Showing posts with label samsara. Show all posts
Showing posts with label samsara. Show all posts

Monday, September 14, 2015

Pusaka Warisan Buddha [3]



Ditulis oleh Lotuschef – 11 September 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 佛的遗物 A Buddha's Legacy [3]


 
Baca juga: Pusaka Warisan Buddha [1]


Baca juga: Pusaka Warisan Buddha [2]

Di artikel [1], aku berbagi ulasan seputar peninggalan Atisha. Dan seperti yang kita semua ketahui, Atisha adalah salah satu kehidupan masa lampau Mahaguru Lu.

Melalui berbagai kehidupan, Mahaguru Lu telah bereinkarnasi menjadi berbagai guru pula. Beliau menyusun dan mengajarkan Buddha Dharma yang otentik beserta dengan teknik-teknik pelatihannya.

Artikel [2] – Di kehidupannya yang kali ini, Mahaguru Lu telah menulis lebih dari 250 buku, dan berbagai ceramah yang telah disampaikannya juga telah didokumentasikan berulang-ulang. Semua memaparkan proses yang perlu dilalui oleh seorang praktisi dari awal hingga pencapaian Kebuddhaan.

Layaknya Buddha Shakyamuni, beliau menunjukkan kepada para insan cara mendobrak bebas dan meninggalkan siklus transmigrasi di 6 alam samsara ini!

Tak peduli di manapun dan kapanpun, reinkarnasi seorang Buddha hanya punya Satu Tujuan saja!
Untuk mengajar dan menolong para insan mendobrak bebas dan meninggalkan siklus transmigrasi di 6 alam samsara!


Bagaimana halnya dengan membeli barang-barang yang sebenarnya merupakan kado untuk Mahaguru Lu?
Cobalah renungkan!
Apakah Mahaguru Lu butuh uang?
Kalaupun iya, lalu untuk apa dan berapa jumlahnya?

Hahaha!
Mahaguru Lu selalu mengatakan berkali-kali bahwa beliau tak butuh uang banyak untuk digunakan saat di Seattle ataupun Taiwan.
Apakah kamu melewatkan informasi ini atau memang sengaja tak mau mendengarkan perkataan beliau?

Dan mengenai Kisah Tuntutan Hukum!
Mahaguru Lu berkali-kali menekankan bahwa beliau tak akan menuntut siapapun di kehidupan ini!
Kiranya mengapa para murid mengabaikannya dan terus bergerak menciptakan berbagai tindakan yang negatif?

Baru-baru ini Mahaguru Lu menjelaskan kenapa tak perlu mengindahkan serangan orang lain, bila kamu adalah seorang Buddha! :)

Di dalam ceramahnya yang terbaru, beliau sekali lagi menjelaskan perbuatan seseorang yang “dicatat” dan yang “tak dicatat”!

Hahaha!
Mau baik ataupun buruk, Karma selalu merupakan tanggung jawab masing-masing!

Aku punya pandangan tersendiri mengenai penjualan hadiah yang diberikan kepada Mahaguru Lu dan karya-karya lukisannya di waktu senggang.

Kenapa kamu ingin memiliki salah satu dari barang-barang tersebut?
Secara pribadi, pasti karena Serakah akan “Janji barang bertuah”-nya bagimu!

Kalau Tak Ada “Permintaan”, maka “Pasokan” juga tak akan ada/tak berguna!
Setujukah?

Namun masalahnya?
Murid-murid harus belajar menghormati Guru dengan sungguh-sungguh, dan jangan mempercayai mereka yang berkeliaran memperebutkan Uang untuk memuaskan nafsu sendiri!

Orang-orang yang membeli benda-benda tersebut dan mengembalikannya lagi kepada Mahaguru Lu, juga sama halnya membantu di arena “Permintaan”!

Sungguh!

Uangmu itu seharusnya disalurkan untuk kegiatan Amal atas nama Mahaguru Lu, dan akan jauh lebih berharga daripada memelihara keberadaan “Permintaan” untuk barang-barang pribadi Mahaguru Lu!
Sebenarnya aku mau menyampaikan apa?
Kamu ini menolong dan bersekongkol dengan orang-orang jahat yang merampok Mahaguru Lu secara paksa!

Kiranya apa yang menjadi Pusaka Warisan yang benar-benar kamu butuhkan dari Mahaguru Lu?
Sudah dianugerahkan kepadamu, tapi kamu terlalu buta untuk melihat dan mengamalkannya!



Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, September 11, 2015

佛的遗物 A Buddha's Legacy [3]


Terjemahan Indonesia: Pusaka Warisan Buddha [3]


In article [1], I shared some of Atisha's legacies.
Atisha as we all know, is one of GM Lu's past lives.

Through various lifetime, GM Lu has reincarnated into various gurus, compiling and sharing authentic Buddha Dharma and corresponding cultivation techniques.

Article [2] - In this lifetime, the 250+ books that GM Lu has written, and the speeches he has given, all documenting over & over again, what a person needs to do from start to finish in Cultivation to attain Buddhahood.

Like Sakyamuni Buddha, showing all a way to break free and leave endless transmigration within the 6 realms!

No matter where and when, a Buddha's reincarnation serves only One Purpose!
That is to teach and help all to break free and leave the endless transmigration cycle!


Now, buying stuff that are gifts to GM Lu?
Think!
Does GM Lu needs the $$$?
If so, then for what purpose and in what amount?

Hahaha!
GM Lu has shared many times that he don't need much money to spend whether in Seattle or Taiwan.
Did you missed all these information or just ignored what GM Lu said?

Now the Legal Suit Saga!
GM Lu has repeatedly stressed that he will not sue anyone in this lifetime!
Why did students ignored this and went ahead to create negatives?

Recently GM Lu again explained why there is no need to heed what others choose to hurl at you, when you are a Buddha! :)

In the latest speech, GM Lu again talked about One's deeds that are "recorded" and those that are not!

Hahaha! 
Good or bad, Karma is always One's own responsibility!

Now my view on the sale of gifts presented to GM Lu and his drawings & paintings from his leisurely pursuits.

Why do you want to possess any one of these items?
Greed of the "Promised blessing or enhancement" for you, personally! 

When the "Demand" is Null then the "Supply" is void or frivolous!
Do you agree?

The problem?
Students have to learn to respect Guru truly and not believe those that are out to grab $$$ to appease their own cravings and desires!

Those that buy the items and return them to GM Lu, also helps in the "Demand" arena! 

Yes! 

Your $$$ should be ploughed into Charitable channels in GM Lu's name, and this will be more worthy than sustaining a "Demand" for GM Lu's personal items!
My point?
You are aiding and abetting the crooks in forcefully robbing GM Lu!

The most important Legacy you truly need from GM Lu?
Already given to you but you are too blind to see and use it!


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, December 19, 2014

Apakah Para Hantu Bereinkarnasi?


Dikutip dari dari artikel Mahaguru Lu: 蓮生活佛 盧勝彥文集第242冊「怪談一篇篇」
Living Buddha Lian Sheng, Lu Sheng Yan, Literary Collection No. 242 [Unusual Dialogue Pages by Pages].
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 10 Oktober 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 鬼有無輪迴? Does Ghost Have Samsara?


[--- Catatan Lotuschef: Artikel ini sebagian besar berisi percapakan Zen. Kucoba sebaik mungkin menerjemahkannya secara komprehensif. :)
Atau, kamu bisa menerjemahkannya sendiri. Salam!
---]


文/聖尊蓮生活佛盧勝彥
Karya tulis Yang Mulia Buddha Hidup Lian Sheng, Lu Sheng Yan.


我剛接觸「靈界」時,便知道這世間「有鬼」。
Saat aku mengenal [Alam Spiritual], aku jadi tahu bahwa di dalam dunia ini [ada Hantu].

但,修了密教之後,又得知,人死時,中陰身逸出。
Namun, setelah melatih Tantrayana, aku juga jadi tahu bahwa saat seseorang meninggal, tubuh Bardo-nya akan “keluar” dari cangkang fisik ini.

中陰身即靈魂,也就是鬼物。
Tubuh Bardo adalah Roh Spiritual, juga dinamakan sebagai Hantu.

從死亡開始,中陰身逸出,經過四十九天,便要進入六道輪迴。
Mulai dari saat Kematian, Tubuh Bardo akan keluar, kemudian melalui 49 Hari, dan akhirnya masuk ke dalam 6 Alam Samsara.

所以,在這當中,便產生了疑問:
Oleh karenanya di sini jadi muncul pertanyaan:

一、中陰身(鬼),經一段時目,就輪迴去了。
1. Tubuh Bardo/Hantu, akan melewati sebuah periode tertentu, kemudian bereinkarnasi.

二、中陰身(鬼),自古至今,仍然存在的甚多,為何不受輪迴?
2. Tubuh Bardo/Hantu, sejak jaman dahulu kala sampai sekarang ternyata masih banyak, kenapa tak berinkarnasi?

這問題在我腦海中徘徊不去。
Hal-hal tersebut selalu membuatku bertanya-tanya.


有一晚,做了一個夢:
Suatu malam, aku mendapatkan sebuah mimpi:

夢到一座高山,山環水抱,清幽異常,奇花異中,非常美麗,我沿著山路水旁,欣賞風光,心神舒暢。
Di dalam mimpi tersebut, nampak sebuah gunung tinggi menjulang, dengan air yang mengitarinya, luar biasa tenteram, bunga-bunga unik ada di mana-mana, sungguh asri; aku berjalan mengitari gunung di sisi air yang mengalir sambil menikmati pemandangan; aku merasa bahagia dan nyaman.

半山有一茅蓬,有一個老翁在其內,老翁相貌清奇、慈眉善目,如一道德修士。
Di tengah-tengah perjalanan ke atas gunung ternyata ada sebuah gubuk jerami, dan ada seorang yang sudah tua tinggal di sana. Ia punya raut wajah yang bersih, alis yang welas asih dan mata yang baik, seperti seorang yang melatih moralitas.

我們拱手為禮。
Kami saling beranjali dan memberikan hormat.

老翁說: Orang tua tersebut berkata:

「我是太白金星,在此等盧師尊久矣!」
Aku adalah Tai Bai Jin Xing (Sang Bintang Putih Keemasan yang Agung), sedang menunggu Mahaguru Lu!


我非常訝異: Aku sangat terkejut:
「為何等我?」 Kenapa menungguku?

老翁說: Si orang tua berkata:
「你心有疑,特為你釋疑而來!」 Di dalam hatimu ada keraguan, jadi aku khusus datang untuk menjelaskannya kepadamu!

我問: Aku bertanya:
「是鬼趣事?」 Apakah mengenai persoalan yang berhubungan dengan Hantu?

老翁答: Si orang tua menimpali:
「有輪迴,有不輪迴。」Bereinkarnasi, tidak bereinkarnasi.

我問: Aku bertanya:
「為何輪迴?」 Kenapa bereinkarnasi?

老翁答: Orang tua:
「有福報,輪迴;有罪業,輪迴;有恩有怨,亦是輪迴。」
Karena punya pahala keberuntungan, maka bereinkarnasi; punya berbagai dosa, maka bereinkarnasi; punya kebajikan punya kebencian, juga bereinkarnasi.

我問: Aku bertanya:
「如何是不輪迴?」 Lalu bagaimana dengan yang tak bereinkarnasi?

老翁答: Si orang tua menjawab:
「已修成四聖,佛菩薩、聖賢不輪迴。
Mereka yang telah mencapai 4 tingkat kesucian, tingkatan Buddha Bodhisattva, para suciwan, mereka semua tak bereinkarnasi.

進入無間地獄者,也不輪迴。
Mereka yang masuk ke dalam Neraka Abadi, juga tak bereinkarnasi.

有些人,無罪業,也無褔報,死後就任其遊行,不用輪迴。
Beberapa yang tak punya dosa maupun pahala, diperbolehkan bepergian, tak perlu bereinkarnasi.

還有,壽命未盡,自殺死亡,有餘氣者存,無餘氣者滅,無可輪迴。」
Dan lagi, yang umurnya belum habis tapi melakukan bunuh diri, kalau masih ada sisa Qi akan tetap tinggal, yang tak ada sisa Qi akan melebur, tak bisa bereinkarnasi.

老翁又說: Si orang tua juga berkata:
「又有忠義之氣者,寄魂於山水樹岩等,能附人感應,亦不輪迴。
Mereka yang punya Qi kesetiaan dan budi baik, akan hidup “secara parasit” di gunung, air, pohon, bebatuan, dll. juga bisa menempel pada indera manusia; mereka semua tak bereinkarnasi.

更有受冤屈者,借形變現,報復陽世人,亦不輪迴。」
Mereka yang dirugikan, akan meminjam wujud untuk bisa tampil dan membalaskan dendamnya kepada mereka yang masih hidup; mereka ini juga tak bereinkarnasi.

老翁最後說: Dan terakhir, si orang tua mengatakan:
「有神靈下降,助人輔佐;有魔怪群生,殺劫惑人,這都是有的。」
Ada juga para dewata yang turun untuk membantu orang-orang; namun juga ada kelompok-kelompok iblis yang lahir untuk membingungkan dan mendorong orang-orang untuk membunuh, semua ini ada.

我聽了,疑問頓釋。Setelah mendengar hal ini, keraguanku sirna.

我說: Aku bilang:
「聽了大白金星一席話,乃鑿然成理。」
Setelah mendengarkan kata-kata Tai Bai Jin Xing, semua keraguanku sirna dan terjelaskan dengan baik.

又: Juga:
我這個人,喜歡鬼,也常常以甘露供養鬼神眾。
Orang seperti aku ini, menyukai Hantu, juga sering mempersembahkan Amrita kepada para hantu dan dewa.

唸咒召請: Menjapa mantra pengundangannya:
大鵬金翅鳥。Garuda.
曠野鬼神眾。Para hantu dan dewa di padang belantara.
羅剎。Raksasa.
鬼子母。Hariti.
我一一施予甘露供養。Dengan ini satu per satu aku mempersembahkan Amrita kepada kalian semua.
(咒:嗡。穆帝利。梭哈。)
Mantra: Om. Mu di li. svaha.


我有一個發現: Aku menemukan sesuatu hal:

在台灣,鬼及異形受我供養者,少些。
Di Taiwan, para hantu dan berbagai wujud aneh yang menerima persembahanku jumlahnya lebih sedikit.

在美國,鬼及異形受我供養者,多些。
Sedangkan di Amerika, para hantu dan berbagai wujud aneh yang menerima persembahanku jumlahnya lebih banyak.

差別相當大。
Ada perbedaan yang besar.

為什麼?我知道如下:
Kenapa? Karena aku tahu hal berikut:

台灣供鬼神者眾。Di Taiwan ada lebih banyak orang yang memberikan persembahan kepada hantu dan dewa.
西方供鬼神者稀。Di negara-negara barat, adalah hal yang langka untuk memberikan persembahan kepada para hantu dan dewa.

---

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Wednesday, December 10, 2014

Milarepa & Marpa


Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 21 November 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 密勒日巴与马尔巴 Milarepa & Marpa


Mengutip dari: Karma Kagyu > Lineage History > Milarepa

Jetsun Milarepa

Ekstrak:

Milarepa menimpali: “Terima kasih atas berkat dari para Buddha, Bodhisattva, Lama Guru-ku dan istrinya, sehingga aku bisa mendapatkan secercah pengalaman, secercah realisasi.
Dengan tubuh yang telah matang seutuhnya ini, rupa fisikku ini, memang memungkinkan untuk mencapai Kebuddhaan.
Tubuh ini adalah perahu yang akan menyeberangkanku melewati Samsara menuju Kebuddhaan.
Namun, juga memungkinkan di mana aku bisa menggunakan tubuh ini untuk menumpuk karma buruk, dan nantinya terlahir kembali ke neraka.
Di sini ada sebuah pilihan.
Aku bisa mengarahkan pikiranku ke aktivitas yang positif dan mencapai Kebuddhaan dalam satu kehidupan, atau aku bisa mengarahkannya ke aktivitas yang negatif dan menuju ke neraka.

Supaya mampu menyeberangi samudra samsara yang menakutkan ini, perlindungan satu-satunya adalah Buddha, Dharma, dan Sangha.
Aku berlindung (bersarana) kepada mereka.
Di antara ketiga aspek tersebut, yang terutama adalah Lama Guru.
Perlindungan akan datang lewat samaya dan iman kepada Lama Guru.

Juga ada empat pikiran yang membuka benak:
Kelahiran sebagai manusia yang sungguh berharga,
Ketidakkekalan,
Sebab dan akibat dari karma,
Dan tiada yang sempurna di samsara ini.

Merenungkan hal tersebut maka pikiran kita akan berpaling dari samsara.

Lalu kita membangkitkan bodhicitta, pikiran yang diarahkan kepada pencerahan, melatihnya dan melimpahkan semua pahala kemuliaannya demi memberi manfaat bagi semua insan.


Dengan cara ini, kita memasuki jalan Mahayana.”

(Milarepa masih menyambung pembicaraannya, tapi di atas adalah ringkasan pendek dari yang dibahasnya.)


Marpa Chokyi Lodro

Di dalam tradisi Tibet, setelah seseorang menerima pengenalan sifat sejati pikiran, atau beberapa instruksi dari seorang Lama Guru dan melatihnya, ia mempersembahkan pengalaman realisasinya kepada Sang Lama.

Apapun yang terjadi di dalam pelatihannya, sebagaimana adanya, tidak dilebih-lebihkan atau ada yang terlupakan, ia akan menceritakannya kepada Sang Lama, bukan kepada orang lain.

Marpa sangat bersukacita akan cerita Milarepa berikut:
“Ini sungguh mulia. Kamu adalah seorang murid yang tangguh dan punya hubungan karma. Dan di masa mendatang,”

Marpa mengatakan, “Aku akan memberikan semua instruksi oral secara progresif, dan kamu harus mengabdikan seluruh jiwamu ke dalam sadhana-sadhana tersebut.”

Setelah merayakan keluarnya Milarepa dari tempat retret, Marpa memberinya lebih banyak instruksi secara privat untuk praktik meditasi selanjutnya.

Namun, belum lama setelah retret selanjutnya, seorang dakini berkulit biru dengan rambut, alis, dan bulu mata berwarna keemasan muncul di dalam mimpi Milarepa.

Ia mengatakan kepadanya, “Sungguh bagus kamu melatih Enam Yoga Naropa.
Tapi, ada satu ajaran yang belum didapatkan.
Ia dinamakan ‘Pencapaian Pencerahan Seketika.’

Ia semacam sadhana phowa yang memampukanmu untuk mengirimkan kesadaranmu ke tubuh lain setelah kamu meninggal dunia. Kamu harus meminta ajaran ini.”

Setelah memberikan saran tersebut, sang dakini menghilang.
Milarepa mendobrak dinding guanya dan pergi menemui Marpa. Marpa juga kaget saat melihatnya. “Loh, aku baru saja menyuruhmu memasuki retret, apa yang kamu lakukan di sini? Kenapa keluar secepat itu? Bukankah ini rintangan dalam sadhanamu?”

Milarepa menjelaskan kepadanya kalau seorang dakini menampakkan diri kepadanya dan memberitahunya bahwa sadhana phowa tersebut belum diterima dan ia diminta untuk memohon ajaran tersebut.

Penampakan tersebut nyata atau tidak? Apakah merupakan rintangan atau bukan? Beritahulah aku,” ia bertanya.

Marpa menimpalinya, “Ini adalah nubuat sejati dari seorang dakini. Saat aku sedang bersama Naropa, beliau memang menceritakan sadhana phowa sejenis itu, tapi aku tak ingat apakah aku sudah menerima ajaran itu atau belum.

Jadi mereka berdua mengeluarkan semua naskah yang telah Marpa bawa kembali dari India, dan menghabiskan berhari-hari mencari ajaran tersebut, tapi tetap tak bisa menemukannya.
Jadi Marpa kembali melakukan perjalanan yang berat ke India untuk bertemu dengan Naropa.


Marpa tak menemukannya di tempat biasanya ia berada, berhubung Naropa telah menjadi siddha dengan realisasi dan ia berpergian dengan leluasa. Namun ia berhasil menemukannya setelah mencari-carinya sekian lama, dan bersama dengan Naropa mereka pergi menuju Pullahari, di Utara Bodh Gaya, di mana Naropa punya lokasi untuk melakukan retret.

Di sanalah Marpa memohon Naropa untuk instruksi phowa.

Naropa bertanya: “Ini datang dari kamu sendiri? Apakah kamu ingin menerimanya, atau ini petunjuk dari seorang yidam yang memberitahumu untuk memohon?

Dan Marpa mengatakan, “Bukan, ini bukan dariku. Aku tak menerimanya dari seorang yidam. Ini muridku Si Berita Baik.”

Naropa kemudian menangkupkan kedua telapan tangannya, dan membungkuk memberi hormat dengan menghadap arah Tibet, ia menjapakan empat baris sajak yang terkenal berikut:

“Di Utara di mana kabut kegelapan sangat tebal, bagaikan matahari yang cahayanya berkilau-kilau di atas salju, ada seseorang yang dinamakan Berita Baik; dan kepadanyalah aku membungkuk memberi hormatku.”

Dan dikatakan bahwa di Pullahari, semua pohon di sekitar area gubuk retret Naropa juga masih membungkuk ke arah Tibet.

Naropa menganugerahi Marpa dengan banyak ajaran lainnya, termasuk Silsilah Yang Dibisikkan oleh Para Dakini.

Ia meramalkan bahwa di masa mendatang, silsilah dharma Marpa akan menjadi penguasa dari sadhana ini, dan para keturunan dharma-nya akan meneruskan silsilahnya dan melatihnya dengan baik.

Setelah Naropa selesai menganugerahi semua ajaran tersebut, Marpa keluar dari gubuk retret tersebut, dan ia kembali membungkuk memberi hormat kepada Naropa. (Itu adalah kali terakhir ia berjumpa dengan Naropa.)
Saat Marpa sedang membungkuk memberi hormat, ia meninggalkan jejak kaki di atas batu yang hingga sekarang masih terlihat.

~~~~~~~~~~~~

Dalam kutipan di atas, kamu bisa menemukan banyak konsep atau kunci yang sudah sering diajarkan oleh Mahaguru Lu.

Hahaha!

Anggap saja sebagai sebuah tugas, dan kamu bisa kirimkan email kepadaku berisikan kunci-kunci utama yang kamu temukan, dan akan lebih baik lagi bila kamu menambahkan penjelasan untuk menunjukkan pemahamanmu akan kiat-kiat tersebut!

Aku bantu kamu dengan menggaris bawahi beberapa bagian di atas.



Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:



Wednesday, December 3, 2014

Membaca Sajak-sajak Milarepa


Dikutip dari dari artikel Mahaguru Lu: 師尊文集 > 172_隨風的腳步走 > 讀密勒日巴之偈
Kumpulan Karya Tulis Lu Sheng Yan No.172 {Mengikuti Jejak Angin}
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 21 November 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 讀密勒日巴之偈 Reading Milarepa's Verses



Di atas adalah sebuah lukisan yang menggambarkan Milarepa.
Di web hanya bisa menemukan gambar itu, yang paling mirip dengan yang pernah kulihat.
Aku pernah melihat Milarepa duduk di atas sebuah batu, di hamparan padang rumput.
Angin meniup ujung kain jubahnya sehingga terlihat “mengambang”! :)
Kamu punya thangka seperti itu untuk dibagikan?


讀密勒日巴之偈
蓮生活佛/文

  偶讀「密勒日巴」的四句偈,令我心中戚戚然。其四偈如下:

  當我觀察此身時,覺彼無常似朝露,不久當老幻死滅。
Saat aku mencermati tubuh ini, aku merasa ia tak kekal bagaikan embun di pagi hari, selang beberapa saat akan menua, mati, dan hancur.

  我觀伴侶親眷時,悟彼實如眾商客,不久離去難常聚。
Saat aku mengamati pasangan dan sanak saudara, menjadi sadar bahwa perjumpaan ini bagaikan para pedagang yang saling bertemu, selang beberapa saat akan berpisah dan sulit untuk sering bertemu.

  我觀血汗財寶時,恰似勤蜂所聚蜜,為他人忙終成空。
Saat aku melihat harta yang dikumpulkan dengan keringat, bagaikan lebah yang bekerja keras mengumpulkan madu, menyibukkan diri sendiri demi orang-orang lain dan pada akhirnya juga menghilang.

  我觀事業家園時,悟彼實如大牢獄,惡業罪行之淵藪。
Saat aku melihat rumah dan pekerjaan/karir dalam hidup ini, aku menyadari bahwa hal itu bagaikan penjara yang besar, sarang berkumpulnya berbagai kejahatan.

  我讀此四偈,汗涔涔下。
Aku membaca empat baris sajak di atas, keringatku bercucuran kemana-mana.

  看世間行者,「密勒日巴」如此說:
Melihat para sadhaka duniawi, Milarepa mengatakan hal berikut:

  貪慾深入心,兢兢患得失,為文字所縛,心無決定見,升斗必計較,以養愛慾女,散亂並逸樂,役身心如奴,身披懶惰枷,繫輪迴巨錨,口云依佛法,實做諸罪行,矯揉順世情,己鼻被人牽,如斯學佛者,時在苦惱中。
Keserakahan yang merasuk hingga ke dalam hati, selalu ketakutan (paranoid) akan untung dan rugi, terpaku oleh berbagai macam tulisan, hati tak bisa tegas, untuk hal-hal untung-rugi yang kecil juga sangat perhitungan, dengan cinta yang memelihara menjadi mendamba wanita, kacau dan menjadi jauh dari sukacita, tubuh dan pikiran dijadikan budak, badan juga bermalas-malasan, mencoba untuk mencapai target utama dari Transmigrasi, mulut mengaku mematuhi ajaran Buddha Dharma, namun malah berbuat banyak dosa, mengikuti sentimen dunia, hidung sendiri dicucuk (disetir) oleh orang-orang lain, kalau mau belajar Buddha Dharma dengan cara seperti ini, pastinya pikirannya akan mendapat banyak gangguan.

  警惕啊!警惕!
Waspadalah Ah! Waspadalah!

  讀「密勒日巴之偈」,深印我心,我也是常常如此觀察的,尤其第二偈,我深深的體會。

  我依止山林時,我觀察親眷,知道難常相聚了,又很多很多的親朋好友,難常相聚了,又佷多很多的聖弟子,難常相聚了,我那一點情,歸何處?

  第一偈,更不用說,一息不來,就是一坯黃土。

  嗟嘆的寫下一詩:

  如何敢說不滿足

  慶幸自己尚能知行止

  只剩那一點情

  不容我死

  看破大牢獄

  看破之時

  才能親證那真如

  活的時候不會永遠的迷糊

  感恩聖者的指引

  提供陽光與空氣

  忍辱之人終於達到淨土

~~~~~~~~~~~~

Jetsun Milarepa


Dikutip dari situs Karma Triyana Dharmachakra, The North American Seat of His Holiness the Gyalwa Karmapa ~ Jetsun Milarepa.


Ekstrak:

[--- Bagaimana caranya kita sampai kebingungan dan terperdaya samsara sehingga terus menerus terjerat di dalamnya? Melekat kepada samsara ternyata yang memperdaya kita sendiri.

Justru bukan karena penampakan enam alam samsara atau dunia di luar lingkungan kita yang menyebabkan kita terjerat dan kebingungan: ternyata kemelekatan kita terhadap hal-hal itulah yang mengikat kita.

Demikianlah Tilopa memberitahu Naropa: “Anakku, kita ini tak terbelenggu oleh berbagai macam penampilan; kita justru terbelenggu oleh kemelekatan kita terhadap mereka.”

Bila kita tak menganalisa samsara, hanya dengan mengandalkan kecerdasan kita untuk melihat apapun sebagaimana adanya, kita bisa berdiam di dalam semacam kebahagiaan atau sukacita. Namun hal ini tentunya mengindikasikan kalau kita belum melihat langsung ke dalam samsara dan menganalisanya secara lebih teliti.
Harus menggunakan kecerdasan untuk mengamati berbagai macam rupa (wujud) yang merupakan penampilan para insan: besar, kecil, dan seterusnya, dan berbagai macam rupa yang kita lihat di lingkungan sekitar.
Kita bisa menganalisa itu semua untuk menemukan penyebab dan kondisi kemunculan mereka. Untuk melihat keberadaan para insan, kita bisa melihat pikiran dan tubuh kita sendiri dan bagaimana kedua aspek tersebut menciptakan karma.
Kalau kita mengusutnya lewat cara ini, kita akan mulai paham bagaimana alam keberadaan kita ini muncul, dan kita juga akan melihat bahwa sifat alamiah dari samsara adalah penderitaan.
Secara tradisional, penderitaan dibagi menjadi tiga macam: penderitaan yang meliputi semuanya, penderitaan karena perubahan, dan derita dari penderitaan. ---]


Ekstrak:

[--- Milarepa menimpali: “Terima kasih atas berkat dari para Buddha, Bodhisattva, Lama Guru-ku dan istrinya, sehingga aku bisa mendapatkan secercah pengalaman, secercah realisasi.

Dengan tubuh yang telah matang seutuhnya ini, rupa fisikku ini, memang memungkinkan untuk mencapai Kebuddhaan.

Tubuh ini adalah perahu yang akan menyeberangkanku melewati Samsara menuju Kebuddhaan.

Namun, juga memungkinkan di mana aku bisa menggunakan tubuh ini untuk menumpuk karma buruk, dan nantinya terlahir kembali ke neraka.


Di sini ada sebuah pilihan.

Aku bisa mengarahkan pikiranku ke aktivitas yang positif dan mencapai Kebuddhaan dalam satu kehidupan, atau aku bisa mengarahkannya ke aktivitas yang negatif dan menuju ke neraka. ---]

~~~~~~~~~~~~

Hahaha! Aku khan selalu mengatakan tentang [Pilihan]!

Gunakan Sisa Hidupmu yang Terbatas di kehidupan kali ini dalam Cangkang Manusia dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat, bukannya sembrono asal-asalan!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Friday, November 21, 2014

密勒日巴与马尔巴 Milarepa & Marpa

Terjemahan Indonesia: Milarepa & Marpa
Quoted from: Karma Kagyu > Lineage History > Milarepa

Jetsun Milarepa

Extract:

Milarepa responded: "Thanks to the blessings of the Buddhas, the Bodhisattvas, my lama and his wife, I was able to attain a little bit of experience, a little bit of realization.
In this completely matured body, this physical form of mine, it is possible to reach Buddhahood. 
This body is a boat that will take me across samsara to Buddhahood. 
However, it's also possible that I can use this very body to accumulate negative karma, and this will lead to rebirth in the hell realms. 
There is a choice. 
I can turn my mind towards positive activity and achieve Buddhahood in one lifetime or I can turn my mind toward negative activity and go to the hell realm.

In order to cross over this fearsome ocean of samsara, the only protection is the Buddha, the Dharma and the Sangha. 
I go to them for refuge. 
Amongst these three, the most important is the lama. 
It is through faith and samaya with the lama that protection comes.

There are also the four thoughts that turn the mind: 
the precious human rebirth, 
impermanence, 
karmic cause and effect, 
and the imperfections of samsara. 

Meditating upon these turns one's mind away from samsara. 

Then one generates bodhicitta, the mind of awakening, practices and dedicates any virtue for the benefit of all sentient beings. 

In this way, one enters the Mahayana path." 

(Milarepa spoke further, but this is a brief summary of what he said.)


Marpa Chokyi Lodro

Within the Tibetan tradition, 
after one receives an introduction to the nature of the mind or some instruction from a lama and practices it, 
one offers to the lama one's experience of realization. 

Whatever happened during the practice, exactly as it happened, without exaggerating or without forgetting anything, one relates only to the lama, not anyone else. 

Marpa was extremely happy with Milarepa's account: 
"This is most excellent. You are truly a karmically connected, strong student. And in the future," 

Marpa said, "I will give you progressively all the oral instructions, and you must then give yourself fully to these practices." 

After celebrating Milarepa's emergence from the retreat, Marpa gave him more instructions in private for his next meditation practice. 

Not long into the next retreat, though, a blue dakini with golden hair, eyebrows, and eyelashes appeared to Milarepa in a dream

She said to him, "Practicing the Six Yogas of Naropa is very good. 
However, there is one teaching that has not been obtained. 
It's called 'The Instantaneous Attainment of Enlightenment.' 

It is a kind of powa practice enabling you to send your consciousness into another body after you die. You must go ask for this." 

Having given this advice, she disappeared. 
Milarepa then broke down the wall of his cave and went to Marpa, who was astounded to see him. "Well, I just put you in retreat, what are you doing here? Why did you come out so quickly? Isn't this an obstacle to your practice?"

Milarepa explained to him that a dakini had appeared to him and told him that this teaching of powa had not been received and that it should be asked for. 

"Was this appearance real or not? Was it a hindrance or not? Please tell me," he asked.

Marpa replied, "This is a true prophesy from a dakini. When I was with Naropa, he did speak of this kind of powa practice, but I really don't remember whether I have received the teachings or not." 

So they pulled out all the texts that Marpa had brought back from India, and spent days going through them looking for the teaching, but they could not find it. 
So Marpa again undertook the arduous journey to India to meet Naropa.


Marpa did not find him in his usual place, as Naropa had become a realized siddha, and moved freely. After a long search, he found him, and together they went to Pullahari, north of Bodh Gaya, where Naropa had a place of retreat. 

It was there that Marpa asked Naropa for the powa instructions. 

Naropa asked: "Is this something coming from you yourself? Did you want to receive this, or is this something that a yidam deity told you to request?

And Marpa said, "No, it isn't from me. I did not receive this from a yidam. It was my student Good News."

Naropa put his palms together and, bowing towards Tibet, he recited these famous four lines:

"In the thick darkness of the north, like the sun glistening on the snow, there is one called Good News; it is to this one that I bow." 

It is said that at Pullahari, all the trees around the retreat hut of Naropa remain bowing towards Tibet.

Naropa also gave Marpa many other teachings, including the Whispered Lineage of the Dakinis. 

He prophesied that, in the future, the Dharma lineage of Marpa would be masters of this practice, and that his Dharma descendants would maintain his lineage and practice it well. 

When Naropa had finished giving him these teachings, Marpa emerged from the hut, and once outside he bowed again to Naropa. (This was actually the last time he met him.)
As Marpa was making his bows, he left a footprint in the rock that is still visible.

~~~~~~~~~~~~

In the passages above, you can find lots of concepts or keys that were shared by GM Lu frequently.

Hahaha!

Treat it as an assignment and you can email Key-points that you have found and best to add your explanation showing your understanding of these Key-points!

I have helped you some by Underlining Texts.


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom

讀密勒日巴之偈 Reading Milarepa's Verses

Terjemahan Indonesia: Membaca Sajak-sajak Milarepa

Source: 師尊文集 > 172_隨風的腳步走 > 讀密勒日巴之偈
GM Lu's literary collection > 172 Follow the Footsteps of Wind


The above is a depiction of Milarepa.
It is the closest that I can find from the web to one I have seen.
I have seen one of Milarepa sitting on a rock, amidst  acres of grassland.
Windy as the ends or edges of his clothes were "floating"!
:). 
Have you a thangka like that to share?



讀密勒日巴之偈
蓮生活佛/文

  偶讀「密勒日巴」的四句偈,令我心中戚戚然。其四偈如下:

  當我觀察此身時,覺彼無常似朝露,不久當老幻死滅。
When I scrutinise this body, feel that it is as impermanent as morning dew, after not long will aged imaginary die disintegrate.

  我觀伴侶親眷時,悟彼實如眾商客,不久離去難常聚。
When I look at partners and kins, realised these gathering is like traders, after not long will depart and hard to always meet.

  我觀血汗財寶時,恰似勤蜂所聚蜜,為他人忙終成空。
When I look at Blood Sweat Wealth Treasure, like hardworking bees gathering honey, busying self for others and eventually become void.

  我觀事業家園時,悟彼實如大牢獄,惡業罪行之淵藪。
When I look at Life's work/career and home place, realised that it is like a big prison, gathering nest of evil deeds.

  我讀此四偈,汗涔涔下。
Reading these four verses, my perspiration dripped copiously down.

  看世間行者,「密勒日巴」如此說:
Looking at worldly cultivator, Milarepa said these:

  貪慾深入心,兢兢患得失,為文字所縛,心無決定見,升斗必計較,以養愛慾女,散亂並逸樂,役身心如奴,身披懶惰枷,繫輪迴巨錨,口云依佛法,實做諸罪行,矯揉順世情,己鼻被人牽,如斯學佛者,時在苦惱中。 
Greed cravings goes deeply into Heart, always paranoid of gain & loss, tied or entangled by written characters, Heart do have have decisive view, calculative even on small rise & fall, with nurturing love craving for women, messed up and against joy, using body and mind as slaves, body donned lazy-bracket, striking Transmigration's great target, mouth claims to adhere to Buddha Dharma, but actually did lots of sins,  cute tender follow the world's sentiment, drawn by others through own nose, if study Buddha Dharma this way, always in troubled thoughts. 

  警惕啊!警惕!
Beware Ah! Beware!

  讀「密勒日巴之偈」,深印我心,我也是常常如此觀察的,尤其第二偈,我深深的體會。

  我依止山林時,我觀察親眷,知道難常相聚了,又很多很多的親朋好友,難常相聚了,又佷多很多的聖弟子,難常相聚了,我那一點情,歸何處?

  第一偈,更不用說,一息不來,就是一坯黃土。

  嗟嘆的寫下一詩:

  如何敢說不滿足

  慶幸自己尚能知行止

  只剩那一點情

  不容我死

  看破大牢獄

  看破之時

  才能親證那真如

  活的時候不會永遠的迷糊

  感恩聖者的指引

  提供陽光與空氣

  忍辱之人終於達到淨土

~~~~~~~~~~~~



Extract:

[--- How is it, then, that we become confused or deluded by samsara and so remain caught within it? Clinging to samsara deludes us.

It is not through the appearances of the six different realms of sentient beings or the external world of our environment that we are bound and confused: it is our attachment to these that binds. 

As Tilopa spoke to Naropa: "My son, we are not bound by appearances; we are bound by our clinging to them."

If we do not examine or analyze samsara, using our intelligence to see what it really is, we could remain in a certain kind of happiness or pleasure. This would indicate, however, that we have not looked directly into samsara and analyzed it carefully. We must use our intelligence to look into the many different forms in which sentient beings appear: large, small, and so forth, and into the great variety of forms we see in the environment around us. We could analyze all these to discover the cause and conditions for their arising. To look at the existence of beings, we can look at our minds and body and see how it is that they create karma. If we investigate like this, we will begin to understand how our realm of existence comes into being, and we will see that the nature of samsara is suffering. Traditionally, suffering is divided into three different types: all-pervasive suffering, the suffering of change, and the suffering of suffering. ---]


Extract: 

[--- Milarepa responded: "Thanks to the blessings of the Buddhas, the Bodhisattvas, my lama and his wife, I was able to attain a little bit of experience, a little bit of realization.

In this completely matured body, this physical form of mine, it is possible to reach Buddhahood. 

This body is a boat that will take me across samsara to Buddhahood. 

However, it's also possible that I can use this very body to accumulate negative karma, and this will lead to rebirth in the hell realms. 

There is a choice.

I can turn my mind towards positive activity and achieve Buddhahood in one lifetime or I can turn my mind toward negative activity and go to the hell realm. ---]

~~~~~~~~~~~~

Hahaha! I have always been talking about [Choice]!

Spend your Limited Life Span in this lifetime with a Human Shell Fruitfully and not Frivolously! 


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom

Friday, October 10, 2014

鬼有無輪迴? Does Ghost Have Samsara?

Terjemahan Indonesia: Apakah Para Hantu Bereinkarnasi?
Source: 蓮生活佛 盧勝彥文集第242冊「怪談一篇篇」
Living Buddha Lian Sheng Lu Sheng Yan Literary Collection No. 242 [Unusual Dialogue Pages by Pages].

English Translation by Lotuschef.
Note: I will try my best to translate comprehensively. :)
Alternatively, you can get the same translated on your own too. Cheers!


文/聖尊蓮生活佛盧勝彥
Script by His Holiness Living Buddha Lian Sheng Lu Sheng Yan


我剛接觸「靈界」時,便知道這世間「有鬼」。
When I came into contact with [Spiritual Realm], I come to know that in this world [Have Ghost].

但,修了密教之後,又得知,人死時,中陰身逸出。
But, after cultivating Tantrayana, also get to know, after a person dies, his Bardo Body will "escape" from physical shell.

中陰身即靈魂,也就是鬼物。
The Bardo Body is Spiritual Soul, also Ghost.

從死亡開始,中陰身逸出,經過四十九天,便要進入六道輪迴。
Starting from Death, Bardo Body's escape, through 49 Days, then enter into 6-realm Samsara.

所以,在這當中,便產生了疑問:
Therefore, doubts arose from within these:

一、中陰身(鬼),經一段時目,就輪迴去了。
1. Bardo body/Ghost, pass through a certain period then enter Samsara.

二、中陰身(鬼),自古至今,仍然存在的甚多,為何不受輪迴?
2. Bardo Body/Ghost, from old/past till now, many still exist, why do not accept Samsara?

這問題在我腦海中徘徊不去。
This question keeps going to & fro within my mind.


有一晚,做了一個夢:
One night, I had a dream:

夢到一座高山,山環水抱,清幽異常,奇花異中,非常美麗,我沿著山路水旁,欣賞風光,心神舒暢。
In this dream, there is a high mountain, with waters surrounding it, extraordinary tranquil, unique flowers abound, very beautiful, I walk along the mountain round by the side of waters, enjoying the scenery, feeling joy & comfort.

半山有一茅蓬,有一個老翁在其內,老翁相貌清奇、慈眉善目,如一道德修士。
There is a straw shed half way up the mountain, and an old man within, old man has clear features, compassionate brows kind eyes, like a cultivator of moral virtues.

我們拱手為禮。
We put our hands together and pay respect.

老翁說:Old man said: 

「我是太白金星,在此等盧師尊久矣!」
I am Tai Bai Jin Xing (Great White Golden Star), Waiting for Grandmaster Lu!


我非常訝異:I was very surprised:
「為何等我?」Why wait for me?

老翁說:Old man said:
「你心有疑,特為你釋疑而來!」You have doubts in your heart, so I specially come to explain to you!

我問:I asked:
「是鬼趣事?」Is the Ghost related matter?

老翁答:Old man answered:
「有輪迴,有不輪迴。」Have Samsara, Have no Samara.

我問:I asked:
「為何輪迴?」Why Samsara?

老翁答:Old man:
「有福報,輪迴;有罪業,輪迴;有恩有怨,亦是輪迴。」
Have auspicious merits, Samsara; Have Sins, Samsara; Have Kindness Have Resentment, also Samasara.

我問:I asked:
「如何是不輪迴?」How then is No Samsara.

老翁答:Old man replied:
「已修成四聖,佛菩薩、聖賢不輪迴。
Those already attained 4 Saintly level, Buddha Boddhisattva level, Sangha, No Samsara.

進入無間地獄者,也不輪迴。
Those entering into Timeless Hell, also No Samsara.

有些人,無罪業,也無褔報,死後就任其遊行,不用輪迴。
Some that do not have sins or merits, are allowed to travel around, no need Samsara.

還有,壽命未盡,自殺死亡,有餘氣者存,無餘氣者滅,無可輪迴。」
Still have those Lifespan not finish, commit suicide, have balance Qi - stay, no balance Qi - disintegrate, cannot enter Samsara.

老翁又說:Old man also said:
「又有忠義之氣者,寄魂於山水樹岩等,能附人感應,亦不輪迴。
There are those with loyal & righteous Qi, live "parasitically" on mountain, water, trees, rocks,...etc, can attach to Human Senses, also no samsara.

更有受冤屈者,借形變現,報復陽世人,亦不輪迴。」
Those that were wronged, borrow forms to appear, to take revenge on Live subjects, also no samsara.

老翁最後說:Lastly, old man said:
「有神靈下降,助人輔佐;有魔怪群生,殺劫惑人,這都是有的。」
There are Spiritual Deity that descent to help people; there are birth of Demons groups that tempt people to kill, all these exist.


我聽了,疑問頓釋。After listen to these, my doubt is clarified.

我說:I said:
「聽了大白金星一席話,乃鑿然成理。」
After listening to Tai Bai jin Xing words, all doubts are open up and reasoned.

又:Also:
我這個人,喜歡鬼,也常常以甘露供養鬼神眾。
This person, I, like Ghosts, also frequently use Amrita to offer to Ghost and deities.

唸咒召請:Chant invocation mantra:
大鵬金翅鳥。Garuda.
曠野鬼神眾。Ghosts & Deities of the Great Wilderness.
羅剎。Rākşasa.
鬼子母。Hariti.
我一一施予甘露供養。I hereby offer you all one by one with Amrita.
(咒:嗡。穆帝利。梭哈。)
Mantra: Om. Mu di li. svaha.


我有一個發現:I have one discovery:

在台灣,鬼及異形受我供養者,少些。
In Taiwan, there are less ghosts & odd forms receiving my offering.

在美國,鬼及異形受我供養者,多些。
In America, there are more ghost & odd forms receiving my offering.

差別相當大。
The difference is great.

為什麼?我知道如下:
Why? I know as follows:

台灣供鬼神者眾。There are more giving offering to ghosts & deities, in Taiwan.
西方供鬼神者稀。In Western countries, giving offering to ghosts & deities is rare.

---

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef  


Friday, September 26, 2014

Musuh Terbesarmu adalah Dirimu Sendiri


Ditulis oleh Lotuschef – 10 September 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on Your Worst Enemy Is Self



Mengutip dari [Kenapa Kamu Menemui Kebuntuan]:

[--- Musuhmu yang sesungguhnya adalah Kemelekatan dan Keterpakuan – itulah kenapa kamu menemui jalan buntu dalam perjalanan pelatihan dirimu! :)

Bila kamu melihat fotoku yang mengenakan celana panjang di atas, menurutmu:

Apa ada perbedaan dalam Ketulusanku dalam memberikan persembahan?

Apa ada halangan dalam kemampuanku untuk bermeditasi?

Bila kamu ingat yang Guru katakan mengenai pakaian Guru Rinpoche: kain yang beliau kenakan adalah kain bekas untuk membalut mayat khan? ---]

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Dengan tulus berharap semoga saat ini kalian sudah mengikuti ceramah Mahaguru Lu tanggal 7 dan 8 September 2013 kemarin (waktu Seattle).

Beliau mengatakan: Seperti seekor anak ayam, kamu harus menembus keluar dari cangkang telur untuk melihat dunia yang jauh lebih luas!
Mahaguru juga mengatakan bahwa kamu adalah musuh terbesarmu sendiri!
Akupun telah mengatakannya berulang kali!

Hahaha!


Bukannya bersadhana dengan tekun sesuai yang diajarkan Mahaguru, tapi lihatlah apa yang telah kamu lakukan selama ini?

Mereka di dalam Komite Pusat atau orang-orang yang terus-menerus menjalankan perintah dari Komite Pusat – saatnya merenungkan apa yang telah kamu lakukan dalam segi Melatih Diri dan Menyelamatkan Diri dari rantai samsara!

Kamu pasti akan menyadari bahwa kamu Begitunya Terjebak dalam Kekangan Hal-hal Duniawi, dan efek-efek negatifnya telah merintangimu dari Keleluasaan dan Kedamaian untuk bisa bermeditasi dengan baik!

Mahaguru juga katakan kalau kamu orang yang jahat, maka kamu sama sekali tak bisa memasuki tahap Mahayana.
Yang artinya kalau kamu tak bisa melewati Yana ke-3 (Mahayana), mohon tanya bagaimana caranya melaju ke 3 yana dari tahap Vajrayana, dan menyambungnya ke tiga serangkai yana tertinggi (Mahamudra dan Kebuddhaan)?

Oh ya, dan bila kamu jahat dan terus mengulang perbuatan jahatmu, kamu bahkan tak bisa melewati syarat dasar dari Hinayana: tidak mencelakai siapapun!


Dalam perjalananku ke Seattle kali ini, Mahaguru memberiku semua sumber daya yang kubutuhkan dan surplus untuk beramal juga.
Beliau telah melihat melalui mataku akan semua aktivitas Komite Pusat dan para pendukungnya yang tak berguna dan sia-sia ini.

Semuanya itu ada dikatakan dalam ceramah-ceramah beliau, bila saja kamu memperhatikan dan menyadarinya! :)


Orang yang belum bisa melewati tingkat Hinayana lantas memimpin sadhana dan menyelenggarakan upacara?
Mahaguru mengomentari kalau kamu cuman mencari uang saja. Kamu sadarkah?
Tentunya beliau dengan welas asih mengatakannya dengan lunak bahwa harus mengapresiasimu karena telah membabarkan dharma lewat menyelenggarakan upacara.

Hahaha! Mohon tanya, mampukah orang yang belum bisa menyelesaikan tingkat Hinayana dan Mahayana membabarkan buddha dharma yang otentik?
Atau lebih spesifiknya, mampu beryoga dengan Guru dan Yidam lalu memimpin sebuah upacara yang otentik, dan mampu mengundang kehadiran Guru dan Yidam untuk memuliakan upacaramu dan memberkati semua peserta?

Kalau tak mampu, berarti kamu sudah melanggar Sila Berbohong dan Menipu!
Dan kamu juga melanggar Sumpah Samaya dengan menyalahgunakan ajaran-ajaran Gurumu untuk menipu orang-orang!
Menipu adalah salah satu bentuk mencelakai orang!
Sama halnya dengan pencitraan para ahli fengshui dan tukang ramal terhadap Guru mereka: sengaja tidak membuka kedok kalau keahlian mereka ternyata tidak diturunkan dari Sang Guru!
Tapi mereka selalu mempromosikan diri dengan membual tentang Kesaktian Sang Guru!

Wow!
Bukankah aku pernah bilang bahwa kemungkinan besar dulu akulah yang menyusun Sila & Disiplin, saat mengunjungi alam ini di kehidupan lampau?

Kejujuran adalah salah satu unsur Kesucian! :)

Oleh karenanya, apakah kini kamu melihat bahwa Keburukan Sesungguhnya dari Diri Sendiri adalah musuh terbesarmu?
Musuh yang  penuh dengan 3 Racun?
Pertolongan untukmu telah diberikan di artikel sebelum ini!
Bacalah dan segera selamatkan dirimu!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Thursday, February 6, 2014

Guru Menjelaskan Mengenai Metode Penyucian [1] & [2]


Ditulis oleh Lotuschef – 21 Januari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: SZ on Purification 师尊讲「大圓滿法口訣部-清淨」[1] & [2]



Guru katakan bahwa seorang yogi harus selalu teliti dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya. Sekecil apapun pekerjaan itu, harus diselesaikan dengan baik.

Mengenai Penyucian, Guru mengajarkan 4 metode dengan menggunakan Bija Aksara Hom (ཧཱུྃ).

Postur duduk Vairocana (7 postur pendukung)

Klik di sini untuk menonton ceramah Guru. Penjelasan berikut dimulai sekitar menit ke-35 dan seterusnya.


Belajarlah terlebih dulu untuk menulis aksara Hom (ཧཱུྃ).

Dimulai dengan duduk dalam postur Vairocana atau 7 postur pendukung (sudah pernah dijelaskan dalam blog ini, di artikel-artikel yang membahas 9 langkah pernafasan).

Mengaktifkan Qi (Prana) dari berbagai sumber ke dalam Nadi Tengah:
  1. Lidah menyentuh langit-langit mulut – akan mengaktifkan [Prana yang Bergerak ke Atas]
  2. Tekan tuas tenggorokan ke bawah – akan mengaktifkan [Prana Kehidupan]
  3. Tulang punggung diluruskan – akan mengaktifkan [Prana Samping]
  4. Kaki disilangkan, menaikkan kandung kemih (mengencangkan otot anus) – akan mengaktifkan [Prana yang Bergerak ke Bawah]
  5. Kedua tangan menyatu membentuk Mudra Dhyana – akan mengaktifkan [Prana Pendamping Api].

Dan berikut adalah 4 metode Penyucian:


Metode 1



Bayangkan bunga teratai mekar di Chakra Hati, dan Bija Hom berwarna biru bersinar di atasnya.

Japalah dengan lembut [Hom, Hom, Hom, .....]. Bayangkan Hom keluar dari lubang hidung kanan, lalu membesar dan berlipatganda, lalu rekatkan ke 4 sisi tembok, ke para anggota keluarga, dan sebarkan lebih jauh ke tempat-tempat di sekitar dan kemudian perluas lagi hingga ke seluruh dunia. Semuanya direkati Hom berwarna Biru.

Lalu hirup kembali Hom lewat lubang hidung kiri, yang kemudian mereka memenuhi diri sendiri, dan dengan satu japaan Hom yang kencang, diri berubah menjadi Hom BESAR dan satukan semua lingkungan internal (dalam) dan eksternal (luar) untuk mencapai Kesucian Seutuhnya.


Metode 2



Di metode yang ke-2 ini, bayangkan sebuah aksara Hom berwarna Hijau. Kamu menjapanya dengan lebih kencang, aksara per aksara. Rekatkan semua aksara Hom hijau ini ke semua materi. Dan dengan sebuah Hom yang sangat kencang bagaikan suara petir, semua bangunan hancur menjadi bidang yang datar. Kemudian hirup kembali Hom Hijau ini dan rekatkan semuanya pada tubuh sendiri, dan dengan satu Hom yang kencang lagi, tubuh sendiri hancur berkeping-keping dan berubah menjadi Kosong.

Semuanya tak ada lagi, tak tersisa, jadi tak ada lagi yang namanya tak suci ataupun dosa, tak ada yang bersih ataupun kotor, Tidak Ada Satu Hal pun!


Metode ini dinamakan [Metode Menghancurkan Hingga Berkeping-keping].


Di sini juga ada konsep Buddha Dharma yang mendalam. Sungguh dalam dan susah dibayangkan.
{无我 Wu Wo – Tiada Diri}!

Semuanya [Kosong dan Tak Ada], dan pada saat itu [Karakteristik Kesetaraan] akan muncul, di sanalah semua hal menjadi Suci Seutuhnya.


Kita ini adalah [Komposit/Gabungan Komponen] dan metode ini menghancurkan semua gabungan komponen tersebut!!!


Metode 3


Metode yang ke-3 dengan membayangkan sebuah aksara Hom berwarna Merah dan sebuah aksara Hom lagi berwarna Hitam, keduanya berada di Chakra Hati. Dengan lembut menjapa Hom, bayangkan Hom Merah dan kemudian Hom Hitam keluar lewat lubang hidung kanan, lalu mereka berubah menjadi Gunung Sumeru berwarna Merah dan Hitam. Kedua Gunung Sumeru saling mengitari satu sama lain, bagai bergelut untuk mendapatkan posisi yang sama.

Kemudian mereka berubah menjadi aksara Hom Merah dan Hitam lagi, mereka memasuki tubuhmu lewat lubang hidung kiri dan bersemayam kembali di Chakra Hati. Kamu kemudian berkonsentrasi pada kedua aksara Hom di Chakra Hatimu. Dengan cara ini kamu akan mudah masuk ke kondisi Samadhi karena metode ini adalah konsentrasi menuju ke arah ketenangan.

Kiatnya adalah dengan melebur kedua Hom menjadi satu: Sebuah bija Hom dengan setengah bagian bersinar merah dan setengah bagian lagi bersinar hitam.

Kenapa menggunakan Merah dan Hitam? Karena mereka adalah warna yang membantu memasuki kondisi Samadhi dengan mudah.
Warna Hitam membuatmu mudah mengantuk, sedangkan Merah membuatmu terjaga/siaga; Samadhi berada di antara kedua kondisi tersebut.


Metode 4


Di metode ini, gunakanlah aksara Hom berwarna Putih. Semua tempat dipenuhi dengan Hom Putih, dan kemudian hiruplah Hom Putih tersebut untuk memenuhi diri sendiri. Lewat satu kali menjapa Hom dengan kencang, diri sendiri berubah menjadi Sinar Putih.

HOM bersinar Putih ini mampu mencapai berbagai negara dan juga alam-alam lain seperti Surga Nafsu; Surga Rupa (Wujud), Surga Arupa (Tanpa Wujud); juga mampu menjelajahi 6 alam Samsara.

Demikianlah saat kamu telah melatih Penyucian dan mencapai Kesucian itu sendiri, kamu akan mampu berbagi Kesucian ini dengan semua insan di 6 Alam Samsara.

Guru lebih lanjut menjelaskan bahwa kita sebagai sadhaka jangan suka membanding-bandingkan, karena kita semua Setara dan Semua punya Sifat Sejati Buddha.

Oleh karenanya Kesucian ini adalah Kesetaraan. Kalau kamu tak punya Kesetaraan ini maka kamu akan terlibat dalam berbagai argumen dan perselisihan. Kita harus memperlakukan semua dengan Kesetaraan.


Ada satu kunci penting yang Guru katakan!
Kita menggunakan Buddha Dharma untuk menemukan Sifat Sejati Buddha dalam diri sendiri.
Setelah Sifat Sejati Buddha telah ditemukan, maka Buddha Dharma sudah tak digunakan lagi.

Tak ada satupun yang Kekal. Semuanya hanya muncul untuk beberapa saat saja!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Wednesday, January 22, 2014

Lotuschef in Chat - Spiritual Realm Negotiation 灵界谈判


These are Pure Karma's dedication to all Homeless Spirits, Earth & City Deities during our events.

These are Bardo Charity packs for recent burnt victims. 

[--- Hi fashi,

My brother feedback about his wife as below....

*** She sometime still feel not comfortable, last weekend she cry bcos of she said THEY (maybe is debtor) want to bring her follow them go.

She try talk to them give her another 20 years (wait for my child grow first) then only follow them go but they not allow. ***

I asked her to chant 懺悔偈和咒daily. Hope this can help her.

Any advice from fashi to help her ?

Regards, ---]

---

Dear all,
The above lady wrote to SZ because she always see "Ghosts"!

The Reply: Chant Amitabha Buddha's Rebirth Mantra.

Well? 

Seems she improved and discontinued?

In Negotiation with any spirits, I always advice as follows:-
  1. Ask them what they want.
  2. Tell them to cultivate with you to leave Suffering of Samsara together.

It is not advisable to ask them for more time and etc. 
Take the leading initiative and do not be afraid of them.

Your only recourse is to CULTIVATE TO HELP SELF AS WELL AS OTHERS!

In the most recent speech, SZ said you cultivate using Buddha Dharma to find your Buddha Nature.

I always discourage asking others or getting help from External Sources!

Another GOOD sutra to chant is SZ's True Buddha Sutra. 

It details many problems with Spirits that can be addressed and settled.

[若有男子女人。或被邪魔所侵。鬼神為害。惡夢昏亂。受持本經。施印本經邪鬼退藏。即得安樂。 
若有疾厄纏身。前世因果業報。鬼神病等。受持本經。印施本經。即得災厄消除。病源立解。 ]

Most of us forget the wonderful teachings that SZ shares with us repeatedly.

The student that advised the sister-in-law to chant Repentance Verse and Mantra is like a Medical Practitioner giving the most common drug - Paracetamol, broad-spectrumly! 

I advised these for a child with RED eyes problem that lasted more than 2 months and defied medical treatment!

Before seeking advice and giving advice, have you at the First Instant think of SZ and his teachings?
It is convenient to ask, so you give over control of your own destiny and life to someone else?

Please remember that ONLY SZ's Version should be taken and adhered to. 


Hahaha! While doing the translation of SZ's latest on the Purification Methods, I found a Summary in Chinese in TBS official website, it is written by a VM. 
Thinking to use it and translate, I found to my Horror that it is inaccurate and Key Points are omitted or left out! 

Why can't writer listen to the recorder speech and do a Honest and Truthful Transcribe?
Why summarized and leave out the Keys?
Or writer don't even know that these are Pith instructions?

Hahaha! Can't expect others to do the same as me! 
Yes! I watch the video and do translation from it. 
Takes a long time to do so, but result is more accurate.

Picture by Lotus Nino in collaboration with Lama Lotuschef 

There is a chanted copy of this sutra in this blog - saved in Media Centre page.


Dear all, You can solve your own problems by staying Calm Cool & Clear minded! :)

If you are given "homework" and don't bother to do or continue to do, don't waste time asking for advice at all! 


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, September 10, 2013

Lotuschef on Your Worst Enemy Is Self

Terjemahan Indonesia: Musuh Terbesarmu adalah Dirimu Sendiri

Quoting from [Lotuschef in Why Are You Stuck?]:

[--- Your Enemy is Attachment & Fixation - That's why you are stuck during cultivation! :)

Now look at the ones with me wearing the skirt or the pants.
Is there any difference to my Sincerity in offering?
Is there any hindrance to my being able to Meditate?

Now try and recall what Shizun said about Guru Rinpoche's apparel. His clothes are make-shifts of the cloth used to wrap corpse, correct? ---]



Dear all,
sincerely hope that by now you have listen to SZ's speeches for 7 and 8 Septemeber, Seattle Time.

Now, SZ said like a chick, you need to break through from the shell to See a Greater World!
SZ also said that you are your own worse enemy!
I have said so many times too! 
Hahaha! 

Instead of cultivating diligently what SZ taught, what have you been doing?

For those that are in Core or carrying out orders all the time from Core, reflect on what have you done in Cultivation and Succoring Self from Samsara!

You will surely find that you are Stuck or Very Much Entangled with Sentient Matters and their resultant negatives, to be at Ease, at Peace, enough to truly Meditate successfully!

SZ also said if you are evil, then you can't proceed to Mahayana at all.
This means you can't pass Yana 3, pray tell how you going to proceed through 3 yanas of Vajrayana into the ultimate 3 yanas of Mahamudra and Buddhahood?

O! If you are evil or having been perpetuating evil, you can't even pass Hinayana's basic requirement of not hurting anyone! 

Well, this trip to Seattle, SZ gave me resources for the whole trip and surplus for charity as well.
He has seen through my eyes, all the meaningless and ignorant frivolous activities of Core and supporters too.

It is all in SZ's speeches, if you but noticed too! :)

A person that has not pass Hinayana level, leading cultivation or hosting events?
SZ remarked that you are all out for $$$ too, did you pick that up?
Of course, he compassionately softened the blow by saying that must reward you for propagating Dharma through hosting events.

Hahaha! Can one that has yet to clear Hinayana & Mahayana levels propagate Authentic Buddha Dharma?
Or for the matter, Yoga with Guru and chosen Yidam to conduct an Authentic event, with successful invocation of Guru and Yidam to grace your event and bless all attendees?

When you can't, you actually breached Disciplines/precepts of Lying and Cheating! 
You also breached Samaya vows of misusing your Guru's teachings to cheat others! 
Cheating is a form of Harm or Hurt! 
Likewise those Geomancers' & Fortune Tellers' image about their Guru, purposely didn't reveal that they didn't learn their skills from Guru! 
They market themselves by bragging about Guru's Transcendental Powers all the time! 

Wow! 
Didn't I tell you that Disciplines likely compiled by me, in one of my previous visit to this Realm?

Honesty is a constituent of Purity too! :)

See the True Ugly Self that is your worst enemy?
The enemy that is saturated in the 3 Poisons too?
Your salvation were given to you in previous articles already! 
Go find them and save yourself fast!


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef