Showing posts with label fenomena. Show all posts
Showing posts with label fenomena. Show all posts
Monday, January 1, 2018
Titik-titik kecil di mata berubah menjadi terang 眼中斗点尽光明
Dibagikan dengan tambahan anotasi oleh Lotuschef – 30 Desember 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 眼中斗点尽光明 Bean-like spots in eyes all turned bright
Seorang murid memberitahuku bahwa di kedua matanya ada banyak titik gelap.
Aku ingat pernah menulis tentang titik-titik ini.
Teman-temanku yang terkasih,
Ini bisa kamu gunakan untuk mengukur perkembangan pelatihan dirimu,
Bila kamu bersadhana dengan tulus dan sungguh-sungguh, titik-titik gelap tersebut perlahan-lahan akan menjadi titik-titik bercahaya putih.
Ia adalah semacam hasil dari upaya sadhanamu yang efektif.
Ya! Sungguh bagus bila kamu mengalami fenomena ini.
Kemudian, bila titik-titik cahaya putih itu perlahan-lahan berubah menjadi bercahaya biru medium, kamu sungguh telah melaju menuju nirwana!
Sungguh bagus bila kamu bisa melihat titik-titik cahaya biru tersebut dengan mata terbuka maupun terpejam!
Kamu ingat dubes yang Mahaguru Lu bilang bahwa ia perlu melatih pernafasan botol pusaka DUA KALI sebelum ia bisa melihat cahaya biru?
Ingatkah juga saat Mahaguru Lu berkata kepada LW bahwa ia sedang berimajinasi saat ia bilang ia memvisualisasikan cahaya tersebut?
Bagi seorang sadhaka tantra atau yogi sejati, melihat cahaya/sinar bukanlah sebuah hal besar!
Justru keterpakuan pada suatu penglihatan-lah yang malah akan merintangi kemajuan orang yang bersangkutan!
Salam Metta,
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Labels:
Bahasa Indonesia,
cahaya biru medium,
cahaya putih,
fenomena,
keterpakuan,
lotuschef,
nirwana,
titik cahaya
Monday, February 9, 2015
Fenomena Menghiasi Kekosongan, Namun Tak Pernah Mencemarinya
Mengutip dari facebook Dilgo Khyentse Fellowship - Shechen
Dengan anotasi dari Lotuschef – 1 Februari 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Phenomena adorn emptiness, but never corrupt it
Fenomena Menghiasi Sunyata (Kekosongan), Namun Tak Pernah Mencemarinya.
Bila kamu memiliki pemahaman yang menyeluruh akan cara fenomena muncul lewat Pratityasamudpada (Hukum Sebab-Musabab yang saling bergantungan), maka kamu tak akan kesulitan memahami kekosongan saat berada di dalam meditasi.
Saat keluar dari meditasi tersebut dan mulai memasuki jalur aksi, kamu akan mengenali hubungan langsung antara aksi dan semua akibatnya dengan jelas.
Dengan cara ini, kamu akan mampu mendiskriminasikan (membedakan) dengan mudah antara aksi yang positif dan negatif.
~ Kyabje Dilgo Khyentse Rinpoche
~~~~~~~~~~~
Hahaha!
Kutipan di atas terkesan sederhana ya?
Seperti dengan bahasa orang biasa saja?
Namun ia adalah kunci penting untuk berhasil dalam beryoga dengan yidam pilihanmu!
Apa saja faktor-faktor yang ada di dalam kutipan pendek di atas?
Petunjuk: Sifat hakiki dari…
Ayo bermain-main!!! :)
Salam semuanya.
Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef
Related Posts:
- Phenomena adorn emptiness, but never corrupt it
- Mengkhianati Buddha?
- Lotuschef Bercakap-cakap – Prajna Kebijaksanaan Agung…
- Alasan Bagus untuk Melatih Diri
- Lotuschef Bermain-main – Mendengarkan dengan Benar? [2]
Labels:
Bahasa Indonesia,
dilgo khyentse,
fenomena,
kekosongan,
lotuschef,
pratityasamudpada,
sunyata,
yidam,
Yoga
Subscribe to:
Posts (Atom)

