Showing posts with label aksara. Show all posts
Showing posts with label aksara. Show all posts

Thursday, May 1, 2014

Lotuschef Bermain-main – Terus Memegangi Mahkota 5 Buddha


Ditulis oleh Lotuschef – 28 April 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Hanging Onto 5-Buddha Crown



Di suatu sesi sadhana, saat menjapa mantra Vajrasattva, sesuatu yang lucu melesat sekilas dalam penglihatanku!

Hahaha!

Beberapa dari mahkota tersebut TERBANG! Sungguh mengagetkan dan merupakan kengerian dari mereka yang mengenakan mahkota 5 Buddha di saat upacara.

Seperti diangkat dari kepala dan terbang ke tungku homa serta “mempersembahkan” diri (mahkota) sendiri ke dalam api!

Hahaha!

Guru segera memanggil: Lian Chu! [Lotuschef]

Aku menatap Guru dengan pandangan kosong.

Hahaha! Aku diam-diam berkomunikasi dengan Guru, mengatakan padanya kalau mahkota-mahkota yang terbang ke dalam api itu bukan kerjaanku!
Singkatnya: “Guru, bukan aku yang melakukannya.”

Beberapa wajah yang terkejut juga muncul sekilas di pikiranku! :)

Mungkin memang sudah waktunya bagi para Dharmapala untuk “Membersihkan” Aliran Satya Buddha, atau bisa dikatakan memastikan berjalannya “Hukum & Keteraturan” dari sebuah pasamuan pemeluk agama buddha yang otentik!

Aku mengaku kalau “kadang-kadang” memang cukup jahil, tapi yang ini terjadi begitu saja, bukannya aku “menghendaki” untuk terjadi lol!

Aku “Tak Bersalah”!

Hahaha!
Sampai tak bisa berhenti ketawa melihat wajah-jawah yang kaget karena mahkotanya terbang dan juga mereka yang menyaksikan insiden tersebut!

Kiranya bertanya: Bisakah aku melakukan hal tersebut dengan menggunakan Kekuatan Transendental atau Astral?
Terlebih dulu, apakah aku punya kesaktian semacam itu?
Hahaha!

Tanya saja ke Guru. :)
Bagi Guru, hal tersebut bisa dilakukan jika beliau mau. :)

Ingatkah saat perayaan tahun baru China kemarin?
Guru mengajarkan kita cara “menghasilkan” aksara-aksara HOM dan menempelkannya ke semua tempat?

Kalau kamu benar-benar bisa menempelkan aksara-aksara HOM itu seperti yang diajarkan Guru, kamu akan bisa dengan jahilnya “Mengangkat” mahkota-mahkota 5 Buddha dari para pemakainya dan menerbangkannya hingga masuk ke tungku api saat upacara puja api homa!

Ingatlah bahwa Tantrayana berisikan Berbagai Kemungkinan Yang Tiada Berbatas, dan dengan kekuatan “astral” yang relevan, kamu bisa melakukan apapun dan kapanpun kamu mau!


Hahaha!


Oh, aku ingat pernah bertanya kepada seorang reverend: Kamu ingin menjadi Shangshi (VM)?
Dijawabnya: YA!

Dua bulan kemudian aku diminta Guru untuk menanyakan hal yang sama kepada reverend di atas.
Kali ini jawabannya: TIDAK!

Jadi mulailah aku berbagi dengannya beberapa konsep sadhana dan beberapa lagi dari Sutra Avatamsaka dan Sutra Intan.

Hehe! Aku lalu menyadari bahwa proyek ini ada sisi pencerahannya tersendiri!
Reverend tersebut tak pernah tulus saat bilang “TIDAK!” secara permanen mengenai jabatan VM yang diinginkannya.

Karena dia tahu bisa memanfaatkanku dengan berbohong kepadaku, kemudian akan berusaha untuk mendapatkan jabatan VM demi menunjukkan kepada sesamanya yang berlindung (bersarana) dan ditahbiskan di waktu yang sama dengannya bahwa “Aku” juga bisa menjadi seorang VM seperti mereka!
“Aku” ini sangat bertolak belakang dengan apa yang kubagikan dengan penuh kesabaran kepada reverend ini!

Seperti yang kukatakan: Pelatihan dirimu yang benar dan tekun pasti akan terlihat dari Aura-mu!
Kalau aura-mu tak berubah atau menjadi cemerlang, atau saat kamu “diamati” ternyata tak menunjukkan kemajuan, maka aku akan segera menghentikan berbagi ajaran denganmu.

Kebohongan-kebohongan-MU tak akan berlangsung lama pula!


Selamat bersadhana!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Disunting dari Jurnal Lotuschef

Related Posts:


Thursday, February 6, 2014

Guru Menjelaskan Mengenai Metode Penyucian [1] & [2]


Ditulis oleh Lotuschef – 21 Januari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: SZ on Purification 师尊讲「大圓滿法口訣部-清淨」[1] & [2]



Guru katakan bahwa seorang yogi harus selalu teliti dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya. Sekecil apapun pekerjaan itu, harus diselesaikan dengan baik.

Mengenai Penyucian, Guru mengajarkan 4 metode dengan menggunakan Bija Aksara Hom (ཧཱུྃ).

Postur duduk Vairocana (7 postur pendukung)

Klik di sini untuk menonton ceramah Guru. Penjelasan berikut dimulai sekitar menit ke-35 dan seterusnya.


Belajarlah terlebih dulu untuk menulis aksara Hom (ཧཱུྃ).

Dimulai dengan duduk dalam postur Vairocana atau 7 postur pendukung (sudah pernah dijelaskan dalam blog ini, di artikel-artikel yang membahas 9 langkah pernafasan).

Mengaktifkan Qi (Prana) dari berbagai sumber ke dalam Nadi Tengah:
  1. Lidah menyentuh langit-langit mulut – akan mengaktifkan [Prana yang Bergerak ke Atas]
  2. Tekan tuas tenggorokan ke bawah – akan mengaktifkan [Prana Kehidupan]
  3. Tulang punggung diluruskan – akan mengaktifkan [Prana Samping]
  4. Kaki disilangkan, menaikkan kandung kemih (mengencangkan otot anus) – akan mengaktifkan [Prana yang Bergerak ke Bawah]
  5. Kedua tangan menyatu membentuk Mudra Dhyana – akan mengaktifkan [Prana Pendamping Api].

Dan berikut adalah 4 metode Penyucian:


Metode 1



Bayangkan bunga teratai mekar di Chakra Hati, dan Bija Hom berwarna biru bersinar di atasnya.

Japalah dengan lembut [Hom, Hom, Hom, .....]. Bayangkan Hom keluar dari lubang hidung kanan, lalu membesar dan berlipatganda, lalu rekatkan ke 4 sisi tembok, ke para anggota keluarga, dan sebarkan lebih jauh ke tempat-tempat di sekitar dan kemudian perluas lagi hingga ke seluruh dunia. Semuanya direkati Hom berwarna Biru.

Lalu hirup kembali Hom lewat lubang hidung kiri, yang kemudian mereka memenuhi diri sendiri, dan dengan satu japaan Hom yang kencang, diri berubah menjadi Hom BESAR dan satukan semua lingkungan internal (dalam) dan eksternal (luar) untuk mencapai Kesucian Seutuhnya.


Metode 2



Di metode yang ke-2 ini, bayangkan sebuah aksara Hom berwarna Hijau. Kamu menjapanya dengan lebih kencang, aksara per aksara. Rekatkan semua aksara Hom hijau ini ke semua materi. Dan dengan sebuah Hom yang sangat kencang bagaikan suara petir, semua bangunan hancur menjadi bidang yang datar. Kemudian hirup kembali Hom Hijau ini dan rekatkan semuanya pada tubuh sendiri, dan dengan satu Hom yang kencang lagi, tubuh sendiri hancur berkeping-keping dan berubah menjadi Kosong.

Semuanya tak ada lagi, tak tersisa, jadi tak ada lagi yang namanya tak suci ataupun dosa, tak ada yang bersih ataupun kotor, Tidak Ada Satu Hal pun!


Metode ini dinamakan [Metode Menghancurkan Hingga Berkeping-keping].


Di sini juga ada konsep Buddha Dharma yang mendalam. Sungguh dalam dan susah dibayangkan.
{无我 Wu Wo – Tiada Diri}!

Semuanya [Kosong dan Tak Ada], dan pada saat itu [Karakteristik Kesetaraan] akan muncul, di sanalah semua hal menjadi Suci Seutuhnya.


Kita ini adalah [Komposit/Gabungan Komponen] dan metode ini menghancurkan semua gabungan komponen tersebut!!!


Metode 3


Metode yang ke-3 dengan membayangkan sebuah aksara Hom berwarna Merah dan sebuah aksara Hom lagi berwarna Hitam, keduanya berada di Chakra Hati. Dengan lembut menjapa Hom, bayangkan Hom Merah dan kemudian Hom Hitam keluar lewat lubang hidung kanan, lalu mereka berubah menjadi Gunung Sumeru berwarna Merah dan Hitam. Kedua Gunung Sumeru saling mengitari satu sama lain, bagai bergelut untuk mendapatkan posisi yang sama.

Kemudian mereka berubah menjadi aksara Hom Merah dan Hitam lagi, mereka memasuki tubuhmu lewat lubang hidung kiri dan bersemayam kembali di Chakra Hati. Kamu kemudian berkonsentrasi pada kedua aksara Hom di Chakra Hatimu. Dengan cara ini kamu akan mudah masuk ke kondisi Samadhi karena metode ini adalah konsentrasi menuju ke arah ketenangan.

Kiatnya adalah dengan melebur kedua Hom menjadi satu: Sebuah bija Hom dengan setengah bagian bersinar merah dan setengah bagian lagi bersinar hitam.

Kenapa menggunakan Merah dan Hitam? Karena mereka adalah warna yang membantu memasuki kondisi Samadhi dengan mudah.
Warna Hitam membuatmu mudah mengantuk, sedangkan Merah membuatmu terjaga/siaga; Samadhi berada di antara kedua kondisi tersebut.


Metode 4


Di metode ini, gunakanlah aksara Hom berwarna Putih. Semua tempat dipenuhi dengan Hom Putih, dan kemudian hiruplah Hom Putih tersebut untuk memenuhi diri sendiri. Lewat satu kali menjapa Hom dengan kencang, diri sendiri berubah menjadi Sinar Putih.

HOM bersinar Putih ini mampu mencapai berbagai negara dan juga alam-alam lain seperti Surga Nafsu; Surga Rupa (Wujud), Surga Arupa (Tanpa Wujud); juga mampu menjelajahi 6 alam Samsara.

Demikianlah saat kamu telah melatih Penyucian dan mencapai Kesucian itu sendiri, kamu akan mampu berbagi Kesucian ini dengan semua insan di 6 Alam Samsara.

Guru lebih lanjut menjelaskan bahwa kita sebagai sadhaka jangan suka membanding-bandingkan, karena kita semua Setara dan Semua punya Sifat Sejati Buddha.

Oleh karenanya Kesucian ini adalah Kesetaraan. Kalau kamu tak punya Kesetaraan ini maka kamu akan terlibat dalam berbagai argumen dan perselisihan. Kita harus memperlakukan semua dengan Kesetaraan.


Ada satu kunci penting yang Guru katakan!
Kita menggunakan Buddha Dharma untuk menemukan Sifat Sejati Buddha dalam diri sendiri.
Setelah Sifat Sejati Buddha telah ditemukan, maka Buddha Dharma sudah tak digunakan lagi.

Tak ada satupun yang Kekal. Semuanya hanya muncul untuk beberapa saat saja!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef