Showing posts with label buddha hidup lian-sheng. Show all posts
Showing posts with label buddha hidup lian-sheng. Show all posts

Tuesday, April 9, 2013

Punya iman pada Guru Akar? [1] & [2]



Ditulis oleh Lotuschef – 8 April 2013

Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Confidence in Root Guru? [1] & [2]


Bagian 1


JQ menulis:

Shangshi... apa kabarnya. Aku harap Guru Akar dan Yidam selalu melindungimu. Amituofo.
Master, bisakah kau menyampaikan salamku kepada Shizun. Semoga Buddha Hidup melindungi dan membantu menyelesaikan masalah dalam keluargaku, juga membantuku untuk diterima di Universitas Indonesia (UI) tahun ini. Semoga... Terima kasih banyak master...
[HARUSNYA BISA MELAKUKAN SENDIRI, HARUS PERCAYA DIRI!]

Master, aku ada pertanyaan. Saat menjapa mantra guru, apakah Shizun benar-benar hadir di altar kita???
Aku tahu ini pertanyaan yang konyol... hahahaha .
[SUDAH TAHU BEGITU KENAPA BERTANYA?]

Di dalam buku yang pernah kubaca, penulisnya adalah seorang ahli kebatinan universal berkebangsaan Indonesia. Suatu hari, seorang klien (wanita) datang dan menanyakan masalah keluarganya. Ia bertanya “Aku sudah menjapa Da bei zhou (Maha Karuna Dharani) setiap hari selama 10 tahun. Apakah bodhisattva tidak pernah mendengar doaku?”

Si ahli kebatinan merasa kasus ini sangat rumit, jadi ia memohon bantuan kepada Guan Yin bodhisattva.

Rupanya ia menyadari bahwa masalah utamanya adalah “altar” keluarga tersebut yang ber-aura gelap atau ada roh jahat yang duduk di sana untuk menerima persembahan air – dupa – dll., bukannya Guan Yin, tapi setan. Jadi sadhananya selama 10 tahun ini sia-sia karena setan tersebut memblokir kekuatan mantra. Kekuatan mantra tak pernah sampai kepada sang bodhisattva. Benarkah bisa demikian?

Altar yang dikuasai oleh setan atau roh-roh jahat bisa sebegitu kuatnya menghalangi atau memblokir kekuatan Maha Karuna Dharani?

Aku jadi bingung dan ragu-ragu. Jadi mohon kiranya master memberikan penjelasan dan instruksi.

Amituofo. Terima kasih banyak, master.

DI ATAS ADALAH SITUASI INDIVIDUAL, JADI AKU TAK INGIN MEMBERIKAN KOMENTAR.
SARANKU: MILIKILAH KEYAKINAN DAN IMAN YANG KOKOH PADA GURU AKARMU SENDIRI.
MOHON DENGARKAN CERAMAH DHARMA GURU TANGGAL 6 APRIL 2013.

AMITUOFO.
PURE KARMA VIHARA

---

Teman-teman sekalian yang terkasih, bila murid ini membaca lebih banyak artikel dalam blog-ku, maka semua pertanyaannya akan terjawab!

Bacalah dan perhatikanlah kata-kata Guru, maka ia tak akan termakan oleh apa yang orang lain katakan atau sebarkan!

Teman kita ini juga salah mengiraku sebagai seorang Shangshi, jadi ia belum benar-benar paham apa yang aku bagikan selama ini, bukan? :)

Hahaha!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef


===

Bagian 2


[AA: [SUDAH TAHU BEGITU KENAPA BERTANYA?] ini “to the point” sekali dan bikin aku tertawa lol.
Bicara serius, inilah masalah (utama) mayoritas umat.
Tidak bisa melihat bukannya berarti Guru tidak hadir.
Percaya dan iman. Sepertinya ajaran Tantra jadi tantangan tersendiri.]

[PKV: Hahaha!
Masalah terbesar adalah mereka suka mendengarkan dan PERCAYA apa yang orang-orang lain katakan!!!

Kau lihat bagian-bagian yang aku garisbawahi?
Ahli kebatinan???
Masalah dengan altar? > Justru karma masing-masing orang yang mempengaruhi altar, bukan sebaliknya!!!

Kalau bisa meminta Guan Yin untuk turun tangan, maka pasti semuanya beres lol!
Hahaha!

Dalam sesi konseling pribadi, kenapa aku hanya mengalokasikan 20 menit saja?
Karena dalam kurang dari 2 menit, aku telah membaca aura mereka.
Sisa waktunya? Aku gunakan untuk memberi masukan kepada mereka cara-cara untuk mengatasi masalah yang dihadapi!!!

Oleh karenanya, ahli kebatian atau medium tadi “kekuatan”-nya praktis “NOL”!
:) :) :) ]

---

Teman-teman sekalian yang terkasih,

Masalah dengan kebanyakan orang adalah tidak punya keyakinan (rasa percaya diri) + tak punya 3C yang aku selalu bahas.

Cool, Calm, Clear-mindedness. [Berkepala dingin, Tenang, Berpikir dengan jernih]

Seperti yang kukatakan: jangan percaya semua hal yang kamu dengar dari orang-orang lain!
Hal terbaik adalah Hanya Dengarkan satu-satunya, dan bagi kita semua, adalah Guru Akar Kita – Buddha Hidup Lian Sheng!

Kalau kamu baca sebagian besar artikel-artikel yang kutulis, kamu akan tahu bahwa aura seseorang itu berisi berbagai pengaruh/frekuensi karma-karmanya sendiri!

Kemudian, bila kamu turut mengikutiku dalam membaca Sutra Avatamsaka Buku ke-1, beserta dengan semua ulasan yang kutulis, kamu setidaknya akan paham bahwa
[“Buddha bisa melihat semuanya hanya dengan SEKILAS PANDANG” dan ia mencakupi 10 penjuru, atau seluruh alam semesta!]

[Oh, aku belum jadi seorang Buddha. Jadi masih harus melihat lebih dari SEKILAS PANDANG! :)]

Oleh karenanya, bukannya percaya dan beriman sepenuhnya pada Guru Akarmu sendiri yang merupakan seorang Buddha Hidup, kamu malah membiarkan iblis dalam dirimu untuk mendiktemu berbuat kebalikannya!!!

Harus bagaimana?

Guru katakan bila kamu menjapa [Namo Amituofo] dengan Visualisasi dan sepenuhnya mengkonsentrasikan pikiranmu dalam penjapaan tersebut, maka Nama Suci yang kamu japa akan efektif!

Apa harus aku jelaskan lebih lanjut? :)

Tanpa mengetahui situasi yang dihadapi si ahli kebatinan di atas, rasanya kurang bijaksana bila harus memberi komentar atau pendapat pribadiku.
Lagipula seberapa otentiknya si ahli kebatinan tersebut, aku juga tak tahu.

Namun, sejatinya kalau orang tersebut bisa bercakap-cakap dengan Guan Yin Bodhisattva, dalam arti benar-benar bisa berkomunikasi, seharusnya dia punya semacam “kekuatan”!

Tapi teman kita di atas menuliskan kalau si ahli kebatinan tersebut BINGUNG, yang otomatis menunjukkan kurangnya Rasa Percaya Diri pada kemampuannya sendiri, benarkah kiranya?

Kemudian masih menganggap kalau masalahnya ada pada Altar di rumah kliennya!!!
Hahaha!

Dari berbagai artikel yang pernah kutulis, Tidak Benar kalau Altar adalah faktor penyebab “kesialan” si klien dan keluarganya!

Semuanya kalau dirunut kembali akan merujuk pada KARMA MASING-MASING INDIVIDU, dan dalam konteks keluarga di atas, adalah KARMA KOLEKTIF (GABUNGAN) dari semua anggota keluarga yang bersangkutan!

Oleh karenanya, SOLUSI untuk SATU KELUARGA tersebut adalah BERUSAHA membersihkan (menyucikan) karma kolektif mereka!

Guru katakan bila aku tidak menjelaskan hal ini sekali lagi, maka aku akan terima email yang tiada habis-habisnya dari semua orang, menanyakan hal yang sama!!!

Hahaha!

Salam semuanya. :) :) :)


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, December 8, 2012

Pentingnya Empat (Catur) Prayoga

Shri Bhagavan Maha Acharya Vajrasattva bersama dengan
Lima Dhyani Buddha.

Ditulis oleh Buddha Hidup Sheng-yen Lu, Buku No. 154 “Aura Kebijaksanaan” 智慧的光環.
Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh True Buddha Foundation Translation Team (Cheng Yew Chung, Victor Hazen, Dance Smith)
Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 5 Juli 2012
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: The Importance of the Four Preliminaries

BAB 47 – Pentingnya Empat Prayoga


“Sadhana apakah yang paling penting?”

“Empat Prayoga”, begitulah aku menimpali.

“Mengapa demikian?”

“Sadhana Empat Prayoga adalah fondasi paling dasar dalam agama Buddha aliran Tantra. Kalau dasarnya lemah, maka semua sadhana yang dilatih bagaikan membangun kastil di udara (sia-sia).”

Saat kita mulai melatih sadhana-sadhana Tantra, kita harus membangun fondasinya dahulu; karena perlu mempersiapkan dasar-dasarnya, oleh karenanya dinamakan Prayoga.

Masing-masing elemen dari Empat Prayoga penuh dengan arti pentingnya yang mendalam.

Aku akan menjabarkannya dengan lebih detil:
Empat Sarana.
Namaskara Agung.
Persembahan Mandala Agung.
Sadhana Vajrasattva.

Sadhana Empat Prayoga adalah menjapa mantra Empat Perlindungan (Sarana) untuk memperkuat iman si praktisi.
Namaskara Agung-nya digunakan untuk membersihkan berbagai rintangan karma kita.
Persembahan Mandala Agung-nya dilakukan untuk menambah pahala dan kebijaksanaan,
Sedangkan Sadhana Vajrasattva dilatih untuk bertobat atas segala kesalahan yang telah dilakukan.

Untuk melatih berbagai ajaran Tantra, si praktisi harus mengumpulkan stok berkah dan kebijaksanaan yang mencukupi.
Kalau kedua faktor tersebut tidak cukup, dan masih ditambah lagi dengan kurangnya iman yang teguh, maka rintangan Mara pasti semakin bertambah.
Orang-orang seperti ini tidak memenuhi syarat untuk melatih sadhana Tantra.

Sebuah Sutra Tantra menyebutkan, “Bila ada yang mengharap untuk mencapai kebuddhaan tanpa mengumpulkan pahala dan kebijaksanaan, itu layaknya mencoba mengekstrak minyak dengan memasak pasir.”

Banyak yang sudah mempelajari berbagai ajaran Tantra selama bertahun-tahun, dan semakin banyak sadhana Tantra yang mereka pelajari, semakin banyak rintangan yang mereka temui.

Pada akhirnya mereka-mereka ini menyerah dan pergi meninggalkan.
Sungguh menyedihkan.

Dan itu menunjukkan bahwa si praktisi belum membangun fondasi yang kokoh lewat Sadhana Empat Prayoga, dan belum menunjukkan hasil dari pelatihan tersebut.

Mereka yang telah mendapatkan kontak batin dalam Sadhana Empat Prayoga pasti tak akan menyerah dan pergi meninggalkan.

Jangan meremehkan Empat Prayoga.

Mereka sebegitu pentingnya dalam memperkokoh iman kita, membersihkan rintangan-rintangan karma, untuk melakukan pertobatan atas segala kesalahan kita, dan menambah berkah dan kebijaksanaan kita.

Begitulah kiranya, kita perlu melatih Empat Prayoga dengan sungguh-sungguh hingga sempurna.

---

Amituofo
Lama Lotuschef
Pure Karma Vihara
True Buddha School

Friday, November 23, 2012

Pentingnya Melatih Chi (Prana)

Guru melakukan Tinju Vajra

Dibagikan oleh Lotuschef – 26 Juni 2011
Tim Penerjemah: True Buddha Foundation Translation Team
Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia oleh Lotus Nino
Sumber: The Importance of Cultivating Chi
Sumber artikel: Buku No. 154 – 智慧的光環 [Aura Kebijaksanaan], Bab 55, ditulis oleh Buddha Hidup Sheng-yen Lu
Image © a5739james


BAB 55 – Pentingnya Melatih Chi (Prana)


Seorang tabib pengobatan China memberitahuku kalau ia pernah mengobati penyakit seorang bhiksu senior.
Saat ia memeriksa denyut nadi sang bhiksu, ia terkejut mengetahui meridian dan nadi-nadinya menunjukkan tanda-tanda tersumbat.
Malah terdeteksi semua nadinya telah rusak dan membentuk peradangan Yin atau nadi-nadi yang tak berfungsi sebagaimana mestinya.

Si tabib juga bercerita mengenai seorang biarawati senior yang telah sakit sejak kecil.
Sirkulasi chi dan darahnya sangat terganggu.
Ia terus-menerus mengalami derita siksaan penyakitnya dan sungguh mengibakan.
Kalau si biarawati tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, bagaimana ia bisa menyelamatkan para insan?

Tabib bertanya pada bhiksu senior, “Dengan kondisi kesehatanmu seperti ini, bagaimana kamu bisa melatih diri?”
Bhiksu menimpalinya, “Kami melatih pikiran, bukan tubuh.”
“Tapi bukankah sama pentingnya untuk menjaga kesehatan kita dan melatih chi?” si tabib menanggapi.
“Itu ajaran sesat!” Begitulah si bhiksu senior membantahnya.
Aku secara pribadi tidak setuju dengan pandangan si bhiksu senior.

Coba pikirkan tentang Patriak Zen Bodhidharma, yang berlayar ke utara dari India dan menjadi patriak Zen tionghoa yang pertama.
Ajaran Dharma-nya adalah dengan cara transmisi pikiran, dan inti pikiran secara rahasia ditransmisikan antar para patriak.

Namun saat Bodhidharma mengamati kesehatan para bhiksu Shaolin, yang duduk bermeditasi, mulai menurun karena duduk dalam jangka waktu yang lama, beliau kuatir kalau mereka malah tersesat di dalam latihan meditasinya.

Dari situlah beliau mengajarkan mereka seni bela diri dan juga Latihan Transformasi Otot/Tendon (Yi Jin Jing).

Bodhidharma berkomentar: “Saat sirkulasi chi dan darah lancar, maka tubuh akan berfungsi dengan penuh keleluasaan. Dengan tongkat kayu aku memukul, dan akupun berteriak, begitulah penyakit seseorang disembuhkan dengan obat yang tepat.”

Patriak Bodhidharma sebenarnya mengatakan bahwa praktisi yang hanya melatih pikirannya saja namun melupakan pelatihan tubuhnya kemungkinan besar akan tersesat. Oleh karenanya kita punya pusaka Kung Fu Shaolin yang diwariskan turun-temurun sejak saat itu.

Buddhisme Tantra punya penekanan yang seimbang pada pelatihan pikiran dan tubuh secara bersamaan. Kesehatan kita adalah fondasi yang paling dasar dari pelatihan diri kita.
Buddhisme Tantra juga dengan jelas menyatakan: “Melatih chi sama pentingnya dengan mengharmoniskan pikiran. Saat pikiran berada dalam kondisi harmonis, chi kita juga tenang dan lancar.”

Saat orang sedang tertimpa masalah, pikirannya akan terganggu, dan dari situ chi-nya menjadi tak seimbang.
Orang yang melatih chi akan mengalami sirkuasi chi dan darah yang lancar, sehingga tubuhnya terasa nyaman.
Pikirannya akan secara alami menjadi damai dan, pada akhirnya, semua rintangan kotorannya akan tercabut bersih.

Ajaran-ajaran Tantra di sini meliputi Latihan Tinju Vajra untuk membantu memperlancar chi.

Aku menganjurkan pentingnya melatih chi bila si praktisi berharap untuk bisa memadukan pikiran dengan chi.


Amituofo
Lama Lotuschef
Pure Karma
True Buddha School


Related Posts: