Showing posts with label ehipassiko. Show all posts
Showing posts with label ehipassiko. Show all posts

Tuesday, April 1, 2014

Karma? Saatnya bermain-main! [2]


Ditulis oleh Lotuschef – 1 April 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Karma? Let’s Have Fun! [2]



Mengutip dari artikel Karma? Saatnya bermain-main! [1]:

MY: .....jd kita jgn tersesat dgn ajaran yg salah! berpalinglah pada ajaran Triratna yg sesungguhnya. Namo Buddhaya ()

Terjemahan: So we shouldn't go astray with a wrong teaching!
Please turn yourself back into the true teachings of the Triple Gems. Namo Buddhaya ()

MY: ....janganlah kita tersesat oleh ajaran2 yg tidak jelas! ingat Ehipasikko : percayalah dgn apa yg kamu lihat dab rasakan. berpeganglah pada kitab suci Tripitakan dan ajaran Triratna yg sesungguhnya. Maaf klo ada kata yg menyinggung. Namo Amitabha _()_

Terjemahan: So we shouldn't go astray with a wrong teaching!
Remember the Ehipassiko: trusting what you see and feel, abiding by the Tripitaka and the true teachings of the Triple Gems.
Please forgive me if I may have offended you somehow. Namo Amitabha _()_


PK3: Lol, menarik, dan terserah kamu hor. Ia tak tahu cara menyampaikan konsep Ehipassiko dalam konteks ini.

[--- Salah satu aksioma teragung Sang Buddha adalah ehipassiko, yang berarti “datang dan lihatlah”.

Istilah tersebut bermakna bahwa siapapun jangan dengan mudahnya percaya sesuatu hal hanya karena seseorang yang dianggap “tahu” telah menyatakannya secara de facto (pada kenyataannya); melainkan bandingkan dengan pengalamanmu sendiri untuk mengkonfirmasinya.

Cari dan temukan Realitas Absolut SEBAGAIMANA ADANYA melalui penyadaranmu sendiri akan Alam Realisasi Diri yang Mulia, daripada duduk diam di dalam kegelapan pikiranmu sambil menunggu adanya seorang Lama Guru yang datang untuk mencerahkanmu.

Ehipassiko mengajak semua insan secara terbuka untuk datang dan melihat, menyelidiki, meneliti, dan bila perlu bahkan hingga mengkritik Dharma sebelum menerimanya berhubung tak ada yang mistik ataupun misterius mengenai Dharma.

Dharma adalah suci dan cemerlang bagai kristal.
Ia murni bagaikan emas padat.

Sang Buddha sendiri menyatakan:
“Jangan terima mentah-mentah apa yang kukatakan hanya karena kamu menghormatiku.
Karena bagaikan kemurnian emas yang bisa dipastikan lewat melebur atau menggosokkannya pada alat penguji, begitu juga halnya dengan Dharma yang harus diterima hanya setelah diteliti dengan detil.”

Pernyataan berani yang memperbolehkan suatu ajaran untuk diteliti dengan detil telah menunjukkan keagungan Sang Buddha dan kebenaran teguh Dharma yang luhur. ---]

---

Di atas, MY terus mengulang tentang karma baik dan buruk, lalu [kita jgn tersesat dgn ajaran yg salah!]

Hahaha! Menggelikan?

Malah MY yang terlihat menentang kata-katanya sendiri mengenai {tersesat dengan ajaran yang salah!}, lalu segera dilanjutkan dengan {ingat Ehipasikko : percayalah dgn apa yg kamu lihat dab rasakan. berpeganglah pada kitab suci Tripitakan dan ajaran Triratna yg sesungguhnya.}

Ia menginterpretasikan Ehipassiko secara salah!

Jadi siapa yang menyesatkan di sini?

Hahaha!

Oh! MY juga lalai tak memeriksa dulu siapakah Francesca Poon!

Francesca Poon adalah Lama Lotuschef dari PURE KARMA!

Sebuah nama yang Mahaguru Lu anugerahkan kepada Lotuschef dan tim.


Hahaha! Dan MY terus mengulang Karma Baik & Buruk kepada “Boss” Pure Karma!


Bukankah kita harus memahami cara kerja dan karakteristik Karma supaya mampu menolong para insan menyucikan karma mereka?

Guru berkata: Saat mampu memahami Karma sepenuhnya, maka orang yang bersangkutan telah Tercerahkan.

VM JX mengatakan bahwa Lotuschef punya Mata Langit.
Beberapa minggu kemudian, Guru mengatakan bahwa mereka dengan Mata Langit telah Tercerahkan!


MELIHAT & MERASAKAN???

Apa yang kebanyakan insan Lihat itu Salah dan seringkali menipunya, serta cenderung menyesatkan diri mereka sendiri.

Oleh karenanya, kita MELIHAT & MERASAKAN dengan Hati Kita!

Dan mengenai bagaimana caranya, mohon perhatikan lebih detil dalam ceramah-ceramah Guru.

Salam semuanya, teman-temanku. Cobalah mengamati dengan tajam dan jangan biarkan siapapun menyesatkanmu dengan klaim-klaim berbagi Buddha Dharma yang OTENTIK & SEJATI padahal Salah.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Disunting dari Jurnal Lotuschef


Karma? Let's Have Fun! [2]

Terjemahan Indonesia: Karma? Saatnya bermain-main! [2]

Quoting from Karma? Let's Have Fun! [1]:

MY: .....jd kita jgn tersesat dgn ajaran yg salah! berpalinglah pada ajaran Triratna yg sesungguhnya. Namo Buddhaya ()

In English: So we shouldn't go astray with a wrong teaching!
Please turn yourself back into the true teachings of the Triple Gems. Namo Buddhaya ()

MY: ....janganlah kita tersesat oleh ajaran2 yg tidak jelas! ingat Ehipasikko : percayalah dgn apa yg kamu lihat dab rasakan. berpeganglah pada kitab suci Tripitakan dan ajaran Triratna yg sesungguhnya. Maaf klo ada kata yg menyinggung. Namo Amitabha _()_

In English: So we shouldn't go astray with a wrong teaching!
Remember the Ehipassiko: trusting what you see and feel, abiding by the Tripitaka and the true teachings of the Triple Gems.
Please forgive me if I may have offended you somehow. Namo Amitabha _()_

PK3: lol, interesting and up to you hor.
But he doesn't know how to convey the concept of Ehipasikko in this context.
[--- One of the Buddha’s greatest axioms is ehipassiko, meaning “come and see”.

It means to not simply believe in something merely because someone who is supposed to be “in the know” has stated it to be so (de facto); rather, look to your own experience for confirmation.


Look and discover the Absolute Reality AS IT IS through your own awakening to the Noble Realm of Self-Realization, rather than sit in the darkened theater of your own mind and wait for the arrival on the screen of a Lama to enlighten you.

Ehipassiko constitutes an open invitation to all to come and see, to inspect, to scrutinize and if need be, even to criticize the Dhamma before accepting it because there is nothing mythical or mysterious about it.
The Dhamma is pure and crystal clear.
It is as pure as solid gold.
The Buddha Himself declared:
"Do not accept what I say through mere respect towards me.
Just as purity of gold is ascertained by melting or rubbing on a touchstone, likewise the Dhamma should be accepted only after very close scrutiny."

This fearless assertion of allowing the teaching to be closely examined marks the greatness of the Buddha and the unwavering truth of the sublime Dhamma. ---]

---

In the above, MY kept repeating good & bad karma, then [So we shouldn't go astray with a wrong teaching!]

Hahaha! Hilarious, right?

MY actually refute his own words about (going astray with the wrong teaching! ), immediately with 
{Remember the Ehipassiko: trusting what you see and feel, abiding by the Tripitaka and the true teachings of the Triple Gems.}

He gave wrong interpretation of Ehipassiko!

So who lead who astray, here?

Hahaha!

O! MY is really remiss here for not checking up who Francesca Poon is too! 

Francesca Poon is Lama Lotuschef of PURE KARMA! 

A name SZ bestowed to Lotuschef & team.


Hahaha! And MY kept repeating Good & Bad Karma to Pure Karma's "Boss"! 


One needs to understand Karma's nature or characteristics in order to help all Purify Karma, agree?

SZ said: Understanding Karma fully, One is Enlightened.

VM JX said that Lotuschef has Heavenly Eye.
Weeks later, SZ said that those with Heavenly Eye are Enlightened! 

SEE & FEEL???

What most beings See are False and most often deceptive, and tend to mislead these beings.

In Cultivation, One SEE & FEEL with One's Heart! 

As to how to do so, pay closer attention to SZ's speeches, please.


Cheers all, please be discerning and don't let anyone lead you astray with False or Untrue claims of sharing TRUE & AUTHENTIC Buddha Dharma!!!


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef 


Edited from Notes of Lotuschef

Monday, March 31, 2014

Karma? Saatnya bermain-main! [1]


Ditulis oleh Lotuschef – 30 Maret 2014
Diterjemahkan oleh Lotus Nino
Sumber: Karma? Let’s Have Fun! [1]



Dari Facebook:

Oleh karenanya, Pure Karma hendak mengklarifikasi beberapa kesalahpahaman dalam hubungannya dengan Penyeberangan Bardo untuk Musuh Karma sendiri atau para Arwah Janin.

Tidak dijamin bahwa para Musuh Karma atau Arwah Janin akan memaafkanmu dan meninggalkanmu, atau setuju diseberangkan!


Lotuschef Lama 释莲廚, A Student of Living Buddha Lian-Sheng.: Penyeberangan Bardo untuk Musuh...
LOTUSCHEF.BLOGSPOT.COM
Like · · Share


Marko Yassin sdr ku fransesca kalau yg nama karma itu tetaplah karma.. benih baik akan membuahkan karma baik dan sebaliknya venih buruk akan membuahkan karma buruk! janganlah kita tersesat oleh ajaran2 yg tidak jelas! ingat Ehipasikko : percayalah dgn apa yg kamu lihat dab rasakan. berpeganglah pada kitab suci Tripitakan dan ajaran Triratna yg sesungguhnya. Maaf klo ada kata yg menyinggung. Namo Amitabha _()_
15 hours ago · Like


29-3-2014 Fire Puja LL3

Lotuschef Lama 释莲廚, A Student of Living Buddha Lian-Sheng.: 29-3-2014 Fire Puja LL3
LOTUSCHEF.BLOGSPOT.COM
Like · · Share
Aaron Chok and Xiao Shijie like this.


Marko Yassin sdr ku Francesca Poon kalau yg nm karma itu ya tetap sj karma! klo benih baik akan menumbuhkan karma baik dan sebaliknya jika karma buruk maka akan menumbuhkan karma buruk! jd kita jgn tersesat dgn ajaran yg salah! berpalinglah pada ajaran Triratna yg sesungguhnya. Namo Buddhaya ()
14 hours ago · Like


---

PK3: Ya, LB menerjemahkan dengan benar, orang tersebut tak punya pandangan yang luas akan Buddha Dharma lol.

Berikut terjemahannya:

{ Francesca Poon, my dear sister, the so called karma is still a karma!
If one sows a good seed, one shall grow a good karma; and the otherwise, the bad karma begets the bad one accordingly!
So we shouldn't go astray with a wrong teaching!
Please turn yourself back into the true teachings of the Triple Gems. Namo Buddhaya ()
}


Dan komentar dari post yang lain:

{ Francesca Poon, my dear sister, the so called karma is still a karma!
If one sows a good seed, one shall grow a good karma; and the otherwise, the bad karma begets the bad one accordingly!

So we shouldn't go astray with a wrong teaching!
Remember the Ehipasikko: trusting what you see and feel, abiding by the Tripitaka and the true teachings of the Triple Gems.
Please forgive me if I may have offended you somehow. Namo Amitabha _()_ }


PK7: Hahaha!
[---ingat Ehipasikko : percayalah dgn apa yg kamu lihat dab rasakan. berpeganglah pada kitab suci Tripitakan dan ajaran Triratna yg sesungguhnya. ---]

Inilah Wujud, dan orang dengan Karma yang berat dan roh-roh yang menempelinya akan Melihat dan Merasakan apa yang para musuh karma dan roh-roh tersebut ingin ia lihat!

Hahaha!

Menuliskan komentar di kotak komentar Puja Api Homa adalah hal yang gila karena menunjukkan dirinya ingin menyatakan opini dan NASIHAT-nya!!!

Hahaha!
Perlukah kita mengedukasi-NYA? :)

Hey teman-teman, apakah kita “main-main” dengannya?
Ia mirip si Tok Chef, seperti sedang bunuh diri dan masih merasa sangat bijaksana!
Hahaha!


PK3: Lol, menarik, dan terserah kamu hor. Ia tak tahu cara menyampaikan konsep Ehipassiko dalam konteks ini.

[--- Salah satu aksioma teragung Sang Buddha adalah ehipassiko, yang berarti “datang dan lihatlah”.

Istilah tersebut bermakna bahwa siapapun jangan dengan mudahnya percaya sesuatu hal hanya karena seseorang yang dianggap “tahu” telah menyatakannya secara de facto (pada kenyataannya); melainkan bandingkan dengan pengalamanmu sendiri untuk mengkonfirmasinya.

Cari dan temukan Realitas Absolut SEBAGAIMANA ADANYA melalui penyadaranmu sendiri akan Alam Realisasi Diri yang Mulia, daripada duduk diam di dalam kegelapan pikiranmu sambil menunggu adanya seorang Lama Guru yang datang untuk mencerahkanmu.

Ehipassiko mengajak semua insan secara terbuka untuk datang dan melihat, menyelidiki, meneliti, dan bila perlu bahkan hingga mengkritik Dharma sebelum menerimanya berhubung tak ada yang mistik ataupun misterius mengenai Dharma.

Dharma adalah suci dan cemerlang bagai kristal.
Ia murni bagaikan emas padat.


Sang Buddha sendiri menyatakan:
“Jangan terima mentah-mentah apa yang kukatakan hanya karena kamu menghormatiku.
Karena bagaikan kemurnian emas yang bisa dipastikan lewat melebur atau menggosokkannya pada alat penguji, begitu juga halnya dengan Dharma yang harus diterima hanya setelah diteliti dengan detil.”

Pernyataan berani yang memperbolehkan suatu ajaran untuk diteliti dengan detil telah menunjukkan keagungan Sang Buddha dan kebenaran teguh Dharma yang luhur.
---]


PK5: Yah! Main main!

PK3: Main!
Aku akan menerjemahkannya setelah itu lol.

LL: Hahaha! Kalau begitu ayo kita main-main! Hehe!

---

Teman-temanku sekalian yang terkasih,
Dharma tiada berwujud dan ia merupakan Metode untuk menjalani kehidupan di dunia fana ini dengan Bahagia dan Bebas dari segala Racun seperti Keserakahan, Amarah, dan Kebodohan.

Sama halnya dengan Disiplin Sila, ajaran-ajaran Dharma menjadi sebagai sebuah Panduan atau Aturan untuk membantu si praktisi berjalan di jalur yang “Lurus” menuju Nirwana.

Kini coba ingatlah yang Guru barusan katakan tentang semua tindakan Mereka Dengan Pencapaian [Yogi Sejati] tak ada yang Baik ataupun Buruk, karena semuanya tak dicatat; beda halnya dengan kebanyakan insan, semua tindakan mereka menjadi Karma, yang Baik ataupun Buruk. :)

Kenapa si MY di atas menuliskan komentar di bawah artikel Fire Puja’s LL3?
Bukankah kalau dia ingin bicara atau memberi kuliah tentang Karma, komentarnya seharusnya dituliskan di bawah artikel-artikel yang ada hubungannya dengan Karma?

BENAR SEKALI! Ia sedang menunjukkan berbagai tindakan tanpa pertimbangan yang dilakukan seseorang secara sembarangan, yang begitunya berusaha untuk menggunakan sedikit pengetahuannya akan Buddha Dharma dari Mahayana, yang merupakan yana ke-3 terbawah dari 9 yana.

Jadi MY ingin menyampaikan pesannya yang sangat mendesak dan juga menyebarluaskannya, sambil memberitahu kita bahwa ia tak terlalu “suka dengan hal ini”, atau lebih menunjukkan kalau ia kurang bekal pengetahuan untuk Menguliahi Karma dari sudut pandang seorang murid Buddha.

Wujud merupakan sebuah kemelekatan, karenanya ajaran Buddha terbuka untuk diteliti dengan detil!

Dan mengenai memberitahu orang untuk mengikuti ini dan itu, orang ini sudah gagal memahami konsep dasar Bodhicitta pula – yang berarti Membahagiakan Insan Lain!

Guru mengatakan: sepenuhnya memahami Karma, orang tersebut berarti telah Tercerahkan! :)

Baru-baru ini beliau juga mengatakan: Dengan Mata Langit, orang tersebut juga telah Tercerahkan, karena ia akan mampu melihat sesuatu dengan jelas dan memahami Makna Alam Semesta dan bahwa Tathagathagarbha Diri Sendiri dan semua insan lain SETARA adanya.


Patriak Zen, Hui Neng, juga mengatakan:

Jangan memikirkan Baik ataupun Buruk.
Karena semua Pikiran adalah Jahat!
Konsep Tiada Wujud.

Hahaha!

Buddha Dharma harus digunakan untuk Kebaikan Semua Insan!

Di dalam Vajrayana yang mencakupi tingkat 4, 5, dan 6 dari Sembilan Yana, Buddha Dharma digunakan untuk Membantu Orang Berlatih untuk menolong para insan lain dan juga dirinya sendiri, untuk meninggalkan penderitaan dan akhirnya mampu melepaskan diri dari iblis diri sendiri, lalu mencapai Nirwana.

Mungkin MY dan mereka yang senada dalam berpikir harus terlebih dahulu mempelajari Vajrayana sebelum bicara tentang berpegang pada Tri Ratna!

Semua Buddha Dharma atau metode-metodenya hanyalah untuk Cara Berpikir Awam saja, membantu mereka untuk “menyingkirkan” jeratan dunia sehingga mampu mencapai Realisasi Sepenuhnya atau Pencerahan.

Bagaimana cara orang tersebut memilih untuk menggunakan Buddha Dharma bersifat sangat personal dan tak ada hubungannya dengan siapapun juga.

Karma juga “menjerati” diri sendiri, dan diri sendirilah yang harus “mengurusnya” sehingga ia menjadi bersih.

Hahaha!


[--- MY: Maaf klo ada kata yg menyinggung. ---]

Kutipan di atas menunjukkan bahwa MY punya pandangan atau tujuan yang ofensif, karena hal tersebut adalah sebuah Pikiran yang dimilikinya dan merasa perlu dituliskan dalam kata-kata!

Teman-temanku sekalian yang terkasih, ingatkah tentang Tubuh – Ucapan – Pikiran?

Kata-kata seseorang juga menunjukkan atau membeberkan Maksud dari Orang yang bersangkutan!

Terus-menerus mengulang tentang Karma Baik & Buruk, menunjukkan ia tak punya hal lain yang lebih baik untuk diajarkan pula! :)

Dengan segala kerendahan hati menyarankan kepada MY, Kestabilan Pikiran dan Tahu Cara Menggunakan 4 Jalan Mulia ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari akan sangat bermanfaat bagimu.
“Jangan tinggalkan rumah tanpanya!”
Maksudku adalah 4 Kebenaran Mulia!


Teman-temanku sekalian,
Janganlah lupa akan apa yang kutulis dalam artikel Tubuh – Ucapan – dan Pikiran.
Auramu juga mencakup “kata-kata” dan “Bahasa Tubuh”!

Bila kamu ingin berbagi sesuatu dengan semua teman, pastikan kamu menggunakan 4 Jalan Mulia sebagai Mentor (Pembimbing)-mu terlebih dulu. :)



Salam semuanya.


Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom
Lama Lotuschef

Related Posts:


Sunday, March 30, 2014

Karma? Let's Have Fun! [1]

Terjemahan Indonesia: Karma? Saatnya Bermain-main! [1]

From Facebook: 

Oleh karenanya, Pure Karma hendak mengklarifikasi beberapa kesalahpahaman dalam hubungannya dengan Penyeberangan Bardo untuk Musuh Karma sendiri atau para Arwah Janin.

Tidak dijamin bahwa para Musuh Karma atau Arwah Janin akan memaafkanmu dan meninggalkanmu, atau setuju diseberangkan!


Lotuschef Lama 释莲廚, A Student of Living Buddha Lian-Sheng.: Penyeberangan Bardo untuk Musuh...
LOTUSCHEF.BLOGSPOT.COM
Like · · Share


Marko Yassin sdr ku fransesca kalau yg nama karma itu tetaplah karma.. benih baik akan membuahkan karma baik dan sebaliknya venih buruk akan membuahkan karma buruk! janganlah kita tersesat oleh ajaran2 yg tidak jelas! ingat Ehipasikko : percayalah dgn apa yg kamu lihat dab rasakan. berpeganglah pada kitab suci Tripitakan dan ajaran Triratna yg sesungguhnya. Maaf klo ada kata yg menyinggung. Namo Amitabha _()_
15 hours ago · Like


29-3-2014 Fire Puja LL3

Lotuschef Lama 释莲廚, A Student of Living Buddha Lian-Sheng.: 29-3-2014 Fire Puja LL3
LOTUSCHEF.BLOGSPOT.COM
Like · · Share
Aaron Chok and Xiao Shijie like this.


Marko Yassin sdr ku Francesca Poon kalau yg nm karma itu ya tetap sj karma! klo benih baik akan menumbuhkan karma baik dan sebaliknya jika karma buruk maka akan menumbuhkan karma buruk! jd kita jgn tersesat dgn ajaran yg salah! berpalinglah pada ajaran Triratna yg sesungguhnya. Namo Buddhaya ()
14 hours ago · Like


Marko Yassin's comments Translated into English: 


PK3: Yes, LB translated correctly, and the man doesn't have wide view of the avenue of Buddha dharma lol.

Here's the translated version:
sdr ku Francesca Poon kalau yg nm karma itu ya tetap sj karma! klo benih baik akan menumbuhkan karma baik dan sebaliknya jika karma buruk maka akan menumbuhkan karma buruk! jd kita jgn tersesat dgn ajaran yg salah! berpalinglah pada ajaran Triratna yg sesungguhnya. Namo Buddhaya ()

Francesca Poon, my dear sister, the so called karma is still a karma! 
If one sows a good seed, one shall grow a good karma; and the otherwise, the bad karma begets the bad one accordingly! 
So we shouldn't go astray with a wrong teaching! 
Please turn yourself back into the true teachings of the Triple Gems. Namo Buddhaya ()


and the comment from the other post:

Marko Yassin
sdr ku fransesca kalau yg nama karma itu tetaplah karma.. benih baik akan membuahkan karma baik dan sebaliknya venih buruk akan membuahkan karma buruk! janganlah kita tersesat oleh ajaran2 yg tidak jelas! ingat Ehipasikko : percayalah dgn apa yg kamu lihat dab rasakan. berpeganglah pada kitab suci Tripitakan dan ajaran Triratna yg sesungguhnya. Maaf klo ada kata yg menyinggung. Namo Amitabha _()_

Francesca Poon, my dear sister, the so called karma is still a karma!
If one sows a good seed, one shall grow a good karma; and the otherwise, the bad karma begets the bad one accordingly! 

So we shouldn't go astray with a wrong teaching! 
Remember the Ehipassiko: trusting what you see and feel, abiding by the Tripitaka and the true teachings of the Triple Gems. 
Please forgive me if I may have offended you somehow. Namo Amitabha _()_


PK7: Hahaha!
Remember the Ehipasikko: trusting what you see and feel, abiding by the Tripitaka and the true teachings of the Triple Gems.

This is Form & people with Heavy Karma & attached spirits See & Feel what their Karmic foes n Attached spirits let them See & Feel!

Hahaha!

Putting the comments into the Fire puja comment box is Crazy and speaks of how much he wants to say his piece or give his opinion & ADVICE!!!

Hahaha!
Shall we educate HIM?  :)


hey people, do we "main main" [Bahasa - means Play Play]with him?
he is like Tok chef, commit suicide & still think he is very wise!
hahaha!

PK3: lol, interesting and up to you hor.But he doesn't know how to convey the concept of Ehipasikko in this context.

[--- One of the Buddha’s greatest axioms is ehipassiko, meaning “come and see”. 

It means to not simply believe in something merely because someone who is supposed to be “in the know” has stated it to be so (de facto); rather, look to your own experience for confirmation. 

Look and discover the Absolute Reality AS IT IS through your own awakening to the Noble Realm of Self-Realization, rather than sit in the darkened theater of your own mind and wait for the arrival on the screen of a Lama to enlighten you.

Ehipassiko constitutes an open invitation to all to come and see, to inspect, to scrutinize and if need be, even to criticize the Dhamma before accepting it because there is nothing mythical or mysterious about it. 

The Dhamma is pure and crystal clear. 
It is as pure as solid gold. 

The Buddha Himself declared: 
"Do not accept what I say through mere respect towards me. 
Just as purity of gold is ascertained by melting or rubbing on a touchstone, likewise the Dhamma should be accepted only after very close scrutiny." 

This fearless assertion of allowing the teaching to be closely examined marks the greatness of the Buddha and the unwavering truth of the sublime Dhamma. ---]


PK5: yeah. main main

PK3: main!
i will translate your article afterwards lol.


LL: hahaha!
lets have FUN then my dears!
hehe!

---

Dear all,
Dhamma is Formless & it is Methods of living life in the Sentient Realm Happily and Free from all Poisons like Greed, Aversions, Ignorance.

Like Disciplines, Dhamma teachings serve as a Guide or Ruler to help One walks a "Straight" path to Nirvana.

Now, recall what SZ said recently about Achievers' [True Yogi]  deeds have No Good nor Bad, as all are not recorded at all, unlike most beings, all their deeds bespoke Karma, whether Good or Bad. :)


Why does MY above put comments under an article, the Fire Puja's LL3?
If he wants to talk and lecture about Karma, his comments should be place under Karma related articles, agree?

YES! Indiscriminate actions of a person that really attempt to Use his negligible knowledge of Buddha's Dhamma from Mahayana, which is 3rd from bottom of the 9 Yanas.

So MY like to say his piece so urgently and also widespreadly, Telling us that he is not too "with it", or lacks the necessaries to Lecture about Karma from a Buddha Student's point of view.

Forms is an attachment, that's why Buddha's teaching is open to close scrutiny!

As to telling someone else to abide by this and that, this person fails to understand the very basic of Boddhicitta too!

That is to make others Happy!


SZ said: understanding Karma completely, One is Enlightened! :)

SZ also said recently: With Heavenly Eye, One is Enlightened also, as this person can see what's what and understand the Meaning of the Universe and Buddha Nature of Self and others being EQUAL.


As per the Zen Patriarch, Hui Neng: 
Do not think of Good or Bad.
All Thoughts are Evil!
No Form Concepts.

Hahaha! 

Buddha Dhamma needs to be use for the Good of All!

In Vajrayana, which covers Level 4, 5, 6 of the 9 Yanas, Buddha Dhamma is employed to Help One Cultivate to help others as well as Self to leave Suffering far behind and eventually to Break Free from One's own demon, to attain Nirvana.

Perhaps MY and those with like mindset should first study Vajrayana before talking about abiding the Triple Gems!

All Buddha Dhamma or methods only for Sentient Mindsets, helping them to "Throw away" entanglement to Full Realization or Enlightenment.

How One choose to use Buddha Dhamma is a very Individual pursuit, nothing to do with anyone else.

Karma is of Self & Self needs to work on it, to ensure a clean slate.

Hahaha! 

MY:- Please forgive me if I may have offended you somehow.

This statement means: MY has perception or intent to be Offensive, as this is a Thought he had and put into Words! 

Dear all, remember Body Speech Mind?

One's word also revealed or exposed One's Intent!

Keep repeating Good & Bad Karma, he has nothing better to lecture with too! :)


A humble suggestion to MY, Stability of Mind and Using Buddha's 4 Noble Truths in your daily life should be very beneficial.
"Don't leave home without it!" 
I mean 4 Noble Truths!


To all,
Don't forget what I shared in Body Speech & Mind articles.
Your Aura also include "words" & "body language"!

If you want to share something with All, please make sure you are using the 4 Noble Truths as your Mentor first. :)


Cheers all.

Om Guru Lian Sheng Siddhi Hom