Showing posts with label disiplin. Show all posts
Showing posts with label disiplin. Show all posts

Monday, February 22, 2016

Mengapa Sering [Tidak Berkomentar]



Karya tulis Mahaguru Lu: 蓮生活佛 > 師尊文集 > 74_無形之通 > 為何常『不語』
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan anotasi oleh Lotuschef – 18 Februari 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 為何常『不語』Why Often [No Comment]



Beberapa bagian dipilih dan diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef.

蓮生活佛 > 師尊文集 > 74_無形之通 > 為何常『不語』

對於一些爭辯,我常常保持緘默。
Dalam menyikapi beberapa argumen, aku seringkali diam saja.

對於世人的一些誣陷,一些誤解,一些誹謗,我經常不發一語。
Dalam menyikapi berbagai tuduhan, kesalahpahaman, dan fitnah dari para insan, aku seringkali tak mengucap sepatah katapun.

很多人要我裁決一些問題,指示與指導如何做,我也經常默默無語。
Banyak orang yang menginginkanku mengeluarkan peraturan mengenai masalah-masalah tertentu, memberikan arahan dan perintah mengenai apa yang harus dilakukan, di sini aku juga seringkali bungkam.

很多人要我發出「聲明」或「通告」,我也沒有做。
Banyak orang yang menginginkanku mengeluarkan [Deklarasi] ataupun [Pengumuman], aku juga tak melakukannya.

我常『不語』。不說一句話。
Aku seringkali [Tak Berkomentar]. Tak ingin mengucap sepatah katapun.

為何如此?
Mengapa demikian?

因為這是「不言而教」,「無言勝有言」,是「潛移默化」。
Karena ini adalah [Mengajar tanpa berkata-kata], [Tanpa ucapan yang melampaui ucapan], adalah [pengaruh yang tak kentara untuk diam-diam mempengaruhi].

  每一個星期六,晚上八時,我固定的在雷藏寺講經說法。也曾面對著千萬人的場面開講。這是在美國期間。

  我亦固定每天清晨,寫一篇文章。

  「說法」及「文章」,均是「教導」。
[Ceramah Dharma] dan [Karya Tulis], semuanya ini merupakan [Pengajaran].

  我已經說了如此多的話,寫了如此多的文章,假如還有人不明白,我又有何話可說,不如「不發一語」。
Aku sudah bicara mengenai banyak hal, menulis begitu banyak artikel, kalau masih tak paham, aku harus berkata apa lagi, bukankah lebih baik [tak mengucap apa-apa].

  開悟的人,明白「自然」的道理,也就喜歡「不言而教」與「潛移默化」,這就變成我處理世事的態度了。
Ia yang tercerahkan akan paham arti [Alamiah], juga lebih menyukai [Mengajar tanpa berkata-kata] dan [pengaruh yang tak kentara untuk diam-diam mempengaruhi]. Inilah caraku dalam menghadapi berbagai persoalan duniawi.

  有人要我寫出:
Ada yang menginginkanku menulis:

  「真佛宗的上師戒律」--上師的標準規範。
[Disiplin Sila bagi para Vajra Master Ordo Satya Buddha] --- standar kriteria yang spesifik untuk para Vajra Master.

  「真佛宗戒律」--真佛弟子的戒律。
[Disiplin Sila Ordo Satya Buddha] --- Disiplin Sila untuk para murid Ordo Satya Buddha.

  「真佛宗組織條規」--層層的管制條理。
[Tata tertib organisasi Ordo Satya Buddha] – berlapis-lapis peraturan.

  但是,我認為:
Tapi pertimbanganku adalah:

  我實實在在的不想寫,因為加諸與世人的戒律,實在已經夠多了,人所設定的法律,佛教有形式的條規已經密密麻麻了。
我再寫出「戒律」及「條規」,豈不是令人喘不過氣來嗎?
Aku benar-benar tak ingin menulis, karena hanya akan menambah daftar sila yang telah ada dan sudah cukup banyak dikenakan kepada orang-orang, orang-orang juga sudah membuat banyak peraturan hukum, lagipula peraturan di dalam agama Buddha sudah begitu padat.
Kalau aku menulis tambahan [Sila] dan [Peraturan], bukankah orang-orang malah jadi tercekik?

  我想告訴弟子的是:
Aku hendak memberitahu para murid:

  真佛宗的真正戒律祇有七個字:「順其自然,不妄為。」
Sila sejati Ordo Satya Buddha hanya terdiri dari 7 karakter:
[Biarkan semuanya alamiah, jangan bertindak secara sembarangan.]

  違反戒律就是:「違背自然,太妄為。」
Yang namanya melanggar sila adalah: [Melanggar/bertentangan dengan kodrat, sembarangannya keterlaluan].

  如此而已。
Hanya ini saja.

  這七個字,實在也已經夠多了,算起來,我又多饒舌了一次。
Tujuh karakter ini sudah benar-benar mencukupi, dengan mempertimbangkannya, aku kembali mengulanginya lagi.

  蓮生活佛的常『不語』,是因為「說了也等於白說」,不說反而好。我已經說了很多,再不明白,也沒有辦法。
我對世事已淡然,說與不說,均是一樣。
Buddha Hidup Lian Sheng seringkali [Tak Berkomentar], itu karena [kalau dikatakan juga sia-sia saja], jadi lebih baik tidak berbicara.
Aku sudah banyak berkata-kata, kalau masih tak paham, juga tak bisa ditolong.
Aku tak peduli dengan masalah-masalah duniawi, mau bicara atau tidak, juga sama saja.

  我明白:
Aku sendiri memahami:
  
要犯戒律的,你去說他,他仍然犯戒律。
Kalau memang mau melanggar sila, kamu mau beritahu dia, dia tetap akan melanggar sila.

不犯戒律的,你不去說,他依然守戒律。
Kalau tak bermaksud melanggar sila, kamu tak mengatakan apapun, ia akan selalu mematuhi sila.

  蓮生活佛也不標榜自己是如何的守住戒律,一切的功名也不希罕,心思極為清明,無權也無欲。

  這「活佛」或「宗主」均可拋棄,如同垃圾。
[Buddha Hidup] atau [Pemimpin Ordo] ini bisa dibuang bagaikan sampah.

  也無偽詐。
Tiada tipu muslihat belaka.

「真佛宗」可以消失,也可以存在。
存與不存,隨其「任運」。
[Ordo Satya Buddha] bisa menghilang, juga bisa hadir (ada).
Ada ataupun tiada, biarlah terjadi dengan [leluasa dan alamiah].

  我這是「順其自然」,「不妄為」啊!
Aku memang seperti inilah [biarkan semuanya berjalan dengan alamiah],  [tidak bertindak secara sembarangan]!
    
﹙四﹚

  當我從圓光中昇起,坐八葉蓮花座,在寶蓋華縵的飛舞之中,我結蓮花童子手印,召示大眾:

  人們的追逐名利的太過,是「貪念」太過,人們的混亂與衝突,互鬧互爭,是「瞋心」的太過。
人們的巧詐及偽作,是「癡心」的太過。
這「貪」、「瞋」、「癡」果然是三毒啊!
要消解「貪、瞋、癡」,正是佛教的作為。

  大公無私,是化解「貪」的。
Tidak membeda-bedakan dan tidak egois, adalah untuk mengatasi [Keserakahan].

  順其自然,是化解「瞋」的。
Biarlah semuanya berjalan/terjadi dengan alamiah, adalah untuk mengatasi [Amarah].

  無為而為,是化解「癡」的。
Bertindak tanpa melakukan tindakan, adalah untuk mengatasi [Kebodohan].

  「大日如來」--「佛眼佛母」--「蓮花童子」--「蓮生活佛」。
常坐蓮花座,放大光明照世間,結真實的印契,莊嚴而無語,祇是在這「爭鬥」的人間,再放一次光明吧了!

~~~~~~~~~~~~

蓮生活佛 > 師尊文集 > 74_無形之通 > 天馬行空(序)
一九八八年正月.蓮生活佛于美國華勝頓州雷門市真佛密苑
Artikel ini adalah salah satu dari kumpulan tulisan yang dipublikasikan di awal tahun 1988.

~~~~~~~~~~~~

Rekaman video: 20160116聖尊蓮生活佛盧勝彥法王首次展現「金剛身」演化金剛拳1-TBSN高清版

Rekaman video ini adalah setelah Mahaguru Lu mengomentari orang-orang yang menuduh dirinya lemah dan berbohong tentang kondisi kesehatannya.

~~~~~~~~

Dari artikel-artikel:

Kutipan:

[--- AA: Orang-orang memukul balik dengan sila samaya?
Kemarin aku membaca terjemahan Bahasa Indonesia mengenai Samaya telah dipublikasikan.
Tentang Guru yang memberikan ceramah di tanggal 22 September 2012 setelah acara makan siang di Vajragarbha Seattle.
Mungkin kamu sudah baca versi Mandarinnya.
Inti utamanya yang mungkin aku bisa rangkum adalah “melupakan gurumu”.

......

AA: Oh ini pranalanya dalam Bahasa Mandarin:
http://tbsn.org/chinese2/news.php?id=2402&classid=1
{Komentar per 13 November 2014: Sepertinya pranala di atas sudah tidak aktif lagi! Hahaha!}

.......

LC: Juga tak ada video Guru yang memberikan ceramah pada saat itu. Ini karangan belaka.

[**Berikut ini hanya terjemahan tahap awal saja. Teman-teman pembaca silakan membaca versi aslinya dan menganalisanya sendiri. Gunakanlah pengetahuanmu akan Buddha Dharma dan apa yang Guru telah bagikan. :) ]

  • Tak boleh berbicara lebih dari 3 kata dengan mereka yang mengkhianati Mahaguru!
    [Wah aku mati liao lol!!! Hahaha! Mereka katakan supaya tidak terpengaruh!!!]
  • Memberikan salinan berisi sila-sila kepada semua murid baru.
  • Tak boleh menyentuh Guru dan segala benda miliknya seperti pakaian atau ranjang, dan tak boleh menilai tingkat pelatihan Sang Guru.
  • Mengenai Raja Tibet Trisong Deutsen yang mengkhianati Padmasambhava dan bagaimana ia melepaskan roh banteng merah dari cincinnya sehingga bereinkarnasi menjadi cucunya dan melenyapkan Agama Buddha (di Tibet).
  • Di masa lampau, saat guru tidak menginstruksikan murid untuk membaca suatu buku, maka membaca buku tersebut merupakan pelanggaran sila dan harus bertobat. Guru kita lebih liberal.
  • Mengenai Atisha dan Serlingpa yang saling mempelajari karakter masing-masing sebelum saling menerima; oleh karenanya perlu melakukan pertimbangan dengan baik sebelum berlindung (bersarana) karena setelah bersarana ada sumpah samaya yang harus dijaga.
  • Mereka yang melayani Guru jauh lebih berpahala daripada mereka yang melatih diri dengan baik.
  • Melanggar samaya akan menyebabkan diri terjatuh ke dalam neraka vajra.
  • Selalu pastikan Guru berada di atas kepalamu sebelum memberikan ceramah dharma, bila tidak maka ceramah dharma tak akan berarti.
  • Mereka yang merasa dirinya telah melatih diri dengan baik dan sangat pintar, mereka sudah berada di dalam cengkeraman mara.

Waktu itu aku hanya melihat sepintas saja dan tak ingin membacanya dengan detil karena memang benar-benar bukan dari Guru.
Hahaha!
Komite pusat dan YY ini suka menggunakan kekuasaannya untuk membohongi orang-orang.
Ia berusaha menutupi dirinya yang kurang melatih diri juga.

Hahaha!
Ya kalau melihat ini semua berarti aku terpanggang di dalam neraka dong lol???

Aku juga berbagi ajaran dan wejangan-wejangan emas dari para rinpoche lain! Jadi aku harus digantung?
Buddha tak membuat aturan-aturan seperti ini lol.
Mereka katakan supaya tak terpengaruh!!! Jadi tak ada seorangpun yang akan melatih diri hingga mencapai pencerahan?
Tanpa melewati berbagai rintangan di jalan yang ditempuh, bagaimana bisa belajar dan mengatasinya?


Dibaca-baca lagi, teman-teman pasti tahu ini bukan kata-kata dari Guru, atau orang yang telah tercerahkan!
Sungguh berisi Kekuasaan & Kontrol!

Apakah aku kemudian terpengaruh oleh YC atau bahkan oleh orang-orang yang mengaku dirinya baik?

Hahaha! Artikel yang kutulis mengenai guru yang menempatkan mereka yang beracun di sisinya – pasti akan membuat mereka sungguh jengkel dan ingin membunuhku!

Aku kerasukan setan?
Peduli setan...}

---

Teman-teman pembaca yang terkasih, berapa kali kalian mendengarkan Guru mengatakan: mereka yang melatih diri dengan baik sama halnya dengan berada di sisiku, namun mereka yang secara fisik berada di sebelahku tapi tak melatih diri dengan baik malah sungguh sangat jauh dariku.

Pernyataan Guru tersebut mencoret Pernyataan di poin 7 dan 10 di atas, bukan?

Guru berkata beliau juga membaca banyak buku sebagai rutinitas hariannya juga! Akankah beliau melarang para muridnya untuk melakukan hal yang sama?

Apakah bersarana kepada TBS lantas otakmu tercuci dan hanya menerima masukan dari mereka yang “berakting seperti Guru”? Hahaha! Menggelikan!

Ini mirip sekali dengan Guru yang mempunyai hak cipta atas Buddha Dharma yang dibagikannya?


Akhirnya, karena tak ada rekaman video dari ceramah yang katanya diberikan oleh Guru, maka kembali  pada masing-masing individu, terserah bagaimana kamu memahami poin-poin tersebut. ---]

~~~~~~~~~~~

Teman-temanku sekalian, Mahaguru Lu menulis artikel 為何常『不語』ini dan dipublikasikan di awal tahun 1988.

Komite Pusat mempublikasikan [Guru memberikan ceramah di tanggal 22 September 2012 setelah acara makan siang di Vajragarbha Seattle].

Kemudian juga mempublikasikan berbagai macam pembenaran untuk mengeluarkan Lotuschef!

Semua ini Komite Pusat mengatakan berasal dari pernyataan Mahaguru Lu!

Hahaha!

Bagaimana dengan kebenarannya?
Mahaguru Lu dengan jelas telah mengatakan bahwa Beliau sama sekali tak ingin menulis ataupun membuat berbagai macam sila dan peraturan!

Jadi bila melihat periode publikasi artikel 為何常『不語』ini adalah di awal 1988, dan Komite Pusat mengklaim pada tanggal 22 September 2012 Mahaguru Lu membuat berbagai macam disiplin sila setelah acara makan siang di Vajragarbha Seattle, perbedaan waktunya ada 24 tahun lebih!

Bukankah para anggota Komite Pusat yang juga para murid yang telah menyertai Mahaguru Lu selama lebih dari 24 tahun seharusnya tahu akan sikap Sang Guru Akar?

Hahaha!
Jadi siapa yang tahu guna sila yang sebenarnya?

Lotuschef, seorang murid sejak 2008, ataukah para anggota Komite Pusat, yang sebagian besar adalah para murid veteran?

Sekali lagi, kepada “Tok Chef” dan teman-temannya, Sudah Saatnya Sadar Diri!

Melawan kata-kata Guru Akar Sendiri, ataupun memalsukan pernyataan-Nya hanya untuk mencelakai orang-orang lain, maka kamu-lah sendiri yang pada akhirnya akan bertanggung jawab atas berbagai efek karma yang terjadi!

Apakah kiranya mengeluarkan Lotuschef dari daftar reverend Ordo Satya Buddha versimu akan membantumu?

Oh! Bayangkan bagaimana kamu harus menanggung karmamu karena berbohong kepada Mahaguru Lu sendiri!

Hahaha!
Perlukah Lotuschef menemui Mahaguru Lu secara pribadi untuk menegaskan status reverend-nya ataupun mencari pembenaran?

Mungkinkah pranala menuju Pengumuman Disiplin Sila tanggal 22 September 2014 dihapus? Mengapa tak bisa diakses?

Dan, aku juga baru saja ingat mengenai setumpuk kumpulan peraturan Ordo Satya Buddha yang diberikan oleh Rev. LL kepadaku. Itu sekitar tahun 2010 dan ia memintaku untuk membacanya dan mematuhinya.
Di sana tertulis apa saja yang boleh dilakukan oleh VM, oleh Reverend, dan oleh berbagai tingkat pembabar dharma seperti lektor dharma, pembicara dan asisten, dan juga oleh pengurus rumah ibadah, …
Sama halnya, waktu itu aku merasa hal-hal seperti ini juga merupakan kebohongan belaka!

Aku ingat pernah memberitahu seorang murid mengenai kenapa beberapa ritual tertentu hanya boleh dilakukan oleh VM?
Sebagai contoh: Abhiseka Sarana mewakili Guru Akar; Wenshi; …
Alasan dari pandangan pribadiku: Siapakah kamu saat kamu telah beryoga dengan Guru Akar, Padmakumara Putih? :)

Sebuah kebohongan besar bikinan orang-orang awam, yang dengan pikiran duniawinya mencoba memisahkan, mengendalikan, serta tega merugikan khalayak!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, August 22, 2015

Menyadari Ada Kesulitan, Lalu Mundur Sejenak



Ditulis oleh Lotuschef – 14 Agustus 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 知难而退 Knowing Difficulties,Thus Retreat


Keterangan gambar di atas adalah Buddha dari tanah liat benar-benar menyeberangi sungai yang besar…

Kami sedang mengobrol tentang MENGAPA beberapa orang tetap saja melawan hingga “Titik darah penghabisan”; tak mau menyerah!

Karena Bodoh! Racun utama, salah satu hal yang tak bajik! :)

Seperti halnya di dalam Buddha Dharma, ada banyak konsep/prinsip mendasar yang saling berhubungan, sehingga perlu digunakan secara bergabungan, tak bisa sepotong-sepotong.

Demikianlah dengan Kebodohan, ada banyak ketidakbajikan dan racun yang mencemari pada saat yang bersamaan pula!

Ada yang bertanya: Kenapa mereka tak sadar kalau sedang menciptakan lebih banyak karma buruk?

Hahaha!

Sebuah pertanyaan yang banyak diajukan kepadaku dari waktu ke waktu!

Tapi cobalah renungkan: Kenapa kamu perlu tahu?
DAN: Apakah tindakan nekat mereka ada hubungannya denganmu?

AH …….

Mahaguru Lu memberikan jawabannya baru-baru ini di ceramah-NYA: Disiplin sila digunakan oleh diri sendiri untuk Menyucikan Diri!

Sungguhlah hal ini hanya untuk digunakan oleh masing-masing individu saja!

Oleh karenanya mulai dari saat ini ingatlah agar tidak menggunakan Disiplin Sila untuk pamer, menekan atau mengendalikan orang-orang!

Hahaha!

Mau dengar omonganku atau tidak, sungguh terserah pilihanmu sendiri!

Bijakkah?

Tentunya bila kamu tahu kapan untuk mundur selangkah dan merenungkan apa yang sedang kamu lakukan, masih kamu lakukan, dan berencana untuk lakukan!

退一步,海阔天空!
Mundurlah selangkah, maka laut nampak lebih luas dan langit menjadi bersih!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Wednesday, April 8, 2015

Bhiksu Sejati/Palsu? [3]



Ditulis oleh Lotuschef – 28 Maret 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 真/假比丘? True/False Monk? [3]



Baca juga:

[--- Amatilah baik-baik mereka yang menggunakan Doktrin Ajaran demi kepentingan mereka sendiri!
Hahaha! Mereka belum paham dan belum mengaplikasikan apa sesungguhnya Dharma itu!
Mereka masih meributi Supremasi (kekuasaan) atas orang-orang yang mereka anggap sebagai “wong cilik”, bagaikan menendang anjing tak berkerah (berkalung anjing) yang berada di jalanan, namun memuji mereka yang dirantai dan didandani oleh pemiliknya.
Semua ini hanyalah masalah berkuasa dan menjaga kendali atas orang-orang – sebuah hal yang sangat mereka idam-idamkan.

Dalam kata lain: Selalu membuatmu berada di bawah kekuasaan mereka.
Demikianlah aku menyarankanmu untuk mengamat-amati dengan baik para Bhiksu dan Bhiksuni.
Beberapa bhiksu memiliki tingkah laku seperti wanita, dan beberapa bhiksuni terlihat sangat laki-laki.
Padahal saat seseorang melatih diri, ia harus sudah melepaskan pembedaan jenis kelamin sejauh mungkin, ini karena ia akan mampu Berubah Kapan-pun juga.
Hahaha! Mau percaya ataupun tidak, sungguh terserah kamu.

Tubuh sadhaka sungguh-sungguh mengalami perubahan fisik maupun spiritual seiring dengan pelatihan dirinya. ---]

~~~~~~~~~~~~~

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Kalau kamu paham apa yang terjadi pada diri kita setelah mati, maka kamu akan terbebas dari Kemelekatan dan berbagai pemaksaan kepatuhan akan Aturan & Disiplin Sila menurut interpretasi pribadimu!

Hahaha!

Aku masih ingat insiden di Vajragarbha Xiang Hua sebelum Mahaguru Lu datang.
Bhiksu Z yang datang terlambat mengambil sebuah kursi tanpa menghiraukan mereka yang telah duduk di area sana. Ia bergerak dengan cepat sambil membawa kursi tersebut dan menyenggol Bhiksuni Y dengan cukup keras. Kursi di tangannya hampir saja mengenai kepala Bhiksuni Y.

Saat Bhiksuni Y memberitahunya untuk berhati-hati, Bhiksu X membelalak dengan marahnya dan dengan gaya yang merendahkan berkata ke Bhiksuni Y “Betapa beraninya dia, seorang bhiksuni, mengkritiknya, seorang Bhiksu!”.

Aku sudah pernah menuliskan hal tersebut di dalam blog.

Itu seputar 8 Praktik Menghargai (Menghormati) ~ 八敬法, di masa Buddha Shakyamuni.

Hahaha!

Disiplin di dalam Agama Buddha, adalah Panduan bagi Diri Sendiri, demi mencegah diri supaya tak melenceng dari Jalan Bodhi!

Ia yang mencoba menggunakannya untuk menekan, mengontrol ataupun mendikte orang-orang sungguhlah Bhiksu atau Bhiksuni yang Palsu!

Lagipula, bila telah ditahbiskan lebih lama dibanding orang-orang lainnya, namun ternyata tak menunjukkan hasil kinerja yang baik dalam pelatihan diri, maka para reverend ini jugalah Palsu!

Menurutmu mengapa Mahaguru Lu mengumumkan mereka yang berhasil di dalam sadhana-nya, dan para yogi ini adalah umat awam pula!

Demi menunjukkan bahwa ditahbiskan bukan secara otomatis menjadi Yogi yang Sejati!

Setelah lama ditahbiskan, katakanlah lebih dari 10 tahun, kalau kamu masih “Penuh Dengan Dirimu Sendiri”, penuh dengan berbagai racun sifat manusia yang tak bajik, maka Kamu adalah sebuah kegagalan besar!

Oleh karenanya di sini dengan segala kerendahan hati, aku menyarankan supaya Kamu tutup mulut saja dan jangan menyombongkan diri. Gunakanlah waktumu dengan baik untuk tekun dalam bersadhana!

Bukankah sangat menyedihkan kalau kamu menyia-nyiakan hidupmu sebagai Manusia?

Mahaguru Lu bilang kalau beliau sangat sedih melihat mereka yang terjatuh ke dalam Neraka ataupun Neraka Vajra sampai-sampai sudah tak mungkin diselamatkan lagi!


Ada yang bertanya: Apakah kamu akan melakukan Penyeberangan Bardo untuk AA?

Jawabku: Tergantung jodoh AA dengan Buddha, bukan terserah aku harus bagaimana.

Melihat fotonya, AA telah berubah drastis ke arah negatif dan pasti terjatuh ke Neraka.

Kita tak boleh turut campur dengan Jalan Karma siapapun!


Mengenai Kesaktian Astral (Transendental)?
Tidak! Tak boleh digunakan bila si subjek tak punya ketulusan dalam Bertobat!

Lalu bagaimana halnya dengan 49 hari masa peralihan Bardo?
Kalau jodohnya muncul, setelah 49 hari nanti kita juga bisa menyeberangkan para arwah dengan mudah!


Mahaguru Lu setelah upacara homa sering kali mengatakan: Si ini dan itu datang dan berjalan ke dalam Api Homa, mereka menjadi Bersih dan Terseberangkan!

Jadi mereka yang berjodoh boleh datang ke upacara Homa yang kita adakan, akan menjadi Bersih dan Terseberangkan pula! :)

Amatilah dengan baik api-api Homa yang ada, di sana kamu bisa melihat wujud-wujud berbagai roh juga!

Namun kamu harus Bijak, karena hanya Yogi Sejati yang mampu mengundang kehadiran para dewata untuk memuliakan upacara yang diadakan, untuk mendatangkan Berkat dan melakukan Penyeberangan Bardo!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Bhiksu Sejati/Palsu? [1]



Ditulis oleh Lotuschef – 22 September 2011
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 真/假比丘? True/False Monk? [1]



Percaya atau tidak, Judul dan beberapa bagian dari isi artikel ini datang dari Mahaguru sekitar dua hari lalu.

Ada orang yang mengingatkanku di sebuah email baru-baru ini mengenai sebuah sila yang menyatakan kalau Bhiksu boleh memarahi Bhiksuni, namun Bhiksuni tak boleh membalasnya.
Dalam konteks ini, berarti para venerable/lama pria punya posisi yang lebih Tinggi dibanding para venerable/lama wanita.

Membuatku ingat akan sebuah insiden dengan situasi yang mirip.

Bhiksuni X sedang bercakap-cakap dengan Bhiksu Y, seorang teman sekelas di sekolah pelatihan agama.

X berkata: Mendoakan yang terbaik untukmu dan mohon gunakan pertimbanganmu sendiri serta jangan biarkan orang-orang lain mendiktemu. Guru kita adalah yang terbaik dan kita hanya mendengarkan beliau satu-satunya.

Y menimpali: Terima kasih atas segala bantuan yang kamu berikan kepadaku selama periode ini.

Bhiksu Z menguping di belakang mereka secara diam-diam tanpa ketahuan.

Mulai dari malam berikutnya, tersebar berita kalau seorang BHIKSUNI memarahi/menguliahi seorang BHIKSU.

Hahaha! Kasihan sekali si bhiksuni pasti akan dihukum berat!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Beberapa waktu lalu, di dalam salah satu ceramah dharmanya, Mahaguru mengatakan bahwa standar-standar tersebut ditetapkan di jaman saat Sang Buddha hidup, sudah lebih dari 2550 tahun lalu.
Dalam pandangan Mahaguru, beliau bilang bahwa Bhiksu dan Bhiksuni adalah setara dan tak dibeda-bedakan.

Seorang teman murid di dalam diskusi baru-baru ini juga mengatakan bahwa beberapa standar tersebut perlu disesuaikan dengan Jaman Modern ini.

Dengarkanlah pandangan dari Mahaguru dan gunakan pengetahuanmu mengenai Jalan Mulia Beruas Delapan sebelum membentuk opini.

Aku akan mempublikasikan pandanganku di artikel Bhiksu Sejati/Palsu [2] setelah mendengarkan masukan darimu semua.
Rancangan teksnya sudah kutulis tapi publikasinya akan bebarengan dengan komentar-komentar dari teman-teman pembaca.

Dengan tulus menunggu berbagai opini dari kawan-kawan semua.


Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School

Friday, September 26, 2014

Musuh Terbesarmu adalah Dirimu Sendiri


Ditulis oleh Lotuschef – 10 September 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on Your Worst Enemy Is Self



Mengutip dari [Kenapa Kamu Menemui Kebuntuan]:

[--- Musuhmu yang sesungguhnya adalah Kemelekatan dan Keterpakuan – itulah kenapa kamu menemui jalan buntu dalam perjalanan pelatihan dirimu! :)

Bila kamu melihat fotoku yang mengenakan celana panjang di atas, menurutmu:

Apa ada perbedaan dalam Ketulusanku dalam memberikan persembahan?

Apa ada halangan dalam kemampuanku untuk bermeditasi?

Bila kamu ingat yang Guru katakan mengenai pakaian Guru Rinpoche: kain yang beliau kenakan adalah kain bekas untuk membalut mayat khan? ---]

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Dengan tulus berharap semoga saat ini kalian sudah mengikuti ceramah Mahaguru Lu tanggal 7 dan 8 September 2013 kemarin (waktu Seattle).

Beliau mengatakan: Seperti seekor anak ayam, kamu harus menembus keluar dari cangkang telur untuk melihat dunia yang jauh lebih luas!
Mahaguru juga mengatakan bahwa kamu adalah musuh terbesarmu sendiri!
Akupun telah mengatakannya berulang kali!

Hahaha!


Bukannya bersadhana dengan tekun sesuai yang diajarkan Mahaguru, tapi lihatlah apa yang telah kamu lakukan selama ini?

Mereka di dalam Komite Pusat atau orang-orang yang terus-menerus menjalankan perintah dari Komite Pusat – saatnya merenungkan apa yang telah kamu lakukan dalam segi Melatih Diri dan Menyelamatkan Diri dari rantai samsara!

Kamu pasti akan menyadari bahwa kamu Begitunya Terjebak dalam Kekangan Hal-hal Duniawi, dan efek-efek negatifnya telah merintangimu dari Keleluasaan dan Kedamaian untuk bisa bermeditasi dengan baik!

Mahaguru juga katakan kalau kamu orang yang jahat, maka kamu sama sekali tak bisa memasuki tahap Mahayana.
Yang artinya kalau kamu tak bisa melewati Yana ke-3 (Mahayana), mohon tanya bagaimana caranya melaju ke 3 yana dari tahap Vajrayana, dan menyambungnya ke tiga serangkai yana tertinggi (Mahamudra dan Kebuddhaan)?

Oh ya, dan bila kamu jahat dan terus mengulang perbuatan jahatmu, kamu bahkan tak bisa melewati syarat dasar dari Hinayana: tidak mencelakai siapapun!


Dalam perjalananku ke Seattle kali ini, Mahaguru memberiku semua sumber daya yang kubutuhkan dan surplus untuk beramal juga.
Beliau telah melihat melalui mataku akan semua aktivitas Komite Pusat dan para pendukungnya yang tak berguna dan sia-sia ini.

Semuanya itu ada dikatakan dalam ceramah-ceramah beliau, bila saja kamu memperhatikan dan menyadarinya! :)


Orang yang belum bisa melewati tingkat Hinayana lantas memimpin sadhana dan menyelenggarakan upacara?
Mahaguru mengomentari kalau kamu cuman mencari uang saja. Kamu sadarkah?
Tentunya beliau dengan welas asih mengatakannya dengan lunak bahwa harus mengapresiasimu karena telah membabarkan dharma lewat menyelenggarakan upacara.

Hahaha! Mohon tanya, mampukah orang yang belum bisa menyelesaikan tingkat Hinayana dan Mahayana membabarkan buddha dharma yang otentik?
Atau lebih spesifiknya, mampu beryoga dengan Guru dan Yidam lalu memimpin sebuah upacara yang otentik, dan mampu mengundang kehadiran Guru dan Yidam untuk memuliakan upacaramu dan memberkati semua peserta?

Kalau tak mampu, berarti kamu sudah melanggar Sila Berbohong dan Menipu!
Dan kamu juga melanggar Sumpah Samaya dengan menyalahgunakan ajaran-ajaran Gurumu untuk menipu orang-orang!
Menipu adalah salah satu bentuk mencelakai orang!
Sama halnya dengan pencitraan para ahli fengshui dan tukang ramal terhadap Guru mereka: sengaja tidak membuka kedok kalau keahlian mereka ternyata tidak diturunkan dari Sang Guru!
Tapi mereka selalu mempromosikan diri dengan membual tentang Kesaktian Sang Guru!

Wow!
Bukankah aku pernah bilang bahwa kemungkinan besar dulu akulah yang menyusun Sila & Disiplin, saat mengunjungi alam ini di kehidupan lampau?

Kejujuran adalah salah satu unsur Kesucian! :)

Oleh karenanya, apakah kini kamu melihat bahwa Keburukan Sesungguhnya dari Diri Sendiri adalah musuh terbesarmu?
Musuh yang  penuh dengan 3 Racun?
Pertolongan untukmu telah diberikan di artikel sebelum ini!
Bacalah dan segera selamatkan dirimu!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Tuesday, September 2, 2014

Lotuschef Bercakap-cakap – Benar/Salah


Ditulis oleh Lotuschef – 22 Agustus 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Chat – True/False 是/非


Suatu saat di Seattle.
[--- AA: Fashi, XX bilang supaya aku menjauhi Lotuschef, karena ia menjelek-jelekkan Mahaguru.
Lalu kutanya dia apakah sudah benar-benar membaca blogmu atau belum. ---]

Cobalah baca artikel berikut:
The Four Foundations of Tibetan Tantra
How to Develop the Bodhi-Citta

Kedua topik di atas sempat dijadikan bahan diskusi saat acara minum teh di Medan. :)

Seperti halnya dengan kebanyakan karya tulis yang diterjemahkan dari Bahasa Mandarin, beberapa kata menjadi berbeda artinya sesuai dengan gaya si penerjemahnya! :)

Aku ingat sebuah buku dari jaman pra-universitas yang berjudul “Membaca & Memahami”.

Dari pranala pertama di atas:

I.    Berlindung (Bersarana)


Dalam keseluruhan sistem meditasi buddhis, bersarana berada di titik paling awal, meski setelah itu ada ada dua macam pengetahuan yang mengikutinya: kebijaksanaan mendengar (dan membaca) dan berpikir.
Kini, kesalahan dari kebanyakan penganut agama buddha di Timur adalah mereka Bersarana terlebih dulu sebelum mengembangkan dua kebijaksanaan di atas.

Buddha tak begitu saja menerima seorang murid, karena murid yang bersangkutan harus mengenal terlebih dulu beberapa hal dari Ajaran beliau.

Pada kenyataannya, beliau secara pribadi memberikan instruksi kepada mereka yang datang kepada-Nya sebelum menerimanya sebagai murid dan selalu meminta mereka untuk mempelajari dan memahami sepenuhnya apa yang beliau ajarkan.

Beliau tak menyukai iman yang buta (fanatisme), dan di dalam Dharmapada kita juga bisa menemukan banyak instruksi seputar hal ini.

Buddha menyebutkan dua macam instrumen Dharma:
Mereka yang terinspirasi oleh Buddha dan langsung percaya kepada-Nya (araddhaviharin); dan mereka yang di awal belum bersarana, namun mempelajari berbagai macam Ajaran (Dharmaviharin), (seperti yang banyak dilakukan oleh masyarakat Barat, menurut Yogi kita).

Buddha mengatakan bahwa beliau lebih menyukai jenis yang ke-dua (Dharmaviharin) ini.

Karena hal tersebut adalah sebuah karakteristik yang sangat penting dalam agama Buddha yang membedakannya dari sistem-sistem lainnya.
Dalam agama Buddha, seseorang dianjurkan untuk bertanya untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan kecerdasan – kontras sekali dibanding agama-agama lain di mana calon penganut diminta untuk percaya dulu dan menerima dogma-dogma tertentu tanpa syarat.

Orang-orang Barat belajar banyak ajaran buddhis lewat membaca terjemahan naskah suci (Tripitaka).
“Ini tentunya hal yang baik,” komentar Bp. Chen.

Suatu saat aku sangat malu mendengar Ibu Alexandra David-Néel yang memberikan kotbah di Asosiasi Buddhis Sutren.
Di luarannya, ia memuji orang Tionghoa, namun kupikir apa yang ia katakan sungguh merupakan kritik yang tajam.
Ia bilang bahwa sungguh beruntung karena semua orang Tionghoa percaya (memeluk) agama Buddha.
Bahkan semua anak kecil dan wanita di desa yang tak tahu apapun juga memuja Buddha.
Di Barat sama sekali berbeda.
Di sana, hanya ada sedikit pemeluk agama Buddha tapi banyak dari mereka yang merupakan cendekiawan dan filsuf yang mempelajari Ajaran Sang Buddha.

Setelah mengingat-ingat dan menyampaikan pesan dari seorang cendekiawan buddhis besar yang berasal dari Perancis tersebut, Bp. Chen melanjutkan:
Kepercayaan kepada Buddha di benak kebanyakan orang Tionghoa adalah menganggap Buddha sebagai suatu Roh atau Tuhan.
Mereka memuja Buddha seperti mereka memuja Kuan Kung atau dewata-dewata lainnya.
Sebagian besar tak tahu perbedaan antara menghormati seorang dewa dan bersarana kepada Buddha. Di Barat, adalah hal yang bagus sekali karena mereka mendapatkan pengetahuan terlebih dulu sebelum memeluk agama Buddha.

Dari tiga jenis kebijaksanaan, Bersarana termasuk dalam Kebijaksanaan Praktik (bhavanamaya prajna) dan hal tersebut adalah lanjutan dari Kebijaksanaan Mendengar dan Berpikir.
Namun di Timur sungguh menyedihkan, orang-orang menganggap agama Buddha sebagai sekedar kepercayaan umum.
Dalam hal ini, pemeluk agama Buddha dari Barat adalah yang bagus.


Kemudian dari pranala ke-2 di atas:

[Empat Fondasi Tantra Tibet] – CW31 No.70
Appendix II dari Meditasi Buddhis: Sistematis dan Praktis
Oleh C. M. Chen, didokumentasikan oleh Rev. Kantipalo


Bagian I: Apa Yang Dimaksud dengan Bodhi-Citta?


[a] Bodhi-citta adalah sebuah istilah dalam Bahasa Sansekerta yang dipinjam dari posisi konsekuensi (hasil), untuk digunakan di posisi kausal (penyebab) (catatan editor: penjelasan lengkap mengenai posisi  penyebab dan hasil bisa ditemukan di buklet Meditasi Buddhis: Sistematis dan Praktis, karya C. M. Chen.) Bodhi-citta, berarti “sebuah pikiran atau hati yang tercerahkan” atau “kebijaksanaan kesadaran akhir dari seorang buddha yang berada di posisi hasil”, namun ia bisa dipinjam oleh seorang bodhisattva di semua tingkat pengembangan untuk dicontoh dan dipraktikkan dalam posisi penyebab. Oleh karenanya, ia adalah istilah yang sangat penting – di mana setiap praktik agama Buddha dimulai dengannya dan mengarah kepadanya.

[b] Sebuah tulisan dalam Bahasa Mandarin berjudul “Diskriminasi (Pembedaan) antara Kebaikan, Cinta, Welas Asih Agung dan Bodhi-citta” pernah kutulis bertahun-tahun lalu. Ia dipublikasikan di Hong Kong dan dibagikan secara cuma-cuma ke berbagai perpustakaan terkenal di dunia. Aku berharap seseorang akan menerjemahkannya ke dalam Bahasa Inggris suatu saat nanti. Di sini aku hanya menerjemahkan beberapa poin dari tulisan tersebut:

1. Bodhi-citta bukan hanya berupa kebaikan; Bodhi-citta Tindakan (yang diaplikasikan) sudah pasti berhubungan dengan kebaikan, tapi kebaikan tidak bisa disebut sebagai Bodhi-citta karena motif dan konsekuensi dari Bodhi-citta mengarah kepada pencerahan sempurna, sedangkan Kebaikan hanya mengarah pada (kelahiran di) surga saja.

** Komentar: bila melihat [a] dan [b] di atas seperti bertentangan atau kurang jelas. Coba pahamilah. :)


Hahaha!
Banyak murid Aliran Satya Buddha dan ordo-ordo agama buddha lainnya masuk kategori “Bersarana Dulu, tanpa paham apa yang sedang mereka lakukan”!

Salah satu contoh adalah XX di atas yang mengatakan kalau Lotuschef menjelek-jelekkan Mahaguru Lu!

Bukankah XX dan orang-orang yang pikirannya sejenis terlihat jelas tak pernah membaca artikel-artikel tulisan Lotuschef?

Begitulah, ia adalah salah satu orang yang punya sentimen seperti mereka yang berada di tim administrator Satya Buddha.
Doktrin administrator serasa seperti mendikte dan semua orang harus patuh!

Hahaha!
Agama Buddha bukan seperti ini!

Mahaguru Lu juga kembali menekankan dalam berbagai ceramahnya akhir-akhir ini: Melatih diri sepenuhnya bergantung pada diri sendiri!

Kalau kamu tak bersadhana dan melatih pikiranmu untuk mengungkapkan (membuktikan) Tathagatagarbha-mu, maka TAK ADA SIAPAPUN yang bisa melakukannya untukmu!

Beliau juga menambahkan bahwa para murid mulai mendikte dan mengontrolnya!
Di sini memberitahumu bahwa kamu tak boleh mendikte seorang Buddha atau bahkan mencoba mengendalikan-Nya!

Kalau ada siapapun yang mengendalikanmu dan kamu sendiri ternyata juga tak punya pendirian, maka maaf sekali, kamu tak akan bisa melepaskan diri dari belenggu samsara ini!

Dan mereka yang mencoba dan masih mencoba untuk Menyetir seorang Buddha dan orang-orang lain, KAMU pun tak luput dari kekangan samsara ini, tak akan bisa melepas diri!

Oleh karenanya dengan segala kerendahan hati menyarankanmu: “Tamballah” segala kekuranganmu sesegera mungkin!

Oh ya, bila kamu telah bersarana kepada Mahaguru Lu, seorang Buddha Hidup, mohon janganlah menyia-nyiakan kesempatan berharga ini untuk belajar dan melepaskan diri dari belenggu Samsara!

Berbohong atau menyebarkan kebohongan mengenai seseorang bukanlah hal yang dilakukan oleh seorang murid Buddha.
Ia termasuk dalam pelanggaran salah satu sila utama – Berbohong!

Kamu seharusnya sadar bahwa Sila atau Disiplin merupakan panduan untuk Membantumu dalam melatih diri dengan baik juga!
Mereka bukan digunakan untuk menghukum orang-orang!

Dengarkan Mahaguru Lu dengan teliti, dan jangan sampai tersesat!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Tuesday, January 14, 2014

Lotuschef Bermain-main – Terus-menerus melakukan kesalahan besar


Ditulis oleh Lotuschef – 11 Januari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Sentient Blunder Over & Over Again

Image: Tree of Refuge © Rukpa Trust


Aku sedang menonton siaran langsung dan melihat ada sesuatu yang terus-menerus tak dihiraukan atau seperti tak diajarkan sopan santun! :)

Apakah kamu melihat kalau Guru selalu menyebut nama Thubten Ksiti Rinpoche sebelum memulai ceramah dharmanya?

Sayang sekali, di sambutan awal, si emcee acara akan melompat dari setelah menyebut nama Shi-mu langsung ke para VM dan lainnya.

Sambutan tak pernah disampaikan kepada Buddha Hidup kita, Thubten Ksiti Rinpoche!

Ini khan menunjukkan Komite Pusat tak punya sopan santun dan rasa hormat seperti di acara terdahulu saat Bhagawati dari seorang Rinpoche datang mengunjungi Vajragarbha Taiwan?
Beliau tak diberikan penghormatan yang selayaknya sesuai dengan posisinya.

Lihatlah Thubten Ksiti, beliau seharusnya ditempatkan di sebelah Guru, dan Shi-mu selayaknya bergeser untuk memberikan tempat bagi Thubten Ksiti atas nama memberikan penghormatan.

Umur seorang Rinpoche (yang masih muda) bukanlah parameter untuk kemudian memberikannya tempat di posisi yang rendah.

Kamu lihatlah bagaimana mereka meletakkan patung para Buddha dan Bodhisattva di sana.

Hahaha!
Kesalahan besar lagi!

Sila? Disiplin?
Berapa banyak yang mereka benar-benar ketahui?

Dan mereka yang “ditempatkan di lokasi yang salah”, lihat saja seberapa besar rasa tak hormatmu akan berubah menjadi merugikan dirimu sendiri.


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Lotuschef Bermain-main – Berbagai Peraturan Disiplin Yang Ditetapkan oleh Para Orang Bodoh?


Ditulis oleh Lotuschef – 11 Januari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Disciplines Set By Sentient Ignorants?




Kembali lagi di masa pertengahan tahun 2009, seorang reverend yang baru ditahbiskan memberitahuku mengenai berbagai peraturan dan sila Ordo Satya Buddha yang ditetapkan oleh Komite Pusat. Mereka melarang para pembabar dharma dari tingkat Reverend ke bawah untuk melakukan berbagai macam aktivitas.

Satu hal yang aku ajukan kepada si reverend adalah untuk melakukan sesi Meditasi lebih dari satu hari atau lebih.

Hahaha!

Bukankah di sini berarti semua tingkatan murid dari reverend ke bawah TAK PUNYA Kualifikasi atau Otorisasi untuk mengajarkan teknik-teknik Meditasi?

Satu lagi adalah hanya para VM yang boleh melakukan upacara penyeberangan bardo dan membentuk berbagai mudra!

Menggelikan sekali!

Guru berkali-kali mengatakan bahwa kebanyakan para VM di sebelah beliau belum mampu beryoga dengan-Nya!

Dan melanjutkan bahwa bila kamu tak bisa beryoga dengan Sang Guru Akar, Yidam dan Dharmapala, maka yang kamu lakukan sudah pasti tak efektif = karena kamu tak punya kekuatan untuk melakukan tugas yang diminta atau dijanjikan = KAMU Tak Mampu Memenuhi Tugas sesuai dengan biaya yang kamu bebankan kepada orang-orang!


Menuju akhir tahun 2010, si reverend yang kini telah menjadi seorang VM, memberikanku sebuah buklet yang berisi berbagai peraturan dari Komite Pusat yang jelas-jelas menuliskan berbagai aktivitas yang hanya para VM yang boleh lakukan dan yang semua tingkatan lain dilarang melakukannya!
Hehe!

Sungguh sebuah bacaan yang cukup menarik karena benar-benar menunjukkan Kebodohan Duniawi dalam berbagai point yang ditulis di dalamnya.

Semua menggambarkan berbagai batasan, kepentingan politik, otoritas untuk mendikte, bias pula, .... jadi semua memang sengaja ditetapkan untuk membatasi dan mengendalikan orang-orang supaya “tak melangkahi” bisnis para VM yang sangat menguntungkan!!!

Seorang Pembicara Dharma, jiangshi berkerah biru boleh melakukan acara kemah meditasi, tapi seorang reverend malah tak boleh?
Jadi kemampuan si reverend jauh di bawah si Pembicara Dharma, yang tingkatannya secara struktural masih di bawah reverend?

BUKAN! Sungguh kasihan si reverend ini salah menangkap FAKTA-FAKTA di sana!!!

Berhubung menurut Guru, Guru Yoga adalah Kunci untuk melakukan Segalanya!
Kiranya teman-teman pernah melihat mereka yang Guru katakan telah berhasil beryoga dengan-Nya?
Mereka yang mampu bersadhana hingga menggetarkan Qi (Prana) di Nadi Tengah selama 24 jam terus-menerus! Mereka ini adalah para murid awam, bukan para VM!

Lagipula sungguh banyak kehebohan tentang artikelku “Meninggalkan Aliran Satya Buddha, untuk Mencari Buddha yang Sejati”,  bahkan setelah aku menjelaskan dengan sangat jelas artikel itu sedang membahas apa! :)

Bahkan Guru menginstruksikanku untuk “Meninggalkan Ordo Satya Buddha” – berarti aku diminta mencari cara-cara lain untuk melatih Dharma Satya Buddha yang beliau ajarkan.

Kita semua ini harus sadar akan fakta bahwa apa yang diajarkan oleh para VM yang gagal beryoga dengan Guru tersebut memang tak dapat diandalkan, makanya jangan membabi buta meneladani hanya karena mereka punya status dan posisi yang bisa dilihat oleh mata fisik.

Ingatlah selalu bahwa hal tersebut hanyalah sebentuk Jabatan Pekerjaan yang mereka harus lakukan dengan tekun, bukannya digunakan untuk mengendalikan dan mendikte orang-orang yang mereka anggap bawahan mereka!

Kalau saja seseorang gagal melakukan tugasnya, atau tak bekerja, apakah kamu masih membabi buta meneladani dan melakukan semua yang mereka perintahkan?

Dan suatu saat seorang murid bertanya kepadaku: Fashi, bila para VM tak bisa diandalkan, lalu kita harus mendengarkan siapa?

Sungguh sayang ternyata murid ini pada akhirnya menjadi salah satu dari mereka yang sekedar ikut arus dan menjalankan perintah yang diberikan padanya.
Inilah yang Guru katakan: Ideologi Guci berisi asinan Kimchi Korea – semuanya terkotori dan rasanya menjadi sama!
Aku menyebutnya Lumpur Dunia! :)

Jawabanku adalah: Di dalam melatih dharma tantra, kau tak harus mengikuti atau mendengarkan siapapun, selain Guru Akarmu sendiri. Karmamu sendiri yang akan menentukan seberapa banyak yang akan kau pahami dan sejauh apa yang kamu bisa capai di dalam Jalan Bodhi menuju Nirwana.
Karena saat kamu berhasil melatih Guru Yoga, kamu tak perlu lagi mencari jawaban dari luar lagi!


Mampu melihat (visi) Guru, merasakan pemberkatan dari Guru, tentunya bukanlah halusinasi belaka!



Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:

Wednesday, July 3, 2013

Kebijaksanaan yang nampak gila – Persembahan bagi para Sangha


Ditulis oleh Lotuschef – 29 Juni 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Crazy Wisdom – Offering to Sanghas


Baca juga:
Kembali ke dasar – Guru Yoga [2]
Lotuschef Bercakap-cakap – Padmasambhava: Ajaran-ajaran Dakini

Potongan Sampah berikut ini, yang juga dikirimkan oleh seorang Tanpa Nama lagi, kami buang dari kotak komentar!
Hahaha! 

[今天,大部分的大马《真佛宗》僧伽都出席了,但助教的出席率似乎很低。大马有近六十位助教,今天只来了五位,还有很多助教没有出席。这是大马的「全国供僧大法会」,除非你有法务在身,但如果你有时间却没出席,是否犯戒?

我不说,大家自己看《菩萨戒》戒本。在家人如果自觉能力高强而瞧不起出家人,绝对是犯「轻忽罪」。

以前我们还是在家人的时候,对出家人是非常恭敬的!
你恭敬出家人,到最后其实是恭敬你自己!

僧伽持戒忍辱,不能自恃清高 对出家人而言,要一天四座法,天天读戒律,若无特别原因,三衣不离身,若不遵守,也是犯戒。
在家、出家都是平等,在家供养出家人, di 莲厨聊天 - 开悟或开误]

Kira-kira ringkasan di atas sebagai berikut:
Si Tanpa Nama menegur seorang asisten Dharma di Malaysia karena tak menghadiri acara Persembahan untuk Sangha, dan juga mengatakan HAMPIR semua Sangha hadir, namun dari hampir 60 orang asisten dharma, hanya 5 orang saja yang hadir.
Ia melanjutkan lagi bagaimana orang-orang tersebut melanggar disiplin sila dan menyanjung dirinya sendiri yang mengagumkan saat dulu masih menjadi orang awam.
Dilanjutkan lagi dengan menyombongkan diri karena rajin, selalu mematuhi sila, dan juga melatih diri!

(Hahaha! Boss dia menuliskan kalau Tak perlu melatih diri karena selama kamu adalah orang yang memperhatikan Guru, maka kamu pasti “lebih di atas” mereka yang mematuhi sila dan melatih diri dengan baik!)

Orang ini lagi-lagi menekankan Disiplin Sila dan berbagai Hukumannya!!!

Ini kalimat pamungkasnya: 在家、出家都是平等,在家供养出家人 yang berarti orang-orang awam dan Sangha adalah SETARA, dan orang awam harus memberi persembahan kepada para anggota Sangha!

Oh ini mengingatkanku akan seseorang di mana aku dan Guru mengobrol seru mengenai orang ini!


Tahun 2010, aku diminta naik ke lantai paling atas di rumah ibadah YX, dan si VM mulai menyerangku (memarahiku) dengan bertubi-tubi!
Ia menudingku karena Tidak Menerima Persembahan dari umat awam dan JUGA KARENA AKU MENGAJARKAN MEREKA untuk menyalurkan persembahan ke Lotus Light Charity Singapura (badan amal).
Ia katakan: Kamu sih punya Harta, jadi kamu tak butuh lagi (uang dalam kantong angpao), tapi sangshi dan fashi lain membutuhkannya!
Sambil menyambungnya lagi: Apa arti Lotus Light bagimu? Kenapa kamu minta orang-orang untuk memberikan persembahan ke Lotus Light?


Oh, ini orang juga benar-benar mencobaiku, bahkan tanpa mempraktekkan Kesetaraan atau Menghormati orang lain, langsung menganggapku seperti bawahannya sendiri! Selama ini tak memberiku kesempatan untuk menjelaskan apapun dan ia menerima mentah-mentah apapun yang diberitahukan kepadanya sebagai kebenaran yang absolut!

Aku pernah menulis cerita ini sebelumnya! :)


Teman-temanku sekalian yang terkasih, di dalam Tantrayana, kita semua berlatih untuk Menyelamatkan Diri sendiri dan juga insan lain. Bukannya begitu?

Dan yang paling penting, kita belajar untuk MENGENDALIKAN NASIB KITA SENDIRI & MELEPASKAN DIRI DARI SAMSARA, bukan?
Hahaha!

Lalu kenapakah kita perlu memberikan persembahan kepada mereka yang mengaku dirinya sebagai Sangha dan berdandan seperti Sangha, tapi tak SUNGGUH-SUNGGUH BERKELAKUKAN seperti Sangha?!

Ajaran Guru Padmasambhava:
Bila kamu melatih Buddha Dharma dengan tekun, maka kamu sungguh tak perlu kuatir akan pakaian dan makanan, karena mereka akan tersedia bagimu secara alami.
Aku tak pernah mendengar atau melihat Praktisi Dharma yang kelaparan hingga mati.

[diambil dari buku Ajaran-ajaran Dakini]

Menurut Guru Rinpoche, Sungguh Perlukah Memaksa Orang Lain untuk memberi Persembahan kepada Sangha? TIDAK!
 

Guru katakan: Bisa punya waktu untuk mencari kesalahan orang lain seperti yang dilakukan oleh si Tanpa Nama di atas, kenapa (dia) tak merenung saja apakah sudah melatih jalur Mengumpulkan Bekal dengan baik hingga TAK MATI KELAPARAN?

Aku sendiri berpendapat: Aku tak suka orang yang menggunakan disiplin sila di dalam pasamuan buddhis dengan TANPA PANDANG BULU hingga menyebabkan penderitaan bagi orang-orang!

Disiplin sila, menurut Buddha, adalah bagaikan Guru yang Membimbing Diri sepanjang jalan pembelajaran!
Bukan untuk siapapun GUNAKAN untuk menyakiti orang-orang dan membuat mereka menderita!

Kalau harus menggunakan Disiplin Sila terhadap si Tanpa Nama, berarti dia telah melanggar disiplin yang paling penting: TELAH MENYALAHGUNAKAN AJARAN BUDDHA UNTUK MENCELAKAI ORANG-ORANG!

Kesetaraan berarti semua orang adalah setara (sederajat).
Menurut Guru, saat beliau adalah Atisha, beliau belajar Bodhicitta dari guru-nya – Serlingpa.
Salah satu dari ajarannya yang paling luar biasa adalah [Pertukaran kepribadian secara mutual], di mana KAMU bertukar posisi (berempati) dengan orang lain sehingga kamu bisa tahu rasanya berada di posisi MEREKA!

Lagipula setiap orang punya haknya masing-masing untuk menganggap kamu seorang SANGHA SEJATI atau bukan, atau malah gadungan yang berdandan dan mencoba untuk mengeruk harta orang-orang, terus-menerus mengulang Kebohongan atas nama Guru Akar, dan para Buddha!

Hahaha! Betapa menggelikannya!

Omong-omong, VM yang memarahiku, kehilangan rumah ibadahnya karena ditutup oleh otoritas setempat, dan kini “bekerja lepas” atau merana ke mana-mana!

Ingatlah saat Guru Akar berkata: Jalur Mengumpulkan Bekal!
Bila kamu tak memberi, namun mengharap Imbalan, ini sebenarnya kamu malah mengumpulkan sesuatu yang besar dan terus berkembang yang akhirnya kamu harus bayar dalam kehidupan ini atau selanjutnya, di alam samsara manapun kamu nantinya terlahir!


Salam semuanya. Menjalankan disiplin sila bukan seperti yang di dalam pikiran orang-orang yang mengaku dirinya sangha namun tamak dan sesat! :)


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef 


Related Posts:

Sunday, June 30, 2013

Kembali ke Dasar – Guru Yoga [2]


Ditulis oleh Lotuschef – 29 Juni 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Back to Basics – Guru Yoga [2]


Baca juga:
English: Back to Basics – Guru Yoga [1]
Bahasa Indonesia: Kembali ke Dasar – Guru Yoga [1]


Foto di atas diambil di tahun lalu saat puja api homa dengan yidam Guru Akar Padmakumara, Bodhisattva Marici, dan Sembilan Kaisar Bintang Utara.

Lingkaran sinar yang terang dari Gerbang Surga bila dilihat dari dekat pastilah Konstelasi Bintang-bintang Utara, bukan?

Di sana nampak garis yang sepertinya memisahkan DUA alam!
Alam Surga dan Dunia?
Hahaha!

Bukan hal penting juga lah.

Guru pernah bilang: Saat kamu bisa beryoga dengan beliau atau Vajrasattva, maka kamu bisa beryoga dengan yidam manapun yang kamu pilih.
Pastinya abhiseka-abhiseka para yidam-pun juga harus diprioritaskan.

Tapi, Jodoh masih jauh lebih penting.
Kalau kamu ber jodoh dan juga Suci, kamu akan dengan mudah beryoga dengan Guru, KEMUDIAN  dengan yidam pilihanmu – atau seperti kata Guru: mereka akan segera beryoga denganmu DENGAN SATU JENTIKAN JARIMU ATAU SEBUAH PIKIRAN!

Kalau kamu membaca Sutra Avatamsaka, kamu pelan-pelan akan paham apa saja karakteristik para Buddha beserta dengan kemampuan mereka yang tak terbatas!

SUCI adalah syarat yang sangat penting untuk mencapai YOGA!
Guru mengatakan hal tersebut berkali-kali.
Sudah pahamkah? :)

Berikut ini ditujukan kepada mereka yang MENGGUNAKAN [Anonymous/tanpa nama] untuk menulis komentar di dalam blog kami:
  1. Kami tak membantumu dalam berperang (menyerang orang lain) dan juga tak akan membantumu MENGULIAHI orang lain.
  2. Mulai SEKARANG, kami akan menghapus tulisan-tulisan yang tak relevan (tak penting) ataupun ofensif.
  3. Kalau kamu memang ingin berbagi Persepsi Hebatmu ataupun Pencerahanmu, pastikan kamu menuliskan identitas dirimu dengan benar. Yang palsu tak akan ditanggapi.
  4. Ini adalah blog pribadi dan meski semua orang bisa mengaksesnya, bila kamu tak suka atau setuju dengan apa yang kami tulis, maka tak perlu membacanya atau mengunjungi blog kami lagi!
  5. Jangan lupa melakukan riset sendiri dan ketahuilah sejauh mana pengetahuanmu saat ini. Kami di sini hanya berbagi dan sisanya terserah kamu mencari tahu sendiri.

Hahaha!
Kami baru saja menghapus sebuah tulisan sampah yang dengan DISIPLIN SILA mencoba “menenggelamkan” mereka yang tak menghadiri acara persembahan kepada Sangha di Malaysia!

Si Anonim ini lupa bahwa hal yang SANGAT SANGAT MENDASAR namun PENTING mengenai ajaran dari SEMUA BUDDHA adalah TAK BOLEH MEMBUAT ORANG LAIN MENJADI MENDERITA!

Si Anonim juga menuliskan banyak opininya yang harus dipatuhi oleh orang-orang!
Kasihan sekali si anonim ini tak tahu bahwa Orang Bisa Memilih Untuk Hidup Sendirian di Bulan, di mana Buddha Dharma sudah tak diperlukan lagi, begitu pula dengan Disiplin Sila!
Orang ini sangat terjerat oleh Pikiran Duniawinya sampai-sampai memenjarakan atau mengunci rapat-rapat dirinya sendiri di Dunia Saha ini! :)

Temanku, si Anonim, mari kubantu menyegarkan ingatanmu, kalau-kalau kamu melewatkan kata-kata Guru mengenai Sendirian di Bulan!
Guru bilang bahwa saat kamu sendirian di bulan, kamu tak membutuhkan lagi Buddha Dharma!

Aku juga sudah pernah menjelaskan ALASANNYA!

Buddha Dharma hanya ada demi para insan saja.
Bila kamu sendirian (tak ada orang lagi selain dirimu), kamu tak butuh lagi Buddha Dharma!

Kini bagaimana caranya supaya selalu bisa sendirian di bulan?
Ya jadilah seorang Buddha!
Hahaha!
Ingatkah Guru pernah membahas mengenai Atisha dan Bodhicitta?
Pertukaran kepribadian yang mutual, supaya mampu saling memahami dan memberi manfaat bagi orang lain?

Hahaha!
Kebijaksanaan Kesetaraan yang dimiliki oleh Semua Buddha!
Saat SEMUA ADALAH SATU & SATU ADALAH SEMUA, maka kamu akan selalu sendirian di bulan! :)

Kamu berpikir layaknya seorang Buddha dan mampu berfungsi sebagai seorang Buddha pula, demikianlah kamu akan menjadi seorang Buddha yang sesungguhnya – selama kamu bisa menjaga cara pikirmu dan melatihnya seperti itu.

Aku harap aku tak perlu menjelaskan hal ini lagi!

Cara pikir dan pemahaman akan karakteristik Buddha!

Maka untuk beryoga? Tak masalah, bukan? :)


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sunday, March 10, 2013

Apa Arti Aliran Satya Buddha Bagimu?

Mandala berkumpulnya bintang
Di pusat: Ekaksara-usnisa-cakra; Lingkaran ke-2: Bintang-bintang biduk sebelah utara; Lingkaran ke-3: Sembilan Pemancar Cahaya yang Sangat Terang (Nava-graha); Lingkaran ke-4: Konstelasi zodiak; Paling luar: 28 Konstelasi tiongkok

Ditulis oleh Lotuschef – 2 Maret 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: What is True Buddha School to You?

Terjemahan Bahasa Mandarin: 真佛宗对你来讲是什么?

VM ZZ masih pemeran utama dalam kisah ini!

Baca juga: Sutra Avatamsaka: Buku 1, Bagian 1.7 – Ulasan

VM ZZ katakan kalau aku tidak benar-benar melihat dan mengobrol dengan Guru.
Itu hanyalah Pikiran-pikiran Batinku saja!
Lian Y dan aku juga merasa dia bicara sampah! Hahaha!

Aku tanya kepadanya: Menurutmu, apa arti Aliran Satya Buddha bagimu?
Ia tak menjawab!

Guru katakan: Aliran Satya Buddha ini adalah pemberian para Buddha & Bodhisattva, oleh karenanya saat aku mengundurkan diri, ia akan kembali kepada mereka!
Hahaha!

Kamu paham maksud beliau?

Sumpah kita adalah untuk membabarkan Buddha Dharma dan menyelamatkan semua insan, benarkah?
Lalu kenapa kamu membiarkan [Aliran Satya Buddha] mengikatmu?

Guru yang penuh welas asih membiarkanmu membuka/mendirikan rumah ibadah dan aliranmu sendiri, pahamkah kiranya?
Hal tersebut diperbolehkan selama kamu bisa memenuhi sumpahmu  saat bersarana dan sewaktu ditahbiskan!

Baru-baru ini Guru berkata: Bahkan bila tubuh fisik-Ku tak hadir, Dharmakaya-Ku selalu [abadi hadir]!

Bagimu semua, apakah hal tersebut berarti bahwa mereka yang berada di luar Aliran Satya Buddha bukan para insan? Hehehe!
Kamu semua terus Berperang dan Berebut kuasa; bukankah itu hal yang sangat bodoh – tak berintelek – tanpa substansi (tidak ada intinya) – tidak punya keberhasilan dalam pelatihan diri - ...

Maka bangunlah dan bertobatlah! Mulai lagi dari awal!

Membusuk dari bagian intinya, bukankah hal ini sangat memalukan?
Tentu saja, bagi seorang Buddha, “Muka” sama sekali tidak penting!

Hahaha!

Rasa Hormat: adalah perilaku yang ditujukan kepada mereka yang layak dihormati!
Bukan diukur oleh jumlah yang telah kamu rebut dan miliki secara material!

Delapan Garudhamma (Delapan Sumpah Penghormatan – 八敬法): dijalankan oleh mereka yang Menghormati Guru, yang mengagungkan jalan Bodhi, dan yang bersyukur kepada mereka yang berbagi denganmu dan memperhatikanmu.
Mereka yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut mana boleh menggunakan konsep tersebut untuk menekan atau mengontrol siapapun!

Disiplin sila juga tidak terkecuali!

Mari dipikirkan: Apakah kamu punya pahala atau kualifikasi yang memadahi untuk menggunakan konsep tersebut untuk menguliahi/menghakimi orang lain?

Disiplin sila juga termasuk Buddha Dharma, oleh karenanya tidak boleh digunakan untuk membuat orang lain tambah menderita!

Agama Buddha adalah suatu bentuk pendidikan dan filosofi yang “tanpa peperangan” – ia tidak cocok bagi mereka yang menggunakannya untuk melukai seseorang atau siapapun juga!

Yang ZZ katakan semuanya benar-benar memotong Nyawa Kebijaksanaan orang-orang lain!
Saat diri sendiri kurang pintar atau kurang paham Kebijaksanaan Buddha, maka sekiranya tak boleh bicara sampah, karena hal tersebut akan memotong Nyawa Kebijaksaan orang lain, benarkah?

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama LotusChef

Thursday, December 20, 2012

Disiplin (Sila) sebagai Guru



Ditulis oleh Lotuschef – 20 Desember 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Discipline as Teacher 戒为师
Image © Buddhamuseum.com: Buddha Hidup Ji Gong, kendi terakota antik tiongkok, sekitar awal abad ke-20

Mari kira membahas instruksi Buddha mengenai “Bersandarlah pada Disiplin (Sila) sebagai Guru”.
Kedengarannya sederhana tapi ternyata banyak aspek dan cara aplikasinya yang menarik. :)

Arti


Dalam pengertian aslinya, disiplin adalah instruksi (arahan) sistematis yang digunakan untuk melatih seseorang, yang mana orang tersebut kadang secara harfiah disebut sebagai murid, di dalam bidang kerajinan, perdagangan, ataupun aktivitas lainnya, atau supaya mengikuti kode etik atau “perintah” tertentu.

Seringkali frase “mendisiplinkan” punya konotasi yang negatif. Ini karena adanya pemaksaan atas suatu perintah – yang artinya memastikan agar instruksi-instruksi dilaksanakan – dan seringkali ada ganjaran hukuman yang mengaturnya.

Disiplin merupakan pernyataan tekad dalam mengatasi nafsu-nafsu yang sifatnya lebih rendah, biasanya dipahami sebagai pengendalian diri.

Disiplin diri sampai batas tertentu bisa merupakan pengganti motivasi, saat orang yang bersangkutan menggunakan logika penalaran untuk menentukan tindakan terbaik yang bertentangan dengan nafsu-nafsu dirinya sendiri.

Perilaku Luhur berarti saat motivasi orang tersebut sesuai dengan tujuan-tujuan penalarannya: melakukan yang menurutnya adalah yang terbaik dan juga melakukannya dengan senang hati.

Di sisi lain, Perilaku Membatasi adalah saat orang tersebut melakukan yang terbaik menurutnya, tapi harus melakukannya dengan mengalahkan motivasinya sendiri. Merubah dari ‘membatasi’ menjadi ‘luhur’ butuh pelatihan dan disiplin diri tertentu.

[Dikutip dari Wikipedia – Discipline]

---

Disiplin ini menjadi topik yang hangat dibicarakan karena adanya Pencemaran Nama Baik Guru.
Banyak umat yang memproklamirkan dirinya sebagai murid yang berbudi mulai menggunakan Disiplin bagai tongkat untuk memukul mereka yang tak setuju dan tidak mengikuti cara-cara mereka.

Bertanya: Dengan pengetahuanmu dalam berbagi Buddha Dharma, apakah menurutmu Buddha akan mendukung Pemaksaan, Hukuman, atau apapun yang berkonotasi negatif?

Bertanya lagi: Menurutmu mereka yang belum mencapai Kebuddhaan diperbolehkan “Menjadi Tuhan” untuk menghukum “mereka yang menentang”?

Dengan segala kerendahan hati, menurutku: Disiplin sila sebagai guru – berarti menggunakannya sebagai pemimpin yang menuntun kita dalam perjalanan melatih diri, memastikan supaya kita tetap berada di jalan Bodhi.

Berbagai disiplin yang diajarkan oleh Buddha sebaiknya digunakan oleh para insan sebagai Disiplin Diri seperti yang dijelaskan di atas, layaknya Motivasi untuk tetap berada di dalam jalur yang benar dan berlatih dengan tekun.

Aku rasa siapapun tak seharusnya menggunakannya sebagai senjata untuk menghajar/menekan pihak lain, dan dari sana menciptakan kondisi dan karma buruk, setujukah kiranya?

Aku juga tak setuju dengan mereka yang menggunakan Disiplin untuk menunjukkan bahwa mereka adalah “yang mulia” dan “sang penguasa” atas para insan, begitukah?

Karena begitu mereka mulai mendamba “kekuasaan” atau “kendali” atas para insan, maka mereka sudah bukan lagi murid Buddha yang sejati, benarkah? :)

Hahaha! Dilihat-lihat lagi juga percuma kalau menggunakan Disiplin untuk menekanku, karena aku cukup jahil untuk membalasmu. :)
Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef