Wednesday, October 18, 2017

Lotuschef Bermain-main – Pencerahan & Kepemilikan Duniawi



Ditulis oleh Lotuschef – 3 Februari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Enlightenment & Sentient Possession


Mahaguru bilang “Kamu tidak berhutang kepadaku dan aku tidak berhutang kepadamu, kamu tak harus bersarana kepadaku.”

Di kesempatan lain: “Kamu tak perlu mengagumiku sebagai Lu Sheng Yan, tapi belajarlah dari Buddha Hidup Lian Sheng.”

Mahaguru juga baru-baru ini mengatakan bahwa beliau telah melepaskan hampir semua kepemilikan duniawinya kecuali beberapa hal saja.

Yang ingin kukatakan?

Lihatlah para murid yang dengan penuh semangat berlutut dan menunggu “Mo-ding” (pemberkatan jamah kepala) di setiap selesai upacara di Vajragarbha Caotun.

Lihatlah mereka yang penuh semangat datang ke Vajragarbha Caotun dari berbagai belahan dunia untuk menghadiri upacara yang dipimpin oleh Mahaguru.

Di upacara baru-baru ini, ada beberapa orang yang bukan murid yang turut datang karena direkomendasikan teman-temannya. Sekitar 10 orang tersebut adalah kawan dari teman-teman di Pure Karma.


Dari arsip percakapan:

YY: Mereka menyerobot para penggemarku!
[YY ini seorang reverend dan punya sekelompok pengikut yang ia sebut sebagai Penggemar!]

LC: Sungguhkah kamu punya Penggemar?
[Aku memulai Dialog Zen saat Mahaguru menganggukkan kepala memberi tanda “jalankan”.]

Catatan: Bagi si reverend ini, Penggemar adalah para murid yang mengikutinya atau memberinya persembahan. Persembahan tersebut baginya melambangkan Tunjangan Hidup untuk berbagai kebutuhannya sehari-hari.


Banyak orang yang mendapatkan tanggapan dari Mahaguru perihal “Anak Panah Pencerahan” dan reverend ini juga salah satu dari mereka.
Mahaguru bilang bahwa ia sudah dekat dengan garis batas dan memberitahunya supaya melanjutkan kerja kerasnya hingga Realisasi Pencerahan Sempurna.

Hahaha! Sungguh menyenangkan “bermain-main” dengannya!

Aku mengingatkannya bahwa di dalam urusan Melatih Diri, semuanya bergantung pada Usaha dan Ketekunan Sendiri.

Penggemar adalah barang kepemilikan duniawi yang harus “Direlakannya”.

Penggemar jugalah sesama murid dan orang awam yang harus kita Perlakukan Secara Setara – inilah Kebijaksanaan Kesetaraan!
Tak seorangpun boleh memperlakukan insan lain layaknya pelayan atau budaknya.
Tak seorangpun boleh merendahkan insan lain hanya karena status awamnya dalam kehidupan!

Baca kembali perihal 10 Atribut Seorang Yogi Sejati yang ditulis oleh Mahaguru di dalam buku “Pedang Pusaka Yogi.”
Para Vajra Master, Reverend, Ketua Rumah Ibadah,… berlaku tidak jujur dan mencuri dari Mahaguru dan rumah ibadah yang bersangkutan!
Menurut Tara Putih, mereka ini nantinya akan jatuh ke Neraka Vajra atau 3 alam rendah!

Tiada Pemisahan & Membeda-bedakan: Namun si reverend di atas menyebut sesama murid sebagai Penggemar-NYA!

Ucapan, Pikiran dan Tindakanmu itu mencerminkan dirimu yang sesungguhnya. Mereka menceritakan tentang dirimu dengan sangat jelas dan akurat pula. :)
Tercerahkan? Masih sangat jauh, berhubung reverend ini terjerat kembali oleh “Lumpur Dunia”.


Bagaimana halnya dengan mereka yang Diumumkan Telah Tercerahkan?
Ya kamu lihat sendiri saja!

Aku juga sempat mengamati Thubten Ksiti Rinpoche kita.
Hahaha!
Kamu juga boleh memasukkannya ke dalam daftarmu untuk dibandingkan dengan mereka yang kamu anggap telah Tercerahkan, kamu anggap sebagai Pemegang Otoritas Buddha Dharma, dan tentu saja nomor pertama dalam daftar tersebut adalah Mahaguru!

Bagaikan pancaran Sinar Mentari yang memberimu kehangatan, rasa aman dan nyaman, kecemerlangan dan sukacita!
Itulah yang seharusnya kamu rasakan. Gunakanlah sebagai alat pengukur saat kamu masih dalam tahap pembelajaran. Dengannya kamu akan terbantu supaya tidak terjatuh dalam perangkap orang-orang yang serakah dan jahat.

Mahaguru bilang bahwa Maitreya Bodhisattva berjanji untuk memenuhi kebutuhannya dan keluarganya, dan sungguh terjadi, beliau punya harta yang cukup banyak untuk bisa hidup dan ada surplus untuk diamalkan.
The Sheng Yen Lu Foundation hanyalah salah satu tempat untuk menyalurkan surplus tersebut, begitu juga dengan berbagai cabang Lotus Light Charity di seluruh belahan dunia.

AKU SENDIRI? Aku juga diurus dan dijaga dengan baik, masih hingga sekarang ini, oleh Mahaguru dan Para Dewata!

Reverend YY masih kurang Iman dan Rasa Percaya yang Mutlak kepada Mahaguru!

Seorang murid lain yang cukup senior sedang duduk bersama saat kami semua sedang mengobrol.
Ia tanya: Bagaimana Mahaguru berbicara kepadamu?

Hahaha! Di dalam pertanyaannya, aku tahu bahwa ia masih belum bisa ber-Yoga dengan Guru!

Teman-temanku sekalian, sebuah mentalitas yang penuh dengan keraguan sudah pasti merugikan pelatihan dirimu sendiri.
Sama halnya dengan berpikir terlalu banyak dan merasa bahwa kamu orang pintar!

Kebijaksanaan itu sungguhlah sebuah hal yang lain, apalagi Kebijaksanaan Universal para Buddha!

Menurut Mahaguru, hendak bersadhana harus dimulai dengan menyucikan dirimu sendiri dari berbagai pikiran, perbuatan dan kebiasaan buruk! [31-1-2014]

自空– Mengosongkan Diri
他空– Mengosongkan Insan Lain

Inilah kunci untuk menampilkan Kodrat Buddha-mu sendiri!

Jadi aku sarankan agar kamu dengarkan TERLEBIH DULU dan CERNALAH sebelum kamu masuk ke dalam percakapan apapun!
Cepat-cepat ingin menyampaikan pendapatmu, malah menunjukkan dirimu yang Tak Stabil dan Terburu-buru. Kamu tidak memberi dirimu sendiri Waktu untuk Menyerap dan Menganalisa.

Aku perhatikan ada banyak yang mencatat ceramah Mahaguru, kata demi kata, lalu mereka mengobrol dengan orang lain, lalu kelewatan beberapa bagian dari ceramah Mahaguru, kemudian mereka menjadi frustrasi dan gelisah, hingga pada akhirnya sedih karena merasa kehilangan kesempatan untuk belajar dari Mahaguru.

Melihat proses seperti itu, orang yang bersangkutan terlihat terlalu sibuk dengan AGENDANYA SENDIRI untuk bisa benar-benar memperhatikan Mahaguru.
Terperangkap oleh dirinya sendiri serta oleh Untaian Pikiran dan Reaksi yang mengikutinya.

Aku selalu menyarankan teman-teman sekalian untuk Mendengarkan Dengan Penuh Perhatian dulu. Kalau kamu merasa ada bagian yang terlewatkan, kamu bisa menunggu publikasi transkripsinya atau menonton rekaman videonya.
Sama sekali tak ada kerugian dan kehilangan!

Kamu harus tahu saat kamu sibuk menulis, PIKIRANMU menjadi Penuh dan kamu tak bisa menyerap Inti Ajaran yang Mahaguru hendak berikan kepadamu!

Tahukah kamu bahwa mereka yang belum berjodoh mendengarkan atau mendapatkan manfaat dari ajaran Mahaguru, mereka akan tertidur atau tidak bisa hadir untuk mendengarkan ceramah beliau!

Hahaha! Aku bicara sungguhan!

Banyak orang memberikan persembahan kepada Reverend atau Sangha, karena memang berpahala.
Mereka akan diberkati oleh para Buddha, karena Sangha merupakan salah satu dari Triratna Buddha, Dharma dan Sangha.

Tapi kamu harus memberikan persembahan kepada Sangha yang Sejati, begitu juga kepada Buddha yang Otentik dan Sejati!

Gunakanlah pengetahuan Buddha Dharmamu dan bermain-mainlah.
Dari sikap si reverend di atas, bagaimana penilaianmu?
Aku tidak menuliskan semuanya, nanti malah kamu sibuk menerka-nerka!

Hahaha! Sungguh! Banyak orang yang tersesat karena suka “mencampuri urusan orang” dan buang-buang waktu menebak siapa yang aku tulis!

Jangan sia-siakan waktumu untuk hal-hal yang tidak penting!


Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

No comments:

Post a Comment