Tuesday, July 16, 2013
Kebijaksanaan yang nampak gila – Siapa Menjebak Siapa?
Ditulis oleh Lotuschef – 16 Juli 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Crazy Wisdom – Who Traps Who?
Bulan Agustus 2009.
Setelah bertemu dengan Shimu untuk membahas mengenai persyaratan pentahbisan, keesokan siangnya aku bertemu dengan #2 di luar kantor komite pusat.
Ia mengomentari: Oh! Ada yang yang akan ditahbiskan nih, dan masuk ke dalam perangkap kami.
Aku menimpalinya: Siapa menjebak siapa?
Ia tertawa dan berkata: Jawaban yang bagus.
Tiba-tiba saja teringat percakapan di atas! Hahaha!
Namun coba pikirkan: Kenapa ia berpikir kalau orang yang ditahbiskan berarti jatuh ke dalam perangkap mereka?
Dengan pengalamanku sampai dengan detik ini, betapa bahagianya aku sungguh tak terjatuh ke dalam perangkap mereka! :)
Cara pikir seperti apa ini yang dimiliki oleh #2, menganggap Pentahbisan dari Shizun (Guru) sebagai sebuah JEBAKAN?
Apa selama ini dia merasa TERJEBAK?
佛说:四众之中,为出家儿最为珍贵,受人天供养
《三千威仪经》说出家所作事务有三:一坐禅、二诵经、三劝化。
一禅二诵三劝化,可谓大乘出家众的正业。
Di dalam Tiga Ribu Sutra Wei Yi – Tugas Sebenarnya dari semua orang yang telah ditahbiskan di dalam Mahayana adalah:
Pertama – Melakukan Meditasi
Kedua – Menjapa Sutra
Ketiga – Menunjukkan/berjuang untuk mengubah jalan atau cara yang tidak bajik.
Oleh karenanya, mana ada yang namanya “ditahbiskan tapi malah membuat dirinya jadi TERJEBAK”?
Teman-teman sekalian yang terkasih, bisakah kamu menjawab pertanyaan di atas: Siapa Menjebak Siapa? :)
Dari tubuh, ucapan dan pikiran #2, dia sungguh-sungguh terjerat dengan erat oleh hatinya sendiri!
Mengabaikan Sutra Avatamsaka adalah salah satu petunjuk akan tren yang dikejarnya pula!
Maha Kesempurnaan dan 9 Yana sebenarnya terlampau tinggi bagi kebanyakan pelatih batin yang tubuh, ucapan dan pikirannya TAK SUCI.
Aku sejak dulu sudah pernah membagikan Kembali Ke Ajaran-ajaran Dasar, tapi jumlah pembacanya sedikit!
Setelah Guru memberikan ceramah dharma pada tanggal 13 Juli 2013 kemarin, dengan tulus kuberharap supaya teman-teman sekalian mulai mempelajari 4 Kebenaran Mulia dan menggunakannya juga untuk memberi manfaat bagi dirimu sendiri dan para insan lain.
Sesungguhnya selama ini aku tak memarahi siapapun, namun [menyarankan/memohonmu untuk mengubah/memperbaiki cara-cara atau jalanmu yang tidak bajik].
Metode-metode yang kugunakan mungkin tidaklah ortodoks, namun untuk beberapa jenis orang, cara-cara yang ekstrim memang terpaksa digunakan.
:) Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
avatamsaka,
Bahasa Indonesia,
jebakan,
lotuschef,
mahayana,
pentahbisan,
yana
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment