Showing posts with label Hevajra. Show all posts
Showing posts with label Hevajra. Show all posts

Friday, June 24, 2016

Biografi Mahasiddha Virupa



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 7 Juni 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 7-5-2016 Mahasiddha Virupa 畢哇巴





【道果本頌金剛句偈疏】作者是畢哇巴,原來本身的道果不是一篇文章,是一句一句的,九個字或七個字。其實不長,只是薄薄幾張紙,但每一句話的含義非常的多,所以才變成那一大本的道果。

Mahaguru Lu menceritakan sepotong bagian awal dari kisah kehidupan Virupa (Penulis Lamdre) di sesi tersebut.  Lamdre dalam naskah aslinya hanya terdiri dari 9 atau 7 kata saja, tidak berhalaman-halaman. Demikianlah Lamdre tidaklah panjang, hanya beberapa lembar tipis saja, NAMUN setiap kalimat yang tertulis mengandung arti yang mendalam, dari situlah buku mengenai Lamdre muncul.

~~~~~~~~~~~~~~

Di dalam artikel berikut ini berisi sebagian dari yang Mahaguru Lu telah bagikan.
Selamat membaca dan menikmati!
Dan perhatikanlah kunci-kunci penting yang dibagikan di dalamnya!

~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku melakukan beberapa riset dan menemukan kisah hidup Virupa yang menakjubkan. Diekstrak untuk dibagikan sebagai berikut:

Syukur dan terima kasih kepada Lama Choedak Yuthok yang telah membagikannya!

Mahasiddha Virupa & Arya Tara, karya Samudra Man Singh Shrestha

Biografi Mahasiddha Virupa

Oleh Lama Choedak Yuthok, Sakya Losal Choe Dzong, Canberra, Australia.


Ekstrak: Setelah menyelesaikan studinya di sana, ia pergi menuju Nalanda di mana Dharma telah berdiri dengan kokoh.
Di sana ia menerima pentahbisan sebagai Bhiksu dari kepala biara, Dharmamitra, yang juga dikenal sebagai Jayadeva, dari Universitas Nalanda.
Ia kemudian diberi nama Shri Dharmapala 护法.
Ia melanjutkan studinya di bawah bimbingan sang kepala biara yang sangat senang dengannya dan memberinya banyak ajaran privat mengenai sadhana-sadhana umum Vajrayana 金刚乘 dan khususnya Tantra Chakrasamvara 胜乐金刚.

Sang kepala biara meninggalkan berbagai instruksi di dalam surat wasiatnya bahwa Shri Dharmapala nantinya akan diangkat sebagai penggantinya, dan meminta kepada para petugas biara untuk memberikan respek yang setara dan menghormati penggantinya karena Dharmapala ditunjuk sebagai kepala biara Nalanda.
Ia mengawasi upacara pemakaman agung sang pendahulunya dan mengatur supaya seluruh jasad sang kepala biara ditransformasikan menjadi relik yang ia kemudian bagikan secara seksama kepada berbagai raja, donatur, dan bhiksu.

Dharmapala melatih Chakrasamvara dengan tekun setiap malam sesuai dengan instruksi rahasia yang diterimanya dari sang kepala biara.
Hari-harinya dibaktikannya untuk mengajar dan komposisi.
Meski ia juga mengajarkan baik naskah Theravada maupun Mahayana, ia membaktikan sebagian besar waktu dan energinya kepada sadhana esoterik Vajrayana. Ia terus melatih Chakrasamvara dengan sepenuh hati dari tahun ke tahun.

Namun, di umurnya yang ke-70, meski telah bertahun-tahun sangat setia bersadhana, Dharmapala masih belum mengalami tanda-tanda pencapaian spiritual.

Ia juga harus berjuang melawan penyakit-penyakit lamanya yang menjangkiti tubuh dan pikirannya.
Ia menjadi sedih dan takut oleh gangguan yang selalu dilancarkan oleh para Yaksha dan roh jahat.
Menambah keputusasaan dan frustrasinya, ia juga terus mendapatkan mimpi yang sangat menakutkan.
Di salah satu mimpinya, ia melihat api besar membakar di bagian bawah sebuah lembah, dan banjir muncul dari bagian atasnya.
Ia melihat badai salju, gletser, formasi tetesan es dan gunung es jatuh dari langit.
Ia melihat Guru, Yidam, dan para kalyanamitra-nya tergantung terbalik, atau dengan wajahnya terkoyak, hidungnya terpotong, matanya tercungkil keluar dan meneteskan darah.
Tak heran Dharmapala menginterpretasikan mimpi-mimpi tersebut sebagai pertanda buruk.
Ia menyimpulkan bahwa ia pasti kurang jodoh karma untuk mendapatkan realisasi melalui jalur Vajrayana di kehidupannya kali itu.
Akhirnya ia memutuskan untuk melepaskan sadhana Vajrayana-nya sepenuhnya.

Kemudian, pada hari ke-22 bulan imlek ke-4, malam harinya ia menghentikan sadhana Yidam Yoga-nya, dan melempar japamala-nya ke dalam jamban.
Mimpi-mimpi tersebut sebenarnya adalah indikasi bahwa Dharmapala hampir mencapai realisasi spiritual yang besar melalui sadhana Tantra-nya.
Namun ia tak punya cara untuk mengetahuinya di saat itu, sehingga salah kaprah membaca berbagai pertanda yang muncul.
Ia tak sadar bahwa ia telah menyempurnakan Jalur Akumulasi (Sambhara-marga), Jalur Persiapan (Prayoga-marga) dan hampir mencapai Jalur Melihat (Darsana-marga).

Di saat itu energi vital dan pikirannya telah melebur di dalam bija aksara Ksa dan Ma di bawah Chakra Pusar.
Hal ini menciptakan simbolisme yang tampak menyeramkan di dalam mimpi-mimpinya.
Ia gagal mengenali tanda-tanda yang sedang terjadi kepadanya karena kepala biaranya telah meninggal dunia sebelum sempat mentransmisikan instruksi inti secara lengkap.
Sebenarnya hal tersebut akan mampu menjelaskan perubahan drastis yang terjadi di dalam aliran energi halus di dalam tubuh psikisnya (batin) dan menjernihkan pengalaman mimpinya.

Shri Dharmapala mulai dari saat itu memutuskan untuk membaktikan seluruh waktunya untuk mengajar, menulis dan menyelesaikan tugas-tugas lainnya bagi komunitas Sangha; tak lagi menghabiskan berjam-jam waktunya dalam sehari untuk melatih meditasi Yidam Yoga.
Namun, di malam yang sama, ia bermimpi Dewi Nairatmya 无我母 (Nairātmyā atau Dagmema adalah seorang buddha wanita, pendamping Hevajra 喜金刚 di dalam tantra Hevajra. Namanya berarti “wanita tanpa ego”) muncul di hadapannya dalam wujud wanita cantik bertubuh biru mengenakan kain sutra surgawi, dan demikianlah beliau berkata:

“Oh putra yang mulia, sungguhlah tak baik kamu bertindak seperti ini, di mana kamu sudah hampir mencapai Siddhi. Meski semua Buddha memiliki welas asih yang tak membeda-bedakan, Aku-lah sang dewata yang punya jodoh karma yang paling erat denganmu dan aku akan memberkatimu supaya mendapatkan Siddhi dengan cepat. Pergilah dan ambillah kembali japamala-mu, cucilah dengan air wangi, bertobatlah atas segala kesalahanmu dan kembalilah bersadhana dengan baik.”

Beliau kemudian menghilang.

Dharmapala terbangun dari tidurnya dengan perasaan campur aduk antara menyesal dan bahagia.
Ia mengikuti instruksi tersebut, kembali bersadhana di pagi hari tersebut. Dan kemudian Mandala aspek Nirmanakaya Lima Belas Dewi Nairatmya muncul di hadapannya dan memberinya empat inisiasi dengan lengkap.
Demikianlah ia mencapai Jalur Melihat dari Bhumi Pertama.
Barulah sekarang ia menyadari arti sebenarnya dari mimpi-mimpinya.

Mimpi-mimpi kasar dan penampakan para Yaksa merupakan manifestasi interdependen dari pikiran dan energi vitalnya yang melebur ke dalam bija Ksa dan Ma di bawah Chakra Pusar.
Ini disebabkan oleh simpul-simpul nadi yang sedang melepaskan diri, yang menyebabkan Peleburan Pertama Elemen-elemen dan pertanda energi vital Candali mulai memanas.


{Tummo (Bhs. Tibet: gtum-mo, Bhs. Sansekerta: caṇḍālī) adalah salah satu bentuk pernafasan, yang bisa ditemukan di dalam ajaran Enam Yoga Naropa, Lamdre, Kalachakra dan Anuyoga dari Vajrayana Tibet.
Tummo berasal dari tradisi Vajrayana India, meliputi instruksi dari Mahasiddha Krishnacarya dan Tantra Hevajra.
Tujuan dari tummo adalah untuk mengendalikan proses di dalam tubuh ini saat berada di tahap penyelesaian “Tantra Yoga Tertinggi” (Tantra Anuttarayoga) atau Anuyoga.
}

Berbagai pengalaman di luar kebiasaan yang muncul di dalam pikiran konseptualnya adalah hasil dari proses adaptasi ulang antara nadi dan pikirannya.
Sebagai sebuah tanda peralihan Peleburan Elemen-elemen, api Candali membakar ke atas dan menyebabkan nektar Bodhicitta mengalir ke atas.
Manifestasi interdependen berbagai peristiwa internal seperti ini akan dialami secara konseptual oleh seorang Yogi sebagai api yang membakar dari bawah lembah dan banjir yang datang dari bagian atas lembah.
Sirkulasi yang kuat dari tetesan-tetesan halus di dalam nadi-nadi kecil juga tercerminkan di dalam mimpi dengan adanya badai salju, dan gunung-gunung es yang jatuh dari langit.

Peleburan yang Ke-3 dan Terakhir dari Elemen-elemen menampilkan wajah telanjang dari kebijaksanaan transendental yang mulus sempurna.

Efeknya adalah menghancurkan segala kemelekatan atas berbagai penampilan rupa fana.
这有融化所有对于一般显示相的执着功效。

Manifestasi interdependen ini tercerminkan di dalam mimpi-mimpinya dalam bentuk wajah-wajah Guru dan Yidamnya yang terkoyak.
Ia mulai menyadari bahwa semua pertanda tersebut merupakan pengalaman meditatif yang berhubungan dengan 3 peleburan elemen-elemen halus yang berurutan di dalam tubuhnya.

Dengan kemunculan dan bimbingan dari Vajranairatmya yang tepat waktu, Shri Dharmapala akhirnya mencapai penyadaran.
Mulai dari saat itu, setiap harinya ia mencapai Bhumi yang lebih tinggi, hingga pada pagi hari di hari ke-29 di bulan yang sama ia mencapai Bhumi ke-6.
Ia kini menjadi seorang Bodhisattva agung yang berdiam di dalam Bhumi ke-6.

Bukti penerimaan empat inisiasi lengkap mengkonfirmasi bahwa aliran abhiseka selalu mengalir tiada henti. 认证了传承加持并没有中断过
Pencapaian Bhumi ke-6 merupakan peneguhan bahwa silsilah pemberkatan tidaklah terputus.
Kegagalannya dalam mengenali berbagai tanda pencapaian sebelumnya dan kesalahannya dalam mengartikan tanda-tanda tersebut sebagai pertanda buruk menegaskan bahwa saat itu ia belum mendapatkan instruksi intisari tertentu.
Hal ini memampukannya untuk menyadari bahwa urutan instruksi yang diterimanya tidaklah salah.

Karena itu, pengabdian Dharmapala kepada ajaran terpulihkan dan menjadi berlipat ganda.
Ia menjadi yakin bahwa ia pasti akan mencapai realisasi Pencerahan Sempurna, seperti yang dicapai oleh Sang Buddha.
Dengan cara ini ia diberkati dengan Empat Silsilah yang Dibisikkan, yang kemudian dikenal sebagai “Instruksi dari Empat Silsilah yang Dibisikkan”.

~~~~~~~~~~~~~~~

Teman-temanku yang terkasih,
Kuharap kalian menyukai artikel di atas! :)

Aku juga telah menandai dan menerjemahkan beberapa kalimat di sana!

Apakah kamu menyadari bahwa kamu perlu:
  1. Mengikuti instruksi Guru Akarmu dengan ketat?
  2. Berlatih dengan tekun dan teratur, atau setiap hari?
  3. Bahkan dengan berkat dari dewata seperti Nairatmya 无我母, kamu masih harus berusaha sendiri?
  4. Merealisasikan Kebenaran – meneguhkan bahwa aliran abhiseka tak pernah berhenti 认证了传承加持并没有中断过.
  5. Memahami: Peleburan yang Ke-3 dan Terakhir dari Elemen-elemen menampilkan wajah telanjang dari kebijaksanaan transendental yang mulus sempurna.
    Efeknya adalah menghancurkan segala kemelekatan atas berbagai penampilan rupa fana.
    这有融化所有对于一般显示相的执着功效。

~~~~~~~~~~~

Ingatlah bahwa yang paling kamu butuhkan dari semuanya adalah Seorang Yogi Sejati sebagai seorang guru,
Ajaran dan bimbingannya, terutama Instruksi-instruksi Intisari,
Dan Iman yang Teguh digabung dengan Ketekunan dalam sadhana harian!

TENTU SAJA kamu harus ingat bahwa “Tak ada Jalan Pintas”!

Virupa saat itu berumur 70 tahun saat ia mencapai Siddhi! :)


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Tuesday, June 7, 2016

7-5-2016 Mahasiddha Virupa 畢哇巴


Terjemahan Indonesia: Biografi Mahasiddha Virupa

 

【道果本頌金剛句偈疏】作者是畢哇巴,原來本身的道果不是一篇文章,是一句一句的,九個字或七個字。其實不長,只是薄薄幾張紙,但每一句話的含義非常的多,所以才變成那一大本的道果。

GM Lu shared part of Virupa's (Author of Lamdre) early life in the above session. The original Lamdre is not pages of written articles but sentences with 9 or 7 words. Thus the Lamdre is not long and covered only a few thin sheets of paper, BUT each sentence contained various deep meaning, thus become a book on Lamdre.

~~~~~~~~~~~~~~

The following contained part of what GM Lu shared. 
Read and enjoy!
Also do pay attention to keys shared!

~~~~~~~~~~~~~~~~

I did some research and discovered the wondrous accounting of Virupa's life and extracted to share as follows:
 
Mahasiddha Virupa and Arya Tara by Samudra Man Singh Shrestha
 
Grateful thanks to Lama Choedak Yuthok for this sharing!

The Life of Mahasiddha Virupa

By Lama Choedak Yuthok, Sakya Losal Choe Dzong, Canberra, Australia.

Extract: Having concluded his studies there, he left for Nalanda where the Dharma was firmly established.
There he received Bhikhu ordination from the abbot Dharmamitra alsoknown as Jayadeva of Nalanda University.
He was give the name Shri Dharmapala 护法.
He continued his study under the tutorship of his abbot who was very pleased with him and gave him many private teachings on Vajrayana 金刚乘 practices in general and on Chakrasamvara 胜乐金刚 Tantra in particular.

The abbot left instructions in his will that Shri Dharmapala should beappointed his successor, and asked the monastic officials to show equal respect and honour to his successor as they had Dharmapala was accordingly appointed abbot of Nalanda.
He supervised his predecessor's grand funeral ceremony and arranged to havethe entire remains of the abbot transformed into relics which he carefully distributed amongst the various kings, patrons and monks.

Dharmapala practised Chakrasamvara diligently every night according to the secret instructions he had received from his abbot.
His days were devoted to teaching and composition.
Although he gave teachings on both Theravadin and Mahayana texts, he devoted most of his own time and energy to the esoteric practices of Vajrayana. He continued to practice Chakrasamvara wholeheartedly year after year.

However, at the age of seventy despite so many years of faithful practice, Dharmapala was yet to experience any signs of spiritual attainment.

He also had to contend with all his old diseases which plagued his body and his mind.
He was saddened and frightened by the constant harm caused by Yakshas and evil-spirits.
To add to his general state of discouragement and frustration, he had been having the most frightful nightmares.
In one of these dreams he saw huge a fire burning at the lower end of a vallery and a flood rising from the upper end.
He saw hail-storms, glaciers, icicles and icebergs failing from the sky.
He saw his Guru, Yidam and spiritual friends hanging upside down, or with their faces torn apart, noses cut-off, eyes gouged out and dripping with blood.
Not surprisingly, Dharmapala interpreted these dreams as bad omens.
He concluded that he must lack the karmic connection to attain realization through the path of Vajrayana in that lifetime.
He decided to give up his Vajrayana practices completely.

Accordingly, on the night of the 22nd day of the four lunar month he relinquished his practice of Deity Yoga, and threw his prayer beads into the latrine.
These dreams were actually indications that Dharmapala was about to achieve a major spiritual realization through his Tantric practices.
But he had no way of knowing this at the time, so he completely misread the signs.
He was unaware that he had already perfected the Path of Accumulation, the Path of Preparation and was about to attain the Path of Seeing.

At that time his vital energy and his mind had merged in the ksa and ma syllables
below the Navel Cakra.

This had caused the symbolism which appeared so terrifying in his dreams.
He failed to recognise the signs of what was happening to him because his abbot had died before imparting the complete pith instructions.
These would have explained the drastic changes occurring in the subtle energy flows within his psychic body and clarified the dream experience.
Shri Dharmapala decided that from then on he would devote his entire time to teaching, writing and other duties for the Sangha (monastic community) instead of spending many hours a day on Deity Yoga meditation practice.
However, on that very night he dreamed that the Goddess Nairatmya 无我母 (Nairātmyā or Dagmema is a female buddha, the consort of Hevajra 喜金刚in the Hevajra-tantra. The name means "ego-less woman") appeared before him in the form of a beautiful blue woman wearing heavenly silk garments, and spoke to him thus:

"O noble son, it is not good that you should behave in this manner when you are about to attain the Siddhi. Although all the Buddhas have non-discriminatory compassion, I am the deity with whom you have strong Karmic affinity and I shall bless you to quickly attain Siddhi. Go and retrieve your prayer beads, wash them with scented water, confess your misdeeds and resume your practice properly."

Then she disappeared.

Dharmapala awoke feeling a mixture of regret and joy.
He followed her instructions, resuming his practice early that morning. Subsequently the Mandala of the Nirmanakaya aspect of the Fifteen Goddess of Nairatmya appeared before him and gave him the four complete initiations.
He thereupon attained the Path of Seeing of the First Bhumi.
He now realised the true significance of his dreams.
The rough dreams and visions of Yaksas were the interdependent manifestations of his mind and vital energies merging into the ksa and ma syllables below the navel Cakra.
This was caused by the untying the vein knots which brought about the First Merging of Elements and signs of the vital energies of Candali heat.

<Tummo (Tibetan: gtum-mo; Sanskrit: caṇḍālī) is a form of breathing, found in the Six Yogas of Naropa, Lamdre, Kalachakra and Anuyoga teachings of Tibetan Vajrayana
Tummo originally derives from Indian Vajrayana tradition, including the instruction of the Mahasiddha Krishnacarya and the Hevajra Tantra
The purpose of tummo is to gain control over body processes during the completion stage of 'highest yoga tantra' (Anuttarayoga Tantra) or Anuyoga.>

The unconventional experiences which appeared to his conceptual mind resulted from the re-adaptation process between the veins and the mind.
As a sign of the intermediate Merging of Elements the Candali fire blazes upward and causes the Bodhicitta nectar to flow upward.
Such an interdependent manifestation of internal events would be experienced conceptually by the Yogi as a blazing fire from the bottom of the valley and a flood coming from the upper part of the valley.
The forceful circulation of subtle droplets in many minor veins was reflected in the dreams about hail-storms, and the icebergs falling from the sky.

The Third and Final Merging of the Elements revealed the bare face of flawless transcendental wisdom.

This has the effect of dissolving all attachment to ordinary appearances.

这有融化所有对于一般显示相的执着功效。

These interdependent manifestations were reflected in his dreams as the torn faces of his Guru and Yidams.
He came to realise that all those signs had been direct meditative experiences related to the three sequential mergings of the subtle elements within his body.

Through the timely appearance and guidance of Vajranairatmya, Shri Dharmapala had finally attained realization.
From then on, he reached a higher Bhumi each day until in the early morning of the 29th of the same month he attained the Sixth Bhumi.
He was now a great Bodhisattva dwelling on the Sixth Bhumi. 

His receipt of the four complete initiations confirmed that the continuous flow of the empowerment had not ceased. 认证了传承加持并没有中断过。
The attainment of the six Bhumis was confirmation that the lineage of the blessings was unbroken.
His failure to recognise previous signs of attainment and his misinterpretation of these signs as bad omens confirmed that he had not received certain pith instructions.
This enabled him to realise that the order of the instructions was not wrong

In consequence, Dharmapala's devotion to the teachings was restored and redoubled.
He became confident that he would definitely attain the realization of a Fully
Enlightened One, as did the Buddha.
In this way he was blessed with the Four Whispered Lineages, which came to be known as the 'Instruction of the Four Whispered Lineages'.

~~~~~~~~~~~~~~~

Dear all,
I hope you like the above sharing! :)

I have marked or translated some texts too!

Have you discovered that you need to:
  1. Follow your Root Guru's instructions strictly and closely?
  2. Practice with diligence and regularly or daily?
  3. Even with Blessing from the divine like Nairatmya 无我母, you need to put in your own efforts?
  4. Realised the Truth - confirmed that the continuous flow of the empowerment had not ceased. 认证了传承加持并没有中断过
  5. Comprehend : The Third and Final Merging of the Elements revealed the bare face of flawless transcendental wisdom.
    This has the effect of dissolving all attachment to ordinary appearances.
    这有融化所有对于一般显示相的执着功效。

~~~~~~~~~~~

Remember that what you need most of all is 
A True Yogi as a guru, 
His teachings and guidances, especially on Pith Instructions, 
and Steadfast Faith coupled with Diligence in daily cultivation!

AND, do remember, No Short Cut!

Virupa was 70 years old when he attained Siddhi! :)


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, April 18, 2015

Semuanya Setara



Dibagikan dan diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 6 April 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 一律平等 All Are Equal



Wejangan di atas adalah:
Saat aku mengatakan “Aliran Satya Buddha”, yang kumaksudkan adalah [Setiap insan adalah Satya Buddha] (Buddha yang sejati)!

Terlepas dari status, kekayaan, ketenaran, miskin, rendahan, cacat; Semuanya adalah Setara.

Sumber: 【蓮生活佛 盧勝彥法王(盧師尊) 妙語演繹】


這是表示唐三藏和孫悟空之間是二而不是一,唐三藏就象徵著行者,悟空就象徵著你心中的喜金剛
如果你跟祂講《吉祥喜金剛集輪甘露泉》,你跟祂相應了,我唸你的咒,「嗡。帝瓦。必主。瓦日拉。吽。吽。吽。發吒。梭哈。」

你中脈的喜金剛就是活的,馬上就相應你而出來解救你,我這樣講,你們就知道了,你是你,祂是祂,其實,你也就是祂,祂也就是你,不能用線路來講,像無線電一樣,「剛好忙」,「悟空剛好在打iphone」,「沒辦法接聽」,這就是二,悟空跟唐三藏是二,而不是一,我們行者象徵唐三藏,悟空就在你心中,隨時呼喚,隨時出來

Di kisah di atas, Mahaguru Lu mengumpamakan Bhiksu Tang San Zang sebagai sadhaka, dan Wu Kong (Kera Sakti) sebagai Shri Hevajra di dalam Nadi Tengahmu (Sushumna).

Bila kamu telah berhasil beryoga dengan Hevajra, saat menjapa mantra-Nya, Hevajra di dalam hatimu akan menjadi hidup dan segera menyatu denganmu. Ia akan keluar untuk menyelamatkanmu dari situasi yang berbahaya.

Kamu adalah Hevajra, dan Hevajra adalah kamu. Kamu dan Hevajra manunggal adanya!
Saat kamu mencoba memanggil (menelepon) Hevajra dan malah mendapatkan “sinyal sibuk” sehingga tak bisa terhubung, maka ini dinamakan Dua (bukan Manunggal)!


密教的修行,就是要這樣,你修喜金剛法,喜金剛就是你的幻身,你的第二個身,在你裡面,也就是你

Sama halnya dengan sadhaka tantra, saat kamu melatih sadhana Hevajra, Hevajra adalah tubuh ilusimu, tubuh keduamu. Ia ada di dalam tubuhmu dan merupakan dirimu juga.


密教的相應法,就是氣跟氣是一樣的,你所有的氣要全部集中在祂身上,
脈跟脈是相通的,明點跟明點也是相通的,
這就是合一,就是相應,當氣、脈、明點都相應,你就是本尊


Sadhana yoga tantra, adalah untuk melebur Qi (Prana) dengan Prana, mengkonsentrasikan semua Pranamu di dalam Tubuh-Nya.
Nadi dan nadi saling terhubung, begitu juga dengan Tetes Bindu saling terhubung,
Inilah Melebur menjadi Manunggal, yang juga dinamakan sebagai Yoga. Di saat Prana, Nadi, dan Tetes Bindu telah menyatu, maka kamu adalah Sang Yidam.



同一個咒語,修出幻身了,這時候才叫作二

Dengan Mantra yang sama, melatih hingga munculnya tubuh ilusi, maka inilah disebut sebagai Dua.

~~~~~~~~~~~~~

Potongan wejangan di atas dari Mahaguru Lu sungguh ajaran yang sangat berharga!

Semoga kamu bisa mendapatkan manfaat darinya!

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Monday, April 6, 2015

一律平等 All Are Equal


Terjemahan Indonesia: Semuanya Setara

Summary Translation by Lotuschef.



The caption above reads: 
When I said [True Buddha School], I mean that - [Everyone is True Buddha]!
Regardless of status of high, wealthy, famous, poor, low, handicap, All are Equal.


這是表示唐三藏和孫悟空之間是二而不是一,唐三藏就象徵著行者,悟空就象徵著你心中的喜金剛。
如果你跟祂講《吉祥喜金剛集輪甘露泉》,你跟祂相應了,我唸你的咒,「嗡。帝瓦。必主。瓦日拉。吽。吽。吽。發吒。梭哈。」

你中脈的喜金剛就是活的,馬上就相應你而出來解救你,我這樣講,你們就知道了,你是你,祂是祂,其實,你也就是祂,祂也就是你,不能用線路來講,像無線電一樣,「剛好忙」,「悟空剛好在打iphone」,「沒辦法接聽」,這就是二,悟空跟唐三藏是二,而不是一,我們行者象徵唐三藏,悟空就在你心中,隨時呼喚,隨時出來。

In the above, GM Lu likened Monk Tang San Zang to be the cultivator and his disciple, Wu Kong, (Monkey Deity), to the Hevajra in your Heart.

If you already yoga with Hevajra, when chanting his mantra, the Hevajra in  your heart will come alive and immediately merge with you and surface to save you or lift you out of a dangerous situation.

You are Hevajra and vice versa, You and Hevajra are One!
When you tried to call upon Hevajra and like the phone getting "busy signals" and can't connect or link up, then it is Two!


密教的修行,就是要這樣,你修喜金剛法,喜金剛就是你的幻身,你的第二個身,在你裡面,也就是你,

A Tantric cultivator is the same, when you cultivate Hevajra's practice, Hevajra is your illusionary body, your second body, inside you and is you,


密教的相應法,就是氣跟氣是一樣的,你所有的氣要全部集中在祂身上,
脈跟脈是相通的,明點跟明點也是相通的,
這就是合一,就是相應,當氣、脈、明點都相應,你就是本尊,

Tantra yoga practice, is to merge Qi with Qi, focusing all your Qi upon His Body, 
Pulse and Pulse Linked, Bindu drops also linked,
This is Merging as One, which is Yoga, when Qi, Pulse, Bindu drops merged, You are the Yidam,


同一個咒語,修出幻身了,這時候才叫作二。

The same Mantra, cultivate to appearance of illusionary body, this is then called Two.

~~~~~~~~~~~~~

The above are interesting snippets of GM Lu's invaluable sharing!

Hope you can benefit from them!


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Sunday, May 4, 2014

Lotuschef Bermain-main – Wajah-wajah


Ditulis oleh Lotuschef – 28 April 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Faces 脸孔



Berikut ini dicuplik dari upacara di Vajragarbha Taiwan, 26 April 2014 lalu.

2014年4月26日聖尊蓮生活佛盧勝彥主持「高王觀世音菩薩」護摩大法會+開示-台灣雷藏寺

04/26/2014 Nine Stages Dharma of the Great Perfection Dzogchen by Grand Master Lu-Taiwan Lei Tsang Temple


Amat-amati juga foto-foto candid dari orang-orang di sekitarmu. :)
Beberapa dari mereka akan menunjukkan Wajah ASLINYA kepadamu bila penglihatanmu cukup Tajam!
Ada orang yang mengatakan kalau di sekitar Guru bagaikan tempat berkumpulnya binatang, seperti kebun binatang kiranya.

Hahaha! Di sini mau menyampaikan apa?

Bahwa semua Pengaruh Karma Pribadimu itu terukir dengan jelas di wajahmu!

Di artikel-artikel yang kutulis baru-baru ini tentang “Pertemuan Menarik”, ada beberapa wajah yang aku sendiri tak ingin “melihatnya” meski hanya sebentar saja!

Tapi Guru bilang “lihatlah baik-baik”, jadi aku melaksanakan seperti yang beliau inginkan.

Lalu ada pula orang-orang yang “memaksa” menyodorkan foto-foto keluarga atau teman-teman mereka supaya “kulihat”!

Mohon maaf sekali bila kamu berpikir dengan memaksaku melihat foto-foto yang disodorkan di hadapanku adalah hal yang sia-sia! Mereka tak akan mendapatkan berkat dariku!

Yang ada malah mereka dengan karma buruk yang berat bisa kena efek negatifnya setelah dilihat!

Rasa Benci dari Keserakahan & Kebodohan dalam dirimu bisa muncul sendiri saat sesi Pembacaan Aura atau “Dilihat”!

Maksudnya: Saat para Dharmapala atau Dewata dipaksa untuk melihat orang-orang tertentu, orang-orang tersebut malah bisa dihukum lebih awal daripada dibiarkan berjalan secara alamiah!

Jangan paksa siapapun ke hadapan para Yogi Sejati karena kamu mungkin tak akan suka dengan hasilnya setelah itu!

Ingatkah yang tertulis di dalam Sutra Hevajra?
Ia yang mampu beryoga dengan Hevajra akan mampu menggunakan visualisasi untuk mengambil nyawa insan yang sangat jahat, dengan menggunakan Pisau Purbha.



Seingatku aku pernah menuliskan artikel tersebut di blog ini!
Kalau tak salah di seri Senjata Astral.

Ingatlah selalu bahwa Tubuh – Ucapan – dan Pikiranmu adalah petunjuk siapa dirimu sebenarnya! :)

Lebih baik jangan menjadi pusat perhatian kalau auramu tanpa kau sadari selalu menunjukkan dirimu sebenarnya!

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Disunting dari Jurnal Lotuschef

Related Posts:


Monday, April 28, 2014

Lotuschef at Play - Faces 脸孔



The followings are from 26-4-2014 Taiwan Temple event.

2014年4月26日聖尊蓮生活佛盧勝彥主持「高王觀世音菩薩」護摩大法會+開示-台灣雷藏寺

04/26/2014 Nine Stages Dharma of the Great Perfection Dzogchen by Grand Master Lu-Taiwan Lei Tsang Temple


Check out candid shots of people around you. :)

There are some that show you their TRUE Facade if you are Observant enough!

Someone remarked that there is a pool of animals beside and around SZ, like a wild-life zoo.


Hahaha! What's my point?

Your Personal Karmic Influences all written on your face!

In the recent articles on "Interesting Encounters", there are faces which I do not choose to look "Into" for mere seconds!

SZ said look closely, so I did so.

However, there are some that somehow "forced" themselves or photos of friends & relatives into my Vision!

Well? Sorry to burst your euphoric bubble in thinking that looking at any subject forced onto me, is truly pointless or your efforts are futile! They won't get blessing from me!

The Negative effect might also results from looking at those with heavy karmic negatives!

Greed & Ignorance in You can bring about some sort of Aversion from Sighting or Aura Reading!

That is to say: when Dharmapalas or Divinities were forced to see certain people, these people might be penalize earlier than if left to run their natural courses! 

Don't forced anyone into the vision of True Yogi, you might not like the results!

Remember in Hevajra's Sutra? 
The One that can yoga with Hevajra will be able to use visualization to end a real evil being's life; with a Purbha Dagger.


I shared SZ's article on this Hevajra's practice in this blog!
If I remember correctly, it is in Astral Weapons series.


Remember your Body Speech Mind are clues to who you really are! :)

Best stay out of limelight if your aura can betray you all the time!

Cheers all


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Edited from Notes of Lotuschef


Related Posts:


Wednesday, March 14, 2012

Astral Occurrences - Hevajra


Our dear Root Guru, Grandmaster Lu, is giving empowerment transfer for Hevajra again on 17-3-2012 at 3pm, at Caotun LZS.

Believe it or not, I have made a request to Guru for this empowerment transfer.

When I took refuge in 3 August 2008, Guru has scheduled Hevajra event on 31-8-2008 in Seattle.

The student that brought me to take refuge in True Buddha School and his friends from a local chapter had booked trips to Seattle for the event.

His friends told him not to help me as my "heavy karmic negatives" might cause them to missed the event they so long for.

He, YH, told them that at most he won't go. The rest of them can carry on without him.

He later explained to me that as he treasures Dharma & These type of empowerment transfers, giving up means he diverted whatever negatives if any from me away from him.

I was shocked by the selfishness of these students that are mostly more than 10 years old in True Buddha School.

When I got to know them, I discovered that they had really lousy auras and most of them are out of work or doing odd jobs and sponging on fellow students whenever out for meals or drinks.

Hahaha!

Back to Hevajra!

When Guru was giving the empowerment transfer in Seattle, I was chanting High King Avalokitesvara Sutra and lots of 100 syllable mantra.
In Samadhi, I was presented with a mid-night blue lighted lotus.

I was puzzled as to why when I already have a dazzling white light lotus for my trip back home to Pureland, I am given a spare one in mid-night blue light.

I wanted to give away one of them when I came upon someone who needs these lighted lotuses badly.

So I asked Guru, can I give away the mid-night blue one?

Reply was: No.

Then how about the white light one?

Again: No.

I said: If I cultivate diligently, I can get more, so give to the lady that needs it now.

Guru: Not like this.

I was shown that I can transform any amount I wanted as gifts to anyone I so wish to help.

The paper lotuses I folded, enlarged and many seated within happily.

They become lighted in yellow gold and form a golden yellow river moving upwards.

I just need to chant Rebirth mantra or Guru's mantra.

YH returned from Seattle and I asked him about the empowerment. He said this is not to be publicized and the book he bought on Hevajra also cannot let me have a peep.

Hahaha!

This book was distributed free during the Kalachakra event few months later in Singapore and I got a copy.

As YH said I am not suppose to read this book, I kept it for a later date.

I picked it up sometime last year and started to read.

:) Hevajra's Dharma throne is Black or dark blue to almost black!

I also learn that Hevajra derives from Vajrasattva!

So, Guru gave me Hevajra empowerment transfer Transcendentally/Astrally?

Hahaha!

On Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Edited 2 July 2016