Showing posts with label usnisa wijaya. Show all posts
Showing posts with label usnisa wijaya. Show all posts

Sunday, January 21, 2018

Penyeberangan Bardo yang Sederhana 简单的超度



Ditulis oleh Lotuschef – 14 Januari 2018
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 简单的超度 Simple Bardo Deliverance

Mudra Teratai

Mudra Padmakumara Putih ~ tangan kiri membentuk sekuntum teratai dan
tangan kanan membabarkan dharma.

Mudra Samudra Penyeberangan

Mengutip dari artikel Rebirth Mantra 往生咒 - 超度 Bardo Deliverance:

[--- Bentuklah mudra Samudra Penyelamatan (seperti membentuk Mudra Vajra, lalu diputar ke dalam) lalu visualisasikan Buddha Amitabha menampakkan diri di Semesta Raya dan dari chakra hati-Nya memancarkan cahaya berwarna merah jambu (gabungan warna merah, merah jambu, dan putih) yang cemerlang dan memberkati semua mahluk yang Anda celakai dalam aktivitas sehari-hari, baik Anda sadari ataupun tidak.
Mereka adalah binatang/hewan seperti babi, sapi, kambing, ayam, bebek, ikan, kepiting, udang, semut, kecoa, bakteri, virus, dan lain sebagainya.

Visualisasikan karma mereka tersucikan oleh cahaya ini dan semua simpul karma perselisihan mereka teruraikan (visualisasikan mereka saling berpelukan).

Lanjutkan dengan memvisualisasikan mereka menaiki perahu-perahu bunga teratai dan kemudian berubah menjadi titik-titik cahaya keemasan yang membentuk sungai bercahaya keemasan yang mengalir ke dalam chakra hati Buddha Amitabha.


Teman-temanku yang terkasih, mungkin masih ingat aku pernah berbagi metode Penyeberangan Bardo dengan membentuk mudra Padmakumara Putih, dan dengan tangan kiri membentuk mudra Perahu Teratai Dharma, letakkan subjek di atas perahu teratai tersebut (bisa berupa kucing atau burung yang mati … ) yang kamu temui di dalam perjalananmu.

Lalu japa mantra Guru, dan perlahan-lahan angkatlah tangan kirimu sambil masih membentuk mudra perahu teratai. Visualisasikan kamu menyerahkan perahu teratai kepada Guru; atau bila kamu tak mampu melakukannya, cukup gerakkan perahu teratai dengan subjek yang hendak diseberangkan ke arah atas.

Kamu bisa menjapa mantra 7x atau kelipatan 7 atau 108 atau lebih.
Kemudian akhiri dengan Mantra Penyempurnaan dan mengucapkan terima kasih kepada Guru, para Guru Silsilah dan dewata.

Ketulusanmu akan membuat sadhana ini efektif!

Ini merupakan praktik dasar sebelum memasuki Yidam Yoga, oleh karenanya lakukanlah dengan sebaik mungkin. ---]

~~~~~~~~~~~~

真實佛法息災賜福經


...白蓮花童子。默運神通。將一個摩訶雙蓮池。變化得格外金光燦爛。所有香花全部怒放。瑞草放出香息。白鶴。孔雀。鸚鵡。舍利。迦陵頻迦。共命之鳥。均化金色。出和雅天音。
空中金色光。有淨妙天音來自虛空。諸世界香氣芬馥。空中金閣。全生光華。遍敷金蓮。虛空之中天花飄散。

Sutra Satya Buddha


… Padmakumara Putih, di dalam ketenangan membangkitkan kekuatan batinnya, mengubah Maha Kolam Teratai Kembar menjadi sebuah tempat yang luar biasa megah yang penuh dengan cahaya keemasan. Semua kuncup bunga bersamaan mekar dan mengeluarkan keharuman. Rerumputan giok mengeluarkan wangi yang menakjubkan. Bangau putih, merak, kakatua, sari, kalavinka, dan jivajira memancarkan cahaya keemasan serta mengumandangkan nyanyian surgawi dalam harmoni.
Langit penuh dengan cahaya keemasan. Melodi yang menakjubkan nan suci bergema dari langit. Wewangian memenuhi seluruh alam. Istana-istana langit berwarna keemasan yang dihiasi dengan bunga-bunga teratai keemasan, memancarkan keagungannya. Hujan bunga-bunga surgawi pun turun dari langit.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Di dalam mimpi berikut:

Aku mengunjungi rumah seorang kerabat dan hendak menggunakan kamar kecil.
Saat melewati koridor, aku melihat kerabatku, BB, sedang duduk di lantai dan bersandar di dinding. Kemudian saat memasuki salah satu kamar tidur, kembali melihat BB hendak keluar dari ruangan tersebut. Lalu saat mendorong pintu kamar kecil, melihat lagi BB lain keluar dari sana.
Setelah BB yang ke-3 keluar, aku melihat sekelompok remaja sedang melayang-layang di sekitaran.
Aku sarankan mereka untuk meninggalkan tempat ini dan bereinkarnasi, aku bisa membantu mereka bila mereka memang mau.
Seorang perempuan yang berjalan melewatiku mengejekku dengan kasar sambil berkata bahwa aku tak punya kekuatan untuk menyeberangkan mereka.
Kubentuk mudra Padmakumara dan salah seorang dari mereka berseru bahwa mudra teratai yang kubentuk di tangan kiriku adalah bunga teratai keemasan!
Segeralah dari berbagai penjuru banyak lagi yang datang mendekat.


Saat aku hendak menjapa mantra Padmakumara Putih, Dharani Usnisa Wijaya mengalir keluar dari dalam diriku!
Kemudian kuakhiri dengan mantra Padmakumara Putih dan mantra Penyempurnaan.

Hahaha!
Jelaslah bahwa rumah tersebut berhantu dan BB, si pemilik rumah, juga kerasukan roh-roh, karena selain BB yang Asli, ada 3 dirinya yang lain yang juga tinggal di dalam rumah tersebut!

Ingatlah kawan-kawanku, Kekuatan Penyeberangan Bardo agar menjadi efektif sangat bergantung pada seberapa besar Bodhicitta-mu dan tentunya juga dari kesungguhanmu bersadhana secara teratur.


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, December 6, 2016

Mahaguru Lu Mengulurkan Tangan Dengan Welas Asih



Ditulis oleh Lotuschef – 4 Desember 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: GM Lu Reaching out Compassionately 鲁师尊伸出慈悲之手


Mengacu ke rekaman ceramah Mahaguru Lu:


Berikut ini adalah transkrip ceramah Mahaguru Lu yang berwelas asih mengulurkan tangan kepada mereka yang telah menyimpang dari bimbingannya.
Beliau meminta setiap individu merenungi perbuatannya masing-masing!
Mahaguru Lu menanyakan tentang keberadaan 5 pemimpin hantu, apakah mereka datang dari imajinasimu sendiri atau tidak?
Selama setiap individu bertobat dengan sepenuh hati setelah merenungi kesalahan yang dilakukannya, maka ia bisa membuka lembaran baru kembali!

** 再讲几句话。
今天讲的是真实语。
那么我跟大家讲,师尊还是不舍弃一个众生。
但是,一定要真实的忏悔。
你要自己想一想,你有没有讲很多的妄语。
或者凭着你自己的灵感去这样子想一想出来,
你有没有包括这五个鬼头目,全部是你脑海里想出来的。
你自己想一想,真实忏悔,从新再来。

~~~~~~~~~~~

Teman-temanku yang terkasih,
Mampukah kamu kini menggunakan Kebijaksanaan Pengamatan yang Tajam?

Mereka yang telah dirasuki atau dikendalikan oleh hantu, justru jangan kita abaikan atau usir atau 落井下石 (setelah ada orang yang jatuh ke dalam sumur, kita masih melempari batu ke dalamnya pula)!

Mahaguru Lu telah memberikan Solusi untuk menolong mereka yang telah menyimpang!

Berhubung Buddha Dharma tiada batasnya, maka cara untuk menolong setiap insan pun juga bermacam-macam sesuai dengan pengaruh karmanya!

Jadi kamu ini Buddha atau Setan? :)

Tentunya pilihan ada dalam tanganmu sendiri!

Menyalahkan orang lain atas kematian para murid yang merupakan teman atau saudaramu?
Mahaguru Lu menetralisir tuduhan tersebut dengan memberitahumu perbedaannya lewat Reverend Lian-jing (Panama) yang tak terkena pengaruh buruk dari situasi di sekelilingnya!
Itu karena Reverend Lian-jing bersungguh-sungguh dalam bersadhana dan menjapa Usnisa Wijaya Dharani tak terhitung banyaknya!
Jadi bersadhana dengan sungguh-sungguh dan tulus akan melindungimu dari segala macam Celaka!

Dengarkan Mahaguru Lu dengan cermat!

Dan jangan tertipu oleh mereka yang menyalahkan orang-orang lain!

Niat untuk menyingkirkan orang lain bukanlah cara seorang Buddha ataupun murid Buddha!

Kamu ingatlah: Balas dendam, permusuhan, kebencian, kekerasan, … ini semua bukanlah kebajikan dan bukan untuk para murid Buddha yang otentik!

Hahaha!

Jangan sampai hal-hal sensasional mempengaruhimu!

Ingatkah yang pernah kukatakan bahwa mereka yang melemparkan fitnahan, mencoreng nama, membakar api permusuhan dll… ke arahku, Hanya perlu menyesali dirinya sendiri saja?

Tak ada hubungannya denganku! :)


Salam Metta,


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Wednesday, July 20, 2016

Penguasaan atas Hal-hal Mendasar?



Ditulis oleh Lotuschef – 19 Juli 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Fundamentals 根基?


Baru-baru ini Mahaguru Lu mengisahkan bahwa beliau diberitahu kalau setiap sadhaka di Tibet harus mempelajari Mahayana selama 12 tahun, sebelum boleh maju ke Vajrayana atau Tantrayana.

Oleh karenanya, fondasi mendasar Mahayana menjadi hal yang sangat penting dan perlu dibangun di dalam pelatihan sadhana.

Dari arsip percakapan:
A: Mohon bantu aku mendaftar.

B: Kamu ingin melakukan apa? Sponsor? Kamu punya jodoh dengan Ganesha :)

A: Ya sponsor ok.

B: Dari orang-orang yang kamu ajari sadhana Ganesha, apakah ada yang mau mendaftar juga?

A: Semuanya telah menghilang. Hahaha. Tak punya kesabaran.

B: Hehe! Artinya mereka tidak menjadi kaya. Ganesha berwelas asih seperti Guan Yin. Jadi beramal merupakan cara untuk mendapatkan berkah kesehatan dan kekayaan dari Ganesha.

A: Ok

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hahaha!
Banyak dari kalian yang tertarik melatih sadhana Dewa Rejeki!

TAPI! Sebesar apa pengetahuanmu seputar para Dewa Rejeki tersebut?

Mengundang kehadiran Ganesha?
Kamu harus punya jodoh yang relevan ataupun pahala yang dikumpulkan dari Bodhicitta!

LALU?
Bos besar dari Ganesha – adalah Usnisa Wijaya
Dan istrinya – Avalokiteshvara Bodhisattva
Saat kedua yidam tersebut hadir untuk memberkati sesimu, Ganesha secara “otomatis” juga akan hadir!

KEMUDIAN?
Punyakah kamu abhiseka Sarana, dan untuk masing-masing yidam?
Para yidam di sini adalah Usnisa Wijaya, Avalokiteshvara Bodhisattva dan Ganesha!

Hahaha!
Di sini dengan tulus aku berharap supaya banyak orang yang “bangun” dan menyadari betapa susahnya mengajarkan teknik-teknik sadhana Tantrayana kepada sekelompok orang yang tak punya dasar-dasar sama sekali!

Di luaran sana, banyak dari kalian yang mengkritik dan memarahiku karena menganggapku Sombong, Egois dll… karena kamu merasa kalau aku tak mau mengajarimu hal-hal yang kamu inginkan?

Sebuah pertanyaan yang sangat sederhana: Menanak nasi putih menggunakan bahan apa saja?
Beras, air, tungku, kompor.

Kurang satu dari hal di atas, maka nasi tidak bisa ditanak!
Dan hal terpenting selanjutnya adalah mengatur jumlah air dan temperatur api.
Juga membutuhkan pengalaman untuk memastikan nasinya matang dengan pas, tidak masih mentah ataupun terlalu matang.

Kalau aku merupakan orang yang kamu pilih untuk mengajarimu, bukankah aku juga punya Hak untuk menentukan apakah aku akan memilihmu sebagai bejana yang cocok untuk mentransmisikan pengetahuanku?

Ingatlah Mahaguru Lu pernah bilang bahwa Atisha dan Serlingpa saling mengamati satu sama lain selama 3 tahun sebelum memutuskan untuk menjalin hubungan sebagai murid & guru?

Oleh karenanya kamu perlu jujur dengan dirimu sendiri!

Kamu percaya kepada mereka yang “Tampak Seperti” atau “Berpenampilan Seperti” wakil-wakil Mahaguru Lu? Kamu juga menelan mentah-mentah apa yang mereka beritahukan kepadamu sebagai Kebenaran Mutlak?

Hehe!
Saatnya bangun dan meninjau ulang persepsi awalmu kembali!

Kamu ini hanya berputar-putar saja dan tak kemana-mana dengan mendengarkan dan mempercayai orang-orang tersebut.

Berhubung aku tak bisa memberitahumu siapa yang tulen dan siapa yang palsu, maka aku selalu menekankan bahwa di dalam Tantrayana, kamu hanya perlu mendengarkan Guru Akarmu (Mulaguru) saja!

Dan kamu juga bisa membaca dharani sebagai acuan dalam membantumu berkembang.

Tulus dan tekun, akan membantumu berkembang maju!

DIY – Do it yourself (lakukan sendiri)!


Di atas ini adalah bundel Dupa dan Bunga Tulip dengan mandala Ganesha.

Mengapa memberikan persembahan kepada Ganesha?
Seperti halnya terhadap semua yidam, kamu perlu melalui Jalur Pengumpulan Berkah (Sambhara Marga) untuk membangun jodoh dan mengumpulkan pahala.

Kamu ingin Ganesha membuatmu kaya?
Maka berusahalah dengan tulus untuk mengaitkan dirimu dengan Ganesha.

Saat kamu merasa kamu telah mengorbankan banyak waktu untuk bersadhana namun tak mendapatkan hasil seperti yang kamu harapkan, maka inilah saatnya untuk sadar diri!

Salahkanlah dirimu sendiri, jangan orang lain!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Sunday, July 12, 2015

Pahala Membangun Stupa Sungguh Tak Terbayangkan



Ditulis oleh Lotuschef – 5 Juli 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 造塔功德不可思议 Merits of Building Stupas are Unimaginable


Gambar di atas: Stupa dan teratai yang dilipat dari kertas sembahyang Dharani Usnisa Wijaya.
Teratai yang kupersembahkan di rumah ibadah setempat dulu terbuat dari kertas sembahyang yang berwarna kuning. Yang versi lima warna ini dicetak di tahun 2010 setelah aku ditahbiskan sebagai bhiksuni.



Dari arsip percakapan:
Orang-orang di Miri, Sarawak sedang membuat stupa dari kertas sembahyang dengan dharani Usnisa Wijaya yang tercetak di atasnya.
Stupa-stupa itu warnanya putih, tapi dharani-nya dicetak dalam berbagai warna.
Apakah bagian putihnya bisa diplaster dari tanah liat putih?
Cobalah lihat baik-baik :)

** [Kuharap mereka tak terbuat dari plastik, karena kalau dibakar akan mengeluarkan gas beracun dan tak ramah lingkungan :)]

Mereka juga menyebutkan pahala dari membangun stupa!


Di atas dan berikut ini adalah stupa dengan 2 macam dharani! :)


Aku terus-menerus melihat banyak stupa berwarna keemasan yang mengelilingiku setelah puja api homa di hari Jumat! :)

2009: Kuingat pertama kali aku mempersembahkan stupa di rumah ibadah setempat kepada Ksitigarbha. Mereka tiap bulan ada satu kali sesi penjapaan sutra Ksitigarbha.

Aku mendonasikan $20 sebagai persembahan.
Lalu juga melipat banyak teratai dan stupa untuk dipersembahkan kepada semua arwah dan juga para leluhurku.

Di dalam Samadhi, aku melihat setiap kelopak dari bunga-bunga teratai dipenuhi dengan “orang-orang”.
Dalam segala kemegahannya yang berkilauan keemasan, stupa-stupa itu terbang ke Surga, dan setiap geladak dari tiap tingkatnya juga dipenuhi dengan “orang-orang” yang berdiri di bagian luarnya.

Hahaha! Stupa dan teratai sungguhlah persembahan yang fantastis bagi semua insan.

Salam.

~~~~~~~~~~~~

Berikut ini kutipan yang diterjemahkan oleh Lotuschef ke Bahasa Inggris.
Dikutip dari: 大马真佛宗美里华德同修会

造塔功德不可思议

「尊胜佛塔能够鎮一切地丶水丶火丶風的災難,利益無量眾生」。
Stupa Buddha Usnisa Wijaya mampu menyingkirkan segala bencana Tanah, Air, Api, Angin, serta memberi manfaat yang tak terhingga kepada semua insan.

「造塔可以轉移因果,甚至獲得來世轉生諸天天主的功德」。
Membangun Stupa mampu mengalihkan Karma, bahkan mampu membuat seseorang terlahir kembali di berbagai surga dengan pahala penguasa surga.

佛塔即代表「諸佛的宫殿」而佛即代表身口意之清淨。
Demikianlah maka Stupa Buddha melambangkan [Istana Para Buddha], dan para buddha melambangkan Kesucian Tubuh, Ucapan, dan Pikiran.

因此不論是頂禮或繞佛塔及壇城,自然能獲得無量的功德。
Oleh karenanya, bagaimanapun caranya kamu memberikan penghormatan lewat namaskara ataupun mengelilingi stupa ataupun altar mandala, secara alamiah kamu akan menerima pahala yang tak terhingga.


因此密教祖師阿底峽尊者開示道∶「在世間上所有的有為善法之中,没有比轉繞佛塔所獲得福德更大的了」。
Demikianlah guru leluhur tantra, Atisha, mengajarkan di dalam ceramah dharmanya: Di dunia saha ini, dari segala macam dharma yang mulia, tak ada satupun yang mampu melampaui pahala dari mengitari Stupa Buddha.

~~~~~~~~~~~

Hahaha! Menarik khan?
Kamu juga bisa belajar cara melipat stupa seperti gambar-gambar di atas pula. :)
Tapi ingatlah satu hal ini: Persembahan yang tulus!
Memberikan persembahan bukan karena ingin mendapatkan pahala yang lebih banyak untuk DIRI SENDIRI!
Karena semua yang dilakukan untuk diri sendiri bukanlah cerminan Buddha!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts:


Sunday, February 23, 2014

Bukan begitu, Shijie!


Ditulis oleh Lotuschef – 13 Februari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Shijie, it is not like this!


Baca juga: 师姐不是这样!

Balai Peringatan Chiang Kai-shek © Wikimedia.org

Mengutip Sutra Avatamsaka, Bab 37 mengenai Manifestasi Tathagata [Bagian 8]
华严经 - 如来出现品第三十七 [8]

[Para murid Buddha! Semua bodhi kesadaran Buddha, semua karakter yang tertulis tak akan mampu disiarkan seluruhnya, semua suara tak ada yang mampu menandinginya, semua ucapan tak mampu memberitahukannya, namun bodhi tersebut akan mengikuti/menyesuaikan dengan kebutuhan atau situasi di saat itu supaya mampu memberikan ajaran dengan nyaman; karena bagaikan semua Dharma/metode yang tak ada sifat sejatinya, semua kebijaksanaan akan mampu dicapai, dan dilanjutkan dengan menerapkan welas asih yang agung demi menyelamatkan para insan.]

[Para murid Buddha! Layaknya Kekosongan Semesta, semua dunia walau terbentuk dengan sempurna ataupun tidak, selamanya tak akan bertambah ataupun berkurang.
Mengapa demikian adanya?
Karena Kekosongan Semesta tak punya sifat sejati.
Begitu juga halnya dengan Bodhi Kesadaran semua Buddha, mau mencapai Kebenaran Sejati ataupun tidak, juga sebenarnya tiada bertambah ataupun berkurang.]

[Suara-suara yang dikumandangkan, ucapan dan suara yang tiada batasnya tentunya punya karakteristiknya masing-masing, namun saat mampu berdiam di dunia ini dengan leluasa dan tak membeda-bedakannya, mengikuti/menyesuaikan dengan nafsu-nafsu dan kesenangan para individu, maka barulah bisa mendengarkan dengan benar.
Karakter-karakter yang tertulis bukanlah dari dalam ataupun luar, juga tak akan hilang ataupun rusak serta tak akan terakumulasi (terkumpul), demikian bila memutar Roda Dharma demi para insan dengan keleluasaan seperti ini maka sungguhlah menakjubkan.
Dan bila ada para insan yang akar kebajikannya telah matang, maka dengan melihat tubuh Buddha segeralah mereka terselamatkan.]

[Sifat sejati Dharma Tak Lahir dan Tak Mati, dan berasaskan pada kegunaan, ia tampil demi memberi manfaat pada para insan di segala waktu; dan karena Sumpah Utama ini, segala dharma/metode tak pernah berhenti ataupun beristirahat, tak meninggalkan semua insan, di segala masa.]

---

Hari ini, 9 Februari 2014: Balai Peringatan Chiang Kai-shek

Aku bersama dengan teman-teman menemukan tempat duduk di sisi harimau di lokasi upacara ternyata telah dicadangkan oleh sekelompok murid dari Hong Kong.
Sebelum upacara Usnisa Wijaya dimulai, Saudari sedharma K bertanya: Fashi, apakah kau bisa membantu memberkati istri adik lelakiku? Dia muntah terus-menerus dan minum air juga tak bisa menolongnya.

Wajah si sdik ipar tersebut, si M, nampak pucat dan terlihat sangat tak nyaman!
Aku lalu memintanya untuk menjapa mantra Guru tanpa henti, dan aku mulai “menyembuhkan”-nya.
Hehe! Hal gampang!

Pertama, bantu dia untuk menggosok dan menekan:


1. Titik akupuntur He Gu – lihat gambar di bawah. Bila titik ini dipijat, maka akan meredakan semua gejala yang berhubungan dengan Usus Besar dan organ-organ yang terkena masalah.

Titik akupuntur He Gu
2. Titik akupuntur Daling – lihat gambar di bawah.

Titik akupuntur Daling
Utamanya menyembuhkan:
Sakit jantung, jantung yang berdebar-debar, sakit perut, muntah-muntah, serangan panik, kegilaan, epilepsi, sakit di area dada, sakit di pergelangan tangan, emosi bergejolak.

Juga bisa membantu mengatasi:
Angina (nyeri di dada karena aktivitas atau stress), insomnia, sakit perut, sembelit (susah buang air besar), dan berbagai macam penyakit ringan lainnya.

3. Titik akupuntur Nei Guan – lihat gambar di bawah.

Titik akupuntur Nei Guan
4. Vena Jantung – ini ilmu warisan dari seorang praktisi yang dinamakan [Song Jing Fa – Metode untuk Melonggarkan Pembuluh Darah] – saat in belum bisa diajarkan kepada semua orang.


Saudari sedharma M segera merasakan kenyamanan.
Bibirnya mulai memerah, begitu juga dengan pipinya!
Keadaan membaik.

Hahaha!

Setelah itu aku mulai duduk dan bermeditasi.
Tujuanku sebenarnya adalah untuk MERASAKAN Medan Energi di sekeliling.

Namun aku mendengar Saudari K memberitahu teman-teman lain: Jangan ganggu fashi, karena ia telah menyalurkan “kekuatannya” untuk melakukan penyembuhan, jadi dia perlu mengembalikan energi yang disalurkannya tadi!

Hehe!

Di Sutra Avatamsaka tertulis [Tiada Bertambah maupun Berkurang] –bagi yogi yang mematuhinya, baik itu menyalurkan ataupun tidak, sungguh tak ada perbedaannya.

Aku menginstruksikan Saudari M untuk menjapa mantra Guru terus-menerus – ini menurut Guru adalah: mengalihkan semuanya kepada Guru dan beliau kemudian akan [meneruskannya kepada Kekosongan Semesta sehingga semua masalah akan terselesaikan]!

Teman-temanku sekalian yang terkasih, bukankah [Sutra Avatamsaka] bagaikan manual kungfu rahasia dalam melatih diri?

Hahaha!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Thursday, November 22, 2012

Pemberitahuan Khusus untuk Acara tanggal 24 November 2012

Teman-teman coba lihat!
Mereka nampak seperti roda mantra Dharani Usnisa Wijaya?

Sumber: Special Event Notice for 24 November 2012

Teman-teman sekalian,

Pure Karma menjadwalkan sebuah puja api homa di hari Sabtu – 24 November 2012 ini, jam 6:30 PM (waktu Singapura), dengan lokasi di Lipo Building.

Pendaftaran untuk kehadiran dan pelimpahan pahala akan ditutup tanggal 23 November 2012, jam 12 siang.

Yidam puja: Guru Padmakumara & Usnisa Wijaya

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef