Showing posts with label mata. Show all posts
Showing posts with label mata. Show all posts
Wednesday, September 30, 2015
Koan Zen – Seluruh Tubuh Adalah Mata
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan anotasi oleh Lotuschef – 24 September 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 禅宗公案 Zen Koan – 通身是眼 Eyes Throughout The Body
Sumber: 通身是眼
有一次,道吾禅师问云岩:“观世音菩萨有千手千眼,请问你,哪里一个眼睛是正眼呢?”
Suatu saat, Guru Zen Dao-wu bertanya kepada Yun-yan: “Yang mana yang merupakan Mata Sesungguhnya dari Avalokiteshvara Bodhisattva Bermata Seribu?”
云岩:“如同你晚上睡觉,枕头掉到地下去时,你没睁开眼睛,手往地下一抓就抓起来了,重新睡觉,请问你,你是用什么眼去抓的?”
Yun-yan: “Seperti saat di malam hari kamu tidur, bantalmu jatuh ke lantai, tanpa membuka mata, tanganmu mengambil bantal itu, lalu kamu tidur lagi, jadi mata mana yang kamu gunakan untuk mengambil bantal tersebut?”
道吾禅师听了之后,说:“喔!师兄,我懂了!”
Guru Zen Dao-wu setelah mendengarnya: “Oh! Saudara sedharma, kini aku telah paham!”
“你懂什么?”
“Apa yang kamu pahami?”
“遍身是眼。”
“Seluruh permukaan tubuh adalah mata.”
云岩禅师一笑,说:“你只懂了八成!”
Guru Zen Yun-yan tertawa, berkata: “Kamu baru paham 80 persennya saja!”
道吾疑惑的问:“那应该怎么说呢?”
Dao-wu sedikit ragu bertanya: “Jadi aku harus bagaimana mengatakannya?”
“通身是眼!”
Seluruh tubuh adalah mata!
“遍身是眼”,这是从分别意识去认知的;
“Mata di seluruh permukaan tubuh” – arti pemahamannya berbeda;
“通身是眼” 这是从心性上无分别智能上显现的。
“Seluruh tubuh adalah mata” – ini adalah pencerahan dari sudut pandang Kodrat Hati, bahwa tiada perbedaan di dalam kebijaksanaan persepsi.
我们有一个通身是眼的真心,为什么不用它彻天彻地的观照一切呢?
Kita punya Hati Sejati “Mata di Seluruh Tubuh”, lalu kenapa tak sepenuhnya digunakan untuk mengamati segala hal?
~~~~~~~~~~
Teman-temanku yang terkasih,
Saat Heruka puja baru-baru ini di Seattle, Mahaguru Lu kembali mengangkat konsep “Seluruh tubuh adalah mata”. Kamu paham mendengar penjelasan-NYA? :)
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
avalokiteshvara,
Bahasa Indonesia,
koan,
lotuschef,
mata,
persepsi,
zen
Sunday, April 12, 2015
Pola Pikir Orang Awam
Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 4 Juni 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Sentient Mindset
![]() |
| Bola-bola sinar © Mikael Koch, 2005 |
Berikut ini adalah komentar dari Lotus JingYi untuk judul-judul artikel yang bersangkutan:
亲爱的法师,很抱歉我的回应竟造成您的困扰。您的文章写得很好,我也不是觉得您是在说那位弘法人员或在批评他/她,您如果这么认为,那您真是误会我了。在此深深向您致歉。我的出发点是对事不对人啊。"说人者,人亦说之",这个人,并不是指法师您"个人",而只是举例,那个"人是指"众生,人类",也解释了为什么我的留言,您也误会了。看了您的翻译,同们也误会我了。我是真的没有有恶意,我是真正觉得是您误会了您所举例的弘法人员,就象您误会了我的用心,就像您误会了我名字的中文发音一样啊。如果您认为我是在批评您或是站在对方阵线针对您,那您误会我了,因您也是我敬重的法师啊!就算是普通同们,就您举例的那位不是弘法人员,只要是"敬师,重法,实修"的行者,我是普同尊敬!
况且我觉得法师您也修得很好,能通灵,能看得见,修法时也很多放光照’片,真佛宗有多一位出色的法师,那是多么好的事呢!
想想一下,一篇简单回应就有这么多的误会,那您又怎么觉得没有可能是误会了那位弘法人员呢?如果您认为那位弘法人员和我交谈闲聊时有提起您,您没有猜错,他很赞叹您以英文英语弘法,是一个不可多得的人才。其他一盖不提啊。亲爱的法师,如果您认为我的回应是在"保护,偏袒某位位弘法人员,那您又误会了。如果说我的出法点是要护持某位弘法人员,那你是猜对了,但不是您所想的那一位。我的出发点是为了法师您啊,因我心中有您!(绝无妄语!)过两天我想报名参加您的同修,您要多多欢迎啊。莲花净译合十。
莲花净译 yang terkasih, kenapa menyia-nyiakan waktumu untuk berputar-putar terus? Guru bilang Tiada yang Baik maupun yang Tak Baik. Terhadap seorang sadhaka yang serius, hal tersebut merupakan TIADA PIKIRAN! Seperti yang dijelaskan oleh Guru, Pikiran tak diberikan kesempatan untuk memicu serangkaian pikiran, demikianlah baru bisa menghentikan aksi karma yang muncul dari serangkai pikiran tersebut.
Bila aku menyalahimu, di sini dengan segala kerendahan hati aku memohon maaf.
Mengenai bergabung denganku di dalam sesi sadhana, semuanya dipersilakan.
Cukup mendaftar terlebih dahulu ke purekarmaservices@gmail.com.
Semua detilnya ada di lotuschef.blogspot.com.
Di sini aku menyarankan: Jangan sampai terlalu melekat pada mendaki tingkatan dalam pelatihan diri. Saat Dharma menjadi persoalan utamanya, maka tak ada yang namanya tingkatan. Sama halnya dengan Gelar, ia hanyalah klasifikasi duniawi – demi kemudahan saja.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom.
Lama Lotuschef
~~~~~~~~~
Di sini aku hendah menunjukkan pola pikir yang salah dari pernyataan berikut:
况且我觉得法师您也修得很好,能通灵,能看得见,修法时也很多放光照’片,真佛宗有多一位出色的法师,那是多么好的事呢!
Yang berarti [--- Aku merasa bahwa Reverend telah melatih diri dengan baik, mampu berkomunikasi dengan para Roh, mampu “melihat”, dari foto-foto saat bersadhana juga terlihat banyak sinar. Aliran Satya Buddha belum pernah ada reverend yang hebat seperti Anda, jadi ini merupakan hal yang bagus! ---]
Guru Akar kita yang tercinta mengajarkan teknik-teknik Tantrayana kepada kita, namun bila menyamakan keberhasilan sadhana dengan kemampuan untuk berkomunikasi dengan Arwah dan “melihat”, itu bukanlah yang tertinggi dan bukan tujuan sebenarnya dari pelatihan diri.
Ada perbedaan besar antara berkomunikasi dengan Roh dan Beryoga dengan para dewata!
Hehe! Aku serius!
Ada orang-orang yang terlahir dengan kemampuan untuk melihat Roh sebagaimana adanya, dengan berbagai wujud; jadi muka dan tubuhnya kelihatan juga.
Tapi, aku melihat Roh cukup berbeda. Mereka nampak dalam bentuk sinar berwarna abu-abu kehijauan yang pucat, tanpa wujud. Aku tak tahu apakah mereka pria atau wanita, tua atau muda, cantik atau buruk rupa, … :)
Itulah kenapa kurasa aku cukup “beruntung” karena aku tak akan ketakutan oleh wajah-jawah yang menyeramkan!
Di dalam artikel-artikel seperti Penguburan di Laut; 49 Hari; … aku melihat bayangan dengan sinar yang pucat sekelibat melintas di depan Lotus Q yang sedang divisualisasikan (saat itu aku memvisualisasikan Lotus Q duduk bersila dan menjapa mantra seperti yang kuinstruksikan) dan aku meminta Arwah tersebut untuk memberikan namanya kepada Lotus Q supaya kita bisa menolongnya.
Omong-omong, saat kamu melihat mereka, kamu sebenarnya bisa merubahnya menjadi wujud-wujud lain seperti Mickey atau Minnie Tikus; Hello Kitty atau wujud lain yang membuatmu nyaman.
Yang perlu kamu lakukan adalah mengatakan: Sekarang mari kita berubah ke wujud yang lebih bahagia dan imut ya.
Dan kita ini dalam wujud dengan energi yang lebih tinggi dibanding mereka.
Dulu aku pernah menulis bahwa saat mereka menampilkan wujudnya di hadapanmu, kemungkinan besar mereka butuh semacam bantuan dan karena kamu punya seorang Buddha Hidup yang menjadi Guru-mu. Jadi mereka merasa kalau kamulah yang paling cocok untuk menolong mereka.
Jadi rubahlah mereka ke wujud yang lebih menarik dan mintalah untuk mengatakan apa yang mereka butuhkan.
Ingatkah mimpi Lotus MH – ia sedang mengisi formulir-formulir pendaftaran sebuah upacara dan seseorang memberitahunya untuk menuliskan suatu nama. Saat ia terbangun, ia segera meneleponku dan membayarkan dana paket Bardo untuk roh tersebut. Lotus MH adalah orang yang memberitahuku kalau tak ada bola-bola sinar prajna di suatu upacara yang ia hadiri, yang dipimpin oleh ZZ.
Ada banyak roh yang hidup berdampingan bersama kita! Apakah kamu bisa melihat mereka atau tidak sangat tergantung pada pengaruh karmamu dengan beberapa atau semua dari mereka.
Mirip dengan bola-bola sinar yang tertangkap dalam foto saat upacara, mereka juga hidup berdampingan dengan kita terus. Mereka adalah tubuh dalam bentuk energi atau sinar. Bila kamu membaca seri 5 Macam Mata, kamu akan punya pemahaman yang lebih baik mengenai “kemampuan melihat”.
Melimpahnya bola-bola sinar yang lebih cemerlang di saat sesi sadhana, menurut Guru Akar, menunjukkan keberhasilan mengundang para dewata untuk memuliakan sesi tersebut.
Apapun yang Guru ajarkan kepada kita, semua insan dapat menggunakannya untuk pelatihan diri dan meninggalkan siklus samsara. Tentunya jangan lupa untuk memohon sarana (berlindung) dan abhiseka yang relevan.
Sungguh tak ada gunanya mengejar atau mengikuti siapapun yang dianggap telah berhasil melatih diri. Apa yang Guru ajarkan sudah lebih dari cukup bila kamu berlatih dengan tekun dan sungguh-sungguh.
Hahaha!
Menghormati Guru, Menghargai Dharma, dan Melatih diri dengan tekun!
Adalah yang dikatakan oleh Guru Rinpoche Padmasambhava.
Oleh karenanya yang namanya Pelatihan Diri adalah untuk Diri Sendiri, namun tanpa Bodhicitta, si pelatih tak akan mampu melepaskan diri dari Samsara.
Memberitahumu sebuah tip khusus: Semakin banyak kamu berbagi, semakin kamu memahami Dharma!
Jangan bergabung denganku dalam sadhana bila yang ingin kau capai adalah metode berkomunikasi dengan Roh dan kemampuan untuk “melihat”. Dan jangan pula datang dengan tujuan mencari konsultasi pribadi yang gratis. Kemampuan “melihat” yang orang-orang anggap kupunyai mampu melihat betapa jujur (aslinya) dirimu!!! :)
Pure Karma membuka diri kepada semua sadhaka yang serius dan tak mematok harga untuk kehadiranmu. Kamupun boleh membawa persembahanmu sendiri untuk dipersembahkan dengan tulus kepada para dewata. Beritahu kami apa yang hendak kamu bawa untuk menghindari duplikasi.
Renungkanlah tujuanmu, dan mengenai pelatihan diri, seperti yang Guru katakan, saatnya Sadar!
Amituofo
Pure Karma
Lama Lotuschef
True Buddha School
Labels:
arwah,
Bahasa Indonesia,
bola sinar prajna,
guru rinpoche,
komunikasi,
lotuschef,
mata,
Padmasambhava,
roh,
Yoga
Monday, March 3, 2014
MATA dan Kesaktian
Ditulis oleh Lotuschef – 19 Februari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on EYES & Astral Powers
Mengutip dari: Lotuschef Bermain-main – Pengunjung Berkala Alam Surga
[Dalam sebuah video yang merekam ceramah seorang master [Mata Langit dan Membangun Vihara], ia juga menceritakan pengalamannya saat memenuhi undangan sebuah konferensi yang dihadiri oleh orang-orang dengan Kemampuan Transendental!
Ia bilang bahwa mereka mampu membaca pikiran dan sepertinya juga bisa masuk-keluar ke/dari Alam Surga manapun, layaknya pulang ke rumah atau ada janji bertemu atau juga pertemuan bisnis!]
[Ingatlah selalu sisi Karma dari segala tindakan – mereka yang bertindak bagai Tuhan dan mengganggu Keseimbangan Alam Semesta pasti akan membayarnya dengan mahal sesuai dengan perbuatan karma mereka masing-masing, ataupun secara kolektif bila dilakukan berkali-kali dalam sebuah tim!]
---
Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Dengan Guru kini sedang mengajarkan Dharma Maha Kesempurnaan, adalah hal yang bijak untuk melihat kembali klaim-klaim menarik dari beberapa Master tertentu!
Dengan berbekal Pengetahuan Buddha Dharma, mari kita BERMAIN-MAIN!
Sewaktu master di atas bicara, ia suka menunjuk-nunjuk ke arah dahinya saat membahas mengenai “Mata Langitnya”!
Aku sudah banyak menulis mengenai Mata Langit dan lokasinya bisa berada di mana saja, tak hanya terpusat di satu titik di tengah dahi saja.
Itu satu mitos yang harus ditinggalkan oleh para sadhaka yang berpikir awam!
Selama kita bisa memfokuskan sinar untuk dipancarkan ke subjek yang kita inginkan, maka Mata Langit bisa berada di mana saja!
Di ceramah Guru baru-baru ini, beliau mengatakan bahwa Alam Surga tak tertarik dengan sadhana. Mereka hanya di sana untuk bersenang-senang saja.
Oleh karenanya mampu bepergian ke Alam Surga Nafsu dan Rupa (Wujud) juga biasa-biasa saja, bukan?
Namun, bukankah bila para “Penjelajah Alam Kebatinan” tersebut bisa mencapai ke Alam Arupa (Tanpa Wujud), barulah mereka bisa benar-benar memahami Rahasia Alam Semesta?
Jadi penjelajahan astral seperti itu, sungguh bukan hal yang perlu dikagumi.
Lagipula, para penjelajah tersebut dipelihara oleh pemerintah mereka sebagai “pasukan dan senjata rahasia” – suatu hal yang sangat bertentangan dengan filosofi Buddha!
Makanya mereka sama sekali tak punya ijin untuk masuk ke alam yang lebih tinggi lagi.
Bagaimana halnya dengan Membaca Pikiran?
Seringkali hanya perlu pikiran yang tenang dan jernih untuk membaca pikiran yang kacau!
KENAPA?
Karena dengan sedikit paksaan, kamu tanpa sadar telah memberikan jawaban kepada si pembaca pikiran tersebut; lalu kamu menganggapnya orang-orang yang hebat! Hahaha!
Kalau kamu memang mengejar Daya Kekuatan Batin beserta dengan semua hal yang kamu kira bisa lakukan dengan kekuatan tersebut, mohon maaf sekali!
Harus membangunkanmu dari mimpi indahmu!
Kamu tak akan bisa mendapatkannya!
Sama halnya dengan cara-cara KEJI seperti ilmu hitam – mereka bisa dengan mudah disingkirkan bila kamu tak bergeming dan benar-benar paham cara mengaplikasikan konsep Tiada Wujud dari Sutra Intan.
Hanya itu saja! Kamu akan dengan mudah melepas sumbu Bom Kekejian!
Demikianlah kiranya, jangan mudah percaya pada semua hal yang orang-orang katakan kepadamu tentang Kedahsyatan Mata Langit pula!
Menceritakan kepadamu bahwa mereka bisa bepergian ke Alam Surga kapanpun?
Mereka bisa membaca pikiran?
Hal-hal di atas telah MENIPU orang supaya menjadi takut dan merasa bahwa mereka adalah orang yang sakti dan luar biasa, serta Bisa Mencelakakanmu Dengan Mudah, atau Mengambil Harta Milikmu Kapan Saja!
Sekedar saranku, kamu bisa mendengarkan saja dan kemudian dengan sopan segera menjauhinya, tanpa harus bersikap kasar!
Beberapa dari orang yang mampu Membaca Pikiran itu juga mempelajari Teknik Hipnotis!
Sungguh. Di dunia ini ada beragam macam jenis penipu! :)
Di sini menyarankan, janganlah mendamba punya Mata atau Daya Kesaktian semacam itu.
Kamu akan mendapatkannya sendiri secara alamiah saat kamu mengikuti panduan dan instruksi Guru dalam melatih Dharma Tantra.
Dan sungguh benarlah bahwa Mata Langit tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Mata Kebijaksanaan dan Mata Dharma!!!
Thubten Ksiti punya Mata tersebut di tangannya.
Tangan yang Mana?
Guru mengatakan Mata Dharma atau Mata Kebijaksanaan?
Hahaha!
Menjelajah ke berbagai alam surga juga tak sebegitunya fantastis dibandingkan dengan mampu memasuki alam yang lebih tinggi saat kamu mencapai Nirwana!
Hahaha!
Puaskah bermain-main?
Kiranya ada poin-poin manfaat yang kamu petik?
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Dari Jurnal Lotuschef
Related Posts:
Labels:
Bahasa Indonesia,
kekuatan batin,
kesaktian,
lotuschef,
mata,
mata langit,
membaca pikiran,
penipu,
surga,
sutra intan,
wujud
Tuesday, January 14, 2014
Mata Langit
Ditulis oleh Lotuschef – 14 Januari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on Heavenly Eye 天眼
Image: Dorje Drolo, Pema Jungne © Shelley and Donald Rubin Foundation
![]() |
| Dorje Drollo, Guru Pema Jungne. Seluruh tubuh penuh dengan mata! |
Mengutip dari artikel Guru: 盧勝彥文集 > 235_虛空來的訪客 - 超度的漏失
[--- 在睡前,我向本尊祈禱,我感應到「瑤池金母」從虛空中下降,祂對我說:
「你何不用天眼看看?」
我運天眼,一看大駭。天啊!我整個臥室,擠滿了「無形」的訪客。(鬼)---]
Artikel Guru di atas menjelaskan bagaimana beliau mengatasi masalah mereka yang TERTINGGAL saat upacara penyeberangan bardo.
Ada celah-celah administratif yang menyebabkan banyak arwah tertinggal di saat upacara penyeberangan bardo.
Karena hal tersebut, Guru mendapatkan masalah kulit yang gatal sekali.
Lalu di suatu malam, Yaochijinmu Sang Bunda Emas turun dan meminta Guru untuk menggunakan Mata Langitnya.
Guru membuka Mata Langitnya dan sangat kaget melihat kamar tidurnya yang penuh dengan “tamu-tamu tak kelihatan atau tak berwujud” – para Hantu!
Yang ingin kusampaikan adalah: Menurut Guru, siapapun bisa memilih untuk menutup Mata Langitnya sendiri.
:) Namun bagaimana dengan mata-mata yang lain seperti Mata Dharma, Mata Kebijaksanaan, dan Mata Buddha?
YA TANYA SAJA KE GURU.
Ingatkah bahwa Guru pernah mengatakan: “Aku tak mau melihatnya!” ?
Memang benar ada baiknya menutup Mata Langit karena kebanyakan insan dunia termasuk para hantu akan bisa terlihat dengan Mata ini.
KIRANYA DIRENUNGKAN: Guru dulu pernah bilang “Seluruh Tubuh Penuh Dengan Mata”!
Mereka itu Mata-mata apa?
Apakah Mata-mata tersebut perlu dibuka?
Bila perlu dibuka, lalu BAGAIMANA caranya?
Hahaha!
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Related Posts:
- Lotuschef
Bercakap-cakap – Artikel Mata ke-3
- Lima
Macam Mata – [2] Mata Dewa
- Lotuschef
on Heavenly Eye 天眼
- Lima
Macam Mata – [1] Mata Fisik
- Kebijaksanaan
yang nampak gila – Sinar & Penglihatan
Labels:
artikel guru,
Bahasa Indonesia,
hantu,
lotuschef,
mata,
penyeberangan bardo
Monday, September 2, 2013
Kebijaksanaan yang nampak gila – Sinar & Penglihatan
Ditulis oleh Lotuschef – 31 Agustus 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Crazy Wisdom – Light & Sight 光与见
Foto di atas diambil saat upacara Bardo Musim Semi di Seattle.
Pindola yang digambarkan di sana sangat berbeda dengan rupang-rupang yang dijual dalam berbagai ukuran di lokasi upacara.
Mereka malah terlihat seperti Pindola yang “ketakutan” dengan mulut yang terbuka!
Semua penjual mengatakan bahwa Pindola bertampang jelek!
Hahaha!
Ah JELEK dan Ketakutan ya dua hal yang berbeda dong?
Kini kembali ke Cahaya & Penglihatan.
Cahaya pada berbagai objek akan memampukan kita untuk melihat mereka sesuai dengan Banyaknya Cahaya yang bersinar pada objek-objek yang bersangkutan.
Demikian halnya, saat kamu “meminjam” sinar dan kemudian menyorotkannya dari chakra mata ke-3-mu (Tian Xin), kamu akan mempunyai Penglihatan yang melampaui mata “manusia”.
Saat LW terus bicara denganku di siang hari, cahaya yang “dipinjam” dan sinar matahari meneranginya, membantuku untuk “membaca” aura atau energi-nya dengan mudah, kalau saja dia sadar waktu itu. :)
Guru bilang kalau orang ini mampu melihat sinar dalam sadhananya.
Apakah kini dengan pengumuman tersebut kepada publik membuatnya menjadi makin sensitif dan mabuk akan penghormatan dan pujian, elemen-elemen dari 3 racun?
Kalau kamu melihat LW dengan baik, aura-nya sudah mulai memucat dan banyak yang bisa diceritakan dari sorot matanya. Ekspresi muka juga sepenuhnya menunjukkan tingkat pelatihan dari nadi tengah yang bersinar, itu juga bila ada.
Mengenai LH yang tak banyak bersuara, Guru menuturkan bahwa dia telah melatih Dharma Anaswara (tiada kebocoran) juga. Dulu ekspresinya terlihat ceria dan bersinar.
Namun coba sekarang dilihat lebih detil.
Sesuai dengan yang Guru katakan, dengan sinar yang “dipinjam” dan pengetahuan untuk menggunakan sinar ini, seorang praktisi akan punya Penglihatan yang melampaui mata fisik “manusia”.
Ini sama halnya dengan Pantulan Cermin.
Dan juga seperti kamera yang menangkap dan mengabadikan pemandangan yang bercahaya, semua “Mata” selain Mata Fisik, mampu bekerja layaknya kamera.
Dengarkan yang Guru jelaskan dengan baik. Tonton lagi mengenai cara “meminjam” sinar.
Namun berhati-hatilah juga dengan 3 Racun!
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
Bahasa Indonesia,
bardo,
cahaya,
cermin,
lotuschef,
mata,
musim semi,
penglihatan,
pindola,
seattle,
sinar
Sunday, March 3, 2013
Sutra Avatamsaka: Buku 1, Bagian 1.3 – Ulasan
![]() |
| Buddha Locana (Mata Buddha) mengenakan mahkota singa |
Ditulis oleh Lotuschef – 26 Februari 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Avatamsaka Sutra: Book 1, Part 1.3 – Review
{AA: Hampir lupa memberitahumu.
Pagi ini, Guru datang ke dalam mimpiku dan menyuruhku mengulang kalimat yang diucapkannya:
“Tubuh dan mata Buddha adalah Vajra. Buddha. Buddha. Buddha.”
Beliau tersenyum setelah aku mampu mengulangnya.
Masih ada beberapa orang lagi di sebelahku.
Meski aku lupa kalimat lengkapnya, tapi bagian yang diulang tadi sekiranya adalah inti dari mimpi hari ini.
Kita tunggu saja apa yang Guru ingin sampaikan.
Salam, fashi tersayang :) }
{AA: Aku baru saja membaca artikel terbarumu: Aku Bantu Kamu Meminta Kepada Guru.
Lucu sekali.
Tapi itu membuatku menyadari saat melihat Guru yang telah membabarkan banyak kunci rahasia sadhana untuk yidam-yidam tertentu; itu sama artinya dengan beliau yang rela berbagi dan tak takut kehilangan apapun karena diambil orang.
Sungguh kerelaan dan amal yang tiada tara, tapi sebaliknya para VM sepertinya malah takut akan kebenaran ini.}
{LC: Hahaha! Meski belum tentu benar, tapi kalau aku boleh menebak, Guru memberitahumu untuk menggunakan tubuh dan matamu serta aksimu sebagai vajra, menjalankan bodhicitta dan menegakkan Buddha Dharma!
Dan itu sudah kamu lakukan lewat terjemahan!
Hehe!
VM ini si mamasan dari XX!
Ia sama sekali tidak melatih diri layaknya seorang pemeluk agama Buddha!}
AA sayang, kamu juga menakutkan! Sutra Avatamsaka bagian 1.3 membahas mengenai tubuh Buddha: berbagai metode untuk menyelami pencerahan para Buddha dari segala masa semuanya nampak dalam Tubuh Buddha ~ Inilah pembebasan yang didapatkan oleh Suara Kebebasan.}
Hehehe!
Ya! Aku masih melanjutkan berbagi sutra ini betapapun letihnya diriku! :)
[Tubuh Buddha bagaikan angkasa, tanpa bentuk dan tiada habisnya; leluasa, ia mencakupi sepuluh penjuru...] }
{AA: Wah, ya sekarang jadi kelihatan seram! Hahaha.}
{LC: Aku akan mengunggahnya sekarang.
Sabda-sabda di dalamnya memang mengerikan (baca: mengagumkan).
Kau ingat foto-foto di mana patung Buddha menjadi terang sekali hingga tak jelas dilihat saat Lian Yi fashi dan aku difoto?
Hilang lalu Muncul dan kemudian Lebih Menghilang lagi?
Ada potongan dari bagian 1.3 ini yang juga membahas tentang hal tersebut!
Hahaha!
Berikut kutipan dari Sutra:
[Tubuh Buddha yang suci dan selalu tenang damai; Terang sinarnya menjangkau hingga ke seluruh dunia; Ia tidak berlambang, tanpa corak, tanpa citra, bagaikan awan-awan di angkasa, demikianlah ia dilihat.]
[Tubuh Buddha bagaikan angkasa, tanpa bentuk dan tiada habisnya; leluasa, ia menyerap sepuluh penjuru. Semua manifestasi yang muncul sesuai dengan jodoh dan kebutuhan bagaikan ilusi sihir:...] }
---
Teman-teman sekalian yang terkasih,
Masih turut bersamaku dan menikmati perjalanan kita dalam Merayakan Pencerahan Sang Buddha?
Tetaplah bersama dan jangan sampai terpencar dari teman-teman.
:)
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Related Posts:
Labels:
avatamsaka,
Bahasa Indonesia,
buddha,
lotuschef,
mata,
sutra,
tubuh,
ulasan,
vajra
Subscribe to:
Posts (Atom)










