Showing posts with label niat. Show all posts
Showing posts with label niat. Show all posts

Friday, June 22, 2018

Membeli Tanah untuk Membangun Rumah Ibadah 买地建庙



Ditulis oleh Lotuschef – 16 Mei 2018
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 买地建庙 Buy land to build temple


Kawan-kawan, mari kembali mengingat dan menyatukan kembali pecahan-pecahan informasi untuk menyadari beberapa Kebenaran!

Kembali ke tahun 2010, Mahaguru Lu tiba-tiba kembali ke Taiwan.
Beliau kemudian mulai berkeliling ke rumah-rumah ibadah TBS di Taiwan, 2 lokasi setiap harinya, setiap hari Senin, Rabu dan Jumat.

Dan di suatu rumah ibadah, seorang VM meminta Mahaguru Lu untuk melakukan sesuatu terhadap orang yang meminjamkan uang kepada VM tersebut untuk membeli tanah dan membangun rumah ibadah. Ia bilang supaya si kreditur menjadi lupa selama 10 tahun, atau bahkan 20 tahun bila memungkinkan, sehingga dia tidak mengejar-ngejar si VM untuk menagih uang yang dipinjamkannya!

Jawaban Mahaguru Lu: bukan permintaan yang mulia dan beliau tak akan melakukan hal-hal seperti itu!

Setelah sesi itu, Mahaguru pergi melihat rumah ibadah baru.
Aku ingat rumah ibadah itu dengan jelas karena aku melihat banyak patung tentara dan bukankah seharusnya mahluk-mahluk surgawi yang ada di atas altar. Pokoknya memberiku perasaan aneh.
Hahaha!

Si VM kemudian muncul di salah satu acara malam Tahun Baru Imlek di Vihara Vajragarbha Caotun untuk memohon Mahaguru Lu menyelamatkannya berhubung ia sakit parah.
Mahaguru Lu menggunakan mantra dan mudra 9 Aksara (kuji-in) Acala untuk menolongnya.

Namun ia tak bertahan hidup cukup lama dan kudengar ia meninggal tak lama setelah kemunculannya saat itu.

Hahaha!

Teman-temanku yang terkasih,
Niatmu merupakan Pedoman Kunci! Selalu seperti itu!

Bersadhana dengan berbagai Pedoman Buddha Dharma sehingga jalan bagi Dirimu dan juga mereka di sekelilingmu akan menjadi lancar.

Pada kasus di atas, apakah dengan Mahaguru Lu menyetujui atau melihat tanah yang kamu dapatkan untuk rumah ibadah baru lantas membawa kontribusi terhadap frekuensi karmamu sendiri?

Saatnya sadar!
Semuanya SELALU berkisar pada Tubuh, Ucapan, dan Pikiranmu sendiri!


Salam Metta,

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Friday, December 23, 2016

Bergembira atas kesialan yang menimpa orang lain!



Ditulis oleh Lotuschef – 22 Desember 2016
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 幸灾乐祸 Gloat over others' misfortune!


Baca juga:


~~~~~~~~~

Salah satu sifat orang awam adalah 幸灾乐祸 ~ Bergembira atas kesialan yang menimpa orang lain!

Apakah kamu merupakan salah satu dari mereka?
Ataukah kamu 落进下石 ~ melempari batu ke orang yang jatuh ke dalam sumur?

Ada banyak orang yang tidak mau datang ke upacara lagi dikarenakan “Kegembiraan” yang diijinkan oleh Administrator dan para pelayan terdekat Mahaguru Lu!

Mulai dari yang pertama, ya-qi, diijinkan untuk maju ke depan dan menceritakan kisah-kisah sedihnya seputar kesialan yang menimpa teman-temannya. Ia menduga bahwa semua hal tersebut disebabkan oleh praktik-praktik si XX!
Kemudian kloter kedua, satu keluarga yang terdiri dari 3 orang, juga diijinkan dan diberikan waktu yang cukup panjang pula, turut mengisahkan penderitaan mereka yang juga diduga disebabkan oleh praktik-praktik si XX!
Yang ketiga adalah pasangan suami-istri yang bertemu secara pribadi dengan Mahaguru Lu di Vajragarbha Caotun lantai 6, Taiwan, dengan kisah yang hampir sama!
Dan yang keempat adalah seorang VM yang juga diberikan ijin untuk maju dan membagikan kisah-kisahnya dengan dugaan yang mirip seputar perbuatan salah si XX!

Semua hal di atas yang kita dengarkan, apakah ada Bukti-bukti Ilmiah yang mampu mendukung Keabsahan dugaan mereka?

AH! Tak ada seorangpun yang mampu membuktikan “perbuatan jahat spiritual”!
Baik secara ilmiah maupun legal!

Keputusannya: Pernyataan dari Mahaguru Lu mengenai rumah ibadah XX yang memuja 5 Pimpinan Hantu Jepang! Dan permohonan beliau yang penuh welas asih untuk bertobat dan membuka lembaran baru!

Demikianlah yang namanya Karma selalu menjadi tanggung jawab masing-masing individu!

Apakah menurutmu Mahaguru Lu terlihat OK dengan semua hal negatif yang “disiarkan” sampai dengan hari ini?

Melihat dari salah satu sudut: Orang-orang yang “menyiarkan” tindak tanduk karmanya di depan umum, tahukah mereka apa yang sedang mereka lakukan?

Hahaha!
Niatnya seharusnya bagaimana?
Bila ada yang maju ke depan khalayak umum untuk melempari XX dengan batu,

  1. berniat untuk Menyadari kesalahan-kesalahan atas cara-cara yang dulu mereka lakukan,
  2. yang Tercermin lewat Kebutaan dan Kebodohan mereka,
  3. sehingga berjanji untuk bertobat dan menyucikan diri dari karma-karma buruknya di masa lampau,
  4. MAKA DENGAN CARA INI BARULAH bisa Menyelamatkan diri mereka sendiri!

Bayangkanlah proses ini sebagai 4 Kebenaran Mulia!

Namun sayangnya, yang kita lihat justru mereka menambahkan beban untuk menenggelamkan kapal, yang dalam kasus ini adalah XX!

Hahaha!

Kalau kamu ingat, aku pernah menyarankan orang-orang untuk tidak memberikan ceramah di hadapan Majelis Agama Buddha, saat mereka belum Tercerahkan!

Ingatkah? Mahaguru Lu bilang: “Jangan mencoba menghakimi siapapun sebelum kamu mencapai pencerahan sempurna!”

Dalam kata lain: Jangan Membuat Dirimu Tampak Bodoh!

VM – Vajra Master – adalah guru yang mengajarkan dharma Sang Buddha dan harus fasih dalam topik tersebut!

Begitu juga dengan Fashi – yang berarti guru Dharma!

Oleh karenanya di sini dengan segala ketulusan, aku menyarankan teman-teman sekalian untuk mendengarkan dan memahami baik-baik ajaran Mahaguru Lu atau guru Dharma yang kamu pilih. Jangan membuang-buang waktumu dengan bergabung ke dalam KOMPLOTAN atau Kelompok manapun yang memusuhi para korban yang dituding oleh para ketua komplotan tersebut!

Kita masing-masing ini harus benar-benar menyadari bahwa dibutuhkan usaha sendiri untuk bersadhana. Tak ada seorangpun yang bisa melakukannya untuk kita!

YA! Solo! Semua dilakukan sendiri!
TAPI, sambil perlu mengingat bahwa di dalam Tantrayana, bimbingan Guru Akarmu adalah kuncinya!

Mahaguru Lu bilang bahwa beliau akan memenuhi segala keinginan para insan!
Jadi bila kamu bahagia bisa maju ke depan dan membuat dirimu tampak bodoh, maka terkabullah harapanmu!

Hahaha!
Apakah Mahaguru Lu menyetujui Pilihan Pribadi MANAPUN yang dibuat oleh para insan?
Ataukah, beliau Menutup Mata terhadap apa yang terjadi di sekitarnya, yang dilakukan oleh orang-orang awam?
Ataukah, malah seperti yang beberapa orang klaim bahwa beliau mendengarkan dan menuruti semua perintah Shi-mu?

Hahaha!
Orang-orang awam tak akan pernah mampu memahami seorang Buddha Sejati!

Iman yang Mutlak dan Satu Sarana!
Jagalah hal tersebut baik-baik!


Salam Metta,


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Saturday, August 8, 2015

Bagaimanakah yang sesungguhnya bersama dengan Buddha?



Dibagikan dengan anotasi oleh Lotuschef – 8 Agustus 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: 何為真正的与佛同在?What is Truly to be with Buddha?


Catatan:
Beberapa bagian dipilih dan diterjemahkan dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Inggris oleh Lotuschef. Turut mempersilakan teman-teman untuk menerjemahkan sendiri supaya mendapatkan versi yang mampu dipahami sepenuhnya. :)

Salam semuanya.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom

~~~~~~~~


~~~~~~~~

何為真正的与佛同在?


Dikutip dari Facebook Reverend Lian Wu.

這些相是我与師尊珍贵的合照集合。
早期可跟師尊合照机会多,后期人多了,不好意思再打扰師尊再与師尊合照了。
Penulis memasang beberapa foto dirinya bersama dengan Mahaguru.
Ia meratap karena di masa-masa awal dulu ada banyak kesempatan untuk berfoto bersama Mahaguru, namun sejalan dengan bertambahnya jumlah murid, penulis merasa lebih baik tak mengganggu Mahaguru dengan acara berfoto dengan beliau.

唯有与蓮花童子金身合照,結果有人說我的臉很象蓮花童子的臉。(笑)
Oleh karenanya hanya bisa berfoto dengan patung Padmakumara, sampai-sampai ada beberapa orang yang bilang kalau wajah si penulis cukup mirip dengan wajah Padmakumara. (Tertawa)

我是很渴望天天与師尊在一起,但沒福份啦。嗚~
Penulis dengan penuh semangat berharap untuk bisa bersama Mahaguru setiap harinya, tapi ternyata tak punya pahala seperti itu. Woo~

其實如果沒入佛知見領悟到師尊的意旨,就算天天与師尊一起,都是离佛很遠。
Pada kenyataannya, bila tak memasuki realisasi Buddha untuk memahami instruksi Mahaguru, bahkan bila setiap haripun berada dekat Mahaguru secara fisik, sama artinya dengan sangat jauh dari Buddha.


相反,如果領悟到師尊的意旨入佛知見證得般若實相,不管你遠隔天涯,才是真的与師尊在一起。
Sedangkan, bila merealisasikan instruksi Mahaguru dengan memasuki realisasi Buddha yang menegaskan kebenaran wujud sejati dari Prajna Kebijaksanaan, maka mau seberapa jauhpun jarak memisahkan, orang tersebut sungguh-sungguh selalu bersama dengan Mahaguru.


請看以下這故事:
Bacalah kisah berikut:
Catatan** [Mahaguru baru-baru ini mengisahkan tentang Subhuti yang “pertama kali” menyambut dan bertemu dengan Buddha Shakyamuni.]

Baca juga: Pola Pikir: Justru Niat-lah yang Dianggap!
Kutipan:
[--- Subhūti (Pali: सुभूति; Mandarin: 须菩提; pinyin: Xūpútí) adalah salah satu dari Sepuluh Maha Sravaka Buddha Shakyamuni, dan paling unggul dalam pemahaman akan kekosongan (shunyata). ---]

有一次,佛從忉利天來下人間,人間的佛弟子,都歡喜的去見佛。
依次序,比丘應在比丘尼之先,但蓮華色尼 (Uppalavana Theri) 為了先得見佛,即化作轉輪王(Chakravartin),走在最前面。

他以為最先見佛了,但佛對他說:
不是你先見,『須菩提 (Subhūti) 先見我身』

Sang Buddha berkata kepada Uppalavana Theri: Kamu bukanlah yang pertama menemuiku, Subhuti-lah yang pertama kali melihat wujud tubuhku.

原來,那一次,須菩提沒有參加迎佛的勝會。
Sebenarnya, pada saat itu, Subhuti tak bergabung dalam acara penyambutan Sang Buddha.

當眾人去見佛時,他想:佛曾說:見法即見佛,我何不正觀法相!
Saat semuanya pergi untuk bertemu Sang Buddha, ia berpikir: Buddha berkata “Melihat Dharma adalah Melihat Buddha, kenapa aku tak memvisualisasikan Dharmakaya dengan benar!”

於是他就觀察諸法的從緣生滅,從無常為門而悟入空性進入實相,徹見了如來法身。

佛肯定的說:不可以身相得見如來。
Sang Buddha mengatakan dengan sangat jelas: Tak bisa mengandalkan wujuh badaniah untuk melihat Buddha.


這些身相,都不過是假名如幻的妄相;佛的無盡莊嚴,也一樣的絕無少許法可取可得 。

《金剛經》- Sutra Intan 所說
凡所有相,皆是虛妄,若見諸相非相,即見如來!

共勉之。
~~~~~~~~~~~

Hahaha!
Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Kamu sudah membaca artikel yang ditulis oleh Reverend Lian Wu di Facebook-nya ataupun di blog ini?

Bila sudah, dan kamu juga memahaminya, maka KAMU merupakan salah satu orang yang tak akan mengerumuni Mahaguru Lu! :)

Pelatihan diri yang tekun akan membawamu sangat dekat dengan Mahaguru Lu – Buddha Hidup Lian Sheng, dan semua dewata pilihanmu, kapanpun dan di manapun kamu inginkan!

Mereka yang memberitahuku ataupun orang-orang lain, pamer kalau sangat dekat atau bisa makan semeja dengan Mahaguru, …. Sungguh sudah saatnya untuk sadar dan berusaha untuk benar-benar memahami Buddha Dharma! :)

Para VIP dan VVIP?

Hahaha!

Seperti yang dituliskan di dalam Sutra Intan, demikianlah Sang Buddha bersabda:
凡所有相,皆是虛妄 Semua dengan Wujud, adalah bohongan belaka (bukanlah yang sejati).

Kalau begitu apa yang merupakan Kebenaran Mutlak?
Kodrat Buddha dirimu sendiri!


Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

 

Thursday, August 6, 2015

Pola Pikir: Justru Niat-lah yang Dianggap!



Ditulis oleh Lotuschef – 3 Agustus 2015
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Mindset: It’s the Thought that Counts!



Mengacu ke rekaman ceramah dharma Mahaguru Lu:

Yidam sesi puja bersama: Ksitigarbha Bodhisattva

Di dalam ceramahnya, Mahaguru Lu berbagi banyak konsep, dan mari kita membahas salah satu darinya! :)

Mungkin kita ingat insiden saat Mahaguru Lu sempat ingin menyelamatkan seekor ikan besar dengan membelinya, tapi harga yang dipatok oleh si penjual terlalu tinggi, jadi beliau tak ada pilihan lain dan terpaksa menyerah.

Di dalam pikirannya, beliau merasa gagal menyelamatkan ikan tersebut.
Namun Jin-mu menjelaskan kepadanya kalau ikan tersebut sebenarnya telah beliau selamatkan!
Demikianlah ternyata Niat-lah yang penting dan dianggap (masuk hitungan)!


Subhūti (Pali: सुभूति; Mandarin: 须菩提; pinyin: Xūpútí) adalah salah satu dari Sepuluh Maha Sravaka Buddha Shakyamuni, dan paling unggul dalam pemahaman akan kekosongan (shunyata).

Dalam Bahasa Prakrit dan Pali, namanya berarti “Keberadaan yang Baik” (su: "baik", bhūti: "keberadaan").

Terkadang juga dipanggil dengan “Tetua Subhuti” (Sthavira Subhuti). Ia juga satu generasi dengan para arhat termashyur seperti Śāriputra,Mahākāśyapa, Mahāmaudgalyāyana, Mahākātyāyana, dan Ānanda.

~~~~~~~~~~

Mahaguru Lu mengisahkan Subhuti yang dengan menggunakan pikirannya menyambut gurunya, Buddha Shakyamuni, namun tubuh fisiknya sebenarnya sedang berada di dalam gua yang sangat jauh.

Orang lain yang hadir secara fisik untuk menyambut Buddha Shakyamuni mengklaim bahwa dirinya-lah yang pertama dalam melakukannya, NAMUN Sang Buddha bilang bahwa dia bukanlah yang pertama.

Di sini Mahaguru Lu hendak mengilustrasikan teori “tiada halangan”.

Pikiran seseorang mampu melintasi segala alam semesta dan dharmadhatu!

Mungkin kamu ingat kalau aku pernah menulis tentang “Astral, tak mengenal halangan?”


Hahaha!

Tentunya membutuhkan pemahaman akan kekosongan?

Bagaimana halnya denganmu?

Dan kalau kembali mengingat beberapa tugas dengan topik “WAKTU”:
Di dalam pelatihan diri, Kapankah Waktu Menjadi Hal yang Penting?
Di dalam pelatihan diri, Kapankah Waktu BUKAN LAGI Hal yang Penting?

Kalau kamu punya pola pikir dan pengetahuan yang BENAR, pertanyaan-pertanyaan tersebut Bukanlah Halangan sama sekali dong?

Dengan Dharma Maha Kesempurnaan (Maha Paripurna) yang Mahaguru Lu ajarkan hingga saat ini, kiranya kamu bisa mendapatkan pendekatan yang lebih baik untuk menjawab pertanyaan tersebut?

Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef