Showing posts with label kesetaraan. Show all posts
Showing posts with label kesetaraan. Show all posts

Thursday, July 9, 2015

Lotuschef dalam Obrolan Seru / 25 Juni 2015



Dari arsip percakapan Lotuschef – 26 Juni 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 25 June 2015 – Lotuschef in Fun Chat



Hahaha! Gambar di atas, Lotuschef sedang mengobrol dengan kupu-kupu, memancarkan cahaya CINTA yang terang benderang!

Dari arsip percakapan:
Lotuschef Lama (LL): GC apa tidak hadir? G, kapan kembali ke Sg?

CT: GC ini khan kepala keluarga, mencari nafkah untuk kita!!!
Wow jadi kita bisa belajar taiji dan zen 1 jari shaolin (ikon jempol).
GC, beritahu klienmu kalau kamu ada rapat mendesak Sabtu ini dan harus kembali ke Sg!

LL: Di suatu titik dalam kehidupan karir kita, PEKERJAAN mempunyai makna yang baru. Bayi-bayi yang kita besarkan, bagaikan lagu yang kita karang, mereka menjadi mahakarya, dan kita tinggal duduk santai saja dan memutarnya kembali. Ini sangat mirip dengan yang dilakukan GC. Mencari uang untuk menafkahi keluarga?
Hahaha! Pola pikir ini terlalu bikin stress untuk ditelusuri
:) :) :)

GC: Wah… PY ini sangat dalam maknanya (ikon menjulurkan lidah)

LL: Hehe! Buddha khan kebijaksanaannya tak terbatas, jadi kita harus melihat berbagai macam hal dari beberapa sudut pandang, supaya mampu meninggalkan penderitaan dan mendapatkan kebahagiaan. Itu salah satu ajaran utama!
Setelah itu adalah mengendalikan nasib diri sendiri! Hahaha!
Segala hal adalah manifestasi pikiran sendiri.
Suci ataupun tidak, harus dilakukan ataupun tidak!
Sudah ya ceramahnya!


CS: Kukira nasib sudah ditentukan oleh Tuhan.

LW: Kuingat bahkan di sekolah, PY penuh dengan kebijaksanaan dan ajaran Buddha.

LL: Hahaha! Bisakah kamu menggapai Tuhan?
Agama hanyalah kondisi psikologis pikiran saja.
Berbagai konsep yang diajarkan adalah untuk masing-masing individu, supaya digunakan untuk kebaikan dirinya sendiri, dan dalam skala yang lebih besar adalah memberi manfaat bagi para insan. Itulah yang disebut sebagai Beramal.
Kamu membantu di vihara ataupun gereja ataupun rumah penampungan gelandangan, adalah untuk meringankan penderitaan dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang kamu temui.


LW: Benar.

LL: Yesus bilang: berbagai perbuatan baik yang dilakukan oleh tangan kanan jangan sampai diketahui oleh tangan kiri.
Artinya lakukanlah perbuatan baik itu, dan kemudian jangan dipamerkan ataupun memikirkan pamrihnya.
Hehe! KJ bilang bantuan yang kamu berikan akan membawa berkah bagimu!
Tak sepenuhnya benar kalau kamu melakukan dengan motif seperti itu (ikon kedipan mata)
Hehe! Aduh malah jadi berceramah liao! Lebih baik aku berhenti! (ikon melempar ciuman)


LW: Aku sekarang umat Katolik yang telah dibaptis, tapi aku akan turut menolong iparku di viharanya akhir pekan ini. Mereka akan mengadakan suatu perayaan dan butuh bantuan di dapur. Aku tak melihat ada yang salah dengan hal tersebut, jadi aku menawarkan untuk membantu. Bukan demi berkah atau pamrih…

CS: Agama Katolik ini bersifat inklusif di mana semua orang adalah saudara dan saudari kita. “(Aku berkata kepadamu,) sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara/saudari-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
[Catatan penerjemah: potongan ayat di atas diambil dari Matius 25:40]

LL: Ya, konsep yang sama mengenai kesetaraan. Kita semua punya kodrat buddha atau kodrat tuhan. Demikianlah maka kita semua ini sama. Apakah kamu mampu menampilkan kodrat bawaan ini dan menggunakannya, semuanya tergantung pada diri sendiri.

CS: Agama Katolik adalah mengenai iman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bukan sebuah agama. Bapa yang Maha Kuasa, yang penuh Cinta Kasih dan Pengampun; ingin mempunyai sebuah hubungan dengan kita dan oleh karenanya kita dipanggil ke dalam komuni bersama dengan orang-orang lain. Kuharap aku memahaminya dengan benar!
[Catatan penerjemah: "Komuni" diambil dari bahasa Latin: communio yang berarti "berbagi bersama". Lebih lanjut lagi bisa berarti Persekutuan para kudus, doktrin yang tercantum dalam Pengakuan Iman Rasuli, yang merupakan persatuan rohani segenap umat Kristen baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.]

LL: Hahaha! Segala macam ajaran, aturan dan disiplin, hanyalah panduan untuk membantu masing-masing individu. Kata kuncinya adalah Tak Mencelakai Siapapun, termasuk diri sendiri :) :) :)
Di dalam Agama Buddha, ada yang dinamakan sebagai Jalan Tengah. Tak ada yang benar ataupun salah, baik ataupun buruk. Ini adalah Agama Buddha aliran Zen.

LL: CS, kenapa Tuhan ingin punya hubungan dengan kita semua? Cobalah renungkan! Apa yang hendak kamu sampaikan? :):)
Oh! Dewata dari India, Brahma, adalah sang pencipta dan dikatakan sebagai Tuhan umat Kristen dan juga sebagai Allah.

CS: Sayangku… aku bisa menjelaskan. Tapi mengetikkan di dalam gadget kecil ini akan butuh waktu. Tunggu ya di hari Sabtu nanti, aku akan coba menjelaskan sebaik mungkin.

~~~~~~~~~~~

Di atas adalah obrolan dengan beberapa teman lamaku saat masih bersekolah di RGS, dan kita berencana untuk bertemu di hari Sabtu. :)

Dengan bermodalkan ajaran-ajaran Buddha Dharma yang mendasar seperti Empat Kebenaran Mulia, lihatlah apa yang Lotuschef aplikasikan di dalam obrolan tersebut!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:



Wednesday, April 8, 2015

Bhiksu Sejati/Palsu? [3]



Ditulis oleh Lotuschef – 28 Maret 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 真/假比丘? True/False Monk? [3]



Baca juga:

[--- Amatilah baik-baik mereka yang menggunakan Doktrin Ajaran demi kepentingan mereka sendiri!
Hahaha! Mereka belum paham dan belum mengaplikasikan apa sesungguhnya Dharma itu!
Mereka masih meributi Supremasi (kekuasaan) atas orang-orang yang mereka anggap sebagai “wong cilik”, bagaikan menendang anjing tak berkerah (berkalung anjing) yang berada di jalanan, namun memuji mereka yang dirantai dan didandani oleh pemiliknya.
Semua ini hanyalah masalah berkuasa dan menjaga kendali atas orang-orang – sebuah hal yang sangat mereka idam-idamkan.

Dalam kata lain: Selalu membuatmu berada di bawah kekuasaan mereka.
Demikianlah aku menyarankanmu untuk mengamat-amati dengan baik para Bhiksu dan Bhiksuni.
Beberapa bhiksu memiliki tingkah laku seperti wanita, dan beberapa bhiksuni terlihat sangat laki-laki.
Padahal saat seseorang melatih diri, ia harus sudah melepaskan pembedaan jenis kelamin sejauh mungkin, ini karena ia akan mampu Berubah Kapan-pun juga.
Hahaha! Mau percaya ataupun tidak, sungguh terserah kamu.

Tubuh sadhaka sungguh-sungguh mengalami perubahan fisik maupun spiritual seiring dengan pelatihan dirinya. ---]

~~~~~~~~~~~~~

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Kalau kamu paham apa yang terjadi pada diri kita setelah mati, maka kamu akan terbebas dari Kemelekatan dan berbagai pemaksaan kepatuhan akan Aturan & Disiplin Sila menurut interpretasi pribadimu!

Hahaha!

Aku masih ingat insiden di Vajragarbha Xiang Hua sebelum Mahaguru Lu datang.
Bhiksu Z yang datang terlambat mengambil sebuah kursi tanpa menghiraukan mereka yang telah duduk di area sana. Ia bergerak dengan cepat sambil membawa kursi tersebut dan menyenggol Bhiksuni Y dengan cukup keras. Kursi di tangannya hampir saja mengenai kepala Bhiksuni Y.

Saat Bhiksuni Y memberitahunya untuk berhati-hati, Bhiksu X membelalak dengan marahnya dan dengan gaya yang merendahkan berkata ke Bhiksuni Y “Betapa beraninya dia, seorang bhiksuni, mengkritiknya, seorang Bhiksu!”.

Aku sudah pernah menuliskan hal tersebut di dalam blog.

Itu seputar 8 Praktik Menghargai (Menghormati) ~ 八敬法, di masa Buddha Shakyamuni.

Hahaha!

Disiplin di dalam Agama Buddha, adalah Panduan bagi Diri Sendiri, demi mencegah diri supaya tak melenceng dari Jalan Bodhi!

Ia yang mencoba menggunakannya untuk menekan, mengontrol ataupun mendikte orang-orang sungguhlah Bhiksu atau Bhiksuni yang Palsu!

Lagipula, bila telah ditahbiskan lebih lama dibanding orang-orang lainnya, namun ternyata tak menunjukkan hasil kinerja yang baik dalam pelatihan diri, maka para reverend ini jugalah Palsu!

Menurutmu mengapa Mahaguru Lu mengumumkan mereka yang berhasil di dalam sadhana-nya, dan para yogi ini adalah umat awam pula!

Demi menunjukkan bahwa ditahbiskan bukan secara otomatis menjadi Yogi yang Sejati!

Setelah lama ditahbiskan, katakanlah lebih dari 10 tahun, kalau kamu masih “Penuh Dengan Dirimu Sendiri”, penuh dengan berbagai racun sifat manusia yang tak bajik, maka Kamu adalah sebuah kegagalan besar!

Oleh karenanya di sini dengan segala kerendahan hati, aku menyarankan supaya Kamu tutup mulut saja dan jangan menyombongkan diri. Gunakanlah waktumu dengan baik untuk tekun dalam bersadhana!

Bukankah sangat menyedihkan kalau kamu menyia-nyiakan hidupmu sebagai Manusia?

Mahaguru Lu bilang kalau beliau sangat sedih melihat mereka yang terjatuh ke dalam Neraka ataupun Neraka Vajra sampai-sampai sudah tak mungkin diselamatkan lagi!


Ada yang bertanya: Apakah kamu akan melakukan Penyeberangan Bardo untuk AA?

Jawabku: Tergantung jodoh AA dengan Buddha, bukan terserah aku harus bagaimana.

Melihat fotonya, AA telah berubah drastis ke arah negatif dan pasti terjatuh ke Neraka.

Kita tak boleh turut campur dengan Jalan Karma siapapun!


Mengenai Kesaktian Astral (Transendental)?
Tidak! Tak boleh digunakan bila si subjek tak punya ketulusan dalam Bertobat!

Lalu bagaimana halnya dengan 49 hari masa peralihan Bardo?
Kalau jodohnya muncul, setelah 49 hari nanti kita juga bisa menyeberangkan para arwah dengan mudah!


Mahaguru Lu setelah upacara homa sering kali mengatakan: Si ini dan itu datang dan berjalan ke dalam Api Homa, mereka menjadi Bersih dan Terseberangkan!

Jadi mereka yang berjodoh boleh datang ke upacara Homa yang kita adakan, akan menjadi Bersih dan Terseberangkan pula! :)

Amatilah dengan baik api-api Homa yang ada, di sana kamu bisa melihat wujud-wujud berbagai roh juga!

Namun kamu harus Bijak, karena hanya Yogi Sejati yang mampu mengundang kehadiran para dewata untuk memuliakan upacara yang diadakan, untuk mendatangkan Berkat dan melakukan Penyeberangan Bardo!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Bhiksu Sejati/Palsu? [1]



Ditulis oleh Lotuschef – 22 September 2011
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 真/假比丘? True/False Monk? [1]



Percaya atau tidak, Judul dan beberapa bagian dari isi artikel ini datang dari Mahaguru sekitar dua hari lalu.

Ada orang yang mengingatkanku di sebuah email baru-baru ini mengenai sebuah sila yang menyatakan kalau Bhiksu boleh memarahi Bhiksuni, namun Bhiksuni tak boleh membalasnya.
Dalam konteks ini, berarti para venerable/lama pria punya posisi yang lebih Tinggi dibanding para venerable/lama wanita.

Membuatku ingat akan sebuah insiden dengan situasi yang mirip.

Bhiksuni X sedang bercakap-cakap dengan Bhiksu Y, seorang teman sekelas di sekolah pelatihan agama.

X berkata: Mendoakan yang terbaik untukmu dan mohon gunakan pertimbanganmu sendiri serta jangan biarkan orang-orang lain mendiktemu. Guru kita adalah yang terbaik dan kita hanya mendengarkan beliau satu-satunya.

Y menimpali: Terima kasih atas segala bantuan yang kamu berikan kepadaku selama periode ini.

Bhiksu Z menguping di belakang mereka secara diam-diam tanpa ketahuan.

Mulai dari malam berikutnya, tersebar berita kalau seorang BHIKSUNI memarahi/menguliahi seorang BHIKSU.

Hahaha! Kasihan sekali si bhiksuni pasti akan dihukum berat!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Beberapa waktu lalu, di dalam salah satu ceramah dharmanya, Mahaguru mengatakan bahwa standar-standar tersebut ditetapkan di jaman saat Sang Buddha hidup, sudah lebih dari 2550 tahun lalu.
Dalam pandangan Mahaguru, beliau bilang bahwa Bhiksu dan Bhiksuni adalah setara dan tak dibeda-bedakan.

Seorang teman murid di dalam diskusi baru-baru ini juga mengatakan bahwa beberapa standar tersebut perlu disesuaikan dengan Jaman Modern ini.

Dengarkanlah pandangan dari Mahaguru dan gunakan pengetahuanmu mengenai Jalan Mulia Beruas Delapan sebelum membentuk opini.

Aku akan mempublikasikan pandanganku di artikel Bhiksu Sejati/Palsu [2] setelah mendengarkan masukan darimu semua.
Rancangan teksnya sudah kutulis tapi publikasinya akan bebarengan dengan komentar-komentar dari teman-teman pembaca.

Dengan tulus menunggu berbagai opini dari kawan-kawan semua.


Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School

Sunday, September 7, 2014

Berbagai Kesempatan yang Diberikan oleh Mahaguru [7] – Saatnya Sadar!


Ditulis oleh Lotuschef – 6 September 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Chances Given By GM 师尊赐予的机会 [7] – 醒醒吧!Wake Up Please!

Artikel dalam Bahasa Mandarin: 师尊赐予的机会 Chances Given By GM [7] – 醒醒吧!Wake Up Please!



2014年8月30日聖尊蓮生活佛盧勝彥開講「大圓滿九次第法」-西雅圖雷藏寺

08/30/2014 Nine Stages Dharma of the Great Perfection Dzogchen by Grand Master Lu-Ling Shen Ching Tze Temple



2014年8月31日聖尊蓮生活佛盧勝彥開講「大圓滿九次第法」-彩虹雷藏寺

08/31/2014 Nine Stages Dharma of the Great Perfection Dzogchen by Grand Master Lu-Rainbow Temple


Dari arsip percakapan:

AA: Tapi aku tak akan mempublikasikan lokasi rumah ibadah tersebut, karena aku tahu ada orang-orang yang ingin mengacaukan. Baru-baru ini ada seorang murid baru yang menyiarkan berita ini dan meminta orang-orang untuk tak turut berpartisipasi dalam upacara yang akan kita adakan... Aku tak ingin ada perselisihan. :)

Lotuschef Lama: Kurasa aku melihat sesuatu seperti tempat pembakar dupa. Kalau melakukan puja api homa di sana, rumah ibadah tersebut akan menjadi makmur dan penuh keberuntungan.

AA: Ya! Bagus sekali. :)

Lotuschef Lama: Aku butuh alamat rumah ibadah tersebut untuk kumasukkan ke dalam Surat Doa upacara nanti.

AA: Bisa, aku akan meminta BB untuk mengirimkannya kepadamu.

Lotuschef Lama: Membuat kekacauan?
Hahaha! Mahaguru bilang: Karma adalah tanggung jawab individu yang bersangkutan!
Dan beliau juga baru-baru ini berkata: Jangan membabi buta percaya pada orang lain, harus memiliki kebijaksanaan dalam melatih diri.

AA: Murid-murid tersebut iri hati, dan aku tak ingin berdebat dengan mereka.

Lotuschef Lama: Memang orang-orang ini sungguh aneh, takut kepadaku tanpa alasan! :)
Ular-ular Besar di administrasi ordo ini, Lian Ning dkk takut kalau aku ingin mengambil kekuasaan mereka? Posisi/status mereka? Hahaha! Membosankan!
Sebenarnya, mau bisa bersadhana bersama juga butuh Jodoh.

AA: Ada yang mengatakan demikian di Facebook: kalau Mahaguru bilang ada beberapa orang yang menunjukkan tingkah laku yang menjauhkan diri dari Akar Silsilah, oleh karenanya diutuslah Komite Administrator untuk mengurus masalah-masalah ini.
 

Tapi Mahaguru memperhatikan dan bersimpati kepada-NYA (seorang wanita), berharap bahwa dia akan paham dan memperbaiki tindakannya, memberikannya kesempatan untuk Bertobat dan Membuka Lembaran Hidup yang baru.
 

Menyarankan supaya ia melapor ke Mahaguru, BIARKAN Mahaguru yang mengurus masalah ini bila memang ada Jodoh.
 

Tanpa ada Jodoh, maka Buddha tak akan bertindak mengurus masalah ini.


Komentar-komentar di Facebook berikut ini diterjemahkan oleh Lotuschef ke dalam Bahasa Inggris.

[--- Lian Ye: Shizun (Mahaguru) ada di SINI. Jadi bisa langsung datang dan berkonsultasi.
Langsung menghadap Mahaguru untuk meminta klarifikasi mengenai kesalahan apa yang telah dilakukan.
Harus memohon penjelasan. Kenapa tak berani datang dan memohon klarifikasi?
Sungguh sebuah pertanyaan yang “patut disayangkan”, kenapa tak memohon penegasan?
Takut akan apa?


哉  zāi  【助】
(形声。本义:语气词。《说文》: “言之间也。” 表感叹)
同本义〖alas
表示感叹, 相当于“啊” (AH)--- ]

{--- Di atas ini:
Saat LY bilang: Shizun ada di sini! > maka kita jadi terheran apakah ia punya keberanian untuk bertindak dalam posisi sebagai Mahaguru Lu? :)

Masalah orang lain ada hubungannya dengan DIA-kah?

Tentunya pandangan katak dalam tempurung sangat terbatas! :)

Kamu melihat tanda-tanda Pencerahan dalam tulisan-tulisannya?
Ia seperti merasa Mulia dengan menjadi “kaypoh” (ribut mengurusi masalah orang lain)?
Hahaha!
Tulisan-tulisan lain di bawahnya? Kurang bermakna untuk diterjemahkan!
KENAPA KIRANYA?
Karena dia seperti mengumandangkan “seruan perang”!
Hahaha!
Menggelikan! ---}

AA: Mereka mengirimkannya kepadaku, tapi aku tak menghiraukannya. Aku juga tak ingin menjadi orang penting dan berdebat dengan mereka.
Pada kenyataannya: Tak Terikat, sehingga Tak Membekas di Hati :)

Lotuschef Lama: Ya! Tak Bergeming!
Kedengkian para insan akan menimbulkan Kebencian! Pastinya menyebabkan diri sendiri tak bahagia!
Juga menunjukkan Kurangnya Pencapaian dalam Bersadhana!


BB: Wow! Populer sekali, sekali menghidupkan ponsel langsung masuk 10+ pesan :)

Lotuschef Lama: Aku melakukan puja api homa di mana saja, dan selalu berjalan dengan Baik!

AA: Asalkan Surga, Bumi, Para Insan paham sudah cukup :)

Lotuschef Lama: Jalan yang diambil oleh para Buddha dan Bodhisattva selalu lancar dan tanpa halangan! :)

AA: Tadi kita sedang mengobrol tentang desas-desus yang dibicarakan oleh teman-teman murid di facebook dan whatsapp.

AA: BB, tolong berikan alamat rumah ibadah kepada Fashi.

Lotuschef Lama: Kamu juga bilang “Desas-desus”, jadi apa masih perlu diributkan lebih lanjut?

BB: OK, nanti kuberikan langsung.

Lotuschef Lama: Email-kan alamatnya kepadaku.

Lotuschef Lama: Lian Ye ini, Mahaguru tak berkata kalau ingin segera pensiun.
Tapi dia berdusta dengan menyebar desas-desus tersebut dan meluncurkan serangkaian paket Menghidupkan Lilin untuk mengeruk $$$!


---

Hahaha! Masihkah punya waktu untuk [Membuat kebohongan dan mencoba mengacaukan]?

Tahun 2009: Masih ingatkah kalau [Kamu] menuliskan secarik surat ke Mahaguru, berkata bahwa [Pencerahan] bukanlah sesuatu?
Bahkan bila [Kamu] menjadi tercerahkan, kamu juga tak ingin dipublikasikan dan tak menginginkan Jubah Silsilah?
(Pernyataan di atas direkam di dalam salah satu sesi ceramah dharma Mahaguru saat acara sadhana bersama di hari Sabtu di Vajragarbha Seattle! Jadi ada bukti video dan juga dokumentasi tertulis di situs dan berita mingguan Satya Buddha.)

Hahaha! Masih ingat yang Mahaguru katakan?

[Kamu] tak menyangka bahwa Mahaguru akan mempublikasikan [Keinginanmu]!

Dengan Buddha, jangan pernah [Main Tipu-tipuan]!



Bertanya: Dari mana Mahaguru [Menolongmu] waktu itu?

Bertanya lagi: Berapa kali Mahaguru masih harus [Menolongmu] lebih lanjut?

Hahaha! Kamu salah tangkap apa yang Lian Lai katakan padamu?

Mahaguru bilang: Dia bercerita lantas kamu percaya begitu saja?

Seakan-akan [Kamu] tak punya secuilpun kebijaksanaan?

Mahaguru sudah tak terhitung menyelamatkan [Kamu] berkali-kali, tapi [Kamu] masih belum sadar?


Dharma rahasia? Dharma rahasia satya buddha? Guru Yoga?
[Kamu] sepertinya masih gagal paham?

Masih perlu Bertemu Mahaguru [Secara Langsung, Secara Fisik]?

Jadi kamu masih belum jelas kalau [Mahaguru adalah seorang Buddha] dan mengenai [berbagai Kemampuan Buddha]?

Hahaha!
Hargailah jodohmu dalam kehidupan kali ini dengan Mahaguru Lu, bertobatlah dengan benar, dan latihlah [dharma rahasia satya buddha] dengan benar!


Orang di atas, Alan Wong, sepertinya tah bagaimana cara kerja Administrator!
Hahaha!

Tahun 2013, di Seattle – Kenapa sampai harus menerjunkan sekelompok fashi untuk mengawasi dan memagari Lotuschef?
Takut?
Hahaha! Kalau saja waktu itu aku ingin bermain-main denganmu semua, aku tiba-tiba akan berdiri dan bilang: “Shizun, ada sesuatu yang hendak kukatakan!”
Lalu kamu semua bisa apa?

Bukankah Mahaguru bilang bahwa [Banyak yang tak bisa dilihat oleh para insan malah sebenarnya lebih berharga]?
Hehehe! Masih gagal lagi memahami maksud Mahaguru?

Mahaguru Lu adalah seorang Buddha, otomatis beliau tahu semua hal tentang kita! Memangnya ini tak benar?

Hahaha!
Seru sekali permainan ini!

[Kamu] lebih baik mendengarkan apa yang Mahaguru akan katakan besok, dan apa yang beliau hendak berikan kepada semuanya. Dengarkan secara menyeluruh, sebelum kamu bisa menggunakan hatimu dengan benar untuk bersadhana dan membabarkan dharma!

Shang-shi (Vajra Master)? Mahaguru katakan: Adalah seorang guru yang Telah Belajar dengan Pemahaman yang Menyeluruh, barulah ia kemudian mampu berbagi atau mengajar orang-orang lain!

Oleh karenanya ingatlah hal berikut: Semua insan adalah Setara!
Bila tidak, maka [Kamu] tak akan [berhasil] mencapai [Pencerahan Sempurna], [Kamu] juga tak akan paham apa itu [Bodhicitta]!

Bodhicitta merupakan sebuah karakteristik yang pada dasarnya dimiliki oleh semua buddha!

[Kamu] dalam kehidupan kali ini masih punya Waktu Luang untuk [menciptakan desas-desus untuk mengacaukan]?

Hahaha! Seru! Seru! Salam Metta (dengan segala kebajikan)!

Apa yang [Aku] lakukan, pada dasarnya [Kamu] pasti tak akan paham!
[Kamu] juga tak punya banyak waktu luang untuk [Belajar] dan [Memahami]!

Oleh karenanya, yang terbaik adalah kamu mendengarkan Mahaguru Lu dengan semestinya, karena hal tersebut akan sangat bermanfaat bagimu!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:



Sunday, June 8, 2014

Hatimu Yang Egois!


Ditulis oleh Lotuschef – 8 Juni 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 你自私的心 Your Selfish Heart!



Foto-foto di atas adalah Mahaguru saat memberikan pemberkatan kepada semua umat, tanpa menghiraukan apakah mereka murid ataupun bukan.
Baik mereka itu VIP, miskin ataupun kaya,
Bagi Mahaguru, Semua Insan adalah Setara!


Dan berikut adalah para peserta yang dengan sukacita belajar menggunakan vajra dorje dan lonceng untuk menyucikan persembahan serta memberikan “bilasan suci”!


Di bawah ini adalah kertas sembahyang yang dipersembahkan untuk para arwah terlantar, dewa bumi dan dewa kota.


Di dalam naskah pelimpahan pahala atau naskah doa puja api homa kami dituliskan: [为众生分享光明] Untuk berbagi kecemerlangan dengan semua insan.

BENAR SEKALI! Untuk semua, dan tak pernah demi diri sendiri!

Kemarin malam saat sadhana Pertobatan Vajrasattva, aku beritahu semua peserta bahwa Bodhicitta adalah sebuah kunci penting untuk berhasil dalam melatih diri!

Sebuah kebetulan lagi melihat Mahaguru menekankan Bodhicitta dalam ceramahnya hari ini, hanya beberapa jam setelah sesi kemarin!

Apakah kamu juga mendengarkan ceramah Mahaguru di Seattle, 7 Juni 2014 barusan? :)

Kiranya seperti sebuah Sesi Penghakiman!

Dimulai dengan Hui Jun yang mengambil 2 dari 7 botol air minum yang Mahaguru beli dan bawa pulang ke rumah, untuk konsumsi PRIBADI Hui Jun sendiri!
Hehe! Aku dulu pernah menuliskan hal ini tapi tak menyebutkan nama pelakunya!

Mahaguru mengungkapkan sebuah Kebenaran, menunjukkan kalau banyak orang tak punya Bodhicitta!
Begitu juga dengan Ego para personil yang telah ditahbiskan – di mana mereka Memandang Rendah para umat awam!


Hahaha! Teman-teman ingatkah tentang kisah pencemaran nama baik Mahaguru, di mana aku kemudian mengatakan kepada mereka yang mengaku sebagai para dharmapala dan juga yang berada dalam kubu para pemfitnah, bahwa mereka semua adalah insan awam yang pada akhirnya akan kuselamatkan?

Bukankah kini kamu semua percaya padaku melihat mereka semua yang berperang secara online, menyerang pihak-pihak yang mereka anggap sebagai musuh di dalam forum, sebenarnya sedang menyia-nyiakan hidup mereka sebagai Manusia yang umurnya terbatas dan nyawanya berharga?

Masing-masing musuh terbesar mereka ternyata adalah Dirinya Sendiri!


Dari semua yang mereka tuliskan, begitu juga Tubuh (perbuatan), Ucapan, dan Pikiran mereka juga sudah sangat jelas mengungkapkan isi diri mereka!
Sama sekali belum benar-benar mendengarkan Mahaguru!

Mahaguru bilang kalau beliau sudah menjalankan misinya di alam ini selama 44 tahun tepatnya. :)

Para reverend di vajragarbha Seattle tak menghiraukan para pengunjung dan tak mau repot menghampiri mereka untuk menawarkan bantuan ataupun penjelasan!

Aku ingat dulu pernah ditugaskan menjadi Petugas Utama yang mengurus Vajragarbha Seattle di salah satu hari Minggu sekitar bulan Oktober 2009 dulu. Wakil yang bertugas adalah Lian Ye (Daun), yang datang dari Taiwan; ia paham dan mampu bicara dalam Bahasa Mandarin & logat Taiwan yang mirip Hokkian. Kami bicara dalam logat Singapura.

Lalu ada seorang wanita Nepal yang datang dan ia diantarkan kepadaku oleh Lian Ye berhubung ia tak paham apa yang orang tersebut bicarakan! Wanita tersebut mengunjugi outlet ritel di sebelah kiri vihara (bila masuk dari pintu utama).

Begitu wanita Nepal itu mendatangiku, ia langsung bertanya kepadaku: Kenapa kalian boleh makan daging?

Setelah menanyakan beberapa detil darinya, aku menceritakan kepadanya kisah Buddha yang meminta sedekah dan beliau memakan dengan penuh rasa syukur apapun yang didermakan kepadanya, baik itu daging ikan, ayam, ataupun nasi yang sudah menjamur.

Buddha tahu cara menyucikan makanan sebelum dikonsumsinya.

Saat itu, VM Lian He (dari Brazil) dan VM Lian Ye (Padmakumara Hijau, dari Taiwan) masuk ke dalam vihara dan berdiri di pinggiran untuk menonton.

Suatu malam di kesempatan lain, ada sekeluarga India yang datang ke dalam vajragarbha tepat sebelum sesi sadhana bersama.
Ada suara keras yang berkata “Aku tak mengerti mereka ini ngomong apa, tolong ada orang yang bantu mengurus mereka” datang dari banyak reverend di sana.

Jadi Reverend Lian Xĭng (Sadar, dari Melbourne) mendatangi mereka untuk menawarkan bantuan, berbagi beberapa literatur tentang Mahaguru dan Aliran Satya Buddha kepada mereka.
Ia mengajak keluarga India tersebut untuk turut bersadhana bersama dan mengantar mereka duduk di sebelahku.

Barulah di sini mulai ada keributan!

Lian Xĭng dimarahi dengan keras karena berbagi Dharma dengan para pendatang ini karena mereka pikir hal tersebut “Mencuri Dharma”!
Aku coba menjelaskan tapi malah turut terkena gemboran dari kebanyakan reverend yang hadir di sana pula!
Lalu aku mendatangi Bi Zhen (kerah hijau, yang merupakan pembabar dharma).
Bi Zhen bilang tak ada masalah bagi para pengunjung ini untuk bergabung bersama kita!

Pengunjung tersebut pulang setelah sesi sadhana bersama dan mereka meminta maaf karena menyebabkan Lian Xĭng dan aku terkena masalah.
Keributan semacam ini yang disebabkan oleh para reverend bodoh sungguh dirasakan oleh para pengunjung.


DEMIKIANLAH! Sudah waktunya bagi Mahaguru untuk mengungkapkan beberapa hal aneh untuk mengedukasi para murid yang melenceng!

Hal itu seperti “Kejahatan yang Diperlukan” untuk menunjukkan kesalahan demi menyelamatkan orang-orang bodoh yang tersesat!


Karena memang ada banyak orang yang suka “Menggunakan Kekuasaan” untuk menekan orang-orang dan memaksakan kehendak mereka!

Saatnya sadar diri!!!

Mahaguru sedang menunjukkan apa yang kamu tak boleh lakukan bila kamu ingin melatih diri untuk mencapai Kebuddhaan dengan Dharma Maha Kesempurnaan.

Meski Mahaguru mengatakan bahwa Dharma Maha Kesempurnaan utamanya untuk mereka yang punya Potensi Besar, ingatlah selalu bahwa kita semua ini Setara dan pada saatnya pasti akan mencapai Kebuddhaan pula. :)

Kini kamu akan tahu kenapa kamu hanya perlu mendengarkan Guru Akarmu saja di dalam belajar Tantrayana?!

Bukannya para administrator di dalam Komite Pusat yang berpikir secara awam, beserta dengan duplikat-duplikat mereka!


Marilah kita menyimpulkan bahwa Budaya yang dibangun oleh Komite Pusat dan orang-orang seperti mereka, jangan dijadikan landasan oleh semua orang untuk diikuti dengan membabi buta!

Demi menghemat waktumu yang berharga, Cukup Dengarkan Mahaguru saja!

Bukankah kini Komite Pusat seharusnya benar-benar menyesal karena telah menghukum Lotuschef, menuduhnya menyerukan bahwa ia Hanya Mendengarkan Mahaguru saja, Satu-satunya Guru Akarnya?

Hahaha!
Catatlah bahwa di sana tak menyebutkan permohonan maaf dari Komite Pusat kepada Lotuschef!

Mahaguru bilang bahwa bagi seorang Yogi Sejati, tak ada yang namanya fitnah ataupun pelecehan.
Oleh karenanya, Permintaan Maaf dari Komite Pusat kepada Lotuschef tak dibutuhkan.
Namun, mereka semua yang terlibat bersama Komite Pusat dalam dakwaan yang salah ini, aku dengan segala kerendahan hati menyarankan supaya bertobat dengan tulus demi menyelamatkan dirimu sendiri!



Seorang reverend baru-baru ini memarahiku di Caotun. Ia bilang bahwa aku tak seharusnya membawa konsep Kesetaraan terlalu jauh dan aku harus menjaga status Terhormat dari para reverend (yang menurutnya adalah di atas umat awam).
Mahaguru sudah menjelaskan Kebijaksanaan Kesetaraan, dan kiranya aku berharap semoga reverend yang satu ini dan mereka yang berpikiran sejenis bisa paham bahwa Semua Insan itu setara dan Semua Insan adalah Buddha.

Salam semuanya.
Jangan lewatkan ceramah Mahaguru hari ini. Tontonlah saat pranalanya telah dipublikasikan!
Sungguh, jangan hanya percaya omonganku saja.
Bukalah pikiranmu dari semua sudut pandang. :)


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Disunting dari Jurnal Lotuschef


Lotuschef Bermain-main – Iblis Yang Kamu Ciptakan Sendiri


Ditulis oleh Lotuschef – 14 Mei 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Heart Demon 心魔



Baca juga: Sepuluh Tahap Pengembangan Pikiran :)


Iblis Hati ini salah satu topik yang tak ada habisnya dibahas, karena bisa dibilang ia berbeda-beda pada masing-masing individu!

Di dalam Sutra Avatamsaka [华严经], Buddha punya cara yang tak terbatas pula untuk menyelamatkan tiap insan!

Jadi di sini hendak membahas apa?
Hahaha! Di sini aku menuliskan hasil pengamatanku akan masing-masing individu yang kutemui.
Kamu juga bisa melihat-lihat berbagai foto di dalam blog ini dan mencoba mengamati tiap-tiap individu saat sedang melakukan sadhana.
Seperti pada sesi baru-baru ini saat mengajarkan cara menyucikan persembahan, masing-masing peserta menunjukkan tingkat “keberhasilan” yang berbeda-beda pula lewat tubuh, ucapan, dan pikiran mereka!


Mengenai Wujud eksternal (luaran):
Aku ingat pernah membaca sebuah buklet dari Enlightenment.com dan salah satu artikel yang dipublikasikan di sana adalah Bagaimana orang-orang awam mencerap Wujud Luaran.
Sebagai contoh: Orang-orang akan cenderung mendengarkan dan percaya pada mereka yang “berdandan” sebagai bhiksu, bhiksuni, ... bukannya pada mereka yang benar-benar punya pengetahuan namun tanpa” dandanan” seperti itu!


Mengenai Kebodohan:
Banyak orang yang juga berlindung (bersarana) pada Tri Ratna tanpa tahu apa yang mereka lakukan!
Bahkan ada yang langsung mengambil Sumpah Bodhisattva pula!
Beberapa dari golongan ini merasa bahwa “berdandan” dengan tambahan kain selempang (berwarna coklat) bisa mengangkat status mereka di mata orang-orang. Mereka akan merasa seperti “orang yang kelasnya lebih tinggi dibanding lainnya”!

Seperti seorang teman reverend yang memarahiku karena tak mempertahankan status superior reverend-ku. Ia bilang bahwa aku membawa konsep Kesetaraan terlalu jauh hingga gagal menarik garis pembatas antara reverend dengan umat.

Hahaha!
Tentunya ini terjadi kepada mereka yang Rendah Diri dan pikirannya Tak Stabil. Mereka pikir sungguh penting untuk bertahan hidup lewat meninggikan status diri sendiri di atas orang-orang lain!

Bukankah iblis yang diciptakan oleh diri sendiri sangat kentara di sini?


Mengenai Menjalani Sumpah:
Bertanya kepadamu ada berapa banyak yang Bersumpah untuk melatih diri hingga mencapai kebuddhaan dalam kehidupan kali ini?

Teman-temanku sekalian yang terkasih, ketahuilah bahwa saat kamu tak mampu memenuhi sumpah-sumpah yang kamu buat, mereka berubah menjadi Kebohongan.
Dan otomatis kamu melakukan satu pelanggaran besar dari 5 sila utama – yaitu Berbohong/Menipu.

Berbohong atau menipu juga akan mengarah pada Niat untuk Mencelakai orang-orang lain, meski saat dilihat dari sudut pandang karma, orang yang dicelakai pada akhirnya adalah dirinya sendiri!

Saat kamu mengucap Sumpah Agung seperti mencapai kebuddhaan, kamu harus melakukan usaha yang sepadan!
KENAPA?
Karena dengan sumpah-sumpah yang lebih agung, kamu pasti akan mengalami “Ujian Mara” [魔考] yang lebih besar!

Semakin Banyak yang kamu Damba, semakin Tinggi pula Hukumannya!


Mahaguru Lu bersumpah untuk Tak Akan meninggalkan siapapun. Semua akan diselamatkan.
Namun beliau juga menjelaskan lebih lanjut bahwa harus ada “jodoh” untuk diselamatkan baru bisa. Bila tak bisa diselamatkan dalam kehidupan kali ini, maka akan dilakukan di kehidupan-kehidupan selanjutnya saat Jodohnya sudah matang.

Secara harfiah berarti: kalau kamu tak punya jodoh, ketekunan, dan ketulusan yang relevan, kamu akan dikesampingkan dulu sekarang atau dalam kehidupan ini, tapi kamu dan semua insan pasti tak akan ditinggalkan.

Hahaha! Benar sekali! Mereka yang kurang berjodoh dalam kedatangannya di dunia kali ini akan diselamatkan di kehidupan lain, atau saat Jodohnya sudah matang!


Di sini memberikan saran: Selalu cari tahu Kebenaran untuk dirimu sendiri, dan jangan dengarkan orang lain yang memberimu versinya atau pandangannya akan ajaran-ajaran Mahaguru Lu.


Selama kamu sungguh-sungguh mau belajar, Jalan akan dibukakan untukmu!


Akupun juga ingin mengingatkan teman-teman yang berpikir bisa berbohong melulu dan berpura-pura tekun bersadhana. Mohon jangan sia-siakan waktumu.
Tak ada orang yang tertarik dengan hal yang kamu lakukan. Lagipula kamu sendirilah yang bertanggung jawab atas semua hal yang kamu lakukan!

Saat seorang Yogi diam, bukan berarti ia tak (bisa) tahu apa yang sedang terjadi! :)


Manfaatkan saja beberapa porsi dari waktumu untuk membaca Sutra Avatamsaka dan kuharap kamu mendapatkan poin-poin penting untuk Membebaskan Diri dari penderitaan dan bisa melatih diri dengan baik!
Sutra tersebut berulang kali menjelaskan dasar-dasar yang kamu butuhkan.


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Disunting dari Jurnal Lotuschef

Tuesday, March 11, 2014

Kebijaksanaan yang nampak gila – Maha Kesempurnaan adalah Kesetaraan!


Ditulis oleh Lotuschef – 4 Maret 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Crazy Wisdom – Maha Perfection is Equality!



Mengutip dari artikel: Mengkhianati Guru?

[Menurut Buddha Dharma, dan Dharma Maha Kesempurnaan yang baru saja diajarkan oleh Guru, semua hal duniawi SESUNGGUHNYA TAK PUNYA SIFAT SEJATI!]

Baca juga: Pranala ke Ceramah Dharma Padmakumara, 1 Maret 2014

Baca juga: 农历二月初九是禅宗祖师慧能大师圣诞纪念日

Mengutip dari artikel: Kebijaksanaan yang nampak gila – Menyaksikan Karma Ditanggung oleh Orang yang Bersangkutan

[--- Mengutip dari: 佛教高僧禅宗祖师慧能大师生平历史纪实-佛陀正法...

六祖大师不识字的平民身份,成为一代祖师,
令佛教在中国实现平等普度,
佛教的众生平等、
佛法世出世间结合在六祖慧能的禅法中得到了展现,
为众生指明了正信正修的菩提大道。

Patriak Zen ke-6 adalah orang biasa. Beliau tak paham tulisan karakter, tapi menjadi seorang patriak di masanya.
Ia memberdayakan agama Buddha di China untuk Menunjukkan Kesetaraan dalam Menyelamatkan Semua Insan.
Konsep dalam agama Buddha mengatakan bahwa Semua Insan adalah Setara,

Demikianlah Hui Neng, Sang Patriak ke-6, dengan Dharma Zen-nya, mampu menggabungkan ajaran Buddha Dharma di Dunia Awam ini menjadi sebuah pembabaran ajaran yang menunjukkan Iman yang Benar dan Pelatihan Maha Bodhi yang Benar secara komprehensif kepada semua insan.

禅宗不立文字,是为了破除当时修行者着文字相,
当时很多人陷入了文字相,认为学佛只能限于读书人,
没有文化的穷苦人看不懂佛经,无法修行。

Aliran Zen tidak Menggunakan Kata-kata, karena tujuannya adalah untuk menghancurkan kemelekatan pada Wujud Naskah dan Tulisan, yang merupakan rintangan bagi para sadhaka di masa itu.
Di jaman itu, banyak yang jatuh dan melekat pada Wujud Karakter-karakter tertulis.
Mereka menganggap bahwa Buddha Dharma Hanya Terbatas untuk dipelajari oleh para Cendekiawan saja,
Sedangkan mereka yang buta huruf atau orang miskin tanpa karakteristik kebudayaan, tak mampu membaca dan memahami Sutra-sutra Buddha, sehingga tak mampu melatih diri.

禅宗打破了种种的限制,破除了文化、出身、职业上的限制,无论各个阶层都可以学佛修行,在日常生活中去体悟自性光明,

Demikianlah Aliran Zen menghancurkan segala macam rintangan seperti Kebudayaan, Status Kelahiran, Batasan Karir; dan tanpa menghiraukan seseorang berasal dari status apapun, masing-masing individu punya kesempatan untuk Mempelajari Buddha Dharma dan Bersadhana, dan dari sana mampu mempraktekkan ajaran dan lewat pengalaman hidup sehari-hari akhirnya mencapai penyadaran bahwa Sifat Sejati Dari Awal Masa yang ada dalam dirinya sudah Terang dan Bijaksana adanya.

[** Catatan: di artikel sumber, terjemahan dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Inggris oleh Lama Lotuschef] ---]

---

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Di tanggal 8 Maret 2014, Guru mengajarkan kunci penting lain bahwa Maha Kesempurnaan sebenarnya adalah Kesetaraan.
Kita semua punya Sifat Sejati Buddha dan itu tak bisa dicuri, ditambah atau dikurangi oleh siapapun juga.
Saat kita MELEPASKAN (MERELAKAN) atau memasuki Renunsiasi Sepenuhnya, kita akan sampai pada suatu kondisi suci yang merupakan karakteristik Sifat Sejati Buddha kita sendiri.

Apakah Sifat Sejati Buddha ini bersifat unik dalam diri masing-masing insan?
TIDAK!
Karena sifat sejatinya adalah tiada berwujud, seperti alam semesta yang kosong.

Hahaha! Di Taiwan kemarin, seorang teman reverend berkata kepadaku bahwa aku mengemban konsep [Semua Insan adalah Setara] terlalu jauh!
Ia memarahiku dan mengatakan bahwa aku harus menjaga Status Reverend-ku agar para murid tunduk dan mematuhiku!

Kucoba memberitahunya bahwa tanpa Kesetaraan, pelatihan dirinya tak akan bisa maju!

Saat mengunjungi Malaysia, beberapa teman murid menjamuku makan siang.
SW, seorang administrator dari sebuah rumah ibadah meminta staf pelayan untuk mengambilkan setumpuk piring, mangkok, sumpit dan sendok.

Aku tanya: Kita ini khan cuman berlima saja, buat apa minta piring dan mangkok sebanyak itu?

SW: Ini norma yang diminta oleh para VM dan Reverend saat kita makan bersama mereka!!!

Maksudnya adalah dia harus mengambilkan tiap-tiap menu makanan dan menghidangkannya di piring atau mangkok yang terpisah, dan masing-masing menu dihidangkan bersama sumpit yang berbeda-beda pula.

Aku beritahu dia kalau aku tak bermain-main dengan model seperti ini (ini bukan caraku).

Hahaha!

Kalau aku tak bermain-main, apakah lantas para murid tak menghormatiku?

Banyak orang awam yang memainkan permainan awam dengan memasang Status yang meminta orang-orang lain mematuhi dan menurutinya?!

Bukankah orang-orang awam nan bodoh dan minta dipuja ini masih jauh sekali dari Maha Kesempurnaan?

Oh, jadi ingat seorang VM yang memberitahuku supaya tak terlalu sering makan bersama para murid karena ia bilang bahwa makanan yang disentuh oleh para murid akan menjadi Tercemar!
Yang satu ini juga mengharap orang lain supaya berlulut dan menyembahnya!

Temannya, seorang yang tercerahkan, juga pernah meneriakiku saat aku mengoperkan kantong koleksi dana ke para staf rumah ibadah untuk diedarkan ke lantai atas rumah ibadah tersebut.
Ia bilang bahwa aku pasti gila karena mempercayakan uang kepada “orang-orang ini”!
Jadi ia pikir bahwa mereka adalah orang rendahan dan pencuri?

Hahaha!

Orang-orang atau para VM ini sungguh mengerikan dan jatuh terperosok ke Kubangan Lumpur Dunia sungguh dalam. Di sini aku berharap supaya mereka segera bangun dan sadar, lalu Mandi Bersih supaya bisa menyelamatkan dirinya sendiri.

Bukankah orang-orang yang selalu berpikir bahwa mereka berada di atas menjulang tinggi atau jauh di depan malahan mereka yang kasihan dan jiwanya tersesat, jatuh ke dalam Lumpur Dunia?

 

Setiap peserta punya Teratai Persembahan supaya bisa melakukan persembahannya masing-masing.
Mereka yang tak bisa hadir juga bisa mendaftar untuk diri mereka sendiri atau orang-orang yang mereka kasihi.
Itu adalah praktik standar yang dilakukan Pure Karma saat melakukan Puja Api Homa.


Hahaha! Aku bukan GILA, tapi sungguh EDAN karena membeberkan begitu banyak hal mengenai Maha Kesempurnaan, dan membawa konsep Kesetaraan terlalu jauh!

Menurutmu, kalau kita semua menjalani ujian Maha Kesempurnaan, apakah aku akan mendapat Nilai Tinggi?


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Disunting dari Jurnal Lotuschef

Related Posts:

Tuesday, March 4, 2014

Kebijaksanaan yang nampak gila – Menyaksikan Karma Ditanggung oleh Orang yang Bersangkutan


Ditulis oleh Lotuschef – 3 Maret 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Crazy Wisdom – 目睹因果自负 Witness Karma is One's Own Responsibility


"Karma", karya seni dari pemahat berkebangsaan Korea, Do Ho Suh.
Fotografi oleh Alan Teo.

Mengutip dari: 佛教高僧禅宗祖师慧能大师生平历史纪实-佛陀正法...

六祖大师不识字的平民身份,成为一代祖师,
令佛教在中国实现平等普度,
佛教的众生平等、
佛法世出世间结合在六祖慧能的禅法中得到了展现,
为众生指明了正信正修的菩提大道。

Patriak Zen ke-6 adalah orang biasa. Beliau tak paham tulisan karakter, tapi menjadi seorang patriak di masanya.
Ia memberdayakan agama Buddha di China untuk Menunjukkan Kesetaraan dalam Menyelamatkan Semua Insan.
Konsep dalam agama Buddha mengatakan bahwa Semua Insan adalah Setara,
Demikianlah Hui Neng, Sang Patriak ke-6, dengan Dharma Zen-nya, mampu menggabungkan ajaran Buddha Dharma di Dunia Awam ini menjadi sebuah pembabaran ajaran yang menunjukkan Iman yang Benar dan Pelatihan Maha Bodhi yang Benar secara komprehensif kepada semua insan.

禅宗不立文字,是为了破除当时修行者着文字相,
当时很多人陷入了文字相,认为学佛只能限于读书人,
没有文化的穷苦人看不懂佛经,无法修行。

Aliran Zen tidak Menggunakan Kata-kata, karena tujuannya adalah untuk menghancurkan kemelekatan pada Wujud Naskah dan Tulisan, yang merupakan rintangan bagi para sadhaka di masa itu.
Di jaman itu, banyak yang jatuh dan melekat pada Wujud Karakter-karakter tertulis.
Mereka menganggap bahwa Buddha Dharma Hanya Terbatas untuk dipelajari oleh para Cendekiawan saja,
Sedangkan mereka yang buta huruf atau orang miskin tanpa karakteristik kebudayaan, tak mampu membaca dan memahami Sutra-sutra Buddha, sehingga tak mampu melatih diri.

禅宗打破了种种的限制,破除了文化、出身、职业上的限制,无论各个阶层都可以学佛修行,在日常生活中去体悟自性光明,

Demikianlah Aliran Zen menghancurkan segala macam rintangan seperti Kebudayaan, Status Kelahiran, Batasan Karir; dan tanpa menghiraukan seseorang berasal dari status apapun, masing-masing individu punya kesempatan untuk Mempelajari Buddha Dharma dan Bersadhana, dan dari sana mampu mempraktekkan ajaran dan lewat pengalaman hidup sehari-hari akhirnya mencapai penyadaran bahwa Sifat Sejati Dari Awal Masa yang ada dalam dirinya sudah Terang dan Bijaksana adanya.

[** Catatan: di artikel sumber, terjemahan dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Inggris oleh Lama Lotuschef]

Baca juga: Professor, Bisakah Kamu Menyingkirkan Semua Rintangan yang Menghadangimu?

---

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Kutipan di atas sedang bicara apa?

Hahaha!

Kebijaksanaan Buddha akan Kesetaraan dengan tambahan bumbu Kebijaksanaan Pengamatan yang Tajam juga! :)

Bila kita melihat para VIP spesial yang berisikan sekelompok professor elit, yang “disusun” oleh Shi-mu, sang gurudhara, bukankah malah menentang Pentingnya Kesetaraan tersebut?

Kesetaraan adalah syarat bagi mereka yang bercita-cita atau berlatih untuk menjadi Buddha!

Dan ia adalah karakteristik utama dari semua Buddha, serta salah satu Bentuk dari Bodhicitta juga!


Sedari awal, aku, Lotuschef, selalu menjelaskan mengenai VIP, VVIP, dan berbagai Hak Khusus yang mereka minta dan sepelekan demi Status dalam Hidup mereka, adalah bagai mengadu dan melawan Filosofi dan Dharma Buddha itu sendiri.

Hahaha!
Namun banyak orang menganggapku gila dan edan!

Berhubung kini Guru telah mengajarkan Dharma Maha Kesempurnaan yang beliau katakan sama dengan agama Buddha aliran Zen, di sini aku dengan tulus berharap bahwa semua murid Padmakumara, Buddha Hidup Lian Sheng, mulai menyadari bahwa pencapaian Kebuddhaan di dalam agama Buddha TIDAKLAH BERGANTUNG pada tingginya statusmu dalam Hidup ini!

Bagaimana halnya dengan mereka yang menciptakan Kepalsuan semacam ini?
Guru-pun berkali-kali mengatakan: 因果自负  Karma adalah Tanggungan Individu yang Bersangkutan!
Beliau juga mengatakan: Kalau tak mampu menyelamatkanmu dalam kehidupan ini, maka akan menunggu di kehidupan selanjutnya saat Jodohmu telah Matang!



Kini menjawab mereka yang kehilangan Iman dan Kepercayaan pada Guru karena mereka selalu melihat orang-orang antik yang menciptakan Jurang Pemisah, Diferensiasi, Ketidaksetaraan, hingga menyebabkan banyak orang jadi tak bahagia – mereka yang antik itu adalah orang-orang dengan pikiran awam dan pasti akan jatuh ke 3 Alam Rendah, atau bahkan Neraka Vajra karena perbuatannya sendiri!

Kembalilah segera ke rangkulan Padmakumara, Buddha Hidup Lian Sheng!

Dan teman-teman pembaca setia blog-ku dan suka akan apa yang aku tuliskan di sana, mari jadilah teman-teman murid bersamaku!

Berlindunglah (bersarana) segera pada Padmakumara, Buddha Hidup Lian Sheng!

Oh, dan pastikan Buddha Hidup Lian Sheng adalah Mahaguru Lu Sheng Yan!
Jangan biarkan para penipu membohongimu!



Mereka yang berpikir kalau namanya disebut oleh Guru adalah hal yang bagus karena merasa “Elit”, hahaha, mohon dipikirkan ulang.
Sudah pernahkah kamu benar-benar berkontribusi dalam Pembabaran Dharma untuk Memberi Manfaat bagi para insan?

Oh ingatkah teman-teman tentang insiden saat Guru mengeluarkan selembar NTD 100?

Beliau bilang bahwa itu hanyalah KERTAS!

Kini sadarkah maksud beliau setelah beliau mengajarkan Dharma Maha Kesempurnaan?

Hehe!

Sekarang ini melihat rumah ibadah setempat mengusulkan untuk membangun sebuah vihara untuk atraksi turis, VIP seperti para pejabat pemerintah, politikus, bankir, pengacara, dokter, dll., sungguhlah sebuah ide menakjubkan dari seorang VM LH!

Aku bilang: Saat ada para insan yang butuh diselamatkan dengan Buddha Dharma, maka para dewata akan memilih seseorang atau sekelompok Yogi Sejati untuk mendirikan bangunan yang relevan untuk memfasilitasi kebutuhan yang bersangkutan!
Setujukah?


Dalam kasus ini, rumah ibadah yang bersangkutan akan dibangun dengan mudah dan hanya membutuhkan usaha manual yang sangat kecil!



Vihara Pure Karma dengan Wujud dan Tanpa Wujud, tersebar di segala penjuru ribuan dunia!
Dan buka 24/7 untuk semua insan yang berjodoh “memasukinya” atas kemauan sendiri. :)


Tak perlu mendesain rencana penipuan untuk menggalang dana Pembangunan Vihara!!!

Hahaha!

Selamat melatih diri!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotsuchef


Disunting dari Jurnal Lotuschef



Related Posts:

Thursday, February 6, 2014

Guru Menjelaskan Mengenai Metode Penyucian [1] & [2]


Ditulis oleh Lotuschef – 21 Januari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: SZ on Purification 师尊讲「大圓滿法口訣部-清淨」[1] & [2]



Guru katakan bahwa seorang yogi harus selalu teliti dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya. Sekecil apapun pekerjaan itu, harus diselesaikan dengan baik.

Mengenai Penyucian, Guru mengajarkan 4 metode dengan menggunakan Bija Aksara Hom (ཧཱུྃ).

Postur duduk Vairocana (7 postur pendukung)

Klik di sini untuk menonton ceramah Guru. Penjelasan berikut dimulai sekitar menit ke-35 dan seterusnya.


Belajarlah terlebih dulu untuk menulis aksara Hom (ཧཱུྃ).

Dimulai dengan duduk dalam postur Vairocana atau 7 postur pendukung (sudah pernah dijelaskan dalam blog ini, di artikel-artikel yang membahas 9 langkah pernafasan).

Mengaktifkan Qi (Prana) dari berbagai sumber ke dalam Nadi Tengah:
  1. Lidah menyentuh langit-langit mulut – akan mengaktifkan [Prana yang Bergerak ke Atas]
  2. Tekan tuas tenggorokan ke bawah – akan mengaktifkan [Prana Kehidupan]
  3. Tulang punggung diluruskan – akan mengaktifkan [Prana Samping]
  4. Kaki disilangkan, menaikkan kandung kemih (mengencangkan otot anus) – akan mengaktifkan [Prana yang Bergerak ke Bawah]
  5. Kedua tangan menyatu membentuk Mudra Dhyana – akan mengaktifkan [Prana Pendamping Api].

Dan berikut adalah 4 metode Penyucian:


Metode 1



Bayangkan bunga teratai mekar di Chakra Hati, dan Bija Hom berwarna biru bersinar di atasnya.

Japalah dengan lembut [Hom, Hom, Hom, .....]. Bayangkan Hom keluar dari lubang hidung kanan, lalu membesar dan berlipatganda, lalu rekatkan ke 4 sisi tembok, ke para anggota keluarga, dan sebarkan lebih jauh ke tempat-tempat di sekitar dan kemudian perluas lagi hingga ke seluruh dunia. Semuanya direkati Hom berwarna Biru.

Lalu hirup kembali Hom lewat lubang hidung kiri, yang kemudian mereka memenuhi diri sendiri, dan dengan satu japaan Hom yang kencang, diri berubah menjadi Hom BESAR dan satukan semua lingkungan internal (dalam) dan eksternal (luar) untuk mencapai Kesucian Seutuhnya.


Metode 2



Di metode yang ke-2 ini, bayangkan sebuah aksara Hom berwarna Hijau. Kamu menjapanya dengan lebih kencang, aksara per aksara. Rekatkan semua aksara Hom hijau ini ke semua materi. Dan dengan sebuah Hom yang sangat kencang bagaikan suara petir, semua bangunan hancur menjadi bidang yang datar. Kemudian hirup kembali Hom Hijau ini dan rekatkan semuanya pada tubuh sendiri, dan dengan satu Hom yang kencang lagi, tubuh sendiri hancur berkeping-keping dan berubah menjadi Kosong.

Semuanya tak ada lagi, tak tersisa, jadi tak ada lagi yang namanya tak suci ataupun dosa, tak ada yang bersih ataupun kotor, Tidak Ada Satu Hal pun!


Metode ini dinamakan [Metode Menghancurkan Hingga Berkeping-keping].


Di sini juga ada konsep Buddha Dharma yang mendalam. Sungguh dalam dan susah dibayangkan.
{无我 Wu Wo – Tiada Diri}!

Semuanya [Kosong dan Tak Ada], dan pada saat itu [Karakteristik Kesetaraan] akan muncul, di sanalah semua hal menjadi Suci Seutuhnya.


Kita ini adalah [Komposit/Gabungan Komponen] dan metode ini menghancurkan semua gabungan komponen tersebut!!!


Metode 3


Metode yang ke-3 dengan membayangkan sebuah aksara Hom berwarna Merah dan sebuah aksara Hom lagi berwarna Hitam, keduanya berada di Chakra Hati. Dengan lembut menjapa Hom, bayangkan Hom Merah dan kemudian Hom Hitam keluar lewat lubang hidung kanan, lalu mereka berubah menjadi Gunung Sumeru berwarna Merah dan Hitam. Kedua Gunung Sumeru saling mengitari satu sama lain, bagai bergelut untuk mendapatkan posisi yang sama.

Kemudian mereka berubah menjadi aksara Hom Merah dan Hitam lagi, mereka memasuki tubuhmu lewat lubang hidung kiri dan bersemayam kembali di Chakra Hati. Kamu kemudian berkonsentrasi pada kedua aksara Hom di Chakra Hatimu. Dengan cara ini kamu akan mudah masuk ke kondisi Samadhi karena metode ini adalah konsentrasi menuju ke arah ketenangan.

Kiatnya adalah dengan melebur kedua Hom menjadi satu: Sebuah bija Hom dengan setengah bagian bersinar merah dan setengah bagian lagi bersinar hitam.

Kenapa menggunakan Merah dan Hitam? Karena mereka adalah warna yang membantu memasuki kondisi Samadhi dengan mudah.
Warna Hitam membuatmu mudah mengantuk, sedangkan Merah membuatmu terjaga/siaga; Samadhi berada di antara kedua kondisi tersebut.


Metode 4


Di metode ini, gunakanlah aksara Hom berwarna Putih. Semua tempat dipenuhi dengan Hom Putih, dan kemudian hiruplah Hom Putih tersebut untuk memenuhi diri sendiri. Lewat satu kali menjapa Hom dengan kencang, diri sendiri berubah menjadi Sinar Putih.

HOM bersinar Putih ini mampu mencapai berbagai negara dan juga alam-alam lain seperti Surga Nafsu; Surga Rupa (Wujud), Surga Arupa (Tanpa Wujud); juga mampu menjelajahi 6 alam Samsara.

Demikianlah saat kamu telah melatih Penyucian dan mencapai Kesucian itu sendiri, kamu akan mampu berbagi Kesucian ini dengan semua insan di 6 Alam Samsara.

Guru lebih lanjut menjelaskan bahwa kita sebagai sadhaka jangan suka membanding-bandingkan, karena kita semua Setara dan Semua punya Sifat Sejati Buddha.

Oleh karenanya Kesucian ini adalah Kesetaraan. Kalau kamu tak punya Kesetaraan ini maka kamu akan terlibat dalam berbagai argumen dan perselisihan. Kita harus memperlakukan semua dengan Kesetaraan.


Ada satu kunci penting yang Guru katakan!
Kita menggunakan Buddha Dharma untuk menemukan Sifat Sejati Buddha dalam diri sendiri.
Setelah Sifat Sejati Buddha telah ditemukan, maka Buddha Dharma sudah tak digunakan lagi.

Tak ada satupun yang Kekal. Semuanya hanya muncul untuk beberapa saat saja!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef