Showing posts with label Lotus Chef. Show all posts
Showing posts with label Lotus Chef. Show all posts

Friday, May 24, 2013

Lotuschef at Play – 我是谁? [6]


Read in English : Lotuschef at Play – Who Am I ? 我是谁? [6]
原文[英文版]:莲厨喇嘛

华文翻译:莲花明祥
修改:莲厨喇嘛




这是不动明王,是我皈依了师尊几天后开始看到他。

他总是站在我右手边面对着我,距离在1.5到2米和45度的角度。

令人惊讶的是,在我第一次看见他时,我并没有被他吓到。之后也不会。 :)



有一次在参加同修时,有位师兄吿诉我说,不动明王在您的前面的左手边,坛城的旁边。。。


同修后我告诉他,那不动明王是站在我们的右手前方,而不是左手边。



嘿嘿!他说:“哦!”

[呆呆的看着我,没话说!]



又有一次,一个同门坐在我车后座。她惊抖地问:“一只 。。牙向上。。和一只。。。牙向下。。。是不是。。不动明王?”

我说:“是的!”

她说:“二二二。。他他他。。在在在。。我我我。。头头。顶顶顶。。上。。。我我我。。感感。。觉觉。。。头头。。很很。。紧紧。。”


我说:“哈哈哈!不要担心。不动明王是我的朋友,不会伤害你啦!”



没错!不动明王是一个真正的好伙伴(护法),他时常出末,让我知道他总是在我身边。

哈哈哈!事实上我非常的幸运和有福气,能有这样的好伙伴照顾我,同意吗?



佛安!



嗡。古魯。蓮生。悉地。吽。
莲厨喇嘛

Thursday, October 18, 2012

Lotuschef Bermain-main – Hak Milik Dharma?





Ditulis oleh Lotuschef – 24 September 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber:
Lotuschef at Play – Dharma’s Proprietary Rights?


[ Hi Fashi dan AA,
Sekarang TBS membatasi kita supaya tidak menduplikasi artikel Guru secara lengkap.
Sigh, di satu sisi membabarkan Dharma, tapi di sisi lain malah membatasinya. TBF oh TBF... ]

{ LC: Ya, hanya dibatasi hingga sekitar 30% dari tiap buku. Aku sudah membaca pemberitahuan itu.
Tapi kita bisa memberikan ringkasan setelah membacanya. Hahaha.
Itu akan menjadi sudut pandang kita setelah membacanya. Malah lebih bagus!
Bisa melihat seberapa dalam pemahaman kita.
Santai saja. Aku tahu apa yang harus dilakukan.

Minggu lalu Guru memberiku 4 kata: 按步就班
Yang artinya: Ikuti setiap langkah dan mengambil posisi atau prioritas.

Dan baru saja Guru memberiku: 量力以
Yang berarti: Lakukan sesuai dengan kemampuan atau kekuatanmu.

Kita perlu menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan berbagai perubahan karena tak ada satupun yang yang konstan atau kekal. Ini adalah salah salah satu poin yang perlu dipahami, diatasi atau diterima apa adanya dengan senang hati.

Hahaha! Apa mungkin mereka akan mengambil langkah hukum untuk menuntut seorang fashi (lama) yang membabarkan dharma secara online, yang bukan demi uang?

Komite pusat lupa bahwa ajaran-ajaran dharma dari Guru tidak diatur oleh hak milik apapun, dan Guru kembali mengulanginya kemarin dengan mengatakan bahwa ia tak akan menuntut siapapun!
Lihatlah bagaimana komite pusat melenceng dari ajaran Guru Akar?

Hahaha!

Salam semuanya :)
Lotuschef }

---

Aku ingat Guru baru-baru ini berkata kalau beliau tak bisa menulis beberapa topik tertentu karena topik-topik itu TIDAK MENJUAL!

Pernyataan atau ajaran-ajaran dari seorang Buddha Hidup harusnya dianggap sebagai bagian sutra dari sebuah Dharani, bukannya begitu?

Apapun yang dibagikan oleh Guru adalah Dharani seperti halnya dengan Buddha Shakyamuni! Jadi kenapa menghalangi guru berbagi ajaran seperti ini padahal demi memberi manfaat pada semua insan?

Apa teman-teman ada yang memperhatikan kalau semua buku Guru akhir-akhir ini selalu dibundel dengan DVD yang meningkatkan harga jualnya sebesar SGD 10? Harga sebuah buku biasanya SGD 12. Saat kamu membeli buku yang sama di Taiwan, ia tidak dibundel dengan DVD. Apa para pembaca dari luar negri lebih kaya?

Apa bagian publikasi sedang ada masalah besar? :)

Apa semua orang sudah lupa kalau yang dibagikan oleh Guru adalah materi-materi Dharma?

Orang tak akan mengeruk keuntungan massa dari hasil berbagi dharma khan?

Aku selalu berkata kalau ada yang bertanya mengenai pelatihan diri, maka tak akan dikenakan biaya. Tapi kalau konsultasi pribadi akan dikenakan biaya.

Guru juga berkata hal yang sama saat beliau memulai sesi konsultasi lagi kali ini – beliau katakan: hanya boleh bertanya mengenai pelatihan diri atau meminta transmisi abhiseka.


Kini coba berpikir layaknya orang biasa dengan pola pikir duniawi. Mari kita menganalisa bagian publikasi.
Ada berapa banyak staf yang perlu digaji per bulan?
Ada berapa banyak dari mereka yang benar-benar dibutuhkan?

Laba dari penjualan digunakan untuk mendukung Outlet Sastra di Wufeng yang baru dan mewah? Apakah terpikir mengenai biaya overhead seperti sewa, listrik, dan depresiasi, serta masih ada banyak lainnya?

Mohon maafkan cara pandangku yang bodoh, tapi kukira hal ini menjadi Gajah Putih Besar (kepemilikan yang butuh banyak biaya dan melebihi proporsi, daripada fungsi yang bisa disumbangkannya), berhubung lokasinya kurang nyaman untuk dijangkau banyak pengunjung.

Mengkomersialkan ajaran Buddha bukanlah disiplin ajaran buddhis.


Seorang nona dari Australia yang berlindung (bersarana) dengan aliran tantra lain sempat mengantar kita untuk menghadiri acara Guru di Melbourne. Ia juga mengunjungi rumah ibadah Satya Buddha dan menawarkan diri untuk menunjukkan jalan.

Ia bertanya: Kenapa tiap kali gurumu mengadakan acara, di sana selalu diadakan lelang? Kenapa kita dipaksa membeli 10 buku, padahal kita hanya butuh SATU SAJA?

Aku rasa seperti halnya membangun rumah ibadah, saat Alam Semesta mendukung kerja kerasmu, maka kamu akan mendapatkan semua dukungan yang kamu perlukan!

Marilah kita duduk tenang dan renungkan, apakah kita sedang atau telah dengan cara apapun “Melawan Hukum Alam”?

Bukannya ajaran Guru yang tidak diterima oleh para insan, tapi cara berpikir dan penghargaan/hasil akhir yang diharapkan tim yang berpikir dengan cara duniawi inilah yang bermaksud “mengendalikan” “hak milik” Guru!


Teman-teman yang mampu membeli buku, kita bisa baca dan berbagi sudut pandang kita dengan mereka yang tak mampu atau tak bisa membaca aksara mandarin, setuju?

Dharma adalah untuk dibagikan, bila tidak maka ia akan kehilangan arti. Seperti contoh yang Guru selalu angkat mengenai SENDIRIAN DI BULAN! Dharma tidak dibutuhkan saat kamu sendirian dan tak ada insan yang kamu ajak berinteraksi.

Kenyataan yang terpenting adalah, APA GURU BUTUH DANA DALAM JUMLAH BESAR untuk kehidupan sehari-harinya?
Kalau iya, maka beliau tak akan menyalurkan semua persembahan dari para murid untuk amal, khan?


Berhati-hatilah akan Metode-metode Kemudahan, mereka akan menjadi basi karena terpengaruh Keserakahan, Kebodohan, Kebencian, Kesombongan, Nafsu dan lainnya.

Ingatlah selalu kalau kita ini orang beragama Buddha dan seperti yang Guru sering katakan: KETAHUILAH APA YANG KAMU BISA LAKUKAN DAN APA YANG TAK BISA KAMU LAKUKAN!


Oh ya! Coba pikirkan: Saat kamu tak punya Jodoh (hubungan/kesempatan) atau Kebutuhan akan suatu Pengetahuan, janganlah bersedih karena sesungguhnya tak ada masalah! Masalah harga buku dan beberapa materi yang menjadi tak tersedia bagi khalayak ramai bisa saja merupakan berkah yang terselubung!

Aku sendiri tak bisa mengatur buku-buku dan materi lama yang telah Guru bagikan di tahun-tahun awal! Apalagi harus menyerap dan BENAR-BENAR memahaminya serta menggunakannya semua untuk memberi manfaat semua insan!

Hahaha! Selalu ada Guru kita tersayang yang bijaksana dan berwelas asih yang akan memastikan kita belajar dalam kecepatan kita tanpa mengalami kesusahan ataupun ketidakbahagiaan, ya?

Beliau berkata, bila kamu bisa menjapa nama Buddha Amitabha, sebelum kamu meninggal dunia, japalah dan bawalah Buddha Amitabha ke dalam fokusmu; maka kamu akan dibimbing dan diantar ke Tanah Suci. 
Ini adalah opsi yang lebih mudah bagi mereka yang benar-benar tak bisa melatih diri.

Beliau juga berkata bahwa kamu hanya perlu berkonsentrasi pada SATU! Berbagai macam hal yang Guru ajarkan/bagikan hanyalah sebagai tambahan pengetahuan, dan bila mereka tak sanggup kau jangkau, tak perlu bersedih. :)


Monday, October 15, 2012

Lotuschef Bercakap-cakap – Mohon Saran dari Lama





Dibagikan oleh Lotuschef – 9 Oktober 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Chat – Asking Lama Advice

{ Pagi ini aku mengobrol dengan temanku, seorang pribumi Indonesia, teman sekolah kedokteran dulu, mengenai pekerjaannya. Ternyata dia bekerja di rumah penjagalan.

Aku sempat terpikir dan memberitahunya mungkin suatu saat aku akan mengunjungi tempat kerjanya dan melakukan penyeberangan bardo beserta pembacaan mantra dan dharani. Ia menyetujuinya.

Ia juga memintaku untuk mengajarinya.

Saat itu aku merasakan energi yang mengalir terus-menerus di kepalaku dan aku mengajarkannya cara menjapa mantra guru – Om Guru Lian Shen Siddhi Hum.
Sempat memberitahu artinya juga (meski tidak lengkap sempurna).

Dan kini, 6 jam telah berlalu, ia telah membaca lebih dari 500x dan merasakan hal yang sama, ada aliran energi di syaraf-syarafnya. Aku memintanya untuk membacanya hingga 300.000 kali.

Aku terpikir, Lama akan datang pada 1 Desember 2012 ini. Bila tak keberatan, apakah Lama bisa melakukan penyeberangan bardo di tempat kerjanya tanggal 2 Desember 2012, Minggu siang, pas di saat tak ada orang yang bekerja di hari itu?

Apakah ada biayanya?

Terima kasih.
Om mani pedme hum

Lotus H
Kota Medan }

---

[ H yang terkasih,

Aku perlu membahas hal tersebut dengan tim terlebih dahulu...

Ingatlah, bukanlah Amal yang Benar bila kita memberi ikan kepada seseorang, kita perlu mengajarkannya cara menangkap ikan sehingga ia bisa menyambung hidupnya setelah kita memberinya seekor ikan tadi.

Kita bisa pergi ke sana dan melakukan penyucian dan penyeberangan bardo, namun pelimpahan pahala secara teratur dari siapapun yang bekerja di sana, ataupun darimu, ataupun dari ia yang punya Bodhicitta sudahlah cukup.

Kitapun juga melakukan penyeberangan bardo tiap kali kita makan.

Jadi jangan sampai terpaku pada konsep bahwa Hanya Fashi (Lama) saja yang bisa melakukan hal yang berbeda! :)

Ternyata Ketulusan Hati yang Benar demi menolong insan lain adalah hal yang penting, bukannya siapa yang melakukan apa, atau siapa yang punya “kekuatan spiritual”!

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom ]

---

{ Ok, terima kasih Fashi atas tanggapannya.

Ada satu pertanyaan lagi,

Apakah kertas-kertas doa Satya Buddha seperti kertas mantra Usnisa Wijaya dengan aksara Kham dan Maha Pratisara bisa menolong para arwah bila aku membakarnya di sana? }

---

[ Sayangku,

Ketulusan dan belas kasihmu lah yang akan benar-benar menolong mereka. Kamu bisa menjapa dharani Usnisa Wijaya dan membayangkan sinar dari alam semesta raya memasuki makanan yang akan diberikan kepada para hewan di sana.

Dengan cara ini, mereka tak hanya tersucikan, tapi Bija Aksara-nya juga akan tertanamkan di dalam Chakra Hati mereka.

Saat menjapa mantra Guru, kamu juga bisa menuliskan sebuah aksara Hom di kantong makanan tersebut; atau bayangkan kamu menuliskannya di angkasa, saat ia menyinari semua insan dan semuanya di sekitarnya, ini artinya kamu membagikan bija aksara Guru dengan mereka semua. Inilah yang aku bagikan kepada seorang acharya dan akhirnya malah dia yang mengklaim ini adalah ajarannya! :)

AA mahir dalam menuliskan aksara Hom. Mintalah bantuan darinya.

Selama kamu memang ingin membantu, Guru dan semua Buddha-Bodhisattva akan memberimu kekuatan untuk melakukan semuanya itu dengan sempurna.

Salam.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef ]

Monday, September 24, 2012

Lotuschef at Play – Dharma's Proprietary Rights?



Terjemahan Indonesia: Lotuschef Bermain-main – Hak Milik Dharma?


[ Hi Fashi and AA,
See this link,
http://tbsn.org/chinese2/news.php?classid=1&id=2392
Now TBF restricted us from full copying Guru's articles.
Sigh, one side propagates Dharma but another side restricts it. TBF oh TBF... ]

{ LC: Yes only allowed about 30% of each book. I read the notice.
However, we can do summaries after reading. Hahaha.
It becomes our views after reading. That way even better!
See how much we understand.
Relax. I know what to do.
Last week guru gave me 4 words: 按步就班
Means follow each step n take position or prioritize.
Just now gave me: 量力以为
Means perform or do according to your ability or strength.
We have to adjust n adept to changes as No constant or impermanence is yet another point we have to understand, overcome or live with happily.
Hahaha! Think they will take legal action against a Fashi propagating Dharma online not for monetary gain?
Central forgets that Guru's teachings of Dharma is not govern by any proprietary rights n Guru repeated yesterday that he won't sue anyone!
See where central went against Root Guru's teachings?

Hahaha!
Cheers all :)
Lotuschef }
---
I recalled Guru said recently that he can’t write certain topics as they CAN’T SELL!
Statements or Teachings from a Living Buddha should be consider as Sutra part of Dharani, correct?
What ever Guru shares are Dharanis just like Sakyamuni Buddha! Why hinders these sharing to benefit all sentient beings?
Has anyone noticed that all Guru’s recent books came bundle with the same DVD which raised the prices of each book by SGD10. The book use to be SGD12. When you purchase the same in Taiwan, it is without the DVD. Overseas readers are more wealthy?
Publishing unit has a big problem? ):
Has everyone forgotten Guru’s sharing are Dharma materials?
One do not profiteer from sharing Dharma, am I correct?
I always said that if ask cultivation, no charge. However ask personal matters charges apply.
Well, Guru said the same when he started consultation this round, saying only can ask about cultivation or for empowerment transfers.
Now lets be sentient minded and go explore the Publishing Unit, shall we?
How many staffs are maintained by monthly wages?
How many of these are truly necessary?
Profits from sales goes towards sustenance of the very new & posh Literary Outlet at Wufeng? Think of the overheads like rental; power supply; maintenance of wear & tear; ….
Pardon my ignorant view; my take is this becomes a Great White Elephant, as the location is not convenient enough to encourage regular visits. Commercializing a Buddha’s sharing is not as per Buddhist Disciplines.
An Australian lady that has taken refuge with another Tantric Sector brought us to attend Guru’s event in Melbourne. She goes to the TBS chapter and offered to lead the way.
She asked: Why every time your shizun does event, always have sale auction? Why we are force to buy 10 books, when we only need ONE?
I think like building temples; when the Universe supports your endeavors, you will get all the support you need!
Let us all sit back and ponder, are we or have we in any way “Gone against the Law of Nature/Universe”?
It is not Guru’s sharing that is not welcome by Sentient Beings; but mindsets and ultimate results/rewards expected by the Sentient Minded Team purportedly in “control” of Guru’s “proprietary rights”!
For those that can afford the books, we can read and share our views with those that can’t afford or don’t read Chinese, agree?
Dharma is to be shared else it has no purpose. Just like the example Guru always raise about being ALONE ON THE MOON! Dharma is not required when you are all alone and no other to interact with.
The most important fact is, HAS GURU NEEDS of LARGE SUMS of FUND for daily sustenance?
If so, he would not channel all offering from students to charity, correct?
Be very careful of Methods of Convenience, turning sour with influence of Greed, Ignorance, Aversion, Pride, Desires……
Always remember that we are Buddhist and like Guru advised frequently, KNOW WHAT YOU CAN DO & WHAT YOU CAN’T!
O! Think: When you don’t have the Affinity or the Need to Know, No Loss at all! Maybe pricing books and making materials unavailable to the mass might be a blessing in disguise!
Personally, I can’t manage the older books and materials that Guru has shared for the past decades! What more absorbing and TRULY understanding them and use them for benefit of all!
Hahaha! There’s always our dear wise & compassionate Guru that will ensure we learn at our own speed without any difficulties or unhappiness, correct?
Guru said, if you chant the title of Amitabha Buddha, before your demise, just chant or bring Amitabha Buddha into focus/vision; you will be lead and delivered to PureLand. This is an easier option for those that really can’t cultivate.
Also Guru said that you only need to concentrate on ONE! The multitude of Guru’s sharing is on a knowledge enhancement basis, and if they are out of your reach, do not be unhappy. ):
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:

  • Lotuschef in Conversation – Who to Trust?
  • Grand Master Lu visits Australia 3
  • Lotuschef in Chat – Wish to be happy & healthy
  • Lotuschef at Play – Enlightenment
  • 莲厨聊天- 胜者为王,败者为寇?

Sunday, July 8, 2012

Lotuschef Bermain-main – Bodhicitta? Bukan!

Ditulis oleh Lotuschef – 2 Juli 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Bodhicitta? No!





Warna merah yang menandakan Sinar Afinitas (Jodoh Baik) dalam Sutra Satya Buddha.

Yang berarti Penuh Keberuntungan (Kemanggalaan) dalam tradisi China!

Namun dalam konsep warga Barat, saat mereka melihat warna merah – artinya adalah kemarahan dan kebencian!

Lautan Warna Merah – menggambarkan konsekuensi dari peperangan: hilangnya kehidupan secara besar-besaran!

 

Mari kita mulai perjalanan kita lagi, selangkah demi selangkah bersama Guru.

Kenapa saya membawakan konsep warna MERAH yang bertolak belakang?

Dan kenapa saya memilih judul: Bodhicitta? Bukan!

 

Saatnya bercerita:

 

LX, seorang administrator sebuah rumah ibadah, mendekati saya dan bertanya: Shijie, kita sedang berencana untuk mengunjungi panti jompo, apakah Anda bisa turut mendukung aktivitas ini?

Saya: Kenapa Anda tidak bekerjasama dengan Lotus Light Charity saja? Saya tahu mereka juga punya aktivitas-aktivitas semacam ini.

LX: Tidak! Saya ingin hasil kinerja (业绩) ini terlihat! Kita butuh ini karena sedang membangun sebuah rumah ibadah baru.

 

Saya kaget sejenak , lalu ada suara yang memberitahu saya, pikirkan siapa saja yang akan mendapatkan manfaat nantinya! AH! Para orang jompo!!!

Jadi saya setuju dan mau membantunya.

Tapi setelah berbulan-bulan, aktivitas ini tidak mulai sama sekali! Selain saya, tidak ada seorang muridpun yang sering datang ke rumah ibadah ini mau menyisihkan beberapa jam dari waktu mereka untuk membahagiakan para orang jompo! Menyedihkan tapi Sungguh Terjadi!

Saat saya kembali dari Vajragarbha Seattle setelah menyelesaikan pelatihan, saya juga memohon teman-teman murid untuk melakukan kerja amal. Saya beritahu mereka kalau hal ini adalah salah satu bagian yang penting dalam pelatihan diri.

 

Saya berkata: Kamu mau menyelamatkan para insan? Insan seperti apa yang butuh bantuan atau penyelamatanmu? Kalau kamu tidak pernah mau datang untuk setidaknya melihat bagaimana mereka menjalani kehidupannya, bagaimana caranya mau menyelamatkan?

Tapi kata-kata saya rasanya masuk ke telinga kanan dan keluar lewat telinga kiri! Saya yang sungguh gila atau memang saya yang tidak tahu cara melatih diri seperti XX dan tim para pengikutnya! Mereka punya kekuatan yang besar karena telah melatih diri lebih dari 20 atau 30 tahun setelah berlindung (bersarana) dengan Satya Buddha.

Kebanyakan orang berpikir bahwa hanya perlu melatih diri hingga menjadi sangat kuat (sakti) dan itu menjadi tujuan akhirnya! Ya khan?

 

Namun coba pikirkan:

 

Apakah LX punya Bodhicitta? Meski saya bilang TIDAK PUNYA, tapi teman-teman boleh saja bilang Ya. Tak perlu selalu setuju dengan saya! :)

Apakah rumah ibadah tersebut akan dapat dibangun tanpa mengalami berbagai halangan? Atau malah sama sekali tanpa halangan?

 

LX adalah ketua dari rumah ibadah tersebut yang memberitahu para murid bahwa mereka pergi untuk memohon sebuah rompi naga dari Guru untuk melakukan Sheng-ji fa (生基法– Sadhana Perbaikan Nasib), dengan tujuan untuk membangun sebuah rumah ibadah baru. XX dan timnya mengaku bahwa Guru mendukung mereka untuk melakukan hal ini. Kita kini tahu bahwa hal tersebut juga tidak benar!

Saat mereka bilang bahwa ingin membangun rumah ibadah, saya mendapatkan sekilas penglihatan yang menggambarkan puing-puing berserakan di lokasi tersebut, kosong nan tandus.

Pengurus rumah ibadah itu berkata kalau Guru akan datang melakukan peresmian kira-kira tahun lalu yang ternyata tidak terjadi. Lalu ganti lagi berkata kalau Guru akan datang untuk melakukan inaugurasi saat rumah ibadah telah selesai dibangun.

 

Namun sementara itu, berdasarkan pernyataan yang mereka keluarkan, banyak umat yang telah mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk papan leluhur, patung, dan lain-lainnya.

Mari asumsikan kalau mereka sedang menjalankan sebuah bisnis. Yang mereka katakan kepada para klien akan menjadi kontrak yang sah. Saat bukti penerimaan dana telah dikeluarkan, maka kontrak tersebut akan mengikat!

Rumah ibadah ini tidak bisa didaftarkan sebagai rumah ibadah karena sistem zona atau klasifikasi sebidang tanah tersebut. Jadi akhirnya didaftarkan sebagai sebuah Asosiasi!

Baik sebagai rumah ibadah ataupun asosiasi, para pengurus punya tanggung jawab atas transaksi yang dilakukan dan pengiriman barang yang tertulis di dalamnya.

 

Teman-teman setujukah kalau rumah ibadah ini akan sangat sulit dibangun dan juga lanjut dijalankan berhubung sudah banyak orang yang sepertinya “ditipu” oleh mereka yang salah melakukan penafsiran?

Apakah penglihatan saya akan masa depan rumah ibadah ini benar? Apa saya punya kemampuan untuk melihat masa depan?

 

Dari ceramah-ceramah Guru akhir-akhir ini, kita tahu bahwa Bodhicitta adalah faktor terakhir yang dibutuhkan untuk akhirnya bisa mencapai Kebuddhaan!

Jadi tanpa Bodhicitta, apakah Guru atau para dewata akan mendukung pembangunan rumah ibadah baru ini? Atau untuk hal tersebut, melanjutkan keberadaannya sekarang ini?

 

Ah! Akhirnya kita sampai pada akhir perjalanan.

Salam semuanya. Sampai jumpa lagi!

 

Amituofo
Pure Karma
Lama Lotuschef
True Buddha School

 

Saturday, July 7, 2012

Lotuschef Bermain-main – Frekuensi keluhan yang sungguh tinggi!

Ditulis oleh Lotuschef – 29 Juni 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef at Play – Grievance Frequency at New High!



Batu mani emas – teman baik saya, Ksitigarbha, punya batu ini. Matahari juga merupakan salah satu batu mani! Ia muncul dari Bunga Teratai Emas dengan cahayanya nan cemerlang, dan karma menjadi suci adanya!

 

Keluhan adalah sebuah kesalahan atau kesulitan yang diderita, dan merupakan basis dari sebuah pengaduan.

Fakta-fakta kebenaran akhirnya muncul setelah ceramah dharma Guru yang menyebutkan bahwa Beliau tidak pernah mentransmisikan Sadhana Perbaikan Nasib (Sheng-ji fa) dan juga Fengshui kepada siapapun di dalam Ordo Satya Buddha!

Banyak orang yang diberitahu kalau Guru mendukung sekelompok orang tertentu untuk melakukan Sheng-ji fa. Dan bahkan sebuah rumah ibadah melakukan sadhana ini dengan menggunakan Rompi Naga yang diberikan oleh Guru (rompi ini harusnya merupakan hadiah dari Guru)!

Kiranya sungguh banyak murid yang telah mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk sadhana perbaikan nasib diri mereka dan juga keluarganya, malah ternyata ditipu!

 

Lalu bagaimana cara mereka menuntut balik?

Dengan mengajukan aduan ke pihak berwajib setempat dan meminta pengembalian dana?

Atau bersama-sama mengajukan perkara perdata terhadap rumah ibadah tersebut?

 

Saya tahu beberapa orang yang sampai meminjam uang demi mendaftarkan diri dalam sadhana ini.

Pasti sangat berkeluh kesah dan Guru-pun juga telah mengetahuinya!

Kemudian bagaimana cara menyelesaikan masalah ini secara damai?

 

Semua ini muncul karena sifat Serakah dari semua pihak, namun tempat di mana Buddha Dharma seharusnya disebarkan tidak boleh berbohong demi mengumpulkan dana.

Mereka yang pergi ke rumah-rumah ibadah pasti berharap untuk diperlakukan dengan penuh kejujuran.

Pernahkah mempertimbangkan pembalasan Karma yang datang dari ketidakjujuran dan penipuan yang dilakukan dalam skala besar?

Dengan Menjual Buddha?

 

Saranku: Mintalah maaf kepada semua pihak yang terkait dan berusahalah untuk mengembalikan dana mereka juga.

Lalu bagaimana dengan masa depan rumah ibadah ini? Tanya saja ke Guru!

Tim acharya yang sering pergi berkeliling untuk memberi konsultasi pribadi maupun fengshui tiap kali mereka mengunjungi sebuah kota – mereka ini telah mengeruk terlalu banyak. Mereka yang telah meninggalkan keduniawian, atau memilih untuk menjalani hidup kerahiban, harus paham bahwa Sila Berbohong atau Menipu tidak bisa diabaikan. Jadi cepatlah berubah dan selamatkan diri kalian.

Dengan keluhan yang sebegitu tingginya terhadap kalian, sungguh tidak ada jalan keluar lagi!

 

[**NB: Bagi mereka yang diberikan informasi yang salah bahwa Guru Akar mendukung sadhana ini dan juga yang percaya bahwa para acharya dan personil rumah ibadah yang bersangkutan telah mendapatkan transmisi pemberkatan yang relevan dari Guru Akar, saya sarankan:

Pertama-tama tulislah surat kepada rumah ibadah yang tidak jujur dan salah menginterpretasikan “Long Pao Sheng-ji fa” (sadhana perbaikan nasib dengan menggunakan Rompi Naga) itu, lalu mintalah pengembalian dana dan selesaikanlah secara damai. Sebagai bagian dari keluarga besar, mari kita coba untuk tidak menyelesaikan masalah ini lewat jalur pengadilan.]

 

Amituofo
Pure Karma
Lama Lotuschef
True Buddha School