Showing posts with label menggunakan. Show all posts
Showing posts with label menggunakan. Show all posts

Wednesday, July 5, 2017

Hal apakah yang sangat penting?



Ditulis oleh Lotuschef – 1 Juli 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: What's Important? 什么最重要?





[--- Mahaguru hendak MEMBERITAHUMU bahwa yang KAMU Prioritaskan selama ini sungguh tidak penting dan tidak akan membawamu ke mana-mana berhubung Kepemilikan Duniawi tidak bisa membebaskanmu dari Penderitaan Samsara. ---]

~~~~~~~~~~~~~~~

Percakapan di pasar, saat mengobrol dengan seorang penjaga kios sayuran:
RV: Istrimu di mana?
AA: Dia pergi membantu mempersiapkan pernikahan seorang kerabat.
RV: Apakah ia saudarimu? (menunjuk seorang wanita dengan struktur tulang yang mirip dengan AA)
AA: Ya.
RV: Kesehatannya tidak bagus, kamu lebih baik.
AA: Ya. Tahun lalu ia menjalani operasi jantung.
Tapi ia beruntung punya cucu, sedangkan aku masih belum punya.
RV: Oh! Bila kamu melihatnya dari sudut pandang Buddha Dharma, punya kerabat lebih banyak berarti lebih banyak jeratan yang membelitmu dalam Kehidupan ini. :)
Kesehatan adalah yang paling penting.

~~~~~~~~~~~~~~~

Hahaha!
Yang ku-“lihat”?
Ia yang menurut saudaranya dianggap “Beruntung”, malah kesehatannya tidak baik.
Si saudara tadi merasa bahwa punya cucu barulah “beruntung” atau memiliki pahala.
Gelisah karena kekurangan sesuatu ~ adalah Derita Dunia yang diciptakan oleh Diri Sendiri!

Kalau kamu ingat tentang si JY, murid yang kisahnya pernah kutuliskan di sini?
Ia bilang ia bisa mengajariku untuk menjadi “sakti” dengan cepat!
Metodenya?
Dengan memvisualisasikan banyak Buddha & Bodhisattva yang menganugerahi abhiseka kepada banyak “clone” (klon identik) dirinya!
Maksudnya ia memvisualisasikan ada banyak dirinya yang menerima abhiseka di saat yang bersamaan! :)
Aku hanya tersenyum dan diam saja saat mendengarnya!

Kalau saja ia Menggunakan Bodhicitta dan mengubah semua insan menjadi dirinya, kemudian menerima berkat abhiseka di saat yang bersamaan, maka Pahalanya akan meningkat sangat cepat, DAN bukan “menjadi cepat sakti” – yang menurutnya ia akan punya berbagai kesaktian transendental dalam jangka waktu yang sangat pendek!

Dari apa yang dia ucapkan, kita bisa baca Pikirannya!
JY sama sekali tak paham apa itu Sadhana Sejati dari Buddha Dharma!
Lagipula ada banyak kesempatan di mana ia mencoba mengajariku dan memarahiku dengan mengatakan bahwa versi Buddha Dharma-ku tidak benar! :)
JY adalah orang yang memberitahuku bahwa seorang Fashi tidak boleh menonton film!
Juga mengirimiku transkripsi lengkap ceramah Mahaguru Lu yang membahas “Tiada Pikiran”!
Hahaha! Ia sendiri tak mampu menunjuk definisi “Tiada Pikiran” dengan tepat!
Aku bilang bila JY bisa mendefinisikan “Tiada Pikiran” dalam 20 kata, maka ia benar-benar paham!


Di atas ini adalah bagan dari Risalah Agung Tahapan Jalan Menuju Pencerahan.
Tahapan: Dalam rangka berlatih dengan bersungguh-sungguh, adalah penting untuk menaiki anak tangga setahap demi setahap sesuai dengan urutan pelatihan.
[Kiri ke kanan:] 
Biru ~ Fondasi sebelum memasuki Jalur Pelatihan
Merah ~ Jalur yang diajarkan kepada mereka dengan Kapasitas Rendah
Hijau ~ Jalur yang diajarkan kepada mereka dengan Kapasitas Sedang
Orange ~ Jalur yang diajarkan kepada mereka dengan Kapasitas Agung

Seseorang yang bahkan belum lulus “Taman Kanak-kanak” (TK) atau Fondasi awal sebelum bisa melaju ke anak tangga Pelatihan Dharma yang pertama, sungguhlah tidak punya Buddha Dharma otentik apapun untuk diajarkan!

Jadi aku juga sedih sampai harus memberitahu banyak orang bahwa mereka juga masuk dalam kategori ini, kelompok “TK”.

Karena?
Kamu tidak mempersenjatai dirimu dengan keterampilan Buddha Dharma yang relevan untuk bisa lulus dari “TK”!

Apakah hal yang penting bagi seseorang yang telah bersarana dan berjanji untuk melatih Buddha Dharma?
Janjimu di saat bersarana merupakan salah satu Bodhicitta Aspirasi, dan janji itu adalah bagaimana kamu MENGGUNAKAN Buddha Dharma untuk mengurangi penderitaan dan berbagi kebahagiaan dengan para insan!
Sekedar mengucapkan kata-kata atau kalimat di dalam sebuah Sadhana tidak akan membantu sama sekali, bila kamu tidak paham apa yang kamu ucapkan!

Mungkin Prinsip Kebenaran ini sulit kamu cerna?
Mungkin kamu pikir kamu telah melatih Dharma dengan baik selama bertahun-tahun?

Tapi cobalah amati dirimu kembali dengan jujur dan objektif, lalu jawablah sendiri pertanyaanmu: seberapa banyak yang aku ketahui tentang Pelatihan Dharma?

Jangan-jangan kamu diperdaya oleh ilusimu sendiri dan ilusi orang-orang lain dalam kategori “TK” yang sama?

Saatnya bangun dan sadar!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, September 25, 2015

Koan Zen – Hati & Kodrat



Diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan anotasi oleh Lotuschef – 23 September 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 禅宗公案 Zen Koan – 心与性 Heart & Nature



有一学僧至南阳慧忠国师处参学,请示道:
Seorang bhiksu murid belajar dari Nan Yang Hui Zhong Guo Shi (Guru Negara, biasanya menjabat sebagai penasehat raja). Ia memohon ajaran, berkata:
  
‘禅-是心的别名,而“心”是在佛不增,
“Zen adalah nama lain dari Hati, dan Hati adalah Buddha yang Tak Mengalami Peningkatan,

在凡不减的真如实性,禅宗祖师们将此“心”易名为“性”,
Di dunia ini, kodrat buddha sejati yang telah melekat dari sejak awal tidaklah berkurang, para Patriak Zen pada umumnya menamakan Hati ini sebagai Kodrat,

请问禅师,心与性之差别如何?’
Guru Zen, mohon jelaskan apa bedanya Hati dengan Kodrat?”

慧忠毫不隐藏的回答道:
Tanpa ada yang disembunyikan, Hui Zhong menjawabnya:

‘迷时则有差别,悟时则无差别。      
“Saat Tersesat maka ada perbedaan, saat Tercerahkan maka tak ada perbedaan.”

学僧又再进一步的问道:
Bhiksu murid kembali bertanya lebih lanjut:

‘经上说:佛性是常,心是无常,为什么你会说无差别呢?’
“Di dalam sutra dikatakan: Kodrat Buddha sifatnya kekal, Hati sifatnya tak kekal, lalu kenapa Anda bilang tak ada perbedaan?”

慧忠国师耐烦的举喻说明道:
Hui Zhong Guo Shi dengan sabar memberikan contoh dan berkata:

‘你只依语而不依义,譬如寒时结水成冰,暖时融冰成水;迷时结性成心,悟时融心成性,心性本同,依迷悟而有所差别。’
“Kamu ini menempel pada bahasa (kata-kata), bukannya pada arti sebenarnya, seperti ketika dingin maka air berubah menjadi es, ketika hangat maka es meleleh menjadi air; ketika tersesat maka kodrat berubah menjadi hati, ketika tercerahkan hati berubah menjadi kodrat, hati dan kodrat pada dasarnya sama saja, menjadi beda sepenuhnya tergantung pada saat ini tersesat atau tercerahkan.”

学僧终于契会于心。
Bhiksu murid akhirnya mengingat-ingat kata-kata tersebut dalam hatinya.
    
在佛教里,心性的别名很多,如‘本来面目’,‘如来藏’、‘法身’、‘实相’、‘自性’、‘真如’、‘本体’、‘真心’、‘般若’、‘禅’等等。

这无非是用种种方法要吾人认识自己。

迷悟虽有差,本性则无异。

如黄金是一,但可制耳环、戒指、手镯等各种不同之金器,故金器虽异,实一黄金耳。

明乎此,心与性名虽不同,实则皆吾人之本体也。

~~~~~~~~~~~~~

Hahaha!

Istilah!

Salah satu bentuk Kemelekatan! :)

Pas sekali aku juga sedang merenungkan “Tekad Seseorang” di dalam Melatih Tantrayana!

BETUL SEKALI!
Bagaimana seorang praktisi mampu “MENGGUNAKAN TEKADNYA”, atau menggerakkan Qi (Prana) / Energi Cahaya untuk menjalankan dengan leluasa (renyun 任运)!

Tentunya kamu harus punya pengetahuan seperti di atas, apakah ada perbedaan antara hatimu dan kodratmu!

Kamu harus tahu bahwa aku sedang berbagi cara “MENGAMALKAN” Buddha Dharma.

Seperti memasak, kita belajar cara mencampur berbagai macam bahan hingga orang yang memakannya menjadi sangat puas.

Seharusnya kini kamu paham kenapa Mahaguru Lu menganugerahkan nama “Chef” (Koki) kepadaku?


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Wednesday, September 23, 2015

Renyun, Menjalankan Dengan Leluasa – MENGAMALKAN [1]



Ditulis oleh Lotuschef – 17 September 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 任运-用 Execute at Will – USE [1]



Mei 2009, beberapa bulan sebelum melakukan kunjungan pertama ke Seattle dan ditahbiskan.

Saat berdiskusi mengenai sadhana “Pelepasan Satwa”:
Aku menyarankan kalau tak mendapatkan tempat di lepas pantai, maka dilakukan di tepi pantai saja DAN
menggunakan Vajra Dorje untuk menggambar bija HOM di angkasa, lalu memancarkan sinar untuk memberkati semua mahluk di Darat, Laut dan Udara.


Reverend LL bilang: "Aku tak bisa melakukannya, terlalu menakjubkan dan Komite Pusat akan membunuhku!"
[太炫了!宗委会会杀死我!]– maksud dia adalah terlalu aneh (untuk dilakukan).

Hahaha!

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Mahaguru Lu mengajarkan Dharma Maha Mudra dan Maha Kesempurnaan, aku yakin banyak umat yang kini paham bahwa saranku kepada Reverend LL adalah yang Mahaguru Lu ajarkan sebagai Renyun, Menjalankan Dengan Leluasa 任运.

Saat seorang murid membandingkan diriku dengan seorang VM yang mengelilingi sebuah danau lebih dari 4 jam, membunyikan lonceng dan menggunakan vajra dorje untuk memberkati mahluk-mahluk di danau tersebut, kuberitahu dia bahwa VM ini sama sekali tak paham cara kerja Tantrayana!

KENAPA?
Dengan aplikasi yang sama, MENGGUNAKAN Dorje untuk menyalakan bija HOM dan kemudian dipancarkan ke Darat – Laut – Udara, maka semua mahluk akan mendapatkan berkat dan penyucian juga!
Seperti yang telah kubilang, kurang dari 30 detik!

Membuyikan Lonceng Vajra fungsinya untuk membantu menyebarkan sinar atau berkat lebih jauh lagi, sehingga meliputi bumi ini kalau kamu memang inginkan! :)

Apakah status reverend lantas mengubah kemampuan orang yang bersangkutan?
Sejujurnya mengatakan: Tidak begitu!

Apakah Reverend LL tahu cara MENGAMALKAN bija HOM yang kujelaskan kepadanya?

Hahaha!
Ia tak tahu bahwa yang kujelaskan padanya adalah Dharma Maha Mudra & Maha Kesempurnaan!

Tentunya mekanisme untuk menggambar bija HOM di langit dan menyalakannya juga ada Kiatnya!

Aku mengajarkan metode yang mirip di Medan, 15 Agustus kemarin!

Banyak artikel di dalam blog ini, bila kamu memperhatikannya, bicara mengenai metode [MENGAMALKAN]!

Kalau Mahaguru Lu bisa, kamu pun juga bisa!

Hahaha!

Syarat: Ketulusanmu dan ketekunanmu dalam bersadhana demi memberi manfaat bagi semua insan!

Itu saja!

Yana namanya metode, banyaknya tak terhingga!

Temukanlah Kiat-kiatnya!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, July 18, 2015

Mengusir Manjushri



Ditulis oleh Lotuschef – 10 Juni 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 赶走文殊师利 Chasing Away Manjushri



Di ceramah baru-baru ini (per tanggal publikasi artikel), Mahaguru Lu kembali mengisahkan tentang Mahakasyapa dan Manjushri.
Mahakasyapa menemui Buddha Shakyamuni dan menceritakan tentang perilaku Manjushri yang sangat tak layak karena sering menerima para wanita di kamarnya dengan pintu yang tertutup.
Ia meminta supaya Manjushri dikeluarkan dari komunitas sangha.
Sang Buddha menimpalinya bahwa tak mungkin Mahakasyapa bisa mengusir Manjushri.
Dengan satu lambaian tangannya, Sang Buddha menunjukkan kepada Mahakasyapa bahwa Manjushri berada di setiap ruangan, setiap alam, baik di Neraka maupun di 28 Surga.

Demikianlah konsep ini juga banyak diajarkan di Sutra Avatamsaka. :)

Berikut ini hanyalah salah satu contoh keberadaan di dalam “miliaran dunia – alam semesta, di manapun ada” Manjushri…

Hahaha!


Bagian Sutra Gandavyuha dari Sutra Avatamsaka:

Sutra Gandavyuha, yang menceritakan dengan detil ziarah Sudhana Kumara atas perintah Bodhisattva Manjushri.
Sudhana kemudian akan bercakap-cakap dengan 52 orang guru di dalam perjalanannya mencari pencerahan.
Guru Sudhana yang ke-3 sebelum yang terakhir adalah Maitreya.

Di sanalah Sudhana menemukan Menara Maitreya, yang sama halnya dengan Jala Indra, merupakan perumpamaan yang paling menakjubkan untuk hal berikut yang tiada batasnya:
Di tengah-tengah menara agung tersebut… ia melihat miliaran dunia – alam semesta… dan di manapun juga ada Sudhana di bawah kakinya…
Demikianlah Sudhana melihat sadhana Maitreya… yang melampaui berkalpa-kalpa yang tiada berujung, dari setiap kotak di dinding yang bermotif kotak-kotak.

Dengan cara yang sama, Sudhana… melihat seluruh manifestasi surgawi, ia sepenuhnya menyadarinya, memahaminya, menggunakannya sebagai sarana, mengamatinya, dan melihat dirinya di sana.

Guru ke-2 sebelum yang terakhir yang dikunjungi Sudhana adalah Bodhisattva Manjushri, Bodhisattva dengan Kebijaksanaan Agung.

~~~~~~~~

Jadi kamu paham?

Sudhana melihat (berbagai) manifestasi tersebut, kemudian mempelajarinya >> memahaminya >> menggunakannya.

Sama halnya dengan siapapun yang mencoba melatih Buddha Dharma.
Ia perlu melewati proses yang sama pula.

Mungkinkah masih ada yang ingat akan ceramah Mahaguru Lu di Rainbow Villa setelah puja api homa? Beliau mengatakan kalau Padmakumara ada di mana-mana dan kamu hanya perlu untuk memohon bantuan (kepadanya) kapan pun dan di mana pun!

Dengan demikian apakah masih perlu dekat dengan Mahaguru Lu secara fisik?
Masih perlukah menyingkirkan orang-orang lain supaya bisa dekat dengan Mahaguru Lu?
Masih perlukah mengejar Mahaguru Lu mati-matian meski kondisi keuangan diri sendiri sedang sangat terbatas? (Aku tahu beberapa orang yang meminjam uang untuk menghadiri upacara-upacara yang dipimpin oleh Mahaguru Lu, dan mereka tak pernah mampu membayar hutang-hutang tersebut!)


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, February 10, 2015

Transformasi yang Tak Terbatas [1]



Ditulis oleh Lotuschef – 3 Februari 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 千变万化 Immeasurable Transformation [1]



Baca juga:
[1] Fenomena Menghiasi Kekosongan, Namun Tak Pernah Mencemarinya
[2] Keleluasaan Di Segala Saat, Kesucian Di dalam Kekosongan

Kedua artikel tersebut secara kebetulan ditunjukkan kepadaku di hari yang sama, tapi di waktu yang berbeda! :)
Namun jumlah pembaca untuk masing-masing artikel sangat berbeda jauh, dan kemungkinan besar karena kurangnya pemahaman untuk [1] yang isinya mendalam! :)

Lotus NN menunjukkan kepadaku kutipan [1] dari Facebook Kyabje Dilgo Khyentse Rinpoche.
Kuminta ia untuk membagikannya denganku dan aku akan mengunggahnya ke dalam blog-ku.

Lalu aku mencari pranala ceramah Dharma Mahaguru Lu tanggal 31 Januari 2015 dan menemukan ringkasannya di situs Satya Buddha.

Aku menerjemahkan secara verbal beberapa bagian dari ceramah tersebut kepada Lotus NN.

Ia bilang: Fashi, ini sangat mirip dengan yang kamu ceritakan kepadaku mengenai Tugas [3] tentang Kekosongan & Keberadaan.

Aku: Yup. Kebetulan sekali kamu berbagi kutipan dari Dilgo kepadaku juga.
Baik kutipan dari Mahaguru maupun Dilgo pada dasarnya berasal dari Guru Padmasambhava juga! :)
Topik yang sama, namun pendekatannya berbeda!

~~~~~~

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Hanya sebuah topik dari Guru Padmasambhava bisa diekspresikan dan diajarkan lewat berbagai macam konteks.

Marilah kita meringkas dari Sutra Avatamsaka yang menakjubkan!

Buddha punya berbagai Dharma/metode/cara yang banyaknya tiada berbatas untuk menyelamatkan setiap insan!

DAN disesuaikan dengan tingkat Pengaruh Karma masing-masing individu – ada berbagai faktor yang mempengaruhinya seperti Jodoh (afinitas), Kebijaksanaan, dll. Hal-hal tersebut akan menentukan tingkat penerimaan masing-masing individu akan filosofi buddha dharma dan berbagai aksi yang akan dilakukannya.

Menjalankan dengan leluasa???
Sangat tergantung tingkat pengaruh karma orang yang bersangkutan. Ia harus mampu menguraikan, menganalisa, memilih, dan menggunakan Dharma yang telah dipelajarinya!


Baca juga: Iman yang kokoh?

Murid X di artikel tersebut mengaku kalau sudah bersadhana seperti yang telah diajarkan!
NAMUN ia juga bilang bahwa tiap kali ia mengunjungi kediaman si Z, ia seperti “Ka-ying” (maksudnya seperti terkena hal-hal negatif)!
Kemudian ia juga merasa kalau jangan-jangan “Ciong dengan Pejabat Taisui di tahun yang itu”!

Bisa dibilang kalau ia tak menunjukkan tanda-tanda punya Iman yang Kokoh kepada Guru Akarnya, Mahaguru Lu!
Dan jelaslah sudah, ia juga gagal Menjalankan dengan Leluasa berbagai hal bagus yang diajarkan oleh Mahaguru Lu!

Aku bilang: Gagal menyerap dan mengingat berbagai ajaran untuk digunakan “Saat Dibutuhkan”!

Hahaha!

Dan saudari Y, juga tak menunjukkan tanda-tanda paham akan ajaran Mahaguru Lu pula!

~~~~~~~~

Teman-temanku sekalian yang terkasih, apakah kini kamu merasa perlu MELENGKAPI dirimu dengan berbagai fondasi dasar buddha dharma sebelum melatih sadhana tantra?

Pure Karma juga akan segera mengubah sistem pembabaran dharma yang dilakukan!

Hanya mereka yang tulus belajar dharma dan bersadhana yang akan diperbolehkan untuk bergabung di dalam sesi kami.

Puja homa hanya akan dilakukan secara privat dengan beberapa orang saja, dan akan dibuka untuk umum saat dibutuhkan.

Mengubah atau mentransformasi adalah bagian yang diperlukan untuk bisa maju di dalam pelatihan diri.

Kalau kamu tak mampu mengikuti ataupun tak setuju dengan metode kami, kiranya carilah orang-orang lain yang mampu berbagi Dharma Buddha yang otentik denganmu!
Tak perlu menjelek-jelekkan, memfitnah atau memarahi siapapun juga!
Hahaha!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts: