang sangat cemerlang kepada Alam Semesta layaknya sedang menjulurkan kedua tangan Anda untuk dengan rendah hati memohon Guru Akar dan para Dewata turun ke dan memuliakan altar kita, menerima persembahan kita, dan memberkati semua usaha kita.

Recite: OM AH HUM, SOHA. (3x)

Dengan tulus mengundang:
Namo Guru Akar Bermahkota Merah nan Suci Buddha Hidup Lian-sheng.
Namo Maha Padmakumara Putih.
Namo Buddha Sinar Bunga Teratai yang Leluasa.
Namo Para Guru Silsilah Satya Buddha yang penuh welas asih.
Namo Lima Dhyani Buddha dan para dewata yang hadir di altar.
Namo Tripitaka dan 12 Sutra.
Namo Para Buddha, Bodhisattva dan Pelindung Dharma dari 3 masa, 10 penjurunya dan yang dipuja di altar ini dan sekitarnya.

4. Penghormatan Agung (Maha Namaskara)


Mudra Altar Buddha

Pertama kali, memberikan penghormatan kepada Guru Akar dan semua Buddha dari semua masa dan penjuru dengan menggunakan Mudra Altar Buddha.

Bayangkan di angkasa raya di hadapan Anda: Guru Akar, semua guru silsilah, delapan Yidam utama, Buddha, Bodhisattva dan Pelindung Dharma – mereka semua menampakkan diri bagai bintang-bintang yang berkerdipan memenuhi angkasa raya.

[Kiri-Kanan] Menyentuh Kening – Tenggorokan – Hati

Sentuhkan Mudra Altar Buddha ke kening, dan bayangkan Guru Akar memancarkan sinar putih dari titik kening-Nya ke kening Anda.
Kemudian sentuhkan Mudra tersebut ke tenggorokan, dan bayangkan Guru Akar memancarkan sinar merah dari tenggorokan-Nya ke tenggorokan Anda.
Kemudian sentuhkan Mudra tersebut ke hati, dan bayangkan Guru Akar memancarkan sinar biru dari hati-Nya ke hati Anda.
Sentuhkan kembali Mudra tersebut ke kening Anda dan leraikanlah.

Bila menggunakan namaskara visualisasi: bayangkan diri Anda bersujud secara penuh di lantai untuk memberikan penghormatan kepada Guru Akar dan semua Buddha dari segala masa dan penjuru.


Mudra Teratai

Kedua adalah memberikan penghormatan kepada semua Bodhisattva dan Mahasattva dengan menggunakan Mudra Teratai. Lakukan seperti langkah-langkah di atas dengan menggunakan Mudra Teratai.


Mudra Vajra

Ketiga adalah memberikan penghormatan kepada semua Heruka dan Pelindung Dharma dengan menggunakan Mudra Vajra. Lakukan seperti langkah-langkah di atas dengan menggunakan Mudra Vajra.


Mudra Kesetaraan

Keempat adalah setengah membungkuk dengan menggunakan Mudra Kesetaraan. Sentuhkan mudra di kening, lalu membungkuklah. Setelah kembali meluruskan badan, leraikanlah mudra tersebut.


5. Mandala Persembahan Agung


Mudra Mandala Persembahan

Bentuklah dan kemudian letakkan Mudra Persembahan di depan dada. Setelah melakukan visualisasi di bawah ini, sentuhkan mudra di kening sebelum meleraikannya.

Visualisasi: 
Bayangkan semua persembahan di altar berubah menjadi banyak, dari sebaris kemudian berlipatganda meluas dan memenuhi seluruh alam semesta.

Anda persembahkan kepada Guru Akar, semua guru silsilah, delapan yidam utama Satya Buddha, semua Buddha – Bodhisattva & Mahasattva – Pelindung Dharma dari tiga masa dan semua penjuru.

Bayangkan mereka semua menerima persembahan kita dengan senang hati dan Alam Semesta dipenuhi dengan Sinar Kuning Keemasan.
Lalu bayangkan benang-benang sinar berwarna putih turun bagai hujan dari Angkasa Raya. Saat menyentuh para insan di 6 alam samsara, insan-insan ini berubah menjadi sinar-sinar yang beraneka warna, dan kita juga bisa mendengar suara tawa mereka yang menandakan mereka menerima persembahan Anda dengan senang hati juga!

Bacalah Ayat Persembahan berikut:   
Gunung Sumeru bersama dengan Empat Benua, Matahari dan Bulan,
Berubah menjadi harta yang berharga dan dipersembahkan kepada para Buddha.
Semoga pahala kebajikan tak terhingga yang muncul dari persembahan berharga ini
Segera menghapus karma buruk demi merealisasikan Kebuddhaan.


Japalah Mantra Persembahan:  
OM, SAERWA, TATHAGATA, EEDAMUH, GURU LANA, MENCHALA, KAN, NELEYEH, DAHYEMI.


6. Empat Perlindungan (Empat Sarana)


Bayangkan Guru Akar, semua guru silsilah, semua Buddha, Dharma, dan Sangha melebur menjadi sinar putih yang sangat cemerlang yang memberkati Anda. Sinar tersebut memenuhi diri Anda dan kemudian Anda bagikan dengan semua insan di sekeliling Anda!

Japalah Mantra Empat Sarana:
NAMO GURU-BEI, NAMO BUDDHA-YE, NAMO DHARMA-YE, NAMO SANGHA-YE. (3x)


7. Perisai Perlindungan


Jari-jari membentuk Mudra Vajra dan diletakkan di depan kening. Bayangkan Anda menarik sinar putih cemerlang dari Alam Semesta, ia memenuhi dan menyelimuti diri Anda.

Mudra Vajra Anjali

Japalah Mantra Perisai Pelindung:  OM, BO LI LAN ZE LI. (7x)

Setelah menjapanya, sentuhkan mudra tersebut ke titik kening, kemudian tenggorokan, hati, bahu kiri, bahu kanan, kemudian kembali ke kening. Bayangkan diri Anda menjadi Vajra Bersilang yang bersinar.

Vajra Bersilang (Vishva-Vajra)

Kemudian bayangkan Anda menembakkan sinar biru cemerlang ke atas dan tariklah lagi ke bawah ke arah depan – belakang – kanan – kiri, mengitari Anda. Empat sinar biru kemudian berputar searah jarum jam membentuk kolom silinder di sekitar Anda. Bayangkan ia berputar terus-menerus – ini berarti para Pelindung Dharma sedang melindungi Anda di segala waktu.
Saat meleraikan mudra, berterimakasihlah kepada semua Pelindung Dharma yang selalu melindungi Anda tanpa henti.


8. Sutra Maharaja Avalokiteshvara (Gao Wang Jing)


Maharaja Avalokiteshvara Mengenakan
Mahkota 7 Buddha

Bayangkan di dalam Chakra Hati Anda muncul bunga teratai berkelopak delapan yang berwarna putih susu dan memancarkan sinar cemerlang. Maharaja Avalokiteshvara berada di atas teratai ini. Di sekelilingnya adalah para Buddha dan Bodhisattva dari sutra ini.
Bayangkan mereka semua sebagai titik-titik sinar terang atau sinar-sinar bintang yang gemerlap berkedip terus. Saat Anda menjapakan tiap-tiap nama mereka, gemerlapnya menjadi semakin cepat dan sinarnya juga menjadi semakin terang dan terang lagi.
Pertahankan visualisasi ini sambil membaca sutra, atau bila Anda membacanya lebih dari sekali maka bayangkan Anda perlahan-lahan membesar dan melebur dengan Alam Semesta.


觀世音菩薩。
Namo Guan Shi Yin Pu Sa.
Namo Avalokitesvara Bodhisattva.

南無佛。南無法。南無僧。
Namo Fo. Namo Fa. Namo Seng.
Namo Buddhaya, Namo Dharmaya, Namo Sanghaya.

佛國有緣。
Fo Guo You Yuan.
Aku berjodoh dengan Tanah Suci Buddha, dan

佛法相因。
Fo Fa Xiang Yin.
Aku beryoga dengan Dharma Buddha.

常樂我淨。
Chang Le Wo Jing.
Aku selalu diliputi kebahagiaan, kesucian dan kedamaian.

有緣佛法。
You Yuan Fo Fa.
Aku berjodoh dengan Dharma Buddha.

南無摩訶般若波羅蜜。是大神咒。
Namo Mohe Boye Boluomi. Shi Da Shen Zhou.
Namo Maha Prajna Paramita, mantra spiritual yang agung.

南無摩訶般若波羅蜜。是大明咒。
Namo Mohe Boye Boluomi. Shi Da Ming Zhou.
Namo Maha Prajna Paramita, mantra kebijaksanaan agung.

南無摩訶般若波羅蜜。是無上咒。
Namo Mohe Boye Boluomi. Shi Wu Shang Zhou.
Namo Maha Prajna Paramita, mantra yang terunggul.

南無摩訶般若波羅蜜。是無等等咒。
Namo Mohe Boye Boluomi. Shi Wu Deng Deng Zhou.
Namo Maha Prajna Paramita, mantra yang tiada bandingannya.

南無淨光秘密佛。
Namo Jing Guang Mi Mi Fo,
Namo Buddha Misteri Sinar Suci,

法藏佛。
Fa Zang Fo,
Buddha Sang Keranjang Dharma,

獅子吼神足幽王佛。
Shi Zi Hou Shen Zu You Wang Fo,
Buddha Raja Ketenangan dengan Auman Singa & Kecepatan Ilahi,

佛告須彌燈王佛。
Fo Gao Xu Mi Deng Wang Fo,
Buddha Raja Cahaya Sumeru yang diserukan oleh para Buddha,

法護佛。
Fa Hu Fo,
Buddha Pelindung Dharma,

金剛藏獅子遊戲佛。
Jin Gang Zang Shi Zi You Xi Fo,
Buddha Sang Keranjang Vajra Bagaikan Singa Yang Bermain-main,

寳勝佛。
Bao Sheng Fo,
Buddha Wijaya nan Mulia,

神通佛。
Shen Tong Fo,
Buddha Kekuatan Supranatural,

藥師琉璃光王佛。
Yao Shi Liu Li Guang Wang Fo,
Buddha Obat dengan Sinar Lapis Lazuli nan Cemerlang,

普光功德山王佛。
Pu Guang Gong De Shan Wang Fo,
Buddha Raja Gunung Pahala Sinar Semesta,

善住功德寳王佛。
Shan Zhu Gong De Bao Wang Fo,
Buddha Raja Permata Sang Penopang Pahala,

過去七佛。
Guo Qu Qi Fo,
Tujuh Buddha di Masa Lampau,

未來賢劫千佛。
Wei Lai Xian Jie Qian Fo,
Ribuan Budha Masa Mendatang di ribuan tahun yang penuh kemujuran ini,

千五百佛。
Qian Wu Bai Fo,
Seribu Lima Ratus Buddha,

萬五千佛。
Wan Wu Qian Fo,
Lima Belas Ribu Buddha,

五百花勝佛。
Wu Bai Hua Sheng Fo,
Lima Ratus Buddha Puspa Wijaya,

百億金剛藏佛。
Bai Yi Jin Gang Zang Fo,
Sepuluh Miliar Buddha Keranjang Vajra,

定光佛。
Ding Guang Fo.
dan Buddha Cahaya Samadhi.

六方六佛名號。
Liu Fang Liu Fo Ming Hao:
Para Buddha dari Enam Penjuru:

東方寳光月殿月妙尊音王佛。
Dong Fang Bao Guang Yue Dian Yue Miao Zun Yin Wang Fo,
Di sebelah Timur adalah Buddha Raja Suara yang Menakjubkan nan Mulia bagai Istana Rembulan dengan sinarnya yang Berharga,

南方樹根華王佛。
Nan Fang Shu Gen Hua Wang Fo,
Di sebelah Selatan adalah Buddha Raja Puspa Akar-Pohon,

西方皂王神通燄花王佛。
Xi Fang Zao Wang Shen Tong Yan Hua Wang Fo,
Di sebelah Barat adalah Buddha Raja yang Menyala-nyala bagai Bunga Kekuatan Spiritual,

北方月殿情淨佛。
Bei Fang Yue Dian Qing Jing Fo,
Di sebelah Utara adalah Buddha Kesucian Istana Rembulan,

上方無數精進寳首佛。
Shang Fang Wu Shu Jing Jin Bao Shou Fo,
Di sebelah Atas adalah para Buddha Permata Mahkota Kekuatan yang tak terhingga banyaknya,

下方善寂月音王佛。
Xia Fang Shan Ji Yue Yin Wang Fo.
Di sebelah Bawah adalah Buddha Raja Suara Rembulan yang penuh Ketenangan.

無量諸佛。
Wu Liang Zhu Fo,
Para Buddha yang tak terhingga banyaknya,

多寳佛。釋迦牟尼佛。
Duo Bao Fo, Shi Jia Mou Ni Fo,
Prabhutaratna Buddha, Shakyamuni Buddha,

彌勒佛。阿閦佛。彌陀佛。
Mi Le Fo, A Chu Fo, Mi Tuo Fo.
Maitreya Buddha, Aksobhya Buddha, Amitabha Buddha.

中央一切眾生。在佛世界中者。
Zhong Yang Yi Qie Zhong Sheng, Zai Fo Shi Jie Zhong Zhe,
Para insan yang berada di dunia saha, maupun mereka yang menitis di tanah suci,

行住於地上。及在虛空中。
Xing Zhu Yu Di Shang. Ji Zai Xu Kong Zhong
saat berjalan di atas Bumi maupun di Angkasa Raya,

慈憂於一切眾生。各令安穩休息。
Ci You Yu Yi Qie Zhong Sheng, Ge Ling An Wen Xiu Xi,
curahkanlah welas asih yang tak terhingga kepada semua insan, berkatilah mereka semua dengan ketenangan hati dan kedamaian,

晝夜修持。
Zhou Ye Xiu Chi.
sehingga mereka bisa melatih diri di siang dan malam harinya.

心常求誦此經。
Xin Chang Qiu Song Ci Jing,
Bila membaca sutra ini tiada henti-hentinya,

能滅生死苦。
Neng Mie Sheng Si Ku,
pasti akan terbebaskan dari penderitaan kelahiran dan kematian,

消除諸毒害。
Xiao Chu Zhu Du Hai.
serta terhindar dari berbagai macam penderitaan lainnya.

南無大明觀世音。觀明觀世音。
Na Mo Da Ming Guan Shi Yin, Guan Ming Guan Shi Yin,
Namo Avalokitesvara yang Maha Bijaksana, Avalokiteshvara yang Pengamatan-Nya Sempurna,

高明觀世音。開明觀世音。
Gao Ming Guan Shi Yin, Kai Ming Guan Shi Yin.
Avalokiteshvara yang Mulia nan Luhur, Avalokiteshvara yang Tercerahkan.

藥王菩薩。藥上菩薩。
Yao Wang Pu Sa, Yao Shang Pu Sa,
Bhaisajya Raja Bodhisattva,  Bhaisajya Samudgate Bodhisattva,

文殊師利菩薩。普賢菩薩。
Wen Shu Shi Li Pu Sa, Pu Xian Pu Sa,
Manjushri Bodhisattva, Samantabhadra Bodhisattva,

虛空藏菩薩。地藏王菩薩。
Xu Kong Zang Pu Sa, Di Zang Wang Pu Sa,
Akasagarbha Bodhisattva, Ksitigarbha Raja Bodhisattva,

清涼寶山億萬菩薩。
Qing Liang Bao Shan Yi Wan Pu Sa,
Miliaran Bodhisattva Gunung Harta yang Sejuk nan Cemerlang,

普光王如來化勝菩薩。
Pu Guang Wang Ru Lai Hua Sheng Pu Sa.
Bodhisattva Tathagata Raja Sinar Semesta yang Mulia.

念念誦此經。
Nian Nian Song Ci Jing,
Membaca sutra ini terus-menerus,

七佛世尊。即說咒曰。
Qi Fo Shi Zun. Ji Shuo Zhou Yue:
Tujuh Buddha Junjungan Dunia juga menjapa mantra berikut:

(7x:) 離婆離婆帝。求訶求訶帝。陀羅尼帝。你訶羅帝。
LIPO LIPO TE. KYUHO KYUHO TE. TOLONI TE. NIHALA TE.
毗黎尼帝。摩訶迦帝。真陵乾帝。梭哈。
PILINI TE. MOHO KYA TE. CHEN LING CHIEN TE. SOHA.


9. Dharani Penyeberangan Amitabha


Mudra Samudera Penyelamatan (Penyeberangan)

Bentuklah mudra Samudra Penyelamatan (seperti membentuk Mudra Vajra, lalu diputar ke dalam) lalu bayangkan Buddha Amitabha menampakkan diri di Semesta Raya dan dari chakra hati-Nya memancarkan sinar berwarna merah jambu (gabungan warna merah, merah jambu, dan putih) yang cemerlang dan memberkati semua mahluk yang Anda sadari atau tanpa sadari pernah celakai dalam aktivitas sehari-hari Anda.
Mereka adalah binatang/hewan seperti babi, sapi, kambing, ayam, bebek, ikan, kepiting, udang, semut, kecoa, bakteri, virus, dan lain sebagainya.

Bayangkan karma mereka dibersihkan oleh sinar ini dan semua simpul karmanya terselesaikan (bayangkan mereka saling berpelukan dengan penuh kebahagiaan).

Lanjutkan dengan membayangkan mereka menaiki perahu-perahu bunga teratai dan berubah menjadi titik-titik sinar keemasan, lalu bergabung dan berubah menjadi sungai bersinar keemasan yang mengalir ke arah chakra hati Buddha Amitabha. 
Sambil mempertahankan mudra dan visualisasi tersebut, japalah dharani berikut: 
NAMO AMITO POYE, TOTA KYA TOYE, TOTE YETA,
AMILITO POPI, AMILITO SYE THAN POPI,
AMILITO PEGYA-LANTE, AMILITO PEGYA-LANTO,
KYANINI, KYAKYANA, ZHIDO KYALI, SOHA. (7x)


10. Empat Batin Yang Tiada Batas (Empat Apramana)


Bersama dengan diri Anda, bayangkan semua insan di sekeliling Anda saling berbagi dan membaca sumpah Bodhicitta ini:

  • Semoga semua insan berbahagia dan mempunyai penyebab kebahagiaan;
    inilah cinta kasih dan kebaikan yang tiada batasnya.
  • Semoga semua insan terbebaskan dari penderitaan dan penyebab penderitaan;
    inilah welas asih yang tiada batasnya.
  • Semoga semua insan terbebaskan dari penderitaan dan selalu berbahagia;
    inilah sukacita yang tiada batasnya.
  • Dan semoga semua insan terbebaskan dari ketamakan dan kebencian, semuanya mengembangkan iman dan kesetaraan; inilah ketenangan hati yang tiada batasnya.

Bacalah Ayat Bodhicitta:
Murid Lian-hua [nama Anda] berlindung pada Guru Akar dan Tri Ratna hingga mencapai pencerahan sempurna. Keyakinanku tak akan surut. Dan semoga semua pahala kebajikan dilimpahkan kepada semua insan supaya mereka semua cepat mencapai pencerahan sempurna.

Japalah Mantra Bodhicitta:
OM, BODHICITTA, BEDZA, SAMAYA, AH HUM. (3x)

Bacalah Ayat Pertobatan berikut:
[Berlututlah dan dengan kesungguhan hati bertobat. Bayangkan sinar putih membersihkan semua karma buruk kita semua!]
Semua pelanggaran yang aku lakukan sejak masa lampau yang tak terhitung lamanya, yang berasal dari keserakahan, amarah kebencian, dan kebodohan; yang termanifestasi lewat tubuh, ucapan, dan pikiranku; kini aku mengakui dan bertobat atas semuanya itu. (3x)

Japalah Mantra Pertobatan:
OM, BEDZA, SAMAYA, SU-TE-A. (108x)


11. Guru Yoga


Bayangkan Guru memberkati Anda dengan sinar warna putih, merah, dan biru. Kemudian sinar warna putih yang sangat cemerlang dari chakra hati-Nya menyorot ke arah chakra hati Anda. Saat bersentuhan, muncullah tahta bunga teratai putih di dalam chakra hati Anda yang perlahan-lahan membesar dan memenuhi alam semesta. Atau bayangkan Anda bersantai dengan damai di Kolam Maha Teratai Kembar di Surga Barat.

Recite: OM. GURU. LIEN-SHEN. SIDDHI. HUM. (108x)


12. Bagian Inti


Kosongkan pikiran dan japalah Mantra Kekosongan (Shunyata):
OM, SOBAWA, SUTA, SAERWA, DAERMA, SOBAWA, SUTO-HANG. (3x)

Mudra Vajrasattva

Lalu bentuklah mudra Vajrasattva dan silangkan di depan dada.

"HUM" dalam aksara Tibet

(1) Di atas samudra yang luas adalah langit yang cerah tak berawan. Sebuah chakra rembulan muncul dari dalam samudra ke atas angkasa. Di dalam chakra rembulan muncul aksara Tibet “HUM” yang memancarkan sinar putih yang cemerlang.

Shri Bhagavan Maha Acharya Vajrasattva
Image © Yoji Nishi

(2) Aksara HUM tersebut berputar dan berubah menjadi Vajrasattva. Tubuh-Nya berwarna putih dan dihiasi dengan Mahkota Lima Dhyani Buddha, jubah dan perhiasan surgawi. Ia duduk di atas chakra rembulan yang disangga oleh bunga teratai berkelopak delapan.

Vajrasattva memegang vajra dorje dengan Mudra Menaklukkan di tangan kanan-Nya dan diletakkan di depan dada-Nya. Tangan kiri-Nya memegang vajra gantha (lonceng), juga dengan Mudra Menaklukkan, namun disandarkan di atas paha kiri-Nya.

Di hati-Nya tampak roda dharani yang berisi Mantra 100 Aksara. Dharani mantra ini mengitari chakra hati-Nya, berputar dan memancarkan sinar putih nan cemerlang.

Roda dharani 100-Aksara

(3) Sinar putihnya membusur ke atas lalu turun memasuki diri kita lewat chakra mahkota, memenuhi seluruh tubuh. Tubuh kita kini memancarkan sinar putih yang cemerlang, dan semua karma dan pikiran buruk keluar lewat pori-pori sebagai asap hitam.

Tubuh kini menjadi jernih, transparan, dan memancarkan sinar. Diri kini memasuki kondisi sukacita dalam meditasi.

Atau bisa memilih alternatif: langsung berubah menjadi batu mani sebening kristal yang memancarkan sinar putih nan cemerlang.

Atau alternatif lain lagi: berubah menjadi roda mantra 100-aksara yang terus berputar searah jarum jam dan memancarkan sinar putih cemerlang.

Pilihlah salah satu dari tiga alternatif di atas karena ini artinya sama dengan berubah menjadi yidam Vajrasattva dan telah memasuki kondisi samadhi.


13. Menjapa Dharani 100 Aksara


ཨོཾ་བཛྲ་སཏྭ་ས་མ་ཡ་མ་ནུ་པ་ལ་ཡ།  བཛྲ་སཏྭ་ཏྭེ་ནོ་པ་ཏིཥྛ།
དྲྀ་ཌྷོ་མེ་བྷ་བ།   སུ་ཏོ་ ཥྱོ་མེ་བྷ་བ།  སུ་པོ་ ཥྱོ་མེ་བྷ་བ།
ཨ་ནུ་ར་ཀྟོ་མེ་བྷ་བ།  ས་རྦ་སི་དྡྷི་མེ་པྲ་ཡ་ཙྪ།  ས་རྦ་ཀ་རྨ་སུ་ཙ་མེ
ཙི་ཏྟཾ༌ཤེ་ཡཿ་ཀུ་རུ་ཧཱུྂ།  ཧ་ཧ་ཧ་ཧ་ཧོཿ  བྷ་ག་བ་ན  ས་རྦ
ཏ་ཐཱ་ག་ཏ་བཛྲ་མཱ་མེ་མུ་ཉྩ།  བཛྲཱི་བྷ་བ་མ་ཧཱ་ས་མ་ཡ་སཏྭ  ཨཱཿ །།
ཧཱུྂ ཕ་ཊ


Om, bedza, sato samaya, manu palaya, bedza sato tenupa ticha,
checo mibawa, suto kayu mibawa, supo kayu mibawa, annulato mibawa,
saerwa, siddhi, mibulayecha, saerwa, kaerma, suchami, chitamu, sheliren,
guru hom, ha ha ha ha he,
bagha-wen, saerwa, tathagata, bedza, mami mencha, pechebawa,
maha samaya, sato a, hom, phei!
(21 or 49x)


14. Keluar dari Samadhi dan Mengucapkan Pujian:


Bacalah syair pujian berikut:
Buddha Hidup Lian-sheng mengajarkan Sadhana Tantra yang Agung,
Vajrasattva mengejawantah menjadi Vajra Hati (Vajracitta),
Sebuah kontak batin nan otentik saat keduanya manunggal,
Rintangan buruk terhapuskan dan kesucian-pun diperoleh.

15. The Heart Mantra of the Eight Principal Deities 


OM, AMI TEHWAH SEH.
(Mantra hati Buddha Amitabha)

OM, MANI PEMI HUM.
(Mantra hati Bodhisattva Avalokitesvara)

OM, PENLAMO LINTOLIN, SOHA.
(Mantra Bodhisattva Ksitigarbha Raja yang Menghapus Karma Tetap) 

OM, HA HA HA, WEI, SAMMODEI, SOHA.
(Mantra hati Bodhisattva Ksitigarbha Raja)

OM, CHALE CHULE, CHUNDI, SOHA.
(Mantra hati Bodhisattva Maha Cundi) 

OM, CEMPALA, CHALEN CHANAYA, SOHA.
(Mantra hati Jambhala Kuning)

OM AH HUM, BEDZA GURU PEMA SIDDHI, HUM, SEH.
(Mantra hati Guru Padmasambhava) 

OM AH HUM, GURU BEI, AH-HE-SHA-SA-MA-HA, LIEN-SHEN SIDDHI HUM.
(Mantra hati Bodhisattva Padmakumara versi panjang) 

TEYATHA, OM, BEKACHE-YE, BEKACHE-YE, MAHA BEKACHE-YE,
LADZA SAMOGATE-HEY, SOHA.
(Mantra hati Buddha Bhaisajyaguru)


16. Melafalkan Nama Buddha Amitabha


Namo 360 triliun 119 ribu dan 500 Amitabha Buddha. (3x)


17. Pelimpahan Pahala


Semoga semua yang menjunjung tinggi nama Buddha Amitabha
terlahir di Tanah Suci-Nya, Surga Dewachen (Sukhawati) di sebelah Barat.
Membalas budi atas Empat Kemurahan Hati dari atas,
dan menolong mereka yang menderita di Tiga Alam Rendah di bawah.
Saat berjumpa dengan Buddha,
semoga aku terbebaskan dari siklus kelahiran dan kematian,
dan semoga aku mengembangkan kualitas bagai Sang Buddha sendiri,
oleh karenanya mampu menyelamatkan mereka yang dilanda penderitaan.

Aku, [nama Anda], melimpahkan pahala kebajikan dari sadhana ini kepada Guru Akar, Buddha Hidup Lian-sheng. Semoga Guru Akar selalu sehat walafiat, bahagia, dan leluasa, serta masih mau tinggal di alam Samsara untuk selalu memutar roda dharma.
Semoga semua insan juga sehat walafiat, terbebaskan dari segala halangan, teguh dalam pelatihan diri mereka, dan semoga semua kondisi dan situasi menjadi penuh kemujuran.

Semoga semua permohonan terkabulkan.
Semoga semua halangan menyingkir. WUN!


18. Memperbaiki dan Menyempurnakan Sadhana dengan Dharani 100 Aksara


Om, bedza, sato samaya, manu palaya, bedza sato tenupa ticha,
checo mibawa, suto kayu mibawa, supo kayu mibawa, annulato mibawa,
saerwa, siddhi, mibulayecha, saerwa, kaerma, suchami, chitamu, sheliren,
guru hom, ha ha ha ha he, bagha-wen, saerwa, tathagata, bedza, mami mencha, pechebawa,
maha samaya, sato a, hom, phei!(3x)


19. Penghormatan Agung (Maha Namaskara)

[Sama seperti langkah 4]


20. Menjapa Mantra Paripurna


OM, BU LIN. (3x)
OM MANI PEMI HUM.

Mudra Membubarkan:
Tepuk tangan (2x), lalu silangkan tangan dan petikkan ibu jari dengan jari tengah.

Mengakhiri Sadhana:
Semoga semua daya upaya menjadi penuh keberuntungan.
xiu-fa yuan-man, ru-yi ji-xiang.


[Bagian akhir dari sadhana]

———

Bait dedikasi dan janji pertolongan dari Sutra Maharaja Avalokiteshvara


Berikut adalah bait lanjutan yang berupa dedikasi dan janji pertolongan dari Sutra Maharaja Avalokiteshvara. Anda boleh membacanya bila menginginkannya:

十方觀世音  一切諸菩薩  誓願救眾生  稱名悉解脫
Shí fāng guānshìyīn yīqiè zhū púsà shìyuàn jiù zhòngshēng chēng-míng xī jiětuō
Sepuluh Penjuru Avalokiteshvara dan Para Bodhisattva, berikrar menuntun para insan, membebaskan mereka dengan metode pelafalan Nama Agung.

若有智慧者  慇懃為解說  但是有因緣  讀誦口不綴
Ruò yǒu zhìhuì zhě yīnqín wèi jiěshuō dànshì yǒu yīnyuán dú-sòng kǒu bù zhui
Insan yang memiliki kebijaksanaan akan membabarkannya, yang memiliki jodoh baik akan melafalkannya tanpa henti.

誦經滿千遍  念念心不絕  火燄不能傷  刀兵立摧折
Sòng jīng mǎn qiān-biàn niàn-niàn xin bù-jué huǒyàn bùnéng shāng dāobīng lì cuīzhé
Melafal hingga genap seribu kali, selamanya dalam hati tiada pernah terputus, maka tak akan dicelakai oleh kobaran api, semua senjatapun akan hancur.

恚怒生歡喜  死者變成活  莫言此是虛  諸佛不妄說
Huì-nù shēng huānxǐ sǐzhě biànchéng huó mòyán cǐ shì xū zhū fo bù wàngshuō
Yang murka berubah menjadi bersukacita, yang mati pun akan hidup kembali. Jangan mengatakan ini semua merupakan kepalsuan, sekalian Buddha tak pernah berdusta.

高王觀世音  能救諸苦危  臨危急難中  死者變成活
Gāo-wáng guānshìyīn néng jiù zhū kǔ wēi lín wéi jínàn zhōng sǐzhě biànchéng huó
Maharaja Avalokiteshvara mampu menolong dari segala penderitaan dan marabahaya, menganugerahkan kebangkitan batin.

諸佛語不虛  是故應頂禮  持誦滿千遍  重罪皆消滅
Zhū fo yǔ bù xū shì gù yīng dǐnglǐ chí sòng mǎn qiān biàn zhòngzuì jiē xiāomiè
Ucapan Para Buddha tiada kepalsuan, oleh karenanya haturkanlah penghormatan, lafalkan genap ribuan kali, sehingga segala dosa berat akan sirna.

薄福不信者  專貢受持經
Bo fú bùxìn zhě zhuān gòng shòu chí jīng
Bagi yang tak memiliki keyakinan karena kurangnya berkah karunia, hendaknya memberikan sutra ini kepada yang berniat untuk mendalaminya.

念八大菩薩名號
Niàn bādà púsà mínghào:
Melafalkan Nama Agung Delapan Bodhisattva:

南無觀世音菩薩摩訶薩  南無彌勒菩薩摩訶薩
Námó guānshìyīn púsà móhēsà, Námó mílè púsà móhēsà
Namo Avalokiteshvara Bodhisattva Mahasattva, Namo Maitreya Bodhisattva Mahasattva

南無虛空藏菩薩摩訶薩  南無普賢菩薩摩訶薩
Námó xūkōngzáng púsà móhēsà, Námó pǔxián púsà móhēsà
Namo Akasagarbha Bodhisattva Mahasattva, Namo Samantabhadra Bodhisattva Mahasattva

南無金剛手菩薩摩訶薩  南無妙吉祥菩薩摩訶薩
Námó jīngāngshǒu púsà móhēsà, Námó miàojíxiáng púsà móhēsà
Namo Vajrapani Bodhisattva Mahasattva, Namo Manjushri Bodhisattva Mahasattva

南無除蓋障菩薩摩訶薩  南無地藏王菩薩摩訶薩
Námó chú gàizhàng púsà móhēsà, Námó di záng wáng púsà móhēsà
Namo Sarva-nivarana-viskambhin Bodhisattva Mahasattva, Namo Ksitigarbha-raja Bodhisattva Mahasattva

南無諸尊菩薩摩訶薩
Námó zhū zūn púsà móhēsà
Namo Sarva Bodhisattva Mahasattva

願以此功德  普及於一切  誦滿一千遍  重罪皆消滅
Yuàn yǐ cǐ gōngdé pǔjí yú yīqiè sòng mǎn yīqiān biàn zhòngzuì jiē xiāomiè
Semoga dengan jasa pahala kebajikan ini, dilimpahkan kepada para insan, dengan pelafalan genap seribu kali, segala dosa berat sirna.

———

Cara Bersarana kepada Buddha Guru Lian-sheng


(1) Bertemu Langsung


Buatlah janji terlebih dahulu untuk mengunjungi True Buddha Quarter di Redmond, Washington, Amerika Serikat; atau pergilah ke lokasi di mana Yang Mulia akan mengajarkan dharma sehingga Anda bisa langsung mendapatkan pemberkatan sarana langsung dari-Nya.

(2) Lewat “Pemberkatan Jarak Jauh”


Mungkin Anda adalah seorang yang tinggal di lokasi yang sangat jauh sehingga akan kesulitan untuk mendapatkan pemberkatan sarana secara langsung. Oleh karenanya, bila ingin mendapatkan pemberkatan sarana, pada jam 7 pagi, tanggal 1 atau 15 penanggalan bulan di bulan apapun, sambil menghadap ke arah matahari terbit, japalah Mantra Empat Sarana sebanyak 3x: “Namo Guru-bei, Namo Buddha-ye, Namo Dharma-ye, Namo Sangha-ye. Aku memohon bimbingan dari Buddha Hidup Lian-sheng, dan aku bersarana kepada Satya Buddha.” Kemudian bersembahsujudlah (namaskara) sebanyak 3x.

Tiap tanggal 1 atau 15 pada setiap penanggalan bulan, Yang Mulia melakukan upacara “pemberkatan jarak jauh” di True Buddha Quarter untuk memberkati semua murid yang tidak dapat bertemu secara langsung.

Seorang murid yang bersarana dari jarak jauh, setelah melakukan ritual di atas yang dilakukan di rumah, hanya perlu mengirim surat ke True Buddha Quarter dengan menuliskan keinginannya untuk bersarana, beserta dengan informasi: nama, alamat, umur, serta persembahan sukarela untuk para Buddha.

Saat menerima surat tersebut, Yang Mulia akan mengirimkan sebuah sertifikat, sebuah foto guru, dan sebuah catatan mengenai tingkat latihan yang perlu dimulai.

(3) Lewat Rumah Ibadah Satya Buddha Setempat


Hubungilah rumah-rumah ibadah Satya Buddha setempat untuk meminta bantuan bersarana.

Alamat True Buddha Quarter:
Living Buddha Lian-sheng, Sheng-yen Lu
17102 NE 40th Ct.
Redmond, WA 98052-5479
U.S.A.