Showing posts with label penglihatan. Show all posts
Showing posts with label penglihatan. Show all posts

Thursday, December 22, 2016

Puja Asap?



Dibagikan dengan tambahan anotasi oleh Lotuschef – 20 Desember 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Smoke Offering? 烟供?


Di atas ini tertangkap oleh kamera di salah satu upacara Pure Karma di Semarang.

Disclaimer: Isi dari artikel ini adalah Tanpa Prasangka Sama Sekali terhadap pihak atau individu manapun. Bila kamu bisa menarik pelajaran darinya untuk membantumu memasuki Jalan Bodhi, maka Sādhu! Sādhu! Sādhu!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dari Petunjuk untuk Menyelesaikan Tugas 作业提示:
Murid A1 – menuliskan jawabannya.

Dari Tugas 作业提示 [2]:
1. Kembali di waktu awal kamu bersarana, apa arti Puja Asap bagimu, kapan pertama kali kamu mendengarnya?
> Sadhana yang harus membutuhkan abhiseka dari guru, puja asap merupakan salah satu cara untuk memberikan persembahan selain puja api homa. Bila tidak mendapatkan abhiseka-nya, maka hanya bisa mendengarkan/membaca prosedur sadhananya saja.

2. Siapa yang mengajarkanmu Puja Asap dan bagaimana cara kamu mempraktikkannya?
> Mahaguru shizun memberikan detil ajarannya.

Shizun bilang ada 4 poin penting.

  1. Waktu: Pagi dari jam 5 AM – 7 AM (mempersembahkan untuk Buddha), malam 5 PM – 7 PM (mempersembahkan untuk para musuh karma).
  2. Siapa: Murid melakukannya sendiri-sendiri. Mempraktikkan persembahan puja asap sendiri-sendiri, tidak bisa diwakilkan oleh orang lain, karena setiap orang punya musuh karmanya masing-masing.
  3. Letak pendupaan: Mempersembahkan kepada Buddha – diletakkan di dalam rumah, mempersembahkan kepada musuh karma diletakkan di luar rumah sehingga asap bisa membubung ke luar rumah.
  4. Puja asap: bisa mengubah nasib kita, bisa mengubah karma buruk menjadi karma baik, setelah kita tulus memohon maaf kepada mereka dan tak mengulang menciptakan karma buruk kembali.

3. Bagaimana kamu tahu bahwa kamu butuh Guru Akar untuk memberimu Transmisi Abhiseka?
> Sebelum kita bersarana, kita mendapatkan informasi atau ajaran dharma seputar Tantrayana bahwa setiap sadhana butuh abhiseka dari guru.

4. Apakah Puja Asap mudah dipelajari?
> Puja Asap, aku belum mempelajarinya. Tapi sempat membaca beberapa artikel guru bahwa langkah-langkahnya lebih sederhana dibanding puja api homa. Namun bila kita punya sumber daya, maka melakukan puja api homa lebih baik daripada puja asap.

5. Renungkan: Mengapa orang-orang memilih untuk melakukan Puja Asap? [Aku sudah pernah menjelaskan hal ini kepadamu semua saat Puja Api Homa.]
> Karena mereka ingin memberikan persembahan kepada para insan demi membayar hutang karma mereka, untuk bertobat, untuk memohon maaf atas hutang karma mereka, dan juga memberikan persembahan kepada Buddha sehingga mendapat berkat lebih banyak.

Terima kasih fashi telah meluangkan waktu untuk mengajar kami hahaha.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hahaha!

Bila kamu membaca ulang Tugas tersebut dan berbagai komentar dari para murid, kebanyakan tidak paham apa itu Bersadhana!

Puja Asap merupakan salah satu metode Sadhana dengan tujuan yang sama seperti sadhana-sadhana lain dengan yidam yang dipilih!

Jadi mengapa Membeda-bedakan?

Perbedaannya justru dimunculkan oleh pikiran orang-orang awam!

Ya! Bila mentalitas Buddha Dharma-mu seperti itu dan ingin meningkatkan kesejahteraanmu sendiri tanpa mempedulikan kesejahteraan orang lain, maka kamu masihlah seorang yang sangat awam dan jauh dari anak tangga pertama Pelatihan Kebatinan!
Jika ada 9 Yana, maka ada 9 anak tangga yang harus kamu naiki, sambil mengingat bahwa setiap anak tangga harus telah dikuasai sepenuhnya!

Puja asap merupakan cara yang bagus dan mudah untuk memberikan persembahan kepada para dewata, dan juga langkah pertama yang baik di dalam Jalur Mengumpulkan Berkah (Sambhara Marga)!
Bila kamu mempersembahkan untuk para musuh karmamu, metode ini juga merupakan cara yang bagus untuk memohon maaf.
Tentunya bila kamu mempersembahkan dengan tulus!

Pernahkah kamu menyadari bahwa Mahaguru Lu memastikan kita tak meninggalkan satu insan pun di 6 alam samsara ini, dengan menyertakan mereka di dalam Visuaslisasi 4 Hati yang Tak Terbatas (Apramana) ke dalam langkah-langkah awal di setiap Sadhana yang dilatih?

Ya! Beliau telah memberimu sumber daya yang Terbaik supaya bisa bersadhana dengan baik!

Sayangnya, masih ada banyak murid yang telah menyertai Mahaguru Lu dari hari pertama, sekitar 40 tahun yang lalu, hingga sekarang, namun tak paham konsep bersadhana!


20161217蓮真上師發表意見-TBSN高清版

Coba pelajarilah “bahasa tubuh” teman murid di atas baik-baik.
Bukankah ia terlihat terlalu menikmati dalam “Menancapkan paku kepada XX”?

Mahaguru Lu bilang bahwa: Lian Jing (Panama) tak terpengaruh apapun oleh hal-hal negatif yang diduga berasal dari 5 Pimpinan Hantu Jepang yang dipuja oleh XX!

Hahaha!

Karma merupakan salah satu topik penting dalam Buddha Dharma yang harus dipelajari dan dipahami oleh murid yang mempraktikkan ajaran Buddha dengan sungguh-sungguh!

Ya-qi sebagai seorang murid, menduga kematian teman-temannya disebabkan oleh XX!
Kemudian Prof. Wang dan keluarga muncul dengan dugaan-dugaan lebih lanjut seputar nasib sial yang disebabkan oleh XX juga!
Dan sekarang Lian-zhen menambahkan darinya berbagai dugaan kesalahan kepada XX!

Setelah itu, Mahaguru Lu bilang bahwa saat beliau sedang berada di Vajragarbha Caotun lantai 6, ada sepasang suami-istri yang juga “mengajukan” laporan kesalahan si XX juga!

Wow!
Teman-temanku yang terkasih,
Apakah kamu mengikuti orang-orang yang “menancapkan paku” kepada orang lain?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Penyaliban Yesus


Menurut Injil Markus, Yesus menahan siksa penyaliban selama sekitar 6 jam dari jam ke-3, kira-kira jam 9 pagi, hingga maut menjemputnya di jam ke-9, yang setara dengan sekitar jam 3 sore.

Berikut ini adalah beberapa opini:

Joi Hubbard – Mempertimbangkan pertanyaan Anda, kami akan membahas 2 poin utama. Pertama adalah asal-muasal salib, dan yang satunya adalah berdasarkan ajaran Injil mengenai bagaimana Yesus meninggal.

1) Banyak yang akrab dengan fakta bahwa Yesus mati tergantung, tapi banyak yang tak menyadari bahwa ia tak mati di atas kayu salib. Perhatikanlah bahwa W.E. Vine, seorang cendekiawan berkebangsaan Inggris yang terhormat, mendefinisikan kata benda “salib” dan kata kerja “menyalibkan” sebenarnya mengacu pada “tiang kayu yang dibedakan dari wujud eklesiastikal dari dua buah kayu yang bersilangan. Alkitab Pendambing keluaran Universitas Oxford juga seia-sekata dan mengatakan bahwa: “Sang Raja terbukti meninggal di atas kayu salib yang berdiri tegak lurus, dan bukan di atas dua buah kayu yang dipasang dengan sudut tertentu.” Lebih lanjut lagi, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan salib dapat dilacak kembali ke jaman Mesopotamia, hingga 2000 tahun Sebelum Masehi. Umat non-kristen menggunakan salib “sebagai simbol gaib yang memberikan perlindungan, membawa keberuntungan,” tulis Sven Tito Achen, ahli sejarah dan simbologi berkebangsaan Denmark, di dalam buku Symbols Around Us. Salib tidak digunakan untuk tujuan membunuh.

2) Setelah Yesus ditahan dan diadili, ia dicambuk dan atas desakan kerumunan orang-orang yang dipimpin oleh pendeta, diserahkan untuk ditusuk. Sungguh pengalaman yang mengerikan, rasa sakit yang dideritanya sudah pasti agak berkurang oleh matinya syaraf-syaraf yang telah dialaminya. Daripada membuat Yesus menderita lebih lama di atas tiang kayu atau membiarkan para prajurit menghabisi nyawanya dengan menghancurkan tulang-tulangnya, “Kehendak Jehovah  adalah untuk meremukkannya, dan membiarkannya menjadi sakit.” Dan sungguh benar dilakukannya dengan membiarkannya hidup beberapa jam lagi setelah ia ditusuk. Yesus, saat menyadari apa yang sedang terjadi, kemudian berseru: “Tuhanku, Tuhanku, mengapa engkau mengabaikanku?” Dan, segudang kesedihan menguasainya, “Yesus berseru dengan lantang dan kemudian wafat.” (Markus 15:34, 37) Menjelaskan apa yang terjadi saat itu, William Stroud, M.D., di dalam Penyebab Fisik Wafatnya Kristus, mengacu kepada pengamatan Grüner, yang mengatakan bahwa: “Adalah hal umum bagi orang-orang yang jantungnya tertekan oleh macetnya aliran darah secara berlebihan, yang disebabkan oleh kekuatiran dan debaran jantung, dan terancam oleh kekurangan nafas, sehingga kemudian berseru/berteriak dengan suara yang kencang.” Sepertinya jantungnya telah rusak atau salah satu pembuluh darah besarnya telah pecah, yang menyebabkan ia meninggal.

Dengan demikian, salah satu rencana Jehovah yang penting telah terpenuhi. “Bila tak ada darah yang tertumpahkan, maka pengampunan tak akan terjadi.” (Heb. 9:22) Dan mengenai wafatnya Yesus di sana ditulis: “Ia menumpahkan (memberikan) nyawanya hingga ajal menjemput.” (Isa. 53:12) Kematiannya harus terjadi di atas tiang kayu untuk menghilangkan kekuatiran orang-orang Yahudi yang percaya akan kutukan karma, namun kematian di atas tiang kayu tidak akan menyebabkan darah mengalir keluar, padahal hal tersebut dibutuhkan sebagai pemenuhan persyaratan ilahi agar dosa orang-orang yang beriman bisa terhapuskan. (Gal.3:13) Namun setelah Jehovah menghancurkan Yesus dengan membiarkan kedua tangan dan kakinya ditancap oleh paku dan mengizinkan jantung atau salah satu pembuluh darahnya hancur, darahnya kemudian tertumpah ke dalam pericardium (selaput jantung) atau dadanya. Demikianlah saat salah seorang prajurit mengambil tombak dan menusuk sisi tubuhnya, “darah dan air mengalir keluar.” (Yohanes 19:34) Dengan cara ini, saat Jehovah gembira karena mengakhiri derita Putra-Nya lebih awal, ia juga membuat semua hal yang ditulis para nabi yang mendapatkan wahyu menjadi terwujud dan semua syarat penyelamatan terpenuhi.

Kemudian mengenai pertanyaan berapa lama Yesus digantung di tiang kayu sebelum ia wafat, kita perlu meninjau beberapa naskah. Seluruh bagian dari Injil Matius bab 26 memberikan referensi yang penting mengenai apa yang terjadi dari Nissan 14 hingga Nissan 15. Di dalam bab tersebut kita melihat bahwa para murid diminta untuk mempersiapkan perjamuan kudus, mereka makan kira-kira di malam hari, Yesus mengatakan bahwa salah satu dari mereka akan mengkhianatinya, mereka kemudian pulang dan pergi menuju Bukit Zaitun. Setelah dikhianati oleh Yudas, Yesus diadili dan dihukum mati, semuanya terjadi di pagi hari. Matius 27:1-61 memberikan gambaran yang jelas mengenai berbagai kejadian sampai Yesus digantung di atas tiang kayu dan kemudian diturunkan atas permintaan Yosef, salah satu murid Yesus, kira-kira di sore hari. Kejadian wafatnya Yesus dan diturunkannya dari tiang kayu semuanya terjadi di hari yang sama Nisan 14.

Anonim – Ia tidak meninggal di kayu salib. Sedari awal ia tidak disalibkan. Tuhan mengangkatnya ke Surga, di mana suatu hari ia akan kembali sebelum Hari Penghakiman, di mana ia akan menyaksikan dan menunjukkan kepada umat manusia dan memproklamirkan bahwa ia tak pernah mendorong ataupun menginginkan siapapun untuk memujanya. Ia meminta semua umat untuk memuja ia yang berada DISEBELAH-nya… untuk memuja Tuhan Allah satu-satunya, ia yang tanpa pendamping, tiada yang setara dengannya, dan tak punya kerabat.
Dosa terbesar yang bisa dilakukan seorang manusia adalah memuja seseorang selain Tuhan.

~~~~~~~~~~~~

Bila kamu “menjelajahi ” internet, kamu akan mendapatkan beberapa pandangan Hanya seputar kematian Yesus!
Aku mendapatkan sebuah Penglihatan di mana para barbar melempar XX dan orang-orang yang mereka anggap sebagai ancaman yang menggerogoti status mereka, ke dalam area yang penuh dengan singa!
Hahaha!


Damnatio ad bestias (Bahasa Latin untuk “Hukuman dengan dilempar ke kandang binatang buas”) merupakah sebuah hukuman mati alla orang Romawi di mana mereka yang terhukum akan dibunuh oleh binatang-binatang buas. Eksekusi seperti ini, yang berasal dari jaman Romawi kuno sekitar abad ke-2 Sebelum Masehi, merupakan bagian dari kelas olahraga berdarah yang dinamakan Bestiarii. Damnatio ad bestias dulunya dianggap sebagai hiburan orang-orang Romawi. Pembunuhan oleh binatang-binatang buas, seperti singa, menjadi bagian dari permainan (game) perdana dari Amfiteater Flavia di tahun 80 Sesudah Masehi. Di antara tahun pertama hingga ke-3 Sesudah Masehi, hukuman seperti ini utamanya dijatuhkan kepada para penjahat kelas atas, budak, dan pemeluk agama Kristen awal. 


Hahaha!

YA! Kalau kamu masih mengaku sebagai murid Buddha yang Otentik, maka mulailah menahan diri dari praktik-praktik dan tindakan barbar, yang akan membuatmu jatuh ke 3 Alam Rendah atau bahkan Neraka Vajra!

Solusi dari Mahaguru Lu: Bertobat dan Membuka Lembaran Baru Kembali!


Salam Metta,


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, October 7, 2016

Tersesat Dalam Penglihatan Saat Ini



Ditulis oleh Lotuschef – 27 September 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 迷于眼前 Lost in Present Sight



Mata Fisik Awam-mu mampu melihat Mahkota 5 Buddha dan orang-orang yang mengenakannya.
Hahaha!
TAPI, dengan penglihatan ini KAMU malah kemudian menciptakan penderitaan bagi Dirimu sendiri dan menjadi buta akan ajaran Mahaguru Lu!

Dulu, 2 tahun lalu, salah satu tugas yang diberikan kepadaku adalah menjelaskan kepada seorang murid perihal kemelekatannya akan Gelar dan Mahkota 5 Buddha.

Subjek-subjeknya terutama adalah para VM yang ia anggap “Sakti”!
Kami sedang berada di dalam bis yang kembali menuju ke wisma yang kusewa selama aku tinggal di Hong Kong.

Tiap kali ia membahas seorang VM, kujelaskan kepada murid wanita ini apa yang setiap VM tersebut klaim sebagai Kesaktian!

Pada akhirnya aku melapor pada Mahaguru Lu: “Seperti yang engkau lihat, ia memang tak mau menerima apa yang engkau ingin aku jelaskan kepadanya.” :)

Dan salah seorang subjek dari pembahasan di atas adalah VM dari LA yang baru-baru ini dikeluarkan.

Seringkali banyak orang berpikir kalau aku menjelek-jelekkan orang lain demi mendongkrak popularitasku sendiri!

Bahkan mereka yang melihat foto-foto berbagai kehadiran Transendental (di atas) yang ditangkap oleh kamera, juga tak mampu menafsirkan Kebenaran tersebut bagi diri mereka sendiri!

YA!
Pelakunya adalah Diri Sendiri & Tafsirannya juga dengan hanya menggunakan pola pikir duniawi pula!

Kamu jangan salahkan aku ataupun Mahaguru Lu karena tak mencoba memperingatkanmu di muka ataupun menyodorkan fakta-fakta yang relevan, KAMU saja yang tak mau menerimanya karena matamu tak mampu melihatnya!

Penjelasan kepada murid dari HK ini sudah sekitar 2 tahun lalu.
Ada hal lain yang mirip, sudah ada 2 tahun pemberitahuan juga bahwa seorang murid yang membantu mengunggah video ke blog ini juga akan bertindak destruktif!
Dan salah seorang lagi yang menutup domain lotuschef.org – Mahaguru Lu juga memberitahu kami lebih dari setahun di depan supaya menjaga materi-materi di blogspot yang kita buka untuk umum.

Kamu ingatlah aku pernah bilang bahwa saat kamu berlindung (bersarana) kepada Mahaguru Lu, kamu telah membangun sebuah hubungan dengan-NYA?
Hahaha!
Apapun yang kamu pikirkan dan tindakan yang kamu lakukan sebagai buah pikiran tersebut, semua diketahui oleh Mahaguru Lu.

Di dalam Tantrayana, si praktisi harus punya Iman & Kepercayaan yang Mutlak kepada Guru Akarnya sendiri supaya bisa melangkah setapak demi setapak di dalam jenjang pelatihan dirinya, baik dengan dibimbing secara fisik maupun secara transendental oleh Guru Akarnya!

Hahaha!
Aku tidak meyakinkan karena aku tak menampilkan Wujud dengan Gelar dan Mahkota 5 Buddha?

Di luaran sana ada lebih banyak yang telah melepaskan tangan Mahaguru Lu, dan yang tak pernah memegang tangan-NYA sama sekali!

Maka seperti yang Mahaguru Lu katakan: Waktu Akan Membuka Pintu Kebenaran!

Mereka yang terus-menerus menghancurkan materi pembabaran dharma, kalian sendiri yang bertanggung jawab atas Buah Karma tersebut, bukan korban yang kalian maksudkan maupun materi-materi tersebut.

Lagipula aku juga berterima kasih kepada mereka yang mengganggu blog ini! :)
MENGAPA?
Aku jadi punya lebih banyak waktu untuk digunakan bersama para sadhaka yang tulus!


Salam Metta.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Monday, December 22, 2014

Apakah ada arti di balik Menampilkan Wujud?


Dikutip dari dari artikel Mahaguru Lu: 蓮生活佛 > 師尊文集 > 241_遇見本尊 > 顯相有意義嗎?
Kumpulan Karya Tulis Mahaguru Lu > 241 Bertemu dengan Yidam Utama
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 24 November 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 顯相有意義嗎?Is there Meaning in Showing Form?


[--- Catatan Lotuschef: Teman-teman pembaca juga bisa menerjemahkannya sendiri :) ---]


有一天。有一位大德居士問我:「顯相有意義嗎?」
我答:「有!」(這是在世俗諦的說法)
Suatu hari, seorang murid bertanya kepadaku: Apakah ada arti di balik menampilkan wujud?
Aku menimpalinya: Ada!
(Ini dilihat dari sudut pandang orang awam)

例如:
我在韓國看到高矗的「藥師琉璃光如來」立相,我向大佛頭面頂禮,繞佛三匝。
在歸途上的三摩地中:
藥師如來顯相。藥王菩薩、藥上菩薩顯相。日光菩薩、月光菩薩顯相。十二藥叉神將顯相。
等等等等眷屬顯相。
我心中想:「我的病會好!」
後來,我的病真的完全痊癒了!
Sebagai contoh: Saat aku sedang berada di Korea, aku menghaturkan penghormatan kepada patung Bhaisajyaguru yang sedang berdiri serta mengitarinya sebanyak 3 putaran.
Sewaktu dalam perjalanan pulang, di dalam Samadhi, Bhaisajyaguru menampilkan wujudnya bersama dengan seluruh pasamuan Bodhisattva dan Dharmapalanya.
Aku berpikir: Sakitku akan sembuh!
Setelah itu, sakitku benar-benar sembuh sepenuhnya!



又例如:
我在中國大陸,由北京飛太原,於飛機上,三摩地中,見到阿彌陀佛的金身顯相。
三十二相。紫金摩尼光。圓形頭光。渾身背光。足下放紅光。
這是我畢生之中,看見阿彌陀佛最是莊嚴的法相了。
我意會到:「阿彌陀佛將隨我遊歷整個中國大陸,而且護佑我平安吉祥。」
主要的原因是:「足下放紅光」。
Contoh lain:
Saat aku sedang di Tiongkok Daratan, menumpang pesawat dari Beijing ke Tai Yuan, dalam samadhiku waktu itu, aku melihat Buddha Amitabha menampilkan tubuh keemasannya.
Tiga puluh dua wujud, dengan sinar mani emas keunguan, sinar mahkotanya yang melingkar, siluet tubuhnya mengeluarkan sinar, dan sinar merah memancar dari bawah kakinya.
Sungguh merupakan wujud dharma Buddha Amitabha yang sangat agung yang pernah kulihat dalam hidup ini.
Aku merasa bahwa: Buddha Amitabha menyertaiku dalam tur mengelilingi Tiongkok Daratan ini, dan memberkatiku dengan keamanan dan keberuntungan.
Alasan utamanya: karena Sinar Merah memancar dari bawah kakinya.



又例如:
「SARS」(煞死)在流行的時候,我的內心非常沉重,唸「大救難咒」。
忽然有一日。在三摩地中。
我看見「瑤池金母大天尊」(仙王),瑤池金母現百寶光明,祂拿了一個白色的小袋子給我。
囑我去救「煞死」。
Contoh lain lagi:
Saat epidemi SARS melanda, hatiku sungguh sedih, aku menjapa [Mantra Agung Pereda Bencana].
Suatu hari tiba-tiba di dalam samadhi aku melihat [Yaochijinmu] Sang Raja Dewata menampilkan begitu banyak sinar mulia. Beliau memberiku sebuah kantung putih dan memberikan instruksi supaya aku menolong mereka dari wabah SARS.

Kantung Qian-kun

Gambaran konstelasi Qian-kun di alam semesta

 我看見白色小袋,遇風變大,如同一個大乾坤袋一般。
白色的小袋子,變成了大乾坤袋,無窮無盡深不可測。
大乾坤袋在虛空中,像「吸心大法」一樣的,把「煞死」的細菌全吸入袋中。
我想:「煞死,就要結束了!」
後來:果然非常神,非常妙,那麼多的細菌,一天之內,全部無影無蹤。
Aku melihat kantung putih kecil itu membesar saat terkena angin, seperti kantong besar “Qian-kun”.
Kapasitasnya tak terhingga seperti “Metode Agung Hati yang Menyerap”, ia menyerap semua virus SARS.
Aku berpikir: SARS akan segera berakhir!
Kemudian: Benar-benar menakjubkan, begitu banyak virus yang hilang tak berbekas hanya dalam sehari saja.

[Qian & Kun, adalah nama-nama konstelasi. Mahaguru menggunakan istilah tersebut di sini seperti analogi sebuah kantung yang cukup besar untuk menampung alam semesta, termasuk semua virus SARS.]



我寫了這幾則顯相,證明「顯相不是沒有意義的」。
Aku menulis artikel ini untuk menunjukkan bahwa [Menampilkan wujud bukan tak ada artinya].

親愛的聖弟子:Murid-muridku yang suci:
一般而言,佛法的形式,有世俗諦的,也有勝義諦的。
Secara umum, wujud Buddha Dharma ada yang Duniawi maupun yang berupa Kebenaran Utama.

我們在世俗諦中,最要緊的是不執不惑,隨它來,隨它去。
Dilihat dari perspektif duniawi, yang paling penting adalah Tak Terpaku Tak Kebingungan, datang ataupun pergi dibiarkan saja.

而勝義諦中,我們對「空性」中產生的「顯相」,不去攀執,任其顯,任其隱,只是我們用「明性」去覺之而已。
Sedangkan dari segi Kebenaran Utama, cara pandang kita mengenai [Menampilkan Wujud] muncul saat sedang berada di [Kekosongan], jangan terpaku, mau muncul atau bersembunyi ya dibiarkan saja, selama kita menggunakan [Pemahaman Sifat Sejati] untuk merasakannya.

重點還是在明白「自心的本質」。
Poin pentingnya adalah Memahami [Sifat Sejati Hati Diri Sendiri].

~~~~~~~~~~~~

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Ketahuilah bahwa Mahaguru sedang berada di dalam Samadhi saat ia mendapatkan “Penglihatan”!

Hahaha!

Kalau kamu belum bisa memasuki kondisi samadhi dengan leluasa, kamu pasti tak bisa mendapatkan berbagai macam “Penglihatan” tersebut!

Mei 2009 – Aku ingat mendapatkan sebuah penglihatan setelah mengunjungi rumah ibadah Raja Naga di Taiwan, di dekat sebuah danau yang bernama Danau Raja Naga.
Di sepanjang dinding rumah ibadah ada mural 8 Dewata dan versi muda Yaochijinmu yang duduk di atas “kursi beroda” dengan didampingi para pembantunya.
Aku memperhatikan baik-baik rupang Raja Naga yang sedang berdiri.

Saat menaiki perahu kecil, aku mengalami mabuk laut, jadi aku tak turut pergi dan menunggu orang-orang lain kembali dari melayari danau! :)

Hehe!
Aku duduk dan bercakap-cakap dengan Raja Naga!

Saat naik ke bis tur setelah meninggalkan rumah ibadah, aku mulai bersadhana.
Di dalam Samadhi, Raja Naga muncul bersama dengan 8 Dewata dan Yaochijinmu.
Kemudian muncul sebuah rumah ibadah di mana 8 Dewata mengitari di atasnya dengan Yaochijinmu berada di dalamnya.
Sebuah pemandangan yang penuh dengan sinar-sinar keemasan.

~~~~~~~

24 Agustus 2008 – Saat menjapa Sutra Maharaja Avalokiteshvara (Gaowang), aku melihat sekuntum teratai berwarna seperti beras, berkelopak delapan, mulai mekar dan memancarkan sinar agung.
Itu tiga minggu atau 21 hari sejak tanggal 3 Agustus 2008, setelah berlindung (bersarana) kepada Mahaguru Lu.

31 Agustus 2008 – Saat menjapa mantra 100 aksara Vajrasattva, sekuntum teratai berwarna biru tengah malam juga mulai mekar dan memancarkan sinar yang agung juga.
Kemudian Mahaguru Lu di hari itu memberikan transmisi Hevajra yang pertama di Seattle.

Kamu perhatikan bahwa bunga-bunga teratai itu mekar dengan jeda TUJUH hari! :)

Hahaha!
Masih ingat Mahaguru bilang bahwa chakra-chakra “terbuka” dengan jeda tiap 7 hari?

Kelipatan TUJUH!

~~~~~~~~

Dengan tulus mengharap semua memperhatikan apa yang Mahaguru Lu ajarkan, dan melatihnya dengan tekun sesuai dengan ajaran atau instruksi beliau.

Juga berharap agar teman-teman menghindari mereka yang belum mendapatkan keberhasilan dalam Guru Yoga namun mencampuradukkan interpretasi sesat mereka mengenai pernyataan-pernyataan dari Mahaguru Lu.


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, November 28, 2014

Kontak Batin Tak Muncul Lagi?


Ditulis oleh Lotuschef – 16 November 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 感应没有了 Spiritual Response No More?



Hahaha!

Aku sudah pernah menuliskan alasan kenapa banyak orang yang menemui jalan buntu saat mereka mendapatkan “penglihatan” atau kontak batin dalam pelatihan diri mereka.

Keterpakuan adalah si pelaku yang menghalangimu.
Hal ini juga muncul dari pikiran yang tak murni atau yang “tak cukup” kokoh untuk tetap fokus, dan yang terpenting adalah untuk selalu “alamiah”!

Benar sekali!

Cobalah dengarkan Mahaguru dengan lebih teliti!

Saat kamu bersadhana dan mulai mendapatkan “penglihatan” atau berbagai wujud kontak batin, kamu harus memperlakukannya dengan alamiah dan Jangan Biarkan mereka menjeratmu dengan cara apapun!

Maksudku adalah saat kamu mencapai tingkat-tingkat tertentu sehingga kamu mendapatkan “penglihatan” atau kontak batin, biarkanlah mereka berlalu dan lanjutkanlah pelatihan dirimu!


Kurasa Mahaguru sudah pernah menjelaskan bagaimana supaya tak terlena saat mencoba memasuki kondisi Samadhi.

Dengan berbagai acuan baru-baru ini mengenai topik Kontak Batin, aku yakin kalau Mahaguru akan segera memuaskan segala keingintahuanmu mengenai topik ini.

Sementara waktu, cobalah periksa apakah kamu benar-benar sudah mulai mendapatkan berbagai kontak batin, karena saat kamu berharap untuk mendapatkan hal yang sama di suatu tingkat pelatihan dirimu, kamu seakan-akan “Memalsukan” kontak batin atau perasaan tersebut, dan menciptakan skenario yang sama berulang-ulang!


Salam semuanya.



Sunday, May 4, 2014

Lotuschef Bermain-main – Wajah-wajah


Ditulis oleh Lotuschef – 28 April 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Faces 脸孔



Berikut ini dicuplik dari upacara di Vajragarbha Taiwan, 26 April 2014 lalu.

2014年4月26日聖尊蓮生活佛盧勝彥主持「高王觀世音菩薩」護摩大法會+開示-台灣雷藏寺

04/26/2014 Nine Stages Dharma of the Great Perfection Dzogchen by Grand Master Lu-Taiwan Lei Tsang Temple


Amat-amati juga foto-foto candid dari orang-orang di sekitarmu. :)
Beberapa dari mereka akan menunjukkan Wajah ASLINYA kepadamu bila penglihatanmu cukup Tajam!
Ada orang yang mengatakan kalau di sekitar Guru bagaikan tempat berkumpulnya binatang, seperti kebun binatang kiranya.

Hahaha! Di sini mau menyampaikan apa?

Bahwa semua Pengaruh Karma Pribadimu itu terukir dengan jelas di wajahmu!

Di artikel-artikel yang kutulis baru-baru ini tentang “Pertemuan Menarik”, ada beberapa wajah yang aku sendiri tak ingin “melihatnya” meski hanya sebentar saja!

Tapi Guru bilang “lihatlah baik-baik”, jadi aku melaksanakan seperti yang beliau inginkan.

Lalu ada pula orang-orang yang “memaksa” menyodorkan foto-foto keluarga atau teman-teman mereka supaya “kulihat”!

Mohon maaf sekali bila kamu berpikir dengan memaksaku melihat foto-foto yang disodorkan di hadapanku adalah hal yang sia-sia! Mereka tak akan mendapatkan berkat dariku!

Yang ada malah mereka dengan karma buruk yang berat bisa kena efek negatifnya setelah dilihat!

Rasa Benci dari Keserakahan & Kebodohan dalam dirimu bisa muncul sendiri saat sesi Pembacaan Aura atau “Dilihat”!

Maksudnya: Saat para Dharmapala atau Dewata dipaksa untuk melihat orang-orang tertentu, orang-orang tersebut malah bisa dihukum lebih awal daripada dibiarkan berjalan secara alamiah!

Jangan paksa siapapun ke hadapan para Yogi Sejati karena kamu mungkin tak akan suka dengan hasilnya setelah itu!

Ingatkah yang tertulis di dalam Sutra Hevajra?
Ia yang mampu beryoga dengan Hevajra akan mampu menggunakan visualisasi untuk mengambil nyawa insan yang sangat jahat, dengan menggunakan Pisau Purbha.



Seingatku aku pernah menuliskan artikel tersebut di blog ini!
Kalau tak salah di seri Senjata Astral.

Ingatlah selalu bahwa Tubuh – Ucapan – dan Pikiranmu adalah petunjuk siapa dirimu sebenarnya! :)

Lebih baik jangan menjadi pusat perhatian kalau auramu tanpa kau sadari selalu menunjukkan dirimu sebenarnya!

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Disunting dari Jurnal Lotuschef

Related Posts:


Monday, September 2, 2013

Kebijaksanaan yang nampak gila – Sinar & Penglihatan


Ditulis oleh Lotuschef – 31 Agustus 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Crazy Wisdom – Light & Sight 光与见


Foto di atas diambil saat upacara Bardo Musim Semi di Seattle.


Pindola yang digambarkan di sana sangat berbeda dengan rupang-rupang yang dijual dalam berbagai ukuran di lokasi upacara.
Mereka malah terlihat seperti Pindola yang “ketakutan” dengan mulut yang terbuka!

Semua penjual mengatakan bahwa Pindola bertampang jelek!
Hahaha!

Ah JELEK dan Ketakutan ya dua hal yang berbeda dong?


Kini kembali ke Cahaya & Penglihatan.

Cahaya pada berbagai objek akan memampukan kita untuk melihat mereka sesuai dengan Banyaknya Cahaya yang bersinar pada objek-objek yang bersangkutan.
Demikian halnya, saat kamu “meminjam” sinar dan kemudian menyorotkannya dari chakra mata ke-3-mu (Tian Xin), kamu akan mempunyai Penglihatan yang melampaui mata “manusia”.

Saat LW terus bicara denganku di siang hari, cahaya yang “dipinjam” dan sinar matahari meneranginya, membantuku untuk “membaca” aura atau energi-nya dengan mudah, kalau saja dia sadar waktu itu. :)

Guru bilang kalau orang ini mampu melihat sinar dalam sadhananya.
Apakah kini dengan pengumuman tersebut kepada publik membuatnya menjadi makin sensitif dan mabuk akan penghormatan dan pujian, elemen-elemen dari 3 racun?

Kalau kamu melihat LW dengan baik, aura-nya sudah mulai memucat dan banyak yang bisa diceritakan dari sorot matanya. Ekspresi muka juga sepenuhnya menunjukkan tingkat pelatihan dari nadi tengah yang bersinar, itu juga bila ada.

Mengenai LH yang tak banyak bersuara, Guru menuturkan bahwa dia telah melatih Dharma Anaswara (tiada kebocoran) juga. Dulu ekspresinya terlihat ceria dan bersinar.
Namun coba sekarang dilihat lebih detil.

Sesuai dengan yang Guru katakan, dengan sinar yang “dipinjam” dan pengetahuan untuk menggunakan sinar ini, seorang praktisi akan punya Penglihatan yang melampaui mata fisik “manusia”.

Ini sama halnya dengan Pantulan Cermin.

Dan juga seperti kamera yang menangkap dan mengabadikan pemandangan yang bercahaya, semua “Mata” selain Mata Fisik, mampu bekerja layaknya kamera.

Dengarkan yang Guru jelaskan dengan baik. Tonton lagi mengenai cara “meminjam” sinar.

Namun berhati-hatilah juga dengan 3 Racun!

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, July 27, 2013

Lotuschef bercakap-cakap – Sadhanamu membuahkan hasil?


Ditulis oleh Lotuschef – 24 Juli 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Chat – Cultivating Successfully?




AA: Fashi, kau bisa melihat apakah seseorang melatih diri atau tidak?

LC: Ya. Kenapa?

AA: Suatu waktu kamu memberitahu seorang murid yang tidak reguler menghadiri puja api homa, supaya dia bersadhana setiap hari.

LC: Hahaha! Sebenarnya dia sudah jauh membaik dibanding saat pertama kali kami bertemu, tahun 2009 lalu saat aku belum ditahbiskan.


Ketika seseorang melatih diri dengan tepat, ditambah dengan cara pikir yang benar, maka ia akan menjadi semakin terang dan terang.

Pancaran sinarnya menandakan kesehatannya di tingkat yang baik – terlihat dari sinar auranya yang berwarna kuning keemasan.

Bila tingkat kesehatannya tidak baik, mereka akan menampilkan warna aura kuning keabu-abuan atau krem pucat.


Teman-teman sekalian yang terkasih,
Sebenarnya intisari kehidupan atau kesehatanmu bisa dilihat dan diukur secara kasar lewat pancaran warna atau auramu.
Sirkulasi darah dan qi (prana)-mu menentukan intisari kehidupan atau kesehatanmu.
Ini bagaikan Kebijaksanaan Semesta yang dibutuhkan untuk menopang Dharmakaya. :)

Dengan bersadhana, nadi-nadimu akan perlahan-lahan berkembang dan mereka akan turut berkontribusi dalam Esensi Kehidupanmu secara umum.

Tentunya prana adalah instrumen yang sangat penting karena ia adalah satu-satunya alat penggerak di dalam tubuh kita.

Kita juga bisa melatih bernafas lewat pori-pori kulit. Saat ia berhasil dilatih, maka teknik tersebut akan membuatmu mampu memancarkan sinar di segala waktu.


Teman murid yang punya batu ginjal, memilih untuk bersadhana dan memeriksakannya kembali – ini karena ia takut dioperasi.
Saat kutanya dia minggu lalu, ia berkata bahwa sakitnya telah berkurang.
Apa yang Guru ajarkan sungguh manjur!

Saat sesi-sesi puja api homa, aku akan “melihat” setiap peserta sebelum membantunya melakukan persembahan.
Bersyukur selama ini semuanya berjalan mulus, secara umum aku mampu membantu para peserta untuk menjadi lebih baik.


Sekarang ke inti pembahasan! :)

Saat kamu bisa MELIHAT sinar, dan selama beberapa tahun ini kamu masih terus MELIHAT yang sama di setiap sesi sadhanamu, BERARTI KAMU MENGALAMI KEBUNTUAN!

Kala kamu berpikir kamu sedang berada dalam kondisi samadhi, dan kamu melihat pemandangan yang sama, BERARTI BERTEMU KEBUNTUAN!

Tugasku dari Guru:
法而本然 – Dharma sudah ada sedari awal.


KAMU sendiri yang menciptakan pemandangan yang sama lagi dan lagi, dan kamu terjebak dengan pemandangan tersebut hingga tak mampu berjalan maju.

KAMU tak MEMBEBASKAN DIRIMU untuk bisa melebur dengan alam semesta.

Dalam kata lain, kamu mengalami stagnasi (kemacetan) di tingkat pertama Melihat Sinar!


Seperti biasa, kamu tak harus percaya pada pandanganku, lagipula ini juga PR yang ditugaskan padaku.

Mintalah instruksi kepada Guru, karena bimbingan darinya adalah yang terbaik bila kamu mengalami KEMACETAN!

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Yang dibahas Guru di ceramah 22 Juli 2013, Seattle – Sinar & Penglihatan


Ditulis oleh Lotuschef – 22 Juli 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: In Guru’s Speech 22 July 2013, Seattle – Light & Sight



Guru menyebutkan beberapa orang murid yang sudah bisa melihat sinar.
Dua dari mereka adalah praktisi awam. :)

Memang ada perbedaan mengenai Sinar yang mereka masing-masing bisa lihat.

Sudah pernah membaca artikel 5 Mata di blog ini?

VM yang mulai bisa melihat sinar sejak tahun 2010 kemarin, dan kini 3 tahun sesudahnya juga masih bisa melihat sinar.

Saudari dari seorang VM bisa melihat Dharmakaya Guru.

Orang yang ke-3 adalah seorang professor, yang bahkan berlatih hingga mampu bersinar dan mempertahankan sinar tersebut. Sinarnya bisa digerakkan dan menggetarkan nadi-nadi untuk mendapatkan kenikmatan agung selama satu hari penuh (24 jam).

Hahaha!

Pastinya ia yang mampu [MENGGUNAKAN] Sinar adalah yang terbaik di antara semuanya.
Guru katakan bahwa si professor berlatih dengan tekun selama ini dan tak pernah lalai seharipun.


Di sini Guru mau menyampaikan apa? :)

Kenapa tak ada seorangpun di Komite Pusat, kecuali VM Lian Wang, yang bisa melihat sinar?
Selama 3 tahun ini, apa yang telah dia lakukan untuk “meningkatkan” pelatihan dirinya?
Mungkin ia tak akan senang mendengar ini, tapi auranya meredup saat ia dan Lianyue mendatangiku di Taiwan Vajragarbha.
Ya. Ia kekurangan “sinar”.
Bahkan sejujurnya aura mereka berdua tampak redup.

Cara Pikir!

Komite Pusat mempublikasikan poin-poin Disiplin Sila yang diklaim dikatakan oleh Guru. Di sana dituliskan bahwa mereka yang memberikan perhatian kepada Guru, akan mendapatkan pahala dari Guru bahkan bila mereka tak punya waktu untuk bersadhana, begitu juga pahala mereka jauh lebih tinggi dibandingkan para pelatih diri yang handal dan yang menaati sila dengan ketat!

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Kita mendengarkan Guru atau Komite Pusat?

Guru juga katakan bahwa kita harus menjadi Suci luar-dalam.

Aku melihat #2, nadi-nadinya terblokir. Jadi secara praktis, dia tak mungkin bisa berlatih Tantra Dalam.

Oh ya, orang-orang yang suka berteriak, janganlah marah! Dari sudut pandang medis, mereka memang punya masalah dengan pendengaran. Kita malah harus baik-baik kepada mereka.

Murid yang mampu mempertahankan kenikmatan agung selama 24 jam, pasti sudah berhasil melatih Anu Yoga secara tunggal (bukan berpasangan). Oleh karenanya, menurut Guru, juga tak memerlukan seorang pasangan.

Dengan Yab-yum atau Anu Yoga, Guru sudah pernah bilang bahwa kedua praktisi harus berada di tingkat pencapaian yang sama dan telah berhasil melatih Guru Yoga. Untuk praktisi yang berlatih sendiri, ia dapat mengundang seorang Daka atau Dakini dari alam semesta untuk melatih Anu Yoga.

Pasangan Guru adalah Tara Putih (Sita Tara).

Apakah sekarang kamu sadar kenapa aku mengatakan bahwa pelatihan diri sepenuhnya bergantung pada dirimu sendiri dan panduan dari Guru?

Mereka para praktisi awam juga bisa mencapai keberhasilan agung dengan berlatih secara tekun dan setia mematuhi ajaran-ajaran Guru !

Dari 3 orang yang Guru sebutkan, 2 adalah orang awam!

Kini coba pikirkan: Apakah label sebegitunya berarti? Komite pusat mengatakan aku bukan lagi seorang reverend/fashi dari Ordo Satya Buddha, namun bukan berarti bahwa semua hasil pelatihanku hilang dengan adanya penghakiman mereka!

Banyak dari teman-teman yang membaca blog ini bisa melihat kalau kami melakukan puja bakti dengan sempurna, dan tampak bola-bola sinar yang menunjukkan bahwa para dewata juga turut bergabung dalam semua sesi tersebut.

Hahaha!

Aku bicara kebenaran mengenai apa yang memang bisa kulihat, tanpa embel-embel.

Kamu boleh saja tak percaya atau pergi bertanya kepada Guru mengenai permasalahanmu dan mengapa kamu tak bisa mendapatkan hasil pelatihan seperti yang didapatkan oleh orang-orang lain, yang bahkan para pendatang baru juga menunjukkan tanda-tanda “naik tingkatan di dalam pelatihan” yang menjanjikan.

Oh, Guru sebenarnya memberi kita jawaban-jawabannya juga di sesi ini. Beliau katakan bahwa kamu harus SUCI luar dan dalam!

Aku sarankan untuk mendengarkan ceramah ini berulang kali hingga kamu menangkap kunci-kunci penting disampaikan di dalamnya.

Mengenai Penglihatan! Varsi memberitahu Guru untuk mengumpulkan sinar ke lokasi mata ke-3, barulah setelah itu bisa “MELIHAT” liao.

Yang ini juga perlu Mobilisasi Qi (Prana) dengan bagus, sama seperti Anu Yoga. :)


YA! Itulah kenapa aku terus-menerus menekankan pada 9 Langkah Pernafasan melulu!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef