Showing posts with label Jurnal. Show all posts
Showing posts with label Jurnal. Show all posts

Wednesday, January 16, 2013

Lotuschef Dalam Topik Mempelajari Buddha Dharma

Artikel asli ditulis dan dibagikan oleh Lama Lotus Chef pada tanggal 1 Januari 2013
Tautan ke artikel tersebut : Lotuschef on Learning Buddha Dharma
Diterjemahkan oleh Lotus Junhao


“Mempelajari Buddha Dharma”, ini merupakan sebuah istilah yang sering kali dipergunakan dan juga sesering “disalahgunakan”
Hahaha!

MENGAPA?
Pertama-tama, banyak yang tidak mengerti atau memiliki pola pikir yang jernih mengenai tujuan.
Apa tujuan Anda [mempelajari Buddha Dharma]?
Anda mengalokasikan sumber daya untuk mempelajari sesuatu maka Anda perlu untuk dapat menggunakan apa yang telah Anda pelajari, benar kan?

Paman saya yang berusia 68 tahun dibaptis dan menjadi seorang Kristiani. Alasan Beliau, banyak yang pergi ke gereja tersebut memenangkan lotere atau terlihat adanya peningkatan dalam pemasukan keuangan yang berasal dari bisnis atau karir! :)
Nah, apakah hidupnya benar-benar membaik? TIDAK!

Banyak yang bersarana dan menjadi umat Buddhis juga didasari oleh tujuan Perbaikan / Peningkatan [Hidup] Diri Sendiri. Beberapa melakukannya karena mereka mengejar pengikut kaya di kuil / vihara tersebut.

Beberapa berpikir bahwa dengan hanya menjapa sutra bersama-sama dengan para Bhiksu akan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Mereka yang bersarana di dalam Tantrayana kebanyakan juga mengejar yang namanya “Kekuatan Spiritual” dimana mereka berpikir bahwa mereka akan mendapatkannya setelah belajar dari Para Pemimpin / Acharya dari aliran tersebut.

Maaf mengecewakan teman-teman semuanya, Anda sedang menipu diri Anda sendiri.

Tujuan yang sebenarnya yakni Anda ingin untuk meninggalkan Samsara; Anda ingin melakukan sesuatu yang mengarah pada pencapaian hal tersebut; Anda ingin pada akhirnya dapat menolong orang lain meninggalkan Samsara juga!

Sutra-sutra merupakan kumpulan ajaran Buddha yang disalin oleh murid-murid Sang Buddha.
Pada saat yang sama, tiap ajaran-Nya bersifat situasional atau diaplikasikan untuk satu tujuan tertentu. Artinya sebuah solusi atas sebuah permasalahan yang dihadapi oleh murid-murid atau umat awam.
Tidak ada manfaatnya membaca sutra namun tidak berusaha untuk MEMPELAJARI apa yang sebenarnya diajarkan oleh Buddha.

Sebagai catatan untuk diingat yakni bahwa tidak seorang pun memiliki  Hak Milik atas Ajaran Buddha!
Ajaran Buddha diperuntukkan semua insan dan merupakan milik semua insan!

Dengarlah Guru saat sedang menjelaskan berbagai sutra dengan menggunakan istilah-istilah sederhana. Juga pada saat yang sama memberikan Contoh Nyata dalam Kehidupan.

Mereka yang membuatmu tambah bingung setelah mendegar ceramah Dharma atau penjelasan sutra yang diberikannya, semuanya masuk ke dalam kategori ini {mereka yang tidak mengerti atau memiliki pola pikir yang jernih mengenai tujuan mempelajari Buddha Dharma} atau [Tak tahu, tapi berlagak tahu], sepanjang jalan terus membohongi diri sendiri dan orang lain. Sungguh ini bukan bohongan!

Buddha Dharma merupakan sebuah filosofi mengenai menjalani hidup lebih bahagia dan lebih sehat serta pada saat yang bersamaan dengan murah hati berbagi kesukacitaan tersebut dengan semua insan.

Jadi mohon mengekstraksi bagian yang merupakan paling INTI dari ajaran Buddha dan bukannya dengan buta mengikuti orang lain membaca sutra.

Anda harus mampu menggunakan ajaran-ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari barulah Anda dapat menyatakan bahwa Anda sedang mempelajari Buddha Dharma!

Salam buat teman-teman semuanya

Sunday, October 28, 2012

Lotuschef Bermain-main – Wilayah Kekuasaan



Ditulis oleh Lotuschef – 22 Oktober 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Territorial
Image © Maitreya7 (Photobucket)



Ada orang yang kerasukan di depan sebuah rumah ibadah.

Acharya rumah ibadah itu tidak bisa berbuat apa-apa terhadap orang yang kerasukan ini.

Seorang umat lain datang dan memberikan tepukan di badan orang yang kerasukan ini, begitulah kemudian ia segera tersadarkan kembali.

Namun acharya rumah ibadah itu memarahi si umat yang menolong tadi karena melangkahi dirinya di dalam [wilayah kekuasaannya] dengan membantu si orang yang kerasukan.


Ini kisah nyata yang diceritakan oleh beberapa orang murid yang hadir di rumah ibadah tersebut.

Jadi [muka] si acharya jauh lebih penting daripada kesejahteraan para umatnya?

Pada akhirnya dia akan segera sadar karena kehilangan banyak pengikutnya karena sikapnya yang kurang peduli.


Ada seorang murid yang aku temui di Taiwan, ia juga punya masalah yang sama – “pingsan” atau mulai kerasukan. Ya, aku benar-benar melihat kebanyakan acharya cuma berdiri sekitar 2 meter dari murid tersebut dan HANYA MENONTON!

Sangat kelihatan kalau tak pernah belajar cara menghadapi situasi semacam ini dari Guru, atau malah tidak pernah meminta Guru untuk mengajarinya.

Hahaha! Aku sendiri? Aku juga tak tahu bagaimana aku bisa tahu caranya berbicara pada “roh-roh” yang merasuki murid tersebut!

Tapi, setelah berurusan dengan “keadaan darurat” itu, hal yang terbaik adalah mengajari si “korban” untuk bertobat dan membayar hutang-hutang karmanya.


Ia yang pernah kubantu selalu mengirimkan email dan bertanya apakah acharya ini tulen dan bisa dipercaya atau tidak.
Ia dan keluarganya telah banyak melihat banyak dari mereka yang pergi menjauh saat “serangan” itu datang.


Saranku adalah supaya bersadhana dan membantu dirinya sendiri.
Mengungkapkan penyesalan (bertobat) dan membayar hutang-hutang karma.

Setidaknya dia beruntung karena menjadi murid Satya Buddha, dan tahu bagaimana cara menolong dirinya sendiri.

Di luar sana masih saja ada orang-orang yang menyerang atau menipu orang-orang lainnya padahal dirinya sendiri tak punya Jodoh (afinitas) untuk mendapatkan pertolongan atau belajar untuk menolong diri mereka sendiri.


Malam tadi saat puja api homa, Guru mengajarkanku teknik baru untuk menolong murid-murid membersihkan Qi/Prana yang telah basi di dasar paru-paru mereka. Hehe!

Sungguh bekerja dengan manjur! :)

Namun tentunya harus digunakan dengan “perintah” atau mantra yang relevan.

Juga perlu menggunakan “Kekuatan Prana” dari diriku untuk mendorongnya keluar!


Ternyata ceramah Guru hari ini juga sebagian besar mengenai “Prana”, efeknya dan cara penggunaannya!
Sekali lagi sungguh kebetulan!!!


Hahaha! Aku sangat sayang Guru, begitu juga aku mempercayai Beliau yang tahu hal terbaik di dalam segala situasi!

Apakah kamu juga mencintai dan mempercayai-Nya juga?


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts:

Tuesday, October 23, 2012

Lotuschef Bercakap-cakap – Meninggalkan Aliran Satya Buddha





Dibagikan dengan anotasi tambahan oleh Lotuschef – 4 Juli 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Conversation – Leave TBS


ST: [Setelah bertahun-tahun berada di dalam Aliran Satya Buddha, aku menemukan bahwa cara satu-satunya untuk melihat Buddha Sejati adalah dengan meninggalkan Aliran Satya Buddha. Bila tetap tinggal di dalam Aliran Satya Buddha, maka hanya bisa melihat Aliran Satya Buddha, tidak bisa melihat Buddha yang Sejati. Saat melihat Buddha yang Sejati, maka tidak ada masalah apakah meninggalkan atau tidak meninggalkan Aliran Satya Buddha... Menakjubkan.]

[Alasan mereka yang meninggalkan Aliran Satya Buddha adalah karena mereka tidak bisa melihat Buddha Sejati; tapi bagiku, aku meninggalkan Aliran Satya Buddha karena aku ingin melihat Buddha yang Sejati. Di sinilah perbedaannya.]

[Meski aku telah keluar, aku masih bersadhana sehari sekali, dengan Guru Akar yang sangat kuhormati, Buddha Hidup Lian Sheng, selalu duduk di atas kepalaku.

{Satu-satunya Pilihan} Ini hanya khusus untukku saja... mungkin tidak sama dengan orang lain. Seperti resep obat tertentu yang manjur buatku tapi bisa saja beracun bagi orang lain... inilah yang aku maksudkan..]

---

Lotuschef: Hi ST, Guru pernah memberitahuku: [Tinggalkan Aliran Satya Buddha.]

Hahaha! Akhirnya aku tahu kalau maksudnya adalah meninggalkan tradisi atau desas-desus seperti Vajra Acharya berkata bahwa..... atau teknik-teknik sadhana yang standar.

Temukan caraku sendiri!

Kau pernah turut serta dalam bersadhana bersamaku; menurutmu aku menjalankan instruksi Guru?

Salam. Aku mendoakan yang terbaik atas pilihanmu untuk meninggalkan Aliran Satya Buddha.

Aku harap cara pandangku berguna bagimu.

Selamat sekali lagi, kepada anggota keluarga baru dan berkat untuk semuanya!

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom!

---

Teman-teman sekalian, dalam ceramah Guru baru-baru ini (catatan penerjemah: per tanggal publikasi artikel asli), Beliau berkata bila ada keraguan maka bisa bertanya kepada-Ku atau para acharya yang mengetahui. Artinya tidak semua acharya tahu dan bisa mentransmisikan pengetahuan-pengetahuan khusus kepadamu, karena mereka tak tahu apapun mengenai topik-topik ataupun teknik-teknik tertentu juga.

Lihatlah pernyataan tersebut dengan obyektif, Guru ingin mengatakan supaya kita jangan melekat dengan berpikir bahwa kualitas pasti menyertai Bentuk (Rupa) tertentu, dan menjadi Terpaku dengan Rupa-rupa yang menurutmu atau menurut orang lain mereka punya kualitas.


Percaya atau tidak, Guru benar-benar mengajar siapapun yang cara pikirnya tulus mau belajar dan berbagi dengan semua insan.

Kira-kira hampir 2 tahun lalu, saat bermeditasi, Guru berkata kepadaku: Tinggalkan Aliran Satya Buddha.

Aku berkata: Kenapa? Aku masih belajar dan kamu juga tahu kalau aku masih sangat baru di dalam Satya Buddha ini.

Guru hanya tersenyum.

Namun dengan kesabaran dan kebijaksanaannya yang tiada batas, Ia menuntunku menjauhi Tradisi, Gosip, Pakem-pakem yang boleh/tak boleh dilakukan, acharya ini dan acharya itu berkata begini begitu...
Oleh karenanya kukatakan kalau aku hanya mendengarkan Guru dan bukan yang lainnya! :)

Bila aku mengikuti secara membabi-buta dan melatih diri sama seperti para umat pada umumnya, tak bisa dibayangkan apa jadinya aku hari ini!


Seperti ST, ia berkata kalau satu-satunya jalan untuk melihat Buddha yang Sejati adalah dengan meninggalkan Aliran Satya Buddha. Ia masih tetap bersadhana tiap hari dengan Guru berada di atas ubun-ubunnya!

Ia sedang mencari Buddha yang Sebenarnya, yang berarti Sifat Sejati Buddha-nya sendiri!

Makanya ia berkata kalau baginya inilah satu-satunya cara!

Dalam kasusku, aku melihat Guru, yang adalah seorang Buddha yang Sejati, yang memberitahuku untuk meninggalkan Aliran Satya Budha!

Hahaha! Teman-teman menikmatinya?

Selamat melatih diri!


Wednesday, September 5, 2012

Lotuschef Bermain-main – Yoga & Samaya



Ditulis oleh Lotuschef - 4 September 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play - Yoga & Samaya

Yoga

[Diambil dari Wikipedia]

Yoga (Bhs. Sansekerta, Pali: योग, /ˈjəʊɡə/, yoga) adalah istilah umum untuk disiplin fisik, mental (pikiran) dan spiritual yang berasal dari India kuno. Lebih spesifik lagi, yoga adalah satu dari enam aliran ortodoks filosofi Hindu yang berbasiskan Sutra-sutra Yoga dari Patanjali. Berbagai tradisi yoga bisa ditemukan dalam agama Hindu, Buddha, Jainadharma, dan Sikhisme.

Saat pergantian millenium pertama, Hatha yoga muncul sebagai tradisi yoga yang terkemuka dan berbeda dari Yoga Sutra Patanjali. Di mana Yoga Sutra Patanjali berfokus pada disiplin pikiran, Hatha Yoga berkonsentrasi pada kesehatan dan kesucian tubuh.

Samaya

[Diambil dari Wikipedia]

Samaya (Bhs. Tibet: དམ་ཚིག, transliterasi Wylie: dam tshig, Bhs. Jepang dan Mandarin: 三摩耶戒, sanmaya-kai, Sānmóyéjiè), merupakan sekumpulan sumpah atau sila yang diberikan kepada para praktisi pemula dalam agama buddha aliran Vajrayana esoterik sebagai bagian dari upacara abhiseka (pemberkatan atau inisiasi) yang menciptakan ikatan antara sang guru dengan murid.

Menurut Keown, dkk., Samaya dapat didefinisikan sebagai:

  • Sebuah sistem khusus dari ajaran atau doktrin;
  • Syarat perilaku yang harus dimiliki oleh seorang praktisi tantra, yang seringkali dalam bentuk kumpulan sumpah atau komitmen;
  • Realisasi (abhisamaya) Kebuddhaan;
  • Di dalam agama Buddha aliran Tantra, penyatuan dengan Tiga Vajra: tubuh – ucapan – pikiran Buddha.

---

Jadi Guru berkata bahwa Yoga adalah kondisi penyatuan yang terjadi antara si praktisi dengan Yidam yang dipilihnya.

Guru sungguh eksplisit saat Ia berkata masih banyak yang belum ber-Yoga dengan-Nya.
Ia juga bilang kalau hampir semua acharya tidak melatih puja api homa seperti yang diajarkan oleh Guru.

Coba kini duduklah dengan tenang dan renungi pengalaman-pengalamanmu selama bertahun-tahun kamu melatih diri dengan acharya-acharya tertentu di aliran tempat kamu berlindung (bersarana).

Kamu harus ingat kalau kamu mulai dengan bersarana kepada Tri Ratna, dan di dalam Tantrayana di tambah dengan seorang Guru Akar (menjadi Empat Sarana). Namun pada akhirnya kamu akan melatih dan merealisasikan bahwa sebenarnya kamu bersarana pada Sifat Sejati Kebuddhaan dirimu sendiri – yang berarti 3 kaya (tubuh)-mu sendiri.

Aku membaca sebuah artikel yang diunggah oleh seseorang wanita yang memfitnah Guru Akarnya sendiri.
Ia menyatakan bahwa ia dan murid-murid lainnya menyaksikan secara langsung tindakan-tindakan Guru Akarnya yang kurang pantas terhadap murid yang berlainan jenis kelaminnya.
Ditulisnya bahwa ia sungguh kecewa dengan insiden ini.

Ini adalah pola pikir umum banyak orang yang bersarana beserta dengan berbagai macam harapan besar akan gurunya supaya bertindak menurut apa yang mereka pikirkan.
Inilah Keterpakuan dan Kemelekatan pada pola pikir duniawi, dan memaksa orang lain untuk mengikuti pandangan dirinya sendiri.

Aku pernah melihat mural di istana peninggalan Belanda di Kochi – India.
Para Buddha/Bodhisattva di sana digambarkan mengenakan pakaian yang longgar dan tembus pandang; dan ada salah satu yang menggambarkan acara perjamuan dan seorang pria sedang membelai puting susu seorang wanita.
Kami banyak melihat berbagai macam gambar dan patung yang telanjang juga.

Di dalam Anu Yoga, kenikmatan tertinggi dihasilkan dari penyatuan antara praktisi pria dan wanita dengan teknik-teknik khusus dan rahasia yang hanya bisa diajarkan oleh Guru Akar mereka. Kedua praktisi ini bisa mencapai Yoga dan Kebuddhaan.
Ini bisa dilatih dengan penyatuan antara pria & wanita, atau secara tunggal oleh seorang praktisi saja.
Jadi ada lebih dari satu cara untuk mencapai Kebuddhaan, lalu kenapa harus berpikiran sempit?

Suci dan Cabul (mesum) hanya masalah Pikiran saja!

Matamu membohongimu saat kamu melihat adegan cabul itu karena hatimu yang penuh rasa iri membuatmu merasa tertipu.

Si penulis artikel fitnah itu adalah orang yang telah menikah dan menganggap proses bersetubuh sebagai hal yang mesum/kotor, jadi artinya ia menipu pasangan mereka. Hubungan seksual dalam Pernikahan adalah hal yang legal dan darinya harus menghasilkan kenikmatan dan merasakan cinta dan kedekatan satu sama lain.

Bila hubungan seksual dianggap sebagai hal yang kotor/mesum, berarti salah satu pihak sedang meniadakan sumpah untuk mencintai pasangannya selamanya.

Lalu bila Anu Yoga adalah hal yang mesum dan kotor, maka pastilah kamu tidak paham dan belum berhasil mencapai yoga dalam Prayoga dan Guru Yoga.

Aku mau mengingatkan sekali lagi, kita ini semua adalah sinar, dan saat kamu menyadari hal tersebut maka sudah tidak ada lagi pembedaan jenis kelamin juga.

Hahaha! Sadarlah dan bukalah pikiranmu.

Matamu, telingamu, hidungmu, indera-inderamu.... semua dapat membohongimu!!!

Yoga berarti kamu dan yidam yang kamu pilih Melebur menjadi Satu.
Melanggar Samaya memfitnah guru akarmu sendiri akan membuatmu terjatuh di Neraka Vajra/Abadi.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom.
Lama Lotuschef

Related Posts:

Wednesday, July 11, 2012

Lotuschef Bermain-main – Perbaikan Nasib dengan Rompi Naga

Ditulis oleh Lotuschef – 2 Juli 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – 龙袍生基Long Pao Sheng Ji

 

Teman-teman ada yang punya ini?



Di atas adalah tanda terima milik seorang murid yang telah membayar untuk Sadhana Perbaikan Nasib dengan Rompi Naga (Long Pao Sheng-ji Fa). Berikut adalah surat yang ia tulis untuk rumah ibadah yang bersangkutan:

{Ceramah dharma Guru pada tanggal 23 Juni di Vajragarbha Seattle – di sana disebutkan bahwa Beliau tidak pernah mentransmisikan sadhana Sheng-ji fa kepada murid MANAPUN.

Sheng-ji fa dengan Rompi Naga yang kita ikuti di Vajragarbha CC – Acharya dan Dharmaduta memberitahu kita bahwa sadhana tersebut ditransmisikan oleh Guru dan juga diberkati oleh Guru. Berdasarkan pernyataan tersebut, kami dengan kesungguhan hati membayar $600 per nama.

Namun kini setelah mendengar ceramah Guru, kami tahu kalau telah dibohongi. Oleh karenanya kami meminta Vajragarbha CC untuk menyingkirkan nama kami dari Sheng-ji fa Rompi Naga dan melakukan pengembalian dana. Seluruh prosedurnya harus disaksikan dengan adanya kehadiran kami. Mohon membalas surat ini dan mengatur waktunya. Kami harap bisa menyelesaikan masalah ini dalam jangka waktu satu bulan.

Bila tidak ada balasan, maka kami terpaksa akan menyelesaikannya lewat jalur hukum.

Terima kasih atas kerjasama Anda!}

 

Berikut ini juga email dari seorang murid.

[--- Hai, Lian Chu Fashi,

Aku telah membaca blogmu di facebook, kamu baru-baru membahas ‘Long Pao Sheng-ji Fa’.

Apakah itu semua berhubungan dengan Vajragarbha CC?

Terima kasih. Salam, ---]

 

Balasan email:

[--- Ya.

Memang menyedihkan, di ceramah dharma-Nya yang terakhir, Guru bilang Ia tidak pernah mengajarkan fengshui dan Sheng-ji fa sebelumnya.

Sheng-ji fa butuh “nadi naga yang hidup”. Energi atau sinar harus selalu mengalir di titik nadi itu.

Kalau jubah rompi itu hanyalah POTONGAN kain yang dijahit saja.

Para murid yang mendaftar itu memberikan bagian dari roh atau intisari diri mereka di dalamnya.

Metode ini, kalau dilakukan dengan benar, seharusnya akan merubah nasib orang yang bersangkutan. Dan Guru berkata, jika salah melakukannya, maka nasib orang-orang malah akan menjadi lebih buruk! Ini hanya opiniku saja.

 

Tapi kamu semua beruntung, aku tidak merasakan ada energi yang mengalir dari bingkai kaca tempat rompi naga itu disimpan!

Kamupun bisa melihatnya, jadi coba saja kamu ke sana dan duduk, lalu coba rasakan ada apa di sana atau apakah kamu bisa melihat ada sinar atau tidak.

Paling baik adalah kalau kamu mengkonfirmasinya sendiri.

Ada beberapa murid yang punya masalah dan mencari bantuan dariku. Ada teman yang menghubungi saya terus, ia bilang saudaranya ingin bunuh diri. Mereka turut berpartisipasi dalam metode sheng-ji fa rompi naga ini. Mereka ini anak kembar, dan aku telah membersihkannya dan membantu saudaranya untuk melakukan pelimpahan jasa kepada para musuh karmanya.

 

Kamu juga bisa perhatikan baik-baik si XX – matanya memancarkan sinar hijau. Saudaranya, si YY berwarna abu-abu kehijauan, ini sinar hantu. Si ZZ juga memancarkan aura hantu, selain tanda-tanda buruk lainnya: mulai membotak dan raut wajah memburuk. Cobalah lihat dan lalu beritahu aku apa yang kamu lihat.

Jadi paling baik adalah bila kamu mencari tahu kebenaran itu sendiri. Sangat mudah, japalah mantra Guru dan mohonlah pada Guru untuk menunjukkannya kepadamu!

Kamu mungkin akan melihat lebih banyak atau melihat yang berbeda juga. Kita semua ada perbedaan sedikit.

Saudari TT bercerita kepadaku bahwa seorang saudara sedharma memberitahunya untuk tidak pergi ke rumah ibadah CC 2 tahun lebih awal daripada aku. Ia telah melihat sinar warna hijau di mata si XX dan masih banyak lainnya.

Tentu saja mereka yang melatih diri dengan baik akan mempunyai perlindungan.

 

Coba bayangkan semua intisari orang-orang yang mendaftar terperangkap dalam tempat yang sama yang tidak ada sirkulasinya! Mereka akan saling berinteraksi?

Paling baik dengarkan ceramah Guru dan cari-carilah informasi lebih lanjut di internet.

ZZ ini seorang agen penjual yang bagus, ia melakukan hal yang sama tahun lalu di rumah ibadah DD. Aku juga membahas dirinya dalam artikelku: “Dharma Speech or Sales Pitch?”

Aku harap tiap murid paham akan apa yang diajarkan oleh Guru, dan semoga mereka menjadi jelas akan apa yang benar-benar mereka butuhkan, bukannya melakukan sesuatu yang akan membawa penderitaan bagi diri mereka sendiri atau malah membuat nasibnya jadi semakin buruk.

Salam, sayangku ---]

 



Penipuan Berkedok Agama?

  1. Guru Akar, pada sesi ceramah dharma-Nya yang disiarkan di seluruh dunia lewat internet pada tanggal 23 Juni 2012, dengan jelas menyatakan bahwa BELIAU TIDAK PERNAH MENTRANSMISIKAN metode Sheng-ji fa ini kepada murid MANAPUN! Apalagi dengan menggunakan Rompi Naga?!

  2. “Acharya dan Dharmaduta memberitahu kita bahwa sadhana tersebut ditransmisikan oleh Guru dan juga diberkati oleh Guru. Berdasarkan pernyataan tersebut, kami dengan kesungguhan hati membayar $600 per nama.”


Saya harap permasalahan ini bisa diselesaikan secepatnya antara semua pihak dengan damai.

Saya juga berharap supaya semua yang berpartisipasi di dalamnya juga diberikan penyelesaian masalah dengan baik, dan jangan ditinggalkan karena ketidaktahuan mereka.

Kalau masalah ini sampai memasuki jalur hukum di bagian manapun di dunia ini, maka orang-orang dan rumah ibadah yang terlibat tidak hanya akan menghadapi hukuman karmanya saja, tapi masih ditambah dengan hukuman di alam manusia juga!

Sungguh masalah yang tidak enak.

Jadi sering-seringlah duduk dan merenung apa saja yang kalian benar-benar butuhkan dan jangan sampai termakan umpan penipuan “bisa kaya dengan cepat”, “bisa sakti dengan cepat”, ....

 

Amituofo
Pure Karma
Lama Lotuschef
True Buddha School

Sunday, July 8, 2012

Lotuschef Bermain-main – Bodhicitta? Bukan!

Ditulis oleh Lotuschef – 2 Juli 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Bodhicitta? No!





Warna merah yang menandakan Sinar Afinitas (Jodoh Baik) dalam Sutra Satya Buddha.

Yang berarti Penuh Keberuntungan (Kemanggalaan) dalam tradisi China!

Namun dalam konsep warga Barat, saat mereka melihat warna merah – artinya adalah kemarahan dan kebencian!

Lautan Warna Merah – menggambarkan konsekuensi dari peperangan: hilangnya kehidupan secara besar-besaran!

 

Mari kita mulai perjalanan kita lagi, selangkah demi selangkah bersama Guru.

Kenapa saya membawakan konsep warna MERAH yang bertolak belakang?

Dan kenapa saya memilih judul: Bodhicitta? Bukan!

 

Saatnya bercerita:

 

LX, seorang administrator sebuah rumah ibadah, mendekati saya dan bertanya: Shijie, kita sedang berencana untuk mengunjungi panti jompo, apakah Anda bisa turut mendukung aktivitas ini?

Saya: Kenapa Anda tidak bekerjasama dengan Lotus Light Charity saja? Saya tahu mereka juga punya aktivitas-aktivitas semacam ini.

LX: Tidak! Saya ingin hasil kinerja (业绩) ini terlihat! Kita butuh ini karena sedang membangun sebuah rumah ibadah baru.

 

Saya kaget sejenak , lalu ada suara yang memberitahu saya, pikirkan siapa saja yang akan mendapatkan manfaat nantinya! AH! Para orang jompo!!!

Jadi saya setuju dan mau membantunya.

Tapi setelah berbulan-bulan, aktivitas ini tidak mulai sama sekali! Selain saya, tidak ada seorang muridpun yang sering datang ke rumah ibadah ini mau menyisihkan beberapa jam dari waktu mereka untuk membahagiakan para orang jompo! Menyedihkan tapi Sungguh Terjadi!

Saat saya kembali dari Vajragarbha Seattle setelah menyelesaikan pelatihan, saya juga memohon teman-teman murid untuk melakukan kerja amal. Saya beritahu mereka kalau hal ini adalah salah satu bagian yang penting dalam pelatihan diri.

 

Saya berkata: Kamu mau menyelamatkan para insan? Insan seperti apa yang butuh bantuan atau penyelamatanmu? Kalau kamu tidak pernah mau datang untuk setidaknya melihat bagaimana mereka menjalani kehidupannya, bagaimana caranya mau menyelamatkan?

Tapi kata-kata saya rasanya masuk ke telinga kanan dan keluar lewat telinga kiri! Saya yang sungguh gila atau memang saya yang tidak tahu cara melatih diri seperti XX dan tim para pengikutnya! Mereka punya kekuatan yang besar karena telah melatih diri lebih dari 20 atau 30 tahun setelah berlindung (bersarana) dengan Satya Buddha.

Kebanyakan orang berpikir bahwa hanya perlu melatih diri hingga menjadi sangat kuat (sakti) dan itu menjadi tujuan akhirnya! Ya khan?

 

Namun coba pikirkan:

 

Apakah LX punya Bodhicitta? Meski saya bilang TIDAK PUNYA, tapi teman-teman boleh saja bilang Ya. Tak perlu selalu setuju dengan saya! :)

Apakah rumah ibadah tersebut akan dapat dibangun tanpa mengalami berbagai halangan? Atau malah sama sekali tanpa halangan?

 

LX adalah ketua dari rumah ibadah tersebut yang memberitahu para murid bahwa mereka pergi untuk memohon sebuah rompi naga dari Guru untuk melakukan Sheng-ji fa (生基法– Sadhana Perbaikan Nasib), dengan tujuan untuk membangun sebuah rumah ibadah baru. XX dan timnya mengaku bahwa Guru mendukung mereka untuk melakukan hal ini. Kita kini tahu bahwa hal tersebut juga tidak benar!

Saat mereka bilang bahwa ingin membangun rumah ibadah, saya mendapatkan sekilas penglihatan yang menggambarkan puing-puing berserakan di lokasi tersebut, kosong nan tandus.

Pengurus rumah ibadah itu berkata kalau Guru akan datang melakukan peresmian kira-kira tahun lalu yang ternyata tidak terjadi. Lalu ganti lagi berkata kalau Guru akan datang untuk melakukan inaugurasi saat rumah ibadah telah selesai dibangun.

 

Namun sementara itu, berdasarkan pernyataan yang mereka keluarkan, banyak umat yang telah mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk papan leluhur, patung, dan lain-lainnya.

Mari asumsikan kalau mereka sedang menjalankan sebuah bisnis. Yang mereka katakan kepada para klien akan menjadi kontrak yang sah. Saat bukti penerimaan dana telah dikeluarkan, maka kontrak tersebut akan mengikat!

Rumah ibadah ini tidak bisa didaftarkan sebagai rumah ibadah karena sistem zona atau klasifikasi sebidang tanah tersebut. Jadi akhirnya didaftarkan sebagai sebuah Asosiasi!

Baik sebagai rumah ibadah ataupun asosiasi, para pengurus punya tanggung jawab atas transaksi yang dilakukan dan pengiriman barang yang tertulis di dalamnya.

 

Teman-teman setujukah kalau rumah ibadah ini akan sangat sulit dibangun dan juga lanjut dijalankan berhubung sudah banyak orang yang sepertinya “ditipu” oleh mereka yang salah melakukan penafsiran?

Apakah penglihatan saya akan masa depan rumah ibadah ini benar? Apa saya punya kemampuan untuk melihat masa depan?

 

Dari ceramah-ceramah Guru akhir-akhir ini, kita tahu bahwa Bodhicitta adalah faktor terakhir yang dibutuhkan untuk akhirnya bisa mencapai Kebuddhaan!

Jadi tanpa Bodhicitta, apakah Guru atau para dewata akan mendukung pembangunan rumah ibadah baru ini? Atau untuk hal tersebut, melanjutkan keberadaannya sekarang ini?

 

Ah! Akhirnya kita sampai pada akhir perjalanan.

Salam semuanya. Sampai jumpa lagi!

 

Amituofo
Pure Karma
Lama Lotuschef
True Buddha School

 

Saturday, July 7, 2012

Lotuschef Bermain-main – Frekuensi keluhan yang sungguh tinggi!

Ditulis oleh Lotuschef – 29 Juni 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Grievance Frequency at New High!



Batu mani emas – teman baik saya, Ksitigarbha, punya batu ini. Matahari juga merupakan salah satu batu mani! Ia muncul dari Bunga Teratai Emas dengan cahayanya nan cemerlang, dan karma menjadi suci adanya!

 

Keluhan adalah sebuah kesalahan atau kesulitan yang diderita, dan merupakan basis dari sebuah pengaduan.

Fakta-fakta kebenaran akhirnya muncul setelah ceramah dharma Guru yang menyebutkan bahwa Beliau tidak pernah mentransmisikan Sadhana Perbaikan Nasib (Sheng-ji fa) dan juga Fengshui kepada siapapun di dalam Ordo Satya Buddha!

Banyak orang yang diberitahu kalau Guru mendukung sekelompok orang tertentu untuk melakukan Sheng-ji fa. Dan bahkan sebuah rumah ibadah melakukan sadhana ini dengan menggunakan Rompi Naga yang diberikan oleh Guru (rompi ini harusnya merupakan hadiah dari Guru)!

Kiranya sungguh banyak murid yang telah mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk sadhana perbaikan nasib diri mereka dan juga keluarganya, malah ternyata ditipu!

 

Lalu bagaimana cara mereka menuntut balik?

Dengan mengajukan aduan ke pihak berwajib setempat dan meminta pengembalian dana?

Atau bersama-sama mengajukan perkara perdata terhadap rumah ibadah tersebut?

 

Saya tahu beberapa orang yang sampai meminjam uang demi mendaftarkan diri dalam sadhana ini.

Pasti sangat berkeluh kesah dan Guru-pun juga telah mengetahuinya!

Kemudian bagaimana cara menyelesaikan masalah ini secara damai?

 

Semua ini muncul karena sifat Serakah dari semua pihak, namun tempat di mana Buddha Dharma seharusnya disebarkan tidak boleh berbohong demi mengumpulkan dana.

Mereka yang pergi ke rumah-rumah ibadah pasti berharap untuk diperlakukan dengan penuh kejujuran.

Pernahkah mempertimbangkan pembalasan Karma yang datang dari ketidakjujuran dan penipuan yang dilakukan dalam skala besar?

Dengan Menjual Buddha?

 

Saranku: Mintalah maaf kepada semua pihak yang terkait dan berusahalah untuk mengembalikan dana mereka juga.

Lalu bagaimana dengan masa depan rumah ibadah ini? Tanya saja ke Guru!

Tim acharya yang sering pergi berkeliling untuk memberi konsultasi pribadi maupun fengshui tiap kali mereka mengunjungi sebuah kota – mereka ini telah mengeruk terlalu banyak. Mereka yang telah meninggalkan keduniawian, atau memilih untuk menjalani hidup kerahiban, harus paham bahwa Sila Berbohong atau Menipu tidak bisa diabaikan. Jadi cepatlah berubah dan selamatkan diri kalian.

Dengan keluhan yang sebegitu tingginya terhadap kalian, sungguh tidak ada jalan keluar lagi!

 

[**NB: Bagi mereka yang diberikan informasi yang salah bahwa Guru Akar mendukung sadhana ini dan juga yang percaya bahwa para acharya dan personil rumah ibadah yang bersangkutan telah mendapatkan transmisi pemberkatan yang relevan dari Guru Akar, saya sarankan:

Pertama-tama tulislah surat kepada rumah ibadah yang tidak jujur dan salah menginterpretasikan “Long Pao Sheng-ji fa” (sadhana perbaikan nasib dengan menggunakan Rompi Naga) itu, lalu mintalah pengembalian dana dan selesaikanlah secara damai. Sebagai bagian dari keluarga besar, mari kita coba untuk tidak menyelesaikan masalah ini lewat jalur pengadilan.]

 

Amituofo
Pure Karma
Lama Lotuschef
True Buddha School

Thursday, July 5, 2012

Lotuschef Bercakap-cakap – Sheng-ji Fa (Sadhana Perbaikan Nasib)

Ditulis oleh Lotuschef – 26 Juni 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Conversation – 生基法 Chance of Better Life Method

 

24 Juni 2012 – Guru di Vajragarbha Pelangi, Seattle, menjelaskan cara melaksanakan sadhana Sheng-ji fa. Videonya dapat dilihat di sini.

Hahaha! Bagaimanapun klaim mereka, para murid dari tingkatan manapun yang melakukan sadhana di atas sebelum mendapatkan pemberkatan transmisi dari Guru, artinya mereka tidak pernah mendapatkan ajaran ini dari Guru ataupun didukung atau diberkati untuk melakukannya.

 

JH bertanya: Fashi, Long Pao Sheng Ji Fa ini sadhana apa? Vas Harta Raja Naga? Mereka tahu cara menarik orang-orang lewat faktor keserakahan mereka akan kekayaan. Sungguh fakta yang menyedihkan.

 

SURAT BALASAN:

[--- Long pao = rompi naga. Sheng-ji fa = sadhana perbaikan nasib.

Mereka mengklaim bahwa Guru menghadiahkan dan memberkati rompi naga untuk mereka supaya bisa mengumpulkan dana untuk membangun rumah ibadah.

Tapi di hari itu Guru bilang Beliau tidak pernah mengajarkan sadhana ini sebelumnya dan orang-orang malah melakukannya untuk mengumpulkan uang!

Sama halnya dengan fengshui, Tak ada satupun murid yang pernah memohon belajar ilmu ini dari Guru tapi semua mengaku kalau belajar dari Guru dan didukung oleh Guru!

Saat Guru bertanya kepada beberapa orang dari mereka, mereka berkata kalau belajar ilmu ini dari leluhur mereka!

Kalau melihat nada suara Guru waktu itu, kita pasti tahu Beliau tidak mempercayai mereka!

 

Wah sungguh inovatif, mereka menggunakan rompi naga untuk melakukan sadhana ini, padahal syaratnya harus butuh Qi (energi angin) dari Naga – harus dari nadi naga yang hidup dan Qi-nya berkumpul di suatu titik tertentu.

Menurut saya? Rompi naga hanyalah sebuah POTONGAN kain belaka.

Ini beda dengan nadi naga yang hidup, qi dalam potongan kain tidak bisa bergerak terus-menerus atau malah sama sekali tidak bergerak. Mana bisa menggunakan hiasan bordir naga! Sadhana ini tidak menggunakan seekor naga yang mati atau palsu!

 

Hahaha! Guru juga tidak mengajariku fengshui. Aku telah bilang berkali-kali di dalam blog.

Beliau juga tidak diam-diam mengajariku sheng-ji fa.

Jadi itu kira-kira hanya “perasaanku” saja saat mendengar ceramah dharma Guru di hari Minggu.

Aku juga telah membahas Roda Dharma, saat aku menjelaskan lebih detil mengenai hal tersebut di acara di Indonesia nanti, kamu semua akan paham apa itu Aliran Energi atau Aliran Qi. Aliran Qi itu terlihat hidup.

 

Jadi dari opiniku dan apa yang dikatakan oleh Guru, mereka sebenarnya sama sekali tidak paham fengshui!

Biaya yang harus dikeluarkan untuk sadhana ini adalah $600 per nama dan totalnya bisa meraup sekitar $400,000.

Wah mereka pikir Guru tidak tahu mengenai hal ini.

Tapi ada batas di mana Guru tidak akan menutup mata-Nya terus.

Salam, sayang. ---]

 

Teman-teman pembaca yang terkasih, persyaratan yang dibutuhkan untuk melakukan sadhana itu adalah biodata, potongan kuku jari tangan dan kaki, setetes darah kalian dan potongan kain dari baju yang telah kalian pakai dan belum dicuci.

Ingatkan kalian kalau saya pernah menyarankan supaya jangan memberikan biodata kalian kepada siapapun?

Sadhana di atas, bila tidak dilakukan dengan benar untuk kalian, maka seperti kata Guru, malahan kondisi kalian yang akan memburuk.

Jadi memang sebenarnya tak perlu melakukan ini kalau kalian melatih diri dengan tekun sesuai arahan Guru.

Kalian bisa mengendalikan nasib kalian sendiri!

Bila demikian, kenapa mencari hal-hal eksternal? :)

 

Amituofo
Pure Karma
Lama Lotuschef
True Buddha School

Wednesday, July 4, 2012

Lotuschef Bercakap-cakap – Kebenaran akan terungkap

Ditulis oleh Lotuschef – 26 Juni 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Conversation – Truth will Out



Ini tanggapan untuk surat seorang murid.

Banyak yang bilang kalau saya selalu membicarakan kejelekan orang lain.

Tapi terima kasih kepada Guru bahwa yang saya katakan sampai saat ini adalah Kebenaran. Tidak ada satu muridpun mulai dari Vajra Acharya hingga para murid yang pernah memohon belajar Fengshui dari Guru! Begitu juga dengan sadhana “sheng-ji fa” (perbaikan nasib) juga Belum Pernah ditransmisikan sebelumnya!

Di dalam Tantrayana, tanpa transmisi dari Guru Akar, murid akan dianggap mencuri dharma; dan tanpa dukungan dari Guru, maka semua sadhana tidak akan efektif!

Banyak yang hanya meniru apa yang dilakukan Guru dan semua itu hanya untuk sandiwara!

Mampu beryoga ataupun tidak, semuanya bergantung pada pelatihan diri yang tekun, bukannya karena dia dan timnya mempromosikan diri kalau mereka punya kekuatan supranatural dan murid senior di Ordo Satya Buddha, tahu banyak hal dan sangat berkemampuan.

Mampu? Ya! Maksudnya mampu meniru gerakan Guru!

 

Tanyakan kepada mereka yang benar-benar dapat ‘melihat’, bukannya mereka yang hanya dapat ‘melihat’ alam rendah saja atau mereka yang mengaku mampu ‘melihat’. Mereka yang benar-benar bisa demikian pasti tidak akan menghadiri acara yang diadakan oleh XX di manapun di dunia ini!

Saya bertemu dengan seseorang di Seattle yang mengaku bisa menolong ‘membersihkan’ rumah (dari hawa kotor) dan sebagainya. Ia suka mengundang XX dan timnya ke rumah ibadahnya untuk mengadakan berbagai macam acara.

Ternyata orang dengan sifat yang sejenis akan menarik mereka yang sejenis pula!

 

Lalu ada lain lagi yang sering berkunjung ke sini juga. Ia akan mulai acara konsultasi (wenshi) sekitar jam 12 tengah malam. Dia akan mengundang para roh, dan seperti yang dikatakan oleh Guru – tingkat akurasi dari konsultasi semacam ini sangat bergantung pada tingkat roh yang diajak berkomunikasi!

Saya lihat dia sering menarik-narik telinganya. Hahaha! Pernah suatu saat saya tanya ke Guru apa saya boleh menghalangi para roh supaya tidak mendekati dia. Guru bilang Jangan, karena orang ini masih punya hubungan dengan Bunda Emas (Yaochijingmu) dan terserah Bunda Emas lah untuk berurusan dengannya. Orang ini juga pergi melihat-lihat fengshui rumah dan lokasi bisnis. Guru tidak pernah mengajarkan Fengshui kepada siapapun, tapi semua orang mengaku-ngaku diri mereka sangat ahli dalam pengetahuan dan praktek Fengshui yang diajarkan oleh Guru! :)

Jadi mohon segera sadarlah!

Ya teman-teman semua boleh membenci saya, tapi ya mohon sadarlah!

 



Ini balasan saya untuk surat dari murid:

[--- Ya, orang seperti SF suka berbangga diri dan omong kosong membohongi teman-teman sedharma bahwa dia orang yang punya kekuatan supranatural. Tapi semua ternyata hanya bicara untuk berjualan saja!

Kalau XX adalah bagian yang melakukan sandiwara. Seperti yang dikatakan oleh Guru: hanya meniru yang dilakukan oleh Guru.

Bahkan belum pernah ber-yoga dengan Guru.

Aku lihat matanya memancarkan sinar hijau yang menyeramkan sekitar 2 tahun lalu!

Lalu teman-teman sedharma di sini dan di tempat lain juga bilang kalau hasil konsultasinya juga tidak manjur!

TC bilang kepada saya bahwa ada saudara sedharma yang juga ‘melihat’ sama seperti yang aku lihat, lalu ia menganjurkan untuk tidak pergi ke rumah ibadah tersebut.

Orang-orang yang bisa ‘melihat’ pasti akan segera menjauhinya!

 

Kasus TS adalah sebuah contoh lagi!

Membayar $XXX per nama untuk sheng-ji fa. Mereka benar-benar mengumpulkan banyak uang, padahal Guru bilang tidak pernah mengajarkan sadhana ini sebelumnya!

Lalu juga mengenai fengshui, tidak ada orang yang meminta belajar dari Beliau juga sebelumnya!

Wah aku selalu mendeteksi orang-orang yang jahat, aku malah jadi kelihatan sungguh jahat. Hahaha! Tapi ini adalah hal yang Guru membuatku melihatnya dan aku juga berusaha sebaik mungkin untuk memberi petunjuk!

Sungguh beruntungnya aku, Guru akan selalu mendukungku dalam ceramah dharma-Nya di sesi selanjutnya.

Omong-omong, lebih baik suruh orang hati-hati lalu baru kita bantu ‘membersihkan’ mereka setelahnya.

Aku sendiri sungguh beruntung tidak terjatuh dalam kendalinya.

 

SY ini adalah teman yang saya bantu ‘bersihkan’ beberapa kali di kala mengobrol dengannya. Hahaha!

Aku mengajarkan banyak murid untuk menjapa mantra 100-aksara untuk membersihkan diri.

Tapi beberapa sudah terlanjur jatuh ke dalam kendali mereka.

Orang-orang tidak percaya kalau aku bisa bercakap-cakap dengan Guru! Tapi kalian semua yang telah mencobanya tahu sendiri kalau hal yang aku ajarkan tersebut manjur.

Hehe. Jadi aku juga tidak terlalu gila lah!

 

Setelah Guru mengumumkan bahwa akan muncul banyak Buddha Hidup dari Satya Buddha, Beliau benar-benar harus melakukan pembersihan besar-besaran (dari tangan-tangan kotor)!

Hahaha. Aku menikmati percakapanku dengan Guru, tentang berbagai hal yang aku lihat, dengar, maupun yang membuatku penasaran.

Kamu semua yang belajar dari cara-cara yang aku bagikan benar-benar masuk dalam jalur ekspres. Aku mengajari kalian semua yoga tantra tingkat lanjut!

Bagaimana bisa?

Karena aku telah menemukan kuncinya. Yaitu pola pikir yang tepat dalam melatih tiap tahap!

Selain itu, kuncinya adalah juga Bodhicitta. Mereka yang tidak dapat ‘melihat’ pasti akan kesusahan untuk mempercayaiku.

 

Mereka benar-benar tidak paham apa yang sedang diajarkan oleh Guru. Jadi mereka lebih percaya orang-orang seperti SF dan XX.

Mereka ini sudah sangat senior dan tentu saja orang-orang akan lebih mempercayai mereka.

Aku sebenarnya tak peduli. Aku hanya lakukan apa yang Guru ajarkan kepadaku, dan aku bagikan cara yang benar untuk ber-sadhana.

Hahaha. Aku berusaha berbagi kebahagiaan!

Salam. ---]

 

Teman-teman pembaca yang terkasih, untuk orang yang tahu benar apa itu KARMA, kenapa kalian kira saya terus “membicarakan kejelekan” para murid lainnya?

Ini pastilah pelanggaran sila Berbohong dan Disiplin Ketidakharmonisan atau Melukai sesama saudara Vajra!

Meski saya tidak sebegitunya mengingat sila-sila disiplin, tapi saya tahu apa yang tidak boleh saya lakukan! :)

Poinnya adalah, apakah saya Berbohong untuk mencelakai para murid ini? Atau saya sedang berusaha menyelamatkan mayoritas murid lain dari sekolompok murid yang menggunakan cara-cara jahat ini?

Dalam ceramah dharma-Nya baru-baru ini, Guru berkata untuk tidak melindungi binatang-binatang yang ganas dan pemakan daging hingga membahayakan nyawa manusia sendiri!

Pada akhirnya kita harus mengorbankan minoritas untuk kebaikan mayoritas.

 

Oleh karenanya saya berkata:

Kekuatan yang Besar = Tanggung jawab yang Besar !!!

Jadi sungguh-sungguh susah untuk bertindak bagai Tuhan!!! Tapi masih lebih susah untuk menjadi Tuhan!!! :)

Teman-teman kini paham maksud saya?

 

Sadhana 4 Prayoga merupakan yang awal, namun juga yang terakhir (tertinggi) dalam Tantrayana. Kalau saja teman-teman tahu cara melakukannya, ini sama artinya dengan menggunakan Sadhana yang sama namun digunakan untuk melatih Mahamudra atau Tantra Tingkat Lanjut.

Guru telah berkali-kali mengatakan, tapi masih banyak orang yang mengejar para dewata “yang kuat” atau “yang kaya”! Benar-benar 3 racun yang sedang menyamar! :)

 

Salam semuanya.

Selamat melatih diri!

 

Amituofo
Pure Karma
Lama Lotuschef
True Buddha School

Monday, April 30, 2012

Mimpi – Berubah Menjadi Sinar



Ditulis oleh Lotuschef – 29 April 2012

Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Dream – Light Transformation


Di dalam mimpi ini...

Ada yang memegangku dari belakang. Ia mengunci kedua tanganku ke samping tubuhku dan menekan hingga rasanya sangat menyesakkan dan mencekik.

Untuk melawan rasa tak nyaman ini, aku bergerak maju keluar untuk melepaskan diri dari tekanan dan kuncian ini.

Rasanya malah jadi tambah tak nyaman.

Aku kemudian berubah menjadi sinar dan meluncur keluar dari kuncian yang menyesakkan itu.

~~~~~~~~~~~~

Hahaha!

Di sini aku belajar sesuatu!

Untuk tidak melakukan (serangan) balasan!!!

Hanya melebur atau berubah menjadi bentuk lain sehingga kuncian yang menekan berubah menjadi tak berguna lagi!!!

Inilah contoh Tindakan Responsif berdasarkan Situasi.

Kita gunakan apa yang telah kita pelajari dari Guru untuk menyelesaikan berbagai masalah sebaik mungkin, dan pada saat melakukannya kita tak melukai pihak lain maupun diri sendiri pula.

Sebenarnya ini merupakan solusi paling ideal.

Lari saja dan jangan berdiam di sana untuk bertengkar!

Tiadakan atau kosongkan semuanya menjadi Tiada Wujud.

Sungguh merupakan pengalaman menarik yang diajarkan kepadaku.

:)


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Restored on 3 July 2016


Thursday, April 26, 2012

Guru Akar – Kunci untuk Terhubung dengan Alam Semesta [2]



Ditulis oleh Lotuschef – 23 April 2012

Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Root Guru – Your Key to the Universe [2]


“Pengabdian dan kesetiaan adalah inti dari jalan yang kita latih, dan saat seluruh pikiran kita tertuju pada Guru dan sepenuhnya merasakan pengabdian yang kuat, maka apapun yang terjadi akan terlihat sebagai berkat-Nya.

Bila kita bersadhana tanpa pernah lupa menyertakan pengabdian dan kesetiaan seperti ini, maka ini sendiri merupakan doa.

Saat semua pikiran diliputi dengan pengabdian kepada Guru, maka akan muncul keyakinan yang alamiah di mana hal ini akan mengurus semua yang akan terjadi.

Semua bentuk adalah (manifestasi) Guru, semua suara adalah doa, dan semua pikiran yang kasar/kotor dan halus muncul sebagai bentuk pengabdian.

Semuanya terbebaskan secara alami dalam sifat sejati yang absolut, bagaikan simpul yang terleraikan di angkasa.”

– Kyabje Dilgo Khyentse Rinpoche



Foto di atas diambil pada bulan Febuari 2012 di Jakarta. Guru sangat gembira dan terlihat seperti Bocah Teratai pada sesi tersebut.

Dalam ceramah dharma Beliau baru-baru ini, Guru berkata bahwa saat Beliau berjalan sambil memberi pemberkatan dengan menyentuh kepala para murid, Beliau terus-menerus menjapa mantra untuk mempertahankan yoga dengan adinata dewata-Nya.

Hal tersebut mengaktifkan jembatan transmisi pemberkatan dari adinata kepada seluruh murid.

Ingatlah selalu yang Guru pernah katakan, hal-hal tersebut adalah harta pengetahuan berharga yang dibutuhkan untuk keberhasilan dalam melatih diri.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Restored on 6 July 2016

Wednesday, April 25, 2012

Apa Sih Yang Sedang Anda Akumulasikan / Timbun?



Artikel asli ditulis oleh Lama LotusChef pada tanggal 4 April 2012
Tautan ke artikel tersebut: What Are You Accumulating?
Diterjemahkan oleh Lotus Junhao


Artikel ini telah lama berada di dalam benak saya sejak upacara akbar Kalachakra diadakan di Indonesia pada tanggal 25 Maret 2012.

Banyak tempat duduk di dalam aula utama diblokir atau direservasi oleh para kelompok umat yang tak dikenal yang pada akhirnya tidak muncul.

Saat saya mendaftarkan tiket-tiket masuk, saya diberitahukan untuk menyampaikan nama-nama, usia-usia dan alamat-alamat dari rombongan kami. Rombongan saya diberikan tempat duduk di dalam tenda-tenda yang berada di luar gedung. Namun, akhirnya mereka kemudian dapat duduk di dalam gedung. Beberapa di antaranya duduk di dalam aula utama dan sebagian di luar aula utama.

Dari tempat dimana saya duduk, saya dapat melihat banyak kursi-kursi kosong di dalam aula utama.

Jumlah umat yang menghadiri upacara akbar ini di bawah dugaan!

Kapasitas gedung ini sekitar 12.000 ribu peserta dan Indonesia yang mana merupakan Negara dengan jumlah umat Ordo Satya Buddha paling banyak seharusnya kehadirannya lebih banyak lagi.

Mereka yang menghadiri kebanyakan dari negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Hongkong, Taiwan, ….

Seseorang menimbun dan menyimpan tiket-tiket masuk dan menciptakan sebuah kondisi permintaan palsu yang mana mengakibatkan suplai berlebih.

Saya dengan rendah hati mempercayai bahwa faktor penyebab dari rendahnya tingkat kehadiran adalah kondisi permintaan palsu tersebut.

Saya juga mengamati betapa teritorial para pembabar Dharma, memisahkan mereka yang berasal dari vihara lain.

Saya mengingat saat Mahaguru Lu mengunjungi Singapore, beberapa dari kita yang berasal dari vihara Yuan Xue mendirikan tim keamanan bersama dengan banyak murid yang berasal dari vihara Shicheng. Sisanya merasa bahwa mereka memiliki hak istimewa untuk diatur tempat duduknya agar sedekat mungkin dengan Mahaguru Lu.

Banyak murid-murid dari luar negeri yang mendorong personil keamanan dan beberapa Vajra Acharya keluar dan memerintahkan personil keamanan agar membiarkan sejumlah murid tertentu dari vihara-vihara mereka untuk memasuki vihara Yuan Xue.

Baiklah, saat Guru tiba, seseorang memberikan saya sebuah payung untuk memayungi Guru Dhara hingga ke dalam vihara. Mahaguru Lu melewati tim keamanan dan kami benar-benar sangat dekat dengan Mahaguru Lu baik saat Beliau tiba maupun pergi. Hanya sebagai catatan jika anda menganggap bahwa kedekatan tersebut sangat penting!

Bagi mereka yang dulunya mendorong-dorong personil keamanan dan mencoba memegang Mahaguru Lu maka saya setulus hati mengharapkan bahwa sekarang Anda menyadari bahwa apa yang Anda lakukan (mencoba menyentuh Mahaguru) merupakan suatu tindakan yang sangat tidak memiliki rasa hormat.

Tindakan egois yang mendahulukan diri sendiri di atas orang lain dengan memasuki vihara dengan cara apapun hanya untuk berada di dekat Mahaguru Lu.

Apa prioritas Anda di dalam berlindung kepada Ordo Satya Buddha dan melatih diri?

Apa yang Anda pikirkan mengenai yang seharusnya Anda kumpulkan saat melatih diri?

Apakah dengan mengumpulkan apa yang Anda kira itu penting membantu Anda untuk membuka Chakra Hati dan Chakra-Chakra Anda lainnya, yang dengan demikian membuka pikiran Anda kepada Kebijaksanaan Universal?

Bersambung . . .

Komentar dan umpan balik para pembaca dipersilahkan!



Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Restored on 6 July 2016

Jodoh

Ditulis oleh Lotuschef – 22 April 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Affinity

 



[Diambil dari facebook Aaron Fernandez]

Mahaguru Sheng-yen Lu

Dalam hidup saya,  saya belum pernah bertemu dengan seorang Guru yang tidak memanfaatkan khalayak.

Saya belum pernah bertemu dengan seorang Guru yang tidak membohongi khalayak.

Saya belum pernah bertemu dengan seorang Guru yang tidak sombong dan egois.

Saya belum pernah bertemu dengan seorang Guru yang punya pemahaman nan agung.

Saya belum pernah bertemu dengan seorang Guru yang baik hati dan berwelas asih.

Saya benar-benar belum pernah bertemu dengan seorang Guru hingga akhirnya saya bertemu dengan-Mu dan mulai memahami Buddha Dharma.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



Perasaan-perasaan kita berakar dari jodoh banyak kehidupan lampau dan kemelekatan pada kehidupan kali ini. Oleh karenanya kita tidak perlu melakukan perhitungan akan jodoh baik ataupun yang buruk.

Selama kita memperlakukan semua orang dengan ketulusan, kita akan tetap suci bagaikan bunga-bunga teratai yang tak terkotori oleh lumpur.

(Kutipan dari Buku Guru Lu: Bepergian Dengan Hatimu)
[Diterjermahkan ke Bahasa Inggris oleh tim Padmakumara, didesain oleh yamantaka999]

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Sore tadi saya mengobrol dengan Guru tentang Jodoh.

Saya menerima sebuah email di jam 16:04 dari seorang murid, si R, yang memberitahu saya mengenai anak laki-lakinya, Duncan, yang melihat Kalachakra. Oh ya, Duncan memang kelihatan seperti seorang Buddha kecil, jadi tidak heran juga kalau dia bisa melihat Kalachakra.

Hahaha!

 

Kemudian saya menunjukkan kepada Guru beberapa murid yang merupakan murid saya pada kehidupan lampau. Beliau menunjukkan beberapa lainnya lagi kepada saya.

Saya lalu membuat sumpah untuk tidak mengangkat murid dalam kunjungan saya kali ini ke alam samsara. Biarlah mereka semua berlindung (bersarana) kepada Guru saja.

Guru sebelumnya pernah bilang kalau mereka yang telah ditahbiskan lebih dari sepuluh tahun boleh menerima (mengangkat) murid.

Tapi saya hanya berharap untuk hidup di sisi Guru, selama Guru hidup.

 

Petikan bait dari Aaron Fernandez semuanya telah dijelaskan dalam kutipan artikel Guru di atas.

Adalah Jodoh yang membawa kita semua bersarana kepada Guru. Percayalah bahwa kebanyakan dari kita memang punya jodoh yang panjang dan mendalam lebih dari satu kehidupan lampau.

Bagi banyak orang, mungkin terlihat tidak adil kalau para Buddha saat mereka mengunjungi alam samsara muncul sebagai para guru besar ataupun kaisar.

Seperti yang Buddha sendiri katakan: Semua alam semesta ini adalah milikku!

 

Ada fakta yang paling penting: bahwa setiap individu bisa menjadi seorang Buddha bila mereka punya Jodoh dan melatih diri dengan benar.

Pertama-tama, selesaikan dulu semua pengaruh Karma dan selamat melatih diri dengan bimbingan Guru!

:)

 

[Saya bagikan sudut pandang baru mengenai Retret kepada teman-teman sekalian.

Tidaklah perlu bersembunyi di gua-gua yang jauh dari peradaban atau mengunci diri di dalam ruangan dan menjauhkan diri dari banyak orang.

Selama orang bisa tinggal dalam kondisi Samadhi yang abadi (terus-menerus), maka Retret ya kira-kira sama artinya dengan hal di atas dan semuanya benar-benar bergantung pada pola pikir praktisi yang bersangkutan.

Saya harap tulisan-tulisan saya ini tidak membuat pusat-pusat Retret tutup karena bisnisnya menurun! Hehe!]

 

Amituofo
Pure Karma
Lama Lotuschef
True Buddha School