Showing posts with label grand master lu sheng yen. Show all posts
Showing posts with label grand master lu sheng yen. Show all posts

Saturday, December 8, 2012

Pentingnya Empat (Catur) Prayoga

Shri Bhagavan Maha Acharya Vajrasattva bersama dengan
Lima Dhyani Buddha.

Ditulis oleh Buddha Hidup Sheng-yen Lu, Buku No. 154 “Aura Kebijaksanaan” 智慧的光環.
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh True Buddha Foundation Translation Team (Cheng Yew Chung, Victor Hazen, Dance Smith)
Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 5 Juli 2012
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: The Importance of the Four Preliminaries

BAB 47 – Pentingnya Empat Prayoga


“Sadhana apakah yang paling penting?”

“Empat Prayoga”, begitulah aku menimpali.

“Mengapa demikian?”

“Sadhana Empat Prayoga adalah fondasi paling dasar dalam agama Buddha aliran Tantra. Kalau dasarnya lemah, maka semua sadhana yang dilatih bagaikan membangun kastil di udara (sia-sia).”

Saat kita mulai melatih sadhana-sadhana Tantra, kita harus membangun fondasinya dahulu; karena perlu mempersiapkan dasar-dasarnya, oleh karenanya dinamakan Prayoga.

Masing-masing elemen dari Empat Prayoga penuh dengan arti pentingnya yang mendalam.

Aku akan menjabarkannya dengan lebih detil:
Empat Sarana.
Namaskara Agung.
Persembahan Mandala Agung.
Sadhana Vajrasattva.

Sadhana Empat Prayoga adalah menjapa mantra Empat Perlindungan (Sarana) untuk memperkuat iman si praktisi.
Namaskara Agung-nya digunakan untuk membersihkan berbagai rintangan karma kita.
Persembahan Mandala Agung-nya dilakukan untuk menambah pahala dan kebijaksanaan,
Sedangkan Sadhana Vajrasattva dilatih untuk bertobat atas segala kesalahan yang telah dilakukan.

Untuk melatih berbagai ajaran Tantra, si praktisi harus mengumpulkan stok berkah dan kebijaksanaan yang mencukupi.
Kalau kedua faktor tersebut tidak cukup, dan masih ditambah lagi dengan kurangnya iman yang teguh, maka rintangan Mara pasti semakin bertambah.
Orang-orang seperti ini tidak memenuhi syarat untuk melatih sadhana Tantra.

Sebuah Sutra Tantra menyebutkan, “Bila ada yang mengharap untuk mencapai kebuddhaan tanpa mengumpulkan pahala dan kebijaksanaan, itu layaknya mencoba mengekstrak minyak dengan memasak pasir.”

Banyak yang sudah mempelajari berbagai ajaran Tantra selama bertahun-tahun, dan semakin banyak sadhana Tantra yang mereka pelajari, semakin banyak rintangan yang mereka temui.

Pada akhirnya mereka-mereka ini menyerah dan pergi meninggalkan.
Sungguh menyedihkan.

Dan itu menunjukkan bahwa si praktisi belum membangun fondasi yang kokoh lewat Sadhana Empat Prayoga, dan belum menunjukkan hasil dari pelatihan tersebut.

Mereka yang telah mendapatkan kontak batin dalam Sadhana Empat Prayoga pasti tak akan menyerah dan pergi meninggalkan.

Jangan meremehkan Empat Prayoga.

Mereka sebegitu pentingnya dalam memperkokoh iman kita, membersihkan rintangan-rintangan karma, untuk melakukan pertobatan atas segala kesalahan kita, dan menambah berkah dan kebijaksanaan kita.

Begitulah kiranya, kita perlu melatih Empat Prayoga dengan sungguh-sungguh hingga sempurna.

---

Amituofo
Lama Lotuschef
Pure Karma Vihara
True Buddha School

Monday, November 26, 2012

Tanya Jawab Seputar Pencerahan – Pertanyaan ke-18: [Proyeksi Kloning atau Tubuh Astral] fenomena apakah ini?



Diringkas dan diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lama Lotuschef – 23 November 2012
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: Enlightening Interviews – Question 18: [Astral Body Projection or Clones Projection] what is this phenomenon?

[Catatan: Penerjemah telah berusaha sebaik mungkin untuk menjaga keakuratan dari naskah asli. Bagaimanapun juga, kami menghargai berbagai kemungkinan perbedaan interpretasi teman-teman pembaca. Dengan rendah hati memohon semuanya untuk membaca dengan Pikiran Terbuka.]


Baca juga: Perjalanan Astral

[Pengalamanku dalam perjalanan astral menunjukkan bahwa dunia yang dikunjungi tampak lebih jelas daripada dunia di alam mimpi. Tak ada satupun batas-batas fisik yang bisa menghalangimu dalam dunia astral.
Kamu mampu berjalan di atas air, terbang melewati gunung-gunung, berjalan menyeberangi sungai atau memasuki rumah-rumah.
Pintu tak dapat menghalangimu.
Kamu dapat bepergian dengan sangat cepat.]


Petikan artikel berikut diambil dari Buku No.227 “Tanya Jawab Seputar Pencerahan”, halaman 80-83.

Pertanyaan ke-18: [Proyeksi Kloning atau Tubuh Astral] fenomena apakah ini?

Bertanya: Anda menggunakan “kekuatan mantra” untuk menolong orang. Selama ada orang yang bisa [Mengkonsentrasikan semua kesadarannya] ke [tian-xin atau chakra mata ke-3] untuk memanggilmu (Mahaguru), maka Anda mampu memberkatinya dengan menggunakan Tubuh Astral Anda. Bisakah Anda menjelaskan hal ini? Proyeksi Tubuh Astral ini mengenai apa? Kalau ada orang yang mengkonsentrasikan kesadarannya dan menjapa nama [Mazu, Guan Gong, Yaochi Jingmu, Shang Di, Yesus, Allah, dll.], apakah para dewata ini melakukan pemberkatan yang sama?

Guru memberikan dua cerita:

Istri: Suamiku, kalau aku suatu hari meninggal dunia, apa yang akan kamu lakukan?
Suami: Sayangku, aku pasti akan menjadi gila.
Istri: Jadi kamu akan tetap melajang dan tidak menikah lagi?
Suami: Wah! Aku pikir aku tak akan segila itu.
Hahaha!

Cerita lain lagi:

Istri: Suamiku! Ada yang bilang kalau wanita saat berumur 20 itu bagaikan ranjang matras, saat berumur 40 bagaikan tatami; lalu bagaimana denganku?
Suami: Kamu masih seperti ranjang matras, hanya saja pegasnya rusak!
Hahaha!

Dua contoh di atas menunjukkan kalau para suami cukup bisa berpikir dengan jelas, bisa menanggapi stimuli situasional, pikirannya juga terarah.

[Kesadaran memasuki Tian Xin] – berarti Kesadaran terfokus menjadi Satu; sama artinya dengan Satu Pikiran; sama artinya juga dengan mengkonsentrasikan Satu Pikiran pada Tian Xin.

Buddha berkata: Pikiran (Hati) difokuskan pada satu tempat, tiada hal yang tak bisa dilakukan.
Guru berkata: Pikiran (Hati) difokuskan pada satu tempat, semua hal akan terealisasikan (tercapai).

Lalu bagaimana halnya dengan Proyeksi Tubuh Astral?

Guru berkata: Kalau kamu pernah membaca [Perjalanan ke Barat], apakah kamu melihat Sun Wu Kong (Raja Kera) mencabut sehelai bulunya dan menghembuskan Qi ke bulu tersebut, merubahnya menjadi banyak kloning (duplikat) dirinya? Raja Kera ini hanyalah satu Yidam Utama, sisanya semua adalah kloning astral.
Dengan tiupan “Hah” lainnya, ia melompat ke atas awan dan semua kloningnya menghilang.
Sang Yidam adalah Raja Kera itu sendiri yang memegang segenggam bulu kera.
(Itulah penjelasan mengenai proyeksi astral-nya).

Atau: Saat aku sedang tidur di Arama Nanshan, Roh Asalku (Yuan Shen) pergi ke Jepang untuk menyelamatkan mereka yang dilanda bencana nuklir; juga pergi ke Eropa untuk menyelamatkan mereka yang tertimpa bencana pertambangan; juga ke Filipina untuk menyelamatkan mereka yang dilanda bencana Angin; ke Haiti untuk menyelamatkan mereka dari epidemi Kolera.

Roh Asalku naik ke Surga Bunda Emas dan kemudian turun lagi sambil membawa “buntelan kain” untuk menyerap wabah SARS.

Roh Asalku turun ke Neraka untuk menyelamatkan para murid seperti [Gao Ming Fu] yang sedang diadili di ruang pengadilan Raja Neraka.

Itu semua adalah [proyeksi tubuh astral].


Xin Di Guan Jing (Sutra Mahayana mengenai Visualisasi Hati Hakiki) mengatakan: Dharmakaya [Kebenaran] sudah ada dari awal. Dharmakaya [Kebijaksanaan] adalah Kebijaksanaan yang Hakiki.

Hua Yan Jing / Sutra Avatamsaka (Karangan Bunga) mengatakan: Tubuh Kebijaksanaan adalah satu dari sepuluh pencapaian keberhasilan tubuh buddha. Dharmakaya adalah tubuh buddha yang telah mencapai Pencerahan Sejati.

Secara ringkas, semua sutra dan sudut pandang menegaskan bahwa [Dharmakaya] merujuk pada keberhasilan pencapaian kebuddhaan yang menghancurkan dua macam rintangan*, mencapai tingkat diri sendiri yang suci adanya.
{Catatan penerjemah: Dua rintangan adalah Rintangan menuju Kemahatahuan dan Rintangan untuk terbebas dari penderitaan mental pikiran.}
Begitu juga semua [Tubuh Transformasi] adalah bukti manifestasi tubuh kebijaksanaan yang mahatahu.

Dewa Pelindung – Wisnu yang berdiam di Paramapadam (Vaikuntha), punya lebih dari sepuluh Tubuh Astral.
Dewa Penghancur atau Transformasi – Shiwa yang berdiam di Gunung Kailash, punya banyak tubuh transformasi.
Dewa Pencipta – Brahma yang berdiam di Satyaloka (Brahmaloka), begitu juga halnya.

Kukatakan: Proyeksi Tubuh keluar dari badan kita sepenuhnya bergantung pada pelatihan diri. Bacalah juga [Sadhana tubuh sinar bintang Maha Mayuri].

---

Bacalah juga:
[ Jul 26 ] Lojong – Mind Training Tantrayana
[ Jul 29 ] LOJONG – 7 points of Training the Mind
[ Jun 15 ] Astral Projection – Simple Moves

Salam semuanya. Selamat berlatih!

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Sunday, November 25, 2012

Tanya Jawab Seputar Pencerahan – Pertanyaan ke-19: Bagaimana Cara Mencapai Kekosongan Tubuh dan Hati (Pikiran)?

Acala – Fudō-myōō – 不動明王 – Ia Yang Tak Bergeming

Diringkas dan diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Lama Lotuschef – 24 November 2012
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: Enlightening Interviews – Question 19: How to achieve [Voiding Body and Heart]?


[Catatan: Penerjemah telah berusaha sebaik mungkin untuk menjaga keakuratan dari naskah asli. Bagaimanapun juga, kami menghargai berbagai kemungkinan perbedaan interpretasi teman-teman pembaca. Dengan rendah hati memohon semuanya untuk membaca dengan Pikiran Terbuka.]

Petikan artikel berikut diambil dari Buku No.227 “Tanya Jawab Seputar Pencerahan”, halaman 84-87.

Pertanyaan ke-19: Bagaimana Cara Mencapai Kekosongan Tubuh dan Hati (Pikiran)?

Bertanya: Di dalam buku, Anda menulis bahwa selama seseorang bisa memfokuskan [Kesadarannya], lalu mengosongkan tubuh dan hatinya, maka ia akan bisa menangkap Sinyal-sinyal Universal; begitulah ia kemudian akan Mengetahui dan Memahami semua hal. Namun orang-orang jaman sekarang yang hidup di lingkungan yang serba cepat, pikirannya dipenuhi oleh masalah besar maupun kecil, kalau mencoba mengosongkan tubuh dan hati serta mencapai tiada pikiran sungguh suatu hal yang sangat sulit. Bisakah Anda memberitahu kami bagaimana Anda mencapai [Konsentrasi Pikiran] dan [Mengosongkan Tubuh dan Hati] ini?

Lalu Guru memberikan contoh:

Seorang lelaki tua yang sudah hampir meninggal berbaring di atas kasur dan memberitahu istrinya beberapa fakta: Aku pernah berselingkuh, mohon maafkan aku!

Istri tua: Tidak apa-apa.

Lelaki tua: Tidak apa-apa bagaimana, ini adalah sebuah kesalahan yang aku lakukan dalam hidupku ini. Kalau kamu memaafkanku, maka aku bisa tenang.

Istri tua: Masalah besar mana (maksudnya tidak ada masalah besar), kamu bisa meninggal dengan tenang; coba kamu lihat anak-anak di dalam keluarga kita, yang mana yang mukanya mirip kamu?

Hahaha!

Cerita lain lagi...

Istri: Sebelum menikah, kata-kata [Aku cinta kamu] selalu keluar dari mulutmu. Kenapa kini setelah menikah, kamu tidak mengucapkannya lagi?

Suami: Sebelum menikah, mengucap [Aku cinta kamu] adalah berbohong kepadamu. Setelah menikah, kalau aku masih bilang [Aku cinta kamu], bukankah itu artinya aku berbohong pada diri sendiri?

Hahaha!

Insan dunia ini kebanyakan berkecimpung dalam urusan [cinta – benci – emosi – balas dendam] di kehidupan sehari-hari mereka.

Umur 1 – Debut kelahiran
Umur 10 – Belajar dengan rajin
Umur 20 – Penuh dengan cinta monyet
Umur 30 – Bersaing dalam karir
Umur 40 – Gemuk sedikit
Umur 50 – Masih sehat dan kuat
Umur 60 – Mulai kena tekanan darah tinggi
Umur 70 – Kadang-kadang lupa
Umur 80 – Mulai bicara melantur dan tidak stabil
Umur 90 – Kehilangan arah
Umur 100 – Foto digantung di dinding

Aku katakan, itulah (urutan) yang kebanyakan orang lalui dalam kehidupan mereka. Badan bergerak terus, Hati juga dipenuhi pikiran yang bercampur aduk, Pikiran penuh dengan masalah besar dan masalah kecil, bagaimana bisa berhenti? Sama sekali tiada akhir.

Kuberitahu semua bahwa [Mengkonsentrasikan pikiran] dan [Mengosongkan Tubuh dan Hati] ada 2 kunci utamanya, yaitu [Tiada Masalah] dan [Tiada Penyertaan Hati] {Catatan penerjemah: Tiada penyertaan hati maksudnya tidak dimasukkan ke dalam hati}.

Kamu lihat saja, saat mencapai umur 100 tahun, kamu hanyalah foto yang digantung di dinding; [kekayaan – seks – ketenaran – makan – tidur] juga sama saja; bahkan meski jadi presiden, orang kaya, masa muda yang penuh ketampanan, perkawinan, semuanya melewati jalur yang sama; semua jerih payah berakhir dengan [Tidak dapat apa-apa].

Karena itulah maka [Tak ada Masalah].

Saat memahami [Tak ada Masalah], maka [Pikiran kacau] pelan-pelan akan [surut dan mengendap], Hati perlahan-lahan akan menjadi tenang, stabil, tak ada pikiran yang muncul, dan barulah bisa memasuki [Samadhi], setelah itu akan bisa mencapai tahap [Tak ada penyertaan hati].

[Tiada Masalah] – Tak terpengaruh oleh berbagai rangsangan dari luar.

[Tiada Penyertaan Hati] – Hati/Pikiran tak terpengaruh oleh kekacauan.

Sutra Pencerahan Sempurna mengatakan: Semuanya adalah Bodhisattva, Tiada Rintangan adalah Kebijaksaan nan Suci, Semuanya muncul dari dalam meditasi, Tak ada yang tak mengikuti cara ini untuk mencapai Bodhi.

[Mengkonsentrasikan Pikiran] dan [Mengosongkan Tubuh dan Hati], karena sepenuhnya melihat bahwa dalam kehidupan ini [Tak ada yang didapatkan], dan karena [Tidak dapat apa-apa] maka hati bisa tenang. Dari sinilah baru bisa mencapai Kesucian dan bisa bermeditasi dengan benar.

Dengan [Mengkonsentrasikan Pikiran], maka kita bisa mendapatkan Kebijaksanaan Suci, karena dengan [Mengosongkan Tubuh dan Hati] maka Pengetahuan Universal bisa masuk ke dalam hati kita, menerima kunci-kunci rahasia ilahi dan kontak-kontak batin.

Aku katakan: Bila tidak begini, maka semuanya adalah pikiran yang jahat!

---

Teman-teman pembaca sekalian, bacalah juga artikel asli dari buku ini. Penerjemah telah berusaha sebaik mungkin untuk menjaga keakuratan dari naskah asli. Interpretasi ini bersifat pribadi dan mungkin tidak sama dengan interpretasi teman-teman; maka cobalah renungkan apa yang Guru sedang coba ajarkan kepada kita lewat berbagai artikel dan ceramahnya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, November 24, 2012

Enlightening Interviews – Question 19: How to Achieve [Voiding Body and Heart]?

Acala – Fudō-myōō – 不動明王 – The Immovable One

Terjemahan Indonesia: Tanya Jawab Seputar Pencerahan – Pertanyaan ke-19: Bagaimana Cara Mencapai Kekosongan Tubuh dan Hati (Pikiran)?

[Note: Although all efforts are employed to maintain the accuracy of the original texts; we are not answerable to anyone for any difference in interpretation. Therefore, readers may choose to interprete the same text differently. Please read with Open Mind.]

The following is a Summary Translation of Guru’s article from Book 227, pages 84 to 87.

悟境一点通 - 第十九问 -[身心放空]如何做到?

Enlightening Interviews – Question 19: How to achieve [Voiding Body and Heart]?


Question: In our book, you wrote that as long as one can concentrate [Vitality / Alertness ], then void body and heart, then able to accept Universal Signals; thus Knowing & Understanding everything; however people in this present age live in high pace environment, mind filled completely with big and small matters, attempting to void body & heart and achieving no mixed thoughts is a very difficult task. Can you tell us how did you achieved these [uniting Vitality],[Voiding Body & Heart]?

Guru raised the following examples...

An old man at his death bed, told his wife the Truth: I had an extra-marital affair before and please forgive me!

Old spouse: Doesn't matter.

Old man: What doesn't matter, this is a wrong I committed in my life, you forgive me, then I can be at ease.

Old spouse: Where is the big matter here, you can rest in peace, you look at the children in our family, which one look like you.

Hahaha!


Another....

Wife: Before marriage, the words [I love you] always hanging from your mouth, why after marriage, you don't so anymore?

Husband: Before marriage, saying [I love you] is lying to you; after marriage, if I still say [I love you], then isn't it lying to myself?

Hahaha!


Sentient beings are mostly engulfed in [love hate emotion revenge] in their daily lives.

Age 1 - Debut
Age 10 - Studies utmost
Age 20 - Puppy Love abound
Age 30 - Battling in Career arena
Age 40 - Slightly Obese
Age 50 - Still strong and fit
Age 60 - Blood Pressure moving upwards
Age 70 - Occasional forgetfulness
Age 80 - Swaying and unstable
Age 90 - Lost directions
Age 100 - Hanging on the wall

I say, these are what most go through in the course of their lives. Body moves non stop, Heart filled completely with mixed thoughts, Mind full of Big & Small matters, how to have an end? No end no complete at all.

I tell everyone that [Uniting one's vitality] and [voiding Body and Heart] contains 2 keys that is [No Matter] and [No Heart].

You see that at Age 100, your end is just a picture on the wall only; [wealth – sex – fame – eat – sleep], also similar; even as a president, rich man, handsome youth, marriage,  all  follows the same path; all efforts ended with [Getting Nothing].

Therefore [No Matter].

Understanding [No mater], [Mixed thoughts] will gradually [sink and deposit], gradually Heart will ease and calm, heart stabling, no thoughts arises, can enter [Samadhi], then can achieve [No Heart] stage.

[No Matter] – Unaffected but external environmental stimuli.

[No Heart] – A Heart unaffected by chaos.

The Sutra of Perfect Enlightenment says: Everything is Boddhisattva, No Hindrance is Pure Wisdom, All arises from meditation, None won't follow this method, To attain Boddhi.

[Uniting one's vitality] and [voiding Body and Heart] , because fully seen through life's [Getting Nothing], and because of [Getting Nothing], one's heart is silent. From here can attain Purity and can Meditate in true sense.

From [Uniting one's vitality], one can arrived at Pure Wisdom, because of [Voiding Body and Heart], Universal Meaning can enter one's Heart, receiving Divine's secret keys and all signals.

I say: If not like this, then all are evil pondering and demonic thoughts!

---

Dear readers, Please refer to the article from the book too. Although all attempts are employed to ensure accuracy of translation, the Interpretation is personal and might not agree with yours. Please try and figure out what Guru is trying to teach us in his articles and speeches.

Cheers all.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:

Friday, November 23, 2012

Enlightening Interviews – Question 18: [Astral Body Projection or Clones Projection] what is this phenomenon?



Terjemahan Indonesia: Tanya Jawab Seputar Pencerahan – Pertanyaan ke-18: [Proyeksi Kloning atau Tubuh Astral] fenomena apakah ini?

[Note: Although all efforts are employed to maintain the accuracy of the original texts; we are not answerable to anyone for any difference in interpretation. Therefore, readers may choose to interprete the same text differently. Please read with Open Mind.]

Please read: Astral Travel

[My experience in astral travel is that the world traveled to is much clearer than the world of dreams. No physical boundaries can stop you in the astral world.
You can walk on water; you can fly up to the mountains; you can walk rivers or enter into houses.
Doors can't stop you.
You can travel very fast.]

The following is a Summary Translation of Guru's article from Book 227, pages 80 to 83; by Lama Lotuschef into English.

悟境一点通 - 第十八问 - [身外化身]是怎么一回事?
Enlightening Interviews - Question 18 - [Astral Body Projection or Clones Projection] what is this phenomenon?

Question: You have employed "power of mantra" to save a person, as long as one can [Concentrate all [Vitality] to the [tian-xin or the "3rd eye chakra"] to call to you (GM), you can bless using your Astral Body. Can you explain this? What is Astral Body Projection all about? If someone does this concentration of Vitality and chant [Ma Zu, Guan Gong, Yao Ci Jin Mu, Shang Di, Jesus, Allah.....] , will these Deities/Divinities perform the same blessing? ]]]

Guru raised 2 examples:

Wife: Husband, if I passed away one day, what will you do?
Husband: My dear, I will go crazy.
Wife: Then will you remain single and not marry again?
Husband: Aw! I think I won't be crazy to that stage.
Hahaha!

Next:

Wife: Husband! Some said that woman at 20 is a spring mattress; 40 is tatami; then what about me?
Husband: You are still a spring mattress, only with spoiled springs!
Hahaha!

These 2 examples showed that the Husbands are pretty clear-minded, can respond to situational stimuli; thoughts are direct.

[Vitality enters Tian Xin] – is uniting Vitality as One; also One Thought; also concentrating One Thought at Tian Xin.

Buddha said: 制心一处,无事不办. Create Heart in One Place, No matters Cannot be Done.
Guru said: 制心一处,一切灵验. Create Heart in One Place, Everything will be Realized.

As to what is Astral Body Projection?

Guru said: if you have read [西游记 Journey to the West], seen how Sun Wu Kong (Monkey king) pull a hair and blow Qi, transforming into many clones of him, this is Monkey King, only one Principal Yidam, the rest are all astral clones.
Upon another "Her" of breath, he jump into the clouds and all the his clones disappeared.
Yidam is Monkey King himself holding a bunch of monkey hairs.
(This is his Astral projection).

Or : when I am sleeping in [Nan Shan Ya She]. however, my [yuan shen - original spirit] , went to Japan, to save those involved in Atomic/Nuclear disaster; also go to Europe to save those in mining disaster; also to Phillippines to save those in Wind disaster; to Haiti to save those from Cholera.

My [Yuan Shen] ascended to Golden Mother's Garden, bring down her "cloth-bag" to bagged up [SARS] organism.

My [Yuan Shen] goes to Underworld to save those students like [Gao Ming Fu] who is in Hell's King court, undergoing judgment. …..

These are all [Astral body projection].

[Xin Di Guan Jing / Mahayana Visualization of the Original Mind Sutra] says: 理法身是本有之理。 智法身是性德之智。
The Dharmakaya of [Truth] is by virtue Present. The Dharmakaya of [Wisdom] is by virtue of Inherent Wisdom.

[Hua Yan Jing / Flower Garland Sutra / Avatamsaka Sutra] says: 智身-佛身所具能证之十身。法身-佛身所证之真理。
Wisdom Body – One of the Ten Buddha's body inherent ability attainment. Dharmakaya – Buddha's Body that has attained True Enlightenment.

Summarily, all sutra and viewpoints affirmed that [Dharmakaya] is particular to Buddhahood's break two hindrances, self nature pure level.
Also all [Transformation Bodies] are certification of know-all wisdoms' manifestation of Wisdom Body Transformation Level.

God of Protection, Vishnu of Paramapadam (Vaikuntha), has more than ten such Astral Bodies.
God of Destruction or Transformation, Shiva of Mount Kailash, has many such transformation.
God of Creation, Brahma of Satyaloka (Brahmaloka), is similar too.

I said: Projection of Body outside of one’s body all dependent on Cultivation. Please refer to [Maha Mayuri's starlight bodies cultivation sadhana.]

---

Please read:


[ Jul 26 ] Lojong – Mind Training Tantrayana

[ Jul 29 ] LOJONG – 7 points of Training the Mind

[ Jun 15 ] Astral Projection – Simple Moves

Cheers all. Happy Cultivating!

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


Thursday, July 21, 2011

The Importance of Cultivating Chi

Guru performs The Vajra Fist (Boxing) Exercise
Terjemahan Indonesia: Pentingnya Melatih Chi (Prana)
Image © a5739james

The Aura of Wisdom 
By Living Buddha Sheng-yen Lu
Translated by True Buddha Foundation Translation Team (Cheng Yew Chung, Victor Hazen, Dance Smith)
This was translated from Grandmaster Lu's 154th book, 智慧的光環.

CHAPTER 55 - The Importance of Cultivating Chi

A Chinese physician told me that he had treated a senior monk for his illness.
When he checked the monk`s pulse, he was shocked to discover that the monk's body of meridians and channels showed signs of blockage.
In fact all of his channels had been damaged, forming strains of Yin or dysfunctional channels.

The Chinese physician also mentioned a senior nun who had been ill since childhood.
Her circulation of chi and blood was gravely disrupted.
She was constantly suffering from the torment of her illness, and appeared pitiful.
If she could not save herself, how could she deliver sentient beings?

The physician asked the senior monk, "With your health, how can you cultivate?"
The monk replied, "We cultivate the mind, not the body."
"But isn't it equally important to strengthen our health and cultivate chi?" The physician remarked.
"That's heresy!" The senior monk refuted.

I personally disagree with the views of the senior monk.

Think about the Zen patriarch Bodhidharma, who sailed north from India and became the first Chinese Zen patriarch.
His teaching of Dharma is by way of mind transmission, and the essence of mind was secretly being transmitted between patriarchs.

However, when Bodhidharma observed that the health of the Shaolin monks, who sat in meditation, had deteriorated from prolonged sitting, he feared that they might go astray in their meditation.

Hence, he decided to teach them the martial arts and also the Muscle/Tendon Transformation Exercises (Yi Jin Jing).
Bodhidharma commented: "When the circulation of chi and blood is smooth, the body functions with great ease. With a wooden rod, I strike, and shout I must, one's illness is given the right antidote."

Patriarch Bodhidharma actually said that a practitioner who only cultivated the mind and not the body was likely to go astray. Thus, we have the heritage of Shaolin Kung Fu handed down since that time.

Tantric Buddhism places equal emphasis on the parallel cultivation of mind and body. Our health forms the very basis of our cultivation.

Tantric Buddhism also clearly states: "To cultivate chi is tantamount to harmonizing the mind. When the mind is harmonized, our chi is calm and smooth."

When a person is troubled, his mind is disrupted, and therefore his chi is unbalanced.

A person who cultivates chi experiences a smooth circulation of his chi and blood, and finds comfort in his body.

His mind shall naturally be at ease and, eventually, his defilement is uprooted.

The Tantric teachings include the Vajra Fist Exercises to help regulate the chi.

I advocate that it is vital to cultivate chi if one wishes to blend the mind with chi.


Amituofo
Lama Lotuschef
Pure Karma
True Buddha School


Related Posts:

  • Purification of One`s Mind
  • Seen in the Context of Heresy
  • Adopting a Monastic Life 出家
  • The Heart Essence and the Orally Transmitted Secrets
  • Cultivating with Contemplation and Visualization


Tuesday, July 5, 2011

5-7-2011 The Importance of the Four Preliminaries

Shri Bhagavan Maha Acharya Vajrasattva with
Five Dhyani Buddhas.

Terjemahan Indonesia: Pentingnya Empat (Catur) Prayoga

The Aura of Wisdom
By Living Buddha Sheng-yen Lu
Translated by True Buddha Foundation Translation Team (Cheng Yew Chung, Victor Hazen, Dance Smith)
This was translated from Grandmaster Lu's 154th book, 智慧的光環.

CHAPTER 47 - The Importance of the Four Preliminaries


`What is the most important practice?`
`The Four Preliminaries` I replied.

`Why?`
`The Four Preliminaries Practice is the very foundation of Tantric Buddhism. If the foundation is weak, all cultivation is simply like building castles in the air.`

When we begin our cultivation of the Tantric practices, we must first build the foundation, as it is required for preparing the ground of cultivation, hence, the Preliminaries.

The Four Preliminaries are each embedded with profound significance.

I shall elucidate on them:
The Fourfold Refuge.
The Great Homage.
The Great Mandala Offering.
The Vajrasattva Practice.

The Fourfold Refuge Practice is the recitation of the Fourfold Refuge mantra to strengthen one's spiritual conviction.
The Great Homage functions to remove our karmic hindrances.
The Great Mandala Offering is performed to increase merits and wisdom,
and the Vajrasattva Practice is practiced for the repentance of wrong doings.

To practice the Tantric teachings, one must gather a sufficient stock of blessings and wisdom.

If both of these measures are insufficient, coupled with a lack of spiritual conviction, it will result in the growth of Mara hindrances.

Such an individual is not qualified to cultivate the Tantric practices.

A Tantric scripture states, `If one wishes to attain Buddhahood without the accumulation of merits and wisdom, it is like trying to extract oil by cooking sand.`

Many have taken up the study of Tantric teachings for many years, and the more Tantric practices they learn, the more hindrances they face.

In the end, they simply give up and leave.
This is pathetic.

It simply reveals that the individual has not built a firm foundation with the Four Preliminaries, and may not have had any results through them.

Those who have gained spiritual responses through the Four Preliminaries would never give up and leave.

Never look down upon the Four Preliminaries. 
It is of vital importance to strengthen our spiritual conviction, remove karmic hindrances, repent our wrongdoings, and increase blessings and wisdom.

Thus, we need to practice the Four Preliminaries truthfully, and practice them to perfection.

---

Amituofo
Lama Lotuschef
Pure Karma Vihara
True Buddha School