Showing posts with label tantra. Show all posts
Showing posts with label tantra. Show all posts

Tuesday, February 25, 2020

Mempersembahkan Arak dan Daging Kepada Buddha 酒肉供佛



Karya tulis Mahaguru Lu Sheng Yan, Buku No.154 ‘Aura Kebijaksanaan’ 智慧的光環.
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh True Buddha Foundation Translation Team
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: Offering Wine and Meat to the Buddha


Bab 32 – Mempersembahkan Arak Dan Daging Kepada Buddha


Sewaktu kepala Buddhisme Tibet dari Ordo Gelug, Yang Mulia Ganden Tripa, mengunjungi Vajragarba Seattle, beliau menghadiahkan sebuah jubah dharma kepadaku.

Di saat beliau berkunjung ternyata bertepatan dengan hari ulang tahun seorang Vajra Buddha yang dipujanya.

Yang Mulia kemudian meminta para bhiksu di Vihara Vajragarbha untuk membantunya membeli sebotol arak, daging sapi dan kambing dari supermarket.
Beliau hendak bersadhana dan memberikan persembahan kepada Vajra Buddha.

Kemudian, seorang bhiksu bertanya kepadaku secara privat, “Bolehkan kita mempersembahkan arak dan daging kepada para Buddha?”

Kujelaskan kepada si bhiksu bahwa dalam pandangan tradisi Sutra, minum arak dan makan makanan berdaging dianggap melanggar sila. Namun tidak begitu halnya di dalam ajaran Tantra.

Buddhisme Tantra menganggap bahwa semua Buddha adalah mahluk yang berdiam di dalam pikiran non-diskriminatif.

Oleh karenanya, di mata para buddha, arak dan daging tak terlihat sebagai arak dan daging.

Sebagai contoh, di mata manusia, arak adalah arak.
Di mata Asura, arak adalah pedang dan pisau.
Bagi setan kelaparan (preta), arak menjadi api yang membakar.
Mahluk neraka melihat arak bermanifestasi menjadi kolam darah.
Namun, bagi para buddha, arak adalah nektar berkualitas.

Aku katakan:
Terhadap praktisi yang suci, arak dan daging yang dikonsumsi akan menjadi suci.
Sehingga tindakan mengkonsumsi arak dan daging juga suci.
Sebaliknya, terhadap praktisi yang kotor, arak dan daging yang dikonsumsi akan menjadi kotor.
Demikianlah maka tindakan mengkonsumsi arak dan daging menjadi kotor.
Mohon renungkan baik-baik dan pahamilah kebenarannya!

Seorang praktisi dengan pencapaian nyata mampu mengubah arak menjadi nektar, dan daging menjadi makanan yang bersih.
Karena ia menyeberangkan roh dari hewan yang dijagal, maka tak ada bahaya tindakan jahat yang timbul di dalam mengkonsumsi arak dan daging.

Seorang praktisi yang tak punya stamina batin akan meminum arak hingga mabuk, dan makan daging karena rakus. Demikianlah ia melanggar sila utama Buddhisme Tantra, dan menciptakan karma berat bagi dirinya sendiri, yang akan menariknya ke Neraka Vajra saat ia meninggal dunia.

Di luaran, kedua skenario nampak mirip, namun mereka terpisahkan oleh kutub suci dan tidak suci!

Aku merasa sama saja dan tidak membeda-bedakan dalam mempersembahkan makanan vegetarian ataupun berdaging kepada para buddha.
Namun bila kamu ingin mengkonsumsi arak dan daging, kamu harus paham akan kapasitas stamina batinmu sendiri.
Bila terkorupsi oleh konsumsi daging dan arak, maka lebih baik menjalani sila dengan ketat dan menahan diri dari mengkonsumsi arak dan daging!


Amituofo
Lotuschef
Pure Karma Vihara
True Buddha School


Saturday, June 4, 2016

Perubahan yang Aneh



Ditulis oleh Lotuschef – 2 Juni 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 怪异变化 Weird Transformation



Di dalam Tantrayana, melatih sadhana ada kemungkinan malah menjadi “aneh” atau “sakit jiwa”.
Hahaha!
Aku tidak guyon loh!

Kamu ingatkah 10 Tahap Pengembangan Pikiran oleh Kobo Daishi? Aku pernah membagikannya di dalam blog ini.
Mahaguru Lu juga mengajarkan hal yang sama!

Kamu ingatkah Mahaguru Lu pernah menulis tentang Membaca Tengkorak?
Dan aku juga menulis tentang Membaca Tulang?
YA!
Tak hanya Membaca Aura saja, namun juga tulang!

Artikel ini merupakan pengingat di saat yang tepat untuk melakukan Evaluasi Diri yang Sejujur-jujurnya!

Mulailah dari Wajahmu!
Fotolah dirimu sekarang ini!
Dan bandingkan dengan foto kira-kira 5 hingga 10 tahun yang lalu.

Sekarang: tiliklah seluruh tubuhmu!
Lihatlah bentuk badanmu dari paling atas hingga ke ujung kaki.
Kamu lihat ada yang berbeda?
Apakah bobot badanmu bertambah mungkin di sekitar perut dan pinggulmu?

Kemudian: Apakah kiranya tulang punggungmu bengkok?
Seperti orang bongkok?

Lalu: Jari-jarimu!
Apakah mereka kaku dan bengok, serta tak bisa diluruskan?

Lanjutkan dengan: tangan-bahu, pinggul-tubuh bagian bawah, sendi-sendinya masih fleksibel?
Bisakah kamu memutar sendi-sendi tangan-bahumu dengan mudah dan tanpa rasa sakit?
Bisakah juga kamu melenturkan/merenggangkan tubuh bagian bawahmu dan menekuk lututmu dengan mudah tanpa merasa sakit ataupun kaku?

Hahaha!

Maka kini, dengan menggunakan data Mahaguru Lu sebagai Konstanta-nya, bandingkanlah!

Wajah: Apakah sekarang kamu tampak semakin muda daripada sebelumnya?
Apakah kamu bersinar dan memancarkan kehangatan dan kegembiraan?
Ataukah kamu malah menjadi kelihatan tua dan lelah sampai-sampai sebuah senyuman juga tak bisa membuat wajahmu nampak gembira?
KEDUA MATAMU kelihatan lelah oleh berbagai persoalan dunia ini? Dan kelihatan kalau beban masalahmu bertambah dan kamu mengunci dirimu sendiri ke dalam berbagai kebutuhan duniawi?!

Bentuk Tubuh: Aku telah melihat banyak master pria yang menjadi gemuk, bentuk badannya menjadi seperti wanita, bertingkah seperti wanita, dan bahkan bicara dan gerak-geriknya juga seperti wanita!

Oleh karenanya lakukanlah sisa evaluasi lainnya dengan menggunakan kata-kata Mahaguru Lu sebagai panduanmu!
Kalau kamu tak ingat apapun, ini adalah saatnya bagimu untuk benar-benar memahami apa itu seorang Guru Akar, dan MENGAPA kamu memilih untuk bersarana kepada-Nya!

Lamdre, yang baru mulai dibabarkan oleh Mahaguru Lu, memberimu kesempatan baru untuk memahami Pelatihan Buddha Dharma dari Titik Awal!

Jangan lewatkan kesempatan besar ini untuk belajar dan menyelamatkan dirimu sendiri!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Thursday, June 2, 2016

怪异变化 Weird Transformation


Terjemahan Indonesia: Perubahan yang Aneh


In Tantrayana, cultivation can go "weird" or "haywire"!
Hahaha!
Not kidding!

Remember the 10 Stages of Mind Development by Kobo Dashi, that I shared in this blog?
As well as GM Lu's sharing of the same!

Remember GM Lu's article about Reading Skulls?
And Mine about Bone-reading?
YES!
Not only Aura-reading, but bones too!

Now, this is a timely reminder to do an Honest Evaluation of Yourself!

Lets start with you Face!
Take a photo of yourself now!
Compare it with those from say past 5 to 10 years.

Now: the whole body!
Look at your own form from top to toe then.
What do you see that is different?
Have you put on weight say around your abdomen and your hips?

Next: Is you spine somehow bent?
Like you have a hunch back?

Now: Your fingers!
Are they stiff and bent and can't be straightened?

Next: Are your arm-shoulder, hip-lower limb, joints still flexible?
Can you rotate your arm-shoulder joints with ease and no pain?
Can you also flex your lower limbs and bend your knees easily without any pain or stiffness?

Hahaha!

Now, using GM Lu's data as a Constant, compare!

Face: do you look younger now then before?
Do you have a shine and project a welcoming warmth and cheer?
Have you aged so much and looks so exhausted that even a smile don't cheer up your own face?
YOUR EYES are so world-weary that you showed you have put on more worldly burdens and locked yourself down with too much sentient material needs!

Body Shape: I have seen many male masters become plump and womanly in shape and behave like females, and even talk and gesture like females!

Do the rest of the evaluation with GM Lu's words as your guide!
If you can't remember any, then its time you truly understand what A Root Guru means and WHY you choose one to take refuge with!

Lamdre that GM Lu has just started to share, gives you yet another opportunity to understand Cultivation of Buddha Dharma From the Start!

Don't miss this great opportunity to learn and succour yourself!


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, April 18, 2015

Semuanya Setara



Dibagikan dan diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 6 April 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 一律平等 All Are Equal



Wejangan di atas adalah:
Saat aku mengatakan “Aliran Satya Buddha”, yang kumaksudkan adalah [Setiap insan adalah Satya Buddha] (Buddha yang sejati)!

Terlepas dari status, kekayaan, ketenaran, miskin, rendahan, cacat; Semuanya adalah Setara.

Sumber: 【蓮生活佛 盧勝彥法王(盧師尊) 妙語演繹】


這是表示唐三藏和孫悟空之間是二而不是一,唐三藏就象徵著行者,悟空就象徵著你心中的喜金剛。
如果你跟祂講《吉祥喜金剛集輪甘露泉》,你跟祂相應了,我唸你的咒,「嗡。帝瓦。必主。瓦日拉。吽。吽。吽。發吒。梭哈。」

你中脈的喜金剛就是活的,馬上就相應你而出來解救你,我這樣講,你們就知道了,你是你,祂是祂,其實,你也就是祂,祂也就是你,不能用線路來講,像無線電一樣,「剛好忙」,「悟空剛好在打iphone」,「沒辦法接聽」,這就是二,悟空跟唐三藏是二,而不是一,我們行者象徵唐三藏,悟空就在你心中,隨時呼喚,隨時出來。

Di kisah di atas, Mahaguru Lu mengumpamakan Bhiksu Tang San Zang sebagai sadhaka, dan Wu Kong (Kera Sakti) sebagai Shri Hevajra di dalam Nadi Tengahmu (Sushumna).

Bila kamu telah berhasil beryoga dengan Hevajra, saat menjapa mantra-Nya, Hevajra di dalam hatimu akan menjadi hidup dan segera menyatu denganmu. Ia akan keluar untuk menyelamatkanmu dari situasi yang berbahaya.

Kamu adalah Hevajra, dan Hevajra adalah kamu. Kamu dan Hevajra manunggal adanya!
Saat kamu mencoba memanggil (menelepon) Hevajra dan malah mendapatkan “sinyal sibuk” sehingga tak bisa terhubung, maka ini dinamakan Dua (bukan Manunggal)!


密教的修行,就是要這樣,你修喜金剛法,喜金剛就是你的幻身,你的第二個身,在你裡面,也就是你,

Sama halnya dengan sadhaka tantra, saat kamu melatih sadhana Hevajra, Hevajra adalah tubuh ilusimu, tubuh keduamu. Ia ada di dalam tubuhmu dan merupakan dirimu juga.


密教的相應法,就是氣跟氣是一樣的,你所有的氣要全部集中在祂身上,
脈跟脈是相通的,明點跟明點也是相通的,
這就是合一,就是相應,當氣、脈、明點都相應,你就是本尊
,

Sadhana yoga tantra, adalah untuk melebur Qi (Prana) dengan Prana, mengkonsentrasikan semua Pranamu di dalam Tubuh-Nya.
Nadi dan nadi saling terhubung, begitu juga dengan Tetes Bindu saling terhubung,
Inilah Melebur menjadi Manunggal, yang juga dinamakan sebagai Yoga. Di saat Prana, Nadi, dan Tetes Bindu telah menyatu, maka kamu adalah Sang Yidam.



同一個咒語,修出幻身了,這時候才叫作二。

Dengan Mantra yang sama, melatih hingga munculnya tubuh ilusi, maka inilah disebut sebagai Dua.

~~~~~~~~~~~~~

Potongan wejangan di atas dari Mahaguru Lu sungguh ajaran yang sangat berharga!

Semoga kamu bisa mendapatkan manfaat darinya!

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Monday, April 6, 2015

一律平等 All Are Equal


Terjemahan Indonesia: Semuanya Setara

Summary Translation by Lotuschef.



The caption above reads: 
When I said [True Buddha School], I mean that - [Everyone is True Buddha]!
Regardless of status of high, wealthy, famous, poor, low, handicap, All are Equal.


這是表示唐三藏和孫悟空之間是二而不是一,唐三藏就象徵著行者,悟空就象徵著你心中的喜金剛。
如果你跟祂講《吉祥喜金剛集輪甘露泉》,你跟祂相應了,我唸你的咒,「嗡。帝瓦。必主。瓦日拉。吽。吽。吽。發吒。梭哈。」

你中脈的喜金剛就是活的,馬上就相應你而出來解救你,我這樣講,你們就知道了,你是你,祂是祂,其實,你也就是祂,祂也就是你,不能用線路來講,像無線電一樣,「剛好忙」,「悟空剛好在打iphone」,「沒辦法接聽」,這就是二,悟空跟唐三藏是二,而不是一,我們行者象徵唐三藏,悟空就在你心中,隨時呼喚,隨時出來。

In the above, GM Lu likened Monk Tang San Zang to be the cultivator and his disciple, Wu Kong, (Monkey Deity), to the Hevajra in your Heart.

If you already yoga with Hevajra, when chanting his mantra, the Hevajra in  your heart will come alive and immediately merge with you and surface to save you or lift you out of a dangerous situation.

You are Hevajra and vice versa, You and Hevajra are One!
When you tried to call upon Hevajra and like the phone getting "busy signals" and can't connect or link up, then it is Two!


密教的修行,就是要這樣,你修喜金剛法,喜金剛就是你的幻身,你的第二個身,在你裡面,也就是你,

A Tantric cultivator is the same, when you cultivate Hevajra's practice, Hevajra is your illusionary body, your second body, inside you and is you,


密教的相應法,就是氣跟氣是一樣的,你所有的氣要全部集中在祂身上,
脈跟脈是相通的,明點跟明點也是相通的,
這就是合一,就是相應,當氣、脈、明點都相應,你就是本尊,

Tantra yoga practice, is to merge Qi with Qi, focusing all your Qi upon His Body, 
Pulse and Pulse Linked, Bindu drops also linked,
This is Merging as One, which is Yoga, when Qi, Pulse, Bindu drops merged, You are the Yidam,


同一個咒語,修出幻身了,這時候才叫作二。

The same Mantra, cultivate to appearance of illusionary body, this is then called Two.

~~~~~~~~~~~~~

The above are interesting snippets of GM Lu's invaluable sharing!

Hope you can benefit from them!


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Thursday, October 16, 2014

Jadilah Dirimu Sendiri!


Dikutip dari dari artikel Mahaguru Lu: 蓮生活佛著作 > 盧勝彥文集 > 184_給你點上心燈 > 做你自己吧!
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 6 Oktober 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 做你自己吧!Be Yourself!


蓮生活佛/文

我學佛,曾欲求一名「大師」當依怙,這是一般人的心理,一點也不為過。
Aku ini belajar agama Buddha, bermaksud mencari seorang [Guru Senior] untuk berlindung (bersarana) kepadanya. Ini merupakan pola pikir kebanyakan orang, dan menurutku tak ada yang salah di sini.

在顯教,我皈依:
Dari aliran Sutrayana / Agama Buddha Eksoterik, aku bersarana kepada:

印順導師(李炳南居士推介)
Guru Pembimbing Yin Shun (atas rekomendasi Kulapati Li Bing Nan).

樂果法師(趙基居士推介)。
Reverend Le Guo (atas rekomendasi Kulapati Zhao Ji).

道安法師(王一之居士推介)。
Reverend Dao An (atas rekomendasi Kulapati Wang Yi Zhi).

在南投碧山岩寺受菩薩戒,是禪銘法師推介,如學禪師極力贊同。
Di Nantou ada rumah ibadah Bi Shan Yan, aku menerima sumpah bodhisattva atas rekomendasi Reverend Chan Min. Guru Zen Ru Xue juga sangat merekomendasikan.

受戒三師即覺光法師、慧三法師、賢頓法師。
Ketiga guru yang memberikan sumpah bodhisattva adalah Reverends Jue Guang, Hui San, Xian Tun.

我曾想依覺光法師。(可惜在香港,受挑撥)
Aku juga bermaksud untuk bersarana kepada Reverend Jue Guang. (Sayang sekali malah dikucilkan saat di Hong Kong).

我曾想依印順導師。(可惜一樣有人挑撥,我台灣住家,就正好在印順導師隔壁,只隔一牆)
Lalu bermaksud untuk bersarana kepada Sang Guru Pembimbing Yin Shun. (Sungguh sayang juga dikucilkan, padahal tempat tinggalku di Taiwan hanya bersebelahan, dipisahkan oleh sebuah dinding saja dengan Sang Guru Pembimbing Yin Shun).

我到了美國,曾想依怙:
Sesampainya di Amerika, aku sempat terpikir untuk bersarana dengan:

宣化上人。選未皈依,就先被倒打一把,令我入美國海關,先被叫進小白屋,免費按摩兩年。
Venerable Xuan Hua. Belum bersarana saja sudah di-“kasih manis”. Sang Guru menuduhku sebagai seorang kriminal sehingga aku diinterogasi habis-habisan di Imigrasi saat memasuki Amerika. Dua tahun dapat “Pijat Gratis”.

星雲大師。還未皈依,也先被整,我的連載「佛王之王」,被拉了下來。
Reverend Xing Yun. Belum sempat bersarana, juga malah dipermainkan, seri bukuku [Raja Buddha dari segala Raja] diseret turun.

至此,在顯教學佛,夢碎!
Sampai sekarang ini, mimpi untuk belajar agama Buddha aliran Eksoretik hancur berkeping-keping!

在密教,我皈依:
Dalam aliran Tantrayana (Esoterik), aku bersarana kepada:

普方上師,修準提佛母。
Vajra Guru Pu Fang, melatih sadhana Bodhisattva Cundi.

十六世大寶法王噶瑪巴,得五佛嚴頂灌。
Yang Kudus Karmapa ke-16, menerima abhiseka mahkota 5 Buddha dengan instruksi yang ketat.

薩迦證空上師,得諸尊灌頂,上師灌頂。
Sakya Dezhung Rinpoche – Kunga Denpe Nyima, menerima abhiseka berbagai yidam, dan juga abhiseka Vajra Guru.

了鳴和尚,紅教諸密,密、密密。
Reverend Liao Ming, menerima berbagai abhiseka rahasia, dan sangat sangat rahasia dari ordo Nyingma.

四大法王之一,大錫杜巴灌頂。
Dari salah satu dari 4 Maharaja Dharma, menerima abhiseka Dasidupa (pinyin).

最後依:吐登達爾吉上師,得無數灌頂加持,無上密等。我受吐登達爾吉上師,教誨甚多,我對之,非常的恭敬,不敢或忘。
Terakhir adalah bersarana kepada Guru Thubten Taerchi, menerika abhiseka yang banyaknya tak terhingga, termasuk Anuttarayoga Tantra dan lainnya. Aku mendapatkan banyak ajaran dari Guru ini. Aku sangat menghormatinya dan tak berani melupakannya.

至此,在密教學佛,差強人意!
Hingga sekarang, mempelajari agama Buddha aliran Tantrayana boleh dibilang sungguh memuaskan!

這樣子繞了一大圈,我覺得「對自己要有信心」,「自信」很重要,修行之事,自然要先有依怙,學師父的法,但一樣要有「自信」,自信自己可以成佛,可以走自己的路。
Setelah mengitari satu putaran besar, aku menjadi [percaya pada diri sendiri]; [Percaya Diri] ini sangat penting dalam hal pelatihan diri. Secara alamiah, kita harus punya sandaran sarana, belajar dharma dari para guru, tapi juga harus [Percaya Diri]. Percaya bahwa diri sendiri akan mencapai kebuddhaan, mampu berjalan dengan caramu sendiri.

我們依怙佛、法、僧,恭敬佛、法、僧、上師,三皈四皈,最後的主旨是「做你自己吧!」這也是自皈依,自燈明。
Kita bersarana kepada Buddha, Dharma, dan Sangha. Sepenuhnya menghormati Buddha, Dharma, Sangha, Vajra Guru, 3 atau 4 sarana, tujuan akhirnya adalah [Menjadi Dirimu Sendiri]!
Inilah Bersarana Kepada Diri Sendiri. Afirmasi (Penegasan oleh) Diri Sendiri.

最後,我終於明白了,「師父引進門,修行在個人」,我們不可能永遠依賴著師父,將來成佛作祖,就是「做你自己吧!」
Akhirnya aku paham bahwa [Guru membimbing kita memasuki pintu ordo, namun pelatihan diri sepenuhnya tergantung pada diri sendiri], tak bisa selamanya mengandalkan Guru. Saat kamu menjadi Buddha maka kamu menjadi Sang Penguasa, yang artinya [Menjadi Dirimu Sendiri!]

在我皈依來、皈依去,依怙來、依怙去的時期,也有人對我說:
Setelah bersarana di sini dan di sana, saat mencari sandaran di mana-mana, ada orang yang bilang kepadaku:

「盧勝彥,你依這個師父不對,要依我!」
Lu Sheng Yan, kamu salah kalau mengandalkan guru ini. Andalkanlah aku saja!

「盧勝彥,你依這個師父,只是幼稚園,要依我!」
Lu Sheng Yan, kamu mengandalkan guru ini, ia hanyalah sekelas TK (Taman kanan-kanak). Andalkanlah aku saja!

「盧勝彥,你師父尚未明心見性,如何教你明心見性,快來皈依我!」
Lu Sheng Yan, gurumu belum mencapai realisasi sempurna, bagaimana caranya bisa mengajarimu Realisasi Sempurna? Ayo segera bersarana kepadaku!

「盧勝彥,你師父不教你,我來教你,你要皈依我!」
Lu Sheng Yan, gurumu tak mengajarimu. Aku akan mengajarimu, jadi bersaranalah kepadaku!

「盧勝彥,你師父佛理不明,我佛理才明,你要皈依我!」
Lu Sheng Yan, gurumu tak paham filosofi Buddha. Tapi aku paham, maka bersaranalah kepadaku!

嘿!有很多人,要拉我入他們的教派呢!
Hei! Begitu banyak orang yang ingin menarikku supaya masuk ke dalam ordo mereka!

然而,經歷了這麼多的師父,得了這麼多的法,我對自己有信心,我自信「真佛密法」可以達彼岸,我證量愈多,愈有自信,完完全全一點也不動搖,一點也不迷惑。
Namun, setelah mendapatkan pengalaman dengan begitu banyak guru, menerima begitu banyak dharma, aku yakin pada diriku sendiri. Aku yakin bahwa [Dharma Tantra Satya Buddha] mampu mengantarmu ke pantai seberang. Semakin banyak pengesahan yang kudapatkan, semakin aku tambah percaya diri. Sama sekali tak gentar, tiada lagi sedikitpun kebingungan ataupun berkhayal.

我做我自己,不必為誰而活,不必為誰去演別人喜歡的角色,我就演我自己。
Aku menjadi diriku sendiri, bukan menjalani hidup mengikuti maunya orang-orang. Aku bertindak sebagai diriku sendiri.

我是一個獨立的我,自我肯定自己,這種事只有佛與佛知道。
Aku adalah diriku yang independen (tak bergantung pada orang lain). Aku mengafirmasi diriku sendiri, dan hal seperti ini hanya sesama Buddha saja yang bisa tahu.

我印證佛,佛印證我。
Aku mengafirmasi Buddha, begitu juga Buddha mengafirmasi diriku.

我很快樂,因為我自主了。別人說我什麼,我根本不在乎,我根本不在意別人怎麼看我,我活我自己的。
Aku sangat bahagia, karena aku telah menjadi orang yang independen. Semua hal yang orang-orang lain katakan tentang diriku, aku benar-benar tak terganggu sedikitpun. Sama sekali tak terganggu melihat bagaimana orang-orang memandangku. Aku menjalani hidupku sendiri.

我昂首挺胸,自己覺得又莊嚴又殊勝,這才是「華光自在佛」的本色!
Aku bisa membusungkan dada (tegap dan penuh keyakinan), aku merasa mulia dan luar biasa unggul. Oleh karenanya inilah karakter sejati [Padma Prabha Svara Buddha ~ Buddha Sinar Teratai yang Leluasa]!

---

居士是一种对人的称谓,梵语为迦罗越 kulapati,可以指居财之士、居家之士、在家学佛者。

Kulapati adalah istilah Sansekerta untuk ketua sebuah aliran.
Dalam Bahasa Inggris sehari-hari kadang menggunakan istilah Chancellor (kanselir) atau Rector (rektor). “Ia yang keagungannya di antara orang-orang telah diakui, atau otoritasnya yang tak terbantahkan dan tak diragukan”.
Pada masa lampau di India, ketua dari sebuah Gurukul juga disebut sebagai Kulapati.
Sebagai contoh, Maharsi Garga adalah kulapati dari sebuah Gurukul (universitas).
Di masa kini, jabatan Kulapati kadang menjadi sebuah pilihan politis.

Kesepakatan umum menyatakan bahwa Kulapati merupakan seorang selebriti ternama yang dihormati khalayak dan memberikan kepemimpinan akademik kepada jaringan atau lembaga pendidikan yang berskala besar.

---

Baca juga: Tradisi Sutra dan Tantra

---

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Betapa pentingnya untuk Menjadi Dirimu Sendiri!
Dari sana barulah kamu bisa benar-benar melatih untuk [自主生死 - mengendalikan nasibmu sendiri]!

Ini juga menjadi salah satu target utama dari pelatihan diri!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Sunday, October 12, 2014

做你自己吧!Be Yourself!

Terjemahan Indonesia: Jadilah Dirimu Sendiri!
  


蓮生活佛/文

  我學佛,曾欲求一名「大師」當依怙,這是一般人的心理,一點也不為過。
I study Buddhism, intending to seek a [Senior Teacher] to take refuge with. This is mindset of most, nothing wrong with this.

  在顯教,我皈依: 
In Sutrayana/Exoteric Buddhism, I took refuge with:

  印順導師(李炳南居士推介)
Guiding Teacher Yin Shun (Recommended by Kulapati Li Bing Nan).

  樂果法師(趙基居士推介)。
Reverend Le Guo (Recommended by Kulapati Zhao Ji).

  道安法師(王一之居士推介)。
Reverend Dao An (Recommended by Kulapati Wang Yi Zhi).

  在南投碧山岩寺受菩薩戒,是禪銘法師推介,如學禪師極力贊同。
In Nantou Bi Shan Yan Temple, accepted Boddhisattva Discipline ceremony as Recommended by Reverend Chan Min, Zen master Ru Xue strongly Recommended.

  受戒三師即覺光法師、慧三法師、賢頓法師。
The 3 teachers of the Discipline ceremony were Reverends Jue Guang; Hui San; Xian Tun.

  我曾想依覺光法師。(可惜在香港,受挑撥)
I intended to take refuge with Reverend Jue Guang. (Sadly was alienated in HK)

  我曾想依印順導師。(可惜一樣有人挑撥,我台灣住家,就正好在印順導師隔壁,只隔一牆) 
I intended to take refuge with Guiding teacher Yin Shun. (Sadly also someone alienated, my residence in Taiwan, just next door to Guiding Teacher Yin Shun, separated by one wall)

  我到了美國,曾想依怙: 
Arrived in America, had thought to take refuge with:

  宣化上人。選未皈依,就先被倒打一把,令我入美國海關,先被叫進小白屋,免費按摩兩年。
Venerable Xuan Hua. Not yet take refuge already got hit, causing me to be called into a little white house while entering America at Immigration Clearance, getting "Free Massage" for 2 years.

  星雲大師。還未皈依,也先被整,我的連載「佛王之王」,被拉了下來。
Reverend Xing Yun. Still have yet to take refuge, also got played, my [Buddha King of King] was dragged down.

  至此,在顯教學佛,夢碎!
Till this point, learning Exoteric Buddhism's dream has been fragmented!

  在密教,我皈依:
In Tantrayana/Esoteric Buddhism, I took refuge with:

  普方上師,修準提佛母。
Vajra Master Pu Fang, cultivating Cundi Bodhisattva Sadhana.

  十六世大寶法王噶瑪巴,得五佛嚴頂灌。
His Holiness 16th Karmapa, receiving 5-Buddhas strict crown abhiseka.

  薩迦證空上師,得諸尊灌頂,上師灌頂。
Sakya Dezhung Rinpoche - Kunga Denpe Nyima, receiving Abhiseka for many yidams, Vajra Master Abhiseka.

  了鳴和尚,紅教諸密,密、密密。
Reverend Liao Ming, Nyingma various Secrets, Secrets, Secrets secrets.

  四大法王之一,大錫杜巴灌頂。
One of the 4 great Dharma Kings, Dasidupa (pinyin) abhiseka.

  最後依:吐登達爾吉上師,得無數灌頂加持,無上密等。我受吐登達爾吉上師,教誨甚多,我對之,非常的恭敬,不敢或忘。
Lastly, took refuge with Guru Thubten Taerchi, receiving countless Abhiseka, Anuttarayoga Tantra & etc. I received much teachings from this Guru, and I am very respectful and dare not forget.

  至此,在密教學佛,差強人意!
Till now, learning Buddhism in Tantrayana, be satisfactory in a manner.

  這樣子繞了一大圈,我覺得「對自己要有信心」,「自信」很重要,修行之事,自然要先有依怙,學師父的法,但一樣要有「自信」,自信自己可以成佛,可以走自己的路。
Circling a big round, I feel [have confidence in self]; [Self Confidence] very important, pertaining to Cultivation matters, naturally must have refuge, learn Teachers' Dharma, but similarly must have [Self Confidence], Confident that Self will attain Buddhahood, can walk one's own way.

  我們依怙佛、法、僧,恭敬佛、法、僧、上師,三皈四皈,最後的主旨是「做你自己吧!」這也是自皈依,自燈明。
We take refuge in Buddha, dharma, Sangha, respectfully honouring Buddha, Dharma, Sangha, Vajra Master, 3 or 4 refuge, the final direction is [Be Yourself]!
This is also Refuge in Self, Self Affirmation.

  最後,我終於明白了,「師父引進門,修行在個人」,我們不可能永遠依賴著師父,將來成佛作祖,就是「做你自己吧!」
Finally, I understand, [Guru leads us into school, Cultivation depends on Individual self], we cannot rely on Guru forever,when you become Buddha be the master, that is to [Be Yourself!]

  在我皈依來、皈依去,依怙來、依怙去的時期,也有人對我說:
After taking refuge here and there, when relying here and there, someone said to me:

  「盧勝彥,你依這個師父不對,要依我!」
Lu Sheng Yan, you rely on this teacher, not right, rely on me!

  「盧勝彥,你依這個師父,只是幼稚園,要依我!」
Lu Sheng Yan, you rely on this teacher, only Kindergarden, rely on me!

  「盧勝彥,你師父尚未明心見性,如何教你明心見性,快來皈依我!」
Lu Sheng Yan, you teacher has yet to be Fully realised, how to teach you Full Realisation, quickly come and take refuge with me!

  「盧勝彥,你師父不教你,我來教你,你要皈依我!」
Lu Sheng Yan, your teacher doesn't teach you, but I will teach you, so come take refuge with me!

  「盧勝彥,你師父佛理不明,我佛理才明,你要皈依我!」
Lu Sheng Yan, your teacher doesn't understand Buddha Philosophy, but I do, you come take refuge in me!

  嘿!有很多人,要拉我入他們的教派呢!
Hei! (sigh). There are many who wanted to pull me into their sector or schools!

  然而,經歷了這麼多的師父,得了這麼多的法,我對自己有信心,我自信「真佛密法」可以達彼岸,我證量愈多,愈有自信,完完全全一點也不動搖,一點也不迷惑。
However, experiencing through with so many teachers, received so many Dharma, I am confident in Self, I am confident that [True Buddha Tantric Dharma] can reach the other shore. The more affirmation I have, the more confident I am, completely won't be moved or affected, not even a little confused or deluded.

  我做我自己,不必為誰而活,不必為誰去演別人喜歡的角色,我就演我自己。
I be myself, not live for anyone, no need to act a role that for others' liking, I just act myself.

  我是一個獨立的我,自我肯定自己,這種事只有佛與佛知道。
I am an independent Me, I affirmed myself, this type of matter is only known between Buddhas.

  我印證佛,佛印證我。
I affirmed Buddha, Buddha affirmed me.

  我很快樂,因為我自主了。別人說我什麼,我根本不在乎,我根本不在意別人怎麼看我,我活我自己的。
I am very happy, because I am independent already. What others said about me, I basically/completely not bothered, I am completely not bothered at how people look at me, I live my own life.

  我昂首挺胸,自己覺得又莊嚴又殊勝,這才是「華光自在佛」的本色!
I can head up chest out (Upright & confident), I feel dignified and extraordinarily supreme, this then is [Lotus Light At Ease Buddha]'s true character!

~~~~~~~~~~~~~~~

居士是一种对人的称谓,梵语为迦罗越 kulapati,可以指居财之士、居家之士、在家学佛者。

Kulapati is a Sanskrit word for headperson of a lineage.
In common English parlance, Chancellor or Rector is sometimes used. "One whose greatness in comparison to others has been recognized or whose undisputed authority is unhesitatingly accepted "
In ancient India, the head person of a Gurukul was also called Kulapati. 
For example, Maharsi Garga was the kulapati of a Gurukul (university).
In modern times the post of Kulapati is sometimes a political choice. 

The general consensus is that Kulapati is a distinguished celebrity who commands respect and reverence from one and all and provides academic leadership to a large educational institution or network.

~~~~~~~~~~~~~
Also read: The Aura of Wisdom [Ch.23] The Sutra and Tantra Traditions 

~~~~~~~~~~~~~

Dear all,
Being Self is very important!
Then you can really cultivate to [自主生死 -control you own destiny]!

This is a key target of cultivation too! 


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom

Tuesday, September 2, 2014

Lotuschef Bercakap-cakap – Benar/Salah


Ditulis oleh Lotuschef – 22 Agustus 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Chat – True/False 是/非


Suatu saat di Seattle.
[--- AA: Fashi, XX bilang supaya aku menjauhi Lotuschef, karena ia menjelek-jelekkan Mahaguru.
Lalu kutanya dia apakah sudah benar-benar membaca blogmu atau belum. ---]

Cobalah baca artikel berikut:
The Four Foundations of Tibetan Tantra
How to Develop the Bodhi-Citta

Kedua topik di atas sempat dijadikan bahan diskusi saat acara minum teh di Medan. :)

Seperti halnya dengan kebanyakan karya tulis yang diterjemahkan dari Bahasa Mandarin, beberapa kata menjadi berbeda artinya sesuai dengan gaya si penerjemahnya! :)

Aku ingat sebuah buku dari jaman pra-universitas yang berjudul “Membaca & Memahami”.

Dari pranala pertama di atas:

I.    Berlindung (Bersarana)


Dalam keseluruhan sistem meditasi buddhis, bersarana berada di titik paling awal, meski setelah itu ada ada dua macam pengetahuan yang mengikutinya: kebijaksanaan mendengar (dan membaca) dan berpikir.
Kini, kesalahan dari kebanyakan penganut agama buddha di Timur adalah mereka Bersarana terlebih dulu sebelum mengembangkan dua kebijaksanaan di atas.

Buddha tak begitu saja menerima seorang murid, karena murid yang bersangkutan harus mengenal terlebih dulu beberapa hal dari Ajaran beliau.

Pada kenyataannya, beliau secara pribadi memberikan instruksi kepada mereka yang datang kepada-Nya sebelum menerimanya sebagai murid dan selalu meminta mereka untuk mempelajari dan memahami sepenuhnya apa yang beliau ajarkan.

Beliau tak menyukai iman yang buta (fanatisme), dan di dalam Dharmapada kita juga bisa menemukan banyak instruksi seputar hal ini.

Buddha menyebutkan dua macam instrumen Dharma:
Mereka yang terinspirasi oleh Buddha dan langsung percaya kepada-Nya (araddhaviharin); dan mereka yang di awal belum bersarana, namun mempelajari berbagai macam Ajaran (Dharmaviharin), (seperti yang banyak dilakukan oleh masyarakat Barat, menurut Yogi kita).

Buddha mengatakan bahwa beliau lebih menyukai jenis yang ke-dua (Dharmaviharin) ini.

Karena hal tersebut adalah sebuah karakteristik yang sangat penting dalam agama Buddha yang membedakannya dari sistem-sistem lainnya.
Dalam agama Buddha, seseorang dianjurkan untuk bertanya untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan kecerdasan – kontras sekali dibanding agama-agama lain di mana calon penganut diminta untuk percaya dulu dan menerima dogma-dogma tertentu tanpa syarat.

Orang-orang Barat belajar banyak ajaran buddhis lewat membaca terjemahan naskah suci (Tripitaka).
“Ini tentunya hal yang baik,” komentar Bp. Chen.

Suatu saat aku sangat malu mendengar Ibu Alexandra David-Néel yang memberikan kotbah di Asosiasi Buddhis Sutren.
Di luarannya, ia memuji orang Tionghoa, namun kupikir apa yang ia katakan sungguh merupakan kritik yang tajam.
Ia bilang bahwa sungguh beruntung karena semua orang Tionghoa percaya (memeluk) agama Buddha.
Bahkan semua anak kecil dan wanita di desa yang tak tahu apapun juga memuja Buddha.
Di Barat sama sekali berbeda.
Di sana, hanya ada sedikit pemeluk agama Buddha tapi banyak dari mereka yang merupakan cendekiawan dan filsuf yang mempelajari Ajaran Sang Buddha.

Setelah mengingat-ingat dan menyampaikan pesan dari seorang cendekiawan buddhis besar yang berasal dari Perancis tersebut, Bp. Chen melanjutkan:
Kepercayaan kepada Buddha di benak kebanyakan orang Tionghoa adalah menganggap Buddha sebagai suatu Roh atau Tuhan.
Mereka memuja Buddha seperti mereka memuja Kuan Kung atau dewata-dewata lainnya.
Sebagian besar tak tahu perbedaan antara menghormati seorang dewa dan bersarana kepada Buddha. Di Barat, adalah hal yang bagus sekali karena mereka mendapatkan pengetahuan terlebih dulu sebelum memeluk agama Buddha.

Dari tiga jenis kebijaksanaan, Bersarana termasuk dalam Kebijaksanaan Praktik (bhavanamaya prajna) dan hal tersebut adalah lanjutan dari Kebijaksanaan Mendengar dan Berpikir.
Namun di Timur sungguh menyedihkan, orang-orang menganggap agama Buddha sebagai sekedar kepercayaan umum.
Dalam hal ini, pemeluk agama Buddha dari Barat adalah yang bagus.


Kemudian dari pranala ke-2 di atas:

[Empat Fondasi Tantra Tibet] – CW31 No.70
Appendix II dari Meditasi Buddhis: Sistematis dan Praktis
Oleh C. M. Chen, didokumentasikan oleh Rev. Kantipalo


Bagian I: Apa Yang Dimaksud dengan Bodhi-Citta?


[a] Bodhi-citta adalah sebuah istilah dalam Bahasa Sansekerta yang dipinjam dari posisi konsekuensi (hasil), untuk digunakan di posisi kausal (penyebab) (catatan editor: penjelasan lengkap mengenai posisi  penyebab dan hasil bisa ditemukan di buklet Meditasi Buddhis: Sistematis dan Praktis, karya C. M. Chen.) Bodhi-citta, berarti “sebuah pikiran atau hati yang tercerahkan” atau “kebijaksanaan kesadaran akhir dari seorang buddha yang berada di posisi hasil”, namun ia bisa dipinjam oleh seorang bodhisattva di semua tingkat pengembangan untuk dicontoh dan dipraktikkan dalam posisi penyebab. Oleh karenanya, ia adalah istilah yang sangat penting – di mana setiap praktik agama Buddha dimulai dengannya dan mengarah kepadanya.

[b] Sebuah tulisan dalam Bahasa Mandarin berjudul “Diskriminasi (Pembedaan) antara Kebaikan, Cinta, Welas Asih Agung dan Bodhi-citta” pernah kutulis bertahun-tahun lalu. Ia dipublikasikan di Hong Kong dan dibagikan secara cuma-cuma ke berbagai perpustakaan terkenal di dunia. Aku berharap seseorang akan menerjemahkannya ke dalam Bahasa Inggris suatu saat nanti. Di sini aku hanya menerjemahkan beberapa poin dari tulisan tersebut:

1. Bodhi-citta bukan hanya berupa kebaikan; Bodhi-citta Tindakan (yang diaplikasikan) sudah pasti berhubungan dengan kebaikan, tapi kebaikan tidak bisa disebut sebagai Bodhi-citta karena motif dan konsekuensi dari Bodhi-citta mengarah kepada pencerahan sempurna, sedangkan Kebaikan hanya mengarah pada (kelahiran di) surga saja.

** Komentar: bila melihat [a] dan [b] di atas seperti bertentangan atau kurang jelas. Coba pahamilah. :)


Hahaha!
Banyak murid Aliran Satya Buddha dan ordo-ordo agama buddha lainnya masuk kategori “Bersarana Dulu, tanpa paham apa yang sedang mereka lakukan”!

Salah satu contoh adalah XX di atas yang mengatakan kalau Lotuschef menjelek-jelekkan Mahaguru Lu!

Bukankah XX dan orang-orang yang pikirannya sejenis terlihat jelas tak pernah membaca artikel-artikel tulisan Lotuschef?

Begitulah, ia adalah salah satu orang yang punya sentimen seperti mereka yang berada di tim administrator Satya Buddha.
Doktrin administrator serasa seperti mendikte dan semua orang harus patuh!

Hahaha!
Agama Buddha bukan seperti ini!

Mahaguru Lu juga kembali menekankan dalam berbagai ceramahnya akhir-akhir ini: Melatih diri sepenuhnya bergantung pada diri sendiri!

Kalau kamu tak bersadhana dan melatih pikiranmu untuk mengungkapkan (membuktikan) Tathagatagarbha-mu, maka TAK ADA SIAPAPUN yang bisa melakukannya untukmu!

Beliau juga menambahkan bahwa para murid mulai mendikte dan mengontrolnya!
Di sini memberitahumu bahwa kamu tak boleh mendikte seorang Buddha atau bahkan mencoba mengendalikan-Nya!

Kalau ada siapapun yang mengendalikanmu dan kamu sendiri ternyata juga tak punya pendirian, maka maaf sekali, kamu tak akan bisa melepaskan diri dari belenggu samsara ini!

Dan mereka yang mencoba dan masih mencoba untuk Menyetir seorang Buddha dan orang-orang lain, KAMU pun tak luput dari kekangan samsara ini, tak akan bisa melepas diri!

Oleh karenanya dengan segala kerendahan hati menyarankanmu: “Tamballah” segala kekuranganmu sesegera mungkin!

Oh ya, bila kamu telah bersarana kepada Mahaguru Lu, seorang Buddha Hidup, mohon janganlah menyia-nyiakan kesempatan berharga ini untuk belajar dan melepaskan diri dari belenggu Samsara!

Berbohong atau menyebarkan kebohongan mengenai seseorang bukanlah hal yang dilakukan oleh seorang murid Buddha.
Ia termasuk dalam pelanggaran salah satu sila utama – Berbohong!

Kamu seharusnya sadar bahwa Sila atau Disiplin merupakan panduan untuk Membantumu dalam melatih diri dengan baik juga!
Mereka bukan digunakan untuk menghukum orang-orang!

Dengarkan Mahaguru Lu dengan teliti, dan jangan sampai tersesat!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Friday, August 22, 2014

Lotuschef in Chat – True/False 是/非


Terjemahan Indonesia:
Lotuschef Bercakap-cakap – Benar/Salah



In Seattle

[--- AA: Fashi, XX said that must stay away from Lotuschef, because she is talking bad about GM.
I asked him whether he has truly read your blog or not. ---]


Now read these:
The Four Foundations of Tibetan Tantra
How to Develop the Bodhi-Citta

The above were discussed during Medan's Tea Party. :)

Like most translated works of Teachings in Chinese, the words somehow became that of the Translator! :)

I recalled a text book from Pre-university, entitled "Reading & Reasoning".

From link 1 above:

I. Taking Refuge


In the whole system of Buddhist meditation, to take refuge stands at the beginning of practice although following after are two kinds of knowledge, or the wisdoms of hearing (and reading) and thinking.

Now the fault of most Buddhists in the East is that they take the Refuges first, that is, before developing these two wisdoms.

The Buddha did not receive a disciple unless that disciple first knew something of His Teachings.

In fact, He instructed personally those who came to Him before admitting them as His disciples and always asked them to study and thoroughly understand what he thought.

He did not favor blind faith and in the Dharmapada we find many instructions concerning this.

The Buddha mentioned two sorts of Dharma-instruments: 

Those who were inspired by the Exalted One and immediately believed in Him (araddhaviharin); and the others who did not take the Refuges at first but rather gained knowledge of the Teachings (Dharmaviharin), (as many Westerners do, added our Yogi).

The Enlightened One declared that He preferred the latter type.

This is one extremely important characteristic of the Buddhist religion in which it differs from other systems. 

In Buddhism, one is encouraged to question, to gain knowledge and to develop intelligence, a striking contrast with outsiders' religions where one is first asked to believe in and to unreservedly accept certain dogmas.

Westerners learn many Buddhist teachings from reading translations of the sacred texts (Tripitaka). 

"This is good," commented Mr. Chen. 
Once I was very much ashamed to hear Mme. Alexander David-Neel who preached at the Sutren Buddhist Association. 
On the surface, she praised the Chinese, but I think that really her talk contained the sharpest criticism.
She said that it is very fortunate that all Chinese believe Buddhism.
Even all the little children and the village women who know nothing they all praise the Buddha.
In the West it is different.
There, few people are Buddhists but many of them are scholars and philosophers who have studied His Teachings.

After giving from memory the substance of the great French Buddhist scholar's words, Mr. Chen went on: The only faith that most Chinese have in the Buddha is to regard Him as some spirit or God.
They worship the Buddha just as they worship Kuan Kun or any other Devata.
Most of them have no idea of the difference between respecting a god and taking the Refuge of Buddha. In the West it is very good that before becoming Buddhist people acquire knowledge.


Among the three kinds of wisdom, taking Refuge belongs to the practicing wisdom (bhavanamaya prajna) and this comes after the hearing and thinking wisdoms.

But in the East, sad to say, people have a common faith in Buddhism.

In this respect, the Western Buddhists are good.



From link 2 above:

The Four Foundations of Tibetan Tantra
CW31_No.70
Appendix II of Buddhist Meditation: Systematic and Practical
By C. M. Chen as written down by Rev. Kantipalo

Chapter I: What Does Bodhi-Citta Mean?


[a] Bodhi-citta is a Sanskrit term which is borrowed from the one in the consequence position to be used as the one in the causal position (ed. note: a complete explanation of the positions of cause and consequence may be found in C. M. Chen's book Buddhist Meditation: Systematic and Practical.) Bodhi-citta, means "an enlightened mind" or "heart" or "the final awareness wisdom of a Buddha who is in the consequence position"; yet it can be borrowed by a Bodhisattva in all stages of his development in order to imitate and practice it in the causal position. Hence, it is a most important term; every practice of Buddhism starts with it and aims at it.

[b] A Chinese essay titled "Discriminations between Goodness, Love, Great Compassion and Bodhi-citta" was written by me many years ago, published in Hong Kong and was presented freely to various famous libraries of the world. I hope someone will translate this essay of mine into English someday. Here I can just translate a few points from that essay:

1. Bodhi-citta is not only goodness; the Bodhi-citta of Conduct surely connects with goodness, but the latter can not be called Bodhi-citta because the motive and the consequence of the former is aimed at full-enlightenment, and the latter at heaven only.


**Comments: The above [a] & [b] seem to be conflicting or unclear. Figure it out. :)


Hahaha!

Most students of TBS and other sectors of Buddhism, fall under the category of Take Refuge First without understanding of what they are actually doing!

One example is XX, who pronounced that Lotuschef talks bad about GM Lu!

For XX, and others of like mindsets, it is obvious that he didn't read any of Lotuschef's articles, concur?

Well, he is just another who has like sentiments with those in TBS' admin only.

The Doctrine of admin seems to be to dictate and all must comply!

Hahaha!

Buddhism is not like this!

GM has stressed again in most recent speeches: Cultivation Depends Solely on Self!

If you don't practise & develop your own mind to reveal your very own Buddha nature, then NO ONE, can do so for you!

GM also said in recent speech that students started to dictate to or control him!

One does not dictate to a Buddha or even attempt to control a Buddha!

If you are controlled by anyone and do not have a Mind of Your Very Own, sorry to burst your euphoric bubble, You will never be able to leave the Samsaric cycle at all!

For those who attempted to and are still attempting to Control a Buddha and other people, YOU too will not be able to break free from Samsaric cycle!

My humble suggestion: Best go "patch up" what you lack immediately!

O! If you have taken refuge with GM Lu, a Living Buddha, don't waste this supreme opportunity to learn and break free from Samsaric Cycle!

Lying or spreading falsehood about anyone is not what a Buddha's disciple should do.

It is breaching a major precept, which is Lying!

You should realise that Precepts or Disciplines are guides to Help You to cultivate well too!

They are not for anyone to use to penalise others!

Listen carefully to GM Lu, and don't go astray!


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:



Saturday, June 28, 2014

Ibu Tua yang Sombong dan Suka Memerintah? [像老板娘的老太婆?]


Ditulis oleh Lotuschef – 26 Juni 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 像老板娘的老太婆 Bossy Old Lady?



Banyak teman murid dari Indonesia yang melabeli Lotuschef sebagai seorang Ibu Tua yang Sombong dan Suka Memerintah!
Hahaha!

Namun cobalah lihat beberapa foto di atas dan dalam blog ini. Bukankah mereka bohong?

Lotuschef sekarang berumur 58 tahun, lahir di tahun Kera – 1956.
Kiranya Lotuschef terlihat seperti mereka yang berumur 58 tahun di sekitarmu?


Kini lihatlah Mahaguru Lu. Beliau lahir di tahun Ayam – 1945.
Beliau sekarang berumur 69 tahun.
Dan kiranya Mahaguru terlihat seperti orang-orang di sekitarmu yang berumur 69 tahun?


Menjadi lebih muda atau terlihat awet muda adalah salah satu Manfaat Pelatihan Tantra!

Kenapa aku memberitahumu sesuatu hal yang baru-baru ini Mahaguru juga sering ungkapkan?
Ini demi menghentikanmu semua dari melanggar sila Berbohong! :)

Sampai di sini kita telah baik-baik menyelesaikan bagian TUA dari Ibu Tua yang Sombong & Suka Memerintah?

Hahaha! Mari menuju bagian SOMBONG & SUKA MEMERINTAH!

Mahaguru telah mengajarkan Dharma & Filosofi Buddha yang Otentik kepada semua insan selama 40 tahun lebih.
Tepatnya, menurut beliau, adalah 44 tahun!

Para murid Mahaguru Lu boleh dibilang telah menjadi TERLENA dengan ideoogi bahwa mereka hanya perlu membayar untuk mendapatkan pertolongan dari Mahaguru lewat para VM!

Menyedihkan sekali!
Karena Pelatihan Diri menurut Mahaguru, yang sering menekankan fakta ini di beberapa sesi akhir-akhir ini, Bergantung Sepenuhnya pada Usaha Diri Sendiri yang Tekun!



Tentunya mereka yang menyebutku sebagai ibu tua yang Sombong & Suka Memerintah, punya reaksi terhadap ajaran-ajaran Dharma yang kubagikan!!!
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom!!!
Hahaha!

Kamu terjaga dari mimpimu!!!

Kamu merasa aku ini Sombong & Suka Memerintah!

Begini:
Seperti orang-orang yang berpikir secara awam, saat kamu menyebut orang lain Sombong & Suka Memerintah, KAMU MERASA EGO-mu tertusuk!
Layaknya “Terserang”!
Tentunya reaksi yang normal!


Aku menyebutnya sebagai pola pikir awam yang sedang DIPERMAINKAN oleh Dharma dan Filosofi Buddha! :)

Karena dengan pola pikir awam – saat diserang, KAMU pasti akan langsung membalasnya!

Tapi, kurangnya Kehati-hatian ini seringkali malah membawa CELAKA dan Kegagalan!
Jadi kamu sedikit lebih tersadarkan, dan kemudian akan mencari berbagai alternatif untuk membalas dendam, demi mempertahankan EGO dan Status yang kamu banggakan!

DAN SUNGGUHLAH BENAR! Kamu memasuki jalan yang Lotuschef sengaja rancang untukmu!
Kamu akan mulai membaca semua artikel Lotuschef untuk mencari apapun yang bisa kamu gunakan sebagai Senjata untuk Menyerang Balik dengan agresif!
Hahaha!


Namun kiranya dharma dan filosofi buddha adalah Semakin Kamu Menggali Lebih Dalam, maka KAMU akan tersadarkan dan menghentikan semua seranganmu, kemudian mulai memancarkan welas asih yang selaras dengan Kebijaksanaan demi semua insan!


Sebelum kamu melontarkan label Ibu Tua yang Sombong & Suka Memerintah kepada Lotuschef ataupun orang-orang lain mulai dari SEKARANG, kiranya japalah Mantra Guru dan renungkanlah dengan bijaksana: AKU AKAN MELAKUKANNYA ATAU TIDAK JADI!

BILA TETAP MAU MELAKUKANNYA, bagaimana supaya bisa dilakukan dengan cara yang diajarkan Buddha!

Kalau kamu masih suka memanggilku dengan label Ibu Tua yang Sombong & Suka Memerintah dengan cara yang tak bersahabat, KAMU tentunya belum siap untuk Buddha Dharma!

Namun bila memanggilku Ibu Tua yang Sombong & Suka memerintah dengan penuh kasih, Kamu telah “Sampai”! :)

RENUNGKAN dengan baik sebelum kamu melangkah lebih lanjut.
Dan jangan pernah tinggalkan rumah tanpa Empat Kebenaran Mulia juga!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
 

Thursday, June 26, 2014

像老板娘的老太婆 Bossy Old Lady?



Lots of fellow students from Indonesia labelled Lotuschef as a Bossy Old Lady!
Hahaha!

Now look through photos above and in this blog, are they lying?

Lotuschef is 58 years old, born in the year of the Monkey in 1956.
Does Lotuschef looks like any 58 years old around you?



Now look at GM, born in the year of the Rooster in 1945.
He is 69 years old.
Does GM looks like any other 69 years old near you?

Becoming younger or staying youthful looking is yet another Benefit of Tantra Cultivation!

Why am I telling you something that GM has also revealed quite frequently?
To stop you all from breaching precepts of Lying! :)

Now we have settled the OLD part of Bossy Old Lady, amicably?

Hahaha! Lets proceed to deal with BOSSY!

GM has been sharing Authentic Buddha Philosophy & Dharma with all for 40+years.
As per GM, to be exact, 44 years!

Students of GM Lu, have become COMPLACENT with the ideology that they only need to pay to get help from GM through VMs!

Sad really! 
Because Cultivation as per GM, who stresses this fact frequently in recent sessions, Depends Solely on Self Diligent Efforts!


Now for those that called me Bossy old lady, you have reactions from my Dharma sharings!!!
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom!!!
Hahaha!

You Are Awake!!!

You Feel that I am Bossy! 
Well!
For all sentient mindsets, when you called someone Bossy, YOU FEEL your EGO pricked! 
You felt "Attacked"!
Normal reactions!

Now, this is sentient mindset being PLAYED by Buddha's Philosophy & Dharma! :)

A Sentient Mindset – When Attacked, YOU retaliate Instantaneously!

However, this lack of Mindfulness, almost always resulted in WOES and Failure!
So You awaken a little more, and go find alternatives to take revenge, to maintain your EGO & Pride of Status!


YES! Now you walked into Lotuschef's designed path for you!
You will start to read Lotuschef's articles thoroughly to find anything that you can Launch a Big Aggressive Hit!
Hahaha!

But Buddha's Philosophy & Dharma are such that The More You Dig or The Deeper You Dig, YOU will turn over a new leaf and Stop All Aggression and Begin Compassion well synchronized with Wisdom for all beings!

Before you hurl Bossy Old Lady at Lotuschef or anyone from NOW, please chant Guru Mantra and seek Wisdom TO DO OR NOT TO DO!

IF DO, How to go about it the Buddha's way!

If you still like to call me a Bossy Old Lady in an unfriendly way, YOU are not ready for Buddha's Dharma!

If you call me a Bossy Old Lady, lovingly, You have arrived! :)

THINK Well before you make your next step, please.
Don't leave home without the 4 Noble Truths too!


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Tuesday, August 13, 2013

Lotuschef on [Show Hand] 水落石出




The name above is from Shizun.



The above is a Fish-net spell - the people that are listed in this list given to the Black-magic practitioner are all trapped fastly like the Jade-fishes, by the 2 golden beads, one in front and one at the back as in diagram shown. The ring with 5 partitions is the Control wheel.

This is one that I found in my ex-spouse's car.
Of course, Black magic cannot be proven in Court!!! :)
However, the Karma created by the person that hired these evil stuff done, will not escape the Return of their negative actions.



This is the happy Lotuschef chatting with a Butterfly and immersed in Nature!


I remember Shizun told me to [Stay Silent to Arrest Action] 以静治动 ; [to watch as events unfold & transform] 静观其变.

Due to lack of funds to defend and present my case in Family Court; my words or statements are just not credible! :)

Shizun said: "Don't fight back, wait it out."

Yes! I realized how wise are these advice!

Thinking that their lies won over my truth, the Aggressor and his legal team, went on a Mindless rampage.

The traces of their Aggressions are all documented into the Legal System!

The Defiance of Court orders and falsifying orders, are all set in like setting cement; an Irreversible Chemical Reaction.

Next step?

Hahaha! Shizun said to Break Free, correct?

Show Hand? :) Karma will take over!

The Truth will out eventually though.


A kind word to all members of Core, have you listen attentively and comprehensively to all Shizun's speeches on the 9 Yanas?

Realized that what I have shared all along mostly from Higher Tantra?

Did you also picked up Guru mentioning the Wisdom Eye in his latest speech 11-8-2013?

Am I TELLING THE TRUTH AS IT IS, all these whiles?

Am I sharing Authentic Buddha Dharma?

When Time Ripens, everything will be very very clear.


Cheers all


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts:



Wednesday, May 1, 2013

Dewa Kekayaan dari 5 Penjuru


Ditulis oleh Lotuschef – 1 Mei 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 五路财神 Fortune Deities of the 5 directions


Di saat-saat santai di McDonalds malam kemarin, LL bertanya mengenai dewata-dewata di atas kepadaku.
Ia bilang beberapa tahun yang lalu ada seorang umat yang mengaku bisa melihat 5 dewa kekayaan tersebut. Umat itu lalu menggambarkan mereka ke dalam media kertas untuk ditunjukkan ke para umat lainnya.

Hahaha!
Aku rasa teman-teman kebanyakan yang ada di sana waktu itu pasti berdecak kagum “woo” “ah”, ya khan?
Bahkan mereka yang membaca hingga ke point ini juga akan sama halnya, pasti juga berharap berada di sana untuk melihat gambaran 5 dewa kekayaan tersebut.

Namun jangan campurkan para dewata ini dengan mereka yang dari Surga.
Mereka ini adalah para dewa kekayaan yang sering dicampuradukkan dengan mereka yang berasal dari Surga.

Mereka yang dipuja dengan menancapkan 5 bendera di mangkok bulat, yang biasanya diisi dengan beras, adalah seperti para Dewa Bumi. Mereka ini para arwah dengan Fu-pao, punya pahala keberuntungan dan dengannya cukup untuk bisa menjadi semacam petugas/pejabat, tapi masih belum cukup pahalanya untuk naik ke Surga.

Bila kamu terlihat gelap tertutup banyak energi karma negatif, mereka pasti akan lari jauh-jauh darimu.

Ya begitulah, omong-omong dari sudut pandang konsep Buddhisme, 5 dewata keberuntungan yang dilihat oleh si umat tadi memang muncul di hadapannya. Namun ajaran Non-konstan (tidak terpaku) dari Buddha juga berlaku di sini.

Lima dewa ini bisa muncul dalam bentuk yang berbeda-beda di hadapan orang-orang lainnya.

Sebenarnya cara terbaik untuk mengukur dewata manapun adalah melihat seberapa besar energi cahaya yang mereka bisa “proyeksikan”, bukannya tampilan wajah ataupun lainnya seperti gambar yang kamu lihat di atas.

Hahaha! Menurutmu aku asal omong?

Di dalam Tantra Tingkat Lanjut, tak ada yang namanya bentuk yang Konstan atau Tetap. Semua nampak dalam bentuk tubuh-tubuh cahaya yang berbeda intensitas cahayanya saja.

Bila melihat figur entitas dengan jelas dan menggambarkannya seperti di atas, berarti kamu masih sangat jauh dari Yoga, dan di tingkat itu kamu akan sangat mudah disesatkan dan terjerat oleh apa yang kamu lihat selama ini. :)

Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts: