Showing posts with label iri hati. Show all posts
Showing posts with label iri hati. Show all posts

Wednesday, December 14, 2016

Unjuk Kemampuan Akan Mengundang Kedengkian



Karya tulis Mahaguru Lu: 蓮生活佛 > 師尊文集 > 237_少少心懷 > 展漏才華必招人妒
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris dengan tambahan anotasi oleh Lotuschef – 3 Desember 2016
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: 展漏才華必招人妒 Showing Abilities draws Jealousy


井底之蛙 Katak di dasar sumur (idiom lain untuk “katak di dalam tempurung”)

蓮生活佛 > 師尊文集 > 237_少少心懷 > 展漏才華必招人妒

我讀「龍欽巴全傳」,知道「龍欽巴」四方參學,獲得了「博學」的成就。如同經典說的:
Aku membaca [Biografi Longchenpa], dan menjadi tahu bahwa [Longchenpa] mencari pengetahuan dari berbagai sumber, serta menjadi seseorang yang [terpelajar].
Seperti yang dikatakan di dalam sutra:

「華嚴經」——「如欲疾速現證圓滿佛位,須先聞法,廣聞博學,到達聞法大海的彼岸。」
[Avatamsaka Sutra] – Bila ingin secepatnya mencapai Kebuddhaan yang sempurna, pertama-tama harus mendengarkan dharma, belajar sebanyak-banyaknya, hingga akhirnya sampai ke pantai seberang dari lautan dharma yang agung.

「經莊嚴論」——「如無通達五明等學,即使是薄伽梵那樣的聖哲,也不能成為具一切智者。要讓人心悅誠服,化導群迷,自己首先須學好一切知識。」
Abhisamayalankara (Ornamen Realisasi) – Tanpa pemahaman akan 5 macam Realisasi, bahkan orang bijak seperti Bhagawan, juga tak akan menjadi seseorang yang memiliki segala macam kebijaksanaan. Untuk mampu membahagiakan hati para insan, membuat mereka mau mengakuinya, membimbing dan mengubah orang-orang yang kebingungan, Ia harus mempelajari segala macam pengetahuan terlebih dahulu.

「集經」——「常依上師及智者,能生(善巧 -kausalya) 之功德,欲證佛果依善文,功德聖主佛所說。」
Mahasamnipata Sutra – Selalu menaati guru sendiri dan para orang bijak, akan mendapatkan pahala kemudahan, hendak mengafirmasi buah Kebuddhaan harus mengikuti pembelajaran literatur yang baik, seperti yang dikatakan oleh Buddha Pahala Kesucian.

又:Dan:
「寶聖論」——「將世間一切事全部捨棄,至一無可捨時,最後所餘者,必是般若無疑,因此,般若最足珍貴,而聞法是般若的基礎,所以聞法又彌足珍貴。
Ceramah Harta Suciwan – Buanglah segala persoalan di dunia saha ini, hingga tak ada lagi yang bisa dibuang, sehingga tanpa diragukan lagi akhirnya yang tersisa hanyalah Prajna, demikianlah maka prajna merupakan hal yang paling berharga, dan mendengarkan dharma merupakan fondasi prajna, oleh karenanya mendengarkan dharma juga akan menambah harta.

依經典所言:
Menurut yang tertulis di dalam sutra:
「聞法」很重要。 [Mendengarkan dharma] sangatlah penting.
「博學」很重要。 [Menyebarkan pengetahuan] sangatlah penting.

所以「龍欽巴」向所有的大善智識學習。
Demikianlah [Longchenpa] belajar dari para kalyanamitra yang agung.

龍欽巴禮拜的師父有:

紮西仁青阿闍梨。

黎贊貢巴阿闍梨。

確班堅燦阿闍梨。

洛佐丹巴大譯師。

旬努頓珠阿闍梨。

旬努傑波阿闍梨。

噶瑪巴法王。

旺那阿闍梨。

須色仁波切。

東楚阿闍梨。

江陽巴上師。

索即佳燦上師。

綽巴仁波切。

等等等等。

龍欽巴的師父,共二十多位。
Longchenpa punya lebih dari 20 orang guru.

而我的學法與龍欽巴尊者的學法,不相上下。
Dan metode pembelajaranku juga mirip dengan Venerable Longchenpa.

由於龍欽巴尊者展露了他的才華,因此,有很多學者嫉妬他。
Berhubung Venerable Longchenpa unjuk kemampuan, maka banyak pelajar yang mendengkinya.

龍欽巴尊者博學及有智慧,有人讚賞,有人懷恨。
Venerable Longchenpa punya kebijaksanaan dan pengetahuan yang luas, tentu saja ada yang memuji dan ada yang membencinya.

他在桑普寺求學。
Belajar di vihara gsang phu.
受到人的排斥。
Disingkirkan oleh orang-orang di sana.
他被人從一僧舍,趕到另一僧舍,共有七次之多。
Berpindah-pindah dari satu asrama Sangha ke asrama lainnya, lebih dari 7x diusir.
大家不喜歡他。
Semua orang di sana tak menyukainya.

這是: Inilah:
「井底之蛙,不喜大海。」
Katak di dasar sumur, tak menyukai lautan.
「夏蟲怎能語冰。」
Cacing musim panas tak mampu menjelaskan tentang es.
「黑雲阻大日。」
Awam hitam yang besar menutupi sang matahari.

龍欽巴被誹謗,被驅逐。(被霸凌)
Nama baik Longchenpa dicemarkan, ia pun diusir. (digertak dan diganggu)

我讀到此,哈哈哈大笑,原來上下古今都一樣,那些古井之蛙,是見不得人有成就的。
Membaca sampai sini, hahaha aku benar-benar ketawa, dari jaman dahulu sampai sekarang, katak-katak di dasar sumur sungguh tak bisa melihat keberhasilan orang lain.

你如果有才華,才一露出,便招來嫉妬。
Kalau kamu punya talenta, sekali saja ditunjukkan, langsung mengundang banyak kecemburuan.

展露才華,一定要有技巧。
Menunjukkan talenta juga harus ada tekniknya.

展露過多,智者不取。
Terlalu banyak ditunjukkan, tak bisa diterima oleh para orang bijak.

我盧師尊就是遭遇到這樣的環境,太招人注目了,實在不好,不妙。
Aku, Mahaguru Lu, bertemu dengan berbagai situasi semacam ini, sebegitunya menarik perhatian orang-orang, ini tidak baik, tidak bagus.

「如何才是好?」人問。
[Jadi bagaimana yang terbaik?] orang-orang bertanya.

我答:「少少露出,才是妙,要節制適中。」
Aku menjawabnya: “Ditunjukkan sedikit saja, barulah itu yang bagus, harus dibatasi secara tepat.”

詩:Sajak:
這個世界到處是小蟲 Cacing-cacing kecil ada di mana-mana di dunia ini
為何被叮 Kenapa sampai tersengat
因為你的花紅 Karena kamu adalah bunga merah
**[Dalam konteks Bahasa Mandarin, saat orang-orang melihat “merah”, artinya kecemburuan. Mata merah – 眼红]

聖賢此心均相同 Hati para suciwan sama adanya
因為崇高 karena begitu agung
須躲在深山中隱居 sampai harus bersembunyi menyepi di dalam gunung
永永 selamanya
兩極必然不相容 Dua kutub sudah pasti tak akan bisa melebur menjadi satu.

~~~~~~~~~~~~~~

华严经 - 离世间品第三十八 [19]
 “佛子!菩萨摩诃萨以十事故,现处童子地。
Para murid Buddha! Bodhisattva Mahasattva menggunakan 10 hal untuk menampilkan pencapaian tingkatan Kumara.
何等为十? Apa saja kesepuluh hal tersebut?
所谓: Adalah yang dinamakan:
为现通达一切世间文字、算计、图书、印玺种种业故,处童子地
Untuk menampilkan pemahaman sempurna atas segala jenis tulisan, perhitungan, buku literatur, cetakan dan segel segala jenis materi karma para insan, akhirnya mencapai tingkatan Kumara;

为现通达一切世间象马、车乘、弧矢、剑戟种种业故,处童子地;
为现通达一切世间文笔、谈论、博弈、嬉戏种种事故,处童子地;
为现远离身、语、意业诸过失故,处童子地
Untuk menampilkan bagaimana menjauhi berbagai jenis kesalahan karma tubuh, ucapan, dan pikiran, akhirnya mencapai tingkatan Kumara;

为现入定住涅槃门,周遍十方无量世界故,处童子地;
为现其力超过一切天、龙、夜叉、乾闼婆、阿修罗、迦楼罗、紧那罗、
摩睺罗伽、释、梵、护世、人、非人等故,处童子地;
为现菩萨色相威光超过一切释、梵、护世故,处童子地;
为令耽著欲乐众生欢喜乐法故,处童子地
为尊重正法,勤供养佛,周遍十方一切世界故,处童子地
为现得佛加被蒙法光明故,处童子地。
是为十。

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

华严经 - 入法界品第三十九 [13]

尔时,善财童子蒙善知识力,依善知识教,念善知识语,
于善知识深心爱乐,作是念言:
“因善知识,令我见佛;因善知识,令我闻法。
善知识者是我师傅,示导于我诸佛法故;
善知识者是我眼目,令我见佛如虚空故;
善知识者是我津济,令我得入诸佛如来莲华池故。”

Untuk versi Bahasa Inggris, silakan lihat: Entering the Dharma Realm Part 1
Mohon menghormati dharma yang dibagikan.

~~~~~~~~~~~~~~~

Dua bagian yang dikutip dari Avatamsaka Sutra tersebut mirip dengan poin penting yang diajarkan oleh Mahaguru Lu di artikel di atas.

Ia yang suka menyerang karena Dengki atau membenci karena cemburu, sebenarnya merupakan salah satu dari banyak orang bodoh yang kelakuannya mirip dari sejak jaman dahulu kala! :)

**[我讀到此,哈哈哈大笑,原來上下古今都一樣,那些古井之蛙,是見不得人有成就的。
Membaca sampai sini, hahaha aku benar-benar ketawa, dari jaman dahulu sampai sekarang, katak-katak di dasar sumur sungguh tak bisa melihat keberhasilan orang lain.]


Salam Metta,


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, March 19, 2013

Artikel Mahaguru – Siapa Yang Paling Bahagia?


Ditulis oleh Lotuschef – 27 Januari 2013
Artikel Mahaguru diterjemahkan oleh Lotuschef
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: GM’s Article – Who is the Happiest?



Makanan pencuci mulut – Beligo (kundur), kacang badam (almond) manis dan pahit, lengkeng kering, kurma madu, kurma merah besar. Tanpa tambahan gula!

Merasa menjadi korban kesalahpahaman? Melankolik? Hidangan pencuci mulut yang menyenangkan seperti ini akan menghangatkan dan menenangkanmu! :) Salam.

Ah siapa peduli apa yang dunia katakan kepadamu?

Ada yang memberitahuku kalau ada seorang teman murid yang sangat depresi dan tak bahagia karena ada desas-desus yang mengatakan bahwa dia difitnah telah menuduh murid lainnya membayar para praktisi Maoshan untuk mencelakai Guru.

Lalu? Benar ataupun Salah, sungguh bukan persoalan!
Yang paling penting adalah kamu tidak bersalah dan tahu mengenai kebenaran ini!

Aku menemukan artikel karya Guru yang bagus dan cocok sekali buat mereka yang dulu pernah dan masih kena tuduhan yang salah alamat, ataupun jadi korban kesalahpahaman!

Ini diterjemahkan bagi mereka yang tak paham bahasa Mandarin.
Selamat menikmati! :)

---


Buku No.230 – Hujan Berlalu Lagi

Sumber: 誰最快樂?

Kalau ada orang yang bertanya kepadaku: Siapa yang paling bahagia di dunia ini?
Tanpa ragu-ragu aku pasti mengatakan: Ya, akulah orangnya.

Kalau ada orang yang bertanya kepadaku: Siapa yang paling gila di dunia ini?
Aku akan meloncat sambil mengatakan: Ya, akulah yang paling gila.

Sekedar informasi, 80% artis, penyair, orang-orang jenius, semua punya sedikit kegilaan.

Ya, akupun juga diejek dan dilabeli: Lu Sheng Yan, Sang Raja Dharma yang Gila.

Setelah aku sedikit punya keberhasilan, beberapa orang pikirannya (hatinya) mulai tidak seimbang. Mereka berusaha mencari-cari kesalahanmu. Seperti pepatah mengatakan: Bagai mencari tulang dalam sebutir telur [maksudnya mencari sesuatu yang tidak ada]. – ini semua karena mereka tidak {tahan} melihat kesuksesanmu, tidak {tahan} melihat pencapaianmu.

Jadi sampai harus menggunakan ucapan (Gosip).
Dan menggunakan kata-kata dalam tulisan (Penghinaan).

Mereka merasa perlu menyerangmu, mencemarkan namamu, menghinamu, meratakanmu, tidak mau memahamimu...

Tapi aku sendiri paham, orang-orang ini punya: Penyakit Iri!

Iri hati, dengki, adalah sifat dasar manusia. Hanya mereka yang [tak punya kemampuan / tak bertalenta] –lah yang namanya tak akan dicemarkan atau difitnah oleh orang lain.

Menurut pandanganku – Aku ini sungguh orang yang sangat independen. Orang-orang tersebut juga tak ada masalah denganku. Dia menjalani hidupnya sendiri dan begitupun aku menjalani hidupku sendiri.

Aku hidup dengan bahagia sejauh ini, karena aku bisa mengkonfirmasi pencapaianku.

Jia Jia! Yu Yu! [cekikikan] 

Dia-dia semua tahu pencapaianku.

Menuliskan sebuah sajak:
Terbang ke langit yang kehijauan, untuk menghadiri acara tak berawan tak berasap di Kolam Kumala.
Bunda Emas Kolam Kumala berkata kepadaku: Dunia manusia ini punya banyak lapisan.
Akupun tertawa.
Bagaimana mereka bisa tahu rasanya berada di Istana Emas.
Aku sedang berada di Surga, wangi surgawi semerbak bagaikan bunga-bunga yang cantik.
Ia yang yang kakinya menapak tanah, selalu penuh kekuatiran dan pandangannya juga sempit.
Dengan celah yang demikian jauh ini, membuat wajahku dipenuhi tawa.

Jia Jia! Yu Yu! [cekikikan] 

Sejujurnya kukatakan, Aku, Lu Sheng Yan, sudah bukan lagi seorang manusia. Aku sudah terbebaskan dari kekangan masyarakat, orang banyak, alam manusia, dan para manusia.

Aku ini Buddha, aku juga seorang Dewata Emas.

Lalu masihkah aku butuh kekayaan?

Masihkah aku butuh kecantikan (seks)?

Masihkah aku butuh ketenaran/prestis/kehormatan?

Tak ada yang bisa memahamimu, dan kamu juga tak butuh orang lain untuk memahamimu. Meski kamu hidup di dunia fana, tapi kenyataannya, kamu tinggal di dalam Surga.

Penuh dengan Kebahagiaan, hidup dalam Kedamaian, Kesucian, Tanpa Ego...

Jadi pada dasarnya, aku ini tak Lahir, juga tak Mati! [kata-kata pencerahan]

---

Teman-teman sekalian yang terkasih, aku harap kalian semua mengingat ajaran dari Guru ini.

Selama kamu tahu Kebenaran, jujur dan ikhlas, apa yang orang lain katakan Sungguh... Sungguh bukan persoalan sedikitpun, benarkah kiranya? :)

Mereka yang tidak punya apa-apa tapi masih ingin berada di atas ataupun memegang kendali, akan melakukan apapun untuk menyerangmu, bahkan hingga berbohong!

Hahaha! Aku juga terus-menerus difitnah oleh sesama murid! Tapi apa aku peduli? TIDAK! :)

Siapapun yang membayar para praktisi Maoshan untuk mencelakai Guru, pasti akan menerima balasan karmanya sendiri. Itu tidak ada hubungannya dengan mereka yang tak bersalah dan tak melakukan tindakan tersebut. Iya khan?

Tersenyumlah dan bagikan senyum itu! :) :) :)

Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, February 16, 2013

Mengenai Perbedaan Kekuatan



Ditulis oleh Lotuschef – 31 Desember 2012
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on Differences of Power
Image © BrassIvyDesign

Fashi yang terkasih,
Aku AA yang agak konyol waktu itu, masih ingatkah?
Aku telah melatih sadhana Vajrasattva berhubung engkau mewakili Guru untuk mengajar versi detilnya kepada kita semua di ZZ. Senang sekali ada pembimbing di dekat kita.
Dan pada saat yang bersamaan, engkau juga seorang kalyanamitra.
Aku sungguh berharap Lama terus mengajar dan membimbing kita seputar sadhana TBS.

Selama ini aku tak menemukan masalah.
Namun menurut beberapa orang, bila aku terus melanjutkan sadhana tersebut, maka masalah bukan ada padaku namun akan menimpa istri dan bayi yang masih di dalam rahim istriku.

Meski demikian, aku tetap melanjutkan melatih sadhana Vajrasattva tiap hari tanpa terlewatkan – seperti yang diminta oleh Guru: “satu hari tanpa sadhana adalah sama saja menjadi hantu/setan”.
Aku punya impian untuk mencapai kebuddhaan dalam kehidupan ini.

Salam ceria dan selalu beri kabar ya.
Selamat Tahun Baru

OmGuruLianShenSiddhiHum
Ommanipedmehum

---

Hi AA,
Senang mendengar kabar darimu.

Hahaha! Terima kasih atas pujianmu yang mengatakan bahwa aku mewakili Guru. :)

[Namun menurut beberapa orang, bila aku terus melanjutkan sadhana tersebut, maka masalah bukan ada padaku namun akan menimpa istri dan bayi yang masih di dalam rahim istriku.]

Bagaimana mungkin berkat semesta akan membahayakan KITA?
Semua budha menunjukkan jalan menuju kebahagiaan kepada kita semua!!!

Banyak juga orang yang berkata kalau aku orang jahat yang selalu bicara tentang Kekuatan Dharma dan Astral! :)
Mereka tak mengerti apa benda itu sebenarnya dan tahu-tahu menyebutnya sebagai Kekuatan Spiritual, yang akhirnya juga digunakan dengan salah pula.
Itu bukannya kekuatan, namun sebuah kemampuan untuk berkomunikasi atau melihat roh – yang sebenarnya adalah hantu.
Ya, memang beberapa orang hanya bisa melihat hantu saja, namun sayangnya mereka berkhayal telah memiliki kekuatan layaknya Kekuatan Dharma atau Astral.

Bisa melihat hantu, maka orang yang bersangkutan punya Mata Batin atau Mata Hantu! Bukan Mata Dewa! Ini karena orang-orang tersebut lebih banyak berhawa Ying, yang berada dalam frekuensi yang sama dengan para hantu. Dari situlah mereka bisa melihat hantu-hantu.

Lalu dengan Kekuatan untuk mengendalikan para hantu? Hahaha!
Aku pernah menulis artikel tentang Membuat Perjanjian dengan Setan.
Kepada para Hantu atau Roh, kamu berjanji untuk memberi mereka benda/materi tertentu dan sebagai gantinya mereka akan membantumu.
Bukankah ini sama halnya dengan membuat perjanjian dengan Setan? :)

Sedangkan menurut Guru, Sadhana Vajrasattva – saat si praktisi telah berhasil mencapai yoga, maka ia bisa mencapai kebuddhaan.
Ini karena Vajrasattva adalah gabungan dari 5 Dhyani Buddha.
Kuncinya adalah melatihnya dengan tekun sambil tidak melupakan bodhicitta!

Bagaimana halnya dengan Kekuatan Astral/Dharma?
Mereka harus digunakan untuk memberi manfaat bagi semua insan, dan tak boleh membahayakan siapapun itu!
Justru kebanyakan orang tidak tahu tentang Kebenaran dan kemudian memfitnah, memarahi, melecehkan siapapun yang mereka takuti karena dipikirnya Kekuatan yang dimiliki oleh orang-orang tersebut akan digunakan untuk melukai atau mengendalikan mereka.
Mereka ini sungguh tak paham akan kebenaran yang paling mendasar: bahwa Kekuatan atau berbagai kemampuan Dharma itu semuanya demi memberi manfaat semua insan, dan hanya bisa digunakan dalam konteks atau aspek ini saja!

Kekuatan Dharma sungguh tiada batas dan tak terjangkau oleh mereka yang belum mencapai Yoga!
Lihatlah baik-baik wajah-wajah mereka yang bernafsu mendapatkan kekuatan, ketenaran, kekayaan, dalam nama Buddha!
Hahaha! Raut wajah mereka semua sudah berubah menjadi binatang dan hantu.


Di atas ini adalah beberapa foto yang diambil saat puja api homa.
Kau lihatlah kedamaian, kebahagiaan dan sinar merah cerah yang memancar dariku?
Aku bukannya mempromosikan diri!
Hahaha! Tapi setidaknya hal ini menunjukkan kalau aku bukan mahluk jahat seperti yang dikatakan oleh banyak orang. :)

Orang-orang bukan hanya menyerang hal-hal yang tak mereka ketahui, mereka juga melakukannya karena Iri hati!

Guru telah menerima efek-efek yang tak menyenangkan dari berbagai fitnahan, pelecehan nama baik, amarah, dan ancaman tuntutan hukum; namun ia tetap berdiri kokoh karena mampu mengosongkan semuanya!

Ajakan dari grup para murid yang mengaku Pro-Guru (mendukung Guru) untuk melindungi Guru dan menangkap mereka yang melakukan pencemaran nama baik sungguh sebuah aksi yang memboroskan sumber daya waktu dan uang. Tindakan-tindakan yang gegabah, dan beberapa oknum malah menggunakan orang-orang lain untuk membalaskan dendam pribadi mereka.

Aku bahkan dimasukkan ke dalam “daftar monyet” dan ada yang berkeliling untuk meng-email dan mengirim pesan kepada orang-orang – memperingatkan para murid untuk “menjauhi”-ku dan mereka yang masuk ke dalam “daftar monyet” mereka, layaknya para lawan yang masuk daftar hitam! Hahaha!
Lihatlah betapa dahsyatnya amarah dan kebencian yang mereka kucurkan lewat forum [ilovegm]?
Kiranya sungguh sebuah contoh penghamburan energi juga! Hahaha!

Kalau teman-teman pembaca termasuk mereka yang mendengarkan orang-orang ini, dengan sedih harus berkata kalau kalian memberi mereka tenaga untuk BERPIKIR & BERTINDAK atas nama kalian! Kalian juga gagal untuk sepenuhnya memahami ajaran Guru dan Buddha Dharma selama ini!
Demikianlah umurmu sebagai manusia yang tidak panjang juga tersia-siakan dengan mengejar ke arah yang salah!

Maka memberimu semua saran yang masih sama: HANYA DENGARKAN GURU AKARMU!
Dan SADARLAH!

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Wednesday, January 30, 2013

道心坚固? Pernyataan-pernyataan dari Guru? [3]

Bila waktu dan ruang tidak ada (hilang dalam pikiran) saat diteliti,
maka dengan cara yang sama mereka juga tak ada bila tidak dicermati,
demikianlah semua parameter investigasi juga tidak ada,
dan medan sasaran tak memiliki detil khusus ataupun karakteristik umum.

~ dikutip dari dari Kesempurnaan Kodrati: Dzogchen Radikal dari Longchenpa
(diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Keith Downman)

Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 21 Januari 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 道心坚固? Guru’s Statements? [3]

道心 – Hati yang diabdikan kepada Sang Jalan atau Dao (Tao). Dalam konteks ini, ia mengacu pada Jalan Bodhi.

坚固 – Teguh nan Kokoh.

Saat digabungkan artinya menjadi: Hati/Pikiran si praktisi kebatinan tak tergoda untuk berubah arah dalam segala macam kondisi.

Sewaktu terjadi pelecehan nama baik Guru, dalam salah satu ceramah-Nya Beliau mengatakan mengenai mereka yang meninggalkan Aliran Satya Buddha karena mendengarkan hal-hal negatif mengenai-Nya.
Banyak umat berpikir kalau Guru seharusnya menjelaskan lebih jauh mengenai “Hati Jalan Bodhi” ini!
Hahaha!

Lalu apa yang Guru katakan mengenai “Hati Jalan Bodhi” ini?

Hati atau Pola Pikir yang demikian ini hanya bisa dikembangkan lewat pelatihan diri yang tekun hingga si praktisi yang bersangkutan berhasil mencapai Yoga dengan Guru atau Vajrasattva!

Maka bagaikan kualitas dari Vajra yang tak dapat dihancurkan, hati ini “begitu sekali saja ditemukan” maka ia tak akan hilang lagi, bagaimanapun situasi atau provokasi dihadapkan pada si praktisi.

Tanggal 19 Januari 2013, Guru baru saja menjelaskan mengenai:
[大圆满觉 = 明心见性 , Realisasi Kesempurnaan Agung (Dzogchen) = Memahami Hati, Menyaksikan Jati Diri.
Saat si praktisi mencapai tingkat pelatihan seperti ini, maka ia mampu melakukan apapun dengan leluasa.
Angin badai tak menggoyahkannya – berarti selalu tenang dan tak gentar terhadap apapun.
Yogi semacam ini tak bergeming atau tak bisa diprovokasi hingga menjadi marah atau bereaksi apapun.]

Frase [道心] ini bukankah memang sudah sering dibahas namun sayangnya yang mengupayakannya Kurang paham arti dan penggunaannya! :)

Jadi mereka yang memberitahu Guru bahwa banyak yang meninggalkan Satya Buddha karena mereka kehilangan “Hati Jalan Bodhi” ini jelaslah belum mencapai Yoga yang Sejati dengan Guru atau para Yidam, bukannya begitu?

Dan setujukah juga para pembaca dengan dua artikel pendahuluan (1 dan 2) yang kutulis mengenai Keabsahan Pernyataan yang diyakini berasal dari Guru, bahwa sepertinya bukan sungguh-sungguh dari Guru – seorang yang telah tercerahkan dan Buddha Hidup pula? :)

Setujukah bila yang terbaik adalah dengarkan saja Guru?
Oleh karenanya yang terbaik juga mengacu pada buku, video dan transkrip lengkap dari ceramah-ceramah Guru yang dipublikasikan oleh Mingguan Satya Buddha.

Wajib memeriksa Keabsahannya jadi kamu tak akan disesatkan atau masuk ke dalam cengkeraman Mara?

Poin no.7, si penulis jelas sekali iri hati kepada mereka yang mampu menjalankan sila dan melatih diri dengan baik?
Dan dari sana di poin no.10 malah lebih menunjukkan lagi keirihatiannya?

Sepertinya si penulis atau mungkin para penulis, sedang kebingungan atau tak paham apa itu Yoga yang Sejati, tapi berusaha melampiaskan rasa iri hati dan tak senangnya kepada orang lain yang “dalam pandangan mereka” telah melatih diri dengan baik?

Aku sendiri yakin bahwa kita semua bisa menemukan Kebenaran mengenai asli/palsunya pernyataan-pernyataan tersebut dari ceramah-ceramah Guru, benarkah kiranya?

Oh ya, mengenai Pahala? Yogi Sejati Tak Membutuhkannya!

Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts:

  • Mahaguru Lu Menjelaskan Mengenai Tidak Ada Pikiran
  • Pernyataan-pernyataan dari Guru? [2]
  • Disiplin (Sila) sebagai Guru
  • Guru Versi Khayalan [3]
  • Lotuschef Bercakap-cakap – Meninggalkan Aliran Satya…

Sunday, January 27, 2013

Pernyataan-pernyataan dari Guru? [2]

Sapia adalah salah satu arwah yang sedang menjalani api penyucian di teras ke-2 karena iri hati. Para arwah yang penuh dengan keirihatian saling duduk berjejeran dan bersandar bersebelahan serta bersandar pada batu-batu besar. Jubah yang mereka kenakan ditenun dengan kasar dalam warna yang polos seperti batu.
Karena mereka mendapatkan kesenangan dari melihat orang lain yang direndahkan, kini mereka semua yang penuh rasa iri hati juga kehilangan penglihatan dalam cara yang sangat mengerikan: mata mereka tertutup karena dijahit dengan kawat besi. Air mata bercucuran keluar dari mata mereka yang tertutup, dan para arwah ini meringkuk bersama bagai para pengemis yang buta (13.43-72).
Sapia, lahir sekitar tahun 1210 di dalam keluarga Salvani dari Siena yang terkemuka, dengan cara yang salah turut bersukacita saat melihat kekalahan para saudara setanahairnya (faksi Ghibellin dari Siena) di Colelle di Val d'Elsa, di mana keponakan lak-lakinya, Provenzan Salvani, terbunuh. Kini namanya sendiri jadi sindiran akan kebodohannya (meski namanya adalah Sapia - ia yang tak bijaksana [savia], 13.109-10).
Sapia menunjukkan keinginannya untuk berbicara dengan Dante dengan mendongakkan dagunya ke arah asal suara Dante.


Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 20 Januari 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Guru’s Statements? [2]
Image: Sapia dari Dante's Divine Comedy: Purgatorio © Paul Gustave Doré

Bacalah juga: Pernyataan-pernyataan dari Guru? [1]

LC: Kau sudah baca artikel terakhirku? Pernyataan-pernyataan dari Guru? [1]
Hehe.
Nakal-nakal lagi!

AA: Aku masih belum paham dengan poin no.10. Menurutku baik-baik saja. :D
Fashi jelaskan lebih lanjut lah.

LC: BB, kamu coba jelaskan dan nanti lihat bagaimana.

BB: Lol. Kalau dibaca lagi, di poin no.10 ada dua fragmen pernyataan yang saling bertolak belakang, dan dibaca secara satu kesatuan kamu mungkin berpikir ada yang aneh dengan pernyataan itu.

Yang pertama, menunjukkan mengenai yang terbaik/tertinggi dan di bagian akhir ditutup dengan melupakan Mula Silsilah berarti berada di dalam cengkeraman Mara, ya memang benar.

Tapi kamu mungkin akan berpikir lagi, yogi dengan kebijaksanaan yang terunggul bisa melupakan Mula Silsilahnya bukankah terlalu lucu untuk terjadi?

Yang ke-dua, seperti yang dikatakan fashi “apa yang ingin kamu sampaikan di sini? Kamu iri kepada mereka yang mencapai keberhasilan?”

Yang ke-tiga, “Yogi yang merasa...” – adalah pendapat yang sangat pribadi. Dari sudut pandang siapa? Dari perspektif mayoritas? Atau dari si pembaca?

Hahaha. Aku tak tahu, tapi kalau dia berhati tulus dan mampu mengabaikan emosi-emosi yang mengganggu hatinya, pernyataan seperti ini tak akan muncul.

Melihat mereka yang berhasil dalam pelatihan dirinya, ia akan turut berbahagia; melihat mereka yang tak punya keberhasilan juga tidak masalah, karena setiap insan menanggung karmanya masing-masing dan akan tercerahkan saat waktunya telah matang.

LC: Bravo! BB menjelaskan semuanya!
BB sayang, misterius sekali cara berpikirmu bisa mirip denganku!

Ya! Apa yang kamu anggap sebagai Tertinggi dalam segala hal?
Dualisme lagi. Saat seseorang berada di Paling Atas, maka si penulis sendiri adalah yang berada di Paling Bawah!

Sedangkan seorang sadhaka yang paling unggul HANYA BISA BERHASIL karena ia paham pentingnya Mula Silsilah dan berlatih sesuai instruksi!


Mara Iri Hati sedang bekerja – dalam bentuk umpatan kepada mereka yang berada di PALING ATAS!

Semuanya bisa dianalisa dengan menggunakan Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Utama Berunsur Delapan!
Sungguh merupakan Dharma dan Kebijaksanaan Buddha yang sebenarnya!
Hahaha!

AA: Aha, sekarang jadi masuk akal. Jika poin no.7 dan 10 dihubungkan, semuanya masuk akal. Ya, ternyata di dalamnya sarat kedengkian lol.

---

Bertukar pikiran seperti ini sebenarnya seperti dialog Zen? :)
Ini yang Guru sedang lakukan di dalam ceramah dharmanya tiap Sabtu akhir-akhir ini.

Aku senang karena ada para pembaca yang benar-benar paham apa yang aku coba bagikan dan tahu apa dan bagaimanca cara membaca pernyataan-pernyataan tertentu.

Selamat berlatih!

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, January 26, 2013

Pernyataan-pernyataan dari Guru? [1]



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 20 Januari 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Guru’s Statements? [1]


Sumber:  密教弟子應嚴守三昧耶戒

2012年9月22日,法王盧師尊蓮生活佛於西雅圖雷藏寺餐廳午膳畢,由於深深關心弟子戒行,特別開示密教戒律重點如下:
  
一、就師尊而言,對任何眾生,實無分別。然而,真佛行者修行深淺自有不同,凡是對於叛離傳承之人,行者不可與之交往,甚至交談亦不超過三句話,以免受其不正之念影響
  
二、密教有「十四大戒」甚至更有「十六戒」,有「事師法五十頌」等戒律,以後應該發戒律給新求皈依者,明白之後再求皈依
  
三、密教行者對於根本上師的衣帽,都不可觸犯。根本上師的床不可踏、坐。弟子不可足踏師影。不可於背後議論、妄測師父的境界
  
四、昔日西藏赤松德真王,因故驅逐自己的根本上師──蓮華生大士,甚至派兵追殺。赤松德真王還以芥子咒術釋放蓮師所鎮住在湖中的紅牛魔。於是紅牛魔轉世成為赤松德真王之孫,掌權當王後滅佛,終令興盛一時的西藏王朝湮滅。可見,叛離自己的根本傳承,亦會導致滅國的業報
  
五、昔日的密教規矩:師父未吩咐弟子看的書,弟子自己去讀也是犯戒。其他還有種種密教戒律。師尊比較主張自由民主,等弟子明白犯戒了,再向根本傳承懺悔還淨。
  
六、昔日阿底峽尊者在印尼占碑參見金洲大師欲求法,大師觀察他一年才答應傳法。所以師尊說:「當初弟子要皈依師父前,彼此應該互審其器。(彼此應該觀察)。」
行者一旦離開自己的師父,不管師父如何,皆不可批評。因為,當初皈依師父,就必須守「三昧耶戒」誓盟。妄自批評師父,即為犯戒
  
7. 七、即使守戒清嚴第一的行者,都輸給一心侍奉根本上師的侍者。即使侍者無暇修法,都得到師父的功德,甚為殊偉
  
八、弟子犯錯,被師父責罵是應該的。弟子若犯三昧耶戒,則有金剛神執戒,令犯戒弟子臨終墮入金剛地獄。
  
九、師尊常以根本上師為頂飾,每次說法均先頂禮傳承上師,即得加持傳法開示,否則,其說法將無益於眾生
  
10. 十、凡認為自己法力第一,功德第一,智慧第一的行者,認為自己成就非凡而忘卻根本傳承者,此人早已被魔挾持

---

Teman-teman pembaca yang terkasih, sepuluh poin di atas diduga sebagai Pernyataan-pernyataan dari Guru mengenai Disiplin Sila.
Ceramah tersebut tidak ada dokumentasi videonya pula.

Di beberapa artikel baru-baru ini aku menganalisa poin no. 7 dengan lebih detil.
Mungkin bisa menggunakan perangkat penerjemah bila diperlukan dan cobalah renungkan poin-poin lainnya juga.
Aku berikan penekanan khusus dengan bagian yang dipertebal dan digarisbawahi. :)
Beberapa hal aku setuju, dan beberapa lainnya aku tak setuju. Mari bersenang-senang!

Aku sangat tertarik dengan poin no.10 juga. Hahaha!
Bila diterjemahkan kira-kira: Para yogi yang merasa kekuatan dharmanya paling tinggi, pahalanya juga paling tinggi, kebijaksanaannya paling tinggi, serta pencapaiannya tak tertandingi serta melupakan Mula Silsilahnya, maka mereka-mereka inilah yang telah berada dalam kendali dan cengkeraman Mara.

Bukankah ada rasa-rasa “iri hati” dalam pernyataan ini? :)
Maksudku mereka yang “tak punya waktu untuk melatih diri, juga bisa mendapatkan pahala dari Guru” (dari poin no. 7).
Apa karena tak bisa atau tak mampu berlatih dengan tekun, lantas tidak mendapatkan kemajuan atau pencapaian?

Menekankan pada Pentingnya Mula Silsilah memang sungguh benar; namun konteks dari 10 poin pemberitahuan ini secara keseluruhan sepertinya malah menegasikan (meniadakan) penghormatan akan Mula Silsilah, Sang Guru Akar, karena ada agenda-agenda ‘Egois dan Kebodohan’ yang tersembunyi dari mereka yang kurang paham mengenai Buddha Dharma.
Seperti disusupi faktor pola pikir duniawi!

Hahaha! Tentu saja kamu tak harus setuju dengan pandanganku. Bicara mengenai Buddha Dharma, KAMU bebas dengan segala interpretasimu dan bebas memanfaatkan sesuai dengan pemikiranmu juga karena Buddha Dharma juga tiada berbatas!

Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef