Showing posts with label pahala. Show all posts
Showing posts with label pahala. Show all posts

Thursday, February 27, 2020

Persembahan Dalam & Luar 内供养/ 外供养



Ditulis oleh Lotuschef – 22 Agustus 2011
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 内供养/ 外供养 Internal & External Offering


Saat berada di HSR, Taichung, kami membeli beberapa bungkus nasi kotak dengan menu daging.

Setelah melakukan penyeberangan dan penyucian, kami melakukan persembahan maha mandala dan mulai makan.

E berbagi makanan dengan si V, istrinya.

Kuberitahu Si V untuk menjapa [Om Ah Hom] untuk menyucikan sebelum mempersembahkan/makan.
[Buddha/para dewata di dalam tubuh juga perlu memakan makanan yang ‘tersucikan’.]

J dan S bertanya kepadaku mengapa Si V masih harus melakukan persembahan lagi dengan kotak makanan yang sama yang telah dipersembahkan oleh Si E.

Teman-teman pembaca yang terkasih, apakah kalian membaca tulisan-tulisan di blog ini?

Apa yang Mahaguru katakan perihal persembahan? Baru-baru ini aku telah mempublikasikannya.

Melakukan persembahan, kemudian memakannya, dengan demikian orang yang bersangkutan sesungguhnya sedang memberikan persembahan kepada Buddha dan Para Dewata DI DALAM TUBUHNYA.

Saat kita melakukan Puja Api Homa, kita sedang melakukan SECARA LUARAN kepada para dewata, dan mereka yang tertulis di dalam naskah doa sebagai yang mempersembahkan akan menerima berkat atau pahala. Tentunya para peserta juga merupakan pihak penerima dari sesi persembahan ini.

Si V adalah satu-satunya yang mengangkat topik [内供养/ 外供养 Persembahan Dalam dan Luar].

Ia pun patuh melakukan penyucian dan kemudian mempersembahkan.

Haha!

Mahaguru katakan bahwa segala hal yang kita lakukan adalah PELATIHAN DIRI!
Sering-sering bacalah artikel Mahaguru karena mengandung kebijaksanaan agung dari seorang yang telah Tercerahkan.


Amituofo
Lotuschef
Pure Karma
True Buddha School


Sunday, July 14, 2019

Mematok Harga Untuk Buddha Dharma? 佛法定价?



Ditulis oleh Lotuschef – 26 Februari 2018
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Set Price on Buddha Dharma? 佛法定价?




真佛般若藏 ~师尊说[随缘赞助]!
Prajna Garbha Satya Buddha (PGSB) ~ Mahaguru Lu bilang [Sponsor secara sukarela]!

Hahaha!
Ayo bermain-main!

真佛般若藏是什么?
PGSB ini apa?
其内容出自那里?
Isinya datang dari mana?
其有何作用?
Dan tujuannya apa?

真佛般若藏来自莲生活佛[弘法]的典故,内涵他的精髓!
PGSB berasal dari [Pembabaran Dharma] Buddha Hidup Lian Sheng yang berupa berbagai perjumpaan/pengalaman beliau, berisikan [intisari vital] beliau!

Apakah Buddha mematok harga untuk ajaran-ajarannya?
Tidak!
Sama halnya, Mahaguru Lu bilang bahwa semua boleh berlangganan PGSB dan sponsor pun juga bersifat sukarela!

Mahaguru Lu mengatakan bahwa pencipta PGSB menggunakan tenaga dan sumber daya yang besar, serta berharap agar para pelanggan dapat membantu meringankan beban para pencipta tersebut dan membantu dalam pemeliharaan situs PGSB.

Sekarang bila ditilik:
Apakah kamu butuh PGSB?
Bila butuh, lantas untuk tujuan apa?

PGSB ini sebenarnya mirip dengan mereka yang mensponsori pencetakan literatur dharma seperti dharani.
Kalau tidak bisa menjangkau untuk memberi manfaat bagi para insan, maka tak ada gunanya sama sekali.
Aku pernah menulis bahwa mampu membiayai pencetakan literatur dharma namun tidak dapat membagikannya untuk menolong para mahluk agar dapat menjalin jodoh dengan Buddha Dharma, maka usaha dan sumber daya yang dikeluarkan malah bersifat ceroboh.
Tapi ada banyak orang yang mencetak literatur seperti itu demi mendapatkan pahala atau memperingan hutang karma mereka.
Ini namanya ada motif tersembunyi untuk keuntungan pribadi!

Mari kita lihat dari sudut pandang lain:
Beramal Dharma ~ untuk para pencipta PGSB, mereka menyusun Buddha Dharma yang diajarkan oleh Mahaguru Lu sehingga ada lebih banyak orang yang dapat mengaksesnya. Jikalau mereka tidak mengharapkan penghargaan dalam bentuk apapun, maka mereka sesungguhnya sedang Beramal Dharma.

Mereka akan mendapatkan penghargaan kapanpun PGSB berhasil menolong seseorang – di mana karma buruk mereka akan berkurang dan pahala bertambah.
Ah! Ya!
Bukan soal keuntungan moneter pribadi dan juga bukan ego mereka yang makin tinggi saat Mahaguru Lu memuji usaha mereka di depan publik!

Lantas:
Bila kamu menggunakan PGSB dan ia memberimu manfaat, atau membantumu untuk bisa hidup dengan lebih bahagia, dan kamu juga mampu berbagi kebahagiaan dengan para insan sekitarmu, maka kamu tak akan berhutang kepada si pencipta atas penggunaan kompilasi mereka.
Tapi, bila kamu merasa bisa mengakses PGSB tanpa menggantinya dengan cara/bentuk apapun, maka kamu justru akan menambah hutang karmamu!
Menyalahgunakan PGSB juga akan menambah karma burukmu!

Ingatlah bahwa semua pengetahuan dharma yang telah kamu dapatkan selama ini, harus diamalkan di berbagai situasi dalam hidupmu!

Mahaguru Lu bilang [sponsor secara sukarela] tentunya untuk berbagai alasan.
Kamu bisa mengira-ngira apa saja?
Hahaha!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Wednesday, July 4, 2018

Mandala Vajra 6 Alam 六道金刚咒轮 – Penyembuhan 治疗 ?



Dibagikan dengan tambahan anotasi oleh Lotuschef – 3 Juli 2018
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 六道金刚咒轮 6-realms Vajra Mandala – 治疗 Healing?


Mengutip dari artikel 六道金刚咒:

六道金刚咒普度众生,有无量无边功德。
Mantra vajra 6 alam menyelamatkan semua insan, pahalanya tak terbatas.

凡耳闻此咒声,或目睹此咒字,或身手触著此咒,均消灭三世业障,将来均得成佛。
Mereka yang mendengar penjapaan mantra ini atau melihat mantra ini, atau tubuh ataupun anggota tubuhnya menyentuh mantra ini, akan mampu menghapus dosa/karma dari 3 masa kehidupan, bisa mencapai Kebuddhaan di masa mendatang.

又此咒对于超度死亡众生,功德尤大。
Sungguh besar pahala mantra ini terhadap penyelamatan insan yang telah mangkat.

死亡众生虽已堕恶道,亦可出离,往生净土。
Para insan yang mati dan terjatuh ke alam-alam rendah, juga bisa meninggalkan alam tersebut untuk terlahir kembali di Tanah Suci.

生前如多念此咒,则死后焚身,即得舍利。
Banyak menjapa mantra ini dalam masa hidupmu, saat ajal menjemput dan dikremasi maka akan menghasilkan Sarira.

利益众生无上殊胜的六道金刚咒功德及因缘 [六道金刚咒」可译为
「带成佛咒」- (mantra yang membawa ke Kebuddhaan),即佩带身上,亦可成佛。

此咒因缘是阿达尔妈佛传于毗卢遮那佛。
[Mantra ini berasal dari Adharma Buddha yang mentransmisikannya kepada Vairocana Buddha].
在毗卢遮那佛时,有某修道人,心甚慈悲。
彼时有一大河与某湖相连,因天旱水涸,致河水与湖水,亦因之干断。
湖内之鱼,天天被干死者甚多。
某人乃天天将湖内之鱼捞起来,一担一担送到河里去。
但天旱甚剧,将此一担鱼送到河去;待回到湖时,又见有许多鱼都干死了。某人叹气说:「得救的众生少,不得救的众生多,众生真难度!」

彼时毗卢遮那佛化身对他说: Inkarnasi Vairocana Buddha mengatakan kepadanya:
众生度众生,当然得度的众生甚少;如以佛法度众生,则众生自能普度。
Para insan menyelamatkan para insan, tentu saja yang diselamatkan sangat sedikit;
Kalau saja mereka menggunakan Buddha Dharma untuk menyelamatkan para insan, tentunya para insan mampu menyelamatkan diri mereka sendiri.

某人闻此言,即求毗卢遮那佛传授普度众生之法。
Mereka yang mendengar hal tersebut, segera memohon kepada Vairocana untuk mentransmisikan dharma penyelamatan para insan.

毗卢遮那佛乃授以此咒。
Vairocana Buddha akan mentransmisikan mantra ini.

某念咒七遍后,所有已死之鱼均往生西方净土;未死之鱼,均消灭无量业障,随后均得往生成佛。
(Mengacu ke kisah di atas) Yang menjapanya sebanyak Tujuh kali, maka semua ikan yang mati akan terlahir kembali di Surga Sebelah Barat; sedangkan ikan-ikan yang masih hidup, karmanya yang tak terhingga akan terhapuskan dan bisa mencapai Kebuddhaan saat meninggal.

此「六道金刚心咒」具有不可思议功德之大概情形。
Demikianlah gambaran umum dari pahala [mantra vajra 6 alam] yang tak terbayangkan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Teman-temanku yang terkasih,
Bila kamu ingat, beberapa tahun yang lalu aku menerima setumpuk mandala vajra 6 alam dan kemudian melakukan riset tentangnya dan membagikan pengetahuan tersebut kepada semua orang.

Aku juga mengajarkan cara visualisasi saat menjapa mantra panjang Padmakumara Putih yang berisikan mantra vajra 6 alam di dalamnya. Mungkin kamu masih ingat?

Kala itu aku menggunakannya untuk menolong seseorang dengan Kanker Pankreas Stadium 4 dan tumornya mulai mengering serta mengecil. Petanda tumornya juga menurun dari 540 menjadi 17 dalam jangka waktu 3 bulan.
Sayangnya, orang tersebut tidak menepati janjinya untuk beramal.
Umurnya hanya bertambah panjang 3 tahun saja dari 10 tahun yang dimintanya.

Dan kini aku menjapakan [Mantra panjang Padmakumara Putih] sebanyak 108 kali untuk “memberkati” setumpuk kertas dengan cetakan [mandala vajra 6 alam] di hari Sabtu dan membagi-bagikannya kepada beberapa hadirin di sesi upacara di Medan.

Di hari Minggu, setelah sesi sadhana memperingati ulang tahun Mahaguru Lu, aku mengajarkan seseorang cara MENGGUNAKAN mandala ini untuk menyembuhkan dirinya sendiri!

Itu merupakan penjapaan dengan visualisasi di mana kertas mandala diletakkan di tempat yang menderita sakit (tempat masalah berada).

Melalui telapak tangan orang yang sedang menggenggam kertas mandala tersebut, aku juga memberikan sedikit bantuan dengan menyalurkan “Qi” (prana) lewat mudra jari Vajra.

Hehe! Ia mulai merasakan kehangatan menyebar dari mandala tersebut dan hal ini berlangsung selama beberapa saat hingga menjadi panas sekali dan ia harus melepaskan kertas mandala tersebut.
Kehangatan tersebut masih terasa lebih dari satu jam bahkan setelah kertas mandala dilepaskan.
Orang ini menderita Penyakit Hati Berlemak.

Akan memantau perkembangannya dan bila orang ini sungguh-sungguh tekun dan tulus dalam menyembuhkan dirinya sendiri, maka tak akan ada masalah.


Salam metta,

Om。ah。hum。 gu-ru-bei。ah-ha-sa-sa-ma-ha。 lian-sheng。sid-dhi。hum。
Lama Lotuschef

Sunday, July 16, 2017

Pahala [2]



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 17 Juni 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: [2] Phala 果位


Di atas ini: Mahaguru Lu sedang mengajarkan 道果 Lamdre.

道 – Tahapan Jalan (Marga)
果 – Tahapan Buah Keberhasilan (Phala)


Pencapaian
Istilah untuk momen pertama pencapaian adalah jalan memasuki aliran (sotāpatti-magga), yang memotong tiga belenggu pertama. Ia yang mengalaminya dinamakan sebagai seorang pemenang-aliran (sotāpanna).

Yang dikatakan sebagai srotapanna adalah yang mempunyai pemahaman intuitif mengenai dharma, mahluk bijak ini memiliki Pandangan Benar (sammā diṭṭhi) dan punya keyakinan yang tak tergoyahkan di dalam Buddha, Dharma, dan Sangha.
Buddha, Dharma, dan Sangha, kadang kala disebut sebagai Tiga Rangkap Sarana, dan di lain waktu disebut sebagai objek-objek yang dikenang.
Pada umumnya, keyakinan yang teguh di dalam Buddha, Dharma, dan Sangha, dianggap sebagai salah satu dari empat bagian pemenang-aliran (sotāpannassa angāni).
Srotapanna juga dikatakan telah “membuka mata Dharma” (Dharmacaksu), berhubung mereka telah merealisasikan bahwa apapun yang muncul pasti akan berakhir (tidak kekal).
Oleh karenanya keyakinannya kepada dharma yang sejati tak akan goyah.

Sekilas awal memahami elemen yang tak berkondisi, asankhata, mereka bisa melihat tujuan akhirnya, pada saat jalan yang mereka telusuri telah matang (marga-phala).
Sebaliknya di mana mereka yang memasuki aliran telah melihat nirwana dan kemudian menjadi yakin, maka seorang arhat mampu menenggak airnya sepenuhnya, bila menggunakan kiasan dari Sutra Kosambi (SN 12.68) – mengenai sebuah “sumur”, yang ditemui di sepanjang jalan yang gersang.

Namun sisa tiga jalan berikut:
Kembali sekali lagi (sakadāgāmin),
Tidak kembali (anāgāmin),
dan kedewaan (arahatta)
menjadi “takdir” (sammatta niyāma) bagi mereka yang memasuki aliran.
Pencerahan mereka sebagai seorang murid  (arya sravaka) menjadi tak terelakkan dalam 7 kehidupan melewati berbagai transmigrasi di antara menjadi dewa dan manusia;
Bila tekun (appamatta, appamāda) dalam bersadhana sesuai dengan instruksi (satthāra) dari Sang Guru Pembimbing, mereka bisa tersadarkan secara sempurna dalam kehidupan saat ini juga.
Di masa mendatang hanya ada sedikit penderitaan yang harus dilewati.
Dalam naskah-naskah agama Buddha masa awal (seperti Sutra Ratna) dikatakan bahwa seorang yang memasuki aliran tak akan lagi terlahir ke dalam rahim binatang, atau neraka, atau sebagai hantu kelaparan.
Berbagai jalan menuju tujuan kelahiran yang sengsara (durgati) telah ditutup bagi mereka.

Juga tak akan mungkin melakukan enam “kejahatan keji” (abhithanani) yang akan menjatuhkan mereka ke dalam neraka selama berkalpa-kalpa. Keenam kejahatan tersebut adalah: (1) membunuh ibu, (2) membunuh ayah, (3) membunuh arhat, (4) dengan niat jahat mencelakai Buddha hingga menumpahkan darah, (5)menyebabkan perpecahan di dalam paguyuban Sangha, dan (6) berguru pada guru lain.

Mereka hanya akan terlahir ke dalam keluarga “bangsawan”, atau sebagai mahluk surgawi.


Tiga belenggu
Di dalam kanon berbahasa Pali, kualitas seorang srotapanna digambarkan sebagai berikut:
… para bhiksu yang telah melepaskan tiga belenggu, adalah para pemenang aliran, mereka tegar, tak akan pernah lagi ditakdirkan mengalami kondisi duka, berjalan menuju penyadaran diri.
Demikianlah Dharma yang kuproklamirkan selalu jelas, terbuka, nyata terbukti, berkualitas tinggi.
— Sutra Alagaddupama

Tiga belenggu yang disingkirkan oleh sotapanna adalah:

[1] Pandangan Diri – Pandangan akan substansi atau gabungan (sankhata) bisa menjadi abadi di dalam lima agregat (wujud, perasaan, persepsi [daya paham], niat, pengetahuan kesadaran) dan kemudian dimiliki sebagai ‘aku’ (subjek), ‘aku’ (objek), atau ‘milikku’.
Seorang srotapanna sebenarnya tidak mempunyai pandangan mengenai diri (sakkāya-ditthi), karena doktrin tersebut diproklamirkan sebagai wujud kemelekatan yang halus.

[2] Melekat pada upacara dan ritual – Mengenyahkan pandangan bahwa ia menjadi suci dengan mudahnya lewat melakukan ritual (persembahan hewan, berbilas, menjapa, dll.) atau menganut moralisme secara kaku, atau bersandar kepada seorang dewa untuk penyelamatan tanpa menghiraukan sebab-musabab (issara nimmāna). Upacara dan ritual kini malah lebih mengaburkan daripada mendukung pandangan benar seorang srotapana yang mata dharma-nya telah terbuka.
Srotapanna menyadari bahwa penyelamatan hanya bisa dimenangkan melalui praktik Jalan Mulia Beruas Delapan. Ia telah menghilangkan gagasan mengenai mujizat maupun jalan pintas.

[3] Curiga dan ragu-ragu – Keraguan kepada Buddha, ajarannya (Dharma), dan komunitasnya (Sangha) telah dilenyapkan karena srotapanna secara pribadi telah mengalami kodrat sejati realitas melalui pengetahuan yang mendalam, dan wawasan tersebut mengkonfirmasi keakuratan ajaran Buddha.
Dengan melihat maka keraguan tersingkirkan, karena rupa merupakan sebuah wujud penglihatan (darsana) yang memampukannya untuk mengetahui (jnana).


Pencemaran
Menurut Penjelasan dalam Bahasa Pali, enam jenis pencemaran pada akhirnya akan ditinggalkan oleh seorang srotapanna, dan tidak ada lagi pelanggaran berat:
Iri hati
Cemburu
Munafik
Curang
Fitnah
Dominasi


Kelahiran Kembali
Seorang srotapanna terselamatkan dari kejatuhan ke berbagai situasi yang menyedihkan (mereka tak akan terlahir sebagai seekor binatang, hantu, atau mahluk neraka). Nafsu, kebencian dan khayalan mereka tidak cukup kuat untuk menyebabkan kelahiran kembali di alam-alam yang lebih rendah.
Ia masih harus terlahir kembali paling banyak 7 kali di alam manusia atau surga sebelum mencapai nirwana.
Tidak harus terlahir sebanyak 7 kali sebelum mencapai nirwana, berhubung seorang praktisi yang tekun bisa melaju ke tahap yang lebih tinggi di dalam kehidupan yang sama di mana ia mencapai tingkat Srotapanna dengan membuat sebuah niat dan usaha yang gigih untuk mencapai nirwana sebagai tujuan akhirnya.


Enam tindakan yang tak akan diperbuat
Seorang srotapanna tidak akan melakukan enam tindakan salah berikut:
Membunuh ibu sendiri.
Membunuh ayah sendiri.
Membunuh seorang arhat.
Dengan niat jahat melukai Buddha hingga menyebabkannya berdarah.
Sengaja membuat perpecahan dalam komunitas sangha.
Mengangkat guru lain [selain Buddha].

~~~~~~~~~~~~~~~

Ada kutipan di dalam Pengantar Redaktur di dalam “PARA MURID AGUNG SANG BUDDHA” oleh Nyanaponika Thera & Hellmuth Hecker.
Lihat: GREAT DISCIPLES OF THE BUDDHA - INTRODUCTION

“… Meski demikian, proses pencapaian yang lebih khusus merupakan sebuah proses yang disesuaikan di mana berbagai belenggu dipotong secara berurutan, dalam beberapa gugusan, pada empat peristiwa penyadaran yang berlainan.
Hal ini menghasilkan gradasi berlapis empat di antara para murid mulia, dengan setiap tahapan utama yang terbagi lagi ke dalam dua fase:
Sebuah fase di dalam jalan (marga), di mana murid yang bersangkutan mempraktikkan pelenyapan gugus belenggu tertentu;
Dan sebuah fase di dalam buah hasilnya (phala), di mana dobrakannya telah sempurna dan belenggu-belenggu telah dihancurkan.
Pembagian ini menjelaskan formula klasik Arya Sangha yang terdiri dari 4 pasangan dan 8 jenis orang yang mulia. …”

Mengenai jalan (marga) dan buah keberhasilan (phala):
[1] Beberapa guru dharma menekankan bahwa Jalur Mulia Beruas 8 bukanlah gerakan maju yang “linear”.
Namun menurut saya hal tersebut sangat masuk akal melihat bahwa “Pandangan Benar” (sammā-diṭṭhi) pasti berada di titik paling awal.
(Sebagai contoh, memahami bahwa “penolakan terhadap karma & kelahiran kembali merupakan “pandangan salah” – di dalam susunan Empat Kebenaran Mulia dan Hukum Sebab-Musabab (Pratityasamutpada). Saya tidak melihat bagaimana orang yang menolak konsep kelahiran kembali & karma bisa berkembang sebagaimana mestinya di sepanjang jalan.)
Dan juga, puncak dari Jalan Mulia Beruas Delapan pastilah “Keheningan Benar” (sammā-samādhi) – yang didefinisikan sebagai 4 rupa-jhana. (sebagai contoh: SN 45.8, MN-117, MN-141), karena jhana adalah kondisi pikiran di mana 5 rintangan yang menghidupi Kebodohan dan Hasrat telah disingkirkan (AN 10.61, 10.62).
Untuk menyingkirkan Kebodohan, jangan beri makan 5-rintangan melalui pencapaian jhana. Antara Pandangan Benar dan Keheningan benar terdapat perkembangan etika, perhatian penuh dan meditasi.
Demikianlah baru terlihat adanya kemajuan linear, dengan Jhana sebagai buah keberhasilan (phala) dari praktik (marga) yang mendahuluinya.
Benarkah pemahaman ini?

~~~~~~~~~~~~~~~~

Hahaha!

Berpikirlah baik-baik sebelum kamu memanifestasikan pikiranmu ke dalam tindakan!

Pelatihan Dharma belum tentu seperti yang kamu pikirkan!

Tentunya, kamu selalu punya PILIHAN – Mau melakukannya atau tidak! :)

Apakah kamu dengan sekuat tenaga masih mencoba untuk “menjatuhkan” wujud ciptaanmu yang kamu labeli sebagai “lotuschef”!

Saatnya sadar!
Bila kamu tidak keluar dari Jalan yang sedang kamu telusuri saat ini, kamu tak akan pernah mendapatkan Buah Pencerahan.

“Kejahatan” dari “manifestasimu” itu sedang kamu beri nyawa kehidupan dengan Iblis ciptaanmu sendiri!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Wednesday, July 5, 2017

Hal apakah yang sangat penting?



Ditulis oleh Lotuschef – 1 Juli 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: What's Important? 什么最重要?





[--- Mahaguru hendak MEMBERITAHUMU bahwa yang KAMU Prioritaskan selama ini sungguh tidak penting dan tidak akan membawamu ke mana-mana berhubung Kepemilikan Duniawi tidak bisa membebaskanmu dari Penderitaan Samsara. ---]

~~~~~~~~~~~~~~~

Percakapan di pasar, saat mengobrol dengan seorang penjaga kios sayuran:
RV: Istrimu di mana?
AA: Dia pergi membantu mempersiapkan pernikahan seorang kerabat.
RV: Apakah ia saudarimu? (menunjuk seorang wanita dengan struktur tulang yang mirip dengan AA)
AA: Ya.
RV: Kesehatannya tidak bagus, kamu lebih baik.
AA: Ya. Tahun lalu ia menjalani operasi jantung.
Tapi ia beruntung punya cucu, sedangkan aku masih belum punya.
RV: Oh! Bila kamu melihatnya dari sudut pandang Buddha Dharma, punya kerabat lebih banyak berarti lebih banyak jeratan yang membelitmu dalam Kehidupan ini. :)
Kesehatan adalah yang paling penting.

~~~~~~~~~~~~~~~

Hahaha!
Yang ku-“lihat”?
Ia yang menurut saudaranya dianggap “Beruntung”, malah kesehatannya tidak baik.
Si saudara tadi merasa bahwa punya cucu barulah “beruntung” atau memiliki pahala.
Gelisah karena kekurangan sesuatu ~ adalah Derita Dunia yang diciptakan oleh Diri Sendiri!

Kalau kamu ingat tentang si JY, murid yang kisahnya pernah kutuliskan di sini?
Ia bilang ia bisa mengajariku untuk menjadi “sakti” dengan cepat!
Metodenya?
Dengan memvisualisasikan banyak Buddha & Bodhisattva yang menganugerahi abhiseka kepada banyak “clone” (klon identik) dirinya!
Maksudnya ia memvisualisasikan ada banyak dirinya yang menerima abhiseka di saat yang bersamaan! :)
Aku hanya tersenyum dan diam saja saat mendengarnya!

Kalau saja ia Menggunakan Bodhicitta dan mengubah semua insan menjadi dirinya, kemudian menerima berkat abhiseka di saat yang bersamaan, maka Pahalanya akan meningkat sangat cepat, DAN bukan “menjadi cepat sakti” – yang menurutnya ia akan punya berbagai kesaktian transendental dalam jangka waktu yang sangat pendek!

Dari apa yang dia ucapkan, kita bisa baca Pikirannya!
JY sama sekali tak paham apa itu Sadhana Sejati dari Buddha Dharma!
Lagipula ada banyak kesempatan di mana ia mencoba mengajariku dan memarahiku dengan mengatakan bahwa versi Buddha Dharma-ku tidak benar! :)
JY adalah orang yang memberitahuku bahwa seorang Fashi tidak boleh menonton film!
Juga mengirimiku transkripsi lengkap ceramah Mahaguru Lu yang membahas “Tiada Pikiran”!
Hahaha! Ia sendiri tak mampu menunjuk definisi “Tiada Pikiran” dengan tepat!
Aku bilang bila JY bisa mendefinisikan “Tiada Pikiran” dalam 20 kata, maka ia benar-benar paham!


Di atas ini adalah bagan dari Risalah Agung Tahapan Jalan Menuju Pencerahan.
Tahapan: Dalam rangka berlatih dengan bersungguh-sungguh, adalah penting untuk menaiki anak tangga setahap demi setahap sesuai dengan urutan pelatihan.
[Kiri ke kanan:] 
Biru ~ Fondasi sebelum memasuki Jalur Pelatihan
Merah ~ Jalur yang diajarkan kepada mereka dengan Kapasitas Rendah
Hijau ~ Jalur yang diajarkan kepada mereka dengan Kapasitas Sedang
Orange ~ Jalur yang diajarkan kepada mereka dengan Kapasitas Agung

Seseorang yang bahkan belum lulus “Taman Kanak-kanak” (TK) atau Fondasi awal sebelum bisa melaju ke anak tangga Pelatihan Dharma yang pertama, sungguhlah tidak punya Buddha Dharma otentik apapun untuk diajarkan!

Jadi aku juga sedih sampai harus memberitahu banyak orang bahwa mereka juga masuk dalam kategori ini, kelompok “TK”.

Karena?
Kamu tidak mempersenjatai dirimu dengan keterampilan Buddha Dharma yang relevan untuk bisa lulus dari “TK”!

Apakah hal yang penting bagi seseorang yang telah bersarana dan berjanji untuk melatih Buddha Dharma?
Janjimu di saat bersarana merupakan salah satu Bodhicitta Aspirasi, dan janji itu adalah bagaimana kamu MENGGUNAKAN Buddha Dharma untuk mengurangi penderitaan dan berbagi kebahagiaan dengan para insan!
Sekedar mengucapkan kata-kata atau kalimat di dalam sebuah Sadhana tidak akan membantu sama sekali, bila kamu tidak paham apa yang kamu ucapkan!

Mungkin Prinsip Kebenaran ini sulit kamu cerna?
Mungkin kamu pikir kamu telah melatih Dharma dengan baik selama bertahun-tahun?

Tapi cobalah amati dirimu kembali dengan jujur dan objektif, lalu jawablah sendiri pertanyaanmu: seberapa banyak yang aku ketahui tentang Pelatihan Dharma?

Jangan-jangan kamu diperdaya oleh ilusimu sendiri dan ilusi orang-orang lain dalam kategori “TK” yang sama?

Saatnya bangun dan sadar!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, July 4, 2017

Menjapa Mantra 100 Aksara



Ditulis oleh Lotuschef – 4 Juli 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 唸百字明咒 Chanting 100 Syllables Mantra

“HOM” dalam aksara Tibet.

Roda Dharani 100 Aksara.

Berikut ini adalah kutipan dari Buku karya tulis Mahaguru Lu ke-45:

蓮生活佛著作 > 盧勝彥文集 > 第45册文集_坐禪通明法 > 除業障與四加行

蓮生活佛著作 - 除業障與四加行 Menyucikan Karma & 4 Prayoga
........
修者唸百字明咒:「嗡。別炸薩埵沙媽耶。媽奴巴拉耶。別炸薩埵爹奴巴地叉。 遮接咩巴娃。蘇多卡欲咩巴娃。蘇甫卡欲咩巴娃。晏奴拉埵咩巴娃。沙爾娃。司地。 咩不拉也叉。沙爾娃。嘎嘛。蘇渣咩。即彈木。司哩任古魯吽。哈哈。哈哈。訶。邦 嘎印。沙爾娃。打他架打。別炸媽咩門渣。別咭巴娃。嘛哈沙媽耶。薩埵阿。吽呸。 」此咒每修持一回誦二十一遍。

若堅修此法,金剛心菩薩見修持者,護持修持者,灌頂修持者,使修持者一切罪 障魔難疾病全部滌淨去除,罪業已消,全身輕快。
菩薩自頂入心,可得金剛心菩薩與 自己合一,這是即身成佛的不二成就。

Ya!

Mantra 100 aksara dari Vajrasattva!

Seperti yang dikatakan oleh Mahaguru Lu:
Ia yang melatih 4 Sadhana Prayoga atau Sadhana Pertobatan Vajrasattva ~ maka Vajrasattva akan mengamati sadhaka tersebut; melindungi dan mendukungnya; menganugerahinya abhiseka, menghapuskan segala dosa karmanya, malapetaka dari Mara, sakit penyakit, dan berhubung segala dosa karma telah tersucikan maka seluruh tubuhnya menjadi ringan dan penuh sukacita.
Sang Bodhisattva masuk dari ujung kepala menuju ke hati, mampu meleburkan Vajrasattva dengan diri sendiri, maka inilah yang dinamakan Dengan Tubuh Manusia Mencapai Kebuddhaan Secara Langsung, sebuah pencapaian keberhasilan yang non-dual.

~~~~~~~~~~~~~~~~

Hahaha!

Baru-baru ini ada banyak murid yang memberitahuku kalau mereka berpartisipasi dalam upacara “Pertobatan Mulia Kaisar Liang” yang diadakan oleh suatu rumah ibadah.

Kuberitahu mereka bahwa Mahaguru Lu katakan: Sadhana Pertobatan Terbaik hanyalah Pertobatan Vajrasattva!

Banyak artikel dari Mahaguru Lu mengenai topik ini yang sudah kubagikan.

Tapi masih saja ada banyak umat yang percaya omongan orang lain dan malah bukan dari Mulaguru-nya sendiri!

Bertanya:
Kamu belajar apa dari “orang-orang ini” sehingga mampu menambah “Pahala”-mu?

Mengapa buang-buang waktu menghadiri acara yang berlangsung selama berhari-hari, padahal kamu bisa bersadhana dengan mudah di rumah?

Manajemen Waktu merupakan salah satu hal yang harus dipelajari oleh sadhaka yang berlatih dengan sungguh-sungguh. Ia harus berfokus pada petunjuk-petunjuk utama dari Mulaguru-nya sendiri!

Hahaha!

Kamu bisa Menyucikan dirimu sendiri setiap hari hanya dengan melatih Sadhana Pertobatan Vajrasattva!

Dan ingatlah: Melatih Dharma bukan merupakan hak istimewa Orang-orang Tertentu saja, namun setiap orang bisa juga bisa mendapatkan keberhasilan. Tentunya KUNCI UTAMANYA ada pada Ketulusan dan Kesungguhan Hati!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, June 24, 2017

[1A] Pahala ~ Ibu Rumah Tangga



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 17 Juni 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: [1A] 果位 Phala ~ 家庭主妇 Housewife


Ibu Rumah Tangga ~ seorang wanita yang telah menikah dan pekerjaan utamanya adalah mengurus keluarganya, mengelola segala urusan rumah tangga, serta melakukan pekerjaan rumahan.
“pembagian pekerjaan secara tradisional antara suami sebagai pencari nafkah dan istri sebagai ibu rumah tangga”

Seorang ibu rumah tangga ialah seorang wanita yang pekerjaannya mengelola rumah keluarganya – meliputi: mengurus anak-anaknya; membeli, memasak, dan menyimpan makanan untuk keluarganya; membeli berbagai barang kebutuhan keluarga yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari; melakukan pekerjaan rumahan dan mengurus rumah; serta membuat pakaian untuk keluarganya – dan yang tidak bekerja di luar rumahan.

Seorang ibu rumah tangga juga bisa disebut sebagai ibu yang tinggal di rumah (Bhs. Inggris: stay-at-home mother atau disingkat sebagai “SAHM”), sedangkan seorang bapak rumah tangga dalam Bahasa Inggris disebut sebagai “male homemaker” atau “stay-at-home father” (SAHD).
Homemaker dan housespouse adalah varian dengan jenis kelamin yang netral.

Kamus Webster menggambarkan seorang ibu rumah tangga sebagai seorang wanita menikah yang bertanggung jawab atas urusan rumah tangganya. Kamus British Chambers's Twentieth Century (1901) mendefinisikan seorang ibu rumah tangga sebagai: “nyonya rumah tangga; manajer rumah tangga yang berjenis kelamin wanita; alat jahit dalam sebuah kantung”.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

家庭主婦(英語:Housewife),簡稱主婦,是已婚婦女從事的一種崗位,指全職照顧家庭、不外出工作的婦女。
服務對象是家庭的成員,包括丈夫、兒女,與夫家成員同住的還要照顧夫家的成員。
如由男性(丈夫)在家負責這些工作,由妻子及其他家庭成員出外賺錢養家,則稱為家庭主夫。
此種身分所付出的勞動報酬基本上是無償的,不過也由《婚姻法》保障主婦的權益,例如遺產分配權、離婚婦女權益等。

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Mengutip dari artikel [1] 果位 Phala:

得須陀洹果的聖者,有兩個特點:
Para suciwan yang telah mencapai Pahala Srotapanna punya dua karakteristik khusus:

不墮法(avinipata-dharma),又稱不墮惡趣法,確立戒行,不犯導致投生惡趣的六種惡事,不會得惡果報,不會墮於地獄、餓鬼、畜生等三惡道。
Avinipata-dharma ~ ialah metode/dharma di mana tidak jatuh ke dalam tekanan, godaan, atau kekuatan negatif lainnya; praktik disiplinnya telah teguh, tidak melakukan berbagai perbuatan yang mengarah ke 6 kejahatan, tidak menghasilkan pembalasan karma jahat, tidak akan jatuh ke 3 jalur buruk yaitu Neraka, Hantu Kelaparan ataupun Binatang.

正定聚( sammatta-niyata),又叫正性決定、決定正向三菩提、決定正向於正覺,成為須陀洹之後,定力不退,因此再也不會轉為凡夫,必定到達最高的覺悟。
Sammatta-niyata ~ Rangkaian dari Kebenaran yang Menetap, yang juga disebut sebagai Keputusan yang Bersifat benar, menentukan arah yang benar menuju Sambodhi, Realisasi Benar, setelah mencapai Kestabilan Srotapanna maka tak akan mundur lagi, karena tak akan pernah berubah menjadi insan awam lagi, sudah pasti mencapai Realisasi Tertinggi.


[Apakah segala sesuatu ‘menetap’ (niyata)? Dan segala tindakan atau karma (yaitu matang di dalamnya… atau kepada sammatta-niyata, yaitu ‘menetap di dalam kebenaran’ dan Pencapaian Mulia;
Sedangkan semua hal lainnya “tidak menetap” atau aniyata.

a-niyata, mfn. [ts.], tidak dapat ditentukan, tidak pasti, meragukan; tidak beraturan, tidak tetap;
dve ~ā dhammā, dua peraturan mengenai persoalan-persoalan yang tidak dapat ditentukan
(contohnya seperti persoalan yang melibatkan penebusan dosa sesuai dengan keadaan yang ada)

~~~~~~~~~~~~~~

《金刚经》云:「若菩萨有我相、人相、众生相、寿者相,则非菩萨。」;因此即使须陀洹亦离此四相。
Sutra Intan: Bila Bodhisattva mempunyai gagasan tentang diri sendiri, gagasan mengenai insan lain, gagasan mengenai para insan, atau gagasan mengenai umur panjang, maka ia bukanlah seorang bodhisattva.
Bahkan Srotapanna juga akan meninggalkan 4 Wujud tersebut.

~~~~~~~~~~~~~~~

同门师兄:法师,我老婆不修法,你可以叫她念师尊心咒或高王经吗?
Seorang murid pria: Fashi, istriku tidak bersadhana, bisakah Anda memberitahunya untuk menjapa mantra Guru atau Sutra Maharaja Avalokiteshvara (Gaowang)?

我问:你的[修法]定义是什么?
Aku tanya: Apa definisi [Bersadhana] menurutmu?
[我又将这个问题问在座的同门。]
[Aku juga melempar pertanyaan ini kepada semua murid yang hadir.]

答案? 真有趣!
Jawaban-jawabannya? Sungguh lucu!
1. 修法 -是修正自己的怀习惯。
Bersadhana adalah untuk memperbaiki tabiat buruk diri sendiri.

2. 修法 - 是修改不好的[身口意]。
Bersadhana adalah untuk memperbaiki yang tidak baik dari [perbuatan, ucapan, pikiran].

3. 师尊说:一日不修便是鬼。
Mahaguru mengatakan: Sehari tanpa bersadhana maka menjadi hantu.

4. 这个老婆,同门师姐:我有时想念就念。因为家务繁忙,没时间修法。
Si istri, seorang murid juga: Kadang saat aku berpikir ingin menjapa maka aku akan menjapa. Karena beratnya beban pekerjaan rumah tangga jadi tak ada waktu untuk bersadhana.

我又问:你认为[修法]该是什么样的[形式]?
Aku tanya lagi: Menurut pendapatmu, [Bersadhana] harus dalam [Wujud] seperti apa?

世尊寻的是[离苦得乐]法,欲传的也是[离苦得乐]法!
Sang Bhagawan mencari berbagai cara [untuk meninggalkan penderitaan dan memperoleh kebahagiaan], dan bermaksud untuk mentransmisikan dharma atau cara-cara tersebut!

你将自己的[修法]概念,枷锁于他人,就是给他人制造[痛苦]。
Kamu menetapkan ide [Bersadhana] untuk mengunci orang-orang, yang ada malah menciptakan [Penderitaan] bagi orang lain.

再说:师尊也说过:做什么都是修行。
Lebih lanjut lagi: Mahaguru pernah bilang: Hal apapun yang dilakukan juga merupakan Sadhana.

就是,我们的[身口意]所演化的/执行的,只要按照佛的教诲走,就是修行!
Yang maksudnya, adalah yang diperbuat oleh [Tubuh, Ucapan, Pikiran] kita, selama sesuai dengan ajaran Buddha, maka itulah bersadhana!

一个[家庭主妇]所有的[身口意]演化都是以[他人快乐]为主的。
那么,你还能说她没有[修法]吗?
Segala [Perbuatan, Ucapan, Pikiran] seorang [Ibu Rumah Tangga] adalah memprioritaskan [Kebahagiaan orang lain].
Dengan demikian masihkah kamu bilang bahwa dia tidak [Bersadhana]?

哈哈哈!Hahaha!

噢!我也同这个同门师兄讲:你老婆的[果位]高过你!
Oh! Aku juga memberitahu si murid pria tadi: Istrimu punya [Pahala] yang lebih besar daripada kamu!

只要她开始实修,定会超越你等!
Jikalau dia mulai bersadhana dengan sungguh-sungguh, sudah pasti melampaui kalian semua!

备注:我不是推荐或教任何人不要修法,只是在修法过程要铭记[佛理],了解了[用]之[演化]和[实践]佛 的[利乐众生],度众[离苦得乐]!
Catatan: Aku tidak menganjurkan atau mengajarkan siapapun juga untuk tidak bersadhana, hanya ingatlah baik-baik di dalam hatimu mengenai [Filosofi Buddha] di dalam proses bersadhana. Pahamilah dan [Gunakanlah] untuk [Menjalankan] dan [Merealisasikan] karya Buddha yang [Memberi manfaat bagi semua insan], menyelamatkan para insan supaya bisa [meninggalkan penderitaan dan memperoleh kebahagiaan]!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, January 23, 2016

Nagarjuna Menunjukkan Kesalahan Orang-orang yang Melatih [Kemujuran]



Karya tulis Mahaguru Lu: 蓮生活佛著作 > 盧勝彥文集 > 184_給你點上心燈 > 龍樹破「修福」者
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 16 Oktober 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 龍樹破「修福」者 Nagarjuna Broke Up [Auspiciousness] Cultivators


Nagarjuna menerima naskah Kesempurnaan Kebijaksanaan dari seorang nagini.
Di sebelahnya adalah Aryadeva, yang kemudian menguraikan ajarannya.
Di angkasa, Bodhisattva Manjushri, yang menyamar sebagai manusia sedang duduk di atas seekor singa.

天竺十四祖龍樹大士,得了十三祖迦毘摩羅付法之外,便至南天竺弘法。
Setelah Patriak ke-14, Nagarjuna, menerima dharma dari Patriak ke-13, Kapimala, beliau kemudian pergi menuju India Selatan untuk membabarkan dharma.

南天竺的國人,太半以修「福」為主,所謂修行,就是「做善事」了。
Orang-orang di India Selatan, lebih dari setengah penduduknya sebagian besar melatih [Kemujuran], dan bagi mereka yang namanya bersadhana hanyalah sekedar [berbuat baik ataupun beramal].

龍樹大士為他們說法。
Nagarjuna membabarkan dharma kepada mereka.

有修福者,質問龍樹:「人有福報,世間第一。徒言佛性,有誰能見?」
Lalu seorang pelatih kemujuran menanyai Nagarjuna: “Orang yang punya pahala kemujuran, adalah yang paling unggul di dunia. Anda bicara tentang Kodrat Buddha, siapa yang bisa melihatnya?”

龍樹說:「汝欲見佛性,先須除我慢。」
Nagarjuna menimpalinya: “Kalau Anda ingin melihat Kodrat Buddha, pertama-tama harus menyingkirkan Kesombongan dulu.”

修福者問:「佛性大小?」
Pelatih kemujuran bertanya: “Kodrat Buddha itu besar atau kecil?”

龍樹說:「非大非小,非廣非狹。無福無報,不死不生。」
Nagarjuna menjawabnya: “Tidak besar, juga bukan tidak kecil, tidak luas tidak sempit. Tak ada kemujuran ataupun pahala, tiada kematian ataupun kelahiran.”

修福者折服。
Si pelatih kemujuran menjadi terkesan.

龍樹大士為度化這些人,施展神通,現如滿月之輪,清淨湛然。
Nagarjuna dalam usahanya menyelamatkan orang-orang ini, menampilkan kesaktian Astral dengan mengubah diri menjadi Chakra Bulan Purnama yang bersih, suci dan hening.

其中,龍樹的首座弟子「迦那提婆」,謂大眾說:「識此相否?」
Di tengah orang-orang, Kanadeva (Aryadeva), murid Nagarjuna yang paling unggul, menanyakan kepada sekumpulan orang-orang di sana: “Kalian tahukah wujud ini?”

大眾答:「目所未?,安能辨識?」
Mereka menjawabnya: “Tak pernah melihatnya, bagaimana cara menjelaskannya?”

提婆說:「這是大士現佛性體相,以示我等。何以知之,因其無相三昧,形如滿月,佛性之義,廓然虛明。」
Aryadeva mengatakan: “Ini adalah Sang Mahaguru sedang menunjukkan sebuah wujud Kodrat Buddha kepada kita. Bagaimana cara mengetahuinya, karena samadhi tanpa wujudnya berbentuk seperti Bulan Purnama, dan itulah makna dari Kodrat Buddha, sunyi namun suci dan cemerlang.”

龍樹大士復本相,說偈:「身現圓月相,以表諸佛體。說法無其形,用辨非聲色。」
Nagarjuna kemudian kembali ke wujud asalnya, dan mengucapkan syair berikut:
“Tubuh menampilkan wujud Bulan Purnama, untuk melambangkan tubuh para Buddha.
Membabarkan dharma tanpa menampilkan wujud mereka, menjelaskan bukan suara ataupun wujud.”

最後,龍樹大士付法給上首弟子「迦那提婆」。
Pada akhirnya, Nagarjuna mentransmisikan sajak tersebut kepada murid terunggulnya [Kanadeva].

付法偈曰: Sajak transmisi dharma:

「為明隱顯法。Hanya dengan memahami dharma yang tak terlihat dan terlihat.
方說解脫理。Barulah kemudian mampu menjelaskan teori mendobrak bebas.
於法心不證。Mengenai dharma itu sendiri, Hati tak bisa dibuktikan.
無瞋亦無喜。」Tiada kebencian ataupun kesukaan.

在這裡,我要告訴大家,到了今天,談到修行,許多人都會說:
Sampai di sini, aku hendak memberitahumu semua, hingga hari ini, saat membahas pelatihan diri, banyak orang yang akan bilang:

「我心好,就好了!」
“Aku punya hati yang baik, itu sudahlah cukup!”

「修行,就是做善事,就對了!」
“Bersadhana, sudahlah cukup dengan melakukan amal ataupun perbuatan baik, itu sudah benar!”

這二句話,至今仍然盛行。
Dua pernyataan di atas, hingga sekarang masih saja berkembang luas.

我不敢說,這兩句話,有什麼不對,「心好」、「做善事」,正是做人的根本,升天的根本,至天堂的根本。不管任何宗教,均以「心好」、「做善事」為根本第一。
Aku sendiri tak berani bilang kalau dua pernyataan tersebut salah, [Punya hati yang baik], [melakukan perbuatan baik], tentu saja merupakan landasan untuk menjadi manusia dan supaya bisa masuk surga. Mau agama apapun juga, semuanya menjadikan [hati yang baik] dan [melakukan perbuatan baik] sebagai dasarnya.

佛教亦言:「諸惡莫做,眾善奉行。」也!
Agama Buddha ada sebuah pepatah: “Jangan lakukan kejahatan apapun, junjunglah segala perbuatan baik.”

然而,「心好」、「做善事」,是有形的。
Namun yang namanya [Baik hati] dan [Berbuat baik] itu berwujud.

一般,以為「心好」、「做善事」就是功德很大了,但是,他們不知道,「心好」、「做善事」,就如同一粒沙,彈入一座山。
Dan banyak orang yang menganggap bahwa [Baik hati] dan [Berbuat baik] sebagai pahala besar, sayangnya mereka tak tahu bahwa [Baik hati] dan [Berbuat baik] hanyalah segenggam pasir yang dilemparkan ke gunung.

這是我常常用的比喻。
Beginilah aku biasanya mengilustrasikan maksudku.

以今天的宇宙觀而言:
Menggunakan cara pandang universal jaman sekarang ini sebagai contoh:

地球如一粒沙。
Bumi ini hanyalah bagaikan sebutir pasir.

汝善事再大,仍然在沙中。在一粒沙中,做善事。
Mau seberapa besarnya pun perbuatan baikmu, masihlah sebutir saja di dalam sebuah kubangan pasir.
Melakukan perbuatan baik di dalam sebutir pasir.

所以,做善事,要以無功德想,才是長養「菩提心」的方法。
Oleh karenanya, melakukan perbuatan baik harus dengan menganggapnya sebagai Tiada Pahala, barulah dinamakan sebagai sadhana untuk mengembangkan dan memelihara [Bodhicitta].

也即是:「所謂功德,就是沒有功德,才是功德。」
Maksudnya adalah: “Yang namanya pahala, adalah bukan pahala, maka disebut pahala.”
(Komentar Lotuschef: Hahaha! Tak asing di telinga? Ini mirip dengan ajaran Buddha di dalam Sutra Intan!)

大家可以想一想,中國有五千年的歷史,其中慈善家不在少數,我們今天看看,他們的功德也是無形的。
Kamu semua renungkanlah hal ini, di dalam sejarah Tiongkok selama 5000 tahun, yang namanya orang beramal juga tidak sedikit, dan kalau kita lihat di jaman sekarang ini, pahala mereka (sudah) tak ada wujudnya.

有形的功德,何存?梁武帝蕭衍自以為功德甚大,如今他的有形功德何存?
Adakah yang namanya pahala dengan wujud? Kaisar Liang Wu Ti, Xiao Yan, merasa bahwa pahalanya cukup besar, tapi di saat ini apakah wujud pahalanya masih ada?

我實實在在的告訴大家:「功德無形、無相。」
Aku sungguh-sungguh memberitahumu semua: “Pahala itu tak berbentuk, tak berwujud.”

龍樹大士現出淨月輪相,以表佛性。
Nagarjuna menampilkan chakra bulan purnama yang suci untuk menunjukkan Kodrat Buddha.

在密教的觀想之中,正是「月輪觀」,「月輪」就代表了佛性,因為除了「淨月輪」,佛性根本是無言無說的,是不可說的。
Di dalam visualisasi Tantrayana, inilah yang sesungguhnya merupakan [visualisasi Chakra Rembulan], dan [Chakra Rembulan] ini melambangkan Kodrat Buddha, karena selain [Chakra Rembulan yang Suci] maka Kodrat Buddha pada dasarnya tak bisa digambarkan dan dijelaskan.

我當然明白「淨月輪」是無相三昧的表徵。
Aku, tentu saja, paham bahwa [Chakra Rembulan yang Suci] ini merupakan perlambang Samadhi Tiada Wujud.

我若坐法座之上,不言不語。
Kalau saja aku duduk di atas singgasana dharma dan tak mengucap sepatah katapun.

請大家告訴我,佛性是什麼?是什麼?
Adakah kiranya dari kamu yang bisa memberitahuku, apakah yang dimaksud dengan Kodrat Buddha? Apakah itu?

~~~~~~~~~~~~~

Hahaha!

Bukankah artikel ini punya citarasa Sutra Intan dan juga konsep Tiga Roda Kekosongan?

Kalau kamu tak paham apa yang Mahaguru Lu sedang ajarkan di sini, maka kamu belum tekun mempelajari isi sutra-sutra yang berhubungan dengan topik tersebut!

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sunday, July 12, 2015

Pahala Membangun Stupa Sungguh Tak Terbayangkan



Ditulis oleh Lotuschef – 5 Juli 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 造塔功德不可思议 Merits of Building Stupas are Unimaginable


Gambar di atas: Stupa dan teratai yang dilipat dari kertas sembahyang Dharani Usnisa Wijaya.
Teratai yang kupersembahkan di rumah ibadah setempat dulu terbuat dari kertas sembahyang yang berwarna kuning. Yang versi lima warna ini dicetak di tahun 2010 setelah aku ditahbiskan sebagai bhiksuni.



Dari arsip percakapan:
Orang-orang di Miri, Sarawak sedang membuat stupa dari kertas sembahyang dengan dharani Usnisa Wijaya yang tercetak di atasnya.
Stupa-stupa itu warnanya putih, tapi dharani-nya dicetak dalam berbagai warna.
Apakah bagian putihnya bisa diplaster dari tanah liat putih?
Cobalah lihat baik-baik :)

** [Kuharap mereka tak terbuat dari plastik, karena kalau dibakar akan mengeluarkan gas beracun dan tak ramah lingkungan :)]

Mereka juga menyebutkan pahala dari membangun stupa!


Di atas dan berikut ini adalah stupa dengan 2 macam dharani! :)


Aku terus-menerus melihat banyak stupa berwarna keemasan yang mengelilingiku setelah puja api homa di hari Jumat! :)

2009: Kuingat pertama kali aku mempersembahkan stupa di rumah ibadah setempat kepada Ksitigarbha. Mereka tiap bulan ada satu kali sesi penjapaan sutra Ksitigarbha.

Aku mendonasikan $20 sebagai persembahan.
Lalu juga melipat banyak teratai dan stupa untuk dipersembahkan kepada semua arwah dan juga para leluhurku.

Di dalam Samadhi, aku melihat setiap kelopak dari bunga-bunga teratai dipenuhi dengan “orang-orang”.
Dalam segala kemegahannya yang berkilauan keemasan, stupa-stupa itu terbang ke Surga, dan setiap geladak dari tiap tingkatnya juga dipenuhi dengan “orang-orang” yang berdiri di bagian luarnya.

Hahaha! Stupa dan teratai sungguhlah persembahan yang fantastis bagi semua insan.

Salam.

~~~~~~~~~~~~

Berikut ini kutipan yang diterjemahkan oleh Lotuschef ke Bahasa Inggris.
Dikutip dari: 大马真佛宗美里华德同修会

造塔功德不可思议

「尊胜佛塔能够鎮一切地丶水丶火丶風的災難,利益無量眾生」。
Stupa Buddha Usnisa Wijaya mampu menyingkirkan segala bencana Tanah, Air, Api, Angin, serta memberi manfaat yang tak terhingga kepada semua insan.

「造塔可以轉移因果,甚至獲得來世轉生諸天天主的功德」。
Membangun Stupa mampu mengalihkan Karma, bahkan mampu membuat seseorang terlahir kembali di berbagai surga dengan pahala penguasa surga.

佛塔即代表「諸佛的宫殿」而佛即代表身口意之清淨。
Demikianlah maka Stupa Buddha melambangkan [Istana Para Buddha], dan para buddha melambangkan Kesucian Tubuh, Ucapan, dan Pikiran.

因此不論是頂禮或繞佛塔及壇城,自然能獲得無量的功德。
Oleh karenanya, bagaimanapun caranya kamu memberikan penghormatan lewat namaskara ataupun mengelilingi stupa ataupun altar mandala, secara alamiah kamu akan menerima pahala yang tak terhingga.


因此密教祖師阿底峽尊者開示道∶「在世間上所有的有為善法之中,没有比轉繞佛塔所獲得福德更大的了」。
Demikianlah guru leluhur tantra, Atisha, mengajarkan di dalam ceramah dharmanya: Di dunia saha ini, dari segala macam dharma yang mulia, tak ada satupun yang mampu melampaui pahala dari mengitari Stupa Buddha.

~~~~~~~~~~~

Hahaha! Menarik khan?
Kamu juga bisa belajar cara melipat stupa seperti gambar-gambar di atas pula. :)
Tapi ingatlah satu hal ini: Persembahan yang tulus!
Memberikan persembahan bukan karena ingin mendapatkan pahala yang lebih banyak untuk DIRI SENDIRI!
Karena semua yang dilakukan untuk diri sendiri bukanlah cerminan Buddha!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts:


Saturday, November 15, 2014

Tugas Koan – Komentar [1]


Dibagikan dari masukan teman-teman beserta tambahan anotasi oleh Lotuschef – 14 November 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 公安作业 Koan Assignment – Comments [1]

Baca juga: Tugas – Koan



** Catatan: batas akhir mengirimkan komentar untuk tugas ini adalah Sabtu, 15 November 2014.

[--- Beberapa komentar untuk tugas koan.

Aku ingin memberikan beberapa pandanganku mengenai kasus ini.

Secara pribadi aku merasa kalau ZZ telah mencoba sebaik mungkin untuk mengaplikasikan konsep bodhicitta dengan ingin menolong para insan, tapi ada sesuatu yang agak mengganggu dengan hanya menolong para insan DI LUAR, yang artinya bukan mereka yang dari Ordo Satya Buddha. Tak jelas kenapa dia memilih untuk melakukan hal tersebut, apakah karena perselisihan atau alasan-alasan lain.

Satu lagi adalah saat Mahaguru memberikan tanggung jawab XX kepada si WW, bukan kepada si ZZ, menjadi cukup jelas kalau ZZ tak cocok untuk peran tersebut.
Mungkin kamu benar kalau dia suka memerintah karena mungkin merasa jadi orang penting yang pernah membantu pembangunan beberapa rumah ibadah. Suaranya perlu dipertimbangkan.

Dengan beberapa pointer berikut:
1.    Hanya menolong DI LUARAN
2.    Memastikan bahwa Dharma Satya Buddha terus disebarkan
Adalah hal yang bagus, tapi menurutku, kalau aku menjadi si ZZ, menolong berarti dengan melihat jodoh dan keadaan mau mengulurkan tangan tanpa membeda-bedakan.
Saat ada orang dari Dalam (menurut kasus) yang butuh pertolongan, ya akan jadi aneh kalau tak menghiraukannya.

Memastikan Dharma Satya Buddha untuk terus disebarluaskan juga bagus, tapi hal ini harus dilakukan sesuai dengan jodoh dan tingkat pencapaian mereka yang membabarkan buddha dharma, untuk memastikan versi buddha dharma Satya Buddha yang benarlah yang dibabarkan, begitu juga dengan mengukur kapasitas penerimanya.

Tak bisa mengajar dengan membabi buta.

Pertama, perlu menyadari tingkat realisasi diri sendiri; dan
Kedua, membabarkan dharma bukan dibatasi sebagai kewajiban dari murid-murid Mahaguru generasi awal saja, berhubung lamanya berlindung (bersarana) bukan jaminan murid tersebut punya keberhasilan/realisasi.

Kalau saja si ZZ bisa mengaplikasikan 3 Roda Kesunyataan, ia tak akan memperumit keadaan dengan menarik batas untuk menolong orang Luar dan orang Dalam, karena dari awal dia akan tahu bahwa semua insan adalah Satu adanya.
Kiranya ZZ hanya perlu membenahi  pola pikirnya sedikit lagi dan semuanya akan berubah menjadi lebih baik.
Melakukan amal untuk pendidikan dan para manula tentunya merupakan hal yang baik untuk dilakukan; dan ada banyak cara untuk beramal pula.

Salam. ---]

~~~~~~~~~

Tanggapan:

Komentar-komentarmu sudah tepat.

Tapi pertimbangkan juga bahwa ringkasan mengenai si ZZ ditulis oleh orang lain!
Hahaha! Jadi kita hanya bisa “Berasumsi” akan pandangan si penulis akan catatan sejarah si ZZ.


Kalau aku membaca si ZZ, memang sungguh ada unsur “kepemilikan” mengenai dirinya yang merasa perlu menjadi “pusat perhatian” dan menduduki “kursi pemimpin” juga!

Kulihat dia juga terpaku dalam berbagi dharma Satya Buddha menurut VERSI-nya sendiri!
Para relawan di sana juga kebanyakan bukan murid Mahaguru Lu.

Di dalam grup Whatsapp yang berisikan beberapa orang, ia menunjukkan kepada kami mengenai kunjungan yang dilakukan keesokan harinya setelah kunjungan kita!
Ia juga dengan tegas menuliskan bagaimana ia ingin semua kunjungannya dipersingkat! :)

Seperti Shimu, mengklaim telah mengabdikan 41 tahun untuk kesejahteraan Ordo Satya Buddha, namun orang-orang tak paham sama sekali bahwa dengan ia memaksa atau mendikte orang-orang sungguhlah bertolak belakang dengan ajaran Buddha!

Mengklaim kredit atas usaha diri dalam sebuah Pasamuan Umat Buddha atau acara amal, juga bertolak belakang dengan ajaran Buddha!

Hahaha!

Orang ini sungguh Tak Menunjukkan kalau ia percaya pada Mahaguru, dan juga belum paham tujuan dari beramal, serta definisi Pembabaran Dharma pula.
Dharma adalah berbagai macam cara atau metode!

Sayangnya tak banyak yang paham konsep dasar ini dengan benar! :)

~~~~~~~

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Aku sudah bertanya kepada banyak murid “apakah kamu mutlak 100% percaya dan beriman pada Mahaguru Lu?” dan jawabannya selalu 100% percaya pada Mahaguru Lu!

Hahaha!

Mari kita pelajari data yang diberikan di dalam Koan ini.
Saat Mahaguru menugaskan orang lain untuk mengurus badan amal tertentu, dan bila kamu percaya 100% kepada Mahaguru, maka kamu tak akan merasa bahwa semua usaha dan kerja kerasmu di masa lalu menjadi sia-sia.

Kamu harus mengakui bahwa [Mahaguru tahu yang terbaik!]

Karena memang begitulah seorang Guru Akar akan bertindak kepada semua muridnya, tanpa memperhitungkan seberapa banyak usaha dan waktu yang kamu pikir telah dedikasikan untuk membabarkan dharma!

Juga perlu dicatat bahwa: Sebenarnya Tak Ada “Dharma Satya Buddha” juga!

Jadi ternyata Diri Sendiri-lah yang menciptakan berbagai diskriminasi atau pandangan Dualisme akan “Buddha Dharma”!

Sayangnya, banyak yang tak sadar bahwa “Buddha Dharma” hanyalah metode, sekedar cara untuk menolong semua insan; dan cara-cara ini juga banyaknya tak terhingga.
Tapi harus diketahui bahwa semua cara tersebut akan sangat spesifik dan disesuiakan dengan setiap individu!
Kamu membaca Sutra Avatamsaka?
Semua yang pernah kutulis dan bagikan, dijelaskan dengan sangat baik di sutra yang mengagumkan tersebut!

Orang yang menuliskan sejarah si ZZ sedang mencoba untuk membenarkan usaha si ZZ.

Tapi mari kita lihat dari sudut pandang [Amal]!
Konsep 3 Roda Kesunyataan dari Bodhicitta, akan menjelaskan apa arti [Amal] dari perspektif Buddha dengan sangat baik.

Ingin mencapai Kebuddhaan, berarti si sadhaka harus punya pola pikir yang sama dong? :)

Benar sekali! Beramal ke orang dalam dan orang luar Ordo Satya Buddha, merupakan dualisme.

Membuat program untuk semua aktivitas amal hanya dari sudut pandang satu orang saja, sudah menjadi semacam Keterpakuan!

Kalaupun yang ditulis mengenai si ZZ di atas adalah benar, boleh dibilang ZZ telah menyia-nyiakan waktunya selama bertahun-tahun sebagai murid Mahaguru Lu!

Hahaha!
Kamu baca ringkasan ceramah Mahaguru dari situs TBS yang ditulis oleh para VM?
Mereka seperti ZZ dan banyak lainnya, sungguh Tak Punya Iman yang Absolut kepada Guru Akar mereka sendiri, oleh karenanya gagal mempelajari berbagai dharma yang diperlukan untuk Menyelamatkan Diri Mereka sendiri, dan tentunya, tak tahu cara untuk menyelamatkan orang-orang lain pula!

Lalu?
Bagaimana dengan membaca Aura?
Kamu hanya perlu melihat satu kuncinya – Penuaan!
Sungguh!
Mahaguru bilang kalau seseorang akan menjadi lebih muda atau awet muda saat menjalani pelatihan dalam berbagai tingkat menuju Kebuddhaan!
Jadi kalau kamu ternyata malah sakit-sakitan, menua dengan cepat, punya raut wajah yang tak bersahabat:... berarti kamu sungguh tersesat atau kelenger berat!

Bagaimana halnya dengan Pahala? Mohon renungkan akan 3 Roda Kesunyataan!

Bila pemikiranmu akan Amal dan Pembabaran Dharma ternyata lebih membawa kerugian daripada kebaikan, maka lebih baik berhenti saja dan jangan lakukan apapun!


Salam semuanya. 



Lama Lotuschef

Related Posts:


Sunday, June 29, 2014

Apakah Para Dewata Tahu Tentang Keberadaanmu? [佛菩萨认识你吗?]


Ditulis oleh Lotuschef – 26 Juni 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 佛菩萨认识你吗? Divinities Know You?



Baru-baru ini, sambil minum teh, aku bercakap-cakap dengan sepasang suami istri.
Kuberitahu mereka bahwa semua hal dalam pelatihan sadhana Tantra bergantung pada Guru Akar sebagai penghubung ke alam semesta.

Minggu kemarin aku sempat menjelaskan hal berikut saat sesi sadhana Pertobatan Vajrasattva:
Bahwa apa yang kamu punyai dalam kehidupan ini, atau semua sumber dayamu bergantung pada Jumlah Pahala [福报] yang kamu kumpulkan dari kehidupan sebelum ini.
Sebagai contoh: Kamu membawa (pahala) 10 juta dollar.
Lalu kamu menang satu lotere dengan hadiah 10 juta dollar dalam sekali undian.
Maka kamu tak punya sisa apapun setelah kamu menghabiskan 10 juta dollar itu!
Namun, bila kamu melatih Bodhicitta, atau kamu selalu beramal selama hidupmu, KAMU mendapatkan Pahala yang akan berlipat ganda dengan setiap perbuatan Amal yang kamu lakukan sehingga kamu akan terjamin selalu berkecukupan untuk bisa terus Beramal. :)

Mereka mengangkat topik [金母马上有钱法] Sadhana Bunda Emas untuk Segera Mendapatkan Uang.
Yang ini harus mendapatkan abhiseka dari Guru Akar.
Mahaguru juga sangat spesifik menjelaskan semua hal yang berhubungan dengan Sadhana untuk Mengucurkan Keberuntungan.
Para Dewata dan Dewa-dewa Keberuntungan tak akan menghiraukanmu karena Mereka Tak Tahu Keberadaanmu!
Bahkan juga meski lewat perantaraan Guru Akar, kamu harus sudah mengumpulkan sejumlah pahala keberuntungan yang relevan supaya kamu bisa diberikan kekayaaan atau sumber daya!

Bila kamu memperhatikan ajaran Mahaguru Lu secara komprehensif, KAMU tak akan mengejar $$$ (uang) dengan cara seperti ini! :)

Dalam sebuah kasus lain, seorang murid datang memohon bantuan. Ia menangis dan memohon bantuan karena perahu keluarganya yang dipakai untuk memancing menabrak sesuatu dan ada lubang besar di sana sehingga air mulai masuk dan perahu perlahan-lahan tenggelam.

Sebelum kejadian ini, kita sedang membahas rencana untuk melakukan upacara di kota si murid ini.

Mahaguru kemudian memberikan instruksi supaya kita melakukan upacara di tempat lain untuk tanggal yang telah direncanakan.
Jadi kita akhirnya mengganti lokasi.

Aku kemudian diberi kabar oleh murid yang bersangkutan bahwa mereka akhirnya bisa mengangkat perahu mancingnya minggu kemarin.

Dalam kasus tersebut, si murid merasa kecewa dan tak begitu senang.

Sebenarnya rasa tak senang dan kecewa seperti ini tak perlu muncul bila ia punya Iman yang Mutlak pada Guru Akar!

Untuk kasus ini, Mahaguru telah menolong dengan meminta Raja Naga di kawasan tersebut untuk mengulurkan bantuan.
Seperti artikel-artikel baru-baru ini yang aku tulis di dalam blog, pengaruh karma si subjek akan masuk hitungan.

Kamu tak boleh Kebablasan Menarik Pahalamu [福报] atau Jodohmu dengan Buddha [佛缘]!

Keputusan untuk mengadakan upacara di tempat lain sungguh terjadi karena pengaruh karma dari seluruh anggota keluarga si murid ini.
Kurangnya Pahala atau Jodoh dengan Buddha di waktu ini bukanlah berarti selamanya.
Jadi bisa diperbaiki bila seisi keluarga mau bersadhana dengan lebih tekun demi membangun Jodoh dengan Buddha!

Tanpa Mahaguru, Sang Guru Akarmu, akankah Raja Naga menolongmu?
Tanpa pahala dan jodoh yang relevan, maka bantuan yang diulurkan akan terbatas!

Ketidaksenangan bisa berujung pada kemarahan dan kebencian, yang akan kemudian berubah menjadi keinginan untuk Membalas Dendam!
Oleh karenanya, amatilah dirimu supaya tak terjatuh ke dalam 3 racun: Keserakahan, Amarah, dan Kebodohan!

Buddha punya kebijaksanaan dan welas asih yang tak terbatas. Semua insan dianggapnya bagai anak semata wayang!
Namun, apakah kamu pantas mendapatkan uluran welas asih Buddha?

Bertanya:
Apakah kamu punya cukup pahala untuk memastikan supaya semua permohonanmu dikabulkan?

Renungkan:
Apa yang sedang kuperbuat?

Ketahuilah:
Benar-benar pahamkah aku atas apa yang kulakukan dan kuminta?

Solusi:
Sudahkah kamu menggunakan Jalan Mulia Beruas Delapan untuk masalah ini?

Berbagai keinginan dan permintaan duniawi sebaiknya jangan sampai mencampuri cara pandang seorang sadhaka yang tulus dan tekun, bahkan meski untuk sepersekian detik-pun.

Kiranya ingatlah selalu untuk membebaskan dirimu dari cengkeraman 6 Alam Samsara.


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef