Showing posts with label manjushri. Show all posts
Showing posts with label manjushri. Show all posts

Wednesday, February 26, 2020

Lotuschef Bercakap-cakap – Makanan Tercemar



Ditulis oleh Lotuschef – 11 Juni 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Conversation – Tainted Food

Rouleau des Etres Affamés, Collection of Kyoto National Museum

Aku menuliskan Kebenaran mengenai Makanan yang Tercemar.

Di bulan Maret silam, aku makan bersama Si Y, seorang temanku, yang mampu berkomunikasi dengan para roh. Ia memberitahuku bahwa ia sering menolak memakan makanan yang ada di hadapannya karena ia bisa melihat roh-roh memakannya dan meninggalkan air liur dan kadang kala malah lendir pada makanan tersebut.

Sedangkan Si M, seorang perempuan kecil dengan roh saudara kandungnya berada di badannya, tidak bisa melihat hal tersebut. Namun, ia memberitahuku bahwa ia sering menolak makanan pesanannya padahal saat itu memesan dengan nafsu makan yang besar, dan saat makanan pesanan datang, ia seperti tidak ingin memakannya lagi.
Ia seperti mampu merasakan bahwa makanan tersebut tercemari oleh sekresi dari para roh?

Kembali lagi ke Bhiksu Besar kita yang dulu bilang kepadaku supaya tidak makan bersama para umat karena makanan yang mereka sentuh akan menjadi Makanan Tercemar!

Sedangkan para umat sendiri mengeluh bahwa ia ingin makan duluan dan menghentikan mereka sewaktu mereka hendak mengambil makanan yang dihidangkan. Ia bilang bahwa ia harus makan duluan atau harus dilayani duluan!

Merasa setinggi dan berkuasa seperti itu, ia lupa bahwa Guru mengajarkan “Om Ah Hom” mampu menyucikan apapun juga!

Atau jangan-jangan ia tak punya keyakinan dalam menarik cahaya dengan “Om Ah Hom” untuk menyucikan makanan?

Guru juga mengajarkan kita Mantra Penyeberangan Manjushri untuk menyucikan makanan dan juga mempersembahkan kepada para dewata dan berbagi dengan semua insan di 6 alam melalui transformasi menjadi segala macam hal yang hati mereka dambakan.

Poin yang hendak kusampaikan adalah apapun yang kita pelajari, kita juga harus menggunakannya, bukan? 😊

Bertanya:

Kiranya Si Bhiksu itu merasa sebegitunya bersih dan suci sampai-sampai menganggap orang lain sebagai mahluk rendahan yang akan mencemari makanannya saat tersentuh?

Kalau iya lantas mengapa ia menerima undangan orang-orang untuk makan gratis?

Saatnya kamu mengaplikasikan pengetahuan Buddha Dharma.

Apakah ia tahu apa yang seorang Buddha sungguh-sungguh lihat di dalam diri semua insan?

Sungguhkah ia tahu beberapa dasar Buddha Dharma dan mempraktikkannya?

Ah! Oh! 😊

Melatih Tantrayana, butuh Bodhicitta sebagai Kunci Akhir menuju Kebuddhaan.

Dan Bodhicitta berarti memprioritaskan orang lain, diri sendiri belakangan!

Sekarang kamu tahu mengapa aku bilang bahwa si bhiksu tersebut tak punya Bodhicitta?

Aku menganalisanya untuk berbagi denganmu cara menggunakan Jalan Utama Berunsur 8.

Si Bhiksu hanyalah salah satu contoh bagus untuk menjelaskan salah satu poin saja.

Menulis artikel ini tanpa prasangka!


Amituofo
Pure Karma
Lama Lotuschef
True Buddha School


Tuesday, February 25, 2020

Makan Makanan Berdaging atau Bervegetarian



Karya tulis Mahaguru Lu Sheng Yan, Buku No.154 ‘Aura Kebijaksanaan’ 智慧的光環.
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh True Buddha Foundation Translation Team
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: Taking Meat or Vegetarian Meals




Bab 31 – Makan Makanan Berdaging atau Bervegetarian


Suatu saat seseorang bertanya kepada Dalai Lama, “Bagaimana pandangan Buddhisme Tantra perihal bervegetarian dan makan makanan berdaging?”

Dalai Lama menimpalinya, “Saya pribadi seorang vegetarian, tapi para lama tidak bervegetarian.”

Si penanya kemudian mengangkat isu berikut: “Bila seseorang bukan vegetarian, maka ia sedang melakukan pembunuhan. Bukankah hal itu sebuah pelanggaran dari Lima Sila?”
Jawaban yang diberikan oleh Dalai Lama juga ambigu, memberikan kesan bahwa menjadi non-vegetarian bukan berarti membunuh, dan bahwa tak ada hubungan antara membunuh dengan mengkonsumsi makanan vegetarian.

Bahkan Dalai Lama dengan malu-malu tertawa dan mengatakan, “Para lama tidak membunuh demi makanan, dan mereka pun juga bukan vegetarian.”

Saat aku sedang berada di Biara Drepung Loseling dan makan bersama dengan Sang Khenpo di sana, hanya daging saja yang disajikan.

Sejauh yang kuketahui, aturan yang diberlakukan kepada pemeluk agama Buddha Tiongkok ini diturunkan oleh Xiao Yan, Kaisar Tiongkok Wu dari Dinasti Liang, yang memerintahkan agar para bhiksu dan bhiksuni menjalani gaya hidup vegetarian.
Ini merupakan karakteristik Buddhisme Tiongkok, yang bertujuan untuk memelihara welas asih dan menghindari menciptakan karma negatif.

Mengkonsumsi makanan vegetarian tentunya ada pahalanya tersendiri, namun bukan kunci mutlak untuk mencapai kebuddhaan.

Bila bervegetarian sendiri dapat membawa menuju kebuddhaan, maka kuda, sapi dan kambing sudah dari dulu mencapai pencerahan!

Banyak pemula yang mempelajari agama Buddha tidak terbiasa dengan gaya hidup bervegetarian. Jadi mereka disarankan untuk mengkonsumsi ‘tiga daging bersih’
(di mana tidak melihat saat hewan sedang dibunuh, tidak mendengar saat si hewan menangis saat sedang dibunuh, dan diri sendiri tidak secara khusus melakukan pembunuhan untuk konsumsi pribadi).

Hal ini merupakan solusi kemudahan sebagai alternatif pengganti gaya hidup vegetarian.

Lantas apakah praktisi Satya Buddha harus menjalani gaya hidup vegetarian secara ketat?

Jawabanku adalah: “Terserah kamu.”

Namun para praktisi yang memakan daging harus menyucikan daging tersebut dengan ‘meniupkan’ dan menjapa Mantra Penyeberangan Manjushri.
Ini berarti mengaplikasikan metode Tantra untuk menyeberangkan roh-roh hewan tersebut, mengubah daging menjadi makanan yang terkuduskan.

Setelah menyalurkan pahala kepada roh-roh hewan yang dagingnya akan dikonsumsi, maka daging tersebut boleh dimakan.

Ini karena saat kamu telah mengulurkan belas kasihmu dan menyeberangkan roh tersebut, maka sudah tak ada lagi ikatan jodoh karma negatif antara kamu dengan roh si hewan tersebut.

Ada perbedaan dalam pandangan yang diimani oleh tradisi Sutra dan Tantra perihal makan makanan berdaging dan bervegetarian, namun mohon ingatlah ayat yang dibabarkan oleh Sang Buddha berikut ini:
“Seteguk air bersih
Mengandung 84000 ekor cacing
Bila kamu tidak menjapa mantra
Sama artinya dengan melakukan pembunuhan.”

Kebenaran subtil semacam ini harus dipahami secara hati-hati!


Amituofo
Lotuschef
Pure Karma Vihara
True Buddha School

Saturday, February 6, 2016

Hati yang Penuh Keraguan



Ditulis oleh Lotuschef – 5 February 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 疑心 Doubtful Heart



Sudah pernah baca [Daya Mantra Guru] di dalam blog ini?

Mari kuceritakan sesuatu. :)

Suatu malam setelah upacara homa.
Kita bersama sekitar 12 orang sedang bersantai di outlet McDonald’s.
Di sebelah kiriku, sepasang suami-istri AA & BB duduk mengambil 3 tempat.
AA, si istri mulai mendesak suaminya, si BB, untuk mengutarakan sesuatu.

BB mulai angkat bicara dengan gaya yang agak menuduh: “Fashi, kenapa kamu tak mengajari kami mantra penyeberangan Manjushri untuk acara makan?”

Aku tanya: “Oh! Belum ya? Lalu sampai sekarang ini apa yang kalian lakukan sebelum makan?”
(Aku sering makan bersama mereka, dan saat aku melakukan Penyeberangan dan Persembahan Maha Mandala, mereka juga melakukan hal yang sama dengan menggunakan mudra dan mantra).

Hahaha!

BB menimpali: “Kami menjapa mantra Guru.”

Kubilang: “Apa ada yang salah dengan Mantra Guru? Sama saja dan efeknya juga sama!”

~~~~~~~~~~~

YA!
Memangnya ada yang salah dengan Mantra Guru?
Hahaha!
Masalahnya pada saat itu adalah aku melihat roh menakutkan yang berniat jahat di dalam diri AA!
Oh! Ada lebih dari satu loh di dalam dirinya.

DAN, aku ingat saat seorang murid mengirimkan email kepadaku dan bertanya tentang ritual yang perlu dilakukan sebelum makan. Aku membalas emailnya dan juga turut mengirimkan salinannya ke AA, untuk berbagi dengannya.

AH! Saat para musuh karma seseorang telah mengambil kendali, maka akan ada banyak karma buruk yang diciptakan!

Aku juga telah menjelaskan makna mantra Guru baik yang versi panjang maupun pendek.
Bukan masalah mantra Guru ataupun mantra lainnya, NAMUN ketulusan si individu yang bersangkutanlah di saat menggunakannya, dan apakah menggunakannya dengan Bodhicitta atau tidak!

Saat kamu meragukan Guru Akarmu sendiri, kamu tak akan pernah memahami Buddha Dharma yang Otentik!

Demikianlah yang namanya Keraguan – sebuah racun yang mematikan!

Hahaha!

Dan bila kamu bertindak “aneh”, ingatlah selalu kalau ada orang-orang yang mampu melihat dan menembusimu. :)

Dekatkanlah dirimu selalu kepada Mahaguru Lu dan oleh karenanya menjadi aman!

Tak perlu memohon maaf padaku pula, cukup mohon maaf pada dirimu atas berbagai pilihan perbuatanmu.


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, February 5, 2016

疑心 Doubtful Heart


Terjemahan Indonesia: Hati yang Penuh Keraguan


Read [Power of Guru's Mantra] from this blog?

Let me tell a story. :)

One evening, after Homa event.
About 12 of us were cooling off in a McDonald's outlet.
From my left hand side, a couple AA & BB sat 3 places down.
AA, the wife started to urge BB, her spouse, to voice something.

BB said pretty accusingly: Fashi, why you didn't teach us the Manjusri deliverance mantra for mealtimes?

I asked: O! I didn't? Then what have you two been doing before meals?
(I dine with them often, and when I was doing the Deliverance and Great Mandala Offering, they were also doing likewise with mudra and mantra).

Hahaha!

BB replied: We chant Guru's Mantra.

I said: What's wrong with Guru's Mantra? It is the same and has the same effect!

~~~~~~~~~~~

YES!
What's wrong with Guru's Mantra?
Hahaha!
The problem is at that juncture, I saw a scary spirit that is bend on mischief in AA!
O! There are more than one in her though.

AND, I remembered when a fellow student emailed to asked me about the before meals ritual, I replied and also sent a copy to AA to share with her.

AH! When one's karmic enemies take control, lots of negatives are created!

I also shared the meaning of Guru's mantra, the long and short version.
It is not the problem of Guru's mantra or any other mantra, BUT the sincerity of the Individual using them and whether using them with Boddhicitta or not!

When you doubt your own Root Guru, you will never ever understand True or Authentic Buddha Dharma!

Doubt is a lethal poison!

Hahaha!

When you act "funny", please remember that there are people that can see through you. :)

Stick close to GM Lu and stay safe!

There is no need to say sorry to me too, just say sorry to yourself for your own choice of actions.


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Monday, September 21, 2015

Koan Zen – Manjushri Menampakkan Diri



Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef – 19 September 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 禅宗公案 Zen Koan – 文殊现身 Appearance of Manjusri


文殊菩萨(梵文:मञ्जुश्री Mañjuśrī),又称文殊师利菩萨、曼殊室利菩萨,亦称妙吉祥菩萨,佛教四大菩萨之一,释迦牟尼佛的左胁侍菩萨,代表智慧。
因德才超群,居菩萨之首,故称法王子。
文殊菩萨的名字意译为 “妙吉祥”;Mañju,文殊或曼殊,意为美妙、雅致,śrī,师利或室利,意为吉祥、美观、庄严。


文喜禅师,朝拜五台山,到达前,晚宿一茅屋,内住一老翁,文喜就问老翁道:‘此间道场内容如何?’
Guru Zen Wen Xi hendak menghaturkan penghormatan di Gunung Wu Tai. Sebelum sampai di sana, malamnya ia menginap di sebuah gubuk yang ditinggali oleh seorang lanjut usia.
Wen Xi bertanya kepada si bapak tua: “Ada penjelasan detil apa mengenai rumah ibadah ini?”

老翁回答道:‘龙蛇混杂,凡圣交参。’
Bapak tua menjawab: “Gabungan antara naga dan ular, orang awam dan orang suci bersama-sama.”

文喜问:‘住众多少?’
Wen Xi bertanya: “Berapa banyak orang yang tinggal di sana?”

老翁答:‘前三三、后三三。’
Bapak tua menjawabnya: “Depan tiga tiga, belakang tiga tiga.”

文喜第二天起来,茅屋不见了,而见文殊骑狮子住在空中,自悔有眼不识菩萨,空自错过。
Paginya, saat Wen Xi bangun, gubuk tempatnya menginap telah lenyap, di angkasa terlihat Manjushri yang menaiki singa. Wen Xi sangat menyesal karena tak mengenali Bodhisattva dan melewatkannya.

文喜后来参访仰山禅师时开悟,因此就安心住下来担任典座(煮饭)的工作。
Kemudian Wen Xi mengunjungi Guru Zen Yang Shan dan menjadi tercerahkan, lalu tinggal di sana untuk bertugas sebagai tukang memasak.

一天他从饭锅蒸气上又见文殊现身,便举饭铲打着,并说道:
Suatu hari, ia melihat Manjushri muncul dari uap yang mengepul di atas tungku nasi. Ia mengangkat sendok beras dan memukulnya sambil berkata:
    
‘文殊自文殊,文喜自文喜,今日惑乱我不得了。’
“Manjushri ya Manjushri, Wen Xi ya Wen Xi, hari ini tak akan membuatku jadi bingung lagi.”

文殊说偈云:‘苦瓜连根苦,甜瓜彻蒂甜,修行三大劫,却被这僧嫌。’
Manjushri kemudian menimpalinya dengan ungkapan berikut: Buah Pare bahkan akarnya juga pahit, namun melon manis (muskmelon) akan tetap manis hingga ke akarnya, tiga kalpa besar melatih diri, tapi malah ditampik oleh bhiksu ini.
    
吾人因不明白自己本性,终日心外求法,故患得患失,若能自悟自性,‘文殊自文殊,文喜自文喜’,两者有差异,实则无差异,何必自悔自恼呢?
Banyak orang tak paham Kodrat Diri Sendiri, selalu mencari dharma di luaran, demikianlah makanya berkhayal memiliki sesuatu dan kehilangan sesuatu. Kalau menyadari Kodrat Diri Sendiri, maka “Manjushri adalah Manjushri, Wen Xi adalah Wen Xi”, sebenarnya tak ada bedanya, lalu kenapa menyesali dan membingungkan diri sendiri?

文殊的偈语中,不是怕人嫌他,而是在说明三大阿僧祇劫的修行,今天才真正达到知音,有人认识他了。
Ungkapan Manjushri menggambarkan bahwa beliau tak takut kalau ditampik oleh orang-orang, tapi sedang menjelaskan bahwa setelah melatih diri melwati 3 maha asemkhya kalpa, hari ini benar-benar bertemu seorang kerabat, ada seseorang yang mengenalinya!
    
原来,文殊文喜,是自他不二啊!
Sebenarnya, Manjushri adalah Wen Xi, adalah dia dan tiada dualitas!

~~~~~~~~~~~~

Teman-temanku yang terkasih,
Apakah kamu menyukai kisah di atas?

Kamu menemukan Kunci-kunci Dharma apa saja yang bisa kamu gunakan untuk memajukan pelatihan dirimu?

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, September 19, 2015

禅宗公案 Zen Koan – 文殊现身 Appearance of Manjusri

文殊菩萨(梵文:मञ्जुश्री Mañjuśrī),又称文殊师利菩萨、曼殊室利菩萨,亦称妙吉祥菩萨,佛教四大菩萨之一,释迦牟尼佛的左胁侍菩萨,代表智慧。
因德才超群,居菩萨之首,故称法王子。
文殊菩萨的名字意译为 “妙吉祥”;Mañju,文殊或曼殊,意为美妙、雅致,śrī,师利或室利,意为吉祥、美观、庄严。


文喜禅师,朝拜五台山,到达前,晚宿一茅屋,内住一老翁,文喜就问老翁道:‘此间道场内容如何?’
Zen Master WenXi went to pay homage at Wu Tai Shan. Before arrival he stayed the night at a straw hut, which was occupied by an elderly man. 
Wenxi asked the elder: This temple's has what details?

老翁回答道:‘龙蛇混杂,凡圣交参。’
Elder answered: Mixture of dragons & snakes, commoners and saints jointly.

文喜问:‘住众多少?’
Wenxi asked: How many staying in?

老翁答:‘前三三、后三三。’
Elder answered: Front three three, back three three.

文喜第二天起来,茅屋不见了,而见文殊骑狮子住在空中,自悔有眼不识菩萨,空自错过。
When Wenxi woke up the next morning, the straw hut has disappeared, only can see Manjusri riding on lion and abiding in the sky, remorseful about not recognising a Boddhisattva, and missed out.

文喜后来参访仰山禅师时开悟,因此就安心住下来担任典座(煮饭)的工作。
Later, Wenxi visited Zen master Yang Shan and become enlightened, thus stay on to take on the task of cook.

一天他从饭锅蒸气上又见文殊现身,便举饭铲打着,并说道:
One day, he saw Manjusri appears from the steam that arose from the rice pot, he raised the rice ladle and hitting it, said:
    
‘文殊自文殊,文喜自文喜,今日惑乱我不得了。’
Manjusri is Manjusri, Wenxi is Wenxi, today can't mix me up (Means confuse me).

文殊说偈云:‘苦瓜连根苦,甜瓜彻蒂甜,修行三大劫,却被这僧嫌。’
Manjusri said this verse:  Bitter melon even roots are bitter, Sweet melon - sweet to the base, the 3 big kalpas of cultivation, but being repulsed by this monk.    
    
吾人因不明白自己本性,终日心外求法,故患得患失,若能自悟自性,‘文殊自文殊,文喜自文喜’,两者有差异,实则无差异,何必自悔自恼呢?
Most do not know Self nature, always seek externally for dharma, thus delusion of possessed and loss, if realised self nature, then "Manjusri is Manjusri, Wenxi is Wenxi," has no difference actually, thus why Self remorse or self confuse?

文殊的偈语中,不是怕人嫌他,而是在说明三大阿僧祇劫的修行,今天才真正达到知音,有人认识他了。 
In Manjusri's verse, he does not fear that people repulse him, but is explaining that through the 3 big asamkya kalpa of cultivation, today can really reach a kindred spirit, someone who recognise him!
    
原来,文殊文喜,是自他不二啊!
Actually, Manjusri is Wenxi, is him and no duality!

~~~~~~~~~~~~

Dear all,
Enjoyed the story?

What Dharma Keys have you found and what can be use in furthering your cultivation efforts?

Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, July 18, 2015

Mengusir Manjushri



Ditulis oleh Lotuschef – 10 Juni 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 赶走文殊师利 Chasing Away Manjushri



Di ceramah baru-baru ini (per tanggal publikasi artikel), Mahaguru Lu kembali mengisahkan tentang Mahakasyapa dan Manjushri.
Mahakasyapa menemui Buddha Shakyamuni dan menceritakan tentang perilaku Manjushri yang sangat tak layak karena sering menerima para wanita di kamarnya dengan pintu yang tertutup.
Ia meminta supaya Manjushri dikeluarkan dari komunitas sangha.
Sang Buddha menimpalinya bahwa tak mungkin Mahakasyapa bisa mengusir Manjushri.
Dengan satu lambaian tangannya, Sang Buddha menunjukkan kepada Mahakasyapa bahwa Manjushri berada di setiap ruangan, setiap alam, baik di Neraka maupun di 28 Surga.

Demikianlah konsep ini juga banyak diajarkan di Sutra Avatamsaka. :)

Berikut ini hanyalah salah satu contoh keberadaan di dalam “miliaran dunia – alam semesta, di manapun ada” Manjushri…

Hahaha!


Bagian Sutra Gandavyuha dari Sutra Avatamsaka:

Sutra Gandavyuha, yang menceritakan dengan detil ziarah Sudhana Kumara atas perintah Bodhisattva Manjushri.
Sudhana kemudian akan bercakap-cakap dengan 52 orang guru di dalam perjalanannya mencari pencerahan.
Guru Sudhana yang ke-3 sebelum yang terakhir adalah Maitreya.

Di sanalah Sudhana menemukan Menara Maitreya, yang sama halnya dengan Jala Indra, merupakan perumpamaan yang paling menakjubkan untuk hal berikut yang tiada batasnya:
Di tengah-tengah menara agung tersebut… ia melihat miliaran dunia – alam semesta… dan di manapun juga ada Sudhana di bawah kakinya…
Demikianlah Sudhana melihat sadhana Maitreya… yang melampaui berkalpa-kalpa yang tiada berujung, dari setiap kotak di dinding yang bermotif kotak-kotak.

Dengan cara yang sama, Sudhana… melihat seluruh manifestasi surgawi, ia sepenuhnya menyadarinya, memahaminya, menggunakannya sebagai sarana, mengamatinya, dan melihat dirinya di sana.

Guru ke-2 sebelum yang terakhir yang dikunjungi Sudhana adalah Bodhisattva Manjushri, Bodhisattva dengan Kebijaksanaan Agung.

~~~~~~~~

Jadi kamu paham?

Sudhana melihat (berbagai) manifestasi tersebut, kemudian mempelajarinya >> memahaminya >> menggunakannya.

Sama halnya dengan siapapun yang mencoba melatih Buddha Dharma.
Ia perlu melewati proses yang sama pula.

Mungkinkah masih ada yang ingat akan ceramah Mahaguru Lu di Rainbow Villa setelah puja api homa? Beliau mengatakan kalau Padmakumara ada di mana-mana dan kamu hanya perlu untuk memohon bantuan (kepadanya) kapan pun dan di mana pun!

Dengan demikian apakah masih perlu dekat dengan Mahaguru Lu secara fisik?
Masih perlukah menyingkirkan orang-orang lain supaya bisa dekat dengan Mahaguru Lu?
Masih perlukah mengejar Mahaguru Lu mati-matian meski kondisi keuangan diri sendiri sedang sangat terbatas? (Aku tahu beberapa orang yang meminjam uang untuk menghadiri upacara-upacara yang dipimpin oleh Mahaguru Lu, dan mereka tak pernah mampu membayar hutang-hutang tersebut!)


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Wednesday, June 10, 2015

赶走文殊师利 Chasing Away Manjushri


Terjemahan Indonesia: Mengusir Manjushri


In recent speech, GM Lu recounted the story of Mahakasyapa and Manjusri.
Mahakasayapa went to Sakyamuni Buddha and related that Manjusri's behaviour is very inappropriate as he entertains women in his room with door closed, frequently.
He asked that Manjusri be expel from their sangha community.
Buddha replied that there is no way Mahakasyapa can chase away Manjusri.
At the wave of his hand, the Buddha showed Mahakasyapa that Manjusri abdies in every room, realms like the Hell and the 28 Heavens.

Well, this is a concept shared profusely in the Avamtamsaka or Flower Adornment Sutra. :)

The following is an example of existence in "billions of world-universe, and everywhere there was " Manjusri....

Hahaha!


The Gandavyuha Sutra from Avatamsaka Sutra:

Gaṇḍavyūha Sutra, which details the pilgrimage of the youth Sudhana at the behest of the bodhisattva Manjusri.
Sudhana would converse with 52 masters in his quest for enlightenment. 
The antepenultimate master of Sudhana's pilgrimage is Maitreya

It is here that Sudhana encounters the Tower of Maitreya, which along with Indra's net, is a most startling metaphor for the infinite:
In the middle of the great tower... he saw the billion-world universe... and everywhere there was Sudhana at his feet... 
Thus Sudhana saw Maitreya's practices of... transcendence over countless eons (kalpa), from each of the squares of the check board wall... 

In the same way Sudhana... saw the whole supernal manifestation, was perfectly aware of it, understood it, contemplated it, used it as a means, beheld it, and saw himself there.

The penultimate master that Sudhana visits is the Manjusri Bodhisattva, the bodhisattva of great wisdom.

~~~~~~~~

Now see?

Sudhana saw the manifestation, then learning >> understanding >> using.

This is same with anyone attempting to cultivate Buddha Dharma.
One needs to following the same process too.

I wonder anyone recall the speech GM Lu gave in Rainbow Villa after Homa, about Padmakumara existing everywhere and you just need to ask for help anywhere anytime!

Is there need to be physical near GM Lu?
Is there need to push others out of the way to be close to GM Lu?
Is there need to chase after GM Lu at all cost, irregardless of One's own limiting circumstances? ( I know of people that borrow funds to go attend GM Lu's events and never ever able to get out of these constant debts!)


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, January 14, 2014

Transformasi Astral = Kekuatan Batin


Ditulis oleh Lotuschef – 13 Januari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on Astral Transformation = Astral Power 神变~神通


Teman murid ini sedang Menyucikan Persembahan serta “Membersihkan” para peserta.
Peserta ini adalah salah satu orang yang tinggal di panti orang cacat sekitar yang turut disponsori oleh saudaraku.

Foto-foto di atas menunjukkan ketulusan dalam memberikan persembahan dan berbagi dengan semua insan di sekitar kita.

KIATNYA adalah dengan turut menyertakan semua insan dalam memberikan persembahan kepada Guru dan para Dewata! :)

Kekuatan Astral (Batin) sebenarnya adalah hasil dari kemampuanmu untuk melakukan TRANSFORMASI dengan VISUALISASI YANG BAIK DAN TEKNIK MOBILISASI QI (PRANA)!



Mengutip artikel: Mantra Pereda Bencana (18-3-2011 大救难咒 Great Disaster/Calamity Saving Mantra)

[--- Apapun yang menurutmu bisa membantu, maka Bodhicitta ditambah dengan pemberkatan dari Guru dan lainnya semua akan membuatnya menjadi berhasil.
 

Aku percaya itu adalah yang Mahaguru katakan saat upacara Kalachakra di Sydney – 任运 Aksi Responsif Yang Menyesuaikan Dengan Situasi.
 

Cobalah untuk mengaplikasikannya, hal welas asih apapun yang muncul dari hatimu, pasti bisa digunakan. ---]


Mengutip artikel: Lotuschef Bercakap-cakap – Transformasi (25-06-2012 Lotuschef in Conversation – Transformation 变化/转化)

[--- Aku mempelajari kata-kata berikut saat aku menuliskan lirik lagu sebagai kado untuk Guru.

皈依师佛既是续前缘,从此刻心起启转。
敬爱着您,时时惦记着您,如今再度许下诺言。
**随着您步越诸世菩提道,随着您脱开生死打转。
铭记佛理,用其 转化 传奇,方可实践度众诺言。---]


Mengutip artikel: Lotuschef Bercakap-cakap – Visualisasi Dharani Karanda Mudra (Lotuschef in Chat - Casket Seal Dharani Visualization)

[--- Untuk Dharani Karanda Mudra, bila kamu melatihnya untuk menolong dirimu sendiri, maka bayangkan semua Buddha menghadap ke arahmu yang sedang duduk di pusat. Mereka mengelilingimu dan membentuk seperti kerucut terbalik, sehingga kamu tak bisa dilihat oleh siapapun, dan pada saat yang bersamaan kamu mendapatkan pemberkatan dari mereka.

Untuk mendukung Guru, bayangkan semua Buddha menghadap ke luar dan Guru berada di tengah kerucut terbalik, terlindungi dari semua serangan dari luar. Cukup begitu saja!
Kerucut terbalik bersinar menyilaukan, memancarkan ke arah luar untuk memberikan pemberkatan juga.
 

Kau lihat? Kamu bisa melakukan sadhana perlindungan dan pada saat yang sama turut berwelas asih dengan berbagi sinar kebaikan kepada semua insan.

Bukankah Tantrayana sungguh menakjubkan dan tak terukur serta bermanifestasi menjadi banyak?
---]


Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Tahukah kini perbedaan antara Kekuatan Batin dengan kemampuan yang bisa DIPEROLEH darinya?

:) Tentunya dengan bersadhana dengan tekun dan sepenuhnya patuh pada ajaran dan instruksi Guru Akarmu!

Faktor kuncinya adalah KAMU & HANYA KAMU SENDIRILAH YANG MAMPU MENOLONG DIRIMU DALAM PELATIHAN DIRI!

Kamu yang berlindung (bersarana) kepada Mahaguru Lu, Buddha Hidup Lian Sheng, anggaplah dirimu sangat beruntung karena beliau akan berbagi apapun yang beliau ketahui denganmu, dan beliau akan memandumu dalam jalan menuju Nirwana!

Baru-baru ini ada beberapa murid yang bertanya kenapa aku selama ini tak mengajarkan Mantra Penyeberangan Bardo Bodhisattva Manjushri.
:) Tekun berarti kamu harus melakukan riset dan mencari tahu apa yang perlu kamu lakukan dan apa yang Guru telah ajarkan.


Mengutip artikel: Alam Kebatinan – Tanya Jawab Tentang Makanan yang Tercemar (24-3-2011 Spiritual Realm - Q&A Tainted Food 残食)

[--- 2. Aku selalu ingin tahu/belajar cara menjapa, mempersembahkan, dan menyucikan makananku. Senang sekali menemukan artikel ini. Mohon konfirmasinya apakah langkah-langkah yang kulakukan sudah benar:
Menjapa “Om Ah Hum” 1x (tanpa perlu menambahkan “Soha”), lalu mempersembahkannya kepada Mahaguru dan para dewata terlebih dahulu. Lalu apa saja yang harus aku bayangkan saat melakukan tahap ini?

Jawab: “Oh Ah Hum” – bayangkan sinar alam semesta turun menyinari semua makanan dan menyucikan mereka.
Lalu japalah mantra penyeberangan Bodhisattva Manjushri “OM AH BEI LA HUM KAN CHA LA SOHA” sebanyak 7x.
Bayangkan hewan-hewan seperti ayam, sapi, babi, bakteri, serangga, dll. duduk di atas teratai yang kemudian berubah menjadi titik-titik sinar keemasan, mereka akhirnya berubah menjadi sungai yang sinar keemasan yang bergerak ke atas menuju tanah suci.
---]

[--- Seberangkan semua insan meski saat itu kamu hanya sedang makan dengan lauk daging ayam.
Menolong insan lain supaya terseberangkan adalah salah satu bentuk Bodhicitta. Kamu tak rugi apapun. Haha!

Mantra Mahaguru versi panjang juga punya kemampuan untuk menyeberangkan pula, atau kamu juga  bisa mengajarkan mereka yang belum bersarana untuk menjapa “Amituofo” sebanyak 7x.

Tujuannya adalah supaya kamu punya hati yang berwelas asih kepada para mahluk yang memberikan nyawanya untuk memelihara tubuhmu agar selalu sehat supaya bisa bersadhana. ---]


Oleh karenanya di dalam Tantrayana, ia yang bercita-cita menjadi seorang Yogi haruslah mau melakukan riset untuk menambah kualitas dirinya agar bisa bersadhana dengan bersenjatakan ajaran-ajaran utama dan kemampuan untuk menganalisa dan melaksanakan.


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Monday, January 13, 2014

Lotuschef on Astral Transformation = Astral Power 神变~神通


This student is doing Purification of Offering and at the same time "Giving Cleansing & Purifying Bath" to all attendees!
This attendee is an inmate of a nearby handicap home, my brother sponsors.


The above shows sincerity in offering and sharing with all around us.

The TRICK is to include all beings in performing the offering to SZ and Divinities! :)

Astral Power actually resulted from your ability to TRANSFORM with GOOD VISUALIZATION AND QI MOBILIZATION TECHNIQUES!


Quoting from article: 18-3-2011 大救难咒 Great Disaster/Calamity Saving Mantra

[--- Anything you can think of that may help, your Boddhicitta with GM's & all will make things work.
 

I believe this is what GM said during Kalachakra Event in Sydney - 任运 situational responsive action.

Try it or use your own, whatever your compassionate & caring heart can think of, can be used.
---]


Quoting from article: [25-06-2012] Lotuschef in Conversation – Transformation 变化/转化

[--- I studied these words when I wrote lyrics to a song as a gift to Guru.

皈依师佛既是续前缘,从此刻心起启转。
敬爱着您,时时惦记着您,如今再度许下诺言。
**随着您步越诸世菩提道,随着您脱开生死打转。
铭记佛理,用其 转化 传奇,方可实践度众诺言。
---]


Quoting from article: Lotuschef in Chat – Casket Seal Dharani Visualization

[--- For the Casket seal one, if you are doing it to help yourself, have all the Buddhas facing you , who is sitting in the centre, and all of them in circles surrounding you and forming an inverted-cone around you. So you are not visible to anyone...and you are getting their blessing at the same time.

In support of GM, face all buddhas outwards n Guru is till within the inverted-cone, well shielded from external forces. That's all!
The inverted cone can be a dazzling light one, radiating lots of light outwards to bless all at the same time.
 

See? One can do protection and also compassionate sharing at the same time.

Isn't Tantrayana amazingly Immeasurable and varied?
---]


Dear all,
Have you picked up the difference between Astral Power and the ability to DERIVE these powers?

:) Yes! Diligent Cultivation and strictly adhering to your Root Guru's teacings & instructions!

The other importance factors are Renunciation & Boddhicitta!

The operative factor is YOU & ONLY YOU CAN HELP YOURSELF IN CULTIVATION!

For those that took refuge with Grand Master Lu, The Living Buddha Lian Sheng, count yourself fortunate that he will share everything he knows with you and guide you to Nirvana!


Recently some students questioned why I didn't teach them the Mansjuri Boddhisattva's Bardo Delivery Mantra all these while.
:) Diligence means you have to go do research and find out what to do and what Guru has taught.


Quoting from article: 24-3-2011 Spiritual Realm – Q&A Tainted Food 残食

[--- 2. I have always wanted to know/learn how to chant/offer/purify my food. Very happy to see this article. Just to confirm whether the steps are correct :
a) Chant Om Ah Hum once (don’t need to add the words ‘So Ha’?), then offer to GM and Divinities first. What must I visualize when I do this?

Answer: "Om Ah Hum" – visualize universal light beams down on all foods - purifying them.
Then chant Mansjuri Boddhisattva's deliverance mantra "OM AH BEI LA HUM KAN CHA LA SOHA"X7.
Visualise animals like chicken, cow, pig, bacteria, insects, etc sitting on lotuses which transform into golden dots & eventually forming a golden river of lights, moving upwards to pureland.
---]


[--- Deliver all beings even if you only having chicken for that meal. 
Helping others get delivered is Bodhicitta. Don't cost you a thing. Haha!

GM's long mantra has the deliverance effect too, or you can teach those that did not take refuge to chant amituofo X7 also can.

The aim is to have a care for those beings that gave their lives to nourish your body to keep it fit & healthy for cultivation. ---]


In Tantrayana, an aspiring to be Yogi should do research to self-enhanced in order to cultivate well armed with good fundamental and ability to analyse and execute.


Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom

Tuesday, October 1, 2013

Ceramah Dharma Guru, Seattle – 14 September 2013


Ditulis oleh Lotuschef – 15 September 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: SZ's speech,  Seattle – September 14, 2013


Baca juga:
Kebijaksanaan yang nampak gila – Buddha Mengetahui Semua Hal [1]
Kebijaksanaan yang nampak gila – Buddha Mengetahui Semua Hal [2]


Di ceramah hari ini (per tanggal publikasi), Guru menuturkan bahwa seorang Buddha Mampu Mengetahui Semua Hal!

Hahaha! Apa menurutmu Lotuschef berbagi ajaran yang Menyesatkan selama ini?

Guru juga membahas mengenai Melihat Sinar seperti Matahari, Bulan, Lampu, yang merupakan topik-topik khusus dalam Sadhana Maha Kesempurnaan!
Lotuschef juga telah menulis dan berbagi artikel-artikel mengenai cara untuk Melihat Sinar Matahari, Bulan, Bintang, ... juga! :)

Guru juga menjelaskan mengenai Bola-bola Sinar Prajna dengan lebih terperinci. Beliau juga merujuk hal tersebut ke dalam Sutra di mana penjelasan mengenai bola-bola sinar prajna tersebut terdokumentasikan.



Guru kemudian mengajarkan bahwa kita bisa beramal kepada para dewa bumi dan roh. Dengan melakukan hal tersebut, mereka nantinya akan membantu kita. Mempersembahkan kertas sembahyang yang dibakar untuk mereka juga bisa dilakukan bila kamu sedang kekurangan dana.


Dalam sesi Persembahan atau Puja Api Homa, kita memberikan persembahan kepada semua Dewata.
Guru katakan bahwa hal tersebut akan membuat mereka senang.
Kita bisa mempersembahkan kebahagiaan dan juga membuat insan lain bahagia – ini sama halnya dengan mengumpulkan pahala baik dan sekaligus membangun jodoh.


Mempersembahkan “Permainan”, seperti percikan kembang api, juga membawa kebahagiaan!


Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Dengan pikiran yang mampu mengamati dengan bijaksana, ditambah dengan ajaran-ajaran Guru, akankah kamu merasa terganggu dengan apa yang dikatakan atau dilakukan oleh para anggota Komite Pusat beserta para pendukungnya?
Sungguh-sungguh bersyukur pada Guru yang memberitahuku untuk mengabaikan semua hal negatif tersebut!


Hahaha!

Guru memberikan sebuah contoh yang sangat fantastis, mengenai Buddha yang mengabaikan semua pernyataan yang melecehkan dan penuh fitnah yang diarahkan kepadanya!
Saat ditanya oleh Manjushri, Buddha menjawabnya bahwa orang-orang itu memarahi, melecehkan, dan memfitnah Angkasa (Alam Semesta)!
Lalu apakah Angkasa menimpali hal-hal tersebut?


Oh! Lihat-lihatlah lagi rekaman video sesi puja hari ini bila sudah diunggah.
Perhatikan baik-baik para VM kita dan orang-orang di sana saat sesi sadhana.
Bandingkan dengan apa yang aku telah tuliskan mengenai apakah seseorang benar-benar bersadhana atau tidak; dan bila tidak, menurut opinimu Kenapa Begitu? :)

SUNGGUH! Kamu bisa melihat bahkan dari video, cukup jelas apakah orang tersebut benar-benar bersadhana atau cuman pasang topeng belaka!
Hahaha!

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sunday, September 15, 2013

SZ's speech, Seattle – September 14, 2013

Terjemahan Indonesia: Ceramah Dharma Guru, Seattle – 14 September 2013

Also read:
Crazy Wisdom – A Buddha Knows All [1]
Crazy Wisdom – A Buddha Knows All [2]


In today's speech, SZ said that A Buddha Knows All!

Hahaha! Is Lotuschef sharing anything Misleading all these while?

SZ also talks about Seeing Lights like the Sun, Moon, Lamp, being particular of Maha Perfection Practice!
There are articles sharing Lotuschef's method of Seeing Light of Sun, Moon, Stars,...too! :)

SZ again explains Prajna Light Orbs and what they are, and also make reference to the Sutra that these documented.

SZ said you can also give charitably to all earth deities and spirits and they can also help you in turn. Just offer them some incense paper will do, if you are short of funds.



In Fire Puja or Offering, we offer to all Divinities.
SZ said will make them happy.
We can offer joy and make others happy, this is also cultivating good merits and at the same time building affinity.


Offering "Play", like Sparkles fire-works. Brings Joy too!



Dear all, with a Discerning mind, and add SZ's teachings, would you be bothered about what Core members and supporters choose to Say or Do? :)
Grateful thanks to SZ for telling me to ignore all these negative!

Hahaha! 


SZ gave a very fantastic example of Buddha ignoring the Defamatory & Slanderous statements made against him!
When questioned by Manjushri, Buddha said these people are scolding, defaming, slandering, the Universal Void!
Can the Universal Void make reply to all these?


O! Do have a good look at the video recording of today's session when available.
Look carefully at our VMs and etc. during the cultivation period.
Compare with what I have shared about whether a person is truly cultivating or not, and if not, then in your opinion Why Not? :)

YES! It is possible to see from the Video, pretty clearly whether a person is truly cultivating or faking it! 
Hahaha! 


Cheers all


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef