Showing posts with label hutang karma. Show all posts
Showing posts with label hutang karma. Show all posts

Tuesday, June 20, 2017

Memberikan Pertolongan?



Ditulis oleh Lotuschef – 18 Juni 2017
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 渡 Succour?


中阿含經: 千年經典


 1. 横过水面:~船。~桥。~河。摆~。强~。远~重洋。
 2. 由此到彼:~过难关。
 3. 转手,移交:引~。
 4. 过河的地方:~口。~头。
(menyeberangi sungai)   (menyeberangkan)   (membawa melewati, menyelamatkan)

Ing: Succour

[kata benda]
1. Bantuan dan dukungan dalam masa susah dan sengsara.
Sinonim: bantuan, membantu, uluran tangan;
Pertolongan, kenyamanan, kemudahan, pembebasan, bimbingan, dukungan;
Rasa damai yang jarang didapatkan

[kata kerja]
1. Memberikan bantuan atau pertolongan.
Sinonim: membantu, menolong, memberikan bantuan atau pertolongan, mengulurkan tangan, melayani;
Memperhatikan; memberikan kenyamanan, memberikan dukungan, menopang, melindungi, memelihara

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

大智度論 (梵文:Mahāprajñāpāramitāśāstra;
(Risalah Agung Kesempurnaan Kebijaksanaan)



Dari arsip percakapan:

AA: 法師。我舊同學業障也重。佢夢過靈界來攞債。所以離婚。失業等。我給過很多經=她。但佢懶懶閑。但最近又夢到冤親。
我覺得度得一個。眾生就是愚。亦是苦。
我想帶佢你見你。希望你度佢諗經

[AA ada seorang teman sekelas lama yang menurutnya berkarma buruk sangat berat. Selalu mimpi alam spiritual yang datang untuk menagih hutang. Cerai dan tak punya pekerjaan. AA memberinya banyak sutra namun si teman sepertinya santai saja dan malas. Tapi akhir-akhir ini, para musuh karmanya datang ke dalam mimpinya kembali. AA merasa kalau bisa menolongnya juga bagus. Para insan banyak yang bodoh dan juga menderita.
AA ingin membawanya untuk bertemu Reverend, berharap Reverend bisa menolongnya untuk menjapa sutra.]


BB: 犯桃花。渡? 要看【缘】。念经否,都是个人选择。
无需浪费时间见面

[Permasalahan karma seputar dosa yang berhubungan dengan seks. Menolong? Harus melihat (jodoh afinitas). Menjapa sutra atau tidak, semua merupakan pilihan pribadi. Tak perlu buang-buang waktu untuk bertemu.]


AA: 對看緣。有時約佢出來會甩底架。我都係比高王經佢聽。叫佢跟住唸
: 隨緣
: 星期一晚約左ZZ同你食反

BB: 记得MM师姐吗?
自己都不愿意改变,以为靠【外力】就可以一帆风顺!

AA: MM佢自己好執著。照返自己意思去生活。無計攪🙄

BB: 记住不要安排应酬。我要做法会准备。
: 业障要靠自己去还,去消,去化。佛法是其工具而已
【用】是佛教的方法。明知又不肯自救,就是无缘
: 嘻嘻!我喜欢吃家常便饭。像师尊的【不油,不咸,不甜】😍

~~~~~~~~~~~~~~~~

AA membawa temannya ke acara makan malam meski aku telah memberitahunya bahwa aku tak ingin bertemu dengan orang ini!
Si teman mencoba mengajukan berbagai pertanyaan kepadaku, tapi aku menegaskan kepadanya: Tak boleh bertanya.

AA membawakan selembar “Sutra Maharaja Avalokiteshvara” (Gaowang) yang dilaminasi dan mengatakan bahwa ia dibuat dengan sangat bagus. Ia hendak memberikannya kepada temannya. Si teman menolak menerimanya.
AA dengan gelisah mengatakan kepada temannya bahwa selama 3 tahun ini ia memberanikan diri menanggung karma buruknya dengan mencoba menyelamatkannya…

Aku hentikan omongannya dan bilang bahwa ia sudah cukup memberinya.
Tidak perlu mengulangi hal yang sama.
Kalau ia memang butuh, ia akan mencari kembali semua yang kamu berikan kepadanya dan kemudian akan menggunakannya.
Tak perlu memberinya lebih lanjut lagi, cukup tunggu sampai jodohnya dengan Buddha muncul.

Si teman pulang setelah acara makan malam dengan membawa “Sutra Maharaja Avalokiteshvara” yang dilaminasinya! :)

AA bilang kepadaku bahwa ia hanya ingin temannya menjapa mantra Guru [Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom]!

Teman-temanku yang terkasih, kalau kamu ingat ada orang yang pernah datang berkonsultasi kepadaku dan aku menyarankannya untuk menghindari para wanita?
Ia meninggal 3 bulan kemudian, ditabrak truk di jalan tol.
Ia menyentuh wanita yang kusarankan supaya dihindari!

Dosa karma yang bersifat seksual?
Ada lebih dari satu musuh karma yang datang menagih dan mereka sudah mengantri berdasarkan tingkat kepelikan hutangnya kepada mereka!

Menyelamatkan?
Aku bilang kepada AA bahwa itu berarti dari awal hingga selesai!
Yang berarti selesai “Di Pantai Seberang”!

Bacalah sutra di atas sehingga kamu memahami “Penyelamatan” dengan lebih baik.

Orang-orang yang aku tak ingin temui setelah melihat foto mereka, berarti mereka belum menunjukkan [Jodoh dengan Buddha]!

Oh bahkan bila kamu mau, boleh saja melabeliku “Tak Punya Welas Asih”! :)

Mahaguru Lu mengajarkan Lamdre (Jalan beserta dengan Buah Keberhasilannya), seharusnya akan menolong banyak umat memahami bahwa diri masing-masing harus mengusahakan Jalan-nya sebelum bisa mendapatkan Buah-nya.

Tanpa kesungguhan dan ketulusan dalam usaha yang dilakukan oleh diri sendiri, siapapun juga akan tetap Bodoh, dan dalam skenario yang lebih buruk malah terus membayar hutang karma!

Mohon dicatat bahwa aku hanya menolong orang yang menunjukkan kepadaku bahwa ia mau menolong dirinya sendiri.


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sunday, July 31, 2016

Penagih Hutang Karma



Ditulis oleh Lotuschef – 31 Juli 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 冤亲债主 Karmic Negatives




Baca juga:

Ekstrak:
Yang satu adalah paket untuk musuh karma – untuk memberi sumber daya bagi para musuh karma – mengapa melakukan hal ini?

Yang satu lagi adalah persembahan kepada para dewata atas nama para musuh karmamu – mengapa melakukan hal ini?

~~~~~~~~~~~~~

[--- Hi sayang,
Sarana (lindungan) untuk para musuh karma – berarti semua musuh karma dari berbagai kehidupan lampau dan saat ini.
Jadi seorang arwah laki-laki dan 2 orang arwah perempuan sudah termasuk di dalam sarana tersebut, begitu juga saat kamu memberikan persembahan kepada mereka, ataupun atas nama mereka kepada para dewata.

Karma burukmu berat hingga wajahmu telah mengalami perubahan saat pertama kali aku bertemu denganmu.

Tapi dengan menghadiri upacara yang dipimpin Mahaguru Lu di Taiwan dan sepertinya juga sering hadir di rumah ibadah setempat, serta cukup cerdas, kuharap kamu bisa belajar hal-hal yang diperlukan untuk menyucikan dirimu.

Aku samar-samar ingat wajah suamimu, dan karma buruknya tidak seberat dirimu.

Sebenarnya, bersadhana adalah metode penyelamatan bagimu; dan kamu harus melakukannya dengan rutin dengan pemahaman yang benar akan tiap-tiap langkah di dalamnya.

Memberi persembahan kepada musuh karma tentunya akan membantumu untuk “mengajak mereka duduk bersama dan bermusyawarah”!
Mengenai bagaimana meyakinkan mereka akan ketulusanmu, itu terserah padamu.

DAN, kamu tak bisa hanya melakukannya sekali atau dua kali saja dan kemudian berpikir kalau masalahmu telah terselesaikan!

Seperti yang Mahaguru Lu katakan, “bersadhana adalah dilakukan seumur hidup!”

Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, kita semua menciptakan dosa-dosa baru, baik yang secara sadar ataupun tak disadari dilakukan.

Oleh karenanya memerlukan sadhana pertobatan dan persembahan yang dilakukan setiap hari untuk mengendalikan karma buruk yang kita perbuat, hanya bila kita Melakukan Sadhananya dengan Benar!

Dan, bila beruntung, kita mungkin juga bisa sedikit mengurangi jumlah karma buruk kita dengan setiap sadhana yang dilakukan!

Solusi masalah ada di tanganmu sendiri.

Salam. ---]

~~~~~~~~~~~

Di atas ini adalah balasan surat kepada seorang murid yang mengalami masalah dengan para musuh karmanya.

Paket persembahan untuk musuh karma seharga $88/pak, direkomendasikan untuk: 
mereka yang masalah dengan para musuh karmanya gagal diselesaikan lewat usaha sendiri;
mereka yang biasanya baru mulai bersadhana – untuk membantu mereka “menyelesaikan hutang karma & memulai lembaran baru”;
mereka yang tak mampu menyelesaikan masalah-masalah yang diakibatkan oleh karma buruknya – seperti bayi, anak kecil, orang tua dan mereka yang tak mampu bersadhana karena masalah medis atau cacat.

Memberikan persembahan kepada para Musuh Karma bisa membantu “melunakkan” hati mereka, supaya setidaknya mau mendengarkan permintaan maafmu ketika persembahanmu cukup tulus di mata mereka.
Tidak ada gunanya kalau mereka tak siap untuk mengampunimu meski hanya sesaat saja.
Jadi bentuk persembahannya harus berupa sumber daya yang mereka idamkan atau butuhkan!

Persembahan teratai individual yang dipersiapkan oleh Pure Karma, adalah untuk dipersembahkan kepada para Dewata, memohon Berkat kesejahteraan!

COBALAH DIRENUNGKAN: Ketika kamu lapar, bisakah Berkat memenuhi perutmu (membuatmu kenyang)?
Bagi para arwah, kita perlu memuaskan kebutuhan materi mereka terlebih dulu, biarkan mereka menjadi senang sehingga mau mendengarkan atau bernegosiasi dengan kita!

Aku ingat pernah mendaftkarkan Sarana untuk musuh-musuh karma seseorang yang bukan murid/umat di upacara hari Waisak.
Apa yang terjadi?
Arwah-arwah itu kemudian mendatangi dan menanyaiku kenapa mereka dipaksa berlindung (bersarana) padahal musuh karma mereka malahan tidak!
Oh betapa marahnya mereka!

Hahaha!
Kuberitahu mereka bahwa Bersarana kepada Mahaguru Lu, seorang Buddha Hidup, bagaikan mendapatkan Paspor untuk pergi ke Tanah Suci!
Paket persembahan teratai dan kertas sembahyang untuk sarana, adalah tiket dan sumber daya untuk dipakai!
Jadi, mereka boleh memilih mau menerimanya atau tidak, dan terserah mau pergi ke Tanah Suci atau tidak.
Sama sekali tak ada paksaan! :)

Di Medan baru-baru ini, setelah sesi upacara homa, aku bercakap-cakap dengan orang tua seorang gadis kecil. Aku mengamatinya secara mendetil dan melihat saat arwah yang menempel di dalamnya muncul.
Gelombang berwarna abu-abu kehijauan mulai terlihat di pipi sebelah kanannya, dan ia mulai mengerang “Pain” (sakit).
Saat kuletakkan tanganku di atas gelombang abu-hijau itu, aku meminta musuh karma tersebut supaya mengampuni si anak, berhubung orang tuanya bersedia memberikan persembahan sebagai ungkapan permohonan maaf.
Rasa sakit itu kemudian segera menghilang.

Saat musuh karmamu menunjukkan bahwa mereka mau menerima persembahanmu dan rela memaafkanmu, barulah dan hanya mulai dari saat itu Penyeberangan Bardo akan mereka terima.

Membayar layanan Penyeberangan Bardo untuk mereka tanpa memastikan mereka bersedia memaafkan dan melupakan, sungguhlah tak ada gunanya.

Kamu harus ingat, di salah satu ceramah Mahaguru Lu di Taiwan, beliau mengatakan bahwa ada beberapa arwah yang menolak menaiki perahu dharma yang akan pergi menuju Tanah Suci?

Bila kamu mengikuti seri-seri Musuh Karma yang kutulis di blog ini dan juga ajaran-ajaran dari Mahaguru Lu, menyelesaikan masalah dengan Musuh Karmamu tidaklah susah.

Ingatlah selalu: Tulus dan dengan usahamu sendiri!

Kuharap aku telah menjelaskan dengan topik ini secara menyeluruh dan tak akan menjawab pertanyaan lebih lanjut mengenai topik yang sama. :)


Salam Metta,


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, September 19, 2014

Mahamudra (Berkonsentrasi Pada Satu Hal)


Ditulis oleh Lotuschef – 17 September 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 大手印 Mahamudra



大手印(梵文:Mahāmudrā,藏文:Chagchen,威利拼音:phyag chen),藏传佛教新译派最重要的传承。与旧译派的大圆满传承,形成藏传佛教两大主流之一。

历史

帝洛巴将“六句建言”传给 那洛巴:
放下过去所发生的。
放下未来可能会出现的。
放下现在正在发生的。
不要企图揣摩著什么。
不要企图令任何事情发生。
放松,就在当下,然后休息。

Poin-poin di atas adalah 6 saran yang diberikan Tilopa kepada Naropa.
Sangat berharga bagi semua insan yang ingin menjadi Yogi Sejati!
  1. Relakan (jangan masukkan hati) semua hal yang telah terjadi di masa lalu (sudah lewat).
  2. Relakan apa yang mungkin terjadi di masa mendatang.
  3. Relakan apa yang sedang terjadi saat ini.
  4. Jangan terpaku pada semua hal.
  5. Jangan meniatkan pikiran agar hal apapun terjadi.
  6. Relakan dan bersantailah di saat sekarang ini, dan beristirahatlah.

Baca juga:
The Circulation of Mantra and Breathing
Mahamudra of Leaving the Physical Body
师尊讲禪定大手印 Guru on Mahamudra [3A]
The Conclusion to the Highest Yoga Tantra and Mahamudra
Lotuschef in School – Rediscovering Mahamudra
Mahamudra is the Method of Attaining Buddhahood
51_無上密與大手印 – 靈熱與明點內火
51_無上密與大手印
5-8-2011 The Mahamudra of Dispelling Delusion
真佛宗学佛入门课本

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Begitu berlimpah materi bagi siapapun yang Sungguh-sunguh Tulus mau melatih diri.
Sayangnya pikiran orang awam begitu mudah dialihkan ke sesuatu hal yang “BARU” dan mereka akan mencari berbagai macam alasan atau penjelasan untuk membenarkan apa yang mereka lakukan.

Demikianlah apa yang Guru Akar ajarkan seperti “Angin Lalu” saja, tak ada yang masuk ke otak sama sekali!


Dari arsip percakapan:

[--- AA: Aku bertemu dengan SS liao.
Hahaha! Coba tebak?

Mereka mengikuti anjuran TT dan mulai melakukan puja asap (Dhumapuja). Semua merasa butuh untuk memberikan persembahan kepada para musuh karma mereka!!!
Betapa menyedihkannya!

Di awal sadhana, visualisasi 4 batin yang tiada batasnya (apramana) sepertinya tak berarti bagi mereka liao! Saat semuanya berubah menjadi Cahaya, tiada lagi diri sendiri dan para insan lain, bertanya: mau mencari Musuh-musuh karma di mana? :)

Dan Mahamudra tingkat pertama adalah Berkonsentrasi pada Satu!


TT akan menanggung lebih banyak karma karena menyesatkan orang-orang!


BB: Jadi tiap sabtu mereka melakukan Dhumapuja untuk menggantikan Sadhana Pertobatan Vajrasattva?


AA: Mereka melakukan dhumapuja hanya saat berkumpul di rumah SS atau JJ.

Pikiran awam orang-orang tak pernah menyadari bahwa hal tersebut menunjukkan kalau mereka tak puas dengan program sadhana Pertobatan Vajrasattva.

Sepertinya mereka memulainya setelah melihat ulasan tugas BB yang melakukan Dhumapuja!

Hahaha! Motif mereka adalah untuk membersihkan karma buruk diri sendiri!

Jadi hingga kini mereka masih belum paham bahwa bersadhana adalah demi semua insan, bukannya diri sendiri.


BB: Yep, kebanyakan permintaan. Membingungkan diri sendiri, yang mana yang perlu dilakukan.


CC: Ada faktor yang menyebabkan mereka memilih melatih Dhumapuja untuk menggantikan Pertobatan Vajrasattva.
Kalau kita melihat ceramah Mahaguru tentang Dhumapuja, beliau katakan sadhana tersebut juga bagus untuk membayar hutang karma.

Sayangnya saja orang-orang hanya mendengarkan sebagian.

Pintu dharma untuk membayar hutang karma juga ada banyak.


AA: Sepertinya mereka merasa berhubung TT sudah pernah turut serta dalam sadhana bersama di Rumah Ibadah SC, jadi dia bisa mengajar mereka!

CC: Pertobatan Vajrasattva dikatakan sebagai yang terbaik di antara semuanya, kalau saja mereka ingat.


AA: Ya. Mengawali dan juga Terakhir (Tertinggi)!
Mampu beryoga dengan 5 buddha berarti beryoga dengan alam semesta liao! :)
Ya begitulah, kembali lagi pada pilihan masing-masing!


CC: Ya, pilihan pribadi :)


AA: Tidak tahu dan serakah!

YY juga pernah bergabung dengan Rumah Ibadah SC sekitar 10 tahun, namun ia juga masih tak mampu bersadhana dengan baik!

Oh! TT bilang kalau fengshui rumah YY kurang baik, jadi sekarang YY sedang mencari rumah baru untuk pindah!

Juga tak ingat yang kuberitahukan kalau seorang yogi mampu mengendalikan elemen, jadi fengshui tak akan mempengaruhinya!

Pikiran TT ini terlalu penuh dengan hal-hal taois yang dia seharusnya buang jauh-jauh!


CC: Wah. Kecenderungannya cukup kelihatan.


AA: Berarti mereka tak bisa sepenuhnya beriman kepada Mahaguru, untuk percaya bahwa beliau akan memperhatikan dan mengurus mereka! ---]

---

Hahaha!

Kalau saja ingat, TT dulu pernah menuliskan urutan visualisasi Sutra Maharaja Avalokiteshvara (Gaowang).
Ia mengakhirinya dengan: “Lalu kamu perlahan-lahan memasuki kondisi Meditatif, dan menunggu Buddha & Bodhisattva untuk memancarkan sinar pemberkatan kepadamu”!

Kuberikan saran kepadanya kalau dia tak tahu (apa yang sedang dilakukannya), maka jangan mengajari orang lain apa yang dia kira telah pahami.

Aku ingat Mahaguru pernah bilang bahwa di suatu aliran Tantrayana, ada seorang Guru Akar yang hanya memberikan kepada muridnya Satu Sadhana saja, yaitu Maha Namaskara. Si murid ini melatihnya dengan tekun selama 16 tahun lebih!

Kuajarkan seorang saudari sedharma untuk menjapa Mantra 4 Sarana sebanyak 108x tiap kali ia melatih sadhana hariannya.
KENAPA?
Karena auranya memancarkan indikasi bahwa ia perlu membangun kembali Jalinan Silsilah dengan Mahaguru Lu.

Ada juga seorang yang memproklamirkan dirinya sendiri sebagai reinkarnasi seorang Guru, yang juga menunggu dahulu sebelum mengajarkan kiat-kiat sadhana kepada muridnya.
Salah seorang muridnya mengatakan bahwa setelah 9 tahun melayani Guru Akarnya, barulah ia diajarkan sebuah sadhana!

Demikianlah mereka para murid Mahaguru Lu, boleh bertanya sendiri betapa beruntungnya dirimu?
Oleh karenanya jangan menyia-nyiakan kesempatan berharga ini untuk bersadhana dengan baik, karena di kehidupan selanjutnya kamu belum tentu punya keberuntungan untuk bertemu dengan seorang Buddha Hidup!

Kalau kamu merasa punya banyak Karma Buruk, maka itu akan terjadi sungguhan!
Dan bila kamu tak bisa Berfokus untuk melatih Satu Sadhana saja dan berkonsentrasi kepadanya, kamu akan berakhir seperti pepatah “batu yang menggelinding tak akan ditumbuhi lumut”!

Begitulah, hal-hal seperti ini kembali lagi pada Pilihan Masing-masing Orang!

Dan mengutip lagi kata-kata Mahaguru “Mau percaya atau tidak, juga terserah kamu!”

Di sini mengakhiri dengan menyimpulkan bahwa grup murid ini tak percaya lagi pada Mahaguru dan ajaran-ajaran beliau. Mereka lebih percaya dengan cara mereka sendiri yang disetir oleh berbagai keinginan duniawi.

Seusai 3 Tugas kemarin, jadi kelihatan jelas bahwa masih banyak yang belum paham “Apa itu Melatih Diri?”!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Wednesday, July 16, 2014

Mengalungkan Pisau di Leher?


Ditulis oleh Lotuschef – 11 Juni 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: A Knife At The Throat [用刀掐脖子]?



Teman-teman sekalian, berikut adalah sebuah perjalanan menarik bersama Pure Karma, menggunakan Harta Dharma di sepanjang Jalan Bodhi.

Bawalah serta apa yang telah kau dapatkan dalam hal Harta Dharma. :)

Ayo!


Secara taktis, kamu bisa “menihilkan” ancaman seperti yang tampak di gambar di atas. :)

Apa yang ingin kusampaikan di sini?

Aku sedang membicarakan mengenai orang-orang yang “BERPIKIR” kalau mereka telah mengalungkan pisau di lehermu.
BENAR SEKALI! Bukan secara fisik, tapi secara pikiran atau khayal belaka!


Berikut mengacu ke artikel karya tulis Mahaguru Lu, buku No.231 [Kisah-kisah Legenda Raja Dharma – Istri dan Anak Lelaki Raja Ashoka]  ~ 法王的大传说 - 阿育王的妻儿.
Diambil dari halaman 46 – 49.


Aku sudah pernah mengunggah artikel ini ke dalam blog.

Mahaguru mengisahkan tentang Balasan Karma kepada Raja Ashoka, dari istri dan anaknya. Mirip seperti sejarah yang terulang kembali.

Di dalam sejarah, Raja Ashoka percaya akan sebuah ramalan bahwa anak laki-lakinya yang baru saja lahir sangatlah cerdas, namun di masa mendatang akan membunuh ayahnya, Sang Raja sendiri.
Demikianlah Raja Ashoka kemudian mengusir istrinya dengan memenjarakannya. Bayi laki-lakinya dibuang ke padang belantara dan dibiarkan hingga mati.

Si anak ternyata selamat dan mencoba beberapa kali untuk menyelamatkan ibundanya dan juga membunuh ayahnya, Raja Ashoka.
Ibunya sebegitu sedihnya atas ketidakadilan yang dialaminya hingga akhirnya meninggal. Begitu juga dengan anaknya, setelah berkali-kali gagal membunuh ayahnya, ia meninggal karena begitu marah dan benci.

Mahaguru lalu bertanya kepada semua, kiranya siapa Sang Raja, Si Istri, dan Si Anak, di dalam kehidupan kali ini?

Aku di sini menyarankan Si Istri dan Si Anak yang juga mencoba beberapa kali untuk menyingkirkan Sang Raja dalam kehidupan kali ini, untuk membaca The Merchant of Venice (Si Pedagang dari Venesia) karya William Shakespeare, demi keselamatan dirimu sendiri.

Hahaha!
Karma ya tanggung jawab masing-masing pribadi, tak membeda-bedakan.
Dan Alam Semesta adalah sebuah kondisi Keseimbangan yang Agung. :)

Kalau kamu kelebihan menagih dari jumlah hutang Sang Raja kepada kalian berdua, pada akhirnya kalian berdualah yang akan menjadi berhutang kepada Sang Raja.
Bila kalian sendiri tahu kalau menciptakan hutang karma semacam ini akan menjebloskan kalian berdua ke Neraka Vajra, masihkan tetap dilanjutkan?

Kini, daripada berpikir bahwa apa yang kuungkap itu “menjelek-jelekkan” kalian berdua, bukankah seharusnya kalian berterima kasih kepadaku karena telah berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkanmu dari menciptakan karma buruk yang lebih mendalam?

Hahaha! Kamu juga perlu berterima kasih kepada Sang Raja yang berwelas asih dengan mengirimkanku untuk menghentikan aktivitas “bunuh diri” kalian!

Saatnya sadar diri!

PISAU tersebut tak pernah terkalungkan di leher Sang Raja ataupun leherku!


Hahaha!

Ada beberapa orang yang tak bisa dicelakai oleh siapapun.

Perjalanan kita berakhir di sini!

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sunday, October 20, 2013

Lotuschef Bercakap-cakap – Karma yang Mengerikan [2]


Ditulis dan dibagikan oleh Lotuschef – 2 Oktober 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef in Chat – Scary Karma [2]


Membayar Hutang Karma – bisa juga dilakukan dengan mempersembahkan kertas sembahyang untuk para musuh karma!
Guru sering mengajarkan cara ini!


[--- BB: Ya, menakutkan... oh ya ada kasus lain lagi.
Seorang anak laki-laki kira-kira berumur 3 tahun dan menderita penyakit kulit.
Kulitnya berubah jadi seperti kulit buaya atau reptil... dan Guru memintanya untuk membakar kertas sembahyang dan guo huo.
Itu bisa meringankan penyakit kulitnya.
Kira-kira itu yang aku lihat di sini, dan begitulah aku ingin berbagi dengan teman-teman semua bahwa karma benar-benar mengerikan. ---]

[--- PKV: Masalah kulit, Sutra Maharaja Avalokiteshvara (Gao Wang) adalah yang ideal untuk menyelesaikannya.
Tapi karena dia masih berumur 3 tahun, maka guo huo (berjalan melewati api) adalah alternatif yang lebih baik lol. ---]


Banyak orang yang mengajukan meminta kepada Guru!

Masih ingatkah suatu waktu Guru menulis artikel mengenai para Vajra Master yang menyarankan Guru untuk mengeluarkan Sertifikat yang menjamin para sponsor yang menyumbang, misalnya 1 juta, akan terlahir di Tanah Suci?!

Hahaha!
Itu ada di artikel yang sama di mana Guru mengatakan bahwa saat pensiun, beliau akan mengembalikan Ordo Satya Buddha kepada para Dewata dan Alam Semesta!



Di artikel Hantu Lapar [2], TS memberikan komentar:

Hantu lapar begitu serakah dan menyabet apapun yang bukan milik mereka. Mereka sangat mendamba untuk memilikinya!
Tak pernah sadar bahwa pada akhirnya mereka harus membayar berlipat-lipat ganda dari yang mereka rampas dengan serakahnya!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, October 19, 2013

Lebih Menderita berarti Lebih Banyak Berkat!


Ditulis oleh Lotuschef – 17 Oktober 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: More Suffering More Blessing!


Foto di atas diambil di Ipoh, kediaman Lotus YS, lokasi sesi puja api homa kita, beserta dengan tim relawan reguler Pure Karma dari seluruh belahan dunia. :)


Suatu hari saat kita sedang mempersiapkan persembahan untuk homa puja, seorang saudari sedharma berkomentar: More Suffering More Blessing! (Lebih banyak penderitaan berarti lebih banyak berkat!)

Kuberitahu dia kalau itu tak benar!

KENAPA?

Karena saat ada Harapan akan Berkat sebagai hasil dari kamu anggap sebagai Derita, berarti yang kamu lakukan menjadi tak ada artinya, karena di sana kamu tak punya Ketulusan!

Buddha mengajarkan kita untuk meninggalkan Penderitaan dan menggapai Kebahagiaan – dengan pola pikir seperti inilah kita melatih diri.

Lalu masih adakah yang namanya Penderitaan?
Hahaha!

Bukankah semuanya diciptakan oleh diri sendiri?


Saat kita sedang membakar kertas sembahyang setelah selesai sesi puja, saudari ini berkata dia harus membakar setiap jenis kertas!

Kertas sembahyang yang dipersembahkan itu didedikasikan atas nama seluruh peserta, dan siapapun yang membakar jenis manapun juga sama saja!

Tapi kalau kamu pikir bahwa dengan membakar lebih banyak maka kamu dapat lebih banyak berkat atau pahala, maka lebih baik jangan dibakar saja!
Itu karena saat kamu menjadi egois dengan memikirkan dirimu sendiri dan menghilangkan kesempatan orang-orang lain untuk membakar kertas tersebut maka sudah menunjukkan kalau kamu Tak Punya Ketulusan!


Sama halnya dengan dupa hio yang disponsori oleh orang lain, seperti yang ada di rumah ibadah, maka betapa sia-sianya dirimu bila kamu pikir semakin banyak yang kamu persembahkan = semakin banyak berkat yang kamu dapatkan.

Kuberitahu seorang murid di Ipoh bahwa bila kamu mengambil hio di rumah ibadah untuk kamu persembahkan dan memohon berkat, atau memohonkan untuk orang tertentu, ini sama artinya dengan kamu berhutang kepada mereka yang membeli hio tersebut!

Namun bila kamu mempersembahkan hio yang dibeli oleh orang-orang lain dan memohon agar semua insan diberkati dengan kedamaian, kesehatan,  dan kebahagiaan, ini tentunya lain cerita!


Apakah kamu mensponsori hio yang kamu persembahkan ke dalam tungku dupa?

Aku sempat lihat beberapa orang mengambil berbundel-bundel hio sehingga orang lain tak kebagian setelah selesai sesi puja.
Dengannya kamu tak akan pernah bisa membereskan hutang-hutang karmamu, tapi malah menambahnya terus!

Saranku: Lebih baik jangan melakukannya!

Apalagi sebagian besar hio untuk upacara yang diadakan Pure Karma disponsori oleh Lotuschef – apa kamu mau berhutang kepada seorang Reverend?
Berhutang kepada Reverend berarti kamu berhutang kepada Semua Insan lho!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Thursday, October 17, 2013

Mengenai Keserakahan & Kesalahpahaman


Ditulis oleh Lotuschef – 2 Oktober 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on Greed & Misconception



Perhatikanlah foto-foto di atas. :)

Berapa banyak dari teman-teman yang sempat memperhatikan pemberitahuan yang dipasang oleh rumah-rumah ibadah tertentu yang menuliskan supaya membakar Satu Batang dupa saja?

Nona di foto terakhir di atas sedang membawa sebundel hio bersamanya!

Lalu bagaimana halnya dengan Keserakahan dan Kesalahpahaman?

Karena kamu punya pola pikir bahwa dengan lebih banyak hio yang kamu persembahkan, maka akan lebih banyak berkat yang akan kamu dapatkan, atau berbagai permohonanmu lebih besar kesempatannya untuk dikabulkan!

Permohonan-permohonan (jamak, banyak)! Bukan sekedar Sebuah Permohonan saja! :)

Bahkan ada beberapa orang yang tak membayar hio yang mereka persembahkan di dalam rumah ibadah.
Mereka kira kalau hio yang diletakkan di area-area tertentu di dalam rumah ibadah bisa dipakai secara cuma-cuma oleh semua orang.
Dengan pikiran semacam itu lantas mereka menghidupkan sebundel besar pula!

Dan dengan melakukan hal tersebut, mereka pikir akan diberkati dan berbagai permohonannya juga akan terwujud!

Suatu waktu dalam sesi puja api homa, banyak murid yang mengambil hio dan terus-menerus melemparkan persembahan tersebut ke dalam api!

Bertanya: Apakah kamu turut membayar persembahan tersebut?

Saat kamu menghidupkan atau membakar hi o yang merupakan milik orang lain, artinya kamu hanya membantu mereka mempersembahkannya!

Bila kamu mengajukan permohonan dan meminta pemberkatan, maka artinya kamu berhutang kepada mereka yang membeli hio tersebut!!!

Bukankah kamu sendiri punya banyak hutang karma yang masih harus dibayar?

Ternyata pola pikirmu sendiri yang menyebabkan hutang-hutang karmamu bertambah selama ini!

Lebih baik menjadi Pemberi, janganlah menjadi Penerima!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef