Showing posts with label kebajikan. Show all posts
Showing posts with label kebajikan. Show all posts

Tuesday, February 23, 2016

Manusianya yang Jahat, Bukan Ajarannya



Ditulis oleh Lotuschef – 22 Februari 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 人邪,教不邪 Individual Evil, Teachings Not Evil



Di atas ini: Cuplikan layar Mahaguru Lu di tanggal 21 Februari 2016.
Dan di bawah: Cuplikan layar [劉海戲金蟾 Kisah Liu Hai dan Jinchan]


Mengutip dari artikel 修身養性 Cultivate the moral character and nourish the nature:

師尊說:福份從修身來。
Mahaguru Lu bilang: Sebagian dari Nasib Baik datang dari melatih tubuh.

有三字:財,色,名都不能「貪」,傷身敗德⋯⋯
Ada 3 kata: Kekayaan, Wujud, Ketenaran, kesemuanya ini tak boleh [Serakah], karena akan mencelakai tubuh dan menghancurkan integritas/kebajikan.

有德就有福!有德,財神才會到你家。
Punya Kebajikan maka akan punya Nasib Baik / Kemujuran.
Punya Kebajikan maka para dewa rejeki akan mengunjungi rumahmu.

行者就是不能發怒,不能吃醋,不能憂鬱,不能酒駕,不能喝酒⋯;
我們修行人要做一個有修養,有道德的人!
Seorang sadhaka tak boleh marah, iri, melankolis (murung), berkendara saat mabuk, mengkonsumsi alkohol…;
Kita, para sadhaka, harus berbudaya dan menjaga kodrat, tingkah lakunya harus bajik!

~~~~~~~~~~~~~

De (/də/; Bhs. Mandarin: 德) adalah sebuah konsep utama di dalam filosofi Tiongkok. Umumnya diterjemahkan sebagai “karakter yang melekat; kekuatan batin; integritas” di dalam Taoisme, “karakter moral; kebajikan; moralitas” di dalam Konfusianisme dan konteks-konteks lainnya, dan “kualitas; kebajikan” (guna) atau “pahala; pebuatan bajik” (punya) di dalam agama Buddha Tiongkok.

~~~~~~~~~~

Kalau kamu menonton drama [劉海戲金蟾 Kisah Liu Hai dan Jinchan], yang tampak di cuplikan layar tersebut menyimpang dari kebhiksuan, pindah menjadi pendeta!

Dan menurut ideologi kisah tersebut, orang-orang awam biasanya akan melihat penyimpangan seperti ini sebagai memasuki Jalan Mara (魔道), dan mempraktikkan Sihir Gelap/Jahat untuk mencelakai orang-orang lain demi menguntungkan diri sendiri!

TAPI! Sungguhkah demikian?

Hahaha! Tentu saja tidak!

Hendak menyimpang dari jalur pelatihan diri, semuanya adalah Pilihan Pribadi!
Melatih ilmu untuk mencelakai orang lain, juga pilihan pribadi dan tak ada hubungannya dengan Ajaran yang ada!

Demikianlah Mahaguru Lu bilang: Melakukannya atau tidak, semua kembali pada pilihan pribadi!
Dan juga: Ketahuilah apa yang kamu bisa/boleh lakukan, dan yang tak bisa/boleh kamu lakukan!

Jadi?

Karma adalah tanggung jawabmu sendiri!

Hal seperti ini, Mahaguru Lu sudah mengatakannya dengan sangat jelas!

Ada yang bilang: Dengan segala peluru yang ditembakkan ke arahmu dari Komite Pusat dan para pesuruhnya, kamu masih tak menjelek-jelekkan Mahaguru Lu, yang ada malah menunjukkan betapa hebatnya ajaran-Nya!

Teman-temanku yang terkasih, kiranya kamu ingat Mahaguru Lu mengatakan bahwa mereka yang telah berhasil melatih Guru Yoga tak akan meninggalkan-Nya?

Hahaha!
Kenapa harus repot mengurusi orang-orang bodoh yang hendak mencelakai?
Apakah ada satupun dari tembakannya yang MENGENAI SASARAN?

Hahaha!

Memberikan saran: Jangan menyia-nyiakan waktu hidupmu yang terbatas ini untuk mengejar hal-hal tak berguna yang MALAH mencelakaimu sendiri!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Monday, February 24, 2014

Tahun Baru Imlek 2014, Buddha Hidup Lian Sheng Membahas Mengenai Tahun Kuda Emas dan 4 Ajaran Liao Fan


Ditulis oleh Lotuschef – 5 Februari 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 2014年農曆新春「蓮生活佛話金馬」与了凡四训 [Chinese/English]



Tonton juga:
2014年農曆新春「蓮生活佛話金馬」2-1
2014年農曆新春「蓮生活佛話金馬」2-2


Hahaha! Melakukan Perbuatan Amal Sehari Sekali!
Inilah pesan yang kuberikan kepada dua saudara yang kujumpai tanggal 1 Februari 2014 kemarin.

Baca juga: Perjumpaan Yang Menarik


Yang dimaksud dengan beramal bisa sesederhana seperti membantu seorang lanjut usia untuk menyeberang jalan atau membawa senyum kepada muka yang cemberut, meski hanya untuk beberapa saat saja!

Membahagiakan orang lain – adalah berbagi kebaikan.

Murid yang hadir di sesi itu berterima kasih kepadaku karena telah mengajarkan cara menggunakan Buddha Dharma untuk memberi manfaat bagi diri dan insan lain.

Namun jangan lupa yang Guru sampaikan: Dilakukan Dengan Ketulusan dan Tak Mengharapkan Imbalan!


“Beramal sehari sekali!” ini bisa ditemukan di dalam 4 Ajaran Liao Fan

Mengutip dari [Wikipedia – Liao-Fan’s Four Lessons]:

Liao-Fan Yuan lahir di jaman Dinasti Ming, sekitar tahun 1550, di provinsi Jiangsu, wilayah Wujiang. Ia menulis sebuah buku yang dinamakan Empat Ajaran Liao-Fan [了凡四訓], yang pada awalnya ditulis untuk mengajar anak lelakinya, Tian-Chi Yuan.

Ide utama dari ajaran-ajaran tersebut adalah bahwa nasib bisa diubah lewat mengamalkan Kebajikan dan Kerendahan Hati. Oleh karenanya, seseorang tak akan terikat oleh nasib, tapi oleh perbuatannya sendiri.

Seorang bhiksu taois, Tuan Kong, memberitahu Liao-Fan kalau ia hanya akan hidup hingga umur 53 saja dan tak akan punya keturunan. Pada awalnya ia tak menghiraukan kata-kata bhiksu tersebut, menganggapnya sebagai omong kosong jenaka saja, namun berhubung ramalan-ramalan Tuan Kong lainnya menjadi kenyataan dengan akurasi tinggi, ia kemudian secara proaktif berusaha untuk “menulis ulang” nasibnya. Dengan menghubungkan ke berbagai pengalaman hidupnya sendiri dalam mengubah nasib, Liao-Fan, di umurnya yang ke-69, menulis dan mengajarkan Empat Ajaran tersebut kepada anaknya.

Ajaran ke-1 – menunjukkan cara membangun nasib;
Ajaran ke-2 – menjelaskan cara mengubahnya;
Ajaran ke-3 – menunjukkan cara melatih kebajikan dan;
Ajaran ke-4 – mengungkapkan manfaat dari kerendahan hati.

Buku ini masih bersirkulasi meski telah berumur lebih dari 500 tahun. Ia menjadi fondasi yang berharga dalam mempelajari Agama Buddha.

Baca juga: 了凡四训.


Hahaha! Aku menggunakan Empat Ajaran Liao Fan, pengalaman-pengalaman pribadinya dalam mengubah takdirnya sendiri, untuk menolong mereka yang merasa sedang dilanda kesialan, atau juga menolong mereka supaya nasibnya menjadi lebih baik.

SUNGGUH! Kamu bisa mengatur nasibmu sendiri dan cara TERBAIK-nya adalah dengan Bersadhana untuk Diri Sendiri dan juga SEMUA INSAN!

自主生死 Memegang Kendali Atas Hidup & Mati (Nasib) Diri Sendiri!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts: