Showing posts with label shakyamuni. Show all posts
Showing posts with label shakyamuni. Show all posts

Wednesday, November 23, 2016

Lupa Lupa Lupa Lupa Lupa



Karya tulis Mahaguru Lu: 蓮生活佛 > 師尊文集 > 240_打開寶庫之門——盧勝彥的祕密口訣 > 忘忘忘忘忘
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan tambahan anotasi oleh Lotuschef – 21 November 2016
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: 忘忘忘忘忘 Forget Forget Forget Forget Forget




蓮生活佛 > 師尊文集 > 240_打開寶庫之門——盧勝彥的祕密口訣 > 忘忘忘忘忘

釋迦牟尼佛的一生,其重點是在「菩提迦耶」的菩提樹下,面向東方,結跏跌坐,發誓不證菩提,決不起坐。
Semasa kehidupan Buddha Shakyamuni, hal yang terpenting adalah duduk di bawah pohon Bodhi di [Bodh Gaya], menghadap ke arah Timur, dengan pose teratai, bersumpah bila tak merealisasi Bodhi, maka tak akan bangkit dari duduknya.

  後來,於黎明時分,佛陀證知,自己已經斷一切煩惱垢染,明心見性,不必六道輪迴,終於成就無上正等正覺的佛果。
Lalu, saat fajar menyingsing, Buddha benar-benar mencapai Realisasi, Diri sendiri berhasil memotong segala kekuatiran dan pencemaran batin, menyadari kodrat diri sendiri, tidak tunduk pada transmigrasi di dalam 6 alam samsara, akhirnya mencapai anuttara-samyak-sambodhi.

<< [anuttara-samyak-sambodhi [阿耨多羅三藐三菩提・無上正等正覚] (Bhs. Skt; Bhs. Jepang: anokutara-sammyaku-sambodai atau mujo-shoto-shogaku )

Pencerahan terunggul nan sempurna, pencerahan tiada tertandingi dari seorang Buddha.
Anuttara berarti terunggul, tertinggi, tak terbandingkan, tak tertandingi, atau tiada taranya.
Samyak berarti tepat, benar, sesungguhnya, akurat, lengkap, sempurna, dan
Sambodhi berarti pencerahan.
Istilah samyak-sam-bodhi itu sendiri juga digunakan untuk mengekspresikan pencerahan yang sempurna. Bodhi dan sambodhi juga berarti kebijaksanaan atau kebijaksanaan yang sempurna.
Dalam konteks ini, anuttara-samyak-sambodhi berarti kebijaksanaan terunggul nan sempurna. >>

佛陀的初轉法輪是:念住經為代表。
Sang Buddha pertama kali memutar dharmachakra: dilambangkan lewat Mahasatipatthana Sutta.
  苦當知。Harus memahami penderitaan.
  集當斷。Penyebabnya harus dihancurkan.
  滅當證。Harus berhasil menyingkirkannya.
  道當修。Tao (sang jalan) harus dilatih.

  佛陀的二轉法輪:般若經為代表。
Sang Buddha memutar dharmachakra kedua: dilambangkan lewat Mahaprajnaparamita Sutra.
  開悟明心、Hati yang tercerahkan dan tersadarkan,
  般若智慧。prajñāpāramitā.
  六度萬行。Enam Paramita.

  佛陀的三轉法輪:解深密經為代表。
Sang Buddha memutar dharmachakra ketiga: dilambangkan lewat Sadhinirmocana Sutra.
  唯識。Vijñapti-mātratā.
  中觀。Madhyamika.  
        瑜伽。Yoga.
  金剛乘。Vajrayana.

  小乘「上座部」認為佛陀在過去無數世中,是菩薩行、積集二資糧,祂下凡塵娑婆,在菩提迦耶,得道時,才是真正成佛。
Hinayana merasa bahwa Sang Buddha dalam kehidupannya di masa lampau yang tak terhitung banyaknya, telah melatih jalan Bodhisattva, mengumpulkan 2 berkah, BELIAU turun ke dunia Saha di Bodh Gaya, saat berhasil merealisasikan Tao, maka sungguh-sungguh mencapai Kebuddhaan.

  而大乘佛教,是如此認為,過去的佛陀早已成佛,祂下生人間,純屬「遊戲」,示現的原因是教導眾生,凡夫也可以達成圓滿覺悟。
Namun Mahayana menganggap bahwa Sang Buddha di kehidupan lampau-NYA telah mencapai Kebuddhaan, BELIAU turun ke alam samsara hanya untuk [bermain-main/Lila], alasan kehadirannya adalah untuk mengajar para insan, bahwa manusia fana juga bisa merealisasikan Maha Kesempurnaan.

  我個人如此認為: Aku pribadi berpikir bahwa:
  「遊戲」是修行的大口訣,一個行者如果以「遊戲」的心看芸芸眾生,再反觀自己,對一切人、事、物,不會執著。
[Bermain-main] merupakan kunci penting dalam bersadhana. Seorang praktisi bila menggunakan pola pikir [Bermain-main] untuk melihat para insan yang banyaknya tak terhingga, ia kemudian merenungkannya, maka tak akan melekat pada semua insan, persoalan, materi.
  而不執著就是: Dan Tak Melekat berarti:
  「忘忘忘忘忘。……」 [Lupa Lupa Lupa Lupa Lupa. ....]

  這就是「心」「境」皆在。只是不著「心」,不著「境」。
Ini berada di dalam [Hati] [Daerah Kepunyaan]. Hanya saja tak berdiam di dalam keduanya.

  自然,一切都忘了,心無牽掛。
Dengan alamiah, melupakan semuanya, hati tidak melekat pada apapun.

  曾經有一個形容是: Ada sebuah gambaran:
  一個小童子,走入了畫畫的展覽室,小童子繞了一大圈,看了很多世界名畫,看完了,也忘完了。
Seorang anak kecil, memasuki galeri lukisan, ia berjalan mengitari satu putaran besar, melihat banyak lukisan yang terkenal, setelah selesai, ia lupa semuanya.

  這叫「童子觀畫」。Inilah [Anak kecil melihat lukisan].

  雖然看完了全部的名畫,卻沒有一幅畫留在心中。
Meski telah melihat semua lukisan terkenal, namun tak ada satupun yang meninggalkan kesan di dalam hatinya.

  這是「遊戲」也是「忘」。
Inilah [Bermain-main] dan juga [Melupakan].

  如果一位修行人,也能以「遊戲」的心情,來看自己及周遭的環境,凡事「忘卻」,不留心中,就不會影響自己的心,也不會有情緒波濤,妄念也就不會產生了。
Bila seorang praktisi juga menggunakan pola pikir [Bermain-main], untuk melihat dirinya dan sekelilingnya, kemudian [Melupakan] segala persoalan, tak ada yang tinggal di dalam pikirannya, maka hatinya tak akan terpengaruh, emosi/suasana hatinya juga tak akan bergejolak, pikiran buruk tak akan muncul.

  佛「遊戲」示現娑婆,如同「獅子遊戲佛」,遊戲完了,就忘了。
Buddha yang [Bermain-main] menampilkan diri di dunia Saha, mirip dengan [Buddha Singa yang Bermain-main], setelah bermain-main lalu melupakannya.

  「遊戲」是口訣。 [Bermain-main] adalah rumus penting.
  「忘」也是口訣。 [Melupakan] juga adalah rumus penting.

  有一個笑話是: Ada sebuah lelucon:
  情人節與清明節有什麼不同?
Apa bedanya festival Valentine dengan festival Qing-ming?

  答案是: Jawabannya adalah:
  情人節與清明節是「送花」,是一樣的。
Di kedua festival tersebut, ada sebuah kemiripan yaitu [Menghadiahkan Bunga].

  情人節是花真錢買花,送給情人,講了一堆鬼話,給情人聽。
Festival Valentine menggunakan uang asli untuk membeli bunga, dihadiahkan kepada si kekasih, sambil mengutarakan kata-kata omong kosong kepada si kekasih tersebut.

  清明節是燒假錢,送給鬼,講了一堆人話,給鬼聽。
Di Festival qing-ming membakar uang palsu, sebagai hadiah untuk para hantu, sambil mengutarakan kata-kata manusia kepada para hantu.

  哈哈哈!Hahaha!
  看來全是「遊戲」,不要放在「心」上,「忘了」就是了。
Bisa dilihat bahwa semua sedang [Bermain-main], tidak dimasukkan ke dalam [hati], cukup [dilupakan] saja.

  「不忘」是凡夫! [Tidak melupakan] berarti manusia fana!
  「忘」是聖賢啊! [Melupakan] berarti Suciwan!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hahaha!
Mereka yang “mengumbar” rasa tak puas, kebencian, marah, rasa tak suka, … terhadap siapapun, saatnya untuk sadar diri dan selamatkanlah dirimu sendiri!

Semua emosi negatif ini hanyalah Mencelakai Dirimu Sendiri!

Salam Metta,


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Monday, November 21, 2016

忘忘忘忘忘 Forget Forget Forget Forget Forget


Terjemahan Indonesia: Lupa Lupa Lupa Lupa Lupa
English translation by Lama Lotuschef




蓮生活佛 > 師尊文集 > 240_打開寶庫之門——盧勝彥的祕密口訣 > 忘忘忘忘忘

釋迦牟尼佛的一生,其重點是在「菩提迦耶」的菩提樹下,面向東方,結跏跌坐,發誓不證菩提,決不起坐。
In Sakyamuni Buddha's lifetime, the most important is sitting under a Bodhi tree at [Bodh Gaya], facing east, with lotus pose, vow that if don't affirmed Bodhi, won't stand up from seat.

  後來,於黎明時分,佛陀證知,自己已經斷一切煩惱垢染,明心見性,不必六道輪迴,終於成就無上正等正覺的佛果。
Later, at dawn, Buddha affirmed Realisation, Self has severed all worries and impurities, realised own's nature, not subjected to transmigration within the 6 realms of samsara, finally achieved anuttara-samyak-sambodhi.

<< [anuttara-samyak-sambodhi [阿耨多羅三藐三菩提・無上正等正覚] (Skt; Jpn: anokutara-sammyaku-sambodai or mujo-shoto-shogaku )

Supreme perfect enlightenment, the unsurpassed enlightenment of a Buddha. 
Anuttara means supreme, highest, incomparable, unsurpassed, or peerless. 
Samyak means right, correct, true, accurate, complete, or perfect, and 
sambodhi means enlightenment. 
The expression samyak-sam-bodhi by itself is also used to mean perfect enlightenment. Bodhi and sambodhi also mean wisdom or perfect wisdom. 
In this sense, anuttara-samyak-sambodhi means supreme perfect wisdom.>>


佛陀的初轉法輪是:念住經為代表。
Buddha's initial turn of dharmachakra: Mahasatipatthana Sutta as representative.
  苦當知。Suffering must know.
  集當斷。Cause  must break.
  滅當證。Eliminate must affirm.
  道當修。Path must cultivate.

  佛陀的二轉法輪:般若經為代表。
Buddha's second turn of dharmachakra: Mahāprajñāpāramitā Sūtra as representative.
  開悟明心、Enlightened and realised heart,
  般若智慧。Prajñāpāramitā.
  六度萬行。Six Paramitas.

  佛陀的三轉法輪:解深密經為代表。
Buddha's third turn of dharmachakra: Sandhinirmocana Sūtra as representative.
  唯識。Vijñapti-mātratā.
  中觀。Madhyamika. 
        瑜伽。Yoga.
  金剛乘。Vajrayana.

  小乘「上座部」認為佛陀在過去無數世中,是菩薩行、積集二資糧,祂下凡塵娑婆,在菩提迦耶,得道時,才是真正成佛。
Hinayana think that Buddha had in his infinite lifetimes, practiced Boddhisattva ways, accumulated 2 resources, HIS descent to Sentient Saha world at Bodh Gaya, when achieved path, then truly attained Buddhahood.

  而大乘佛教,是如此認為,過去的佛陀早已成佛,祂下生人間,純屬「遊戲」,示現的原因是教導眾生,凡夫也可以達成圓滿覺悟。
But Mahayana think that Buddha in HIS past lifetime has already attained Buddhahood, HIS descent to sentient realm, purely [Play game], the reason for his appearance is to educate sentient beings, that mortals can also attained Maha perfection in realisation.

  我個人如此認為:I personally think that:
  「遊戲」是修行的大口訣,一個行者如果以「遊戲」的心看芸芸眾生,再反觀自己,對一切人、事、物,不會執著。
[Play game] is a great key of cultivation, a cultivator if employ [Play game] mindset to look at numerous sentient beings, then reflect on self, not fixated on all beings, matters, materials.
  而不執著就是:And Not fixated is:
  「忘忘忘忘忘。……」[Forget Forget Forget Forget Forget. ....]

  這就是「心」「境」皆在。只是不著「心」,不著「境」。
This is [Heart] [Territory] also present. only not abiding in both.

  自然,一切都忘了,心無牽掛。
Natural, Forget all, Heart without attachment.

  曾經有一個形容是:There was a description:
  一個小童子,走入了畫畫的展覽室,小童子繞了一大圈,看了很多世界名畫,看完了,也忘完了。
A small child, walked into a painting gallery, he circled a big round, saw many famous paintings, after this, completely forget.

  這叫「童子觀畫」。This is [Child see painting].

  雖然看完了全部的名畫,卻沒有一幅畫留在心中。
Although seen all famous paintings, but none left impression in his heart.

  這是「遊戲」也是「忘」。
This is [Play game] and also [Forget].

  如果一位修行人,也能以「遊戲」的心情,來看自己及周遭的環境,凡事「忘卻」,不留心中,就不會影響自己的心,也不會有情緒波濤,妄念也就不會產生了。
If a cultivator also can use [Play game] mindset, to see self and surrounding, [To forget] all matters, not staying in mind, then won't affect own heart, also won't have turbulent emotions/moods, unwholesome thoughts also won't arise.

  佛「遊戲」示現娑婆,如同「獅子遊戲佛」,遊戲完了,就忘了。
Buddha's [Play game] appeared in Saha world, similar to [Lion Play Game Buddha], after playing game, then forget.

  「遊戲」是口訣。[Play game] is a key pointer.
  「忘」也是口訣。[Forget] is also a key pointer.

  有一個笑話是:There is this joke:
  情人節與清明節有什麼不同?
Whats the difference between Valentine festival and Qing-ming festival?

  答案是:The answer is:
  情人節與清明節是「送花」,是一樣的。
For both festivals, the similarity is [Gift of flowers].
  情人節是花真錢買花,送給情人,講了一堆鬼話,給情人聽。
Valentine festival uses real money to buy flowers, gifting to one's valentine, utter a ton of ghost's words to this valentine.

  清明節是燒假錢,送給鬼,講了一堆人話,給鬼聽。
Qing-ming festival is burning fake money, as gifts to ghosts, uttering a ton of human words to the ghosts.

  哈哈哈!Hahaha!
  看來全是「遊戲」,不要放在「心」上,「忘了」就是了。
Can be seen that all [Play game], not keeping in [heart], just [Forget] will do.

  「不忘」是凡夫![Don't forget] is mortal!
  「忘」是聖賢啊![Forget] is Saint!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hahaha!
For those that "harbours" dissatisfaction, hatred, anger, aversions, .... against anyone, best to wake up and save yourself!

All these negative emotions Hurt Self only!


With Metta


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Tuesday, May 19, 2015

Paket Khusus untuk Perayaan Waisak



Ditulis oleh Lotuschef – 19 Mei 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Special Bundles for Vesak Celebration



Pure Karma akan merayakan Festival Waisak dengan 7 sesi mini puja api homa mulai dari 25 Mei 2015 (imlek, hari ke-8 bulan ke-4), hari ulang tahun Buddha Shakyamuni, dan akan berakhir pada 1 Juni 2015 yang bertepatan dengan hari raya Waisak.


Segala macam persembahan untuk Dewa Rejeki 5 Penjuru ataupun 8 Penjuru, akan dibundel bersama kertas persembahan senjata dan campuran kertas-kertas sembahyang yang relevan.

Persembahan senjata akan membantumu dalam melancarkan berbagai urusan bila kamu sedang butuh bantuan dalam proyek yang akan datang, atau sekedar punya persediaan dan siap sedia untuk segala macam urusan. :)


Juga tersedia penyalaan pelita – untuk berbagi Kecermelangan di festival yang penuh keberuntungan ini!

Setiap bundel pelita berisikan sebuah lilin dan sebuah bintang pengabul harapan: SGD 10.

Hanya boleh membuat SATU permohonan saja per bundel.


Jangan lupa akan Para Dewa Bumi dan Arwah pula!
Paket spesial untuk mereka masing-masing seharga SGD 128.
Di sesi lain, paket ini masing-masing seharga SGD 188.

Persembahan khusus untuk Musuh Karma ataupun Roh Janin masing-masing seharga SGD 68.
Untuk yang ini perlu dilakukan sebanyak 3 atau 7 kali.

Semua pendaftaran untuk paket persembahan di Festival Waisak akan ditutup tanggal 30 Mei 2015.
Dipersilakan mendaftar ke: purekarmaservices@gmail.com.


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Special Bundles for Vesak Celebration


Terjemahan Indonesia: Paket Khusus untuk Perayaan Waisak


Pure Karma will celebrate the coming Vesak Festival from 25th May 2015 which is 8th day of Lunar 4th month, the birthday of Sakyamuni Buddha, with 7 mini homas, ending on 1st June 2015, Vesak day proper.


All dedication to 5 Routes or 8 Routes Fortune Deities, bundled with a Weapons filled page & relevant mixed incense paper.

These assortment of weapons will help execute various tasks if you are in need of help for an upcoming project or just want to be equipped and ready for any task. :)


Lighting of lamps also available.
For sharing of Brightness on such an auspicious festival!
Each Lamp bundle consist of one lamp and one wishing star: SGD 10 each.
Make ONE wish per bundle.


Don't forget the Earth Deities and Spirits too!
Special Earth Deities & Spirits bundle at SGD 128 each.
During other events, this bundle is SGD 188 each.

Karmic or Fetus Spirits dedication special at SGD 68 each.
This one has to dedication 3 or 7 times.


All registration for dedication for the Vesak Festival close on 30th May 2015.
Send your registration to: purekarmaservices@gmail.com.


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Thursday, May 14, 2015

7 Sessions of Mini Fire Puja: May 25, 2015 — June 1, 2015



Mini Fire Pujas


Period:

May 25, 2015 — June 1, 2015
Yidams:
The White Maha Padmakumara 大白莲花童子
Shakyamuni Buddha 釋迦牟尼佛
Guru Rinpoche Padmasambhava 莲花生大士

Description (Penjelasan):

These pujas will help to do healing for those with illnesses and also those with Heavy karmic negatives who have already been feeling the effects of karmic retributions.
Those who want to say sorry and repent can also register for these mini homas.

We will also celebrate the birthday of Shakyamuni Buddha in day 8th day of 4th lunar month (greg. on May 25, 2015), and Vesak on the last day of the puja.

Puja api homa ini akan membantu permohonan kesembuhan untuk mereka yang sakit, dan juga untuk mereka dengan Karma Buruk yang berat yang telah merasakan efek pembalasan karma.
Mereka yang hendak memohon maaf dan bertobat juga boleh mendaftar di mini homa ini.

Turut merayakan ulang tahun Buddha Shakyamuni di bulan ke-4 imlek hari ke-8 (kalender gregorian pada 25 Mei 2015), dan Waisak di hari terakhir puja. 

Registration (Pendaftaran):
Opens until further notice. Please register via purekarmaservices@gmail.com.
Telah dibuka hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Silakan mendaftar lewat email ke purekarmaservices@gmail.com.

Sponsor for this fire puja
(Sponsor untuk puja api homa ini):

Minimum per individual: SGD 28/-.
Per individu minimum sebesar SGD 28.

Sponsor for Offerings for Homeless Spirits
(Sponsor persembahan untuk para arwah terlantar):
Any amount is welcome.
Jumlah sukarela.

Special Dedication
(Paket Pelimpahan Pahala Khusus):
Available for these session.
Tersedia untuk sesi-sesi ini. 


Cheers all.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom.

Wednesday, April 8, 2015

Bhiksu Sejati/Palsu? [3]



Ditulis oleh Lotuschef – 28 Maret 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 真/假比丘? True/False Monk? [3]



Baca juga:

[--- Amatilah baik-baik mereka yang menggunakan Doktrin Ajaran demi kepentingan mereka sendiri!
Hahaha! Mereka belum paham dan belum mengaplikasikan apa sesungguhnya Dharma itu!
Mereka masih meributi Supremasi (kekuasaan) atas orang-orang yang mereka anggap sebagai “wong cilik”, bagaikan menendang anjing tak berkerah (berkalung anjing) yang berada di jalanan, namun memuji mereka yang dirantai dan didandani oleh pemiliknya.
Semua ini hanyalah masalah berkuasa dan menjaga kendali atas orang-orang – sebuah hal yang sangat mereka idam-idamkan.

Dalam kata lain: Selalu membuatmu berada di bawah kekuasaan mereka.
Demikianlah aku menyarankanmu untuk mengamat-amati dengan baik para Bhiksu dan Bhiksuni.
Beberapa bhiksu memiliki tingkah laku seperti wanita, dan beberapa bhiksuni terlihat sangat laki-laki.
Padahal saat seseorang melatih diri, ia harus sudah melepaskan pembedaan jenis kelamin sejauh mungkin, ini karena ia akan mampu Berubah Kapan-pun juga.
Hahaha! Mau percaya ataupun tidak, sungguh terserah kamu.

Tubuh sadhaka sungguh-sungguh mengalami perubahan fisik maupun spiritual seiring dengan pelatihan dirinya. ---]

~~~~~~~~~~~~~

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Kalau kamu paham apa yang terjadi pada diri kita setelah mati, maka kamu akan terbebas dari Kemelekatan dan berbagai pemaksaan kepatuhan akan Aturan & Disiplin Sila menurut interpretasi pribadimu!

Hahaha!

Aku masih ingat insiden di Vajragarbha Xiang Hua sebelum Mahaguru Lu datang.
Bhiksu Z yang datang terlambat mengambil sebuah kursi tanpa menghiraukan mereka yang telah duduk di area sana. Ia bergerak dengan cepat sambil membawa kursi tersebut dan menyenggol Bhiksuni Y dengan cukup keras. Kursi di tangannya hampir saja mengenai kepala Bhiksuni Y.

Saat Bhiksuni Y memberitahunya untuk berhati-hati, Bhiksu X membelalak dengan marahnya dan dengan gaya yang merendahkan berkata ke Bhiksuni Y “Betapa beraninya dia, seorang bhiksuni, mengkritiknya, seorang Bhiksu!”.

Aku sudah pernah menuliskan hal tersebut di dalam blog.

Itu seputar 8 Praktik Menghargai (Menghormati) ~ 八敬法, di masa Buddha Shakyamuni.

Hahaha!

Disiplin di dalam Agama Buddha, adalah Panduan bagi Diri Sendiri, demi mencegah diri supaya tak melenceng dari Jalan Bodhi!

Ia yang mencoba menggunakannya untuk menekan, mengontrol ataupun mendikte orang-orang sungguhlah Bhiksu atau Bhiksuni yang Palsu!

Lagipula, bila telah ditahbiskan lebih lama dibanding orang-orang lainnya, namun ternyata tak menunjukkan hasil kinerja yang baik dalam pelatihan diri, maka para reverend ini jugalah Palsu!

Menurutmu mengapa Mahaguru Lu mengumumkan mereka yang berhasil di dalam sadhana-nya, dan para yogi ini adalah umat awam pula!

Demi menunjukkan bahwa ditahbiskan bukan secara otomatis menjadi Yogi yang Sejati!

Setelah lama ditahbiskan, katakanlah lebih dari 10 tahun, kalau kamu masih “Penuh Dengan Dirimu Sendiri”, penuh dengan berbagai racun sifat manusia yang tak bajik, maka Kamu adalah sebuah kegagalan besar!

Oleh karenanya di sini dengan segala kerendahan hati, aku menyarankan supaya Kamu tutup mulut saja dan jangan menyombongkan diri. Gunakanlah waktumu dengan baik untuk tekun dalam bersadhana!

Bukankah sangat menyedihkan kalau kamu menyia-nyiakan hidupmu sebagai Manusia?

Mahaguru Lu bilang kalau beliau sangat sedih melihat mereka yang terjatuh ke dalam Neraka ataupun Neraka Vajra sampai-sampai sudah tak mungkin diselamatkan lagi!


Ada yang bertanya: Apakah kamu akan melakukan Penyeberangan Bardo untuk AA?

Jawabku: Tergantung jodoh AA dengan Buddha, bukan terserah aku harus bagaimana.

Melihat fotonya, AA telah berubah drastis ke arah negatif dan pasti terjatuh ke Neraka.

Kita tak boleh turut campur dengan Jalan Karma siapapun!


Mengenai Kesaktian Astral (Transendental)?
Tidak! Tak boleh digunakan bila si subjek tak punya ketulusan dalam Bertobat!

Lalu bagaimana halnya dengan 49 hari masa peralihan Bardo?
Kalau jodohnya muncul, setelah 49 hari nanti kita juga bisa menyeberangkan para arwah dengan mudah!


Mahaguru Lu setelah upacara homa sering kali mengatakan: Si ini dan itu datang dan berjalan ke dalam Api Homa, mereka menjadi Bersih dan Terseberangkan!

Jadi mereka yang berjodoh boleh datang ke upacara Homa yang kita adakan, akan menjadi Bersih dan Terseberangkan pula! :)

Amatilah dengan baik api-api Homa yang ada, di sana kamu bisa melihat wujud-wujud berbagai roh juga!

Namun kamu harus Bijak, karena hanya Yogi Sejati yang mampu mengundang kehadiran para dewata untuk memuliakan upacara yang diadakan, untuk mendatangkan Berkat dan melakukan Penyeberangan Bardo!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Bhiksu Sejati/Palsu? [1]



Ditulis oleh Lotuschef – 22 September 2011
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 真/假比丘? True/False Monk? [1]



Percaya atau tidak, Judul dan beberapa bagian dari isi artikel ini datang dari Mahaguru sekitar dua hari lalu.

Ada orang yang mengingatkanku di sebuah email baru-baru ini mengenai sebuah sila yang menyatakan kalau Bhiksu boleh memarahi Bhiksuni, namun Bhiksuni tak boleh membalasnya.
Dalam konteks ini, berarti para venerable/lama pria punya posisi yang lebih Tinggi dibanding para venerable/lama wanita.

Membuatku ingat akan sebuah insiden dengan situasi yang mirip.

Bhiksuni X sedang bercakap-cakap dengan Bhiksu Y, seorang teman sekelas di sekolah pelatihan agama.

X berkata: Mendoakan yang terbaik untukmu dan mohon gunakan pertimbanganmu sendiri serta jangan biarkan orang-orang lain mendiktemu. Guru kita adalah yang terbaik dan kita hanya mendengarkan beliau satu-satunya.

Y menimpali: Terima kasih atas segala bantuan yang kamu berikan kepadaku selama periode ini.

Bhiksu Z menguping di belakang mereka secara diam-diam tanpa ketahuan.

Mulai dari malam berikutnya, tersebar berita kalau seorang BHIKSUNI memarahi/menguliahi seorang BHIKSU.

Hahaha! Kasihan sekali si bhiksuni pasti akan dihukum berat!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Beberapa waktu lalu, di dalam salah satu ceramah dharmanya, Mahaguru mengatakan bahwa standar-standar tersebut ditetapkan di jaman saat Sang Buddha hidup, sudah lebih dari 2550 tahun lalu.
Dalam pandangan Mahaguru, beliau bilang bahwa Bhiksu dan Bhiksuni adalah setara dan tak dibeda-bedakan.

Seorang teman murid di dalam diskusi baru-baru ini juga mengatakan bahwa beberapa standar tersebut perlu disesuaikan dengan Jaman Modern ini.

Dengarkanlah pandangan dari Mahaguru dan gunakan pengetahuanmu mengenai Jalan Mulia Beruas Delapan sebelum membentuk opini.

Aku akan mempublikasikan pandanganku di artikel Bhiksu Sejati/Palsu [2] setelah mendengarkan masukan darimu semua.
Rancangan teksnya sudah kutulis tapi publikasinya akan bebarengan dengan komentar-komentar dari teman-teman pembaca.

Dengan tulus menunggu berbagai opini dari kawan-kawan semua.


Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School

Saturday, March 28, 2015

真/假比丘? True/False Monk? [3]


    [ Look closely at those that uses Doctrines to get their ways!
    Hahaha! they have yet to understand and apply what Dharma truly is!
    They still think of a Supremacy over others they considered as "lesser beings", like they kick the dog wandering on the streets without a collar but praise the one on a leash all dolled up by its owner.
    It is all about control and maintaining the control they crave so much over others.

    In other words: Keeping you always under their controls.
    I humbly suggest you look closely at the Monks and the Nuns.
    Some monks have a female behavior while some nuns are very male.
    As one cultivate, one already drop the differentiation of Gender far behind as one can Transform at Will.
    Hahaha! Believe it or not, truly up to you.

    One's body truly undergoes physical as well as spiritual changes along the path of cultivation.]

    ~~~~~~~~~~~~~

Dear all,
If you understand what happened to us after dying, then you will be free from Fixation and insisting that the Rules & Disciplines Must be adhered to, As per your Personal Interpretation! 

Hahaha!

I still recall an incident at Xiang Hua LZS before GM Lu's arrival.
Arriving late, monk Z grabbed a chair and regardless of those already sitting, he moved swiftly with that chair and brushed roughly past Nun Y, and the chair in his hand almost hit Nun Y on her head.

When Nun Y told him to watch his way carefully, Monk X glared angrily and condescendingly back at Nun Y then telling her "How dare she a nun voices criticism at him, a Monk".

I have shared this incident in this blog before.

This is about the 8 Respect Practices 八敬法, during Sakyamuni's lifetime.

Hahaha! 

Disciplines in Buddhism, are Guidelines for Self, to prevent One from straying off the Bodhi Path!

Anyone attempting to use these to subdue, control or dictate to others are Truly False Monks or Nuns!

Also, being a ordained longer than others, if not exhibiting any results of due diligence in cultivation, these reverends are False too! 

Now, why did GM Lu bring up those that are successful in cultivation and these yogi are laypersons too!

Being ordained is not an automatic to being a True Yogi!

After a long period of being ordained, say more than 10 years, if you still have lots of or full of Human Traits of the various poisons or non-virtue, You are a great failure!

I humbly suggest that You keep quiet and don't brag, but use your time fruitfully to put diligent efforts in cultivation!

Isn't it real sad to waste your lifetime with a Human Shell away?

As per GM Lu, he is much sadden with those that drop deep into Hell and Timeless Hell at that and impossible to save them!


Someone asked: Are you going to do Bardo delivery for AA?

I said: It depends on Affinity of AA with Buddha, not up to me to choose.

From his photo, AA has already undergone great changes to the negative and bound for Hell.

We do not interfere with anyone's Karmic Course!


Astral or Transcendental Powers? 
No! Can't be use if the subject has no sincerity in Repentance!

The 49 days period of Bardo existence?
If Affinity arises, well after the 49 days, we can deliver these spirits with ease too!


GM Lu said after homa event several times: So and so came and walked into the Homa Fire, got Cleanse and delivered!

So those with Affinity can come to our Homa events, and get Cleanse and Delivered too! :)

Look closely at the Homa fires, you might be able to pick out figures of various spirits too!

But, be Wise, only those True Yogi can invoke the presence of divinities to grace their events and do the necessary in Blessing and Delivery!


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, December 16, 2014

Mengkritik Penyalahgunaan Kesaktian Astral


Dikutip dari dari artikel Mahaguru Lu: 蓮生活佛著作盧勝彥文集184_給你點上心燈訶責神通
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 12 Oktober 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 訶責神通 Vehemently Criticise Astral Power


[--- Catatan Lotuschef: Artikel ini sebagian besar berisi percapakan Zen. Kucoba sebaik mungkin menerjemahkannya secara komprehensif. :)
Atau, kamu bisa menerjemahkannya sendiri. Salam!
---]


蓮生活佛/文

當釋迦如來在世的時候,在整個恆河流域遊方說法,其說法成功的取得巨大影響。
Semasa hidup Tathagata Shakyamuni, beliau melakukan perjalanan di sepanjang sungai Gangga untuk membabarkan Dharma dan berhasil membawa pengaruh yang besar.

佛陀有二件事是反當代習慣而行事:
Namun Buddha punya 2 persoalan yang bertolak belakang dengan berbagai praktik yang telah mengakar pada era tersebut:

一、破四姓階級,主張四姓平等。僧侶、貴族、商人、奴隸的平等。
1. Memecah sistem 4 kasta dan menyetarakan semua kelas: Brahmana (rohaniawan), Ksatriya (aristokrat), Waisya (pedagang), Sudra (budak) – semuanya setara.

二、接受了女子進入僧團,但比丘尼規定比男僧人的戒律更嚴格多倍。
2. Menerima kaum wanita ke dalam pasamuan Sangha, tapi Bhiksuni dikenakan banyak sila yang sangat ketat dibanding para bhiksu.

佛陀由於信眾大增,佛法又殊勝,又反當代習慣而行事,當然激起了對立(其他教派)的嫉妒與敵視,諸多的譭謗及暗算,很多陰謀也因此而設計了出來。
Berhubung para pengikut Sang Buddha bertambah banyak, dan Buddha Dharma sendiri juga sungguh luar biasa dan unggul, ditambah lagi dengan menggulingkan praktik yang telah mengakar di jaman tersebut, secara alami pasti mendatangkan banyak kedengkian dan kebencian dari berbagai sekte yang menentangnya. Dari sana muncul banyak fitnah dan konspirasi.

佛陀有時保持沉默以對,有時也駁斥了其他教派的理論,這是依靠「般若」佛法的價值,用智慧的價值來戰勝對方。
Seringkali, Buddha akan mendiamkan mereka dan kadangkala akan membuktikan kalau ideologi mereka salah. Semua hal tersebut dilakukan dengan menggunakan keunggulan dari kebijaksanaan [Prajna] Buddha Dharma – menggunakan Kebijaksanaan untuk menundukkan lawan.

舍利弗、目揵連等大弟子,也同佛陀一樣,用「般若」去與對立教派辯論。
Sariputra, Maudgalyayana, dan semua murid senior, begitu juga dengan Sang Buddha sendiri, menggunakan [Prajna] untuk mendebat sekte-sekte lawan.

佛陀不太主張用「神通力」來炫耀佛法,曾經因此而訶責了「長眉尊者」。
Beliau tak secara luas mendukung penggunaan [Kesaktian Astral] untuk membabarkan Buddha Dharma, dan bahkan sangat mengkritik [Pindola] untuk kasus ini.

(長眉尊者被佛陀訶責,眾所周知)
(Semua orang juga sudah tahu kisah Pindola.)

但,佛陀與諸大弟子,只有在「特殊」的情況之下,才會使用「神通力」,尤其在舍衛城,對付外道六師時,他們曾使用「神通力」。
Namun, Buddha dan semua murid seniornya hanya akan menggunakan [Kesaktian Astral] dalam situasi yang [Di Luar Kebiasaan] saja, terutama di Shravasti saat menghadapi 6 kelompok Tirthika di mana mereka menggunakan [Kesaktian Astral].

神通是有意義的時候才用。
Kesaktian Astral hanya boleh digunakan bila ada Tujuan yang Berarti.

沒有意義的時候不用。
Saat tujuannya tak jelas, jangan digunakan.

畢竟「神通力」不是佛法的「究竟」,只是佛法的方便。
[Kesaktian Astral] bukanlah [Titik Puncak] Buddha Dharma, ia hanyalah sekedar kemudahan dari Buddha Dharma saja.

如同「提婆達多」學神通,卻入了魔道,反而入地獄受苦。
Seperti Dewadatta yang mempelajari [Kemampuan Astral] tapi memasuki jalan yang jahat, pada akhirnya jatuh ke dalam Neraka dan harus menderita di sana.

據我所知,釋迦如來的「神通力」非同小可,舉之如下:
Seperti yang kuketahui, [Kesaktian Astral] Tathagata Shakya tidaklah kecil, sebagai contoh:

一、始成正覺———與四十一位法身大士(無形),講圓滿修多羅的華嚴大法(頓教),這即是大神通力,神祕而不可思議。
1. Pada akhirnya mencapai Realisasi Sejati – dengan 41 Dharmakaya Maha-purisa (gaib, tiada wujud), membabarkan Dharma Agung Avatamsaka dari Buddhatrata (Dharma yang mencerahkan), ini benar-benar Kesaktian Astral nan Agung, begitu misterius.

二、《本行經》中記載,佛渡恆河,有一船夫不載,求渡船資,世尊見一群雁,從恆河南飛恆河北。說偈:
2. [Sutra Buddha-carita-kavya] mencatat hal berikut, seorang pengayuh perahu menolak mengangkut Buddha di sepanjang Sungai Gangga. Ia meminta ongkos untuk mengayuh, dan saat itu Sang Bhagawan melihat sekumpulan angsa liar terbang dari arah Selatan ke Utara Sungai Gangga.
Beliau mengucapkan:

我今應以神通,騰空翱翔猶彼雁。
“Aku harus menggunakan kesaktian astral untuk mengepakkan sayap dan terbang bagaikan angsa-angsa liar di angkasa.”

佛就如此飛過恆河。
Demikianlah Sang Buddha terbang mengarungi Sungai Gangga.

而這船夫,從此對「出家人」,不收船資。
Sejak saat itu, si pengayuh peraru tak lagi meminta ongkos dari [Para Biarawan].

三、《因果經》記載,佛降伏毒龍,佛是為了度「優樓頻螺迦葉」。
世尊入火光三昧,毒龍出煙,世尊出煙;毒龍出火,世尊出火。
迦葉師徒,見世尊,處火不燒,用降毒龍,便皈依了。
3. Di dalam [Sutra Karma] tercatat bahwa Sang Buddha menundukkan naga beracun demi menyelamatkan [Kassapa dari Uruvela]. Sang Bhagavan memasuki Samadhi Sinar Api.
Naga beracun mengeluarkan asap, Sang Bhagavan juga mengeluarkan asap; naga beracun menyemburkan api, Sang Bhagavan juga menyemburkan api.
Kassapa dan para muridnya, begitu melihat Sang Bhagawan tak terbakar oleh sentuhan api tersebut, namun menggunakannya untuk menundukkan si naga, mereka langsung bersarana.


四、《普曜經》記載,世尊至尼連禪河,佛以神通,斷水令住,使水分開,而行其中。於是度五百人。
4. Di dalam [Sutra Lalitavistara] tercatat bahwa Sang Bhagawan tiba di Sungai Nairanjanadi, dengan menggunakan Kesaktian Astralnya beliau memecah air sungai dan memerintahkannya untuk diam di tempat. Demikianlah sungai tersebut terbelah dan orang-orang bisa berjalan di dasarannya. Dengan ini 500 orang terselamatkan.

五、《寶藏經》記載,佛度難陀,難陀不捨夫人之美,佛以神通帶入天中,見天女之美,又帶入地獄,謂天福享盡,則入地獄,難陀見之,才出家。
5. [Sutra Aneka Ratna] (masuk dalam klasifikasi Agama) mencatat bahwa Sang Buddha menyelamatkan Sundarananda. Saat itu Sundarananda ragu-ragu untuk meninggalkan istrinya yang cantik.
Buddha menggunakan kesaktian astralnya dan membawanya ke surga. Di sana Sundarananda melihat kecantikan alam surga, dan setelah itu membawanya menuju neraka, di mana Buddha menjelaskan saat pahala surgawi sudah habis maka pasti jatuh ke neraka.
Saat melihat semuanya itu, Sundarananda memutuskan untuk ditahbiskan.

六、《月光童子經》記載,「申日長者」用毒飯害佛陀,佛放威光,令其心服,並化六師,及九十六種外道,放大光明,火坑成水池,出大蓮花,毒飯變無毒。度多人皈依。
6. [Sutra Kumara Cahaya Bulan] mencatat tentang Senior Shen-ri yang menggunakan beras beracun untuk mencelakai Buddha. Sang Buddha memancarkan sinar kewibawaan, untuk meyakinkannya, juga mengkonversi 6 kelompok dan 96 jenis Thirtika, beliau memancarkan sinar cemerlang yang agung, sehingga tungku api berubah menjadi kolam air, di atasnya muncul sebuah buah teratai besar, dan beras beracun menjadi tak beracun lagi. Dengan ini menyelamatkan banyak orang di mana mereka semua bersarana kepadanya.

七、《賢愚因緣經》記載,六師與佛比試神通。
佛只伸臂,以手按座,有五大神王摧滅六師之座,金剛密跡,以金剛杵出火,擊六師頭,六師徒眾,求哀懺悔。
7. [Sutra Si Bijak dan Si Bodoh] mencatatkan bahwa 6 kelompok Thirtika beradu Kesaktian Astral dengan Buddha. Buddha hanya mengulurkan tangannya saja, dengan tangan tersebut beliau menekan tempat duduknya, dan keenam kelompok Thirtika dihancurkan oleh 5 Raja Langit yang Agung, para Vajra Jejak Rahasia menggunakan Vajra Dorje memancarkan api dan memukul kepala 6 kelompok Thirtika tersebut. Di sini semua guru dan murid tersebut memohon pengampunan dan bertobat kepada Buddha.

八、《寶藏經》記載,佛在拘彌國,有輔相婆羅門,持劍殺佛,佛現神通隱去,飛住虛空,輔相婆羅門,棄劍皈依。
8. [Sutra Aneka Ratna] mencatat saat Buddha sedang berada di Kosambi, ada seorang Brahmana yang meminta bantuan orang-orang bersenjatakan pedang untuk membunuh Buddha. Sang Buddha menampilkan Kesaktian Astral dengan menghilangkan diri dan terbang ke dalam kekosongan semesta. Mereka yang membantu si Brahmana membuang pedang-pedangnya dan bersarana kepada Buddha.

………。

釋迦如來,在諸經典中,為度眾、降伏外道等,示現有意義的神通,不可勝數。
所以神通只為度眾用,降伏外道用,若非如此,不可隨便用也。
Shakya Tathagata, seperti yang tercatat di berbagai sutra, menampilkan tak terhitung banyaknya kesaktian astral yang berguna untuk menyelamatkan para insan, menundukkan para Thirtika, dll.
Demikianlah kesaktian astral digunakan, demi para insan, untuk menundukkan para Thirtika, kalau bukan demikian, mana boleh sembarangan digunakan.

至於,無意義的神通,不可使用,免得使世人迷惑神通,誤入邪徑。
Maka kesaktian astral yang tak berarti tak boleh digunakan, ini untuk mencegah supaya orang-orang awam tak bingung dan berkhayal tentang kesaktian astral, karena ujung-ujungnya bisa jadi menyimpang dan memasuki jalan kejahatan.

~~~~~~~~~~~~~~~~

恒河(梵文:गङ्गा,印地语:गंगा,乌尔都语:گنگا‎(Ganga)IPA: [ˈɡəŋɡaː]( 聆听);泰米尔语:கங்கை,孟加拉语:গঙ্গা Gônga,玄奘译为殑伽河)是南亚的一条主要河流,流经印度北部及孟加拉。恒河源头帕吉勒提河(the Bhagirathi R.)和阿勒格嫩达河(Alaknanda)发源自印度北阿坎德邦的根戈德里等冰川,它横越北印度平原(即恒河平原),流经北方邦,会合其最大支流亚穆纳河,再流经比哈尔邦、西孟加拉邦,最后它分为多条支流注入孟加拉湾,其中一条是加尔各答附近的胡格利河,而主要的一条是进入孟加拉国的帕德玛河,进入孟加拉国后,会合布拉马普特拉河。在孟加拉国境内的下游贾木纳河,注入孟加拉湾,其入海河段称为梅格纳河。支流布拉马普特拉河及其以上部分不算在内,恒河长为2,510公里,流域面积91万平方公里,达国土面积的三分之一,恒河也为世界河水流量前20大的河流之一[4]。恒河流域为世界上最多人口居住的河流流域,共有4亿以上人口居住于恒河流域,人口密度达每平方英里1000人以上[5]。

Gangga, Ganga (Hindi: गंगा; Bengali: গঙ্গা ; Sansekerta: गङ्गा) (pelafalan Hindustani: [ˈɡəŋɡaː] gung-ga), transbatas sungai di Asia yang mengalir melewati India dan Bangladesh. Sungai sepanjang 2525 km ini muncul di Himalaya bagian barat di negara bagian India yang bernama Uttarakhand, dan mengalir ke selatan dan timur melalui Indus Gangga di India Utara menuju ke Bangladesh, dan berakhir di Teluk Bengal. Ia merupakan sungai dengan debit air terbesar ke-tiga.

Gangga mejadi sungai yang paling sakral bagi pemeluk agama Hindu. Ia juga menjadi hal yang tak terpisahkan bagi jutaan penduduk India yang tinggal di sepanjang hamparannya dan bergantung kepadanya untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Di dalam agama Hindu, ia juga dipuja sebagai Dewi Gangga. Ia juga punya aspek historis yang sangat signifikan, dengan banyaknya provinsi atau ibukota kerajaan (seperti Pataliputra, Kannauj, Kara, Kashi, Allahabad, Murshidabad, Munger, Baharampur, Kampilya, dan Kolkata) yang terletak di bantarannya.

Gangga di tahun 2007 masuk peringkat ke-5 sebagai sungai yang paling tercemar di dunia. Polusi tak hanya mengancam manusia saja, tapi juga 140 spesies ikan, 90 spesies amfibi, dan membahayakan lumba-lumba Sungai Gangga. Rencana Aksi Gangga, sebuah inisifatif lingkungan hidup untuk membersihan sungai tersebut selalu saja gagal karena adanya korupsi, kurangnya keahlian teknis, perencanaan lingkungan yang buruk dan juga kurangnya dukungan dari sekte-sekte keagamaan.

~~~~~~~~~~~~

Hahaha!

Whew! Makan waktu 2 jam untuk menerjemahkan artikel ini!

Kuharap teman-teman semua menikmati dan bisa menarik pelajaran dari artikel di atas.

Jangan mengejar Kesaktian Astral!

Di artikel: 自然 Secara Alamiah, dan di dalam berbagai ceramah Mahaguru, kesaktian atau kemampuan astral adalah suatu hal yang akan muncul dengan sendirinya.
Mereka para Bodhisattva di peringkat ke-6 dan di atasnya secara alamiah memiliki kesaktian astral.

Hahaha!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts:


Sunday, October 12, 2014

訶責神通 Vehemently Criticise Astral Power

Terjemahan Indonesia: Mengkritik Penyalahgunaan Kesaktian Astral
Source: 蓮生活佛著作盧勝彥文集184_給你點上心燈訶責神通


English Translation by Lotuschef.
Note: I will try my best to translate comprehensively. :)
Alternatively, you can get the same translated on your own too. Cheers!


蓮生活佛/文

  當釋迦如來在世的時候,在整個恆河流域遊方說法,其說法成功的取得巨大影響。
During Sakyamuni's lifetime, he traveled along the whole Ganges river expounding Dharma, and successfully received great influence.

  佛陀有二件事是反當代習慣而行事: 
Buddha had 2 matters that were anathema to habitual practices of that era:

  一、破四姓階級,主張四姓平等。僧侶、貴族、商人、奴隸的平等。
1. Broke the 4 surname classification (castes), and sanction Equality. Sangha (Brahmans); Aristocrats (Kshatryas); Merchants (Vaisyas); Slaves (Sudras); to be Equal.

  二、接受了女子進入僧團,但比丘尼規定比男僧人的戒律更嚴格多倍。
2. Accepting females into the Sangha Assembly, but Bhikkhuni's has many folds more strict disciplines than those of Bhikkhu's.


  佛陀由於信眾大增,佛法又殊勝,又反當代習慣而行事,當然激起了對立(其他教派)的嫉妒與敵視,諸多的譭謗及暗算,很多陰謀也因此而設計了出來。 
As Buddha's followers increased greatly, and Buddha Dharma being exceptional and supreme, coupled with overthrowing the habitual practices of that era, it naturally drew much jealousy and animosity from opposing sectors, slanders and plots; lots of conspiracies also resulted from these.

  佛陀有時保持沉默以對,有時也駁斥了其他教派的理論,這是依靠「般若」佛法的價值,用智慧的價值來戰勝對方。 
At times, Buddha would maintain a silent stance and at other he would refute their ideology; all these relied on [Prajna] Buddha Dharma's worthiness, employing Wisdom's worth to triumph over the opponents.

  舍利弗、目揵連等大弟子,也同佛陀一樣,用「般若」去與對立教派辯論。
Sariputra, Maudgalyayana, and all senior disciples, did likewise as Buddha, employing [Prajna] to debate with opposing religious sectors.

  佛陀不太主張用「神通力」來炫耀佛法,曾經因此而訶責了「長眉尊者」。
Buddha did not widely encourage the use of [Astral Power] to propagate Buddha Dharma, and had vehemently criticised [Pindola] for this matter.

  (長眉尊者被佛陀訶責,眾所周知) 
(The Pindola story is known to all.)

  但,佛陀與諸大弟子,只有在「特殊」的情況之下,才會使用「神通力」,尤其在舍衛城,對付外道六師時,他們曾使用「神通力」。
However, Buddha and all his senior disciples would only use [Astral Power] in [Extraordinary] circumstances, especially at Shravasti when dealing with the 6 groups of Tirthika where they had used [Astral Power].

  神通是有意義的時候才用。
Astral Power should be use when there is Meaningful Purpose.

  沒有意義的時候不用。
When there is not any meaningful purpose, don't use it.

  畢竟「神通力」不是佛法的「究竟」,只是佛法的方便。
[Astral Power] is not the eventual [Ultimate] of Buddha Dharma, it's only Buddha Dharma's convenience only.

  如同「提婆達多」學神通,卻入了魔道,反而入地獄受苦。
Just like Devadatta who learned [Astral abilities] but entered Evil Path, and instead fell into Hell to suffer.

  據我所知,釋迦如來的「神通力」非同小可,舉之如下:
As per what I know, Sakya Tathagata's [Astral Power] was not small, for example:

  一、始成正覺———與四十一位法身大士(無形),講圓滿修多羅的華嚴大法(頓教),這即是大神通力,神祕而不可思議。
1. Finally attained True Realisation --- with 41 Dharmakaya Maha-purisa (no form), expounding Buddhatrata's Flower Adornment Great Dharma (Enlightening Dharma); this just is Great Astral Power, unfathomably mysterious.

  二、《本行經》中記載,佛渡恆河,有一船夫不載,求渡船資,世尊見一群雁,從恆河南飛恆河北。說偈:
2. [Buddha-carita-kavya sutra] recorded this: a boat-man refused to ferry Buddha across the Ganges, asking for boat-fare, and at that time World Supreme One sighted a flock of wild geese flying from South to North of Ganges river. 
He uttered this verse:

  我今應以神通,騰空翱翔猶彼雁。
"I should use Astral power to spread wings and fly like the Wild Geese in the sky."

  佛就如此飛過恆河。
Thus Buddha flew across the Ganges River.

  而這船夫,從此對「出家人」,不收船資。 
From then on, this boat-man did not ask for fare from [Ordained Personnels] any longer.

  三、《因果經》記載,佛降伏毒龍,佛是為了度「優樓頻螺迦葉」。
世尊入火光三昧,毒龍出煙,世尊出煙;毒龍出火,世尊出火。
迦葉師徒,見世尊,處火不燒,用降毒龍,便皈依了。
 
3. Documented in [the Sutra of Karma], Buddha subdued Poisonous dragon, to succour [Kassapa of Uruvela].
World Supreme One entered into Fire Light Samadhi. 
Poisonous dragon emited smoke, World Supreme One emited smoke; poisonous dragon emitted fire, World Supreme One emitted fire.
Kassapa and his disciples, upon seeing that the World Supreme One did not get burned by the fire's touch, but on the other hand used it to subdue poisonous dragon, they took refuge then.



  四、《普曜經》記載,世尊至尼連禪河,佛以神通,斷水令住,使水分開,而行其中。於是度五百人。
4. [Lalitavistara Sutra] documented, World Supreme One arrived at Nairanjanadi (a river), employing Astral ability, broke the water and order it to stay, thus the river's water parted, and could walk on the river bed. These resulted in succouring 500 people.

  五、《寶藏經》記載,佛度難陀,難陀不捨夫人之美,佛以神通帶入天中,見天女之美,又帶入地獄,謂天福享盡,則入地獄,難陀見之,才出家。 
5. [Precious Collection Sutra / Miscellaneous Jewels Sutra] (classified under the Agama) documented, when Buddha succoured Sundarananda. Sundarananda was reluctant to part with the beauty of his wife. 
Buddha employing astral ability brought him to Heaven and let him see the beauties of the Heaven realm, then journeyed into Hell, explaining when Heavenly merits had been used up, Sundarananda would enter Hell.
Upon seeing these, Sundarananda then became ordained.

  六、《月光童子經》記載,「申日長者」用毒飯害佛陀,佛放威光,令其心服,並化六師,及九十六種外道,放大光明,火坑成水池,出大蓮花,毒飯變無毒。度多人皈依。
6. [Moonlight Kumara Sutra] documented, Senior Shen-ri used poisonous rice in attempt to harm Buddha, Buddha emitted the dominating light, to convince him, and also transformed the 6 masters and 96 categories of Thirtikas; emitting great brightness that the fire pits became water ponds, big lotus appeared, and poisonous rice became not poisonous. This succoured many to take refuge.

  七、《賢愚因緣經》記載,六師與佛比試神通。
佛只伸臂,以手按座,有五大神王摧滅六師之座,金剛密跡,以金剛杵出火,擊六師頭,六師徒眾,求哀懺悔。
[Wise & ignorant relationship sutra / Sutra on The Wise and The Foolish] documented, the 6 groups of Thirtikas competed with Buddha in Astral Power. Buddha only extended his arm, using his hand to press down on his seat and consequently the seats of the 6 groups were disintegrated by 5 big Divine Kings; the Vajras of Secret Trace using Dorje to emit fire, hit the 6 groups' heads, resulting in all teachers and disciples begging for forgiveness in repentance.

  八、《寶藏經》記載,佛在拘彌國,有輔相婆羅門,持劍殺佛,佛現神通隱去,飛住虛空,輔相婆羅門,棄劍皈依。
8. [Precious collection sutra / Miscellaneous Jewels Sutra] documented, when Buddha was in Kosambi, a Brahman had helps from people to wield sword to kill Buddha, Buddha exhibited Astral Power by becoming invisible and flying into the Universal Void; those who helped the Brahman threw away their swords and took refuge.
  ………。

  釋迦如來,在諸經典中,為度眾、降伏外道等,示現有意義的神通,不可勝數。
所以神通只為度眾用,降伏外道用,若非如此,不可隨便用也。
Sakya Tathagata, as documented in many sutras, exhibited countless times with use of meaningful astral powers to succour all beings, to subdue Thirtikas & etc. 
Therefore astral power is used for the sake of all beings, to subdue Thirtikas, if not for these, one cannot any how use it.

  至於,無意義的神通,不可使用,免得使世人迷惑神通,誤入邪徑。
As to Meaningless astral power, one cannot use, this is to prevent causing worldly people from being confused and deluded by astral power, hence mistakenly entering evil pathways.

~~~~~~~~~~~~~~~~
恒河(梵文:गङ्गा,印地语:गंगा,乌尔都语:گنگا‎(Ganga)IPA: [ˈɡəŋɡaː]( 聆听);泰米尔语:கங்கை,孟加拉语:গঙ্গা Gônga,玄奘译为殑伽河)是南亚的一条主要河流,流经印度北部及孟加拉。恒河源头帕吉勒提河(the Bhagirathi R.)和阿勒格嫩达河(Alaknanda)发源自印度北阿坎德邦根戈德里等冰川,它横越北印度平原(即恒河平原),流经北方邦,会合其最大支流亚穆纳河,再流经比哈尔邦西孟加拉邦,最后它分为多条支流注入孟加拉湾,其中一条是加尔各答附近的胡格利河,而主要的一条是进入孟加拉国帕德玛河,进入孟加拉国后,会合布拉马普特拉河。在孟加拉国境内的下游贾木纳河,注入孟加拉湾,其入海河段称为梅格纳河。支流布拉马普特拉河及其以上部分不算在内,恒河长为2,510公里,流域面积91万平方公里,达国土面积的三分之一,恒河也为世界河水流量前20大的河流之一[4]。恒河流域为世界上最多人口居住的河流流域,共有4亿以上人口居住于恒河流域,人口密度达每平方英里1000人以上[5]

The Ganges (/ˈɡænz/ gan-jeez), also Ganga (Hindi: गंगा; Bengali: গঙ্গা ; Sanskrit: गङ्गा) (Hindustani pronunciation: [ˈɡəŋɡaː] gung-ga), is a trans-boundary river of Asia which flows through India and Bangladesh. The 2,525 km (1,569 mi) river rises in the western Himalayas in the Indian state of Uttarakhand, and flows south and east through the Gangetic Plain of North India into Bangladesh, where it empties into the Bay of Bengal. It is the third largest river by discharge.

The Ganges is the most sacred river to Hindus.[4] It is also a lifeline to millions of Indians who live along its course and depend on it for their daily needs.[5] It is worshipped as the goddess Ganga in Hinduism.[6] It has also been important historically, with many former provincial or imperial capitals (such as Pataliputra,[7] Kannauj,[7] Kara, Kashi, Allahabad, Murshidabad, Munger, Baharampur, Kampilya, and Kolkata) located on its banks.

The Ganges was ranked as the fifth most polluted river of the world in 2007.[8] Pollution threatens not only humans, but also more than 140 fish species, 90 amphibian species and the endangered Ganges river dolphin.[8] The Ganga Action Plan, an environmental initiative to clean up the river, has been a major failure thus far,[9][10][11] due to corruption, lack of technical expertise,[12] poor environmental planning,[13] and lack of support from religious

~~~~~~~~~~~~

Hahaha!

Whew! Took me about 2 hours to get this article translated!

I hope you all can enjoy it and learn from it.

Don't chase Astral Powers! 

In the article: 自然 Naturally and in GM's speeches, Astral power or ability is something that occurs or appears naturally.
Those who are in 6th level and above of Boddhisattvahood, naturally have Astral power.

Hahaha!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, July 13, 2013

Yoga Pencapaian Keberhasilan Rahasia Nan Agung

Mahachakravajra Bodhisattva

Artikel Mahaguru Lu Sheng Yan, Buddha Hidup Lian Sheng
Diambil dari Buku No.51 – [無上密與大手印] Mahamudra dan Yoga Tantra Tertinggi
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Cheng Yew Chung, disunting oleh Dance Smith
Dibagikan oleh Lotuschef – 9 Agustus 2011
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: 大轮金刚菩萨 – The Yoga of Great Secret Accomplishment

Image © Vajragarbha Taiwan

Bab 25 – Yoga Pencapaian Keberhasilan Rahasia Nan Agung


Seorang berkebangsaan Rusia meminta temannya untuk menuliskan surat kepadaku atas namanya. Di dalamnya, ia menulis akan niatnya untuk mempelajari ajaran-ajaran Tantra.
Aku terus-menerus memikirkan isi surat tersebut sebelum menolaknya.
Pertama-tama, ia tinggal di kawasan pinggir negara Rusia, dan tak bisa menerima abhiseka pemberkatan secara pribadi (langsung).
Ia hanya menguasai Bahasa Rusia, jadi ada kesenjangan komunikasi di antara kami – di sini harus dilihat bahwa setiap transmisi dharma harus bergantung pada bantuan dari seorang pihak ketiga.
Kedua, tak ada seorangpun dari murid-muridku yang tinggal di daerah orang Rusia ini, jadi tak ada orang yang bisa menyampaikan ajaran-ajaranku kepadanya.
Itulah kenapa hanya ada sedikit manfaat kebaikan bila menerima murid yang terlihat namanya saja (catatan penerjemah: tak bisa hadir secara langsung).

Di Amerika, aku mengajar para murid Barat secara pribadi dan di sana aku bisa memperagakan gerakan-gerakan Tantra kepada mereka.
Beberapa istilah tertentu dalam ranah agama Buddha telah diterjemahkan oleh murid-murid yang bergelar Doktor, yang akan disampaikan kepada para muridku pada saat yang tepat.
Semua murid Barat telah mendapatkan abhiseka pemberkatan secara pribadi.

Kini melihat reputasiku yang telah mencapai tanah Rusia, di sana akan mengalami banyak kesulitan karena murid Rusia akan mengalami hambatan bahasa bila ingin mempelajari sadhana-sadhana Tantra.

Bapak Haruki Kadokawa, seorang pengusaha berkebangsaan Jepang yang memiliki sebuah perusahaan percetakan besar yang bernama Kadokawa Shoten Publishing, telah membaca buku berbahasa Jepang yang berjudul Seorang Santo Berkebangsaan China yang Moderen, dan menyampaikan keinginannya untuk mempublikasikan semua hasil karyaku.
Ia juga berharap untuk bisa belajar ajaran-ajaran Tantra.

Namun kemampuan Bahasa Jepangku juga biasa-biasa saja.
Aku harus meminta bantuan ayahku untuk menjadi penerjemahku, dan ia juga harus terbang dari Taiwan ke Jepang, sementara aku terbang dari Amerika Serikat dan bertemu dengan Bapak Kadokawa di Jepang sebelum aku bisa mentransmisikan ajaran-ajaran rahasia kepadanya.

Aku tak setuju untuk mengajarkan ajaran-ajaran Tantra kepada si orang Rusia ini, tapi ia bersikukuh menulis surat untuk memohon kepadaku melalui temannya.
Akhirnya, aku memutuskan untuk mentransmisikan sebuah mantra dan sebuah mudra kepadanya sehingga ia bisa mulai bersadhana.
Mantra tersebut diterjemahkan dari fonetik Tibet ke Mandarin, dan dari Mandarin ke Bahasa Inggris, dan akhirnya ke Bahasa Rusia.
Aku menggambarkan mudranya dan mengajarkan cara menggunakannya untuk bersadhana.

Metode yang kuajarkan tersebut adalah sadhana pencapaian keberhasilan rahasia nan agung, Yoga Bodhisattva Vajrachakra.

Aku pernah mengatakan bahwa menurut tata cara Tantra, setiap murid resmi dari aliran Vajrayana harus bersarana (berlindung) dan menerima abhiseka pemberkatan.
Semua mudra dan mantra harus diterima melalui transmisi seorang guru, dan tak boleh dilatih hanya karena mempelajarinya dari sebuah buku saja.
Bila si praktisi belum memasuki mandala untuk menerima abhiseka pemberkatan yang bersangkutan, dan sambil lalu membentuk mudra dan melatih sadhananya, hal tersebut sama artinya dengan mencuri dharma, oleh karenanya sadhana apapun yang dilatihnya pasti tak akan membuahkan keberhasilan.

The word secret is involved with the teachings of Tantrayana, the Secret Sect, in which a lengthy period of time is required to properly teach and elucidate the recitations and sadhanas in stages. Most people who are without great wisdom capacity are unable to accept and uphold the vastness of these sadhanas.
This is why initiates must take refuge, receive the appropriate empowerment and receive proper guidance from the master.
Kata rahasia tersebut ada di dalam ajaran-ajaran aliran Tantra, makanya ia disebut Aliran Rahasia, di mana membutuhkan waktu yang lama untuk mengajar dan menjelaskan berbagai metode penjapaan dan sadhana secara bertahap dan tepat. Kebanyakan orang yang tak punya kapasitas kebijaksanaan yang agung pasti tak akan mampu menerima dan menopang keagungan sadhana-sadhana tersebut.
Inilah mengapa orang-orang yang bersungguh-sungguh ingin mempelajarinya harus bersarana, menerima abhiseka pemberkatan yang bersangkutan dan mendapatkan bimbingan yang tepat dari sang guru.

Namun, di daerah Rusia sana tak ada satu orangpun guru, dan lokasinya juga terlalu jauh.
Masih lagi ditambah dengan adanya halangan komunikasi.

Buddha Shakyamuni secara khusus telah mentransmisikan sebuah metode Tantra demi para insan, yaitu Yoga Chakravajradhara (Mahachakravajra).

Di dalam tatacara sadhana tersebut tertulis:
Mengaltarkan sebuah rupang Buddha Shakyamuni.
Bernamaskara di hadapan Sang Buddha.
Memberikan persembahan barang-barang berharga.

Membentuk Mudra Chakravajradhara (Mudra Mahachakravajra):
Jari-jari dari kedua tangan disilangkan dan saling berkaitan di dalam, kecuali jari-jari telunjuk yang berdiri tegak, dan kedua jari tengah merangkul bagian atas kedua jari telunjuk. Kedua ibu jari tegak lurus dan menempel pada jari-jari telunjuk.

Saat membentuk mudra tersebut, bayangkan dengan jelas Buddha Shakyamuni datang menghampirimu sambil membawa sebuah vas untuk memberi abhiseka pemberkatan.

Kemudian japalah Mantra Chakravajradhara/Mahachakravajra [大轮金刚菩萨] sebanyak 21 kali:
NAMAH STRIYA-DHIVIKANAM TATHAGATANAM
OM VIRAJI VIRAJI MAHACAKRA-
VAJRI SATA SATA SARATE SARATE
TRAYI TRAYI VIDHAMANI SAMBHANJANI
TRAMATI SIDDHA-GRIYA TRAM SVAHA

Saat duduk bermeditasi, bayangkan dirimu memasuki hati Buddha Shakyamuni.

Saat sadhana ini digunakan, si praktisi mendapatkan keberhasilan dalam sadhana semua ajaran Tantra yang dilatihnya, dan ia akan mampu memasuki semua mandala.
Bila si praktisi hidup di daerah yang terpencil dan serba sulit di mana tak ada guru yang bisa ditemukan, di mana komunikasi terhambat karena adanya kesenjangan perbedaan bahasa, dan di mana abhiseka pemberkatan tak bisa diberikan, maka Yoga Pencapaian Keberhasilan Rahasia Nan Agung ini akan sangat berguna.
Ia sungguh merupakan pendekatan tercepat yang paling rahasia yang pernah ditransmisikan.

Namun, kalau memang ada seorang guru, lalu tak ada kesenjangan bahasa, dan kamu bisa dengan mudah mendapatkan abhiseka pemberkatan dari seorang guru untuk menerima transmisi dharma, serta memang tak ada alasan untuk menggunakan metode ini, bila kamu tetap menggunakan metode ini dan menolak mencari dharma dari seorang guru dan bersarana kepadanya, maka tak ada satupun dari sadhanamu yang akan mendapatkan kontak batin.

Ada orang yang berkata kepadaku, “Guru Lu, kamu telah membuka sadhana Tantra yang paling rahasia, yang merupakan Lima Inti Batin Rahasia. Sungguh luar biasa. Bahkan Sadhana Chakravajradhara yang tak terlukiskan juga telah dibuka. Membuka tabir sadhana-sadhana Tantra semacam ini pasti akan membangunkan iman orang-orang saat mereka mengetahuinya. Tapi kenapa orang-orang masih tak mempercayaimu dan memfitnahmu?”

“Ha! Ha!” Akupun tertawa, dan menimpalinya, “Sesungguhnya tak ada yang mengejutkan melihat orang-orang yang meragukan dan memfitnahku. Ini khan seperti burung pelatuk (Picidae) yang baru sadar akan keberadaan makanannya setelah ia mematuki kayu, dan seperti belatung yang hanya tahu kebahagiaan dalam geliatannya di dalam kotoran.
Orang-orang yang bernafsu ingin menjadi pejabat pemerintah tak akan menemukan kebahagiaan selain kehidupan politik yang dijalaninya. Sama halnya dengan orang tuli yang tak bisa mendengarkan suara dharma, dan orang buta yang tak bisa melihat (membaca) dharma menakjubkan yang kutulis. Demikianlah halnya dengan mereka yang meragukan dan memfitnahku.”

Dengan menulis buku mengenai Mahamudra ini, aku telah membuka 60% dari realisasi dan pengalaman yang kudapatkan selama masa pelatihan diriku.
Naskah-naskah lainnya sangat jarang membahas sadhana-sadhana Mahamudra sedemikian detilnya, oleh karenanya buku ini sungguh luar biasa.
Saat aku menulis buku mengenai sadhana-sadhana Mahamudra ini, semua bodhisattva memberikan penghormatan mereka kepadaku, dan seorang buddha bahkan berkata, “Saat seseorang menerima dan menjalankan ajaran-ajaran Mahamudra, itu sama halnya dengan dekat denganku dan menyatu denganku. Ini adalah segel dharma yang tersuci di dalam alam semesta.”

Ini adalah Yoga Tantra Tertinggi, Gerbang Tanpa Bentuk yang tiada batasnya. Aku ingat sebuah ayat dari Sutra Avatamsaka yang membahas bagaimana tingkat dharma agung seperti ini sangat sukar untuk dipercayai banyak orang.
Mungkin memang karena keagungannya sehingga insan-insan dunia merasa kesusahan mempercayai dan memahaminya.

Berikut ayatnya:
Berupaya (melatih) Mahayana masihlah mudah
Dibandingkan dengan kesulitan yang lebih besar untuk mempercayai ajaran ini.
Bahkan lebih susah lagi untuk menguasai, menjapa, dan menjelaskannya kepada orang-orang,
Melatihnya sesuai dengan ajaran tersebut dan benar-benar memahaminya.
Menyangga sebuah galaksi di atas kepala
Tanpa bergerak, selama satu eon,
Tidaklah susah
Dibandingkan dengan kemampuan untuk mempercayai ajaran ini.
Menggenggam sepuluh negeri buddha di dalam tanganmu
Dan berdiri di angkasa selama satu eon
Tidaklah susah
Dibandingkan dengan kemampuan untuk mempercayai ajaran ini.
Bila ada orang yang bisa menyediakan bantuan pertolongan selama satu eon
Bagi para insan yang banyaknya bagai atom-atom di sepuluh penjuru,
Maka keunggulan pahalanya masih tak sebanding dengan
Ia yang percaya pada ajaran ini, ia adalah yang terunggul.
Bahkan selama satu eon melayani
Para buddha yang banyaknya bagai atom-atom di sepuluh penjuru,
Pahalanya pasti akan lebih besar, lebih unggul,
Bila ia mampu menjapa (membaca) dan melaksanakan (ajaran) dari buku ini.

Ada satu versi lain lagi untuk Mantra Chakravajradhara:
NAMA STRIYA-DHVIKANAM SARVA TATHAGATANAM
OM VAJRAGNA AKARSAYA SVAHA

Di antara dua versi tersebut, kamu bisa menjapa salah satunya.

Kita bisa membayangkan sebuah titik di sekitar empat jari di bawah chakra pusar, yang menyala dengan api kebijaksanaan, ia membakar semua pikiran yang mengganggu (tak terkendali).
Saat semua yang tercemar telah dibersihkan, maka pikiran akan menjadi bagai angkasa, di mana diri yang suci akan melebur ke dalam alam dharma yang suci.
Dengan pendekatan seperti ini dalam bersadhana, si praktisi akan mampu mendapatkan kontak batin dalam setiap sadhana yang dilatihnya.


Ada yang bertanya kepadaku, “Lian-sheng, apakah kamu benar-benar raja dari segala mantra?”

Aku menimpalinya, “Aku tak ingin disapa dengan gelar ‘Raja’, karena raja dunia ini hanya berkuasa di dunia yang tak kekal, dan oleh karenanya tak luput dari siklus kelahiran dan kematian.
Ia terkekang oleh wilayahnya sendiri, dan menemui banyak halangan dalam perjalanannya.
Meski ia punya berbagai keistimewaan seorang raja, ia tak terbebaskan dari berbagai rintangan dalam kehidupannya.”

Aku melanjutkan dengan berkata, “Sadhana Mahamudra, di dalamnya ada samadhi agung berbagai kekuatan spiritual, di mana si praktisinya akan mampu menembusi semua ajaran dan dogma agama dengan leluasa.
Inilah kondisi leluasa (tanpa rintangan), yang memisahkan realitas nyata dari realitas kasar. Mahamudra sungguhlah titik puncak dari semua dharma, raja dari segala raja, namun tak boleh dilihat dari konteks raja duniawi.”

Dharma dari segala dharma, raja dari segala raja dibuktikan di dalam Alam Kekosongan yang Suci.
Ia adalah kebenaran itu sendiri.

Kesadaran alam semesta yang sudah ada sejak awal tak akan bisa dicemari oleh lima elemen yang kotor.

---

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef