Showing posts with label welas asih. Show all posts
Showing posts with label welas asih. Show all posts

Tuesday, December 6, 2016

Mahaguru Lu Mengulurkan Tangan Dengan Welas Asih



Ditulis oleh Lotuschef – 4 Desember 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: GM Lu Reaching out Compassionately 鲁师尊伸出慈悲之手


Mengacu ke rekaman ceramah Mahaguru Lu:


Berikut ini adalah transkrip ceramah Mahaguru Lu yang berwelas asih mengulurkan tangan kepada mereka yang telah menyimpang dari bimbingannya.
Beliau meminta setiap individu merenungi perbuatannya masing-masing!
Mahaguru Lu menanyakan tentang keberadaan 5 pemimpin hantu, apakah mereka datang dari imajinasimu sendiri atau tidak?
Selama setiap individu bertobat dengan sepenuh hati setelah merenungi kesalahan yang dilakukannya, maka ia bisa membuka lembaran baru kembali!

** 再讲几句话。
今天讲的是真实语。
那么我跟大家讲,师尊还是不舍弃一个众生。
但是,一定要真实的忏悔。
你要自己想一想,你有没有讲很多的妄语。
或者凭着你自己的灵感去这样子想一想出来,
你有没有包括这五个鬼头目,全部是你脑海里想出来的。
你自己想一想,真实忏悔,从新再来。

~~~~~~~~~~~

Teman-temanku yang terkasih,
Mampukah kamu kini menggunakan Kebijaksanaan Pengamatan yang Tajam?

Mereka yang telah dirasuki atau dikendalikan oleh hantu, justru jangan kita abaikan atau usir atau 落井下石 (setelah ada orang yang jatuh ke dalam sumur, kita masih melempari batu ke dalamnya pula)!

Mahaguru Lu telah memberikan Solusi untuk menolong mereka yang telah menyimpang!

Berhubung Buddha Dharma tiada batasnya, maka cara untuk menolong setiap insan pun juga bermacam-macam sesuai dengan pengaruh karmanya!

Jadi kamu ini Buddha atau Setan? :)

Tentunya pilihan ada dalam tanganmu sendiri!

Menyalahkan orang lain atas kematian para murid yang merupakan teman atau saudaramu?
Mahaguru Lu menetralisir tuduhan tersebut dengan memberitahumu perbedaannya lewat Reverend Lian-jing (Panama) yang tak terkena pengaruh buruk dari situasi di sekelilingnya!
Itu karena Reverend Lian-jing bersungguh-sungguh dalam bersadhana dan menjapa Usnisa Wijaya Dharani tak terhitung banyaknya!
Jadi bersadhana dengan sungguh-sungguh dan tulus akan melindungimu dari segala macam Celaka!

Dengarkan Mahaguru Lu dengan cermat!

Dan jangan tertipu oleh mereka yang menyalahkan orang-orang lain!

Niat untuk menyingkirkan orang lain bukanlah cara seorang Buddha ataupun murid Buddha!

Kamu ingatlah: Balas dendam, permusuhan, kebencian, kekerasan, … ini semua bukanlah kebajikan dan bukan untuk para murid Buddha yang otentik!

Hahaha!

Jangan sampai hal-hal sensasional mempengaruhimu!

Ingatkah yang pernah kukatakan bahwa mereka yang melemparkan fitnahan, mencoreng nama, membakar api permusuhan dll… ke arahku, Hanya perlu menyesali dirinya sendiri saja?

Tak ada hubungannya denganku! :)


Salam Metta,


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
 

Sunday, October 11, 2015

Welas Asih yang Begitu Besar



Ditulis oleh Lotuschef – 13 Agustus 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 慈恩浩大 Magnanimous Great Compassion



Di ceramah baru-baru ini (per tanggal publikasi), Mahaguru bilang kalau ada seorang yang menulis kepada beliau dan memintanya supaya menahan diri untuk tak menyebutkan nama saat beliau “menjelek-jelekkan” atau menyebutkan kekurangan mereka!

Hahaha!

Teman-teman sekalian apakah sempat mendengar ceramah itu juga?

Mahaguru menyetujui permohononan murid tersebut dan mengatakan bahwa di masa mendatang beliau akan memberitahu murid yang bersangkutan SECARA PRIBADI!

Di ceramah yang sama, beliau juga menggunakan murid-murid tersebut sebagai contoh untuk menjelaskan hal-hal dan konsep-konsep tertentu!

Marilah kita coba melihat persoalan ini dari sudut lain.

Menurutmu apa ada yang salah bila Guru Akarmu sendiri menunjukkan sebuah kesalahan di depan umum?
Mungkin kamu kira hal “menjelek-jelekkan” ini sebagai sarana untuk melukai si murid!
Namun Mahaguru berkali-kali bilang bahwa beliau tak peduli dengan CITRA dan tak terganggu oleh apapun yang orang lain coba lemparkan kepadanya!

Di dalam memberikan Petunjuk, bukankah si murid dan mereka yang hadir di sana bisa belajar apa yang salah dan tahu apa yang harus dibenahi supaya MENJADI LEBIH BAIK?

Jadinya memberi manfaat bagi lebih banyak insan dong?

Saat orang-orang memfitnahmu ataupun “meremehkanmu”, mereka sedang membantumu membersihkan karma burukmu!
Jadi kenapa kamu harus malu?

Murid-murid Mahaguru Lu, kamu seharusnya sangat bersyukur bahwa kamu memiliki seorang Yogi Sejati, seorang Buddha Hidup, sebagai Guru Akarmu.

Sama juga halnya kamu harus bersyukur saat berbagai kesalahanmu di beberkan di depan umum, yang berarti Guru Akarmu tahu dan memperhatikan Dirimu, Masa Depanmu dan Nasibmu!

Hahaha!
Banyak yang bilang kalau aku juga menjelek-jelekkan orang lain pula!

Jadi sebagai ganti dari menggunakan Kejadian dan Subjek Nyata, aku mengunggah tulisan-tulisan si murid dan membiarkanmu untuk menelaahnya sendiri!

Baca juga: Topik Diskusi – Susah Diselamatkan

Kerjaanku juga berkurang!

Dua tugas pertama benar-benar menambah beban kerjaan, tapi Tugas [3] terbilang mudah.
Jawaban untuk Tugas [3] adalah langsung ke titik permasalahan.

Langsung ke titik permasalahan itu mirip dengan Petunjuk dari Mahaguru!

Kamu ingin berhasil mencapai Guru Yoga, lihatlah ke dalam batinmu sendiri, bukan ke luar!

Kenapa Guru Akarmu sampai harus melakukan perubahan hanya demi mengakomodir “perasaanmu” ataupun sudut pandangmu?


Hahaha!

Para praktisi yang ingin menjadi yogi juga harus belajar dan mengembangkan Kegigihan!

Si murid yang menulis kepada Mahaguru, jelas sekali berpikir untuk orang lain, mengukur orang lain berdasarkan kriteria pandangannya sendiri.

Kalau di dalam konsep Zen, contoh subjek nyata adalah ilustrasi yang terbaik.

Punya seorang Guru Akar yang memberikan petunjuk atas masalahmu supaya kamu bisa berubah ke arah yang lebih baik. Supaya orang lain juga mendapatkan manfaat yang sama. Tentunya semua orang juga belajar di saat yang bersamaan pula!

Bagi Mahaguru ataupun Buddha manapun, tiada yang namanya perbedaan atau pemisahan, oleh karenanya semua murid maupun bukan murid adalah SATU ADANYA!

Saat kamu belum mendapatkan keberhasilan dalam Guru Yoga, BERPIKIRLAH dengan keras sebelum kamu bertindak dengan menuruti kata hatimu!

Kamu merugikan si murid yang bersangkutan dengan mengambil Kesempatannya untuk mengorbankan Ego dan Kebanggaan Dirinya!


Hahaha! Sebenarnya cukup menarik kalau kamu melihat masalah dari berbagai sudut.

Aku sendiri menyukai seorang Guru Akar yang memperhatikan dan mengetahui berbagai kesalahanku, kemudian menunjukkannya kepadaku, baik di depan umum ataupun secara pribadi!
Bagaimana dengan kamu?

Kamu juga harus belajar mengenai Merelakan!



Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
 

Sunday, April 26, 2015

Siapkah Kamu Untuk Menerima?



Dibagikan oleh Lotuschef – 18 April 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Are You Ready to Receive?



Baca juga: Berbagi: Seorang Guru Akan Selalu Memperdayaimu

Kutipan:

Kemudian Shiwa menimpalinya:
“Kamu lihat, ini bukan persoalan mengambil sesuatu dari orang-orang.
Ini juga bukan menghalangi dunia untuk menerima sesuatu, juga bukan merupakan usaha menghalangi seseorang untuk bersukacita dalam memberikan sesuatu.


Yang kumaksud adalah bukannya membantu orang untuk berkembang sampai ke suatu kondisi di mana mereka secara alami akan menerima karunia kehidupan, jika kamu memberikan sesuatu kepada seorang yang belum berkembang, kamu malah akan membebaninya.
Kamu justru akan menghancurkan hidupnya.

Bila kamu menaruh perhatian akan kesejahteraan seseorang dalam tingkatnya yang tertinggi, kamu harus menempatkannya melewati proses perkembangan dirinya yang penuh ketelatenan hingga ia mencapai suatu kemampuan tertentu, di mana ia akan mampu mengakses dimensi kehidupan yang lebih tinggi, dan proses menerima akan secara otomatis terjadi kepadanya karena ia memang layak mendapatkannya.
Kalau kamu menghadiahkan emas satu ton kepada seekor semut, ia hanya akan menghancurkan si semut.
Ia tak akan membuat si semut menjadi kaya; si semut malah akan tergilas.

Jadi apa yang kamu berikan, bagaimana caramu memberi, menjadi hal yang sangat penting.
Kamu jangan memberi tanpa pandang bulu hanya karena seseorang meminta kepadamu.


=========

 

Terjemahan percakapan di atas:

SN: Sungguh benar kutipan "welas asih yang salah tempat selalu muncul dari ego-mu" di artikelmu.

FP: Orang-orang suka mencari "Konsultasi cuma-cuma" yang sebenarnya terkandung faktor racun KESERAKAHAN! :)

FP: Tapi saat kamu tak memberikan apa yang mereka inginkan, mereka akan Melabelimu sebagai Tak Berwelas Asih. Dan bagi mereka, seorang Reverend HARUS PUNYA welas asih terhadap mereka!

FP: Yang Sadhguru katakan sungguh benar adanya! Kamu akan tertimpa masalah saat Sang Guru bilang "YA!" Hahaha! Layanan yang setengah hati dari guru atau master manapun, bisa berarti kamu akan terjerat "hutang karma" yang lebih banyak, dan dalam beberapa kasus kamu bisa saja tak selamatkan lagi, pasti masuk ke Neraka Vajra!

~~~~~~~~~

Teman-temanku sekalian yang terkasih, kalau ingat beberapa tahun lalu Mahaguru Lu pernah bilang “Tak ada lagi konsultasi untuk hal-hal pribadi”?
Beliau mengatakan: Hanya boleh bertanya seputar teknik sadhana atau memohon Abhiseka!

Tapi, “DENGAN BEGITU CEPATNYA” semua ajudan BELIAU atau para administrator MENGESAMPINGKAN pernyataan-NYA, dan konsultasi untuk berbagai persoalan pribadi kembali berlanjut, dan bahkan menjadi lebih sengit dengan adanya desas-desus “penundaan pensiun” Yang Mulia!

Kini mari kita mencoba meneliti DIRI SENDIRI dan kemudian mereka yang langsung berdekatan dengan Yang Mulia, yang selalu “mengatur” Yang Mulia! :)

Ingatkah kejadian “Memaksa Mahaguru Lu untuk Pensiun”?

Mahaguru Lu langsung menunjukkan Petisi Pengunduran Diri tersebut di sesi yang sedang berlangsung, dan mengatakan: Si penerus yang dipilih BELUM SIAP!


Hahaha!

Cobalah kini Ingat kembali apa yang Mahaguru Lu telah ajarkan dan gosip yang ditimpakan ke Lotuschef yang malah merugikanmu sendiri!

Kamu tahu kenapa kami tak bisa berwelas asih KEPADAMU?

Padahal yang sebenarnya terjadi: “Mengkritik atau menguliahimu”, adalah tindakan yang Sangat Berwelas Asih demi Menyelamatkanmu!

Menurutmu aku ini Musuhmu?

BUKAN!
(Kamu) yang bodoh, yang masih Kelenger, (Dirimu) yang masih terjerat berbagai materi duniawi ini…. sesungguhnya merupakan Musuh Terbesarmu Sendiri!

APAKAH KAMU SIAP UNTUK MENERIMA APAPUN?

BUDDHA DHARMA YANG SEJATI NAN OTENTIK?
Sebenarnya masih sangat sangat jauh dari genggamanmu yang masih penuh keduniawian!!!

Sudahkah kamu merasa perlu untuk “menyesal” dan “bertobat”?

Aku bilang kamu tak perlu meminta maaf kepadaku, tapi justru kepada dirimu sendiri, kamu harus ingat!

Dan yang Mahaguru Lu katakan: Mau percaya atau tidak, Terserah Kamu!

Kamu tak percaya omongan Mahaguru Lu, maka kamu tak akan pernah berhasil ber-Yoga!

Kamu tak percaya omonganku, berarti kamu menunjukkan kepada dunia betapa bodoh dan tersesatnya dirimu!

Kamu menyesatkan orang-orang dari seorang Yogi yang Sejati, berarti kamu menggali kuburanmu sendiri lebih dalam hingga ke Neraka Vajra yang tiada batasnya!

Menurutmu ketidakpercayaanmu itu melukai Mahaguru Lu ataupun Lotuschef?

Bahkan sedikitpun tidak! :)


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
 

Thursday, April 23, 2015

Berbagi: Seorang Guru Akan Selalu Memperdayaimu



Dibagikan dengan komentar oleh Lotuschef – 17 April 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Sharing: A Guru Always Takes You For A Ride


 

Sumber buku: A Guru Always Takes You For A Ride, by Sadhguru
Sumber video: A Guru Always Takes You For A Ride


Sharing dari Lotus CN:

Seputar mendapatkan kesaktian, berwelas asih, dan kecenderungan untuk meminta.

Jadi ingat saat kamu bilang orang-orang bisa saja berdoa kepadamu dan memohon banyak hal darimu, tapi terserah apakah kamu mau mengabulkannya atau tidak. Sungguh benar!

Kita semua harus berkembang sampai ke suatu tingkat supaya punya kapasitas untuk menerima anugerah yang bersangkutan.

Inilah mengapa dasar-dasar pengetahuan dan cara berpikir menjadi terlihat sangat penting, seperti yang kamu selalu tekankan.

Salam.

===

Di dalam tradisi Shaiva, Shiva menceritakan banyak kisah dan insiden untuk menyoroti keterbatasan, menyoroti masalah yang akan menimpa seseorang yang selalu memberi tanpa pandang bulu – masalah yang akan dialami oleh si pemberi dan si penerima karena memberi sesuatu kepada seseorang yang belum siap menerimanya. Kalau saja mereka telah mengembangkan kehidupannya sampai ke suatu titik, apa yang mereka inginkan, akan kesampaikan juga pada akhirnya; namun sebelum mereka sampai ke titik tersebut, mereka sudah ingin memilikinya.

Bila kamu menerima sesuatu sebelum kamu mengembangkan dirimu sampai ke suatu titik di mana kamu siap untuk menerimanya, karunia yang agung tersebut bisa menjadi sebuah kutukan besar. Ada sejumlah orang di planet ini yang berhasil memanipulasi situasi entah bagaimana untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan, namun mereka menjadi sangat menderita setelah menerimanya. Mereka akan lebih baik mengharap saja, tapi begitu harapannya dipenuhi, mereka terkena masalah besar. Jadi baik si pemberi maupun si menerima bisa terkena masalah hanya karena memberi sesuatu atau menerima sesuatu di saat mereka belum siap untuk menerimanya.

Dalam berbagai kesempatan, umat manusia, saat mereka sampai pada suatu tingkat keberhasilan, akan punya dorongan untuk menjadi terlalu berwelas asih. Namun welas asih yang salah tempat selalu muncul dari ego-mu; kamu ingin menjadi orang yang paling berwelas asih di planet ini. Di manapun siapapun membutuhkan apapun – kamu akan mengulurkan tangan. Hal seperti ini bukan muncul dari pemahaman, kebijaksanaan, ataupun kesadaran apapun. Ia datang dari keinginan untuk menjadi yang terbaik atau yang “paling”. Kamu tahu, apapun yang kamu lakukan, kamu ingin menjadi yang “paling”.

Di manapun kamu pergi, bahkan bila orang-orang bilang, “Aku bodoh”, mereka inginnya mengatakan, “Akulah orang yang paling bodoh di dunia ini.” Bahkan di sanapun mereka ingin menjadi yang pertama. Entah bagaimana mereka ingin menjadi yang terbaik – dalam satu sisi atau di sisi lainnya. “Aku ingin menjadi yang paling cerdas, atau aku ingin menjadi yang paling bodoh, aku tak ingin berada di antaranya. Aku tak ingin menjadi orang biasa; Aku entah bagaimana ingin menjadi spesial.” Jadi kamu ingin menjadi yang paling berwelas asih.

Masalah ini memang menjangkiti orang-orang – mereka ingin menjadi yang paling berwelas asih.

Namun welas asih yang sejati bukanlah tentang memberi atau mengambil.
 
Welas asih yang sesungguhnya adalah melakukan apa yang diperlukan.
 
Kamu sendiri tak punya preferensi lebih menyukai yang mana; cukup dengan melakukan apa yang diperlukan adalah berwelas asih.
 
Kamu menjungkir balikkan dirimu ke dalam emosi yang besar dan mengulurkan tangan kepada seseorang bukanlah berwelas asih.
 
Ia hanyalah sekedar kepuasan diri, cara yang melenceng untuk menggenapi dirimu.

Welas asih, welas asih yang tulen memungkinkan untuk dicurahkan, saat tak ada sesuatu di dalam dirimu untuk digenapi, kamu hanya melakukan apa yang diperlukan.
 
Tapi selalu saja, bila kamu terjebak di dalam emosi yang mendalam dan melakukan sesuatu, kamu merasa bahwa momen tersebut sangat berwelas asih. Bukan! Kamu itu sedang mencari penggenapan diri. Aku bukan berkata ada yang benar atau salah dengan hal tersebut, tapi hal tersebut masih datang dari ketidakcakapan tertentu.


Seorang suciwan yang terlalu berwelas asih sedang membagikan berbagai barang kebutuhan orang-orang tanpa pandang bulu. Karena pelatihan renunsiasinya, ia telah berhasil mendapatkan suatu kemampuan tertentu dan kemudian memberikannya kepada orang-orang.

Jadi suatu hari, Shiwa memanggilnya dan mencoba memberikan nasihat kepadanya, “Sebenarnya ini bukan hal yang baik. Caramu memberikan karunia dan anugerah kepada orang-orang, hal ini tak akan membawa kesejahteraan bagimu, atau kepada orang-orang yang kamu beri. Hal ini bisa membawa banyak masalah bagimu, mungkin juga memberi mereka banyak masalah, atau kedua belah pihal sama-sama terkena masalah. Jadi berhentilah memberikan anugerah ini. Bila orang-orang datang dan meminta, itu tak masalah, dan kamu juga tak harus memberinya.”

Parwati, istri Shiwa, yang sedang duduk di sana berkata: “Oh, Yang Mulia, bagaimana mungkin? Di dunia ini hanya ada sedikit orang yang rela memberi apapun. Dan beberapa orang yang memberi, kamu malah mencoba mencegahnya pula – apa maksudnya? Setidaknya beberapa orang yang rela memberi, biarkanlah mereka memberi. Kamu harus menjelaskan hal ini kepadaku. Ini sungguh tak adil. Sudah hanya ada sedikit pemberi: kamu juga ingin memotongnya dan membuatnya menjadi lebih kecil?”

Kemudian Shiwa menimpalinya: “Kamu lihat, ini bukan persoalan mengambil sesuatu dari orang-orang. Ini juga bukan menghalangi dunia untuk menerima sesuatu, juga bukan merupakan usaha menghalangi seseorang untuk bersukacita dalam memberikan sesuatu. Yang kumaksud adalah bukannya membantu orang untuk berkembang sampai ke suatu kondisi di mana mereka secara alami akan menerima karunia kehidupan, jika kamu memberikan sesuatu kepada seorang yang belum berkembang, kamu malah akan membebaninya. Kamu justru akan menghancurkan hidupnya. Bila kamu menaruh perhatian akan kesejahteraan seseorang dalam tingkatnya yang tertinggi, kamu harus menempatkannya melewati proses perkembangan dirinya yang penuh ketelatenan hingga ia mencapai suatu kemampuan tertentu, di mana ia akan mampu mengakses dimensi kehidupan yang lebih tinggi, dan proses menerima akan secara otomatis terjadi kepadanya karena ia memang layak mendapatkannya. Kalau kamu menghadiahkan emas satu ton kepada seekor semut, ia hanya akan menghancurkan si semut. Ia tak akan membuat si semut menjadi kaya; si semut malah akan tergilas.

Jadi apa yang kamu berikan, bagaimana caramu memberi, menjadi hal yang sangat penting. Kamu jangan memberi tanpa pandang bulu hanya karena seseorang meminta kepadamu.
...

Kini, hal tradisional, maksudku, seperti “godaan”, yang mereka ciptakan dalam diri orang-orang, di mana bila kamu melihat seorang suciwan, hal pertama (yang dilakukan) adalah mintalah apa yang kamu inginkan, dan hal tersebut akan terkabul.
 
Tapi aku memberitahumu, jangan pernah meminta, karena kalau si suciwan itu bijaksana maka ia tak akan memberi.
 
Namun kadang kala ia berada dalam semacam kondisi di mana ia akan mengiyakanmu.
 
Kalau ia bilang oke, berarti kamu dalam masalah, karena kamu akan mendapatkan sesuatu di mana kamu belum siap menerimanya.
 
Kalau kamu mendapatkan sesuatu di mana kamu belum siap, hidupmu bukannya menjadi lebih baik, tapi akan menjadi kacau dalam berbagai macam cara.

Jadi bila kamu duduk di suatu ruang, saat kamu duduk dalam suatu medan energi, jika kamu melihat seseorang atau suatu tempat yang memancarkan suatu tingkat energi, seperti suatu kemampuan yang sedikit lebih besar daripada dirimu saat ini, itulah saat di mana kamu tak memikirkan apapun, saat kamu tak meminta apapun, kamu hanya perlu duduk saja. Bila kamu bisa melakukan hal tersebut, kamu akan mendapatkan asupan energi untuk berkembang dengan sangat cepat, bermutasi dari suatu dimensi ke dimensi lainnya. Begitu kamu berkembang ke suatu kemampuan tertentu, segala hal yang mungkin terjadi di dalam dimensi tersebut akan terjadi begitu saja kepadamu. Bila kamu tak berkembang sampai ke tahap seperti itu, tapi hanya sekedar berambisi saja, maka kamu hanya membawa banyak masalah kepada dirimu sendiri.

======

Komentar:

Hahaha! Menarik!!!

Orang-orang yang tak punya kunci/kiat, bila diberikan juga pasti tak bisa mereka gunakan sama sekali!

Aku juga MEMPERDAYAI KALIAN semua selama ini!

KENAPA?
SUPAYA kalian semua melaju ke tingkat selanjutnya. Kamu harus punya bahan yang dibutuhkan untuk naik ke tingkat selanjutnya.

Jadi bukan salahku kalau orang-orang tak bisa bersadhana dengan baik dan kehidupannya malah menjadi tambah kacau, tambah miskin, ataupun sakit! :)

Aku berencana melakukan puja kecil di rumah.
Kertas sembahyang untuk para arwah terlantar, dewa bumi, dan dewa kota bisa dibakar di bawah setelah puja.
Sungguh mudah pula.

Jadi bisa melakukan puja 7 yidam dalam sehari atau sekali sehari!
Hahaha!

Teman-temanku sekalian yang terkasih, ingatlah kalau aku selaku mengatakan hal berikut:
Mengenai pelatihan diri, Tak punya berarti Tak punya, tak bisa membohongi diri sendiri, apalagi orang-orang lain!!!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Thursday, October 9, 2014

Memohon Dharma Dari Luar & Dari Dalam


Dikutip dari dari artikel Mahaguru Lu: 蓮生活佛開示 > 虹光大成就 - 心外求法、心內求法
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 4 Oktober 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Request for Dharma Externally & Internally 心外求法、心內求法



Ekstrak:

那個「飛碟會」,他說他是「真道教」。他為什麼是心外求法呢?他聚集一些人,祈求外面的這個神降臨,在電視上顯現出來他要救眾生的消息,上帝先在電視上顯現出來。

那麼三月三十一號,上帝親自下降,來救所有在他那邊的人,把他們帶到天堂。三月三十一號以後,會沒有太陽,整個能源都消失掉。他的這個預言,他講的是這樣子的。

為什麼這樣子是屬於心外求法呢?
你很簡單可以看出來,他並不是往裡面去求、往自己的內心去求。

Mahaguru menjelaskan mengenai sebuah sekte yang bernama Zhen Dao Jiao dengan Even Piring Terbang-nya.
Mereka memohon kepada Tuhan-nya, Bapa di Surga, untuk terlebih dahulu muncul di TV pada tanggal 31 Maret. Memohonnya untuk turun dan kemudian mengangkat kelompok mereka ke Surga.
Setelah tanggal 31 Maret, maka tak akan lagi ada Matahari, begitu juga semua energi akan menghilang.
Demikianlah ramalannya.

Kenapa hal seperti ini dinamakan Mencari Dharma Secara Eksternal?
Gampang sekali dilihat karena ia tak mencarinya dari dalam, tapi dari luar.


佛陀的教法是這樣子的,釋迦牟尼佛教的,祂教你慈悲喜捨,是你的內心裡面,發出四無量心,積德修福,「德」跟「福」是在一起的。你有「德」,就能有「福」。你要往生天,你就是要積德。

要有慈悲喜捨的心,向裡面求。你自己發出四無量心,你就有天堂的福份,這個是向你心裡面求。

再說,你自己向裡面求你的心能夠定,一心不動,就能夠往生。向你的內心裡面,顯化光明出來,你就能夠進入佛的境界裡面。
身清淨、意念清淨、口清淨,就把三業能夠轉成三密。如來的三密你得到了,你自己顯化光明,進入宇宙的大光明裡面,你才能夠即身成就。
這個就是佛祂講的,往自己的內心求,你的心清淨,心顯光明,你才能夠有光明。

不是去祈求神從虛空中掉下來,然後帶著你們往上面走,不是的!

Sedangkan di dalam agama Buddha diajarkan mengenai Empat Batin Yang Tiada Batasnya (Apramana) sebagai komponen dari Bodhicitta, mereka adalah Welas Asih, Simpati, Sukacita, Berbagi tanpa pamrih. Semuanya berasal dari lubuk hatimu yang terdalam, dan mereka terpancar keluar.
Dengan mengumpulkan pahala kebajikan, maka kamu akan bisa terlahir di Surga di akhir hayatmu.

Terlebih lagi, saat kamu memohon supaya hatimu stabil, tak gentar, dan mampu menampilkan Sinar Cemerlang, maka kamu pasti bisa memasuki Tanah Suci Buddha.

Menyucikan Tubuh – Ucapan – dan Pikiran adalah mengubah 3 Komponen Karma menjadi 3 Rahasia Buddha. Dengannya kamu akan mampu menampilkan Kecemerlangan, memasuki Sinar Maha Terang Alam Semesta, dan tubuhmu mendapatkan keberhasilan.

Demikianlah yang dikatakan Sang Buddha tentang mencari dari dalam hati sendiri. Saat hatimu suci, maka kamu pasti akan mampu memancarkan sinar terang, dan diri sendiri menjadi Cahaya Cemerlang.

Bukannya memohon Dewata atau Tuhan untuk turun dari langit lalu membawamu serta ke surga. Bukan seperti itu!

---

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Aku mengutip beberapa bagian saja untuk diterjemahkan.

Bagian-bagian lainnya dari artikel Mahaguru bersifat edukatif, kamu bisa menerjemahkanya sendiri, anggap saja sebagai suatu bentuk ketekunan usahamu dalam melatih diri. :)

Apa kunci-kunci utamanya di sini?

Bodhicitta, Usaha Sendiri, Mencari Dari Dalam (mengandalkan diri sendiri), Menyucikan Tubuh – Ucapan – Pikiran, ...


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Saturday, February 1, 2014

Seberapa Banyak Kamu Tahu Akan Kekuatan Astral ~ Transformasi Kebatinan


Ditulis oleh Lotuschef – 15 Januari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 神通~神变知多少 How Much Do You Know about Astral Power~Astral Transformation


Menggunakan Transformasi Kebatinan! 神变中!



AA: 我在真佛宗二三十年,别人讲神通我都不听。唯独你讲神通,我都相信。
[Selama 20-30 tahun aku berlindung (bersarana) di dalam Ordo Satya Buddha, aku tak pernah menganggap mereka yang bicara mengenai Kekuatan Batin. Tapi saat kamu yang mengatakan, aku baru percaya sepenuhnya.]

BB: 哈哈哈!我比较神吗?
[Hahaha! Memangnya aku lebih “Astral” (fantastik dan manjur) dibanding mereka?]

AA: 不是!因为你说每个人都能做到!
[Bukan! Justru karena kamu bilang semua orang juga bisa melakukannya!]

---

Hahaha! SUNGGUH! Aku tak bohong! Aku bisa jamin bahwa semua yang mau bersadhana dengan tekun sesuai dengan panduan Guru, maka pasti istilahnya “KAMU JUGA BISA!”

Dari percakapan di atas, AA tak bisa membedakan apa itu Kekuatan Batin dan Transformasi Kebatinan.

Tentunya bila kamu membaca semua artikel yang kutulis mengenai DAYA KEKUATAN, maka kamu akan menemukan bahwa BANYAK ORANG yang salah mengerti apa itu KEKUATAN, atau lebih tepatnya Kekuatan Batin atau Transendental!

Banyak orang yang saat membahas mengenai “daya kekuatan” mereka hanyalah bohong belaka karena mereka memberikanmu konsep yang salah kalau HANYA MEREKA SAJA YANG BISA PUNYA KEKUATAN BATIN DAN SEBALIKNYA KAMU TAK BISA!

Dalam kasusku, aku berbagi bermacam-macam Teknik Visualisasi denganmu semua, yang sebenarnya merupakan berbagai teknik Transformasi Kebatinan.

DAN Hanya Bila kamu tulus dan tekun dalam melatihnya sesuai dengan panduan dari Guru dan disertai Bodhicitta, maka pertama-tama kamu akan mendapatkan Kesucian, dan kemudian kamu akan mampu mencapai Yoga dan HANYA SETELAH ITU BARULAH kamu bisa beryoga dengan Guru dan yidam manapun yang kamu pilih.
Terlebih lagi semua Eksekusi Transformasimu akan menjadi efektif karena mereka merupakan hasil Kekuatan Batin yang digunakan dengan Welas Asih untuk Menolong Semua Insan.

Insan yang jumlahnya tak terhingga, maka “Daya Kekuatan”mu juga tak terbatas!

Jadi siapakah aku dan apa yang mampu aku lakukan sungguhlah tak penting dan seharusnya juga bukan masalah bagimu pula, ini karena KAMU-lah satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas nasibmu sendiri.

Seperti yang Guru katakan: 我們是為了解脫六道輪迴,所以才要修行,解脫是第一要義!
[Untuk membebaskan diri dari Samsara, kita perlu bersadhana; Membebaskan diri adalah Kebenaran Pertama!]

Hahaha! Benar khan? Guru memaparkan kepada semua apa itu Kebenaran Pertama 第一要義!

解脫 – Melepaskan (membebaskan) diri sendiri

Dan beliau juga bertanya: Lalu bagaimana cara mencapai [立断] Tahu Bagaimana Untuk Langsung Melepaskan?

Aku memberitahukan jawabannya ke teman-teman yang hadir di acara Pure Karma: {RELAKAN}!

Istilah {Merelakan} ini sungguh sederhana! Tapi kamu harus melatihnya perlahan-lahan dengan disiplin yang ketat, ditambah dengan melepaskan kemelekatan / keterpakuan pada masalah atau benda-benda duniawi. Bila kamu mendengarkan instruksi dari Guru pasti akan sangat membantu!


Salam semuanya.

DAN INGATLAH BAHWA KAMU JUGA BISA MELAKUKANNYA!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts: