Showing posts with label kebahagiaan. Show all posts
Showing posts with label kebahagiaan. Show all posts

Sunday, July 14, 2019

Mematok Harga Untuk Buddha Dharma? 佛法定价?



Ditulis oleh Lotuschef – 26 Februari 2018
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Set Price on Buddha Dharma? 佛法定价?




真佛般若藏 ~师尊说[随缘赞助]!
Prajna Garbha Satya Buddha (PGSB) ~ Mahaguru Lu bilang [Sponsor secara sukarela]!

Hahaha!
Ayo bermain-main!

真佛般若藏是什么?
PGSB ini apa?
其内容出自那里?
Isinya datang dari mana?
其有何作用?
Dan tujuannya apa?

真佛般若藏来自莲生活佛[弘法]的典故,内涵他的精髓!
PGSB berasal dari [Pembabaran Dharma] Buddha Hidup Lian Sheng yang berupa berbagai perjumpaan/pengalaman beliau, berisikan [intisari vital] beliau!

Apakah Buddha mematok harga untuk ajaran-ajarannya?
Tidak!
Sama halnya, Mahaguru Lu bilang bahwa semua boleh berlangganan PGSB dan sponsor pun juga bersifat sukarela!

Mahaguru Lu mengatakan bahwa pencipta PGSB menggunakan tenaga dan sumber daya yang besar, serta berharap agar para pelanggan dapat membantu meringankan beban para pencipta tersebut dan membantu dalam pemeliharaan situs PGSB.

Sekarang bila ditilik:
Apakah kamu butuh PGSB?
Bila butuh, lantas untuk tujuan apa?

PGSB ini sebenarnya mirip dengan mereka yang mensponsori pencetakan literatur dharma seperti dharani.
Kalau tidak bisa menjangkau untuk memberi manfaat bagi para insan, maka tak ada gunanya sama sekali.
Aku pernah menulis bahwa mampu membiayai pencetakan literatur dharma namun tidak dapat membagikannya untuk menolong para mahluk agar dapat menjalin jodoh dengan Buddha Dharma, maka usaha dan sumber daya yang dikeluarkan malah bersifat ceroboh.
Tapi ada banyak orang yang mencetak literatur seperti itu demi mendapatkan pahala atau memperingan hutang karma mereka.
Ini namanya ada motif tersembunyi untuk keuntungan pribadi!

Mari kita lihat dari sudut pandang lain:
Beramal Dharma ~ untuk para pencipta PGSB, mereka menyusun Buddha Dharma yang diajarkan oleh Mahaguru Lu sehingga ada lebih banyak orang yang dapat mengaksesnya. Jikalau mereka tidak mengharapkan penghargaan dalam bentuk apapun, maka mereka sesungguhnya sedang Beramal Dharma.

Mereka akan mendapatkan penghargaan kapanpun PGSB berhasil menolong seseorang – di mana karma buruk mereka akan berkurang dan pahala bertambah.
Ah! Ya!
Bukan soal keuntungan moneter pribadi dan juga bukan ego mereka yang makin tinggi saat Mahaguru Lu memuji usaha mereka di depan publik!

Lantas:
Bila kamu menggunakan PGSB dan ia memberimu manfaat, atau membantumu untuk bisa hidup dengan lebih bahagia, dan kamu juga mampu berbagi kebahagiaan dengan para insan sekitarmu, maka kamu tak akan berhutang kepada si pencipta atas penggunaan kompilasi mereka.
Tapi, bila kamu merasa bisa mengakses PGSB tanpa menggantinya dengan cara/bentuk apapun, maka kamu justru akan menambah hutang karmamu!
Menyalahgunakan PGSB juga akan menambah karma burukmu!

Ingatlah bahwa semua pengetahuan dharma yang telah kamu dapatkan selama ini, harus diamalkan di berbagai situasi dalam hidupmu!

Mahaguru Lu bilang [sponsor secara sukarela] tentunya untuk berbagai alasan.
Kamu bisa mengira-ngira apa saja?
Hahaha!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, June 24, 2017

[1A] Pahala ~ Ibu Rumah Tangga



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 17 Juni 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: [1A] 果位 Phala ~ 家庭主妇 Housewife


Ibu Rumah Tangga ~ seorang wanita yang telah menikah dan pekerjaan utamanya adalah mengurus keluarganya, mengelola segala urusan rumah tangga, serta melakukan pekerjaan rumahan.
“pembagian pekerjaan secara tradisional antara suami sebagai pencari nafkah dan istri sebagai ibu rumah tangga”

Seorang ibu rumah tangga ialah seorang wanita yang pekerjaannya mengelola rumah keluarganya – meliputi: mengurus anak-anaknya; membeli, memasak, dan menyimpan makanan untuk keluarganya; membeli berbagai barang kebutuhan keluarga yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari; melakukan pekerjaan rumahan dan mengurus rumah; serta membuat pakaian untuk keluarganya – dan yang tidak bekerja di luar rumahan.

Seorang ibu rumah tangga juga bisa disebut sebagai ibu yang tinggal di rumah (Bhs. Inggris: stay-at-home mother atau disingkat sebagai “SAHM”), sedangkan seorang bapak rumah tangga dalam Bahasa Inggris disebut sebagai “male homemaker” atau “stay-at-home father” (SAHD).
Homemaker dan housespouse adalah varian dengan jenis kelamin yang netral.

Kamus Webster menggambarkan seorang ibu rumah tangga sebagai seorang wanita menikah yang bertanggung jawab atas urusan rumah tangganya. Kamus British Chambers's Twentieth Century (1901) mendefinisikan seorang ibu rumah tangga sebagai: “nyonya rumah tangga; manajer rumah tangga yang berjenis kelamin wanita; alat jahit dalam sebuah kantung”.

~~~~~~~~~~~~~~~~~

家庭主婦(英語:Housewife),簡稱主婦,是已婚婦女從事的一種崗位,指全職照顧家庭、不外出工作的婦女。
服務對象是家庭的成員,包括丈夫、兒女,與夫家成員同住的還要照顧夫家的成員。
如由男性(丈夫)在家負責這些工作,由妻子及其他家庭成員出外賺錢養家,則稱為家庭主夫。
此種身分所付出的勞動報酬基本上是無償的,不過也由《婚姻法》保障主婦的權益,例如遺產分配權、離婚婦女權益等。

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Mengutip dari artikel [1] 果位 Phala:

得須陀洹果的聖者,有兩個特點:
Para suciwan yang telah mencapai Pahala Srotapanna punya dua karakteristik khusus:

不墮法(avinipata-dharma),又稱不墮惡趣法,確立戒行,不犯導致投生惡趣的六種惡事,不會得惡果報,不會墮於地獄、餓鬼、畜生等三惡道。
Avinipata-dharma ~ ialah metode/dharma di mana tidak jatuh ke dalam tekanan, godaan, atau kekuatan negatif lainnya; praktik disiplinnya telah teguh, tidak melakukan berbagai perbuatan yang mengarah ke 6 kejahatan, tidak menghasilkan pembalasan karma jahat, tidak akan jatuh ke 3 jalur buruk yaitu Neraka, Hantu Kelaparan ataupun Binatang.

正定聚( sammatta-niyata),又叫正性決定、決定正向三菩提、決定正向於正覺,成為須陀洹之後,定力不退,因此再也不會轉為凡夫,必定到達最高的覺悟。
Sammatta-niyata ~ Rangkaian dari Kebenaran yang Menetap, yang juga disebut sebagai Keputusan yang Bersifat benar, menentukan arah yang benar menuju Sambodhi, Realisasi Benar, setelah mencapai Kestabilan Srotapanna maka tak akan mundur lagi, karena tak akan pernah berubah menjadi insan awam lagi, sudah pasti mencapai Realisasi Tertinggi.


[Apakah segala sesuatu ‘menetap’ (niyata)? Dan segala tindakan atau karma (yaitu matang di dalamnya… atau kepada sammatta-niyata, yaitu ‘menetap di dalam kebenaran’ dan Pencapaian Mulia;
Sedangkan semua hal lainnya “tidak menetap” atau aniyata.

a-niyata, mfn. [ts.], tidak dapat ditentukan, tidak pasti, meragukan; tidak beraturan, tidak tetap;
dve ~ā dhammā, dua peraturan mengenai persoalan-persoalan yang tidak dapat ditentukan
(contohnya seperti persoalan yang melibatkan penebusan dosa sesuai dengan keadaan yang ada)

~~~~~~~~~~~~~~

《金刚经》云:「若菩萨有我相、人相、众生相、寿者相,则非菩萨。」;因此即使须陀洹亦离此四相。
Sutra Intan: Bila Bodhisattva mempunyai gagasan tentang diri sendiri, gagasan mengenai insan lain, gagasan mengenai para insan, atau gagasan mengenai umur panjang, maka ia bukanlah seorang bodhisattva.
Bahkan Srotapanna juga akan meninggalkan 4 Wujud tersebut.

~~~~~~~~~~~~~~~

同门师兄:法师,我老婆不修法,你可以叫她念师尊心咒或高王经吗?
Seorang murid pria: Fashi, istriku tidak bersadhana, bisakah Anda memberitahunya untuk menjapa mantra Guru atau Sutra Maharaja Avalokiteshvara (Gaowang)?

我问:你的[修法]定义是什么?
Aku tanya: Apa definisi [Bersadhana] menurutmu?
[我又将这个问题问在座的同门。]
[Aku juga melempar pertanyaan ini kepada semua murid yang hadir.]

答案? 真有趣!
Jawaban-jawabannya? Sungguh lucu!
1. 修法 -是修正自己的怀习惯。
Bersadhana adalah untuk memperbaiki tabiat buruk diri sendiri.

2. 修法 - 是修改不好的[身口意]。
Bersadhana adalah untuk memperbaiki yang tidak baik dari [perbuatan, ucapan, pikiran].

3. 师尊说:一日不修便是鬼。
Mahaguru mengatakan: Sehari tanpa bersadhana maka menjadi hantu.

4. 这个老婆,同门师姐:我有时想念就念。因为家务繁忙,没时间修法。
Si istri, seorang murid juga: Kadang saat aku berpikir ingin menjapa maka aku akan menjapa. Karena beratnya beban pekerjaan rumah tangga jadi tak ada waktu untuk bersadhana.

我又问:你认为[修法]该是什么样的[形式]?
Aku tanya lagi: Menurut pendapatmu, [Bersadhana] harus dalam [Wujud] seperti apa?

世尊寻的是[离苦得乐]法,欲传的也是[离苦得乐]法!
Sang Bhagawan mencari berbagai cara [untuk meninggalkan penderitaan dan memperoleh kebahagiaan], dan bermaksud untuk mentransmisikan dharma atau cara-cara tersebut!

你将自己的[修法]概念,枷锁于他人,就是给他人制造[痛苦]。
Kamu menetapkan ide [Bersadhana] untuk mengunci orang-orang, yang ada malah menciptakan [Penderitaan] bagi orang lain.

再说:师尊也说过:做什么都是修行。
Lebih lanjut lagi: Mahaguru pernah bilang: Hal apapun yang dilakukan juga merupakan Sadhana.

就是,我们的[身口意]所演化的/执行的,只要按照佛的教诲走,就是修行!
Yang maksudnya, adalah yang diperbuat oleh [Tubuh, Ucapan, Pikiran] kita, selama sesuai dengan ajaran Buddha, maka itulah bersadhana!

一个[家庭主妇]所有的[身口意]演化都是以[他人快乐]为主的。
那么,你还能说她没有[修法]吗?
Segala [Perbuatan, Ucapan, Pikiran] seorang [Ibu Rumah Tangga] adalah memprioritaskan [Kebahagiaan orang lain].
Dengan demikian masihkah kamu bilang bahwa dia tidak [Bersadhana]?

哈哈哈!Hahaha!

噢!我也同这个同门师兄讲:你老婆的[果位]高过你!
Oh! Aku juga memberitahu si murid pria tadi: Istrimu punya [Pahala] yang lebih besar daripada kamu!

只要她开始实修,定会超越你等!
Jikalau dia mulai bersadhana dengan sungguh-sungguh, sudah pasti melampaui kalian semua!

备注:我不是推荐或教任何人不要修法,只是在修法过程要铭记[佛理],了解了[用]之[演化]和[实践]佛 的[利乐众生],度众[离苦得乐]!
Catatan: Aku tidak menganjurkan atau mengajarkan siapapun juga untuk tidak bersadhana, hanya ingatlah baik-baik di dalam hatimu mengenai [Filosofi Buddha] di dalam proses bersadhana. Pahamilah dan [Gunakanlah] untuk [Menjalankan] dan [Merealisasikan] karya Buddha yang [Memberi manfaat bagi semua insan], menyelamatkan para insan supaya bisa [meninggalkan penderitaan dan memperoleh kebahagiaan]!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, May 13, 2017

Berbakti Kepada Orang Tua?



Ditulis oleh Lotuschef – 27 Februari 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 孝顺 Filial Piety?


Kasus 1:
Y adalah adik dari W.
Y selalu menyumpahi W setelah kematian ibu mereka yang menderita sejenis kanker.

Y merasa bahwa W kurang berbuat banyak untuk sang ibu semasa ia masih hidup dan menderita kanker.

Kedua saudara tersebut tak lagi saling bicara, dan tiap kali Y melihat W, ia akan menyumpahi W dan mengatakan bahwa lebih baik dia mati saja atau menghilang.


Kasus 2:
Seorang ibu dari 5 orang anak menciptakan perselisihan di antara para anaknya sendiri.
Si ibu berkata kepada C1 bahwa C5 memberinya banyak uang saku setiap bulannya.
C1 memberitahu C2 bahwa si ibu bilang C5 memberinya banyak uang saku setiap bulannya dari pendapatan sewa properti C5.

Ibu kemudian bilang kepada C3 bahwa C2 tidak pernah memberinya uang.
C3 menemui C2 dan mengkritik C2 sebagai anak yang tidak berbakti.
Padahal kenyataannya adalah C2 menabungkan uang saku ke dalam rekening ibunya langsung, sedangkan si ibu menyembunyikan fakta tersebut.


Kasus 3:
Ibu si P meninggal dunia dan ada tablet dengan nama ibundanya di aula leluhur di salah satu biara setempat.

Ia juga merasa dirinya berbakti, sedangkan saudara-saudaranya tidak, karena ia selalu pergi ke biara setiap tanggal 1 dan 15 penanggalan imlek, untuk memberi persembahan kepada ibunya dan para leluhurnya!

~~~~~~~~~~

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Bila kamu adalah murid buddha yang sejati, kamu paham bahwa kamu tidak boleh menciptakan ketidakbahagiaan kepada siapapun juga.

Ide atau konsepmu mengenai Bakti Kepada Orang Tua bisa saja sangat berbeda dengan orang lain, termasuk dari saudaramu sendiri.

RENUNGKANLAH: Memangnya ibumu menginginkanmu menyumpahi saudaramu sendiri supaya dia mati?

RENUNGKAN JUGA: Apakah tidak sebaiknya mencari tahu Fakta terlebih dahulu sebelum kamu mulai menyumpahi dan mengkritik?

Kamu bisa bersadhana dan melimpahkan pahalanya untuk Orang Tuamu, meski mereka masih hidup ataupun sudah meninggal!!!

Semuanya ada pada dirimu sendiri, mau kamu lakukan atau tidak!

Dan jangan menghakimi orang lain dengan standar atau sudut pandangmu sendiri!

Cobalah sekarang bertanya pada dirimu sendiri: Apakah aku benar-benar bahagia dengan hidupku sendiri?

Bila kamu termasuk salah satu dari contoh kasus di atas, maaf sekali harus bersedih untuk memberitahumu bahwa “Kamu belum pernah merasa Bahagia di dalam hidupmu!”

Oh! Lagipula aura dan kesehatanmu adalah indikasi yang bagus untuk melihat tingkat Kebahagiaanmu!

Hahaha!

Satu masalah bisa dilihat dari banyak sudut!

Dan untuk Menemukan dan Mendapatkan Kebahagiaan: Selalu gunakanlah 4 Kebenaran Mulia dan Jalan Utama Berunsur Delapan!


Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Thursday, July 9, 2015

Lotuschef dalam Obrolan Seru / 25 Juni 2015



Dari arsip percakapan Lotuschef – 26 Juni 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 25 June 2015 – Lotuschef in Fun Chat



Hahaha! Gambar di atas, Lotuschef sedang mengobrol dengan kupu-kupu, memancarkan cahaya CINTA yang terang benderang!

Dari arsip percakapan:
Lotuschef Lama (LL): GC apa tidak hadir? G, kapan kembali ke Sg?

CT: GC ini khan kepala keluarga, mencari nafkah untuk kita!!!
Wow jadi kita bisa belajar taiji dan zen 1 jari shaolin (ikon jempol).
GC, beritahu klienmu kalau kamu ada rapat mendesak Sabtu ini dan harus kembali ke Sg!

LL: Di suatu titik dalam kehidupan karir kita, PEKERJAAN mempunyai makna yang baru. Bayi-bayi yang kita besarkan, bagaikan lagu yang kita karang, mereka menjadi mahakarya, dan kita tinggal duduk santai saja dan memutarnya kembali. Ini sangat mirip dengan yang dilakukan GC. Mencari uang untuk menafkahi keluarga?
Hahaha! Pola pikir ini terlalu bikin stress untuk ditelusuri
:) :) :)

GC: Wah… PY ini sangat dalam maknanya (ikon menjulurkan lidah)

LL: Hehe! Buddha khan kebijaksanaannya tak terbatas, jadi kita harus melihat berbagai macam hal dari beberapa sudut pandang, supaya mampu meninggalkan penderitaan dan mendapatkan kebahagiaan. Itu salah satu ajaran utama!
Setelah itu adalah mengendalikan nasib diri sendiri! Hahaha!
Segala hal adalah manifestasi pikiran sendiri.
Suci ataupun tidak, harus dilakukan ataupun tidak!
Sudah ya ceramahnya!


CS: Kukira nasib sudah ditentukan oleh Tuhan.

LW: Kuingat bahkan di sekolah, PY penuh dengan kebijaksanaan dan ajaran Buddha.

LL: Hahaha! Bisakah kamu menggapai Tuhan?
Agama hanyalah kondisi psikologis pikiran saja.
Berbagai konsep yang diajarkan adalah untuk masing-masing individu, supaya digunakan untuk kebaikan dirinya sendiri, dan dalam skala yang lebih besar adalah memberi manfaat bagi para insan. Itulah yang disebut sebagai Beramal.
Kamu membantu di vihara ataupun gereja ataupun rumah penampungan gelandangan, adalah untuk meringankan penderitaan dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang kamu temui.


LW: Benar.

LL: Yesus bilang: berbagai perbuatan baik yang dilakukan oleh tangan kanan jangan sampai diketahui oleh tangan kiri.
Artinya lakukanlah perbuatan baik itu, dan kemudian jangan dipamerkan ataupun memikirkan pamrihnya.
Hehe! KJ bilang bantuan yang kamu berikan akan membawa berkah bagimu!
Tak sepenuhnya benar kalau kamu melakukan dengan motif seperti itu (ikon kedipan mata)
Hehe! Aduh malah jadi berceramah liao! Lebih baik aku berhenti! (ikon melempar ciuman)


LW: Aku sekarang umat Katolik yang telah dibaptis, tapi aku akan turut menolong iparku di viharanya akhir pekan ini. Mereka akan mengadakan suatu perayaan dan butuh bantuan di dapur. Aku tak melihat ada yang salah dengan hal tersebut, jadi aku menawarkan untuk membantu. Bukan demi berkah atau pamrih…

CS: Agama Katolik ini bersifat inklusif di mana semua orang adalah saudara dan saudari kita. “(Aku berkata kepadamu,) sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara/saudari-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
[Catatan penerjemah: potongan ayat di atas diambil dari Matius 25:40]

LL: Ya, konsep yang sama mengenai kesetaraan. Kita semua punya kodrat buddha atau kodrat tuhan. Demikianlah maka kita semua ini sama. Apakah kamu mampu menampilkan kodrat bawaan ini dan menggunakannya, semuanya tergantung pada diri sendiri.

CS: Agama Katolik adalah mengenai iman kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bukan sebuah agama. Bapa yang Maha Kuasa, yang penuh Cinta Kasih dan Pengampun; ingin mempunyai sebuah hubungan dengan kita dan oleh karenanya kita dipanggil ke dalam komuni bersama dengan orang-orang lain. Kuharap aku memahaminya dengan benar!
[Catatan penerjemah: "Komuni" diambil dari bahasa Latin: communio yang berarti "berbagi bersama". Lebih lanjut lagi bisa berarti Persekutuan para kudus, doktrin yang tercantum dalam Pengakuan Iman Rasuli, yang merupakan persatuan rohani segenap umat Kristen baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.]

LL: Hahaha! Segala macam ajaran, aturan dan disiplin, hanyalah panduan untuk membantu masing-masing individu. Kata kuncinya adalah Tak Mencelakai Siapapun, termasuk diri sendiri :) :) :)
Di dalam Agama Buddha, ada yang dinamakan sebagai Jalan Tengah. Tak ada yang benar ataupun salah, baik ataupun buruk. Ini adalah Agama Buddha aliran Zen.

LL: CS, kenapa Tuhan ingin punya hubungan dengan kita semua? Cobalah renungkan! Apa yang hendak kamu sampaikan? :):)
Oh! Dewata dari India, Brahma, adalah sang pencipta dan dikatakan sebagai Tuhan umat Kristen dan juga sebagai Allah.

CS: Sayangku… aku bisa menjelaskan. Tapi mengetikkan di dalam gadget kecil ini akan butuh waktu. Tunggu ya di hari Sabtu nanti, aku akan coba menjelaskan sebaik mungkin.

~~~~~~~~~~~

Di atas adalah obrolan dengan beberapa teman lamaku saat masih bersekolah di RGS, dan kita berencana untuk bertemu di hari Sabtu. :)

Dengan bermodalkan ajaran-ajaran Buddha Dharma yang mendasar seperti Empat Kebenaran Mulia, lihatlah apa yang Lotuschef aplikasikan di dalam obrolan tersebut!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:



Sunday, January 4, 2015

Si Iblis Yang Menang?



Ditulis oleh Lotuschef – 28 Desember 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: The Demon Won? 魔赢了?



1. Aku masih ingat jelas pernah melihat wajah seorang pengacara saat ia keluar dari ruang sidang. Mukanya menampilkan wajah predator yang baru saja MEMBUNUH mangsanya!
Dengan darah yang menetes dari mulutnya yang menganga, dan “taringnya” terlihat pula!

Hahaha!

Sungguh! Ini melihat sebuah aura yang menakutkan!!! :)

2. “Roh yang menempel” pada seorang mengejekku sambil berkata: “Aku masih di sini, coba saja usir aku!”
Auranya bagaikan seseorang yang merasa telah memenangkan peperangan, ia merasa cukup penting untuk memamerkannya!

3. Satu lagi “roh yang menempel” pada seseorang, dengan senyuman yang menyeringai, setelah berbohong dan merasa kalau kebohongannya tak ketahuan.
Ia memancarkan aura pucat dan kehijauan seperti hantu!

4. Yang ini berbohong dan wajahnya nampak seperti terengah-tengah dan matanya menciut seperti ular. Badannya agak bungkuk dan matanya jelalatan melihat ke arah lantai, seringkali berusaha menghindari berpandangan dengan orang-orang lain.

~~~~~~~~~~~~~~

Sungguh benar ada beberapa orang yang berpikir kalau mereka Berhasil BERBOHONG dan merasa MENANG dalam apapun yang mereka sukai atau anggap penting!

Hahaha!

Mohon maaf sekali harus menyadarkanmu dari sesi berkhayal!

Iblis di dalam dirimu telah Menang, dan ia mencengkeram jiwamu!

Di dalam agama Buddha ada yang namanya Teori Jalan Tengah, dan ia bagaikan Timbangan yang harus selalu dijaga keseimbangannya!

Bagaimana caranya mencapai kondisi ini kalau kamu membiarkan timbangannya terlalu berat sebelah?

Jadi ingatlah selalu, saat kamu mendapatkan sesuatu, kamu harus selalu mengembalikan (atau merelakan) sesuatu yang nilainya sama, atau bahkan yang nilainya lebih tinggi sebagai gantinya!

BILA kamu masih menganggap artikel-artikel di dalam blog ini adalah gosip, maka jodohmu ada di tempat lain. Jadi SEKARANG berhentilah membaca!

Sang Buddha mengajarkan Dharma yang berisikan berbagai metode yang jumlahnya tak terbatas, untuk menyelesaikan berbagai masalah; sehingga kamu bisa meninggalkan segala penderitaan dan mendapatkan kebahagiaan.

Begitu juga halnya, setiap pikiran dan tindakan masing-masing individu akan menjadi tolok ukur tingkatan mereka dalam menciptakan atau menghapuskan penderitaan.

Jadi bila ada orang-orang yang bisa mengajarkanmu metode yang lebih baik untuk menghapus penderitaan, mohonlah untuk belajar dari mereka.


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:



Saturday, February 15, 2014

Lotuschef Bermain-main – Kenapa Tak Mendengarkan Buddha?


Ditulis oleh Lotuschef – 13 Februari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Why Didn't Listen to Buddha? 为何没听世尊的?



Di atas adalah rupang Buddha Shakyamuni di Biara Zen Chung Tai, Puli – Taiwan.

Banyak para sadhaka yang percaya bahwa Jalur Keras (Asketisme) atau 苦行 adalah cara melatih diri yang benar.

Dan seringkali mereka membuat diri sendiri kekurangan asupan untuk menjaga Kesehatan Tubuhnya, padahal hal tersebut dibutuhkan untuk mampu melanjutkan bersadhana! :)

Buddha Shakyamuni setelah melatih Jalur Keras tersebut dan hampir meninggal, akhirnya menyadari bahwa menyiksa diri sendiri malah membawa kemunduran, bukannya kemajuan dalam pelatihan diri.

Demikianlah, meski para sadhaka lain lalu mengejek dan mencercanya, beliau mulai makan dan beristirahat dengan cukup.

Dan beliau akhirnya mencapai Kebuddhaan, tapi sayangnya mereka yang melatih Asketisme tak mampu mencapainya!

Bahkan hingga sekarang, para insan masih mengagumi para sadhaka yang:
  1. Hanya makan sekali sehari
  2. Tidak menjaga/merawat kesehatan tubuh fisiknya
  3. Menyiksa batang tubuhnya.

Hahaha! Upacara Usnisa Wijaya barusan di Taipei membuatku menulis artikel ini.

Rumah Ibadah penyelenggara tersebut selalu melakukan penjapaan Dharani Usnisa Wijaya secara terus-menerus tanpa henti dari pagi hingga malam, selama 7 hari.

Kata-kata Buddha tentang menjaga kesehatan diri supaya bisa bersadhana dalam kondisi baik dan konsentrasi penuh sepertinya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri?

Kenapa justru bangga dengan TANPA HENTI?

Kita semua tahu bahwa Tubuh Manusia ini punya banyak keterbatasan, sehingga kalau kamu memaksa diri sendiri dan orang-orang lain dengan cara tersebut sungguh bukan merupakan cara yang tepat!

Sama halnya dengan para murid yang diminta atau dipaksa untuk duduk di area VIP karena para “boss” mereka harus menunjukkan apresiasi atas alokasi tempat-tempat duduk tersebut!

Ya dipikirkan saja, kenapa para “boss” tersebut malah tak bergabung dengan para pengikutnya?

Bodhicitta?

Demi Memperbaiki Keadaan, bukankah kenyamanan para pengikut jauh lebih berarti daripada memberi muka kepada penyelenggara acara?!

Orang-orang yang melekat pada ide atau dari ide yang dijejalkan oleh orang-orang yang mereka pikir adalah otoritas yang berwenang atas suatu subjek atau masalah, rela begitu saja menyerahkan diri mereka untuk dikendalikan orang-orang lain!

Menjapa tanpa henti selama 7 hari 7 malam tanpa asupan nutrisi yang cukup bagi tubuh dan pikiran, malah sebenarnya melanggar ajaran dari Buddha.

Guru mengajarkan kita untuk menghargai kesehatan tubuh fisik ini supaya bisa bersadhana dengan baik.

Terus-menerus menekan diri sendiri hingga ke titik batas pasti akan menimbulkan penyakit.

Bagaikan mesin, tubuh sendiri akan rusak saat kebablasan digunakan.

Aku sempat melihat bahwa rumah ibadah lain juga akan segera melakukan hal yang sama!

Hahaha!
Kurangnya Kebijaksanaan Universal Buddha merupakan masalah dengan orang-orang ini!
Kenapa menyuruh orang-orang untuk berada di bawah guyuran hujan?
Mohon dipikirkan: Apakah Guru atau Buddha akan melakukan hal tersebut?

Kenapa?

Aku ingat pernah mendengarkan sebuah ceramah tentang derita besar dan banyaknya keringat yang dikucurkan untuk merencanakan hingga memulai proses pembangunan sebuah rumah ibadah.

Dalam hati aku bertanya kepada orang tersebut: Lah kenapa membangun rumah ibadah kalau begitu?

Hari ini sepertinya cocok untuk berbagi ajaran fundamental dari Buddha – 4 Kebenaran Mulia!

Sebelum membangun rumah ibadah, PIKIRAN DULU:
  1. Apakah aku butuh sebuah rumah ibadah untuk membabarkan Buddha Dharma?
  2. Apakah aku punya alternatif-alternatif lain?

Kenapa sekarang kamu mengeluh tentang kesulitan, kurang istirahat dan lain-lainnya?

Aku percaya bahwa bila kamu memang benar-benar ditugaskan untuk menyelesaikan suatu proyek, maka Semua Dewata akan menolongmu dan kamu bahkan tak akan punya waktu untuk mengeluh tentang rasa lelah atau kurang dukungan atau kurang dana!!!

Ambillah Pure Karma sebagai contoh; kita selalu mendapatkan tempat pribadi untuk menyelenggarakan acara puja baik dalam lingkup dalam negeri maupun luar negeri.
Ongkos yang kita keluarkan juga rendah, dan tak perlu cerita ke sana kemari kepada orang-orang untuk mendaftar ini dan itu seperti promosi dagangmu yang memberi janji kepada mereka akan Kekayaan dan Daya Kekuatan, yang akhirnya tak bisa kau penuhi!

Aku sendiri percaya pada Jodoh dan juga Kebebasan Memilih.

Saat kamu butuh bantuan dan kamu tulus mencari bantuan karena mau berubah, maka Buddha akan mengirimkan bantuan yang kamu butuhkan.
Namun bila kamu dibohongi atau ditipu oleh mereka yang berkedok agama, maka itu karmamu sendiri, dan jodohmu dengan Buddha masih kurang.

Kita ini bagaikan Mobile Altar (Altar yang Bergerak), kalau kamu percaya omongan Guru!
Jadi kamu sesungguhnya tak butuh sebuah rumah ibadah untuk bisa bersadhana dengan baik! :)

Kalau kamu menonton ceramah yang aku sampaikan di Vajragarbha Seattle tanggal 7 November 2009, kamu akan paham kenapa aku menjadi target untuk disingkirkan dari Aliran Satya Buddha juga!

Aku membagikan ajaran sadhana Mahamudra, bertransformasi menjadi Guru, dan juga mengubah semua insan menjadi Guru!
Dan kini dengan Guru mengajarkan Dharma Maha Kesempurnaan, kiranya kamu sudah mulai paham kalau yang aku bagikan selama ini mirip dengan yang Beliau ajarkan juga?

Seorang saudari sedharma bertanya kepadaku kenapa dirinya selalu tak mampu memahami apa yang Guru katakan.

Kalau kamu paham akan Karma dan punya secercah pencerahan, kamu pasti mampu menjawabnya sekarang! :)

Jadi Berhentilah Menyiksa Diri Sendiri maupun orang lain yang mengikutimu!

Ingatlah selalu bahwa Buddha mengajarkan berbagai cara untuk menemukan Kebahagiaan abadi dan menyebarluaskannya pula!

Kalau kamu tak bahagia, atau pikiranmu penuh dengan kekuatiran kalau Lotuschef menginginkan posisimu atau ingin mengendalikanmu dan orang-orang lain, sekarang cobalah sadar diri!

Lotuschef tak pernah tertarik dalam hal apapun yang menciptakan emosi negatif!

Oh ya, Guru pun mengatakan bahwa Membanding-bandingkan adalah akar dari Perselisihan!

Bagiku, Perselisihan akan mengarah kepada PERANG!

Guru juga bilang bahwa di tahun Kuda ini akan ada Perang Kecil. Apakah kiranya kamu yang jadi pencetusnya?


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef



Related Posts:

Saturday, November 2, 2013

Kebijaksanaan yang nampak gila – Menurutmu Seberapa Banyak Hingga Dianggap Benar-benar Cukup?


Ditulis oleh Lotuschef – 27 Oktober 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Crazy Wisdom – How Much Is Truly Enough?


Lihat juga: 2013年10月20日聖尊蓮生活佛盧勝彥賜授「喜金剛不共大法」灌頂 -彩虹雷藏寺

Skenario di atas begitu umum dan sering kita lihat tiap kali Guru sedang memberikan Abhiseka.

Lihatlah para umat dari segala tingkatan di sana. Mereka begitu sibuknya memegang benda-benda yang menurut mereka harus mendapatkan pemberkatan – bagaimana caranya pokoknya harus disentuhkan ke Bendera-bendera Abhiseka!!!

Lalu bagaimana halnya dengan berbagai hal yang Guru sampaikan dalam ceramah beliau mengenai Tak Butuh Apapun dan Mampu Merelakan?

Dan bagaimana halnya dengan praktek mendasar tentang Mudra, Visualisasi dan Mantra?

Hahaha!

Kamu tak berlatih seperti yang diajarkan Guru, lantas kamu menyalahkan Guru?

Jangan pernah lakukan itu! Karena KAMU sendiri yang sepenuhnya bertanggungjawab dengan memilih meributi benda-benda yang kamu bawa melebihi instruksi Guru untuk Membentuk Mudra, Melakukan Visualisasi dan Menjapa Mantra untuk Abhiseka!

Masih ada skenario lain di mana para murid merasa perlu berkali-kali mengitari bendera abhiseka untuk MENDAPATKAN BERKAT LEBIH BANYAK dan menyerap abhiseka yang diberikan hari itu.

Ya kalau dengan melakukan hal tersebut membuatmu Bahagia dan Puas serta bisa tidur nyenyak setelahnya, maka teruskan saja!

Dalam sesi puja api homa, aku mengamati bahwa setelah menolong beberapa murid untuk melakukan persembahan, mereka masih memegangi Teratai Persembahan dan dupa batang serta berdiri di dekat tungku homa sambil melanjutkan “percakapan” atau permintaan mereka selama beberapa waktu sebelum mereka puas dan memberikan persembahan tersebut kepada Dewa Api!!!

Aku mengobrol dengan Guru, dan memutuskan untuk tak lagi menolong setiap peserta untuk melakukan persembahan. Mereka semua bisa belajar dan melakukan persembahan sendiri.

YA! Guru bilang kini saatnya mereka semua belajar untuk mandiri! :)

Sejauh ini baik-baik saja!

Bila kamu merasa bahwa memegang persembahan lebih lama sambil menceritakan semua hal yang ingin kamu ceritakan dan meminta semua hal yang ingin kau pinta adalah suatu hal yang kamu memang butuhkan, maka lanjutkanlah.
Intinya adalah Selama Kamu Puas dan Bahagia!!!

Pola Pikir!!!
Hahaha!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Thursday, October 24, 2013

Mengenai Menemukan Kebahagiaan


Ditulis oleh Lotuschef – 22 Oktober 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on Finding Happiness


Cuplikan layar di atas diambil dari ceramah Guru tanggal 19 Oktober 2013.

Di ceramah beliau baru-baru ini, Guru bicara mengenai dirinya yang Selalu Bahagia dan Tak Terganggu oleh masalah apapun, yang sama artinya dengan pencapaian tertinggi dalam pelatihan diri, Tingkat Maha Kesempurnaan.

Hahaha!
Aku juga berkali-kali mengatakan bahwa Buddha mengajar kita semua untuk meninggalkan penderitaan dan mendapatkan kebahagiaan.

Jalanmu untuk menemukan kebahagian dan bernaung di dalam kebahagiaan secara permanen, adalah kunci utama yang harus kau pegang!


Ibu seorang murid pernah bertanya kepadaku: Fashi, kenapa aku melihatmu selalu tersenyum bahagia?

Akupun menimpalinya: Karena aku telah belajar merelakan sejak aku ditahbiskan menjadi seorang bhiksuni. Itulah yang membuatku mampu selalu tersenyum bahagia! :)

Bahagiakah dirimu?
Apakah kamu telah menemukan cara untuk membuat dirimu bahagia dan terus berada dalam kondisi bahagia tersebut?

Aku pernah mengatakan bahwa Tantrayana adalah mengenai Kesederhanaan.
Kini percayakah kamu setelah Guru menjelaskan Maha Kesempurnaan kepadamu?

Kamu mulai berlatih dan akhirnya akan menyadari bahwa kamu kembali ke Pola Pikir yang Polos dan Sederhana layaknya seorang anak kecil!

Untuk para sadhaka wanita, maka aura dan pola pikir mereka perlahan-lahan akan berubah menjadi lelaki, dan kemudian berubah lagi menjadi anak kecil.

Aku juga menjelaskan bahwa saat seorang sadhaka pria menjadi Feminin, maka semua usahanya menjadi sia-sia belaka!
Hal tersebut ada hubungannya dengan Keseimbangan Yin & Yang di dalam tubuhnya!
Atau kemungkinan ia melatih Ilmu Hitam yang pada akhirnya malah mencelakai dirinya sendiri.

Vajra Master yang mendatangiku dua kali, sekali di Taiwan dan sekali lagi di Seattle, yang mengaku atas suruhan Komite Pusat, apakah seperti orang yang berada dalam tekanan?

Saat di Taiwan, kulihat auranya meredup.
Saat di Seattle, saat kita sedang berada di luar aula upacara dan di ruang terbuka, ia menampilkan sikap yang bermusuhan dan terlihat redup meski Guru juga sedang berada di sana dan bahkan ia telah mendapatkan abhiseka dari Guru di upacara tersebut.

Dan di suatu sesi, Guru-pun berkomentar bahwa bila dia telah tercerahkan, maka ia tak akan takut saat sedang berada di dimensi angkasa luas yang tak berawan.
Terlebih lagi di sesi baru-baru ini, Guru mengomentari bahwa ia sangat feminin!

Pembacaan auraku cukup akurat dong? :)
Vajra Master ini malah mengalami kemunduran, bukannya kemajuan dalam pelatihan dirinya?

Itu karena ia menciptakan neraka bagi dirinya sendiri dengan menjalankan perintah yang merugikan dirinya dan para tuannya sendiri!

Menganiaya seorang Sangha Sejati adalah bagai mengutuk ajaran Sang Buddha!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, October 1, 2013

Ceramah Dharma Guru, Seattle – 14 September 2013


Ditulis oleh Lotuschef – 15 September 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: SZ's speech,  Seattle – September 14, 2013


Baca juga:
Kebijaksanaan yang nampak gila – Buddha Mengetahui Semua Hal [1]
Kebijaksanaan yang nampak gila – Buddha Mengetahui Semua Hal [2]


Di ceramah hari ini (per tanggal publikasi), Guru menuturkan bahwa seorang Buddha Mampu Mengetahui Semua Hal!

Hahaha! Apa menurutmu Lotuschef berbagi ajaran yang Menyesatkan selama ini?

Guru juga membahas mengenai Melihat Sinar seperti Matahari, Bulan, Lampu, yang merupakan topik-topik khusus dalam Sadhana Maha Kesempurnaan!
Lotuschef juga telah menulis dan berbagi artikel-artikel mengenai cara untuk Melihat Sinar Matahari, Bulan, Bintang, ... juga! :)

Guru juga menjelaskan mengenai Bola-bola Sinar Prajna dengan lebih terperinci. Beliau juga merujuk hal tersebut ke dalam Sutra di mana penjelasan mengenai bola-bola sinar prajna tersebut terdokumentasikan.



Guru kemudian mengajarkan bahwa kita bisa beramal kepada para dewa bumi dan roh. Dengan melakukan hal tersebut, mereka nantinya akan membantu kita. Mempersembahkan kertas sembahyang yang dibakar untuk mereka juga bisa dilakukan bila kamu sedang kekurangan dana.


Dalam sesi Persembahan atau Puja Api Homa, kita memberikan persembahan kepada semua Dewata.
Guru katakan bahwa hal tersebut akan membuat mereka senang.
Kita bisa mempersembahkan kebahagiaan dan juga membuat insan lain bahagia – ini sama halnya dengan mengumpulkan pahala baik dan sekaligus membangun jodoh.


Mempersembahkan “Permainan”, seperti percikan kembang api, juga membawa kebahagiaan!


Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Dengan pikiran yang mampu mengamati dengan bijaksana, ditambah dengan ajaran-ajaran Guru, akankah kamu merasa terganggu dengan apa yang dikatakan atau dilakukan oleh para anggota Komite Pusat beserta para pendukungnya?
Sungguh-sungguh bersyukur pada Guru yang memberitahuku untuk mengabaikan semua hal negatif tersebut!


Hahaha!

Guru memberikan sebuah contoh yang sangat fantastis, mengenai Buddha yang mengabaikan semua pernyataan yang melecehkan dan penuh fitnah yang diarahkan kepadanya!
Saat ditanya oleh Manjushri, Buddha menjawabnya bahwa orang-orang itu memarahi, melecehkan, dan memfitnah Angkasa (Alam Semesta)!
Lalu apakah Angkasa menimpali hal-hal tersebut?


Oh! Lihat-lihatlah lagi rekaman video sesi puja hari ini bila sudah diunggah.
Perhatikan baik-baik para VM kita dan orang-orang di sana saat sesi sadhana.
Bandingkan dengan apa yang aku telah tuliskan mengenai apakah seseorang benar-benar bersadhana atau tidak; dan bila tidak, menurut opinimu Kenapa Begitu? :)

SUNGGUH! Kamu bisa melihat bahkan dari video, cukup jelas apakah orang tersebut benar-benar bersadhana atau cuman pasang topeng belaka!
Hahaha!

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef