Showing posts with label Sila. Show all posts
Showing posts with label Sila. Show all posts

Friday, July 7, 2017

Sutra Surangama – Ananda Terkena Guna-guna Matinga



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 6 Juli 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 楞严经 Śūraṅgama Sūtra – 阿难遭了摩登伽的魔法 Ananda Under Matinga's Evil Spell


楞严经白话文卷一 Sutra Surangama – Bab 1
.......
如来已知道阿难遭了摩登伽的魔法,于是离筵归来,波斯匿王各大臣、长者居士们,也都跟随而来,期待著聆听佛法要义。这时候,如来头顶上放射出百宝无畏大光明,光芒之中生出千叶宝莲花,莲中有一佛作跏趺坐,宣说神咒。并命文殊菩萨持此咒去护卫阿难。一时之间,摩登伽女的魔咒被灭,阿难和摩登伽女都被带到了如来这里。阿难见到如来,行礼佛足,悲泣起来。他悔恨自已,久远以来一向以‘多闻’称名于世,然而并未成就圆满的道行。阿难恳请十方如来佛,助成他获至无上智慧,获至无上止寂禅定,获至无上正定正觉的修习功夫,以及最为直接的成道法门。当时又有数不清的菩萨,以及十方世界大阿罗汉、缘觉、声闻等,都愿现聆教诲,他们退回自己的座位,领受著佛的至高要义。

Tathagata, mengetahui Ananda sedang dimanfaatkan oleh seorang licik dan tidak senonoh, menghabiskan makanannya dan segera melakukan perjalanan kembali. Sang raja, para pejabat agung, tetua, dan orang-orang awam mengikuti Sang Buddha karena ingin mendengar intisari ajaran Dharma.

Sang Bhagawan memancarkan ratusan cahaya ratna dan abhaya (tiada ketakutan) dari chakra mahkotanya. Di dalam cahaya tersebut nampak bunga lotus mulia berkelopak seribu, di atasnya duduklah sebuah tubuh transformasi Buddha dalam postur lotus sempurna, memproklamirkan sebuah mantra kebatinan.

Beliau menitahkan Manjushri untuk membawa mantra tersebut serta memberikan perlindungan, dan, saat mantra guna-guna jahat telah ditumpas, supaya memberikan dukungan dan memberikan semangat kepada Ananda dan putri dari Matinga supaya kembali ke tempat Sang Buddha berada.

Ananda melihat Sang Buddha, tertunduk dan mengucurkan air mata kesedihan. Ia menyesal bahwa dari masa lampau yang tak berujung ia selalu asyik dengan pembelajaran namun belum menyempurnakan kekuatannya di dalam Sang Jalan (Tao). Dengan penuh hormat, berulang kali ia memohon sebuah penjelasan mengenai jalan kemudahan yang utama untuk shamatha menakjubkan, samapatti, dan dhyana, di mana dengan menggunakan sarana tersebut para Tathagata dari sepuluh penjuru telah merealisasikan Bodhi.

Di saat itu para Bodhisattva yang jumlahnya sebanyak butiran pasir Sungai Gangga, para Arhat agung, pratyeka dan lainnya dari sepuluh penjuru, juga turut hadir. Bersukacita atas kesempatan untuk mendengarkan, mereka dengan tenang kembali ke tempat duduknya untuk menerima instruksi bijak tersebut.

如来对阿难说,你与我情谊深厚,我们俩有兄弟般的情份,你在发心求无上智慧之时,在我的佛法现示之中,见到了什么美妙景像,能使你当下舍弃世间的深重恩爱?

Sang Buddha berkata kepada Ananda: Kamu dan aku berasal dari keluarga yang sama, serta berbagi hubungan kasih sayang yang alami. Pada saat pertama kali kamu menetapkan hatimu, menurutmu apa yang merupakan karakteristik menakjubkan yang kamu lihat pada Dharma-ku sehingga kamu mendadak mengesampingkan kebaikan mendalam dan cinta yang ada di dunia ini?

阿难告诉如来,那时我看到如来之身有三十二种无上美妙之相,其形体澄澈透明如水晶一般。
我自已思量,这样的美妙之相一定不是因爱欲而生出的。
为什么呢?
因为色欲之气粗浊不堪,腥臭交织,脓血杂乱,不能生出这等明净无暇聚集光明的形体来。
我无限期望崇仰,所以跟随如来出家修行。

Ananda mengatakan kepada Sang Buddha: Aku melihat 32 karakteristik Tathagata, yang amat menakjubkan, tiada bandingannya, di mana seluruh tubuhnya tembus pandang dan berkilau layaknya sebuah kristal.

Aku sering berpikir pada diri sendiri mengenai berbagai karakteristik tersebut yang tak bisa lahir dari nafsu dan cinta. Mengapa? Karena kepulan uap nafsu bersifat kasar dan suram. Dari persetubuhan yang kotor dan berbau keluarlah campuran keruh antara nanah dan darah yang tak akan bisa menghasilkan konsentrasi cahaya emas-keunguan yang menakjubkan, suci dan terang. Sehingga aku dengan hausnya melihat ke atas, mengikuti Sang Buddha, dan membiarkan rambut jatuh dari kepalaku.

如来说:多好啊,阿难。你们应该知道,一切众生长久以来,就沦入了生死的相接相续之中,这都是不知道无生无灭不迁不变的真实心的缘故。
心的本性是明净光洁的,如用之于种种妄念,则这些妄念皆会颠倒不真实,所以就有众生在生死烦恼中流转不停息。
你要是想修习无上智慧,真正地揭示心性的真实。
那么你应当诚实地回答我的问题。
诸天十方的如来佛的修行,都是一样,能够脱离生死轮回,这都是以诚心修行的结果。
心有诚实,口有诚实,自始自终贯穿修行之中,那么你的修行就永远不会产生种种起伏曲折。

Sang Buddha mengatakan: Bagus sekali, Ananda. Kamu harus tahu bahwa semua insan berperasaan terus-menerus terlahir dan mati, hanya karena mereka tak tahu hati sejati yang abadi, dzat kodrat suci yang cemerlang. Yang ada malahan mereka sibuk di dalam pikiran yang salah. Sudah terjadi begitu lama sejak masa lampau yang tak berujung. Pikiran mereka tidak pernah benar, jadilah roda terus berputar.

Berhubung kini kamu berharap untuk meneliti Bodhi yang tak tertandingi dan menemukan hakekat kodratmu; maka jawablah pertanyaan-pertanyaanku dengan pikiran yang lurus, karena sebenarnya itulah cara para Tathagata dari sepuluh penjuru melepaskan diri dari kelahiran dan kematian. Pikiran mereka jujur, polos dan terus terang. Berhubung pikiran dan kata-kata mereka selalu konsisten dengan sifat-sifat tersebut, maka dari awal, melalui tahapan-tahapan pertengahan hingga ke paling akhir, mereka tidak pernah mengelak sedikitpun.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Beberapa tema utama dari Sutra Surangama adalah ketiadagunaan Dharma bila tidak disertai dengan kekuatan samadhi,
Dan pentingnya sila moralitas sebagai fondasi praktik agama Buddha.
Juga menekankan tema bagaimana cara kita secara efektif melawan khayalan yang akan muncul di saat meditasi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku mengutip dan membagikan sebagian Sutra Surangama ini bukan untuk memamerkan kepada orang-orang betapa saktinya Sang Buddha! :)
Namun adalah sebuah kenyataan bahwa kita semua juga bisa Melatih Dharma dengan tulus dan bersungguh-sungguh supaya menjadi sama dengan Sang Buddha, atau mencapai Kebuddhaan.

Juga memberitahumu bahwa Samadhi merupakan Kunci Penting supaya Pelatihan Dharma-mu berhasil dan efektif.
Seperti yang Mahaguru Lu katakan: Setiap sesi sadhana baru dikatakan berhasil bila menyertakan Samadhi di dalamnya!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Monday, January 30, 2017

Apakah kamu mendengarkan kata-kata dari Hati Mahaguru dengan tenang?



Ditulis oleh Lotuschef – 4 Januari 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Did you listen quietly to words from GM's Heart?
Versi Mandarin: 你有寜听师尊的心语?


Di atas: Mahaguru setelah diserang dengan Anak-anak panah Ilmu Santet.

Di Taiwan:

  1. Mahaguru bilang [Acara Makan] terlalu banyak, bahkan sampai harus menghadiri acara makan di siang hari.
    Menyita waktu tidur siangnya yang sudah sedikit.
    Sungguh lelah!
  2. Di Vajragarbha Huangdi, kelelahan dan tak tahan lagi, tak punya pilihan lain sampai harus menarik kursi ke dalam toilet, bersembunyi di dalamnya untuk tidur sejenak!

Di Seattle:

  1. Tidak memperbolehkan Wenshi (konsultasi masalah pribadi), hanya boleh tanya seputar Sadhana!
  2. Setelah serangan anak panah ilmu santet, seseorang membayar master berkebangsaan Malaysia untuk menyantet, menggunakan Santet Panah untuk melukai seluruh badanku, sehingga sangat kesakitan. Tujuan mereka adalah mencegahku supaya tidak naik ke singgasana dharma untuk membabarkan dharma!

Hahaha!
Seberapa banyak yang kamu dengar?
Dan seberapa banyak yang kamu serap?

Tidak memperbolehkan Wenshi atau konsultasi persoalan pribadi?
Kenyataannya, tidak berlangsung lama!
MENGAPA?
Karena [Kata-kata] Boss dari Mahaguru-lah yang [Berlaku]!

Ah! Kunci penting terlewatkan begitu saja!
Hormati Guru, Hargai Dharma, Bersadhana dengan tekun!
Tidak mendengarkan kata-kata Guru!
Tidak memahami kata-kata Guru!
Menghancurkan kata-kata Guru!
Memusnahkan maklumat Guru!
Bukankah itu semua [Melanggar Disiplin Sila]?

Ada banyak alasan mengapa tidak memperbolehkan Wenshi!
Mendukung Wenshi menyebabkan Insiden Purple Lotus hari ini menjadi meluap kemana-mana!
Sedari awal, Wenshi yang diberikan oleh orang-orang yang tak punya Pencapaian Sadhana hanyalah berujung menipu uang dan kekayaan!
Berbagai macam penipuan berkedok agama akan bermunculan tiada henti!

Asal dari semuanya ini – Mengapa melempar segala kesalahan kepada Mahaguru?
Murid yang telah bersarana bila selalu saja mencari Wenshi – berarti tidak mengimani ajaran dharma Mahaguru serta sadhana yang dilatihnya!
Hahaha!

Administrator ordo punya salinan Aturan & Ketentuan yang mengatakan bahwa: semua [VM] boleh memberikan layanan [Wenshi]!
Masih ada banyak lagi yang Hanya [VM] yang boleh melakukannya!
Aku sempat membahas persoalan seputar [Ketentuan] dari administrator ordo dengan seorang murid senior !
Aku tanya: Setelah seorang murid berhasil ber[Yoga] dengan Mahaguru, maka siapakah [Ia]?

Skenario hari ini, sungguh berterima kasih kepada orang-orang awam yang [Bodoh]!
Bagaikan sekelompok orang yang [tuna aksara] mengajarkan cara mengenali kata-kata!

Hahaha!
Bicara kepada Serangga!

Terlebih lagi, Mahaguru sering mengatakan hal ini berkali-kali: Selama ini, semua mengandalkan [Shimu] yang [Sendirian] mengurus [berbagai persoalan Ordo]!
Saat mendengar kata-kata itu, kamu semua bertepuk tangan!
Pernahkah kamu berpikir, setidaknya sekali saja, untuk [Memahami] maksud Mahaguru?
Semua [kekacauan] ini adalah [atribut] dari [Shimu] yang [Pandai dan Berkuasa]!

Sungguh, yang ini renungkanlah baik-baik!
Melewati bertahun-tahun lamanya, persoalan Ordo dikelola dan dikendalikan oleh Shimu, Sang [Pemimpin], sehingga kamu tak mampu [Mendengarkan Kata-kata dari hati Mahaguru dengan tenang]?

Orang awam bagaimana bisa [mengelola] [Ordo Agama Buddha] dengan baik?

Mohon jangan memarahiku dulu!
Mohon bertanyalah kepada Hatimu sendiri!

Ordo Agama Buddha Tantrayana, bagaimana bisa membiarkan seorang [awam] yang tak bersadhana untuk menjadi Ketua Administrator?
Kalau sampai tak berakhir buruk, maka sungguh lucu/aneh!

Saatnya bangun dan sadar diri!


Salam Metta

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Saturday, October 29, 2016

Aku Menyadari [Tiada Keterlibatan]



Karya tulis Mahaguru Lu: 蓮生活佛 > 師尊文集 > 256_拜訪大師 >「無干涉」是我參出來的
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan tambahan anotasi oleh Lotuschef – 28 Oktober 2016
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: 「無干涉」是我參出來的 I Realised [No Interference]




有人問我,你盧勝彥圓寂之後,留下那一偈子教示眾生?
Ada seorang yang bertanya kepadaku, Anda, Lu Sheng Yan, setelah Parinirvana, akan meninggalkan sajak apa untuk mengajar para insan?

我答:「無干涉。」
Aku menimpalinya: “Tiada Keterlibatan.”

人問:「為什麼無干涉?」
Orang-orang bertanya: “Mengapa tiada keterlibatan?”

我答:「其實我創辦了真佛宗,這個宗教派別與我毫無干涉。」
Aku menimpalinya: “Sesungguhnya, aku mendirikan Ordo Satya Buddha, aku tak ada keterlibatan dengan ordo religius ini.”

人問:「怎有可能?」
Orang-orang bertanya: “Bagaimana mungkin?”

我答:「真佛宗是我幻化出來的,是無心意識,也就是我無心,宗旨也無心,寺、堂、會也無心,自然生,自然滅,有緣則生,無緣則滅,我無經營之意,任其生滅,故無干涉。」
Aku menimpali: “Ordo Satya Buddha merupakan ilusi buatanku, di sana tiada penyertaan hati, demikianlah aku juga tanpa penyertaan hati, aliran ini mau dibawa kemana juga tiada penyertaan hati, vihara, rumah ibadah cabang, dan paguyuban yang berhubungan dengannya juga tiada penyertaan hati, muncul dan musnah secara alami, muncul karena ada jodoh dan musnah saat jodoh telah habis, aku tak pernah berpikiran untuk mengelolanya, biarlah ia lahir ataupun musnah secara alami, demikianlah maka tiada keterlibatan.”

人問:「宗旨不是度眾生嗎?」
Orang-orang bertanya: “Bukankah tujuan dari ordo adalah untuk menyelamatkan para insan?”

我答:「自古以來,佛教是釋迦牟尼佛創立的,其後演化,有原始佛教、部派佛教、大乘佛教、金剛乘佛教。我的宗旨也是如此,將來演化,亦如是。由不得創辦人。又,自古自今,人是古人,人也是今人,上下古今,也不多,也不少,度來度去,亦是如此。故無干涉。」
Aku menimpali: “Sejak jaman dahulu, Agama Buddha dirintis oleh Shakyamuni Buddha, kemudian bertransformasi menjadi Agama Buddha primitif, berbagai sekte Agama Buddha, Mahayana, Vajrayana. Ordo-ku juga hampir sama, di masa mendatang akan bertransformasi dengan cara yang sama. Bukan sesuai kehendak si perintisnya. Kemudian juga, dari jaman dahulu hingga sekarang, orang-orangnya juga orang jaman dulu, orang jaman sekarang, jaman dulu hingga sekarang, tidak banyak dan tidak sedikit, diselamatkan dan diseberangkan bagaimanapun, ya tetap seperti itu. Makanya tiada keterlibatan.

人問:「既然如此,修什麼啊?」
Orang-orang bertanya: “Berhubung yang terjadi adalah seperti itu, mengapa repot bersadhana?”

我答:「因無心,故對山河大地,不見差殊。因無干涉,十方世界不起貪、嗔、痴。悟無所得,頓斷煩惱,這就是修。」
Aku menimpali: “Karena tiada penyertaan hati, jadinya melihat gunung sungai bumi yang agung sebagai hal yang sama. Karena tiada keterlibatan, maka berbagai dunia di 10 penjurunya tak akan menimbulkan Keserakahan, Amarah, dan Kebodohan. Mencerahi tiada apapun yang dicapai, langsung memotong segala kekuatiran, inilah bersadhana.

人問:「修不是要守戒律嗎?」
Orang-orang bertanya: “Bukankah bersadhana berarti mematuhi disiplin sila?”

我答:「當頭,不起貪、嗔、痴,這也就是無所住,澈澈底底了。」
Aku menjawabnya: “Titik pentingnya, tidak timbul Keserakahan, Amarah, dan Kebodohan; inilah yang dimaksud Tidak Berdiam di manapun dan di segala kondisi.”

人問:「無干涉果然是最高的悟境了?」
Orang-orang bertanya: “Tiada Keterlibatan apakah memang pencerahan yang tertinggi?”

我答:「平常活計而已。不受外界的干擾,一心不亂而已。」
Aku menimpali: “Hanya gaya hidup biasa saja. Tak terpengaruh oleh dunia luar, hati ini selalu kokoh (tidak galau).”

人問:「盧師尊如何無干涉?」
Orang-orang bertanya: “Bagaimana caranya Mahaguru Lu mencapai Tiada Keterlibatan?”

我答:「不用踌蹰,不用疑懼,直心而已,知幻離幻,無干涉。」
Aku menimpali: “Tak perlu bimbang, tak perlu ragu-ragu dan takut, hanya hati yang lurus, mampu melihat menembusi ilusi dan meninggalkan ilusi, tidak terlibat.”

人問:「聲色你又如何說?」
Orang-orang bertanya: “Bagaimana Anda menyikapi Suara dan Wujud Rupa?”

我答:「一切聲是一切聲,一切色是一切色。無心,聲不是聲,色不是色。只見自心光照,就如同碧天雲外月華清。」
Aku menimpali: “Segala macam suara merupakan segala suara, segala macam wujud rupa merupakan segala wujud rupa. Tiada hati, maka suara bukanlah suara, wujud rupa bukanlah wujud rupa. Hanya melihat kecemerlangan hati sendiri, bagaikan bulan purnama yang memancar terang di langit yang biru di balik awan.”

人問:「你不想想真佛宗未來如何?」
Orang-orang bertanya: “Apakah Anda tidak memikirkan masa depan Ordo Satya Buddha?”

我答:「未得悟時真佛宗,若已悟了本無無,何有干涉。」
Aku menimpali: “Sebelum tercerahkan ada Ordo Satya Buddha, setelah tercerahkan pada dasarnya tiada apapun, mana mungkin ada keterlibatan.”

人問:「吐登達吉上師圓寂時說了一句:「清淨」,試問,這清淨是空嗎?」
Orang-orang bertanya: Saat Master Thubten Dhargye parinirvana, beliau mengucapkan sepatah kata: [Suci Bersih], hendak bertanya, inikah yang dimaksud kekosongan yang suci bersih?”

我答:「無干涉,即清淨也。說空不空,說有不有。」
Aku menimpali: “Tiada keterlibatan adalah suci bersih. Dibilang kosong juga tidak kosong, dibilang ada juga tiada.”

人問:「那些貪名、貪利、貪寺、貪堂、貪會、貪地盤,你認為如何?」
Orang-orang bertanya: “Mereka yang serakah akan ketenaran, keuntungan, vihara, rumah ibadah, paguyuban, wilayah kekuasaan, bagaimana Anda melihat mereka ini?”

我答:「瞎!」
Aku menimpalinya: “Buta!”

~~~~~~~~~~~~

Bila kamu mengacu ke artikel: Bodhisattva Tanah Lempung – Serangan & Serangan Balik!
Bisakah kamu mencerahi apa yang Mahaguru Lu sedang ajarkan kepadamu dalam artikel di atas?

Mengenai cara orang-orang berurusan dengan $$$ mereka, apakah kini masih berarti bagimu?

Hahaha!

Mohon sadarlah dan teruslah sadar!


Salam Metta,


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Monday, February 22, 2016

Mengapa Sering [Tidak Berkomentar]



Karya tulis Mahaguru Lu: 蓮生活佛 > 師尊文集 > 74_無形之通 > 為何常『不語』
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan anotasi oleh Lotuschef – 18 Februari 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 為何常『不語』Why Often [No Comment]



Beberapa bagian dipilih dan diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef.

蓮生活佛 > 師尊文集 > 74_無形之通 > 為何常『不語』

對於一些爭辯,我常常保持緘默。
Dalam menyikapi beberapa argumen, aku seringkali diam saja.

對於世人的一些誣陷,一些誤解,一些誹謗,我經常不發一語。
Dalam menyikapi berbagai tuduhan, kesalahpahaman, dan fitnah dari para insan, aku seringkali tak mengucap sepatah katapun.

很多人要我裁決一些問題,指示與指導如何做,我也經常默默無語。
Banyak orang yang menginginkanku mengeluarkan peraturan mengenai masalah-masalah tertentu, memberikan arahan dan perintah mengenai apa yang harus dilakukan, di sini aku juga seringkali bungkam.

很多人要我發出「聲明」或「通告」,我也沒有做。
Banyak orang yang menginginkanku mengeluarkan [Deklarasi] ataupun [Pengumuman], aku juga tak melakukannya.

我常『不語』。不說一句話。
Aku seringkali [Tak Berkomentar]. Tak ingin mengucap sepatah katapun.

為何如此?
Mengapa demikian?

因為這是「不言而教」,「無言勝有言」,是「潛移默化」。
Karena ini adalah [Mengajar tanpa berkata-kata], [Tanpa ucapan yang melampaui ucapan], adalah [pengaruh yang tak kentara untuk diam-diam mempengaruhi].

  每一個星期六,晚上八時,我固定的在雷藏寺講經說法。也曾面對著千萬人的場面開講。這是在美國期間。

  我亦固定每天清晨,寫一篇文章。

  「說法」及「文章」,均是「教導」。
[Ceramah Dharma] dan [Karya Tulis], semuanya ini merupakan [Pengajaran].

  我已經說了如此多的話,寫了如此多的文章,假如還有人不明白,我又有何話可說,不如「不發一語」。
Aku sudah bicara mengenai banyak hal, menulis begitu banyak artikel, kalau masih tak paham, aku harus berkata apa lagi, bukankah lebih baik [tak mengucap apa-apa].

  開悟的人,明白「自然」的道理,也就喜歡「不言而教」與「潛移默化」,這就變成我處理世事的態度了。
Ia yang tercerahkan akan paham arti [Alamiah], juga lebih menyukai [Mengajar tanpa berkata-kata] dan [pengaruh yang tak kentara untuk diam-diam mempengaruhi]. Inilah caraku dalam menghadapi berbagai persoalan duniawi.

  有人要我寫出:
Ada yang menginginkanku menulis:

  「真佛宗的上師戒律」--上師的標準規範。
[Disiplin Sila bagi para Vajra Master Ordo Satya Buddha] --- standar kriteria yang spesifik untuk para Vajra Master.

  「真佛宗戒律」--真佛弟子的戒律。
[Disiplin Sila Ordo Satya Buddha] --- Disiplin Sila untuk para murid Ordo Satya Buddha.

  「真佛宗組織條規」--層層的管制條理。
[Tata tertib organisasi Ordo Satya Buddha] – berlapis-lapis peraturan.

  但是,我認為:
Tapi pertimbanganku adalah:

  我實實在在的不想寫,因為加諸與世人的戒律,實在已經夠多了,人所設定的法律,佛教有形式的條規已經密密麻麻了。
我再寫出「戒律」及「條規」,豈不是令人喘不過氣來嗎?
Aku benar-benar tak ingin menulis, karena hanya akan menambah daftar sila yang telah ada dan sudah cukup banyak dikenakan kepada orang-orang, orang-orang juga sudah membuat banyak peraturan hukum, lagipula peraturan di dalam agama Buddha sudah begitu padat.
Kalau aku menulis tambahan [Sila] dan [Peraturan], bukankah orang-orang malah jadi tercekik?

  我想告訴弟子的是:
Aku hendak memberitahu para murid:

  真佛宗的真正戒律祇有七個字:「順其自然,不妄為。」
Sila sejati Ordo Satya Buddha hanya terdiri dari 7 karakter:
[Biarkan semuanya alamiah, jangan bertindak secara sembarangan.]

  違反戒律就是:「違背自然,太妄為。」
Yang namanya melanggar sila adalah: [Melanggar/bertentangan dengan kodrat, sembarangannya keterlaluan].

  如此而已。
Hanya ini saja.

  這七個字,實在也已經夠多了,算起來,我又多饒舌了一次。
Tujuh karakter ini sudah benar-benar mencukupi, dengan mempertimbangkannya, aku kembali mengulanginya lagi.

  蓮生活佛的常『不語』,是因為「說了也等於白說」,不說反而好。我已經說了很多,再不明白,也沒有辦法。
我對世事已淡然,說與不說,均是一樣。
Buddha Hidup Lian Sheng seringkali [Tak Berkomentar], itu karena [kalau dikatakan juga sia-sia saja], jadi lebih baik tidak berbicara.
Aku sudah banyak berkata-kata, kalau masih tak paham, juga tak bisa ditolong.
Aku tak peduli dengan masalah-masalah duniawi, mau bicara atau tidak, juga sama saja.

  我明白:
Aku sendiri memahami:
  
要犯戒律的,你去說他,他仍然犯戒律。
Kalau memang mau melanggar sila, kamu mau beritahu dia, dia tetap akan melanggar sila.

不犯戒律的,你不去說,他依然守戒律。
Kalau tak bermaksud melanggar sila, kamu tak mengatakan apapun, ia akan selalu mematuhi sila.

  蓮生活佛也不標榜自己是如何的守住戒律,一切的功名也不希罕,心思極為清明,無權也無欲。

  這「活佛」或「宗主」均可拋棄,如同垃圾。
[Buddha Hidup] atau [Pemimpin Ordo] ini bisa dibuang bagaikan sampah.

  也無偽詐。
Tiada tipu muslihat belaka.

「真佛宗」可以消失,也可以存在。
存與不存,隨其「任運」。
[Ordo Satya Buddha] bisa menghilang, juga bisa hadir (ada).
Ada ataupun tiada, biarlah terjadi dengan [leluasa dan alamiah].

  我這是「順其自然」,「不妄為」啊!
Aku memang seperti inilah [biarkan semuanya berjalan dengan alamiah],  [tidak bertindak secara sembarangan]!
    
﹙四﹚

  當我從圓光中昇起,坐八葉蓮花座,在寶蓋華縵的飛舞之中,我結蓮花童子手印,召示大眾:

  人們的追逐名利的太過,是「貪念」太過,人們的混亂與衝突,互鬧互爭,是「瞋心」的太過。
人們的巧詐及偽作,是「癡心」的太過。
這「貪」、「瞋」、「癡」果然是三毒啊!
要消解「貪、瞋、癡」,正是佛教的作為。

  大公無私,是化解「貪」的。
Tidak membeda-bedakan dan tidak egois, adalah untuk mengatasi [Keserakahan].

  順其自然,是化解「瞋」的。
Biarlah semuanya berjalan/terjadi dengan alamiah, adalah untuk mengatasi [Amarah].

  無為而為,是化解「癡」的。
Bertindak tanpa melakukan tindakan, adalah untuk mengatasi [Kebodohan].

  「大日如來」--「佛眼佛母」--「蓮花童子」--「蓮生活佛」。
常坐蓮花座,放大光明照世間,結真實的印契,莊嚴而無語,祇是在這「爭鬥」的人間,再放一次光明吧了!

~~~~~~~~~~~~

蓮生活佛 > 師尊文集 > 74_無形之通 > 天馬行空(序)
一九八八年正月.蓮生活佛于美國華勝頓州雷門市真佛密苑
Artikel ini adalah salah satu dari kumpulan tulisan yang dipublikasikan di awal tahun 1988.

~~~~~~~~~~~~

Rekaman video: 20160116聖尊蓮生活佛盧勝彥法王首次展現「金剛身」演化金剛拳1-TBSN高清版

Rekaman video ini adalah setelah Mahaguru Lu mengomentari orang-orang yang menuduh dirinya lemah dan berbohong tentang kondisi kesehatannya.

~~~~~~~~

Dari artikel-artikel:

Kutipan:

[--- AA: Orang-orang memukul balik dengan sila samaya?
Kemarin aku membaca terjemahan Bahasa Indonesia mengenai Samaya telah dipublikasikan.
Tentang Guru yang memberikan ceramah di tanggal 22 September 2012 setelah acara makan siang di Vajragarbha Seattle.
Mungkin kamu sudah baca versi Mandarinnya.
Inti utamanya yang mungkin aku bisa rangkum adalah “melupakan gurumu”.

......

AA: Oh ini pranalanya dalam Bahasa Mandarin:
http://tbsn.org/chinese2/news.php?id=2402&classid=1
{Komentar per 13 November 2014: Sepertinya pranala di atas sudah tidak aktif lagi! Hahaha!}

.......

LC: Juga tak ada video Guru yang memberikan ceramah pada saat itu. Ini karangan belaka.

[**Berikut ini hanya terjemahan tahap awal saja. Teman-teman pembaca silakan membaca versi aslinya dan menganalisanya sendiri. Gunakanlah pengetahuanmu akan Buddha Dharma dan apa yang Guru telah bagikan. :) ]

  • Tak boleh berbicara lebih dari 3 kata dengan mereka yang mengkhianati Mahaguru!
    [Wah aku mati liao lol!!! Hahaha! Mereka katakan supaya tidak terpengaruh!!!]
  • Memberikan salinan berisi sila-sila kepada semua murid baru.
  • Tak boleh menyentuh Guru dan segala benda miliknya seperti pakaian atau ranjang, dan tak boleh menilai tingkat pelatihan Sang Guru.
  • Mengenai Raja Tibet Trisong Deutsen yang mengkhianati Padmasambhava dan bagaimana ia melepaskan roh banteng merah dari cincinnya sehingga bereinkarnasi menjadi cucunya dan melenyapkan Agama Buddha (di Tibet).
  • Di masa lampau, saat guru tidak menginstruksikan murid untuk membaca suatu buku, maka membaca buku tersebut merupakan pelanggaran sila dan harus bertobat. Guru kita lebih liberal.
  • Mengenai Atisha dan Serlingpa yang saling mempelajari karakter masing-masing sebelum saling menerima; oleh karenanya perlu melakukan pertimbangan dengan baik sebelum berlindung (bersarana) karena setelah bersarana ada sumpah samaya yang harus dijaga.
  • Mereka yang melayani Guru jauh lebih berpahala daripada mereka yang melatih diri dengan baik.
  • Melanggar samaya akan menyebabkan diri terjatuh ke dalam neraka vajra.
  • Selalu pastikan Guru berada di atas kepalamu sebelum memberikan ceramah dharma, bila tidak maka ceramah dharma tak akan berarti.
  • Mereka yang merasa dirinya telah melatih diri dengan baik dan sangat pintar, mereka sudah berada di dalam cengkeraman mara.

Waktu itu aku hanya melihat sepintas saja dan tak ingin membacanya dengan detil karena memang benar-benar bukan dari Guru.
Hahaha!
Komite pusat dan YY ini suka menggunakan kekuasaannya untuk membohongi orang-orang.
Ia berusaha menutupi dirinya yang kurang melatih diri juga.

Hahaha!
Ya kalau melihat ini semua berarti aku terpanggang di dalam neraka dong lol???

Aku juga berbagi ajaran dan wejangan-wejangan emas dari para rinpoche lain! Jadi aku harus digantung?
Buddha tak membuat aturan-aturan seperti ini lol.
Mereka katakan supaya tak terpengaruh!!! Jadi tak ada seorangpun yang akan melatih diri hingga mencapai pencerahan?
Tanpa melewati berbagai rintangan di jalan yang ditempuh, bagaimana bisa belajar dan mengatasinya?


Dibaca-baca lagi, teman-teman pasti tahu ini bukan kata-kata dari Guru, atau orang yang telah tercerahkan!
Sungguh berisi Kekuasaan & Kontrol!

Apakah aku kemudian terpengaruh oleh YC atau bahkan oleh orang-orang yang mengaku dirinya baik?

Hahaha! Artikel yang kutulis mengenai guru yang menempatkan mereka yang beracun di sisinya – pasti akan membuat mereka sungguh jengkel dan ingin membunuhku!

Aku kerasukan setan?
Peduli setan...}

---

Teman-teman pembaca yang terkasih, berapa kali kalian mendengarkan Guru mengatakan: mereka yang melatih diri dengan baik sama halnya dengan berada di sisiku, namun mereka yang secara fisik berada di sebelahku tapi tak melatih diri dengan baik malah sungguh sangat jauh dariku.

Pernyataan Guru tersebut mencoret Pernyataan di poin 7 dan 10 di atas, bukan?

Guru berkata beliau juga membaca banyak buku sebagai rutinitas hariannya juga! Akankah beliau melarang para muridnya untuk melakukan hal yang sama?

Apakah bersarana kepada TBS lantas otakmu tercuci dan hanya menerima masukan dari mereka yang “berakting seperti Guru”? Hahaha! Menggelikan!

Ini mirip sekali dengan Guru yang mempunyai hak cipta atas Buddha Dharma yang dibagikannya?


Akhirnya, karena tak ada rekaman video dari ceramah yang katanya diberikan oleh Guru, maka kembali  pada masing-masing individu, terserah bagaimana kamu memahami poin-poin tersebut. ---]

~~~~~~~~~~~

Teman-temanku sekalian, Mahaguru Lu menulis artikel 為何常『不語』ini dan dipublikasikan di awal tahun 1988.

Komite Pusat mempublikasikan [Guru memberikan ceramah di tanggal 22 September 2012 setelah acara makan siang di Vajragarbha Seattle].

Kemudian juga mempublikasikan berbagai macam pembenaran untuk mengeluarkan Lotuschef!

Semua ini Komite Pusat mengatakan berasal dari pernyataan Mahaguru Lu!

Hahaha!

Bagaimana dengan kebenarannya?
Mahaguru Lu dengan jelas telah mengatakan bahwa Beliau sama sekali tak ingin menulis ataupun membuat berbagai macam sila dan peraturan!

Jadi bila melihat periode publikasi artikel 為何常『不語』ini adalah di awal 1988, dan Komite Pusat mengklaim pada tanggal 22 September 2012 Mahaguru Lu membuat berbagai macam disiplin sila setelah acara makan siang di Vajragarbha Seattle, perbedaan waktunya ada 24 tahun lebih!

Bukankah para anggota Komite Pusat yang juga para murid yang telah menyertai Mahaguru Lu selama lebih dari 24 tahun seharusnya tahu akan sikap Sang Guru Akar?

Hahaha!
Jadi siapa yang tahu guna sila yang sebenarnya?

Lotuschef, seorang murid sejak 2008, ataukah para anggota Komite Pusat, yang sebagian besar adalah para murid veteran?

Sekali lagi, kepada “Tok Chef” dan teman-temannya, Sudah Saatnya Sadar Diri!

Melawan kata-kata Guru Akar Sendiri, ataupun memalsukan pernyataan-Nya hanya untuk mencelakai orang-orang lain, maka kamu-lah sendiri yang pada akhirnya akan bertanggung jawab atas berbagai efek karma yang terjadi!

Apakah kiranya mengeluarkan Lotuschef dari daftar reverend Ordo Satya Buddha versimu akan membantumu?

Oh! Bayangkan bagaimana kamu harus menanggung karmamu karena berbohong kepada Mahaguru Lu sendiri!

Hahaha!
Perlukah Lotuschef menemui Mahaguru Lu secara pribadi untuk menegaskan status reverend-nya ataupun mencari pembenaran?

Mungkinkah pranala menuju Pengumuman Disiplin Sila tanggal 22 September 2014 dihapus? Mengapa tak bisa diakses?

Dan, aku juga baru saja ingat mengenai setumpuk kumpulan peraturan Ordo Satya Buddha yang diberikan oleh Rev. LL kepadaku. Itu sekitar tahun 2010 dan ia memintaku untuk membacanya dan mematuhinya.
Di sana tertulis apa saja yang boleh dilakukan oleh VM, oleh Reverend, dan oleh berbagai tingkat pembabar dharma seperti lektor dharma, pembicara dan asisten, dan juga oleh pengurus rumah ibadah, …
Sama halnya, waktu itu aku merasa hal-hal seperti ini juga merupakan kebohongan belaka!

Aku ingat pernah memberitahu seorang murid mengenai kenapa beberapa ritual tertentu hanya boleh dilakukan oleh VM?
Sebagai contoh: Abhiseka Sarana mewakili Guru Akar; Wenshi; …
Alasan dari pandangan pribadiku: Siapakah kamu saat kamu telah beryoga dengan Guru Akar, Padmakumara Putih? :)

Sebuah kebohongan besar bikinan orang-orang awam, yang dengan pikiran duniawinya mencoba memisahkan, mengendalikan, serta tega merugikan khalayak!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, August 22, 2015

Menyadari Ada Kesulitan, Lalu Mundur Sejenak



Ditulis oleh Lotuschef – 14 Agustus 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 知难而退 Knowing Difficulties,Thus Retreat


Keterangan gambar di atas adalah Buddha dari tanah liat benar-benar menyeberangi sungai yang besar…

Kami sedang mengobrol tentang MENGAPA beberapa orang tetap saja melawan hingga “Titik darah penghabisan”; tak mau menyerah!

Karena Bodoh! Racun utama, salah satu hal yang tak bajik! :)

Seperti halnya di dalam Buddha Dharma, ada banyak konsep/prinsip mendasar yang saling berhubungan, sehingga perlu digunakan secara bergabungan, tak bisa sepotong-sepotong.

Demikianlah dengan Kebodohan, ada banyak ketidakbajikan dan racun yang mencemari pada saat yang bersamaan pula!

Ada yang bertanya: Kenapa mereka tak sadar kalau sedang menciptakan lebih banyak karma buruk?

Hahaha!

Sebuah pertanyaan yang banyak diajukan kepadaku dari waktu ke waktu!

Tapi cobalah renungkan: Kenapa kamu perlu tahu?
DAN: Apakah tindakan nekat mereka ada hubungannya denganmu?

AH …….

Mahaguru Lu memberikan jawabannya baru-baru ini di ceramah-NYA: Disiplin sila digunakan oleh diri sendiri untuk Menyucikan Diri!

Sungguhlah hal ini hanya untuk digunakan oleh masing-masing individu saja!

Oleh karenanya mulai dari saat ini ingatlah agar tidak menggunakan Disiplin Sila untuk pamer, menekan atau mengendalikan orang-orang!

Hahaha!

Mau dengar omonganku atau tidak, sungguh terserah pilihanmu sendiri!

Bijakkah?

Tentunya bila kamu tahu kapan untuk mundur selangkah dan merenungkan apa yang sedang kamu lakukan, masih kamu lakukan, dan berencana untuk lakukan!

退一步,海阔天空!
Mundurlah selangkah, maka laut nampak lebih luas dan langit menjadi bersih!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Wednesday, April 8, 2015

Bhiksu Sejati/Palsu? [3]



Ditulis oleh Lotuschef – 28 Maret 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 真/假比丘? True/False Monk? [3]



Baca juga:

[--- Amatilah baik-baik mereka yang menggunakan Doktrin Ajaran demi kepentingan mereka sendiri!
Hahaha! Mereka belum paham dan belum mengaplikasikan apa sesungguhnya Dharma itu!
Mereka masih meributi Supremasi (kekuasaan) atas orang-orang yang mereka anggap sebagai “wong cilik”, bagaikan menendang anjing tak berkerah (berkalung anjing) yang berada di jalanan, namun memuji mereka yang dirantai dan didandani oleh pemiliknya.
Semua ini hanyalah masalah berkuasa dan menjaga kendali atas orang-orang – sebuah hal yang sangat mereka idam-idamkan.

Dalam kata lain: Selalu membuatmu berada di bawah kekuasaan mereka.
Demikianlah aku menyarankanmu untuk mengamat-amati dengan baik para Bhiksu dan Bhiksuni.
Beberapa bhiksu memiliki tingkah laku seperti wanita, dan beberapa bhiksuni terlihat sangat laki-laki.
Padahal saat seseorang melatih diri, ia harus sudah melepaskan pembedaan jenis kelamin sejauh mungkin, ini karena ia akan mampu Berubah Kapan-pun juga.
Hahaha! Mau percaya ataupun tidak, sungguh terserah kamu.

Tubuh sadhaka sungguh-sungguh mengalami perubahan fisik maupun spiritual seiring dengan pelatihan dirinya. ---]

~~~~~~~~~~~~~

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Kalau kamu paham apa yang terjadi pada diri kita setelah mati, maka kamu akan terbebas dari Kemelekatan dan berbagai pemaksaan kepatuhan akan Aturan & Disiplin Sila menurut interpretasi pribadimu!

Hahaha!

Aku masih ingat insiden di Vajragarbha Xiang Hua sebelum Mahaguru Lu datang.
Bhiksu Z yang datang terlambat mengambil sebuah kursi tanpa menghiraukan mereka yang telah duduk di area sana. Ia bergerak dengan cepat sambil membawa kursi tersebut dan menyenggol Bhiksuni Y dengan cukup keras. Kursi di tangannya hampir saja mengenai kepala Bhiksuni Y.

Saat Bhiksuni Y memberitahunya untuk berhati-hati, Bhiksu X membelalak dengan marahnya dan dengan gaya yang merendahkan berkata ke Bhiksuni Y “Betapa beraninya dia, seorang bhiksuni, mengkritiknya, seorang Bhiksu!”.

Aku sudah pernah menuliskan hal tersebut di dalam blog.

Itu seputar 8 Praktik Menghargai (Menghormati) ~ 八敬法, di masa Buddha Shakyamuni.

Hahaha!

Disiplin di dalam Agama Buddha, adalah Panduan bagi Diri Sendiri, demi mencegah diri supaya tak melenceng dari Jalan Bodhi!

Ia yang mencoba menggunakannya untuk menekan, mengontrol ataupun mendikte orang-orang sungguhlah Bhiksu atau Bhiksuni yang Palsu!

Lagipula, bila telah ditahbiskan lebih lama dibanding orang-orang lainnya, namun ternyata tak menunjukkan hasil kinerja yang baik dalam pelatihan diri, maka para reverend ini jugalah Palsu!

Menurutmu mengapa Mahaguru Lu mengumumkan mereka yang berhasil di dalam sadhana-nya, dan para yogi ini adalah umat awam pula!

Demi menunjukkan bahwa ditahbiskan bukan secara otomatis menjadi Yogi yang Sejati!

Setelah lama ditahbiskan, katakanlah lebih dari 10 tahun, kalau kamu masih “Penuh Dengan Dirimu Sendiri”, penuh dengan berbagai racun sifat manusia yang tak bajik, maka Kamu adalah sebuah kegagalan besar!

Oleh karenanya di sini dengan segala kerendahan hati, aku menyarankan supaya Kamu tutup mulut saja dan jangan menyombongkan diri. Gunakanlah waktumu dengan baik untuk tekun dalam bersadhana!

Bukankah sangat menyedihkan kalau kamu menyia-nyiakan hidupmu sebagai Manusia?

Mahaguru Lu bilang kalau beliau sangat sedih melihat mereka yang terjatuh ke dalam Neraka ataupun Neraka Vajra sampai-sampai sudah tak mungkin diselamatkan lagi!


Ada yang bertanya: Apakah kamu akan melakukan Penyeberangan Bardo untuk AA?

Jawabku: Tergantung jodoh AA dengan Buddha, bukan terserah aku harus bagaimana.

Melihat fotonya, AA telah berubah drastis ke arah negatif dan pasti terjatuh ke Neraka.

Kita tak boleh turut campur dengan Jalan Karma siapapun!


Mengenai Kesaktian Astral (Transendental)?
Tidak! Tak boleh digunakan bila si subjek tak punya ketulusan dalam Bertobat!

Lalu bagaimana halnya dengan 49 hari masa peralihan Bardo?
Kalau jodohnya muncul, setelah 49 hari nanti kita juga bisa menyeberangkan para arwah dengan mudah!


Mahaguru Lu setelah upacara homa sering kali mengatakan: Si ini dan itu datang dan berjalan ke dalam Api Homa, mereka menjadi Bersih dan Terseberangkan!

Jadi mereka yang berjodoh boleh datang ke upacara Homa yang kita adakan, akan menjadi Bersih dan Terseberangkan pula! :)

Amatilah dengan baik api-api Homa yang ada, di sana kamu bisa melihat wujud-wujud berbagai roh juga!

Namun kamu harus Bijak, karena hanya Yogi Sejati yang mampu mengundang kehadiran para dewata untuk memuliakan upacara yang diadakan, untuk mendatangkan Berkat dan melakukan Penyeberangan Bardo!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Bhiksu Sejati/Palsu? [1]



Ditulis oleh Lotuschef – 22 September 2011
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 真/假比丘? True/False Monk? [1]



Percaya atau tidak, Judul dan beberapa bagian dari isi artikel ini datang dari Mahaguru sekitar dua hari lalu.

Ada orang yang mengingatkanku di sebuah email baru-baru ini mengenai sebuah sila yang menyatakan kalau Bhiksu boleh memarahi Bhiksuni, namun Bhiksuni tak boleh membalasnya.
Dalam konteks ini, berarti para venerable/lama pria punya posisi yang lebih Tinggi dibanding para venerable/lama wanita.

Membuatku ingat akan sebuah insiden dengan situasi yang mirip.

Bhiksuni X sedang bercakap-cakap dengan Bhiksu Y, seorang teman sekelas di sekolah pelatihan agama.

X berkata: Mendoakan yang terbaik untukmu dan mohon gunakan pertimbanganmu sendiri serta jangan biarkan orang-orang lain mendiktemu. Guru kita adalah yang terbaik dan kita hanya mendengarkan beliau satu-satunya.

Y menimpali: Terima kasih atas segala bantuan yang kamu berikan kepadaku selama periode ini.

Bhiksu Z menguping di belakang mereka secara diam-diam tanpa ketahuan.

Mulai dari malam berikutnya, tersebar berita kalau seorang BHIKSUNI memarahi/menguliahi seorang BHIKSU.

Hahaha! Kasihan sekali si bhiksuni pasti akan dihukum berat!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Beberapa waktu lalu, di dalam salah satu ceramah dharmanya, Mahaguru mengatakan bahwa standar-standar tersebut ditetapkan di jaman saat Sang Buddha hidup, sudah lebih dari 2550 tahun lalu.
Dalam pandangan Mahaguru, beliau bilang bahwa Bhiksu dan Bhiksuni adalah setara dan tak dibeda-bedakan.

Seorang teman murid di dalam diskusi baru-baru ini juga mengatakan bahwa beberapa standar tersebut perlu disesuaikan dengan Jaman Modern ini.

Dengarkanlah pandangan dari Mahaguru dan gunakan pengetahuanmu mengenai Jalan Mulia Beruas Delapan sebelum membentuk opini.

Aku akan mempublikasikan pandanganku di artikel Bhiksu Sejati/Palsu [2] setelah mendengarkan masukan darimu semua.
Rancangan teksnya sudah kutulis tapi publikasinya akan bebarengan dengan komentar-komentar dari teman-teman pembaca.

Dengan tulus menunggu berbagai opini dari kawan-kawan semua.


Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School

Thursday, April 2, 2015

Melatih diri adalah mengikuti petunjuk untuk menyelesaikan persoalan



Artikel rujukan ditulis oleh Mahaguru Lu
Dipilih dan diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 21 Maret 2015
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: 修行即隨方解縛 Cultivation is to follow the direction to solve matters


Mempersilakan teman-teman untuk menerjemahkan sendiri sehingga menjadi versi yang mampu dipahami sesuai dengan tingkat pelatihan dirimu saat ini. :)

~~~~~~~~~


蓮生活佛 > 師尊文集 > 188_送你一盞明燈


蓮生活佛/文

  佛祖曾如是說:
Sang Buddha sebelumnya pernah bilang:

  「若人言,如來有所說法,即為謗佛,不能解我所說故。
須菩提,說法者,無法可說,是名說法。」
Siapapun yang mengatakan kalau Tathagata telah membabarkan Dharma, itu adalah fitnah, karena tak paham atau tak mampu menjelaskan apa yang kukatakan.
Subhuti, pembabar dharma tak punya dharma untuk dibabarkan, demikianlah maka disebut membabarkan dharma.

  釋迦牟尼佛的這句話,悟者明白,未悟者實在不明不白。
Itu adalah kata-kata Shakyamuni, hanya mereka yang tercerahkan yang akan paham, sedangkan yang belum tercerahkan sungguh tak akan mampu memahaminya.

  請看以下這段公案:
Lihatlah Koan berikut:

  吉州有位「志誠禪師」,最先在神秀禪師門下參學。
Ji Zhou yang nantinya menjadi [Guru Zen Zhi Cheng], pertama kali belajar di bawah bimbingan Master Shen Xiu (saudara sedharma Patriak Zen ke-6, Master Hui Neng).

  神秀禪師的門人,常常譏笑南宗的慧能禪師:
Para murid Shen Xiu selalu mengejek mereka dari Aliran Selatan yang belajar di bawah bimbingan Master Hui Neng:

  「慧能禪師不識一字,有何所長?」
“Patriak Zen Hui Neng (bahkan) tak tahu satu katapun, memangnya punya kemampuan apa?”

  神秀禪師卻說:
Namun Master Shen Xiu mengatakan:

「他得無師之智,深悟上乘,吾不如也。
“Ia punya kebijaksanaan tanpa membutuhkan guru, memiliki realisasi yang mendalam akan yana (kendaraan) tingkat atas. Aku belum sampai tingkatan beliau.”

且吾師五祖親付衣法,豈徒然哉!
Terlebih lagi, guruku Patriak Zen ke-5 secara pribadi menganugerahkan jubah silsilah kepadanya, bagaimana mungkin ia tak layak!

吾所恨不能遠去親近,虛受國恩,你等諸人無滯於此,可往曹溪質疑。
Aku bersedih karena secara pribadi tak bisa bepergian jauh untuk berada di sisinya, karena salah menerima penganugerahan dukungan dari negara (di mana seharusnya aku tak layak menerimanya). Kalian semua tak perlu menyia-nyiakan waktu di sini, pergilah ke Cao Xi untuk menuntaskan segala keraguanmu (Cao Xi adalah tempat kediaman Patriak ke-6).

他日回,當為吾說。」
Saat kamu kembali, beritahukan kepadaku apa yang kamu telah pelajari.

  志誠禪師聽了,就赴六祖處,隨眾人參請,不說從何而至。
Setelah mendengar kata-kata tersebut, Master Zhi Cheng pergi mencari Patriak ke-6. Ia berkumpul di antara para kerumunan namun tak membeberkan dari mana ia berasal.



  六祖告眾:「今有盜法者,潛在此會。」
Lalu Patriak ke-6 berkata kepada pasamuan: “Hari ini di dalam kerumunan pasamuan ada seorang pencuri dharma.”

  志誠禪師大駭,出列,禮拜六祖。
Master Zhi Cheng sangat terkejut, ia keluar dari kerumunan dan memberikan penghormatan kepada Patriak ke-6.

  六祖問:「你師如何教你?」
Patriak ke-6 bertanya: “Bagaimana gurumu mengajarimu?”

  志誠答:「住心觀靜,常坐不臥。」
Zhi Cheng menjawabnya: “Menjaga kesucian hati, selalu duduk dan tidak berbaring.”

  六祖說:
Patriak ke-6 menimpalinya:

「住心觀靜,是病非禪。
“Menjaga kesucian hati adalah penyakit, bukan dhyana (Zen).

長坐拘身,於理何益?
Memaksa diri duduk dalam jangka waktu yang lama, cara pikir seperti ini memangnya ada manfaatnya?”

聽吾偈言:『生來坐不臥,死去臥不坐,原是臭骨頭,何為立功過?』」
Dengarkan sajakku ini:
“Seorang yang hidup akan duduk namun tak berbaring (terus-menerus),
Sedangkan orang mati akan berbaring dan tak akan duduk,
Pada tubuh fisik (dengan tulang yang berbau ini),
Di dalamnya mau mencari pahala atau hukuman apa?

[--- Catatan Lotuschef : Menurut pendapatku, sajak ini menunjukkan bahwa tulang-belulang kita juga ilusif dan dibangun dari 4 elemen – Tanah, Air, Api, Angin.
Maka dengan wujud yang ilusif, bagaimana caranya bisa mendapatkan keberhasilan? ---]

  志誠問:「大師以何法教人?」
Zhi Cheng bertanya: Guru besar menggunakan dharma apa untuk mengajar?

  六祖答:
Patriak ke-6 menjawabnya:

「吾若言有法教人,即是誑你。
Kalau aku punya dharma untuk diajarkan ke orang-orang, berarti aku berbohong kepadamu.

修行只是隨方解縛,假名三昧
Melatih diri adalah mengikuti petujuk untuk menyelesaikan persoalan, seakan-akan dinamakan sebagai Samadhi.

再聽吾偈言:『一切無心自性戒,一切無礙自性慧,不增不減自金剛,身去身來本三昧』。」
Dengarkanlah lagi satu sajak berikut:
“Membebaskan pikiran dari segala noda adalah sila esensi pikiran,
Membebaskan pikiran dari segala keruwetan/keraguan adalah dhyana esensi pikiran,
Yang tak bertambah ataupun berkurang adalah Vajra (simbol esensi pikiran),
Datang ataupun pergi adalah fase-fase dari Samadhi.”

  志誠禪師一聽大悟。
Setelah mendengarkan sajak tersebut, Guru Zen Zhi Cheng sangat tercerahkan.

  志誠禪師呈上一偈:
Zhi Cheng dengan penuh hormat mengajukan sebuah sajak:

  五蘊幻身。
Tubuh ini hanyalah ilusif yang tercipta dari lima skandha.

  幻何究竟。
Dan yang ilusif tak ada hubungannya dengan realitas absolut.

  迴趣真如。
Berpikir kalau ada tathata sebagai tujuan tempat kembali.
(Tathata adalah realitas tanpa karakter dalam kodratnya yang tertinggi)

  法還不淨。
Adalah contoh dari dharma yang ternoda.



  我們看了釋迦牟尼佛的「如來無法可說」,及六祖的「有法教人,即是誑你」。

  說來說去。

  二個字:「無法!」

  悟者明白:一切說法,無非「隨方解縛」,一切修行,也是「隨方解縛」,全是方便
Mereka yang tercerahkan akan paham: Segala dharma yang dibabarkan, segala macam sadhana, adalah [Mengikuti petunjuk untuk menyelesaikan persoalan] saja. Semuanya hanyalah metode kemudahan.

  「真如」何有法?

  「真如」何有方?

  「真如」何有縛?
[Kodrat Sejati] memangnya punya dharma apa? Arah apa? Solusi apa?

  這「隨方解縛」又是為了什麼?
Jadi apakah gunanya mengikuti petunjuk untuk menyelesaikan persoalan?

只是「因病治病」而已矣!
Ia hanyalah sebagai [Menggunakan Penyakit untuk mengobati Penyakit]!

  六祖慧能大師的一偈,令我震撼:
Aku sangat tergugah oleh sajak Sang Patriak ke-6, Guru Besar Hui Neng:

  一切無心自性戒!

  一切無礙自性慧!

  不增不減自金剛!

  身去身來本三昧!

  這個偈說的是什麼?
為何「志誠禪師」一聽此偈便大悟了?

  我說無念,你明白嗎?

  我說無礙,你明白嗎?

  我說無生,你明白嗎?

  我說三昧,你明白嗎?

  大家想要開悟,參參這一句:「迴趣真如,法還不淨!」參透了,來告訴我吧!
Kalau kamu ingin tercerahkan, renungkanlah hal berikut:
"Berpikir kalau ada tathata sebagai tujuan tempat kembali. Adalah contoh dari dharma yang ternoda."

~~~~~~~~~~~~

Hahaha!

Sebuah kutipan yang sangat menarik untuk direnungkan!!!

Terjemahkanlah hal berikut dan semoga kamu memahami kata-kata yang Mahaguru Lu ajukan kepadamu. :)

~~~~~~~~~

https://tw.knowledge.yahoo.com/question/question?qid=1011092402547

仁者吉祥:
「迴趣真如,法還不淨」
迴是回歸。趣是趨向。不淨是不對。
就是說如果我們,從五蘊的幻身,想要返回真如的時候。法反而不對。因為墮在法執中。
在虛幻的身心當中,任你如何造作,還是離不開虛幻。
從虛幻的身心迴趣真如,事實上,就是真如也成為虛幻。
謹供參考

2011-09-24 17:10:20 補充

若以生滅的心想去求實相的法。所求得的實相法亦成生滅法。
2011-09-24 17:14:38 補充

用沙煮飯。永遠是沙。不會變成飯。
2011-09-24 17:18:49 補充

以泥為器。器器皆泥。以金作器。器器皆金。
2011-09-24 17:23:18 補充

如是。如是。

~~~~~~~~~~~~

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, March 21, 2015

修行即隨方解縛 Cultivation is to follow the direction to solve matters




English Summary Translation by Lotuschef Lama.
It is best that you do your own translation for a version that best suit you and one that you can comprehend. :)
 

~~~~~~~~~

蓮生活佛 > 師尊文集 > 188_送你一盞明燈


蓮生活佛/文

  佛祖曾如是說:
Buddha has said these before:

  「若人言,如來有所說法,即為謗佛,不能解我所說故。
須菩提,說法者,無法可說,是名說法。」
If anyone said that Tathagata has spoken Dharma, that is defamation, because can't understand or explain what I have said. 
Subhuti, dharma speaker has no dharma to speak of, is termed speaking of dharma.

  釋迦牟尼佛的這句話,悟者明白,未悟者實在不明不白。
These words from Sakyamuni, only those enlightened will understand and those yet to be enlightened truly won't understand.

  請看以下這段公案: 
Please look at the following Koan:

  吉州有位「志誠禪師」,最先在神秀禪師門下參學。
Ji Zhou has a [Zhi Cheng Zen master], at first study under Zen master Shen Xiu (Dharma brother of 6th Zen Master, Hui Neng)

  神秀禪師的門人,常常譏笑南宗的慧能禪師:
Students of Shen Xiu always ridicule those from the southern school under Master hui neng:

  「慧能禪師不識一字,有何所長?」
Hui Neng Zen Master don't know a single word, have what specialty/ability?

  神秀禪師卻說: 
But Master Shen Xiu said:

「他得無師之智,深悟上乘,吾不如也。
He has wisdom without teacher, deeply realised upper yanas, I am not up to his level.

且吾師五祖親付衣法,豈徒然哉!
Moreover, my teacher the 5th Zen Master personally bestow ancestral robe to him, how can he not be worthy!

吾所恨不能遠去親近,虛受國恩,你等諸人無滯於此,可往曹溪質疑。
I grief that I can't personally travel far away to be by his sides, falsely receiving Country's grace, all of you have no need to waste time here, can go to satisfy your doubts in Cao Xi (Place where 6th Master resides)

他日回,當為吾說。」 
When you return, then tell me what you learn.

  志誠禪師聽了,就赴六祖處,隨眾人參請,不說從何而至。
After listening to these words, Master Zhi Cheng went to seek out 6th Master, following many seeking knowledge, but not revealing where he is from.



  六祖告眾:「今有盜法者,潛在此會。」
6th master told the assembly: There is a Dharma thief immersed in today's assembly.

  志誠禪師大駭,出列,禮拜六祖。
Master Zhi Cheng was greatly shocked, he moved out and pay respect to 6th Master.

  六祖問:「你師如何教你?」
6th master asked: How did your teacher teach you?

  志誠答:「住心觀靜,常坐不臥。」
Zhi Cheng answered : Abide Heart observe Silence, often sit but not lying down.

  六祖說:
6th Master said:

「住心觀靜,是病非禪。
Abide heart observe silence is illness not Zen.

長坐拘身,於理何益?
prolong sitting confine or restrict body, this mindset has benefit?

聽吾偈言:『生來坐不臥,死去臥不坐,原是臭骨頭,何為立功過?』」
Listen to my verse: Alive sitting not lying down, Dead lying down not sitting, originally is smelly bones, for what to erect merit or penalty?

Lotuschef: <<My humble opinion: This verse is pointing out that our bones are also illusive and composite of 4 great elements, namely Earth Water Fire Wind. 
Thus with an illusory form, how to have any achievement?>>


  志誠問:「大師以何法教人?」
Zhi Cheng asked: Great master uses what dharma to teach?

  六祖答:
6th master answered:

「吾若言有法教人,即是誑你。
If I have dharma to teach others, that is lying or bluffing you.

修行只是隨方解縛,假名三昧
Cultivation is to follow the direction to solve matters, falsely name Samadhi.

再聽吾偈言:『一切無心自性戒,一切無礙自性慧,不增不減自金剛,身去身來本三昧』。」
Listen to one more verse: Everything without heart self nature discipline, everything without doubt self nature wisdom, no increase nor decrease self of vajra, body go or come originally Samadhi.


  志誠禪師一聽大悟。
After listening to these, Zhi Cheng Zen master greatly enlightened.

  志誠禪師呈上一偈:
Zhi Cheng offered respectfully a verse:

  五蘊幻身。
pañca skandha illusionary body.

  幻何究竟。
what is ultimate of illusion.

  迴趣真如。
Transmigration or return to True nature.

  法還不淨。
Dharma is still not pure.




  我們看了釋迦牟尼佛的「如來無法可說」,及六祖的「有法教人,即是誑你」。

  說來說去。

  二個字:「無法!」

  悟者明白:一切說法,無非「隨方解縛」,一切修行,也是「隨方解縛」,全是方便。
The enlightened ones understand: All dharma spoken or all cultivation are [Follow direction to solve matter] only, all methods of convenience.

  「真如」何有法?

  「真如」何有方?

  「真如」何有縛? 
[True Nature] has what dharma; direction; or solution?


  這「隨方解縛」又是為了什麼?
This follow direction to solve matter is for what?

只是「因病治病」而已矣!
Only for [Illness to treat illness]!

  六祖慧能大師的一偈,令我震撼:
I am greatly moved by 6th Patriarch Great Master Hui Neng's verse:

  一切無心自性戒!

  一切無礙自性慧!

  不增不減自金剛!

  身去身來本三昧!

  這個偈說的是什麼?
為何「志誠禪師」一聽此偈便大悟了?

  我說無念,你明白嗎?

  我說無礙,你明白嗎?

  我說無生,你明白嗎?

  我說三昧,你明白嗎?

  大家想要開悟,參參這一句:「迴趣真如,法還不淨!」參透了,來告訴我吧!
if you want to be enlightened, go figure these: Transmigration or return to True Nature, Dharms is not pure!

~~~~~~~~~~~~

Hahaha! 

A pretty interesting statement to figure!!!

Go translate the following and hope you understand these words that GM Lu posed to you. 
:)

~~~~~~~~~

https://tw.knowledge.yahoo.com/question/question?qid=1011092402547

仁者吉祥:
「迴趣真如,法還不淨」
迴是回歸。趣是趨向。不淨是不對。
就是說如果我們,從五蘊的幻身,想要返回真如的時候。法反而不對。因為墮在法執中。
在虛幻的身心當中,任你如何造作,還是離不開虛幻。
從虛幻的身心迴趣真如,事實上,就是真如也成為虛幻。
謹供參考

2011-09-24 17:10:20 補充

若以生滅的心想去求實相的法。所求得的實相法亦成生滅法。
2011-09-24 17:14:38 補充

用沙煮飯。永遠是沙。不會變成飯。
2011-09-24 17:18:49 補充

以泥為器。器器皆泥。以金作器。器器皆金。
2011-09-24 17:23:18 補充

如是。如是。

~~~~~~~~~~~~

Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, September 26, 2014

Musuh Terbesarmu adalah Dirimu Sendiri


Ditulis oleh Lotuschef – 10 September 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on Your Worst Enemy Is Self



Mengutip dari [Kenapa Kamu Menemui Kebuntuan]:

[--- Musuhmu yang sesungguhnya adalah Kemelekatan dan Keterpakuan – itulah kenapa kamu menemui jalan buntu dalam perjalanan pelatihan dirimu! :)

Bila kamu melihat fotoku yang mengenakan celana panjang di atas, menurutmu:

Apa ada perbedaan dalam Ketulusanku dalam memberikan persembahan?

Apa ada halangan dalam kemampuanku untuk bermeditasi?

Bila kamu ingat yang Guru katakan mengenai pakaian Guru Rinpoche: kain yang beliau kenakan adalah kain bekas untuk membalut mayat khan? ---]

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Dengan tulus berharap semoga saat ini kalian sudah mengikuti ceramah Mahaguru Lu tanggal 7 dan 8 September 2013 kemarin (waktu Seattle).

Beliau mengatakan: Seperti seekor anak ayam, kamu harus menembus keluar dari cangkang telur untuk melihat dunia yang jauh lebih luas!
Mahaguru juga mengatakan bahwa kamu adalah musuh terbesarmu sendiri!
Akupun telah mengatakannya berulang kali!

Hahaha!


Bukannya bersadhana dengan tekun sesuai yang diajarkan Mahaguru, tapi lihatlah apa yang telah kamu lakukan selama ini?

Mereka di dalam Komite Pusat atau orang-orang yang terus-menerus menjalankan perintah dari Komite Pusat – saatnya merenungkan apa yang telah kamu lakukan dalam segi Melatih Diri dan Menyelamatkan Diri dari rantai samsara!

Kamu pasti akan menyadari bahwa kamu Begitunya Terjebak dalam Kekangan Hal-hal Duniawi, dan efek-efek negatifnya telah merintangimu dari Keleluasaan dan Kedamaian untuk bisa bermeditasi dengan baik!

Mahaguru juga katakan kalau kamu orang yang jahat, maka kamu sama sekali tak bisa memasuki tahap Mahayana.
Yang artinya kalau kamu tak bisa melewati Yana ke-3 (Mahayana), mohon tanya bagaimana caranya melaju ke 3 yana dari tahap Vajrayana, dan menyambungnya ke tiga serangkai yana tertinggi (Mahamudra dan Kebuddhaan)?

Oh ya, dan bila kamu jahat dan terus mengulang perbuatan jahatmu, kamu bahkan tak bisa melewati syarat dasar dari Hinayana: tidak mencelakai siapapun!


Dalam perjalananku ke Seattle kali ini, Mahaguru memberiku semua sumber daya yang kubutuhkan dan surplus untuk beramal juga.
Beliau telah melihat melalui mataku akan semua aktivitas Komite Pusat dan para pendukungnya yang tak berguna dan sia-sia ini.

Semuanya itu ada dikatakan dalam ceramah-ceramah beliau, bila saja kamu memperhatikan dan menyadarinya! :)


Orang yang belum bisa melewati tingkat Hinayana lantas memimpin sadhana dan menyelenggarakan upacara?
Mahaguru mengomentari kalau kamu cuman mencari uang saja. Kamu sadarkah?
Tentunya beliau dengan welas asih mengatakannya dengan lunak bahwa harus mengapresiasimu karena telah membabarkan dharma lewat menyelenggarakan upacara.

Hahaha! Mohon tanya, mampukah orang yang belum bisa menyelesaikan tingkat Hinayana dan Mahayana membabarkan buddha dharma yang otentik?
Atau lebih spesifiknya, mampu beryoga dengan Guru dan Yidam lalu memimpin sebuah upacara yang otentik, dan mampu mengundang kehadiran Guru dan Yidam untuk memuliakan upacaramu dan memberkati semua peserta?

Kalau tak mampu, berarti kamu sudah melanggar Sila Berbohong dan Menipu!
Dan kamu juga melanggar Sumpah Samaya dengan menyalahgunakan ajaran-ajaran Gurumu untuk menipu orang-orang!
Menipu adalah salah satu bentuk mencelakai orang!
Sama halnya dengan pencitraan para ahli fengshui dan tukang ramal terhadap Guru mereka: sengaja tidak membuka kedok kalau keahlian mereka ternyata tidak diturunkan dari Sang Guru!
Tapi mereka selalu mempromosikan diri dengan membual tentang Kesaktian Sang Guru!

Wow!
Bukankah aku pernah bilang bahwa kemungkinan besar dulu akulah yang menyusun Sila & Disiplin, saat mengunjungi alam ini di kehidupan lampau?

Kejujuran adalah salah satu unsur Kesucian! :)

Oleh karenanya, apakah kini kamu melihat bahwa Keburukan Sesungguhnya dari Diri Sendiri adalah musuh terbesarmu?
Musuh yang  penuh dengan 3 Racun?
Pertolongan untukmu telah diberikan di artikel sebelum ini!
Bacalah dan segera selamatkan dirimu!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Tuesday, September 2, 2014

Lotuschef Bercakap-cakap – Benar/Salah


Ditulis oleh Lotuschef – 22 Agustus 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Chat – True/False 是/非


Suatu saat di Seattle.
[--- AA: Fashi, XX bilang supaya aku menjauhi Lotuschef, karena ia menjelek-jelekkan Mahaguru.
Lalu kutanya dia apakah sudah benar-benar membaca blogmu atau belum. ---]

Cobalah baca artikel berikut:
The Four Foundations of Tibetan Tantra
How to Develop the Bodhi-Citta

Kedua topik di atas sempat dijadikan bahan diskusi saat acara minum teh di Medan. :)

Seperti halnya dengan kebanyakan karya tulis yang diterjemahkan dari Bahasa Mandarin, beberapa kata menjadi berbeda artinya sesuai dengan gaya si penerjemahnya! :)

Aku ingat sebuah buku dari jaman pra-universitas yang berjudul “Membaca & Memahami”.

Dari pranala pertama di atas:

I.    Berlindung (Bersarana)


Dalam keseluruhan sistem meditasi buddhis, bersarana berada di titik paling awal, meski setelah itu ada ada dua macam pengetahuan yang mengikutinya: kebijaksanaan mendengar (dan membaca) dan berpikir.
Kini, kesalahan dari kebanyakan penganut agama buddha di Timur adalah mereka Bersarana terlebih dulu sebelum mengembangkan dua kebijaksanaan di atas.

Buddha tak begitu saja menerima seorang murid, karena murid yang bersangkutan harus mengenal terlebih dulu beberapa hal dari Ajaran beliau.

Pada kenyataannya, beliau secara pribadi memberikan instruksi kepada mereka yang datang kepada-Nya sebelum menerimanya sebagai murid dan selalu meminta mereka untuk mempelajari dan memahami sepenuhnya apa yang beliau ajarkan.

Beliau tak menyukai iman yang buta (fanatisme), dan di dalam Dharmapada kita juga bisa menemukan banyak instruksi seputar hal ini.

Buddha menyebutkan dua macam instrumen Dharma:
Mereka yang terinspirasi oleh Buddha dan langsung percaya kepada-Nya (araddhaviharin); dan mereka yang di awal belum bersarana, namun mempelajari berbagai macam Ajaran (Dharmaviharin), (seperti yang banyak dilakukan oleh masyarakat Barat, menurut Yogi kita).

Buddha mengatakan bahwa beliau lebih menyukai jenis yang ke-dua (Dharmaviharin) ini.

Karena hal tersebut adalah sebuah karakteristik yang sangat penting dalam agama Buddha yang membedakannya dari sistem-sistem lainnya.
Dalam agama Buddha, seseorang dianjurkan untuk bertanya untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan kecerdasan – kontras sekali dibanding agama-agama lain di mana calon penganut diminta untuk percaya dulu dan menerima dogma-dogma tertentu tanpa syarat.

Orang-orang Barat belajar banyak ajaran buddhis lewat membaca terjemahan naskah suci (Tripitaka).
“Ini tentunya hal yang baik,” komentar Bp. Chen.

Suatu saat aku sangat malu mendengar Ibu Alexandra David-Néel yang memberikan kotbah di Asosiasi Buddhis Sutren.
Di luarannya, ia memuji orang Tionghoa, namun kupikir apa yang ia katakan sungguh merupakan kritik yang tajam.
Ia bilang bahwa sungguh beruntung karena semua orang Tionghoa percaya (memeluk) agama Buddha.
Bahkan semua anak kecil dan wanita di desa yang tak tahu apapun juga memuja Buddha.
Di Barat sama sekali berbeda.
Di sana, hanya ada sedikit pemeluk agama Buddha tapi banyak dari mereka yang merupakan cendekiawan dan filsuf yang mempelajari Ajaran Sang Buddha.

Setelah mengingat-ingat dan menyampaikan pesan dari seorang cendekiawan buddhis besar yang berasal dari Perancis tersebut, Bp. Chen melanjutkan:
Kepercayaan kepada Buddha di benak kebanyakan orang Tionghoa adalah menganggap Buddha sebagai suatu Roh atau Tuhan.
Mereka memuja Buddha seperti mereka memuja Kuan Kung atau dewata-dewata lainnya.
Sebagian besar tak tahu perbedaan antara menghormati seorang dewa dan bersarana kepada Buddha. Di Barat, adalah hal yang bagus sekali karena mereka mendapatkan pengetahuan terlebih dulu sebelum memeluk agama Buddha.

Dari tiga jenis kebijaksanaan, Bersarana termasuk dalam Kebijaksanaan Praktik (bhavanamaya prajna) dan hal tersebut adalah lanjutan dari Kebijaksanaan Mendengar dan Berpikir.
Namun di Timur sungguh menyedihkan, orang-orang menganggap agama Buddha sebagai sekedar kepercayaan umum.
Dalam hal ini, pemeluk agama Buddha dari Barat adalah yang bagus.


Kemudian dari pranala ke-2 di atas:

[Empat Fondasi Tantra Tibet] – CW31 No.70
Appendix II dari Meditasi Buddhis: Sistematis dan Praktis
Oleh C. M. Chen, didokumentasikan oleh Rev. Kantipalo


Bagian I: Apa Yang Dimaksud dengan Bodhi-Citta?


[a] Bodhi-citta adalah sebuah istilah dalam Bahasa Sansekerta yang dipinjam dari posisi konsekuensi (hasil), untuk digunakan di posisi kausal (penyebab) (catatan editor: penjelasan lengkap mengenai posisi  penyebab dan hasil bisa ditemukan di buklet Meditasi Buddhis: Sistematis dan Praktis, karya C. M. Chen.) Bodhi-citta, berarti “sebuah pikiran atau hati yang tercerahkan” atau “kebijaksanaan kesadaran akhir dari seorang buddha yang berada di posisi hasil”, namun ia bisa dipinjam oleh seorang bodhisattva di semua tingkat pengembangan untuk dicontoh dan dipraktikkan dalam posisi penyebab. Oleh karenanya, ia adalah istilah yang sangat penting – di mana setiap praktik agama Buddha dimulai dengannya dan mengarah kepadanya.

[b] Sebuah tulisan dalam Bahasa Mandarin berjudul “Diskriminasi (Pembedaan) antara Kebaikan, Cinta, Welas Asih Agung dan Bodhi-citta” pernah kutulis bertahun-tahun lalu. Ia dipublikasikan di Hong Kong dan dibagikan secara cuma-cuma ke berbagai perpustakaan terkenal di dunia. Aku berharap seseorang akan menerjemahkannya ke dalam Bahasa Inggris suatu saat nanti. Di sini aku hanya menerjemahkan beberapa poin dari tulisan tersebut:

1. Bodhi-citta bukan hanya berupa kebaikan; Bodhi-citta Tindakan (yang diaplikasikan) sudah pasti berhubungan dengan kebaikan, tapi kebaikan tidak bisa disebut sebagai Bodhi-citta karena motif dan konsekuensi dari Bodhi-citta mengarah kepada pencerahan sempurna, sedangkan Kebaikan hanya mengarah pada (kelahiran di) surga saja.

** Komentar: bila melihat [a] dan [b] di atas seperti bertentangan atau kurang jelas. Coba pahamilah. :)


Hahaha!
Banyak murid Aliran Satya Buddha dan ordo-ordo agama buddha lainnya masuk kategori “Bersarana Dulu, tanpa paham apa yang sedang mereka lakukan”!

Salah satu contoh adalah XX di atas yang mengatakan kalau Lotuschef menjelek-jelekkan Mahaguru Lu!

Bukankah XX dan orang-orang yang pikirannya sejenis terlihat jelas tak pernah membaca artikel-artikel tulisan Lotuschef?

Begitulah, ia adalah salah satu orang yang punya sentimen seperti mereka yang berada di tim administrator Satya Buddha.
Doktrin administrator serasa seperti mendikte dan semua orang harus patuh!

Hahaha!
Agama Buddha bukan seperti ini!

Mahaguru Lu juga kembali menekankan dalam berbagai ceramahnya akhir-akhir ini: Melatih diri sepenuhnya bergantung pada diri sendiri!

Kalau kamu tak bersadhana dan melatih pikiranmu untuk mengungkapkan (membuktikan) Tathagatagarbha-mu, maka TAK ADA SIAPAPUN yang bisa melakukannya untukmu!

Beliau juga menambahkan bahwa para murid mulai mendikte dan mengontrolnya!
Di sini memberitahumu bahwa kamu tak boleh mendikte seorang Buddha atau bahkan mencoba mengendalikan-Nya!

Kalau ada siapapun yang mengendalikanmu dan kamu sendiri ternyata juga tak punya pendirian, maka maaf sekali, kamu tak akan bisa melepaskan diri dari belenggu samsara ini!

Dan mereka yang mencoba dan masih mencoba untuk Menyetir seorang Buddha dan orang-orang lain, KAMU pun tak luput dari kekangan samsara ini, tak akan bisa melepas diri!

Oleh karenanya dengan segala kerendahan hati menyarankanmu: “Tamballah” segala kekuranganmu sesegera mungkin!

Oh ya, bila kamu telah bersarana kepada Mahaguru Lu, seorang Buddha Hidup, mohon janganlah menyia-nyiakan kesempatan berharga ini untuk belajar dan melepaskan diri dari belenggu Samsara!

Berbohong atau menyebarkan kebohongan mengenai seseorang bukanlah hal yang dilakukan oleh seorang murid Buddha.
Ia termasuk dalam pelanggaran salah satu sila utama – Berbohong!

Kamu seharusnya sadar bahwa Sila atau Disiplin merupakan panduan untuk Membantumu dalam melatih diri dengan baik juga!
Mereka bukan digunakan untuk menghukum orang-orang!

Dengarkan Mahaguru Lu dengan teliti, dan jangan sampai tersesat!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Tuesday, January 14, 2014

Lotuschef Bermain-main – Terus-menerus melakukan kesalahan besar


Ditulis oleh Lotuschef – 11 Januari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Sentient Blunder Over & Over Again

Image: Tree of Refuge © Rukpa Trust


Aku sedang menonton siaran langsung dan melihat ada sesuatu yang terus-menerus tak dihiraukan atau seperti tak diajarkan sopan santun! :)

Apakah kamu melihat kalau Guru selalu menyebut nama Thubten Ksiti Rinpoche sebelum memulai ceramah dharmanya?

Sayang sekali, di sambutan awal, si emcee acara akan melompat dari setelah menyebut nama Shi-mu langsung ke para VM dan lainnya.

Sambutan tak pernah disampaikan kepada Buddha Hidup kita, Thubten Ksiti Rinpoche!

Ini khan menunjukkan Komite Pusat tak punya sopan santun dan rasa hormat seperti di acara terdahulu saat Bhagawati dari seorang Rinpoche datang mengunjungi Vajragarbha Taiwan?
Beliau tak diberikan penghormatan yang selayaknya sesuai dengan posisinya.

Lihatlah Thubten Ksiti, beliau seharusnya ditempatkan di sebelah Guru, dan Shi-mu selayaknya bergeser untuk memberikan tempat bagi Thubten Ksiti atas nama memberikan penghormatan.

Umur seorang Rinpoche (yang masih muda) bukanlah parameter untuk kemudian memberikannya tempat di posisi yang rendah.

Kamu lihatlah bagaimana mereka meletakkan patung para Buddha dan Bodhisattva di sana.

Hahaha!
Kesalahan besar lagi!

Sila? Disiplin?
Berapa banyak yang mereka benar-benar ketahui?

Dan mereka yang “ditempatkan di lokasi yang salah”, lihat saja seberapa besar rasa tak hormatmu akan berubah menjadi merugikan dirimu sendiri.


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Wednesday, July 3, 2013

Kebijaksanaan yang nampak gila – Persembahan bagi para Sangha


Ditulis oleh Lotuschef – 29 Juni 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Crazy Wisdom – Offering to Sanghas


Baca juga:
Kembali ke dasar – Guru Yoga [2]
Lotuschef Bercakap-cakap – Padmasambhava: Ajaran-ajaran Dakini

Potongan Sampah berikut ini, yang juga dikirimkan oleh seorang Tanpa Nama lagi, kami buang dari kotak komentar!
Hahaha! 

[今天,大部分的大马《真佛宗》僧伽都出席了,但助教的出席率似乎很低。大马有近六十位助教,今天只来了五位,还有很多助教没有出席。这是大马的「全国供僧大法会」,除非你有法务在身,但如果你有时间却没出席,是否犯戒?

我不说,大家自己看《菩萨戒》戒本。在家人如果自觉能力高强而瞧不起出家人,绝对是犯「轻忽罪」。

以前我们还是在家人的时候,对出家人是非常恭敬的!
你恭敬出家人,到最后其实是恭敬你自己!

僧伽持戒忍辱,不能自恃清高 对出家人而言,要一天四座法,天天读戒律,若无特别原因,三衣不离身,若不遵守,也是犯戒。
在家、出家都是平等,在家供养出家人, di 莲厨聊天 - 开悟或开误]

Kira-kira ringkasan di atas sebagai berikut:
Si Tanpa Nama menegur seorang asisten Dharma di Malaysia karena tak menghadiri acara Persembahan untuk Sangha, dan juga mengatakan HAMPIR semua Sangha hadir, namun dari hampir 60 orang asisten dharma, hanya 5 orang saja yang hadir.
Ia melanjutkan lagi bagaimana orang-orang tersebut melanggar disiplin sila dan menyanjung dirinya sendiri yang mengagumkan saat dulu masih menjadi orang awam.
Dilanjutkan lagi dengan menyombongkan diri karena rajin, selalu mematuhi sila, dan juga melatih diri!

(Hahaha! Boss dia menuliskan kalau Tak perlu melatih diri karena selama kamu adalah orang yang memperhatikan Guru, maka kamu pasti “lebih di atas” mereka yang mematuhi sila dan melatih diri dengan baik!)

Orang ini lagi-lagi menekankan Disiplin Sila dan berbagai Hukumannya!!!

Ini kalimat pamungkasnya: 在家、出家都是平等,在家供养出家人 yang berarti orang-orang awam dan Sangha adalah SETARA, dan orang awam harus memberi persembahan kepada para anggota Sangha!

Oh ini mengingatkanku akan seseorang di mana aku dan Guru mengobrol seru mengenai orang ini!


Tahun 2010, aku diminta naik ke lantai paling atas di rumah ibadah YX, dan si VM mulai menyerangku (memarahiku) dengan bertubi-tubi!
Ia menudingku karena Tidak Menerima Persembahan dari umat awam dan JUGA KARENA AKU MENGAJARKAN MEREKA untuk menyalurkan persembahan ke Lotus Light Charity Singapura (badan amal).
Ia katakan: Kamu sih punya Harta, jadi kamu tak butuh lagi (uang dalam kantong angpao), tapi sangshi dan fashi lain membutuhkannya!
Sambil menyambungnya lagi: Apa arti Lotus Light bagimu? Kenapa kamu minta orang-orang untuk memberikan persembahan ke Lotus Light?


Oh, ini orang juga benar-benar mencobaiku, bahkan tanpa mempraktekkan Kesetaraan atau Menghormati orang lain, langsung menganggapku seperti bawahannya sendiri! Selama ini tak memberiku kesempatan untuk menjelaskan apapun dan ia menerima mentah-mentah apapun yang diberitahukan kepadanya sebagai kebenaran yang absolut!

Aku pernah menulis cerita ini sebelumnya! :)


Teman-temanku sekalian yang terkasih, di dalam Tantrayana, kita semua berlatih untuk Menyelamatkan Diri sendiri dan juga insan lain. Bukannya begitu?

Dan yang paling penting, kita belajar untuk MENGENDALIKAN NASIB KITA SENDIRI & MELEPASKAN DIRI DARI SAMSARA, bukan?
Hahaha!

Lalu kenapakah kita perlu memberikan persembahan kepada mereka yang mengaku dirinya sebagai Sangha dan berdandan seperti Sangha, tapi tak SUNGGUH-SUNGGUH BERKELAKUKAN seperti Sangha?!

Ajaran Guru Padmasambhava:
Bila kamu melatih Buddha Dharma dengan tekun, maka kamu sungguh tak perlu kuatir akan pakaian dan makanan, karena mereka akan tersedia bagimu secara alami.
Aku tak pernah mendengar atau melihat Praktisi Dharma yang kelaparan hingga mati.

[diambil dari buku Ajaran-ajaran Dakini]

Menurut Guru Rinpoche, Sungguh Perlukah Memaksa Orang Lain untuk memberi Persembahan kepada Sangha? TIDAK!
 

Guru katakan: Bisa punya waktu untuk mencari kesalahan orang lain seperti yang dilakukan oleh si Tanpa Nama di atas, kenapa (dia) tak merenung saja apakah sudah melatih jalur Mengumpulkan Bekal dengan baik hingga TAK MATI KELAPARAN?

Aku sendiri berpendapat: Aku tak suka orang yang menggunakan disiplin sila di dalam pasamuan buddhis dengan TANPA PANDANG BULU hingga menyebabkan penderitaan bagi orang-orang!

Disiplin sila, menurut Buddha, adalah bagaikan Guru yang Membimbing Diri sepanjang jalan pembelajaran!
Bukan untuk siapapun GUNAKAN untuk menyakiti orang-orang dan membuat mereka menderita!

Kalau harus menggunakan Disiplin Sila terhadap si Tanpa Nama, berarti dia telah melanggar disiplin yang paling penting: TELAH MENYALAHGUNAKAN AJARAN BUDDHA UNTUK MENCELAKAI ORANG-ORANG!

Kesetaraan berarti semua orang adalah setara (sederajat).
Menurut Guru, saat beliau adalah Atisha, beliau belajar Bodhicitta dari guru-nya – Serlingpa.
Salah satu dari ajarannya yang paling luar biasa adalah [Pertukaran kepribadian secara mutual], di mana KAMU bertukar posisi (berempati) dengan orang lain sehingga kamu bisa tahu rasanya berada di posisi MEREKA!

Lagipula setiap orang punya haknya masing-masing untuk menganggap kamu seorang SANGHA SEJATI atau bukan, atau malah gadungan yang berdandan dan mencoba untuk mengeruk harta orang-orang, terus-menerus mengulang Kebohongan atas nama Guru Akar, dan para Buddha!

Hahaha! Betapa menggelikannya!

Omong-omong, VM yang memarahiku, kehilangan rumah ibadahnya karena ditutup oleh otoritas setempat, dan kini “bekerja lepas” atau merana ke mana-mana!

Ingatlah saat Guru Akar berkata: Jalur Mengumpulkan Bekal!
Bila kamu tak memberi, namun mengharap Imbalan, ini sebenarnya kamu malah mengumpulkan sesuatu yang besar dan terus berkembang yang akhirnya kamu harus bayar dalam kehidupan ini atau selanjutnya, di alam samsara manapun kamu nantinya terlahir!


Salam semuanya. Menjalankan disiplin sila bukan seperti yang di dalam pikiran orang-orang yang mengaku dirinya sangha namun tamak dan sesat! :)


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef 


Related Posts: