Showing posts with label perselisihan. Show all posts
Showing posts with label perselisihan. Show all posts
Friday, March 20, 2015
[Reputasi], Tak Punya
Dibagikan dan diterjemahkan oleh Lotuschef – 1 Maret 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 『名譽』無有 [Reputation] Don't Have
Catatan:
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lama Lotuschef.
Mempersilakan teman-teman untuk menerjemahkan sendiri sehingga menjadi versi yang mampu dipahami sesuai dengan tingkat pelatihan dirimu saat ini.
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
~~~~~~~~
蓮生活佛 > 師尊文集 > 74_無形之通
『名譽』無有
(一)
人們的口頭禪的一句話:「名譽是人的第二生命。」
Di khalayak umum sering dikatakan: Reputasi adalah nyawa kedua.
而我對這句話覺得最是可笑。
Aku merasa hal itu menggelikan.
因為我根本不要名譽,不喜愛名譽,反對名譽,甚至要破除名譽,踢倒名譽。
Karena pada dasarnya aku tak butuh ketenaran, tak suka reputasi, dan aku malah menentang reputasi sampai-sampai menyingkirkan atau menendangnya.
要知道,「名譽」是天地間的至害之物。
Harus tahu kalau [Reputasi] adalah penyebab Celaka di dunia ini.
人類實在是被「名譽」二字,害得七顛八倒,禍害連連,永無休止。
Umat manusia benar-benar selalu kena celaka gara-gara [Reputasi] ini, kacau balau dan berakhir dalam bencana.
自古以來,兩國爭戰,都是為「名譽」。
爭的是「大國」、「小國」,爭的是「正統」與「偽統」,「主國」與「附屬國」。……
Dari jaman dahulu hingga sekarang, peperangan di antara 2 negara selalu karena [Reputasi].
Perselisihan antara [Negara Besar], [Negara Kecil], [Tradisi Otentik] dan [Tradisi Palsu], [Negara Utama] dan [Negara Serikat].
小至個人,愛面子就是「名譽」。
過份的愛「名譽」,就必然要付出重大的耗費。
Hingga sampai yang kecil-kecil di mana orang-orang masih cinta “Muka”, yang merupakan [Reputasi].
Terlalu berlebihan cinta [Reputasi], pasti nantinya akan membayar dengan harga yang besar.
世人相爭,為了一個「面子名譽」。固執頑冥。
Orang-orang di dunia ini berselisih karena [Reputasi Citra] (Ego). Keras kepala dan bandel.
世人上法庭,為了一個「面子名譽」。打誹謗官司。
Orang-orang di dunia ini maju ke pengadilan karena [Reputasi Citra]. Melawan gugatan fitnah.
輸人不輸陣,屈辱不可忍。
Mereka yang kalah bukan berarti pertarungan selesai, karena masih tak bisa mentolerir penghinaan.
於是,一切的「鬥爭」就在這間隙之中產生。
Demikianlah segala macam [peperangan] muncul dari sini.
「名譽」使人表現堅強固執,「名譽」使人表「名譽」使人有高低尊卑之分,「名譽」使世人爭執不休。
[Reputasi] menyebabkan orang-orang menampilkan keras kepala yang luar biasa,
Menyebabkan orang-orang mematok perbedaan standar tinggi dan rendah,
Menyebabkan perselisihan yang tiada berakhir.
「名譽」的益處何在?豈有益處?
Adakah manfaat dari [Reputasi]?
Sungguhkah ada?
﹙二﹚
而「蓮生活佛」不要名譽,所以能「活」。
Namun, Buddha Hidup Lian Sheng tak butuh Reputasi, makanya bisa [Hidup].
我已學會「謙下不爭」。
Aku telah belajar bagaimana [menjadi rendah hati dan tak berselisih].
我也學會「棄華取實」。
Aku telah belajar bagaimana [meninggalkan kemewahan dan hidup dengan kebutuhan yang seperlunya saja].
我的一生,遭受到很多的挫折打擊,在逆境中,有數不盡的誹謗,但,我之所已能不動心的真正理由是:
Dalam kehidupanku ini, sudah mengalami banyak halangan dan hantaman, bertemu dengan masa-masa yang susah, fitnah juga tak ada habisnya, tapi alasan utama kenapa aku tetap tak bergeming adalah:
「名譽與我無涉」,我能承受不倒,迂迴轉進,全在於我根本沒有「名譽之心」。
[Reputasi tak mampu menggangguku], dalam segala situasi aku tak pernah tumbang, semua ini karena tiadanya [pola pikir yang menyukai Reputasi].
恢廓有容,是「名譽」無有。
Punya hati yang dermawan, tapi tak punya [Reputasi].
我根本不要面子,我根本不要臉,甚至我根本就沒有「臉」,是天下第一的不要臉。
Pada dasarnya aku tak menginginkan prestis ataupun citra, sampai ke suatu titik di mana aku tak punya [citra], dan ujungnya adalah tak menginginkan citra di dunia ini.
人們稱我「邪」,其實我「清淨自正」。
Orang-orang menganggapku [Jahat], sebenarnya aku [suci dan berbudi].
人們稱我有「企圖」,其實我「無為自化」。
Orang-orang mengira aku punya [motif tersembunyi], sebenarnya aku [secara alami melakukan perubahan tanpa motif tertentu].
人們絀我,我遠走異鄉,安眠高臥。
Orang-orang menyingkirkan diriku, aku pergi jauh-jauh ke negara lain, tetap bisa tidur dengan nyenyak.
人們告我,我不語不辯,無爭。
Orang-orang menuntutku, aku tak menanggapinya ataupun membuat argumen, demikianlah tiada perselisihan.
我反對「名譽」,講求卑下。
反對「名譽」,不尚虛名。
反對「名譽」,教導無鬥無爭。
我依循自然,而至於「無我」。
Aku menentang [Reputasi], aku memilih kerendahan hati,
Tak mengejar kehormatan yang penuh kepalsuan,
Mengajarkan Tiada Perselisihan ataupun Pertengkaran,
Aku ini apa adanya dan alamiah, hingga sampai pada Tiada Diri.
我建寺,住持讓他人。
Aku membangun kuil, biarlah orang-orang lain yang menjadi kepala biaranya.
我說法,弟子坐中位。
Aku membabarkan dharma, biarlah para murid duduk di tengah (baca: posisi penting).
慈善濟世,我不管錢。
Beramal kepada dunia, aku tak mengurusi uangnya.
我無「權」,也無「錢」,什麼也無。
Aku tak punya [Wewenang/Kekuasaan], juga tak punya [uang], tak punya apapun.
因為我沒有「名譽之心」,我不要名份,我無言的教導「無鬥無爭」。
Karena aku tak punya [pola pikir Reputasi], tak menginginkan status, maka selamanya mengajarkan [tiada perselisihan tiada pertengkaran].
「活佛」,空名而已。歸於虛空。
[Buddha Hidup] hanyalah sekedar nama belaka. Ia milik Kekosongan yang Ilusif.
「宗主」,空名而已。歸於虛空。
[Pemimpin Ordo], juga hanya sekedar nama belaka. Ia milik Kekosongan yang Ilusif.
當我一隱居,一切均可粉碎,本來就是虛空。
Begitu aku memasuki retret, semuanya bisa dipecah/dilebur, demikianlah semua kembali pada Kekosongan yang Ilusif.
當我靜坐禪定之時,我身虛空,生命已無,名譽更何有附?
Di dalam meditasi, tubuhku adalah Kekosongan yang Ilusif, tiada kehidupan, oleh karenanya Reputasi mau menempel di mana?
我無心,以天地宇宙為心。
Aku tak punya hati, karena langit-bumi dan alam semesta adalah sang hati.
心光放射,成一無窮盡的圓光。
Cahaya dari hati memancar, menjadi lingkaran-lingkaran sinar yang banyaknya tak terhingga.
我知道我一切均已死去,唯一活著的是我的意識,我的思想,我的道。
Aku tahu kalau segalanya telah mati, hanya kesadaranku, pikiranku, dan jalanku saja yang masih hidup.
其實,意識、思想、道,也不是「我的」。
Sebenarnya, kesadaran, pikiran, sang jalan, juga bukan milikku.
在「這些」當中,不會有「名譽」兩字。
Di dalam [semua hal ini], tak ada yang namanya [Reputasi].
撲實的,實際的。
Sederhana, membumi dan realistis.
已經去掉名譽的自大狂,去掉尊貴的驕傲,去掉虛名的貪戀,去掉妄想的執著。
Reputasi megalomania (gila kemuliaan) telah dienyahkan, kecongkakan telah dienyahkan, keserakahan akan nama ataupun ketenaran yang ilusif telah dienyahkan, kemelekatan yang membandel juga telah dienyahkan.
清虛自守的「禪」。
Berdiam di dalam diri yang suci dan ilusif adalah [Zen].
卑弱自持的「無」。
Selalu rendah hati, diri ini mempertahankan [Kekosongan].
是近道也。最接近自然無為了。
Adalah yang paling dekat dengan Sang Jalan. Paling dekat dengan tatanan alam, tiada motif tersembunyi.
「名譽」是一個表面,不實在的最不實在。
[Reputasi] hanyalah kulit luaran belaka, tak nyata dan paling tak nyata.
「名譽」是可厭惡的虛榮。
[Reputasi] adalah wujud kesombongan yang jahat dan penuh kebencian.
宇宙的心,佛心,禪心,是天上最不可測的心,世人祇知其表,不知內在啊!
Hati Alam Semesta ini, Hati Buddha, Hati Zen, adalah hati langit yang paling sukar diselami, orang-orang dunia hanya melihat luaran saja, tak mampu melihat apa yang ada di dalamnya!
「名譽是人的第二生命」,殆矣!
[Reputasi adalah nyawa kedua], betapa bahayanya!
~~~~~~~~~~~
Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Ingat-ingatlah dan pahatlah di dalam hatimu pesan-pesan penting dari artikel di atas!
Hahaha!
Tulisan ini mengajarkanmu kunci-kunci penting untuk membebaskan dirimu dari hal-hal duniawi seperti Nama, Ketenaran, Status, …
DAN begitu terbebaskan, jarak antara dirimu dan Kebuddhaan sudah sangat dekat!
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
Bahasa Indonesia,
celaka,
lotuschef,
nyawa kedua,
perselisihan,
reputasi
Saturday, February 15, 2014
Lotuschef Bermain-main – Kenapa Tak Mendengarkan Buddha?
Ditulis oleh Lotuschef – 13 Februari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Why Didn't Listen to Buddha? 为何没听世尊的?
Di atas adalah rupang Buddha Shakyamuni di Biara Zen Chung Tai, Puli – Taiwan.
Banyak para sadhaka yang percaya bahwa Jalur Keras (Asketisme) atau 苦行 adalah cara melatih diri yang benar.
Dan seringkali mereka membuat diri sendiri kekurangan asupan untuk menjaga Kesehatan Tubuhnya, padahal hal tersebut dibutuhkan untuk mampu melanjutkan bersadhana! :)
Buddha Shakyamuni setelah melatih Jalur Keras tersebut dan hampir meninggal, akhirnya menyadari bahwa menyiksa diri sendiri malah membawa kemunduran, bukannya kemajuan dalam pelatihan diri.
Demikianlah, meski para sadhaka lain lalu mengejek dan mencercanya, beliau mulai makan dan beristirahat dengan cukup.
Dan beliau akhirnya mencapai Kebuddhaan, tapi sayangnya mereka yang melatih Asketisme tak mampu mencapainya!
Bahkan hingga sekarang, para insan masih mengagumi para sadhaka yang:
- Hanya makan sekali sehari
- Tidak menjaga/merawat kesehatan tubuh fisiknya
- Menyiksa batang tubuhnya.
Hahaha! Upacara Usnisa Wijaya barusan di Taipei membuatku menulis artikel ini.
Rumah Ibadah penyelenggara tersebut selalu melakukan penjapaan Dharani Usnisa Wijaya secara terus-menerus tanpa henti dari pagi hingga malam, selama 7 hari.
Kata-kata Buddha tentang menjaga kesehatan diri supaya bisa bersadhana dalam kondisi baik dan konsentrasi penuh sepertinya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri?
Kenapa justru bangga dengan TANPA HENTI?
Kita semua tahu bahwa Tubuh Manusia ini punya banyak keterbatasan, sehingga kalau kamu memaksa diri sendiri dan orang-orang lain dengan cara tersebut sungguh bukan merupakan cara yang tepat!
Sama halnya dengan para murid yang diminta atau dipaksa untuk duduk di area VIP karena para “boss” mereka harus menunjukkan apresiasi atas alokasi tempat-tempat duduk tersebut!
Ya dipikirkan saja, kenapa para “boss” tersebut malah tak bergabung dengan para pengikutnya?
Bodhicitta?
Demi Memperbaiki Keadaan, bukankah kenyamanan para pengikut jauh lebih berarti daripada memberi muka kepada penyelenggara acara?!
Orang-orang yang melekat pada ide atau dari ide yang dijejalkan oleh orang-orang yang mereka pikir adalah otoritas yang berwenang atas suatu subjek atau masalah, rela begitu saja menyerahkan diri mereka untuk dikendalikan orang-orang lain!
Menjapa tanpa henti selama 7 hari 7 malam tanpa asupan nutrisi yang cukup bagi tubuh dan pikiran, malah sebenarnya melanggar ajaran dari Buddha.
Guru mengajarkan kita untuk menghargai kesehatan tubuh fisik ini supaya bisa bersadhana dengan baik.
Terus-menerus menekan diri sendiri hingga ke titik batas pasti akan menimbulkan penyakit.
Bagaikan mesin, tubuh sendiri akan rusak saat kebablasan digunakan.
Aku sempat melihat bahwa rumah ibadah lain juga akan segera melakukan hal yang sama!
Hahaha!
Kurangnya Kebijaksanaan Universal Buddha merupakan masalah dengan orang-orang ini!
Kenapa menyuruh orang-orang untuk berada di bawah guyuran hujan?
Mohon dipikirkan: Apakah Guru atau Buddha akan melakukan hal tersebut?
Kenapa?
Aku ingat pernah mendengarkan sebuah ceramah tentang derita besar dan banyaknya keringat yang dikucurkan untuk merencanakan hingga memulai proses pembangunan sebuah rumah ibadah.
Dalam hati aku bertanya kepada orang tersebut: Lah kenapa membangun rumah ibadah kalau begitu?
Hari ini sepertinya cocok untuk berbagi ajaran fundamental dari Buddha – 4 Kebenaran Mulia!
Sebelum membangun rumah ibadah, PIKIRAN DULU:
- Apakah aku butuh sebuah rumah ibadah untuk membabarkan Buddha Dharma?
- Apakah aku punya alternatif-alternatif lain?
Kenapa sekarang kamu mengeluh tentang kesulitan, kurang istirahat dan lain-lainnya?
Aku percaya bahwa bila kamu memang benar-benar ditugaskan untuk menyelesaikan suatu proyek, maka Semua Dewata akan menolongmu dan kamu bahkan tak akan punya waktu untuk mengeluh tentang rasa lelah atau kurang dukungan atau kurang dana!!!
Ambillah Pure Karma sebagai contoh; kita selalu mendapatkan tempat pribadi untuk menyelenggarakan acara puja baik dalam lingkup dalam negeri maupun luar negeri.
Ongkos yang kita keluarkan juga rendah, dan tak perlu cerita ke sana kemari kepada orang-orang untuk mendaftar ini dan itu seperti promosi dagangmu yang memberi janji kepada mereka akan Kekayaan dan Daya Kekuatan, yang akhirnya tak bisa kau penuhi!
Aku sendiri percaya pada Jodoh dan juga Kebebasan Memilih.
Saat kamu butuh bantuan dan kamu tulus mencari bantuan karena mau berubah, maka Buddha akan mengirimkan bantuan yang kamu butuhkan.
Namun bila kamu dibohongi atau ditipu oleh mereka yang berkedok agama, maka itu karmamu sendiri, dan jodohmu dengan Buddha masih kurang.
Kita ini bagaikan Mobile Altar (Altar yang Bergerak), kalau kamu percaya omongan Guru!
Jadi kamu sesungguhnya tak butuh sebuah rumah ibadah untuk bisa bersadhana dengan baik! :)
Kalau kamu menonton ceramah yang aku sampaikan di Vajragarbha Seattle tanggal 7 November 2009, kamu akan paham kenapa aku menjadi target untuk disingkirkan dari Aliran Satya Buddha juga!
Aku membagikan ajaran sadhana Mahamudra, bertransformasi menjadi Guru, dan juga mengubah semua insan menjadi Guru!
Dan kini dengan Guru mengajarkan Dharma Maha Kesempurnaan, kiranya kamu sudah mulai paham kalau yang aku bagikan selama ini mirip dengan yang Beliau ajarkan juga?
Seorang saudari sedharma bertanya kepadaku kenapa dirinya selalu tak mampu memahami apa yang Guru katakan.
Kalau kamu paham akan Karma dan punya secercah pencerahan, kamu pasti mampu menjawabnya sekarang! :)
Jadi Berhentilah Menyiksa Diri Sendiri maupun orang lain yang mengikutimu!
Ingatlah selalu bahwa Buddha mengajarkan berbagai cara untuk menemukan Kebahagiaan abadi dan menyebarluaskannya pula!
Kalau kamu tak bahagia, atau pikiranmu penuh dengan kekuatiran kalau Lotuschef menginginkan posisimu atau ingin mengendalikanmu dan orang-orang lain, sekarang cobalah sadar diri!
Lotuschef tak pernah tertarik dalam hal apapun yang menciptakan emosi negatif!
Oh ya, Guru pun mengatakan bahwa Membanding-bandingkan adalah akar dari Perselisihan!
Bagiku, Perselisihan akan mengarah kepada PERANG!
Guru juga bilang bahwa di tahun Kuda ini akan ada Perang Kecil. Apakah kiranya kamu yang jadi pencetusnya?
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Related Posts:
Labels:
altar,
asketisme,
Bahasa Indonesia,
Karma,
kebahagiaan,
lotuschef,
pencerahan,
perang,
perselisihan,
rumah ibadah,
tanpa henti
Subscribe to:
Posts (Atom)

