Showing posts with label menghormati guru. Show all posts
Showing posts with label menghormati guru. Show all posts

Saturday, October 31, 2015

Kiranya kamu meletakkan Guru Akar di Tempat yang Layak dan Sepantasnya?



Ditulis oleh Lotuschef – 28 Oktober 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 你可把根本上师置在正确位置?Do you place Root Guru in the Right Place?

Mengacu ke rekaman video ceramah Mahaguru Lu:

Mahaguru Lu menunjukkan mudra tangan untuk 普巴金刚 Dorje Phurba (Vajrakilaya)

Mengutip dari artikel Penyaluran Abhiseka:

[--- Aku juga heran kenapa saat Mahaguru bilang bahwa kita di Tantrayana menggunakan toga (kain panjang yang diselampirkan di bahu dan membungkus tubuh bagian atas), namun para anggota komite pusat mengesampingkannya lewat rapat khusus. Mereka memutuskan dengan segera untuk menghentikan pemakaian toga dan menggantinya dengan gantungan kain seremonial berwarna coklat yang digunakan oleh ordo non-tantrayana.


Mengadakan rapat untuk menimpa perkataan Guru Akar sendiri?

Menurutku, hal seperti ini tak boleh terjadi di dalam Tantrayana di mana Guru Akar merupakan Guru yang mutlak, dan kita tak boleh meragukan ajaran-ajarannya.

Aku juga telah mengatakan bahwa saat menjapa mantra, kita juga mengikuti pelafalan Guru Akar untuk mendapatkan penyaluran berkat silsilah yang relevan.

Kiranya kamu meletakkan Guru Akar di Tempat yang Layak dan Sepantasnya? ---]

~~~~~~~~

Di ceramah-Nya tanggal 4 Oktober 2015, di Vajragarbha Pelangi, Seattle; Mahaguru Lu mengajarkan sebuah kunci yang sangat penting!
Beliau memberitahu bagaimana Yeshe Tsogyal, yang tidak seperti 25 murid lainnya, pertama kali menghaturkan penghormatan kepada Padmaguru saat melihat penampakan 13 mandala Vajrakilaya.

Jadi hanya dialah yang menerima abhiseka untuk 8 mandala Vajrakilaya!

Dua puluh lima murid yang lain tak menerima satupun!

Kemudian beliau juga menceritakan kejadian yang mirip, di mana seorang pengurus suatu rumah ibadah memutuskan untuk mengikuti instruksi Shi-mu, bukannya yang dari Mahaguru Lu!

Ini adalah sebuah pesan penting dari Mahaguru Lu: Silsilahmu datang dari SIAPA?

Hahaha!

Saat kamu gagal mencapai Yoga dengan Guru ataupun Yidam manapun, dirimulah sendiri yang seharusnya disalahkan!

Sebuah kunci penting untuk membangun fondasi di dalam Tantrayana adalah Menghormati Guru!

Kamu selalu berserah kepada Guru Akarmu dan mutlak mempercayai-Nya pula!

Abhiseka juga hanya datang dari Guru Akarmu!

Jadi sekarang bagaimana?

Belumlah terlambat untuk membuang semua sampah dan mulai hanya mendengarkan Guru Akarmu saja!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, September 27, 2014

Apakah kamu menghormati Guru?


Ditulis oleh Lotuschef – 10 September 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Lotuschef on Respect Guru 尊师?



Beliau, Buddha Hidup Lian Sheng, adalah Satu-satunya Guru Akar dari semua murid Aliran Satya Buddha.
Dalam rangka menghormatinya, tentunya murid harus mematuhi semua yang diajarkannya secara ketat dan bersadhana sesuai dengan panduan yang diberikannya!


Cobalah menyimak ceramah-ceramah Mahaguru berikut ini:
2013年9月7日聖尊蓮生活佛盧勝彥開講「大圓滿九次第法」-西雅圖雷藏寺

09/07/2013 Nine Stages Dharma of the Great Perfection (Dzogchen) by Grand-Master Lu - Ling Shen Ching Tze Temple

2013年9月8日聖尊蓮生活佛盧勝彥開講「大圓滿九次第法」-彩虹雷藏寺

09/08/2013 Nine Stages Dharma of the Great Perfection (Dzogchen) by Grand-Master Lu - Rainbow Temple


Berlandaskan ceramah di atas, mampukah kamu setulusnya menentukan sikapmu sendiri untuk menilai apa yang Komite Pusat lakukan terhadap Lotuschef?
Hahaha!


Tentunya bila kamu Menghormati Mahaguru, dan mendengarkan ajarannya dengan penuh perhatian, surat di atas sudah pasti tak akan termaterialisasi?

KENAPA?
Karena ada banyak artikel di dalam blog ini, baik dalam Bahasa Inggris maupun Mandarin, yang menuliskan dengan detil apa arti “Meninggalkan Aliran Satya Buddha” dari sudut pandang kedua murid yang bersangkutan!

Mahaguru katakan kalau Melatih Diri sepenuhnya bergantung pada diri masing-masing.

Namun Komite Pusat mencoba mewakili orang-orang untuk BERPIKIR atas nama mereka, dan mengutip beberapa bagian yang “tak begitu jelas terekspresikan” sebagai alasan untuk menjegal Lotuschef!
Akhirnya diumumkan kalau artikel tersebut membuat banyak orang berpandangan negatif terhadap Aliran Satya Buddha.
Hahaha!
Sayang sekali betapa sempitnya pemahaman mereka akan apa yang kami bicarakan (di dalam artikel tersebut)!

Saat Komite Pusat dengan gamblangnya gagal memahami isi dan arti yang disampaikan di dalam artikel-artikel tersebut, mereka masih pula berani menggunakan istilah “Nyawa Kebijaksanaan” (慧命) yang mereka sendiri tak tahu artinya!

Demikianlah Mahaguru mengatakan, tak ada satupun dari mereka yang menunjukkan Pencerahan yang Absolut dan Sejati! :)


Berikut dari arsip percakapan:

[--- PKV: Baru saja menonton ceramah Mahaguru. Hehe!
Beliau bilang kalau tak terganggu oleh otoritas seperti Perdana Menteri siapa dan VIP siapa.
Jadi apa aku perlu takut pada Komite Pusat? Hahaha!
Ceramah ini sungguh menarik. Mahaguru selalu berpihak padaku!

Semua yang beliau katakan ditujukan kepada Komite Pusat!
Seperti memperingatkan mereka untuk menghentikan semua tindakan jahatnya?
Kuharap orang-orang paham kenapa aku sama sekali tak takut pada Komite Pusat, meski mereka grup dengan posisi tinggi!

Aku bilang: Siapa yang bicara bahasa Buddha?
Hahaha!

AA: Ya, sangat inspiratif!
Memulai pagi hari dengan menonton ceramah Mahaguru hahahaha.
Ceramah hari Sabtu dan Minggu agak berhubungan.

Ya lah, kamu dengarkah yang Mahaguru katakan sebelum mengakhiri ceramahnya, tentang orang-orang jahat? Beliau bilang bahwa mereka tak perlu menginjakkan kaki ke tahap Mahayana kalau pola pikirnya masih jahat.

Aku merasa orang-orang yang telah mampu melampaui dualitas, suci dan punya keberhasilan, pasti bagaikan angkasa yang tak kenal takut. ---]


Andai saja Komite Pusat benar-benar menghormati Mahaguru, dan memahami ajaran-ajaran beliau, mereka pasti tak akan menyia-nyiakan waktu untuk memburu para pemfitnah dan penyebar gosip – yang mereka anggap merusak reputasi Mahaguru.

Mahaguru sudah bilang bertahun-tahun lalu kalau beliau Tak Butuh Muka (Pencitraan)!
Kalau begitu, pencitraan apa lagi yang perlu dibela kalau memang Tak Ada?

Membangkitkan Emosi Negatif para murid untuk mendukung agenda mereka hanyalah membangkitkan 3 racun Serakah, Amarah, dan Kebodohan!


Mahaguru kemarin katakan:
  1. Hati dan Pikiran bagaikan seorang Bayi – Tak takut Hidup ataupun Mati sama sekali. Kepolosan semacam ini sungguhlah merupakan Kebahagiaan.
  2. Pikiran bagaikan seorang Pengemis – Leluasa di segala saat, tak terkekang oleh situasi ataupun lokasi. Mampu bersadhana di mana saja, mau di pasar ikan, rumah bordil, di sebelah tempat pembuangan sampah, saluran pembuangan yang bau, dan sebagainya.

Bukankah Komite Pusat ini menjalani hidup yang sangat rumit?
Hahaha!

Demikianlah kawan-kawanku sekalian yang terkasih, saat kamu tak paham akan sesuatu hal, janganlah pernah bereaksi dengan Kekerasan.

Menciptakan lebih banyak karma buruk otomatis akan semakin menjauhkanmu dari Kesucian, yang merupakan salah satu karakteristik semua Bodhisattva dan Buddha.

Dan kawan-kawan yang benar-benar membaca dan memahami artikel-artikel yang dipublikasikan di blog ini, kalian pasti merasa bahwa ajaran 9 Yana dari Mahaguru bukan hal yang aneh lagi.

Terutama mengenai seri-seri Astral, Mahaguru katakan bahwa kesaktian semacam itu akan muncul secara alami dalam diri seorang Bodhisattva tingkat ke-5 dan selanjutnya!

Jadi, Aku Ini Siapa?

Hahaha!

Bila kamu menuduhku bahwa semua yang kutulis adalah kebohongan belaka, berarti kamu tak percaya kalau apa yang Mahaguru ajarkan selama ini bisa benar-benar terwujud lewat pelatihan yang tekun seperti yang diajarkannya!
Tentu saja, tak mempercayai ajaran Mahaguru sama artinya dengan Tak Menghormati Guru Akarmu sendiri!

Demikianlah di sini dengan segala kerendahan hati memberikan saran kepada Komite Pusat: segeralah perbaiki kesalahan yang telah dilakukan SEKARANG JUGA!
Kalian semua di sana telah menciptakan Versi Buruk Aliran Satya Buddha!
Bukan versi asli dari Alam Semesta dan Para Suciwan!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:




Monday, May 6, 2013

Tak Punya Rasa Hormat Kepada Guru


Ditulis oleh Lotuschef – 5 Mei 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Showing Disrespect Towards Guru


Kemarin malam, Guru dengan sabar berkeliling untuk memberikan berkat.

Coba tebak apa yang terjadi?

#2 berlagak seperti PEMIMPIN, mengambil tas selempang Guru dan berjalan di depan Guru sambil memegang tas Guru untuk disentuh para umat!!!
Tindakan yang sangat menjilat para umat, seakan-akan memberi mereka KESEMPATAN LANGKA & BERHARGA untuk “menyentuh Guru”!
Ingin menunjukkan kalau dia bersedia berbagi “barang berharga” Guru dengan semua orang?

Hahaha!
Membiarkan setiap orang untuk menyentuh barang-barang milik Guru adalah suatu tindakan yang sangat tidak menghormati Guru dan melanggar privasi Guru!!!

Pola pikir duniawi untuk mendapatkan penghargaan lewat menjilat dan juga menyentuh harta benda seorang Buddha untuk mendapatkan pemberkatan sungguh bukan hal yang sepatutnya dilakukan oleh orang yang sebegitunya ingin mendapat predikat Tercerahkan, bukannya begitu?

Omong-omong, dia masih membawa tas Guru saat mendatangiku kemarin malam!!!
Tas Guru memberinya kekuatan untuk mengendalikan orang lain?
Tas Guru memberinya kekuatan seperti seorang Buddha?
Hahaha!

Kemarin dalam ceramahnya, Guru bilang bahwa mentalitas (jiwa pikiran) paling mendasar dari Hinayana adalah TIDAK MENCELAKAI SIAPAPUN!
Apa memangnya pikirannya terlalu penuh dengan agenda pribadinya sendiri hingga tak mampu mendengarkan omongan Guru?
Atau malah merasa tak perlu mendengarkan Guru sama sekali?

Waktu Guru bertanya [Apa itu Nirwana?], dia memasang tampang datar tanpa ekspresi dan melihat ke arah depan tanpa menengok sedikitpun ke arah Guru!
Ia juga tak bisa menjawab pertanyaan Guru serta takut ditunjukkan di muka umum seperti sesi sebelumnya di mana Guru menyalahkan para VM yang mengaku mampu mempertahankan kondisi meditatif selama 30 menit!

Berkali-kali Guru berkata untuk tak perlu memohonnya untuk tidak memasuki Nirwana, tapi Saudara dan Saudari Besar ini masih memaksa semua orang untuk membacakan pernyataan yang mereka rancang tersebut! Hahaha!

Sebenarnya, sekedar mendoakan Guru supaya sehat, bahagia dan leluasa, sudahlah lebih dari cukup.

Aku sendiri merasa bahwa meminta Guru untuk terus memutar Roda Dharma dan tidak memasuki Nirwana seperti tak menghormatinya, karena rasanya seperti mendikte Beliau!
Apa Guru tak punya kebebasan untuk berbuat sekehendaknya? :)

Yang #2 dan hampir semua VM tanamkan ke dalam pikiran para umat adalah Kemelekatan dan Keterpakuan pada Benda Duniawi dan Nafsu untuk memilikinya!

Coba dipikirkan: Guru sudah jalan berkeliling untuk memberi berkat pada mereka yang hadir.
Kenapa semua orang masih harus menyentuh tas yang ditawarkan untuk disentuh?
Apa #2 merasa kurang cukup melihat Guru yang secara pribadi memberkati setiap umat?
Meragukan kekuatan atau kemampuan Guru sebagai seorang Buddha?

Sungguh menyedihkan melihat orang yang begitu tersesatnya dan masih terus mencelakai dirinya sendiri, menggali kuburannya sendiri lebih dalam?

Lalu kenapa aku menolak mengikutinya? :)
Hahaha! Ingatkah artikel tentang [Antek-anteknya Iblis]?
Antek-anteknya menunjukkan bahwa dia dan shimu berada di kamp yang berbeda!!!

Ya! Ia mengklaim bahwa Shimu sedang menunggu di bawah dan ingin bicara denganku.
Apa aku bisa mempercayainya kalau para anteknya tidak sedang menunggu untuk memojokkanku di salah sudut yang gelap hanya untuk menutup mulutku?
Hahaha!
Antek-anteknya bahkan mau membantunya untuk menggulingkan Guru, apalagi seorang ibu tua sepertiku? :)

Kudengar dari banyak sumber bahwa banyak bhiksu dan bhiksuni meninggalkan Satya Buddha karena mereka tak tahan dengan intimidasi dan tindasan terus-menerus dari para Saudara & Saudari Besar ini. Mereka merasa punya hak untuk mengontrol dan mendiktemu!

Teman-teman sekalian yang terkasih, sudahkah membaca komentarku mengenai surat dari Komite Pusat?
Sudahkah pula membaca post dari Komite Pusat yang mereka katakan berasal dari pernyataan Guru?

Kamu masih bisa mempercayai mereka untuk MEMBERITAHUKAN KEBENARAN SEBAGAIMANA ADANYA, dan tidak Memalsukan Kebohongan demi agenda-agenda pribadi mereka? Hahaha!

Buddha bilang hanya Hormati mereka yang memang Layak Dihormati!!!
Mereka merasa mau berada di tingkat manapun, semuanya terserah kamu untuk menerimanya atau tidak.

Di Sutra Intan tertulis “Tak Ada Bentuk”, dan menurut Guru: ia adalah Kebijaksanaan yang dapat menghancurkan segalanya!

Ambil alih nasibmu sendiri, dan jangan berikan kekuasaan pada orang lain untuk mengendalikan, mendikte dan mencelakaimu!

Buddha Dharma digunakan untuk semua insan supaya bisa meninggalkan penderitaan, bukannya untuk beberapa kelompok minoritas untuk menyebabkan penderitaan bagi para insan lain!


Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Related Posts:


Sunday, April 28, 2013

Menghormati Guru? Menjalankan seperti yang diajarkan?


Ditulis oleh Lotuschef – 6 Maret 2013
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Respect Guru? Practicing as Taught?


Baca juga: 莲厨谈心 - 施食, Lotuschef in Chat - Alms Giving, 施食意義

Artikel-artikel di atas membahas sebuah ritual yang sering dilakukan oleh banyak umat dan rumah ibadah setiap harinya.
Bahkan Vajragarbha pusat di Seattle dan Taiwan juga melakukan ritual tersebut setiap harinya. Sekali sebelum makan siang, dan sekali sebelum makan malam.

Ia adalah sebuah ritual yang dilakukan oleh mereka di vihara-vihara Hinayana dan Mahayana!
Kebanyakan dari mereka melakukannya 3x dalam sehari, yaitu: pagi, siang, dan malam.
Kenapa?
Karena mereka harus mematuhi instruksi Buddha untuk memberikan persembahan kepada Raja Garuda dan semua pengikutnya.

Mereka tidak mempraktekkan Persembahan Mandala Agung dari ajaran Tantrayana sebelum makan dan juga saat bersadhana ataupun saat di sesi persembahan.
Coba dibayangkan melakukan dan melakukannya terus tanpa tahu maksudnya selama ini?
Kebijaksanaan ada di dalam diri kita masing-masing, maka kiranya temukanlah!

Seperti halnya Guru telah ajarkan berkali-kali baik secara verbal maupun tertulis, bahwa di dalam Tantrayana, Sadhana Pertobatan Vajrasattva adalah Sadhana Pertobatan Paling Agung. Ia berada di atas semua sadhana pertobatan lainnya dan kenapakah?!

Kenapa para VM kita dan lainnya pergi berkeliling melakukan yang upacara lain seperti yang dilakukan dalam upacara-upacara Mahayana?!
Oh ya, mereka para VM ini juga melangkahi Guru dengan menyatakan supaya semua segera menggunakan jubah seremonial coklat, sebagai ganti toga berwarna merah marun yang Guru katakan supaya kita gunakan di dalam Tantrayana.
Hahaha!

Yoga juga sangat bergantung pada rasa hormat si praktisi Tantra kepada Sang Guru Akarnya, begitu juga terhadap instruksinya!

“Melangkahi” instruksi Guru Akarnya sendiri dan mencoba mengendalikan Guru Akar ini, berarti tak menghormati. Oleh karenanya ia tak berhasil dalam Guru Yoga, karena dirinya sungguh tak punya rasa percaya dan iman yang kokoh sama sekali!

Kamu sungguh-sungguh ingin mencapai Guru Yoga?
Maka renungkan kembali apa yang telah kamu lakukan selama ini; siapa yang kamu hormati sebagai Guru?
Hahaha! Bila Guru-mu adalah guru yang kamu ciptakan sendiri, yang akan menjalankan instruksi darimu, maka Amituofo!

Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef