Showing posts with label keterpakuan. Show all posts
Showing posts with label keterpakuan. Show all posts
Monday, January 1, 2018
Titik-titik kecil di mata berubah menjadi terang 眼中斗点尽光明
Dibagikan dengan tambahan anotasi oleh Lotuschef – 30 Desember 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 眼中斗点尽光明 Bean-like spots in eyes all turned bright
Seorang murid memberitahuku bahwa di kedua matanya ada banyak titik gelap.
Aku ingat pernah menulis tentang titik-titik ini.
Teman-temanku yang terkasih,
Ini bisa kamu gunakan untuk mengukur perkembangan pelatihan dirimu,
Bila kamu bersadhana dengan tulus dan sungguh-sungguh, titik-titik gelap tersebut perlahan-lahan akan menjadi titik-titik bercahaya putih.
Ia adalah semacam hasil dari upaya sadhanamu yang efektif.
Ya! Sungguh bagus bila kamu mengalami fenomena ini.
Kemudian, bila titik-titik cahaya putih itu perlahan-lahan berubah menjadi bercahaya biru medium, kamu sungguh telah melaju menuju nirwana!
Sungguh bagus bila kamu bisa melihat titik-titik cahaya biru tersebut dengan mata terbuka maupun terpejam!
Kamu ingat dubes yang Mahaguru Lu bilang bahwa ia perlu melatih pernafasan botol pusaka DUA KALI sebelum ia bisa melihat cahaya biru?
Ingatkah juga saat Mahaguru Lu berkata kepada LW bahwa ia sedang berimajinasi saat ia bilang ia memvisualisasikan cahaya tersebut?
Bagi seorang sadhaka tantra atau yogi sejati, melihat cahaya/sinar bukanlah sebuah hal besar!
Justru keterpakuan pada suatu penglihatan-lah yang malah akan merintangi kemajuan orang yang bersangkutan!
Salam Metta,
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
Bahasa Indonesia,
cahaya biru medium,
cahaya putih,
fenomena,
keterpakuan,
lotuschef,
nirwana,
titik cahaya
Monday, May 2, 2016
Terpaku, Melekat
Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 7 September 2011
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Fixation/Attachment 执着
F: 法师, 在吗?[Fashi, kamu sedang di sana?]
L: Ya. [是]
F: 想请教个问题。我们世尊加持的佛珠,我送给我的上海阿姨,她们说受不起。一个说戴了不见钱包,2000多元没了,一个索性整条断开了。
[Mau tanya. Japamala yang diberkati Mahaguru, aku berikan ke para bibiku dari Shanghai. Mereka bilang mereka tak layak menerimanya. Yang satu bilang dompetnya kena copet dan kehilangan lebih dari $2000. Yang satunya lagi bilang ia memutuskan untuk memotong japamalanya.]
L: Kamu baca artikelku mengenai Japamala Buddha? [读我写关于佛珠的文章?]
F: 我是否不该随便给她们?[Apakah aku sebaiknya tidak dengan gampang memberikannya kepada mereka?]
L: Duduklah dan berpikirlah dengan jernih. Cari jawabannya dari dalam hatimu. [坐下清澈的思考。向内找答案。]
F: 我再去看看![ Aku akan melihatnya kembali .]
Keesokannya. 隔天.
L: 你需要的是定。既然送出去,就不是你该操心的事了。明白吗? 根本就没有佛珠,又何来的尘埃?自寻烦恼.
[Yang kamu perlukan adalah keteguhan hati. Karena sudah diberikan, jangan sampai barang tersebut membuatmu kepikiran. Kamu paham? Sebenarnya tak ada yang namanya Japamala, jadi Penderitaan muncul dari mana? Dirimu sendiri yang mencari Penderitaan.]
F: 是啊,是她们自己心作怪,关我的佛珠什么事!要来的业障怎能怪佛菩萨?不过我就是缺乏定的智慧,怎么修才得定呢?
[Ya, hati mereka yang membuat kekacauan sendiri, tak ada hubungannya dengan japamala pemberianku! Kekuatan karma sedang menerpa mereka, mana bisa menyalahkan Buddha & Bodhisattva! Tapi aku memang kurang kebijaksanaan untuk bisa teguh, bagaimana caranya melatih supaya bisa Teguh Hati?]
~~~~~~~~~~~~
Aku mau tanya kepadamu.
Kalau kamu menawarkan kue ke orang-orang. Setelah dimakan, mereka mengomentari kalau kualitasnya tak begitu bagus.
Kamu akan berbuat apa?
Haha! Meminta mereka memuntahkan kembali kue tersebut?
Justru ini merupakan hal baik karena mereka jujur padamu, jadi kamu tak membeli kue dari tempat yang sama lagi untuk dibagi-bagikan dengan orang lain!
Di suatu rumah ibadah ada sebuah kejadian di mana seorang penjual bunga memohon kepada Buddha sebelum Tahun Baru Imlek.
Ia memohon supaya penjualan bunganya laris di musim perayaan, dan berjanji untuk membuat 3 karangan bunga plastik untuk dipersembahkan dan dipajang di aula utama selama setahun penuh.
Buket-buket itu akan dipindahkan di saat Hari Raya Waisak berhubung keterbatasan tempat. Di kedatangan yang berikutnya, ia membuat keributan dengan pengurus aula.
Aku mendatangi mereka yang sedang panas-panasnya berdebat.
Setelah menanyakan masalah yang terjadi.
Aku memberitahu si penjual bunga, bahwa ia telah melakukan apa yang telah dijanjikannya. Dan Buddha juga telah menerima persembahannya.
Apa, di mana, dan bagaimana rumah ibadah akan mengurus persembahannya bukanlah hal yang penting lagi.
Ambillah contoh, bila kamu mempersembahkan makanan kepada Buddha dan kemudian kamu membagikannya dengan orang-orang, kamu tak hanya memberikan persembahan kepada Buddha, tapi juga kepada orang-orang lain. Bukankah BERBAGI seperti ini merupakan hal yang lebih baik?!
Buket bunga dikarang dengan sangat baik, dan siapapun yang melihatnya akan (mendapat manfaat dengan) senang melihatnya sehingga ada rasa senang yang muncul. Sama halnya dengan makanan, karangan bunganya telah memberi manfaat bagi banyak insan dan ia telah memenuhi Janjinya pula.
Kutanya apakah sekarang dia bisa tidur dengan mudah tanpa harus memindahkan karangan bunganya.
Ia bilang: Ya. Dan ia tak akan memaksakan pemindahan bunganya lagi.
Saat kita menghadiahkan sesuatu ataupun memberikan persembahan, janganlah melekat pada bagaimana orang-orang akan menggunakannya.
Dan juga mengenai Japamala, tak ada yang namanya Japamala. Saat kita melekatkan karakteristik pada berbagai benda dan memaksa orang-orang untuk mengikuti mau kita, hal ini justru menciptakan Penderitaan bagi diri sendiri maupun orang-orang lain.
Apapun yang Mahaguru berkati, seperti saat beliau memberkati kita, kalau kita sepenuh hati menerimanya maka kita akan Terisi dengan Penuh.
Namun, Berkat ini akan “habis” dengan berjalannya waktu bila kita tak tekun mempertahankannya.
Mahaguru akan selalu senang untuk memberkati kita di segala waktu, kapanpun kita bersadhana, daripada kita pergi mencari berkat darinya dengan hadir secara fisik.
Amituofo / Lotuschef / Pure Karma / True Buddha School
Labels:
Bahasa Indonesia,
berbagi,
berkat,
japamala,
kemelekatan,
keterpakuan,
lotuschef,
Mahaguru Lu,
mala,
persembahan
Monday, November 30, 2015
Menunjukkan Dengan Jelas 直指 – Perjalanan yang Leluasa 潇洒走一回?
Ditulis oleh Lotuschef – 12 November 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 直指 Direct Pointing Out – 潇洒走一回 An Unimpeded Trip?

◎ 潇洒 xiāosǎ
(1) [alamiah dan leluasa; ceria; keluar dari hiruk pikuknya kehidupan]∶ [神情举止] 自然大方, 不呆板, 不拘束(神情潇洒)
画法潇洒
(2) [lalai; di luar kebiasaan]∶ 不拘谨的或无拘束的;不矫揉造作的
衣着潇洒文雅
Leluasa (kata sifat): tak terintangi atau terhalangi.
“pandangan tak terhalangi di sepanjang tanjung”
Sinonim: tak dibatasi, tanpa hambatan, tak terintangi, tak terhalangi, bebas, terbuka, jernih, tak dikendalikan, tak ditinggali, lepas, tak terbatas
~~~~~~~~~
Kasus 1
2009 – Vajragarbha Seattle, di saat sesi sadhana bersama.
Mahaguru Lu membacakan secarik surat dari Lian-ye (Padmakumara Hijau – Taiwan).
LY menuliskan bahwa Pencerahan bukanlah hal besar dan tak terlalu penting.
DAN ia memberitahu Mahaguru Lu bahwa bila ia telah tercerahkan, mohon jangan diumumkan.
Ya!
Demam Pencerahan!
~~~~~~~~~~
Kasus 2
2009 – di lokasi upacara pelimpahan pahala untuk almarhum, setelah selesai upacara.
Aku ditanya oleh Reverend QG tentang apa yang kini kulakukan sebagai seorang reverend.
Menjawabnya: Aku memimpin sadhana bersama 4 Prayoga dalam Bahasa Inggris di rumah ibadah setempat, SC.
Reverend QG mengkritik dengan keras: “Siapa bilang melatih 4 Prayoga bisa mencapai Kebuddhaan!”
Oh! Yang satu ini menurut ceramah Mahaguru Lu baru-baru ini, sudah bahaya sekali akan terjatuh ke Neraka Vajra.
Mahaguru bilang: Belum tercerahkan namun mengaku telah tercerahkan, adalah Penipuan!
Kejahatan kelas berat karena berbohong kepada para Buddha, Bodhisattva, Dharmapala, … dan semua insan (karena semua insan punya potensi Kebudhaan yang telah ada sedari awal).
Kalau QG meyakini bahwa sadhana 4 Prayoga tak mampu membawa si praktisi menuju Kebuddhaan, kenapa ia selalu memimpin upacara pelimpahan pahala untuk almarhum dengan menggunakan sadhana Mahaguru Lu?
Oh! Ia bukan hanya sekedar peserta biasa saja!
Ia sang ketua dari sesi tersebut! :)
~~~~~~~~~
Kasus 3
LR bilang kepada istrinya, LK: Kamu harus melatih 4 Prayoga dulu baru kemudian Guru Yoga.
Belum boleh melatih Guru Yoga dulu.
Aku tanya kepadanya kenapa dia boleh, sedangkan istrinya tidak.
LR bilang bahwa ia melakukan wen-shi (konsultasi) di rumah ibadah setempat, VM Lian Huo bilang kepadanya berhubung dia telah melatih 4 Prayoga selama beberapa waktu, ia sekarang boleh maju ke Guru Yoga.
Hahaha!
LH selalu mengklaim kalau ia murid Mahaguru Lu yang paling senior!
~~~~~~~~~
Kasus 4
2009, Vajragarbha Seattle, sehari sebelum upacara musim gugur.
VM Lian Ning berpapasan denganku dan bilang: “Chu-jia!” kamu masuk jebakan!
Aku menimpalinya: Siapa menjebak siapa?
Mahaguru Lu mengumumkannya telah mencapai pencerahan dan di saat yang bersamaan juga memberitahu semua murid supaya membantu LN merubah kebiasaan buruknya.
Dan siapapun boleh mendatangi dan mengingatkannya bahwa seorang yang telah tercerahkan tak boleh berteriak dan harus masuk akal!
Suatu saat:
Di Vajragarbha Caotun setelah upacara dan Mahaguru Lu sedang memberikan berkat Mo-ding (jamah kepala).
VM Lian Ning datang sambil berkali-kali berteriak: Kamu Lian Chu fashi?
Begitu ia mendekatiku, ia mulai mengajukan berbagai pertanyaan dan mengulanginya dua kali!
Salah satunya adalah apakah aku punya masalah pribadi dengannya.
Satu hal lain lagi adalah apakah aku telah menerima surat dari Komite Pusat.
Lalu ia bilang kalau shimu ingin bertemu denganku.
Dan, aku mengulang apa yang Mahaguru Lu ajarkan kepadaku secara “astral”: Kalau shimu ingin bertemu denganku, (tanyakan kepadanya) apakah sebagai Shimu atau sebagai VM?
Ia hampir saja lari!
Sekali lagi ia datang dan kembali berteriak mengatakan kalau shimu ingin bertemu denganku dan aku diminta untuk mengikutinya!
Saat aku menolaknya, ia segera pergi sambil berkata bahwa aku ini sungguh “tinggi” dan memperingatkanku untuk berhati-hati soal disiplin sila.
~~~~~~~~~~
Ada banyak murid dengan pola pikir seperti mereka ini, semuanya kutuliskan ke dalam blog.
Tentunya berterima kasih kepada mereka, karena kita jadi punya materi pembelajaran dan penyelamatan jiwa.
Teman-temanku yang terkasih, jangan “bermain-main” dengan siapapun saat kamu masih jauh dari pencerahan!
Di kasus 1, LY menyatakan kepada Mahaguru Lu bahwa ia tak tertarik untuk diumumkan saat telah mencapai Pencerahan.
Kiranya apa motifnya di balik hal itu?
Berpikir untuk mengalihkan kerakuskanmu atas pengakuan lewat penyangkalan?
Hahaha!
Kamu jangan bermain-main dengan seorang Buddha Hidup dan Guru Akarmu!
Menuliskan surat tersebut adalah bukti besar bahwa Penyakit Demam Pencerahan telah menjalar dan kamu sudah terjangkiti!
一心不乱 – hati yang stabil dan kokoh, yang tak terpengaruh sampai menjadi kacau!
Punya pikiran itu dan segala maksud di baliknya, LALU menuliskan pikiranmu?
Kamu sedang memberitahu bukan hanya Mahaguru Lu saja, tapi juga seluruh dunia, tentang seberapa parah Demam Pencerahan yang menderamu!
Hahaha!
Di kasus 2, QG menurut informasi dari para murid, adalah orang yang buta huruf. Tak bisa membaca dan menulis.
DAN SAYANGNYA tak sepenuhnya paham apa yang sedang ia lakukan selama ini, plus menyangkal Sadhana 4 Prayoga. Orang ini sedang apa?
Ia membuang Mahaguru Lu!
Ia juga membuang Buddha Dharma!
Namun ia mengklaim kalau metode penyeberangan bardo-nya diwariskan secara khusus oleh Mahaguru Lu kepadanya saja!
Penipuan!
Upacara pelimpahan pahala untuk almarhum yang ia lakukan selama bertahun-tahun ini, seberapa besar tipu daya yang dilakukannya dan berapa banyak musuh karma yang diciptakannya?
Teman-temanku yang terkasih, ingatkah bahwa Mahaguru Lu pernah bilang kalau Sadhana 4 Prayoga juga dibutuhkan di dalam melatih Anu Yoga?
DAN mereka yang berpikir bahwa kamu boleh melepaskan 4 Prayoga dan “naik” ke Guru Yoga, adalah orang-orang yang belum mendapatkan Kontak Batin dari sadhana 4 Prayoga, Guru Yoga, maupun yoga apapun!
Mengajarkan hal yang salah kepada orang-orang, juga salah satu bentuk Penipuan dan malah merintangi orang-orang di sepanjang jalur Bodhi!
Kasus 4?
Hahaha!
Dunia juga tahu kalau ia tak bertindak layaknya seorang yang tercerahkan! :)
Teman-temanku yang terkasih, kamu ingin mendapatkan Perjalanan yang Leluasa di dunia saha ini dan kemudian bisa kembali Tanah Suci?
ATAU, malah ingin Leluasa Langsung Masuk ke Neraka Vajra?
Hahaha!
Kenapa Mahaguru Lu membahas Penipuan dan Neraka Vajra?
Aku mendapatkan pesan untuk menggunakannya kepada mereka yang selalu Mengancam dengan menggunakan Disiplin Sila sebagai senjata, dan juga kepada Otoritas yang menghukum orang-orang!
Dengan menggunakan Seni Berperang alla Sunzi – Supaya dia mencicipi rasa obatnya sendiri.
孙子兵法中一种 - [以其人之道,还治其人之身]
Ah! Kasus 3, murid LR ini percaya kata-kata si VM dan menerapkannya kepada dirinya sendiri dan juga istrinya, serta aku amati dilakukannya kepada para murid lainnya pula!
Jadi LR mengunci dirinya sendiri ke dalam kotak buatannya sendiri dan mencoba hidup sesuai dengan ekpektasi ataupun persepsi si kotak tersebut.
Singkat kata, ia harus terus bersandiwara demi mempertahankan harapan akan persepsinya sendiri mengenai “Murid Tingkat Lanjut”!
Baru-baru ini aku membagikan lagi: 法无定法! Tak ada dharma atau metode yang tetap!
Bagaimana kamu bisa Bebas dan Leluasa di dalam perjalananmu kalau kamu punya banyak Keterpakuan!
Dan mereka yang bilang: Lian Chu fashi itu sungguh tak bagus, ia hanya mengajarkan Sadhana 4 Prayoga.
Hahaha!
Ya! Lian Chu fashi memang sungguh parah!
Hanya tahu 4 Prayoga!
Jadi lihatlah Sadhana 4 Prayoga yang disusun oleh Lian Chu fashi yang parah ini dan tunjukkan bagian mananya yang “tidak bagus”!
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
[Edited as per 15 September 2019]
Labels:
4 prayoga,
Bahasa Indonesia,
bebas,
kemelekatan,
keterpakuan,
leluasa,
lotuschef,
Mahaguru Lu,
neraka vajra,
pembelajaran,
penipuan
Wednesday, February 18, 2015
Hanya Anjing yang akan Mencintaimu!
Dibagikan dan diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan anotasi oleh Lotuschef – 6 Februari 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 只有狗才會愛你!Only Dog Will Love You!
Lelucon berikut dibagikan oleh Mahaguru Lu – 25 Februari 2012
Catatan Lama Lotuschef: Mempersilakan teman-teman untuk menerjemahkan sendiri sehingga menjadi versi yang mampu kamu pahami sesuai dengan tingkat pelatihan dirimu saat ini.
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
---------
Sumber: 【笑話出處】《蓮生活佛 盧勝彥法王2012.2.25.法語開示》
有一對男女朋友吵架,女的對男的講:「只有狗才會愛你!」
Sepasang pria-wanita bertengkar, dan si wanita berkata kepada si pria: “Hanya anjing yang akan mencintaimu!”
男的很安靜、很鎮定、很慈祥的說:「我昨天繼承我爸爸的遺產,一共有一百多億。」
Si pria dengan sangat tenang, sangat mantap, dan penuh perhatian berkata: “Kemarin, aku baru saja menerima warisan dari mendiang ayahku, harta dengan total lebih dari seratus miliar.”
這女的一聽,就馬上趴下來叫:「汪!汪!汪!汪!汪!」
Begitu mendengar hal tersebut, si wanita langsung bersujud di lantai dan menyalak: “Wang! Wang! Wang! Wang! Wang!”
【蓮生活佛 盧勝彥法王(盧師尊) 妙語演繹】
[--- Mahaguru Lu menjelaskan lelucon di atas dalam konteks Dharma secara unik. ---]
為金錢迷失啊!居然學狗叫,因為她自己講說「只有狗才會愛你嘛!」
Tersesat karena Uang! Bahkan sampai rela belajar menyalak seperti seekor anjing, karena ia terlanjur bilang kalau [Hanya anjing yang akan mencintaimu!]
我們學佛的人,不能為金錢迷失、為名迷失、為地位迷失,甚至於為感情迷失,都是不可以的,要保持很清醒的一個狀態,這樣比較好修行,如果你迷失了,執迷了,就是執著了。
Kita ini, para murid buddha, jangan sampai tersesat karena Uang, Ketenaran, Status, atau bahkan karena cinta dan perasaan. Harus bisa menjaga kejernihan berpikir, maka barulah bisa bersadhana dengan baik. Karena bila kamu tersesat, terobsesi, maka itulah Kemelekatan.
我們的聰明才智,在於學佛、學法、學聖賢僧,若是你聽到了正法,你要將正法牢牢的記在你的心中,口訣記在你的心中,修行要怎麼修,修法要怎麼修,唸經要怎麼唸,觀想要怎麼觀,手印要怎麼結,咒語要怎麼持,都有方法的,都有口訣的。
Dengan kecerdasan dan kebijaksanaan kita dalam mempelajari Buddha, Dharma, Sangha,
Bila kamu mendengarkan Dharma yang Benar (Sejati), maka kamu harus mengingat-ingatnya dengan baik,
Kiat-kiat utama diingat di dalam hati,
Bagaimana cara melatih sadhana, bagaimana cara melatih dharma, bagaimana menjapa sutra, cara melakukan visualisasi, cara membentuk mudra, cara menjapa mantra,
Semuanya ada metode dan kunci-kunci pentingnya.
~~~~~~~~~~~
Di beberapa artikel baru-baru ini aku membahas mengenai Keterpakuan (Kemelekatan)! :)
Hahaha!
Kamu pikir kamu paham sepenuhnya akan artikel-artikel yang kamu baca dari blog-ku, lalu membentuk sebuah opini dan kemudian menghakimiku!
Mohon tanya, kamu sungguh-sungguh paham apa yang sedang kujelaskan?
Sayangnya TIDAK!
Aku seringkali menuliskan klausul: “Berikut ini adalah pernyataan dari seorang murid tertentu”, bukankah begitu?
Jadi hal tersebut hanyalah sebuah sudut pandangan dari salah seorang murid, mengenai anggapannya akan orang lain saja!
Tapi kisah tersebut digunakan sebagai contoh nyata untuk membahas Dharma! :)
Mari kuberitahukan suatu hal penting yang perlu diingat sebelum kamu mulai menghasut atau memprovokasi suatu persoalan, atau bahkan memulai peperangan lewat pandanganmu yang sangat terbatas dan pemahamanmu yang dangkal akan suatu masalah!
Kalau kamu merasa perlu untuk meyakinkan orang-orang untuk mendapatkan opini atau suara mayoritas untuk melawan Sangha yang Sejati, pastikan terlebih dulu kalau kamu telah mempersenjatai diri dengan “amunisi” yang hanya berisikan Filosofi Buddha dan Dharma Buddha!
Filosofi Buddha dan Dharma Buddha telah dirancang sedemikian rupa untuk “Menyadarkan” (Membangunkan) Tathagatagarbha diri sendiri, sehingga individu yang telah “terbangunkan” tersebut akan bekerja demi memberi manfaat bagi semua insan!
Kamu memberi tahu orang-orang untuk menjauhi seseorang yang kamu nilai tak memuaskan;
Atau seperti VM HJ yang memberitahu orang-orang untuk menjauhi mereka yang ia umumkan sebagai “Buruk”;
Mohon tanya di mana Guru Akarmu selama ini, dan
Apa pula yang terjadi dengan berbagai ajaran Guru Akarmu di saat-saat seperti ini?
Hahaha! Ingatlah baik-baik di dalam hatimu bahwa “Di dalam Tantrayana, Kamu Harus Membawa Serta Guru Akarmu denganmu di Segala Saat, bila kamu memang tulus ingin menjadi Yogi yang Sejati!”
Kiranya apa saja kualitas yang dibutuhkan untuk bisa menjadi seorang Yogi yang Sejati? Lihatlah kembali karya tulis Mahaguru Lu “Pedang Pusaka Yogi” dan di dalamnya tertuliskan 10 kualitas yang harus dimiliki oleh seorang Yogi Sejati!!!
Oh! Ingatlah bahwa Dharma adalah metode untuk diaplikasikan dengan pengetahuanmu akan filosofi Buddha!
Makanya jangan menunjukkan kebodohanmu dengan gamblang sehingga orang-orang bisa membaca dirimu dengan mudah!
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Related Posts:
- Lotuschef Bermain-main – Kesetaraan & Mitosnya
- Kebijaksanaan yang nampak gila – Tidak Jelek, Tapi…
- Secara Alamiah
- Lotuschef Bercakap-cakap – Memangnya tak ada hal yang…
- Lotuschef Bercakap-cakap – Samaya & Abhiseka
Labels:
Bahasa Indonesia,
buddha dharma,
filosofi,
guru akar,
kemelekatan,
keterpakuan,
lelucon,
lotuschef,
Mahaguru Lu,
Tantrayana,
tathagatagarbha,
tersesat
Friday, November 28, 2014
Kontak Batin Tak Muncul Lagi?
Ditulis oleh Lotuschef – 16 November 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 感应没有了 Spiritual Response No More?
Hahaha!
Aku sudah pernah menuliskan alasan kenapa banyak orang yang menemui jalan buntu saat mereka mendapatkan “penglihatan” atau kontak batin dalam pelatihan diri mereka.
Keterpakuan adalah si pelaku yang menghalangimu.
Hal ini juga muncul dari pikiran yang tak murni atau yang “tak cukup” kokoh untuk tetap fokus, dan yang terpenting adalah untuk selalu “alamiah”!
Benar sekali!
Cobalah dengarkan Mahaguru dengan lebih teliti!
Saat kamu bersadhana dan mulai mendapatkan “penglihatan” atau berbagai wujud kontak batin, kamu harus memperlakukannya dengan alamiah dan Jangan Biarkan mereka menjeratmu dengan cara apapun!
Maksudku adalah saat kamu mencapai tingkat-tingkat tertentu sehingga kamu mendapatkan “penglihatan” atau kontak batin, biarkanlah mereka berlalu dan lanjutkanlah pelatihan dirimu!
Kurasa Mahaguru sudah pernah menjelaskan bagaimana supaya tak terlena saat mencoba memasuki kondisi Samadhi.
Dengan berbagai acuan baru-baru ini mengenai topik Kontak Batin, aku yakin kalau Mahaguru akan segera memuaskan segala keingintahuanmu mengenai topik ini.
Sementara waktu, cobalah periksa apakah kamu benar-benar sudah mulai mendapatkan berbagai kontak batin, karena saat kamu berharap untuk mendapatkan hal yang sama di suatu tingkat pelatihan dirimu, kamu seakan-akan “Memalsukan” kontak batin atau perasaan tersebut, dan menciptakan skenario yang sama berulang-ulang!
Salam semuanya.
Labels:
alamiah,
Bahasa Indonesia,
keterpakuan,
kontak batin,
lotuschef,
penglihatan
Monday, July 29, 2013
Kenapa Kamu Menemui Kebuntuan?
Ditulis oleh Lotuschef – 27 Juli 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Why Are You Stuck?
Musuhmu yang sesungguhnya adalah Kemelekatan dan Keterpakuan – itulah kenapa kamu menemui jalan buntu dalam perjalanan pelatihan dirimu! :)
Coba lihatlah foto-foto di atas.
Di sana tak ada peserta yang hanya duduk dan menonton satu orang melakukan persembahan. Setiap peserta mendapatkan giliran untuk melakukan persembahan masing-masing.
Mengenai mengenakan jubah upacara yang berwarna kuning dan selempangan berwarna coklat – pada awalnya juga banyak yang mengeluh: tak nyaman lah, terlalu panas lah, kelihatan lucu atau aneh lah, ...
Hahaha! Tapi lihatlah teman-teman murid di sana, mereka akhirnya menjadi terbiasa juga.
Bila kamu melihat fotoku yang mengenakan celana panjang di atas, menurutmu:
Apa ada perbedaan dalam Ketulusanku dalam memberikan persembahan?
Apa ada halangan dalam kemampuanku untuk bermeditasi?
Bila kamu ingat yang Guru katakan mengenai pakaian Guru Rinpoche: kain yang beliau kenakan adalah kain bekas untuk membalut mayat, khan?
Dan ingatlah juga saat Guru mengajarkan Meditasi Visualisasi Tulang Belulang Putih – dengannya kamu perlahan-lahan akan melebur elemen Tanah, Air, Api dan Anginmu dengan cara mengosongkannya, bukan?
Serta ingatlah bahwa SAAT kamu telah berhasil beryoga, berarti kamu berada dalam samadhi dengan yidam/para yidam yang kamu pilih.
Guru katakan bahwa kamu bisa saja sedang duduk, berjalan, berbicara,... namun tetap mempertahankan kondisi kemanunggalan ini saat kamu Beryoga dengan Sang Yidam. Ingatkah?
Oh ya, Patriak Zen ke-6, Hui Neng, juga mengatakan: Saat menulis jangan dibuat-buat. 不立文字.
Pikiran duniawi ini punya tendensi yang besar untuk BERMAIN-MAIN dengan KATA-KATA, dan akhirnya malah tersesat sendiri. :)
Kamu sudah mendapatkan KUNCI-KUNCINYA?
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
Bahasa Indonesia,
buntu,
jubah,
kebuntuan,
kemelekatan,
keterpakuan,
lotuschef,
meditasi,
pakaian
Subscribe to:
Posts (Atom)
































