Showing posts with label bahagia. Show all posts
Showing posts with label bahagia. Show all posts

Tuesday, February 25, 2014

Ayat Doa Pengundangan dalam Mahamudra



Ditulis oleh Lotuschef – 5 Februari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 恆河大手印傳承祈請文 Mahamudra Invocation Verse



[--- 1. Kok dia terlihat susah payah dan menderita saat menjapanya?
Tontonlah 2014年1月31日王啟仲師兄唱誦「恆河大手印傳承祈請文」-台灣雷藏寺
Di Vimeo atau di Youtube.

2. Bisa merasakan perbedaannya dibandingkan beberapa tahun lalu saat dia menjapa (ayat yang sama).
2011年12月10日王啟仲師兄唱誦「恆河大手印傳承祈請文」-台灣雷藏寺 ---]


[--- PKV: Hahaha.
Ya. Sangat kelihatan seperti terbebani sesuatu.

Inilah Kimchi 的污染! [Tercemar seperti Kimchi]

Ketenaran = Ego dan Kebanggaan.
Setelah Guru mengumumkan dirinya, racun mulai merasuki dirinya.
Dengan semakin banyak orang mengaguminya, ia gagal untuk tetap teguh!

Seperti posisi atau promosi untuk menjadi shangshi seringkali jadi liang kubur si praktisi yang bersangkutan! :) ---]


Teman-temanku sekalian yang terkasih, dengarkanlah ceramah Guru baik-baik beserta dengan komentar-komentarnya mengenai Ayat Doa tersebut.

Kemudian lihatlah baik-baik wajah murid tersebut saat ia sedang menjapanya.
Auranya jelas sekali sudah cukup berubah!

Bertambah tua atau sejenisnya? :)

Masih ingatkah untuk selalu bahagia sehingga ketulusanmu terpancarkan!

Hal tersebut akan berfungsi saat kamu Mengundang Para Dewata atau Memberikan Persembahan kepada Para Dewata dan semua semua insan!


Aku bertemu dengan murid tersebut di Houston, Texas, Rumah Ibadah Mi Yi saat acara makan malam.
Seorang fashi di sebelah kirinya berkata bahwa Guru bilang kalau dia adalah reinkarnasi Marpa atau Milarepa.

Kukatakan: Milarepa. Aku telah melihat posternya di rumah ibadah setempat saat berkeliling membagikan literatur Dharma.

Dia orang yang ramah dan rendah hati; saat aku memberitahunya bahwa ia memancarkan sinar berkat kepada semua insan di sekitarnya, ia dengan rendah hati menimpaliku kalau pujian tersebut terlalu tinggi untuknya.

Tapi setelah Guru mengumumkan dirinya dan ditambah dengan pujian terus-menerus dari para murid, ia sepertinya menjadi berubah.

Saat aku menyapanya di Taiwan setelah sesi upacara dan Guru sedang memberikan Abhiseka, ia berjalan melewatiku tanpa menghiraukan salam “Hello!” dariku.

Hahaha!
Aku bilang ke Guru: Oh! Oh! Satu lagi rupanya?

Aku cukup banyak mendengar aktivitas-aktivitasnya.
Di dalam bus, ia bisa mengutip Terma kepada para murid yang sedang bersamanya di sana, dalam perjalanan setelah upacara di Caotun.

Guru bilang bahwa dia menghabiskan lebih dari 10 tahun untuk belajar di Tibet atau Nepal.
Jadi setidaknya mengutip Terma akan menunjukkan kalau dia memang mempelajari sesuatu yang bisa diingatnya.

Namun, walau Guru mengatakan bilapun Seseorang adalah Reinkarnasi Buddha atau Bodhisattva, Ia Masih Perlu Melatih Dirinya untuk TERHUBUNG KEMBALI dengan dewata yang bersangkutan dari mana ia bereinkarnasi!

Demikianlah bila ia tak berhasil dalam kehidupannya kali ini, maka ia harus kembali lagi di waktu lain untuk menyelesaikan tugasnya LOL.


Sekali lagi mengingatkan: Merenungkan segala aktivitas diri sendiri secara berkala akan membawa manfaat bagi pelatihan dirimu.

Kebetulan sekali aku berbagi “Empat Ajaran Liao Fan” hari ini! :)



Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts:


Saturday, November 2, 2013

Kebijaksanaan yang nampak gila – Menurutmu Seberapa Banyak Hingga Dianggap Benar-benar Cukup?


Ditulis oleh Lotuschef – 27 Oktober 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Crazy Wisdom – How Much Is Truly Enough?


Lihat juga: 2013年10月20日聖尊蓮生活佛盧勝彥賜授「喜金剛不共大法」灌頂 -彩虹雷藏寺

Skenario di atas begitu umum dan sering kita lihat tiap kali Guru sedang memberikan Abhiseka.

Lihatlah para umat dari segala tingkatan di sana. Mereka begitu sibuknya memegang benda-benda yang menurut mereka harus mendapatkan pemberkatan – bagaimana caranya pokoknya harus disentuhkan ke Bendera-bendera Abhiseka!!!

Lalu bagaimana halnya dengan berbagai hal yang Guru sampaikan dalam ceramah beliau mengenai Tak Butuh Apapun dan Mampu Merelakan?

Dan bagaimana halnya dengan praktek mendasar tentang Mudra, Visualisasi dan Mantra?

Hahaha!

Kamu tak berlatih seperti yang diajarkan Guru, lantas kamu menyalahkan Guru?

Jangan pernah lakukan itu! Karena KAMU sendiri yang sepenuhnya bertanggungjawab dengan memilih meributi benda-benda yang kamu bawa melebihi instruksi Guru untuk Membentuk Mudra, Melakukan Visualisasi dan Menjapa Mantra untuk Abhiseka!

Masih ada skenario lain di mana para murid merasa perlu berkali-kali mengitari bendera abhiseka untuk MENDAPATKAN BERKAT LEBIH BANYAK dan menyerap abhiseka yang diberikan hari itu.

Ya kalau dengan melakukan hal tersebut membuatmu Bahagia dan Puas serta bisa tidur nyenyak setelahnya, maka teruskan saja!

Dalam sesi puja api homa, aku mengamati bahwa setelah menolong beberapa murid untuk melakukan persembahan, mereka masih memegangi Teratai Persembahan dan dupa batang serta berdiri di dekat tungku homa sambil melanjutkan “percakapan” atau permintaan mereka selama beberapa waktu sebelum mereka puas dan memberikan persembahan tersebut kepada Dewa Api!!!

Aku mengobrol dengan Guru, dan memutuskan untuk tak lagi menolong setiap peserta untuk melakukan persembahan. Mereka semua bisa belajar dan melakukan persembahan sendiri.

YA! Guru bilang kini saatnya mereka semua belajar untuk mandiri! :)

Sejauh ini baik-baik saja!

Bila kamu merasa bahwa memegang persembahan lebih lama sambil menceritakan semua hal yang ingin kamu ceritakan dan meminta semua hal yang ingin kau pinta adalah suatu hal yang kamu memang butuhkan, maka lanjutkanlah.
Intinya adalah Selama Kamu Puas dan Bahagia!!!

Pola Pikir!!!
Hahaha!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Tuesday, March 19, 2013

Artikel Mahaguru – Siapa Yang Paling Bahagia?


Ditulis oleh Lotuschef – 27 Januari 2013
Artikel Mahaguru diterjemahkan oleh Lotuschef
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: GM’s Article – Who is the Happiest?



Makanan pencuci mulut – Beligo (kundur), kacang badam (almond) manis dan pahit, lengkeng kering, kurma madu, kurma merah besar. Tanpa tambahan gula!

Merasa menjadi korban kesalahpahaman? Melankolik? Hidangan pencuci mulut yang menyenangkan seperti ini akan menghangatkan dan menenangkanmu! :) Salam.

Ah siapa peduli apa yang dunia katakan kepadamu?

Ada yang memberitahuku kalau ada seorang teman murid yang sangat depresi dan tak bahagia karena ada desas-desus yang mengatakan bahwa dia difitnah telah menuduh murid lainnya membayar para praktisi Maoshan untuk mencelakai Guru.

Lalu? Benar ataupun Salah, sungguh bukan persoalan!
Yang paling penting adalah kamu tidak bersalah dan tahu mengenai kebenaran ini!

Aku menemukan artikel karya Guru yang bagus dan cocok sekali buat mereka yang dulu pernah dan masih kena tuduhan yang salah alamat, ataupun jadi korban kesalahpahaman!

Ini diterjemahkan bagi mereka yang tak paham bahasa Mandarin.
Selamat menikmati! :)

---


Buku No.230 – Hujan Berlalu Lagi

Sumber: 誰最快樂?

Kalau ada orang yang bertanya kepadaku: Siapa yang paling bahagia di dunia ini?
Tanpa ragu-ragu aku pasti mengatakan: Ya, akulah orangnya.

Kalau ada orang yang bertanya kepadaku: Siapa yang paling gila di dunia ini?
Aku akan meloncat sambil mengatakan: Ya, akulah yang paling gila.

Sekedar informasi, 80% artis, penyair, orang-orang jenius, semua punya sedikit kegilaan.

Ya, akupun juga diejek dan dilabeli: Lu Sheng Yan, Sang Raja Dharma yang Gila.

Setelah aku sedikit punya keberhasilan, beberapa orang pikirannya (hatinya) mulai tidak seimbang. Mereka berusaha mencari-cari kesalahanmu. Seperti pepatah mengatakan: Bagai mencari tulang dalam sebutir telur [maksudnya mencari sesuatu yang tidak ada]. – ini semua karena mereka tidak {tahan} melihat kesuksesanmu, tidak {tahan} melihat pencapaianmu.

Jadi sampai harus menggunakan ucapan (Gosip).
Dan menggunakan kata-kata dalam tulisan (Penghinaan).

Mereka merasa perlu menyerangmu, mencemarkan namamu, menghinamu, meratakanmu, tidak mau memahamimu...

Tapi aku sendiri paham, orang-orang ini punya: Penyakit Iri!

Iri hati, dengki, adalah sifat dasar manusia. Hanya mereka yang [tak punya kemampuan / tak bertalenta] –lah yang namanya tak akan dicemarkan atau difitnah oleh orang lain.

Menurut pandanganku – Aku ini sungguh orang yang sangat independen. Orang-orang tersebut juga tak ada masalah denganku. Dia menjalani hidupnya sendiri dan begitupun aku menjalani hidupku sendiri.

Aku hidup dengan bahagia sejauh ini, karena aku bisa mengkonfirmasi pencapaianku.

Jia Jia! Yu Yu! [cekikikan] 

Dia-dia semua tahu pencapaianku.

Menuliskan sebuah sajak:
Terbang ke langit yang kehijauan, untuk menghadiri acara tak berawan tak berasap di Kolam Kumala.
Bunda Emas Kolam Kumala berkata kepadaku: Dunia manusia ini punya banyak lapisan.
Akupun tertawa.
Bagaimana mereka bisa tahu rasanya berada di Istana Emas.
Aku sedang berada di Surga, wangi surgawi semerbak bagaikan bunga-bunga yang cantik.
Ia yang yang kakinya menapak tanah, selalu penuh kekuatiran dan pandangannya juga sempit.
Dengan celah yang demikian jauh ini, membuat wajahku dipenuhi tawa.

Jia Jia! Yu Yu! [cekikikan] 

Sejujurnya kukatakan, Aku, Lu Sheng Yan, sudah bukan lagi seorang manusia. Aku sudah terbebaskan dari kekangan masyarakat, orang banyak, alam manusia, dan para manusia.

Aku ini Buddha, aku juga seorang Dewata Emas.

Lalu masihkah aku butuh kekayaan?

Masihkah aku butuh kecantikan (seks)?

Masihkah aku butuh ketenaran/prestis/kehormatan?

Tak ada yang bisa memahamimu, dan kamu juga tak butuh orang lain untuk memahamimu. Meski kamu hidup di dunia fana, tapi kenyataannya, kamu tinggal di dalam Surga.

Penuh dengan Kebahagiaan, hidup dalam Kedamaian, Kesucian, Tanpa Ego...

Jadi pada dasarnya, aku ini tak Lahir, juga tak Mati! [kata-kata pencerahan]

---

Teman-teman sekalian yang terkasih, aku harap kalian semua mengingat ajaran dari Guru ini.

Selama kamu tahu Kebenaran, jujur dan ikhlas, apa yang orang lain katakan Sungguh... Sungguh bukan persoalan sedikitpun, benarkah kiranya? :)

Mereka yang tidak punya apa-apa tapi masih ingin berada di atas ataupun memegang kendali, akan melakukan apapun untuk menyerangmu, bahkan hingga berbohong!

Hahaha! Aku juga terus-menerus difitnah oleh sesama murid! Tapi apa aku peduli? TIDAK! :)

Siapapun yang membayar para praktisi Maoshan untuk mencelakai Guru, pasti akan menerima balasan karmanya sendiri. Itu tidak ada hubungannya dengan mereka yang tak bersalah dan tak melakukan tindakan tersebut. Iya khan?

Tersenyumlah dan bagikan senyum itu! :) :) :)

Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef