Showing posts with label ego. Show all posts
Showing posts with label ego. Show all posts
Monday, January 1, 2018
Sembilan Yana – Mengawali Persahabatan? 九乘-拜访山头?
Ditulis oleh Lotuschef – 30 Desember 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 九乘-拜访山头? Nine Yanas – Initiating Friendly Overtures?
Baca juga:
Mahaguru Lu menghargai keberadaan berbagai macam golongan agama.
Penyerangan dan permusuhan tak pernah terlintas dalam pikiran-Nya.
Sudahkah kamu membaca 3 artikel di atas?
Hahaha!
Ya!
Dalam mengawali persahabatan dengan berbagai macam golongan agama, [9 Yana] berlaku di sini!
Bacalah berbagai komentar orang-orang saat mereka menanggapi ajakan Pak Domba untuk bangkit melawan berbagai organisasi agama Buddha yang mendiskriminasikan TBS!
Tindakan – Ucapan – Pikiran tiap-tiap orang yang menuliskan komentar di sana memberitahu kita dengan TEPAT perihal tingkatan mereka masing-masing di dalam 9 Yana!
Bila kamu membacanya secara teliti dengan menggunakan pengetahuan Buddha Dharma-mu, banyak dari pemberi komentar tersebut bahkan belum sampai menginjakkan kaki di Yana pertama!
Tidak masuk kualifikasi sebagai murid Buddha sama sekali!
Ya! Saat kamu memaksa orang lain untuk menurutimu, tidak mempedulikan prinsip-prinsip Buddha Dharma, MAKA sungguhlah kamu seorang murid gadungan.
Bila kamu langsung mengambil jalan permusuhan dan kekerasan, kamu juga seorang murid gadungan.
Saranku agar berdiam dan menonton kelanjutannya saja, untuk tidak memancing perseteruan, ataupun menyerukan perang, malah disanggah dengan permusuhan oleh Pak Domba!
Jadi bila Mahaguru Lu benar-benar hendak mengirimkan seseorang untuk mengawali persahabatan dengan berbagai golongan agama, sepertinya mereka yang belum berhasil mencapai Guru Yoga tidak akan masuk kualifikasi, bukankah demikian?
COBALAH RENUNGKAN: Siapa yang benar-benar mampu menggunakan Buddha Dharma secara efektif dan meyakinkan orang-orang bahwa mereka adalah kawan, bukan lawan?
Bila kamu merendahkan orang-orang dan merasa bahwa kamu datang dari golongan tinggi, maka sungguhlah kamu seorang utusan yang buruk untuk membuka jalan.
Kata-kata Pak Domba seakan-akan ia datang dari grup terunggul yang mampu merangkul kelompok-kelompok yang lebih rendah!
Sungguh! Kamu bacalah secara menyeluruh berbagai pernyataan yang ditulis oleh Pak Domba!
EGO-nya berceceran di mana-mana?
Demikian juga dengan orang-orang yang sepaham dengannya dan menyarankan untuk menggunakan kekuatan penuh untuk menyingkirkan!
Artinya, semua musuh dilenyapkan total!
Hahaha!
Salam Metta,
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
9 yana,
Bahasa Indonesia,
ego,
guru yoga,
lotuschef,
permusuhan,
persahabatan
Saturday, December 30, 2017
九乘-拜访山头? Nine Yanas – Initiating Friendly Overtures?
Terjemahan Bahasa: Sembilan Yana – Mengawali Persahabatan? 九乘-拜访山头?
Also read:
GM Lu's point of view with regards to other religious factions is not to detriment any but respect their existences.
Aggression & hostilities never crosses GM Lu's mind.
Have you read the 3 articles above?
Hahaha!
Yes!
To initiate friendly overtures with other religious factions, the [9 Yanas] applies!
Read the comments of the individuals in Mr Sheep's call to rise against those Buddhist organisations that discriminates TBS!
Body Speech Mind as represented by their statements will tell us EXACTLY where each of the participants that volunteered their comments are placed on the 9-yanas ladder!
If you read deeply with all your Buddha Dharma knowhow, most of those that volunteered their comments are not even on first level Yana!
They do not qualify as a Buddha's disciple at all!
Yes! When you force others to agree with or obey you, ignoring the Principles of Buddha Dharma, THEN you are a Fake disciple.
If you resorted to hostilities and violence instantly, you are also a Fake disciple.
My advice to keep quiet and watch the turn of events, and not to spark quarrels, disputes, or raise war cries, were rebutted with hostilities by Mr Sheep!
So if GM Lu really wanted to send someone to make friendly overtures with other religious factions, looks like those that have yet to achieve Guru Yoga will not qualify, agree?
THINK: Who can truly use Buddha Dharma effectively and convince anyone that they are friend and not foe?
If you think condescendingly that you are from the most superior faction then you are a poor envoy for overtures.
Mr Sheep's words were that he is from the topmost group that is able to engulf or embrace other lesser factions or group!
Yes! Read Mr Sheep's statements thoroughly!
EGO is everywhere, agree?
Also another that agreed with him and suggested to make sure of full force strike to eliminate!
That means, a Total wipe out of one's foes!
Hahaha!
With Metta,
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Thursday, January 28, 2016
Buanglah Ego-mu
Ditulis oleh Lotuschef – 4 Januari 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 丢掉[自我]Throw Away Self/Ego

Semua foto di atas adalah cuplikan layar dari upacara Kalachakra hari Sabtu di Taiwan.
Mahaguru Lu bilang “Singkirkan Ego” (自我)!
Hanya dengan melakukan hal tersebut barulah akan berhasil dalam melatih Dharma Maha Kesempurnaan!
Kasus 1 – Seorang reverend gelisah bagaimana harus memberikan gongyang (persembahan) untuk Mahaguru Lu setelah acara makan siang di Vajragarbha Caotun.
Akhirnya ia mengerahkan keberaniannya untuk melakukan hal tersebut!
Sekembalinya, ia bilang kepada kami bahwa ia memberitahu Mahaguru kalau ia datang dari Inggris Raya!
Aku bilang padanya bahwa ia sebenarnya tak perlu mengatakan kalau ia dari Inggris Raya, karena Mahaguru Lu mengetahui semuanya.
Ia tiba-tiba menimpali dengan kasar: “Aku suka!”
Hahaha! Ia ingin memberikan kesan bahwa ia ingin melakukannya, lalu mau apa, dan siapa yang bisa menghentikannya!
Kasus 2 – Di Vajragabha Caotun, VM LN mendatangiku dan mencoba untuk menaklukkanku. :)
Ada bagian di mana ia mengatakan dengan gaya yang mengancam:
你对我有意见?“Kamu ada masalah denganku?”
Kasus 3 – Di Vajragarbha Caotun, VM LY terus menarik lengan bajuku untuk memaksaku mendengarkan kuliahnya tentang apa yang tak boleh kulakukan, tentang Ordo Satya Budha ini dan itu.
Saat aku menanyainya “Apa arti Ordo Satya Buddha bagimu?”, ia mengabaikanku.
Kira-kira selama 40 menit ia terus menerus menguliahiku mengenai apa yang tak boleh kulakukan tapi ia boleh!
AH! Mahaguru Lu bilang bahwa Ordo Satya Buddha sebenarnya tak ada, di ceramahnya hari Sabtu itu!
Kasus 4 – Di Vajragarbha Pelangi, Seattle, VM LW & LH, mendatangi dan menguliahiku.
VM LW bilang kalau aku tak boleh mengenakan baju lama desain Ordo Satya Buddha!
Dan aku harus mematuhi perintah mereka bila aku ingin namaku dimasukkan kembali ke dalam daftar reverend!
Sebenarnya kalau dilihat ada banyak orang awam yang berusaha Menguasai dan menyesatkan orang-orang lain perihal Buddha Dharma!
Kalau saja KAMU benar-benar membuang Ego-mu, sudah pasti tindakanmu akan sangat berubah dan barulah akan bisa Tercerahkan Sepenuhnya, serta mempraktikkannya pula! :)
Mohon jangan lakukan hal-hal yang Guru Akarmu tak akan lakukan!
Membuat dirimu sendiri tampak bodoh masih tak setimpal dengan menggali kuburanmu lebih dalam hingga ke Neraka Vajra!
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
Bahasa Indonesia,
ego,
guru akar,
kebodohan,
lotuschef,
maha kesempurnaan,
neraka vajra
Monday, January 4, 2016
丢掉[自我]Throw Away Self/Ego
Terjemahan Indonesia: Buanglah Ego-mu

All the above photos were screen shots of Saturday's Kalachakra event in Taiwan.
GM Lu said to "Throw away Self/Ego" (自我)!
Only by doing so then you can be successful with Maha Perfection Dharma's cultivation!
Case 1 - A reverend was agitating over giving gongyang to GM Lu after lunch at Caotun Temple.
She finally mustered courage to do so!
Upon her return, she told us that she told GM Lu that she is from UK.
I said that she really don't need to say that she is from UK, as GM Lu knows all.
Her answer was abrupt and rude: I like!
Hahaha! She meant that she wants to do so, so what, and who can stop her!
Case 2 - In Caotun temple, VM LN came at me, attempting to subdue me. :)
Part of what he said, in a threatening manner :
你对我有意见?You have something against me?
Case 3 - In Caotun temple, VM LY kept tucking my sleeve to force me to listen to her lecture about what I shouldn't do and about TBS this and that.
When I asked her "What does TBS means to you?", she ignored me.
For about 40 minutes, she kept on and on about what I can't do but she can!
AH! GM Lu said TBS also don't exist in his most recent speech on Saturday!
Case 4 - In Seattle Rainbow temple, VM LW & LH, came and lecture me.
VM LW said that I cannot wear TBS' design lama clothing!
And I must adhere to their dictates to get my name back onto the reverend's list!
Well, there are more such interesting mortals that attempt to Lord it over others and misleading others about Buddha Dharma!
When YOU really throw away Self/Ego, you will really behave very very differently and then you can really be Fully Enlightened and practice or perform accordingly too! :)
Don't do anything that Your Root Guru won't ever do!
Making a fool of yourself is nothing compared to digging your grave deeper and deeper into Vajra Hell!
Cheers all.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
ego,
English,
lotuschef,
maha perfection,
Root Guru,
self,
stupidity,
vajra hell
Sunday, October 11, 2015
Welas Asih yang Begitu Besar
Ditulis oleh Lotuschef – 13 Agustus 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 慈恩浩大 Magnanimous Great Compassion
Di ceramah baru-baru ini (per tanggal publikasi), Mahaguru bilang kalau ada seorang yang menulis kepada beliau dan memintanya supaya menahan diri untuk tak menyebutkan nama saat beliau “menjelek-jelekkan” atau menyebutkan kekurangan mereka!
Hahaha!
Teman-teman sekalian apakah sempat mendengar ceramah itu juga?
Mahaguru menyetujui permohononan murid tersebut dan mengatakan bahwa di masa mendatang beliau akan memberitahu murid yang bersangkutan SECARA PRIBADI!
Di ceramah yang sama, beliau juga menggunakan murid-murid tersebut sebagai contoh untuk menjelaskan hal-hal dan konsep-konsep tertentu!
Marilah kita coba melihat persoalan ini dari sudut lain.
Menurutmu apa ada yang salah bila Guru Akarmu sendiri menunjukkan sebuah kesalahan di depan umum?
Mungkin kamu kira hal “menjelek-jelekkan” ini sebagai sarana untuk melukai si murid!
Namun Mahaguru berkali-kali bilang bahwa beliau tak peduli dengan CITRA dan tak terganggu oleh apapun yang orang lain coba lemparkan kepadanya!
Di dalam memberikan Petunjuk, bukankah si murid dan mereka yang hadir di sana bisa belajar apa yang salah dan tahu apa yang harus dibenahi supaya MENJADI LEBIH BAIK?
Jadinya memberi manfaat bagi lebih banyak insan dong?
Saat orang-orang memfitnahmu ataupun “meremehkanmu”, mereka sedang membantumu membersihkan karma burukmu!
Jadi kenapa kamu harus malu?
Murid-murid Mahaguru Lu, kamu seharusnya sangat bersyukur bahwa kamu memiliki seorang Yogi Sejati, seorang Buddha Hidup, sebagai Guru Akarmu.
Sama juga halnya kamu harus bersyukur saat berbagai kesalahanmu di beberkan di depan umum, yang berarti Guru Akarmu tahu dan memperhatikan Dirimu, Masa Depanmu dan Nasibmu!
Hahaha!
Banyak yang bilang kalau aku juga menjelek-jelekkan orang lain pula!
Jadi sebagai ganti dari menggunakan Kejadian dan Subjek Nyata, aku mengunggah tulisan-tulisan si murid dan membiarkanmu untuk menelaahnya sendiri!
Baca juga: Topik Diskusi – Susah Diselamatkan
Kerjaanku juga berkurang!
Dua tugas pertama benar-benar menambah beban kerjaan, tapi Tugas [3] terbilang mudah.
Jawaban untuk Tugas [3] adalah langsung ke titik permasalahan.
Langsung ke titik permasalahan itu mirip dengan Petunjuk dari Mahaguru!
Kamu ingin berhasil mencapai Guru Yoga, lihatlah ke dalam batinmu sendiri, bukan ke luar!
Kenapa Guru Akarmu sampai harus melakukan perubahan hanya demi mengakomodir “perasaanmu” ataupun sudut pandangmu?
Hahaha!
Para praktisi yang ingin menjadi yogi juga harus belajar dan mengembangkan Kegigihan!
Si murid yang menulis kepada Mahaguru, jelas sekali berpikir untuk orang lain, mengukur orang lain berdasarkan kriteria pandangannya sendiri.
Kalau di dalam konsep Zen, contoh subjek nyata adalah ilustrasi yang terbaik.
Punya seorang Guru Akar yang memberikan petunjuk atas masalahmu supaya kamu bisa berubah ke arah yang lebih baik. Supaya orang lain juga mendapatkan manfaat yang sama. Tentunya semua orang juga belajar di saat yang bersamaan pula!
Bagi Mahaguru ataupun Buddha manapun, tiada yang namanya perbedaan atau pemisahan, oleh karenanya semua murid maupun bukan murid adalah SATU ADANYA!
Saat kamu belum mendapatkan keberhasilan dalam Guru Yoga, BERPIKIRLAH dengan keras sebelum kamu bertindak dengan menuruti kata hatimu!
Kamu merugikan si murid yang bersangkutan dengan mengambil Kesempatannya untuk mengorbankan Ego dan Kebanggaan Dirinya!
Hahaha! Sebenarnya cukup menarik kalau kamu melihat masalah dari berbagai sudut.
Aku sendiri menyukai seorang Guru Akar yang memperhatikan dan mengetahui berbagai kesalahanku, kemudian menunjukkannya kepadaku, baik di depan umum ataupun secara pribadi!
Bagaimana dengan kamu?
Kamu juga harus belajar mengenai Merelakan!
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
Bahasa Indonesia,
citra,
ego,
guru akar,
kegigihan,
lotuschef,
menjelek-jelekkan,
merelakan,
peduli,
petunjuk,
welas asih
Wednesday, April 15, 2015
Pengembangan Pikiran – Pola Pikir Orang Awam
Ditulis oleh Lotuschef – 13 April 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Mind Development – Sentient Mindset
Baca juga: Tiga Ceramah yang diberikan oleh Bodhidharma:
[---莲花净译 yang terkasih, kenapa menyia-nyiakan waktumu untuk berputar-putar terus?
Guru bilang Tiada yang Baik maupun yang Tak Baik.
Terhadap seorang sadhaka yang serius, hal tersebut merupakan TIADA PIKIRAN!
Seperti yang dijelaskan oleh Guru, Pikiran tak diberikan kesempatan untuk memicu serangkaian pikiran, demikianlah baru bisa menghentikan aksi karma yang muncul dari serangkai pikiran tersebut.
Di sini aku menyarankan:
Jangan sampai terlalu melekat pada mendaki tingkatan dalam pelatihan diri. Saat Dharma menjadi persoalan utamanya, maka tak ada yang namanya tingkatan.
Sama halnya dengan Gelar, ia hanyalah klasifikasi duniawi – demi kemudahan saja.
Sungguh tak ada gunanya mengejar atau mengikuti siapapun yang dianggap telah berhasil melatih diri. Apa yang Guru ajarkan sudah lebih dari cukup bila kamu berlatih dengan tekun dan sungguh-sungguh.
Hahaha!
Menghormati Guru, Menghargai Dharma, dan Melatih diri dengan tekun!
Adalah yang dikatakan oleh Guru Rinpoche Padmasambhava.
Oleh karenanya yang namanya Pelatihan Diri adalah untuk Diri Sendiri, namun tanpa Bodhicitta, si pelatih tak akan mampu melepaskan diri dari Samsara.
Memberitahumu sebuah tip khusus: Semakin banyak kamu berbagi, semakin kamu memahami Dharma! ---]
~~~~~~~~~~~~~
Dari tulisan si murid, kita bisa melihat bahwa ia berputar-putar tiada henti MENCOBA dengan segala tenaga untuk Memaksakan pandangan-NYA!
Hahaha!
Inilah salah satu orang yang menyia-nyiakan kehidupannya kali ini untuk menjaga EGO – sebuah pengejaran yang sungguh tak penting!
Ia suka “memberitahu” orang-orang, juga mengenai apa yang Benar & Salah!
Ia memberitahuku kalau “Fashi, tak boleh menonton film atau TV”!
Juga yang mencoba mengerjaiku untuk menggunakan “kesaktianku” untuk mengenyahkan 2 hantu wanita dari sebuah unit apartemen yang ia sedang pasarkan!
Memintaku supaya duduk di belakangnya saat sesi sadhana untuk MELIHAT apakah ia sedang melakukan "入定" atau Meditasi atau Memasuki Samadhi dengan benar atau tidak!
Memberitahuku bahwa ia akan menginstruksikan para Dharmapala yang menjaga kediamannya untuk mempersilakanku masuk, untuk memeriksa apakah ia mampu “Memasuki Samadhi” dengan benar atau tidak! (Ia bilang kalau selalu bersadhana tiap pagi dan sekitar 7:30 pagi akan berada di sesi “Memasuki Samadhi”.)
Memberitahuku cara mendapatkan “kesaktian” dengan lebih cepat pula! – Seperti yang kutuliskan dalam artikel seperti “Cara cepat untuk menjadi sakti”…
Ia HARUS menonton Siaran Upacara secara Langsung (Live), bukan versi yang telah direkam!
Lalu?
Dari model berpikir seperti ini, menurutmu apakah pikirannya telah berkembang/maju dalam undakan pelatihan diri?
BETAPA TIDAKNYA!
Yang ada malah LEBIH terbebani dengan berbagai persoalan duniawi, mengikatkan diri lebih erat ke dalam lingkaran samsara!
Ia juga “menghilang” setelah opininya dipublikasikan di dalam blog ini. Akun Facebook-nya juga berganti dan dikunci olehnya.
~~~~~~~~~
Guru bilang Tiada yang Baik maupun yang Tak Baik.
Terhadap seorang sadhaka yang serius, hal tersebut merupakan TIADA PIKIRAN!
Seperti yang dijelaskan oleh Guru, Pikiran tak diberikan kesempatan untuk memicu serangkaian pikiran, demikianlah baru bisa menghentikan aksi karma yang muncul dari serangkai pikiran tersebut.
Di sini aku menyarankan:
Jangan sampai terlalu melekat pada mendaki tingkatan dalam pelatihan diri. Saat Dharma menjadi persoalan utamanya, maka tak ada yang namanya tingkatan.
Sama halnya dengan Gelar, ia hanyalah klasifikasi duniawi – demi kemudahan saja.
Sungguh tak ada gunanya mengejar atau mengikuti siapapun yang dianggap telah berhasil melatih diri. Apa yang Guru ajarkan sudah lebih dari cukup bila kamu berlatih dengan tekun dan sungguh-sungguh.
Hahaha!
Menghormati Guru, Menghargai Dharma, dan Melatih diri dengan tekun!
Adalah yang dikatakan oleh Guru Rinpoche Padmasambhava.
Oleh karenanya yang namanya Pelatihan Diri adalah untuk Diri Sendiri, namun tanpa Bodhicitta, si pelatih tak akan mampu melepaskan diri dari Samsara.
Memberitahumu sebuah tip khusus: Semakin banyak kamu berbagi, semakin kamu memahami Dharma! ---]
~~~~~~~~~~~~~
Dari tulisan si murid, kita bisa melihat bahwa ia berputar-putar tiada henti MENCOBA dengan segala tenaga untuk Memaksakan pandangan-NYA!
Hahaha!
Inilah salah satu orang yang menyia-nyiakan kehidupannya kali ini untuk menjaga EGO – sebuah pengejaran yang sungguh tak penting!
Ia suka “memberitahu” orang-orang, juga mengenai apa yang Benar & Salah!
Ia memberitahuku kalau “Fashi, tak boleh menonton film atau TV”!
Juga yang mencoba mengerjaiku untuk menggunakan “kesaktianku” untuk mengenyahkan 2 hantu wanita dari sebuah unit apartemen yang ia sedang pasarkan!
Memintaku supaya duduk di belakangnya saat sesi sadhana untuk MELIHAT apakah ia sedang melakukan "入定" atau Meditasi atau Memasuki Samadhi dengan benar atau tidak!
Memberitahuku bahwa ia akan menginstruksikan para Dharmapala yang menjaga kediamannya untuk mempersilakanku masuk, untuk memeriksa apakah ia mampu “Memasuki Samadhi” dengan benar atau tidak! (Ia bilang kalau selalu bersadhana tiap pagi dan sekitar 7:30 pagi akan berada di sesi “Memasuki Samadhi”.)
Memberitahuku cara mendapatkan “kesaktian” dengan lebih cepat pula! – Seperti yang kutuliskan dalam artikel seperti “Cara cepat untuk menjadi sakti”…
Ia HARUS menonton Siaran Upacara secara Langsung (Live), bukan versi yang telah direkam!
Lalu?
Dari model berpikir seperti ini, menurutmu apakah pikirannya telah berkembang/maju dalam undakan pelatihan diri?
BETAPA TIDAKNYA!
Yang ada malah LEBIH terbebani dengan berbagai persoalan duniawi, mengikatkan diri lebih erat ke dalam lingkaran samsara!
Ia juga “menghilang” setelah opininya dipublikasikan di dalam blog ini. Akun Facebook-nya juga berganti dan dikunci olehnya.
~~~~~~~~~
TUGAS – per 13 April 2015
Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Bagaimana kiranya kamu bisa membantu murid ini dengan Buddha Dharma?
Kirimkanlah komentar atau bantuanmu ke purekarmaservices@gmail.com.
Kamu boleh menggunakan referensi ceramah Patriak Zen Bodhidharma untuk tugas ini.
“Belajar” dan “Menggunakan” adalah kunci penting di dalam Buddha Dharma!
Batas akhir untuk tugas ini adalah 20 April 2015.
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Kirimkanlah komentar atau bantuanmu ke purekarmaservices@gmail.com.
Kamu boleh menggunakan referensi ceramah Patriak Zen Bodhidharma untuk tugas ini.
“Belajar” dan “Menggunakan” adalah kunci penting di dalam Buddha Dharma!
Batas akhir untuk tugas ini adalah 20 April 2015.
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
aplikasi,
Bahasa Indonesia,
bodhidharma,
buddha dharma,
ceramah,
ego,
lotuschef,
orang awam,
Pola Pikir,
tugas,
zen
Monday, April 13, 2015
Mind Development – Sentient Mindset
Terjemahan Indonesia: Pengembangan Pikiran – Pola Pikir Orang Awam
Also read: The three sermons by Bodhidharma:
And: Sentient Mindset
Extract:- 达磨大师 《悟性论》
Bodhidharma's Wake Up Sermon - 破相論 Breakthrough Sermon
达摩大师 《破相论》 白话译文对照 - 达摩大师血脉动论
Bodhidharma's Bloodstream Sermon
And: Sentient Mindset
[--- Dear 莲花净译, why waste time going in circles?
Guru said there is No Good and also No Bad.
To a serious cultivator, NO THOUGHTS!
As explained by Guru, Thoughts are not given opportunity to incite a chain of thoughts; this is to halt all karmic related actions arising from these chains of thoughts.
Do not get too fixated about climbing levels in cultivation;
there are no such levels where Dharma is concern.
Likewise Titles, are just Sentient classification for convenience only.
Hahaha!
Respect Guru; Treasure Dharma; Diligently Cultivate!
This is actually from Guru Rinpoche, Padmasambhava.
Cultivation is for Self, however, without Bodhicitta, one is unable to attain release from Samsara.
This is a special tip: The more you share; the more you understand Dharma! ---]
~~~~~~~~~~~~~
From the student's written statements, we can see that he is going around in circles TRYING very hard to Push Through HIS Views!
Hahaha!
This is yet another that wastes his limited Time in this life on frivolous pursuits of EGO maintenance!
He likes to "Tell" others, what is Right & Wrong too!
He told me that "Fashi, should not watch movies or TV" !
He is also that One that attempted to trick me into using my "powers" to eliminate 2 female ghosts from a flat that he is marketing!
Told me to sit behind him during cultivation to SEE whether he is doing "入定" or Meditation or Enter Samadhi, correctly or not!
Told me that he will instruct the Dharmapalas guarding his residence to let me in, to check whether he can do "Enter Samadhi" correctly or not! (He said he does cultivation every morning and around 7:30am. he will be at the "Enter Samadhi" stage.)
Told me how to get more "power" faster too! - Articles in this blog like "Speedy way to get power"....
He MUST watch Livecast in real time and not the recorded version!
Well?
From his mindset, has his mind developed or advanced in the Cultivation Ladder?
NO!
He is even MORE Burdened with Sentient Material & Matters, tying himself more firmly or tightly to the Sentient Realm and Samsaric Cycle!
He has also "disappeared" after his opinions are published in this blog and his Facebook account also changed and securely locked by him.
~~~~~~~~~~~~~
ASSIGNMENT 13 April 2015
Dear all,
How can you help this student with Buddha Dharma?
Please send your comments or Help to purekarmaservices@gmail.com
You can make referral to Zen Patriarch Bodhidharma's sharings for this assignment.
Learn and Use is the most important key for Buddha Dharma!
Closing date for submission of comment for assignment: 20 April 2015
Cheers all.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
application,
assignment,
bodhidharma,
buddha dharma,
ego,
English,
lotuschef,
Mindset,
mundane,
sentient mind,
sermon,
use,
zen
Subscribe to:
Posts (Atom)















