Showing posts with label ajaran. Show all posts
Showing posts with label ajaran. Show all posts

Wednesday, August 17, 2016

Merayakan Hari Jadi Jin-mu – Persiapan B



Ditulis oleh Lotuschef – 15 Agustus 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Celebrating Jin-mu's Birthday – Preparation B


Di atas dan di bawah ini: Baki persembahan utama.


Di atas ini: Bundel dupa dan bunga tulip, persembahan untuk Jambhala Kuning dan Ganesha.

Di bawah ini: Saat ini ada 4 pendaftar baki persembahan utama untuk Jin-mu dan para dewata! :)

Mengingatkan bahwa Mahaguru Lu memprioritaskan 3 yidam utamanya: Jin-mu, Amitabha Buddha dan Ksitigarbha Bodhisattva!


Di ceramahnya baru-baru ini, Mahaguru Lu kembali membahas mengenai Jalur Mengumpulkan Berkah (Sambhara Marga) dan Persembahan.

Di tahapan sadhana yang paling awal, Yidam & Guru Akar (Mulaguru) adalah junjunganmu, jadi persembahan yang tulus dan dilakukan secara berkesinambungan harus dilakukan!

Kemudian?
Hahaha! Bila kamu masih berada di tahap Yidam & Mulaguru adalah junjunganmu dan masih belum bisa menyucikan diri sendiri dari cengkeraman karma buruk, maka Tak Ada yang namanya Kemudian!

Mahaguru Lu juga membahas mengenai janji awal mereka yang ditahbiskan namun tak melanjutkan memenuhi janji-janjinya!

Teman-temanku yang terkasih, kamu harus ingat, begitu kamu memutuskan untuk Berlindung (Bersarana) dan Memegang Kendali atas hidup dan matimu, Kamu harus terus berfokus dan tetap “berada di dalam kapal”, jangan “turun” atau menjauhkan dirimu dari Mahaguru Lu beserta dengan ajaran-ajarannya!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, February 23, 2016

Manusianya yang Jahat, Bukan Ajarannya



Ditulis oleh Lotuschef – 22 Februari 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 人邪,教不邪 Individual Evil, Teachings Not Evil



Di atas ini: Cuplikan layar Mahaguru Lu di tanggal 21 Februari 2016.
Dan di bawah: Cuplikan layar [劉海戲金蟾 Kisah Liu Hai dan Jinchan]


Mengutip dari artikel 修身養性 Cultivate the moral character and nourish the nature:

師尊說:福份從修身來。
Mahaguru Lu bilang: Sebagian dari Nasib Baik datang dari melatih tubuh.

有三字:財,色,名都不能「貪」,傷身敗德⋯⋯
Ada 3 kata: Kekayaan, Wujud, Ketenaran, kesemuanya ini tak boleh [Serakah], karena akan mencelakai tubuh dan menghancurkan integritas/kebajikan.

有德就有福!有德,財神才會到你家。
Punya Kebajikan maka akan punya Nasib Baik / Kemujuran.
Punya Kebajikan maka para dewa rejeki akan mengunjungi rumahmu.

行者就是不能發怒,不能吃醋,不能憂鬱,不能酒駕,不能喝酒⋯;
我們修行人要做一個有修養,有道德的人!
Seorang sadhaka tak boleh marah, iri, melankolis (murung), berkendara saat mabuk, mengkonsumsi alkohol…;
Kita, para sadhaka, harus berbudaya dan menjaga kodrat, tingkah lakunya harus bajik!

~~~~~~~~~~~~~

De (/də/; Bhs. Mandarin: 德) adalah sebuah konsep utama di dalam filosofi Tiongkok. Umumnya diterjemahkan sebagai “karakter yang melekat; kekuatan batin; integritas” di dalam Taoisme, “karakter moral; kebajikan; moralitas” di dalam Konfusianisme dan konteks-konteks lainnya, dan “kualitas; kebajikan” (guna) atau “pahala; pebuatan bajik” (punya) di dalam agama Buddha Tiongkok.

~~~~~~~~~~

Kalau kamu menonton drama [劉海戲金蟾 Kisah Liu Hai dan Jinchan], yang tampak di cuplikan layar tersebut menyimpang dari kebhiksuan, pindah menjadi pendeta!

Dan menurut ideologi kisah tersebut, orang-orang awam biasanya akan melihat penyimpangan seperti ini sebagai memasuki Jalan Mara (魔道), dan mempraktikkan Sihir Gelap/Jahat untuk mencelakai orang-orang lain demi menguntungkan diri sendiri!

TAPI! Sungguhkah demikian?

Hahaha! Tentu saja tidak!

Hendak menyimpang dari jalur pelatihan diri, semuanya adalah Pilihan Pribadi!
Melatih ilmu untuk mencelakai orang lain, juga pilihan pribadi dan tak ada hubungannya dengan Ajaran yang ada!

Demikianlah Mahaguru Lu bilang: Melakukannya atau tidak, semua kembali pada pilihan pribadi!
Dan juga: Ketahuilah apa yang kamu bisa/boleh lakukan, dan yang tak bisa/boleh kamu lakukan!

Jadi?

Karma adalah tanggung jawabmu sendiri!

Hal seperti ini, Mahaguru Lu sudah mengatakannya dengan sangat jelas!

Ada yang bilang: Dengan segala peluru yang ditembakkan ke arahmu dari Komite Pusat dan para pesuruhnya, kamu masih tak menjelek-jelekkan Mahaguru Lu, yang ada malah menunjukkan betapa hebatnya ajaran-Nya!

Teman-temanku yang terkasih, kiranya kamu ingat Mahaguru Lu mengatakan bahwa mereka yang telah berhasil melatih Guru Yoga tak akan meninggalkan-Nya?

Hahaha!
Kenapa harus repot mengurusi orang-orang bodoh yang hendak mencelakai?
Apakah ada satupun dari tembakannya yang MENGENAI SASARAN?

Hahaha!

Memberikan saran: Jangan menyia-nyiakan waktu hidupmu yang terbatas ini untuk mengejar hal-hal tak berguna yang MALAH mencelakaimu sendiri!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sunday, October 5, 2014

Aura Kebijaksanaan [Bab 22] Pengesahan Secara Liberal


Diambil dari buku karya Buddha Hidup Lian Sheng, Shen-yen Lu:
No. 154 – The Aura of Wisdom, Bab 22: Pengesahan Secara Liberal
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh True Buddha Foundation Translation Team
Dibagikan oleh Lotuschef – 24 Juni 2011
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: The Aura of Wisdom [Ch.22] Liberal Authentication



Bab 22 – Pengesahan Secara Liberal


Selain mendapatkan pengesahan dari Guru Akar yang bersangkutan, seorang praktisi tantra juga bisa mengesahkan dirinya sendiri, dan hal seperti ini dinamakan “pengesahan secara liberal”?

Aku merasa kalau hal ini hanya bisa dilakukan oleh praktisi yang punya pandangan yang benar perihal pelatihan diri.
Ia harus punya pencapaian aktual yang dihasilkan dari praktik yang benar, dan juga punya welas asih agung terhadap individu lain. Ia pun harus sepenuhnya menguasai pelatihan diri dalam berbagai aspek teoretis dan praktisnya. Ia orang yang bijaksana dan rendah hati, serta mampu mengubah lima racun menjadi Lima Kebijaksanaan Transendental.

Demikianlah berikut ini ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk memeriksa saat melakukan pengesahan secara liberal:
Apakah pikiranmu (hatimu) telah tersucikan?
Apakah ucapanmu telah tersucikan?
Apakah tubuhmu telah tersucikan?
Apakah prana (qi) vitalmu cukup?
Apakah semua nadimu tak ada yang terblokir?
Apakah tetesan bindumu sudah tak ada yang bocor?
Sudahkah kamu mendapatkan sukha (kenikmatan)?
Apakah sinar terang telah muncul?
Apakah pikiran telah terkosongkan?
Sudahkah kamu mendapatkan keberhasilan dari bhumi pencapaian?

Pengesahan terakhir adalah, “Bahkan para bodhisattva yang telah mencapai Tingkat Pencerahan Buddha tak mampu memahami doktrin realisasi batin yang dicapai oleh Dharmakaya Tathagata. Ia hanya bisa dipahami oleh sesama buddha saja.”

Orang-orang jaman sekarang ini hidup di era kemunduran.
Karenanya, bila pengesahan secara liberal diterapkan, pasti akan menemui kesulitan untuk membedakan mana guru yang sejati dan mana yang palsu.
Banyak pula yang tak berani mengumandangkan kebenaran, namun mengklaim dirinya sendiri telah mencapai pencerahan padahal belum sama sekali.

Guru-guru palsu semacam ini hanya mencari jalan pintas untuk bisa kaya. Mereka mendamba ketenaran dan peruntungan, dan oleh karenanya malah menipu dirinya sendiri dan orang-orang lain.
Mereka mengenakan topeng palsu dan berlagak sebagai sang ahli yang sejati. Sayangnya, tak dinyana mereka justru memasuki jalan iblis dan akan terjatuh ke neraka di akhir hayatnya.

Pengesahan secara liberal akan menghasilkan berbagai kejadian berikut:
  1. Pembohong akan mengaku telah tercerahkan.
  2. Yang gila (pasien sakit jiwa) juga mengaku telah tercerahkan.
  3. Seseorang yang dirasuki Mara juga mengaku telah tercerahkan.
  4. Mereka yang dirasuki hantu mengaku punya kesaktian besar.
  5. Seorang ahli yang sepertinya kelihatan tercerahkan, ternyata dikelabui oleh Mara.

Demikianlah aku merasa kalau lebih baik orang-orang perlu jujur dengan pelatihan dirinya sendiri.
Jangan berpikir kalau dirinya telah mencapai suatu tingkatan atau alam kebatinan tertentu.
Yang alamiah saja, karena bila tidak ia akan mudah melekat pada berbagai wujud ilusi dan beresiko menghancurkan nyawa kebijaksanaannya sendiri.

Banyak para penganut agama buddha yang suka berbelanja dharma, berpindah-pindah dari satu ordo ke ordo lainnya.
Pola semacam ini disebut sebagai “berkelana mengitari berbagai ordo”, di mana para murid menyambangi dari satu aliran pemikiran ke aliran lainnya lagi.
Para insan sungguhlah plin-plan dan gampang gonta-ganti. Bagaikan air, di suatu waktu akan mengalir ke Timur, dan lain waktu tiba-tiba ada di Barat.

Suatu saat aku mendengar desas-desus berikut: “Buddha Hidup Lian Sheng, Sheng-yen Lu telah berlindung (bersarana) kepada banyak guru dan bhiksu. Kalau aku juga bercita-cita menjadi seperti dia, bersarana dan menerima abhiseka dari berbagai guru di mana-mana, memangnya salah?” Saat orang yang menyarankan hal sebaliknya mendengar argumen seperti ini, ia bisa saja merasa hal tersebut masuk akal dan tak bisa menyangkalnya.

Hari ini aku akan memberikan jawabanku. Ia yang berharap mempelajari Buddha Dharma boleh berkelana ke berbagai aliran pemikiran, bukan demi sensasi, tapi supaya mereka bisa membandingkan ajaran-ajaran yang didapatkannya.

Setelah mendapatkan gambaran yang jelas mengenai ajaran-ajaran di dalam Ordo Satya Buddha, dan puas dengan apa yang ditawarkanya, maka boleh bersarana kepadaku.

Aku tak pernah menghalangi orang untuk mencari pengetahuan dan mengunjungi berbagai guru yang luhur. Sebaliknya, kamu mungkin juga ingin tahu apa yang ditawarkan di dalam Dharma Tantra Satya Buddha. Mulai dari Sadhana Empat Prayoga hingga ke Maha Kesempurnaan (Paripurna), sadhana eksternal hingga internal, sadhana duniawi hingga transendental, Yoga untuk Yidam dalam wujud Damai hingga Angkara Murka, sadhana umum hingga khusus, puja api homa dan puja air, dan bahkan Tantra Yoga Agama Buddha aliran Tibet yang Maha Tinggi seperti Dzogchen, Mahamudra, Kebijaksanaan Unggul dari Maha Paripurna, dan Sadhana Yamantaka – semua tercakup dalam sistem dharma tantra Satya Buddha.

Dharma Tantra Satya Buddha adalah sistem praktik agama buddha yang paling komprehensif (lengkap). Apapun yang kamu ingin pelajari, semuanya ada di sini.

Kalau boleh jujur, aku akan katakan kepada semua orang bahwa sadhana apapun yang kamu ingin pelajari dari ordo-ordo lain, aku telah menyertakannya semua di dalam Ordo Satya Buddha. Mereka dikemas dalam wujud yang paling otentik dan dapat diandalkan. Kamu bahkan bisa menemukan berbagai sadhana yang tak ada di tempat lain. Aku adalah orang yang punya pencapaian yang menggabungkan berbagai ajaran dan praktik dari semua ordo buddhis dan taois.

Saat kamu bersarana kepada Buddha Hidup Lian Sheng, Sheng-yen Lu, hal tersebut sama artinya dengan bersarana dengan beberapa lusin guru dan bhiksu. Apa masih belum cukup?

Kenyataannya, malah harus dikatakan bahwa saat seseorang bersarana di dalam Ordo Satya Buddha, ia telah bersentuhan dengan ajaran yang definitif (keunggulannya terbukti). Ia tak akan menemukan ordo lainnya dengan sistem yang selengkap Ordo Satya Buddha. Bila ia masih ingin berkelana tanpa tujuan dari satu aliran ke aliran-aliran lainnya bagaikan seekor ayam tanpa kepala, maka ia patut ditabok!

---

Amituofo
Lotuschef
True Buddha
Pure Karma Vihara

Related Posts:



Monday, February 24, 2014

Tahun Baru Imlek 2014, Buddha Hidup Lian Sheng Membahas Mengenai Tahun Kuda Emas dan 4 Ajaran Liao Fan


Ditulis oleh Lotuschef – 5 Februari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 2014年農曆新春「蓮生活佛話金馬」与了凡四训 [Chinese/English]



Tonton juga:
2014年農曆新春「蓮生活佛話金馬」2-1
2014年農曆新春「蓮生活佛話金馬」2-2


Hahaha! Melakukan Perbuatan Amal Sehari Sekali!
Inilah pesan yang kuberikan kepada dua saudara yang kujumpai tanggal 1 Februari 2014 kemarin.

Baca juga: Perjumpaan Yang Menarik


Yang dimaksud dengan beramal bisa sesederhana seperti membantu seorang lanjut usia untuk menyeberang jalan atau membawa senyum kepada muka yang cemberut, meski hanya untuk beberapa saat saja!

Membahagiakan orang lain – adalah berbagi kebaikan.

Murid yang hadir di sesi itu berterima kasih kepadaku karena telah mengajarkan cara menggunakan Buddha Dharma untuk memberi manfaat bagi diri dan insan lain.

Namun jangan lupa yang Guru sampaikan: Dilakukan Dengan Ketulusan dan Tak Mengharapkan Imbalan!


“Beramal sehari sekali!” ini bisa ditemukan di dalam 4 Ajaran Liao Fan

Mengutip dari [Wikipedia – Liao-Fan’s Four Lessons]:

Liao-Fan Yuan lahir di jaman Dinasti Ming, sekitar tahun 1550, di provinsi Jiangsu, wilayah Wujiang. Ia menulis sebuah buku yang dinamakan Empat Ajaran Liao-Fan [了凡四訓], yang pada awalnya ditulis untuk mengajar anak lelakinya, Tian-Chi Yuan.

Ide utama dari ajaran-ajaran tersebut adalah bahwa nasib bisa diubah lewat mengamalkan Kebajikan dan Kerendahan Hati. Oleh karenanya, seseorang tak akan terikat oleh nasib, tapi oleh perbuatannya sendiri.

Seorang bhiksu taois, Tuan Kong, memberitahu Liao-Fan kalau ia hanya akan hidup hingga umur 53 saja dan tak akan punya keturunan. Pada awalnya ia tak menghiraukan kata-kata bhiksu tersebut, menganggapnya sebagai omong kosong jenaka saja, namun berhubung ramalan-ramalan Tuan Kong lainnya menjadi kenyataan dengan akurasi tinggi, ia kemudian secara proaktif berusaha untuk “menulis ulang” nasibnya. Dengan menghubungkan ke berbagai pengalaman hidupnya sendiri dalam mengubah nasib, Liao-Fan, di umurnya yang ke-69, menulis dan mengajarkan Empat Ajaran tersebut kepada anaknya.

Ajaran ke-1 – menunjukkan cara membangun nasib;
Ajaran ke-2 – menjelaskan cara mengubahnya;
Ajaran ke-3 – menunjukkan cara melatih kebajikan dan;
Ajaran ke-4 – mengungkapkan manfaat dari kerendahan hati.

Buku ini masih bersirkulasi meski telah berumur lebih dari 500 tahun. Ia menjadi fondasi yang berharga dalam mempelajari Agama Buddha.

Baca juga: 了凡四训.


Hahaha! Aku menggunakan Empat Ajaran Liao Fan, pengalaman-pengalaman pribadinya dalam mengubah takdirnya sendiri, untuk menolong mereka yang merasa sedang dilanda kesialan, atau juga menolong mereka supaya nasibnya menjadi lebih baik.

SUNGGUH! Kamu bisa mengatur nasibmu sendiri dan cara TERBAIK-nya adalah dengan Bersadhana untuk Diri Sendiri dan juga SEMUA INSAN!

自主生死 Memegang Kendali Atas Hidup & Mati (Nasib) Diri Sendiri!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts: