Showing posts with label berbohong. Show all posts
Showing posts with label berbohong. Show all posts

Tuesday, September 2, 2014

Lotuschef Bercakap-cakap – Benar/Salah


Ditulis oleh Lotuschef – 22 Agustus 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Chat – True/False 是/非


Suatu saat di Seattle.
[--- AA: Fashi, XX bilang supaya aku menjauhi Lotuschef, karena ia menjelek-jelekkan Mahaguru.
Lalu kutanya dia apakah sudah benar-benar membaca blogmu atau belum. ---]

Cobalah baca artikel berikut:
The Four Foundations of Tibetan Tantra
How to Develop the Bodhi-Citta

Kedua topik di atas sempat dijadikan bahan diskusi saat acara minum teh di Medan. :)

Seperti halnya dengan kebanyakan karya tulis yang diterjemahkan dari Bahasa Mandarin, beberapa kata menjadi berbeda artinya sesuai dengan gaya si penerjemahnya! :)

Aku ingat sebuah buku dari jaman pra-universitas yang berjudul “Membaca & Memahami”.

Dari pranala pertama di atas:

I.    Berlindung (Bersarana)


Dalam keseluruhan sistem meditasi buddhis, bersarana berada di titik paling awal, meski setelah itu ada ada dua macam pengetahuan yang mengikutinya: kebijaksanaan mendengar (dan membaca) dan berpikir.
Kini, kesalahan dari kebanyakan penganut agama buddha di Timur adalah mereka Bersarana terlebih dulu sebelum mengembangkan dua kebijaksanaan di atas.

Buddha tak begitu saja menerima seorang murid, karena murid yang bersangkutan harus mengenal terlebih dulu beberapa hal dari Ajaran beliau.

Pada kenyataannya, beliau secara pribadi memberikan instruksi kepada mereka yang datang kepada-Nya sebelum menerimanya sebagai murid dan selalu meminta mereka untuk mempelajari dan memahami sepenuhnya apa yang beliau ajarkan.

Beliau tak menyukai iman yang buta (fanatisme), dan di dalam Dharmapada kita juga bisa menemukan banyak instruksi seputar hal ini.

Buddha menyebutkan dua macam instrumen Dharma:
Mereka yang terinspirasi oleh Buddha dan langsung percaya kepada-Nya (araddhaviharin); dan mereka yang di awal belum bersarana, namun mempelajari berbagai macam Ajaran (Dharmaviharin), (seperti yang banyak dilakukan oleh masyarakat Barat, menurut Yogi kita).

Buddha mengatakan bahwa beliau lebih menyukai jenis yang ke-dua (Dharmaviharin) ini.

Karena hal tersebut adalah sebuah karakteristik yang sangat penting dalam agama Buddha yang membedakannya dari sistem-sistem lainnya.
Dalam agama Buddha, seseorang dianjurkan untuk bertanya untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan kecerdasan – kontras sekali dibanding agama-agama lain di mana calon penganut diminta untuk percaya dulu dan menerima dogma-dogma tertentu tanpa syarat.

Orang-orang Barat belajar banyak ajaran buddhis lewat membaca terjemahan naskah suci (Tripitaka).
“Ini tentunya hal yang baik,” komentar Bp. Chen.

Suatu saat aku sangat malu mendengar Ibu Alexandra David-Néel yang memberikan kotbah di Asosiasi Buddhis Sutren.
Di luarannya, ia memuji orang Tionghoa, namun kupikir apa yang ia katakan sungguh merupakan kritik yang tajam.
Ia bilang bahwa sungguh beruntung karena semua orang Tionghoa percaya (memeluk) agama Buddha.
Bahkan semua anak kecil dan wanita di desa yang tak tahu apapun juga memuja Buddha.
Di Barat sama sekali berbeda.
Di sana, hanya ada sedikit pemeluk agama Buddha tapi banyak dari mereka yang merupakan cendekiawan dan filsuf yang mempelajari Ajaran Sang Buddha.

Setelah mengingat-ingat dan menyampaikan pesan dari seorang cendekiawan buddhis besar yang berasal dari Perancis tersebut, Bp. Chen melanjutkan:
Kepercayaan kepada Buddha di benak kebanyakan orang Tionghoa adalah menganggap Buddha sebagai suatu Roh atau Tuhan.
Mereka memuja Buddha seperti mereka memuja Kuan Kung atau dewata-dewata lainnya.
Sebagian besar tak tahu perbedaan antara menghormati seorang dewa dan bersarana kepada Buddha. Di Barat, adalah hal yang bagus sekali karena mereka mendapatkan pengetahuan terlebih dulu sebelum memeluk agama Buddha.

Dari tiga jenis kebijaksanaan, Bersarana termasuk dalam Kebijaksanaan Praktik (bhavanamaya prajna) dan hal tersebut adalah lanjutan dari Kebijaksanaan Mendengar dan Berpikir.
Namun di Timur sungguh menyedihkan, orang-orang menganggap agama Buddha sebagai sekedar kepercayaan umum.
Dalam hal ini, pemeluk agama Buddha dari Barat adalah yang bagus.


Kemudian dari pranala ke-2 di atas:

[Empat Fondasi Tantra Tibet] – CW31 No.70
Appendix II dari Meditasi Buddhis: Sistematis dan Praktis
Oleh C. M. Chen, didokumentasikan oleh Rev. Kantipalo


Bagian I: Apa Yang Dimaksud dengan Bodhi-Citta?


[a] Bodhi-citta adalah sebuah istilah dalam Bahasa Sansekerta yang dipinjam dari posisi konsekuensi (hasil), untuk digunakan di posisi kausal (penyebab) (catatan editor: penjelasan lengkap mengenai posisi  penyebab dan hasil bisa ditemukan di buklet Meditasi Buddhis: Sistematis dan Praktis, karya C. M. Chen.) Bodhi-citta, berarti “sebuah pikiran atau hati yang tercerahkan” atau “kebijaksanaan kesadaran akhir dari seorang buddha yang berada di posisi hasil”, namun ia bisa dipinjam oleh seorang bodhisattva di semua tingkat pengembangan untuk dicontoh dan dipraktikkan dalam posisi penyebab. Oleh karenanya, ia adalah istilah yang sangat penting – di mana setiap praktik agama Buddha dimulai dengannya dan mengarah kepadanya.

[b] Sebuah tulisan dalam Bahasa Mandarin berjudul “Diskriminasi (Pembedaan) antara Kebaikan, Cinta, Welas Asih Agung dan Bodhi-citta” pernah kutulis bertahun-tahun lalu. Ia dipublikasikan di Hong Kong dan dibagikan secara cuma-cuma ke berbagai perpustakaan terkenal di dunia. Aku berharap seseorang akan menerjemahkannya ke dalam Bahasa Inggris suatu saat nanti. Di sini aku hanya menerjemahkan beberapa poin dari tulisan tersebut:

1. Bodhi-citta bukan hanya berupa kebaikan; Bodhi-citta Tindakan (yang diaplikasikan) sudah pasti berhubungan dengan kebaikan, tapi kebaikan tidak bisa disebut sebagai Bodhi-citta karena motif dan konsekuensi dari Bodhi-citta mengarah kepada pencerahan sempurna, sedangkan Kebaikan hanya mengarah pada (kelahiran di) surga saja.

** Komentar: bila melihat [a] dan [b] di atas seperti bertentangan atau kurang jelas. Coba pahamilah. :)


Hahaha!
Banyak murid Aliran Satya Buddha dan ordo-ordo agama buddha lainnya masuk kategori “Bersarana Dulu, tanpa paham apa yang sedang mereka lakukan”!

Salah satu contoh adalah XX di atas yang mengatakan kalau Lotuschef menjelek-jelekkan Mahaguru Lu!

Bukankah XX dan orang-orang yang pikirannya sejenis terlihat jelas tak pernah membaca artikel-artikel tulisan Lotuschef?

Begitulah, ia adalah salah satu orang yang punya sentimen seperti mereka yang berada di tim administrator Satya Buddha.
Doktrin administrator serasa seperti mendikte dan semua orang harus patuh!

Hahaha!
Agama Buddha bukan seperti ini!

Mahaguru Lu juga kembali menekankan dalam berbagai ceramahnya akhir-akhir ini: Melatih diri sepenuhnya bergantung pada diri sendiri!

Kalau kamu tak bersadhana dan melatih pikiranmu untuk mengungkapkan (membuktikan) Tathagatagarbha-mu, maka TAK ADA SIAPAPUN yang bisa melakukannya untukmu!

Beliau juga menambahkan bahwa para murid mulai mendikte dan mengontrolnya!
Di sini memberitahumu bahwa kamu tak boleh mendikte seorang Buddha atau bahkan mencoba mengendalikan-Nya!

Kalau ada siapapun yang mengendalikanmu dan kamu sendiri ternyata juga tak punya pendirian, maka maaf sekali, kamu tak akan bisa melepaskan diri dari belenggu samsara ini!

Dan mereka yang mencoba dan masih mencoba untuk Menyetir seorang Buddha dan orang-orang lain, KAMU pun tak luput dari kekangan samsara ini, tak akan bisa melepas diri!

Oleh karenanya dengan segala kerendahan hati menyarankanmu: “Tamballah” segala kekuranganmu sesegera mungkin!

Oh ya, bila kamu telah bersarana kepada Mahaguru Lu, seorang Buddha Hidup, mohon janganlah menyia-nyiakan kesempatan berharga ini untuk belajar dan melepaskan diri dari belenggu Samsara!

Berbohong atau menyebarkan kebohongan mengenai seseorang bukanlah hal yang dilakukan oleh seorang murid Buddha.
Ia termasuk dalam pelanggaran salah satu sila utama – Berbohong!

Kamu seharusnya sadar bahwa Sila atau Disiplin merupakan panduan untuk Membantumu dalam melatih diri dengan baik juga!
Mereka bukan digunakan untuk menghukum orang-orang!

Dengarkan Mahaguru Lu dengan teliti, dan jangan sampai tersesat!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Sunday, May 25, 2014

Sadhana Pertobatan – Mengucapkan Penyesalan [2]


Ditulis oleh Lotuschef – 20 Mei 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Repentance Practice 忏悔法 – Saying Sorry 说对不起 [2]



Boleh dikata ada banyak orang yang melatih Sadhana Empat Prayoga atau Pertobatan Vajrasattva secara reguler, bahkan ada beberapa yang melakukannya setiap hari.
Namun satu hal yang menyedihkan adalah banyak dari mereka yang tak tahu apa yang sedang mereka lakukan di dalam melatih sadhana tersebut!
Bukan sekedar guyon belaka!
Aku memberitahumu sebuah kebenaran apa adanya! :)


17 Mei 2014
[Pagi hari di aula makan sebuah hotel.]
Seorang VM melihatku dan aku menyapanya selamat pagi.
Ia berjalan mengitar meja tempat menu makanan disajikan dan berdiri di sebelahku.
Ia bertanya: Kamu baik-baik saja?

Aku menjawabnya: Tentu saja.

Ia bertanya lagi: Apakah kamu jadi kesusahan dengan apa yang Komite Pusat lakukan padamu?

Aku bilang: Kenapa aku harus kesusahan?

Ia menambahkan: Kamu yakin kamu baik-baik saja?

Aku menjawabnya: Aku baik-baik saja, sungguh. Apa yang Komite Pusat mau lakukan sungguh tak menggangguku sama sekali karena mereka menarget ke orang yang salah.

Lalu aku lihat ia mengalami kaku leher, dan aku menawarkan untuk berbagi dengannya beberapa latihan sederhana untuk meringankan ketidaknyamanan karena kaku leher.
Hahaha!
Ia terlihat seakan-akan aku hendak menyentuhnya dan ia ketakutan!
Ia dengar desas-desus kalau aku punya Kesaktian Transendental dan kasihan sekali ternyata ia menunjukkan dirinya sama sekali tak punya pemahaman akan Buddha Dharma yang Otentik dan Kekuatan Dharma!

Seorang Buddha atau Bodhisattva yang Sunggguhan TAK AKAN PERNAH MENYAKITI SIAPAPUN!


[Setelah aku meninggalkan aula makan.]
Seorang murid, AA, yang menemaniku didekati oleh sekelompok murid.
BB, salah satu dari mereka bertanya: Fashi tadi yang baru keluar, dia Lotuschef?
AA: Iya.

BB: Oh! Dia orang baik. Yang dia tulis sangat hebat dan berani bicara Kebenaran.
Gugatan hukum dan uang yang dikumpulkan oleh Komite Pusat, palsu atau tidak?

** Kepada para pihak yang berkepentingan: Bilapun gugatan hukum dijalankan seperti yang digerakkan oleh Komite Pusat, KEBENARAN yang ada pun belum tentu bisa dicerna oleh Ketua Komite Pusat dan Mantan Istri Guru, VM Lian Xiang.
KENAPA? Kamu cari tahu sendiri akan Kebenaran yang ada! :)
Banyak Agenda Pribadi dalam masalah ini.


[Siang hari di aula utama Vajragarbha Caotun.]
Seorang fashi mendatangiku dan berkata: Kamu membuat kekacauan besar seperti yang dikatakan Komite Pusat, dan mereka juga menyebarkan fotomu untuk memperingatkan orang-orang supaya menjauhimu!

Hahaha!
Kamu lihat? Kebenaran Akan Terungkap! 水落石出,真相大白!

Saat Lian Wang dan Lian He mendatangiku di Vajragarbha Pelangi – Seattle tahun lalu setelah puja api homa, mereka mengaku tak tahu menahu tentang fotoku yang disebarkan di lingkungan Vajragarbha Seattle.

MEREKA BOHONG!
Dan Berhohong adalah salah satu pantangan dari 5 Sila Utama!

Fashi tadi berkata bahwa aku perlu “menenangkan” permasalahan ini dan tidak bertengkar dengan Komite Pusat.

Menurutmu?

Aku katakan padanya: Kamu khan mampu “MELIHAT”, jadi kamu juga bisa melihat mereka yang berada di panggung dan selalu menyertai Guru!
Bukankah seperti Kebun Binatang di sekitar Guru?

Ia pun terdiam!



[Senja di Aula Makan Vajragarbha Caotun.]
Seorang Fashi melihatku dan ia berkata: Kenapa kamu ada di sini?
Mereka bilang kalau kamu tak lagi berada di dalam Aliran Satya Buddha.
Aku juga dengar kalau Shicheng dan Vajragarbha Singapura tak menginginkanmu!

Fashi ini ternyata juga punya sebuah masalah besar!
Ia tak tahu kebenaran apapun dan tak mau memastikan kebenaran yang didengarnya.
Informasi atau desas-desus yang didengarnya semua berasal dari mulut ke mulut dan tak ada satupun yang benar!

Aku ingat pernah memberitahu Guru bahwa aku tak setuju dengan cara rumah-rumah ibadah setempat melakukan sadhana, oleh karenanya aku ingin keluar saja!
Guru lalu mengaturkan jalan supaya aku membangun Pure Karma di tahun 2010.
Di awal 2011, aku telah sepenuhnya meninggalkan semua rumah ibadah setempat.
Shicheng menyebarkan informasi kepada para murid kalau aku akan hadir di upacara-upacara spesial mereka tanpa sepengetahuanku pula.
Kuberitahu mereka bahwa anakku harus melakukan operasi sehingga aku tak bisa menghadiri upacara yang mereka adakan.
Tapi masih saja mereka memberitahu para murid kalau aku akan hadir di sana!

Hanya saat aku bertemu dengan seorang fashi barulah aku tahu ada kebohongan ini!
Ia bilang kepadaku kenapa aku berjanji untuk memimpin penjapaan dharani Karandamudra dan Usnisa Wijaya tapi tak pernah muncul!
Shicheng diam-diam membuatku jadi seorang Pembohong!
Hahaha!

Aku juga dengar bahwa mereka pergi berkeliling mengatakan kalau aku meminta dana dalam jumlah besar untuk kehadiranku di acara-acara mereka!

Kebohongan adalah milik sendiri!
Jadi janganlah menyebarkan hal-hal yang tidak benar!
Mohon selamatkan dirimu sendiri dan verifikasi dulu kebenaran-kebenaran yang ada demi keselamatanmu sendiri!
Kamu juga tak perlu membelaku, karena Kebohongan akan merugikan orang yang menyebarkannya sendiri, bukan aku ataupun orang-orang lainnya! :)

Lalu mengenai Vajragarbha Singapura, aku sangat dekat dengan ketuanya dan ia meminta tolong kepadaku untuk memimpin sadhana di hari Selasa dan/atau Kamis.
Seperti rumah ibadah cabang di Ipoh – Malaysia, aku menolaknya karena Komite Pusat mengumumkan telah mengeluarkanku dari daftar Reverend.
Aku tak ingin siapapun jadi dibombardir masalah oleh orang-orang tak masuk akal yang akan menyesatkan mereka yang polos!
Aku harus menambahkan, meski mereka tak mampu macam-macam kepadaku, orang-orang lain bisa saja terintimidasi bila mereka tak punya pemahaman Buddha Dharma yang sejati!

Jadi hal yang satu ini adalah perbuatan Komite Pusat, tak ada hubungannya denganku! :)


Aku ingat pernah menyarankan Ketua Komite Pusat dan mereka yang menyertainya untuk MEMINTA MAAF kepada:
  1. Guru Akar
  2. Orang-orang yang telah mereka celakai!
  3. Diri mereka sendiri
  4. Aku juga bilang kalau mereka tak perlu meminta maaf kepadaku! :)

Di mana hal menariknya? Ini karena:
  1. Yang mereka lakukan kontradiktif terhadap ajaran-ajaran Guru Akar.
  2. Mereka berbohong, menipu, dan mencelakai orang-orang lain dengan mengggunakan Status yang mereka kira mereka miliki.
  3. Karma, yang baik maupun yang buruk, adalah tanggungan diri masing-masing!
  4. Aku mampu mengosongkan semuanya, jadi tak perlu meminta maaf kepadaku!

Tak terlihat ada Kebijaksanaan Buddha pada VM dan Fashi di cerita di atas?

Kiranya kenapa harus menjauhkan diri dari orang-orang tertentu seperti yang didikte oleh pihak ke-3?
Kamu menyerahkan nyawamu dan juga nasibmu kepada pihak tersebut?

Hahaha!
Ingatlah kalau Mahaguru mengajarkan kita [一心不乱] ~ Hati yang tak terpengaruh oleh segala kekacauan.

Kamu mampu mencapainya?

Bisa dicapai! Hanya bila kamu adalah murid Buddha yang sesungguhnya dan mempersenjatai diri dengan Buddha Dharma yang Otentik!

Hahaha!

Meminta maaf kepada Diri Sendiri adalah yang Terpenting, karena Diri Sendirilah entitas yang perlu diselamatkan dari Lingkaran Samsara yang Tiada Berujung!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts: