Showing posts with label kesederhanaan. Show all posts
Showing posts with label kesederhanaan. Show all posts

Sunday, July 26, 2015

Tantrayana adalah Kesederhanaan [2]



Ditulis oleh Lotuschef – 19 Juli 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Tantrayana is Simplicity 密宗是简单 [2]




Diekstrak dari [Tantrayana adalah Kesederhanaan]:

[--- Jadi singkatnya berarti bahwa GURU TAK AKAN MENUNTUT SIAPAPUN, DAN JUGA BERARTI BAHWA KOMITE PUSAT SEBAGAI MURID Guru seharusnya menghargai sentimen Guru mengenai hal ini!

Kenapa membuat hidup sendiri dan orang-orang lain menjadi sangat rumit dengan membangkitkan sentimen Benci, Marah, Dendam? Balas setimpal, Kalahkan Mereka, Harus Menang, ….. :)

HANYA MENGIKUTI JEJAK GURU JUGA SANGAT SULIT?
HAHAHA!

Iman dan Percaya Mutlak akan Guru Akarmu sendiri berarti kamu tak melakukan apa yang beliau tak akan lakukan!

Jangan memperumit semua hal!
---]

~~~~~~~~

Dari arsip percakapan:
AA: VM yang memimpin sadhana bersama hari ini bakal kena omelan komite pusat!
Mahaguru seperti memberitahu mereka untuk bergabung bersama Pure Karma dalam sadhana bersama! Hehehehehehe
4:30 OM

BB: oh memangnya dia yang bertanggung jawab untuk membuat langkah-langkah visualisasi?
Dulu ia mengeluh kepada Mahaguru kalau semuanya telah ditetapkan dari komite pusat.
Kurasa kamu benar kalau dia akan terkena omelan.
4:34 PM

AA: Mereka berdua dari Panama.
Kurasa dia terlalu terlena berhubung temannya menambahkan banyak “detil” di beberapa visualisasi!
Mereka berdua terjerat kerumitan.


BB: Mahaguru khan ada di dekat mereka, kenapa tak duduk bersamanya dan menanyakan berbagai macam detil yang membingungkan mereka.

AA: O! Bisakah kamu menambahkan kata “Specimen” di draft baju musim panas. Aku hendak mengunggahnya ke dalam artikel mengenai baju jinmu muda.
Mahaguru bilang sekarang ini saat memberikan berkat jamah kepala (moding), jinmu muda yang selalu hadir.

BB: Oke.

~~~~~~~~~~~

Teman-temanku sekalian yang terkasih, cobalah mendengarkan visualisasi yang untuk beberapa sesi belakangan ini, setelah Mahaguru meminta mereka mengubahnya dari standar basi yang selalu dipakai oleh Komite Pusat.

Kurasa sesi itu di tanggal 31 Mei 2015.

2015年5月31日聖尊蓮生活佛盧勝彥開講「大圓滿九次第法」-彩虹雷藏寺

2015-05-31《蓮生法王開示》學習無我捨身法:

<蓮生法王盧勝彥2015年5月31日美國西雅圖彩虹雷藏寺週日「無我佛母護摩大法會」大圓滿法第144講開示>

{ 每一次聽到在唸「大海平靜無波,晴空萬里,月輪從大海中昇起,中間有個咒字旋轉,本尊出現…」每一次宗委會的儀軌寫的統統一樣,搞一點新花樣嘛!

◎現在科技都在變化,儀軌也要懂得變化。
Sekarang ini teknologi juga berubah, sadhana juga harus bisa berubah.}

~~~~~~~~~~

Bagaimana dengan metode yang dipakai Pure Karma?
Memvisualisasikan Maha Padmakumara Putih muncul dari alam semesta, dan memberkati kita dengan sinar Putih, Merah, dan Biru – dengannya membersihkan semua karma kita dari semua kehidupan lampau dan saat ini.
Kemudian bija aksara “HOM” di tengah-tengah roda mantra di chakra hati Padmakumara memancarkan cahaya putih yang terang benderang ke arah chakra hati kita.
Dengan segera, bija aksara “HOM” terduplikasi di chakra hati kita.

KEMUDIAN kamu bisa memvisualisasikan bija “HOM” lebih lanjut bertransformasi menjadi bunga teratai bercahaya putih. :)

Sederhana khan?

TAPI, kamu harus tahu cara menulis bija aksara HOM supaya metode ini bisa efektif!

Untuk yidam yang banyaknya lebih dari satu, Pure Karma selalu memulainya dengan GURU AKAR terlebih dulu, Maha Padmakumara Putih, dan kemudian baru ditambahkan yidam atau berbagai yidam lain, dengan meletakkan bija aksara yang bersangkutan di atas bunga teratai yang bercahaya putih.

Transformasi yidam atau para yidam lebih lanjut dapat dilakukan dari bija aksara dan warna cahaya yang mewakili mereka.

Demikianlah bila kamu memperumit berbagai macam hal, kamu sendiri yang jadi “tersesat” dan tak ada yidam yang menanggapi undanganmu. :)

Dan ingatlah kalau Mahaguru Lu mengajarkan banyak sadhana yang sederhana, namun sayangnya orang-orang awam membuatnya menjadi rumit!

Pesan dari Mahaguru Lu di hari ini?
Melepaskan Diri!

Selamat bersadhana!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Thursday, December 26, 2013

Kamu Tahu Apa Yang Sedang Kamu Lakukan?


Ditulis oleh Lotuschef – 25 Desember 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Knowing What You Are Doing


Lihat-lihatlah niat teman-teman murid dalam memberikan persembahan.


Saat kamu berbahagia dalam memberikan persembahan, bukankah artinya kamu mempersembahkan dengan tulus?


Aku lihat beberapa murid yang terus memegangi teratai persembahan dan dupa mereka setelah aku membantunya melakukan persembahan! :)

Mereka punya banyak urusan yang belum beres yang membuatnya terus memegangi persembahan dan “bicara lebih lanjut” sebelum selesai mempersembahkan!


Teman-temanku sekalian yang terkasih, bila kamu pikir kamu perlu menyampaikan segala keluh kesahmu selama ini saat sesi puja api homa, berarti kamu gagal memahami bahwa Guru Tahu Segalanya!

Di saat yang bersamaan, kamu menunjukkan kurangnya rasa percaya pada Guru Akarmu sendiri.

Kamu juga gagal mengikuti sadhana dari awal, di mana kamu dipandu untuk melakukan 3 pernapasan mendalam yang lengkap, untuk melepaskan semua masalah yang mengganggumu. Kamu diminta untuk santai, membersihkan serta menyegarkan dirimu sendiri di saat itu!

Dalam jangka panjang, kamu gagal memahami kenapa setelah sekian lama menghabiskan waktu untuk bersadhana tapi tetap saja tak ada kemajuan!


Sebenarnya Guru memberimu 100% tapi rasa tak percayamu yang menghalangimu sendiri dari menerima setiap pemberkatannya.

Oleh karenanya, janganlah mencari-cari dan menyalahkan orang lain! Salahkan dirimu sendiri!
SUNGGUH! KAMU sendiri adalah inti masalahnya!

Kenapa di dalam artikel ini aku banyak menampilkan foto anak-anak?

Karena mereka masih punya Kesederhanaan atau Kepolosan Seorang Anak. Dengannya, pikiran mereka tak dikacaukan oleh berbagai Keinginan dan Harus Punya Ini-Itu! Hahaha!

Jangan me-“ribet”-kan hidupmu sendiri. Saatnya sadar dan selamatkan dirimu sendiri!


Baru-baru ini Guru berkata bahwa bila kamu pikir kamu bisa mencapai Kebuddhaan, maka kamu tak akan bisa. Namun, saat kamu tak memikirkannya sama sekali, kamu malah sudah menjadi Buddha! :)

Bersadhana harus mengikuti ajaran Guru akan Visualisasi, Mudra, dan Mantra.
Sudahkah kamu memastikan dirimu melakukan itu semua tiap kali kamu bersadhana? :)

Seorang murid wanita yang sudah berlindung (bersarana) lebih dari 10 tahun memberitahuku bahwa dia tak bisa dan tak tahu cara bervisualisasi.
Satu faktor yang penting malah hilang, makanya bukankah bisa dikatakan kalau orang ini belum bersadhana dengan benar?

Dengarkanlah Guru Akarmu Sendiri dengan baik, atau kamu malah benar-benar tak tahu apa yang sedang kamu lakukan!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Thursday, November 14, 2013

Si Master Berkata [大师讲的] (1)


Ditulis oleh Lotuschef – 10 November 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on The Master Said [大师讲的] (1)


Kesederhanaan adalah tema yang dianut oleh Pure Karma. Ia tergambarkan lewat altar di atas.

Begitu juga halnya dengan kehidupan: janganlah memperumit hidupmu sendiri! :)


LL menceritakan pengalamannya kepada seorang teman...
Seorang Master (Peramal) memberitahunya bahwa dia tak boleh melakukan perjalanan ke luar Singapura di bulan Desember, karena hal tersebut akan membahayakan nyawanya!
Jadi sebagai gantinya ia berlibur di bulan Oktober.
Yang ada ia terjatuh dan harus berbaring di hampir sepanjang liburannya.

Beberapa hari yang lalu, si Master mengatakan bahwa dia akan mengalami kecelakaan fatal di hari Senin tanggal 11 November 2013 ini.

Hahaha! Lah terus bagaimana dong?

Kalau si Master ini akurat, bukankah seharusnya dia sudah terkenal?

Dan kalau dia sebegitu akuratnya, seharusnya dia juga punya metode atau kekuatan untuk mengatasi semua bencana dong?

Hahaha! Master ini juga salah satu dari mereka yang suka meramalkan Kesialan orang supaya mereka ketakutan dan dari sana mengeruk pendapatan besar dari para kliennya!

Temannya memberikan saran: Lakukanlah lebih banyak amal dan japalah nama suciwan seperti “Namo Amituofo” yang berarti “Berlindung kepada Buddha Amitabha”.
Itu saja yang kamu perlukan, dan tentu saja jauhilah para Master seperti itu yang hanya menakut-nakutimu cuman untuk menipumu! :)


Salam semuanya.


Om Guri Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:

Sunday, April 7, 2013

Kesederhanaan adalah Kuncinya – Bunga Mawar Asli & Palsu



Ditulis oleh Lotuschef – 3 Maret 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Simplicity is the Key – Real & Fake Roses

Sempat ingat pernah menulis kalau Tantrayana adalah mengenai Kesederhanaan! :)

Kemarin tanggal 2 Maret 2014 dalam ceramah dharma Guru, beliau menanyakan: Kapankah bunga mawar yang asli dan palsu bisa sama atau setara?

[LC: Apa kamu sadar bahwa ceramah Guru sedikit diarahkan ke artikel yang kutulis sebelum ceramahnya hari ini?
--- Apa arti Aliran Satya Buddha Bagimu? ---

Cara-cara yang sederhana adalah pencerahan, bukannya yang rumit!!!

Mawar asli dan mawar plastik akan menjadi setara saat mereka dilempar ke dalam tong sampah.
Hehehe!!! Berarti aku tercerahkan liao!!!

Hahaha!]

[AA: Hehe aku juga berpikir hal yang sama. Singa dan anjing juga akan setara saat mereka dalam kondisi belum lahir atau saat mati.]

[LC: Guru menjelaskan mengenai cincin-cincin giok yang mengikat, dan sang putri membantingnya hingga pecah untuk memisahkannya.
Bagi si putri kecil, berharganya batu giok tidak ada artinya.
Kecantikan batu tersebut juga tidak ada artinya.

Berpikir dengan sederhana dan tidak berputar-putar.
Itulah pencerahan.

Bunga-bunga segar dan palsu hanyalah umpan untuk membingungkan saja.]

[AA: Sang putri dengan rantai giok sungguh kunci untuk melepaskan segalanya.
Sederhana, memecahkan kerumitan, dan tidak memberikan penilaian/harga pada apapun.
Aku kira itu satu cara untuk mengingatkan kita semua juga.
Hahaha.]

[LC: Seperti cerita Guru yang bertanya kepada seorang fashi saat menuju sebuah vihara dan melihat bendera berkibar: matanya yang mana yang melihat bendera vihara berkibar.

Si fashi menebak-nebak jawaban pertanyaan tadi dan menjawabnya: hatinya yang melihat!

Lalu guru bertanya kepadanya di mana hatinya?

Hahaha!
Jangan terlalu rumit!

Salam.]

---

Teman-teman sekalian yang terkasih, jangan buat hidupmu menjadi rumit sendiri. :)

Apakah itu mawar yang asli ataupun palsu, Ketulusan dalam Memberi Persembahan-lah yang diterima oleh para Buddha dan semuanya.

Kamu lihat perebutan kendali dan kekuasaan dalam Aliran Satya Buddha. Sungguh-sungguh hal yang sebenarnya bukan milik siapapun, dan jadi sangat menggelikan karena menunjukkan hasrat duniawi akan materi-materi duniawi yang tak penting!

Apa ada yang salah dengan mendirikan aliran mereka sendiri dengan berkat dari Guru?
Kenapa harus menikmati Buah dari kerja keras Guru?

Skenario terburuk adalah semua kandidat tak terkualifikasi sebagai Buddha Sejati. Bagaimana ceritanya mau duduk di atas Tahta Buddha Sejati?

Semua Buddha Sejati punya Tahta Teratainya masing-masing!!!

Kiranya dengan rendah hati kusarankan: mohonlah kepada Guru untuk membabarkan Sutra Avatamsaka supaya bisa menyelamatkan mereka yang masih bernafsu akan status, kuasa, kekayaan, dll.

Ketahuilah bahwa kamu semua tak pernah ditinggalkan oleh Buddha, karena Buddha pasti punya solusi yang paling sesuai dengan kategori orang sepertimu, semuanya demi menyelamatkanmu! :)

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef