Showing posts with label filosofi. Show all posts
Showing posts with label filosofi. Show all posts

Sunday, September 27, 2015

Notification on Facebook Group Invitations // Pemberitahuan mengenai undangan dari grup-grup di Facebook




Dear friends who are joining facebook groups under Religions – Cultures – Philosophies – Opinions categories, please don't invite Pure Karma to join in again in the future.

Many members of the aforesaid groups have staunch beliefs in the truth according to their own perceptions, and therefore fond of attacking and bullying one another. You all can anyway have your own battles and leave Pure Karma alone in this respect. :)

Rather than spending your time to share opinions, you should use it for more learning and thinking. Dharma is something that we either understand or don't understand, so ultimately there is no need to try to show yourselves off!

Thank you and cheers all.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Pure Karma

~~~~~~~~~

Teman-teman sekalian yang bergabung di dalam berbagai grup seputar Agama – Budaya – Filosofi – Opini di Facebook, mohon kiranya tidak mengundang Pure Karma untuk bergabung lagi.

Banyak anggota dari grup-grup tersebut yang mempunyai pandangan kebenarannya sendiri mengenai kepercayaan yang dianutnya, dan saling menyerang serta mem-bully. Silakan berperang sendiri dan jangan membawa-bawa Pure Karma ke dalamnya :)

Daripada meluangkan waktu untuk berbagi opini, di sini menyarankan kalian untuk belajar dan berpikir lebih banyak. Dharma merupakan sesuatu yang kita pahami ataupun tidak (mampu memahaminya), jadi tak perlu mencoba memamerkan diri!

Terima kasih dan salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Pure Karma

Wednesday, February 18, 2015

Hanya Anjing yang akan Mencintaimu!



Dibagikan dan diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan anotasi oleh Lotuschef – 6 Februari 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 只有狗才會愛你!Only Dog Will Love You!



Lelucon berikut dibagikan oleh Mahaguru Lu – 25 Februari 2012

Catatan Lama Lotuschef: Mempersilakan teman-teman untuk menerjemahkan sendiri sehingga menjadi versi yang mampu kamu pahami sesuai dengan tingkat pelatihan dirimu saat ini.

Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

---------

Sumber: 【笑話出處】《蓮生活佛 盧勝彥法王2012.2.25.法語開示》

有一對男女朋友吵架,女的對男的講:「只有狗才會愛你!」
Sepasang pria-wanita bertengkar, dan si wanita berkata kepada si pria: “Hanya anjing yang akan mencintaimu!”

男的很安靜、很鎮定、很慈祥的說:「我昨天繼承我爸爸的遺產,一共有一百多億。」
Si pria dengan sangat tenang, sangat mantap, dan penuh perhatian berkata: “Kemarin, aku baru saja menerima warisan dari mendiang ayahku, harta dengan total lebih dari seratus miliar.”

這女的一聽,就馬上趴下來叫:「汪!汪!汪!汪!汪!」
Begitu mendengar hal tersebut, si wanita langsung bersujud di lantai dan menyalak: “Wang! Wang! Wang! Wang! Wang!”

【蓮生活佛 盧勝彥法王(盧師尊) 妙語演繹】
 [--- Mahaguru Lu menjelaskan lelucon di atas dalam konteks Dharma secara unik. ---]

為金錢迷失啊!居然學狗叫,因為她自己講說「只有狗才會愛你嘛!」
Tersesat karena Uang! Bahkan sampai rela belajar menyalak seperti seekor anjing, karena ia terlanjur bilang kalau [Hanya anjing yang akan mencintaimu!]

我們學佛的人,不能為金錢迷失、為名迷失、為地位迷失,甚至於為感情迷失,都是不可以的,要保持很清醒的一個狀態,這樣比較好修行,如果你迷失了,執迷了,就是執著了。
Kita ini, para murid buddha, jangan sampai tersesat karena Uang, Ketenaran, Status, atau bahkan karena cinta dan perasaan. Harus bisa menjaga kejernihan berpikir, maka barulah bisa bersadhana dengan baik. Karena bila kamu tersesat, terobsesi, maka itulah Kemelekatan.

我們的聰明才智,在於學佛、學法、學聖賢僧,若是你聽到了正法,你要將正法牢牢的記在你的心中,口訣記在你的心中,修行要怎麼修,修法要怎麼修,唸經要怎麼唸,觀想要怎麼觀,手印要怎麼結,咒語要怎麼持,都有方法的,都有口訣的。
Dengan kecerdasan dan kebijaksanaan kita dalam mempelajari Buddha, Dharma, Sangha,
Bila kamu mendengarkan Dharma yang Benar (Sejati), maka kamu harus mengingat-ingatnya dengan baik,
Kiat-kiat utama diingat di dalam hati,
Bagaimana cara melatih sadhana, bagaimana cara melatih dharma, bagaimana menjapa sutra, cara melakukan visualisasi, cara membentuk mudra, cara menjapa mantra,
Semuanya ada metode dan kunci-kunci pentingnya.

~~~~~~~~~~~

Di beberapa artikel baru-baru ini aku membahas mengenai Keterpakuan (Kemelekatan)! :)

Hahaha!

Kamu pikir kamu paham sepenuhnya akan artikel-artikel yang kamu baca dari blog-ku, lalu membentuk sebuah opini dan kemudian menghakimiku!

Mohon tanya, kamu sungguh-sungguh paham apa yang sedang kujelaskan?

Sayangnya TIDAK!

Aku seringkali menuliskan klausul: “Berikut ini adalah pernyataan dari seorang murid tertentu”, bukankah begitu?

Jadi hal tersebut hanyalah sebuah sudut pandangan dari salah seorang murid, mengenai anggapannya akan orang lain saja!

Tapi kisah tersebut digunakan sebagai contoh nyata untuk membahas Dharma! :)


Mari kuberitahukan suatu hal penting yang perlu diingat sebelum kamu mulai menghasut atau memprovokasi suatu persoalan, atau bahkan memulai peperangan lewat pandanganmu yang sangat terbatas dan pemahamanmu yang dangkal akan suatu masalah!

Kalau kamu merasa perlu untuk meyakinkan orang-orang untuk mendapatkan opini atau suara mayoritas untuk melawan Sangha yang Sejati, pastikan terlebih dulu kalau kamu telah mempersenjatai diri dengan “amunisi” yang hanya berisikan Filosofi Buddha dan Dharma Buddha!

Filosofi Buddha dan Dharma Buddha telah dirancang sedemikian rupa untuk “Menyadarkan” (Membangunkan) Tathagatagarbha diri sendiri, sehingga individu yang telah “terbangunkan” tersebut akan bekerja demi memberi manfaat bagi semua insan!



Kamu memberi tahu orang-orang untuk menjauhi seseorang yang kamu nilai tak memuaskan;
Atau seperti VM HJ yang memberitahu orang-orang untuk menjauhi mereka yang ia umumkan sebagai “Buruk”;
Mohon tanya di mana Guru Akarmu selama ini, dan
Apa pula yang terjadi dengan berbagai ajaran Guru Akarmu di saat-saat seperti ini?


Hahaha! Ingatlah baik-baik di dalam hatimu bahwa “Di dalam Tantrayana, Kamu Harus Membawa Serta Guru Akarmu denganmu di Segala Saat, bila kamu memang tulus ingin menjadi Yogi yang Sejati!”

Kiranya apa saja kualitas yang dibutuhkan untuk bisa menjadi seorang Yogi yang Sejati? Lihatlah kembali karya tulis Mahaguru Lu “Pedang Pusaka Yogi” dan di dalamnya tertuliskan 10 kualitas yang harus dimiliki oleh seorang Yogi Sejati!!!

Oh! Ingatlah bahwa Dharma adalah metode untuk diaplikasikan dengan pengetahuanmu akan filosofi Buddha!
Makanya jangan menunjukkan kebodohanmu dengan gamblang sehingga orang-orang bisa membaca dirimu dengan mudah!



Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef



Related Posts:

Sunday, August 11, 2013

Kebijaksanaan yang nampak gila – Sekilas Pandang yang Menakjubkan! 神奇的一看!


Ditulis oleh Lotuschef – 11 Agustus 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Crazy Wisdom – Amazing One Glance! 神奇的一看!


Dikutip dari blogspot [Tai Chi Chuan and Philosophy]

Samstag (Sabtu), 29 September 2012
Bacaan: Kearifan apa yang didapat dari sikap seorang yang bijaksana
Dari Bertold Brecht

Seorang profesor filosofi datang untuk menemui Bapak K dan menyampaikan kebijaksaannya.

Selang beberapa saat, Bpk. K berkata kepadanya: “Caramu duduk terlihat tak nyaman, gayamu bicara juga tak nyaman, begitu pula dengan caramu berpikir.”

Si profesor filosofi marah dan kemudian berkata: “Aku tak mau mendengar apapun mengenai diriku, aku mau tahu tentang substansi (hakekat) yang sedang kubicarakan.”

“Tidak ada substansinya,” Bpk. K menimpalinya.

“Aku melihatmu berjalan dengan kikuk, dan sejauh yang kulihat, kamu hanya berputar-putar saja.
Bicaramu juga tidak jelas, dan tiada sinar yang terpancar saat kamu bicara.
Kalau melihat sikap mentalmu, aku sungguh tak tertarik dengan apa yang kau bicarakan.”

Apa ini ada hubungannya dengan Filosofi Tai Chi Chuan?

Eingestellt von (dimuat oleh) MBum 02:36



Filosofi Tai Chi Chuan


Basis pemikiran yang kaya akan filosofi dari China di masa lampau telah mempesona negeri Barat selama berabad-abad. Mereka yang melatih Tai Chi Chuan akan mampu mengalami ide-ide tersebut dengan cara yang sangat spesial, karena berbagai gerakannya mencerminkan konsep mendasar dari filosofi China. Setelah mempelajari buku ini, pembaca akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai konsep-konsep Tai Chi Chuan. Begitu pula ia akan bisa melakukan pendekatan dalam pelatihannya dengan inspirasi yang baru.

---

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Bagian yang ditebalkan dan digarisbawahi berikut ini sangat edukatif.

[“Caramu duduk terlihat tak nyaman, gayamu bicara juga tak nyaman, begitu pula dengan caramu berpikir.”
“Aku melihatmu berjalan dengan kikuk, dan sejauh yang kulihat, kamu hanya berputar-putar saja.
Bicaramu juga tidak jelas, dan tiada sinar yang terpancar saat kamu bicara.
Kalau melihat sikap mentalmu, aku sungguh tak tertarik dengan apa yang kau bicarakan.”
]

Hahaha! Ayo BERMAIN-MAIN!

Bertanya: Melihat Bpk. K dan kebijaksanaannya, apa yang bisa kamu simpulkan?
Bertanya: Bagaimana dengan si profesor filosofi?

Dan kini, bagaimana halnya dengan Esensi Taiqiquan?

Bpk. K sudah jelas mampu “MELIHAT”, bukan?
Ia mampu mengamati dan “membaca” aura si profesor filosofi.
“...tiada sinar yang terpancar saat kamu bicara” – di sini Bpk. K ingin menyampaikan apa? :)
“...sejauh yang kulihat, kamu hanya berputar-putar saja” – Bpk. K bisa melihat ke masa mendatang?

Kemudian. [Selang beberapa saat...] – Bpk. K butuh beberapa saat untuk membaca aura si profesor.
Kamu ingatkah Sutra Avatamsaka?
Buddha bisa membaca seseorang dengan lengkap hanya dengan Sekali Pandang saja!

Guru mengatakan bahwa Thubten Ksiti, Sang Buddha Hidup kecil, mampu membaca nasib karma 3 masa dari semua VM dengan sekilas pandang.

SEKALI PANDANG yang Menakjubkan!

Melatih: Pengamatan, Meditasi, Melebur dan Menyelaraskan diri dengan Alam, ...


Menurut Guru: Meditasi yang sering dilakukan akan membantu munculnya Sinar Suci dalam diri si praktisi.

Kebijaksanaan yang sesungguhnya datang dengan munculnya Sinar Kebijaksanaan!

Bpk. K mengatakan kalau si professor tidak memancarkan sinar saat dia bicara – ia sedang menyampaikan bahwa si professor bicaranya tidak dengan jelas dan kata-kata yang digunakannya juga “tak nyaman, kikuk, samar-samar”.
Bukankah semua ini menunjukkan bahwa si professor tak mampu menampilkan dirinya secara menyeluruh?

Bila kamu bandingkan yang di atas dari si profesor filosofi dengan 2 anak panah yang baru saja ditembakkan demi Ambisi Tercerahkan oleh para murid, maka analoginya seperti:
Melenceng dari inti pembicaraan dan malah membingungkan diri sendiri. Esensi Inti dari Topiknya malah tidak disentuh!

Hahaha! Kebijaksanaan sepertinya benda yang sukar dipahami?

Dengan rendah hati aku menghadiahimu Jalan Mulia Beruas Delapan untuk membantumu. Semuanya telah dimuat di dalam blogspot ini. :)

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts: