Showing posts with label reinkarnasi. Show all posts
Showing posts with label reinkarnasi. Show all posts

Friday, December 19, 2014

Apakah Para Hantu Bereinkarnasi?


Dikutip dari dari artikel Mahaguru Lu: 蓮生活佛 盧勝彥文集第242冊「怪談一篇篇」
Living Buddha Lian Sheng, Lu Sheng Yan, Literary Collection No. 242 [Unusual Dialogue Pages by Pages].
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 10 Oktober 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 鬼有無輪迴? Does Ghost Have Samsara?


[--- Catatan Lotuschef: Artikel ini sebagian besar berisi percapakan Zen. Kucoba sebaik mungkin menerjemahkannya secara komprehensif. :)
Atau, kamu bisa menerjemahkannya sendiri. Salam!
---]


文/聖尊蓮生活佛盧勝彥
Karya tulis Yang Mulia Buddha Hidup Lian Sheng, Lu Sheng Yan.


我剛接觸「靈界」時,便知道這世間「有鬼」。
Saat aku mengenal [Alam Spiritual], aku jadi tahu bahwa di dalam dunia ini [ada Hantu].

但,修了密教之後,又得知,人死時,中陰身逸出。
Namun, setelah melatih Tantrayana, aku juga jadi tahu bahwa saat seseorang meninggal, tubuh Bardo-nya akan “keluar” dari cangkang fisik ini.

中陰身即靈魂,也就是鬼物。
Tubuh Bardo adalah Roh Spiritual, juga dinamakan sebagai Hantu.

從死亡開始,中陰身逸出,經過四十九天,便要進入六道輪迴。
Mulai dari saat Kematian, Tubuh Bardo akan keluar, kemudian melalui 49 Hari, dan akhirnya masuk ke dalam 6 Alam Samsara.

所以,在這當中,便產生了疑問:
Oleh karenanya di sini jadi muncul pertanyaan:

一、中陰身(鬼),經一段時目,就輪迴去了。
1. Tubuh Bardo/Hantu, akan melewati sebuah periode tertentu, kemudian bereinkarnasi.

二、中陰身(鬼),自古至今,仍然存在的甚多,為何不受輪迴?
2. Tubuh Bardo/Hantu, sejak jaman dahulu kala sampai sekarang ternyata masih banyak, kenapa tak berinkarnasi?

這問題在我腦海中徘徊不去。
Hal-hal tersebut selalu membuatku bertanya-tanya.


有一晚,做了一個夢:
Suatu malam, aku mendapatkan sebuah mimpi:

夢到一座高山,山環水抱,清幽異常,奇花異中,非常美麗,我沿著山路水旁,欣賞風光,心神舒暢。
Di dalam mimpi tersebut, nampak sebuah gunung tinggi menjulang, dengan air yang mengitarinya, luar biasa tenteram, bunga-bunga unik ada di mana-mana, sungguh asri; aku berjalan mengitari gunung di sisi air yang mengalir sambil menikmati pemandangan; aku merasa bahagia dan nyaman.

半山有一茅蓬,有一個老翁在其內,老翁相貌清奇、慈眉善目,如一道德修士。
Di tengah-tengah perjalanan ke atas gunung ternyata ada sebuah gubuk jerami, dan ada seorang yang sudah tua tinggal di sana. Ia punya raut wajah yang bersih, alis yang welas asih dan mata yang baik, seperti seorang yang melatih moralitas.

我們拱手為禮。
Kami saling beranjali dan memberikan hormat.

老翁說: Orang tua tersebut berkata:

「我是太白金星,在此等盧師尊久矣!」
Aku adalah Tai Bai Jin Xing (Sang Bintang Putih Keemasan yang Agung), sedang menunggu Mahaguru Lu!


我非常訝異: Aku sangat terkejut:
「為何等我?」 Kenapa menungguku?

老翁說: Si orang tua berkata:
「你心有疑,特為你釋疑而來!」 Di dalam hatimu ada keraguan, jadi aku khusus datang untuk menjelaskannya kepadamu!

我問: Aku bertanya:
「是鬼趣事?」 Apakah mengenai persoalan yang berhubungan dengan Hantu?

老翁答: Si orang tua menimpali:
「有輪迴,有不輪迴。」Bereinkarnasi, tidak bereinkarnasi.

我問: Aku bertanya:
「為何輪迴?」 Kenapa bereinkarnasi?

老翁答: Orang tua:
「有福報,輪迴;有罪業,輪迴;有恩有怨,亦是輪迴。」
Karena punya pahala keberuntungan, maka bereinkarnasi; punya berbagai dosa, maka bereinkarnasi; punya kebajikan punya kebencian, juga bereinkarnasi.

我問: Aku bertanya:
「如何是不輪迴?」 Lalu bagaimana dengan yang tak bereinkarnasi?

老翁答: Si orang tua menjawab:
「已修成四聖,佛菩薩、聖賢不輪迴。
Mereka yang telah mencapai 4 tingkat kesucian, tingkatan Buddha Bodhisattva, para suciwan, mereka semua tak bereinkarnasi.

進入無間地獄者,也不輪迴。
Mereka yang masuk ke dalam Neraka Abadi, juga tak bereinkarnasi.

有些人,無罪業,也無褔報,死後就任其遊行,不用輪迴。
Beberapa yang tak punya dosa maupun pahala, diperbolehkan bepergian, tak perlu bereinkarnasi.

還有,壽命未盡,自殺死亡,有餘氣者存,無餘氣者滅,無可輪迴。」
Dan lagi, yang umurnya belum habis tapi melakukan bunuh diri, kalau masih ada sisa Qi akan tetap tinggal, yang tak ada sisa Qi akan melebur, tak bisa bereinkarnasi.

老翁又說: Si orang tua juga berkata:
「又有忠義之氣者,寄魂於山水樹岩等,能附人感應,亦不輪迴。
Mereka yang punya Qi kesetiaan dan budi baik, akan hidup “secara parasit” di gunung, air, pohon, bebatuan, dll. juga bisa menempel pada indera manusia; mereka semua tak bereinkarnasi.

更有受冤屈者,借形變現,報復陽世人,亦不輪迴。」
Mereka yang dirugikan, akan meminjam wujud untuk bisa tampil dan membalaskan dendamnya kepada mereka yang masih hidup; mereka ini juga tak bereinkarnasi.

老翁最後說: Dan terakhir, si orang tua mengatakan:
「有神靈下降,助人輔佐;有魔怪群生,殺劫惑人,這都是有的。」
Ada juga para dewata yang turun untuk membantu orang-orang; namun juga ada kelompok-kelompok iblis yang lahir untuk membingungkan dan mendorong orang-orang untuk membunuh, semua ini ada.

我聽了,疑問頓釋。Setelah mendengar hal ini, keraguanku sirna.

我說: Aku bilang:
「聽了大白金星一席話,乃鑿然成理。」
Setelah mendengarkan kata-kata Tai Bai Jin Xing, semua keraguanku sirna dan terjelaskan dengan baik.

又: Juga:
我這個人,喜歡鬼,也常常以甘露供養鬼神眾。
Orang seperti aku ini, menyukai Hantu, juga sering mempersembahkan Amrita kepada para hantu dan dewa.

唸咒召請: Menjapa mantra pengundangannya:
大鵬金翅鳥。Garuda.
曠野鬼神眾。Para hantu dan dewa di padang belantara.
羅剎。Raksasa.
鬼子母。Hariti.
我一一施予甘露供養。Dengan ini satu per satu aku mempersembahkan Amrita kepada kalian semua.
(咒:嗡。穆帝利。梭哈。)
Mantra: Om. Mu di li. svaha.


我有一個發現: Aku menemukan sesuatu hal:

在台灣,鬼及異形受我供養者,少些。
Di Taiwan, para hantu dan berbagai wujud aneh yang menerima persembahanku jumlahnya lebih sedikit.

在美國,鬼及異形受我供養者,多些。
Sedangkan di Amerika, para hantu dan berbagai wujud aneh yang menerima persembahanku jumlahnya lebih banyak.

差別相當大。
Ada perbedaan yang besar.

為什麼?我知道如下:
Kenapa? Karena aku tahu hal berikut:

台灣供鬼神者眾。Di Taiwan ada lebih banyak orang yang memberikan persembahan kepada hantu dan dewa.
西方供鬼神者稀。Di negara-negara barat, adalah hal yang langka untuk memberikan persembahan kepada para hantu dan dewa.

---

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Tuesday, February 25, 2014

Ayat Doa Pengundangan dalam Mahamudra



Ditulis oleh Lotuschef – 5 Februari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 恆河大手印傳承祈請文 Mahamudra Invocation Verse



[--- 1. Kok dia terlihat susah payah dan menderita saat menjapanya?
Tontonlah 2014年1月31日王啟仲師兄唱誦「恆河大手印傳承祈請文」-台灣雷藏寺
Di Vimeo atau di Youtube.

2. Bisa merasakan perbedaannya dibandingkan beberapa tahun lalu saat dia menjapa (ayat yang sama).
2011年12月10日王啟仲師兄唱誦「恆河大手印傳承祈請文」-台灣雷藏寺 ---]


[--- PKV: Hahaha.
Ya. Sangat kelihatan seperti terbebani sesuatu.

Inilah Kimchi 的污染! [Tercemar seperti Kimchi]

Ketenaran = Ego dan Kebanggaan.
Setelah Guru mengumumkan dirinya, racun mulai merasuki dirinya.
Dengan semakin banyak orang mengaguminya, ia gagal untuk tetap teguh!

Seperti posisi atau promosi untuk menjadi shangshi seringkali jadi liang kubur si praktisi yang bersangkutan! :) ---]


Teman-temanku sekalian yang terkasih, dengarkanlah ceramah Guru baik-baik beserta dengan komentar-komentarnya mengenai Ayat Doa tersebut.

Kemudian lihatlah baik-baik wajah murid tersebut saat ia sedang menjapanya.
Auranya jelas sekali sudah cukup berubah!

Bertambah tua atau sejenisnya? :)

Masih ingatkah untuk selalu bahagia sehingga ketulusanmu terpancarkan!

Hal tersebut akan berfungsi saat kamu Mengundang Para Dewata atau Memberikan Persembahan kepada Para Dewata dan semua semua insan!


Aku bertemu dengan murid tersebut di Houston, Texas, Rumah Ibadah Mi Yi saat acara makan malam.
Seorang fashi di sebelah kirinya berkata bahwa Guru bilang kalau dia adalah reinkarnasi Marpa atau Milarepa.

Kukatakan: Milarepa. Aku telah melihat posternya di rumah ibadah setempat saat berkeliling membagikan literatur Dharma.

Dia orang yang ramah dan rendah hati; saat aku memberitahunya bahwa ia memancarkan sinar berkat kepada semua insan di sekitarnya, ia dengan rendah hati menimpaliku kalau pujian tersebut terlalu tinggi untuknya.

Tapi setelah Guru mengumumkan dirinya dan ditambah dengan pujian terus-menerus dari para murid, ia sepertinya menjadi berubah.

Saat aku menyapanya di Taiwan setelah sesi upacara dan Guru sedang memberikan Abhiseka, ia berjalan melewatiku tanpa menghiraukan salam “Hello!” dariku.

Hahaha!
Aku bilang ke Guru: Oh! Oh! Satu lagi rupanya?

Aku cukup banyak mendengar aktivitas-aktivitasnya.
Di dalam bus, ia bisa mengutip Terma kepada para murid yang sedang bersamanya di sana, dalam perjalanan setelah upacara di Caotun.

Guru bilang bahwa dia menghabiskan lebih dari 10 tahun untuk belajar di Tibet atau Nepal.
Jadi setidaknya mengutip Terma akan menunjukkan kalau dia memang mempelajari sesuatu yang bisa diingatnya.

Namun, walau Guru mengatakan bilapun Seseorang adalah Reinkarnasi Buddha atau Bodhisattva, Ia Masih Perlu Melatih Dirinya untuk TERHUBUNG KEMBALI dengan dewata yang bersangkutan dari mana ia bereinkarnasi!

Demikianlah bila ia tak berhasil dalam kehidupannya kali ini, maka ia harus kembali lagi di waktu lain untuk menyelesaikan tugasnya LOL.


Sekali lagi mengingatkan: Merenungkan segala aktivitas diri sendiri secara berkala akan membawa manfaat bagi pelatihan dirimu.

Kebetulan sekali aku berbagi “Empat Ajaran Liao Fan” hari ini! :)



Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts:


Tuesday, October 29, 2013

Reinkarnasi Para Dewata


Ditulis oleh Lotuschef – 25 Oktober 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on Reincarnation of Deities & Divinities 仙佛转世


Berikut adalah pranala ceramah dharma Guru tanggal 20 Oktober 2013 di Vajragarbha Pelangi, Seattle:
10/20/2013 Nine Stages Dharma of the Great Perfection (Dzogchen) by Grand-Master Lu – Rainbow Temple

Di ceramah tersebut, Guru membahas mengenai berbagai Reinkarnasi.
Beliau mengatakan bahwa seorang Buddha atau Bodhisattva mampu membelah dirinya menjadi berbagai pengejawantahannya dalam wujud awam.
Cucu laki-laki Guru adalah seorang reinkarnasi dari Tetua Gunung Buddha 佛山长老.
Sedangkan cucu perempuannya adalah seorang Bodhisattva Tingkat ke-7 七地菩萨.

Namun beliau mengatakan bahwa para reinkarnasi tersebut masih harus MELATIH DIRI untuk KEMBALI TERHUBUNG dengan Wujud Asal mereka.


Aku ingat pernah menulis sebuah artikel mengenai Reinkarnasi Para Dewata juga.

Hahaha! Baik mereka merupakan reinkarnasi ataupun bukan, sungguh tak ada artinya dan bukan masalah juga!
KUNCINYA adalah Dirimu sendiri yang Berlatih.
Semua sepenuhnya bersandar pada usaha dan ketulusanmu sendiri!

Kembalilah mempelajari dasar-dasar yang dibutuhkan dan pelajarilah Karakteristik Para Dewata atau yidam yang kamu pilih.
Perhatikanlah, di atas kutulis sebagi YIDAM, yang berarti satu (tunggal).
Sementara ini latihlah SATU YIDAM saja!
Belajar berjalan dulu sebelum belajar TERBANG!

Teman-teman murid yang membuang-buang waktunya mengejar para reinkarnasi atau yang di dalam Satya Buddha adalah para Teratai Besar warna XX; kini saatnya untuk bangun dan sadar!
Mereka mau jadi apapun atau berasal dari manapun, Sungguh tak ada hubungannya denganmu!
Hahaha!


Mengutip dari Wikipedia – Trikaya:

Doktrin ajaran mengatakan bahwa seorang Buddha mempunyai tiga kaya atau tubuh:
  1. Dharmakaya atau Tubuh Kebenaran yang mengejawantahkan prinsip utama dari pencerahan dan ia tiada batasnya;
  2. Sambhogakaya atau Tubuh Kenikmatan Pahala yang berupa tubuh manifestasi kenikmatan atau cahaya terang;
  3. Nirmanakaya atau tubuh ciptaan yang mengejawantah di dalam waktu dan ruang.

Mengutip dari Rigpa Shedra – Nirmanakaya:

Nirmanakaya (Bhs. Sansekerta: nirmāṇakāya; Bhs. Tibet: སྤྲུལ་སྐུ་, tulku; Trans. Wylie: sprul sku), atau ‘dimensi manifestasi yang tiada pernah berhenti’ adalah sebuah rupakaya atau tubuh berwujud yang muncul dari kuasa sambhogakaya dan tampil sebagai ia yang menjinakkan berbagai insan, baik yang suci maupun tak suci.

Saat dibagi ke dalam kategori, Nirmanakaya ada empat jenis:
  1. Nirmanakaya dari kelahiran, seperti para guru kita yang lahir di Surga Tushita sebagai anak para dewa, Dampa Tok Karpo.
  2. Nirmanakaya maha unggul (Skt. uttamanirmāṇakāya; Tib. མཆོག་གི་སྤྲུལ་སྐུ་, Wyl. mchog gi sprul sku), seperti Buddha Shakyamuni yang menampilkan dua belas karya pencerahan (Skt. dvadaśabuddhakārya; Wyl. mdzad pa bcu gnyis) di sini, Jambudwipa.
  3. Nirmanakaya beragam (Skt. janmanirmāṇakāya; Tib. སྐྱེ་བ་སྤྲུལ་སྐུ, Wyl. skye ba sprul sku) yang mengejawantah demi menjinakkan para insan mulai dari Indra hingga seorang gadis belia.
  4. Nirmanakaya ketrampilan (Skt. śilpinnirmāṇakāya; Tib. བཟོ་བོ་སྤྲུལ་སྐུ་, Wyl. bzo bo sprul sku) seperti manifestasi seorang pemain kecapi demi menjinakkan Gandharva Rabga, kemudian juga mengejawantah menjadi makanan enak, jembatan, taman hiburan, dan pulau-pulau, juga bisa dalam wujud pahatan, lukisan, tenunan bergambar, dan rupang-rupang hasil cor logam.

Atau, seperti yang ditulis oleh Sogyal Rinpoche:

Di dalam Buddhisme Tibet, nirmanakaya digambarkan sebagai pengejawantahan pencerahan, dalam berbagai wujud dan cara yang tiada batasnya, di dalam dimensi fisik. Ia secara tradisional didefinisikan dalam tiga bagian.

Pertama adalah pengejawantahan dari seorang Buddha yang telah tercerahkan sepenuhnya, seperti Siddhartha Gautama, yang terlahir ke dan mengajar di dunia ini;

Yang ke-dua adalah yang kelihatannya seperti orang awam namun ia terberkati dengan kapasitas khusus untuk memberi manfaat bagi banyak insan: seorang tulku; dan

Yang ke-tiga adalah insan dengan tingkat pencerahan tertentu yang berkarya untuk memberi manfaat dan menginspirasi insan-insan lain melalui berbagai karya seni, ketrampilan, dan ilmu pengetahuan (sains). Maksudnya, seperti yang dikatakan oleh Kalu Rinpoche, adalah “ekspresi spontan, seperti sinar yang terpancar dengan spontan dari matahari, tanpa sang matahari harus menyuruhnya atau sadar memikirkan tindakan memancarkan ini. Demikianlah sang matahari dalam memancarkan sinarnya.”


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef