Showing posts with label rinpoche. Show all posts
Showing posts with label rinpoche. Show all posts
Saturday, October 24, 2015
Label Harga
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan anotasi oleh Lotuschef – 20 Oktober 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 價碼 – Price Tag
蓮生活佛盧勝彥文集 第246冊「自己與自己聊天」
價碼 文/聖尊蓮生活佛盧勝彥
有一位密教的大法王,到了台灣,這位法王當然是一級H.H的大法王,他要來台灣草屯雷藏寺拜訪我本人。
我聽了,非常歡迎。
我一定會用最高的禮儀招待他。(最高規格)
一、訂製高大寬闊的法座。
二、最好的休息室。
三、大法會中,坐上最高的法座。
四、鋪紅地氈。
五、弟子獻供養及哈達。我自己也會獻上供養。
六、招待高級宴會。
七、等等。
然而,他們的中心, 要求: Permintaan mereka:
一、法王及隨員的頭等艙費用,我們負責。
Kita harus menanggung biaya penerbangan First Class (yang paling tinggi) untuk Rinpoche dan para rombongan pengiringnya.
二、法王及隨員的住宿,我們負責。
Juga turut menanggung semua akomodasi mereka.
三、在台期間費用,我們負責。
Lalu juga menanggung semua biaya pengeluaran di Taiwan.
四、先給供養,五○萬至數百萬不等。
Membayar 500ribu dollar atau lebih untuk gong-yang (persembahan).
我聽了,他們的需求,全是:
錢。
錢。
錢。
協商的結果是:
「法王不來了!」
我聽了,法王不來,我輕鬆多了!
原本我以為,我的供養再加弟子們的供養,這些錢的數目也一定很高。
是可以的。
但,他們一定要先給「價碼」,其他再議。
我這個人,不是一個「金錢為上」的人,一生沒有「價碼」,一切都是「隨意」的,每一個法王來,都要先談「價碼」 。
我實在很不習慣!
我這一生,致力於「修行」及「弘法」,任何法會及法事,只有供養:「隨意!」
從不勉強他人,一定要有一個價碼,有錢的人,沒有錢的人,一律平等。
供養多。
供養少。
「隨意!」
一百元台幣也好,十元硬幣也好。
我與我自己聊天:
「你為什麼不計較錢?錢在這世界上是第一好的東西,你為何不計?」
我答:
「我知足,我沒有慾望。」
Aku berpuas diri, aku tak punya hasrat/nafsu.
「你可以有至高的享受啊!」
我答:
「我在美國,只買汽油,因車子要加油。我在台灣,只買水,因台灣的水,不能喝。除了這二項的花費,其他沒有了。」
Di Amerika, aku hanya membeli bensin untuk mobilku. Di Taiwan, hanya membeli air, karena air keran di Taiwan tak bisa diminum. Selain dua hal tersebut, aku tak mengeluarkan uang untuk hal-hal lain.
「你養老也需要錢?」
Bagaimana dengan uang untuk masa tuamu atau saat sudah pensiun?
我答:
「弟子的供養,很夠了!」
Para murid akan memberiku gong-yang, sudahlah cukup!
「你不建屬於自己臺麗堂皇的寺嗎?」
Kamu tak membangun vihara semegah istana yang merupakan milikmu?
我答:
「什麼才叫屬於自己?」
Apakah yang dimaksud milik sendiri?
「屬於自己名下?」
Kepemilikan dengan namamu?
我答:
「這世界上,有屬於自己的東西嗎?」
Di dunia ini, memangnya ada yang merupakan milik sendiri?
~~~~~~~~~~~~
Artikel di atas mengisahkan sebuah usulan kunjungan seorang rinpoche yang ternama.
Biaya yang diajukan terlalu tinggi dan berhubung tak bisa dipenuhi maka kunjungan tersebut dibatalkan.
Hahaha!
Betapa melegakan?!
Mengenai perihal tersebut, aku sendiri berpendapat bahwa seharusnya mereka bertanggung jawab atas berbagai pengeluaran mereka sendiri!
Sebagai contoh:
Mahaguru Lu mengunjungi vihara-vihara di berbagai belahan dunia – si tuan rumah hanya perlu menanggung segala pengeluaran Mahaguru Lu dan mengurus berbagai kebutuhan-Nya.
Semua orang yang menebeng-Nya harus membayar pengeluaran mereka sendiri-sendiri!
Seperti yang umumnya terjadi, banyak tukang nebeng yang tak mengerti bahwa mereka tak layak atas uang dan waktu yang disediakan bagi mereka, karena tak berkontribusi di dalam pembabaran dharma!
Kita sendiri melihat bahwa keberadaan mereka, para penebeng Mahaguru Lu, selama ini malah merusak suasana, bukan?
Karma merupakan tanggungan masing-masing individu!
Kamu mengambil berbagai macam hal namun tak mampu mengembalikannya, berarti kamu menipu ataupun mencuri!
Begitulah! Melanggar salah satu dari 5 sila!
Apakah kamu yakin kamu layak menerima penghormatan orang-orang yang berlutut atau membungkuk di hadapanmu?
Mengutip pandangan Mahaguru Lu mengenai Kesetaraan, banyak orang seharusnya berhenti meremehkan ataupun mendikte orang, karena mereka justru malah menciptakan banyak karma buruk!
Dengan segala kerendahan hati memberikan saran: lebih baik membayar segala keperluanmu sendiri bila kamu belum mencapai pencerahan dan kebuddhaan!
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
akomodasi,
Bahasa Indonesia,
biaya,
lotuschef,
mencuri,
menebeng,
menipu,
pengeluaran,
rinpoche
Tuesday, October 20, 2015
價碼 – Price Tag
Terjemahan Indonesia: Label Harga

蓮生活佛盧勝彥文集 第246冊「自己與自己聊天」
有一位密教的大法王,到了台灣,這位法王當然是一級H.H的大法王,他要來台灣草屯雷藏寺拜訪我本人。
我聽了,非常歡迎。
我一定會用最高的禮儀招待他。(最高規格)
一、訂製高大寬闊的法座。
二、最好的休息室。
三、大法會中,坐上最高的法座。
四、鋪紅地氈。
五、弟子獻供養及哈達。我自己也會獻上供養。
六、招待高級宴會。
七、等等。
然而,他們的中心, 要求: Their demands:
一、法王及隨員的頭等艙費用,我們負責。
We must be responsible for Rinpoche & accompanying members first class air fare.
二、法王及隨員的住宿,我們負責。
二、法王及隨員的住宿,我們負責。
Responsible also for all their accomodation.
三、在台期間費用,我們負責。
Responsible also for all expenses in Taiwan.
四、先給供養,五○萬至數百萬不等。
Pay 500 thousand or more upfront as gong-yang.
我聽了,他們的需求,全是:
錢。
錢。
錢。
協商的結果是:
「法王不來了!」
我聽了,法王不來,我輕鬆多了!
原本我以為,我的供養再加弟子們的供養,這些錢的數目也一定很高。
是可以的。
但,他們一定要先給「價碼」,其他再議。
我這個人,不是一個「金錢為上」的人,一生沒有「價碼」,一切都是「隨意」的,每一個法王來,都要先談「價碼」 。
我實在很不習慣!
我這一生,致力於「修行」及「弘法」,任何法會及法事,只有供養:「隨意!」
從不勉強他人,一定要有一個價碼,有錢的人,沒有錢的人,一律平等。
供養多。
供養少。
「隨意!」
一百元台幣也好,十元硬幣也好。
我與我自己聊天:
「你為什麼不計較錢?錢在這世界上是第一好的東西,你為何不計?」
我答:
「我知足,我沒有慾望。」
I am contented, I have no desire/craving.
「你可以有至高的享受啊!」
我答:
「我在美國,只買汽油,因車子要加油。我在台灣,只買水,因台灣的水,不能喝。除了這二項的花費,其他沒有了。」
In AMerica, I only buy gas for my car. In Taiwan, only buy water, because tap water in Taiwan cannot drink. Other than these 2 items, I have nothing to spend money on.
「你養老也需要錢?」
How about money for your old age or retirement?
我答:
「弟子的供養,很夠了!」
Students will gong-yang me, enough already!
「你不建屬於自己臺麗堂皇的寺嗎?」
You not building magnificent palace like temple that belongs to you?
我答:
「什麼才叫屬於自己?」
What means belong to self?
「屬於自己名下?」
Belongs under own name?
我答:
「這世界上,有屬於自己的東西嗎?」
In this world, is there anything that belong to one self?
~~~~~~~~~~~~
The above is about a proposed visit by a renown rinpoche.
The asking price or price tag is way too high and as it can't be met, the visit was canceled.
Hahaha!
What a relief?
My sentiment about visiting masters is that they should be responsible for their own expenses!
My sentiment about visiting masters is that they should be responsible for their own expenses!
For example:
GM Lu visits to various temples worldwide - the host should only be responsible for GM Lu's expenses and care for him.
All that want to tag along, should pay their own way!
As it is, many tag-alongs do not know that they are not worthy of the money and time spent on them, as they do not contribute to dharma propagation!
We see that throwing their weights around, causing lots of unhappiness, by GM Lu's tag-alongs all these years, agree?
Karma is one's own!
Taking what you have no means of returning is cheating or stealing!
Yup! One of the 5 precepts!
Can you even merit it when others kneel or bow to you?
Taking GM Lu's view on Equality, most should stop belittling others or dictating to others creating lots of negative!
My humble advice: best to pay your own way if you have yet to attain enlightenment & buddhahood!
Cheers all.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Tuesday, January 14, 2014
Lotuschef Bermain-main – Terus-menerus melakukan kesalahan besar
Ditulis oleh Lotuschef – 11 Januari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Sentient Blunder Over & Over Again
Image: Tree of Refuge © Rukpa Trust
Aku sedang menonton siaran langsung dan melihat ada sesuatu yang terus-menerus tak dihiraukan atau seperti tak diajarkan sopan santun! :)
Apakah kamu melihat kalau Guru selalu menyebut nama Thubten Ksiti Rinpoche sebelum memulai ceramah dharmanya?
Sayang sekali, di sambutan awal, si emcee acara akan melompat dari setelah menyebut nama Shi-mu langsung ke para VM dan lainnya.
Sambutan tak pernah disampaikan kepada Buddha Hidup kita, Thubten Ksiti Rinpoche!
Ini khan menunjukkan Komite Pusat tak punya sopan santun dan rasa hormat seperti di acara terdahulu saat Bhagawati dari seorang Rinpoche datang mengunjungi Vajragarbha Taiwan?
Beliau tak diberikan penghormatan yang selayaknya sesuai dengan posisinya.
Lihatlah Thubten Ksiti, beliau seharusnya ditempatkan di sebelah Guru, dan Shi-mu selayaknya bergeser untuk memberikan tempat bagi Thubten Ksiti atas nama memberikan penghormatan.
Umur seorang Rinpoche (yang masih muda) bukanlah parameter untuk kemudian memberikannya tempat di posisi yang rendah.
Kamu lihatlah bagaimana mereka meletakkan patung para Buddha dan Bodhisattva di sana.
Hahaha!
Kesalahan besar lagi!
Sila? Disiplin?
Berapa banyak yang mereka benar-benar ketahui?
Dan mereka yang “ditempatkan di lokasi yang salah”, lihat saja seberapa besar rasa tak hormatmu akan berubah menjadi merugikan dirimu sendiri.
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Related Posts:
- Ceramah
dharma Guru, 29 Juni 2013 – Beberapa hal edukatif…
- Lotuschef
Bercakap-cakap – Tercerahkan atau malah mulai…
- Kebijaksanaan
yang nampak gila – Buddha Berbanding Insan…
- Lotuschef
Bermain-main – Berbagai Peraturan Disiplin Yang…
- Kebijaksanaan
yang nampak gila – Gaya Aturan Permainan…
Labels:
Bahasa Indonesia,
bhagawati,
buddha hidup,
disiplin,
kesalahan besar,
lotuschef,
rinpoche,
Sila,
thubten ksiti
Saturday, January 11, 2014
Lotuschef at Play - Sentient Blunder Over & Over Again
Terjemahan Indonesia: Lotuschef Bermain-main – Terus-menerus melakukan kesalahan besar
Image: Tree of Refuge © Rukpa Trust
I am watching the live cast & this is something that seem to be continuously ignored or just not taught mannerism! :)
Did you all noticed that SZ always addresses Thubten Ksiti Rinpoche before his speech?
Sadly, in the welcoming address, the compère for events will jump from Shi-mu to VMs & etc.
The welcome was never extended to our Living Buddha, Thubten Ksiti, Rinpoche!
This is Core's lack of manners and respect like in the previous occasion when Fo-mu of another Rinpoche was visiting Taiwan temple?
She was not accorded the due respect due to her position.
Look at Thubten Ksiti, he should be seated next to SZ and Shi-mu should move aside to make way for him in due respect.
Age of the Rinpoche should never be taken to place him in a lowly position.
See how the Buddhas & Bodhisattvas are placed please.
Hahaha!
Blunder yet again!
Precepts? Disciplines?
How many can say they truly know?
For those seated in wrong seats, watch how much your disrespect will be transformed to your detriment.
Cheers all.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Image: Tree of Refuge © Rukpa Trust
I am watching the live cast & this is something that seem to be continuously ignored or just not taught mannerism! :)
Did you all noticed that SZ always addresses Thubten Ksiti Rinpoche before his speech?
Sadly, in the welcoming address, the compère for events will jump from Shi-mu to VMs & etc.
The welcome was never extended to our Living Buddha, Thubten Ksiti, Rinpoche!
This is Core's lack of manners and respect like in the previous occasion when Fo-mu of another Rinpoche was visiting Taiwan temple?
She was not accorded the due respect due to her position.
Look at Thubten Ksiti, he should be seated next to SZ and Shi-mu should move aside to make way for him in due respect.
Age of the Rinpoche should never be taken to place him in a lowly position.
See how the Buddhas & Bodhisattvas are placed please.
Hahaha!
Blunder yet again!
Precepts? Disciplines?
How many can say they truly know?
For those seated in wrong seats, watch how much your disrespect will be transformed to your detriment.
Cheers all.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Sunday, May 12, 2013
Sekali lagi, seperti Mafia!
Ditulis oleh Lotuschef – 12 Mei 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 又是黑帮 Mafia Again!
Kemarin, #2 mengirimkan 2 orang VM untuk “menghadapi”-ku!
Hahaha!
Lian Yue (dari rumah ibadah Zhong Guan) dan Lian Wang (dari Seattle, ia yang Guru katakan bisa melihat sinar dalam pelatihan sadhananya).
Aku bertemu mereka saat pergi menuju toilet dan mereka bilang ingin bicara denganku.
Kukatakan pada mereka kalau aku tak punya waktu luang untuk bertemu.
Lalu aku dengar dari seorang fashi lain kalau mereka mencariku di aula utama tempat para fashi duduk.
Saat aku kembali ke tempat dudukku, orang yang mengaku mata-mata #2, Lian Xing (xing: bintang) membawa mereka untuk menemuiku!
Hahaha!
Lian Xing sungguh dendam padaku karena aku memintanya untuk tak bertengkar dengan seorang umat dari Hongkong demi sebuah ranjang di asrama wanita Vajragarbha Caotun.
Ia juga pernah kutulis di banyak artikelku juga, seperti artikel [Siapa yang Mentraktir?] – di mana ia meminta uang kepadaku untuk membeli abalone supaya ia bisa membuat bubur untuk makan pagi, padahal hari itu adalah jadwalku bertugas untuk membuat makan pagi. :)
Masih juga bintang utama dalam kasus memblokir kursi untuk dijual kepada para umat tiap hari Sabtu di saat acara yang dipimpin Guru, dan masih banyak lainnya!
Lian Yue, seperti waktu itu bicara kepadaku, mulai menarik jubahku lagi saat aku berdiri menghadap mereka.
Lian Wang katakan aku bisa tetap duduk saja.
Kubilang kita ini semua adalah murid Guru dan Setara!
Mari dipikirkan: Kalau aku tetap duduk, nanti mereka akan menyiarkan kalau aku tak punya sopan santun, bukannya begitu?
Apapun akan dilakukan untuk menyalahkan siapapun yang dianggap musuh mereka! Hahaha!
Kuberitahu dia untuk tidak menyentuhku.
Lalu ia katakan kalau hanya ingin bicara denganku.
Aku segera hentikan dia sambil mengatakan bahwa di waktu lalu aku telah memberinya 40 menit (saat Tahun Baru China), dan aku tak akan melakukannya lagi!
Ia terus mencoba terlihat bersahabat dan ingin memberitahuku....
Aku katakan pada Lian Wang bahwa ia adalah orang yang baik padaku saat di Seattle, tapi aku juga tak ingin memberinya waktu untuk bicara kepadaku.
Kukatakan pada mereka berdua bahwa aku tahu bahasa Mandarin, Inggris, Indonesia, dan Perancis, dan aku tak melihat kenapa mereka gagal memahami artikel yang kutulis dalam bahasa Mandarin, Inggris dan Indonesia.
Aku juga memberitahu mereka bila teman-teman umat tak paham dan pergi bertanya kepada mereka, mereka harus menjelaskan inti yang ingin disampaikan dari artikel tersebut.
Jangan-jangan mereka juga sama tak paham pula?
Maka aku sarankan mereka pergi saja menemui Guru untuk menjelaskannya pada mereka.
Kemudian kukatakan pada mereka bahwa Sang Buddha membabarkan Sutra Hati dan dari sana Sariputra menjadi tercerahkan, namun yang lain tidak.
Lalu apa Buddha harus mengubah isi sutra supaya semua orang jadi tercerahkan?
Aku bertanya pada Lian Wang: Kamu-kamu sekalian katakan aku memotong Nyawa Kebijaksanaan para umat. Menurutmu apa arti Nyawa Kebijaksanaan?
Ia kaget dan cepat-cepat memberikan amplop surat yang dipegangnya kepadaku, lalu segera memberitahu Lian Yue untuk pergi. Mereka berdua segera meninggalkanku!
Hahaha!
Dan untuk si ‘Bintang’, ia senang sekali dan memasang wajah “menang”-nya! Hahaha!
Seakan-akan merasa aku akhirnya dimarahi!
Kini saatnya berada dalam posisi Netral dan Obyektif. Inilah saat menggunakan Buddha Dharma.
Bertanya: Kenapa #2 mengirimkan 2 VM ini untuk menemuiku?
Mau menunjukkan Kekuatan dalam Jumlah (pasukan pendukung)? :)
Bertanya: Kenapa sebegitu BERANINYA melakukan di aula utama di mana ada banyak fashi yang duduk di sana dan para umat juga berada di sekitar sana?
Mereka selalu menganggap bahwa semua non-VM adalah orang kecil yang bisa dikontrol?
Hahaha!
Bertanya: Mereka ini masih terus menggunakan artikel berjudul [Meninggalkan Aliran Satya Buddha untuk Mencari Buddha yang Sejati] dan artikel-artikel yang berhubungan dengannya. KENAPAKAH?
Karena terpaku pada “Mereka merasa benar dari awal”, dan tak mau mundur bahkan bila mereka akhirnya sadar bahwa artikel tersebut [Tak Berbahaya], tidak seperti yang mereka anggap dari sejak awal!
Ia yang tinggi dan kuat tak mampu mengakui kalau dirinya tak bisa memahami Dialog Zen!!! Hahaha!
Guru-pun bilang bahwa meski Tercerahkan masih harus melatih dan bersandar pada 6 Paramita untuk Melengkapi Realisasi Sifat Sejati Buddha dalam Diri Sendiri!
[Baca juga: Wikipedia – Paramita]
Bertanya: Apa kita lihat ada tanda-tanda Pencerahan Sejati dalam diri #2 sejak dari saat Guru mengumumkan bahwa beliau telah memberitahukan “apa itu Pencerahan” kepada #2, saat Upacara Transmisi Sharpyinma (Prajnaparamita) di Seattle?
Hahaha! Guru-lah yang Tercerahkan, bukannya #2!
Oh ya, kemarin Guru menjelaskan lagi bahwa Pencerahan tak bisa diberitahukan!
Semua orang harus berlatih dan menemukan sendiri jawabannya (mengenai Pencerahan)! :)
Jadi surat dari Komite Pusat ditulis sebagai bukti Kekuasaan yang Salah Tempat karena tak ada seorangpun di dalam Komite Pusat yang paham Dialog Zen yang ditulis di dalam artikel [Meninggalkan Aliran Satya Buddha untuk Mencari Buddha yang Sejati]!
Aku tanya ke Lian Yue apa arti Aliran Satya Buddha baginya saat ia menghabiskan 40 menit waktuku.
Aku juga tanya ke Lian Wang apa itu Nyawa Kebijaksanaan, dia tak menjawabnya juga!
Hahaha! Mereka benar-benar tak tahu dan tak paham Dialog-dialog Zen, bahkan begitu juga dengan #2 yang mengaku Tercerahkan?
Kalau bertanya ke Guru nanti akan kehilangan muka, jadi lebih baik menyerangku saja?
#2 juga punya dendam pribadi padaku dan dulu pernah menganggapku berbuat salah padanya. Jadi dia akan mencari apapun yang bisa membantunya untuk “menggerus” diriku!
Hahaha!
Lalu aku menjelaskan secara singkat ke beberapa fashi yang duduk di dekatku, dan merekapun paham bila TAK ADA TUJUAN UNTUK MENINGGALKAN SATYA BUDDHA SAMA SEKALI!
Pamer Kekuatan kelihatan agak “tidak seperti Buddha”, bukan?
Hahaha! Guru yang baik hati, tadi menjelaskan kepada mereka tentang Pencerahan Sejati dan Pentingnya 6 Paramita!!!
Oh! Betapa bahagianya ada kiriman dari surga pula, seorang reinkarnasi teman baikku, Ksitigarbha. Dan Guru juga menganugerahkan gelar Rinpoche Thubten Ksiti kepadanya, untuk melanjutkan silsilah Thubten!
Dharmaraja pertama dari Aliran Satya Buddha! Hahaha!
Kau lihat betapa Guru sesungguhnya punya banyak agenda pribadi untuk semua murid yang sangat terbenam dalam 3 racun?
Guru pernah bilang, “Para VM ini direkomendasikan oleh...!”
Setelah acara kemarin, VM sudah bukan lagi elemen satu-satunya yang sangat utama.
Nanti masih banyak Buddha Hidup yang akan muncul, seperti yang Guru katakan.
Aku pun menunggunya dengan bahagia! :)
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Related Posts:
- Seperti Mafia!
- Lotuschef
Bermain-main – Unjuk Kekuasaan Yang Salah Lewat…
- Di
atas langit masih ada langit, selalu! [1]
- Lotuschef
Bercakap-cakap – Meninggalkan Aliran Satya…
- Lotuschef
Bercakap-cakap – Tercerahkan atau malah mulai…
Labels:
agenda,
Bahasa Indonesia,
dialog zen,
Guru,
ksitigarbha,
lotuschef,
mafia,
nyawa kebijaksanaan,
rinpoche
又是黑帮 Mafia Again!
Terjemahan Indonesia: Sekali lagi, seperti Mafia!
Yesterday, #2 sent 2 VMs to "deal" with me!
Hahaha!
Lian Yue (from Zhong Guan chapter) & Lain Wang (from Seattle, the one that GM said can see light during cultivation)
.
I met them on the way to the washroom and they said they wanted to talked to me.
I told them I have no leisure to do so.
Then I heard from another fashi that they came looking for me in the main hall where fashi were to be seated.
When I returned to my seat, #2's alleged spy, Lian XIng (star) went to get them to come for me!
Hahaha!
She is very vengeful of my telling her not to fight over a bed with a fellow HK student in Caotun Temple's female dormitories.
She is also the one in many of my articles too, like the [Who is treating?] article, whereby she asked me for money to buy abalone, so that she can make porridge for breakfast, on the day that I am rostered to make breakfast. :)
She is also the star in blocking up seats to sell to students every Saturday during Guru's events and many more!
Lian Yue like the last round she talked to me, started to tug at my left sleeve again as I stood up to face them.
Lian Wang said that I can remain seated.
I said we are all students of Guru and Equal!
Think: If I remained seated, they would later go broadcast that I am disrespectful, agree?
Anything to put their perceived opponents in the Wrong! Hahaha!
I told her not to touch me.
Then she said she just wanted to talk to me.
I halted her and told her that I gave her 40 minutes last round (during Chinese New Year), and I am not going to do so anymore!
She kept trying to act friendly and said she wanted to tell me....
I told Lian Wang that he was nice to me in Seattle, but I also would not like to give him time to talk to me.
I told them that I have Chinese, English, Bahasa Indonesia, and French knowledge and I don't see why they failed to understand my article written in Chinese, English and Bahasa Indonesia.
I also told them that if fellow students don't understand and approached them, they should explain the gist of the article.
It seems they also don't understand?
Then I suggested that they ask Guru to explain to them.
I told them that Buddha shared Heart Sutra and Sariputra became Enlightened, but the rest didn't.
So does Buddha have to change the sutra contents so that everyone becomes Enlightened?
Then I asked Lian Wang: You people said I severed others Wisdom Life. What is termed Wisdom Life then?
He got shocked and quickly handed me an envelope, then he quickly told Lian Yue to leave. They hurried away!
Hahaha!
As to 'star', she has a misguided "victorious" look! Hahaha!
Thinking that I got a scolding or reprimanded!
Now maintain a Neutral stance, and Objective view please. This is application of Buddha Dharma.
Question: Why #2 sent 2 VMs to see me?
Show of Force in Numbers? :)
Question: Why BOLD enough to do so in the main hall where there are many fashi seated around and fellow students a stone throw away?
They always view all Non-VMs as underlings?
Hahaha!
Question: They still at an article entitled [Leave TBS, to Find True Buddha] & all associated ones too, WHY?
Fixation on "They are always Right from the Start", that they will not back down even if they happened to realized later that the article is [Harmless] & not what they initially think it is!
The high & mighty can't admit to not understanding the Zen Dialogue!!! Hahaha!
Now Guru said that Enlightened still need to cultivate and adhere to the 6 Paramitas to Complete Realization of One's True Buddha Nature!
[see Wikipedia – Paramita].
Question: Do we see any signs of True Enlightenment in #2 from the time Guru told us during Shapyinma Event in Seattle that he has told #2 what is Enlightenment?
Hahaha! It is Guru that is Enlgihtened and not #2 at all!
O! Yesterday, Guru explained again that Enlightenment cannot tell!
One need to cultivate and discover for oneself pertaining to Enlightenment!:)
So the letter from Core is written as a show of Misguided Authority because non in Core understand the Zen Dialogue presented in the article [Leave TBS....]!
I asked Lian Yue what is True Buddha School to you when she wasted 40 minutes of my time.
I also asked Lian Wang what is Wisdom Life, which he didn't answer too!
Hahaha! They truly don't know and don't understand Zen Dialogues, even with #2 that is allegedly Enlightened?
Asking Guru seems to be loosing-face, so they attacked me?
#2 has personal grudges against me for perceived wrongs on my part previously, so just pick anything that he thinks will enable him to have his "pound of flesh" from me!
Hahaha!
Well, I explained briefly to some fashi seating near me, and they understood that there is NO INTENTION OF LEAVING TBS AT ALL!
Show of Force is pretty Un-Buddhaly, agree?
Hahaha! So sweet of Guru to tell them about True Enlightenment and Crucial 6 Paramitas!!!
O! What a heaven sent too for a reincarnation of my dear friend Ksitigarbha and Guru conferred Rinpoche title of Thubten Ksiti, carrying on the Thubten lineage!
The first Dharma King from TBS! Hahaha!
Do you see how much private agenda Guru has in store for all those students that are deeply immersed into the 3 poisons?
Guru said, these are recommended by ........ to be VMs!
VMs are no longer the Be All & End All after yesterday.
There are more Living Buddha coming along as well, as per Guru.
Awaiting with much pleasure! :)
Cheers all
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Related Posts:
Labels:
dharma king,
English,
ksitigarbha,
lotuschef,
mafia,
paramita,
rinpoche,
zen
Subscribe to:
Posts (Atom)



