Showing posts with label berkat. Show all posts
Showing posts with label berkat. Show all posts

Thursday, February 27, 2020

Persembahan Dalam & Luar 内供养/ 外供养



Ditulis oleh Lotuschef – 22 Agustus 2011
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 内供养/ 外供养 Internal & External Offering


Saat berada di HSR, Taichung, kami membeli beberapa bungkus nasi kotak dengan menu daging.

Setelah melakukan penyeberangan dan penyucian, kami melakukan persembahan maha mandala dan mulai makan.

E berbagi makanan dengan si V, istrinya.

Kuberitahu Si V untuk menjapa [Om Ah Hom] untuk menyucikan sebelum mempersembahkan/makan.
[Buddha/para dewata di dalam tubuh juga perlu memakan makanan yang ‘tersucikan’.]

J dan S bertanya kepadaku mengapa Si V masih harus melakukan persembahan lagi dengan kotak makanan yang sama yang telah dipersembahkan oleh Si E.

Teman-teman pembaca yang terkasih, apakah kalian membaca tulisan-tulisan di blog ini?

Apa yang Mahaguru katakan perihal persembahan? Baru-baru ini aku telah mempublikasikannya.

Melakukan persembahan, kemudian memakannya, dengan demikian orang yang bersangkutan sesungguhnya sedang memberikan persembahan kepada Buddha dan Para Dewata DI DALAM TUBUHNYA.

Saat kita melakukan Puja Api Homa, kita sedang melakukan SECARA LUARAN kepada para dewata, dan mereka yang tertulis di dalam naskah doa sebagai yang mempersembahkan akan menerima berkat atau pahala. Tentunya para peserta juga merupakan pihak penerima dari sesi persembahan ini.

Si V adalah satu-satunya yang mengangkat topik [内供养/ 外供养 Persembahan Dalam dan Luar].

Ia pun patuh melakukan penyucian dan kemudian mempersembahkan.

Haha!

Mahaguru katakan bahwa segala hal yang kita lakukan adalah PELATIHAN DIRI!
Sering-sering bacalah artikel Mahaguru karena mengandung kebijaksanaan agung dari seorang yang telah Tercerahkan.


Amituofo
Lotuschef
Pure Karma
True Buddha School


Monday, March 4, 2019

Tanpa Keberhasilan Guru Yoga Maka Semuanya Palsu! 上师法还没相应 – 一切都是假的!



Ditulis oleh Lotuschef – 1 Februari 2019
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 上师法还没相应 – 一切都是假的!No Guru Yoga Then Everything is False!


Mengutip dari artikel Cara Menyampaikan Pengaduan? 告状的技巧?:

[--- 很多真佛弟子皈依了很多年,才來問我:「我的本尊是誰?我的護法是誰?」
Banyak murid Ordo Satya Buddha yang sudah bersarana bertahun-tahun, mendatangiku dan bertanya: Siapakah Yidam saya? Dharmapala-ku siapa?

可見你還沒有修啊!
Sungguh kelihatan bahwa kamu belum bersadhana!

還有很多人,「上師相應法」都沒有修,「加行法」也沒有修。
Masih banyak lagi, bahkan belum melatih [Guru Yoga], [Prayoga]-pun juga tidak dilatih. ---]

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Di atas adalah yang dikatakan oleh Mahaguru Lu!

Sekelompok orang mengklaim pengakuan atas kesembuhan seorang murid dari penyakit yang dideritanya.
Mereka merasa bahwa kesembuhan tersebut dikarenakan pemimpin kelompok tersebut, seorang VM, yang SECARA PRIBADI mendatangi Mahaguru Lu beberapa kali untuk memohonkan  berkat dari-Nya!

Hahaha!

Kalau kamu ingat di salah satu artikelku, seorang kawan reverend mengkritik dan memberitahuku bahwa bila aku merasa disalahi oleh Admin maka seharusnya aku BERTEMU MAHAGURU LU SECARA PRIBADI untuk mengklarifikasi masalah tersebut?

DAN, jawabanku terhadap orang ini adalah?
Perlukah sekiranya seorang murid dari Mahaguru Lu yang sejati dan tekun sampai harus mencari KEHADIRAN FISIK Sang Guru Akar?

Seperti yang Mahaguru Lu katakan, menanyainya perihal Yidam Pribadi sungguh Berarti Satu Hal, dan itu adalah: Belum berhasil melatih Guru Yoga dan bahkan masih banyak yang tidak melatih Sadhana Prayoga pula!

Jadi, mengklaim pengakuan karena telah mewakili seorang murid untuk memohonkan berkat secara langsung dengan menemui Guru Akar secara fisik – sungguh berarti si VM tidak pernah merealisasikan makna Tantrayana, bukankah begitu?

Saat berada di Hong Kong, aku mengunjungi seorang murid dan memberikan berkat kepadanya dengan mengundang kehadiran Guru Akar dan “mentransferkan” energi kepada si murid sambil menjapa mantra Guru.

[16:11, 7/5/2018] WW: 法師快速回來探我.法命我好雖要法師來過电比我🤗😘
[Fashi, cepatlah datang kembali mengunjungiku, aku sangat butuh Anda untuk menyalurkan energi listrik kepadaku]

[16:40, 7/5/2018] lotuschef: 😘😘😘😘😘😘😘

[10:51, 7/18/2018] lotuschef: 师姐,谨记~任何事情,首先祈请根本上师加持。念上师心咒,调好呼吸。一切无碍!  
[Saudari sedharma, ingatlah baik-baik ~ dalam hal apapun, Pertama dan Terpenting adalah mengundang berkat dari Guru Akar. Menjapa mantra Guru, mengatur nafas dengan baik. Maka segalanya akan bebas dari Halangan!]

嗡啞吽。古魯貝。阿訶薩沙媽哈。蓮生悉地吽。

[11:00, 7/18/2018] lotuschef: [手]是 [师尊]加持你的工具而已!
[Tangan] hanyalah salah satu alat [Guru Akar] untuk memberkatimu!

不要执着任何[法]。
Jangan melekat pada [Dharma] apapun.

只要诚心念上师心咒,上师就会加持你。
Selama menjapa mantra Guru dengan tulus, Guru akan memberkatimu.

记得有84000法门。
Ingatlah baik-baik, ada 84000 pintu dharma.

[17:08, 7/20/2018] lotuschef: 只要[心]中有师佛,那来[寂寞][孤单]?整个宇宙都跟你同在!不要胡思乱想!念师尊心咒吧!

[19:33, 7/21/2018]WW: 知道,不過我須要很多時間去修復自己的心灵實在心身受了很多創傷

[19:34, 7/21/2018] WWh: 一大大話話已1年了

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

SUNGGUH! Saat seorang VM atau siapapun juga memberitahumu bahwa ia HARUS mencari kehadiran Guru Akar secara fisik supaya bisa mendapatkan berkat untukmu, MAKA orang ini PALSU!

Hahaha!
Berita yang menjadi viral mengatakan bahwa VM ini membuat keriuhan dengan mengklaim pengakuan atas kesembuhan saudari sedharma tersebut!
Dan itu menjadi BISNIS-nya!

Saatnya sadar!

Masih ada banyak XX di TBS dan juga di Dunia Saha ini!

Apa arti dari Keberhasilan dalam Guru Yoga?
Ingatkah bahwa Mahaguru Lu pernah mengatakan bahwa begitu kamu berhasil ber-Yoga maka Sang Yidam tak akan pernah meninggalkanmu?


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Monday, March 27, 2017

Pemikiran Benar ~ Berkat dari Mahaguru?



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 17 Maret 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 正思惟~师尊加持?Right Resolve ~ GM's blessing empowerment?


Jalan Utama Berunsur Delapan seringkali dibagi menjadi tiga bagian:
  • Kebijaksanaan (Pali: Pañña; Sanskerta: prajñā)
    [1] Pengertian Benar (sammä-ditthi)
    [2] Pikiran Benar (sammä-sankappa)
  • Kemoralan (Pali: Sīla)
    [3] Ucapan Benar (sammä-väcä)
    [4] Perbuatan Benar (sammä-kammanta)
    [5] Pencaharian Benar (sammä-ajiva)
  • Konsentrasi (Pali: Samädhi)
    [6] Daya-upaya Benar (sammä-väyäma)
    [7] Perhatian Benar (sammä-sati)
    [8] Konsentrasi Benar (sammä-samädhi)

正思惟又作正志、諦念,包括出離思惟、無恚思惟、無害思惟,其中思惟可分為三種:邪思惟、漏正思惟、無漏正思惟。

正思惟指正確思惟,以引導生如理如實的智慧。特指離開世俗的錯悟分別,離開邪妄迷謬,而作佛教的純真的智慧思索,即指聞、思、修、證的第二階段。
出離,是指远离贪业。
無恚,指滅除嗔怒,生起慈心。
無害,是指滅除殘忍,生起悲心。

Pikiran yang benar, Niat yang benar (samyak-saṃkalpa/sammā sankappa) juga bisa diartikan sebagai “pikiran yang benar”, “pengartian (arti, bukan pengertian) yang benar”, “tujuan yang benar” atau “pengerahan kemauan kita untuk berubah”.
Di dalam faktor ini, si praktisi harus terus-menerus bercita-cita untuk menyingkirkan segala kualitas yang salah dan tak bermoral dari dirinya sendiri.
Pemahanan yang benar atas Pandangan yang Benar akan menolong si praktisi dalam membedakan antara tujuan yang benar dan yang salah.

Di dalam kanon berbahasa Mandarin dan Pali, di jelaskan seperti berikut:

Dan apakah itu Pemikiran Benar?
Mempunyai keteguhan hati dalam meninggalkan keduniawian, atas pembebasan dari rasa dendam, atas sifat yang tidak merugikan:
Inilah yang dinamakan sebagai Pemikiran Benar.

Ia berarti meninggalkan hal-hal duniawi dan memberikan komitmen yang lebih besar kepada jalan kebatinan; amal; dan komitmen tiada kekerasan terhadap para insan lainnya.

Pikiran Benar (sammà samkappa) adalah langkah ke-2 di dalam Jalan Mulia Berunsur Delapan yang diajarkan oleh Buddha.
Pikiran-pikiran berwujud menjadi kata-kata atau gambaran yang terbentuk di dalam batin dan seringkali disertai oleh atau memunculkan perasaan yang kemudian diikuti oleh munculnya tindakan.

Sedangkan bagian ke-2 dari Jalan Mulia Berunsur Delapan adalah Pikiran Benar.
Semua bagian tersebut tidak diurutkan secara khusus, tapi kamu memulai dengan Pemahaman yang Benar dan berakhir dengan Pemahaman yang Benar.
Semua bagian dilakukan secara serentak.
Secara ringkas, perbedaannya dengan bagian Pemahaman yang Benar, adalah kamu memulai dengan beberapa pehamaman mengenai ajaran-ajaran Buddha dan mengakhiri dengan pemahaman ajaran Buddha berdasarkan pengalaman yang didapatkan.
Selama proses tersebut, kedelapan bagian dilakukan secara serentak.

Sang Buddha menggambarkan ada 2 jenis pikiran:
Pikiran yang mengembara ke mana-mana (vicàra), dan pikiran yang logis atau terarah (vitakka).

Biasanya, batin kita selalu penuh dengan pikiran yang terpecah belah, acak, mengeluyur ke mana-mana dan kendali kita atas mereka atau terhadap apa yang akan terjadi setelah itu hanyalah kecil. Saat kita mempunyai tugas yang harus dilakukan atau sebuah masalah yang harus diselesaikan, maka Kemauan akan mengendalikan dan mengarahkan pikiran kita ke suatu arah tertentu. Namun pada umumnya, begitu tugas itu telah selesai atau masalah telah terpecahkan, kemauan akan surut menghilang dan pikiran akan mulai mengeluyur tak menentu lagi. Di sini Buddha memberikan pengamatannya yang penting tapi seringkali diabaikan, bahwa ‘Apapun yang dipikirkan dan direnungkan oleh seseorang, seringkali batin akan cenderung mengarah ke sana’ (M.I,155).
Begitu ada sejenis pikiran yang kita pikirkan terus-menerus, maka akan semakin sering mereka muncul.
Bila kita sering mempunyai pikiran seputar keserakahan dan membiarkannya terus ada, maka mereka cenderung untuk lebih sering memenuhi batin kita, dan kita akan mulai bertindak dengan gaya yang lebih serakah.
Oleh karenanya, sebuah aspek yang penting dalam mempraktikkan agama Buddha adalah melatih Pikiran Benar, tidak membiarkan berbagai pikiran negatif tinggal di dalam batin kita, dan juga menggiatkan pikiran-pikiran yang positif.

Sang Buddha secara luas mendefinisikan Pikiran Benar sebagai pikiran-pikiran akan tiada kemelekatan, mengenai cinta kasih dan menolong (M.III,251). Konsentrasi Benar, Perhatian Benar, dan Daya Upaya Benar jugalah penting dalam membantu proses perkembangan Pikiran Benar.

Pikiran Benar meliputi berbagai pikiran cinta kasih dan tanpa kekerasan terhadap semua insan. Di dalam meditasi vipassana, kesadaran diletakkan pada pikiran dengan niat untuk mengakhiri pikiran sehingga meditasi bisa terus berjalan di saat ini dan bebas dari segala pikiran buruk. Pikiran Benar pada dasarnya mengacu pada pikiran yang bajik, yang sangat erat kaitannya dengan Pengertian Benar karena ia pada akhirnya akan menampakkan hasil setelah melewati praktik dan pencapaian kebijaksanaan.

Dua ayat pertama dari Dhammapada bab pertama yang dibabarkan oleh Sang Buddha adalah:

“Diri kita saat ini adalah hasil dari apa yang telah kita pikirkan, ia dibangun oleh pikiran kita, ia diciptakan oleh pikiran kita. Bila seseorang berbicara atau bertindak dengan pikiran yang suci, kebahagiaan akan mengikutinya bagai bayangan yang tak pernah meninggalkannya.”

Pikiran kita sama pentingnya dengan tindakan kita karena mereka menciptakan diri kita sekarang ini, demikianlah sudah menjadi kewajiban supaya kita menjaga pikiran kita tetap suci.

Sebagai contoh adalah dengan membayangkan bila pikiranmu dipenuhi dengan uang dan cara mendapatkan uang. Keserakahan menjadi porsi besar di dalam hidupmu. Ia menggambarkan siapa dirimu. Pikiranmu menjadi terpaku pada uang dan demikianlah kamu menjadi seperti itu.

Contoh lain adalah seseorang yang pada umumnya disebut sebagai “orang yang pikirannya tercekam pada satu masalah saja.” Yang seperti ini akan memfokuskan batin dan pikirannya hanya pada satu topik saja. Segala percakapan yang muncul dari orang seperti ini cenderung berkisar pada satu subjek itu. Dimulai dengan pikiran dan kemudian meresap hingga menggambarkan siapa orang tersebut.

Seseorang yang optimis adalah ia yang melihat berbagai hal secara positif. Orang ini memancarkan kebahagiaan dan cinta kasih. Yang seperti ini akan menyapa orang dengan senyuman dan hal tersebut dilakukan dari lubuk hatinya, tidak hanya karena terkekang oleh etiket. Sikap positif seperti ini dimulai dengan pikiran yang baik dan positif.

Dengan menjaga pikiran kita selalu bajik dan di saat ini mendorong munculnya pikiran-pikiran yang produktif saja, maka pikiran barulah akan bermanfaat dan tidak kontra-produktif.

Sebuah kutipan lain dari Buddha yang berhubungan dengan Pikiran Benar adalah:

“Musuh terbesarmu tak akan mampu mencelakaimu sehebat pikiranmu sendiri bila ia tak dijaga. Namun begitu dikuasai, tak ada yang mampu menolongmu sekuat pikiranmu sendiri, bahkan itu ayah ataupun ibumu.” (Dh. Bab 3)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

师尊加持? Berkat dari Mahaguru?
Apakah kamu benar-benar memahami apa maksud dan kegunaannya?
Dan juga apa saja batasan-batasannya?

Terlalu banyak sesuatu hal malah akan mencelakaimu!
Bagaikan pecandu narkoba, yang selalu mengejar sesuatu tiada henti, hal ini akan membuatmu menjadi “Tergantung” tanpa mampu melepaskan diri darinya!

COBALAH DIRENUNGKAN!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Monday, May 2, 2016

Terpaku, Melekat



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 7 September 2011
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Fixation/Attachment 执着



F: 法师, 在吗?[Fashi, kamu sedang di sana?]

L: Ya. [是]

F: 想请教个问题。我们世尊加持的佛珠,我送给我的上海阿姨,她们说受不起。一个说戴了不见钱包,2000多元没了,一个索性整条断开了。
[Mau tanya. Japamala yang diberkati Mahaguru, aku berikan ke para bibiku dari Shanghai. Mereka bilang mereka tak layak menerimanya. Yang satu bilang dompetnya kena copet dan kehilangan lebih dari $2000. Yang satunya lagi bilang ia memutuskan untuk memotong japamalanya.]

L: Kamu baca artikelku mengenai Japamala Buddha? [读我写关于佛珠的文章?]

F: 我是否不该随便给她们?[Apakah aku sebaiknya tidak dengan gampang memberikannya kepada mereka?]

L: Duduklah dan berpikirlah dengan jernih. Cari jawabannya dari dalam hatimu. [坐下清澈的思考。向内找答案。]

F: 我再去看看![ Aku akan melihatnya kembali .]

Keesokannya. 隔天.

L: 你需要的是定。既然送出去,就不是你该操心的事了。明白吗? 根本就没有佛珠,又何来的尘埃?自寻烦恼.
[Yang kamu perlukan adalah keteguhan hati. Karena sudah diberikan, jangan sampai barang tersebut membuatmu kepikiran. Kamu paham? Sebenarnya tak ada yang namanya Japamala, jadi Penderitaan muncul dari mana? Dirimu sendiri yang mencari Penderitaan.]

F: 是啊,是她们自己心作怪,关我的佛珠什么事!要来的业障怎能怪佛菩萨?不过我就是缺乏定的智慧,怎么修才得定呢?
[Ya, hati mereka yang membuat kekacauan sendiri, tak ada hubungannya dengan japamala pemberianku! Kekuatan karma sedang menerpa mereka, mana bisa menyalahkan Buddha & Bodhisattva! Tapi aku memang kurang kebijaksanaan untuk bisa teguh, bagaimana caranya melatih supaya bisa Teguh Hati?]

~~~~~~~~~~~~

Aku mau tanya kepadamu.
Kalau kamu menawarkan kue ke orang-orang. Setelah dimakan, mereka mengomentari kalau kualitasnya tak begitu bagus.
Kamu akan berbuat apa?
Haha! Meminta mereka memuntahkan kembali kue tersebut?
Justru ini merupakan hal baik karena mereka jujur padamu, jadi kamu tak membeli kue dari tempat yang sama lagi untuk dibagi-bagikan dengan orang lain!

Di suatu rumah ibadah ada sebuah kejadian di mana seorang penjual bunga memohon kepada Buddha sebelum Tahun Baru Imlek.
Ia memohon supaya penjualan bunganya laris di musim perayaan, dan berjanji untuk membuat 3 karangan bunga plastik untuk dipersembahkan dan dipajang di aula utama selama setahun penuh.

Buket-buket itu akan dipindahkan di saat Hari Raya Waisak berhubung keterbatasan tempat. Di kedatangan yang berikutnya, ia membuat keributan dengan pengurus aula.
Aku mendatangi mereka yang sedang panas-panasnya berdebat.
Setelah menanyakan masalah yang terjadi.
Aku memberitahu si penjual bunga, bahwa ia telah melakukan apa yang telah dijanjikannya. Dan Buddha juga telah menerima persembahannya.
Apa, di mana, dan bagaimana rumah ibadah akan mengurus persembahannya bukanlah hal yang penting lagi.
Ambillah contoh, bila kamu mempersembahkan makanan kepada Buddha dan kemudian kamu membagikannya dengan orang-orang, kamu tak hanya memberikan persembahan kepada Buddha, tapi juga kepada orang-orang lain. Bukankah BERBAGI seperti ini merupakan hal yang lebih baik?!

Buket bunga dikarang dengan sangat baik, dan siapapun yang melihatnya akan (mendapat manfaat dengan) senang melihatnya sehingga ada rasa senang yang muncul. Sama halnya dengan makanan, karangan bunganya telah memberi manfaat bagi banyak insan dan ia telah memenuhi Janjinya pula.
Kutanya apakah sekarang dia bisa tidur dengan mudah tanpa harus memindahkan karangan bunganya.
Ia bilang: Ya. Dan ia tak akan memaksakan pemindahan bunganya lagi.

Saat kita menghadiahkan sesuatu ataupun memberikan persembahan, janganlah melekat pada bagaimana orang-orang akan menggunakannya.

Dan juga mengenai Japamala, tak ada yang namanya Japamala. Saat kita melekatkan karakteristik pada berbagai benda dan memaksa orang-orang untuk mengikuti mau kita, hal ini justru menciptakan Penderitaan bagi diri sendiri maupun orang-orang lain.

Apapun yang Mahaguru berkati, seperti saat beliau memberkati kita, kalau kita sepenuh hati menerimanya maka kita akan Terisi dengan Penuh.
Namun, Berkat ini akan “habis” dengan berjalannya waktu bila kita tak tekun mempertahankannya.

Mahaguru akan selalu senang untuk memberkati kita di segala waktu, kapanpun kita bersadhana, daripada kita pergi mencari berkat darinya dengan hadir secara fisik.


Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School



Tuesday, December 8, 2015

Datang Demi Mo-ding & Dapat Berkat?



Ditulis oleh Lotuschef – 7 Desember 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 来摸顶得加持?Come For Mo-ding & Get Blessed?



Di dalam salah satu sambutan Shi-mu, ia bilang “harus datang ke sini setiap Sabtu dan mendapatkan Berkat Mo-ding dari Mahaguru Lu.”

Hehehe!

Aku sedang berjalan menuju ke pasar pagi dan pusat makanan terdekat.

SAMBIL menjapa Mantra Guru, berbagi energi cahaya dengan para insan.

Tiba-tiba teringat tentang [Datang Demi Mo-ding & Dapat Berkat]. :)

Teman-temanku sekalian yang terkasih, setelah belajar dari Mahaguru Lu selama kurang atau lebih dari 40 tahun, apakah kamu menyadari bahwa selama kamu tekun bersadhana dengan menjalankan semua yang Mahaguru Lu ajarkan selama ini, maka kamu akan diberkati dengan apapun yang kamu butuhkan untuk mendukung dharma demi memberi manfaat bagi para insan?!

Pure Karma punya banyak foto yang menampilkan kehadiran banyak bola-bola sinar prajna, yang seperti dikatakan oleh Mahaguru Lu: berisikan Mandala para dewata.

Kalau kamu mampu mengundang kehadiran Guru Akar, maka tak peduli di manapun kamu berada, kamu akan selalu diberkati dengan energi cahaya untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh dan manfaat bagi para insan.

Jadi cobalah kini tanyai dirimu sendiri: “Apakah aku mematuhi semua kunci yang merupakan bimbingan yang diajarkan oleh Mahaguru Lu?”

Sudahkah kamu menyingkirkan berbagai kebiasaan burukmu?
Sudikah kamu mendahulukan insan lain sebelum dirimu sendiri?
Atau, sungguh-sungguhkah kamu mempraktikkan Kebijaksanaan Kesetaraan para Buddha?

Kalau kamu benar-benar memperhatikan berbagai ceramah Mahaguru Lu baru-baru ini, apakah kamu ingat bahwa Melatih Diri harus dilakukan dengan segala usaha sendiri, dan selangkah demi selangkah dari jenjang yang paling bawah?

Alih-alih sering bepergian untuk menghadiri upacara di seluruh belahan dunia, kenapa kamu tak mengurangi saja perjalanan tersebut dan mendonasikan dananya untuk kegiatan amal atas nama Mahaguru Lu?

Kamu perhatikanlah, begitu kamu mulai berpikir untuk para insan lain dan mempraktikkan berbagi sumber daya dengan mereka, kamu tepat berada di Jalur Bodhi yang banyak orang lain impikan, dambakan, atau bahkan berbohong kalau mereka sedang berada di situ, … :)

Dan Tak Hanya Mahaguru Lu saja yang akan datang untuk memberkatimu di manapun kamu berada, tapi seluruh alam semesta akan melakukannya pula! :)

Mahaguru Lu bilang bahwa yang “Tak Terlihat” jauh lebih berharga!

Dan beliau juga mengisahkan Kehadiran 2 orang yang saat itu secara Fisik dan Virtual (Astral) menyambut kedatangan Buddha Shakyamuni.
Yang pertama menyambut Sang Buddha justru yang bukan secara Fisik! :)
(Ceritanya pernah dibagikan di blog ini, kamu bisa mencarinya)

Hahaha! Argumennya selalu: “Oh! Masih banyak orang yang tak mampu bersadhana dengan baik supaya bisa mendapatkan berkat di manapun mereka berada! Mereka masih butuh berkat dan kehadiran fisik Mahaguru Lu!

Tapi tidakkah kamu semua paham saat Mahaguru Lu bilang “Aku bersadhana setiap hari demi memberi teladan kepadamu semua”?

Jadi kini cobalah renungkan apa itu “Yoga Tiada Pelatihan Lagi”?

Apakah seseorang sedang bersadhana ataupun tidak, hanya mereka dengan Mata Langit yang mampu melihatnya!

Hahaha!

Seperti Mahaguru Lu saat berkeliling melihat-lihat makanan yang ditata sebelum acara makan di Seattle, dan juga bercanda mengenai makanan itu pula, apa yang sedang beliau lakukan?

Beliau menyucikan dan memberkati makanan tersebut, serta menciptakan suasana yang kondusif bagi semua insan untuk turut ambil bagian dalam santapan tersebut!

Oh! Apakah karena kamu tak mampu “melihat” lantas tak ada sesuatu pun yang terjadi?

Demikianlah kamu juga tak akan mampu “melihat” berkat yang kamu dapatkan dari Mo-ding ataupun Abhiseka!

Hehe!

Lalu?

Kamu harus punya Iman yang Mutlak, Percaya Sepenuhnya kepada Guru Akarmu, dan juga hindari orang-orang yang menyuruhmu untuk melakukan ini dan itu!

Bagaimana halnya dengan menjadi sponsor upacara?

Mahaguru Lu bilang “Kalau kamu Ingin menjadi … maka jadilah sponsor!

Hahaha!

Kini saatnya kamu mengingat kembali Sutra Hati!
Sungguh!
Kata-kata Mahaguru Lu, seorang Buddha Hidup, beliau berbicara dalam Bahasa Buddha.

Sekarang ini [Kalau kamu Ingin menjadi … maka jadilah sponsor!] artinya apa?

Sutra Hati adalah kunci utamamu untuk membuka semua pintu Dharma!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Thursday, July 9, 2015

Ujung Jari Memancarkan Cahaya Putih



Dikutip dari karya tulis Mahaguru Lu: 蓮生活佛 > 師尊文集 > 248_天垂異象 (Langit Menutupi Fenomena Yang Tak Umum)
Beberapa bagian dipilih dan diterjemahkan oleh Lotuschef – 23 Juni 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 指頭放白色光芒 Finger Point Emitting White Light


指頭放白色光芒


我深深覺得,學佛之人,須下定決心,有幾件事要特別注意
一、去除凡情。立志學佛,世俗之凡情,少沾染。
二、宜脫俗氣。粗俗的凡事,與行者無涉,不要去學俗法。
三、摒棄習性。人皆有惡習,要把不好的習慣斷盡,偷、盜、淫、妄、酒、貪、瞋、痴…。
四、清淨淫欲。人心太半貪色貪花,淫心不可起,不淨的地方勿去。
五、名利勿求。凡事不求名、不求利,淡泊名利,如此則名利心不紛紛擾擾。
六、滅去我見。一般來說,我執重的人,我見也重,我見往往是偏見,宜學習古聖之言。
七、宜泯法執。修法時,也不宜太執著法,法法自然最重重,法應尚捨,何況非法,學佛要知道變通。
八、宜除煩惱。盡量把自己放空,過去的煩惱勿憶起,現在的煩惱宜去除,未來的煩惱不去想。


這也是
隨世應世。因物付物。對境忘境。居塵出塵。世事宜看得空。世情宜看得淡。
對萬萬事物,宜擔得起,尤宜放得下。當我坐法座上。
我必須收拾起千心萬心,收拾起萬事萬物,我變成一位孤單單的行者,空氣已漸漸的凝固了起來。
精神集中。無二念。身不動。

我將一個指頭伸出。我的口念著咒語。身是本尊。意在加持

於是,指頭的白光就透了出來。有圖為證。

那個時候
那是光的出現,光會射向了灌頂幡的人群,這時候,灌頂幡就有了本尊光,人群也有本尊光,浮蕩蕩的空氣,全是白光了。
熱熱的。香香的。舒舒的。
熨貼在每一個人的身子上。

法流舒展開來
Aliran energi Dharma terpancar dengan leluasa.

快速的運轉在每一個人的心
Dengan segera menggerakkan hati tiap orang.

每一個人的心就化為一朵開放的蓮花
Hati tiap orang berubah menjadi sekuntum bunga teratai yang mekar.

那是:Demikianlah:

本尊降臨壇城。
Yidam turun ke altar mandala.

本尊降臨我身。
Yidam turun memasuki tubuhku.

本尊在手指頭。
Yidam berada di ujung jariku.

本尊在群眾的心。
Yidam berada di hati orang-orang.

~~~~~~~

Artikel di atas menjelaskan dengan detil bagaimana Mahaguru Lu memberikan Abhiseka, dan juga faktor (syarat) penting bagi beliau untuk melakukannya. :)

Kuncinya adalah Kesucian Tubuh, Ucapan, dan Pikiran!

Dengan menjalankan berbagai fondasi Buddha Dharma, kamu akan mampu Memancarkan Sinar untuk Memberkati ataupun menganugerahkan Abhiseka kapanpun dengan leluasa!

Bila kamu ingin tahu apa yang Mahaguru Lu ajarkan di atas, cobalah menerjemahkannya sendiri. :)

Oh ya, mereka yang tak punya kendala bahasa (mandarin), apakah benar-benar paham apa yang Mahaguru Lu coba beritahukan kepadamu?

Hahaha!
Kendala Bahasa bukanlah rintangan hakiki bagi mereka yang tekun dan sungguh-sungguh mau belajar Buddha Dharma DENGAN tulus!

Karena JODOH (afinitas) adalah kuncinya!

DAN mohon BERTANYALAH kalau kamu tak paham!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:



Saturday, March 15, 2014

Berfokus Pada Hal Yang Kurang Tepat 因小失大


Ditulis oleh Lotuschef – 14 Maret 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Penny Wise, Pound Foolish 因小失大



[--- 1. Fashi yang terkasih,
Selamat siang.
Kami ingin mendaftar dan akan menghadiri puja api homa. S$MM untuk teratai persembahan.

蓮花X1 N1岁 肖A
蓮花X2 N2岁 肖B
蓮花X3 N3岁 肖C
蓮花X4 N4岁 肖D
Alamat: ...

Untuk mensponsori arwah terlantar dan 水子灵 (arwah janin) $MM dari 祖先 (leluhur)-ku dan keluargaku.
莲花XX氏历代祖先
Alamat: ...

Kemudian persembahan lotus untuk berikut ini, sebesar S$MM
莲花XX氏历代祖先
蓮花X22 之 musuh karma
蓮花X3 之 musuh karma

Mensponsori Bardo untuk MH370, masing-masing S$M=$4M
蓮花X1
蓮花X2
蓮花X3
蓮花X4 ---]


[--- 2. Hi! BB
Tolong bantu mendaftarkan dan sarankan cara pembayarannya. Terima kasih.
ABC 蓮花ABC, Blk...
Untuk 事业一帆风顺 (kemajuan & kelancaran karir)
DEF 蓮花DEF, Blk...
Untuk 合府平安 (seluruh keluarga aman tentram) ---]


Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Administrator Pure Karma menerima pendaftaran di atas.

Lihatlah bagaimana hal-hal seperti ini berhubungan dengan topik "Penny Wise, Pound Foolish" (dalam hal ini, meribetkan berbagai hal yang kecil tapi lupa arti dari gambaran besarnya)?

PURE KARMA – melaksanakan semua upacara dengan Sungguh-sungguh mengikuti ajaran dari Guru dan Buddha.
DEMI MEMBERI MANFAAT BAGI SEMUA INSAN!


Di dalam Naskah Doa Puja Api Homa, tertulis “为众生分享光明” yang berarti berbagi Kecemerlangan dengan Semua Insan!

Dan juga “祈恩值福 普庇光明 超拔孤魂 及 被困之水子灵 普施餓鬼” yang berarti Memohon Kasih Karunia dan Kemanggalaan; Menarik dan Menyeberangkan para arwah yang terlantar, dan juga para arwah janin yang terperangkap, beramal untuk para hantu lapar...

SUNGGUH!
Naskah doa ini dibuat oleh Lotuschef dengan mengingat bahwa kita semua melakukan yang terbaik untuk semua insan.

Tentunya kita harus mulai dengan mereka yang Berjodoh dengan Buddha atau Padmakumara. :)

Sedari awal menulis artikel di blog ini, selalu menekankan POLA PIKIR.

Guru berkata bahwa kita harus bersadhana untuk mengubah atau menghapus berbagai Kebiasaan Buruk kita.

Lalu apa yang dimaksud sebagai Kebiasaan Buruk?

Setujukah bila semua Kebiasaan dan Tindakan kita Berasal dari Pikiran kita? :)

Kemudian akan ada orang yang dengan mudah mengatakan: “Aku telah Merelakan!”

Benarkah kamu telah merelakan?


Kasus 1


Pemikiran: Takut ada yang tertinggal, jadi menuliskan detil untuk setiap orang.

Umur dan shio (zodiak) tak diperlukan, karena Buddha mengetahui semuanya!


Untuk penyeberangan Bardo korban MH370, memberikan sponsor adalah beramal.
Bila Keluarga X menuliskan “X1 & keluarga”, maka semua anggota keluarganya beserta dengan para dewa bumi dan roh akan turut melakukan sponsor tersebut!

Benar sekali! Beramal sungguh tak butuh harus memberikan detil para donor atau sponsornya.
Semua hal yang kita lakukan akan dicatat secara virtual oleh para dewata!

Acara Amal Pure Karma hanya menggunakan Padmakumara, Buddha Hidup Lian Sheng, Yang Mulia Mahaguru Lu Sheng Yan, sebagai Donor atau Sponsor dari semua aktivitasnya! :)

Jadi semua yang berdonasi/turut melakukan sponsor dalam Acara Amal Pure Karma tahu bahwa mereka telah melakukan persembahan kepada Mahaguru Lu, dan beliau kemudian akan berdonasi/mensponsori semua acara amal Pure Karma.


Pola pikir beramalmu akan memampukanmu untuk membangun jalinan hubungan dengan Guru dan para dewata dengan mudah karena Bodhicitta adalah karakteristik yang melekat di dalam diri semua dewata!

Memiliki pola pikir beramal yang peduli pada semua insan tanpa Membedakan atau Memisahkan, juga akan membuat dirimu menjadi “bersinar”, dan dalam jangka waktu yang lama akan merubah raut wajahmu menjadi lebih hangat dan menyenangkan.
Kamu akan memancarkan kehangatan dan kepedulian!
Hahaha!

Lihat saja Guru.
Beliau menarik semua insan, khan?


Kasus 2


Yang ini sederhana.
Hanya meminta pemberkatan untuk karir dan satu lagi untuk keselamatan seluruh anggota keluarga.

Hahaha!

Yang ini masih belum paham bahwa kita melakukan persembahan dengan bahagia dan tulus, mewakili semua insan, tanpa mengharap pamrih. :)

Dengan Iman dan Mutlak Percaya pada Guru, seorang Buddha Hidup, kamu hanya perlu mempersembahkan dengan senang hati dan PERCAYA PADANYA kalau beliau akan mengurus semua kebutuhan masing-masing individu sesuai dengan pengaruh karma mereka!


Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Itulah satu-satunya tujuan dari puja atau api homa yang diadakan oleh Pure Karma.

Memberikan persembahan yang mewakili semua insan dengan tulus dan senang hati = Bodhicitta.
Perihal mereka terberkati atau tidak, itu DILUAR KENDALI KITA!

MARI DIPIKIRKAN: selalu siap memberi demi dan mewakili semua insan, SIAPAKAH DIRIMU?

Oh Guru bilang kamu melakukannya tanpa berpikir untuk beramal atau melakukan sesuatu yang baik – inilah pola pikir Buddha!



Selamat melatih diri!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Disunting dari Jurnal Lotuschef

Related Posts:


Tuesday, December 10, 2013

Lotuschef Bercakap-cakap – Buddha Ada di Dalam Hatimu [2]


Ditulis oleh Lotuschef – 28 November 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Chat – Have Buddha in Your Heart [2]


PP, seorang murid, sering bepergian ke luar kota, dan dalam suatu percakapan ia memberitahuku kalau ia sering mengunjungi suatu rumah ibadah dan berjanji untuk mengunjunginya sebulan sekali untuk bersyukur pada Ganesha yang membantunya dalam memajukan karirnya.

:) beberapa waktu lalu, ia menemui beberapa halangan besar dalam pekerjaannya, dan aku membantunya untuk mendapatkan berkat dari Guru supaya halangan tersebut mereda. Banyak hal dapat terselesaikan dengan cepat dan lancar, terlebih lagi dalam hal pekerjaanpun ia mendapatkan banyak akses untuk melebarkan sayapnya.

Hahaha!
Lalu?

Kuberitahu dia: Beliau (Ganesha) kini telah mengikutimu, jadi kamu tak perlu lagi pergi ke luar kota untuk bersyukur dan memberikan persembahan di rumah ibadahnya.

Sambil menambahkan, “seperti Guru yang berada dalam hatimu, sama sekali tak perlu lagi mencari di luar sana. Kamu hanya perlu menenangkan diri dan berpikir dengan jernih.”

Bertanya: Apa kamu benar-benar berpikir bahwa Guru mungkin saja tak berada di sisimu, atau di dalam hatimu?


Tanggal 23 November 2013, upacara pertama setelah kepulangan Guru ke Taiwan, dimulai setelah pukul 4 sore.
Kenapa sampai mundur sedemikian lamanya?

Dan apakah kamu menyimak ceramah yang disampaikan oleh beberapa murid di sana?

Pesannya sangat bertentangan dengan ajaran Guru, dalam kata lain “tidak nyambung” dengan yang Guru ajarkan selama ini. Kalimat seperti “Datanglah ke Vajragarbha Taiwan tiap hari Sabtu dan kalian akan mendapatkan berkat dari Guru.”

Si pembicara layaknya Komite Pusat, sedang mempromosikan “Kemelekatan atau Keterpakuan pada WUJUD”!

Lalu berbagai pernyataan dari Komite Pusat, yang mereka akui berasal dari Guru, mengatakan bahwa mereka yang memperhatikan Guru meski tak punya waktu untuk bersadhana juga bisa mendapatkan pahala dari Guru, sungguh penuh keberuntungan!
Ini khan seperti sedang melakukan permainan duniawi yang “Mempromosikan Berkat Guru” yang hanya bisa didapat bila kamu HADIR SECARA FISIK!

Ingatkah kalau Guru pernah berkata bahwa Pelatihan Diri sepenuhnya bergantung pada individu masing-masing?!

Demikianlah teman-temanku sekalian yang terkasih, ingatlah selalu bahwa Kamu adalah Manifestasi dari Tubuh – Ucapan – dan Pikiranmu sendiri!!!

Komite Pusat dan si pembicara ini punya pandangan awam yang sama mengenai KETERGANTUNGAN pada Guru atau Sumber Eksternal untuk keberlangsungan hidup mereka dengan baik, dan dengan melakukan hal tersebut mereka Menyesatkan banyak orang karena mereka memegang “Wewenang Duniawi”!

Hahaha!

Dan di tanggal 23 November 2013 itu pula, Guru mengajarkan mengenai Kekosongan dalam hubungannya dengan Maha Kesempurnaan. Apakah kiranya kamu mendengarkan dengan baik dan selalu mengingatnya?


Oh ya, rekaman videonya juga terlambat dipublikasikan.
Pranalanya (per tanggal publikasi artikel ini) belum diunggah!
Biasanya mereka selalu tersedia hanya dalam beberapa jam setelah upacara yang bersangkutan!


:) Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, November 2, 2013

Kebijaksanaan yang nampak gila – Menurutmu Seberapa Banyak Hingga Dianggap Benar-benar Cukup?


Ditulis oleh Lotuschef – 27 Oktober 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Crazy Wisdom – How Much Is Truly Enough?


Lihat juga: 2013年10月20日聖尊蓮生活佛盧勝彥賜授「喜金剛不共大法」灌頂 -彩虹雷藏寺

Skenario di atas begitu umum dan sering kita lihat tiap kali Guru sedang memberikan Abhiseka.

Lihatlah para umat dari segala tingkatan di sana. Mereka begitu sibuknya memegang benda-benda yang menurut mereka harus mendapatkan pemberkatan – bagaimana caranya pokoknya harus disentuhkan ke Bendera-bendera Abhiseka!!!

Lalu bagaimana halnya dengan berbagai hal yang Guru sampaikan dalam ceramah beliau mengenai Tak Butuh Apapun dan Mampu Merelakan?

Dan bagaimana halnya dengan praktek mendasar tentang Mudra, Visualisasi dan Mantra?

Hahaha!

Kamu tak berlatih seperti yang diajarkan Guru, lantas kamu menyalahkan Guru?

Jangan pernah lakukan itu! Karena KAMU sendiri yang sepenuhnya bertanggungjawab dengan memilih meributi benda-benda yang kamu bawa melebihi instruksi Guru untuk Membentuk Mudra, Melakukan Visualisasi dan Menjapa Mantra untuk Abhiseka!

Masih ada skenario lain di mana para murid merasa perlu berkali-kali mengitari bendera abhiseka untuk MENDAPATKAN BERKAT LEBIH BANYAK dan menyerap abhiseka yang diberikan hari itu.

Ya kalau dengan melakukan hal tersebut membuatmu Bahagia dan Puas serta bisa tidur nyenyak setelahnya, maka teruskan saja!

Dalam sesi puja api homa, aku mengamati bahwa setelah menolong beberapa murid untuk melakukan persembahan, mereka masih memegangi Teratai Persembahan dan dupa batang serta berdiri di dekat tungku homa sambil melanjutkan “percakapan” atau permintaan mereka selama beberapa waktu sebelum mereka puas dan memberikan persembahan tersebut kepada Dewa Api!!!

Aku mengobrol dengan Guru, dan memutuskan untuk tak lagi menolong setiap peserta untuk melakukan persembahan. Mereka semua bisa belajar dan melakukan persembahan sendiri.

YA! Guru bilang kini saatnya mereka semua belajar untuk mandiri! :)

Sejauh ini baik-baik saja!

Bila kamu merasa bahwa memegang persembahan lebih lama sambil menceritakan semua hal yang ingin kamu ceritakan dan meminta semua hal yang ingin kau pinta adalah suatu hal yang kamu memang butuhkan, maka lanjutkanlah.
Intinya adalah Selama Kamu Puas dan Bahagia!!!

Pola Pikir!!!
Hahaha!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, October 19, 2013

Lebih Menderita berarti Lebih Banyak Berkat!


Ditulis oleh Lotuschef – 17 Oktober 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: More Suffering More Blessing!


Foto di atas diambil di Ipoh, kediaman Lotus YS, lokasi sesi puja api homa kita, beserta dengan tim relawan reguler Pure Karma dari seluruh belahan dunia. :)


Suatu hari saat kita sedang mempersiapkan persembahan untuk homa puja, seorang saudari sedharma berkomentar: More Suffering More Blessing! (Lebih banyak penderitaan berarti lebih banyak berkat!)

Kuberitahu dia kalau itu tak benar!

KENAPA?

Karena saat ada Harapan akan Berkat sebagai hasil dari kamu anggap sebagai Derita, berarti yang kamu lakukan menjadi tak ada artinya, karena di sana kamu tak punya Ketulusan!

Buddha mengajarkan kita untuk meninggalkan Penderitaan dan menggapai Kebahagiaan – dengan pola pikir seperti inilah kita melatih diri.

Lalu masih adakah yang namanya Penderitaan?
Hahaha!

Bukankah semuanya diciptakan oleh diri sendiri?


Saat kita sedang membakar kertas sembahyang setelah selesai sesi puja, saudari ini berkata dia harus membakar setiap jenis kertas!

Kertas sembahyang yang dipersembahkan itu didedikasikan atas nama seluruh peserta, dan siapapun yang membakar jenis manapun juga sama saja!

Tapi kalau kamu pikir bahwa dengan membakar lebih banyak maka kamu dapat lebih banyak berkat atau pahala, maka lebih baik jangan dibakar saja!
Itu karena saat kamu menjadi egois dengan memikirkan dirimu sendiri dan menghilangkan kesempatan orang-orang lain untuk membakar kertas tersebut maka sudah menunjukkan kalau kamu Tak Punya Ketulusan!


Sama halnya dengan dupa hio yang disponsori oleh orang lain, seperti yang ada di rumah ibadah, maka betapa sia-sianya dirimu bila kamu pikir semakin banyak yang kamu persembahkan = semakin banyak berkat yang kamu dapatkan.

Kuberitahu seorang murid di Ipoh bahwa bila kamu mengambil hio di rumah ibadah untuk kamu persembahkan dan memohon berkat, atau memohonkan untuk orang tertentu, ini sama artinya dengan kamu berhutang kepada mereka yang membeli hio tersebut!

Namun bila kamu mempersembahkan hio yang dibeli oleh orang-orang lain dan memohon agar semua insan diberkati dengan kedamaian, kesehatan,  dan kebahagiaan, ini tentunya lain cerita!


Apakah kamu mensponsori hio yang kamu persembahkan ke dalam tungku dupa?

Aku sempat lihat beberapa orang mengambil berbundel-bundel hio sehingga orang lain tak kebagian setelah selesai sesi puja.
Dengannya kamu tak akan pernah bisa membereskan hutang-hutang karmamu, tapi malah menambahnya terus!

Saranku: Lebih baik jangan melakukannya!

Apalagi sebagian besar hio untuk upacara yang diadakan Pure Karma disponsori oleh Lotuschef – apa kamu mau berhutang kepada seorang Reverend?
Berhutang kepada Reverend berarti kamu berhutang kepada Semua Insan lho!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef